This is me....

Tampilkan postingan dengan label Cerita ku sendiri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita ku sendiri. Tampilkan semua postingan

Selasa, April 22, 2014

Terperangkap Jiwa (Part 15: Clairsentience or Clairvoyant?)

Another thing that i don't understand about my self ability is about: clairvoyant/clairvoyance (perhaps i am wrong if i mentioned before it as clairvoyage, because i think i can filtrate the time of an object, hahahaha). I didn't know that is mentioned a clairvoyant. If we open The Uncle Wikipedia, the definition of clairvoyance/clairvoyant is: The term clairvoyance (from French clair meaning "clear" and voyance meaning "vision") is used to refer to the ability to gain information about an object, person, location or physical event through means other than the known human senses,i.e., a form of extra-sensory perception. A person said to have the ability of clairvoyance is referred to as a clairvoyant ("one who sees clearly").
And i took the note again from Wikipedia : "Parapsychology explores this possibility, but the existence of the paranormal is not accepted by the scientific community.Parapsychology, including the study of clairvoyance, is an example of pseudoscience". I don't get what pseudoscience is. I was not the student of psychology.. I was just a nutritionist.

Terperangkap jiwa (Part 14: let me suffer this more and more)

What will you know if you know one's fate or future... someone is closed to yourself and even someone is in thousands miles away from you?? it seems that you'll be stabbed by sharp dagger and then you'll die in misery, hahahaha!
For some moments, i saw someone's life might be over in this world, his/her life closed to the death.. and.. what can you do?? nothing than hopeless.. that i can't do anything to avoid or even to stop the time, so that it wont be occur.

Terperangkap Jiwa (Part 13: Gempa padang: aku harus balik ke jakarta pagi ini)

September akhir 2009.. aku dapat kepercayaan mengisi seminar di kota Padang. Senang dong.. bisa menjejakkan kaki di daerah kelahiran ayah sendiri. Acara tanggal 29 september, jadi aku akan pulang tanggal 30 September.
Pesan tiket pesawat biasanya 1 minggu sebelum kepergian. Seorang klienku yang memang cukup akrab bilang "pulangnya 30 september sore aja bu.. kita jalan-jalan dulu lihat pantai", waktu aku meneleponnya karena ingin pesan tiket pulang-pergi. Tapi entah kenapa, aku tetap pesan tiket pulang tanggal 30 september di pagi hari, pesawat jam 10. Teman kantorku yang suka belikan tiket awalnya juga ingin aku pulang sore jelang malam dan besoknya ambil libur total, katanya biar harga tiketnya lebih murah. Tapi aku ngotot sama dia, minta pulang pagi. Aku maunya pulang pagi... titik! Teman sempat bercandain "emang kamu gak mau jalan-jalan?? kan enak..". Tapi aku bersikeras minta "pokoknya gue mau yang pagi.. kalau perlu gue bayar yang mahalnya itu", saking kesalnya.
Teman tanya, tumben banget gw pengen buru-buru.. gw cuma jawab "takut sakit...lagi gak enak badan", akhirnya, dia benar-benar pesankan tiket pagi hari.

Terperangkap Jiwa (Part 12: Aceh dan Palestina..siapa yang peduli dengan mimpiku?)

24 Desember 2004.. Jam 3 dini hari..
Aku bermimpi diujung indonesia (Banda Aceh), aku melihat air dari laut tiba-tiba naik ke darat.. semua habis.. Aceh habis.. aku cuma berteriak-teriak dari atas bukit melihat banyak orang menjadi mayat, terseret arus deras. Sebelum itu terjadi.. terlebih dahulu bumi terguncang keras. Aku berkeringat dingin di dalam mimpi.. melihat itu semua seperti gila, tidak kuat, berteriak-teriak dalam mimpi menyuruh orang yang ada disana pergi jauh dari pantai, pergi ke bukit.. tapi semua sia-sia.. mereka semua tertelan ombak besar.. mungkin lebih dari 20 meter tingginya. Aku mimpi mereka bergelimpangan.. berserakan dimana-mana.. ujung ke ujung mayat.
Aku bangun dan stress! Keringatku keluar sebiji jagung.. panik.. bagaimana kalau memang bisa benar-benar terjadi.. harus bilang ke mana? ke siapa??
Aku pun menggedor-gedor kamar ibu tempat aku tinggal di desa itu. Ibu kaget sekali aku ditemui dengan keringatan yang banyak, pucat dan gemetaran, lalu dia menyuruh aku tidur di kamarnya sampai pagi.
Paginya dia minta diceritakan, kenapa aku sampai begitu ketakutannya. Aku cerita.. aku mimpi di Aceh akan ada gelombang laut ke darat, banyak orang akan mati. Ibu cuma bisa senyum dan bilang "mbak lupa berdoa kali", tapi seingatku..aku berdoa dan bahkan sebelumnya sholat isya dulu.

Terperangkap jiwa (part 11: Nama temanku.. Rika [teman imajinasi])

Dua tahun lalu, aku memutuskan pergi pasang kawat gigi akhirnya di banten, yah.. terbilang murah dibanding di Jakarta dan sekalian silaturahmi. Biasanya perjalanan dimulai dari Kedoya dan berakhir naik busway di Kebayoran baru.
Hari itu busway agak sepi karena memang masih sore sekitar jam 16.00. Akupun masuk busway. Dilihat, ada anak kecil berdiri saja, padahal bangku sebelahnya kosong.
Aku iseng bilang,"kok gak duduk? nanti kamu capek loh". Padahal.. aku sengaja memancingnya ngobrol supaya dia terbuka. Aku hanya melihat, sepertinya anak ini punya teman imajinasi.
Iya, dalam psikologi dikenal istilah "imaginary friend". Definisinya adalah: pertemanan antara seseorang dengan imajinasinya dibandingkan dengan fisik nyatanya. Bagi yang pernah nonton film "Drop Dead Fred" yang mainnya Drew Barrymoore, itu bercerita tentang imaginary friend yang nakal sampai Drew (memerankan jadi Elizabeth Cronin) besar. Imaginary friend biasanya terjadi pada anak-anak, dan pada saat sekolah, dia akan hilang. Tapi, tidak selalu, dia juga bisa ada di saat kita remaja, atau bahkan dewasa.
Lanjut, anak kecil itu menjawab "ada temanku duduk.. iya kan, Rika??"

Terperangkap jiwa (Part 10: Mereka bilang aku indigo)

Kata orang, di dunia ini ada "batas tipis" antara dunia kasat mata dan tidak kasat mata, dan itu hanya bisa dilihat oleh beberapa orang yang memang ditakdirkan punya kemampuan khusus. Bisa jadi datang dari lahir, atau bahkan sudah besar. Tapi aku tidak peduli, aku tidak mau berurusan dengan dunia yang tidak aku mengerti.
Katanya mereka juga, orang yang bisa melihat seperti itu secara alami termasuk kategori anak/dewasa Indigo. Indigo itu warna kan ya?Kalau indonesia, warna nila. Mejikubiniu: Merah, Jingga, Kuning, Biru, Nila, Ungu. Jadi, waktu kecil pun, aku sudah beberapa kali di cap orang sebagai Indigo, tapi sekali lagi.. aku gak ngerti, aku tidak peduli bagaimana aku bisa berinteraksi dengan batas tipis itu. Aku hanya ingat, seorang bapak tua di sebuah toko buku ternama mengatakan aku memiliki seorang pelindung (protector) dari Dewa Langit (mungkin maksudnya: Allah/Tuhan), itu sebabnya batas tipis itu bisa kulihat terbuka. Aku hanya senyum sama dia dan gak bisa bilang apa-apa.

Terperangkap Jiwa (Part 9: Resonansi ku gila terhadapmu)

Enggak banyak orang percaya kalau setiap tubuh manusia pada dasarnya memiliki gelombang dan itu bisa dirasakan beberapa orang, baik dia akan menghadapi kesenangan atau kesedihan. Hal yang dari kecil sudah aku rasakan adalah: aku seperti tahu gelombang baik warna atau jenis orang lain- yang kadang tidak aku kenal- lalu serasa terhubung dengan nya, terutama ketika orang itu sedang sedih atau sedang mendapat masalah.

Senin, April 21, 2014

Terperangkap Jiwa (Part 8: Reformasi dilihat lewat mimpi)

Kata orang, yang namanya mimpi bisa jadi bunga tidur, bisa jadi juga pertanda. Aku sendiri kadang bingung dengan mimpi mimpi ku yang bisa jadi kenyataan. Termasuk peristiwa penting yang terjadi di Indonesia, yaitu reformasi. Tahun 1997, aku mencoba aktif di kegiatan kemahasiswaan dan yang kita bahas memang seputar pergerakan. Gimana caranya mahasiswa bisa berperan penting dalam politik dan bisa menggerakkan bangsa.
Saat itu, sejak dari 1996, sudah banyak mahasiswa hilang diciduk tidak jelas karena menentang pemerintahan yang berlaku. Kakak kelas ku beberapa sudah kena ciduk dan tidak tahu lagi rimbanya dimana.. alias kita anggap hilang.

Terperangkap Jiwa (Part 7: Jangan pasang foto idola dikamar)

Aku suka banget dengan Jimmy Lin alias Lin Che Ying waktu sekitar abege sampai kuliah tingkat dua gitu deh, hehehe. Jadi, aku pun pasang poster fotonya di dinding kamar, berharap, siapa tahu aku bisa bertemu dengan dia di mimpi hahahaha (ngarepnya aku.. dan..aku gak berani ngarep mimpiin Lee Minho walau pernah bermimpi.. Minho akan mendapatkan pelajaran berharga dalam hidupnya nanti deh..dalam tahun ini).
Jadilah..aku beli poster foto Jimmy Lin dan menemaniku di dalam kamar. Aku punya kebiasaan selalu tidur di pergantian malam, tepat jam 12 teng. Kenapa begitu..enggak tahu juga?
Singkat kata, jam 12 pun tidur lah. Tiba tiba..aku serasa sleep paralysis.. seperti ada badan besar yang gencet aku habis habisan. Nafas ku sesak banget. Aku berusaha berontak dengan menyebut nama Allah, tapi rasanya semua mulut, tangan dan kaki terkunci, akhirnya bisa bangun juga dengan nafas sesak dan melelahkan.

Terperangkap Jiwa (part 6: Orang dalam kubur mendengar doa kita)

Tidak ada salahnya memang kalau kita mendatangi kubur untuk mendoakan orang yang sudah tiada, supaya dia senang di alamnya karena mendapatkan kiriman doa. Ini aku alami waktu SMA, aku suka diajak ajak sama orangtua sepupu yang hobi banget ziarah sana sini. Disebuah tempat di Banten..aku pun diajak ke sana.
Katanya itu tempat ziarah orang yang pertama kali menyiarkan islam di desa/kecamatan itu, syukurlah diajak ke tempat yang bisa mengingat kematian. Karena kita sampai disana malam, akhirnya ya malam malam itu juga ziarah, karena besoknya harus pergi lagi ke lain tempat, ke rumah saudara. Singkat kata, malam itu sekitar jam 8 kami menyusuri komplek pekuburan.

Terperangkap Jiwa (part 5: Dinasehati jin untuk sholat)

Jujur deh..aku bukan orang yang taat sedari kecil, walau waktu kecil hafalan qur3an ku amazing sekali, cepat menghafal dan hafal sederetan hukum hukum fiqih walau hanya membaca 1x saja. Tapi..aku sekali lagi bukan yang taat, malah baru bisa sholat 5 waktu saat kuliah.

Waktu SMA, aku baru saja dari jakarta ke rumah nenek, biasa, namanya cucu kangen nenek. Akupun datanglah, dan tiba disana saat magrib. Dulu, seingatku, sekitar jam 6.30 itu di salah satu stasiun TV swasta nasional ada namanya program "buletin sore"m rangkaian berita sore dan dari kecil aku memang dianggap tua karena lebih suka nonton berita dan film dokumenter daripada anime atau kartun atau film yang lain.

Terperangkap Jiwa (Part 4: Ayo panggil jailangkung!)

Apa sih sebenarnya istilah autistik? Kalau kita buka lagi buku psikologi, ternyata termasuk rentang kelainan pada otak (disorder) yang membuat kesulitan berinteraksi dan berkomunikasi. Dari kecil, memang aku lebih suka disapa duluan daripada menyapa terlebih dahulu. Dan..aku tidak betah terlalu lama melihat mata orang lain yang berbicara di depanku. Suatu kali, waktu SMA,guru kelas elektronika marah karena ketika dia coba menerangkan, aku malah coret coret buku, menggambar komik di ujung lembar buku (yang kalau dibolak balik halamannya bisa jadi sebuah film bergerak), karena menurutku pelajarannya membosankan dan aku sudah bisa membuat radio. Aku dipanggil di ruang guru dan ketika dinasehati, mataku tidak melihat nya, malah menerawang kemana mana ke sudut sudut ruangan. Dia marah, tapi seingatku, guru biologi malah tertawa,karena memang guru biologi sering banget meledek aku dengan panggilan "si amoy..anak cino". Akhirnya.. dibawa ke guru BP deh.

Terperangkap Jiwa (Part 3: Kamu ini..anak perempuan atau lelaki?)

SD mengalami masa yang menurutku, walau aku pendiam.. tapi aku termasuk yang cukup berguna disekolah. Mereka memanfaatkan aku supaya ikut lomba sana sini dan juara. Aku enggak pernah ngarep mereka kasih hadiah atau apa, cuma.. para guru bilang, mereka suka aku dan aku jalankan saja sekolah dengan santai. Aku tidak pernah diberi uang jajan banyak atau apapun yang mewah sejak SD, karena orangtua cuma jadi buruh pabrik, jadi..dari kecil, aku berfikir, aku harus dewasa dan mencari sendiri jalan, bagaimana caranya untuk pintar. Entah, mulai kelas 5 SD selepas hampir mati itu, aku makin sering ngobrol dengan diri sendiri, menggambar hal yang aneh (walau akhirnya guru memberi nilai 8.. nilai sempurna untuk menggambar, yokatta,hahaha) dan sering bilang pada teman hal hal yang terkesan tidak masuk akal.

Terperangkap Jiwa (Part 2: Mata ke tiga dan Runtuhnya Suharto)

Tahun 1995....Tahun sedih.. cinta pertama ku, Yamamoto Toshi dikabarkan meninggal sakit. Aku memang sempat guyon padanya yang kira kira begini "if we will be apart, it just will because of death" (kalau kita berpisah, itu karena kematian), tapi..aku gak nyangka kalau benar benar emang karena kematian. Stress sendiri dengan kata itu. Komik aku dan dia yang aku buat, aku bakar, aku stress kehilangan orang baik yang siap masuk islam dan buat aku senang..lukisanku yang biasa aku sembunyikan di bawah meja sekolah.. aku bakar.. gak mau sama sekali ingat tentang dia lagi.. bukan karena benci dia.. tapi karena susah melupakan cowok yang baik ditengah cowok cowok sekolah yang suka membully aku. Dia senang dengan keuinikanku, sama sekali tidak membully, bahkan katanya suatu hari, nanti bisa bantu orang orang. Cowok yang egois, anak orang kaya, manja, sensitif/perasa,sulit jatuh cinta, enggak mau jauh...akhirnya pergi jauh juga (hieh..aku nangis, hahahaha). Sampai sekarang, dia cowok satu satunya orang lain yang masih ada di list doa ku..entah apa aku ini dosa mendoakan orang non muslim, tapi dia cowok paling baik yang pernah ku temui dan sering nyentil dahiku kalau aku sudah aneh.

Terperangkap Jiwa (part 1)

Aku mengetahui bahwa jiwa ku sangat aneh sedari SD, awalnya mungkin seingatku kelas 2 atau 3. Aku pernah di bully seorang anak lelaki, satu kelas, lalu ketika aku nangis, aku bilang "kamu bisa celaka kalau jahatin aku... aku sumpah! Kamu sengsara sampai lama". Yang aku ingat, anak cowok itu cuma ketawa ketawa, merasa menang menjahati aku. Tak berapa lama, aku tahu dari temanku juga kalau dia sakit, orangtuanya sakit, kecelakaan, banyak keluar uang, kakaknya sakit parah. Aku merasa menderita dengan perkataan ku beberapa kali pada orang yang menjahati siapapun bisa benar benar terjadi. Mungkin sekarang ibaratnya "Law of Attraction", tetapi jika itu terlalu cepat, jadi heran sendiri.