This is me....

Tampilkan postingan dengan label Bukan Bang Thoyib. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bukan Bang Thoyib. Tampilkan semua postingan

Rabu, Juni 15, 2016

Aku Bukan Bang Thoyib (Part 39: Microchip)

Cerita ini hanya fiksi imajinasi belaka. Gak usah dipikirin kenapa begini, kenapa begitu..

Rima memulai hari yang baru menjadi seorang direktur utama, menggantikan Minho. sementara, Tina sangat gusar dengan kondisi yang dia tidak bayangkan sebelumnya. Namun begitu, dia berusaha tetap santai agar Rima tidak mengetahui rencana buruknya. Rima memintanya untuk masuk ke ruangan direktur, bicara soal tugas ke depan.
“untuk sementara, aku yang akan mengambil alih tugas Mr Lee.. jadi.. kita bisa bekerjasama,” senyum Rima pada Tina.
“baik, bu Rima,” Tina membalas senyuman Rima dengan menunduk hormat.
“doh.. sialan banget dah.. kenapa dia makin bersinar aja sih?? Payah,” gerutu hatinya Tina, ketika dia dipersilahkan duduk di depannya oleh Rima.

Minggu, Januari 24, 2016

Aku Bukan Bang Thoyib (Part 38: I Am Not Bang Thoyib, I’ll Come Back Again..Soon!)

Cerita ini hanya fiksi imajinasi belaka. Gak usah dipikirin kenapa begini, kenapa begitu.. Cuma keisengan diri saja yang ingin mengimajinasikan bebeb Lee Minho.  Adapun jika ada nama dan tempat yang kebetulan sama, itu gak sengaja, hehehe. Kalau masih serius juga.. tanggung sendiri deh..

Semua jadi bengong mendengar penuturan Young Sam yang baru datang dari Korea, namun bisa berspekulasi, kalau bisa saja memang Tina lah dalang ini semua. Bak seorang detektif, Young Sam menjelaskan bagaimana caranya menjebak perempuan model itu.
“Menjadi genit dan menurut perkataannya!,” lagi-lagi lelaki itu menjentikkan jarinya.
“apa tidak ada jalan lain?? Kalian berdua sama.. genit,” gerutu Minho, tanpa basa basi. Yang dimaksud jelas untuk kedua pamannya itu. Dia sudah sedih dengan kehilangan Kwon Yun, yang diingatnya lagi, memiliki ide yang sama, sebelum dia dibunuh dengan orang yang sampai detik ini, belum diketahui.
“aku sudah sedih kehilangan Kwon dan kedua staff ku,” kata Minho lagi.

Sabtu, Maret 07, 2015

Aku Bukan Bang Thoyib (Part 37: Aku Mengijinkan Minho Pulang)

Cerita ini hanya imajinasi saja .. Kalau serius banget, tanggung sendiri...

Di kantor pusat, Rima ketika masuk ruangan kantor besar  itu mencoba menghubungi Minho lagi, apakah dia sudah sampai atau belum ke showroom mobil yang diceritakan sebelumnya dalam pembicaraan di telepon. Beberapa staff yang melihatnya masuk kantor, langsung menunduk hormat padanya, tapi dia hanya senyum saja dan cuek, memilih untuk menunggu Minho menjawab telepon darinya.
”Aneh.. sama sekali kagak diangkat.. ape udah meeting ye??,” katanya dalam hati. Jawaban dari panggilan itu hanya ”telepon yang Anda tuju, sedang berada di luar jangkauan, cobalah beberapa saat lagi”.

Sabtu, Februari 21, 2015

Aku Bukan Bang Thoyib (Part 36: Minho.. Ada Apa Denganmu?)

Cerita ini hanya imajinasi saja .. Kalau serius banget, tanggung sendiri...

Sorenya, Minho dan Rima kembali pulang. Setelah lepas waktu magrib, mereka membicarakan lagi soal kedatangan Young  Sam dan kepulangan Minho, kembali ke Korea.
”lebih baik bapak Babeh berbicara dengan ayahku,” kata Minho, ditengah pembicaraan mereka, karena hari sebelumnya, Minho bilang pada Rima, kalau ayahnya berat sekali meminta bantuan pada Rima soal menantunya itu menjadi direktur pengganti Kwon Yun.
”Mikir gue... kalu eni ntaran makin ribet.. lu bisa-bisa bakalan dipecat jadi bini,” beh Hamid malah jadi merubah pikirannya.
”Babeh sih... eni si Minho udah mikirin begitu juge.. ah... malahan jadi tambah ribet bae,” keluh Rima, dia jadi sibuk menggaruk-garuk kepalanya dan berfikir keras.
Beh Hamid jadi sensitif, dia mau juga akhirnya bicara dengan besannya itu.

Senin, Januari 12, 2015

Aku Bukan Bang Thoyib (Part 35: Rima Mengambil Alih Perusahaan?)

Cerita ini hanya imajinasi saja .. jangan dimasukkan ke dalam hati sekali…

Kematian Kwon sangat memukul keluarga besar Lee. Minho sangat sedih, karena dia sudah menganggap Kwon sebagai saudara kandungnya, walau hanya sepupu. Berhari-hari dia sedih, menangis mengingat kebaikan sepupu dekatnya itu. Sementara Il-Sung harus kembali ke Korsel untuk mengurus segala perihal yang berhubungan dengan kematian Kwon.
Sore itu, Minho melamun sedih didepan rumah besar Beh Hamid. Diam-diam dia berurai air mata lagi mengingat Kwon.
”Hi, kamu Lee Minho.. kalau kamu tidak cepat-cepat jadikan Rima pacarmu.. dia bisa aku rebut.. kamu tahu kan?? Aku lebih playboy dari kamu, hehe,” guyonan Kwon masih saja terngiang di telinga nya sambil menepuk pundak Minho yang lebih tinggi sedikit darinya. Dan bagaimana kalau dia ngobrol tentang memperebutkan Rima, yang dulu masih jadi sekretaris Minho. Minho pasti cemberut, mau marah dan hanya bisa gantian memukul kepala sepupunya itu.
”Kamu merasa.. kamu yang diancam dan bisa mati duluan?? Kalau aku yang duluan, bagaimana??,” canda Kwon yang dia ingat lagi.
Minho menundukkan wajahnya sampai ke dadanya, air matanya masih menitik terus mengingat sepupunya itu.
”Canda mu benar, Kwon.. sekarang.. aku sendirian di kota ini..,” kata Minho dengan suara pelan dan terisak.

Jumat, Oktober 24, 2014

Aku Bukan Bang Thoyib (Part 34: Kwon....)

“Apa kamu percaya kalau yang menjadi dalang semua ini Yudha??,” tanya Kwon pada Minho
Terang saja Minho kaget dengan apa yang dikatakan Kwon barusan. Mana bisa dia percaya sementara Yudha mengerjakan semua tugas dan pekerjaannya dengan penuh dedikasi.
“aku sangat tidak percaya,” kata Minho singkat. Dahinya berkerut lagi. Dia berfikir apa memang benar karena apa yang Kwon katakan benar-benar 180 derajat berbeda dengan pikirannya.
“kamu bukannya susah banget percaya pada orang lain ya?,” tanya Kwon dengan tatapan mata serius juga.
“Gila.. lantas siapa??? Kamu masih menuduh pacarku??,” tanya Kwon. Minho mengangguk. Yang dimaksud jelas Tina.
“dan aku semakin curiga, semua ini ada hubungannya dengan urusan bisnis,” lanjut Minho lagi
Kwon malah jadi aneh, jadi bersebrangan dengan apa yang dipikirkan dan dirasakan Minho.
“kalau otakmu berfikir panjang.. masak iya kamu tidak melihat keanehan.. kenapa pacar palsu mu itu mengatakan sampai detail pada kita tentang Yudha??”
Kwon jadi sensitif, sepertinya dia malah jadi punya perasaan pada Tina dan Minho menangkap hal itu walau dia juga masih cukup hanya curiga saja.
“ingat.. jangan sampai kamu jatuh cinta padanya.. aku tidak suka,” kata Minho memperingatkan.
“bahas saja pabrik kalau begitu,” ujar Kwon
Minho menggerakkan tangannya, seolah dia mengatakan kalau dia tidak suka sepupunya itu mengelak dari pembicaraan.
“apa kamu akan tetap mau jebak cewek itu??,” tanya Kwon.
Minho setengah berdiri, melihat kaca luar, ke arah ruangan Tina yang bersama Rima sekarang, berbagi ruangan.
“Melihat siapa?? Isterimu??,” tanya Kwon lagi
Minho mengangguk, tapi pikirannya berbeda dengan anggukannya, pada dasarnya dia mengawasi Tina.

Minggu, September 07, 2014

Aku Bukan Bang Thoyib (Part 33: Tidak Ada Yang Bisa Pergi Dariku, Termasuk Kamu)

Ani, Appa.. aku sudah pikirkan,aku tidak akan kembali ke Seoul lama sampai urusanku selesai... aku akan berusaha meeting dengan para komisaris.. ,” Minho sangat galau, dia takut dikembalikan ke Seoul, karena dia pikir, dia harus bisa menjaga semua kondisi stabil, termasuk kondisi keluarganya sendiri.
”aku tahu apa yang ingin kamu bicarakan, Minho.. Kwon Yun sudah cerita padaku,” jawab ayahnya.
I am so sorry, Appa.. tapi memang begitulah.. dan sekarang..aku belum pulang ke rumah lagi,” ujar Minho
Ayahnya bingung dengan perkataan anaknya itu, ternyata Minho mengungsi di rumah mertuanya, Beh Hamid, walau tidak termasuk Suryanto dan Suminah.
”aku tidak sangka kalau terror akan terus berlangsung,” ujar Ayahnya
”begitulah..aku sudah mengatakan pada Kwon Yun kalau dia harus cepat menyelidiki..tapi tampaknya dia gak punya waktu,” balas Minho

Jumat, Agustus 15, 2014

Aku Bukan Bang Thoyib (Part 32: Gila!)

Seminggu pulang berkeliling Bali dan Lombok, Minho dan Rima akhirnya kembali ke Bekasi. Minho harus siap lagi tangani perusahaan dan berhubungan lagi dengan Tina, sekretarisnya. Seperti biasa, sikap Tina biasa saja tanpa ada masalah atau terkesan membenci boss nya itu.
Minho memperhatikan gerak gerik Tina ketika bekerja, dari pagi sampai siang, dia tidak menemukan hal yang mencurigakan. Dia lalu chatting dengan Kwon.
“memang seperti tidak ada yang mencurigakan.. apa kita salah sasaran??,” ketik Minho di chatnya pada Kwon.
Kwon pasang icon heran,”dari kemarin aku ngobrol dengannya juga biasa saja... cuma memang baru hal-hal ringan yang kita obrolin sih... hobi, hang out, nonton”
Minho menggerutu, dianggapnya hal itu lama menarik kesimpulan, sementara isterinya sudah khawatir.

Sabtu, Agustus 09, 2014

Aku Bukan Bang Thoyib (Part 31: Sebuah Rencana)

“Selamat pagi semuanya…!!,” Kwon mendadak masuk ke ruang makan. Dia langsung duduk di depan Minho yang masih sedikit mengantuk dan minum segelas air pagi itu.
”oh hi, Kwon… sepagi ini datang??,” tanya Rima dengan ramah. Dia sudah menyiapkan sarapan pagi dengan Suminah.
Kwon cengengesan,”aku ingin makan disini... kasihanilah aku, gak punya pacar..gak ada yang masak untuk ku”, dia main mengambil piring dan makanan di meja, Minho menepis tangan sepupunya itu.
wash your hands 1st before eating,” kata Minho dengan nada ketus
Kwon menggerutu dengan bahasa ,”sudah menikah masih saja suka mengomel”, Minho tidak mengerti apa maksud sepupunya itu. Kwon tetap santai menyendok nasi gorengnya, Rima hanya tersenyum melihat kelakuan sepupu iparnya itu.
“Kwon boleh makan disini sesukanya.. nanti aku minta tolong dengan Bu Suminah kalau memang mau,”
” nah kan.. isterimu saja tidak melarangku,” balas Kwon pada Minho dengan bahasa mereka.

Kamis, Juni 19, 2014

Aku Bukan Bang Thoyib (Part 30: Are We Happy??)



Seminggu sudah Rima dirawat di rumah sakit, kesehatannya semakin membaik dan Minho bagaimanapun senang karena dia akan segera hidup bersama dengan pacarnya itu.
you are much improved, sayang,” senyum Minho pada Rima dipagi itu depan rumahsakit.
“terima kasih, Minho,” balas Rima dengan senyum juga
”sore ini.. kamu pulang,” kata Minho lagi
Rima mengangguk.
”kita melihat gedung sehabis ini,” kata Minho lagi
”seminggu lagi.. aye bakalan jadi isterinye,” kata hatinya Rima. Dia bahagia sekali, tidak sangka Minho ternyata cowok yang menepati janjinya.
Rima senyum pada Minho,”I am happy, Minho.. I don’t know how to express my happiness.. because of you,
Minho tertawa,”I am gonna be free to have you since bapak babeh is strict to me, haha”, Dia merasa menang karena selama ini beh Hamid terkesan galak padanya dan akan bebas pacaran dengan Rima kalau mereka sudah menikah
Rima tertawa kecil mendengar candaan Minho.
ah.. you know what?? I dont know my feeling expression either to our wedding later,” kata Minho,”I now appreciate my life … since I met you,”
“ah.. Lee Minho is lucky guy,” katanya lagi… membanggakan dirinya sendiri
Rima senyum mendengarkan itu

Minggu, Juni 01, 2014

Aku Bukan Bang Thoyib (Part 29: Plan vs Plan??)

“RIMAAAAA!!,” Minho berteriak dan menangis melihat pacarnya yang sudah dalam pelukannya itu bersimbah darah. Henry dan Ujang security kaget, mereka langsung menelepon ambulance dan Rima lekas di bawa ke Rumah Sakit terdekat.
Il Sung yang saat itu sedang berada di pabrik kaget dengan berita itu. Dia langsung menelepon Minho yang sedang berada di ambulance.
“seseorang menusuknya, bahkan security juga tidak tahu siapa,” suara Minho berat, dia menangis.
Il Sung bertanya apa Rima punya musuh atau tidak, tapi Minho sama sekali tidak tahu.
Il Sung lalu menyuruh Minho melaporkan kejadian ini ke polisi terdekat supaya orang yang melakukan itu dapat ditangkap.
Minho hanya bisa diam lalu masih menangis dan menggenggam tangan Rima yang pingsan dan sedang di dinfus darurat.
”is she okay??,” katanya pada perawat cowok yang berada di dalam mobil itu
“dia harus dioperasi, Pak.. ,” jawab perawat cowok itu, masih memegang masker oksigen yang ada di mulut Rima
Minho diam, air matanya masih mengalir,”why do we have so many ordeal with our relationship, Rima?? Must we say goodbye??,” keluh hatinya Minho. Dia merasa selama perjalanan cintanya dengan Rima, terlalu banyak cobaan yang mereka hadapi. Dia tetap melihat kekasihnya itu terbaring masih tak sadarkan diri.

Sabtu, Mei 24, 2014

Aku Bukan Bang Thoyib (Part 28: Dendam Tina...)

”masalah baru lagi kalau kamu akan mengundang semua orang yang kamu kenal,” kata Kwon
”apa begitu??yang mungkin akan mengundang kecurigaan hanya pada staff ku saja??,” Minho tanya balik
”mereka sudah terlanjur tahu..tidak masalah,” balas Kwon
”yang bermasalah adalah ketika Samchon dan Imo tidak datang,”lanjutnya
”Appa dan Eomma begitu marah padaku..itu yang akan membuat aku malu nanti,” kata Minho. Dia mengetuk ketuk meja kerjanya.
”itu resiko.. apapun kan..selalu ada resikonya.. kita pikirkan nanti... aku sedang ada perasaan aneh,” kata Kwon
”aneh?? Tentang??,”
”Tina,” balas Kwon
”Tina?? What’s wrong with her??,” Minho bingung
“Atau hanya perasaanku saja?,” gumam Kwon lagi
“ah.. kamu terlalu berperasaan.. kenapa?? Apa karena kamu kalah saing dengan ku soal Rima?,” Tanya Minho, dia senyum lebar.
“eiseh… tidak seperti itu, bodoh… aku punya perasaan lain,” pikir Kwon
”nanti saja dipikirkan di luar jam pekerjaan.. sekarang .. ini,’ Minho memberikan data agak lama, sekitar 2 bulan yang lalu sesaat setelah Rima berhenti kerja

Sabtu, April 19, 2014

Aku Bukan Bang Thoyib (Part 27: Pengakuan Kwon Yun dan Kenekatan Minho)

Rima makin panik karena teleponnya sama sekali tidak dibalas Min ho. Dia gusar bolak balik ruang tamu.
”kenape Min ho??aduh, aye makin panik aje eni,” katanya sambil bolak balik, bingung.
Hari sudah mendekati malam, dia tidak berani akhirnnya menghubungi Min ho lagi.
Sementara, Min ho cuma tinggal diam saja di kamarnya.
Min ho curhat pada Il Sung dengan mesenger nya
”sama sekali orangtuaku tidak setuju, paman,” keluhnya
”bagaimana sih ayahmu itu?? Hal ini bisa memalukan untuk keluarga Lee,” jawab Il Sung
”aku tidak tahu lagi, paman....aku tidak tahu lagi,” balas Min ho
”besok akan aku bicarakan dengan ayahmu...dia harus tahu apa yang terjadi sebenarnya antara kalian dan juga dengan keluarga pacarmu itu..jangan sampai kita mempermalukan diri sendiri,”
”apa...Appa bisa setuju? Paman kan tahu sifatnya Appa??,”
”ya...ya...aku tahu itu...setidaknnya, aku akan berusaha membantumu, mendapatkan apa yang kamu inginkan...ini juga akan pengaruh ke kerja mu nanti...aku akan terbebani juga, bodoh,”

Senin, Maret 31, 2014

Aku Bukan Bang Thoyib (Part 26: Aku tidak apa-apa..aku kuat, Rima)

Hari ini… tepat kedatangan ayah dan ibunya Minho ke Indonesia. Ayahnya berniat mengontrol usaha mereka semuanya, sedangkan ibunya memang suka mengikuti ayahnya kalau ada kegiatan.
Minho menjemputnya bersama Suryanto, supir pribadinya. Ayahnya memintanya memang menjemputnya, tidak hanya cukup Suryanto berhadapan dengannya, walau Ayahnya sudah tahu Suryanto. Minho malam sebelumnya sudah mulai gusar, dia memang paling takut mengalami penolakan, apalagi dari orangtuanya sendiri. Dia jadi membayangkan yang aneh-aneh tentang pandangan ayahnya sendiri, padahal belum dibicarakan.
Pagi sekali dia buru-buru menelepon Rima.
Appa akan datang hari ini.. nanti siang,” katanya membuka pembicaraan dengan bahasa Inggris.
”Maaf Minho..apa ayahmu menginginkan aku jemput sama kamu??,” tanya Rima
yes,” balas Minho,”kamu..siap kan?? Aku akan datang jemput kamu...dengan Sur”
Rima berusaha santai, dia sudah siap kecewa jika memang ada hal yang tidak bisa dibicarakan lagi dengan keluarga yang sangat berbeda itu.
”aku tidak ingin ada yang ditutupi,” kata Minho,”tetapi..aku takut Appa menolakmu”
”aku akan berjalan sesuai dengan apa yang terbaik untukku, Minho.. aku tidak bisa memaksa keluarga mu,”
Minho menghela nafas,”tapi.. aku tidak mau kalau tidak sesuai keinginanku”

Rabu, Maret 12, 2014

Aku Bukan Bang Thoyib (Part 25: Putus dan test pack)

“Appa sepertinya masih belum saja setuju dengan ku,” keluh Minho pada pamannya.
“kamu sih..terlalu mengulur waktu,” jawab Il Sung
Ani, samchon.. tapi memang Appa tidak suka dengan beda bangsa,” balas Minho.
”kita beda budaya...memang diajarkan lebih ke satu bangsa,” jawab Il Sung
”tidak semestinya kalau sudah cinta..banyak di dunia ini antar bangsa..bisa saling satu,” kata Minho, keras
Il Sung agak nyerah juga,”yeah..yeah... I got it,”
“jadi..kamu harus usahakan.. kapan ayahmu datang??,” katanya lagi
“Minggu depan,” jawab Minho singkat
”Rima itu..dia mau datang kesini??,” kata Il Sung lagi
Minho mengangguk
”apa..tidak menimbulkan keheranan bagi staff yang dahulu kenal dia??,” tanya Il Sung
”I don’t think so,” balas Minho lagi
Tak berapa lama.. Rima memang datang..dan masuk ruangan Minho

Minggu, Februari 23, 2014

Aku Bukan Bang Thoyib (Part 24: Aye Pulang, Beh...)

Rima berjalan jalan sore ditaman di kompleks perumahan itu. Dia ditemani Suminah yang sudah selesai pekerjaan sore nya.
”Bu Sum.. sampai kapan..aku disini terus??,”katanya sambil jalan jalan
”enggak tahu, Mbak..tergantung Mr Lee nanti.. mbak masih sakit loh..masih muntah muntah terus,” balas Sum
”aku..kangen ayahku, Bu Sum.. ayahku..pasti cari cari,” katanya lagi. Dia malah menerawang sambil jalan. Suminah lalu menggandeng tangan Rima.
”nanti..pasti pulang, Mbak.. Mr Lee baik kok...waktu mbak gak sadar sadar.. Mr Lee yang antar mbak ke dokter..yang suapi mbak..yang ngobrol sama mbak..,”
”Tapi..aku takut lagi pulang ke rumah, Bu Sum.. takut ayahku marah..,” Rima malah melihat perutnya sendiri. Dia pikir, dia hamil. Dia takut nanti ketika pulang, dia dipukuli lagi sama beh Hamid pas tahu dia hamil.
”Mbak jangan capek capek..sudah dulu jalan jalannya,” Sum mengalihkan perhatian.
Minho ternyata lewat taman itu. Sur berhenti dan Minho pun turun, berjalan menghampiri Rima dan Sum.
”you are getting healthier and healthier,” senyum Minho pada Rima
“I wanna go home, Minho,” balas Rima.

Senin, Februari 10, 2014

Aku Bukan Bang Thoyib (Part 23: Gagal Faham..)

Cerita ini hanya fiksi imajinasi belaka. Gak usah dipikirin kenapa begini, kenapa begitu.. Cuma keisengan diri saja yang ingin mengimajinasikan bebeb Lee Minho.  Adapun jika ada nama dan tempat yang kebetulan sama, itu gak sengaja, hehehe.

“wanita mu itu..sudah berapa lama disini?,” tanya Sung dalam bahasanya, dia dan Minho duduk di teras depan.
“hampir dua bulan.. apa..yang paman ceritakan pada Appa?”, Tanya Minho
Sung santai menjawab,”aku sudah bilang pada ayahmu itu.. kalau kalian menikah secepatnya...supaya kamu bisa tanggung jawab, jadi..bayi nya kalian tidak sengsara..”
Minho memasang lagi wajah manipulatifnya,”iya, paman..tapi..jujur saja..aku masih takut kalau Appa masih tidak setuju”
”kan aku bilang...beliau setuju.. bagaimana sih kamu?,” Sung jadi sedikit sengit.
”iya..baiklah paman..terima kasih,” balas Minho singkat
Dalam hatinya dia berkata,”ternyata apa yang disarankan Kwon ada benarnya juga...tapi..aku harus cari cara lain juga..supaya kehamilan palsu itu terkesan benar”

Senin, Januari 20, 2014

Aku Bukan Bang Thoyib (Part 22: Namaku Tetap Cinta..Sampai Kapanpun)

“aduh…sebentar lagi paman Il Sung mau datang,” kata Kwon
”what?? Jadi..Appa (father-red) told you that uncle will come?,” Tanya Minho
“1 week again from now,” balas Kwon.
Minho menepok jidatnya. Dia bingung, bagaimana harus menyembunyikan Rima,”where should I take her?”
Kwon duduk santai,”to my home,”
“aku tidak ingin,” kata Minho jutek. Dia melihat wajah Kwon, langsung curiga.. pikirannya kemana mana, takut Rima direbut Kwon.
Kwon langsung bisa menebak pikirannya,”afraid that I will take Rima away from you, eh?”
Minho menatapnya dengan pandangan jutek, tapi Kwon malah nyengir kuda.
”so.. for the 1st week.. let uncle stay with me 1st,” balas Kwon. Minho menyetujui pamannya untuk sementara tinggal saja di rumah Kwon, nanti akan dia suruh Suryanto segera mencarikan rumah untuk nya.

Jumat, Januari 17, 2014

Aku Bukan Bang Thoyib (Part 21: Cinta dan Budi)

“jadi..anak bapak sudah hilang semenjak 1 minggu yang lalu?,” kata polisi yang sedang mengetik laporan orang hilang
Beh Hamid nunduk,”iye, pak.. “, lalu dia bersikap biasa lagi,”eni fotonye,” dia menunjukkan pada polisi foto close up nya Rima
Taufiq, anak tertua beh Hamid lalu memberikan informasi tentang adiknya yang hilang itu, semua ciri cirinya di ceritakan,  mulai kapan hilang, saat hilang pakai baju apa dan membawa tas yang isinya baju semua.
“Nanti akan kami umumkan dan coba sebarkan di setiap kantor polisi seputaran wilayah kabupaten, pak.. kami berusaha bantu,” kata pak polisi itu
Beh Hamid dan Tafiq mengucapkan terima kasih, lalu mereka pulang.

Senin, Januari 13, 2014

Aku Bukan Bang Thoyib (Part 20: Aku Tidak Bersalah)

Semua kegiatan harus berjalan lancar walau Kwon yun benar benar marah dengan kejadian ini. Dia memaki maki Minho pagi itu dengan bahasa Korea nya dan lalu menelepon orangtua Minho. Dia enggak mau urusan karir dan perusahaan keluarga jadi hancur karena masalah ini.
Minho habis dimaki maki ayahnya pagi itu. Ayahnya gak nyangka juga anaknya bisa berbuat seperti itu, dan bukan hal yang begitu yang diharapkan keluarganya. Minho benar benar membela diri dan dia benar benar tidak meniduri sekretarisnya itu. Maki makian berakhir dengan Minho harus memecat Rima cepat cepat, sebelum ada yang tahu dengan kejadian itu. Mereka sampai takut kalau Rima suatu hari nanti hamil dan ketahuan oleh para staff yang lain.
Kwon yun masih memaki maki juga, sementara akhirnya dia meninggalkan Minho di ruangannya.
”tapi..kenapa Rima menyesal??bukannya kalau suka dan suka..tidak menyesal??,” Kwon yun sempat bingung