This is me....

Tampilkan postingan dengan label Pernikahan 1/2. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pernikahan 1/2. Tampilkan semua postingan

Minggu, September 20, 2015

Tamat- Pernikahan ½ (Part 40: Aku Takkan Ingin Lagi Kehilanganmu)

Namanya juga cerita imajinasi... jangan pernah dimasukkan ke hati..

Malam itu, pikiran dan perasaan Aiko sangat sedih, kekecewaannya bertumpuk pada ayah dan keluarganya sendiri. Jelas-jelas dia tidak ingin berpisah dengan Minho, namun esok sidang kedua tetap berjalan. Pikirannya kusut, kerjanya hanya menangis dan Kumiko berusaha menenangkannya.
Sementara Minho di dalam kamar Aiko. Dia terlihat sangat bingung, kembali merenung panjang mengapa semua ini terjadi, mau apa dia jika tidak bisa mempertahankan kehidupan rumahtangganya lagi. Dia pun lalu mengirimkan pesan pada Ken atas apa yang akan terjadi.

Minggu, Agustus 09, 2015

Pernikahan ½ (Part 39: Mereka Kebahagiaanku..)


Namanya juga cerita imajinasi... jangan pernah dimasukkan ke hati..

Hari-hari ujian sudah selesai. Seperti biasa, kelompok mereka: Minho, Aiko, Ken dan Makoto berkumpul kembali di ruang yang tidak terpakai. Kali ini, mereka kumpul di depan makam Ichirou, berdoa untuk sahabat mereka itu yang telah pergi.
”Ichi kun.. kamu tolong doakan aku supaya aku tidak berpisah dengan Minho kun ya??,” kata hatinya Aiko ketika dia berdoa dengan mata terpejam dan telapak tangan terkatup di depan wajahnya.

Senin, Juni 01, 2015

Pernikahan ½ (Part 38: Apa Aku Bisa Hidup Tanpamu?)

Namanya juga cerita imajinasi... jangan pernah dimasukkan ke hati..

Minho dan Aiko sungguh nekat pergi ke apartment Tachibana. Sontak saja, Tachibana kaget dengan apa yang mereka pikirkan. Bagi lelaki itu, jelas saja sebuah masalah harus diselesaikan sampai tuntas, jangan lari darinya. Tachibana duduk diatas sofa ruang tamu apartmentnya. Dia jadi memikirkan tentang hidup pasangan muda itu. Sebagai orang yang juga pernah nikah diusia muda, dia menasehati keduanya agar bisa menghadapi hidup dengan berani, apa adanya dan penuh rencana.

Senin, Mei 25, 2015

Pernikahan ½ (Part 37: Apa... Kabur?!?)

Namanya juga cerita imajinasi... jangan pernah dimasukkan ke hati..

Pagi berlalu. Suara kicauan burung terdengar dipinggiran kota Tokyo. Minho membuka matanya, melihat Aiko yang tidur di pangkuannya, kelelahan menangis tadi malam. Dia melihat mata isterinya itu bengkak. Dia ingat lagi, apa yang dibicarakan tadi malam. Dia tidak ingin kehilangan Aiko dan juga anak mereka. Rasanya, dia ingin membangunkan Aiko, namun dilihatnya perempuan itu sangat lelah. Minho menundukkan sekali badannya, mencium isterinya itu. Dia menahan air matanya supaya tidak tepat jatuh diatas wajah Aiko, lekasnya dia usap air matanya sendiri.

Minggu, April 19, 2015

Pernikahan ½ (Part 36: Haruskah ke Pengadilan??)

Namanya juga cerita imajinasi... jangan pernah dimasukkan ke hati..

Pagi datang di akhir musim semi menjelang musim panas itu. Minho bangun tepat waktu. Dia membuka matanya dan melihat Aiko disampingnya masih tertidur. Dia pandangi wajah isterinya itu, lalu menciumnya dengan pelan dan lembut.
Aiko membuka matanya, melihat wajah Minho.
Minho senyum padanya.
“aku kangen suasana seperti ini, Aiko-chan... joeunachim (selamat pagi),”

Rabu, April 15, 2015

Pernikahan ½ (Part 35: Kamu Mau.. Dia Kurebut?)

Namanya juga cerita imajinasi... jangan pernah dimasukkan ke hati..

Minho pulang ke flat nya dengan langkah gontai. Sampai ruang depan, tepat di depan meja rendah, dia langsung terduduk, meletakkan wajahnya diatas meja, menjadikan tangan kanannya sebagai bantal. Hatinya sebenarnya pilu, dia mencoba tadi untuk membujuk Aiko agar kembali ke flat mereka, setelah mengingat kembali bagaimana jadinya jika perjanjian itu dilanggar, dia akan bersiap-siap menghadapi pengadilan. Wajahnya sayu, sama sekali dia tidak menyangka, emosinya begitu terkuras dan… dia masih sangat bersikap anak-anak sekali, kebingungan dengan keadaan rumahtangganya.

Rabu, April 08, 2015

Pernikahan ½ (Part 34: Kehilangan, Perpisahan.. Bukan Jalan Kita, Kan?)

Namanya juga cerita imajinasi... jangan pernah dimasukkan ke hati..

Musim semi jadi musim penuh kesedihan. Seharusnya mereka- Minho, Aiko, Makoto,Ken (dan Myo)- berkumpul bersama Ichirou dimarkas mereka, sebuah ruangan yang tidak terpakai lagi di kampus... tapi... hari ini.. mereka berkumpul di sebuah makam. Di depan mereka, sudah tertera sebuah nisan dengan nama Ichirou. Aiko jelas yang paling sedih, dia yang melihat bagaimana teman akrabnya itu meninggalkan dunia ini.
Orangtua Ichirou malah diam saja, terutama sang ayah. Dia hanya diam terpaku di depan makam anaknya, sementara isterinya terisak, masih menangisi kenapa anaknya pergi dalam usia muda.
Ichirou meninggal dalam usia 19 tahun.. waktu yang sebenarnya masih bisa panjang di dunia ini.
Semua menunduk hormat 3x pada makamnya. Suasana hening. Masing-masing mengenang kebersamaan dengan Ichirou semasa hidupnya.

Minggu, Maret 29, 2015

Pernikahan ½ (Part 33: Ichi-kun..Kami Tetap Mencintaimu..)

Namanya juga cerita imajinasi... jangan pernah dimasukkan ke hati..

Ken berusaha menelepon semua rekan dia yang satu kelompok, termasuk Minho dan Aiko. Ken tahu kalau mereka pasti sedang ada masalah. Itu sebab, dia ingin semuanya berkumpul. Malah Myo, teman baiknya Aiko, diajaknya juga.
”Ichi kun sedang sakit parah.. kalian juga malah berantem... ada apa sih??,” tanya Ken di ruangan markas mereka.
Disana hanya ada dia, Makoto, Aiko, Myo. Minho belum juga datang.
Aiko diam sejenak. Dia ingin mengatakan semuanya baik-baik saja.
”Jangan kamu katakan kalau semua baik-baik saja deh... enggak lucu, Aiko-chan,” kata Ken dengan serius.

Sabtu, Maret 14, 2015

Pernikahan ½ (Part 32: Aku Ingin Jadi Dewasa)

Namanya juga cerita imajinasi... jangan pernah dimasukkan ke hati..

Perasaan Minho sangat kusut di dalam rumah susun. Ruangan begitu kosong. Biasanya dia dan Aiko bercanda, saling membantu mengerjakan tugas kuliah atau bahkan sampai Minho cemberut padanya pun.. di ruangan depan ini.
Minho duduk di pojok ruangan, dia pusing sekali, menundukkan wajahnya, menekuk kakinya. Angin dingin diluar seperti tidak peduli dengan permasalahan rumahtangga mereka.

Rabu, Desember 31, 2014

Pernikahan ½ (Part 31: Mengapa, Minho?)

Cerita ini cuma iseng saja, jangan dimasukin ke hati.. kalau masih serius juga.. tanggung sendiri deh..

Kumiko kaget ketika membuka pintu malam itu, Aiko adiknya sudah berdiri di depannya. Kumiko tidak ingin membuatnya sedih, dia tetap mempersilahkan adiknya itu masuk rumah. Aiko langsung menubruk kakaknya dan menangis.
“Minho-kun.. jahat sekali.. rasanya..aku ingin bercerai saja dengannya,” katanya menangis tersedu-sedu sambil memeluk Kumiko.
Kumiko mengajaknya masuk ke kamar dia dahulu. Sambil berjalan menuju kamar, Aiko masih saja menangis.
Mereka lalu duduk diatas tempat tidur. Kumiko meminta Aiko menceritakan apa yang sudah terjadi dalam kehidupan rumahtangga mereka akhir-akhir ini. Aiko menceritakan saja peristiwa terakhir hari ini ketika Minho membicarakan rencana perpisahan dan sangat cemburu padanya, padahal dia hanya merasa kasihan dengan Ichirou yang sakitnya sudah semakin parah.
Kumiko menghela nafasnya, dia melihat baik Minho atau Aiko memang masih belum bisa menjalankan pernikahan yang serius.. alias masih “pernikahan ½”.

Kamis, Desember 25, 2014

Pernikahan ½ (Part 30: Aku Menyesal Menikah Denganmu...)

Cerita ini cuma iseng saja, jangan dimasukin ke hati.. kalau masih serius juga.. tanggung sendiri deh..

Aiko masih tidak habis pikir dengan perkataan Minho kemarin malam tentang perpisahan. Pikirannya antara berat karena harus terbagi dengan kuliah, tapi juga sedih dengan apa yang telah Minho katakan: berpisah.
Walau mereka tetap kuliah di semester yang  baru itu, rasanya hampa. Minho tetap ceria pagi-pagi sekali dengan semester barunya. Dia makan pagi dengan lahap lalu kemudian mereka tetap pergi bersama. Tetapi hal itu jadi pikiran Aiko:”benarkah itu semua karena dirinya tidak dewasa.. sehingga Minho memutuskan akan tidak bersamanya dalam sementara waktu??”
Dia curhat lagi dengan Myo, teman satu jurusannya. Myo kaget mendengar hal itu
“Apa Minho kun itu sudah gila.. dia bicara soal perpisahan?? Yang ku khawatirkan kan.. pasti anak kalian.. iya kan??,” tanya Myo
Aiko menghela nafasnya,”iya.. begitulah.. aku juga bingung, Myo chan”
Myo malah ikutan gusar juga,”aduh.. yang seperti ini enggak bisa dibiarkan loh.. bagaimana kalau nanti dia memang ingin pisah sama kamu??”
Dua-duanya sama-sama galau. Yang satu galau takut Minho pergi, yang satu galau takut temannya mendapatkan nasib yang buruk berpisah dengan pasangannya

Sabtu, Oktober 04, 2014

Pernikahan ½ (Part 29 : Ah..)

“Minho kun sama sekali tidak bicara padaku tadi malam, okaasan.. aku tidak tahu dimana dia,” keluh Aiko pagi itu pada ibunya.
Belum saja ibu nya bicara, Kumiko sudah angkat bicara,”kalian ini.. keterlaluan sekali.. tidak ada dewasanya sama sekali.. bagaimana nanti anak kalian kalau kalian sendiri seperti ini kelakuannya??”
“yamete kudasai, Kumiko,” kata ibunya mereka, mencegah bicara lebih panjang lagi.
“kalian semua sudah dewasa..tidak seharusnya mengecewakan dan memberatkan lagi pada orangtua,” lanjut ibunya mereka.
Aiko dan Kumiko diam saja, mendengar ibu mereka menasehati.
“aku akan berusaha mencari dan menghubungi Minho kun, okaasan,” kata Aiko, dia sungguh menyesal bersikap tidak dewasa pada pasangannya itu.
“aku tidak ingin ayah kalian tahu masalah ini. Hari ini beliau pulang, jadi.. selesaikan sendiri,” kata ibunya.
Aiko menuruti dan menunduk hormat pada ibunya.

Minggu, September 28, 2014

Pernikahan ½ (Part 28: Jangan Cemburu Dong Ah..)

“whoaaah.. ini kalian apa apaan sih?? Tidur disini??,” Kumiko kaget menemukan Minho dan Aiko tidur di ruang keluarga. Dia lalu membangunkan mereka.
Minho bangun dengan cengengesan,”gomen Kumiko ane.. kami ketiduran disini”. Dia lalu menarik Aiko dan menggendongnya ke kamar.
”kalian sudah baikan??,” tanya Kumiko dengan setengah teriak. Minho masih di dalam kamar Aiko, membaringkannya.
Hai,” jawab Minho singkat,”hari ini aku dapat kontrak kecil model lagi ditempat yang kemarin, harus segera pergi”
Dia lalu sibuk mencari baju yang pas dan pergi ke kamar mandi.
Ketika kembali ke kamar, dia ternyata temukan Aiko sudah bangun.
”tidur saja..aku buru-buru.. takut terlambat,” senyum Minho padanya.
Tapi Aiko malah berdiri dan menciumnya,”ohayou.. aku ikut ya??”
”gak usah.. nanti repot deh,” jawab Minho sambil dia memeluk pinggang Aiko.
Aiko langsung cemberut kemauannya enggak dituruti Minho.
”yah.. mulai lagi deh dia,”keluh hatinya Minho ketika melihat ekspresi wajah isterinya itu. Tapi dia ingat lagi apa kata Makoto dan Ken kalau memang mungkin sebaiknya dituruti saja.
”cemberut lagi.. cemberut lagi.. kenapa lagi sih??,” tanya Minho padanya

Rabu, September 10, 2014

Pernikahan ½ (Part 27: Menyesal Selalu Belakangan Datangnya, Iya Kan?)

“kamu harus kerja, Minho kun.. kami tidak bisa membantu kamu lagi.. ini semua karena kecerobohan kamu sendiri,” kata Kohashi yang duduk tegak di depannya.
Minho duduk juga menunduk hormat padanya, seperti setengah bersujud,”sumimasen, Otoosan.. aku sungguh minta maaf atas kecerobohan yang ku buat..”
”tadinya aku berharap kalian dewasa setelah aku kecewa dengan keputusan anak bungsuku ingin menikah dengan kamu,” lanjut Kohashi lagi.
Minho masih posisinya setengah bersujud,”aku minta maaf, ayah.. aku hari ini akan pergi cari kerja.. tempat ku jadi model masih mau menerima aku pemotretan produk yang sejenis,”
”lakukan yang terbaik untuk anakku dan cucuku nanti.. aku ingin kalian belajar.. kalau berumahtangga itu tidak semudah yang kalian bayangkan,” Kohashi lalu berdiri dan meninggalkan Minho diteras belakang ruang keluarga itu. Minho masih menunduk hormat sampai mertuanya itu benar-benar hilang dari hadapannya.
Pagi-pagi sekali dia sudah termenung di teras belakang sendirian. Tadi malam dia tidak tidur bersama Aiko karena marahnya cewek itu dengan kebodohannya.

Selasa, Agustus 26, 2014

Pernikahan ½ (Part 26: Uangnya Kemana, Minho Nampyeon?)

Ketika pulang liburan, Minho dan Aiko kembali pulang tetapi tidak langsung ke rumah susun mereka, melainkan ke rumah orangtua Aiko untuk menginap 1 malam disana. Mereka pulang dengan wajah ceria sehabis liburan lebih dari 1 minggu.
“kuliah kalian kapan dimulai lagi??,” kata ayahnya Aiko, Kohashi.
Minho duduk di depan para anggota keluarga isterinya itu,”masih ada sisa satu minggu lagi, Otoosan”. Dia sudah mulai terbiasa akrab dengan keluarga Aiko.
“mau bermain kemana lagi?? Aku lihat wajahmu kusut sekali?,” tanya Kohashi.
eh... hontou desu ka, Otoochan?? Heeehh.. naze ka, Otto??,” tanya Aiko pada Minho. Dia mengelus pipi Minho dan menolehkannya pada dirinya.
“enggak kok.. aku gak apa-apa..,” jawab Minho dengan wajah memang agak sedikit panik. Entah apa lagi yang dia sembunyikan.
“rasanya Seoul-Tokyo tidak terlalu jauh kalau naik pesawat,” ujar Kohashi santai sambil minum teh hijau hangat dimusim dingin itu, seperti sindiran karena melihat wajah menantunya yang dirasa masih menyimpan sesuatu.
“ah..memang dekat Otoosan.. tapi aku memang merasa lelah,” jawab Minho menunduk hormat pada mertuanya.
“ya.. kalau begitu beristirahatlah,” ujar Kohashi. Minho menunduk hormat pada semua anggota keluarga Kohashi dan dia pergi menuju kamar Aiko.

Senin, Juli 07, 2014

Pernikahan ½ (Part 25: Nasib Mantan Pacar)


“ya...aku besok pulang, Okaasan,” kata Aiko yang berbicara pada ibunya ditelepon malam itu
“Okaasan sempat sedikit cemas denganmu makanya menelepon. Kamu sehat saja kan disana?,”
Aiko jadi bingung kenapa ibunya begitu cemas, dia menanyakan dan ternyata ada kekhawatiran sendiri ketika anaknya jauh
shinpai shinaide kudasai, Okaasan... semua keluarga Minho baik padaku,” katanya, dia menyembunyikan masalahnya pada ibunya sendiri, tidak ingin ibunya tahu kalau sebenarnya dia masih belum bisa diterima dan hubungannya dengan keluarga Minho masih sangat kaku.
“lekaslah pulang.. ada yang perlu kamu tahu dari teman-temanmu,” ujar ibunya lagi
nan desu ka??subete ga daijyoubu desu ka??,” katanya jadi mulai sedikit gak enak hati.
“ibu tidak bisa ceritakan... kamu pulang saja kesini... dan langsung berkumpul dengan teman-temanmu,”
Dia jadi kepikiran apa kata ibunya,”berkaitan dengan siapa?? Ichirou kun??”
Minho yang mendengar kata Ichirou langsung mendekati Aiko,”ada apa??”
Aiko menggerakkan tangannya, supaya Minho jangan bertanya banyak dulu padanya. Minho mengangguk saja, dia lalu duduk iseng-iseng memainkan remote mobil balap dikamarnya.

Senin, Juni 30, 2014

Pernikahan ½ (Part 24: Apa Selingkuh Itu Indah?)

Minho mencari kesempatan sempit untuk bertemu dengan Ja Eun Ha. Esok paginya dia minta ijin meminjam lagi mobil ayahnya.
doko e ite no? (mau kemana-red),” tanya Aiko
“aku harus pergi.. penting sekali..ada teman mau bicara,” balas Minho, dia memakai kemejanya
“aku tidak perlu ikut??,”
Minho menggeleng,”tidak usah...aku gak lama”
“aku pamit ya.. baik-baik.. nanti siang kita pergi lagi,” senyum Minho, lalu mencium Aiko
Aiko balas senyumannya,”take care
Minho mengangguk, dia tak merasa bersalah karena yang akan ditemui adalah mantan pacarnya
Di depan rumah, dia pamit pada orangtuanya.
“ah...kenapa aku enggak diajak sih??,” kata Aiko memandang Minho yang masuk dalam mobil dan lalu keluar dari rumah
“tata,” kata Aiko melambaikan tangannya pada Minho
Minho senyum,”aku cuma sebentar”
Mobil berlalu dari garasi, menuju ke tempat Minho dan Eun Ha janjian

Pernikahan ½ (Part 23: Bertemu Masa Lalu)

Hari ke-4, Minho berniat mengajak Aiko ke sebuah pulau yang cukup indah dan bagi banyak orang sebagai tempat yang romantis.
“eh?? Kita mau kemana??,” tanya Aiko heran
“kita menyebrang dulu sebentar... lalu lihat apa yang ada!,” Minho begitu ceria sekali di hari ke empat mereka ada di Korsel.
Sesampainya disana.. Aiko melihat lihat sekeliling tempat itu...
“seperti aku pernah melihatnya.. tapi dimana ya?? Seperti sebuah drama,” katanya heran
“iya.. winter sonata.. kita masih kecil waktu serial ini ada, hehehe,” jawab Minho. Dia menggengam tangan Aiko.
“kesini bagusnya berduaan saja, gak usah ajak Tae Young, apalagi Young Hee,” lanjutnya lagi
Aiko menoleh pada Minho,”heeeh?? Enggak boleh begitu ah sama adik sendiri”
“Tapi kan sebenarnya ini honeymoon kita yang kedua,” balas Minho
“iya deh.. gak usah cemberut gitu loh.. nanti cakepnya Nampyeon hilang deh,” goda Aiko sambil senyum.
Minho merangkulnya. Dia lalu mengeluarkan kamera dan kaki tripod dari tasnya.
“ini.. kita foto ikutan gaya Bae Young Joon Oppa,” kata Minho
“begitu??,” tanya Aiko, sambil dia melihat gaya dua orang cowok cewek yang saling berpelukan
Minho mengangguk,”iya.. begitu.. yuk.. romantis kan??”

Jumat, Juni 27, 2014

Pernikahan ½ (Part 22: Cinta Yang Bertahan Lama)

“sebentar....aku akan beli genteng lalu kita tulis nama kita disitu,” senyum Minho pada Aiko pagi agak siang itu.
“memang kenapa kalau kita menulis di genteng ini??,” tanya Aiko heran
“supaya cinta kita bertahan lama,” Minho mengerling, dia lalu menuju sebuah ruangan dan tak berapa lama, kembali dengan membawa sebuah genteng warna coklat tua
Dia lalu menulis dalam bahasa hagul dan kanji,”semoga aku, kamu dan kita semua bahagia dalam satu atap. Semoga cinta kita tak akan pernah habis sampai akhir waktu”, lalu menulis nama keduanya dan diletakkan genteng itu di atas tanah.
“okay....selesai...lalu kita taruh saja disini...nanti berharap bisa dibaca dan juga dibaca pemuka agama disini, lalu permintaan kita digenteng ini akan terkabul” kata Minho
Aiko mengangguk saja. Mereka lalu jalan-jalan seputar kompleks.
“kalau disini.. kita jangan terlalu banyak bercanda. Menghormati Tuhan,” bisik Minho padanya. Aiko senyum saja.
“besar sekali patungnya,” katanya pada Minho.
“dingin sekali,” katanya lagi. Mereka melihat-lihat salju yang turun, menyentuhnya ketika ada banyak yang ditanah, ketika keluar dari kompleks kuil di gunung itu.

Senin, Juni 09, 2014

Pernikahan ½ (Part 21: Saranghae.. geulasseo..dont leave me)

Ketika tiba di Incheon, Minho dan Aiko sangat senang, terutama Aiko, karena ini baru pertama kalinya dia bisa berada di negeri pasangannya.
“hebat sekali.. sama hebatnya dengan Jepang.. aku suka!,” dia senang ketika sedang menunggu bagasi mereka. Minho senyum melihat wajah pasangannya itu bahagia
“Happy kan?? Kita disini satu minggu loh.. jadi.. jangan disia-siakan.. senang senang!!,” Minho main setengah teriak.. beberapa orang melihat mereka.
“ah... Mian habnida.. sorry.. saya terlalu senang,” kata Minho menunduk hormat pada beberapa orang yang mendengar suaranya. Beberapa yang lain senyum saja.
geugeos-eun geuui anaega ilbon-eo boinda,” bisik salahseorang yang agak dekat mereka.
Aiko melihat kedua orang tersebut yang sedang membicarakan mereka, tapi dia malah mencoba ramah,”annyeong haseyo,” katanya sambil menunduk hormat pada mereka
Minho diam saja.. sebab tahu apa yang mereka bicarakan, kalau memang pasangannya itu bukan orang korea..dan dia pikir, itu tidak masalah.. walau dia agak tidak enak hati juga digosipin.
“geunyeoneun hangug-eo..hajiman..ilbon eo anida..geuligo nan geunyeoleul sarang”, Minho senyum dan bicara pada kedua orang yang lagi gosipin isterinya itu
Aiko karena tidak faham, malah senyum manis juga pada kedua orang itu
Minho lalu lekas menarik tangannya,”huh.. beda itu memang suka terkesan menyebalkan,” gerutunya