Semua
kegiatan harus berjalan lancar walau Kwon yun benar benar marah dengan kejadian
ini. Dia memaki maki Minho pagi itu dengan bahasa Korea
nya dan lalu menelepon orangtua Minho . Dia enggak mau urusan karir dan perusahaan
keluarga jadi hancur karena masalah ini.
Minho habis dimaki maki ayahnya pagi itu. Ayahnya
gak nyangka juga anaknya bisa berbuat seperti itu, dan bukan hal yang begitu
yang diharapkan keluarganya. Minho benar benar membela diri dan dia benar benar tidak meniduri
sekretarisnya itu. Maki makian berakhir dengan Minho harus memecat Rima cepat
cepat, sebelum ada yang tahu dengan kejadian itu. Mereka sampai takut kalau Rima suatu hari nanti
hamil dan ketahuan oleh para staff yang lain.
Kwon yun masih memaki maki juga, sementara
akhirnya dia meninggalkan Minho di ruangannya.
”tapi..kenapa Rima menyesal??bukannya
kalau suka dan suka..tidak menyesal??,” Kwon yun sempat bingung
Waktu sudah menunjukkan jam 8 pagi, tapi
Rima belum keluar kamar juga. Dia masih menyesali diri. Wajahnya benar benar
sembab menangis.
”eh..kemana si bu Rima..kok gak makan
disini?? Apa dia emang gak
biasa sarapan?,”tanya seorang supervisor kepada Yudha. Dia penanggung jawab
staff kalau lagi ada acara seperti ini.
”ntar deh gue lihat... mungkin emang bukan
orang yang bisa sarapan,”jawab Yudha.
”hehe..liatin aja lu, cewek muna.. karir
sama hidup lo dah ancur.. kasian dah lu..makanya, jadi cewek jangan sok suci
gitu.. hahahaha,” Tina tertawa tawa dalam hatinya, dia benar benar menang.
Kwon mengetuk pintu bungalow yang Rima
tempati.. Rima membuka pintu
dan dilihatnya mata cewek itu sembab sekali..
”ijinkan aku masuk...aku ingin bicara,”
kata Kwon yun, dengan nada yang terkesan dingin.
Rima mempersilahkannya masuk, mereka pun
duduk di ruang tamu.
”aku sungguh tidak menyangka kalian bisa
berbuat seperti ini,” kata kwon membuka pembicaraan
”i swear by God.. saya dan Minho tidak
berbuat hal buruk seperti itu, Mr Kwon.. Minho sudah mengatakan yang
sejujurnya,” balas Rima
”bagaimanapun juga.. hal ini memalukan,”
balas Kwon,”segeralah berkemas.. aku akan mengantarkanmu pulang.. Ayah Minho
sepakat.. kamu di pecat”
Tanpa basa basi lagi, dia lalu berdiri dan
keluar bungalow yang Rima tempati.
Rima menunduk hormat pada Kwon.
”30 menit lagi aku tunggu, segeralah
berkemas,” kata Kwon yun lagi, mengingatkan
Kwon
lalu ke kamar Minho lagi..
”Rima
will go home.. I’ll take her home,” katanya datar pada Minho .
“lemme
carry her,” kata Minho , dia minta dia saja
yang mengantarkan ceweknya pulang.
“you
cant… just stay here and lead the meeting.. anyway, soon I’ll be back here
again, perhaps it wont be traffic jam,” balas Kwon. Dia sendiri yang akan
mengantarkan Rima dan kembali lagi untuk tetap menyelesaikan kerjaannya.
“I’ll
say sorry to her,” kata Minho lagi.dia
berjalan keluar bungalownya, tapi Kwon mencegah. Dia tidak ingin Rima tambah
sakit. Kwon menceritakan kalau kondisi Rima sepertinya sangat terpukul atas
kejadian itu, wajah dan matanya bengkak karena menagis.
“but..
we didn’t do anything, Kwon.. I swear.. I cant fire her!,” Minho
masih saja membela diri.
“stop
defending yourself, Minho,”Kwon masih sensitive, kenapa Minho
selalu membela dirinya bahwa dia tidak melakukan apa apa dengan Rima, padahal
jelas jelas kwon yun melihat hal yang membelalakkan matanya. Walau sebenarnya,
dalam hati, Kwon juga sedikit ragu, apa hal itu benar benar terjadi?
“at
least.. let me say goodbye to her,” kata Minho
“just
stay here, pimpin meeting.. ,” balas Kwon lagi. Dia lalu keluar ruangan Minho dan menunggu Rima di dalam mobil nya.
Tanpa sengaja, Sheilla yang lagi iseng
jalan jalan di taman sebelum jam kerja dimulai itu melihat Rima sedang membawa
kopernya untuk pulang di antar Kwon.
”loh.. bu Rima kenapa?? Kok bawa koper??,”
tanya Sheilla, dia menghampiri Rima.
”saya minta maaf, bu.. saya harus pulang..
saya sakit,” Rima mengelak pada Sheilla.
”oh,” balas Sheilla,”lalu nanti Mr Lee.. siapa yang urus laporannya? Sebentar lagi
rapat dimulai”
”muka mu pucat sekali, Bu,” lanjutnya lagi
Rima senyum,”iya, bu...saya sakit daritadi
malam.. jadi, saya minta ijin
sama Mr Lee untuk pulang. Saya
sudah sediakan semua filenya dan tinggal digabungkan saja dengan punya divisi
lain. Begitu juga sama rencana kerja tahunannya”
”aduh..sayang banget sih sakit.. moga
lekas sembuh ya, bu.. jangan
kelamaan sakit.. kasian loh, Mr Lee nya.. nanti ikutan sakit loh.. kalian kan..
mirip banget suami isteri, hehe,”Sheilla malah bercanda.
”bu Sheilla bisa aja,” jawab Rima,
senyum,”saya pamit ya, bu..terima kasih”
Sheilla gak nyangka kalau itu adalah hari
kerja terakhir Rima.
Rima pulang diantar Kwon. Kwon yun lebih
banyak diam di jalan, yang biasanya dia sangat talkative dengannya.
”aku minta maaf.. ini adalah keputusan
akhir kami,” kata Kwon membuka pembicaraan ketika di tengah perjalanan
”saya tahu, Mr Kwon.. saya siap menerima
resikonya..,” Rima suaranya lemah menjawab perkataan Kwon
”dalam tradisi kami.. jika sudah begini.. kalian
harus menikah.. tapi.. kami dan kalian berbeda..kami akan bicarakan dengan pak
hamid segera,” balas Kwon lagi
Rima kaget.. bisa bisa dia beneran bakalan
di bunuh ayahnya kalau ayahnya tahu apa yang telah terjadi.
Rima menunduk, dia menangis,”saya dan
Minho.. tidak melakukan apa apa, Mr Kwon.. aku membantunya berbaring karena dia
mengeluh sakit kepala hebat.. lalu, tiba tiba.. saya pun jatuh dan tidak ingat
apa apa lagi,”
”umm,”Kwon bergumam,”jika memang begitu..
kenapa Minho tidak pakai baju dan baju mu juga berantakan?? Apa bisa semuanya
terjadi sendiri seperti hantu?”
”saya tidak ingin ayah saya tahu, Mr
Kwon.. tolong simpan saja cerita ini,” Rima menghiba padanya, dia benar benar
bingung, sedih, kalut.
”Mr Lee senior tidak suka anaknya tidak
bertanggung jawab. Hal kemarin malam sudah seperti nasi menjadi bubur. Tolong
jangan membuat keluarga Lee menjadi lebih buruk dengan menjadikan anaknya Mr
Lee tidak bertanggung jawab.. kamu memang dipecat, tetapi kami akan
membicarakan hal lain agar keluarga Lee tidak menanggung malu”, balas Kwon sambil
lurus tetap menyetir
”ayah saya.. akan menghukum saya caranya
kalau begini, Mr Kwon,” Rima masih menangis terisak
”nasi sudah menjadi bubur..aku akan
ceritakan jujur apa adanya pada Pak hamid,” balas Kwon. Mereka lalu saling diam
sampai di rumah beh Hamid.
Mereka sampai di rumah beh Hamid. Sampai
di depan rumah, beh Hamid bingung, kenapa anaknya kok pulang cepat, katanya 3
hari 2 malam disana.
Tiba tiba Rima menangis dan minta ampun di
kaki ayahnya
”beh.. maafin aye, beh.. bunuh aja aye
daripada keluarga kite malu,” katanya menangis memeluk kaki ayahnya
”apa apaan eni??,” beh hamid heran lihat
anaknya mendadak nangis kencang
Kwon berdiri di depan beh hamid, dia
menunduk hormat pada orangtua itu.
”pak hamid..aku datang ke sini
mengantarkan Rima ..untuk tidak lagi bekerja di perusahaan kami,”
”apaan sih??lu kenape sampe begini?? Eh
Kwon, lu ceritain ame gue..kenape anak gue mpe mewek kejer begini,” kata beh
Hamid penasaran
Lalu Kwon meminta beh Hamid bicara dalam
bahasa Indonesia, sebab dia hanya mengerti bahasa itu
Rima malah memohon Kwon supaya gak cerita.
Beh Hamid marah.
”Lu
mau ngumpetin apa apa di depan gue?? Jangan jadi anak durhake lu!”, bentak beh Hamid pada anaknya.
“Pak
Hamid.. sabar..akan aku jelaskan,” kata Kwon
“jelasin..gua
mau tau,” balas beh Hamid.
Rima masih menangis. Dia lalu duduk.. semuanya duduk..termasuk juga Salma,
isteri beh Hamid.
”Minho dan Rima..sudah melakukan sesuatu
yang diluar kewajaran,” kata Kwon memulai pembicaraan.
”Maksud lu?,” tanya beh Hamid.
Rima tidak tahan mendengarnya, dia
menjerit, nangis lalu langsung masuk kamar.
Beh Hamid berdiri dan ingin masuk kamar
anaknya, supaya Rima ditarik kembali ke ruang tamu.. tapi Kwon mencegah..biar
dia menangis saja dikamarnya..
Beh Hamid duduk lagi..
”tadi malam...mereka sudah tidur
bersama..,”Kwon menghela nafas mengatakannya,”aku..menemukan mereka
paginya..dalam satu selimut”
Beh Hamid syok..kaget berat,”APE??KURANG
AJAR TU ANAK BEDUE..!!”
Dia lalu bangun dari duduknya dan pergi ke
kamar Rima..dia tarik tarik anak nya sendiri..di seretnya di depan Kwon, lalu
dia pukul anak nya itu pakai gagang sapu
Rima mengaduh kesakitan, dia menangis,
meraung raung minta maaf pada ayahnya..
”Beh...maafin aye, beehh... bukan salah
aye,” katanya, dia memegang kaki ayahnya, tapi beh Hamid terus memukulnya pakai
gagang sapu, walau dia sudah menangis minta maaf berkali kali.
Kwon sangat kasihan melihat itu..minta
jangan beh Hamid memukul anaknya sendiri.
”GUE BILANG JUGA APE?? JANGAN LU DEKET
DEKET BANGET AME SI MUKE KOTAK NTU! SEKARANG LU UDEH MELANGGAR PERINTAH TUHAN..
LU ANAK BANGOR.. PEGI LU DARI SINI!!,” beh Hamid kembali memukul anaknya dengan
gagang sapu berkali kali sampai badan Rima biru biru.
Kwon akhirnya mencegah beh Hamid dengan
memegang gagang sapu itu,”sudah, Pak.. sudah! Ini tidak baik.. jangan dipukul
lagi!”
”beh..udah beh..,” Salma memohon mohon
anaknya tidak dipukul lagi
”apaan?? Anak lu dah bezine.. malu gue
punya anak macem gini.. mendingan gue usir! Mendingan gue keilangan anak satu
daripade malu maluin keluarge! Pegi lu dari sini.. pegi!,” beh Hamid menendang
anaknya sendiri.
Badan Rima biru biru dipukul gagang sapu
oleh beh Hamid. Kwon berjongkok di depannya,”kamu..baik baik kan??”, dia cukup
khawatir juga melihat Rima sudah kesakitan digebukin,”habis ini..kita ke Rumah
sakit,” kata Kwon lagi.
Rima Cuma menggeleng, menolak.
”PEGI LU DARI SINI! LU BUKAN ANAK GUE
LAGI!!,” beh Hamid menendangnya sekali lagi.
Rima diam saja ditendang, dia gak melawan.
Badannya sudah sakit, biru biru dipukulin ayahnya sendiri. Dia meringis ringis kesakitan sambil tetap
minta ampun sama ayahnya.
Kwon jadi membela Rima,”SUDAH, PAK HAMID..SUDAH!”
Hamid jadi marah juga dengan Kwon,”apa
apaan lu ikutan ngebelain anak gue?? Kayak begituan udah budaya lu..bukan
budaya keluarga gue.. jadi pantes kalo gue usir anak kayak begini!”
Salma nangis,”udah, beh.. kali..die kagak
sengaje!”
”Kagak sengaje dari Korea!! Awas lu
ngebela anak lu kendiri..gue usir lu bedue!,” beh Hamid masih sangat marah. Dia menendang meja. Tumpah semua minuman
dan kue yang tadi disediakan Salma untuk Kwon.
Kwon benar benar kaget dengan marahnya beh
Hamid.
Rima terus dipukul pakai gagang sapu,
ditendang, badannya benar benar babak belur, biru biru, mukanya sembab
digamparin, dan ujung bibirnya luka karena digampar.
”Pak hamid..saya mohon..cukup! saya tetap
akan membela anak bapak, Rima..karena saya fikir..dia tidak bersalah..dia orang
baik.. mungkin sepupu saya, Minho yang salah,” Kwon menunduk hormat pada beh
Hamid, memohon supaya Rima tidak dihukum lagi.
”simpen nunduk nunduk lu..gue kagak
peduli!,” balas beh Hamid, kasar.
Lalu dia masuk kamar Rima, mengeluarkan
semua baju baju, dilemparnya ke luar kamar..
Dia bawa beberapa potong baju ke depan
Rima dan dilempar ke mukanya,”PEGI LU! JANGAN NONGOL LAGI DEPAN MATA GUE! ANAK
DURHAKE!”
Dia benar benar mengusir Rima, anaknya
sendiri.
Salma nangis,”Beh..udah, beh..anak kite
mau kemane kalo diusir??,”
”Jangan lu pernah bela pezine..walo anak
lu kendiri!,” beh Hamid gantian bentak isterinya sendiri.
”PEGI LU! GUE KAGAK MAU LAGI LIAT MUKE LU!
DIKELUARGE GUE KAGAK ADE PEZINE MACEM LU!,” beh Hamid teriak mengusir Rima.
Salma nangis, mohon mohon suaminya jangan
usir anak perempuan satu satunya itu.
”mendingan gue kagak punya anak perempuan
daripade kayak die..!,” beh Hamid marah pada isterinya,”jangan lu bela bela
die!!”
”buruan lu pegi!,” lalu dia bentak Rima.
Rima masih biru biru dan luka, dia
memungut baju baju yang tadi dilempar ke mukanya,dia lalu masuk kamar. Kwon yun
sedih melihat pemandangan itu.
”kalau dia benar diusir... biarlah dia
tinggal di rumah sewa ku saja, bersama Mulyani”, kata Kwon dalam hatinya.
Mulyani adalah pembantunya.
”bilang sama si Minho.. sekali lagi die
kesini.. gue gibeng tu bocah! Gue patahin lehernye! Kagak ada tanggung
jawabnye!!,” dia marah pada Kwon yun
Kwon Yun menunduk hormat,”akan saya
selesaikan urusan ini dengan Minho, pak Hamid.. saya sudah katakan bahwa Minho
harus bertanggung jawab,” balas Kwon kalem.
”mane tanggung jawabnye?? Sialan tu
bocah!,” beh Hamid maki maki Minho. Kwon yun yang jadi bemper nya Minho Cuma menunduk saja. Dia tahu sepupunya salah, tapi
juga harus menghadapi pekerjaannya.
Salma masuk ke dalam kamar Rima. Dia mengelus elus kepala anaknya
”kenape lu jadi gini sama si mister?? Emang
lu ngapain ame die??,” dia nangis di depan anaknya
”aye kagak ngapa ngapain, Nyak..aye juga
kaget.. pas bangun, Minho udah ade di samping aye.. kagak bebaju”, Rima masih
nangis dan berusaha bicara, sambil dia masuk masukin baju bajunya ke tas
”lu kenape gak bilang ame babeh lu.. kalo
lu kagak salah??,” Salma sedih bener anaknya di gebukin abis abisan sama
suaminya sendiri.
”aye gak bisa ngelawan babeh, Nyak,” balas
Rima. Dia pun cepat cepat pergi
”lu jangan pegi... lu mau pegi kemane??,”
Salma sesegukan, dia peluk anaknya
Rima senyum pahit sambil masih meringis
kesakitan akibat digebukin tadi,”gak tau, Nyak.. aye pergi aja dulu..aye pamit,
Nyak,” lalu dia cium tangan ibunya.
Dia berdiri dan membawa tas nya keluar.
Salma nangis, dia mencegah anaknya pergi.
”lu jangan pegi, Rima.. gue ama sape?? Lu perempuan..gue takut lu kenape nape
dijalan,” salma pegang tangan anaknya
”aye pegi, Beh.. Nyak.. maafin aye, gak
bise jadi anak babeh dan nyak nyang baek..,” Rima menunduk mencium tangan
ayahnya, tapi beh Hamid langsung menepis tangannya sendiri, tidak mau dicium
anaknya.
Kwon masih berdiri di depan mereka, dia
ikut sedih.
Rima tanpa ba bi bu pada Kwon dan tanpa
melihatnya lagi, langsung pergi meninggalkan rumah.
Beh Hamid diam aja, dia masih marah. Salma
nangis lihat anaknya pergi.
”Lu tega ma anak kendiri!! Kalo anak lu
diapa apain orang di jalan gimane??,” dia teriak ke suaminya sendiri, beh Hamid
Kwon diam saja. Dia masih disitu, Rima sudah pergi.
Salma lari keluar, dia panggil panggil
anaknya
”RIMEEEEE... LU MAU KEMANE???”, dia kejar
anaknya, tapi Rima sama sekali tidak menoleh.
Para tetangga bingung lihat Rima babak
belur
”ntu kenape si Rime?? ,” kata ibunya Ipul
”eh.. ngapain juge si Salme ngejar
ngejar??,” lanjutnya lagi
Rima terus menunduk sambil jalan, lalu dia
mencegah angkot... dan pergi..
Salma nangis di jalan anaknya pergi...
Ibunya ipul dan para tetangga bingung..
”kenape, Mpok? Si Rime kenape??,” ibunya
Ipul berusaha menenangkan
Salma sesegukan,”anak gue.. diusir laki
gue kendiri, huhuhuhu”
Ibunya ipul istighfar,”astaghfirulloh..
kenape, Mpok?? Udah.. masup dulu ke rumah aye..tenangin diri dulu,”
Ibunya Ipul merangkul salma, mengajak
masuk ke rumahnya.
Kwon pamit,”saya.. undur diri.. akan saya
selesaikan urusan ini antar keluarga.. saya atas nama keluarga Lee minta maaf,”
”pegi lu,” balas beh Hamid, singkat.
Kwon menunduk hormat dan pergi..
Dia langsung jalan cepat ke mobil..
beberapa tetangga Rima yang melihat kejadian Rima babak belur dan jalan masuk
angkot, langsung dia tanya, nomor angkot berapa yang Rima naiki.. dia pun
langsung ngebut begitu tahu jalurnya.. mengejar angkot tersebut.
Dia mengikuti jalur angkot yang
dibilang..sampai ke terminal terakhir. Lalu dia sibuk mencari cari Rima,
bertanya tanya dengan orang orang, apa mereka melihat seorang wanita berjilbab
yang babak belur dan dia menunjukkan foto Rima yang asli. Beberapa orang yang
dia tanya menggeleng.
”kasihan Rima..aku harus temukan dia,”
kata Kwon dalam hatinya, dia khawatir
Dia lalu telepon Minho dan mengomel ngomel
dalam bahasa korea pada sepupunya itu. Dia bilang Rima habis digebukin
orangtuanya sendiri, lalu diusir dan sekarang dia sedang mencari cewek itu.
Minho gusar, galau mengetahui apa yang
dikabarkan kwon. Dia merasa bersalah dan ingin buru buru menyelesaikan
tugasnya. Kwon melarangnya, Minho harus tetap kerja, sementara Kwon akan
mencarinya di seputar terminal ini.
Tiba tiba ada beberapa orang perempuan
teriak teriak dekat warung di pinggiran terminal,”Tolong!! ada cewek pingsan!”
Orang orang langsung berkumpul.
Kwon langsung sadar diri dan dia menuju
kerumunan itu.
”Rima!,” dia langsung menyerobot banyak
orang, masuk dalam kerumunan dan menghampiri Rima yang pingsan.
”dia
pacar saya.. saya harus bawa pulang.. kakak.. tolong bantu saya bawa tas nya,”
Kwon minta tolong pada cewek tadi yang teriak
Kwon langsung membopong Rima ke parkiran
terminal, dimana dia parkir mobilnya, sementara tas nya di bawa cewek yang tadi
teriak.
”terima kasih, kakak... mau membantu,”
Kwon menunduk hormat pada cewek itu
Cewek itu kritik dia,”kalo punya cewek..
di jaga dong.. kasian lagi.. babak belur gitu,” ternyata cewek itu penjual
minuman dingin di warung kecil itu dan Rima belum bayar minumannya, sudah
keburu pingsan.
Kwon mengeluarkan uang 50 ribu an,”ini..saya
bayar minum nya dia.. terima kasih”
Dia pun langsung keluar dari terminal dan
pergi ke rumah sewanya.
Ditengah jalan, Kwon menghela nafas
berkali kali, melihat Rima yang masih pingsan,dia duduk kan disebelahnya.
Kwon lalu mengelus elus kepala Rima yang
ditutupi jilbab,”Kasihan kamu.. aku harus buat Minho bertanggung jawab pada
kamu.. atau.. aku juga bersedia menjadi suami mu.. kamu perempuan baik.. aku
akan benci Minho kalau dia tidak bertanggung jawab pada mu.”
Sampai di rumah sewanya, Mulyani,
pembantunya kaget, kenapa Kwon bawa cewek pingsan. Kwon menjelaskan kalau Rima temannya dan tolong
Mulyani membersihkan kamar kosong yang ada di sebelah kamar Kwon.
Mulyani langsung sigap membersihkan kamar
itu, Rima pun dipindahkan dari kamar Kwon ke kamar yang sudah disediakan.
”kasihan sekali mbak ini ya, Mr Kwon..,”
Mulyani membersihkan luka luka memarnya
Kwon mengangguk,”iya.. kamu..bisa bantu
aku bersihkan badannya kan? Aku keluar dulu.. aku harus kembali ke puncak.. ”
”sebaiknya Mr jangan pergi dulu.. nanti
Mbak Rima bingung.. tunggu sampai sadar,” senyum Mulyani. Dia memang pembantu
yang baik.
”ya.. baiklah..sekarang.. aku minta tolong
bersihkan badan dan luka luka memarnya, kasihan. Kalau perlu, aku bawa saja ke
rumah sakit atau panggil dokter ke sini...tolong telepon dokter,” jawab Kwon
Mulyani mengangguk, Kwon keluar kamar yang
di gunakan Rima. Dia lalu duduk di ruang keluarga yang sepi.
Dia sandarkan kepalanya di sofa, kepalanya
menengadah ke langit langit,”haaaa... hidup.. selalu ada saja hal menyesakkan,”
”lelah,” keluh Kwon,”tapi.. aku benar benar cinta sama Rima.. aku yang
akan ada disampingnya kalau Minho menolak”
Dia pun ketiduran karena capek ngurusin masalah
ini.
Tak berapa lama, Mulyani membangunkannya.
Kwon yun kaget, karena di depannya sudah
ada seorang dokter.
”Ini dokternya, Mr Kwon,” kata Mulyani
ramah
Kwon bangun dari setengah sadarnya karena
ketiduran, dia ramah menyambut dokter perempuan yang kebetulan berjilbab pula.
Mereka pun masuk kamar Rima yang masih pingsan.
”aduh.. kasian sekali.. memar memar.. ,” kata dokter itu, duduk di
samping Rima
Dia lalu memasang stetoskopnya dan
mengukur nadi Rima.
”shock, Tuan.. ibu Rima mengalami shock
hebat,” kata dokter itu
”iya.. dia baru saja dianiaya ayahnya
sendiri,” jawab kwon yun
”kasian sekali,” balas dokter itu, dia
lalu menulis resep.
”ini saya berikan antibiotik dan obat
penenang. Luka memarnya juga bisa dikompres, lalu, tolong berikan banyak cairan
juga buah buahan.. biar tidak dehidrasi.. dan.. tolong dijaga perasaannya,”
senyum bu dokter yang ramah itu
Kwon menunduk hormat padanya,”baik..
terima kasih, bu dokter”
”jika ada bantuan, bisa menghubungi klinik
saya,” senyum bu dokter itu ramah
Kwon menunduk hormat, dokter itu pun
pergi.
Kwon memandang Rima yang sudah dibersihkan
dan diganti bajunya oleh Mulyani.
”Mul.. kamu disini saja ya.. jika kamu
tidak ada waktu memasak, kamu pergi saja beli diluar.. ,” kata nya pada
pembantunya
”saya.. bisa masak kok, Mr.. ini lagi
sambil masak,” jawab Mulyani.
Kwon lalu menyuruh pembantunya masak, dia
akan menemani Rima di kamar itu.
Kwon sibuk memandangnya, lalu memberanikan
diri mengelus elus kepala Rima yang dia diam saja.. belum sadar juga.
Lalu dia pun memegang tangan Rima
”tangannya dingin sekali.. dia benar benar
trauma, shocked,” kata Kwon dalam hatinya
”aku minta maaf memegang tanganmu.. aku
cinta kamu, Rima,” kata Kwon lembut
Tak berapa lama, dia pun menelepon Minho.
Dia kembali mengomel ketika Minho lama
tidak mengangkat teleponnya.
”pacarmu pingsan,” katanya ngomel,”kamu
benar benar tidak peduli lagi padanya,”
”aku tidak begitu,” balas Minho,”aku akan
cepat ke sana malam ini... karena besok mereka pulang”
”cepat kesini..atau kamu tidak akan pernah
lagi bisa melihatnya,” balas kwon yun, judes. Dia langsung tutup teleponnya
lagi.
Ayah Minho tak berapa lama menelepon dirinya
(ceritanya dalam bahasa Korea.. maaf pemirsa, bahasa korea ku payah.. hehehehe)
”Appa.. aku minta maaf,” kata Minho
menyesal,”aku benar benar tidak melakukannya”
”kamu harus bertanggung jawab.. jangan
membuat malu keluarga,” jawab ayahnya
Minho bertanya pada ayahnya, apa yang
harus dia lakukan, karena dia sudah memecat sekretarisnya itu. Dia pun mengadu
kalau sekretarisnya itu diusir lalu dipukuli orangtuanya. Ayahnya terlihat
biasa saja.
”kalau kamu masih suka dengannya, kamu
harus berani hidup bersama dia,”kata ayahnya,”tapi itu tidak mudah,”lanjut
ayahnya lagi.
”aku akan menikahi dia, Appa.. ,”kata
Minho,”aku sudah janji”
”menikah tidak semudah itu,” balas ayahnya
datar,”bagaimanapun.. aku tetap lebih setuju dengan orang yang sebangsa”
”Appa.. ini keterlaluan..jika memang aku
harus bertanggung jawab... menikahi dia jadi tanggung jawabku untuk dia,” balas
Minho
”akan kami pertimbangkan,” balas Ayahnya.
Minho kecewa. Tapi dia berusaha untuk awal
menerima pertimbangan ayahnya.
Kwon mendatangi lagi kamar tempat Rima. Mulyani masih menemaninya.
”sudah bangun?,” tanya Kwon, dia membuka
pintu
Ternyata Rima sudah sadar. Kwon
menghampirinya dan senyum.
”Cuma diam saja, Mr,” kata mulyani
”mau makan?,” tanya Kwon pada pembantunya
itu
”iya.. tapi sedikit,” jawab Mulyani lagi,
sambil berusaha menyuapinya.
Rima duduk bersandar bantal. Dia pelan pelan disuapi Mulyani.
Tatapannya kosong.
Kwon mengelus pipinya,”kamu harus kuat ya”
”kasian ya.. ayahnya tega sekali,” kata
Mulyani
”sebenarnya ayah yang baik..dia tidak suka
anaknya berbuat buruk.. tapi..aku
yakin dia tidak seburuk ini,” kata Kwon
”aku harus kembali.. kamu jaga dia ya,”
lanjutnya
Mulyani mengangguk, melanjutkan menyuapi
Rima yang terlihat kosong.
”you
should know her condition, she’s stressed, depressed, she cant talk, just keeps
quiet, it’s because of you, Minho !! (kamu
harus tahu kondisinya.. dia depresi, stress sama sekali tidak mau bicara..Cuma
diam saja..kamu yang salah!-red),” Kwon langsung menuduh Minho
ketika dia kembali ke bungalow. Mereka
bicara di bungalow nya Minho. Sementara staff lain di bungalow besar.
”I
am not guilty, i’ve told you before that i didnt do anything to her! (aku tidak
salah..aku bilang.. aku tidak tahu apa apa!-red),” Minho
lagi lagi membela dirinya
”we
must go back to the city to night, our job is well done, right??(nanti malam
harus langsung kembali.. pekerjaan
sudah selesai bukan?-red),” tanya Kwon
Minho mengangguk.
”Tell
Tina and Yudha that they must join all the reports, and it must be presented,
the did it, right??,” tanya Kwon lagi
Minho mengangguk.
”good.. kalau begitu. Kita pulang malam
ini..biar mereka bekerja sampai besok pagi baru pulang,” lanjut Kwon, dia lalu
keluar lagi
”can
i meet her?,” tanya Minho pada kwon
”tidak tahu,” balas Kwon, tanpa
memperhatikannya, karena sudah membelakangi Minho, menuju pintu luar
”I
must go back home to night,” kata Minho pada
Yudha,”tolong bantu saya selesaikan sisanya,”
Yudha
mengangguk
“ah..
this is my secretary’s future plans, she’s sick so she couldn’t continue..
perhaps Tina already informed you”, Minho
berdalih bahwa Rima sakit dan minta tolong Yudha membantu menggabungkan
laporannya bersama yang lain.
Dia melihat Rima yang hanya diam saja
seperti orang bingung.. Minho sedih sekali..
Dia memegang tangan Rima,”Rima.. i am
sorry,”
Tapi Rima diam saja..
”sudah mau bicara?,” tanya Kwon pada
Mulyani
Mulyani menggeleng,”tidak mau, Mister.. ini saja saya paksa makan malam”
Minho duduk berjongkok di depannya,”aku
minta maaf,” dia menunduk sambil memegang tangan Rima
”see?
She’s depressed.. you see her face and body.. bruised. Doc gave her some
antibiotics and also anti depressant drugs,” kata Kwon. Dia kesal dengan
sepupunya sendiri.
“Rima??
It’s me.. Minho..,” Minho berharap Rima
mendengar suaranya
Tapi Rima diam saja.. tatapan matanya
masih kosong..seolah olah tidak ada Minho yang berjongkok di depannya, hanya
ada dia sendiri di ruangan itu.
Minho mengelus elus kepalanya.. dia sudah
berkaca kaca..
Minho berkali kali memanggil Rima, tapi
dia diam saja..
Akhirnya Minho memeluknya..”aku minta
maaf,”
Kwon ingin memisahkannya, tetapi ternyata,
Minho menangis..
Kwon pun tidak jadi memisahkannya. Dia memandang terus Minho yang menangis
tanpa sesegukan.. sambil memeluk pacarnya itu..
”you
must heal her, Minho .. no matter what.. she’s
depressed,” kata Kwon
“ah..
sudah lah.. nanti saja,” kwon yun
mencolek pembantunya, supaya meninggalkan mereka.
Minho keluar kamar dengan mata sudah
berkantung..
Dia lalu duduk disamping Kwon yang sedang
merebahkan kepalanya.
”I
am gonna marry her,” kata Minho datar
“are
you sure your father allows it?,” Tanya Kwon, tanpa menoleh padanya, matanya
masih terpejam
“I
don’t care..,” balas Minho ,”I’ll go to her
father’s home tomorrow,”
“it’s
dangerous.. don’t you see her? She’s bruised, black and blue,” kata Kwon. Dia
menyuruh Minho hati hati karena melihat Rima
dipukul babak belur sama ayahnya sendiri. Jadi dia takut sepupunya juga bakalan habis dihajar beh Hamid.
”think twice,” lanjutnya lagi. Menyuruh
Minho berfikir dua kali. Dia bilang lebih baik sembuhkan dulu depresi pacarnya,
baru nanti menghadap beh Hamid.
”she’s
driven out from home.. his father will never accept her nomore.. she’s accused
to commit adultery with you,” lanjut Kwon lagi, menjelaskan pada Minho kalau
pacarnya itu dituduh ayahnya sendiri berbuat zina dengan Minho ,
itu sebabnya dia dihajar habis habisan.
“is
it.. because you told him that we did wrong right??,” Tanya Minho balik
“I
never thought her father would be so cruel.. would persecute her so bad.. I am
sorry,” Kwon menoleh pada Minho , tatapan
matanya menyesal
“buk!,”suara
tonjokan Minho
“you
are really bastard, kwon!!,” Minho memaki
sambil menonjok Kwon kencang.
Kwon
yun jatuh, Minho masih memaksanya berdiri,
mengangkat bajunya dan menonjoknya lagi.
Kwon
melawan,”I am not guilty!”, dia gantian menonjok Minho .
Mereka berkelahi…
Mulyani panic.. dia teriak teriak..
”Mister.. udah mister!,” dia berusaha
menarik Kwon yang menonjok Minho berkali kali.
Kwon masih menonjoknya.. Mulyani menarik
terus baju Kwon..akhirnya, emosi Kwon redam juga.. dia mengendor kendorkan
tangannya.. pegal total habis menonjok Minho.
Mulut Minho berdarah,”i saekki ya!”, katanya pelan tapi memaki maki pada Kwon.
”sudah, Mister.. jangan ribut... nanti Mbak
Rima nya tambah setres,” kata Mulyani
Kwon menurut juga kata pembantunya
itu,”sialan kau, Minho!”
Minho menjaga jarak dengannya. Mereka
duduk berjauh jauhan.
Mulyani
memberikan keduanya minum air dingin.
Mereka masih diam diaman..
Akhirnya
Minho baru buka suaranya..,”I’ll bring her to my home,”
Kwon diam saja..
Minho berkata lagi yang sama.
”up
to you,” jawab Kwon,”but if you cant take care of her, I’ll bring her here
again”
“and
oh..dont forget.. better tomorrow you don’t go there.. just take care of her
and make her healthy 1st.. then, you go to her parent’s house”,
lanjut Kwon
Hari
sudah larut malam.. Minho pun membawa Rima ke
rumahnya, dengan mobil Kwon.
Suminah
kaget dengan kondisi Rima yang seperti
itu, dia buru buru membantu Minho .
”tolong... jaga dia,” kata Minho pada
suminah
”iya, Mister,” jawab Suminah. Dia
membaringkan Rima. Rima sama sekali tidak bicara, matanya terbuka tapi diam
saja.
”aduh mbak.. kasian banget dirimu..,” kata
Suminah pelan
”tidur ya, mbak.. ,” Suminah menarik
selimut untuk Rima.
Minho masuk lagi ke kamar
itu,”suminah..just leave us,” dia minta suminah meninggalkannya dan Rima.
Suminah pun keluar.
Minho menarik tangan Rima keluar dari
selimut, dia memegang tangan pacarnya itu.
”Rima.. it’s me, Minho..,” katanya tetap memegang
tangannya.
Rima tetap berbaring, tapi matanya tetap
terbuka,tetap diam, menatap kosong.
Minho keluar lagi air matanya, dia
menengadahkan kepalanya supaya tidak menangis, lalu dia senyum pada Rima.
”you
must be healthy, Rima.. and then.. I will make you happy,” senyumnya pada
pacarnya itu
Dia terus terusan mengelus elus kepala
Rima yang berbalut kerudung.
Minho ngobrol dengan Rima yang diam saja. Dia
cerita hubungan mereka dari awal dia kerja di perusahaannya, gimana dia senang
punya sekretaris sepertinya, semua dia ceritakan, supaya Rima mendengarnya.
Tapi tetap saja Rima menatap kosong tanpa
ekspresi.
Minho sudah lelah..dia pun tertidur duduk
yang kursinya ada di samping tempat tidur Rima..dengan masih menggenggam
tangannya..
Hari hari berlalu..
Setiap pagi, Minho sudah rajin bicara
ramah dengan Rima, walau Rima diam saja, Minho tetap manis padanya.
Begitu juga saat mau berangkat kerja, dia
masih ramah. Seolah olah Rima bicara padanya.
”aku pergi dulu, Rima sayang,” Minho mengelus
kepalanya. Rima ditemani Suminah yang mendorongnya duduk berjemur matahari di
halaman.
Rima tetap diam saja
”Mbak.. Mr Lee berangkat kerja dulu ya,”
kata Suminah.
Sur dan Minho pergi kerja..
”hahahaha..akhirnya .. gue bisa juga jadi
sekretarisnya si Minho!,” Tina pagi pagi sudah telepon pacarnya, raffi
”weeehhh... hebaaatttt.. trus.. tu cewek muna kemana??,” tanya raffi
”meneketempe
(mana aku tahu-red),” balas Tina enteng
”mampus tu cewek.. jadi..lu berhasil
dong?? Cekeeep,” Raffi senang dengan kelakuan jahat pacarnya itu
”iya dong.. gue gitchu loh,” balas
Tina,”kasiaan dah tu cewek muna”
Tina sama sekali enggak tahu kalau Rima
depresi dan tinggal di rumah Minho. Dirawat oleh Suminah, isteri suryanto,
supir Minho. Minho berkata pada Sur supaya menyembunyikan peristiwa ini, agar
Sur tutup mulut.
Kwon yun pun punya sekretaris baru lagi,
karena Minho butuh sekretaris segera, maka dia menarik Tina.
”lu ..apa bisa sabar sama ngomelnya tu
cowok?? Bukannya si Minho itu cerewet dan maunya super cepat?,” tanya Raffi
”yang penting pedekate dulu, boss.. urusan
berikutnya beda lagi, hahaha,” Tina tertawa
”terserah lu dah,” balas Raffi. Mereka
ngobrol ngobrol malam minggu mau ketemu dimana.
Setelah itu, percakapan selesai, tapi Tina
malah senyum licik lagi,”gue dah males banget sama lu, Raffi.. kalo gue bisa
dapetin si Minho.. why not?? Lu bakalan gue buang jadi pacar, hohoho”
Salma sedih, dia nangis terus mikirin
anaknya yang sekarang entah dimana..sudah berhari hari Rima enggak kembali ke
rumahnya. Kakak kakaknya Rima yang lelaki pun pada panik dan membantu mencari.
Beh hamid gak sempat terfikir kalau Kwon mungkin menampung anaknya.
Beh hamid diam aja di bangsal depan, di
teras.
”kenape..idup gue jadi begini??,” katanya
berkeluh kesah
”dimane si Rime sekarang??,” ternyata dia
masih kangen juga sama anaknya yang dia usir sendiri beberapa hari lalu.
”hampir seminggu..gue kagak dapet kabar
anak gue..,” ternyata diam diam beh Hamid nangis.
Lalu anaknya, taufiq pulang..
”kagak ada, beh..aye dah cari seputaran
terminal bekasi.. seputaran deket deket sono..kagak ade..,” kata taufiq,
kakaknya Rima.
Salma keluar, dia tanya gimana hasil
pencariannya, tapi taufiq menggeleng, belum temukan adiknya.
Salma nangis lagi,”eni semua gara gara
elu! Gue kagak pernah mikir anak gue bakalan sedosa ntu!,” dia marah sama
suaminya sendiri, beh hamid.
”sabar,Nyak..sabar.. aye lapor polisi aja
besok.. dah malem ini..aye kudu pulang, ntar bini dirumah tanya,” kata taufiq.
Taufiq pun cium tangan kedua orangtuanya dan pulang ke rumahnya, bertemu anak
isterinya.
”Rime..lu dimane?? Maafin babeh ye??,” beh
Hamid nangis.
”Rima.. aku pulang, sayang!,” Teriak
Minho, dia masuk ke rumah sewanya, ditemukannya, Rima duduk di sofa ditemani
Suminah. Tetap dia diam saja, walau diajak Sum menonton tivi.
Minho memegang tangannya, duduk berjongkok
di depannya,”today.. our baby product company is grand opening.. it’s
because of your effort, Rima sayang,” Minho
lalu mengelus kepalanya dengan lembut. Perusahaan makanan dan minuman bayi nya
sudah mulai beroperasi, semua dulu berkat bantuan pacarnya itu di hadapan para
komisaris di Korea .
Minho lalu bercerita bahwa dia senang
sekali dengan usaha barunya ini.
Dia lalu mengajak Rima duduk di meja
makan, dan Minho menyuapinya pelan pelan.
”how’s her eating, Sum?,” Minho tanya, apa
pacarnya itu mau makan atau tidak.
Suminah menjawab tadi siang Rima makan
pelan pelan dan dimakan pula obatnya.
”kamu pintar, sayang ku,” Minho senyum
pada Rima yang diam saja. Dia lalu menyuapinya makan malam.
”her drugs will be up,Mister..harus
membeli yang baru,” kata Sum. Obatnya habis dan minta Minho membelikan
untuknya.
”tomorrow...i’ll
bring her to psychiatry with Sur,” jawab Minho.dia besok ingin membawa pacarnya
itu ke psikiater.
Selesai makan malam, Suminah membawanya ke
tempat tidur.
Seperti biasa, Sum akan meninggalkan Minho
dan Rima, supaya Minho bisa ngobrol dengan Rima.
Minho bercerita lagi panjang lebar tentang
nostalgia mereka pacaran. Walau Rima diam saja,Minho terus cerita. Seperti
mereka ngobrol bersama.
Minho mengelus elus tangannya, kepalanya.
Cerita ketawa ketawa supaya Rima bisa ikut merasakannya.
”I
know you can hear me, sayang.. ,” senyum Minho
padanya
Air mata Rima tiba tiba keluar, mengalir
ke pipinya. Minho mengusapnya pelan
pelan.
”you
are getting to know me,” Minho sedikit lega.. dia sudah mulai merasa, Rima sudah mulai
sadar dengan sekelilingnya.
Bersambung ke part 21...