This is me....

Sabtu, September 21, 2013

MY TWO ADORABLE WIVES (4th PART- SELINGKUH BALAS SELINGKUH?)

Hari sudah agak siang.. tak terasa sudah jam 8 pagi..
Minhyo tetap tidak berubah posisi tidurnya sampai akhirnya tangannya tak sengaja berpindah posisi ke bawah menjulur dekat tepi tempat tidur..
“buk!,” suara tangannya seperti memukul sesuatu, lalu dia bangun
“ah.. hah!,” Minhyo kaget karena dia melihat Minho tertidur dalam posisi duduk dan terlalu dekat wajahnya dengan dia.. Minho melipat tangannya menjadi bantal untuk wajahnya..
Mereka sama sama bangun.. Minho sedikit kaget karena wajahnya kena tangan Minhyo, sebaliknya Minhyo kaget, kenapa ada Minho tidur duduk disamping tempat tidurnya
“kenapa? Eh, pagi Nona shin,” Minho malah merasa memiliki kesempatan untuk lebih dekat pada Minhyo..dia santai saja membalas kekagetan Minhyo
“kenapa tuan Lee bisa ada disini?,” kata Minhyo kaget
“tadi pagi dini hari, Nona shin mabuk..jadi saya antarkan kesini,” senyum Minho
Minhyo lalu bangun dan dia keluar kamar.. dia berharap Minho mengikuti keluar
“saya buatkan kopi..kebetulan ada kue beli di toko kemarin sore..tidak apa kan? Untuk ganjal perut sedikit?”, kata Minhyo ke dapur yang bisa terlihat dari ruang tamu
“terima kasih, nona shin,” balas Minho duduk di sofa tamu


“saya minta maaf merepotkan Tuan Lee tadi malam,” katanya sambil merebus air panas untuk kopi, lalu dia menuju ruang tamu, memberikan secangkir kopi hitam dan beberapa potong kue dari kulkas ke Minho
“tidak pusing kan...karena dini hari tadi mabuk?,” kata Minho ramah
“tidak..aku termasuk yang kuat minum,” balas Minhyo sambil minum kopi
“hebat..tapi jangan terlalu sering deh.. kasian nanti badannya,” Minho mencoba pedekate terus pada Minhyo
“sepertinya aku sudah biasa mabuk dari SMA,” balas Minhyo enteng
Minho kaget,”tidak salah? Mana boleh SMA mabuk mabukan?”
“tidak berlaku buatku,” senyum Minhyo
“mungkin sebaiknya dikurangi..karena sudah umur dan mungkin sebentar lagi menikah,” senyum Minho
“soal menikah itu nanti keputusan Jin Hyu,” balas Minhyo
“oh..maaf deh..kalau aku sudah ikut campur ranah pribadimu,” kata Minho
“gak apa..dengan ku jangan terlalu serius kecuali di kantor polisi dan lingkungan kerjaku,”senyum Minhyo
btw, Nona shin.. kamu ramah juga ya? Aku pikir kamu galak lho,” Minho lagi lagi coba terus pedekate-in Minhyo
“apa menurut tuan Lee begitu?? Itu kan karena kita belum kenal banyak aja,” Minhyo santai menanggapi
“ya sudah..kita berteman saja yuk?,” Minho memberikan jari kelingkingnya
Minhyo tertawa,”jadi ini tuan Lee yang aku kenal ya? Kok seperti anak kecil?,”
“kenapa?,” Minho heran
“begitu kan seperti anak kecil.. kalau mau berteman ya berteman saja,” balas Minhyo
“yah...wajar dong..aku kan lebih muda dari Nona Shin,” kata Minho mengaruk garuk kepalanya
“saya tidak suka bergaya seperti anak kecil,” Minhyo menoleh pada Minho
“maaf kalau begitu,” balas Minho
“apa..tuan Lee nanti tidak dicari isteri? Saya paling takut berteman dengan yang sudah punya isteri,”
Minho lupa kalau dia harus menjemput isterinya.. dan hari sudah terlalu siang..
“gawat.. harusnya aku jemput isteriku tadi jam 8,” kata Minho berdiri. Dilihatnya, bajunya sudah sangat kusut.
“aku ada setrika...boleh dipakai,” Minhyo menawarkan diri..
“ini baju yang kemarin sore, hehehe,” Minho cengengesan
“kita beda tinggi ya?,” balas Minhyo,”tapi mungkin saya punya kemeja yang sepertinya masih bisa muat,”
Lantas dia pergi ke kamar nya dan membuka lemari
“Tuan Lee bisa kesini,” pinta Minhyo.. lalu Minho kembali ke kamar
“silahkan dipilih,” senyum Minhyo
“baju mu seperti lelaki semua kemejanya?,” Minho heran
“ah iya, hehehehe.. dress hanya dipakai untuk hal hal tertentu saja,” jawab Minhyo
“tomboy sekali Nona shin,” Minho memilih pilih kemeja..
“ini sepertinya cocok.. warna dan besarnya juga tidak terlalu terlihat beda sekali,” lanjut Minho mengambil kemeja warna biru tua kotak kotak..
“silahkan saja dipinjam..,” kata Minhyo
“boleh?? Bagaimana nanti membawa nya pulang?,” tanya Minho
“bawa saja besok ke pengadilan,” balas Minhyo
“oh.. baiklah.. aku pikir..aku boleh kesini lagi, hehehe,”Minho benar benar niat pedekate..
“mainlah sekali kali kesini dengan isteri Tuan,” Minhyo malah membalas tidak sesuai dengan harapan Minho
Tak berapa lama..
“aku permisi dulu..aku pinjam bajunya ya,” senyum Minho
“pantas juga pakai kemeja saya,” senyum Minhyo
Tapi dalam hati Minho,ketika Minhyo mengatakan seperti itu, dia membayangkan agak sedikit ngeres.. dia merasa Minhyo sudah memeluknya dengan dia pakai baju minhyo
“Tuan Lee kenapa..kok bingung?,” tanya Minhyo
“oh.. gak apa apa.. hehehe.. aku permisi,” balas Minho
Lantas dia buru buru ngacir ke rumah sakit tempat chan chan dirawat..

“sayang..aku minta maaf terlambat,” kata Minho segera mencium kening isterinya
“aku sudah tunggu 1 jam lebih.. kamu kemana?? Tidak pulang ke rumah tadi malam?,” tanya chan chan diatas kursi roda..
“iya..tadi malam aku sibuk ada acara dengan teman sampai pagi,”Minho berbohong
“sepertinya kemeja nya bukan punya mu ya?,” tanya chan chan lagi
“oh.. iya.. ini kemeja teman.. aku ketiduran di rumahnya akhirnya aku pinjam saja.. maaf ya.. aku benar benar capek nyusun rencana bisnis,” Minho berbohong lagi
Chan chan ternyata tidak curiga dengan kebohongan Minho, dia malah menyuruh supaya Minho gak terlalu capek bekerja
“kalau bisa.. jangan sering sering bergadang, sayang.. kamu terlalu capek dengan banyak bisnis,” kata chan chan
“ah.. gak apa.. demi keluarga, demi isteri dan anak ku,” Minho gak sengaja mengeluarkan kata “anak”.. chan chan langsung diam
Minho benar benar tanpa sadar mengeluarkan kata kata itu.. “sebentar..aku mengurusi administrasi dulu,”katanya
Chan chan diam saja, dia benar benar tersinggung dengan kata kata “anak”...
Tak berapa lama..
“nah..sudah.. kita pulang ya,”senyum Minho mendorong kursi roda sampai depan pintu RS dan mereka pulang..

Chan chan sudah kembali pulang tetapi Minho mendapat saran dari dokter kalau chan chan sebaiknya tidak banyak aktivitas berat sehingga tidak cepat lelah. Dokter mengingatkan pada Minho bahwa apapun bisa saja terjadi lagi kehamilan berikutnya jika mereka masih beruntung dan jika memang autoimunitas pada tubuh chan chan menjadi netral. Tetapi dokter menyatakan hal itu sangat kecil sekali peluang chan chan akan hamil lagi karena dia sudah keguguran terhitung 6 kali.
Minho belajar bersabar dengan keputusan dokter supaya dia tidak membicarakan apapun yang berhubungan dengan anak dan tetap rajin berhubungan seperti pola biasanya. Tapi bagi Minho, hal itu malah terkesan aneh dan karena dia sudah terlanjur cinta dengan Shin Minhyo, jadi pikirannya selalu bagaimana caranya dapat cinta Minhyo..
Semuanya jadi terasa dingin sekali..termasuk ketika mereka ada dikamar..
Minho seperti kaku dengan chan chan..
“haaahh,” dia Cuma bisa mengeluh..
“kenapa sayang?,” tanya chan chan
“ah..enggak apa apa.. besok aku ke pengadilan..jadi saksi perampokan kemarin itu,” balas Minho
“apa hanya kamu saja yang jadi saksi?,” tanya chan chan di atas tempat tidur..wajahnya masih pucat sekali
“tidak sepertinya..masih ada beberapa orang..hanya saja, waktu itu kita yang paling dekat dengan kapten shin,” balas Minho tiduran,kedua  tangannya dia lipat keatas dan menjadi bantal.. kepalanya menerawang ke langit langit kamar
“sepertinya kamu merasa terbeban dengan ku, sayang,” balas chan chan
Minho menoleh,”ah..enggak kok.. kenapa sih..punya pikiran seperti itu?”
“keluarga ku begitu menyusahkan mu..sepertinya juga kamu terpaksa mencintaiku,” tiba tiba chan chan jadi sensitif
Minho membelai rambutnya,”ah,enggak gitu..kita ini kan sebenarnya masih saudara.. jadi sesama saudara juga sebaiknya enggak ada perasaan saling tidak enak”
“apa..sebelum dengan ku.. kamu sudah pernah suka dengan seorang wanita?,” tanya chan chan
“enggak.. aku gak punya waktu untuk begitu.. kamu kan tahu.. kita nikah umur 20 an.. habis SMA, aku langsung disuruh kuliah bisnis, papa sebelum meninggal saja sudah suruh aku belajar pegang usahanya.. jadi..mana bisa aku punya feeling suka sama cewek?,”
Chan chan senyum,”apa..berarti aku ini cinta pertama mu?,”
Minho balas senyum chan chan,”iya..sebab aku Cuma hanya ketemu kamu aja,”
Tapi, justru ketika dia bilang begitu.. tiba tiba dia malah melihat chan chan seperti Minhyo
Lantas dia sempat bingung dan mengucek matanya..
“ada apa, sayang? Mata mu sakit?,” tanya chan chan
“ah..enggak tahu,” balas Minho singkat
“kenapa jadi ada bayangannya shin min hyo?,” katanya dalam hati
“aku mulai gak karuan,” lanjutnya lagi dalam hati
“aku rasa..aku mau pergi dulu ke hotel..sore ini mau bertemu manager hotel..mau tau ada kemajuan apa lagi,” senyum Minho
“yakin. Kamu tidak sakit, Minho sayang?,” kata chan chan
“ah..enggak.. aku baik baik saja..,” jawab Minho..dia bangun dari tempat tidur, lalu mengganti baju di depan chan chan..
Lalu,”aku pergi dulu.. kalau ada apa apa, lekas telepon ya..chu”, dia mencium kening isterinya lalu pergi..

Ternyata Minho sama sekali tidak pergi ke hotel miliknya, malah jauh ke pinggiran kota dan duduk di tepi pantai..memandang langit sore sendirian..
Dia benar benar termenung sendirian di pinggiran dramaga yang sepi..
“aku benar benar sudah sulit cinta dengan chan chan lagi.. gimana caranya supaya aku bisa dapat hatinya shin min hyo?,” katanya menutup mulutnya dengan kepalan tangan.. termenung lagi..sementara senja sudah hilang, langit merah sudah lenyap dan berganti malam hati...
Dia berdiri.. jalan jalan sepanjang pantai.. dilihatnya ada beberapa pasangan yang ada di pantai itu.. tapi dia cuek aja jalan-jalan menyusuri pinggir pantai..
“aku benar benar malas pulang..,”
Lalu dia ke pub pinggiran pantai.. asik minum sendirian..memandang pantai yang sama sekali tidak terlihat ombak karena sudah malam..hanya deburannya saja yang bisa dia dengar..
Hari itu..Minho benar benar galau dengan perasaannya..
“Nona shin..,” dia malah nekat menelepon Minhyo
“oh.. Tuan Lee..ada apa malam malam telepon?,” jawab Minhyo dari kejauhan
“gak apa..nona shin lagi apa?,”
“aku membuat laporan bulanan ..biasa..tugas negara,” balas Minhyo
“apa aku mengganggu?,”
“ah..tidak kok.. sudah selesai..memangnya kenapa?,”
“ah..enggak apa apa.. aku Cuma pusing dirumah,” balas Minho
“sepertinya disana ramai..ada suara ombak?,” tanya Minhyo
“ya..aku lagi pengen di pantai aja..santai, lepas dari beban kerja,”
“oh..sudah lama juga aku gak dengar suara pantai,” balas Minhyo
“kesini saja.. ,”Minho mencari cari kesempatan
“ah..enggak, hehehe..aku Cuma iseng,” balas Minhyo
“boleh aku cerita sesuatu?,” tanya Minho
“iya..silahkan,” jawab Minhyo
“kalau..misalnya.. menurut mu.. kalau misalnya suami mu selingkuh..bagaimana?,”
Minhyo tertawa,”aku kan belum ada suami, tuan Lee”
“perumpamaan saja,” jawab Minho
“aku tidak bisa memaafkan,” jawab Minhyo
“kenapa?,” tanya Minho lagi
“karena aku akan menikah dengan lelaki yang aku sayang..bukan lelaki yang Cuma bermain main dengan perasaan ku,” balas Minhyo lagi
“oh..baiklah.. untung kamu tidak jawab: “kupotong anu nya nanti”, nona shin,hehehe,” Minho bercanda
Minhyo tertawa,”masih diingat juga, hahahaha”
“wah..asik sekali sepertinya suara ombak pantai,” tiba tiba Minhyo sangat kangen dengan suara pantai
“kesini saja,” balas Minho singkat
“wah..aku tidak bisa..ini sudah malam.. kenapa juga tuan lee tidak pulang?,”
“tadi kan aku bilang..aku lagi pusing dirumah,” balas Minho
“ah..sudah dulu ya.., saya minta maaf..ada telepon dari Jin hyu,” kata Minhyo, dia mendengar ada telepon masuk dari pacarnya Kim Jin Hyu
“oh iya..selamat bersenang senang, Nona shin, selamat malam,”Minho menutup teleponnya
“aku menginap saja disekitar sini..capek..bosan dirumah,” dia lalu membayar minumnya dan mencari hotel di seputar pantai
Malam itu, dia benar benar tidur di hotel..
Dia tahu chan chan beberapa kali meneleponnya, tetapi dia diamkan dan hanya di balas dengan sms,”maaf ya, sayang..aku bertemu teman-teman SMA ku”
Lagi lagi Minho berbohong...

Paginya..dia baru pulang...tapi ingin lanjut lagi ke pengadilan..
“tadi malam..kenapa tidak pulang,sayang?,” tanya chan chan diruang makan..
“aku sibuk...dan minum sama teman teman..daripada nanti aku menyusahkanmu..lebih baik tidak pulang,” jawab Minho sambil mengoles roti dengan selai
“pagi ini aku harus ke pengadilan..doakan ya,” lanjutnya,senyum pada chan chan
“jangan lupa,sayang...obatmu diminum,” lanjutnya lagi
Chan chan mengangguk,lalu..”aku ingin jalan-jalan..bosan”
‘ya..nanti..besok kita ke pantai..kita ke jeju saja,” jawab Minho
Mata chan chan berbinar binar,”benar?”
Minho mengangguk,”tetapi,,aku harus lihat jadwal dulu....aku belum sempat lihat jadwal meeting mingguan..kalau tidak begitu..bisa malas para karyawanku”
“ah..tidak apa kalau kamu tidak sempat sekarang sekarang ini..lain waktu saja,”senyum chan chan
Tapi lagi lagi Minho melihat bayangan Minhyo..
“uh,” katanya mengeluh sambil mengucek kucek matanya
“kenapa lagi, sayang?? Matamu sakit?,”tanya chan chan
“tidak..heran saja,” jawab Minho,”gak kenapa napa..aku pergi dulu,”dia buru buru minum jus orange nya dan mencium chan chan lalu pergi

“benar benar keterlaluan nafsuku pada shin min hyo,” katanya di dalam mobil
Dia melaju ke kantor polisi..
“pagi..kapten shin,”katanya ramah pada Minhyo dan minhyo mempersilahkannya duduk..
“wah..rajin sekali...pagi begini sudah datang..kenapa tidak langsung ke pengadilan?,”senyum Minhyo
“ah, lupa, hehehehe,” Minho benar benar cari kesempatan pergi bareng..
“bawa mobil?,”tanya Minhyo, dia mengangguk
“tapi..naik mobilku saja..,” senyum Minho
Mereka lalu pergi ke pengadilan naik mobil Minho.. sepanjang jalan..Minho benar benar diam saja..sama sekali gak bisa bicara karena perasaannya benar benar deg-deg an dekat dengan Minhyo..
“isterimu..sudah pulang??,”Minhyo membuka pembicaraan
“eh? Sudah,” balas Minho singkat..dia benar benar deg-deg an menjawab pertanyaan Minhyo
“anda sedang sehat, kan.. tuan Lee?sebab mungkin nanti ditanya dipengadilan,”
“ii..iya..sehat..aku Cuma agak capek aja karena semalam gak pulang..,” jawab Minho sambil menyetir

“ah..telepon..sebentar ya, tuan Lee,” minhyo mengangkat telepon dari Jin Hyu
“Jin Hyu..ada apa?,”
“aku sudah janji padamu..tapi ternyata aku tidak bisa pergi..masih ada lanjutan tugas disini,” jawab jin hyu dari jauh
“oh..enggak apa..aku faham..soal ke pantai..kapan kapan juga bisa,” jawab Minhyo
“ya..nanti aku bawakan oleh oleh dari sini,” kata jin hyu
“enggak usah merepotkan..kamu kerja saja, jin hyu,” jawab Minhyo
“baik lah..terima kasih banyak, Minhyo sayang,”
“sama sama, jin hyu sayang,”
Jinhyu menutup teleponnya..Minho senyum padanya
“ternyata..bisa ber sayang sayang juga ya?,” katanya bercanda
Minhyo tertawa,”ah...polisi juga manusia,”
“masih mau pergi ke pantai??bagaimana kalau nanti sore kita pergi ke pantai saja,” ajak Minho
“aku kerja,” balas Minhyo ringan
“tentunya habis bekerja..tidak dengan baju polisi pula..tidak enak aku jalan dengan abdi negara,”senyum Minho
“oh iya..kemeja nona shin belum sempat dicuci,”tambahnya
“tidak apa..pulangkannya kapan kapan saja..se sempatnya,” balas Minhyo
“nanti sore ya..kita ke pantai,” Minho berusaha mengajaknya lagi..
“okay,” jawab Minhyo
“tidak membawa borgol, kartu tugas dan senpi, ke pantai bukan untuk mengejar penjahat, hehehe,” Minho mengajak bercanda
Minhyo tertawa keras,”dua kali dengan tuan Lee..dua kali pula aku mengejar kejar penjahat,hahaha”
“apa senangnya jadi polisi?,”tanya Minho
“apa ya??aku memang cocoknya jadi pekerja..bukan jadi pebisnis sepertimu,” balas Minhyo
“aku malah tidak cocok jadi pekerja..aku tidak bisa dipaksa dan orientasinya target dan target..dan inspirasiku berkembang ketika aku jadi boss,hahahha,” Minho tertawa lepas..
“bergitulah..kita semua punya passion yang berbeda soal pekerjaan..aku juga tidak mungkin menyalahkan tuan Lee yang ternyata lebih suka berbisnis daripada jadi karyawan atau abdi negara sepertiku,” balas Minhyo
“yah..tetapi untuk orang sepertimu..di bagian divisi kriminalitas sepertinya aneh sekali..perempuan..,” senyum Minho
“aku tidak pernah mampu membedakan mana lelaki, mana perempuan dengan pekerjaan seperti ini,”
“atau..mungkin karena aku masih berotak konservatif..dalam pemikiranku..yang namanya perempuan itu bekerja sih..tapi ya mungkin dikantor, bukan di kepolisian bagian kriminal,hehehe,”
“sedari kecil..aku memang beda,” senyum Minhyo
Minho panik..dia merasa menyindir Minhyo,”ah..maaf kalau aku menyinggung hati nona shin..aku gak bermaksud seperti itu,”
“gak apa..tuan Lee bukan orang pertama yang suka bilang seperti ini,” balas Minhyo
“nah..sudah sampai..di persidangan nanti..tuan Lee santai saja menjawab semua pertanyaan..kalau perlu..dukung aku menguatkan tuduhan, hehehe,” lanjut minhyo lagi
“siap,” senyum Minho

Persidangan tidak lama, saksi yang dihadirkan tidak hanya Minho, tetapi juga para karyawan toko yang sedang bekerja saat kejadian perampokan itu..
Semua tuduhan memberatkan sang perampok..dia terkena hukuman 20tahun penjara tanpa potong masa tahanan, tanpa remisi/pengurangan hukuman..
Tanpa berlama lama..setelah makan siang.. mereka pulang lagi
“jadi..sore..jadi kan?,” kata Minho sedikit gugup.. lagi lagi dia membayangkan yang tidak tidak tentang Minhyo
“jadi..,” kata Minhyo
“saya..kerja dulu..terima kasih atas kerjasamanya, Tuan Lee,” lanjutnya keluar dari mobil dan berdiri di pintu
“gak usah begitu..perampok itu kan memang wajib dihukum.. eh,panggil aku Minho saja.., kita kan sudah jadi teman” tawar Minho nyengir kuda
“wah..saya sepertinya kaku bilang seperti itu,” balas Minhyo
“gak apa..rasanya malah risih..teman kok panggil tuan atau nona ya?,” Minho kepedean..,”jadi..aku panggil Minhyo saja ya..keberatan gak..nona shin?”
Minhyo diam sejenak..,”ah..baiklah.. Minho..”
Minho senang,”nah..begitu..aku pamit..Minhyo”
“ya..jaga diri,” balas Minhyo
“sore aku telepon,” lalu minho menutup kaca jendela mobil dan pergi

Ternyata..mereka janjian di apartmen Minhyo..minho menjemputnya
Dilihat..Minhyo hanya berpakaian sederhana sekali..dress panjang bunga kecil kecil dengan cardigan warna krim lembut
“tidak perlu pakai baju pesta kan..ke pantai??,” tanya Minhyo
“tidak perlu,hehehe,”Minho cengengesan,”lihat..aku sendiri hanya pakai kaus saja kok”
Tapi tulisan kaus nya Minho aneh,”Like i loose my heart with you”
Mereka menuju pantai dipinggiran kota..Minho membuka kap mobil
“lebih enak begini.. angin pantainya akan terasa nanti bergitu masuk pinggiran kota,”kata Minho
“apa..kerjamu berat sekali, Minhyo?,”katanya lagi
“yang paling berat ya begitulah..menggerebek narkoba, menangani kasus pemerkosaan, pembunuhan..yah...kerja kerja yang beresiko,” jawab Minhyo
“menantang sekali sebenarnya..kalau jin hyu?,” Minho bertanya tentang pacarnya
“Jin hyu masih lebih enak..dia dibagian administrasi biasa,” balas Minhyo
“yah..harusnya kamu yang bagian administrasi, Jin hyu di bagian kriminal,”
“takdirnya berbeda,hahahaha”, jawab Minhyo sambil tertawa keras..sampai gigi giginya yang putih terlihat semua. Dia memandang lurus jalan..
Minho malah menoleh padanya dan senang melihat dia tertawa keras..
Minho jadi ikutan tertawa..
“aku senang hari ini..tugas ku selesai ..para karyawan berusaha keras,” kata Minho curhat
“bagus sekali..muda..tapi sudah sukses,” senyum Minhyo
“tapi..aku tidak bisa punya anak,”Minho curhat lagi
“kan masih muda, teman ku..nanti juga bisa,” Minhyo menepuk pundak Minho
“tidak..isteriku sudah di vonis dokter tidak bisa punya anak,” balas Minho santai sambil pandangannya lurus menyetir..angin pantai sudah mulai terasa..
“wah..angin pantai..senang sekali!,” teriak Minhyo
“iya..sudah tercium bau pantai, hahahaha,” Minho tertawa
“adopsi saja,”lanjut Minhyo lagi
“adopsi? Tidak bisa meneruskan bisnis dan wasiat keluarga, hehehe,” balas Minho masih santai
“wah..susah juga kalau keluargamu prinsipnya ketat sekali,” balas Minhyo
“sudah sampai..,” kata Minho.. dia parkir mobilnya dan mereka masuk pantai. Ketika menuju pantai..Minho mematikan Hp nya..

“pantai itu memang paling asik kalau sudah lelah, apalagi memandang sore begini,” kata Minhyo.. mereka berdiri memandang sunset, saling bersampingan
“bener..aku juga begitu..daridulu kalau pusing urusan bisnis..kesini sebentar..memandang sunset, lalu kalau bosan, pulang lagi, hehehe”
“sejak kapan belajar karate dan jiujitsu?,” tanya Minho
“kecil..umur 7 tahun,” balas Minhyo
“wah..pantas saja hebat sekali...padahal Minhyo tidak tinggi bener loh.. lihat deh..sama aku beda jauh sekali,” Minho berdiri di hadapannya, mengukur tinggi mereka
“eh..165 itu cukup tinggi,” jawab Minhyo judes
“beda dong..lihat tinggiku, 185 cm,” Minho berekspresi dengan menurunkan telapak tangannya dari kepalanya sampai setinggi Minhyo
“tapi Minhyo hebat..bisa menaklukkan maling sendirian,” Minho mencoba pedekate..
“aku memang keras,” Minhyo menoleh lagi, menghadap sunset..
“tidak keras sebenarnya, tapi tegas..dan juga..aku suka banget dengan orang tegas..pegang bisnisku..pasti maju,” Minho juga ikutan menoleh lagi ke hadapan  sunset..
“wah..mataharinya benar benar sebentar lagi tenggelam..mau aku foto?,” Minho menawarkan diri,”aku bawa kamera,” dia mengeluarkan kamera merk negaranya
“aku tidak suka berfoto,” jawab Minhyo
“ayo dong..Minhyo..wajahmu cantik loh..,” Minho coba merayu
Minhyo tertawa,”Jin hyu saja tidak pernah bilang aku cantik,hahahaha”
“ah..beneran deh..ayo dong..nanti sunsetnya hilang loh..,” Minho maksa
“okay..,” Minhyo berdiri membelakangi sunset
“gak begitu..nanti gelap..agak ke kanan sedikit..pasti masih dapat cahaya nya,” kata Minho
Minho menghampiri dan melepas karet kuncir Minhyo,”begini sepertinya lebih cantik deh..”, rambutnya Minhyo terurai sampai bawah bahu
“tasnya juga aku pegang.. aku pengarah gaya mu ya?,” tawar Minho
“bagaimana?,”Minhyo malah gugup
“bertolak pinggang, lalu tersenyum..majukan sedikit tanganmu yang kanan, yang kiri agak kebelakang..majukan juga pinggang kananmu, lalu senyum...,” balas Minho
“begini?,” minhyo menunjukkan gayanya
“iya..cepetan..itu bagus..senyum ya..mataharinya nanti hilang,”
Minho buru buru membidik kamera,”flash”
“ah..cantik banget dia posisi begitu,” kata Minho dalam hatinya
“lalu satu lagi.. kamu duduk saja di dramaga itu..ayo cepat, kita lari ke sana,” kata Minho senang
Mereka lari ke ujung dramaga
“lalu..ngapain?,” tanya Minhyo
“duduk saja..lalu menghadap kamera dan senyum ya,” pinta Minho
Minhyo duduk di pinggiran dramaga..
“wah..bagus sekali...,” kata Minho, lalu,”kamu foto aku juga ya..cepetan..3 kali ya..tadi juga aku foto kamu 3 kali,”
Minho buru buru memberikan kamera nya ke Minhyo dan minta difoto
“flash,” foto 3x terbidik
“haah..akhirnya..bisa juga..lihat deh..mataharinya dah tenggelam,” kata Minho memegang kameranya lagi dan mereka lihat sama sama matahari yang sudah mulai hilang..
“nih..lihat foto fotonya..,”Minho menunjukkan view finder foto..
“wah..bagus sekali,” kata Minhyo senang
“kan?? Minhyo cantik,” senyum Minho memandang wajahnya
“ah..biasa saja, hehehe,”
“gak kok..coba lihat deh..cantik..nanti aku kasih ke kamu ya,” senyum Minho lagi
“Minho bisa gaya juga ya?hahahaha..aku mana pernah bergaya seperti ini,”
“makanya..kan tadi aku bilang..aku jadi pengarah gaya nya..kalau aku gak suka bisnis..mungkin aku sudah bisa jadi model,hehehe,”
“kirim ke emailku saja,” kata Minhyo
“boleh..kasih tau emailnya nanti ya?,”
“hari sudah mulai gelap..mau pulang?,” tawar Minho

Tiba tiba..kilat ada menggelegar diujung horizon..
“kilat..wah..gawat..takut tersambar..ayo cari berteduh..kita ke cafe saja..aku tahu cafe yang enak disini..sebentar lagi pasti hujan,” kata Minho melihat langit
Hujan mulai rintik rintik..Minho lari di depan Minhyo..menuju cafe yang direkomendasikan Minho..
“hahahahaha...akhirnya..hujan deras juga,” kata Minho
“untung baju kita gak basah,” balas Minhyo.. mereka berdiri di depan seperti gubuk, atapnya dari daun daun kelapa tropis..
“ayo minum dulu.. ini usaha temanku SMA..jadi santai saja disini,” kata Minho
Mereka duduk dan memesan minuman...arak asli korea..
“dingin juga,” Minho mengesek gesekkan telapak tangannya
“iya,”Minhyo ikut ikutan..,”hujannya deras sekali”
“gawat kalau hujannya lama,” balas Minho,”kita bisa menginap disini..jarak dari parkir ke pantai cukup jauh”
“semoga cepat reda deh,” balas Minhyo
Mereka asik mengobrol..tetapi entah kenapa..mata Minhyo tertuju pada pojokan..
“jin hyu?,”katanya bicara pelan
“jin hyu?,” tanya Minho
“ah..enggak apa apa,” balas Minhyo,”aku mungkin salah lihat..harusnya jin hyu masih di busan,”
“oh..,”balas Minho singkat,”mau makan?aku pesankan ya..kamu pasti lapar”
Minho berdiri dan menuju pemesanan,”sekalian aku ngobrol dengan temanku..sebentar ya..aku tahu makanan paling enak disini..saus nanas nya segar..di campur hasil laut,” senyum Minho
Minho pergi ke pemesanan..dia bertemu teman SMA nya pemilik cafe itu dan mereka berbicara..ngobrol suka suka sambil menunggu makanan jadi..
“eh..yeoja chingu?,” tanya temannya, berbisik
“ani..gila..aku kan sudah punya isteri,” balas Minho
“ah..lelaki dimana mana sama, bro..isteri dirumah..simpanan diluar, hahahaha,” temannya tertawa
“parah kamu, Ji Man!,” Minho memukul kepala temannya
“ah..brengsek, kamu..gak berubah..suka memukul kepala ku,hahahaha,” temannya, Kang Ji Man tertawa keras
“kamu sudah punya isteri belum?,” tanya Minho pada temannya, duduk di meja bar
“belum ah..malas..pelihara isteri itu repot,” jawab Ji Man
“daridulu..mental playboynya gak sembuh sembuh,” balas Minho nyinyir
“hahahaha..daripada kamu..cowok setia..,” balas Ji Man
“sudah jadi tuh..,” katanya lagi
“hey..tolong bawakan ke Nona cantik yang pakai cardigan itu ya,” teriak Ji Man pada karyawannya
“baik,” jawab karyawannya
Minho menatap jauh Minhyo,”dimakan dulu ya..aku belum lapar..sebentar lagi aku kesana”
“okay,” balas Minhyo dari jauh
“btw....itu cewek cantik juga..dapat darimana?clubbing ya?,” tanya Ji Man
“bukan..dia kapten polisi,” jawab Minho enteng
Ji Man tersedak,”apa??pacarmu polisi?!”
“pacar lagi..bukan..calon isteri kedua,”Minho iseng
“ah..yang gila siapa kalau gini?? Kamu bisa dihukum negara,” balas Ji Man tertawa
“ah..sudah lah..aku temani dia makan dulu..tugasnya tadi berat..dampingi aku dipengadilan..,” Minho menepuk pundak Ji Man
“kamu cari cewek ya..trus nikah,”katanya pada Ji Man, lalu dia menuju meja nya

“maaf ya..aku sudah lama gak ketemu temanku..dia teman akrab yang brengsek,” senyum Minho
“Um..gak apa..,” balas Minhyo, mengunyah makananannya
“enak kan??saus nanasnya? Dicampur dengan kerang,” tanya Minho
Minhyo mengangguk,”hu um..enak sekali..temanmu pintar berbisnis..makanan dan minumannya juga segar segar”
“cita citanya memang buka cafe..beda denganku..yang inginnya punya restauran,” senyum Minho lagi..dia ikutan makan
Tapi Minho melihat tingkah Minhyo aneh..terus saja melihat pojokan yang agak jauh..cafe sebelah yang memang berdekatan..
“masih melihat orang yang mirip Jin hyu?,” tanya Minho, dia menoleh pada orang yang mirip Jin hyu itu dari kejauhan..bersama seorang cewek..sedang makan makan dan mesra..
“mungkin Cuma yang mirip sama dia,” kata Minho
“yah..semoga,”Minhyo nyengir kuda
“kalau benar..apa yang mau kamu lakukan pada dia?,” Minho malah iseng
“seperti yang aku katakan..tidak ada maaf,” balas Minhyo
“tegas sekali kapten shin min hyo,” senyum Minho
Minhyo masih terus memperhatikan..Minho melirik saja sesekali..
Minhyo kaget karena dia melihat adegan cowok yang mirip jin hyu itu berciuman dengan cewek yang dia bawa
“wah..kamu jadi serius sekali, Minhyo,” Minho berusaha mengalihkan
“apa..kamu tidak percaya kalau pacarmu di busan?,” tanya Minho
“aku percaya,” balas Minhyo singkat,”sebentar”
Lalu dia berusaha menelepon Jin hyu..tapi tidak diangkat,”hp nya dimatikan,”
“oh...mungkin sibuk,”balas Minho
“habiskan dulu makanannya..lalu menunggu hujan reda, baru kita pulang,” kata Minho
Minhyo makan dengan sedikit galau..memperhatikan pasangan itu yang dia berprasangka bahwa itu Jin hyu, pacarnya..
Ji Man mengeluarkan pengumuman,”para pengunjung kafe..selamat malam..mohon maaf, berita buruk dari badan meteorologi.. kalau malam ini sebentar lagi ada angin badai..jadi, kalau bisa..tidak pergi mendekati pantai dan jika rumah anda semua jauh..menginaplah di hotel atau inn seputar pantai..terima kasih atas kunjungannya”
Minho kaget,”wah..badai..apa si Ji Man serius??aku kesana dulu sebentar..kalau memang benar..kita pesan hotel saja disini..aku akan pesan dua kamar,” kata Minho
Minhyo bengong,”besok aku kerja,”
“besok sabtu..tidak ingat?,”balas Minho,”tidak libur?”
Minhyo jawab,”maaf..aku lupa”
“ah,,tidak apa..aku tidak tahu jam kerjamu..maaf,” balas Minho,”aku ke temanku dulu”
Minho kembali ke Ji Man..
“hey..beneran itu berita?,” tanya Minho
Ji Man mengangguk,”benar..jam 8..5 menit lagi,”
“wah..gawat..tolong pesan hotel untuk ku..langit memang kilatnya sudah mulai banyak,” Minho melihat langit luar
“satu kamar?,” Ji Man cengengesan
“brengsek..dua kamar..kamu pikir aku playboy,” balas Minho
“atas nama siapa nih?,” tanya Ji Man lagi,”kamu atau cewek itu?”
“atas nama ku... Lee Minho,” balas Minho. Ji Man malah cengengesan..
Sementara pengunjung lain di kafe Ji man juga banyak yang memesan hotel..langit makin tidak karuan kilatnya dan angin sudah mulai menusuk kencang..
Hujan pun semakin deras..
“benar..memang badai,” kata Minho, dia menenggak bir asli korea..minta pada Ji Man..
“sudah kupesankan, sana pergi tidur sama cewek itu,” Ji Man bercanda
“trims,”Minho Cuma menjawab singkat..lalu dia pergi ke meja makanannya lagi
Tapi..dia sama sekali melihat mejanya kosong..
“Minhyo?,” dia bingung..dia hanya melihat kamera dan tas Minhyo ada di atas meja
“eh..kemana dia?,” Minho bingung..dia lalu keluar cafe..menoleh sana sini..

Dilihatnya..dia sedang di pinggiran pantai..200 meter dari cafe..
Ternyata dia berbicara dengan orang yang dikiranya Jin hyu, tangan Minhyo menarik tangan jin hyu ditengah hujan..badannya basah kuyup ditengah badai hujan yang deras..
“Jin hyu! Kenapa kamu benar benar tega??aku pikir kamu sedang di busan!,” Minhyo marah karena merasa dikhianati jin hyu..dia berteriak..
“dengar dulu, Minhyo,” balas Jin hyu ditengah hujan dengan suara kencang..
“Minhyo..ini badai!,” Minho teriak..tapi tidak terdengar
“dengar apa??kamu siapa?,” Minhyo berteriak ke cewek yang ada disebelah Jin hyu
Cewek itu malah sinis menjawab,”pacar jin hyu..kenapa?”
“benar kan?ngapain kalian berciuman ditempat umum??,” teriak Minhyo lagi
“oh..jadi kamu melihat juga?,”balas cewek itu
Minhyo menggampar cewek itu dengan keras..
“Minhyo..berhenti!,” tangan Jin hyu menggenggam keras telapak tangan Minhyo..minhyo berusaha memberontak dan berhasil dilepaskan..
“oh..jadi begini ya?percuma kemarin aku bertemu orang tuamu,” balas Minhyo..dia berusaha kuat
“putus!,” lanjutnya
Cewek selingkuhan Jin hyu mengelus pipinya yang digampar Minhyo..dan balas menggampar Minhyo ditengah hujan
“plak!,” Minhyo makin merasa terhina..tapi dia tidak bisa membalas..
“mari kita perhi, In hye,” kata jin hyu..menarik tangan pacarnya
“rasakan..cewek sok kuat,” kata pacar selingkuhan Jin hyu
Minhyo memandang mereka yang pergi menuju hotel ditengah hujan...dia terus memandang sampai mereka masuk pintu hotel dari kejauhan..
Minho memandang Minhyo dari dalam cafe...
Minhyo lalu tertawa..dan kemudian dia menyembunyikan air matanya ditengah badai hujan..
Dia menutupi wajahnya..ternyata menangis ditengah hujan yang sangat deras itu..
Minho buru buru menghampiri, menerobos hujan..
“sudah, Minhyo..nanti kamu sakit..ayo masuk..hujannya deras..kamu sudah basah kuyup..badan mu panas,”
Minho menarik tangan Minhyo..baju Minho juga sudah basah..hujan memang benar benar berangin dan deras sekali..pohon pohon tertiup angin kencang menambah makin dingin saja cuaca malam itu..
“hiks hiks hiks,” tiba tiba Minhyo menangis sesegukan
“Minhoooooo...jinhyu..,” dia lalu memeluk Minho..menangis sesegukan..
Minho membalas pelukan Minhyo..dia mengelus rambut Minhyo ditengah hujan..
Tubuh Minho dan Minhyo basah kuyup..tapi Minho malah merasakan hangatnya tubuh Minhyo, padahal dia lagi nangis..
“sudah..ayo masuk..aku kedinginan,” Minho menuntun Minhyo kembali ke cafe..
“wah..basah semua..baju ku juga basah,” Minho berusaha senyum pada Minhyo..tapi Minhyo diam saja..menunduk..
“hey..kapten shin min hyo.. setahu aku, kamu sangat kuat sekali..berani melawan penjahat...padahal dia bawa FN..kenapa masalah ini jadi lemah?,” senyum Minho
“ayo minum dulu,”Minho menuangkan arak ke gelas Minhyo..
Tapi Minhyo diam saja..,”aku harus pulang”
“tidak bisa..jauh..aku sudah pesan hotel..kita ke hotel sebentar lagi.aku sudah pesan dua kamar,” balas Minho
“ini..minumlah..biar badanmu hangat,” lanjutnya
Lalu Minhyo minum..tapi bukan 1-2 teguk..malah banyak..sebotol langsung dia habiskan..
“aku minta lagi,” katanya pada Minho
“sudah,cukup..aku tidak mau Minhyo mabuk lagi,” Minho mencegah tangannya..tapi tenaga Minhyo kuat,dia malah teriak,”aku minta lagi!”
Pelayan cafe memberikan botol baru..Minhyo menghabiskannya dalam waktu singkat..
“ah..sudah..kamu sudah mabuk..keterlaluan, ini alkohol keras..main tenggak semua..lelaki saja mabuk..apalagi perempuan,payah shin min hyo” kata Minho
“bruk..”,Minhyo teler..wajahnya diatas meja..
“benar saja,” kata Minho..dia juga sudah mulai pusing akibat pengaruh minuman....

Minho menuntun Minhyo menuju hotel..mereka check in..
Minho masuk ke kamar untuk Minhyo..dia menuntun Minhyo yang benar benar teler..
“aduh..kasian banget..ternyata sekuat apapun cewek..kalau patah hati...nangis juga,”
Dia ingin membaringkan Minhyo...tapi justru tiba tiba malah Minhyo memeluknya..
“jin hyu,”katanya setengah sadar..
“aku bukan jin hyu..aku Minho,” balas Minho..masih dipeluk Minhyo..
“wah..pucat sekali dia,” Minho menyadari badan Minhyo panas sekali...
“dia sakit,” katanya dalam hati..,”aduh..bagaimana nih..aku kan gak bisa ngurus orang sakit..bajunya harus diganti”
“kamu sakit, Minhyo..kamu harus istirahat,” kata Minho,”aku akan minta tolong pegawai hotel perempuan untuk menggantikan baju buat kamu ya...nanti kamu tambah sakit”
“jin hyu,” kata Minhyo lagi..Minhyo masih belum mau melepas pelukannya dari Minho..dia demam dan sakit..
“aku Minho, bukan jin hyu,” balas Minho..
Tiba tiba malah Minhyo menegakkan kepalanya dan mencium Minho..
Minho langsung galau.. tapi samasekali dia tidak mengelak..malah membalas..
“jin hyu.. aku sakit,” ternyata Minhyo masih berfikir kalau Minho itu jin hyu..
Diperlakukan seperti itu.. Minho malah jadi tambah galau.. akhirnya dia yang berusaha mencium minhyo..
Then he kissed minhyo’s lips so tender..sound of swishing from Minhyo’s lips made Minho couldn’t control his desire and lust.. he just continued kissing and kissing Minhyo..
“Minhyo..i love you,” he said to her..meanwhile minhyo’s body so heat by fever and drunk effect.. she couldnot do nothing than swishing.. Minho was eagerl badly to her..
 He didnt think at all that it might cause the next bad effect if he continued until making love.. Minhyo might be pregnant..
He didnt think about his wife, chan chan, at all..
He just felt that he is fall in love with Minhyo and he wanted to sleep with her..so that he could have a child from her.. he was getting crazy to kiss Minhyo.. whom ½ consciousness because of bad alcohol drinking..
He didnt care that himself and minhyo were under drunk..
He just kissed minhyo’s lips, neck,shoulder...tried to undress her..
Minhyo also accepted it as she thought Minho were Kim Jin Hyu..
and finally he lift minhyo up to the bed..
Piece by piece of clothes dropped off onto the floor..
Minho felt and touched her body’s warm..they made love at that night..

Chan chan menunggu Minho dikamarnya.. dia gusar karena Minho ditelepon tidak menjawab juga,”kemana suami ku??apa dia sibuk dengan urusan bisnisnya??atau??”

The heavy rain outside was still going on... sementara badai hujan diluar masih terjadi.. sampai hampir pagi..