Hari senin itu memang Jakarta terlihat
sibuk, padahal habis lebaran dan aktivitas banyak orang dari berbagai daerah
sudah mulai ramai. Begitu juga di salah satu halte di daerah jakarta. Aisha
setiap hari menunggu bis yang lewat tempat dia bekerja. Hari itu dia agak gusar
melihat jam tangan sudah menunjukkan pukul 7 pagi.
“aduh.. kacau nih.. kebiasaan deh 89 suka
lama banget,” keluhnya dalam hati. Dia melihat jalan besar dari kejauhan,
berharap ada bus yang dia tunggu D89 segera.
Dia gusar takut terlambat. Terus dia
memperhatikan banyak kendaraan yang lalu lalang.
“ah.. parah nih.. sudah 30 menit
begini,”keluhnya lagi, jam memang sudah menunjukkan 7.30 pagi. Dia pun
mengeluarkan smartphone nya
“say.. sorry nih, aku bisa terlambat
sepertinya sih.. tolong bantu aku kerjain laporan kemarin ya,” pesannya di
smartphone itu pada temannya, Risa.
Seorang cowok muda dari jarak beberapa
meter menghampiri kerumunan orang yang sedang juga menunggu bus.
“sorry,
pardon me.. can you speak english?? Understand english??,” tanya cowok itu
pada seorang lelaki yang berdiri di halte itu.
Lelaki yang ditanya kebingungan, di tidak
faham bahasa inggris,”gak ngerti gue,” katanya menggerakkan tangannya, bingung
mau bilang apa pada cowok yang mengajaknya bicara bahasa inggris itu.
Cowok tinggi putih dengan backpaker dan
kamera canggih yang berbicara bahasa inggris itu kebingungan dengan lelaki yang
dia tanya. Dia lalu beralih bertanya pada seorang ibu yang berada di sebelah
lelaki yang ditanya.
“can
you speak english, madam??,” tanya cowok itu.
Si Ibu yang ditanya langsung
bingung,”aduh.. gak bisa aku bahasa inggris..gak ngerti ah..”, dia langsung
menjauh dari cowok itu.
Cowok itu lalu berkeliling bertanya pada orang-orang
yang ada di halte itu.