This is me....

Senin, April 28, 2014

Pernikahan ½ (Part 18: Kepercayaan Ketika Jauh)

Minho latihan sebentar sebelum dia pergi. Aiko melihatnya sambil senyum-senyum.
”ya..bagus begitu, Minho kun.. tolong ekspresinya lebih cuek lagi,” kata Yuu mengarahkan sekaligus memfotonya.
”eh cinta... suamimu ganteng banget, booo... nemu dimenong??,” tanya Yamaoka pada Aiko.
Aiko menoleh,”nemu???” dia heran dengan bahasa Yamaoka.
”iya..nemu di menong??cucok loh,” balas Yamaoka
Makin bingung Aiko dengan bahasa lawan bicaranya itu, tapi dia mencoba jawab,”kami satu universitas,” dengan bahasa yang baku, beda dengan Yamaoka berbahasa slang.
”oo...begindang... cakep, booo... macan,” jawab Yamaoka sambil kipas-kipas.
Aiko bingung,”eh..iya, hehe”, dia asal jawab aja.
”Yamaoka san... sudah berapa lama bekerja disini??,” tanya Aiko
”10 tahun... model yang baik cuma Minho kun sama Makoto kun,” jawabnya.
”oh.. terima kasih,” senyum Aiko.
”ih..nemu dimana lekong kayak begitu...eike mau,” Yamaoka memukul genit kipasnya ke Aiko
”aduh.. banci ini.. nanti dia suka Minho kun,” Aiko agak gusar dalam hatinya.
”aku kenal di universitas.. Minho kun.. ketua kelompokku di masa perkenalan,” jawab Aiko.
”eh cinta.. kalau ada lekong kayak suami mu itu...eike dikenalin yeee, xixixixixi,” Yamaoka genit
”aduh..enggak deh..takut deh,” kata hatinya Aiko,dia cemas.
”eh..iya...nanti kalau ada,” Aiko bingung jawabnya.

Selasa, April 22, 2014

Terperangkap Jiwa (Part 15: Clairsentience or Clairvoyant?)

Another thing that i don't understand about my self ability is about: clairvoyant/clairvoyance (perhaps i am wrong if i mentioned before it as clairvoyage, because i think i can filtrate the time of an object, hahahaha). I didn't know that is mentioned a clairvoyant. If we open The Uncle Wikipedia, the definition of clairvoyance/clairvoyant is: The term clairvoyance (from French clair meaning "clear" and voyance meaning "vision") is used to refer to the ability to gain information about an object, person, location or physical event through means other than the known human senses,i.e., a form of extra-sensory perception. A person said to have the ability of clairvoyance is referred to as a clairvoyant ("one who sees clearly").
And i took the note again from Wikipedia : "Parapsychology explores this possibility, but the existence of the paranormal is not accepted by the scientific community.Parapsychology, including the study of clairvoyance, is an example of pseudoscience". I don't get what pseudoscience is. I was not the student of psychology.. I was just a nutritionist.

Terperangkap jiwa (Part 14: let me suffer this more and more)

What will you know if you know one's fate or future... someone is closed to yourself and even someone is in thousands miles away from you?? it seems that you'll be stabbed by sharp dagger and then you'll die in misery, hahahaha!
For some moments, i saw someone's life might be over in this world, his/her life closed to the death.. and.. what can you do?? nothing than hopeless.. that i can't do anything to avoid or even to stop the time, so that it wont be occur.

Terperangkap Jiwa (Part 13: Gempa padang: aku harus balik ke jakarta pagi ini)

September akhir 2009.. aku dapat kepercayaan mengisi seminar di kota Padang. Senang dong.. bisa menjejakkan kaki di daerah kelahiran ayah sendiri. Acara tanggal 29 september, jadi aku akan pulang tanggal 30 September.
Pesan tiket pesawat biasanya 1 minggu sebelum kepergian. Seorang klienku yang memang cukup akrab bilang "pulangnya 30 september sore aja bu.. kita jalan-jalan dulu lihat pantai", waktu aku meneleponnya karena ingin pesan tiket pulang-pergi. Tapi entah kenapa, aku tetap pesan tiket pulang tanggal 30 september di pagi hari, pesawat jam 10. Teman kantorku yang suka belikan tiket awalnya juga ingin aku pulang sore jelang malam dan besoknya ambil libur total, katanya biar harga tiketnya lebih murah. Tapi aku ngotot sama dia, minta pulang pagi. Aku maunya pulang pagi... titik! Teman sempat bercandain "emang kamu gak mau jalan-jalan?? kan enak..". Tapi aku bersikeras minta "pokoknya gue mau yang pagi.. kalau perlu gue bayar yang mahalnya itu", saking kesalnya.
Teman tanya, tumben banget gw pengen buru-buru.. gw cuma jawab "takut sakit...lagi gak enak badan", akhirnya, dia benar-benar pesankan tiket pagi hari.

Terperangkap Jiwa (Part 12: Aceh dan Palestina..siapa yang peduli dengan mimpiku?)

24 Desember 2004.. Jam 3 dini hari..
Aku bermimpi diujung indonesia (Banda Aceh), aku melihat air dari laut tiba-tiba naik ke darat.. semua habis.. Aceh habis.. aku cuma berteriak-teriak dari atas bukit melihat banyak orang menjadi mayat, terseret arus deras. Sebelum itu terjadi.. terlebih dahulu bumi terguncang keras. Aku berkeringat dingin di dalam mimpi.. melihat itu semua seperti gila, tidak kuat, berteriak-teriak dalam mimpi menyuruh orang yang ada disana pergi jauh dari pantai, pergi ke bukit.. tapi semua sia-sia.. mereka semua tertelan ombak besar.. mungkin lebih dari 20 meter tingginya. Aku mimpi mereka bergelimpangan.. berserakan dimana-mana.. ujung ke ujung mayat.
Aku bangun dan stress! Keringatku keluar sebiji jagung.. panik.. bagaimana kalau memang bisa benar-benar terjadi.. harus bilang ke mana? ke siapa??
Aku pun menggedor-gedor kamar ibu tempat aku tinggal di desa itu. Ibu kaget sekali aku ditemui dengan keringatan yang banyak, pucat dan gemetaran, lalu dia menyuruh aku tidur di kamarnya sampai pagi.
Paginya dia minta diceritakan, kenapa aku sampai begitu ketakutannya. Aku cerita.. aku mimpi di Aceh akan ada gelombang laut ke darat, banyak orang akan mati. Ibu cuma bisa senyum dan bilang "mbak lupa berdoa kali", tapi seingatku..aku berdoa dan bahkan sebelumnya sholat isya dulu.

Terperangkap jiwa (part 11: Nama temanku.. Rika [teman imajinasi])

Dua tahun lalu, aku memutuskan pergi pasang kawat gigi akhirnya di banten, yah.. terbilang murah dibanding di Jakarta dan sekalian silaturahmi. Biasanya perjalanan dimulai dari Kedoya dan berakhir naik busway di Kebayoran baru.
Hari itu busway agak sepi karena memang masih sore sekitar jam 16.00. Akupun masuk busway. Dilihat, ada anak kecil berdiri saja, padahal bangku sebelahnya kosong.
Aku iseng bilang,"kok gak duduk? nanti kamu capek loh". Padahal.. aku sengaja memancingnya ngobrol supaya dia terbuka. Aku hanya melihat, sepertinya anak ini punya teman imajinasi.
Iya, dalam psikologi dikenal istilah "imaginary friend". Definisinya adalah: pertemanan antara seseorang dengan imajinasinya dibandingkan dengan fisik nyatanya. Bagi yang pernah nonton film "Drop Dead Fred" yang mainnya Drew Barrymoore, itu bercerita tentang imaginary friend yang nakal sampai Drew (memerankan jadi Elizabeth Cronin) besar. Imaginary friend biasanya terjadi pada anak-anak, dan pada saat sekolah, dia akan hilang. Tapi, tidak selalu, dia juga bisa ada di saat kita remaja, atau bahkan dewasa.
Lanjut, anak kecil itu menjawab "ada temanku duduk.. iya kan, Rika??"

Terperangkap jiwa (Part 10: Mereka bilang aku indigo)

Kata orang, di dunia ini ada "batas tipis" antara dunia kasat mata dan tidak kasat mata, dan itu hanya bisa dilihat oleh beberapa orang yang memang ditakdirkan punya kemampuan khusus. Bisa jadi datang dari lahir, atau bahkan sudah besar. Tapi aku tidak peduli, aku tidak mau berurusan dengan dunia yang tidak aku mengerti.
Katanya mereka juga, orang yang bisa melihat seperti itu secara alami termasuk kategori anak/dewasa Indigo. Indigo itu warna kan ya?Kalau indonesia, warna nila. Mejikubiniu: Merah, Jingga, Kuning, Biru, Nila, Ungu. Jadi, waktu kecil pun, aku sudah beberapa kali di cap orang sebagai Indigo, tapi sekali lagi.. aku gak ngerti, aku tidak peduli bagaimana aku bisa berinteraksi dengan batas tipis itu. Aku hanya ingat, seorang bapak tua di sebuah toko buku ternama mengatakan aku memiliki seorang pelindung (protector) dari Dewa Langit (mungkin maksudnya: Allah/Tuhan), itu sebabnya batas tipis itu bisa kulihat terbuka. Aku hanya senyum sama dia dan gak bisa bilang apa-apa.

Terperangkap Jiwa (Part 9: Resonansi ku gila terhadapmu)

Enggak banyak orang percaya kalau setiap tubuh manusia pada dasarnya memiliki gelombang dan itu bisa dirasakan beberapa orang, baik dia akan menghadapi kesenangan atau kesedihan. Hal yang dari kecil sudah aku rasakan adalah: aku seperti tahu gelombang baik warna atau jenis orang lain- yang kadang tidak aku kenal- lalu serasa terhubung dengan nya, terutama ketika orang itu sedang sedih atau sedang mendapat masalah.

Senin, April 21, 2014

Terperangkap Jiwa (Part 8: Reformasi dilihat lewat mimpi)

Kata orang, yang namanya mimpi bisa jadi bunga tidur, bisa jadi juga pertanda. Aku sendiri kadang bingung dengan mimpi mimpi ku yang bisa jadi kenyataan. Termasuk peristiwa penting yang terjadi di Indonesia, yaitu reformasi. Tahun 1997, aku mencoba aktif di kegiatan kemahasiswaan dan yang kita bahas memang seputar pergerakan. Gimana caranya mahasiswa bisa berperan penting dalam politik dan bisa menggerakkan bangsa.
Saat itu, sejak dari 1996, sudah banyak mahasiswa hilang diciduk tidak jelas karena menentang pemerintahan yang berlaku. Kakak kelas ku beberapa sudah kena ciduk dan tidak tahu lagi rimbanya dimana.. alias kita anggap hilang.

Terperangkap Jiwa (Part 7: Jangan pasang foto idola dikamar)

Aku suka banget dengan Jimmy Lin alias Lin Che Ying waktu sekitar abege sampai kuliah tingkat dua gitu deh, hehehe. Jadi, aku pun pasang poster fotonya di dinding kamar, berharap, siapa tahu aku bisa bertemu dengan dia di mimpi hahahaha (ngarepnya aku.. dan..aku gak berani ngarep mimpiin Lee Minho walau pernah bermimpi.. Minho akan mendapatkan pelajaran berharga dalam hidupnya nanti deh..dalam tahun ini).
Jadilah..aku beli poster foto Jimmy Lin dan menemaniku di dalam kamar. Aku punya kebiasaan selalu tidur di pergantian malam, tepat jam 12 teng. Kenapa begitu..enggak tahu juga?
Singkat kata, jam 12 pun tidur lah. Tiba tiba..aku serasa sleep paralysis.. seperti ada badan besar yang gencet aku habis habisan. Nafas ku sesak banget. Aku berusaha berontak dengan menyebut nama Allah, tapi rasanya semua mulut, tangan dan kaki terkunci, akhirnya bisa bangun juga dengan nafas sesak dan melelahkan.

Terperangkap Jiwa (part 6: Orang dalam kubur mendengar doa kita)

Tidak ada salahnya memang kalau kita mendatangi kubur untuk mendoakan orang yang sudah tiada, supaya dia senang di alamnya karena mendapatkan kiriman doa. Ini aku alami waktu SMA, aku suka diajak ajak sama orangtua sepupu yang hobi banget ziarah sana sini. Disebuah tempat di Banten..aku pun diajak ke sana.
Katanya itu tempat ziarah orang yang pertama kali menyiarkan islam di desa/kecamatan itu, syukurlah diajak ke tempat yang bisa mengingat kematian. Karena kita sampai disana malam, akhirnya ya malam malam itu juga ziarah, karena besoknya harus pergi lagi ke lain tempat, ke rumah saudara. Singkat kata, malam itu sekitar jam 8 kami menyusuri komplek pekuburan.

Terperangkap Jiwa (part 5: Dinasehati jin untuk sholat)

Jujur deh..aku bukan orang yang taat sedari kecil, walau waktu kecil hafalan qur3an ku amazing sekali, cepat menghafal dan hafal sederetan hukum hukum fiqih walau hanya membaca 1x saja. Tapi..aku sekali lagi bukan yang taat, malah baru bisa sholat 5 waktu saat kuliah.

Waktu SMA, aku baru saja dari jakarta ke rumah nenek, biasa, namanya cucu kangen nenek. Akupun datanglah, dan tiba disana saat magrib. Dulu, seingatku, sekitar jam 6.30 itu di salah satu stasiun TV swasta nasional ada namanya program "buletin sore"m rangkaian berita sore dan dari kecil aku memang dianggap tua karena lebih suka nonton berita dan film dokumenter daripada anime atau kartun atau film yang lain.

Terperangkap Jiwa (Part 4: Ayo panggil jailangkung!)

Apa sih sebenarnya istilah autistik? Kalau kita buka lagi buku psikologi, ternyata termasuk rentang kelainan pada otak (disorder) yang membuat kesulitan berinteraksi dan berkomunikasi. Dari kecil, memang aku lebih suka disapa duluan daripada menyapa terlebih dahulu. Dan..aku tidak betah terlalu lama melihat mata orang lain yang berbicara di depanku. Suatu kali, waktu SMA,guru kelas elektronika marah karena ketika dia coba menerangkan, aku malah coret coret buku, menggambar komik di ujung lembar buku (yang kalau dibolak balik halamannya bisa jadi sebuah film bergerak), karena menurutku pelajarannya membosankan dan aku sudah bisa membuat radio. Aku dipanggil di ruang guru dan ketika dinasehati, mataku tidak melihat nya, malah menerawang kemana mana ke sudut sudut ruangan. Dia marah, tapi seingatku, guru biologi malah tertawa,karena memang guru biologi sering banget meledek aku dengan panggilan "si amoy..anak cino". Akhirnya.. dibawa ke guru BP deh.

Terperangkap Jiwa (Part 3: Kamu ini..anak perempuan atau lelaki?)

SD mengalami masa yang menurutku, walau aku pendiam.. tapi aku termasuk yang cukup berguna disekolah. Mereka memanfaatkan aku supaya ikut lomba sana sini dan juara. Aku enggak pernah ngarep mereka kasih hadiah atau apa, cuma.. para guru bilang, mereka suka aku dan aku jalankan saja sekolah dengan santai. Aku tidak pernah diberi uang jajan banyak atau apapun yang mewah sejak SD, karena orangtua cuma jadi buruh pabrik, jadi..dari kecil, aku berfikir, aku harus dewasa dan mencari sendiri jalan, bagaimana caranya untuk pintar. Entah, mulai kelas 5 SD selepas hampir mati itu, aku makin sering ngobrol dengan diri sendiri, menggambar hal yang aneh (walau akhirnya guru memberi nilai 8.. nilai sempurna untuk menggambar, yokatta,hahaha) dan sering bilang pada teman hal hal yang terkesan tidak masuk akal.

Terperangkap Jiwa (Part 2: Mata ke tiga dan Runtuhnya Suharto)

Tahun 1995....Tahun sedih.. cinta pertama ku, Yamamoto Toshi dikabarkan meninggal sakit. Aku memang sempat guyon padanya yang kira kira begini "if we will be apart, it just will because of death" (kalau kita berpisah, itu karena kematian), tapi..aku gak nyangka kalau benar benar emang karena kematian. Stress sendiri dengan kata itu. Komik aku dan dia yang aku buat, aku bakar, aku stress kehilangan orang baik yang siap masuk islam dan buat aku senang..lukisanku yang biasa aku sembunyikan di bawah meja sekolah.. aku bakar.. gak mau sama sekali ingat tentang dia lagi.. bukan karena benci dia.. tapi karena susah melupakan cowok yang baik ditengah cowok cowok sekolah yang suka membully aku. Dia senang dengan keuinikanku, sama sekali tidak membully, bahkan katanya suatu hari, nanti bisa bantu orang orang. Cowok yang egois, anak orang kaya, manja, sensitif/perasa,sulit jatuh cinta, enggak mau jauh...akhirnya pergi jauh juga (hieh..aku nangis, hahahaha). Sampai sekarang, dia cowok satu satunya orang lain yang masih ada di list doa ku..entah apa aku ini dosa mendoakan orang non muslim, tapi dia cowok paling baik yang pernah ku temui dan sering nyentil dahiku kalau aku sudah aneh.

Terperangkap Jiwa (part 1)

Aku mengetahui bahwa jiwa ku sangat aneh sedari SD, awalnya mungkin seingatku kelas 2 atau 3. Aku pernah di bully seorang anak lelaki, satu kelas, lalu ketika aku nangis, aku bilang "kamu bisa celaka kalau jahatin aku... aku sumpah! Kamu sengsara sampai lama". Yang aku ingat, anak cowok itu cuma ketawa ketawa, merasa menang menjahati aku. Tak berapa lama, aku tahu dari temanku juga kalau dia sakit, orangtuanya sakit, kecelakaan, banyak keluar uang, kakaknya sakit parah. Aku merasa menderita dengan perkataan ku beberapa kali pada orang yang menjahati siapapun bisa benar benar terjadi. Mungkin sekarang ibaratnya "Law of Attraction", tetapi jika itu terlalu cepat, jadi heran sendiri.

Pernikahan ½ (Part 17: Kehilangan...)

Minho menandatangani kontrak hari itu. Wajahnya sumringah (senang) karena pekerjaan pertama dia langsung bisa ke luar negeri dan termasuk juga dapat brand terkenal.
Cheers!!,” lagi-lagi geng mereka kumpul. Kali ini Minho yang traktir mereka.
“leader kita sudah bakalan sukses nih.. menyusul Makoto kun,” goda Ken
“loh..kamu apa emang gak bisa jadi model juga? Kan tinggi juga,” balas Min ho.
“gak boleh minum ini,” dia lalu menoleh pada Aiko, menggeser kaleng minuman sodanya.
“enggak kok..aku kan tahu ini gak boleh,” balas Aiko.
“wah...ibu dokter dinasehati bapak model,” canda Ken lagi.
Min ho mengeplak kepala Ken.
Aiko tertawa kecil,”serve you right, Ken kun... Otto bisa juga judes sama kamu loh”
“aku baca.. ibu hamil gak bagus minum soda.. nanti anakku bermasalah,” kata Minho
“wah...protektif sekali bapak kita yang satu ini,” sindir Ichirou
“bilang saja kamu iri denganku, Ichi kun,” Min ho nyengir kuda.
“eh..sudah..kamu mau berapa hari rencananya di China??,” tanya Makoto
“haaahhh....ternyata 10 hari..aku pikir 1 minggu,” balas Minho lagi
“10 hari..lebih baik kamu pulang ke rumahmu dulu deh, Aiko chan.. memang kamu bisa sendirian??,” Ichirou malah nyengir kuda.
Min ho mengeplak kepala temannya itu,”trus.. kamu mau temani isteriku, begitu?bisa-bisa besok kamu masuk koran,”
Yang lain tertawa,”protektif sekali Min ho kun ini,” kata Ken.
“itu bagus.. jadi Aiko chan gak dilirik siapapun,” jawab Minho, agak sedikit jutek.

Sabtu, April 19, 2014

Aku Bukan Bang Thoyib (Part 27: Pengakuan Kwon Yun dan Kenekatan Minho)

Rima makin panik karena teleponnya sama sekali tidak dibalas Min ho. Dia gusar bolak balik ruang tamu.
”kenape Min ho??aduh, aye makin panik aje eni,” katanya sambil bolak balik, bingung.
Hari sudah mendekati malam, dia tidak berani akhirnnya menghubungi Min ho lagi.
Sementara, Min ho cuma tinggal diam saja di kamarnya.
Min ho curhat pada Il Sung dengan mesenger nya
”sama sekali orangtuaku tidak setuju, paman,” keluhnya
”bagaimana sih ayahmu itu?? Hal ini bisa memalukan untuk keluarga Lee,” jawab Il Sung
”aku tidak tahu lagi, paman....aku tidak tahu lagi,” balas Min ho
”besok akan aku bicarakan dengan ayahmu...dia harus tahu apa yang terjadi sebenarnya antara kalian dan juga dengan keluarga pacarmu itu..jangan sampai kita mempermalukan diri sendiri,”
”apa...Appa bisa setuju? Paman kan tahu sifatnya Appa??,”
”ya...ya...aku tahu itu...setidaknnya, aku akan berusaha membantumu, mendapatkan apa yang kamu inginkan...ini juga akan pengaruh ke kerja mu nanti...aku akan terbebani juga, bodoh,”

Rabu, April 16, 2014

Pernikahan ½ (Part 16: Jadi Model Jangan Cemberut Ya?)

Kohashi berbicara dengan besannya ditelepon. Dia menyinggung soal Min ho, menantunya yang ingin sekali jadi model.
“saya mengerti, Lee san..anda merasa berat dengan anak anda yang tidak sesuai jalan hidupnya dengan anda sendiri sebagai orangtuanya... saya pun begitu terhadap anak saya....saya kesal sekali ketika  dia memutuskan menikah dengan Min ho kun,” kata Kohashi.
“Min ho sudah keterlaluan, jadi dia minta dukungan anda untuk jadi model??”, suara Lee disana jadi bergetar dan dia emosi dengan anaknya sendiri.
“jangan dulu emosi, Lee san...mereka masih anak muda,” jawab Kohashi,”bukannya waktu kita muda juga, mungkin kita tidak sama cita-citanya dengan orangtua kita sendiri??”
“Anda orang militer tapi kenapa tidak bisa keras dengan anak sendiri??,”
“saya bisa keras, tapi bisa juga demokratis... Minho dan Aiko harus belajar menentukan hidupnya sendiri, mereka sudah punya tanggung jawab. Saya katakan pada Min ho kun, jika dia ingin jadi model, maka jalan hidupnya silahkan dia tanggung sendiri, karena berarti dia harus melepas kerja nya yang sekarang,”
“kalau perlu..saya akan stop semuanya aliran keuangan,” balas Lee
“itu semua terserah Anda, Lee san..,” kata Kohashi.

Senin, April 14, 2014

Doctor's Heart (part 9 : Masa Lalu Jangan Dibawa Lagi!)

Lee Minho sebagai Dokter Minho               Gackt sebagai Dokter Kamui

Orangtua dan kekasih nya Yamagata Sakura pun masuk ke ruangan Chiaki. Mereka bertemu untuk membicarakan kelanjutan pengobatan perempuan yang menderita severe myoma itu.
Chiaki menjelaskan, terutama kepada kekasihnya Sakura bahwa ini akan menjadi cobaan yang berat bagi pasangannya itu karena mereka akan mengoperasi habis myoma dalam rahimnya sehingga Sakura akan tidak bisa lagi memiliki anak dalam hidupnya. Kekasih Sakura terlihat terpukul dengan kenyataan ini.

Lonely River Side

Dapet ngayal cerita bebeb Lee Minho (이민호) satu lagi pas telepon temen, hahahahaha. Judulnya : lonely river side..
Ceritanya bebeb Minho dan Cha Seok dua minggu lagi akan menikah. Minho termasuk cowok pekerja keras yang terkadang pulang malam sampai mengantuk. Tiba ketika melewati jembatan Hanseong, dia ternyata sejenak ketiduran ketika mengendarai dan mobilnya pun oleng, menabrak batas pagar jembatan dan akhirnya terjun ke sungai itu. Dia sadar dia tenggelam, lalu dia berusaha untuk keluar dari mobil tapi terlambat.. dia terus tenggelam dan meninggal.
Akhirnya, Minho pun benar meninggal, tetapi dia masih sadar kalau jiwa nya masih di dunia ini. Ketika dia melihat calon isterinya nangis sedih, dia berusaha menghiburnya tapi tidak bisa. Minho berteriak-teriak ketika badannya dikremasi. Dia tidak terima, karena dia merasa masih hidup dan sadar masih ada di dunia ini. Lantas dia sedih dan sering menyendiri di pinggiran sungai, karena tidak ada seorangpun yang bisa melihatnya dan sadar dirinya masih ada.
Suatu malam, dia bertemu dengan seorang cowok yang tiba-tiba ambruk. Yang anehnya, cowok itu bisa melihatnya dan kaget, ternyata dia cowok yang terbiasa dengan OBE (out of body experience) sehingga dia bisa melihat Minho. Tetapi, cowok itu sedang kelelahan dan Minho melihat jiwa cowok itu keluar.. Minho pun nekat merebut fisik cowok itu dan dia berhasil masuk. Sementara sang cowok menjerit-jerit berteriak kalau Minho sudah merebut jasadnya.
Minho pulang dengan senang hati karena body cowok itu agak mirip dengannya.
Dia pulang menemui keluarganya dan keluarga Cha Seok, awalnya mereka tidak percaya karena mereka pikir, Minho memang sudah dimakamkan. Lalu Minho melakukan semua kebiasaannya sampai keluarga dan cha seok percaya padanya, bahwa itu Minho. Sementara, sang cowok yang telah direbut jasadnya berusaha mencari Minho. Mereka pun sempat ketemu, tetapi Minho sudah nyaman dengan jasad cowok itu dan sudah menikah dengan Cha Seok. Si cowok bertekad tetap mengambil tubuhnya yang menjadi miliknya. Akankah Minho akan keluar dari tubuh cowok itu sedangkan dia sudah terlanjur menjalankan hidupnya kembali dengan keluarga nya dan Cha seok yang sekarang jadi isterinya? apa yang akan si cowok lakukan padanya???


Minggu, April 13, 2014

“Anyyeong haseyo (hallo), Kakak Minho!” (part 6)

Akhirnya Minho pulang kembali ke apartment nya, dan dia masih diantar sampai depan jalan oleh Syifa dan anak anak yang lain..
“sampai jumpa besok ya.. Kakak Minho,” kata anak anak, melambaikan tangannya pada Minho
“sampai jumpa lagi ya!,” teriak Minho senang pada mereka, dia juga membalas lambaian tangan mereka
“syifa.. cukup antarkan saya sampai disini saja.. besok kita berjumpa lagi,” kata Minho pada syifa
“iya.. kakak Minho hati hati di jalan ya??,” jawab syifa..
Lalu Minho menyetop taxi dan dia naik, di dalam taxi, dia masih melambaikan tangannya untuk syifa..
“what a nice experience.. i love it,” katanya di dalam taxi

Sabtu, April 12, 2014

Doctor's Heart (part 8 : Cinta Masa Lalu Lee Sensei)

Lee Minho sebagai dokter Minho                Gackt camui sebagai dokter Kamui

Sudah satu minggu Mabuchi Shin dirawat di RS ini...
“bagaimana penentuan hasil test kanker temanmu itu?”, tanya Kamui.
“metastasis seperti yang sudah pernah dijelaskan sebelumnya, sensei... walau penile cancernya sebagai primary cancer, tetapi secondary cancer nya sudah sampai 4 lymph node, tepat sesuai dengan perkiraan saya sebelumnya”, balas Minho.
“so..pelvis juga sudah terkena?”, tanya Kamui,balik.
Minho mengangguk,“ya, sensei... “

Pernikahan ½ (Part 15: Jadi Model Saja, Lalu...?)

“kalian sudah gencatan senjata?,” Ken nyengir kuda pada Min ho dan Aiko.
“memangnya perang korut-korsel,” ujar Min ho.
Ken tertawa, disusul yang lain.
“habis..bagaimana lagi?? Kalau seperti itu kan namanya perang dingin. Memang mirip Korut dan Korsel, iya kan?? Sama juga China daratan dan Taiwan, hahaha”
“Min ho kun makin sibuk saja kamu,” kata Makoto
“iya...tapi..aku pertimbangkan berhenti jadi asisten komiknya Tachibana san... aku kasih saja ke Ichi kun,” balas Min ho.
Ichirou mengangguk.
“eh.. btw.. apa nanti gak marah tuh, Tachibana san??,” tanya Makoto lagi
“aku bilang baik-baik deh,” balas Min ho.
“kamu capek capek sekali kerja di advertising.. lebih baik ikutan aku saja, Min ho kun.. jadi model, hehe,” Makoto cengengesan
Aiko kaget,”eh??,” dia menghentikan ngemilnya
“ibu hamil makan saja yang banyak..ini urusan cowok-cowok,” kata Ken.
“bukan begitu, Ken kun.. mana bisa Min ho Otto jadi model??,” Aiko tanya balik. Dia bingung, memang pasangannya bisa jadi model??

Senin, April 07, 2014

Pernikahan ½ (Part 14: Mestinya Saling Memahami)

Hari-hari berikutnya, mereka kuliah seperti biasa dari pagi sampai sore. Tapi Min ho tidak menemani Aiko pulang karena dia harus bekerja dan pisah arah.
“kamu tidak pusing nanti dijalan, Aiko chan???,” tanya Myo, teman akrabnya
“semoga tidak...tapi...aku cepat lapar sekali, Myo chan... cemilanku habis,” Aiko melihat ditas ransel kecilnya sudah tidak ada cemilan lagi
“nanti aku bantu belikan...kamu masih punya uang kan?,”
Aiko mengangguk,”masih kok...aku yang pegang uang Min ho kun”
“wah..kamu semua yang pegang uang??,” Myo tertawa kecil
Aiko mengangguk,”iya...tapi..kalau Min ho kun mau jajan..ya aku kasih”
“siapa yang punya ide seperti itu??”
“Min ho kun sendiri...dari awal..dia sudah kasih semua uang sama aku...aku yang atur,”
“wah....ternyata Min ho kun kebapakan juga ya...dibalik sifatnya yang tukang cemberut itu, hehe,” Myo malah jadi memuji Min ho..padahal dia sempat sebal.
“iya..lama kelamaan..aku bisa menerima Min ho kun jadi pasanganku...,”
“ummm.... kalian beneran bikin aku penasaran dengan hidup berumahtangga deh....masih muda lagi...tapi pasti memang akan masalah dengan keuangan,”

Sabtu, April 05, 2014

Pernikahan ½ (Part 13: Belajar Dekat Dengan Mertua)

Hari terlewat sampai minggu... saatnya Aiko dan Min ho datang ke rumah orangtua Aiko, keluarga Kohashi.. Ayah Aiko, Kohashi kebetulan ada dirumah.
“jadi...aku sebentar lagi punya cucu ya?,” Kohashi tertawa begitu tahu anaknya sedang hamil.
Min ho menunduk hormat,”iya, otoosan.. kami baru tahu minggu ini,”
Gaya Min ho kaku sekali menghadapi ayah mertuanya itu.
“Min ho otto..senang sekali dengan berita ini, otoosan,” Aiko mencoba menghormati Min ho.
Kohashi senyum,”jadi.. rumahtangga kalian tidak ada masalah kan??”
Aiko menggeleng,”tidak, otoosan..aku senang,”. Dia berusaha menyembunyikan masalah kemarin.
“Ya.. ayah juga senang,” balas Kohashi.
Tiba-tiba, Kohashi malah menepuk pundak Min ho,”jangan kaku sekali denganku, Min ho kun”
Min ho malah gugup, dia memang benar-benar kaku dengan ayah mertuanya itu.
“tidak apa, ayah..,” kata Min ho sedikit gugup
“kamu gugup sekali bicara dengan saya.. apa saya segalak itu??,” tanya Kohashi
“ah..enggak,” jawab Min ho masih menunduk hormat, di depan Kohashi.
Kohashi malah tertawa keras,”jangan bohong, Min ho kun..saya tahu, hahahaha”

Jumat, April 04, 2014

Pernikahan ½ (Part 12: Repot Jadinya...)

“trus…..jadinya aku terpaksa harus minta ke orangtuaku dan dia dong??,”
“ya…mau bagaimana lagi??,” Ichirou memainkan tangannya, ekspresi bingung.
“yah….kena lagi deh aku…bisa-bisa beneran digantung ayahnya Aiko chan,” balas Minho
”tapi ayahnya Aiko chan belum pernah juga gantung kamu kan??khawatiran deh,” balas Ichirou
”bukan begitu, Ichi kun...kan kamu sendiri yang bilang kalau ayahnya itu militer...waktu aku ketemu dia saja...dan waktu kami upacara nikah...dia kaku banget...seperti nikah ala militer,”
”namanya juga orang militer...ya pasti begitu,” kata Ichirou
”repot deh..,” balas Minho
”eh...kenapa kamu gak kerja part time saja di advertising... nanti kamu minta luang waktu gitu….jadinya kerja di balik layar,” Ichirou memberikan sarannya, supaya Minho gak mengeluh soal uang
“lagi coba…,” balas Minho

Rabu, April 02, 2014

Pernikahan ½ (Part 11: Jangan-jangan....)

Paginya, wajah Minho ceria sekali, dia ditelepon orangtuanya dari Korsel.
“baik, Eomma.. aku senang banget pagi ini,” katanya pada ibunya
“Aiko.. bagaimana kabarnya??,” tanya ibunya
“baik, Eomma.. kami baru rayakan ulang tahun ku kemarin malam sama teman-teman,” senyum Minho pada ibunya disana
Minho bicara pada Aiko dengan tidak bersuara,”Eomma tanya kabarmu”
Aiko tersenyum pada Minho sambil siapkan makan pagi mereka,”titip salam untuk Okaasan (ibu-red),”
“Aiko chan.. titip salam untuk Eomma,” kata Minho pada ibunya
Dari sana, ibunya senyum,”Eomma kangen dengan Minho.. bagaimana kehidupan rumahtangga kalian?? Appa mu.. masih kirim uang kan??”
Minho mengangguk,”baik-baik saja, Eomma.. aku kan juga sudah kerja.. cuma.. nanti akan bingung di awal tahun.. uang ujian, uang tahun baru akademik, dan lainnya”, keluh Minho
“Apa.. keluarga Aiko tidak sama sekali membantu kamu??,”
Minho menggeleng,”tidak.. untungnya, komikus tempat aku kerja sangat baik, Eomma.. aku bisa ambil uang di depan.. dia sudah percaya padaku,”
Minho jadi manyun lagi. Keluarga baru dia memang tidak mendapatkan subsidi uang dari keluarga Kohashi, sesuai dengan kesepakatan tertulis.

Senin, Maret 31, 2014

Aku Bukan Bang Thoyib (Part 26: Aku tidak apa-apa..aku kuat, Rima)

Hari ini… tepat kedatangan ayah dan ibunya Minho ke Indonesia. Ayahnya berniat mengontrol usaha mereka semuanya, sedangkan ibunya memang suka mengikuti ayahnya kalau ada kegiatan.
Minho menjemputnya bersama Suryanto, supir pribadinya. Ayahnya memintanya memang menjemputnya, tidak hanya cukup Suryanto berhadapan dengannya, walau Ayahnya sudah tahu Suryanto. Minho malam sebelumnya sudah mulai gusar, dia memang paling takut mengalami penolakan, apalagi dari orangtuanya sendiri. Dia jadi membayangkan yang aneh-aneh tentang pandangan ayahnya sendiri, padahal belum dibicarakan.
Pagi sekali dia buru-buru menelepon Rima.
Appa akan datang hari ini.. nanti siang,” katanya membuka pembicaraan dengan bahasa Inggris.
”Maaf Minho..apa ayahmu menginginkan aku jemput sama kamu??,” tanya Rima
yes,” balas Minho,”kamu..siap kan?? Aku akan datang jemput kamu...dengan Sur”
Rima berusaha santai, dia sudah siap kecewa jika memang ada hal yang tidak bisa dibicarakan lagi dengan keluarga yang sangat berbeda itu.
”aku tidak ingin ada yang ditutupi,” kata Minho,”tetapi..aku takut Appa menolakmu”
”aku akan berjalan sesuai dengan apa yang terbaik untukku, Minho.. aku tidak bisa memaksa keluarga mu,”
Minho menghela nafas,”tapi.. aku tidak mau kalau tidak sesuai keinginanku”

Minggu, Maret 30, 2014

Pernikahan ½ (Part 10: Jadi...Sebenarnya?? Menyebalkan!!)

“Jadi.. kamu beneran sudah melamar pekerjaan yang aku bilang itu?,” kata Sakura di fakultas kedokteran.
Aiko mengangguk,”tapi.. aku mohon kamu jangan bilang pada Minho kun ya.. pasti aku dimarahi,”
Sakura senyum,”ok deh.. gak akan.. eh, tapi..memang kalau dia marah.. gimana sih??”
Aiko malah cengengesan,”eh, hehe... parah.. aku bisa berhari-hari gak ditegur, cuma didiamkan.. keluar masuk kamar.. makan juga diam.. ”
Sakura kaget,”ah.. masak sih?? Kamu gak kaget atau pusing??”
Aiko malah jadi sedikit termenung,”pusing sih.. sebenarnya... aku pernah ingin curhat dengan ibuku.. tapi..aku gak enak”
Sakura senyum,”kamu kan bisa curhat ke aku..aku kan temanmu juga”
”eh.. tapi aku gak sangka.. Minho kun seperti itu.. kelihatannya dia manis banget loh.. maaf saja ya.. waktu orientasi.. aku sempat suka sama dia..cakep, tinggi, perfect deh, hehe”, Sakura malah jadi agak sedikit malu
Aiko tidak marah, malah balas dengan senyum,”ya.. aku bisa rasa kok.. pasti Minho kun banyak yang suka.. makanya aku gak pernah punya pikiran seperti ini.. Minho kun itu..sulit ditolak loh.. waktu dia nembak aku... dia bilang sendiri kalau dia gak suka ditolak”
”wah wah.. aneh banget deh... ,” balas Sakura,”umm.. aku pikir cowok perfect asli”

Kamis, Maret 27, 2014

My Two Adorable Wives (18th Part: I choose you…)

Winter is always cold and we never guess it’s gonna be hot. Also to Minho’s homelife now. Since Chan chan asked for divorced then they finally faced civil court.
“this case was actually ever put in a claim for divorcement, about 6 months ago.. Mrs Han Chan chan reported that her husband, Mr Lee Minho has made an affair to any other woman, named Shin Minhyo until they have a baby.. but we,the highest civil court, hasn’t approved it yet until case dossier really put on trial,” said the judge
“do you really admit it, Mr Lee?,” said him again
Minho bowed in his seat,”yes I do.. I make an affair with a woman named Shin Min Hyo, until now I have son,”
Chan chan kept quite for what Minho said, defencelessness with what he confessed.
“so.. in this matter also you admit your affair just because your wife cannot give you any child at all??,”
Minho nodded,”yes.. truly, we have been married for about 8 years and she has been miscarried for 6 times.. I have her medical records”
The court officer gave it to the judge..
“so.. this is your reason for an affair,”
“yes,” replied Minho shortly
“do you realize.. actually your wife can drag you to be punished?? Are you really in consciousness now for divorcing her??,”
“I guess.. I don’t have any other choice,”

Rabu, Maret 26, 2014

Pernikahan ½ (Part 9: Siapa yang homo??)

Sakura meng-sms Aiko,”eh...ada lowongan kerja loh.. part time..katanya kamu mau.. ini aku sms ya??”
Aiko senang mendapatkan sms dari Sakura soal itu, dia memang berencana ingin membantu Minho dengan bekerja diam-diam tanpa sepengetahuannya. Dia suka merasa sedih lihat Minho duduk lama di ruang kerjanya sampai larut malam dan mereka hanya bisa ngobrol saat makan malam atau sebelum tidur.
“aku kan capek, Aiko chan.. aku harus tidur,” begitu saja keluhan Minho ketika dia ingin membicarakan perkembangan terakhir studinya, atau hanya sekedar memberitakan hal yang menyenangkan hatinya, ketika dia ujian mendapatkan nilai A, sementara Minho selalu merasa sibuk dan tidak punya waktu untuk bicara, mengurung saja diruang kerjanya.
Aiko berlari ke markas mereka, disana sudah menunggu Sakura yang memang sudah janji mau menginformasikan pekerjaan untuknya.

Minggu, Maret 23, 2014

The God of Dream (PART 21: Setan itu takutnya dengan darahmu, Sara cchi!)

Lee Minho sebagai Matsuo Masahiro aka Hiro    
Tatsuya Fujiwara sebagai Ryouji Matsuyama aka Ryo
Shun Oguri sebagai Takumi Ishimaru aka Taku

“Sara chan.. kamu beneran sudah sembuh??,” kata Ryouji
Dia heran melihat Sara hanya bolos satu hari. Itupun karena Hiro dan Takumi juga bolos.
Sara mengangguk,”iya, Ryouji kun..syukurlah..,”
”jadi.. urusan dengan siluman lukisan itu dianggap selesai... case’s closed,” kata Hiro
”yang aku heran adalah.. kenapa kita tidak boleh bertemu dengan Matsuoka san ketika mau pulang??,” ternyata Takumi masih ingat saja kejadian dua hari lalu
”aku juga bingung, ” balas Hiro
”sepertinya ada sesuatu yang disembunyikan dari kuil itu..,” kata Takumi,”lalu.. kamu sendiri tahu dari mana kuil itu, Hiro kun??”
”eh hehehe,” Hiro garuk kepala duluan. Ryouji dan Takumi sudah curiga, kemungkinan Hiro asal mencari
”jawab saja, Hiro kun.. gak pake lama,” sindir Ryouji
”mencari asal dari search engine, hehehe,” Hiro cengengesan
what?? Jadi kamu menolongku mencari kuil itu benar benar asal???,” Sara kaget dengan kelakuan pacarnya sendiri yang kadang mikirnya memang bener bener pendek, kecuali soal uang dan cewek
Ryouji tertawa, Takumi mencoba tertawa, tapi akhirnya malah senyum saja

Sepeda Kita (part 3: Yu Ri itu anak pemilik Boss Retail)

Minho esoknya sudah mulai bekerja dari jam 4 sore sampai jam 11 malam. Awalnya Kyung Soon sangat tidak suka karena dia tidak bisa dibacakan dongeng oleh Oppa (kakak lelaki-red) nya sendiri... tapi kemudian Minho memberikan pengertian padanya kalau dia memang butuh bekerja agar kakaknya itu bisa membelikan Kyung Soon makanan dan susu untuk kesehariannya.
Hari pertama Minho bekerja, ketika dia pulang, dia masuk kamar adiknya dan memandang dengan tatapan mata yang lembut. Dia benar-benar sayang dengan adiknya tersebut, mengelus kepalanya saat Kyung Soon tertidur.
”aku ingin kamu menjadi adik yang baik, walau orangtua kita tidak lagi bersama kita disini... tetapi aku yakin, kamu pasti jadi adik yang baik, Kyung Soon.. aku percaya itu,” kata Minho ketika dia tersenyum lalu membenarkan letak selimut yang berada ditubuh adiknya.
Minho lagi lagi bicara sendiri,”aku membayangkan kamu menjadi adik yang manis, sedikit pemalu, menurut padaku dan tidak memberatkanku”

Minggu, Maret 16, 2014

Sepeda Kita (part 2: Mulai Mencari Kerja)

Malam tiba.. bibi Hwang kembali mengantarkan makanan pada mereka..
”sekolah kalian.. bagaimana??,” tanya Bibi Hwang
”baik, bibi..,” balas Minho
Chin Ho mengangguk.
”apa.. kalian akan ada ujian??,”
Chin Ho menggeleng,”Ujiannya, bulan depan, bibi”
”sama,” balas Minho
”sudah seminggu lebih kalian ditinggalkan.. ,” kenang bibi Hwang. Mereka memang bertetangga baik, sehingga bibi Hwang yang tidak punya anak menganggap mereka sebagai anak anaknya juga.
”Kyung Soon.. tinggal bersama bibi saja ya??,” senyumnya
”aku.. tidak mau.. aku biasa tidur mendengar dongeng Oppa Minho,” jawab Kyung Soon polos
”Maafkan kami, bibi..,” balas Minho
Bibi Hwang senyum saja. Dia faham, anak kecil memang tidak bisa dipaksa.
”bagaimanapun.. Kyung Soon butuh orangtua.. Bibi bersedia kalau dia akan bibi asuh.. bibi akan sekolahkan dia.. sebentar lagi.. dia akan sekolah TK bukan??,”
Minho mengangguk.
”biaya sekolah tidak kecil, Minho.. jadi.. tolong biarkan bibi bantu salahsatu adikmu,” tambah bibi Hwang lagi

ENGLISH- My Girl Is Ex Gangster (24th Part : Minho… please don’t die!)

Minhyo was very shocked, meanwhile Minho still asked her to calm down, so they could think better to find her nanny out and rescue her from kidnapping.
“but Minho.. I am really worried about her.. she’s getting older and uncle Ban will be very sad,” she said to Minho, uncle Ban is Auntie’s Anh husband.
“I guess.. uncle Ban is also trying to find her, with your Appa,” replied Minho, still driving
“I’ll take you back to my home, don’t go to your apartment…better back to my home, and you’ll be safe..i am quiet sure…they want you.. and Nanny Anh is just bait,” said him again
Then Minho took her back to his house. Mrs Lee was taken aback to hear about that news
“you must stay here Minhyo..i am afraid they will target you,” said Mrs Lee..she was panic and hugged her son’s lover.
“stay here.. I will call Oppa Gackt and also your father to find her out,” said Minho, he was getting ready to go
“I’ll go with you,” said Minhyo, following his steps
Minho forestalled her,”no.. don’t.. let me and oppa gackt only..eomma please take care of her”
Minhyo shouted at Minho several times, pushed himself to ask her, but Minho refused her.
Then he walked so fast  outside his home to the place where brother gackt waited for him.

Sabtu, Maret 15, 2014

Pernikahan ½ (Part 8: Ngobrol dengan Ibu Mertua)

Seperti janji yang lalu, mereka sepakat akan pergi ke rumah Kohashi, ayahnya Aiko.
Disana disambut ramah oleh keluarga Kohashi
otoosan sedang pergi tugas ke kota lain,” kata ibunya Aiko,”kabar kalian...bagaimana??”
“baik, okaasan,” balas Minho menunduk hormat.
Ibunya Aiko tersenyum
“Okaasan.. Minho kun...ingin aku belajar memasak,” bisik Aiko pada ibunya
Ibunya senyum saja,”baiklah.. ayo ikut ke dapur”
Minho benar benar kaku berhadapan dengan ibu mertuanya,”saya minta maaf..tapi saya memang ingin Aiko chan bisa memasak... untuk berhemat,” katanya sambil menunduk hormat pada ibu mertua
Ibunya Aiko maklum saja dengan kelakuan suami anaknya itu, karena sebenarnya tidak terlalu jauh beda dalam budaya
“kami masuk dapur dulu,” balas ibunya Aiko
Minho menunduk hormat, mempersilahkan mertuanya ke dapur bersama isterinya

Rabu, Maret 12, 2014

Aku Bukan Bang Thoyib (Part 25: Putus dan test pack)

“Appa sepertinya masih belum saja setuju dengan ku,” keluh Minho pada pamannya.
“kamu sih..terlalu mengulur waktu,” jawab Il Sung
Ani, samchon.. tapi memang Appa tidak suka dengan beda bangsa,” balas Minho.
”kita beda budaya...memang diajarkan lebih ke satu bangsa,” jawab Il Sung
”tidak semestinya kalau sudah cinta..banyak di dunia ini antar bangsa..bisa saling satu,” kata Minho, keras
Il Sung agak nyerah juga,”yeah..yeah... I got it,”
“jadi..kamu harus usahakan.. kapan ayahmu datang??,” katanya lagi
“Minggu depan,” jawab Minho singkat
”Rima itu..dia mau datang kesini??,” kata Il Sung lagi
Minho mengangguk
”apa..tidak menimbulkan keheranan bagi staff yang dahulu kenal dia??,” tanya Il Sung
”I don’t think so,” balas Minho lagi
Tak berapa lama.. Rima memang datang..dan masuk ruangan Minho

Jumat, Maret 07, 2014

Pernikahan ½ (Part 7: Kok Jadi Suami Ngambek Terus Sih, Minho kun??)

“Ayahku menelepon tadi..tanya..apa kabarnya kamu,” kata Minho.
Mereka masih liburan di hakone. Mereka sedang berjalan menyusuri kebun bunga yang indah.
“aku..terkesan capek akhir minggu ini,” balas Aiko
“kamu..banyak pikiran dengan kita nikah..iya kan??,” balas Minho. Dia sama sekali tidak menatap isterinya, mereka jalan terus lurus, sambil lihat bunga di kanan kiri mereka.
Minho lalu duduk di sebuah kursi batu. Aiko pun menghentikan langkahnya dan berdiri di depan Minho
“puk..puk,” Minho menepuk batu sebelahnya, mempersilahkan Aiko duduk disampingnya.
Lalu ternyata..dia malah merangkul Aiko.
“kamu...senang enggak sih.. aku jadi suami mu??,” katanya pada Aiko
Aiko senyum dan mengangguk.
Minho malah memeluk dia,”aku..cinta kamu banget loh..”
Aiko membalas pelukan Minho,”aku..selalu terfikir..aku terkesan membebani mu”
“ah.. resiko bersama.. itu sebabnya.. Aiko chan harus membantuku..mengurangi bebanku..,” kata Minho, dia masih memeluk isterinya itu.

Rabu, Maret 05, 2014

Tamat- Our Resonances (part 13 : Fighting! Cinta itu butuh pengorbanan!)

Lee Minho sebagai Minho    Gackt sebagai Takuya Nakamura

Minho sama sekali tidak tidur. Dia benar benar berfikir, apakah hari ini, nanti siang, semua akan berjalan lancar. Dia bangun dari baringnya, lalu berdiri, dekat dengan kaca di kamarnya. Dia melihat jas warna agak keabuan yang akan dia pakai nanti siang untuk tunangan dengan Hea jung, anak teman orangtuanya itu.
Dia memandang cukup lama pada jas itu,”umm.. jas bagus banget...sayang, untuk moment yang menjijikkan,”gerutunya dalam hati.
Lalu dia duduk lagi di pinggir tempat tidur dan melihat jam, sudah pukul 4 pagi.
”penerbangan nya ... jam 8 pagi,” gumamnya.
Dia lalu mencoba menelepon Aiko.

Jumat, Februari 28, 2014

Our Resonances (part 12: 29 Hari Menjadi Licik...)

Lee Minho sebagai Minho    Gackt sebagai Takuya Nakamura

“Minho kun sudah pergi.. otoosan juga akan pergi kan?,” kata Aiko pelan. Dia benar benar sedih ditinggalkan orang orang yang dia sayang
”kamu bisa tegar..semuanya akan segera berlalu,” kata Takuya, memeluk anaknya dengan lembut.
”rasanya..aku ingin kembali pulang.. pergi lagi berkumpul dengan okaasan,” katanya dalam pelukan ayahnya
Takuya mengelus elus rambut anaknya,”semua masalah..akan menjadikan kamu dewasa.. aku sudah tahu apa yang terjadi..tidak ada yang bisa disalahkan”
Aiko tidak mengerti apa maksud ayahnya. Dia tidak tahu kalau ayahnya mengawasi mereka malam itu.
”kalau besok aku pulang..jaga dirimu baik baik ya? Lupakan semuanya yang telah terjadi.. lupakan dia,”
Aiko mengangguk saja. Dia benar benar sedih.

Minggu, Februari 23, 2014

Our Resonances (part 11: Perpisahan..)

Lee Minho sebagai Minho    Gackt sebagai Takuya Nakamura

Aiko merenung di kelasnya, tentang perkataan ayahnya kemarin malam..yang dia harus segera menghapus memory masa lalunya dengan Minho.
“ada apa, Aiko chan?,” Tanya temannya, Mari, memegang pundaknya tiba tiba
Aiko menengadahkan kepalanya,”ah..tidak apa, Mari chan..hanya pusing sedikit,” lalu dia senyum pada temannya itu.
”eh..jangan bohong deh.. wajahmu berubah begitu..daritadi pelajaran aku lihat..melamun terus,” balas Mari, dia duduk disebelah Aiko.
Aiko diam sejenak.
Lalu,”aku..akan berpisah dengan temanku,” senyumnya pada Mari.
Ano Minho kun? Naze ka?? Kamu..dikhianati dia??,” Mari kaget
Aiko menggeleng,”uung.. enggak..memang sudah saatnya berpisah”
”karena..syutingnya mau selesai??,” tanya Mari lagi
Aiko mengangguk. Padahal, sebenarnya, Minho masih lama syuting di negeri ini.
zannen da ne (sayang sekali-red)... padahal..aku lihat..kalian saling cinta.. aku saja iri sekali,” Mari agak cemberut
”mau bagaimana lagi??,” tanya Aiko.
”sebenarnya...masih bisa dipertahankan ..iya kan??,” tanya Mari
Mereka diam sejenak. Lalu, Aiko malah jalan keluar kelas, pulang.

Aku Bukan Bang Thoyib (Part 24: Aye Pulang, Beh...)

Rima berjalan jalan sore ditaman di kompleks perumahan itu. Dia ditemani Suminah yang sudah selesai pekerjaan sore nya.
”Bu Sum.. sampai kapan..aku disini terus??,”katanya sambil jalan jalan
”enggak tahu, Mbak..tergantung Mr Lee nanti.. mbak masih sakit loh..masih muntah muntah terus,” balas Sum
”aku..kangen ayahku, Bu Sum.. ayahku..pasti cari cari,” katanya lagi. Dia malah menerawang sambil jalan. Suminah lalu menggandeng tangan Rima.
”nanti..pasti pulang, Mbak.. Mr Lee baik kok...waktu mbak gak sadar sadar.. Mr Lee yang antar mbak ke dokter..yang suapi mbak..yang ngobrol sama mbak..,”
”Tapi..aku takut lagi pulang ke rumah, Bu Sum.. takut ayahku marah..,” Rima malah melihat perutnya sendiri. Dia pikir, dia hamil. Dia takut nanti ketika pulang, dia dipukuli lagi sama beh Hamid pas tahu dia hamil.
”Mbak jangan capek capek..sudah dulu jalan jalannya,” Sum mengalihkan perhatian.
Minho ternyata lewat taman itu. Sur berhenti dan Minho pun turun, berjalan menghampiri Rima dan Sum.
”you are getting healthier and healthier,” senyum Minho pada Rima
“I wanna go home, Minho,” balas Rima.

Rabu, Februari 19, 2014

Our Resonances (part 10: Jika Ini yang Terbaik..)

Minho masih berdiri di depan Hea Jung yang luka parah, justru karena dia salah menyerang seorang healer (penyembuh-red) macam Minho. Healer memang mungkin tidak bisa menyerang, tetapi bisa membuat pertahanan dirinya lebih dari seorang penyerang, sehingga malah bisa melukai sang penyerang.
“Hea jung…bangun!,” Aiko mengguncang tubuhnya. Cewek itu pingsan.
Minho kun..aku mohon…tolong dia,” Aiko menegakkan kepalanya pada Minho yang berdiri di depan dia dan Hea jung.
Minho malah mencolek colek badan Hea jung dengan kakinya, bagai orang sama sekali merendahkan tunangannya sendiri.
“gak pantas diampuni..dia sudah mencelakaimu sampai hampir kamu meninggal,” katanya enteng.
“jangan begitu, Minho kun..dia dipengaruhi Soujiro…tolong dia..sebelum polisi datang,” Aiko memelas pada Minho, dia malah memegang kaki Minho, berharap cowok itu tidak dendam pada tunangannya sendiri.
“dia tunanganmu, Minho kun..,” kata Aiko lagi
”biar,” balas Minho singkat.
Minho diam saja. Aiko memelas meminta agar Minho mau menyembuhkan tunangannya sendiri.
Minho masih diam saja. Mematung.

Minggu, Februari 16, 2014

Pernikahan ½ (Part 6: Kerja Keras untuk Kuliah Isteri..)

Cerita ini hanya fiksi imajinasi belaka. Gak usah dipikirin kenapa begini, kenapa begitu.. Cuma keisengan diri saja yang ingin mengimajinasikan bebeb Lee Minho.  Adapun jika ada nama dan tempat yang kebetulan sama, itu gak sengaja, hehehe.

Aikosudah pulang dari rumahsakit. Dia pun sudah kuliah lagi seperti biasa.
Orangtua Minho sudah balik ke negaranya.
“jadi.. kamu sudah sembuh bener nih.. Aikochan??,” tanya Ken
Aikomengangguk,”iya, Ken kun.. walau masih sedikit lemas sih”
“kamu kurang jaga kesehatan ya?,” Ken tidak tahu apa yang terjadi.
Ichirou malah yang jawab,”iya tuh.. kamu payah deh, Aikochan...sibuk sih..sibuk kuliah..tapi jangan lupa jaga kesehatan”
Rin, pacarnya Ken ikutan bicara,”Minho kun pasti senang ya..punya pacar calon dokter, hihihi”
“enggak kok..biasa aja,” balas aiko
“ne.. Aikochan.. kemarin.. kamu sakit apa??,” tanya Ken
Mereka semua duduk di sofa ruangan yang tidak terpakai..markas mereka sendiri..
“kurang darah,” Aikoberbohong
“sampai masuk rumah sakit??,” tanya Ken lagi
Aikomengangguk.
“wah wah.. Minho kun.. nih pasti dia enggak jaga kamu ya?,” kata Makoto.
Ichirou sebenarnya tahu apa yang terjadi.. tapi dia tidak membuka rahasia cewek yang dia suka sejak dibangku SMA itu.

Rabu, Februari 12, 2014

I Wish (Hanya Mimpi-Tamat)

Ribut sekali suasana jalan itu, sangat padat.. ramai banyak orang lalu lalang.. sepertinya memang jalan bazaar murah di kota kecil itu.
Seorang perempuan asia tenggara sangat bingung dengan situasi itu, dia tidak mengerti mereka berbicara apa.
“aduh.. aku benar benar salah... Sang Min.. aku minta maaf...dan.. sekarang.. aku lagi dimana???,” kata hatinya Fitri.
“excuse me.. can you help me?? Where is the loyal og apartment??,” tanya dia pada seorang ibu yang kebetulan lewat berpapasan dengannya, bertanya dalam bahasa inggris.
Ibu itu aneh melihat tampilannya Fitri yang memakai dress/gamis panjang dan jilbab lebar. Dia lalu menggerak gerakkan tangannya, tidak peduli, tidak mengerti dan tidak mau tahu dimana letak apartment itu, lalu meninggalkan Fitri yang kebingungan.
“ya Tuhan... bagaimana ini??? Aku sudah tidak tahu jalan pulang... aku gak tahu kota ini.. tolong aku,” dia begitu panik dan cemas. Karena pertengkarannya dengan Sang Min, dia malah nekat kabur.
Sang Min tidak bisa mencarinya karena dia malah sengaja meninggalkan Hp nya di apartment mereka sendiri.
“Sang Min, mian haeyo... Naega.. jalmos haess-eo (Sang Min.. aku minta maaf.. aku salah-red),”

Senin, Februari 10, 2014

Pernikahan ½ (Part 5: Salah Sendiri )

Cerita ini hanya fiksi imajinasi belaka. Gak usah dipikirin kenapa begini, kenapa begitu.. Cuma keisengan diri saja yang ingin mengimajinasikan bebeb Lee Minho.  Adapun jika ada nama dan tempat yang kebetulan sama, itu gak sengaja, hehehe.

Minho akhirnya kepusingan sendiri dengan taktiknya. Dia jadi terikat dengan apa yang sudah ayahnya Aiko-Kohashi- katakan. Dia termenung saja ketika beberapa kali jam jam kuliah. Itu bikin Ichirou bingung.

“kamu kenapa lagi.. masalah sama ibu mu??,” tanya Ichirou
Minho mengangguk,”bukan Cuma sama orangtuaku.. tapi sama orangtua Aiko chan,” balas Minho, datar. Dia malah iseng corat coret buku.
“kenapa..enggak coba di aborsi aja sih??,” Ichirou malah menyampaikan ide gila
Minho langsung menoleh padanya dan matanya sedikit terbelalak,”what?? Gila”
Ichirou malah santai,”ah...biasa aja dong... seperti itu sudah biasa,”
“gila namanya... bisa celaka Aiko chan kalau begitu,” jawab Minho. Walau memang berpura pura, dia enggak nyangka kalau temannya ternyata punya ide gila. Mungkin karena dianggapnya serius.
Ichirou garuk dahinya,”trus.. maunya bagaimana??”
Minho jadi galau sendiri,”kekkon shitai.. hoka ni nani?? (nikah lah..apa lagi?-red),”

Aku Bukan Bang Thoyib (Part 23: Gagal Faham..)

Cerita ini hanya fiksi imajinasi belaka. Gak usah dipikirin kenapa begini, kenapa begitu.. Cuma keisengan diri saja yang ingin mengimajinasikan bebeb Lee Minho.  Adapun jika ada nama dan tempat yang kebetulan sama, itu gak sengaja, hehehe.

“wanita mu itu..sudah berapa lama disini?,” tanya Sung dalam bahasanya, dia dan Minho duduk di teras depan.
“hampir dua bulan.. apa..yang paman ceritakan pada Appa?”, Tanya Minho
Sung santai menjawab,”aku sudah bilang pada ayahmu itu.. kalau kalian menikah secepatnya...supaya kamu bisa tanggung jawab, jadi..bayi nya kalian tidak sengsara..”
Minho memasang lagi wajah manipulatifnya,”iya, paman..tapi..jujur saja..aku masih takut kalau Appa masih tidak setuju”
”kan aku bilang...beliau setuju.. bagaimana sih kamu?,” Sung jadi sedikit sengit.
”iya..baiklah paman..terima kasih,” balas Minho singkat
Dalam hatinya dia berkata,”ternyata apa yang disarankan Kwon ada benarnya juga...tapi..aku harus cari cara lain juga..supaya kehamilan palsu itu terkesan benar”

Selasa, Februari 04, 2014

Pernikahan ½ (Part 4: Resiko Bohong Pada Orangtua)

Sampai dua hari geng mereka senang senang di penginapan itu. Sampai pulang lagi, Minho dan Aiko masih membalas topik yang mereka bicarakan dalam penginapan, tapi beralih ke kost an mereka.
“mau berbohongnya..kapan?,” tanya Aiko polos sekali
Minho malah senyum,”gak sabaran ya?hehe”, dia lalu merangkul pacarnya itu
Aiko malah menggeleng,”bukan begitu, Minho kun.. aku kan perencana.. aku harus merencanakan apa yang ada di otakku”
“lalu..bagaimana?? aku belum telepon ibuku,” balas Minho, dia lalu tiduran di atas lantai yang berkarpet di kost nya.
Aiko mendekat padanya,”Ne.. Minho kun.. yang seperti ini..sebenarnya membahayakan..”
“memangnya kenapa?? Aku kan..bisa aja jadi orang nekat,” balas Minho, enteng
“aku..susah loh.. ngejar kamu.. waktu pertama kali kita ketemu aja.. kamu susah banget di dekati.. sukanya diam saja.. kalau enggak mau bicara.. mana mau bicara,” lanjutnya lagi
gomen ne, Minho kun...sono toki wa watashi wa Minho kun ni tameratte ita (maaf Minho kun..saat itu..aku sempat ragu padamu-red),” balas Aiko
“just forget it.. sore o giron shitakunai (lupakan.. aku gak ingin bahas itu lagi-red),” balas Minho,”kita bahas apa yang mau ke depan nanti... aku pengen nikah.. titik.. gak pakai koma.. kalau aku sudah mau.. ya kamu harusnya suka juga dong, Aiko chan,” tiba tiba dia judes lagi sama Aiko