Starring: Lee Minho, Jung YoungHwa
“Eomma..aku terpaksa mulai malam ini tidak
lagi tinggal di kampung,” kata Areum memulai pembicaraan dengan ibunya
“jadi…kamu akan jadi orang Seoul??Aigoo... Eomma bangga sama kamu,
Areum!,” ibunya bukan sedih malah senang
”sekarang kamu dimana??,”
Areum ragu menjawab,”euh.. uh.. di
apartment nya Minho, Eomma”
Ibunya kaget,”apa?? Jadi kamu satu
apartment dengan Namjachingu mu itu??
Kalian tidur bersama??,”
Areum
jadi panic, takut ibunya berpikiran macam macam,”Eomma.. tenang dulu.. aku gak tidur dengan Minho atau
siapapun,”
”Eomma.. Minho meminjamkannya pada ku
malam ini.. besok, aku sudah punya sewa sendiri,”
Ibunya mengelus dada,”haaahh.. eomma
khawatir kamu macam macam dengannya.. ingat, Areum.. Seoul kota besar dan Eomma masih bersifat konservatif
terhadap mu,”
”aku mengerti, Eomma.. dia tidak akan bisa
macam macam padaku,”
”jadi.. kamu besok sudah mulai bekerja??”
Areum mengangguk,”iya, Eomma.. aku minta
dukungan Eomma.. aku tidak bisa balik ke kampung sampai 6 bulan ke depan, mian haeyo,”
”Eomma senang sekali.. mestinya Eomma
bawakan Minho kue dan permen susu buatan ayahmu,”
”Disini.. apartmentnya rapi sekali,
Eomma.. makanannya juga sehat sehat.. Minho banyak menyimpan buah dan sayur di
kulkasnya,” ternyata Areum membuka isi kulkas.
Ibunya malah tertawa cekikikan,”besok kamu
masak untuknya.. ingat loh..
Eomma setuju kamu pacaran dengan nya, Areum,”
”aduh Eomma.. aku kan bukan pacarnya,”
keluh Areum lagi. Dia memang kesal kalau ibunya ungkit-ungkit lagi masalah itu
”kamu ini terlalu berpura pura pada Eomma
dan Appa.. waktu syuting
kentara sekali kalian ini saling suka,”
”argh.. Eomma kenapa sih.. menyinggung itu
lagi?? Aku belum pernah ciuman sama cowok..,” jawab Areum dengan nada kesal
”jadi..selama ini kamu sempat pacaran
dengan Sim itu..belum pernah ciuman??,” ibunya tanya dengan vulgar
”belum.. Eomma ini ah,” jawab Areum dengan
agak malu malu
”jadi.. Minho dong.. yang pertama kali
cium kamu??aigooo..eomma jadi
membayangkan pastinya romantis,”
”ekh.. Eomma ini terlalu mengkhayal!,”
balas Areum judes
”ya..baiklah..baiklah..eomma akan datang
besok dengan Jun Woo membawa semua keperluanmu..beritahu saja dimana
alamatnya..nanti kami mencari,”
Esoknya....
Minho datang ke apartmentnya, menjemput
Areum..dia masuk dengan cueknya..
”apa apartmentku baik baik saja??,” dia
membuka kulkas dan meminum susu kotak
”kamu tidak makan??,” katanya lagi
Areum menggeleng. Dia malas makan, gak
enak kalau menghabiskan isi kulkas.
”masih lama.. duduk saja dulu,” kata Minho
lagi
Mereka duduk di ruang makan. Ternyata
malah Minho membuatkan sarapan pagi.
”dimakan,” katanya santai lagi
Areum agak malas juga menyentuh toast bread
yang dilapisi selai jeruk, tapi perutnya keroncongan sedari malam belum makan,
akhirnya dia makan juga pelan-pelan.
”kok sepertinya kamu takut banget sama
aku??,” tanya Minho, santai sambil makan.
”enggak.. kata siapa??,” jawab Areum, dia
mengiris iris roti
”eh..kok dia bisa masak juga ya??aku pikir
cuma bisa dandan aja,” kata hatinya Areum.
Minho tidak menjawab, dia teruskan saja
makannya.
Tak berapa lama,”sudah baca kontrak kan
kemarin??kita bekerja sampai 6 bulan ke depan..,” Minho memulai lagi pembicaraannya
”iya,” jawab Areum singkat. Dia malas
ngobrol.
”apa Geum Yi sudah telepon kamu lagi??,”
Areum menggeleng.
”eh..kaku sekali cewek ini ternyata..sudah
judes, kaku juga,” kata hatinya Minho
Minho akhirnya berdiri,”makanku selesai,”
dia membawa piringnya dan ingin mencuci sendiri. Areum ikutan berdiri.
”aku saja yang mencucinya,” kata Areum
”thanks,” jawab Minho singkat, dia lalu ke
ruang depan, menonton tv pagi
Areum mencuci piring agak lama, dia malas
bicara, sengaja mengulur waktu.
”jam 8 kita berangkat,” kata Minho dari
ruang depan
”Ya,” balas Areum singkat, masih di dapur
Ruangan senyap sekali, Minho menonton tv,
Areum masih saja asik di dapur.
”eh.. sudah jam 8.. ayo berangkat!,”
teriak Minho dari depan
Areum menuju depan, dia mengambil sepatu
di rak.
Ketika ingin memakai sepatu kiri, dia
malah jadi gak seimbang.
”eh...aduh!,” suaranya terdengar lagi,
hampir jatuh terpeleset
Minho malah memegang lengan bagian atasnya
Areum supaya dia tidak jatuh
”gwaenchanh-na...kamu..
enggak apa apa kan??,”
Areum
menggeleng..,”ani..i am okay,” dia
langsung sigap berdiri
“terkadang
licin sekali,” Minho malah menggerak gerakkan
kaki kanannya seperti mengepel lantai,”ah.. licin.. aku lupa mengepel kemarin”
“sebentar…ada yang aku lupa..,” katanya
lagi.. dia lalu masuk kamar sebelahnya
Areum agak sedikit mengintip, karena
memang Minho tidak menutup kamar tersebut selagi dia mengambil sesuatu
”rapi sekali kamar itu,” kata hatinya Areum
”eh?? Koleksi kosmetiknya banyak sekali...
aigoo.. benar benar cowok cantik!,” lanjutnya lagi, masih
dalam hati.
Areum malah penasaran dan dia malah
membuka sepatu lagi dan dekat dengan kamar Minho. Ternyata Minho sedang
berdandan, memakai alas bedak/foundation, control color cream, eyeliner,
sedikit tipis eye shadow, merapikan alisnya, bedak powder dan lipgloss.
Areum melihatnya dari luar kamar.. Minho
langsung sadar karena melihat dari kaca.
”Museun
il-iya??,” tanya Minho, agak mengenyitkan dahinya, melihat Areum dari balik
kaca.
”mugachiham...ah..enggak..,”
jawab Areum jadi agak gugup
Minho malah senyum dari balik kaca, tapi
agak sinis lagi,”belum pernah lihat cowok dandan ya?? Masuk saja.. kamarnya gak
dikunci kok,”
Di dalam dilihatnya Areum, ruangan itu
tidak ada tempat tidur, hanya ada meja rias di depannya berjejer alat alat kosmetik
beberapa merk, lalu ada lemari buku buku dan juga meja untuk membaca...dan..
lemari pakaian..
”c’mmon
in,” kata Minho, menyuruhnya masuk
Areum masuk dengan agak ragu.. dia melihat
ruangan kecil tersebut.
Minho malah melihat Areum dari atas ke
bawah, dia lalu memencet botol body losion, membalurkannya ke tangannya
“kamu.. gak pernah dandan ya??,” katanya
santai, sambil terus membalurkan body losion
Areum cuma melihat Minho
”nih.. pakai,” Minho menyodorkan body
losion kepunyaannya itu
Areum melihatnya dengan sedikit aneh,dia
agak sedikit menjauh dari Minho
”kenapa?? Gak mau??,” tanya Minho
Areum cuma menggeleng.
”pantas saja kulitmu jelek sekali... kusam,”
balas Minho, enteng.
Lalu dia sedikit bernyanyi nyanyi dan
memakai body mist di beberapa bagian tubuhnya
”cowok ini.. pedandan sekali,” Areum hanya
melihatnya saja
Tapi Minho balas melihat,”bilang saja
kalau mau pakai punya ku.. tapi kebanyakan ini khusus untuk cowok.. ya tapi
kalau green tea sih.. semua bisa pakai.. unisex,” katanya, kalem
”kita harus pergi.. tunggu siapa lagi??,” tanya Areum
”Geum Yi.. katanya dia mau kesini dulu..sekalian
lewat,” kata Minho santai.. lalu dia keluar kamar itu.. Areum mengikutinya dari belakang..
Tak berapa lama, bel terdengar, Minho
membuka pintu..
”yaa... joh-eun achim, chingu!,” ternyata Geum Yi yang datang dengan wajah
ceria
”oh.. langsung kita pergi??,” tanya Minho
balik, ketika membuka pintu
”bagaimana malam kalian.. asik??,” Geum Yi
malah tanya yang aneh
Areum langsung melihat Geum Yi dengan
tatapan agak menyinyir.
”asik dong... ayo pergi,” balas Minho,
santai pada staff talenta itu, dia malah menggandeng tangan Areum keluar
ruangan.
”aduh..iri sekali kalau lihat Minho
pacaran loh, Areum,” kata Geum Yi, repot sendiri, mereka berjalan menuju lift
”aduh.. ini cowok apa apaan sih?? Aku gak
mau digenggam, euh,” keluh hatinya Areum, dia tidak menanggapi perkataan Geum
Yi.
Dia pelan pelan menarik tangannya, memberi
tanda pada Minho kalau dia tidak suka digenggam tangannya, tapi Minho malah
cuek.
Selama di lift, sama sekali Areum menoleh
pada ruang kosong, sementara Geum Yi masih asik bicara sendiri.
”kalian nanti kota pertama justru bukan
Seoul.. tapi ke Jeju dulu,” kata Geum Yi
”berapa lama disana??,” tanya Minho
”3-4 hari.. kalian sekalian syuting loh,”
jawab Geum
”eh?? Syuting lagi??,” Areum menggaruk kepalanya
”loh.. kamu memang enggak baca
kontraknya??,” tanya Geum, heran
”ah..eh..lupa,” balas Areum, kaku
”lupa atau lupa?? Nanti banyak adegan
mesra nya loh...pas banget..kalian kan pacaran,” goda Geum
”aduh.. mampus deh,” keluh Areum,”cowok
genit ini sih.. maunya, huh!”, dia jadi menggerutu
Minho senyum mendengar perkataan Geum soal
syuting di Jeju. Mereka keluar apartment langsung meluncur ke gedung talenta.
”besok..sudah harus siap ke Jeju..kita
berangkat pagi,” kata Kwang
”apa?? Besok??,” Areum malah kaget sekali
”kenapa?? Kejar setoran loh.. kalian ini..
oh iya.. ini script nya ya..sukur sukur kalian mau latihan bersama.. konsepnya
seperti drama,” Kwang memberikan dua berkas. Minho mengambil dan membaginya
pada Areum, dia serius membaca.
”gak usah terlalu serius, Minho.. kamu pasti bisa.. ini enggak terlalu susah,”
kata Kwang
”ada adegan berkelahinya,” kata Minho,
membaca serius
”itu tetap porsinya untuk pacarmu ini,”
senyum Kwang pada Areum
”kamu.. tingkat berapa?,”
”Hitam sabuk 2,” jawab Areum polos.
”wah..sudah bisa membunuh kamu kalau kamu
selingkuh, Minho,” canda Kwang..staff yang lain tertawa
”tidak akan aku dibunuh..dia cium
aku..pasti,” goda Minho.
Areum langsung bete berat kalau sudah dibercandain seperti itu, tapi dia diam
saja..aslinya mau menghajar Minho.
”tapi sebaiknya kalian latihan dulu
sebentar..,” kata Il-Chun
”uhm.. durasi sekitar 30 menit..
wah..wajar kalau sampai 4 hari kita disana,” kata Minho
Il Chun mengangguk,”ya..sekalian kita
nikmati indahnya Jeju, hehe.. cocok untuk yang sedang jatuh cinta”
Semua staff yang ada disitu tertawa. Areum
malah jadi mangkel, jutek sendiri, rasanya dia dibully tapi mereka santai
sekali.
”jadi.. siang ini latihan.. aku berikan
waktu untuk membaca, karena besok sudah harus pergi.. jadi hari ini latihan.. kalau sudah begini.. kita
harus cepat dan semangat,” kata Il Chun si pengarah gaya
”ini teman teman kalian..terutama untuk
kamu, Areum.. karena nanti
mereka akan berkelahi dengan mu,” lanjutnya lagi
Areum berdiri dan menunduk hormat pada
mereka,”annyeong haseyo,” senyumnya
”wah..mudah mudahan aku gak kena tendang
beneran sakit lawan kamu, Areum,” canda salah seorang cowok
”kamu pintar sekali pilih yeojachingu, Minho.. ,” kata salahsatu
cowok itu
Minho jawab dengan senyum,”aku kan gak
pernah salah pilih, hehe”
”ekh,”
gerutu Areum dalam hati
”ayo
latihan!,” kata Il Chun
”berpura pura saja Minho sedang menyetir
mobil,” kata Il Chun.. mereka latihan di ruangan yang besar, seperti lapangan
basket besarnya
”Kita sedang berada di sebuah pantai yang
indah,” Il Chun membaca skenario
”terus menyetir.. lalu berhenti
dipinggiran bibir pantai,” lanjutnya
”stop,” kata Il Chun. Minho lalu seperti menyetop
setirnya, lalu dia menoleh pada Areum, memegang tangannya Areum di dalam mobil
Minho lalu seperti keluar dari mobil, lalu
diikuti Areum
Minho berdiri di depan Areum, dia mengelus
elus poninya, lalu senyum padanya
Areum membalas dengan senyuman kembali.
”eh.. cut! Kurang mesra,” kata Il Chun
”kurang mesra???,” Areum heran
”ya..kamu yang kurang mesra.. senyummu kaku sekali,” balas Il Chun
Areum menggaruk kepalanya,”rasanya aku
tadi sudah tulus senyum,”katanya dalam hati
”ulang yang tadi,” kata Il Chun
Minho mengulang lagi dia mengelus poninya
Areum
”Eh.. kenapa aku jadi deg degan sama cewek
jelek ini??,” kata hatinya Minho
Areum diam saja ketika Minho mengelus poninya,
lalu dia senyum manis pada Minho.
”trus..
ceritanya Minho mau kiss Areum.. tapi keburu
tasnya lalu direbut sama cowok.. kamu, Ugi.. lekas rebut tasnya,” kata Il Chun
“Cut!,”
kata Il Chun,”aduh..susah amat sih kamu adegan begitu aja.. kan belum di kiss.. kenapa takut, Areum??”
“ya..
takut dong.. soalnya di depan banyak orang,” canda Ugi, yang akan adegan
melawan Areum. Yang lain tertawa keras.
“harusnya
gelap-gelapan ya?,” canda Minho pada yang lainnya, Areum langsung melihat wajah
Minho, yang lain meneruskan tawanya mendengar perkataan Minho .
“kenapa??masih
ingat yang kemarin?? Asik kok,” Minho jadi
berbisik padanya
“shut
up....cowok breng-sek,” kata Areum, galak.
Minho hanya membalas dengan senyuman.
”ayo ulangi lagi!,” teriak Il Chun
Minho pun mengulangi, dia mendekati Areum
lalu ingin menciumnya tapi tidak jadi, keburu Ugi merebut tasnya
”ah.. tasku!!,” teriak Minho, Minho pun
mengejar, tapi ternyata ada 3 orang teman Ugi yang juga menginginkan tas itu
dan malah berada di depan Areum
”mau apa kalian??,” Tanya Areum
“hey.. jangan ganggu dia.. dia pacarku!,”
teriak Minho
Tapi
salahsatu cowok memegang dagu Areum.. Areum langsung acting seperti menggampar Sim
Ik Soon,”jangan sentuh aku!”
“wah..
manis sekali ya??,” kata Ik Soon, lalu dia ingin memegang Areum, langsung dalam
latihan itu, Areum menangkis tangan Ik Soon dan beradegan memelintir tangan
cowok itu
Lalu
2 cowok yang lain ceritanya menyerbu Areum.. Minho yang berhadapan dengan Ugi ceritanya malah kalah. Ceritanya dia
terjatuh karena ditonjok Ugi.
“hiat… ciat!!,” Areum melawan 4 cowok itu
dengan berani, satu persatu dalam latihan itu ceritanya ambruk jatuh.
Minho sungguh terperangah lihat Areum
lincah menggerakkan kakinya beradegan berkelahi melawan 4 orang cowok.
Semua pun ceritanya tersungkur.. Areum
lalu merebut tasnya Minho yang ada di tangan Ugi,”ini tas pacarku..
kembalikan!!,” teriaknya
Il Chun terpesona dengan acting berkelahi
Areum yang total seperti menendang sungguh sungguh tapi pada dasarnya tidak
sama sekali mereka tertendang oleh kakinya.
”bagus sekali dia.. tapi kenapa kalau
acting ciuman malah kaku?? Aneh”, gumam Il Chun
Minho lalu berlari menuju Areum yang
ceritanya sudah mendapatkan tas Minho dari tangan Ugi
”terima kasih.. sampai kamu berkeringat,”
senyum Minho, lalu dia mengelap keringat yang ada di dahi Areum.
”aduh..
mampus.. acting kiss lagi,” keluh hatinya Areum
Yang lain jadi tertawa.. Il Chun malah
gerah..
”hai.. Areum.. kamu kenapa sih?? Takut
sekali ciuman dengan pacar sendiri!,” gerutu Il Chun..
”aku gak siap,” jawab Areum, berkilah.
”apanya yang tidak siap?? Kamu ini..,” Il Chun jadi sedikit marah
”ulangi,” lanjutnya lagi
”uh..,” Areum menggerutu, dia menarik nafas.
Minho malah senyum padanya,”gak apa.. ”
”berisik,” bisik Areum, kesal..
Minho lalu beradegan mengelap keringatnya
Areum lagi..
”terima kasih.. kamu sampai berkeringat
begini.. hebat sekali, Imja,”
kata Minho, adegan ulang..
Areum diam saja ketika Minho beradegan
mengelap keringat di dahinya..
Lalu.. lagi lagi dia deg degan ketika
Minho memegang pipinya.. akan menciumnya.
Areum berusaha memejamkan matanya, ketika
Minho ingin menciumnya, Minho berbisik,”ikuti saja..aku tidak akan macam macam
padamu..”
” uh,” jawab Areum dalam mata terpejamnya.
Minho lalu menciumnya.. yang lain
malah terperangah..
“whoah..
ini sih bukan ciuman acting.. tapi
beneran pacaran,” kata Ik Soon. Yang lain juga terperangah. Minho benar benar
mencium Areum sangat lama dan dalam..
Il Chun juga jadi terperangah,”ini
actingnya.. totalitas sekali,
Minho”
Lalu Minho pun menghentikannya, Areum
membuka matanya pelan pelan..
”kamu benar benar pacarku yang hebat.. aku
ada hadiah untukmu,” senyum Minho
Areum malah jadi malu sekali karena wajah
Minho masih di dekatnya
”Cut! Areum kenapa sih kamu masih malu
begitu??,” teriak Il Chun
Areum menoleh pada Il Chun,”ah.. mian haeyo..,”
” ulangi yang tadi.. ,” lanjut Il Chun
”ci.. um..an la..gi??,” Areum panik duluan
”iya.. memang kenapa??,” Il Chun Tanya
balik
Minho memegang tangan Areum,”sudah.. mulai
lagi”
“ekh..,” Areum berusaha minta
dilepaskan…,”menyebalkan.. menyebalkan!,” dia sedikit menghentakkan
kakinya...tidak suka...
”ayo ulangi!,” kata Il Chun
“ya.. baik,” balas Minho
”1..2..3,” kata Il Chun
Minho melakukan lagi.. Areum benar benar enggak siap..
”cut..
cut.. cut!!!,” Il Chun kesal.
“kenapa sih, hah??,” katanya kesal pada
Areum
Minho menarik tangannya Areum,”kamu
kenapa??,”
“aku gak bisa,” balas Areum, singkat
”ikuti saja alurku,” kata Minho lagi
”kamu brengsek,” jawab Areum
“ah.. lagi lagi.. habis ini..semua harus sudah bisa,” keluh Minho.
Dia lalu menarik lagi tangan Areum di hadapan Il Chun
“sehabis ini..aku jamin dia bisa,” kata
Minho pada Il Chun
” ulangi.. payah.. padahal waktu kita
singkat,” gerutu Il Chun
Minho kembali mengulangi adegan yang
tadi..Areum terpaksa menurutinya.
Tapi lagi lagi.. semuanya merasa itu bukan
sekedar acting.. karena Minho
sangat menjiwai..
” umm,” suaranya ketika selesai mencium
Areum, lalu dia pasang senyum manis lagi
”kamu benar benar pacarku yang hebat.. aku
ada hadiah untukmu,Imja,” senyum Minho
Areum ternyata masih merasa malu..
”Cut!! Aduh Areuuummm..............aku
mesti bilang apaaaaa???,”Il Chun kesal banget.
”dibuat agak malu malu saja,” kata Minho,”bagus
kok”
”bagus darimana..??,” gerutu Il Chun
”ambil lagi...adegan yang tadi!,”
teriaknya lagi
Minho menggaruk garuk kepalanya, Areum
panik lagi.
”ayo dong.. kerja sama denganku..supaya cepat selesai..,” keluh
Minho pada Areum
Areum cemberut. Dia benar benar tidak bisa
dengan adegan itu.
”aa..aku minta maaf ya, Il Chun,” kata
Minho,”sekali lagi pasti bisa”
”kamu cuma butuh pejamkan mata saja dan
lalu membuka mata tanpa rasa malu...itu saja..ngerti kan??,” kata Minho pada
Areum
”aku benci semua ini,” jawab Areum malah
berbeda
”semakin kamu benci..semakin tidak selesai
juga,” senyum Minho, lalu dia menarik lagi tangan Areum dan bilang pada Il
Chun,”sudah...ini yang terakhir ya!”
”terakhir...jangan sampai take ratusan
kali...itu modus namanya,” keluh Il Chun
Minho senyum sama perkataan Il Chun.
” ulangi sekali lagi tanpa rasa malu,”
kata Il Chun.
”siapkan dirimu,” senyum Minho. Areum
menunduk lemas, mengiyakan.
”aku benci ini,”katanya bersuara pelan,
Minho mendengar.
”semakin kamu benci..semakin tidak selesai,”
jawab Minho, kalem.
”menyebalkan,”keluh Areum lagi
”kali ini pasti bisa,”kata Minho berjanji
pada Il Chun
”ya..kalau gak bisa..biar kalian ciuman
ratusan kali..,” keluh Il Chun
Minho malah tertawa,”kesempatan untukku
dong?,”candanya.
”tidak lucu,” keluh Areum. Minho menoleh
dan senyum padanya.
Il Chun lalu berteriak,”siap? Take...action!,”
Areum mengambil nafas panjang, dia
menyiapkan dirinya.
Adegan
terulang lagi. Il Chun, Ugi, Ik Soon, Chul Sam, Duk Young malah bengong.
“aku
makin tidak bisa bedakan…apa Minho cium dia
dengan perasaan atau hanya pura pura??,” kata Il Chun
Ugi
mengangguk,”seperti dengan perasaan”
Selesai
Minho menciumnya, Areum membuka matanya lalu tersenyum.
”kamu benar benar pacarku yang hebat.. aku
ada hadiah untukmu,” senyum Minho,”supaya semua ion mu tergantikan”
Minho lalu mengeluarkan botol ”gold apple”
itu dari tas selempangnya
”apa ini??,” senyum Areum
”ini ”gold apple”, minuman isotonik..
sehabis kerja, olahraga...capek..aku minum ini..cairan tubuh bisa tergantikan..rasanya
segar dan enak banget..coba deh,”Minho menyodorkan pada Areum
Areum menerimanya dengan senyum, lalu
minum.
”bagus,” gumam Il Chun
”wah..iya..rasa pinneaple nya segar
banget,” kata Areum
Minho minum dari kaleng yang
berbeda,”segar kan??mulai sekarang..kalau kamu lelah dan capek habis olahraga,
minum ini saja..cepat mengembalikan ion tubuh kita”
Areum mengangguk,”hu um..menyegarkan..”
Minho minum lalu menempelkan botolnya yang
dingin ke pipi Areum, Areum tertawa
Minho juga ikutan tertawa
”CUT!! BUNGKUS!,” kata Il Chun
”huff...latihan yang lama sekali...,”
keluh Minho
”pacarmu sih..lama sekali untuk adegan itu
saja,”jawab Il Chun
”kamu ciuman serius sekali deh..terbawa
perasaan ya??,” ejek Ugi
Minho berkilah,”ah..enggak kok..kata
siapa??bukannya kalian juluki aku Dewa Kissing ya?? Jadi ya aku apa adanya saja
acting”
”beneran?? Kok seperti menjiwai
sekali??apa karena sama pacar??,” Ik Soon penasaran
”anieyo..sama
sekali enggak,” balas Minho, agak bete dipaksa mengaku.
Geum Yi datang ke ruangan, lalu tepuk
tangan, ternyata dia melihat dari jauh..
”wah..hebat.. acting bagus sekali,” katanya menghampiri Areum
”Areum..aku minta maaf ya??,” dia lalu
menunduk hormat
”kenapa??,” Areum heran
”aku...belum temukan apartment untuk
sewa..jadi..kamu tinggal bersama Minho malam ini lagi,” Geum Yi menunduk nunduk
minta maaf
”Apa???,” Areum panik sendiri,”aku enggak
bisa”.
Yang lain malah membully,”wah..semakin
mesra saja”
“besok kan harus pagi pagi kita pergi ke
Jeju,” kata Geum Yi,”jadi lebih baik kalian tinggal bersama dulu saja.. biar
enggak ada yang terlambat,”
”iya.. gwaenchanh-a..
no problem,” balas Minho santai
”Mueos??naleul
wihae munjeibnidaaa, ayaaa...,” Areum benar benar mengeluh, dia tidak mau
malam ini tinggal satu apartment dengan Minho
Minho cuma senyum, lalu jahilnya keluar
lagi,”tapi kan.. kita jadi
bisa bersama loh, heoni.. enggak kangen sama aku ya??”
Areum benar benar bete kalau cowok itu
kumat lagi isengnya
Di dalam apartment Minho..
”aku tidur di sofa saja,” kata Areum, dia
duduk diam agak menunduk
”enggak usah.. tidur saja di kamarku.. aku yang disini,” jawab
Minho, dia lalu masuk kamarnya dan keluar sudah ganti baju tidur. Dia duduk
santai lalu menonton tv, di sebelah Areum yang masih diam saja
”loh..kenapa kamu enggak ke kamarku??,”
Areum masih diam.
”kalau mau makan..kamu bisa masak
sendiri,” kata Minho lagi, dia asik ngemil buah yang ada di depannya sambil
nonton drama.
”sudah..memang kamu gak lapar??,” tanya
Minho lagi.. Areum masih diam duduk mematung.
Minho lalu bangun dan ke dapur, dia ambil
minum, duduk disana.
Areum baru masuk kamar Minho lalu dia
keluar dengan baju tidur dan ke dapur juga.
”mau masak??,” tanya Minho
Dia mengangguk, membuka kulkas. Lalu masak
seperti biasa. Minho memperhatikan saja.
”eh..sepertinya enak juga.. harum,” Minho
malah bangun dan berdiri disamping Areum yang sedang memasak.
Areum langsung agak bergeser sedikit.
”kenapa??,” tanya Minho
”enggak,” jawabnya singkat
”kamu buat apa??sepertinya enak banget,”
senyum Minho
”kue susu,” balas Areum singkat
”aku minta ya,” Minho senyum lagi, lalu ke
ruang depan lagi dan nonton tv
Areum memperhatikan dari dapur, Minho yang
masih asik nonton tv sambil ngemil buah.
Tak berapa lama, Areum keluar dari dapur
dan berdiri di depannnya sambil membawa piring kue,”sudah matang”, katanya singkat
”taruh dong di sini,” Minho menunjuk
nunjuk pada meja.
Areum menaruhnya,tapi masih berdiri.
Minho menengadahkan kepalanya,”ngapain
berdiri??memang gak capek? Duduk”
Areum duduk disampingnya.
”aku coba ya??sepertinya enak,” kata Minho
mengambil kue pie susu yang dicampur dengan sayuran
”tasty...enak,”
kata Minho mengunyah nguyah, lalu dia senyum,”eh..aku bagi resepnya ya..siapa
tahu aku bisa buat”
Areum cuma mengangguk.
”kamu kenapa??,” tanya Minho lagi
”takut ya... tinggal sama aku malam
ini??santai..aku biasa saja kok,”
Areum cuma menggeleng, lalu dia makan kue
nya.
”sepertinya kamu kaku banget deh tadi
latihan acting..bahaya kalau kamu lama belajar,” kata Minho lagi.
Areum masih saja diam
”memang kamu begini ya..kalau gak suka
orang?? Mana bisa kalau gitu
mau jadi terkenal?,” tanya Minho lagi
”aku memang gak ingin jadi terkenal
kok..semua gara gara permainanmu,” jawab Areum
Minho menoleh,”itu karena kamu iseng
duluan sama aku..iya kan?? Aku harus kerja, kamu malah gigit bibirku”
”aku gak bermaksud begitu kok..semua kan
gak sengaja!,” bantah Areum
”tapi perawatan ku mahal.. ini semua aku
dapat dari uang kerja,” Minho menoleh padanya
”aku sudah ganti kan?? Masih ada
masalah??,”
”enggak,” jawab Minho singkat.
”lalu..kenapa masih menjahiliku??memang
sudah sifatmu yang enggak mau kalah ya??,” Areum tanya balik
”siapa yang jahil sama kamu??aku cuma
sandiwara kok.. supaya semuanya cepat beres,” jawab Minho santai, dia menoleh
lagi ke tv sambil mengunyah kue.
”menyebalkan,” gerutu Areum
Minho tidak menanggapi gerutuannya, dia
malah asik nonton tv.
Tapi, lalu dia menoleh,”kenapa kamu kalau
acting ciuman kaku sekali??”
Areum kaget dengan pertanyaan itu,
wajahnya langsung serasa ditampar menjauh dari Minho,”heeeeehh??”
”jawab aja..gak usah malu.. kamu pasti
cuma ciuman sama aku aja seumur hidupmu..gak sama cowok lain..aku bisa
ngerasain kok”
”ekh.. cowok sok tahu,” gerutu Areum
”aku bisa bedakan kok..mana yang baru,mana
yang biasa,” kata Minho lagi
”brengsek..apa semua cowok model se
brengsek dan menyebalkan seperti kamu??,” jawab Areum
”aku memang brengsek sih..tapi aku bisa
bedakan.. itu makanya aku heran..,” Minho masih terus saja berekspresi santai
menjawab makian Areum
”kamu saja yang genit.. terbiasa cium
cewek,” Areum menyerang dia lagi
”aku gak pernah pakai perasaan kok..kalau
sama mereka..,” balas Minho, santai, dia mengubah channel tv jadi musik, lalu
iseng bernyanyi nyanyi.
”menyebalkan kenal dengan cowok macam
kamu,” gerutu Areum lagi
”nanti juga akan terbiasa..kamu terlalu
naive,” balas Minho
Dia lalu menoleh pada Areum,”kue nya
enak..gomambseubnida”
Areum berdiri,”aku mau tidur.. annyeonghi,” katanya, lalu masuk kamar
Minho.
”ya..have
a good sleep,” balas Minho
Tak berapa lama.. Minho pun tidur di
sofa..
Tengah malam.. Areum keluar untuk minum.. dia melihat posisi Minho tidur yang
menekuk seperti bayi sedang melingkar..
”sepertinya kedinginan.. ini masih musim
semi yang dingin,” kata Areum dalam hatinya. Dia masuk kamar lalu malah
mengambil selimut
Pelan pelan tanpa terdengar suara, dia melebarkan
selimut untuk Minho yang memang agak kedinginan
”cowok menyebalkan.. nanti kamu masuk
angin loh..,” katanya. Dia mematung sejenak berjongkok di depan Minho, lalu
pergi masuk kembali ke kamar Minho dan tidur
Bersambung ke part 9...