Cerita ini hanya imajinasi saja kok.. jangan dimasukkan ke hati banget...
Pulang dari mengantarkan Hyo Rin sampai
gerbang, Minho bermain-main dengan Myong sambil menulis not lagu. Dia bergumam-gumam
di depan piano klasiknya yang besar itu sambil mencari nada yang pas untuk lagu
nya itu.
”na.. na.. na.. tring.. tring..tring,”
suara gumam dari mulutnya keluar bersamaan dengan not balok. Myong hanya
menggonggong saja.
”Museun
il-iya??,” tanya Minho pada anjingnya itu.
Myong lalu pergi ke pojokan kamar Minho
yang besar itu, menggigit sesuatu. Ternyata Myong mencuri sesuatu..... penjepit
rambut cewek!
Minho lalu berjongkok di depan Myong,” Aigoo.. kamu mencuri.. ini punya siapa...
Eonni??”, dia dua bersaudara dengan
kakak perempuan.
Myong hanya menggonggong.
”berisik sekali.. ini punya siapa??,”
tanya Minho lagi pada anjingnya itu, tapi Myong memang hanya menjawab dengan
gonggongan.
”sepertinya Eonni tidak punya ini??,”
katanya dalam hati. Dia melihat jepitan rambut sederhana warna biru muda. Kakak
perempuannya tidak suka warna biru, tapi warna pink.
”Eonni kan pecinta pink... jadi rasanya
tidak mungkin jepitan rambut dia,” pikir Minho lagi. Dia mengambil itu dari
depan Myong lalu berdiri lagi.
”Lain kali kamu tidak boleh mencuri..
nanti aku bilang Eomma... kamu bisa dikurung,” katanya menasehati Myong, lalu
kembali mencari not untuk lagu ciptaannya itu.
Myong hanya menunduk lalu menaruh wajahnya
di lantai.
”Ini harus selesai.. sebentar lagi syuting..
hufh,” dia mengeluh sambil
menekan-nekan tuts piano itu.