This is me....

Sabtu, Mei 24, 2014

Aku Bukan Bang Thoyib (Part 28: Dendam Tina...)

”masalah baru lagi kalau kamu akan mengundang semua orang yang kamu kenal,” kata Kwon
”apa begitu??yang mungkin akan mengundang kecurigaan hanya pada staff ku saja??,” Minho tanya balik
”mereka sudah terlanjur tahu..tidak masalah,” balas Kwon
”yang bermasalah adalah ketika Samchon dan Imo tidak datang,”lanjutnya
”Appa dan Eomma begitu marah padaku..itu yang akan membuat aku malu nanti,” kata Minho. Dia mengetuk ketuk meja kerjanya.
”itu resiko.. apapun kan..selalu ada resikonya.. kita pikirkan nanti... aku sedang ada perasaan aneh,” kata Kwon
”aneh?? Tentang??,”
”Tina,” balas Kwon
”Tina?? What’s wrong with her??,” Minho bingung
“Atau hanya perasaanku saja?,” gumam Kwon lagi
“ah.. kamu terlalu berperasaan.. kenapa?? Apa karena kamu kalah saing dengan ku soal Rima?,” Tanya Minho, dia senyum lebar.
“eiseh… tidak seperti itu, bodoh… aku punya perasaan lain,” pikir Kwon
”nanti saja dipikirkan di luar jam pekerjaan.. sekarang .. ini,’ Minho memberikan data agak lama, sekitar 2 bulan yang lalu sesaat setelah Rima berhenti kerja
”Sisa pekerjaan yeojachingu mu itu??,”
Minho mengangguk,”saatnya kerja lagi.. baby product harus dapat rank satu di negeri ini.. promosi harus jalan terus,”
”kamu.. masih mau gunakan pikiran Rima soal ini??,”
Minho mengangguk, Kwon tepuk dahinya,”keterlaluan.. kamu benar benar bergantung pada otaknya!”
Minho tertawa,”aku cinta mati dengannya..sampai cinta otaknya juga”
”mengagumkan.. gak habis pikir dengan cara pikir Lee Minho,” balas Kwon.
”tidak seperti itu.. aku takut kamu rebut dia..,”
”kalau sudah sama sama cinta..mana bisa aku merebut? Aku gak suka makan saudara sendiri,” gerutu Kwon,”memangnya aku penjahat??”
”kamu penjahat cinta, Kwon.. aku tahu itu,” Minho menyindir nya
”sudah deh.. kita bahas ini.. ,” balas Kwon, dia mengelak
”aku sudah malas bicarakan soal pacarmu itu.. aku juga cinta dia.. tapi dia malah pilih kamu banget.. mennyedihkan,” kata hatinya Kwon
”kemarin aku sempat berbiacara langsung dengan seorang dokter.. dia akan membantu kita untuk promosi..kemungkinan memang dia yang akan kita bawa jalan-jalan ke setiap kota besar promosi...aku mempekerjakan juga beberapa ahli nutrisi.. seperti kata pacarmu itu,” lanjut Kwon
”lalu...kamu saja semua yang mengurusinya...aku bilang sama Appa, dan Appa percaya pada kamu sepenuhnya”, kata Minho
”aku sudah buat laporannya kok.. ini.. ada peningkatan, tapi belum signifikan,”
Minho menerima laporan dari tangan Kwon. Dia melihat lihat.
”harus segera promosi berjalan terus.. seperti kata Rima.. setiap bulan lebih baik ada selalu tema baru yang membuat pengetahuan masyarakat tentang bahan organik jadi meningkat,”
Kwon mengangguk, lalu bercanda lagi,”ini semua benar benar berkat pacarmu yang super itu,hehehe”
Minho mengangkat kedua tangannya, seperti tidak mau tahu,”jadi.. mana bisa aku lepaskan dia?”
”nanti malam kita bahas tentang persiapan pernikahanku,”
Kwon mengangguk.

Sore itu dia pergi ke rumah Rima..
”aku dapat pekerjaan baru,” senyum Rima pada Minho, lagi lagi berbicara dalam bahasa inggris
”O ya?? Lalu? Bagaimana dengan rencana pesta??,” Minho senang,”apa..jadi sekretaris lagi?”
Rima mengangguk,”ya...jadi sekretaris lagi”
”OMG.. wanita sekretaris.. aku jadi tersaingi,”
”tersaingi?? Maksudnya??,” Rima bingung dengan maksud Minho
”perusahaan ku bisa tersaingi dengan kamu kerja sekarang,” keluh Minho
Rima malah tertawa,”aku tidak mungkin cerita pekerjaanku ketika bersamamu, Minho.. itu pasti”
Minho jadi berbinar lagi,”ya sudah.. kita bicarakan saja rencana ke depan”
Rima mengangguk, dia mengeluarkan list dari undangan, pendaftaran pernikahan dan semuanya.
”oh..banyak sekali,” gumam Minho
”ini belum banyak.. aku tidak tahu list tentang teman-temanmu,”
”aku tidak banyak..hanya kolega bisnis,” jawab Minho
”apa.. perlu bermewah mewah??,”
”aku agak kurang suka,” balas Minho
”sungguh??,” Rima heran,”bukankah orangtuamu menginginkan yang besar dan mewah??,”
”kamu ada cukup banyak uang.. tidak bukan??,” Minho bermaksud meringkas keinginannya
Rima mengangguk,”maafkan aku.. aku bukan orang kaya”
Minho jadi gak enak hati,”ah.. maksud ku.. aku ingin yang biasa saja.. sedang masa resesi, hehe”
”kamu..bahagia tidak.. ingin hidup denganku??,”
Rima mengangguk,”iya”
”jadi...aku ingin semuanya tidak terlalu memusingkan aku,” kata Minho lagi
”bagaimana tentang keluargamu??,” tanya Rima, maksudnya adalah orangtuanya Minho
”aku masih mengusahakan mereka akan datang,” jawab Minho datar
”apa... aku terlalu terburu buru meminta??,” tanya Rima lagi
Minho menggeleng,”tidak..hanya..aku tidak faham dengan kedua orangtuaku jika seperti ini”
Rima diam. Minho melihatnya dalam dalam,”aku berusaha.. kalau memang orangtuaku masih tidak suka.. kita tetap berjalan.. thats okay,”
”Tuhan tahu..aku sungguh sungguh terhadapmu.. aku tidak bermain..”
Rima senyum padanya,”tidak ada yang menyalahkan kamu kok, Minho.. aku bahagia dekat denganmu”
”bapak babeh..ada tidak??,” tanya Minho
Rima menggeleng,”kenapa??”
Minho tengok kanan kiri, seperti orang ingin sesuatu, ternyata dia ingin memegang tangan Rima.
Rima menarik tangannya,” um.. no.. no..”
”ah,” Minho menggaruk garuk kepalanya,”aku enggak tahan”

”eh..si Minho disini yak,” tiba tiba dari dalam muncul beh Hamid
”aah.. bapak babeh.. selamat malam,” kata Minho dengan terbata bata
”lu dari kapan kesini?? Kok gua kagak liat??,” beh Hamid duduk di sebelahnya
Rima menterjemahkan untuk Minho,”daritadi, beh... tapi emang daritadi gak bilang bilang.. kita lagi ngomongin biaya, beh...”
”oo.. eh terus.. pegimane soal orangtua lu?? Kagak jadi lagi mereka kemari??,”tanya beh Hamid lagi
Setelah diterjemahkan, Minho hanya menggeleng.
”orangtua lu kepala batu.. dimane mane.. kalu anak udah pada cinte.. kagak usah pake dilarang larang.. emang budaye lu seperti ntu??,”
”tidak, bapak babeh.. tetapi.. kami memang lebih suka dengan sesama bangsa, untuk memudahkan semuanya,” balas Minho dengan bahas inggris ketika diterjemahkan bolak balik oleh Rima
”nyusahin amat budaye kayak begitu.. kagak ade nyang kayak gitu mestinye,” balas beh Hamid
”trus.. lu udah sampe ngomongin dimane??,” lanjutnya, tanya pada Rima
”kite kagak usah banyak banyak ngudang orang lah, beh.. lagian.. aye males capek capek,” balas Rima
“iye.. babeh juga gitu.. kagak usah banyak repot repot,” jawab beh Hamid
“tapi, bapak babeh.. akan saya usahakan keduanya datang,” kata Minho tiba tiba
”gue kagak maksain dah.. yang penting lu bedua senang,” jawab beh Hamid, lalu dia masuk lagi ke dalam rumahnya

”he seems disappointed with me,” kata Minho
Rima senyum,”thats my father.. he really wants you to have your parents’ permission”
I will try my best,” balas Minho. Dia habis itu lalu malah curhat tentang perusahaan.
”Kwon Yun bilang tadi pagi.. bahwa dia tidak suka dengan Tina,”
”ada apa dengan Tina??,” tanya Rima
”katakan.. waktu itu kamu kenapa dengan Tina??,” Minho tanya balik, dia penasaran dengan Tina yang sekarang memang jadi sekretarisnya
”dahulu.. dia berpacaran dengan raffi.. orang yang kamu pecat..,”
”ah.. i see,” gumam Minho singkat
”lalu..apa dia mencelakaimu??,” tanya Minho
Rima menggeleng,”no.. tapi sempat bersitegang dengan pernyataannya”
”apa itu??,” Minho penasaran
”apa.. Tina bekerja dengan mu.. ada main main??,”
Minho menggeleng,”biasa saja.. tapi.. aku tidak suka cara pakaiannya.. too sexy.. hot
”umm,” Rima malah jadi terkesan cemberut
Minho jadi penasaran,”kenapa.. cemburu ya??”
Rima mengangguk,”you don’t like her, right??”
”hai.. it’s surprising me that you are jealous with her,” mata Minho malah senang dia dicemburui,”but i am not interested in her.. don’t worry,”
Minho jadi cekikikan sendiri lalu dia berani memegang pipi Rima sekilas,”aku cinta kamu.. jadi.. aku tidak bermain dengan wanita lain,”

”Tina itu.. Kwon yun cerita. Kalau dia merasa aneh dengan Tina,” lanjut Minho lagi
”Tina.. sempat berkata seperti mengancam ku sewaktu aku masih kerja dengan Minho,” kata Rima
Minho jadi penasaran,”apa yang dia bilang padamu.. mengancam apa??”
”dia tidak suka ketika Minho memecat Raffi.. dan aku katakan kalau aku hanya jalankan pekerjaan ku saja.. aku berusaha jujur terhadap perusahaan,”
Minho bergumam,”umm.. aku tidak menyangka.. karena kamu tidak katakan kalau dia pacarnya”
”ya.. i am sorry about it,” balas Rima
”kalau begitu..aku harus berhati hati dengannya.. ,”

”ada satu hal.. yang sampai sekarang.. aku masih berfikir keras,” lanjut Minho lagi
”tentang??,” tanya Rima
”peristiwa di puncak.. aku tidak berbuat apa apa padamu.. kenapa kita tidur bersama??,” Minho memegang dagunya, dia menyandarkan dirinya di kursi
Rima terdiam..dia trauma berat dengan peristiwa itu.. badannya langsung gemetaran..
Minho kaget,”hai.. Imja.. Rima.. are you okay??,” dia malah berjongkok di depan Rima
“I am okay.. seperti ada banyak lintasan.. aneh,” Rima memegang kepalanya sendiri, kepusingan
I am sorry.. I am sorry,” kata Minho berulang ulang, dia memandang Rima yang pusing sambil berjongkok.
Tak berapa lama, dia pun duduk lagi dikursi,”sudah lebih baik??”
Rima mengangguk,”ini sudah malam, Minho.. sebaiknya kamu pulang saja.. besok kita lanjutkan.. aku agak malas membicarakan ini.. membuat kepala ku sakit”
Minho bertanya apa dia baik baik saja..,”I am worry about you
Rima berusaha senyum,”aku baik kok, Minho.. kamu perhatian sekali”
”aku yakin..saat itu.. kita tidak melakukan apa apa,” kata Minho
Rima mengangguk,”aku..tidak mau membahas itu lagi”
”aahh.. I am sorry.. aku pulang saja,” Minho berdiri.
Rima ikutan berdiri.
“aku cinta kamu.. please take care of yourself.. see ya tomorrow again,” senyum Minho, lalu dia pamit

“Kwon.. Rima begitu trauma ketika aku membahas tentang kenapa waktu di puncak aku bisa tiba tiba tidur dengannya,” kata Minho ditelepon malam itu ke Kwon
“ah.. kamu sih, gila.. memang kenapa bahas itu??,” Kwon penasaran
”berawal dari ancaman Tina sebelum peristiwa itu padanya,”
Kwon kaget,”apa?? Tina ancam dia”
”mungkin bukan ancaman.. tapi statement yang tidak enak.. Raffi, orang yang kita pecat, adalah pacar Tina,”
Kwon bergumam,”umm.. tapi aku tidak pernah melihat Tina bermasalah dengan perilaku padaku... aku juga enggak tahu, dia merencanakan apa”
”emtah kenapa.. tiba tiba saja tadi aku ingat peristiwa itu..,” kata Minho
”tidak mungkin ada hubungan dengan Tina.. bukankah dia beda kamar denganmu.. bagaimana dia menjahili kalian??”
Minho jadi mikir,”sebelumnya... kita kan dihidangkan minuman olehnya?”
Kwon jadi main tebak,”jadi.. kamu pikir.. dia mencoba menaruh obat pada minuman kalian berdua? Hahahaha.. ah, Minho.. seperti di drama saja!”
”tidak tahu.. mungkin hanya asumsi sementara ku saja,” balas Minho
”tapi..aku benar benar gak lakukan apapun pada Rima.. tak berapa lama aku minum air jahe itu... ya, air jahe pemberian Tina.. kepala ku langsung sakit.. lantas Rima membawa ku ke tempat tidur untuk berbaring.. aku tidak bisa bangun lagi dan paginya.. kamu marah marah..”
Kwon jadi bergumam,”jadi.. itu yang kamu ingat?? Umm”
”ya.. aku hanya tahu terakhir seperti itu.. aku tidak yakin Rima menaruh obat padaku.. kenapa dia juga menangis ketika kamu marahi?? Apa sandiwara??,”
Kwon bergumam lagi,”dia juga menangis di depanku.. kenapa dia mau jadi trauma dan depresi?? Tidak mungkin sandiwara.. apa benar.. di puncak itu..ada yang menjahili kalian??”
”kalau memang aku meniduri Rima.. kenapa aku tidak kunci kamar ku?? Apa aku seceroboh itu berhubungan dengannya?? Supaya staff semua tahu??,”
Kwon mengangguk,”ya.. kamu begini begini juga pemalu”
”ah.. damn! Harusnya kita tahu siapa yang menjahili kalian!,” tambah Kwon lagi
”ada yang dekat selain Tina??,” tanya Minho
”aku akan selidiki diluar pekerjaan..,” balas Kwon
”kalau perlu.. gunakan trik mu.. jadikan dia pacar, hehe,” ujar Minho
dagchyeo.. itu urusan gampang,” balas Kwon

”lu masih pengen deketin si Minho itu??,” Raffi dan Tina bertemu di kost nya Tina
”ya.. tetep.. rasanya gue masih belom puas menghancurkan itu cowok.. bukannya dia yang sudah pecat lu??,”
”memang rencana lu sudah sampe mana??,”
”belum sih.. gue masih sibuk pekerjaan,”
”ah.. udah deh.. lu gak usah ambil pusing lagi.. lagian.. bukannya cita cita lu jadi sekretaris dia .. udah kesampean??,”
Tina mengangguk,”tapi gua lom puas.. lu tau gak?? Dia malah mau nikah bulan ini sama tu cewek muna”
”Trus.. lu mau apa lagi?? Emang udah kesukaannya boss itu kayak begitu.. lu tinggal kerja aja baik baik sama dia.. masih untung cuma gua waktu itu yang dipecat, bukan lu..”
”ini balas dendam gua buat lu juga, Raff.. gimanapun.. gua harus deketin tu si Minho.. lalu ntar gua hancurin lagi si Rima”
”terlalu lu.. gua takut lu jadi sakit jiwa,” kata raffi, melihat Tina
”ah.. kagak ada yang sakit jiwa.. gua dah terlanjur sakit hati sama dia”, balas Tina, enteng
”gua mau bikin Minho tidur sama gua.. liat aja, harus dalam minggu ini.. supaya nikahnya gagal,” gumam Tina dalam hatinya

Hari berlalu, ternyata Rima datang lagi ke kantor Minho. Hari itu, mereka membahas tentang promosi bersama bidang marketing dan juga para dokter yang nanti akan bekerjasama dengan mereka.
Tina kesal sekali melihat wajah Rima, tapi dia usahakan menyembunyikannya, supaya rencananya tidak diketahui siapapun.
please prepare for the meeting,” kata Minho pada Tina, minta disiapkan segala keperluan meeting
“okay, Mr..,” jawab Tina, dia melihat Rima di dalam ruangan Minho
“hi, Bu Tina.. lama enggak jumpa,” Rima ramah menyapa dan menyalaminya
Tina menyambut salamnya,”iya.. kamu baik??”
Rima senyum,”baik baik.. saya bantu ya??”
“jangan.. enggak usah.. kasian, mau jadi Nyonya Lee kok repot sekali,” Tina malah menyindir. Minho jelas enggak ngerti dengan bahasa tina
Rima diam, lalu,”gak apa.. aku bantu,” katanya masih ramah pada Tina, lalu ke ruang meeting
”i’ll help her to prepare,” kata Rima pada Minho, minta ijin membantu Tina
”ah... okay.. ,” Minho senyum manis banget padanya,”come here again soon after finish”
Rima mengangguk, lalu dia menyusul Tina.

Dilihatnya begitu dia masuk ruang meeting, Tina sedang menyiapkan LCD
”aku bantu bagikan di setiap meja.,” senyum Rima
Tina diam saja, lalu dia berdiri di depan Rima yang sudah selesai membagikan materi presentasi
”kenapa kamu yang dipilih Minho??,” tanya Tina
”maksud mu??,” Rima bingung
”kamu dicintai banyak orang disini.. semenjak kamu ada dan kerja untuk Minho.. semua orang bicara kebaikan mu disini,” kata Tina dengan tatapan sinis
”aku bekerja sebisa ku.. sebaik yang aku lakukan.. aku tidak minta perhatian orang lain, termasuk Minho,” balas Rima
”Tapi kamu sangat dicintai Minho,” balas Tina,”dan sepertinya..aku gak bisa dapatkan dia”
Rima kaget,”kamu..inginkan Minho??”
Tina menggampar Rima,”aku cinta Minho.. kamu benar benar sialan!”
Rima tidak membalas gamparannya,”Minho yang suka dengan ku.. bukan aku duluan”
Tina senyum sinis,”ah.. kamu habis ini pasti mengadu padanya..lalu aku dipecat”
”aku tidak sejahat itu.. aku tidak ingin campurkan urusan pribadi perasaan dengan pekerjaan,” balas Rima, masih memegang pipinya
Tina lantas keluar ruangan, meninggalkan Rima
”apa.. dia yang menjebak aku dan Minho di puncak??,” pikir Rima

Semua yang berkepentingan hari itu meeting tentang perkembangan produk makanan bayi organik. Lagi lagi, Rima membantu Minho, Kwon Yun dan Il Sung.
”sebenarnya.. ide tentang setiap bulan akan ada seminar yang baru bekerja sama dengan beberapa Rumah sakit, sudah cukup lama, Dokter Tris.. tapi..saya baru bisa menyampaikan.. Dokter Tris tidak perlu berpromosi produk kami.. kami hanya ingin dokter Tris mengisi pengetahuan tentang kesehatan. Nantinya.. kami akan menjadi sponsor acara.. sehingga dokter Tris tidak perlu sungkan menyampaikan Ilmu kesehatan dokter,” kata Rima.
”jadi..model acara dokter Tris tetap seminar.. kami mengisi acara dengan siasat lain.. mendirikan stand dan sponsor bekerja sama dengan produk bayi yang lain..,” lanjut Rima lagi
Dokter Tris, dokter yang rencananya akan bekerja sama senyum dengan penjabaran Rima,”kami tidak masalah..sebab kami tidak membawakan tentang kelebihan produk perusahaan ini.. tinggal kami meminta silabus seminar apa saja tema nya dan juga kota yang akan dikunjungi”
Rima menyerahkan outline rencana kerja mereka,”bisa dilihat juga, Dok..ada di halaman terakhir dari fotokopi time table ini”
Minho memperhatikan dengan dalam. Il Sung memuji Rima dengan bicara pada Kwon,”wajar saja kalau kamu dan Minho saling berebut dia.. cewek ini pintar sekali.. kalau kalian gak mau.. aku juga mau,”
”paman yang payah.. aku tahan tahan patah hatiku karena dia lebih suka Minho,” bisik Kwon
Il Sung lalu menggeser badannya dan berbisik ke Minho,”yeojachingu mu ini pantasnya jadi direktur marketing..kita kan belum punya,” berbicara dalam bahasa mereka.
”gak bisa.. aku gak mau dia bekerja..dia jaga rumah dan anak anak saja,” balas Minho
”haaa.. sayang sekali.. otaknya pintar,” ujar Il Sung lagi, sambil masih berbisik
”biar..aku ingin tahu..dia akan sepakat apa dengan dokter ini,” kata Minho lagi
”sepertinya memang untuk tema cukup up todate.. dan lagi.. gizi anak balita memang penting,” kata Dokter Tris
”jika memang dokter ada masukan tentang tema.. pastinya akan kita terima dan kita sangat mengharapkan itu.. soalnya disini tidak ada yang ahli nutrisi atau kedokteran.. jadi kami sangat mengandalkan dokter dan rekan yang lain,” senyum Rima
”benar, Dokter.. kami sengaja membuat acara ini supaya selain produk kami bisa diterima.. kami juga ingin pendekatan lain..sesuai yang ibu Rima katakan,” kata Il Sung

”Ibu Rima ini sepertinya cukup mengerti dengan materi kesehatan... jadi.. mungkin saya juga punya harapan Ibu Rima bisa menemani saya untuk perkembangan tema,” senyum Dokter Tris
”aduh.. maaf, bu Dokter.. dia ini sebenarnya bukan staff kami.. dia.. calon isteri ini,” Il Sung menepuk pundak Minho, lalu dia bicara dalam bahasa korea pada Minho yang artinya,”aku bilang kalau pacarmu itu calon isterimu”
Minho lalu berdiri dan menunduk hormat pada dokter Tris.
”ah..saya tidak tahu..,” senyum Tris,”tapi tidak masalah..asalkan kita selalu komunikasi membicarakan topik topik penting dan juga penjabaran acara.. iya kan, bu Rima??”
Rima mengangguk senyum,”saya siap membantu ibu,”
Tina kesal sekali melihat itu.. dia merasa cemburu dengan Rima yang menurutnya selalu beruntung dan mendapat pujian.
”sialan... nanti lihat saja kamu, Rima.. cewek muna, sok suci..”, gerutu Tina dalam hatinya
Kesepakatan dilalui dengan cukup baik

Rima dan Minho berada di ruangan direktur. Minho senyum senang sekali
”i am really happy to have you.. that was really great presentation.. I am happy”,Minho memuji pacarnya itu
Rima membalas dengan senyuman..
“then.. if we get married.. I can kiss you, right??,” Minho jadi terlihat tidak sabaran menunggu waktunya yang tepat supaya dia bisa memanjakan Rima dari sisi lain
Minho mendekat, lalu dia malah memegang jilbab depan Rima dan mencium jilbab itu,”I cant stand.. for me, you are such perfect woman..i hope many happiness living with you,”
Rima malah jadi malu, wajahnya dia palingkan dari Minho
” uh.. pasti si Rima sedang pacaran dengan Minho... presentasinya sukses”, gerutu Tina dari ruangannya yang dulu ditempati Rima sebelum dia menggantikan Rima.
Wajah Minho mendekat pada Rima.
we still cant, Minho.. I am sorry,” balas Rima, malu malu padanya
Minho lalu duduk lagi, dia malah perhatikan lagi Rima dengan senyum manisnya
“padahal..kamu tidak tahu sama sekali.. kalau aku pernah kiss kamu waktu kamu sakit.. kamu manis sekali.. aku benar benar beruntung di dunia ini,” kata hatinya Minho

”ah.. Tuan Lee.. mohon maaf.. Tuan Lee Minho sedang ada tamu,” kata Tina, ternyata ayahnya Minho telepon
”dengan siapa kalau saya bisa tahu??,” tanya Lee senior lagi
”dengan bu Rima.. mantan sekretarisnya,” Tina senyum licik,”awas lu, Rima.. bakalan kena lu”
”Rima?? Ada urusan apa??,” Lee senior heran
”saya tidak tahu, Tuan Lee.. bu Rima sering sekali kesini.. setiap hari..saya tidak bisa tahu apa yang Tuan Lee Minho dan bu Rima bicarakan..mungkin tentang rencana pernikahan”, Tina mulai aksinya
”jadi.. kamu tahu juga tentang rencana pernikahan anak saya dengan Rima??,”
Tina mengangguk,”iya, Mr Lee.. kenapa Mr Lee sepertinya aneh??”
”ah..tidak mengapa..seberapa sering Rima ke sana?? Apa tidak mengganggu kerja Minho??,”
”sering sekali, Tuan Lee.. sepertinya pacaran mereka sangat suka dimana saja.. apa.. menurut Tuan Lee.. maaf jika saya turut campur.. hal ini tidak akan mengganggu kinerja Tuan Lee Minho??”
”jadi.. hari ini.. dia ke sana hanya untuk bertemu Minho??”
”sepertinya begitu, Tuan Lee.. saya melihat mereka sedang bersenda gurau,”
”apa..saya bisa mintakan tolong sesuatu padamu??,”
”apa itu, Mr Lee??,” Tina merasa pancingannya mulai bekerja
”tolong awasi anak saya ketika bersamanya...tolong beritahukan ketika ada kejanggalan.. ”
”baik, Mr Lee.,...saya usahakan,” balas Tina
”terutama jika memang mereka sedang berdua,”
”baik, Mr Lee..,”
”saya kurang setuju dengan hubungan mereka,” kata Lee senior
”sebenarnya..sudah banyak sekali pembicaraan tentang hal ini, Mr Lee.. tetapi..saya tidak berani mengatakan pada Mr Lee Minho..saya takut.. karena ini urusan pribadi,”
”saya percayakan hal ini kepada anda, bu Tina.. tolong bantu saya,”
Lee senior jadi berfikir, lalu,”nanti saya akan hubungi lagi..terima kasih, selamat siang”
”mampussss..........mampus lo, Rima..,” Tina senyum licik

Sore itu.. Rima baru keluar dari ruangan Minho, yang dibukakan pintu oleh Minho
”aku antar ya??,” senyum Minho manis sekali
Rima menggeleng,”tidak usah..aku bisa pulang sendiri”
”eh..tidak apa..aku kangen kita jalan berdua pulang,” kata Minho lagi
”ah..nanti..yang lain melihat,” Rima benar benar tidak enak
”dua minggu lagi.. kita menikah kan?? Jadi..akupikir, tidak masalah,” senyum Minho di hadapannya.
Rima mengerti karakter Minho kalau sudah punya mau, akhirnya dia menurut saja.
”okay..,” balas Rima
Minho senyum lalu dia menuju ke ruangan Tina,”Tina.. saya antarkan Rima sebentar..”
”tapi, Mr Lee.. tadi Mr Lee senior telepon,” jawab Tina
“oh..nanti saya akan telepon balik ayah saya.. terima kasih,” Minho langsung menutup pintu ruangan
”aku pamit,”senyum Rima pada Tina
”ya, ” balas Tina datar. Rima tidak mempermasalahkan peristiwa tadi pagi dia digampar Tina di ruang meeting, dan dia juga tidak mengadu pada Minho soal itu

Dari lantai 10 sampai lantai dasar, semua menghormat pada Minho dan Rima
”eh..akhirnya ya.. jadi Ny Lee juga tuh,” gosip Sumi pada teman di operator
”ah.. kayak gini biasa, Sumi.. kamu ngiri aja deh.. makanya gaul,” kata cewek operator telepon itu
”Tina makin panas nih.. kacau,” kata hatinya Sumi, dia cs nya Tina
”aku..sampai sini saja, Minho.. tidak perlu diantar..kamu kan masih harus bicara dengan paman Il Sung,”
Minho ragu,”umm.. begitu ya?? Kamu yakin baik baik tidak aku antar??,”
Rima senyum mengangguk.
Minho malah say goodbye dengannya dalam ekspresi kiss bye. Rima tertawa kecil melihat tingkah pacarnya seperti anak kecil.
Lalu Rima keluar dari gerbang, Minho melambaikan tangannya,”see ya tomorrow..aku cinta kamu” dengan senyumnya yang manis.
Satpam lihat itu jadi senyum senyum, lihat boss nya sedang bahagia.

Rima keluar gerbang... ternyata.. dari jauh...ada dua orang memakai helm lengkap mnengendarai motor mepet padanya dengan sangat cepat, lalu......
”cresshhhh,” seperti ada suara tusukan benda tajam.
Rima berteriak kesakitan, dia memegang pinggang dan punggungnya,”darah”
Dia langsung jatuh dan tidak sadar diri.. Satpam, Henry yang melihatnya langsung teriak
”Mister Lee.. bu Rima!!!,” Henry teriak kencang sekali
Minho yang baru sampai mau naik lift langsung mendengar teriakan Henry satpam
Dia lalu buru buru berlari keluar.. depan gerbang.. dia lihat Rima jatuh berlumurah darah..
Minho langsung teriak menghampiri,”O GOD! RIMA.. PLEASE WAKE UP, HONEY!!
Dia lihat Rima pingsan..dia memegang tubuh Rima dan ada darahnya
“SOMEONE..PLEASE CALL AN AMBULANCE!!,” Minho teriak minta tolong
“HENRY.. HELP ME!!,” katanya lagi pada Henry satpam
Dia menangis melihat Rima pingsan dengan dua luka tusuk..
Henry buru buru menelepon Rumah sakit..
Minho masih menangis di depan gerbang.. memeluk Rima.. badan Minho pun ikut terkena darah dari pinggang dan punggung pacarnya itu..
”Rima..please hold on.. please..dont die,” dia benar benar menangis.. sementara.. ambulance Rumah sakit terdekat pun datang
“mampus lu.. mati lu sekalian, cewek muna..sok suci.. ,” kata Tina dalam ruangannya, setelah dia selesai menelepon seseorang..

Bersambung ke part 29…