This is me....

Tampilkan postingan dengan label Our resonance. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Our resonance. Tampilkan semua postingan

Rabu, Maret 05, 2014

Tamat- Our Resonances (part 13 : Fighting! Cinta itu butuh pengorbanan!)

Lee Minho sebagai Minho    Gackt sebagai Takuya Nakamura

Minho sama sekali tidak tidur. Dia benar benar berfikir, apakah hari ini, nanti siang, semua akan berjalan lancar. Dia bangun dari baringnya, lalu berdiri, dekat dengan kaca di kamarnya. Dia melihat jas warna agak keabuan yang akan dia pakai nanti siang untuk tunangan dengan Hea jung, anak teman orangtuanya itu.
Dia memandang cukup lama pada jas itu,”umm.. jas bagus banget...sayang, untuk moment yang menjijikkan,”gerutunya dalam hati.
Lalu dia duduk lagi di pinggir tempat tidur dan melihat jam, sudah pukul 4 pagi.
”penerbangan nya ... jam 8 pagi,” gumamnya.
Dia lalu mencoba menelepon Aiko.

Jumat, Februari 28, 2014

Our Resonances (part 12: 29 Hari Menjadi Licik...)

Lee Minho sebagai Minho    Gackt sebagai Takuya Nakamura

“Minho kun sudah pergi.. otoosan juga akan pergi kan?,” kata Aiko pelan. Dia benar benar sedih ditinggalkan orang orang yang dia sayang
”kamu bisa tegar..semuanya akan segera berlalu,” kata Takuya, memeluk anaknya dengan lembut.
”rasanya..aku ingin kembali pulang.. pergi lagi berkumpul dengan okaasan,” katanya dalam pelukan ayahnya
Takuya mengelus elus rambut anaknya,”semua masalah..akan menjadikan kamu dewasa.. aku sudah tahu apa yang terjadi..tidak ada yang bisa disalahkan”
Aiko tidak mengerti apa maksud ayahnya. Dia tidak tahu kalau ayahnya mengawasi mereka malam itu.
”kalau besok aku pulang..jaga dirimu baik baik ya? Lupakan semuanya yang telah terjadi.. lupakan dia,”
Aiko mengangguk saja. Dia benar benar sedih.

Minggu, Februari 23, 2014

Our Resonances (part 11: Perpisahan..)

Lee Minho sebagai Minho    Gackt sebagai Takuya Nakamura

Aiko merenung di kelasnya, tentang perkataan ayahnya kemarin malam..yang dia harus segera menghapus memory masa lalunya dengan Minho.
“ada apa, Aiko chan?,” Tanya temannya, Mari, memegang pundaknya tiba tiba
Aiko menengadahkan kepalanya,”ah..tidak apa, Mari chan..hanya pusing sedikit,” lalu dia senyum pada temannya itu.
”eh..jangan bohong deh.. wajahmu berubah begitu..daritadi pelajaran aku lihat..melamun terus,” balas Mari, dia duduk disebelah Aiko.
Aiko diam sejenak.
Lalu,”aku..akan berpisah dengan temanku,” senyumnya pada Mari.
Ano Minho kun? Naze ka?? Kamu..dikhianati dia??,” Mari kaget
Aiko menggeleng,”uung.. enggak..memang sudah saatnya berpisah”
”karena..syutingnya mau selesai??,” tanya Mari lagi
Aiko mengangguk. Padahal, sebenarnya, Minho masih lama syuting di negeri ini.
zannen da ne (sayang sekali-red)... padahal..aku lihat..kalian saling cinta.. aku saja iri sekali,” Mari agak cemberut
”mau bagaimana lagi??,” tanya Aiko.
”sebenarnya...masih bisa dipertahankan ..iya kan??,” tanya Mari
Mereka diam sejenak. Lalu, Aiko malah jalan keluar kelas, pulang.

Rabu, Februari 19, 2014

Our Resonances (part 10: Jika Ini yang Terbaik..)

Minho masih berdiri di depan Hea Jung yang luka parah, justru karena dia salah menyerang seorang healer (penyembuh-red) macam Minho. Healer memang mungkin tidak bisa menyerang, tetapi bisa membuat pertahanan dirinya lebih dari seorang penyerang, sehingga malah bisa melukai sang penyerang.
“Hea jung…bangun!,” Aiko mengguncang tubuhnya. Cewek itu pingsan.
Minho kun..aku mohon…tolong dia,” Aiko menegakkan kepalanya pada Minho yang berdiri di depan dia dan Hea jung.
Minho malah mencolek colek badan Hea jung dengan kakinya, bagai orang sama sekali merendahkan tunangannya sendiri.
“gak pantas diampuni..dia sudah mencelakaimu sampai hampir kamu meninggal,” katanya enteng.
“jangan begitu, Minho kun..dia dipengaruhi Soujiro…tolong dia..sebelum polisi datang,” Aiko memelas pada Minho, dia malah memegang kaki Minho, berharap cowok itu tidak dendam pada tunangannya sendiri.
“dia tunanganmu, Minho kun..,” kata Aiko lagi
”biar,” balas Minho singkat.
Minho diam saja. Aiko memelas meminta agar Minho mau menyembuhkan tunangannya sendiri.
Minho masih diam saja. Mematung.

Kamis, Januari 23, 2014

Our Resonances (part 9: Healer vs Telekinetik)

Minho masih sekitar 3 bulan lagi ada di kyouto. Hubungan dia dengan aiko menjadi renggang karena Hea Jung. Tapi Minho mencari cara supaya mereka tetap bisa bertemu.
Seminggu dalam rumah sakit, akhirnya aiko sembuh juga dan dia kembali ke sekolahnya.
Sore setelah pulang, Minho sudah menunggunya di gerbang sekolah.
”Tidak.. takut ketahuan Hea Jung..tunangan mu??,” senyum aiko
Minho menggeleng,”lelaki harusnya tidak takut dengan tunangannya,” dia malah balas senyum.
Aiko bersandar di dinding dekat gerbang sekolah. Dia masih terlihat payah, tapi harus masuk sekolah karena dia anak beasiswa, takut prestasinya terganggu.
”aku..punya ini untukmu,” Minho memberikan sebuah gelang padanya
”gelang??batu hijau?,” senyum aiko
”ini..gelang penyembuh, pelindung,” Minho memakaikan gelang itu di tangan kiri aiko.

Sabtu, Januari 18, 2014

Our Resonances (part 8: pertarungan dimulai)

Aiko buru buru dilarikan ke Rumah Sakit. Minho panik sekali karena badan kecil cewek itu benar benar banyak darahnya.
“siapa yang melakukan ini??? Apa..dia punya musuh di kota ini??,” kata Minho,pusing sendiri.
Lalu Joy datang,”kenapa bisa begini?,”katanya mendadak bertanya
Minho menggeleng,dia juga tidak tahu.
”rasanya tidak mungkin kalau dia punya musuh,” gumam Joy
”aku merasa bersalah,”kata Minho,”aku..sudah janji dengan Nakamura san”
Joy menepuk nepuk pundak Minho..menenangkan adiknya itu,”semua pasti ada hal lain dibalik ini..kita tidak tahu”.

Selasa, Januari 07, 2014

Our Resonances (part 7)

“sebentar lagi kamu benar benar akan meninggalkan Otoosan dan Okaasan,” senyum Takuya pada anaknya
”tapi.. otoosan akan sering telepon aku, kan?,” tanya aiko
Takuya mengangguk,”dan.. otoo sudah pesankan Minho kun untuk menjagamu”
Aiko agak sedikit kaget,”memang.. otoosan tahu nomor teleponnya?”
Takuya tertawa,”tentu saja tidak..! tetapi kan otoo bisa menghubungi nya lewat mimpi”
Aiko cengengesan,”ah, hahaha.. iya, aku lupa.”, dia menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
”tapi otoosan.. Minho kun pastinya akan sibuk sekali walau kami akan satu kota.. aku gak akan memberatkan Minho kun”
”kalian sama sama saling membutuhkan..suatu hari nanti disana,” balas Takuya
”akan ada apa??,” tanya Aiko
Takuya sedikit menghela nafas,”otoo .. takutkan.. kalian akan diserang”

Jumat, Januari 03, 2014

Our Resonances (part 6)

Hea Jung mengamuk di kamarnya, dia melempar segala apapun dengan kekuatan telekinetiknya..
“sialan cewek itu!!,” dia memaki maki seorang cewek, yang dimaksud adalah aiko
“aku bisa buat dia cacat kalau oppa pacaran sama dia! Huh!”
Dia sibuk terus memaki maki.. kekuatannya tidak terkendali..
“paman soujiro....,” lalu dia bergumam.. di kamar itu tidak ada yang namanya soujiro..tetapi dia berbicara seolah kepada orang yang bernama Soujiro..
”aku sama sekali tidak ingin oppa Minho dengan cewek itu, paman.. jadi aku mohon..bantu aku pisahkan oppa dari dia,”
”kamu tidak tahu apa yang akan terjadi...semua akan sesuai dengan keinginanmu,” jawab bayangan Soujiro yang menempel di dinding kamar Hea Jung
Mata cewek itu senang sekali, berbinar,”jadi.. sonyeo itu akan segera mampus??”

Sabtu, Desember 21, 2013

Our Resonances (part 5)

“there is no love than your love..you are my everything..”, Minho latihan bernyanyi untuk album barunya nanti. Kakaknya, Joy memperhatikan dengan penuh semangat.
“bagus.. tapi vibrasi mu masih kurang.. kayaknya daritadi kamu salah terus deh.. kenapa sih?,” gerutu Joy pada adiknya sendiri
Minho duduk lalu garuk garuk kepala,”gak tahu..akhir akhir ini sering pusing kepala”
”umm..memangnya gak bisa sembuhkan diri sendiri??,” tanya Joy..
”lagi drop,” balas Minho singkat. Lalu dia keluar ruangan rekaman
Joy mengejar,”hey.. belum selesai nih.. kamu mau kemana?? Jangan moody gitu dong”
”gak tahu nih..rasanya malas banget,” balas Minho
”ah..gila.. semua kan tetap berjalan loh..,” kata Joy, masih mengikutinya
”umm...siapa ya...soujiro itu? Kenapa bisa masuk ke kehidupan ku lagi??” gumam Minho dalam hatinya
Joy menepuk-nepuk pundaknya,”hey..ingat..promosi album sebentar lagi..jangan sampai kamu ribut karena persoalan mimpi aja”
”aku juga bingung... rasanya kok aneh ya? Kepala ku seperti mau pecah”, balas Minho
”ah..sudah sudah..fokus karir album.. nanti juga masalahnya selesai,” balas Joy

Sabtu, Desember 07, 2013

Our Resonances (part 4)

Minho melanjutkan show nya sampai selesai.. dia benar benar harus totalitas tampil karena tidak ingin mengecewakan para fans nya di negeri ini. Sekitar 3 jam dia pentas sesuai dengan skenario yang telah ditetapkan sebelumnya, menjadi seorang pangeran yang seperti cerita cinderella. Semua penontonnya, terutama cewek sangat histeris melihat ganteng dan peran dia dalam drama musikal itu. Sementara Aiko dan Takuya-ayahnya- pulang.
”kamu..tidak menyesal tidak bisa melihat dia tampil?,”tanya Takuya, ayahnya
Aiko Cuma menggeleng,”tidak Otoosan.. tidak apa.. lagipula, aku memang ingin istirahat..aku ingin melukis lagi,”
”Otoosan sangat kaget kamu benar benar melindunginya.. itu bahaya sekali..beberapa orang disana sudah tahu kamu siapa.. sementara, Otoosan berfikir, bahwa Minho kun sebenarnya bisa melindungi dan menyembuhkan dirinya sendiri jika ia memang harus tertimpa lampu itu,” kata Takuya masih menyetir
”kaki mu...tidak sakit juga..karena dibantu olehnya bukan??,” tanyanya lagi

Minggu, September 15, 2013

Our Resonances (part 3)

Paginya, Joy benar benar membangunkan Minho jam 5 tepat dan lalu dia langsung menuju lantai 5 dimana ada kolam renang..
Dia berenang dengan santainya, mengatur nafas untuk persiapan konser nanti.. sementara beberapa pelayan hotel dilihanya sudah sibuk. Dia santai santai saja berenang sampai merasa puas, baru naik ke darat...
”tanganku terlalu aktif,” katanya meraba telapak tangannya yang benar benar mengeluarkan putaran angin dengan energy penyembuhan, dia hanya bisa berkata pelan..
Lalu jalan kembali ke kamarnya.. ternyata beberapa crew sudah ada di dalam kamarnya
”Jam 7 kita make up,”kata salah seorang crew
Minho mengangguk, dilihatnya Joy sedang sibuk dengan Hp nya
”sms siapa??,” tanya Minho
”cewek mu..si pelukis,” balas Joy santai
”aku gak punya cewek,” timpal Minho

Sabtu, September 14, 2013

Our Resonances, part 2: what is lie (s) between us??

“aiko.. dari mana saja kamu, nak??” bu Isni menyapa di depan teras. Aiko mematikan mesin mobilnya dan memeluk ibunya
”maaf, okaasan.. tadi aiko lukisannya laku.. tetapi ada masalah dengan banyak orang.. jadi besok pagi aiko akan pergi lagi ke pameran lukisan dan memberikannya pada pembeli”
Isni tersenyum, ”laku lukisannya toh?? Okaasan senang kamu bisa berpartisipasi di kegiatan amal”
Aiko tersenyum
”kan sekalian dia juga cari teman, mbak isni.. kasian kalau kita terus kekang gak boleh kemana-mana”, terang salahseorang wanita berusia sekitar 30 tahun an, yang duduk di sebelah isni.
”aku hanya tidak ingin anak-anakku terlalu bebas tanpa menghormati orangtuanya,” gumam isni
Wanita yang duduk di sebelah isni itu tertawa ”tenang, bu.. selama ini aku percaya anak-anak mu baik-baik dan berusaha tidak mencari masalah dengan orangtuanya”

OUR RESONANCES Part 1: we are related each other

“bu isni harus sabar, bahwa anak seperti Aiko bukanlah anak yang aneh,” seorang berbaju dokter sedang berbicara dengan seorang ibu cantik berjilbab pink muda yang bernama isni. Tampaknya wanita itu agak cemas dengan penjabaran sang dokter.
“saya tidak harus kasih dia obat-obatan khusus kan, bu?? Saya Cuma khawatir suatu saat dia akan berbeda dengan yang lain, meracau, mengingau atau bahkan dianggap gila.”
Sang dokter hanya tersenyum, ”saya tidak perlu memberikan apa-apa, bu.. anak ibu, Aiko sangat baik.. hanya saja, kalau bisa, ibu tidak membiarkan anak ibu tanpa pengawasan, sebab jika dia terdesak, bisa melakukan yang tidak bisa dilakukan anak-anak seusianya.. seperti yang sudah ibu lihat. Saya hanya akan memberikan dia vitamin saja karena badannya yang kecil kurus,” senyum sang dokter.
Bu Isni menatap anak perempuan kecil berumur 4 tahun yang diberi nama Aiko. Anak itu seperti tahu dia sedang dibicarakan dan menatap ibunya dengan senyum dingin.