This is me....

Selasa, Januari 28, 2014

Pernikahan ½ (Part 1: Mau gak..nge date denganku?)

Sebuah universitas di Tokyo...
Ramai sekali siang itu karena ada masa perkenalan setiap siswa. Dari masing masing jurusan semua sengaja para mahasiswanya disatukan agar ada keterikatan pertemanan. Ini aturan baru dalam masa perkenalan kampus setelah sebelumnya ada perbedaan antar masing masing jurusan. 

"Oi... Minho kun.. kamu mau kemana?," kata seorang cowok cukup cakep, Ichirou Taniguchi, dia menghampiri cowok yang bernama Lee Minho. 
Ichirou menepuk nepuk pundak Minho. Lalu dia jalan disampingnya.
"Besok kan kita harus kumpulkan tugas. Tugas ku lebih banyak," Minho menoleh pada temannya itu.
"yeah.. Resiko menjadi shougakkin (dapat beasiswa-red).. tapi, kamu kan anak pintar banget, Minho kun!," Ichirou masih tepuk tepuk pundaknya. 
Lee Minho memang anak mahasiswa beasiswa dari Korea yang mendapatkan kesempatan kuliah di Jepang. Dan itu pastinya bukan hal yang ringan.

"ya.. aku pintar.. tapi aku bisa lebih stress dibandingkan mahasiswa biasa, hahaha!," Minho tertawa keras, sambil menggaruk garuk kepalanya.
"jadi.. gimana?? kencan hari ini jadi gak??," tiba tiba Ichirou bertanya hal yang malah keluar topik kuliah
Minho tertawa lagi,"ah. hahahaha.. Nanti dulu deh, Ichi kun... ini sibuk sekali.. besok kan kita harus bikin komik secepatnya, jadi tugas,"

"aku sudah buat, ada yang buatkan," Ichirou malah nyengir kuda.
"wah.. enak.. pacar kamu ya? topiknya apa?," tanya Minho. Mereka lalu duduk di kursi panjang di taman kampus.
Minho sibuk keluarkan kertas kertasnya.
Ichirou duduk di sebelahnya,"bukan.. justru teman sekelompokmu.. aku dapat ide dari dia, hehehe"
Minho kaget,"hah.. siapa?? Ken kun? Makoto kun?"
Ichirou menggeleng.
"siapa?," tanya Minho heran
"Kohashi kun.. ," Ichirou cengar cengir
"Kohashi.. Aiko?? anak kedokteran itu??," Minho heran
Ichirou mengangguk lalu tertawa,"iya, hahahaha.. Kohashi kun kan.. teman ku waktu SMA"
"wah...dia pendiam sekali.. aku kaku kalau ngobrol dengan dia, hahaha," Minho tertawa.
"ah..enggak juga kok.. tapi memang dia anaknya pintar sih.. kedokteran gitu loh," jawab Ichirou,"aku aja.. ini enggak sengaja dapat ide dari dia.. kamu minta aja.. kan satu kelompok"
Minho penasaran,"oh..gitu ya.. hari ini..dia diam saja tuh.. aku tanya, baru jawab.."

"ya..coba deh.. ini topik ku tadi dari dia: "kami tim kompak", hehe," Ichirou nyengir kuda
"ah..coba sini lihat," Minho merebut kertas yang dipegang Ichirou
"ini.. gambar komiknya? hahahaha," Minho malah tertawa lagi, melihat gambar komik yang dibuat Kohashi Aiko
Ichirou nyengir kuda lagi,"yang penting tugas kita beres, hehe", sambil garuk kepala

"ah..bingung deh.. mau bikin apa," Minho bingung lagi
"yang lain..kemana??," tanya Ichirou
"pergi cari bahan untuk besok," balas Minho singkat.
Ichirou tiba tiba menyikut pinggang Minho,"sst.. itu Kohashi kun datang"

"aa.. Lee san..ini..aku sudah kerjakan tugas ku," cewek yang bernama Kohashi Aiko itu menunduk hormat pada Minho dan Ichirou.
Ichirou malah cengar cengir,"Aiko chan.. doumo (thanks-red)," katanya, karena tugas kelompoknya dibantu oleh Aiko.

Aiko menunduk hormat pada Ichirou,"ah.. enggak apa, Ichi kun.. selagi aku bisa bantu, akan aku bantu"
Minho malah tertawa,"iya.. tapi komiknya terkesan anak anak sekali deh, Aiko chan, hahaha", 
Ichirou ikutan tertawa. Tapi Aiko malah bingung.
"kenapa bingung, Aiko chan??," tanya Ichirou
"ah..enggak apa apa deh," Aiko jawabnya datar dan pelan.
"oo..ya.. ya.. aku tahu.. kamu.. dipanggil chan barusan ya? hehehe.. ada yang baru nih,"goda Ichirou
"eeh.. sonna koto nai wa yo (enggak begitu dong-red), Ichirou kun," balas Aiko
"ah...gomen (maaf-red)..aku kelepasan, Kohashi kun", akhirnya Minho malah memanggil nama keluarga ke Aiko.
"enggak apa, Lee san.. ini... tugas ku sudah selesai," Aiko menyerahkan tugasnya.
"terus.. tugas kita untuk komik..apa idenya nih.. kamu..punya ide cerita enggak?," Minho nyengir kuda pada cewek satu kelompoknya itu
"Ken kun.. Makoto kun..sudah serahkan tugas dan ide nya?," Aiko tanya balik. Dia lalu duduk disamping Minho.
"belum sih.. tapi..gak apa dong..aku minta pendapat ide mu," Minho malah curi curi kesempatan
"ah..untuk Ichirou yang beda kelompok saja dia bisa.. masa untuk kelompok sendiri enggak bisa?," kata hatinya Minho.

"kalau misalnya..cerita lucu tentang orientasi tadi..bagaimana Lee san?," tanya Aiko.
"aaah...kamu ini payah deh, Aiko chan! kamu malah buat ide lebih bagus," Ichirou malah jadi galau, ide nya aiko buat kelompoknya sendiri malah lebih bagus
Minho tertawa,"ah iya.. tadi kan.. Ichi kun habis dikerjain senior, hahaha.. itu bagus untuk komik kita..!"
Aiko tertawa kecil,"hehehe.. maaf ya, Ichirou kun..terlintas dalam pikiran ku begitu"
"ah.. gak apa.. aiko chan.. gak apa," Minho malah tertawa tawa dengan ide yang tadi. Tadi memang Ichirou kena hukuman karena dia makan berantakan dan minumnya pun berantakan,"pasti aku bisa gambar Ichi kun lagi makan berantakan, hahahaha"

Ichirou malah ngecengin Minho,"aduh.. ada yang bilang pakai chan lagi.. ah..firasatku mengatakan.. satu bulan lagi bakalan ada yang jadian". Ichirou merasa cemburu karena dia menyebut teman SMA nya itu, Aiko dengan panggilan chan juga.
Minho malah tertawa. tapi Aiko malah malu dengan candaan Ichirou.
"uh..uh.. pasti nih..aku yakin.. hoka ni nanimo (gak salah-red)," goda Ichirou lagi
"Ichirou kun..selalu godain aku," balas aiko. dia jadi malu.
"na na na.. lihat deh nanti.. Minho kun..cakep kan, Aiko chan??," Ichirou malah makin godain.
Minho tertawa tawa, lalu dia mengeplak kepala Ichirou.
"itai (sakit-red)!," balas Ichirou, mengaduh. Minho malah tertawa lagi.
"sonna koto wa arimasen, baka! Hahahaha(tidak seperti itu dong, bodoh-red)!," tapi Minho malah tertawa sambil terus mengeplak kepala Ichirou.
Aiko malah mengangguk,"iya.. jujur saja... Lee san memang cakep kok"
"nah tuh kan..Hoka ni wa? Mada.. boku o shijinai? (apa lagi..masih gak percaya aku?-red)," balas Ichirou
Minho cengengesan,"pulang yuk.. Aiko chan?,"
"kayaknya.. Minho kun ini sengaja banget deh..sama Aiko chan," gumam Ichirou dalam hatinya.

Aiko nurut saja,"tapi.. tugas ku..gak apa kan?? Apa..ini sudah cukup?,”
Minho mengangguk,”cukup, Aiko chan”, katanya manis.
”ekhem,” Ichirou pura pura batuk. Minho tertawa lagi.
”kamu cepat sekali deh..mengerjakan tugas..,”puji Minho
”ah..enggak..ini kan.. memang tugas ku...tugas Ken kun dan Makoto kun berbeda lagi,” balas Aiko, merendah.
”ekhem,” Ichirou mulai menggoda lagi.
”Pulang aja yuk, Aiko chan..ada perusuh, hahahaha,” pancing Minho pada Ichirou.
Minho lalu membereskan semua kertas tugasnya dan malah menarik tangan Aiko.

Minho menarik tangan Aiko dan mereka jalan.
”oe..Minho kun.. chotto matte (tungguin dong-red)!,” teriak Ichirou lagi dia menyusul Minho dan Aiko.
Langkah Minho yang panjang membuat Aiko juga agak kesulitan jalan, sementara tangannya dipegang Minho.
”Lee san...tanganku,” kata Aiko, pelan.
”nanti kamu pasti diganggu Ichi kun loh..menyebalkan,” balas Minho, tanpa melihat wajahnya, terus saja berjalan.
”tangannya, Lee san.. hanashite kudasai (tolong lepaskan-red),” pinta Aiko lagi, minta tangannya dilepaskan.
”nanti saja..Ichi kun masih kejar kejar kita loh, hahaha,” Minho malah tertawa.
Wajahnya Aiko malah merah.
Ichi menguber mereka,”Oe, Minho kun.. kamu curang banget sih!”
Minho menoleh padanya,”habisnya.. kamu ini.. kalau gak di stop, kamu pasti selalu meledek ku!”
”tangan mu itu.. Aiko chan minta dilepaskan,” kata Ichi, dia seperti cemburu.
”eh iya.. lupa, hehehe,” Minho lalu melepas tangan Aiko.

Mereka kembali jalan bertiga
”gak berasa banget loh.. kita sudah dua bulan di universitas ini,” kata Ichirou
”cita cita kamu..bisa dong..jadi dokter, Aiko chan??,” lanjutnya lagi
Aiko berjalan diantara Ichirou dan Minho.
”iya, Ichi kun.. bagaimanapun juga..ingat gak??semua ini kan.. berkat Ichi kun loh..yang menyemangati aku...supaya masuk kedokteran,” Aiko menoleh dan senyum pada Ichirou.
Ichirou jadi agak salahtingkah,”ah..enggak kok.. malah Aiko chan yang suka semangati aku.. ”semangat ya, Ichi kun.. kamu pasti bisa jadi illustrator!”.. ingat gak??,” dia menoleh pada Aiko dan cengengesan.
”Ichi kun..kan juga pintar loh,” senyum Aiko lagi padanya.
Minho merasa dicuekin mereka,”ekhem,” dia bersuara seperti Ichirou yang terakhir.
”kamu..cemburu ya.. Minho kun??,” Ichi lagi lagi menggoda dan tertawa
”ets..enak aja.. kamu kali,” balas Minho singkat, dia bersiul siul,”kan..kamu yang teman lamanya..aku Cuma teman dia dua minggu terakhir”
”Ichi kun.. Lee san, Ken kun dan Makoto kun..semua temanku,” senyum Aiko pada Minho dan Ichirou.
Ichirou malah garuk garuk kepalanya, cengengesan,”hehe.. Aiko chan enggak berubah berubah dari SMA”
Mereka lalu jalan terus..sampai di jalan besar..
”aku..sampai sini saja ya!,” kata Ichirou. Dia memang tempat kost nya agak jauh, perlu naik bus.
Dewa... mata! (sampai jumpa lagi-red),” kata Minho
Mata ne, Ichi kun,” Aiko melambaikan tangannya pada Ichirou.
Ichirou melambaikan tangannya tanpa menoleh dan naik bus..

”Lee san.. kostnya..jauh dari sini??,” tanya Aiko, ramah padanya
Minho menggeleng,”enggak.. enggak jauh juga dari kost mu,”
Mereka berjalan menyusuri trotoar..
”tugas..dari Ken kun dan Makoto kun.. kapan mau dikumpulkan ke Lee san?,”tanya Aiko lagi
Minho lalu berhenti jalan. Aiko ikutan berhenti.
Minho berdiri berhadapan dengannya,”eh..jangan panggil aku dengan ”san” dong.. kesannya aku tua sekali deh”
”jadi?,” Aiko tanya balik
”ya.. panggil saja.. Minho kun,” senyum Minho, masih berdiri di depan Aiko
”ya..baiklah.. Lee san..,” balas Aiko,”eh..Minho kun”, tambahnya lagi.
”nah.. bagus begitu,” senyum Minho lagi. Lalu mereka jalan lagi.
”kenapa..Aiko chan mau masuk kedokteran?,” tanya Minho
”panggil aku.. Kohashi kun saja.. maaf,” balas Aiko.
”oh..aku malas, hahahaha.. aku..panggil Aiko chan saja ya??,” Minho pura pura menggaruk kepala belakangnya lagi.
”apa..enggak terlalu memaksa??,” Aiko memandang padanya
”memaksa bagaimana?? Malah aku terkesan kaku dengan panggil kamu Kohashi kun..,” balas Minho.
Lalu,”enggak apa kan? Hehehe,” lanjutnya lagi
Aiko agak lama memandang Minho, lalu,”ya..baiklah”
”terus.. kenapa kamu mau masuk kedokteran, Aiko chan??,” tanya Minho. Mereka jalan lurus saja.
”ang.. aku memang bercita cita jadi dokter..mungkin suatu saat..aku ingin pergi ke luar negeri..ke negara miskin yang banyak orang sakit.. lalu..aku membantu mereka,” Aiko senyum saja, tetap berjalan lurus. Begitu juga dengan Minho.

”oo..gitu ya? Mulia sekali loh..tolong menolong itu,” senyum Minho, masih tetap berpandangan lurus melihat jalan.
”lalu..pastinya harus pintar juga,” lanjutnya lagi
”bukannya..Minho kun juga pintar ya??buktinya..mendapat beasiswa..,” Aiko menoleh padanya dan senyum
”et..iya kali ya..aku ini pintar? Hahaha,” Minho malah tertawa.
”kost mu..sudah sampai nih,”lanjutnya lagi
”besok..hari terakhir orientasi sekolah loh... kamu..punya apa buat ku, Aiko chan?,”
”sesuatu..enggak boleh dikasih tahu kan??,” balas Aiko.
Minho nyengir kuda,”iya, hehe..tapi.. kasihclue nya saja dong...”
Dia benar benar ngarep dikasih hadiah.
”ya..aku ada sesuatu untuk kalian bertiga besok,” balas Aiko lagi
”makasih ya, hehe,” Minho cengengesan.
”tapi..besok..hari terakhir ya??,” lanjutnya
Aiko mengangguk.
”eh,tapi...kita masih bisa jadi teman kan.. Aiko chan??,”tanya Minho lagi.
”ee..iya,” balas Aiko, mengangguk senang..

”sudah..hati hati jalannya ya,” senyum Minho.
”buat komiknya...jadi topik yang tadi kan... Ichi kun dikerjain senior??hihi,” tanya Aiko
Minho malah tertawa,”iya..hahaha... Rasakan, Ichi kun, hahahaha”
”Minho kun..dan Ichi kun..sudah akrab ya? Padahal kalian kan..baru dua bulan kenal ya?,”
Minho memandang Aiko,dia agak menunduk karena tinggi sekali,”Aku pertama kali ke jepang bingung...mau punya teman siapa?? Ternyata aku ketemu Ichirou kun dan dia baik padaku..ya sudah..aku jadikan dia teman ku”
”Ichi kun memang baik.. aku juga sekelas dengannya waktu SMA..dia suka menghiburku kalau aku sedih,” balas Aiko
”hai.. Ichi kun ga yoku hito desu (iya..ichi orang baik-red),” balas Minho
”sudah ya.. mata ashite ne, Minho kun,” aiko senyum menunduk hormat.
Minho malah melambaikan tangan,”Jya ne.. Aiko chan,hehe”, sambil cengengesan.
Mereka pisah di depan kost an khusus putri.

Esoknya...
”Hari ini adalah hari terakhir masa perkenalan..sudah hampir dua minggu kalian..dari berbagai jurusan.. disatukan..supaya kalian bisa saling kenal.. pastinya..kalian bisa semakin akrab dalam berteman,” kata senpai (senior-red), menyampaikan kata penutup masa orientasi.
”jangan lupa..setelah ini...jangan lupakan teman teman kalian..terutama yang sekelompok ya.. sukur sukur kalau bisa jadi pacar, hahahaha!,” lanjut senpai Yamaguchi lagi
”hahahahahaha!!,” para mahasiswa orientasi pada tertawa.
Minho tertawanya keras sekali. Sampai aiko menoleh padanya.
Minho melihat,”doushite?(ada apa-red)”
uun.. nandemo arimasen (enggak..gak apa apa-red),” balas Aiko terburu buru
“ya..lalu..sehabis ini..kita saling bertukar kado antar kelompok.. tadi kami sudah lihat semua hasil kreativitas kalian. Dan.. rata rata..junior junior illustrator dan animasi ini…pintar pintar dibandingkan dengan jurusan lain ya?,” basa basi Yamaguchi senpai lagi.
“kami berharap..begitu juga.. para senior dan junior bisa saling kenal…sukur sukur..aku dapat pacar disini, hahahaha!,” lanjut Yamaguchi lagi
“hahahahahahaha!,” para mahasiswa orientasi tertawa lagi, membalas guyonan Yamaguchi.
Setelah selesai basa basi dari ketua senior, Yamaguchi Akira dari jurusan tehnik elektronika, akhirnya acara tukar kado antar kelompok pun dimulai.

“ini di undi dulu ya..siapa dapat siapa?,”kata Minho. Dia memang ketua kelompok.
“kayaknya sih.. ada yang dapat special nih,” goda Ken Zhu. Dia juga anak beasiswa dari Taiwan.
”eh, hehehe, iya kayaknya sih,” balas Makoto.
”ayoo..diambil..aku sudah putar putar nih..enggak bakalan tertukar deeh...,” Minho memberikan mereka potongan potongan kertas yang digulung, supaya saling mengambil.
”aku...pilih pilih dulu, hehehe,” balas Makoto, dia menimang nimang empat kertas yang dilinting Minho.
”buruan, ah..,” Ken jadi malah repot.
”nanti dulu..siapa tahu..aku dapat punya Kohashi kun, hehe,” balas Makoto. Dia melirik ke Aiko. Aiko balas lirikan Makoto dengan senyum.
”ayo cepat diambil..,” kata Minho,”aiko chan..ambil juga..aku terakhir,”
chan o yobidashi?? (panggil chan ke aiko-red)”, Makoto mendadak heran.
doushite? Mondai ga arimasu ka?(kenapa..ada yang salah?-red),” balas Minho santai
Iie..nan demo nai (enggak..gak apa-red),” balas Makoto singkat, dia lalu buru buru mengambil kertas undiannya
”Nanti dibukanya..kalau semua sudah ambil,”balas Minho lagi.
Lalu mereka mengambil satu satu dan Minho terakhir.
”ayo dibuka..1..2...3,”
Mereka sama sama membuka..lalu menunjukkan hasil undian mereka.
”nah.. benar kan kataku? Hahaha,” Ken tertawa
machigainai (gak salah lagi-red), hahaha,” balas Makoto, tertawa.
Minho malah tertawa,”hahahaha..kebetulan ya?”
Aiko malah enggak enak hati,”aku..dapat punya Minho kun”, katanya menunjukkan pada mereka.
”gak apa..gak apa.. mou daijyoubu da yo (gak apa kok-red),” balas Makoto, sengaja menyindir.
Minho malah tertawa,”rakki me (lucky me-red)”
Mereka lalu bagi bagi kado.
”kita..tukeran kado nih,” sindir Ken. Dia dapat kadonya Makoto. Padahal dia berharap dapat kado dan Aiko.
Mereka lalu membuka kado masing masing.
sangkiyu, Makoto kun,” kata Ken. Dia mendapatkan ikat pinggang dari Makoto. Makoto mendapatkan sebuah dompet cewek dari Ken.
”wah..ini sih...buat cewek nih..tapi gak apa sih..bisa buat adikku..sengaja banget deh..kayaknya memang mau kasih ke Kohashi kun, hahaha,” canda Makoto pada Ken.
Minho dan Aiko membuka hadiah masing masing.
”wah.. patung kucing,” kata Minho,”artinya?”
”kalau di chinese..itu untuk menolak keburukan,”kata Ken
”oh..,” balas Minho singkat
arigatou, Aiko chan,” senyum Minho
mata..chan o yobidashi...hahahaha,” sindir Makoto. Minho benar benar kurang sensitif, kalau dia disindir Makoto soal panggilannya yang ”chan” ke Aiko. Sebab mereka baru dua minggu agak dekat, kok bisa mendadak panggil ”chan”?
”Makoto kun..sonna koto nai wa yo...tomodachi dake desu yo (enggak gitu, makoto..kita Cuma teman-red),”balas Aiko
”tomodachi dake yo, hahahaha (Cuma temen deh-red),” balas Makoto lagi.
”ayo dibuka, Kohashi kun,” kata Ken.
Aiko membuka kadonya dari Minho.
”aw..aw..aw..sepertinya memang sudah ditakdirkan khusus,” ledek Ken.
Aiko menggaruk kepalanya. Ternyata dia juga mendapatkan semacam dompet yang bisa jadi tas kecil,dengan warna yang lembut khas perempuan.
Minho tiba tiba cengengesan,”ah..enggak..sumpah deh..enggak sengaja”

Setelah bubar..mereka makan sama sama di kafe..ditambah dengan Ichirou yang bergabung..
”toss!,” teriak mereka.
”wah..besok kita sudah masing masing kampus nih.. berat banget rasanya..apalagi.. kemarin kemarin ada yang manis,” lirik Ken pada Aiko.
”yooo...hahahaha,” tawa Ichirou dan Ken menggema.
Minho ikut ikutan tertawa,”iya..asik kalau ada yang manis.. apalagi..jurusan animasi dan ilustrator kebanyakan cowok..pusing deh, hahahaha”
”apalagi elektronika, hahahaha,” kata Makoto
deeto (nge date-red) yuk, Aiko chan??,” tanya Ichirou
”eh?,” Aiko menoleh pada Ichirou.
Ichirou nyengir kuda. Yang lain tertawa.
“kalian ini..bagaimana sih.. masak dari SMA sudah jadi teman..belum nge date juga?? Nanti direbut Minho kun loh.. Aiko chan nya, hahahaha,” ledek Ken.
”Ken kun.. aku enggak gitu,” balas Aiko, suaranya pelan, dia malu dikecengin cowok cowok itu
”ah.. Ichi kun bakalan kalah cepat dengan ku..percaya deh, hahahaha,” Minho malah asik balas candaan Ken.
”lihat saja nanti, hahahaha,” balas Ichirou
”hey..serius nih.. Aiko chan..mau gak..date dengan ku? Nanti aku kalah dengan Minho kun lagi..padahal..dia baru dua minggu kenal kamu,” lanjut Ichirou lagi
”Ichi kun.. jangan gila deh,” balas Aiko.
”iya deh..iya.. tapi pasti nanti kalau Minho kun yang ajak kencan..kamu mau,” balas Ichirou
Minho nyengir kuda,”hiiii...”
Aiko menggeleng.
”wah.. aku ditolak, hehehe,” balas Minho enteng. Dia tenggak bir ringannya.
”nge date ditolak... cewek lain disikat, hahahaha,” sindir Makoto.
”Hahahahahaha!,” Minho, Ichirou dan Ken tertawa. Aiko Cuma diam saja.
Lalu mereka asik ngobrol ngobrol soal materi kuliah yang bakalan membosankan.
”apalagi buat Aiko chan..kamu pasti bakalan pusing ya,” Ken nyengir kuda, sok pura pura polos.
”aku kan..memang ingin sekali jadi dokter, Ken kun..sudah cita cita ku dari kecil,” jawab Aiko.
”ya..nanti Minho kun jadi bapak dokternya..cusss..hahahaha,” Makoto lagi lagi becandain Aiko. Dia berlagak jadi dokter.
”kamu mau aku suntik mati, Makoto kun? Hahahaha,” balas Minho.
”sadis,” Ken nyengir kuda,”tapi..bagus juga tuh..biar dia diam terus..jangan berisik, hahaha”, gantian Makoto dibully Ken.
Mereka tertawa tawa sampai puas. Aiko lebih banyak diam lihat cowok cowok itu saling ledek.
Puas mereka ngobrol lama, akhirnya pulang juga.

”bye bye.. Aiko chan..kalau kita bertemu dikampus..jangan lupa ya!,” Makoto melambaikan tangan, ingin berpisah dengan Aiko dan yang lain, dia jalan.
”oi, Makoto kun.. sini dulu,” tiba tiba Minho memanggil lagi.
”bagaimana kalau kita semua punya markas kumpul??,” tanya Minho pada yang lain.
”ada..ide tempat?,” tawar Ichirou
”terdekat di fakultas animasi tuh,” balas Ken.
”ada sih...bukan gedung..Cuma lebih tepatnya yah..ruangan gitu deh..kayaknya enggak terpakai,” kata Ichirou
”bisa tuh..,” balas Minho,”nanti kita lihat gedungnya,” dia tepuk tepuk pundak Ichirou
”ya..baik deh..nanti kalian aku hubungi kalau aku dan Minho kun sudah dapat ruangannya..lumayan, buat kencan, hehehe,” kata Ichirou.
Minho langsung memukul kepala temannya itu, Ichirou,”pikiranmu, hehe”

”sudah ya..kita pisah disini semua.. sampai jumpa lagi!,” teriak Ken dan Makoto.
Mereka masing masing berpisah. Hanya Minho dan Aiko yang satu  jalur.
Mereka berdua jalan kaki.
”eh.. terima kasih ya.. patung kucingnya..mudah mudahan..aku beruntung terus,” senyum Minho.
Mereka berdiri di depan kost khusus putri.
”iya..Minho kun.. aku juga.. terima kasih dompetnya,” balas Aiko.
”eh, hehehe,” Minho cengengesan lagi. Dia garuk garuk kepalanya.
”kenapa, Minho kun?,” tanya aiko, heran.
”mau gak...??,” kata Minho, cengengesan lagi.
”mau apa?,” aiko bingung
”tapi..jangan bilang bilang yang lain ya?,” kata Minho lagi..masih cengengesan,”aku malu..gak enak dengan yang lain”
”apa ya??,” tanya aiko balik. Dia bingung dengan apa maunya Minho
deeto (kencan-red) yuk, hehehe,” Minho minta nge date, tapi cengengesan.
Aiko diam sejenak.
“eh..kalau gak bisa gak apa.. jangan dipaksa,” Minho menggerakkan tangannya.
“ungg,” aiko masih bingung..dia mikir sejenak..
“enggak apa apa,” Minho masih menggerakkan tangannya.
“tapi..sepertinya..Minho kun ini..cowok yang sulit ditolak,” dalam hati Aiko.
“aku pertimbangkan, Minho kun.. jadwal kuliahku padat,” balas Aiko
Minho garuk garuk kepalanya,”iya..enggak apa.. aku tunggu jawabannya, hehe”
”iya..baiklah..aku..masuk dulu,” aiko menggerakkan tangannya, menunjuk pada pintu masuk rumah susun.
”iya..silahkan, hehe,” Minho masih cengengesan.
Aiko menunduk hormat dan lalu menuju pintu masuk.
”jangan lupa ya... Aiko chan... aku tunggu... deeto nya, hehe,” teriak Minho
Aiko menoleh, lalu senyum,”aku kabari nanti, Minho kun”
”iya.. tata, Aiko chan, hehe,” balas Minho, seperti anak kecil, melambaikan tangannya pada Aiko.
Aiko Cuma senyum, lalu masuk pintu masuk utama ke ruangan ruangan rumah susun/kost.
”hehehehe..bakalan nge date deh... ,” Minho kegirangan. Dia jalan pulang ke rumah susunnya.



Bersambung ke part 2...