This is me....

Rabu, Mei 21, 2014

Nampyeon Ku Cowok Cantik (Part 8: Heeeeh??)

Starring: Lee Minho, Jung YoungHwa

“Eomma..aku terpaksa mulai malam ini tidak lagi tinggal di kampung,” kata Areum memulai pembicaraan dengan ibunya
“jadi…kamu akan jadi orang Seoul??Aigoo... Eomma bangga sama kamu, Areum!,” ibunya bukan sedih malah senang
”sekarang kamu dimana??,”
Areum ragu menjawab,”euh.. uh.. di apartment nya Minho, Eomma”
Ibunya kaget,”apa?? Jadi kamu satu apartment dengan Namjachingu mu itu?? Kalian tidur bersama??,”
Areum jadi panic, takut ibunya berpikiran macam macam,”Eomma.. tenang dulu.. aku gak tidur dengan Minho atau siapapun,”
”lalu.. kenapa kamu malam begini ada di apartmentnya??,” ibunya masih kaget
”Eomma.. Minho meminjamkannya pada ku malam ini.. besok, aku sudah punya sewa sendiri,”
Ibunya mengelus dada,”haaahh.. eomma khawatir kamu macam macam dengannya.. ingat, Areum.. Seoul kota besar dan Eomma masih bersifat konservatif terhadap mu,”
”aku mengerti, Eomma.. dia tidak akan bisa macam macam padaku,”
”jadi.. kamu besok sudah mulai bekerja??”
Areum mengangguk,”iya, Eomma.. aku minta dukungan Eomma.. aku tidak bisa balik ke kampung sampai 6 bulan ke depan, mian haeyo,”
”Eomma senang sekali.. mestinya Eomma bawakan Minho kue dan permen susu buatan ayahmu,”
”Disini.. apartmentnya rapi sekali, Eomma.. makanannya juga sehat sehat.. Minho banyak menyimpan buah dan sayur di kulkasnya,” ternyata Areum membuka isi kulkas.
Ibunya malah tertawa cekikikan,”besok kamu masak untuknya.. ingat loh.. Eomma setuju kamu pacaran dengan nya, Areum,”
”aduh Eomma.. aku kan bukan pacarnya,” keluh Areum lagi. Dia memang kesal kalau ibunya ungkit-ungkit lagi masalah itu


”kamu ini terlalu berpura pura pada Eomma dan Appa.. waktu syuting kentara sekali kalian ini saling suka,”
”argh.. Eomma kenapa sih.. menyinggung itu lagi?? Aku belum pernah ciuman sama cowok..,” jawab Areum dengan nada kesal
”jadi..selama ini kamu sempat pacaran dengan Sim itu..belum pernah ciuman??,” ibunya tanya dengan vulgar
”belum.. Eomma ini ah,” jawab Areum dengan agak malu malu
”jadi.. Minho dong.. yang pertama kali cium kamu??aigooo..eomma jadi membayangkan pastinya romantis,”
”ekh.. Eomma ini terlalu mengkhayal!,” balas Areum judes
”ya..baiklah..baiklah..eomma akan datang besok dengan Jun Woo membawa semua keperluanmu..beritahu saja dimana alamatnya..nanti kami mencari,”

Esoknya....
Minho datang ke apartmentnya, menjemput Areum..dia masuk dengan cueknya..
”apa apartmentku baik baik saja??,” dia membuka kulkas dan meminum susu kotak
”kamu tidak makan??,” katanya lagi
Areum menggeleng. Dia malas makan, gak enak kalau menghabiskan isi kulkas.
”masih lama.. duduk saja dulu,” kata Minho lagi
Mereka duduk di ruang makan. Ternyata malah Minho membuatkan sarapan pagi.
”dimakan,” katanya santai lagi
Areum agak malas juga menyentuh toast bread yang dilapisi selai jeruk, tapi perutnya keroncongan sedari malam belum makan, akhirnya dia makan juga pelan-pelan.
”kok sepertinya kamu takut banget sama aku??,” tanya Minho, santai sambil makan.
”enggak.. kata siapa??,” jawab Areum, dia mengiris iris roti
 ”eh..kok dia bisa masak juga ya??aku pikir cuma bisa dandan aja,” kata hatinya Areum.
Minho tidak menjawab, dia teruskan saja makannya.

Tak berapa lama,”sudah baca kontrak kan kemarin??kita bekerja sampai 6 bulan ke depan..,” Minho memulai lagi pembicaraannya
”iya,” jawab Areum singkat. Dia malas ngobrol.
”apa Geum Yi sudah telepon kamu lagi??,”
Areum menggeleng.
”eh..kaku sekali cewek ini ternyata..sudah judes, kaku juga,” kata hatinya Minho
Minho akhirnya berdiri,”makanku selesai,” dia membawa piringnya dan ingin mencuci sendiri. Areum ikutan berdiri.
”aku saja yang mencucinya,” kata Areum
”thanks,” jawab Minho singkat, dia lalu ke ruang depan, menonton tv pagi
Areum mencuci piring agak lama, dia malas bicara, sengaja mengulur waktu.

”jam 8 kita berangkat,” kata Minho dari ruang depan
”Ya,” balas Areum singkat, masih di dapur
Ruangan senyap sekali, Minho menonton tv, Areum masih saja asik di dapur.
”eh.. sudah jam 8.. ayo berangkat!,” teriak Minho dari depan
Areum menuju depan, dia mengambil sepatu di rak.
Ketika ingin memakai sepatu kiri, dia malah jadi gak seimbang.
”eh...aduh!,” suaranya terdengar lagi, hampir jatuh terpeleset
Minho malah memegang lengan bagian atasnya Areum supaya dia tidak jatuh
gwaenchanh-na...kamu.. enggak apa apa kan??,”
Areum menggeleng..,”ani..i am okay,” dia langsung sigap berdiri
“terkadang licin sekali,” Minho malah menggerak gerakkan kaki kanannya seperti mengepel lantai,”ah.. licin.. aku lupa mengepel kemarin”
“sebentar…ada yang aku lupa..,” katanya lagi.. dia lalu masuk kamar sebelahnya
Areum agak sedikit mengintip, karena memang Minho tidak menutup kamar tersebut selagi dia mengambil sesuatu
”rapi sekali kamar itu,” kata hatinya Areum
”eh?? Koleksi kosmetiknya banyak sekali... aigoo.. benar benar cowok cantik!,” lanjutnya lagi, masih dalam hati.

Areum malah penasaran dan dia malah membuka sepatu lagi dan dekat dengan kamar Minho. Ternyata Minho sedang berdandan, memakai alas bedak/foundation, control color cream, eyeliner, sedikit tipis eye shadow, merapikan alisnya, bedak powder  dan lipgloss.
Areum melihatnya dari luar kamar.. Minho langsung sadar karena melihat dari kaca.
Museun il-iya??,” tanya Minho, agak mengenyitkan dahinya, melihat Areum dari balik kaca.
mugachiham...ah..enggak..,” jawab Areum jadi agak gugup
Minho malah senyum dari balik kaca, tapi agak sinis lagi,”belum pernah lihat cowok dandan ya?? Masuk saja.. kamarnya gak dikunci kok,”
Di dalam dilihatnya Areum, ruangan itu tidak ada tempat tidur, hanya ada meja rias di depannya berjejer alat alat kosmetik beberapa merk, lalu ada lemari buku buku dan juga meja untuk membaca...dan.. lemari pakaian..
c’mmon in,” kata Minho, menyuruhnya masuk
Areum masuk dengan agak ragu.. dia melihat ruangan kecil tersebut.

Minho malah melihat Areum dari atas ke bawah, dia lalu memencet botol body losion, membalurkannya ke tangannya
“kamu.. gak pernah dandan ya??,” katanya santai, sambil terus membalurkan body losion
Areum cuma melihat Minho
”nih.. pakai,” Minho menyodorkan body losion kepunyaannya itu
Areum melihatnya dengan sedikit aneh,dia agak sedikit menjauh dari Minho
”kenapa?? Gak mau??,” tanya Minho
Areum cuma menggeleng.
”pantas saja kulitmu jelek sekali... kusam,” balas Minho, enteng.
Lalu dia sedikit bernyanyi nyanyi dan memakai body mist di beberapa bagian tubuhnya
”cowok ini.. pedandan sekali,” Areum hanya melihatnya saja
Tapi Minho balas melihat,”bilang saja kalau mau pakai punya ku.. tapi kebanyakan ini khusus untuk cowok.. ya tapi kalau green tea sih.. semua bisa pakai.. unisex,” katanya, kalem
”kita harus pergi.. tunggu siapa lagi??,” tanya Areum
”Geum Yi.. katanya dia mau kesini dulu..sekalian lewat,” kata Minho santai.. lalu dia keluar kamar itu.. Areum mengikutinya dari belakang..

Tak berapa lama, bel terdengar, Minho membuka pintu..
”yaa... joh-eun achim, chingu!,” ternyata Geum Yi yang datang dengan wajah ceria
”oh.. langsung kita pergi??,” tanya Minho balik, ketika membuka pintu
”bagaimana malam kalian.. asik??,” Geum Yi malah tanya yang aneh
Areum langsung melihat Geum Yi dengan tatapan agak menyinyir.
”asik dong... ayo pergi,” balas Minho, santai pada staff talenta itu, dia malah menggandeng tangan Areum keluar ruangan.
”aduh..iri sekali kalau lihat Minho pacaran loh, Areum,” kata Geum Yi, repot sendiri, mereka berjalan menuju lift
”aduh.. ini cowok apa apaan sih?? Aku gak mau digenggam, euh,” keluh hatinya Areum, dia tidak menanggapi perkataan Geum Yi.
Dia pelan pelan menarik tangannya, memberi tanda pada Minho kalau dia tidak suka digenggam tangannya, tapi Minho malah cuek.
Selama di lift, sama sekali Areum menoleh pada ruang kosong, sementara Geum Yi masih asik bicara sendiri.
”kalian nanti kota pertama justru bukan Seoul.. tapi ke Jeju dulu,” kata Geum Yi
”berapa lama disana??,” tanya Minho
”3-4 hari.. kalian sekalian syuting loh,” jawab Geum
”eh?? Syuting lagi??,” Areum menggaruk kepalanya
”loh.. kamu memang enggak baca kontraknya??,” tanya Geum, heran
”ah..eh..lupa,” balas Areum, kaku
”lupa atau lupa?? Nanti banyak adegan mesra nya loh...pas banget..kalian kan pacaran,” goda Geum
”aduh.. mampus deh,” keluh Areum,”cowok genit ini sih.. maunya, huh!”, dia jadi menggerutu
Minho senyum mendengar perkataan Geum soal syuting di Jeju. Mereka keluar apartment langsung meluncur ke gedung talenta.

”besok..sudah harus siap ke Jeju..kita berangkat pagi,” kata Kwang
”apa?? Besok??,” Areum malah kaget sekali
”kenapa?? Kejar setoran loh.. kalian ini.. oh iya.. ini script nya ya..sukur sukur kalian mau latihan bersama.. konsepnya seperti drama,” Kwang memberikan dua berkas. Minho mengambil dan membaginya pada Areum, dia serius membaca.
”gak usah terlalu serius, Minho.. kamu pasti bisa.. ini enggak terlalu susah,” kata Kwang
”ada adegan berkelahinya,” kata Minho, membaca serius
”itu tetap porsinya untuk pacarmu ini,” senyum Kwang pada Areum
”kamu.. tingkat berapa?,”
”Hitam sabuk 2,” jawab Areum polos.
”wah..sudah bisa membunuh kamu kalau kamu selingkuh, Minho,” canda Kwang..staff yang lain tertawa
”tidak akan aku dibunuh..dia cium aku..pasti,” goda Minho.
Areum langsung bete berat kalau sudah dibercandain seperti itu, tapi dia diam saja..aslinya mau menghajar Minho.
”tapi sebaiknya kalian latihan dulu sebentar..,” kata Il-Chun
”uhm.. durasi sekitar 30 menit.. wah..wajar kalau sampai 4 hari kita disana,” kata Minho
Il Chun mengangguk,”ya..sekalian kita nikmati indahnya Jeju, hehe.. cocok untuk yang sedang jatuh cinta”
Semua staff yang ada disitu tertawa. Areum malah jadi mangkel, jutek sendiri, rasanya dia dibully tapi mereka santai sekali.

”jadi.. siang ini latihan.. aku berikan waktu untuk membaca, karena besok sudah harus pergi.. jadi hari ini latihan.. kalau sudah begini.. kita harus cepat dan semangat,” kata Il Chun si pengarah gaya
”ini teman teman kalian..terutama untuk kamu, Areum.. karena nanti mereka akan berkelahi dengan mu,” lanjutnya lagi
Areum berdiri dan menunduk hormat pada mereka,”annyeong haseyo,” senyumnya
”wah..mudah mudahan aku gak kena tendang beneran sakit lawan kamu, Areum,” canda salah seorang cowok
”kamu pintar sekali pilih yeojachingu, Minho.. ,” kata salahsatu cowok itu
Minho jawab dengan senyum,”aku kan gak pernah salah pilih, hehe”
”ekh,” gerutu Areum dalam hati
”ayo latihan!,” kata Il Chun

”berpura pura saja Minho sedang menyetir mobil,” kata Il Chun.. mereka latihan di ruangan yang besar, seperti lapangan basket besarnya
”Kita sedang berada di sebuah pantai yang indah,” Il Chun membaca skenario
”terus menyetir.. lalu berhenti dipinggiran bibir pantai,” lanjutnya
”stop,” kata Il Chun. Minho lalu seperti menyetop setirnya, lalu dia menoleh pada Areum, memegang tangannya Areum di dalam mobil
Minho lalu seperti keluar dari mobil, lalu diikuti Areum
Minho berdiri di depan Areum, dia mengelus elus poninya, lalu senyum padanya
Areum membalas dengan senyuman kembali.
”eh.. cut! Kurang mesra,” kata Il Chun
”kurang mesra???,” Areum heran
”ya..kamu yang kurang mesra.. senyummu kaku sekali,” balas Il Chun
Areum menggaruk kepalanya,”rasanya aku tadi sudah tulus senyum,”katanya dalam hati
”ulang yang tadi,” kata Il Chun
Minho mengulang lagi dia mengelus poninya Areum
”Eh.. kenapa aku jadi deg degan sama cewek jelek ini??,” kata hatinya Minho
Areum diam saja ketika Minho mengelus poninya, lalu dia senyum manis pada Minho.

”trus.. ceritanya Minho mau kiss Areum.. tapi keburu tasnya lalu direbut sama cowok.. kamu, Ugi.. lekas rebut tasnya,” kata Il Chun
Minho lalu ingin mencium Areum yang ceritanya bersandar di pinggir mobil.. tapi Areum sudah kaku duluan, dia malah memejamkan matanya, tapi ekspresinya takut dan menolak.
“Cut!,” kata Il Chun,”aduh..susah amat sih kamu adegan begitu aja.. kan belum di kiss.. kenapa takut, Areum??”
“ya.. takut dong.. soalnya di depan banyak orang,” canda Ugi, yang akan adegan melawan Areum. Yang lain tertawa keras.
“harusnya gelap-gelapan ya?,” canda Minho pada yang lainnya, Areum langsung melihat wajah Minho, yang lain meneruskan tawanya mendengar perkataan Minho.
“kenapa??masih ingat yang kemarin?? Asik kok,” Minho jadi berbisik padanya
shut up....cowok breng-sek,” kata Areum, galak.
Minho hanya membalas dengan senyuman.
”ayo ulangi lagi!,” teriak Il Chun
Minho pun mengulangi, dia mendekati Areum lalu ingin menciumnya tapi tidak jadi, keburu Ugi merebut tasnya
”ah.. tasku!!,” teriak Minho, Minho pun mengejar, tapi ternyata ada 3 orang teman Ugi yang juga menginginkan tas itu dan malah berada di depan Areum
”mau apa kalian??,” Tanya Areum
“hey.. jangan ganggu dia.. dia pacarku!,” teriak Minho
Tapi salahsatu cowok memegang dagu Areum.. Areum langsung acting seperti menggampar Sim Ik Soon,”jangan sentuh aku!”
“wah.. manis sekali ya??,” kata Ik Soon, lalu dia ingin memegang Areum, langsung dalam latihan itu, Areum menangkis tangan Ik Soon dan beradegan memelintir tangan cowok itu
Lalu 2 cowok yang lain ceritanya menyerbu Areum.. Minho yang berhadapan dengan Ugi ceritanya malah kalah. Ceritanya dia terjatuh karena ditonjok Ugi.

“hiat… ciat!!,” Areum melawan 4 cowok itu dengan berani, satu persatu dalam latihan itu ceritanya ambruk jatuh.
Minho sungguh terperangah lihat Areum lincah menggerakkan kakinya beradegan berkelahi melawan 4 orang cowok.
Semua pun ceritanya tersungkur.. Areum lalu merebut tasnya Minho yang ada di tangan Ugi,”ini tas pacarku.. kembalikan!!,” teriaknya
Il Chun terpesona dengan acting berkelahi Areum yang total seperti menendang sungguh sungguh tapi pada dasarnya tidak sama sekali mereka tertendang oleh kakinya.

”bagus sekali dia.. tapi kenapa kalau acting ciuman malah kaku?? Aneh”, gumam Il Chun
Minho lalu berlari menuju Areum yang ceritanya sudah mendapatkan tas Minho dari tangan Ugi
”terima kasih.. sampai kamu berkeringat,” senyum Minho, lalu dia mengelap keringat yang ada di dahi Areum.
”aduh.. mampus.. acting kiss lagi,” keluh hatinya Areum
Minho lalu memegang lembut pipinya dan ingin menciumnya.. tapi lagi lagi Areum memejamkan mata dan memalingkan wajah.
Yang lain jadi tertawa.. Il Chun malah gerah..
”hai.. Areum.. kamu kenapa sih?? Takut sekali ciuman dengan pacar sendiri!,” gerutu Il Chun..
”aku gak siap,” jawab Areum, berkilah.
”apanya yang tidak siap?? Kamu ini..,” Il Chun jadi sedikit marah
”ulangi,” lanjutnya lagi
”uh..,” Areum menggerutu, dia menarik nafas.
Minho malah senyum padanya,”gak apa.. ”
”berisik,” bisik Areum, kesal..
Minho lalu beradegan mengelap keringatnya Areum lagi..
”terima kasih.. kamu sampai berkeringat begini.. hebat sekali, Imja,” kata Minho, adegan ulang..
Areum diam saja ketika Minho beradegan mengelap keringat di dahinya..
Lalu.. lagi lagi dia deg degan ketika Minho memegang pipinya.. akan menciumnya.
Areum berusaha memejamkan matanya, ketika Minho ingin menciumnya, Minho berbisik,”ikuti saja..aku tidak akan macam macam padamu..”
” uh,” jawab Areum dalam mata terpejamnya.
Minho lalu menciumnya.. yang lain malah terperangah..

“whoah.. ini sih bukan ciuman acting.. tapi beneran pacaran,” kata Ik Soon. Yang lain juga terperangah. Minho benar benar mencium Areum sangat lama dan dalam..
Il Chun juga jadi terperangah,”ini actingnya.. totalitas sekali, Minho”
Lalu Minho pun menghentikannya, Areum membuka matanya pelan pelan..
”kamu benar benar pacarku yang hebat.. aku ada hadiah untukmu,” senyum Minho
Areum malah jadi malu sekali karena wajah Minho masih di dekatnya
”Cut! Areum kenapa sih kamu masih malu begitu??,” teriak Il Chun
Areum menoleh pada Il Chun,”ah.. mian haeyo..,”
” ulangi yang tadi.. ,” lanjut Il Chun
”ci.. um..an la..gi??,” Areum panik duluan
”iya.. memang kenapa??,” Il Chun Tanya balik
Minho memegang tangan Areum,”sudah.. mulai lagi”
“ekh..,” Areum berusaha minta dilepaskan…,”menyebalkan.. menyebalkan!,” dia sedikit menghentakkan kakinya...tidak suka...
”ayo ulangi!,” kata Il Chun
“ya.. baik,” balas Minho

”1..2..3,” kata Il Chun
Minho melakukan lagi.. Areum benar benar enggak siap..
”cut.. cut.. cut!!!,” Il Chun kesal.
“kenapa sih, hah??,” katanya kesal pada Areum
Minho menarik tangannya Areum,”kamu kenapa??,”
“aku gak bisa,” balas Areum, singkat
”ikuti saja alurku,” kata Minho lagi
”kamu brengsek,” jawab Areum
“ah.. lagi lagi.. habis ini..semua harus sudah bisa,” keluh Minho. Dia lalu menarik lagi tangan Areum di hadapan Il Chun
“sehabis ini..aku jamin dia bisa,” kata Minho pada Il Chun
” ulangi.. payah.. padahal waktu kita singkat,” gerutu Il Chun
Minho kembali mengulangi adegan yang tadi..Areum terpaksa menurutinya.
Tapi lagi lagi.. semuanya merasa itu bukan sekedar acting.. karena Minho sangat menjiwai..
” umm,” suaranya ketika selesai mencium Areum, lalu dia pasang senyum manis lagi
”kamu benar benar pacarku yang hebat.. aku ada hadiah untukmu,Imja,” senyum Minho
Areum ternyata masih merasa malu..
”Cut!! Aduh Areuuummm..............aku mesti bilang apaaaaa???,”Il Chun kesal banget.
”dibuat agak malu malu saja,” kata Minho,”bagus kok”
”bagus darimana..??,” gerutu Il Chun
”ambil lagi...adegan yang tadi!,” teriaknya lagi
Minho menggaruk garuk kepalanya, Areum panik lagi.
”ayo dong.. kerja sama denganku..supaya cepat selesai..,” keluh Minho pada Areum
Areum cemberut. Dia benar benar tidak bisa dengan adegan itu.

”aa..aku minta maaf ya, Il Chun,” kata Minho,”sekali lagi pasti bisa”
”kamu cuma butuh pejamkan mata saja dan lalu membuka mata tanpa rasa malu...itu saja..ngerti kan??,” kata Minho pada Areum
”aku benci semua ini,” jawab Areum malah berbeda
”semakin kamu benci..semakin tidak selesai juga,” senyum Minho, lalu dia menarik lagi tangan Areum dan bilang pada Il Chun,”sudah...ini yang terakhir ya!”
”terakhir...jangan sampai take ratusan kali...itu modus namanya,” keluh Il Chun
Minho senyum sama perkataan Il Chun.
” ulangi sekali lagi tanpa rasa malu,” kata Il Chun.
”siapkan dirimu,” senyum Minho. Areum menunduk lemas, mengiyakan.
”aku benci ini,”katanya bersuara pelan, Minho mendengar.
”semakin kamu benci..semakin tidak selesai,” jawab Minho, kalem.
”menyebalkan,”keluh Areum lagi

”kali ini pasti bisa,”kata Minho berjanji pada Il Chun
”ya..kalau gak bisa..biar kalian ciuman ratusan kali..,” keluh Il Chun
Minho malah tertawa,”kesempatan untukku dong?,”candanya.
”tidak lucu,” keluh Areum. Minho menoleh dan senyum padanya.
Il Chun lalu berteriak,”siap? Take...action!,”
Areum mengambil nafas panjang, dia menyiapkan dirinya.
Adegan terulang lagi. Il Chun, Ugi, Ik Soon, Chul Sam, Duk Young malah bengong.
“aku makin tidak bisa bedakan…apa Minho cium dia dengan perasaan atau hanya pura pura??,” kata Il Chun
Ugi mengangguk,”seperti dengan perasaan”
Selesai Minho menciumnya, Areum membuka matanya lalu tersenyum.
”kamu benar benar pacarku yang hebat.. aku ada hadiah untukmu,” senyum Minho,”supaya semua ion mu tergantikan”
Minho lalu mengeluarkan botol ”gold apple” itu dari tas selempangnya
”apa ini??,” senyum Areum
”ini ”gold apple”, minuman isotonik.. sehabis kerja, olahraga...capek..aku minum ini..cairan tubuh bisa tergantikan..rasanya segar dan enak banget..coba deh,”Minho menyodorkan pada Areum
Areum menerimanya dengan senyum, lalu minum.
”bagus,” gumam Il Chun
”wah..iya..rasa pinneaple nya segar banget,” kata Areum
Minho minum dari kaleng yang berbeda,”segar kan??mulai sekarang..kalau kamu lelah dan capek habis olahraga, minum ini saja..cepat mengembalikan ion tubuh kita”
Areum mengangguk,”hu um..menyegarkan..”
Minho minum lalu menempelkan botolnya yang dingin ke pipi Areum, Areum tertawa
Minho juga ikutan tertawa
”CUT!! BUNGKUS!,” kata Il Chun

”huff...latihan yang lama sekali...,” keluh Minho
”pacarmu sih..lama sekali untuk adegan itu saja,”jawab Il Chun
”kamu ciuman serius sekali deh..terbawa perasaan ya??,” ejek Ugi
Minho berkilah,”ah..enggak kok..kata siapa??bukannya kalian juluki aku Dewa Kissing ya?? Jadi ya aku apa adanya saja acting”
”beneran?? Kok seperti menjiwai sekali??apa karena sama pacar??,” Ik Soon penasaran
anieyo..sama sekali enggak,” balas Minho, agak bete dipaksa mengaku.
Geum Yi datang ke ruangan, lalu tepuk tangan, ternyata dia melihat dari jauh..
”wah..hebat.. acting bagus sekali,” katanya menghampiri Areum
”Areum..aku minta maaf ya??,” dia lalu menunduk hormat
”kenapa??,” Areum heran

”aku...belum temukan apartment untuk sewa..jadi..kamu tinggal bersama Minho malam ini lagi,” Geum Yi menunduk nunduk minta maaf
”Apa???,” Areum panik sendiri,”aku enggak bisa”.
Yang lain malah membully,”wah..semakin mesra saja”
“besok kan harus pagi pagi kita pergi ke Jeju,” kata Geum Yi,”jadi lebih baik kalian tinggal bersama dulu saja.. biar enggak ada yang terlambat,”
”iya.. gwaenchanh-a.. no problem,” balas Minho santai
Mueos??naleul wihae munjeibnidaaa, ayaaa...,” Areum benar benar mengeluh, dia tidak mau malam ini tinggal satu apartment dengan Minho
Minho cuma senyum, lalu jahilnya keluar lagi,”tapi kan.. kita jadi bisa bersama loh, heoni.. enggak kangen sama aku ya??”
Areum benar benar bete kalau cowok itu kumat lagi isengnya

Di dalam apartment Minho..
”aku tidur di sofa saja,” kata Areum, dia duduk diam agak menunduk
”enggak usah.. tidur saja di kamarku.. aku yang disini,” jawab Minho, dia lalu masuk kamarnya dan keluar sudah ganti baju tidur. Dia duduk santai lalu menonton tv, di sebelah Areum yang masih diam saja
”loh..kenapa kamu enggak ke kamarku??,”
Areum masih diam.
”kalau mau makan..kamu bisa masak sendiri,” kata Minho lagi, dia asik ngemil buah yang ada di depannya sambil nonton drama.
”sudah..memang kamu gak lapar??,” tanya Minho lagi.. Areum masih diam duduk mematung.
Minho lalu bangun dan ke dapur, dia ambil minum, duduk disana.
Areum baru masuk kamar Minho lalu dia keluar dengan baju tidur dan ke dapur juga.

”mau masak??,” tanya Minho
Dia mengangguk, membuka kulkas. Lalu masak seperti biasa. Minho memperhatikan saja.
”eh..sepertinya enak juga.. harum,” Minho malah bangun dan berdiri disamping Areum yang sedang memasak.
Areum langsung agak bergeser sedikit.
”kenapa??,” tanya Minho
”enggak,” jawabnya singkat
”kamu buat apa??sepertinya enak banget,” senyum Minho
”kue susu,” balas Areum singkat
”aku minta ya,” Minho senyum lagi, lalu ke ruang depan lagi dan nonton tv
Areum memperhatikan dari dapur, Minho yang masih asik nonton tv sambil ngemil buah.
Tak berapa lama, Areum keluar dari dapur dan berdiri di depannnya sambil membawa piring kue,”sudah matang”, katanya singkat
”taruh dong di sini,” Minho menunjuk nunjuk pada meja.
Areum menaruhnya,tapi masih berdiri.
Minho menengadahkan kepalanya,”ngapain berdiri??memang gak capek? Duduk”
Areum duduk disampingnya.
”aku coba ya??sepertinya enak,” kata Minho mengambil kue pie susu yang dicampur dengan sayuran
tasty...enak,” kata Minho mengunyah nguyah, lalu dia senyum,”eh..aku bagi resepnya ya..siapa tahu aku bisa buat”
Areum cuma mengangguk.

”kamu kenapa??,” tanya Minho lagi
”takut ya... tinggal sama aku malam ini??santai..aku biasa saja kok,”
Areum cuma menggeleng, lalu dia makan kue nya.
”sepertinya kamu kaku banget deh tadi latihan acting..bahaya kalau kamu lama belajar,” kata Minho lagi.
Areum masih saja diam
”memang kamu begini ya..kalau gak suka orang?? Mana bisa kalau gitu mau jadi terkenal?,” tanya Minho lagi
”aku memang gak ingin jadi terkenal kok..semua gara gara permainanmu,” jawab Areum
Minho menoleh,”itu karena kamu iseng duluan sama aku..iya kan?? Aku harus kerja, kamu malah gigit bibirku”
”aku gak bermaksud begitu kok..semua kan gak sengaja!,” bantah Areum
”tapi perawatan ku mahal.. ini semua aku dapat dari uang kerja,” Minho menoleh padanya
”aku sudah ganti kan?? Masih ada masalah??,”
”enggak,” jawab Minho singkat.
”lalu..kenapa masih menjahiliku??memang sudah sifatmu yang enggak mau kalah ya??,” Areum tanya balik
”siapa yang jahil sama kamu??aku cuma sandiwara kok.. supaya semuanya cepat beres,” jawab Minho santai, dia menoleh lagi ke tv sambil mengunyah kue.
”menyebalkan,” gerutu Areum
Minho tidak menanggapi gerutuannya, dia malah asik nonton tv.

Tapi, lalu dia menoleh,”kenapa kamu kalau acting ciuman kaku sekali??”
Areum kaget dengan pertanyaan itu, wajahnya langsung serasa ditampar menjauh dari Minho,”heeeeehh??”
”jawab aja..gak usah malu.. kamu pasti cuma ciuman sama aku aja seumur hidupmu..gak sama cowok lain..aku bisa ngerasain kok”
”ekh.. cowok sok tahu,” gerutu Areum
”aku bisa bedakan kok..mana yang baru,mana yang biasa,” kata Minho lagi
”brengsek..apa semua cowok model se brengsek dan menyebalkan seperti kamu??,” jawab Areum
”aku memang brengsek sih..tapi aku bisa bedakan.. itu makanya aku heran..,” Minho masih terus saja berekspresi santai menjawab makian Areum
”kamu saja yang genit.. terbiasa cium cewek,” Areum menyerang dia lagi
”aku gak pernah pakai perasaan kok..kalau sama mereka..,” balas Minho, santai, dia mengubah channel tv jadi musik, lalu iseng bernyanyi nyanyi.
”menyebalkan kenal dengan cowok macam kamu,” gerutu Areum lagi
”nanti juga akan terbiasa..kamu terlalu naive,” balas Minho
Dia lalu menoleh pada Areum,”kue nya enak..gomambseubnida

Areum berdiri,”aku mau tidur.. annyeonghi,” katanya, lalu masuk kamar Minho.
”ya..have a good sleep,” balas Minho
Tak berapa lama.. Minho pun tidur di sofa..
Tengah malam.. Areum keluar untuk minum.. dia melihat posisi Minho tidur yang menekuk seperti bayi sedang melingkar..
”sepertinya kedinginan.. ini masih musim semi yang dingin,” kata Areum dalam hatinya. Dia masuk kamar lalu malah mengambil selimut
Pelan pelan tanpa terdengar suara, dia melebarkan selimut untuk Minho yang memang agak kedinginan
”cowok menyebalkan.. nanti kamu masuk angin loh..,” katanya. Dia mematung sejenak berjongkok di depan Minho, lalu pergi masuk kembali ke kamar Minho dan tidur

Bersambung ke part 9...