”masalah baru lagi kalau kamu akan
mengundang semua orang yang kamu kenal,” kata Kwon
”apa begitu??yang mungkin akan mengundang
kecurigaan hanya pada staff ku saja??,” Minho tanya balik
”mereka sudah terlanjur tahu..tidak
masalah,” balas Kwon
”yang bermasalah adalah ketika Samchon dan Imo tidak datang,”lanjutnya
”Appa dan Eomma begitu marah padaku..itu
yang akan membuat aku malu nanti,” kata Minho. Dia mengetuk ketuk meja kerjanya.
”itu resiko.. apapun kan..selalu ada
resikonya.. kita pikirkan nanti... aku sedang ada perasaan aneh,” kata Kwon
”aneh?? Tentang??,”
”Tina,” balas Kwon
”Tina?? What’s wrong with her??,” Minho
bingung
“Atau
hanya perasaanku saja?,” gumam Kwon lagi
“ah..
kamu terlalu berperasaan.. kenapa?? Apa karena kamu kalah saing dengan ku soal
Rima?,” Tanya Minho, dia senyum lebar.
“eiseh… tidak seperti itu, bodoh… aku
punya perasaan lain,” pikir Kwon
”nanti saja dipikirkan di luar jam
pekerjaan.. sekarang .. ini,’ Minho memberikan data agak lama, sekitar 2 bulan
yang lalu sesaat setelah Rima berhenti kerja
”Sisa pekerjaan yeojachingu mu itu??,”
Minho mengangguk,”saatnya kerja lagi..
baby product harus dapat rank satu di negeri ini.. promosi harus jalan terus,”
”kamu.. masih mau gunakan pikiran Rima
soal ini??,”
Minho mengangguk, Kwon tepuk
dahinya,”keterlaluan.. kamu
benar benar bergantung pada otaknya!”
Minho tertawa,”aku cinta mati
dengannya..sampai cinta otaknya juga”
”mengagumkan.. gak habis pikir dengan cara
pikir Lee Minho,” balas Kwon.
”tidak seperti itu.. aku takut kamu rebut
dia..,”
”kalau sudah sama sama cinta..mana bisa
aku merebut? Aku gak suka makan saudara sendiri,” gerutu Kwon,”memangnya aku
penjahat??”
”kamu penjahat cinta, Kwon.. aku tahu
itu,” Minho menyindir nya
”sudah deh.. kita bahas ini.. ,” balas
Kwon, dia mengelak
”aku sudah malas bicarakan soal pacarmu
itu.. aku juga cinta dia.. tapi dia malah pilih kamu banget.. mennyedihkan,”
kata hatinya Kwon
”kemarin aku sempat berbiacara langsung
dengan seorang dokter.. dia akan membantu kita untuk promosi..kemungkinan
memang dia yang akan kita bawa jalan-jalan ke setiap kota besar promosi...aku
mempekerjakan juga beberapa ahli nutrisi.. seperti kata pacarmu itu,” lanjut Kwon
”lalu...kamu saja semua yang
mengurusinya...aku bilang sama Appa, dan Appa percaya pada kamu sepenuhnya”,
kata Minho
”aku sudah buat laporannya kok.. ini.. ada
peningkatan, tapi belum signifikan,”
Minho menerima laporan dari tangan Kwon.
Dia melihat lihat.
”harus segera promosi berjalan terus..
seperti kata Rima.. setiap bulan lebih baik ada selalu tema baru yang membuat
pengetahuan masyarakat tentang bahan organik jadi meningkat,”
Kwon mengangguk, lalu bercanda lagi,”ini
semua benar benar berkat pacarmu yang super itu,hehehe”
Minho mengangkat kedua tangannya, seperti
tidak mau tahu,”jadi.. mana
bisa aku lepaskan dia?”
”nanti malam kita bahas tentang persiapan
pernikahanku,”
Kwon mengangguk.
Sore itu dia pergi ke rumah Rima..
”aku dapat pekerjaan baru,” senyum Rima
pada Minho, lagi lagi berbicara dalam bahasa inggris
”O ya?? Lalu? Bagaimana dengan rencana
pesta??,” Minho senang,”apa..jadi sekretaris lagi?”
Rima mengangguk,”ya...jadi sekretaris
lagi”
”OMG.. wanita sekretaris.. aku jadi
tersaingi,”
”tersaingi?? Maksudnya??,” Rima bingung
dengan maksud Minho
”perusahaan ku bisa tersaingi dengan kamu
kerja sekarang,” keluh Minho
Rima malah tertawa,”aku tidak mungkin
cerita pekerjaanku ketika bersamamu, Minho.. itu pasti”
Minho jadi berbinar lagi,”ya sudah.. kita
bicarakan saja rencana ke depan”
Rima mengangguk, dia mengeluarkan list
dari undangan, pendaftaran pernikahan dan semuanya.
”oh..banyak sekali,” gumam Minho
”ini belum banyak.. aku tidak tahu list
tentang teman-temanmu,”
”aku tidak banyak..hanya kolega bisnis,”
jawab Minho
”apa.. perlu bermewah mewah??,”
”aku agak kurang suka,” balas Minho
”sungguh??,” Rima heran,”bukankah
orangtuamu menginginkan yang besar dan mewah??,”
”kamu ada cukup banyak uang.. tidak bukan??,”
Minho bermaksud meringkas keinginannya
Rima mengangguk,”maafkan aku.. aku bukan
orang kaya”
Minho jadi gak enak hati,”ah.. maksud ku.. aku ingin yang biasa saja.. sedang masa resesi, hehe”
”kamu..bahagia tidak.. ingin hidup
denganku??,”
Rima mengangguk,”iya”
”jadi...aku ingin semuanya tidak terlalu
memusingkan aku,” kata Minho lagi
”bagaimana tentang keluargamu??,” tanya
Rima, maksudnya adalah orangtuanya Minho
”aku masih mengusahakan mereka akan
datang,” jawab Minho datar
”apa... aku terlalu terburu buru
meminta??,” tanya Rima lagi
Minho menggeleng,”tidak..hanya..aku tidak
faham dengan kedua orangtuaku jika seperti ini”
Rima diam. Minho melihatnya dalam
dalam,”aku berusaha.. kalau memang orangtuaku masih tidak suka.. kita tetap
berjalan.. thats okay,”
”Tuhan tahu..aku sungguh sungguh
terhadapmu.. aku tidak
bermain..”
Rima senyum padanya,”tidak ada yang
menyalahkan kamu kok, Minho.. aku bahagia dekat denganmu”
”bapak babeh..ada tidak??,” tanya Minho
Rima menggeleng,”kenapa??”
Minho tengok kanan kiri, seperti orang
ingin sesuatu, ternyata dia ingin memegang tangan Rima.
Rima menarik tangannya,” um.. no.. no..”
”ah,” Minho menggaruk garuk kepalanya,”aku
enggak tahan”
”eh..si Minho disini yak,” tiba tiba dari
dalam muncul beh Hamid
”aah.. bapak babeh.. selamat malam,” kata
Minho dengan terbata bata
”lu dari kapan kesini?? Kok gua kagak
liat??,” beh Hamid duduk di sebelahnya
Rima menterjemahkan untuk Minho,”daritadi,
beh... tapi emang daritadi gak bilang bilang.. kita lagi ngomongin biaya,
beh...”
”oo.. eh terus.. pegimane soal orangtua lu??
Kagak jadi lagi mereka kemari??,”tanya beh Hamid lagi
Setelah diterjemahkan, Minho hanya
menggeleng.
”orangtua lu kepala batu.. dimane mane.. kalu
anak udah pada cinte.. kagak usah pake dilarang larang.. emang budaye lu
seperti ntu??,”
”tidak, bapak babeh.. tetapi.. kami memang
lebih suka dengan sesama bangsa, untuk memudahkan semuanya,” balas Minho dengan
bahas inggris ketika diterjemahkan bolak balik oleh Rima
”nyusahin amat budaye kayak begitu.. kagak
ade nyang kayak gitu mestinye,” balas beh Hamid
”trus..
lu udah sampe ngomongin dimane??,”
lanjutnya, tanya pada Rima
”kite kagak usah banyak banyak ngudang
orang lah, beh.. lagian.. aye males capek capek,” balas Rima
“iye..
babeh juga gitu.. kagak usah banyak repot repot,” jawab beh Hamid
“tapi, bapak babeh.. akan saya usahakan
keduanya datang,” kata Minho tiba tiba
”gue kagak maksain dah.. yang penting lu
bedua senang,” jawab beh Hamid, lalu dia masuk lagi ke dalam rumahnya
”he seems disappointed with me,” kata Minho
Rima
senyum,”thats my father.. he really wants
you to have your parents’ permission”
“I will try my best,” balas Minho . Dia habis
itu lalu malah curhat tentang perusahaan.
”Kwon Yun bilang tadi pagi.. bahwa dia
tidak suka dengan Tina,”
”ada apa dengan Tina??,” tanya Rima
”katakan.. waktu itu kamu kenapa dengan Tina??,” Minho tanya
balik, dia penasaran dengan Tina yang sekarang memang jadi sekretarisnya
”dahulu.. dia berpacaran dengan raffi..
orang yang kamu pecat..,”
”ah.. i see,” gumam Minho singkat
”lalu..apa dia mencelakaimu??,” tanya
Minho
Rima menggeleng,”no.. tapi sempat
bersitegang dengan pernyataannya”
”apa itu??,” Minho penasaran
”apa.. Tina bekerja dengan mu.. ada main main??,”
Minho menggeleng,”biasa saja.. tapi.. aku tidak suka cara pakaiannya.. too sexy.. hot”
”umm,” Rima malah jadi terkesan cemberut
Minho jadi penasaran,”kenapa.. cemburu ya??”
Rima
mengangguk,”you don’t like her, right??”
”hai.. it’s surprising me that you are
jealous with her,” mata Minho malah senang
dia dicemburui,”but i am not interested
in her.. don’t worry,”
Minho jadi cekikikan sendiri lalu dia
berani memegang pipi Rima sekilas,”aku cinta kamu.. jadi.. aku tidak bermain dengan wanita lain,”
”Tina itu.. Kwon yun cerita. Kalau dia merasa aneh dengan Tina,” lanjut
Minho lagi
”Tina.. sempat berkata seperti mengancam
ku sewaktu aku masih kerja dengan Minho,” kata Rima
Minho jadi penasaran,”apa yang dia bilang
padamu.. mengancam apa??”
”dia tidak suka ketika Minho memecat
Raffi.. dan aku katakan kalau
aku hanya jalankan pekerjaan ku saja.. aku berusaha jujur terhadap perusahaan,”
Minho bergumam,”umm.. aku tidak
menyangka.. karena kamu tidak
katakan kalau dia pacarnya”
”ya..
i am sorry about it,” balas Rima
”kalau begitu..aku harus berhati hati
dengannya.. ,”
”ada satu hal.. yang sampai sekarang.. aku
masih berfikir keras,” lanjut Minho lagi
”tentang??,” tanya Rima
”peristiwa di puncak.. aku tidak berbuat
apa apa padamu.. kenapa kita tidur bersama??,” Minho memegang dagunya, dia
menyandarkan dirinya di kursi
Rima terdiam..dia trauma berat dengan
peristiwa itu.. badannya langsung gemetaran..
Minho kaget,”hai.. Imja.. Rima.. are you okay??,” dia malah berjongkok di depan Rima
“I am okay.. seperti ada banyak
lintasan.. aneh,” Rima memegang kepalanya sendiri, kepusingan
“I am sorry.. I am sorry,” kata Minho berulang ulang, dia memandang Rima yang pusing
sambil berjongkok.
Tak
berapa lama, dia pun duduk lagi dikursi,”sudah lebih baik??”
Rima mengangguk,”ini sudah malam, Minho.. sebaiknya
kamu pulang saja.. besok kita lanjutkan.. aku agak malas membicarakan ini..
membuat kepala ku sakit”
Rima berusaha senyum,”aku baik kok, Minho..
kamu perhatian sekali”
”aku yakin..saat itu.. kita tidak
melakukan apa apa,” kata Minho
Rima mengangguk,”aku..tidak mau membahas
itu lagi”
”aahh..
I am sorry.. aku pulang saja,” Minho berdiri.
Rima
ikutan berdiri.
“aku
cinta kamu.. please take care of
yourself.. see ya tomorrow again,” senyum Minho ,
lalu dia pamit
“Kwon..
Rima begitu trauma ketika aku membahas tentang kenapa waktu di puncak aku bisa
tiba tiba tidur dengannya,” kata Minho ditelepon
malam itu ke Kwon
“ah.. kamu sih, gila.. memang kenapa bahas
itu??,” Kwon penasaran
”berawal dari ancaman Tina sebelum
peristiwa itu padanya,”
Kwon kaget,”apa?? Tina ancam dia”
”mungkin bukan ancaman.. tapi statement
yang tidak enak.. Raffi, orang yang kita pecat, adalah pacar Tina,”
Kwon bergumam,”umm.. tapi aku tidak pernah
melihat Tina bermasalah dengan perilaku padaku... aku juga enggak tahu, dia
merencanakan apa”
”emtah kenapa.. tiba tiba saja tadi aku
ingat peristiwa itu..,” kata Minho
”tidak mungkin ada hubungan dengan Tina..
bukankah dia beda kamar denganmu.. bagaimana dia menjahili kalian??”
Minho jadi mikir,”sebelumnya... kita kan
dihidangkan minuman olehnya?”
Kwon jadi main tebak,”jadi.. kamu pikir..
dia mencoba menaruh obat pada minuman kalian berdua? Hahahaha.. ah, Minho..
seperti di drama saja!”
”tidak tahu.. mungkin hanya asumsi
sementara ku saja,” balas Minho
”tapi..aku benar benar gak lakukan apapun
pada Rima.. tak berapa lama aku minum air jahe itu... ya, air jahe pemberian
Tina.. kepala ku langsung sakit.. lantas Rima membawa ku ke tempat tidur untuk
berbaring.. aku tidak bisa
bangun lagi dan paginya.. kamu marah marah..”
Kwon jadi bergumam,”jadi.. itu yang kamu
ingat?? Umm”
”ya.. aku hanya tahu terakhir seperti
itu.. aku tidak yakin Rima menaruh obat padaku.. kenapa dia juga menangis
ketika kamu marahi?? Apa sandiwara??,”
Kwon bergumam lagi,”dia juga menangis di
depanku.. kenapa dia mau jadi trauma dan depresi?? Tidak mungkin sandiwara..
apa benar.. di puncak itu..ada yang menjahili kalian??”
”kalau memang aku meniduri Rima.. kenapa
aku tidak kunci kamar ku?? Apa aku seceroboh itu berhubungan dengannya?? Supaya
staff semua tahu??,”
Kwon mengangguk,”ya.. kamu begini begini
juga pemalu”
”ah.. damn!
Harusnya kita tahu siapa yang menjahili kalian!,” tambah Kwon lagi
”ada yang dekat selain Tina??,” tanya
Minho
”aku akan selidiki diluar pekerjaan..,”
balas Kwon
”kalau perlu.. gunakan trik mu.. jadikan
dia pacar, hehe,” ujar Minho
”dagchyeo..
itu urusan gampang,” balas Kwon
”lu masih pengen deketin si Minho itu??,”
Raffi dan Tina bertemu di kost nya Tina
”ya.. tetep.. rasanya gue masih belom puas
menghancurkan itu cowok.. bukannya dia yang sudah pecat lu??,”
”memang rencana lu sudah sampe mana??,”
”belum sih.. gue masih sibuk pekerjaan,”
”ah.. udah deh.. lu gak usah ambil pusing
lagi.. lagian.. bukannya cita cita lu jadi sekretaris dia .. udah kesampean??,”
Tina mengangguk,”tapi gua lom puas.. lu tau gak?? Dia malah mau nikah bulan ini
sama tu cewek muna”
”Trus.. lu mau apa lagi?? Emang udah kesukaannya boss itu kayak
begitu.. lu tinggal kerja aja baik baik sama dia.. masih untung cuma gua waktu
itu yang dipecat, bukan lu..”
”ini balas dendam gua buat lu juga, Raff..
gimanapun.. gua harus deketin
tu si Minho.. lalu ntar gua hancurin lagi si Rima”
”terlalu lu.. gua takut lu jadi sakit
jiwa,” kata raffi, melihat Tina
”ah.. kagak ada yang sakit jiwa.. gua dah
terlanjur sakit hati sama dia”, balas Tina, enteng
”gua mau bikin Minho tidur sama gua.. liat
aja, harus dalam minggu ini.. supaya nikahnya gagal,” gumam Tina dalam hatinya
Hari berlalu, ternyata Rima datang lagi ke
kantor Minho. Hari itu, mereka membahas tentang promosi bersama bidang
marketing dan juga para dokter yang nanti akan bekerjasama dengan mereka.
Tina kesal sekali melihat wajah Rima, tapi
dia usahakan menyembunyikannya, supaya rencananya tidak diketahui siapapun.
”please prepare for the meeting,” kata Minho pada Tina, minta disiapkan segala keperluan meeting
“okay,
Mr..,” jawab Tina, dia melihat Rima di dalam ruangan Minho
“hi,
Bu Tina.. lama enggak jumpa,” Rima ramah menyapa dan menyalaminya
Tina
menyambut salamnya,”iya.. kamu baik??”
Rima
senyum,”baik baik.. saya bantu ya??”
“jangan..
enggak usah.. kasian, mau jadi Nyonya Lee kok repot sekali,” Tina malah
menyindir. Minho jelas enggak ngerti dengan
bahasa tina
Rima diam, lalu,”gak apa.. aku bantu,”
katanya masih ramah pada Tina, lalu ke ruang meeting
”i’ll
help her to prepare,”
kata Rima pada Minho, minta ijin membantu Tina
”ah...
okay.. ,” Minho senyum manis banget padanya,”come here again soon after finish”
Rima mengangguk, lalu dia menyusul Tina.
Dilihatnya begitu dia masuk ruang meeting,
Tina sedang menyiapkan LCD
”aku bantu bagikan di setiap meja.,”
senyum Rima
Tina diam saja, lalu dia berdiri di depan
Rima yang sudah selesai membagikan materi presentasi
”kenapa kamu yang dipilih Minho??,” tanya
Tina
”maksud mu??,” Rima bingung
”kamu dicintai banyak orang disini.. semenjak kamu ada dan kerja untuk Minho..
semua orang bicara kebaikan mu disini,” kata Tina dengan tatapan sinis
”aku bekerja sebisa ku.. sebaik yang aku
lakukan.. aku tidak minta perhatian orang lain, termasuk Minho,” balas Rima
”Tapi kamu sangat dicintai Minho,” balas
Tina,”dan sepertinya..aku gak bisa dapatkan dia”
Rima kaget,”kamu..inginkan Minho??”
Tina menggampar Rima,”aku cinta Minho..
kamu benar benar sialan!”
Rima tidak membalas gamparannya,”Minho
yang suka dengan ku.. bukan aku duluan”
Tina senyum sinis,”ah.. kamu habis ini
pasti mengadu padanya..lalu aku dipecat”
”aku tidak sejahat itu.. aku tidak ingin
campurkan urusan pribadi perasaan dengan pekerjaan,” balas Rima, masih memegang
pipinya
Tina lantas keluar ruangan, meninggalkan
Rima
”apa.. dia yang menjebak aku dan Minho di
puncak??,” pikir Rima
Semua yang berkepentingan hari itu meeting
tentang perkembangan produk makanan bayi organik. Lagi lagi, Rima membantu
Minho, Kwon Yun dan Il Sung.
”sebenarnya.. ide tentang setiap bulan
akan ada seminar yang baru bekerja sama dengan beberapa Rumah sakit, sudah
cukup lama, Dokter Tris.. tapi..saya baru bisa menyampaikan.. Dokter Tris tidak
perlu berpromosi produk kami.. kami hanya ingin dokter Tris mengisi pengetahuan
tentang kesehatan. Nantinya.. kami akan menjadi sponsor acara.. sehingga dokter
Tris tidak perlu sungkan menyampaikan Ilmu kesehatan dokter,” kata Rima.
”jadi..model acara dokter Tris tetap
seminar.. kami mengisi acara
dengan siasat lain.. mendirikan
stand dan sponsor bekerja sama dengan produk bayi yang lain..,” lanjut Rima
lagi
Dokter Tris, dokter yang rencananya akan
bekerja sama senyum dengan penjabaran Rima,”kami tidak masalah..sebab kami
tidak membawakan tentang kelebihan produk perusahaan ini.. tinggal kami meminta
silabus seminar apa saja tema nya dan juga kota yang akan dikunjungi”
Rima menyerahkan outline rencana kerja
mereka,”bisa dilihat juga, Dok..ada di halaman terakhir dari fotokopi time
table ini”
Minho memperhatikan dengan dalam. Il Sung
memuji Rima dengan bicara pada Kwon,”wajar saja kalau kamu dan Minho saling
berebut dia.. cewek ini
pintar sekali.. kalau kalian gak mau.. aku juga mau,”
”paman yang payah.. aku tahan tahan patah
hatiku karena dia lebih suka Minho,” bisik Kwon
Il Sung lalu menggeser badannya dan
berbisik ke Minho,”yeojachingu mu ini
pantasnya jadi direktur marketing..kita kan belum punya,” berbicara dalam
bahasa mereka.
”gak bisa.. aku gak mau dia bekerja..dia
jaga rumah dan anak anak saja,” balas Minho
”haaa.. sayang sekali.. otaknya pintar,”
ujar Il Sung lagi, sambil masih berbisik
”biar..aku ingin tahu..dia akan sepakat
apa dengan dokter ini,” kata Minho lagi
”sepertinya
memang untuk tema cukup up todate.. dan lagi.. gizi anak balita memang penting,” kata Dokter Tris
”jika memang dokter ada masukan tentang
tema.. pastinya akan kita
terima dan kita sangat mengharapkan itu.. soalnya disini tidak ada yang ahli
nutrisi atau kedokteran.. jadi kami sangat mengandalkan dokter dan rekan yang
lain,” senyum Rima
”benar, Dokter.. kami sengaja membuat
acara ini supaya selain produk kami bisa diterima.. kami juga ingin pendekatan lain..sesuai yang ibu
Rima katakan,” kata Il Sung
”Ibu Rima ini sepertinya cukup mengerti
dengan materi kesehatan... jadi.. mungkin saya juga punya harapan Ibu Rima bisa menemani saya untuk
perkembangan tema,” senyum Dokter Tris
”aduh.. maaf, bu Dokter.. dia ini
sebenarnya bukan staff kami.. dia.. calon isteri ini,” Il Sung menepuk pundak
Minho, lalu dia bicara dalam bahasa korea pada Minho yang artinya,”aku bilang
kalau pacarmu itu calon isterimu”
Minho lalu berdiri dan menunduk hormat
pada dokter Tris.
”ah..saya tidak tahu..,” senyum Tris,”tapi
tidak masalah..asalkan kita selalu komunikasi membicarakan topik topik penting
dan juga penjabaran acara.. iya kan, bu Rima??”
Rima mengangguk senyum,”saya siap membantu
ibu,”
Tina kesal sekali melihat itu.. dia merasa cemburu dengan Rima yang menurutnya
selalu beruntung dan mendapat pujian.
”sialan... nanti lihat saja kamu, Rima.. cewek
muna, sok suci..”, gerutu Tina dalam hatinya
Kesepakatan dilalui dengan cukup baik
Rima dan Minho berada di ruangan direktur.
Minho senyum senang sekali
”i am really happy to have you.. that was really great presentation.. I am
happy”,Minho memuji pacarnya itu
Rima
membalas dengan senyuman..
“then.. if we get married.. I can kiss you,
right??,” Minho jadi terlihat tidak
sabaran menunggu waktunya yang tepat supaya dia bisa memanjakan Rima dari sisi
lain
Rima malah jadi malu, wajahnya dia
palingkan dari Minho
” uh.. pasti si Rima sedang pacaran dengan
Minho... presentasinya sukses”, gerutu Tina dari ruangannya yang dulu ditempati
Rima sebelum dia menggantikan Rima.
Wajah
Minho mendekat pada Rima.
”we still cant, Minho ..
I am sorry,” balas Rima, malu malu padanya
“padahal..kamu tidak tahu sama sekali.. kalau
aku pernah kiss kamu waktu kamu sakit.. kamu manis sekali.. aku benar benar beruntung di dunia ini,” kata hatinya
Minho
”ah.. Tuan Lee.. mohon maaf.. Tuan Lee
Minho sedang ada tamu,” kata Tina, ternyata ayahnya Minho telepon
”dengan siapa kalau saya bisa tahu??,”
tanya Lee senior lagi
”dengan bu Rima.. mantan sekretarisnya,”
Tina senyum licik,”awas lu, Rima.. bakalan kena lu”
”Rima?? Ada urusan apa??,” Lee senior
heran
”saya tidak tahu, Tuan Lee.. bu Rima
sering sekali kesini.. setiap hari..saya tidak bisa tahu apa yang Tuan Lee
Minho dan bu Rima bicarakan..mungkin tentang rencana pernikahan”, Tina mulai
aksinya
”jadi.. kamu tahu juga tentang rencana
pernikahan anak saya dengan Rima??,”
Tina mengangguk,”iya, Mr Lee.. kenapa Mr
Lee sepertinya aneh??”
”ah..tidak mengapa..seberapa sering Rima
ke sana?? Apa tidak mengganggu kerja Minho??,”
”sering sekali, Tuan Lee.. sepertinya
pacaran mereka sangat suka dimana saja.. apa.. menurut Tuan Lee.. maaf jika
saya turut campur.. hal ini tidak akan mengganggu kinerja Tuan Lee Minho??”
”jadi.. hari ini.. dia ke sana hanya untuk
bertemu Minho??”
”sepertinya begitu, Tuan Lee.. saya
melihat mereka sedang bersenda gurau,”
”apa..saya bisa mintakan tolong sesuatu
padamu??,”
”apa itu, Mr Lee??,” Tina merasa
pancingannya mulai bekerja
”tolong awasi anak saya ketika
bersamanya...tolong beritahukan ketika ada kejanggalan.. ”
”baik, Mr Lee.,...saya usahakan,” balas
Tina
”terutama jika memang mereka sedang berdua,”
”baik, Mr Lee..,”
”saya kurang setuju dengan hubungan
mereka,” kata Lee senior
”sebenarnya..sudah banyak sekali
pembicaraan tentang hal ini, Mr Lee.. tetapi..saya tidak berani mengatakan pada
Mr Lee Minho..saya takut.. karena ini urusan pribadi,”
”saya percayakan hal ini kepada anda, bu
Tina.. tolong bantu saya,”
Lee senior jadi berfikir, lalu,”nanti saya
akan hubungi lagi..terima kasih, selamat siang”
”mampussss..........mampus lo, Rima..,”
Tina senyum licik
Sore itu.. Rima baru keluar dari ruangan
Minho, yang dibukakan pintu oleh Minho
”aku antar ya??,” senyum Minho manis
sekali
Rima menggeleng,”tidak usah..aku bisa
pulang sendiri”
”eh..tidak apa..aku kangen kita jalan
berdua pulang,” kata Minho lagi
”ah..nanti..yang lain melihat,” Rima benar
benar tidak enak
”dua minggu lagi.. kita menikah kan??
Jadi..akupikir, tidak masalah,” senyum Minho di hadapannya.
Rima mengerti karakter Minho kalau sudah
punya mau, akhirnya dia menurut saja.
”okay..,” balas Rima
Minho senyum lalu dia menuju ke ruangan
Tina,”Tina.. saya antarkan
Rima sebentar..”
”tapi, Mr Lee.. tadi Mr Lee senior
telepon,” jawab Tina
“oh..nanti saya akan telepon balik ayah
saya.. terima kasih,” Minho langsung menutup pintu ruangan
”aku pamit,”senyum Rima pada Tina
”ya, ” balas Tina datar. Rima tidak
mempermasalahkan peristiwa tadi pagi dia digampar Tina di ruang meeting, dan
dia juga tidak mengadu pada Minho soal itu
Dari lantai 10 sampai lantai dasar, semua
menghormat pada Minho dan Rima
”eh..akhirnya ya.. jadi Ny Lee juga tuh,”
gosip Sumi pada teman di operator
”ah.. kayak gini biasa, Sumi.. kamu ngiri
aja deh.. makanya gaul,” kata cewek operator telepon itu
”Tina makin panas nih.. kacau,” kata
hatinya Sumi, dia cs nya Tina
”aku..sampai sini saja, Minho.. tidak perlu diantar..kamu kan masih harus
bicara dengan paman Il Sung,”
Minho ragu,”umm.. begitu ya?? Kamu yakin
baik baik tidak aku antar??,”
Rima senyum mengangguk.
Minho malah say goodbye dengannya dalam
ekspresi kiss bye. Rima tertawa kecil melihat tingkah pacarnya seperti anak
kecil.
Lalu Rima keluar dari gerbang, Minho
melambaikan tangannya,”see ya tomorrow..aku cinta kamu” dengan senyumnya yang
manis.
Satpam lihat itu jadi senyum senyum, lihat
boss nya sedang bahagia.
Rima keluar gerbang... ternyata.. dari
jauh...ada dua orang memakai helm lengkap mnengendarai motor mepet padanya
dengan sangat cepat, lalu......
”cresshhhh,” seperti ada suara tusukan
benda tajam.
Rima berteriak kesakitan, dia memegang
pinggang dan punggungnya,”darah”
Dia langsung jatuh dan tidak sadar diri..
Satpam, Henry yang melihatnya langsung teriak
”Mister Lee.. bu Rima!!!,” Henry teriak
kencang sekali
Minho yang baru sampai mau naik lift
langsung mendengar teriakan Henry satpam
Dia lalu buru buru berlari keluar.. depan
gerbang.. dia lihat Rima
jatuh berlumurah darah..
Dia
lihat Rima pingsan..dia memegang tubuh Rima dan ada darahnya
“SOMEONE..PLEASE
CALL AN AMBULANCE!!,” Minho teriak minta
tolong
“HENRY..
HELP ME!!,” katanya lagi pada Henry satpam
Dia
menangis melihat Rima pingsan dengan dua luka tusuk..
Henry
buru buru menelepon Rumah sakit..
Minho masih menangis di depan gerbang.. memeluk
Rima.. badan Minho pun ikut terkena darah dari pinggang dan punggung pacarnya
itu..
”Rima..please
hold on.. please..dont die,” dia benar benar menangis.. sementara.. ambulance
Rumah sakit terdekat pun datang
“mampus
lu.. mati lu sekalian, cewek muna..sok suci.. ,” kata Tina dalam ruangannya,
setelah dia selesai menelepon seseorang..
Bersambung
ke part 29…