Ribut sekali suasana jalan itu, sangat
padat.. ramai banyak orang lalu lalang.. sepertinya memang jalan bazaar murah
di kota kecil itu.
Seorang perempuan asia tenggara sangat bingung
dengan situasi itu, dia tidak mengerti mereka berbicara apa.
“aduh.. aku benar benar salah... Sang
Min.. aku minta maaf...dan.. sekarang.. aku lagi dimana???,” kata hatinya
Fitri.
“excuse me.. can you help me?? Where is
the loyal og apartment??,” tanya dia pada seorang ibu yang kebetulan lewat
berpapasan dengannya, bertanya dalam bahasa inggris.
Ibu itu aneh melihat tampilannya Fitri yang
memakai dress/gamis panjang dan jilbab lebar. Dia lalu menggerak gerakkan
tangannya, tidak peduli, tidak mengerti dan tidak mau tahu dimana letak
apartment itu, lalu meninggalkan Fitri yang kebingungan.
“ya Tuhan... bagaimana ini??? Aku sudah
tidak tahu jalan pulang... aku gak tahu kota ini.. tolong aku,” dia begitu
panik dan cemas. Karena pertengkarannya dengan Sang Min, dia malah nekat kabur.
Sang Min tidak bisa mencarinya karena dia
malah sengaja meninggalkan Hp nya di apartment mereka sendiri.
“Sang Min, mian haeyo... Naega.. jalmos haess-eo (Sang Min.. aku minta maaf..
aku salah-red),”