Minho latihan sebentar sebelum dia pergi. Aiko
melihatnya sambil senyum-senyum.
”ya..bagus begitu, Minho kun.. tolong
ekspresinya lebih cuek lagi,” kata Yuu mengarahkan sekaligus memfotonya.
”eh cinta... suamimu ganteng banget,
booo... nemu dimenong??,” tanya Yamaoka pada Aiko.
Aiko menoleh,”nemu???” dia heran dengan
bahasa Yamaoka.
”iya..nemu di menong??cucok loh,” balas
Yamaoka
Makin bingung Aiko dengan bahasa lawan
bicaranya itu, tapi dia mencoba jawab,”kami satu universitas,” dengan bahasa
yang baku, beda dengan Yamaoka berbahasa slang.
”oo...begindang... cakep, booo... macan,”
jawab Yamaoka sambil kipas-kipas.
Aiko bingung,”eh..iya, hehe”, dia asal
jawab aja.
”Yamaoka san... sudah berapa lama bekerja
disini??,” tanya Aiko
”10 tahun... model yang baik cuma Minho
kun sama Makoto kun,” jawabnya.
”oh.. terima kasih,” senyum Aiko.
”ih..nemu dimana lekong kayak
begitu...eike mau,” Yamaoka memukul genit kipasnya ke Aiko
”aduh.. banci ini.. nanti dia suka Minho
kun,” Aiko agak gusar dalam hatinya.
”aku kenal di universitas.. Minho kun..
ketua kelompokku di masa perkenalan,” jawab Aiko.
”eh cinta.. kalau ada lekong kayak suami
mu itu...eike dikenalin yeee, xixixixixi,” Yamaoka genit
”aduh..enggak deh..takut deh,” kata
hatinya Aiko,dia cemas.
”eh..iya...nanti kalau ada,” Aiko bingung
jawabnya.
