Aiko
buru buru dilarikan ke Rumah Sakit. Minho
panik sekali karena badan kecil cewek itu benar benar banyak darahnya.
“siapa yang melakukan ini??? Apa..dia
punya musuh di kota ini??,” kata Minho,pusing sendiri.
Lalu Joy datang,”kenapa bisa
begini?,”katanya mendadak bertanya
Minho menggeleng,dia juga tidak tahu.
”rasanya tidak mungkin kalau dia punya
musuh,” gumam Joy
”aku merasa bersalah,”kata
Minho,”aku..sudah janji dengan Nakamura san”
Joy menepuk nepuk pundak Minho..menenangkan
adiknya itu,”semua pasti ada hal lain dibalik ini..kita tidak tahu”.
”besok kamu harus tetap syuting, semua
harus sesuai jadual.. aku akan kontak ayahnya, apa yang terjadi dengannya harus
diceritakan segera,” lanjut Joy lagi
”kalau begitu..aku kembali dulu..
administrasi sudah aku selesaikan.. tapi aku enggak tahu nomor telepon
ayahnya,”ujar Minho
”sana pulang dulu.. aku yang bertanggung
jawab,”balas Joy
Joy masuk ke ruangan aiko dirawat.
Dilihatnya ternyata dia masuk ICU.
Selang infus, oksigen, makanan masuk semua
dibadan cewek tubuh mungil itu.
”apa iya..dia punya musuh di negara ini? Rasanya tidak mungkin,” dalam hati Joy.
”Apa..yang sebenarnya diincar bukan dia..
tapi Minho??,” lanjutnya lagi dalam hati
Joy nekad menelepon Nakamura, Takuya
sangat shocked anak puteri kecilnya dicelakain orang. Tetapi dia tidak berani
menebak, siapa yang sudah mencelakainya. Malam itu berdasarkan waktu setempat,
dia lekas memesan tiket ke Kyouto dan harus pergi malam itu.
Isni kaget dan sedih mendengar anaknya
masuk rumah sakit, tapi Takuya berusaha menenangkannya.
”subete
ga daijyoubu da.. Minho kun ga bokutachi no musume o mamotte (semuanya baik
baik saja.. Minho sudah melindungi puteri kita-red),” katanya pada isterinya
itu, berusaha menenangkan, kalau anak mereka akan baik baik saja.
Takuya pun malam itu berangkat langsung
dengan pesawat paling pagi dini hari.
”aku berangkat,” katanya pamit pada
isterinya.
Ditengah jalan, dia bergumam,”apa.. ini
masih ada kaitannya dengan Soujiro??,”
Hari berganti pagi.. Takuya pun sudah
sampai dan langsung pergi ke RS tempat anaknya dirawat.
”Minho .. menemukannya sudah terluka,”
kata Joy
Takuya diam.. dia melihat anaknya benar
benar luka parah..
Lalu dia menunduk hormat pada Joy,”terima
kasih sudah membantu”
”menurut mu, Nakamura san.. siapa yang
tega berbuat ini pada anak anda?,” tanya joy
”saya juga belum tahu,” balas Takuya.
”umm,”gumam Joy,”ini aneh.. kami tidak
punya musuh..dan.. aku juga
yakin, aiko tidak punya musuh”
”mungkin.. orang yang sebenarnya tidak suka
dengan saya”, balas Takuya.
Joy sudah merasa cukup mendampingi ayah
temannya itu, lantas dia pun pamit. Karena dia harus tetap bekerja menemani Minho.
Takuya sangat berterima kasih pada
keduanya.
Dia pun memandangi anaknya yang tidak
sadarkan diri.
”Soujiro..,” gumamnya..
Dia pun lalu berbicara dengan suster, apa
bisa dia menunggu sejenak anaknya karena dia datang jauh dari negara lain dan
karena ICU nya VIP, maka diperbolehkan.
Dengan lembut Takuya memegang tangan
anaknya.. ternyata dia berusaha melakukan time travel, menelusuri perjalanan
mundur ke belakang untuk tahu, apa yang terjadi sebenarnya.
Dia melihat beberapa peristiwa yang
membuat anaknya menjadi seperti itu.
”Hea Jung??,” katanya heran,”sepertinya
anak ku tidak punya teman berbangsa mereka kecuali Minho”
”soujiro..umm,” gumamnya lagi,”jadi.. dia
berhasil membuat Hea jung ini mencelakai anakku,”
Dia
sudah mengingat bagaimana wajah Hea Jung.
“kenapa Minho tidak tahu kalau anak
perempuan ini ternyata jahat??”
Maka..dia pun pergi dari hadapan anaknya..dia
mencari penginapan.. duduk di dalam penginapan itu dengan memakai Yukata,
seperti pemuda jaman dulu lagi..
Lalu.. Takuya pun berusaha tidur..dia
mencoba menyerang Hea Jung lewat mimpi..
Hea jung berteriak teriak dalam mimpinya
ketika dia di seret paksa oleh takuya.. dia juga meneriakkan nama Soujiro.. Takuya kaget.. ternyata memang Hea Jung
dan Soujiro yang mencelakai anaknya!
Takuya lalu berkonsentrasi terlebih dahulu
sebelum Soujiro mendatangi Hea Jung..sehingga dia bisa membuat tameng yang
tebal agar Soujiro tidak bisa masuk ke dalam mimpinya..
”Percuma saja kamu teriak, hai anak
perempuan tidak punya santun!,” Takuya marah melihat Hea Jung yang dia tarik ke
mimpinya
Dalam mimpinya itu, Hea Jung diangkat
tinggi tinggi oleh Takuya. Lalu di banting, sama dengan waktu dia membanting
anaknya sampai masuk ICU.
”aku.. minta maaf,” kata Hea Jung memohon
mohon supaya tidak lagi dikerjain di mimpi. Dia benar benar tidak berkutik,
rasanya nyawanya benar benar habis,dia terengah engah di dalam mimpi.
”itu akibatnya jika kamu tidak bisa
berbuat baik dengan anak ku.. soujiro bahkan tidak bisa melindungimu,” senyum
Takuya dingin
Soujiro berusaha untuk membuka benteng
mimpi takuya yang tebal sekali. Dia mengeluarkan energinya untuk membuka
benteng itu yang tebal sekali. Satu tangan Takuya mengangkat tubuh Hea Jung,
padahal kekuatan cewek itu adalah telekinetik, tapi tidak bisa berkutik
ditangan Takuya dalam mimpi. Satu tangan Takuya memperkuat tameng agar Soujiro
tidak bisa masuk
”Paman Soujiroooo... tolong akuuuu!!,”
nafas Hea Jung susah sesak.
Soujiro tidak bisa masuk mimpi mereka
karena di jaga. Takuya memasang benteng seperti besi yang tebal supaya Soujiro
tidak masuk dalam pikirannya.
”bakayarou,
Takuya!,” soujiro memarahi takuya, dia benar benar tidak bisa masuk dan tidak
bisa lagi berbuat banyak terhadap hea jung..
Takuya tertawa keras,”hahahahaha! Tidak
ada yang mau orang yang dicintanya dicelakai.. begitu juga dengan mu, Soujiro..
ternyata kita bisa bertemu lagi ya!”, Takuya sudah dalam posisi marah,
gelombangnya menjadi merah dan terbakar.
Soujiro terus mengeluarkan energinya agar
dia bisa mendobrak dinding tebal tameng yang dibuat Takuya, takuya masih
berteriak teriak mengangkat hea Jung yang sudah mulai kehabisan nafas
Takuya lalu menjatuhkannya lagi.. mirip
lagi dengan apa yang Hea jung lalukan pada anaknya di dunia nyata..
”shine!
(mati kau-red), kata Takuya. Hea jung matanya melotot, dia sangat ketakutan.
Takuya menghentikan mimpinya. Soujiro
sudah tidak bisa masuk lagi dalam mimpinya itu.
”tamengnya semakin tebal saja,” gerutu
Soujiro.
Hea jung bangun.. matanya melotot..dia
terasa dicekik dan dibanting oleh Takuya. Dia benar benar dibuat takuya tidak lagi sengsara
dalam mimpi saja.. dia menjadi linglung di dalam dunia sebenarnya.
Dia lantas jalan tak tentu arah di malam
itu.. satu hari setelah aiko masih masuk icu karena diserang oleh Hea jung.
”paman soujiro..kenapa tidak bisa
melindungiku??,”kata Hea jung..dia linglung
Banyak crew yang melihat dia jadi
aneh..dia berjalan seperti tak tentu arah, termasuk juga Joy melihatnya jadi
bingung
”kenapa dia?,” tanya Joy pada Minho.
Minho menggeleng saja,”tidak tahu..”, dia
lalu menghampiri hea jung
Hea jung malah bertanya,”kamu...siapa?”
Minho bingung,”wah.. sepertinya dia kena
serang”,tapi Minho bukannya panik malah cekikikan.
”kamu gak lihat dia aneh?,”bisik Joy
Minho mengangguk,”lihat..kemungkinan dia
terserang”
”oleh??,” tanya Joy lagi
Minho mengangguk,”tidak tahu..sehabis
selesai syuting, malam aku pergi lagi ke RS”
”ini sudah sore..aku berangkat duluan,”
kata Joy
”oi.. ayo mulai lagi!,”teriak seorang
crew.. mereka lalu kumpul
lagi..syuting lagi
”sebenarnya..siapa yang melakukan itu?,”
tanya Joy pada Takuya
”aku,” jawab takuya singkat
”jadi... anda juga??,” Joy seakan tidak
percaya
Takuya senyum,”iya..saya juga sama dengan
adikmu”
Joy tepok jidat,”uh... banyak banget ya?,”
gumamnya,”anda bisa apa?”
”masuk dalam mimpimu....nightmare,” senyum
dingin Takuya
Joy malah kepo,”oh ya??gimana caranya?? Boleh dong aku ajarkan”
”bukan untuk mainan biasa,” balas Takuya
dingin
”yah.. baiklah Nakamura san..,” balas Joy
Minho datang..dia masih melihat aiko
dengan banyak selang.
”aku...mau hanya dengan dia disini,”kata
Minho membuka pembicaraan
”ngapain?? Pacaran sama orang pingsan?,” joy gak ngerti apa
maksud adiknya
”berisik,” gerutu Minho.
Takuya keluar,lalu disusul joy.
Minho mendekati aiko..memegang tangannya..
”sorry..
i must hold your hands,” katanya pelan.
Dia berkonsentrasi.. tak berselang, ada
sinar hijau keluar dari telapak tangannya.
Diam diam Takuya dan Joy ngintip dari
jendela pintu ICU yang tinggi.
”adikmu...healer,” kata Takuya.
Joy mengangguk.
Minho masih terus mengalirkan energy nya
pada temannya itu, matanya masih terus terpejam.
”aiko chan..cepat sembuh...,” katanya
lirih
Dia sengaja mengeluarkan semua energy nya
sampai capek sendiri.
Minho menunduk kecapean.
”wah..jangan jangan dia pingsan,”intip Joy
Joy buru buru masuk,”Minho.. kamu okay?”
”Appeun,”
katanya singkat. Ternyata, dia banyak mengeluarkan energy yang akhirnya membuat
dia terasa sakit.
”terima kasih,” kata Takuya.
”Minho ..apakah kamu tahu..siapa yang
sudah mencelakakan aiko?,” tanya Takuya, berdiri di depannya..sementara Minho
masih duduk di kursi samping aiko yang masih berbaring.
”siapa??aku merasa tidak punya musuh,”
balas Minho
”Kamu.. kenal dengan Hea jung?,” Tanya
Takuya
Minho kaget,”Tunanganku,” balasnya datar
Takuya tidak berkspresi kaget,”o
begitu...dia yang telah melempar aiko ke dinding berkali kali...sampai anak ku
koma,”
”Hea jung tidak bisa apa apa..dia bukan X
DNA,” kata Minho
Joy juga tidak percaya,”ah..masak iya??,”
Takuya bercerita,” Hea jung X DNA, dia
mempunyai kekuatan telekinetik.. ketika kamu dan anak ku bertemu lalu anak ku
tidak mau ditemani Minho kun sampai pulang, dia ternyata membuntuti gerak
langkah kalian sebelumnya”
”Hea Jung memang pencemburu.. tapi aku
masih seperti enggak percaya kalau dia adalah X DNA... anak seperti itu??,”
Minho benar benar gak habis pikir.
”dia adalah X DNA,” kata Takuya, tegas
”ya.. baiklah,” balas Minho. Dia tahu apa
maksud Takuya, agar dia percaya perkataan Takuya.
”dan...dia dipengaruhi oleh Soujiro,”
lanjut Takuya lagi.
”jadi.. dia berteman dengan Soujiro?,”
tanya Minho.
Takuya mengangguk. Joy bingung.
”cewek manja itu,” keluh Minho.
”begitulah.. dia mudah dimanfaatkan
Soujiro,” kata Takuya,”aku akan menyelesaikan urusanku dengan orang itu,”
”sangat berbahaya,”kata Minho.
”sudah pernah aku ceritakan bukan? Kalau
aku musuh lama Soujiro itu??,”
Minho mengangguk.
”jadi.. akan kuselesaikan disini.. sudah
lama sekali,” senyum Takuya
”tidak akan melibatkan Minho bukan?,” kata
Joy.. dia khawatir adiknya akan celaka.. karena masih harus ada banyak
pekerjaan.
”tenang saja,” senyum Takuya.
”tenang?? Sebaiknya aku cari tahu,”kata
Minho dalam hatinya.
Takuya terkekeh sendiri dalam hatinya,”mau
apa kamu, Minho?? Ini urusan
antar senior,”
”apa...Hea jung bisa sembuh dari
bingungnya??,” tanya Minho lagi.
Takuya senyum,”bisa.. akan aku tarik hari
ini.. tetapi.. bilang pada tunanganmu.. dia harus menebus dulu terhadap
kelakuan nya ke anakku”
”aku bukan tunangan aslinya..aku gak suka
dia,” balas Minho agak judes.
Joy malah meledek,”ya..dia memang tidak
suka sama yang judes judes..sebab dia sudah judes,”
Takuya akhirnya ketawa juga,”tidak perlu
membantuku,Minho kun,”
Minho gak aneh lagi kalau Takuya bisa
membaca pikirannya.
”darimana dia tahu kalau Minho mungkin mau
bantu dia?,” kata hatinya Joy,”wah..dia mind reader”
”tolong katakan pada tunanganmu...berhenti
berurusan dengan Soujiro..dia hanya akan diperalat,” kata Takuya lagi
”dia bukan tunangan asliku!,” Minho bete.
Joy nyengir kuda lihat adiknya bete.
”ini aneh sekali...aku tidak kenal kamu..
kamu siapa?,” kata Hea Jung pada Minho..ternyata dia masih kebingungan.
Minho senyum licik,”kasian deh kamu...
makanya jangan jahat.. kamu tahu? Aku jadi benci kamu banget.. dasar cewek
manja,”
Minho lalu duduk di sebelah Hea Jung..dia
membaca mantra dan menempelkan tangannya ke cewek manja itu..berusaha membantu
menyembuhkan linglungnya,tanpa ketahuan orang lain..
Sekitar 30 menit Minho membantunya..sampai
akhirnya pelan pelan Hea Jung mengucek matanya.. linglungnya sudah mulai
berkurang..
” oppa Minho...??,” katanya agak sedikit
bingung
”aku mau ngobrol sama kamu,” kata Minho
dengan suara tegas.
Hea Jung lagi lagi keluar menyebalkannya,
dia bergayut pada lengan Minho,”ya???memang oppa kenapa??”
Minho langsung illfeel lagi,”gak berubah juga”, gerutunya langsung pada cewek itu.
”kamu..kenal dengan orang yang kamu sebut
dengan paman Soujiro itu bukan?,” tanya Minho langsung ke Hea Jung
Hea jung masih bergayut,”iya, oppa..
memang kenapa??”
Minho langsung melihatnya dengan tegas,
dia naikkan satu alisnya,”jawab jujur pertanyaanku..”
Hea Jung melepaskan rangkulannya,” oppa
kenapa???”
”jawab saja jujur pertanyaan ku...,” balas
Minho, lalu,”siapa yang mencelakai aiko, temanku?”
Hea Jung diam.
”kamu bukan?? Atas suruhan Soujiro??,”
tanya Minho lagi
Hea Jung masih tetap diam.
”aku tidak suka dengan orang pembohong,”
kata Minho
”iya.. aku yang melakukannya!,” Hea jung
lalu berdiri.
”itu karena aku cinta oppa! Aku gak mau oppa
jadi milik cewek jelek itu!,” teriaknya lagi
Minho ikut berdiri,”jelek atau bukan..itu
bukan urusanmu..yang jelas.. kamu bisa dipenjara karena sudah mencelakai orang
lain!”, dia akhirnya membentak cewek itu juga.
Minho menunjuk wajahnya Hea Jung dengan
telunjuknya,”Ingat ya.. Hea Jung.. aku akan melindungi temanku,Aiko.. dan jika
kamu berani sekali lagi menggunakan kekuatanmu..aku juga akan tunjukkan sisi
diriku yang lain”
Hea Jung kaget,”apa maksud kamu, oppa??”
”lupakan! Jauhi Soujiro..atau kamu akan
celaka suatu hari nanti!,” Minho pergi meninggalkannya
Hea Jung mengejar,” oppa tunggu!!”, dia
berlari.
Minho menoleh,”jangan ganggu aku.. aku mau
istirahat.. capek.. besok kerja lagi!”. dia pun masuk ke penginapannya, joy
sudah ada didalam sebelumnya.
”sudah sembuh cewek menyebalkan
itu?,”tanya Joy. Minho
mengangguk.
”kamu baik bener deh.. mau tolong orang
yang sudah celakakan soulmate mu,” lanjut joy lagi
”aku bisa dimaki maki eomma kalau tahu
nanti dia pulang dengan linglungnya itu,” balas Minho
”aku capek nih..,” lanjutnya lagi. Dia
lalu merebahkan dirinya diatas tempat tidur.
Joy malah duduk disampingnya,”aku gak
nyangka..kalau si cewek manja itu ternyata X DNA...dia bahkan lebih kuat dari
pacarmu, aiko itu”
Minho malah melipat kedua tangannya di bawah
kepalanya, dia berbaring,”gak nyangka.. yang jelas... aku gak segan segan
serang dia juga kalau dia masih berurusan dengan Soujiro itu”
”jadi.. kamu bilang sama si hea jung.. kalau soujiro itu jahat?,” tanya Joy
Minho mengangguk.
”gila sekali ya? Hanya karena mencintai
seseorang yang bernama Lee Minho, hea jung nekat,” joy malah terkesan
menerawang jauh
Minho bangun dari baringannya, melihat joy
dengan tatapan nyinyir,”aku gak suka cewek itu”, ketusnya
”ya..ya..aku minta maaf,” balas Joy,
enteng.
”aku harus membuat tameng dulu..agar
Soujiro tidak sembarangan masuk ke dalam tidurku,” kata Minho dalam hatinya,
lalu dia pun melakukan ritual seperti meditasi.
Setelah itu, dia pun tertidur.
Sementara itu, Takuya menelepon isterinya
dan mengatakan, kalau anak mereka memang belum bangun bangun, tetapi baik baik
saja dan ada perubahan, sehingga tidak ada yang perlu di khawatirkan. Lalu
setelah dia selesai mengobrol dengan isterinya, dia pun duduk di dalam
penginapannya.
”haaahhh.. melelahkan...,” katanya
merebahkan kepalanya di sandaran kursi.
Lalu tubuhnya membuat tameng sendiri
supaya soujiro tdak masuk ke mimpinya dalam keadaan sadar.
Esok paginya, ketika Takuya kembali
menjenguk anaknya, dia temukan aiko sudah bangun. Dia sangat senang, karena anaknya itu sudah sadar.
”berapa hari aku tidak bangun bangun, otoosan?,”
tanya aiko, walau masih terbaring lemah, tetapi selang oksigennya sudah
dilepas.
”tiga hari,”senyum Takuya
”badanku sakit sekali,”keluh aiko
”kamu..jangan bangun dulu ya?,” senyum
Takuya lagi.
”Minho kun..membantumu..untuk menyembuhkan
mu,” senyum Takuya lagi
”Minho kun??aku pikir, dia tidak tahu aku
disini,”kata aiko pelan
”dia membantumu mengalirkan energy nya
sampai dia kesakitan,” kata Takuya
Aiko diam saja..lalu,”apa..sore ini dia
akan kesini?”
Takuya menggeleng,”aku tidak tahu,
anakku”,lalu senyum, dia mengelus elus rambut anaknya sendiri.
Soujiro marah rencananya gagal total untuk
mencelakai anaknya Takuya. Dia masih mengharapkan Hea Jung. Lalu, dia pun
bertemu lagi dan mempengaruhi pikiran Hea Jung.
”Minho akan tetap suka dengan
aiko,”katanya pada Hea Jung.
”aku kesal! Oppa benar benar sudah tidak
peduli lagi denganku,” Hea jung memaki maki.
Itu membuat Soujiro makin senang saja.
”anak perempuan itu makin menyukai Minho mu itu,”
”aku mau pura pura manis minta maaf dengan
Minho kun dan bertemu cewek itu,” kata Hea jung.
Soujiro bilang rencana itu bagus. Dia benar benar mengadu domba antara Hea
jung, Minho dan aiko.
Sore itu...setelah selesai syuting,
ternyata Minho datang lagi ke rumah sakit.
Dia senyum ketika bertemu dengan aiko
Aiko mencoba bangun dan duduk, Minho
menahannya supaya tidak banyak bergerak dulu.
”aku..berterima kasih, Minho kun.. atas
kebaikanmu,” kata Aiko
Takuya dan joy keluar kamar lagi,
membiarkan mereka berdua.
”aku..bantu lagi ya?,”senyum Minho. Dia
lalu mendekatkan telapak tangannya ke badan cewek itu dan mengirimkan energy
penyembuhannya lagi padanya.
Aiko diam saja, berusaha menerima aliran
energy itu.
”rasanya menyejukkan,”kata cewek itu pada
Minho. Minho masih konsentrasi memejamkan matanya.
Setelah sekitar 20 menit kemudian, dia
membuka matanya,”cukup hari ini.. keadaanmu jauh sudah lebih baik,” senyum
Minho
”terima kasih, Minho kun.. kamu baik
sekali padaku,” balas aiko
”aku..atas nama Hea jung, meminta maaf,”
kata Minho padanya
Aiko bingung, siapa hea jung itu.
”Hea jung itu... tunanganku dari
orangtuaku,” balas Minho
” oh.. ,” kata aiko singkat,”lalu...
kenapa dia berusaha menjahati dan mencelakaiku??”
”dia iri..karena aku dekat dengan mu,”
balas Minho
”jadi.. kemungkinan..agar kamu tidak
dicelakai siapapun..aku harus menjauhkan diri darimu,” lanjut Minho lagi
Aiko hanya menatap Minho, sampai cukup
lama, beberapa menit.
Kemudian,”ya.. tidak apa,” katanya
senyum,”itu semua demi kebaikan Minho kun”
”aku minta maaf, aiko chan,” balas Minho.
Minho bisa membaca bahwa kekuatan Hea jung lebih tinggi dari aiko.. kalau Hea
jung kumat lagi emosinya, dia bisa saja mencelakai cewek yang dia suka itu.
Aiko senyum pada Minho.. Minho tidak enak
hati dengan perkataannya sendiri yang terakhir tadi..
Bersambung ke part 9...