This is me....

Tampilkan postingan dengan label Sepeda Kita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sepeda Kita. Tampilkan semua postingan

Kamis, Agustus 13, 2015

Sepeda Kita (part 5: Kyung Soon...)

Cerita ini hanya imajinasi saja.. jangan dimasukkan ke hati banget...

Pemain imajinasi: Lee Minho, Lee Kyung Soon, Lee Chin Ho,Hwang Yu Ri, Go Young Chul, Ryu Ji Won, Bibi Hwang, Bu Guru Kang.

Sore itu Minho masuk kerja. Dia lekas berlari ke tempat kerjanya itu supaya tidak terlambat. Dilihatnya, teman satu shift nya sudah mau selesai.
”loh.. sepeda kamu mana, Minho?,” tanya Jin Hyuk, teman satu shift nya untuk kasir sebelah.
”rusak, hehe,” balas Minho singkat, sambil cengengesan seperti merasa tidak bersalah.
”rasanya sepedamu masih bagus.. ,” ujar Jin Hyuk.

Senin, November 03, 2014

Sepeda Kita (part 4: Apa Masih Bisa Kudapat Beasiswanya?)

Minho malam itu bicara dengan Bibi Hwang, kalau dia ingin meminjam uang supaya bisa membeli sepeda barunya yang dirusak anak-anak murid lain disekolahnya. Hwang kaget dengar berita itu dan dia juga melihat wajah Minho ada bekas pukulan, antara biru lebam dan merah.
”Siapa yang pukul kamu, anakku??,” katanya meraba pipi Minho yang lebam
”gak apa, bibi.. aku gak kesakitan kok,” Minho bohong pada orangtua angkatnya itu.
”kita ke dokter saja, nanti takut pukulan ini jadi luka dalam,” kata Bibi Hwang, khawatir.
”gak apa, Bibi.. aku cuma mau pinjam uang bibi.. bulan depan aku dapat gaji, aku janji bayar.. sepeda ku rusak, tidak bisa dibetulin lagi,” kata Minho menunduk. Dia enggak enak hati dengan tetangga yang sudah menganggap diri dan kedua adiknya itu sebagai anaknya sendiri semenjak kedua orangtuanya meninggal. Minho sangat menghormati Paman dan Bibi Hwang karena mereka memang tetangga yang baik, ramah dan penolong sejak orangtua Minho masih hidup.
Hwang lalu masuk ke dalam kamarnya dan kembali duduk di depan Minho dengan membawa uang puluhan ribu ₩on, dia mengepalkan uang itu ke tangan Minho,”ini.. pakai uang Bibi.. gak usah diganti.. kamu memang butuh sekali beli sepeda baru..daripada kamu harus naik bus ke sekolah”

Minggu, Maret 23, 2014

Sepeda Kita (part 3: Yu Ri itu anak pemilik Boss Retail)

Minho esoknya sudah mulai bekerja dari jam 4 sore sampai jam 11 malam. Awalnya Kyung Soon sangat tidak suka karena dia tidak bisa dibacakan dongeng oleh Oppa (kakak lelaki-red) nya sendiri... tapi kemudian Minho memberikan pengertian padanya kalau dia memang butuh bekerja agar kakaknya itu bisa membelikan Kyung Soon makanan dan susu untuk kesehariannya.
Hari pertama Minho bekerja, ketika dia pulang, dia masuk kamar adiknya dan memandang dengan tatapan mata yang lembut. Dia benar-benar sayang dengan adiknya tersebut, mengelus kepalanya saat Kyung Soon tertidur.
”aku ingin kamu menjadi adik yang baik, walau orangtua kita tidak lagi bersama kita disini... tetapi aku yakin, kamu pasti jadi adik yang baik, Kyung Soon.. aku percaya itu,” kata Minho ketika dia tersenyum lalu membenarkan letak selimut yang berada ditubuh adiknya.
Minho lagi lagi bicara sendiri,”aku membayangkan kamu menjadi adik yang manis, sedikit pemalu, menurut padaku dan tidak memberatkanku”

Minggu, Maret 16, 2014

Sepeda Kita (part 2: Mulai Mencari Kerja)

Malam tiba.. bibi Hwang kembali mengantarkan makanan pada mereka..
”sekolah kalian.. bagaimana??,” tanya Bibi Hwang
”baik, bibi..,” balas Minho
Chin Ho mengangguk.
”apa.. kalian akan ada ujian??,”
Chin Ho menggeleng,”Ujiannya, bulan depan, bibi”
”sama,” balas Minho
”sudah seminggu lebih kalian ditinggalkan.. ,” kenang bibi Hwang. Mereka memang bertetangga baik, sehingga bibi Hwang yang tidak punya anak menganggap mereka sebagai anak anaknya juga.
”Kyung Soon.. tinggal bersama bibi saja ya??,” senyumnya
”aku.. tidak mau.. aku biasa tidur mendengar dongeng Oppa Minho,” jawab Kyung Soon polos
”Maafkan kami, bibi..,” balas Minho
Bibi Hwang senyum saja. Dia faham, anak kecil memang tidak bisa dipaksa.
”bagaimanapun.. Kyung Soon butuh orangtua.. Bibi bersedia kalau dia akan bibi asuh.. bibi akan sekolahkan dia.. sebentar lagi.. dia akan sekolah TK bukan??,”
Minho mengangguk.
”biaya sekolah tidak kecil, Minho.. jadi.. tolong biarkan bibi bantu salahsatu adikmu,” tambah bibi Hwang lagi

Rabu, Januari 08, 2014

Sepeda Kita (part 1: Berjuang sendiri untuk adik adik)

Minho berdiri di depan dua buah peti mati yang berwarna hitam. Dia tidak bisa lagi mengeluarkan air matanya. Sama sekali tidak menangis memandang dua peti mati tersebut. Sementara dua orang anak kecil lelaki dan perempuan memeluk pinggangnya dan menangis kencang.
”Appa.. jangan matiiii.. Eomma.. jangan matiii,” kata anak kecil perempuan itu menangis menjerit jerit. Dia memukul mukul peti mati ayahnya, Minho mencegah adiknya meraung raung.
”sudah, Kyung Soon.. appa dan eomma gak bisa hidup lagi.. sudah!,” dia lalu memeluk erat adiknya supaya tidak melakukan hal buruk lagi di depan para pelayat.
Sementara, dirumah duka itu banyak berdatangan para pelayat. Mereka begitu sedih melihat ketiga anak itu menjadi yatim piatu dalam usia muda. Minho baru berusia 15 tahun, kelas 1 SMA. Adik lelakinya Chin Ho berusia 10 tahun dan adik perempuannya Kyung Soon berusia 4 tahun.
Chin Ho hanya menangis saja.. dia sangat terpukul dan menutupi wajahnya dengan kain hitam,tanpa bersuara apa apa, walau banyak ibu menghiburnya.