This is me....

Tampilkan postingan dengan label Salang itu cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Salang itu cinta. Tampilkan semua postingan

Sabtu, Oktober 15, 2016

Salang Itu Cinta (Part 11: Enggak Perlu Kepo Urusan Orang)

Aisha tetap mengikuti pengajian itu sampai selesai. Sesekali dia hanya menjawab pesan dari Shin dan juga beberapa temannya. Shin langsung bertanya, apa Johny ada di acara tersebut atau tidak.
”Tidak,” jawab Aisha, berbohong. Karena dia tahu, kalau menjawab jujur, bisa saja lelaki itu mendadak cemberut.
Oh, Thanks God,” balas Shin. Dia percaya saja dengan ketikan Aisha.
Aisha tidak ingin memperpanjang perkara. Dia ingin fokus untuk acara ini sampai sore. Dia sibuk memperhatikan ceramah, lalu dilanjutkan dengan tanya jawab. Dilihatnya, Nuraini masih lebih sibuk jalan-jalan kesana kemari, karena dia panitia utama.
Saat pembagian parcel dan uang untuk anak yang tidak mampu, Aisha lekas memfoto beberapa anak dan mengirimkannya pada Shin.

Minggu, Oktober 09, 2016

Salang Itu Cinta (Part 10: Aku Tidak Suka Lelaki Itu)

Aisha masih memikirkan pesan yang baru saja dikirim Shin. Dia memang tidak mengenal cowok yang pernah mengirimkan pesan di jejaring sosial itu, hanya sebatas bertanya soal permasalahan agama dan hanya teman biasa, atau bahkan tidak pernah mengetahui sama sekali kehidupan orang itu di dunia nyata.
”Apa.. dia harus bertanya denganmu?? Tidak bisa dengan yang lain??,” tanya dan ketik Shin.
Ada benarnya apa yang diketiknya. Sebenarnya memang bisa bertanya dari lelaki ke lelaki, tidak harus ke lawan jenis dan jelas bisa bertanya kepada siapa saja.

Minggu, Agustus 28, 2016

Salang Itu Cinta (Part 9: Perjanjian)


“ Dia sudah pulang, say?,” Tanya Risa pada Aisha
“ Belum.. masih lama,” jawab Aisha singkat.
Mereka seperti biasanya memang mengobrol di pantry lantai dua kantor saat makan siang.
“ Trus.. ngobrol apa lagi lu sama dia??,” Tanya Risa lagi
” Tentang isterinya lagi,” jawab Aisha, mencoba bersikap santai, padahal, dalam hatinya, dia merasa selalu khawatir dengan perkembangan hubungannya.
Risa kaget lebay,”what? Terus gimana jadinya??
Aisha bercerita kalau Shin memang akan cerita semuanya. Risa berfikir juga, bagaimana kalau nanti sama sekali isterinya tidak setuju?
“Dah pasti gak bakalan setuju.. gimana sih lu?,” tanya Aisha balik

Rabu, November 05, 2014

Salang Itu Cinta (Part 8: Dia Tetap Suami Orang)

Kisah diriku sendiri..

“waktumu semakin dekat pulang... jadi.. aku harus bagaimana??,” tanya Aisha pada Shin, hari itu mereka hanya bisa komunikasi dengan aplikasi saja.
“aku kembali lagi.. cari alasan kesini, haha,” Shin tertawa
you dont miss your wife and kid??,”
Shin menunjukkan icon senyumnya,”I do.. but i am having two women now.. so i must share my miss to all of you”, kalau dia bercanda bilang dia punya dua wanita, jadi harus bagi rata ke semua wanitanya.
“gokil,” balas Aisha singkat,”dia udah mule genit deh.. cape deh gue”
“apa itu gokil??,” tanya Shin. Dia memang asli tidak bisa bahasa indonesia gaul.
crazy,” balas Aisha singkat, dia kesal cowok itu bercanda gaya seperti itu.
Shin bertanya apa Aisha marah barusaja dengan candanya, Aisha mengiyakan. Dia lalu meminta maaf, karena memang itu yang dia pikirkan dalam hatinya.
“tetapi memang hal itu yang sedang aku pikirkan.. berfikir.. kenapa aku bisa jatuh cinta lagi,” kata Shin.
Sebenarnya Aisha orang yang mudah galau, hanya, dia ingin menjadi dewasa dengan menyembunyikannya.

Jumat, Oktober 24, 2014

Salang Itu Cinta (Part 7: Aku Berusaha Mengertimu)

Kisah diriku sendiri..

Aisha berjalan tidak semangat hari itu, keputusannya tetap ingin dia putus dengan Shin. Rasanya dia sudah benar-benar trauma dan sakit hati, yang menurutnya semua lelaki sama saja.
“Lu terlalu banget deh traumanya, cyn.. bisa jadi dia gak sejahat itu,” kata Risa.
“gua gak mau lagi tahu dan dengar dia lagi,” gerutu Aisha, menopang dagunya, tampangnya sama sekali tidak semangat.
“ngerti banget gue.. kalau memang lu trauma banget,” kata Risa lagi,”tapi entah kenapa, gue merasa dia bukan orang yang jahat.. andai lu dan dia pisah.. semuanya bisa baik baik aja”
Aisha melihat Risa dengan tatapan pesimisnya,”yakin lu??”
Risa menepuk-nepuk pundaknya,”sabar dong, cyn.. hidup itu gak sesulit yang lu bayangkan... orang mungkin mikir kayaknya kok lu kasian banget ya.. punya kisah cinta gak selesai-selesai.. tapi kan Tuhan gak pernah mikir begitu”
“yeah.. yeah,” keluh Aisha di hari itu pada Risa. Dia merasa sudah malas memikirkan semua soal hubungan. Dia bilang pada Risa mau berhenti saja pikirkan semuanya, supaya dia bisa tenang hidup dan menjalani semua apa adanya bak air mengalir.
“gue hargai banget usaha lu cari jodoh, cyn... gak semudah itu memang bayangan orang tentang jodoh.. ada banyak orang mencibir orang-orang susah jodoh.. padahal kalau dia menjalani seperti apa yang lu jalani.. belum tentu juga mereka sanggup.. so, gue gak akan berpikir buruk tentang hubungan lu dan dia... dan feeling gue, cowok itu baik.. cowok itu gak akan macam-macam sama lu.. gak akan dia nyakitin fisik dan hati lu”
Aisha terkesan dengan apa yang dikatakan Risa. Kalau boleh dipikir, Risa sebenarnya sebelum menikah tipe cewek playgirl. Semua cowok tipe apapun dia keruk sampai bangkrut minta traktir atau dia jahilin: pacaran cukup 2 minggu habis itu diputusin kalau sudah dapat uang dari cowok itu. Tapi beda dengan Aisha yang segannya sangat tinggi ketika kenal cowok. Dia tidak mengerti kenapa rasanya takdir temannya yang justru bersungguh cari jodoh malah seringnya dipermainkan cowok. Tapi ketika Risa menemukan cowok yang benar-benar sayang dia apa adanya, cowok itupun cepat jadi suaminya, cowok yang tidak peduli dengan masa lalu Risa yang playgirl abis.

Rabu, Oktober 22, 2014

Salang Itu Cinta (Part 6: Kamu Menyebalkan!)

Kisah diriku sendiri..

“so.. jadi kamu akan lama tinggal di Indonesia??,” tanya Aisha pada Shin dengan skype nya dalam bahasa Inggris. Walau Shin sudah banyak hafal kosakata Indonesia, dia masih memilih bahasa inggris menjadi bahasa komunikasinya.
“sekitar satu bulan lagi.. begitulah,” jawab Shin dengan senyum
Aisha hanya bergumam, entah jika memang dia mau sebulan lagi disini.. mau apa mereka?? Dia begitu bingung dan memang bingung sekali jika punya hubungan khusus dengan seorang lelaki. Kebingungannya itulah yang pada akhirnya membuat dirinya banyak gagal. Belum lagi jika memang diri egoisnya muncul dan menurut mereka, keegoisan itulah yang membuat mereka tidak tahan berhubungan dengan Aisha. Belum lagi dengan kemampuan supernatural Aisha yang bisa melihat dimana saja mereka tanpa mesti mengkonfirmasi.
“Shin..,” kata Aisha dengan ragu. Dia ingin mengatakan sesuatu dan mungkin itu bisa membuat Shin semakin dekat dengannya, atau bahkan berfikir ulang tentang hubungan mereka.
Shin hanya menjawab dengan kata ya dan suarannya lembut.
“ah...tidak jadi deh,” kata Aisha lagi
“kamu sedang bingung, sayang?,” tanya Shin
Aisha hanya menggeleng saja di skype nya
dont lie to me..,” kata Shin lagi, dia bisa membaca kalau ada sesuatu yang disembunyikan Aisha darinya
Aisha bercanda padanya,”nanti kalau aku kasih tahu.. kamu takut hantu loh, hehe”

Minggu, September 28, 2014

Salang Itu Cinta (Part 5: Duniaku.. Ingin Terang..)


Kisah diriku sendiri..

Pulang malam itu, Aisha lebih pilih diam di rumah.. sama sekali dia tidak komunikasi dengan siapapun, termasuk dengan Risa sekalipun, teman akrabnya. Dia langsung ke tempat tidur, menutup wajahnya dengan bantal, menangis lagi.
“pokoknya gue gak mau dia suka... ,”keluh hatinya Aisha, dia masih menangis mengingat yang tadi.
Besoknya, dia matikan semua alat komunikasinya. Sama sekali tidak ingin Shin menghubunginya lagi, tidak ingin Risa tahu masalahnya. Dia cuma diam saja hari itu, juga tidak bicara banyak dengan orangtuanya.
Sampai masuk kembali, akhirnya dia memberanikan diri pagi-pagi menelepon Risa, meminta bicara di toilet wanita.

Jumat, September 26, 2014

Salang Itu Cinta (Part4: My Feeling For You)

“nih.. dia nulis ini ke gue,” kata Aisha menunjukkan lagi pada Risa dihari waktu makan siang itu, apa yang Shin ketik kemarin malam sebelum dia menghilang lagi hari ini.
Risa bukannya sedih atau apapun, tapi dia malah ketawa,”cieeee... ini sudah ada tanda-tanda nih”
“modus banget.. gue juga dikasih ini..,” Aisha menunjukkan gelang dari batu warna ungu muda kecil kecil.
“weseh... canteek banget ini gelang yak,” Risa malah jadi meledek, dia angkat pergelangan tangan Aisha  didekatkan dengan sinar dan dia lihat gelang itu.
“tanda-tanda modus sudah berlangsung,” kata Risa cengengesan,  dia duduk lagi.
“kan? Lu gak percaya gue,” ujar Aisha sambil cemberut
“lu tu yeee.. cemberut melulu.. cepet tua lu,” Risa mengatupkan mulutnya Aisha yang cemberut. Aisha mengelak lalu mengelap-lap mulutnya. Kesal sendiri, tapi Risa malah tertawa.
“terimaaa.. udah terimaaa.. kapan lagi dapet cowok ganteng?? Fotonya cakeb bener deh.. gue aja bakalan naksir banget sama doi kalau gue jadi lu,” canda Risa ketawanya kencang sekali.
Aisha menggeleng, malah dia duduk menyandarkan dagunya di meja pantry.
“eh.. gak boleh begitu.. ntar jauh jodoh,” ujar Risa. Lalu dia tanya lagi apa Shin hari ini ada hubungi Aisha, tapi Aisha menggeleng saja.

Kamis, September 18, 2014

Salang Itu Cinta (Part 3: Teman??)

“nih coklatnya buat lu,” kata Aisha di pantry memberikan coklat pada Risa yang duduk di sebelahnya.
Risa cengengesan,”kok gak dimakan..kan dari yang tersayang?? Hehe”
“rese lu,” jawab Aisha sambil cemberut. Dia lemparin dua batang coklat itu ke depan Risa.
“gak boleh gitu dong, say.. dia dah ngasih sesuatu sama lu.. ya terima aja,” balas Risa, dia kembalikan lagi coklatnya ke depan Aisha.
“gue males,” jawab Aisha singkat
“move on dong.. buka diri.. lu susah banget move on nya,” keluh Risa. Mereka memang sudah berteman lama di kantor itu.
“susah... gue males ngadepin cowok... lu kan tahu daridulu gue paling gak suka cowok mainin perasaan cewek.. akhirnya gue males.. gitu lagi.. gitu lagi.. gaje ntar hidup gue.. bakalan galau terus,” balas Aisha masih dengan ekspresi cemberut
“kan kita gak tahu apa yang terjadi, Say.. kali aja dia emang suka lu??,”
Aisha berekspresi seperti orang yang sedang ikutan salahsatu reality show horror,”kamera... mana kamera?? Saya nyerah”, katanya sinis bercanda pada Risa. Risa tahu benar kalau Aisha penuh trauma dengan para cowok. Dia bukan tipe cewek yang main-main dalam soal hubungan, dia akan serius membahas sebuah hubungan dan bisa saja berkorban kalau memang sudah ada keterikatan yang dalam. Dan dia belum menemukan cowok yang bisa mengerti itu.

Senin, September 15, 2014

Salang Itu Cinta (Part 2: Coklat... Modus atau Bukan?)

Shin dan Aisha masuk ke sebuah restaurant. Perasaan Aisha sudah malas sekali yang namanya pergi-pergi sama cowok.
“cepetan nanti makannya.. cepetan nanti makannya... gua mau pulaang,”keluhnya dalam hati sepanjang jalan menuju tempat itu.
what is your job, Aisha?,” tanya Shin ditengah perjalanan mereka naik taxi.
I am a nutritionist,” jawab Aisha singkat, dia hanya mengaku kalau dirinya sebagai ahli gizi.
“that’s nice.. in Korea, it’s really needed, actually.. and anyway, you are very slim,” pandangan Shin langsung dari atas ke bawah. Jelas saja, Aisha tidak suka dilihat seperti itu, seperti dimakan cowok.
“kayaknya cowok semua dimana aja sama deh.. seneng banget lihat cewek tatapan mata mau mangsa,”keluh hatinya Aisha.
Dia berusaha sembunyikan ke-bete-an tingkat dewa nya.
“i am slim since i was a child,” jawab Aisha dengan rada bete, tapi belum ditangkap ke-bete-annya itu oleh Shin.
many korean girls want to be slim..so you are lucky not to try hard to be slim,” kata Shin lagi senyum lalu sedikit melihat jalan.
Aisha jadi ketawa aneh,”ah.. ya.. hahaha.. lucky me”, jawabnya pada Shin.
Padahal dalam hatinya dia kesal,”kepo banget deh lu... gue bete banget kalau ada cowok bahas-bahas soal fisik.. nyebelin”, dia menggerutu saja dalam hati. Dia melihat jam, sudah waktunya magrib, pasti dia harus ibadah.

Sabtu, September 13, 2014

Salang Itu Cinta (Part 1: Cuma Menolong Kok)

Hari senin itu memang Jakarta terlihat sibuk, padahal habis lebaran dan aktivitas banyak orang dari berbagai daerah sudah mulai ramai. Begitu juga di salah satu halte di daerah jakarta. Aisha setiap hari menunggu bis yang lewat tempat dia bekerja. Hari itu dia agak gusar melihat jam tangan sudah menunjukkan pukul 7 pagi.
“aduh.. kacau nih.. kebiasaan deh 89 suka lama banget,” keluhnya dalam hati. Dia melihat jalan besar dari kejauhan, berharap ada bus yang dia tunggu D89 segera.
Dia gusar takut terlambat. Terus dia memperhatikan banyak kendaraan yang lalu lalang.
“ah.. parah nih.. sudah 30 menit begini,”keluhnya lagi, jam memang sudah menunjukkan 7.30 pagi. Dia pun mengeluarkan smartphone nya
“say.. sorry nih, aku bisa terlambat sepertinya sih.. tolong bantu aku kerjain laporan kemarin ya,” pesannya di smartphone itu pada temannya, Risa.
Seorang cowok muda dari jarak beberapa meter menghampiri kerumunan orang yang sedang juga menunggu bus.
sorry, pardon me.. can you speak english?? Understand english??,” tanya cowok itu pada seorang lelaki yang berdiri di halte itu.
Lelaki yang ditanya kebingungan, di tidak faham bahasa inggris,”gak ngerti gue,” katanya menggerakkan tangannya, bingung mau bilang apa pada cowok yang mengajaknya bicara bahasa inggris itu.
Cowok tinggi putih dengan backpaker dan kamera canggih yang berbicara bahasa inggris itu kebingungan dengan lelaki yang dia tanya. Dia lalu beralih bertanya pada seorang ibu yang berada di sebelah lelaki yang ditanya.
can you speak english, madam??,” tanya cowok itu.
Si Ibu yang ditanya langsung bingung,”aduh.. gak bisa aku bahasa inggris..gak ngerti ah..”, dia langsung menjauh dari cowok itu.
Cowok itu lalu berkeliling bertanya pada orang-orang yang ada di halte itu.