Pagi sehabis badai justru matahari muncul
dengan cerahnya..Minho bangun dan yang pertama kali dilihatnya adalah wajah
Minhyo yang masih tidur disampingnya..
Dia memegang megang pipinya Minhyo,”aigoo..demamnya
sudah tidak ada..syukurlah”
“cantik banget dia kalau sedang
tidur,”katanya lagi
Lalu matanya menerawang ke langit
langit,”apa...aku ceraikan saja chan chan dan nikah dengan shin
minhyo?,”katanya dalam hati,”aku yakin..malah aku bisa dapat anak dari dia”
Minho lalu tidur lagi dan malah memeluk
Minhyo..
Sementara chan chan dirumah sibuk sekali
terus menelepon suaminya, Minho.. tapi sama sekali tidak ada jawaban
“teleponnya mati.. kemana suamiku??,” dia
cemas sekali
“Minho belum pulang daritadi malam?,” kata
Ibunya Minho sendiri, di ruang makan
“belum, Eomma.. aku bigung,” chan chan
wajahnya sangat cemas sekali
“coba caritahu dari manager semua usaha
dan juga dari beberapa teman akrabnya..,” balas Ibunya
“teman akrab..apa..suamiku punya teman
akrab?,” tanya chan chan
“apa..dia tidak cerita sama kamu?,” tanya
ibunya lagi
Chan chan belum ingat,”sepertinya
ada..tapi aku tidak menyimpan no teleponnya”
“hubungi para managernya.. kalau dia ke
salahsatu usahanya, pasti managernya ada yang tahu,” balas Ibunya..
Tak berapa lama.. chan chan kembali
menghampiri ibunya Minho..
“tidak ada, eomma.. semua manager bilang,
kemarin tidak ada meeting dengan suamiku,”
“Minho berbohong?,” kata ibunya
heran,”tidak pernah dia berbohong padaku”