This is me....

Tampilkan postingan dengan label Aku Isteri Jendral Lee!. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aku Isteri Jendral Lee!. Tampilkan semua postingan

Sabtu, September 17, 2016

Aku Isteri Jendral Lee! (Part 16: Menyusul atau Tidak??)

Cerita ini hanya fiksi imajinasi belaka... Nama, tempat, semuanya cuma khayalan aja..Kalau masih serius juga.. tanggung sendiri deh.. 18+...

“Jadi.. Kalian berdua tinggal di negeri Joseon??,” Tanya Yu YongIe.
Minho menunduk hormat padanya, mengiyakan.
Ternyata Zhu berasal dari kelompok Lotus putih yang merupakan musuh dari Angsa merah, kelompok yang dibentuk oleh YongIe.
Minho jadi berpikir, kenapa ada banyak kelompok yang ingin menguasai Ming?? YongIe menjawab kalau tujuan dia jelas berbeda dengan Zhu lotus putih itu. Walau mereka orang yang termasuk beragama, ternyata sama saja: ingin memberontak dari pemerintah agar bisa menduduki wilayah sendiri yang sejatinya milik leluhur mereka.

Sabtu, Juli 09, 2016

Aku Isteri Jendral Lee! (Part 15: Siapa Mereka?)

Cerita ini hanya fiksi imajinasi belaka... Nama, tempat, semuanya cuma khayalan aja..Kalau masih serius juga.. tanggung sendiri deh.. 18+...

Sebuah ruangan yang sangat gelap. Dindingnya terbuat dari batu gunung yang besar-besar, sementara ada dua orang berada di dalamnya, seperti sebuah penjara. Yang satu pingsan, yang satu sedang tertidur. Tak berapa lama, satu dari mereka, sosok yang tubuhnya lebih tinggi lalu membuka matanya pelan-pelan.

”sepertinya.. ini dipenjara,” katanya, bergumam.
Dia melihat tangan kakinya dirantai, begitu juga dengan seseorang disebelahnya.
”ternyata.. tertangkap juga,” senyumnya.

Selasa, Februari 23, 2016

Aku Isteri Jendral Lee! (Part 14: Akankah Dia Berkhianat...???)

Cerita ini hanya fiksi imajinasi belaka... Nama, tempat, semuanya cuma khayalan aja..Kalau masih serius juga.. tanggung sendiri deh..

Minho masih memiliki rasa untuk melindungi pejabat Geum dalam kasus ini. Ternyata, dia masih memiliki rasa trauma atas peristiwa masa lalunya melihat keluarga mantan kekasihnya terdahulu terpaksa dihabisi karena mengkhianati kerajaan. Baginya, tidak ingin terburu-buru menyimpulkan, bahwa Geum menjadi salahsatu pengkhianat kerajaan.
Dae Han bingung dengan pikiran Minho, sebab dia mempunyai sebuah bukti kuat, yaitu sebuah cap kerajaan yang hanya dimiliki oleh pejabat Geum. Raja memang memberikan cap berbeda-beda kepada setiap pejabat, agar sekaligus mengetahui tindakan mereka, termasuk masalah apakah setia atau tidak.

Selasa, Januari 12, 2016

Aku Isteri Jendral Lee! (Part 13: Jebakan)

Cerita ini hanya fiksi imajinasi belaka. Gak usah dipikirin kenapa begini, kenapa begitu.. Cuma keisengan diri saja yang ingin mengimajinasikan bebeb Lee Minho.  Adapun jika ada nama dan tempat yang kebetulan sama, itu gak sengaja, hehehe. Kalau masih serius juga.. tanggung sendiri deh..

Akhirnya, Taeyoung pagi itu bercerita juga pada Han Hye, apa yang dirasakannya tadi malam tentang Minho. Han Hye jadi ikut berfikir.
”semoga Jendral baik-baik saja, Nyonya,” kata Han Hye.
”seberapa dekat keluarga mertuaku dengan Yang Mulia Raja.. sehingga mempercayakan tugas ini padanya?,” tanya Taeyoung pada pembantu Minho yang setia itu.
”Ayah dari Jendral Lee.. adalah salah satu paman dari Yang Mulia Raja,” senyum Han Hye.
”oh..,” balas Taeyoung, singkat. Memang tidak heran, Raja akhirnya lebih memilih Minho berhadapan dengan seorang pejabat Ming jika memungkinkan, dibandingkan dengan Jendral muda lain yang diutus.

Sabtu, Desember 26, 2015

Aku Isteri Jendral Lee! (Part 12: Perbatasan)

Cerita ini hanya fiksi imajinasi belaka. Gak usah dipikirin kenapa begini, kenapa begitu.. Cuma keisengan diri saja yang ingin mengimajinasikan bebeb Lee Minho.  Adapun jika ada nama dan tempat yang kebetulan sama, itu gak sengaja, hehehe. Kalau masih serius juga.. tanggung sendiri deh..

Minho akhirnya pergi juga ke Liao Ning, namun sebelumnya, dia mengantarkan kakak tiri Taeyoung kembali ke Tsushima. Tugasnya tidak ringan, jika diperlukan, dia akan menggunakan jabatannya untuk mengambil keputusan mendadak.
Di beberapa kota sebelum sampai, dia bertemu dengan beberapa anak buah Jendral Kwon yang memang sudah berada terlebih dahulu dan memberikan beberapa keterangan penyelidikan/spionase. Begitu pula ketika sampai di Namyang.

Minggu, Desember 06, 2015

Aku Isteri Jendral Lee! (Part 11: Rasanya.. Tak Ingin Kamu Jauh Dariku, Minho)

Cerita ini cuma imajinasi saja, jangan dimasukkan ke hati.. kalau masih serius juga.. tanggung sendiri deh..

Kekagetan tentu saja datang dari keluarga Minho. Daewoo dan isteri mendegar bahwa tadi malam, isteri politik Minho mendadak menceburkan diri ke dalam sungai Hanseong, tentu saja akan menjadi masalah besar jika Takako alias Taeyoung meninggal, bisa-bisa, akan ada keributan antar dua kekuasaan, Joseon dan Shogun Ashikaga. Walau bagi keluarga mereka, ini adalah pernikahan politik, posisi Takako dianggap penting jika dia mendapatkan masalah.

Kamis, April 23, 2015

Aku Isteri Jendral Lee! (Part 10: Cintaku Lebih Dalam Dari Sungai Hanseong)

Cerita ini cuma imajinasi saja, jangan dimasukkan ke hati.. kalau masih serius juga.. tanggung sendiri deh..

Pagi itu hari cukup cerah, tidak tampak sederetan awan mendung bergayut di langit. Tae Young alias Takako membuka matanya, ketika dia mendengar suara ucapan selamat pagi dari Han Hye.
”Hari ini... menurut rencana.. salah satu keluarga Anda akan datang dari Ilbon (jepang), Nyonya..,” senyum Han Hye dipagi itu.
Takako sangat senang. Bagaimana tidak? Ternyata Yang Mulia Raja Jeong Seok mengirimkan surat ke Tsushima dan meminta salahsatu anggota Klan Sadamori menghadiri pernikahan ulang antara dirinya dengan Minho. Tentu saja, hal ini akan segera menghapus kesedihan karena dia merasa sendiri di negeri itu.

Selasa, Januari 20, 2015

Aku Isteri Jendral Lee! (Part 9: Tenung??...)

Cerita ini cuma iseng saja, jangan dimasukkan ke hati.. kalau masih serius juga.. tanggung sendiri deh..

“aku kangen Minho,” kata Takako yang sekarang sudah berganti nama menjadi Tae Young, kepada salah seorang pembantu perempuan di istana. Dalam tradisi, 3 hari ke depan menjelang pernikahan, memang pasangan yang akan menikah tidak boleh bertemu sampai semua upacara pernikahan selesai satu persatu, walau itu upacara pernikahan ulang, karena mereka sudah menikah terlebih dulu di Tsushima dengan adat istiadat Jepang.
Pembantu istana tersenyum padanya,” Tapi Tuan Puteri Tae Young memang tidak bisa bertemu Jendral Lee.. ini sudah tradisi… lebih baik tidak melanggarnya,” sambil dia membantu Takako menyisir rambutnya yang panjang sekali.
”bertemu mukapun sekilas tidak boleh?? Haaa.. taihen tsumaranai da yoooo... (membosankan banget),” keluh dia lagi. Tae Young alias Takako memang suka isengin Minho dan lebih seperti anak-anak untuk Minho yang harus dipaksa jadi dewasa dalam kondisi menjadi seorang Jendral muda yang baru menanjak karirnya.

Senin, Desember 22, 2014

Aku Isteri Jendral Lee! (Part 8: Tae Young dan Tae Young)

Cerita ini cuma iseng saja, jangan dimasukkan ke hati.. kalau masih serius juga.. tanggung sendiri deh..

Pagi yang cerah di lingkungan istana. Pagi itu matahari memang jam 5 sudah sangat terang berderang. Minho bangun, dia merasa sinar matahari sudah membangunkannya dengan masuk ke kamar tidur kerajaan, lalu dia berdiri menuju jendela dan membukanya. Dalam 4 hari sebelum pernikahan mereka diulang lagi di istana Joseon, walaupun sudah dilakukan dengan adat Tsushima dari pihak Klan Sadamori, Takako harus melalui sebuah upacara pergantian nama, mendapatkan nama dari bangsa Joseon dan juga berbicara dengan kedua orang tua Minho yang rencananya akan datang pagi ini dari Namyang (Pyong Yang). Minho lalu kembali mendekati tempat tidur dan membelai kepala Takako.
”Hey.. bangun.. tidak baik isteri seorang Jendral bangun siang hari... mentari sudah mulai tinggi,” katanya pada Takako sambil mengguncang tubuh isterinya itu.
Mereka tadi malam sedikit mabuk karena minum-minum dengan para prajurit istana yang lain di sebuah kedai.
Pelan-pelan Takako membuka matanya, Minho langsung tersenyum padanya.
Joh-eun achim, heoni (pagi,sayang),” sapa Minho dengan lembut.

Minggu, November 30, 2014

Aku Isteri Jendral Lee! (Part 7: Kenangan Indah Pertama di Hanseong)


Cerita ini cuma iseng saja, jangan dimasukin ke hati.. kalau masih serius juga.. tanggung sendiri deh..

“Hi Sim Hwang.. kalau dinegeriku.. kamu adalah Ninja,” kata Takako bicara dengan wajah ceria pada Sim Hwang, prajurit mata-mata bawahan Minho sejak kecil.
“wah.. Ninja itu seperti apa, Nyonya??,” tanya Sim. Pagi itu, Takako meminta Sim berlatih dengannya di halaman rumah besar nya Minho, hadiah dari Raja.
“aku pun Ninja.. tapi kalau perempuan, namanya kunoichi.. tugas ku juga sebagai mata-mata... jadi, ketika kamu berlari cepat dan bisa cepat mengambil keputusan.. aku yakin.. kamu setaraf dengan Shuntarou... Ninja dari negeri ku,” senyum Takako pada Sim
“Nanti aku ajarkan tehnik bertarung Ninja ala negeriku,” katanya lagi, menepuk-nepuk pundak Sim
Sim menunduk hormat padanya,”Gambsahabnida, Nyonya.. Tuan Lee beruntung mempunyai isteri seperti Anda”
Takako malah tertawa keras, seperti tawa seorang lelaki,”Hahahaha! Ih.. aku sebal dengan Minho!”
“kenapa??,” tanya Sim
Minho sebenarnya sudah datang, dia menyuruh dengan kode kalau Sim sebaiknya diam saja dengan kedatangannya. Takako tidak tahu kalau Minho dibelakangnya.

Senin, November 17, 2014

Aku Isteri Jendral Lee! (Part 6: Hatiku Untuk Hee Kyung atau Takako?)

Cerita ini cuma iseng saja, jangan dimasukin ke hati.. kalau masih serius juga.. tanggung sendiri deh..

Minho makan bersama Takako, Gubernur Choe dan Panglima Go di pagi itu.
”ini makanan enak yang aku suka juga,” kata Takako senang, dia disuguhkan semacam ikan laut dengan rumput laut.
Gubernur Choe senyum padanya,” tentunya Anda akan merindukan Jeju nanti, Puteri Takako”
Takako menjawab dengan mantap dan mata berbinar,” pasti.. aku akan meminta Minho membawa ku ke sini lagi nanti kalau dia sedang punya waktu liburan”
”Minho?,” tanya Panglima Go
”oh.. maksud ku: suamiku... maaf, hehe,” Takako cengengesan. Dia memang perempuan cuek dan terkesan serampangan.
Minho diam saja. Dia belajar mengerti watak, sifat dan karakter Takako yang memang berbeda dari kebanyakan perempuan.

Sabtu, November 15, 2014

Aku Isteri Jendral Lee! (Part 5: Hari Pertama Rusuh Di Negeri Joseon)

Cerita ini cuma iseng saja, jangan dimasukin ke hati.. kalau masih serius juga.. tanggung sendiri deh..

Dua hari dalam perjalanan dari Tsushima ke Jeju dengan menumpang kapal laut biasa, Takako merasa senang sekali. Manjanya keluar lagi. Sepanjang dua hari wajahnya berseri-seri. Minho menganggapnya masih seperti anak-anak, yang terkadang dia sibuk bercanda dengannya. Ketika menginjakkan kaki di pelabuhan pulau Jeju, Takako sangat senang sekali, menarik-narik tangan Minho. Minho hanya senyum saja dengan tingkah laku isterinya yang kekanak-kanakan itu. Mereka menurunkan kuda.
Kyaaaa... koko wa Jeju??.. hontou ni utsukushii da neee.. Minho!,” teriaknya manja, begitu turun dari kapal, berteriak-teriak kalau menurutnya, pemandangan di Jeju indah sekali. Dia berputar-putar dengan kimono berbahan sutera emasnya, menghirup udara pelabuhan yang masih sangat segar di musim semi itu.
”hieeeeeeeehhhhhhhhhh... hontou ni shinsen’naaa... ,” teriaknya lagi
Minho senyum saja, menepuk-nepuk pundak kudanya. Dia melihat beberapa orang yang lalu-lalang dipelabuhan berbisik-bisik melihat ekspresi Takako.
”siapa sih perempuan itu?? Norak sekali,” bisik seseorang
Temannya berbisik lagi,”sepertinya bukan orang sini.. pakaiannya aneh banget..”
Minho menjawab bisikan mereka,” naega anae... ilbon-eo.. sseusima seom”, lalu senyum pada mereka.
Dua orang itu memandang Minho dengan tatapan agak sinis dan berlalu.

Minggu, November 09, 2014

Aku Isteri Jendral Lee! (Part 4: Jangan Pernah Berani Sentuh Isteriku)

Cerita ini cuma iseng saja, jangan dimasukin ke hati.. kalau masih serius juga.. tanggung sendiri deh..

Sudah hampir dua minggu Minho tinggal di Tsushima. Dia juga ternyata membantu Sadamori untuk melatih dan berdiskusi tentang strategi perang bersama dengan para anggota Samurai Sadamori. Dia belajar bahasa setempat dengan cukup cepat karena ternyata bahasa aslinya tidak jauh berbeda dengan bahasa nya.
Suara ribut para prajurit (samurai) sedang berlatih dan Minho menjadi instruktur di dalamnya.
Dia mengoreksi beberapa tendangan dan pukulan. Dia mengajarkan tehnik beladiri rakyat Goryeo kepada para samurai Klan Sadamori.
”tendangannya masih kurang lurus,” kata Minho pada seorang Samurai
Ini juga pukulannya tidak keras.. begini..,” Minho mengoreksi serangan seorang Samurai
Mereka saling berlatih dengan keras dari pagi sampai siang dihari itu.

Minggu, November 02, 2014

Aku Isteri Jendral Lee! (Part 3: Aku Harus Melindungi dan Menjagamu, Takako Hime)

Cerita ini cuma iseng saja, jangan dimasukin ke hati.. kalau masih serius juga.. tanggung sendiri deh..

Lee Minho akhirnya bertemu dengan Park Dong Il yang sudah membawa 1000 orang pasukannya seperti janji Minho pada Daimyo Sadamori. Mereka berlabuh dan langsung menuju kediaman Sadamori. Daimyo itu senang karena pihak Goryeo serius membantunya menumpas para perompak yang meresahkan itu.
”Jadi.. malam hari ini.. kita semua berangkat ke pulau gersang itu..,” kata Sadamori
Hosh... haik!,” jawab semua orang yang ada di ruangan itu. Sementara pihak Minho hanya menunduk hormat setelah diterjemahkan oleh Jin Hyuk
”Kapal semua akan diberi tanda bendera merah, baik dari kapal Goryeo maupun Tsushima,” kata Sadamori.
”untuk wilayah barat, penyerangan akan dipimpin oleh Shuntaro Takamori dengan 200 orang samurai yang juga dipimpin oleh Jendral Muda Park Dong Il dari Goryeo dengan 300 pasukannya,”
Park menunduk hormat dengan keputusan itu, dia lalu menoleh pada Shuntaro yang duduk berhadapan dengannya dan senyum,”mohon kerjasamanya, Takamori san”
”Untuk wilayah utara, penyerangan akan dipimpin oleh Jendral Muda Lee Minho dari Goryeo dengan 500 pasukannya,” ucap Sadamori lagi

Kamis, Oktober 30, 2014

Aku Isteri Jendral Lee! (Part 2: Kamu Seperti Hee Kyung, Takako Hime??)

Cerita ini cuma iseng saja, jangan dimasukin ke hati.. kalau masih serius juga.. tanggung sendiri deh..

Esoknya, Minho dan rombongan masih tinggal di Tsushima. Dia ternyata benar-benar galau dan bingung bagaimana membawa perasaannya nanti ketika di Goryeo berhadapan dengan Hee Kyung. Tapi, karena tetap harus mengabdi pada Raja nya, maka dia berusaha tenang menghadapi semuanya.
Dini hari, dia sudah bangun dan keluar ruangan Takako, berjalan sendirian berkeliling kompleks Daimyo. Beberapa samurai yang berjaga dini hari itu tidak mengajaknya bicara, dia juga hanya diam lalu duduk disebuah taman, padahal hari masih gelap.
”Perasaan Hee Kyung bisa terluka kalau tahu ini,” lirihnya dalam diam. Bunga sakura dimusim semi sudah mulai mekar, tapi Minho tidak peduli dengan dinginnya dini hari itu. Dia berdiri lalu menarik nafas dan menghembuskannya lagi.
”haaaaaaaahhhhhhhhhhhh..........,” suaranya sampai terdengar

Minggu, Oktober 26, 2014

Aku Isteri Jendral Lee! (Part 1: Apa? Aku Harus Nikah Dengan Cewek Manja Ini??!!?)

Cerita ini cuma iseng saja, jangan dimasukin ke hati.. kalau masih serius juga.. tanggung sendiri deh..

Joseon (Korea sekarang) mengalami masa keemasan di jaman dinasti Joseon di abad ke 14. Layaknya sebuah kerajaan besar, tidak mudah untuk mengatur segala aspek : kebudayaan, pertanian, peternakan, perikanan, pendidikan, termasuk didalamnya militer. Ya, Militer menjadi sangat penting untuk jaga keamanan dan kestabilan sebuah negara. Maka raja pun berbicara dengan para Jendralnya di Istana Gyeongbok sore itu.
Hanyang (Seoul sekarang) .. istana Gyeongbok...
Raja lewat menuju singgasana rapatnya, lalu para jendral, menteri, pencatat administrasi negara, para sepuh kerajaan yang berkumpul langsung menghormat Sang Raja. Lalu mereka duduk setelah mendapat aba-aba duduk dari seorang administrasi negara. Para Jendral duduk disamping kiri raja; sedang para ahli, menteri-menteri dan administrasi negara duduk disebelah kanan Raja. Salah satu Jendral yang baru naik daun adalah Lee Minho, Jendral muda, dia putera dari Lee Dae Woo, seorang jendral yang sudah pensiun tetapi menjadi seorang gubernur di daerah Namyang (Pyongyang).
”Ulah para perompak dari jepang sudah sangat melelahkan. Gubernur daerah Jeju mengirimkan utusan kalau mereka sudah beberapa kali merampok kapal-kapal pembawa barang berharga dari Korea, Han (China), Shogun Ashikaga dan juga kapal kerajaan lain,” kata Raja Jeong Seok membuka pembicaraan rapat. Yang lain mendengarkan dengan seksama. Para Jendral semua duduk tegak dengan pakaian kebesaran mereka. Minho terlihat gagah karena dia baru dan paling muda, plus badannya paling tinggi diantara Jendral senior lainnya.