Hari sudah agak siang.. tak terasa sudah
jam 8 pagi..
Minhyo tetap tidak berubah posisi tidurnya
sampai akhirnya tangannya tak sengaja berpindah posisi ke bawah menjulur dekat
tepi tempat tidur..
“buk!,” suara tangannya seperti memukul
sesuatu, lalu dia bangun
“ah.. hah!,” Minhyo kaget karena dia
melihat Minho tertidur dalam posisi duduk dan terlalu dekat wajahnya dengan
dia.. Minho melipat tangannya menjadi bantal untuk wajahnya..
Mereka sama sama bangun.. Minho sedikit kaget
karena wajahnya kena tangan Minhyo, sebaliknya Minhyo kaget, kenapa ada Minho
tidur duduk disamping tempat tidurnya
“kenapa? Eh, pagi Nona shin,” Minho malah
merasa memiliki kesempatan untuk lebih dekat pada Minhyo..dia santai saja
membalas kekagetan Minhyo
“kenapa tuan Lee bisa ada disini?,” kata
Minhyo kaget
“tadi pagi dini hari, Nona shin
mabuk..jadi saya antarkan kesini,” senyum Minho
Minhyo lalu bangun dan dia keluar kamar..
dia berharap Minho mengikuti keluar
“saya buatkan kopi..kebetulan ada kue beli
di toko kemarin sore..tidak apa kan? Untuk ganjal perut sedikit?”, kata Minhyo
ke dapur yang bisa terlihat dari ruang tamu
“terima kasih, nona shin,” balas Minho
duduk di sofa tamu
“saya minta maaf merepotkan Tuan Lee tadi malam,”
katanya sambil merebus air panas untuk kopi, lalu dia menuju ruang tamu,
memberikan secangkir kopi hitam dan beberapa potong kue dari kulkas ke Minho
“tidak pusing kan...karena dini hari tadi
mabuk?,” kata Minho ramah
“tidak..aku termasuk yang kuat minum,”
balas Minhyo sambil minum kopi
“hebat..tapi jangan terlalu sering deh..
kasian nanti badannya,” Minho mencoba pedekate
terus pada Minhyo
“sepertinya aku sudah biasa mabuk dari SMA,”
balas Minhyo enteng
Minho kaget,”tidak salah? Mana boleh SMA
mabuk mabukan?”
“tidak berlaku buatku,” senyum Minhyo
“mungkin sebaiknya dikurangi..karena sudah
umur dan mungkin sebentar lagi menikah,” senyum Minho
“soal menikah itu nanti keputusan Jin
Hyu,” balas Minhyo
“oh..maaf deh..kalau aku sudah ikut campur
ranah pribadimu,” kata Minho
“gak apa..dengan ku jangan terlalu serius
kecuali di kantor polisi dan lingkungan kerjaku,”senyum Minhyo
“btw,
Nona shin.. kamu ramah juga ya? Aku pikir kamu galak lho,” Minho lagi lagi coba
terus pedekate-in Minhyo
“apa menurut tuan Lee begitu?? Itu kan
karena kita belum kenal banyak aja,” Minhyo santai menanggapi
“ya sudah..kita berteman saja yuk?,” Minho
memberikan jari kelingkingnya
Minhyo tertawa,”jadi ini tuan Lee yang aku
kenal ya? Kok seperti anak kecil?,”
“kenapa?,” Minho heran
“begitu kan seperti anak kecil.. kalau mau
berteman ya berteman saja,” balas Minhyo
“yah...wajar dong..aku kan lebih muda dari
Nona Shin,” kata Minho mengaruk garuk kepalanya
“saya tidak suka bergaya seperti anak
kecil,” Minhyo menoleh pada Minho
“maaf kalau begitu,” balas Minho
“apa..tuan Lee nanti tidak dicari isteri?
Saya paling takut berteman dengan yang sudah punya isteri,”
Minho lupa kalau dia harus menjemput
isterinya.. dan hari sudah terlalu siang..
“gawat.. harusnya aku jemput isteriku tadi
jam 8,” kata Minho berdiri. Dilihatnya, bajunya sudah sangat kusut.
“aku ada setrika...boleh dipakai,” Minhyo
menawarkan diri..
“ini baju yang kemarin sore, hehehe,”
Minho cengengesan
“kita beda tinggi ya?,” balas Minhyo,”tapi
mungkin saya punya kemeja yang sepertinya masih bisa muat,”
Lantas dia pergi ke kamar nya dan membuka
lemari
“Tuan Lee bisa kesini,” pinta Minhyo..
lalu Minho kembali ke kamar
“silahkan dipilih,” senyum Minhyo
“baju mu seperti lelaki semua kemejanya?,”
Minho heran
“ah iya, hehehehe.. dress hanya dipakai
untuk hal hal tertentu saja,” jawab Minhyo
“tomboy sekali Nona shin,” Minho memilih
pilih kemeja..
“ini sepertinya cocok.. warna dan besarnya
juga tidak terlalu terlihat beda sekali,” lanjut Minho mengambil kemeja warna
biru tua kotak kotak..
“silahkan saja dipinjam..,” kata Minhyo
“boleh?? Bagaimana nanti membawa nya
pulang?,” tanya Minho
“bawa saja besok ke pengadilan,” balas
Minhyo
“oh.. baiklah.. aku pikir..aku boleh
kesini lagi, hehehe,”Minho benar benar niat pedekate..
“mainlah sekali kali kesini dengan isteri
Tuan,” Minhyo malah membalas tidak sesuai dengan harapan Minho
Tak berapa lama..
“aku permisi dulu..aku pinjam bajunya ya,”
senyum Minho
“pantas juga pakai kemeja saya,” senyum
Minhyo
Tapi dalam hati Minho,ketika Minhyo
mengatakan seperti itu, dia membayangkan agak sedikit ngeres.. dia merasa
Minhyo sudah memeluknya dengan dia pakai baju minhyo
“Tuan Lee kenapa..kok bingung?,” tanya
Minhyo
“oh.. gak apa apa.. hehehe.. aku permisi,”
balas Minho
Lantas dia buru buru ngacir ke rumah sakit tempat chan chan dirawat..
“sayang..aku minta maaf terlambat,” kata
Minho segera mencium kening isterinya
“aku sudah tunggu 1 jam lebih.. kamu
kemana?? Tidak pulang ke rumah tadi malam?,” tanya chan chan diatas kursi
roda..
“iya..tadi malam aku sibuk ada acara
dengan teman sampai pagi,”Minho berbohong
“sepertinya kemeja nya bukan punya mu
ya?,” tanya chan chan lagi
“oh.. iya.. ini kemeja teman.. aku
ketiduran di rumahnya akhirnya aku pinjam saja.. maaf ya.. aku benar benar
capek nyusun rencana bisnis,” Minho berbohong lagi
Chan chan ternyata tidak curiga dengan
kebohongan Minho, dia malah menyuruh supaya Minho gak terlalu capek bekerja
“kalau bisa.. jangan sering sering
bergadang, sayang.. kamu terlalu capek dengan banyak bisnis,” kata chan chan
“ah.. gak apa.. demi keluarga, demi isteri
dan anak ku,” Minho gak sengaja mengeluarkan kata “anak”.. chan chan langsung
diam
Minho benar benar tanpa sadar mengeluarkan
kata kata itu.. “sebentar..aku mengurusi administrasi dulu,”katanya
Chan chan diam saja, dia benar benar
tersinggung dengan kata kata “anak”...
Tak berapa lama..
“nah..sudah.. kita pulang ya,”senyum Minho
mendorong kursi roda sampai depan pintu RS dan mereka pulang..
Chan chan sudah kembali pulang tetapi
Minho mendapat saran dari dokter kalau chan chan sebaiknya tidak banyak
aktivitas berat sehingga tidak cepat lelah. Dokter mengingatkan pada Minho
bahwa apapun bisa saja terjadi lagi kehamilan berikutnya jika mereka masih
beruntung dan jika memang autoimunitas pada tubuh chan chan menjadi netral. Tetapi
dokter menyatakan hal itu sangat kecil sekali peluang chan chan akan hamil lagi
karena dia sudah keguguran terhitung 6 kali.
Minho belajar bersabar dengan keputusan
dokter supaya dia tidak membicarakan apapun yang berhubungan dengan anak dan
tetap rajin berhubungan seperti pola biasanya. Tapi bagi Minho, hal itu malah
terkesan aneh dan karena dia sudah terlanjur cinta dengan Shin Minhyo, jadi
pikirannya selalu bagaimana caranya dapat cinta Minhyo..
Semuanya jadi terasa dingin sekali..termasuk
ketika mereka ada dikamar..
Minho seperti kaku dengan chan chan..
“haaahh,” dia Cuma bisa mengeluh..
“kenapa sayang?,” tanya chan chan
“ah..enggak apa apa.. besok aku ke
pengadilan..jadi saksi perampokan kemarin itu,” balas Minho
“apa hanya kamu saja yang jadi saksi?,”
tanya chan chan di atas tempat tidur..wajahnya masih pucat sekali
“tidak sepertinya..masih ada beberapa
orang..hanya saja, waktu itu kita yang paling dekat dengan kapten shin,” balas
Minho tiduran,kedua tangannya dia lipat
keatas dan menjadi bantal.. kepalanya menerawang ke langit langit kamar
“sepertinya kamu merasa terbeban dengan
ku, sayang,” balas chan chan
Minho menoleh,”ah..enggak kok.. kenapa
sih..punya pikiran seperti itu?”
“keluarga ku begitu menyusahkan
mu..sepertinya juga kamu terpaksa mencintaiku,” tiba tiba chan chan jadi
sensitif
Minho membelai rambutnya,”ah,enggak
gitu..kita ini kan sebenarnya masih saudara.. jadi sesama saudara juga
sebaiknya enggak ada perasaan saling tidak enak”
“apa..sebelum dengan ku.. kamu sudah
pernah suka dengan seorang wanita?,” tanya chan chan
“enggak.. aku gak punya waktu untuk
begitu.. kamu kan tahu.. kita nikah umur 20 an.. habis SMA, aku langsung
disuruh kuliah bisnis, papa sebelum meninggal saja sudah suruh aku belajar
pegang usahanya.. jadi..mana bisa aku punya feeling
suka sama cewek?,”
Chan chan senyum,”apa..berarti aku ini
cinta pertama mu?,”
Minho balas senyum chan chan,”iya..sebab
aku Cuma hanya ketemu kamu aja,”
Tapi, justru ketika dia bilang begitu..
tiba tiba dia malah melihat chan chan seperti Minhyo
Lantas dia sempat bingung dan mengucek
matanya..
“ada apa, sayang? Mata mu sakit?,” tanya
chan chan
“ah..enggak tahu,” balas Minho singkat
“kenapa jadi ada bayangannya shin min
hyo?,” katanya dalam hati
“aku mulai gak karuan,” lanjutnya lagi
dalam hati
“aku rasa..aku mau pergi dulu ke
hotel..sore ini mau bertemu manager hotel..mau tau ada kemajuan apa lagi,”
senyum Minho
“yakin. Kamu tidak sakit, Minho sayang?,”
kata chan chan
“ah..enggak.. aku baik baik saja..,” jawab
Minho..dia bangun dari tempat tidur, lalu mengganti baju di depan chan chan..
Lalu,”aku pergi dulu.. kalau ada apa apa,
lekas telepon ya..chu”, dia mencium kening isterinya lalu pergi..
Ternyata Minho sama sekali tidak pergi ke
hotel miliknya, malah jauh ke pinggiran kota dan duduk di tepi
pantai..memandang langit sore sendirian..
Dia benar benar termenung sendirian di
pinggiran dramaga yang sepi..
“aku benar benar sudah sulit cinta dengan
chan chan lagi.. gimana caranya supaya aku bisa dapat hatinya shin min hyo?,”
katanya menutup mulutnya dengan kepalan tangan.. termenung lagi..sementara
senja sudah hilang, langit merah sudah lenyap dan berganti malam hati...
Dia berdiri.. jalan jalan sepanjang
pantai.. dilihatnya ada beberapa pasangan yang ada di pantai itu.. tapi dia
cuek aja jalan-jalan menyusuri pinggir pantai..
“aku benar benar malas pulang..,”
Lalu dia ke pub pinggiran pantai.. asik
minum sendirian..memandang pantai yang sama sekali tidak terlihat ombak karena
sudah malam..hanya deburannya saja yang bisa dia dengar..
Hari itu..Minho benar benar galau dengan
perasaannya..
“Nona shin..,” dia malah nekat menelepon
Minhyo
“oh.. Tuan Lee..ada apa malam malam
telepon?,” jawab Minhyo dari kejauhan
“gak apa..nona shin lagi apa?,”
“aku membuat laporan bulanan
..biasa..tugas negara,” balas Minhyo
“apa aku mengganggu?,”
“ah..tidak kok.. sudah selesai..memangnya
kenapa?,”
“ah..enggak apa apa.. aku Cuma pusing
dirumah,” balas Minho
“sepertinya disana ramai..ada suara
ombak?,” tanya Minhyo
“ya..aku lagi pengen di pantai
aja..santai, lepas dari beban kerja,”
“oh..sudah lama juga aku gak dengar suara
pantai,” balas Minhyo
“kesini saja.. ,”Minho mencari cari
kesempatan
“ah..enggak, hehehe..aku Cuma iseng,”
balas Minhyo
“boleh aku cerita sesuatu?,” tanya Minho
“iya..silahkan,” jawab Minhyo
“kalau..misalnya.. menurut mu.. kalau
misalnya suami mu selingkuh..bagaimana?,”
Minhyo tertawa,”aku kan belum ada suami,
tuan Lee”
“perumpamaan saja,” jawab Minho
“aku tidak bisa memaafkan,” jawab Minhyo
“kenapa?,” tanya Minho lagi
“karena aku akan menikah dengan lelaki
yang aku sayang..bukan lelaki yang Cuma bermain main dengan perasaan ku,” balas
Minhyo lagi
“oh..baiklah.. untung kamu tidak jawab: “kupotong anu nya nanti”, nona
shin,hehehe,” Minho bercanda
Minhyo tertawa,”masih diingat juga,
hahahaha”
“wah..asik sekali sepertinya suara ombak
pantai,” tiba tiba Minhyo sangat kangen dengan suara pantai
“kesini saja,” balas Minho singkat
“wah..aku tidak bisa..ini sudah malam..
kenapa juga tuan lee tidak pulang?,”
“tadi kan aku bilang..aku lagi pusing
dirumah,” balas Minho
“ah..sudah dulu ya.., saya minta maaf..ada
telepon dari Jin hyu,” kata Minhyo, dia mendengar ada telepon masuk dari
pacarnya Kim Jin Hyu
“oh iya..selamat bersenang senang, Nona
shin, selamat malam,”Minho menutup teleponnya
“aku menginap saja disekitar
sini..capek..bosan dirumah,” dia lalu membayar minumnya dan mencari hotel di
seputar pantai
Malam itu, dia benar benar tidur di
hotel..
Dia tahu chan chan beberapa kali
meneleponnya, tetapi dia diamkan dan hanya di balas dengan sms,”maaf ya,
sayang..aku bertemu teman-teman SMA ku”
Lagi lagi Minho berbohong...
Paginya..dia baru pulang...tapi ingin
lanjut lagi ke pengadilan..
“tadi malam..kenapa tidak pulang,sayang?,”
tanya chan chan diruang makan..
“aku sibuk...dan minum sama teman
teman..daripada nanti aku menyusahkanmu..lebih baik tidak pulang,” jawab Minho
sambil mengoles roti dengan selai
“pagi ini aku harus ke pengadilan..doakan
ya,” lanjutnya,senyum pada chan chan
“jangan lupa,sayang...obatmu diminum,”
lanjutnya lagi
Chan chan mengangguk,lalu..”aku ingin
jalan-jalan..bosan”
‘ya..nanti..besok kita ke pantai..kita ke
jeju saja,” jawab Minho
Mata chan chan berbinar binar,”benar?”
Minho mengangguk,”tetapi,,aku harus lihat
jadwal dulu....aku belum sempat lihat jadwal meeting mingguan..kalau tidak
begitu..bisa malas para karyawanku”
“ah..tidak apa kalau kamu tidak sempat
sekarang sekarang ini..lain waktu saja,”senyum chan chan
Tapi lagi lagi Minho melihat bayangan
Minhyo..
“uh,” katanya mengeluh sambil mengucek
kucek matanya
“kenapa lagi, sayang?? Matamu sakit?,”tanya
chan chan
“tidak..heran saja,” jawab Minho,”gak
kenapa napa..aku pergi dulu,”dia buru buru minum jus orange nya dan mencium
chan chan lalu pergi
“benar benar keterlaluan nafsuku pada shin
min hyo,” katanya di dalam mobil
Dia melaju ke kantor polisi..
“pagi..kapten shin,”katanya ramah pada
Minhyo dan minhyo mempersilahkannya duduk..
“wah..rajin sekali...pagi begini sudah
datang..kenapa tidak langsung ke pengadilan?,”senyum Minhyo
“ah, lupa, hehehehe,” Minho benar benar
cari kesempatan pergi bareng..
“bawa mobil?,”tanya Minhyo, dia mengangguk
“tapi..naik mobilku saja..,” senyum Minho
Mereka lalu pergi ke pengadilan naik mobil
Minho.. sepanjang jalan..Minho benar benar diam saja..sama sekali gak bisa
bicara karena perasaannya benar benar deg-deg an dekat dengan Minhyo..
“isterimu..sudah pulang??,”Minhyo membuka
pembicaraan
“eh? Sudah,” balas Minho singkat..dia
benar benar deg-deg an menjawab pertanyaan Minhyo
“anda sedang sehat, kan.. tuan Lee?sebab
mungkin nanti ditanya dipengadilan,”
“ii..iya..sehat..aku Cuma agak capek aja
karena semalam gak pulang..,” jawab Minho sambil menyetir
“ah..telepon..sebentar ya, tuan Lee,”
minhyo mengangkat telepon dari Jin Hyu
“Jin Hyu..ada apa?,”
“aku sudah janji padamu..tapi ternyata aku
tidak bisa pergi..masih ada lanjutan tugas disini,” jawab jin hyu dari jauh
“oh..enggak apa..aku faham..soal ke
pantai..kapan kapan juga bisa,” jawab Minhyo
“ya..nanti aku bawakan oleh oleh dari
sini,” kata jin hyu
“enggak usah merepotkan..kamu kerja saja,
jin hyu,” jawab Minhyo
“baik lah..terima kasih banyak, Minhyo
sayang,”
“sama sama, jin hyu sayang,”
Jinhyu menutup teleponnya..Minho senyum
padanya
“ternyata..bisa ber sayang sayang juga
ya?,” katanya bercanda
Minhyo tertawa,”ah...polisi juga manusia,”
“masih mau pergi ke pantai??bagaimana
kalau nanti sore kita pergi ke pantai saja,” ajak Minho
“aku kerja,” balas Minhyo ringan
“tentunya habis bekerja..tidak dengan baju
polisi pula..tidak enak aku jalan dengan abdi negara,”senyum Minho
“oh iya..kemeja nona shin belum sempat
dicuci,”tambahnya
“tidak apa..pulangkannya kapan kapan
saja..se sempatnya,” balas Minhyo
“nanti sore ya..kita ke pantai,” Minho
berusaha mengajaknya lagi..
“okay,” jawab Minhyo
“tidak membawa borgol, kartu tugas dan
senpi, ke pantai bukan untuk mengejar penjahat, hehehe,” Minho mengajak
bercanda
Minhyo tertawa keras,”dua kali dengan tuan
Lee..dua kali pula aku mengejar kejar penjahat,hahaha”
“apa senangnya jadi polisi?,”tanya Minho
“apa ya??aku memang cocoknya jadi
pekerja..bukan jadi pebisnis sepertimu,” balas Minhyo
“aku malah tidak cocok jadi pekerja..aku
tidak bisa dipaksa dan orientasinya target dan target..dan inspirasiku
berkembang ketika aku jadi boss,hahahha,” Minho tertawa lepas..
“bergitulah..kita semua punya passion yang berbeda soal pekerjaan..aku
juga tidak mungkin menyalahkan tuan Lee yang ternyata lebih suka berbisnis
daripada jadi karyawan atau abdi negara sepertiku,” balas Minhyo
“yah..tetapi untuk orang sepertimu..di
bagian divisi kriminalitas sepertinya aneh sekali..perempuan..,” senyum Minho
“aku tidak pernah mampu membedakan mana
lelaki, mana perempuan dengan pekerjaan seperti ini,”
“atau..mungkin karena aku masih berotak
konservatif..dalam pemikiranku..yang namanya perempuan itu bekerja sih..tapi ya
mungkin dikantor, bukan di kepolisian bagian kriminal,hehehe,”
“sedari kecil..aku memang beda,” senyum
Minhyo
Minho panik..dia merasa menyindir
Minhyo,”ah..maaf kalau aku menyinggung hati nona shin..aku gak bermaksud
seperti itu,”
“gak apa..tuan Lee bukan orang pertama
yang suka bilang seperti ini,” balas Minhyo
“nah..sudah sampai..di persidangan
nanti..tuan Lee santai saja menjawab semua pertanyaan..kalau perlu..dukung aku
menguatkan tuduhan, hehehe,” lanjut minhyo lagi
“siap,” senyum Minho
Persidangan tidak lama, saksi yang
dihadirkan tidak hanya Minho, tetapi juga para karyawan toko yang sedang
bekerja saat kejadian perampokan itu..
Semua tuduhan memberatkan sang
perampok..dia terkena hukuman 20tahun penjara tanpa potong masa tahanan, tanpa
remisi/pengurangan hukuman..
Tanpa berlama lama..setelah makan siang..
mereka pulang lagi
“jadi..sore..jadi kan?,” kata Minho
sedikit gugup.. lagi lagi dia membayangkan yang tidak tidak tentang Minhyo
“jadi..,” kata Minhyo
“saya..kerja dulu..terima kasih atas
kerjasamanya, Tuan Lee,” lanjutnya keluar dari mobil dan berdiri di pintu
“gak usah begitu..perampok itu kan memang
wajib dihukum.. eh,panggil aku Minho saja.., kita kan sudah jadi teman” tawar
Minho nyengir kuda
“wah..saya sepertinya kaku bilang seperti
itu,” balas Minhyo
“gak apa..rasanya malah risih..teman kok
panggil tuan atau nona ya?,” Minho kepedean..,”jadi..aku panggil Minhyo saja
ya..keberatan gak..nona shin?”
Minhyo diam sejenak..,”ah..baiklah..
Minho..”
Minho senang,”nah..begitu..aku
pamit..Minhyo”
“ya..jaga diri,” balas Minhyo
“sore aku telepon,” lalu minho menutup
kaca jendela mobil dan pergi
Ternyata..mereka janjian di apartmen
Minhyo..minho menjemputnya
Dilihat..Minhyo hanya berpakaian sederhana
sekali..dress panjang bunga kecil kecil dengan cardigan warna krim lembut
“tidak perlu pakai baju pesta kan..ke
pantai??,” tanya Minhyo
“tidak perlu,hehehe,”Minho
cengengesan,”lihat..aku sendiri hanya pakai kaus saja kok”
Tapi tulisan kaus nya Minho aneh,”Like i
loose my heart with you”
Mereka menuju pantai dipinggiran
kota..Minho membuka kap mobil
“lebih enak begini.. angin pantainya akan
terasa nanti bergitu masuk pinggiran kota,”kata Minho
“apa..kerjamu berat sekali,
Minhyo?,”katanya lagi
“yang paling berat ya
begitulah..menggerebek narkoba, menangani kasus pemerkosaan,
pembunuhan..yah...kerja kerja yang beresiko,” jawab Minhyo
“menantang sekali sebenarnya..kalau jin
hyu?,” Minho bertanya tentang pacarnya
“Jin hyu masih lebih enak..dia dibagian
administrasi biasa,” balas Minhyo
“yah..harusnya kamu yang bagian
administrasi, Jin hyu di bagian kriminal,”
“takdirnya berbeda,hahahaha”, jawab Minhyo
sambil tertawa keras..sampai gigi giginya yang putih terlihat semua. Dia
memandang lurus jalan..
Minho malah menoleh padanya dan senang
melihat dia tertawa keras..
Minho jadi ikutan tertawa..
“aku senang hari ini..tugas ku selesai
..para karyawan berusaha keras,” kata Minho curhat
“bagus sekali..muda..tapi sudah sukses,”
senyum Minhyo
“tapi..aku tidak bisa punya anak,”Minho
curhat lagi
“kan masih muda, teman ku..nanti juga
bisa,” Minhyo menepuk pundak Minho
“tidak..isteriku sudah di vonis dokter
tidak bisa punya anak,” balas Minho santai sambil pandangannya lurus
menyetir..angin pantai sudah mulai terasa..
“wah..angin pantai..senang sekali!,”
teriak Minhyo
“iya..sudah tercium bau pantai, hahahaha,”
Minho tertawa
“adopsi saja,”lanjut Minhyo lagi
“adopsi? Tidak bisa meneruskan bisnis dan
wasiat keluarga, hehehe,” balas Minho masih santai
“wah..susah juga kalau keluargamu
prinsipnya ketat sekali,” balas Minhyo
“sudah sampai..,” kata Minho.. dia parkir
mobilnya dan mereka masuk pantai. Ketika menuju pantai..Minho mematikan Hp
nya..
“pantai itu memang paling asik kalau sudah
lelah, apalagi memandang sore begini,” kata Minhyo.. mereka berdiri memandang
sunset, saling bersampingan
“bener..aku juga begitu..daridulu kalau
pusing urusan bisnis..kesini sebentar..memandang sunset, lalu kalau bosan,
pulang lagi, hehehe”
“sejak kapan belajar karate dan
jiujitsu?,” tanya Minho
“kecil..umur 7 tahun,” balas Minhyo
“wah..pantas saja hebat sekali...padahal
Minhyo tidak tinggi bener loh.. lihat deh..sama aku beda jauh sekali,” Minho
berdiri di hadapannya, mengukur tinggi mereka
“eh..165 itu cukup tinggi,” jawab Minhyo
judes
“beda dong..lihat tinggiku, 185 cm,” Minho
berekspresi dengan menurunkan telapak tangannya dari kepalanya sampai setinggi
Minhyo
“tapi Minhyo hebat..bisa menaklukkan
maling sendirian,” Minho mencoba pedekate..
“aku memang keras,” Minhyo menoleh lagi,
menghadap sunset..
“tidak keras sebenarnya, tapi tegas..dan
juga..aku suka banget dengan orang tegas..pegang bisnisku..pasti maju,” Minho
juga ikutan menoleh lagi ke hadapan
sunset..
“wah..mataharinya benar benar sebentar
lagi tenggelam..mau aku foto?,” Minho menawarkan diri,”aku bawa kamera,” dia
mengeluarkan kamera merk negaranya
“aku tidak suka berfoto,” jawab Minhyo
“ayo dong..Minhyo..wajahmu cantik loh..,”
Minho coba merayu
Minhyo tertawa,”Jin hyu saja tidak pernah
bilang aku cantik,hahahaha”
“ah..beneran deh..ayo dong..nanti
sunsetnya hilang loh..,” Minho maksa
“okay..,” Minhyo berdiri membelakangi
sunset
“gak begitu..nanti gelap..agak ke kanan
sedikit..pasti masih dapat cahaya nya,” kata Minho
Minho menghampiri dan melepas karet kuncir
Minhyo,”begini sepertinya lebih cantik deh..”, rambutnya Minhyo terurai sampai
bawah bahu
“tasnya juga aku pegang.. aku pengarah
gaya mu ya?,” tawar Minho
“bagaimana?,”Minhyo malah gugup
“bertolak pinggang, lalu
tersenyum..majukan sedikit tanganmu yang kanan, yang kiri agak
kebelakang..majukan juga pinggang kananmu, lalu senyum...,” balas Minho
“begini?,” minhyo menunjukkan gayanya
“iya..cepetan..itu bagus..senyum
ya..mataharinya nanti hilang,”
Minho buru buru membidik kamera,”flash”
“ah..cantik banget dia posisi begitu,”
kata Minho dalam hatinya
“lalu satu lagi.. kamu duduk saja di
dramaga itu..ayo cepat, kita lari ke sana,” kata Minho senang
Mereka lari ke ujung dramaga
“lalu..ngapain?,” tanya Minhyo
“duduk saja..lalu menghadap kamera dan
senyum ya,” pinta Minho
Minhyo duduk di pinggiran dramaga..
“wah..bagus sekali...,” kata Minho,
lalu,”kamu foto aku juga ya..cepetan..3 kali ya..tadi juga aku foto kamu 3
kali,”
Minho buru buru memberikan kamera nya ke
Minhyo dan minta difoto
“flash,” foto 3x terbidik
“haah..akhirnya..bisa juga..lihat
deh..mataharinya dah tenggelam,” kata Minho memegang kameranya lagi dan mereka
lihat sama sama matahari yang sudah mulai hilang..
“nih..lihat foto fotonya..,”Minho
menunjukkan view finder foto..
“wah..bagus sekali,” kata Minhyo senang
“kan?? Minhyo cantik,” senyum Minho
memandang wajahnya
“ah..biasa saja, hehehe,”
“gak kok..coba lihat deh..cantik..nanti
aku kasih ke kamu ya,” senyum Minho lagi
“Minho bisa gaya juga ya?hahahaha..aku
mana pernah bergaya seperti ini,”
“makanya..kan tadi aku bilang..aku jadi
pengarah gaya nya..kalau aku gak suka bisnis..mungkin aku sudah bisa jadi
model,hehehe,”
“kirim ke emailku saja,” kata Minhyo
“boleh..kasih tau emailnya nanti ya?,”
“hari sudah mulai gelap..mau pulang?,”
tawar Minho
Tiba tiba..kilat ada menggelegar diujung
horizon..
“kilat..wah..gawat..takut tersambar..ayo
cari berteduh..kita ke cafe saja..aku tahu cafe yang enak disini..sebentar lagi
pasti hujan,” kata Minho melihat langit
Hujan mulai rintik rintik..Minho lari di
depan Minhyo..menuju cafe yang direkomendasikan Minho..
“hahahahaha...akhirnya..hujan deras juga,”
kata Minho
“untung baju kita gak basah,” balas Minhyo..
mereka berdiri di depan seperti gubuk, atapnya dari daun daun kelapa tropis..
“ayo minum dulu.. ini usaha temanku SMA..jadi
santai saja disini,” kata Minho
Mereka duduk dan memesan minuman...arak
asli korea..
“dingin juga,” Minho mengesek gesekkan
telapak tangannya
“iya,”Minhyo ikut ikutan..,”hujannya deras
sekali”
“gawat kalau hujannya lama,” balas
Minho,”kita bisa menginap disini..jarak dari parkir ke pantai cukup jauh”
“semoga cepat reda deh,” balas Minhyo
Mereka asik mengobrol..tetapi entah kenapa..mata
Minhyo tertuju pada pojokan..
“jin hyu?,”katanya bicara pelan
“jin hyu?,” tanya Minho
“ah..enggak apa apa,” balas Minhyo,”aku
mungkin salah lihat..harusnya jin hyu masih di busan,”
“oh..,”balas Minho singkat,”mau makan?aku
pesankan ya..kamu pasti lapar”
Minho berdiri dan menuju
pemesanan,”sekalian aku ngobrol dengan temanku..sebentar ya..aku tahu makanan
paling enak disini..saus nanas nya segar..di campur hasil laut,” senyum Minho
Minho pergi ke pemesanan..dia bertemu
teman SMA nya pemilik cafe itu dan mereka berbicara..ngobrol suka suka sambil
menunggu makanan jadi..
“eh..yeoja chingu?,” tanya temannya,
berbisik
“ani..gila..aku kan sudah punya isteri,”
balas Minho
“ah..lelaki dimana mana sama, bro..isteri
dirumah..simpanan diluar, hahahaha,” temannya tertawa
“parah kamu, Ji Man!,” Minho memukul
kepala temannya
“ah..brengsek, kamu..gak berubah..suka
memukul kepala ku,hahahaha,” temannya, Kang Ji Man tertawa keras
“kamu sudah punya isteri belum?,” tanya
Minho pada temannya, duduk di meja bar
“belum ah..malas..pelihara isteri itu
repot,” jawab Ji Man
“daridulu..mental playboynya gak sembuh
sembuh,” balas Minho nyinyir
“hahahaha..daripada kamu..cowok setia..,”
balas Ji Man
“sudah jadi tuh..,” katanya lagi
“hey..tolong bawakan ke Nona cantik yang
pakai cardigan itu ya,” teriak Ji Man pada karyawannya
“baik,” jawab karyawannya
Minho menatap jauh Minhyo,”dimakan dulu
ya..aku belum lapar..sebentar lagi aku kesana”
“okay,” balas Minhyo dari jauh
“btw....itu cewek cantik juga..dapat
darimana?clubbing ya?,” tanya Ji Man
“bukan..dia kapten polisi,” jawab Minho
enteng
Ji Man tersedak,”apa??pacarmu polisi?!”
“pacar lagi..bukan..calon isteri kedua,”Minho
iseng
“ah..yang gila siapa kalau gini?? Kamu
bisa dihukum negara,” balas Ji Man tertawa
“ah..sudah lah..aku temani dia makan
dulu..tugasnya tadi berat..dampingi aku dipengadilan..,” Minho menepuk pundak
Ji Man
“kamu cari cewek ya..trus nikah,”katanya
pada Ji Man, lalu dia menuju meja nya
“maaf ya..aku sudah lama gak ketemu
temanku..dia teman akrab yang brengsek,” senyum Minho
“Um..gak apa..,” balas Minhyo, mengunyah
makananannya
“enak kan??saus nanasnya? Dicampur dengan
kerang,” tanya Minho
Minhyo mengangguk,”hu um..enak
sekali..temanmu pintar berbisnis..makanan dan minumannya juga segar segar”
“cita citanya memang buka cafe..beda
denganku..yang inginnya punya restauran,” senyum Minho lagi..dia ikutan makan
Tapi Minho melihat tingkah Minhyo
aneh..terus saja melihat pojokan yang agak jauh..cafe sebelah yang memang
berdekatan..
“masih melihat orang yang mirip Jin hyu?,”
tanya Minho, dia menoleh pada orang yang mirip Jin hyu itu dari
kejauhan..bersama seorang cewek..sedang makan makan dan mesra..
“mungkin Cuma yang mirip sama dia,” kata
Minho
“yah..semoga,”Minhyo nyengir kuda
“kalau benar..apa yang mau kamu lakukan
pada dia?,” Minho malah iseng
“seperti yang aku katakan..tidak ada
maaf,” balas Minhyo
“tegas sekali kapten shin min hyo,” senyum
Minho
Minhyo masih terus memperhatikan..Minho
melirik saja sesekali..
Minhyo kaget karena dia melihat adegan
cowok yang mirip jin hyu itu berciuman dengan cewek yang dia bawa
“wah..kamu jadi serius sekali, Minhyo,”
Minho berusaha mengalihkan
“apa..kamu tidak percaya kalau pacarmu di
busan?,” tanya Minho
“aku percaya,” balas Minhyo
singkat,”sebentar”
Lalu dia berusaha menelepon Jin hyu..tapi
tidak diangkat,”hp nya dimatikan,”
“oh...mungkin sibuk,”balas Minho
“habiskan dulu makanannya..lalu menunggu
hujan reda, baru kita pulang,” kata Minho
Minhyo makan dengan sedikit
galau..memperhatikan pasangan itu yang dia berprasangka bahwa itu Jin hyu,
pacarnya..
Ji Man mengeluarkan pengumuman,”para
pengunjung kafe..selamat malam..mohon maaf, berita buruk dari badan
meteorologi.. kalau malam ini sebentar lagi ada angin badai..jadi, kalau
bisa..tidak pergi mendekati pantai dan jika rumah anda semua jauh..menginaplah
di hotel atau inn seputar pantai..terima kasih atas kunjungannya”
Minho kaget,”wah..badai..apa si Ji Man
serius??aku kesana dulu sebentar..kalau memang benar..kita pesan hotel saja
disini..aku akan pesan dua kamar,” kata Minho
Minhyo bengong,”besok aku kerja,”
“besok sabtu..tidak ingat?,”balas
Minho,”tidak libur?”
Minhyo jawab,”maaf..aku lupa”
“ah,,tidak apa..aku tidak tahu jam
kerjamu..maaf,” balas Minho,”aku ke temanku dulu”
Minho kembali ke Ji Man..
“hey..beneran itu berita?,” tanya Minho
Ji Man mengangguk,”benar..jam 8..5 menit
lagi,”
“wah..gawat..tolong pesan hotel untuk
ku..langit memang kilatnya sudah mulai banyak,” Minho melihat langit luar
“satu kamar?,” Ji Man cengengesan
“brengsek..dua kamar..kamu pikir aku
playboy,” balas Minho
“atas nama siapa nih?,” tanya Ji Man
lagi,”kamu atau cewek itu?”
“atas nama ku... Lee Minho,” balas Minho.
Ji Man malah cengengesan..
Sementara pengunjung lain di kafe Ji man
juga banyak yang memesan hotel..langit makin tidak karuan kilatnya dan angin
sudah mulai menusuk kencang..
Hujan pun semakin deras..
“benar..memang badai,” kata Minho, dia
menenggak bir asli korea..minta pada Ji Man..
“sudah kupesankan, sana pergi tidur sama
cewek itu,” Ji Man bercanda
“trims,”Minho Cuma menjawab singkat..lalu
dia pergi ke meja makanannya lagi
Tapi..dia sama sekali melihat mejanya
kosong..
“Minhyo?,” dia bingung..dia hanya melihat
kamera dan tas Minhyo ada di atas meja
“eh..kemana dia?,” Minho bingung..dia lalu
keluar cafe..menoleh sana sini..
Dilihatnya..dia sedang di pinggiran
pantai..200 meter dari cafe..
Ternyata dia berbicara dengan orang yang
dikiranya Jin hyu, tangan Minhyo menarik tangan jin hyu ditengah
hujan..badannya basah kuyup ditengah badai hujan yang deras..
“Jin hyu! Kenapa kamu benar benar
tega??aku pikir kamu sedang di busan!,” Minhyo marah karena merasa dikhianati
jin hyu..dia berteriak..
“dengar dulu, Minhyo,” balas Jin hyu
ditengah hujan dengan suara kencang..
“Minhyo..ini badai!,” Minho teriak..tapi
tidak terdengar
“dengar apa??kamu siapa?,” Minhyo berteriak
ke cewek yang ada disebelah Jin hyu
Cewek itu malah sinis menjawab,”pacar jin
hyu..kenapa?”
“benar kan?ngapain kalian berciuman
ditempat umum??,” teriak Minhyo lagi
“oh..jadi kamu melihat juga?,”balas cewek
itu
Minhyo menggampar cewek itu dengan keras..
“Minhyo..berhenti!,” tangan Jin hyu
menggenggam keras telapak tangan Minhyo..minhyo berusaha memberontak dan
berhasil dilepaskan..
“oh..jadi begini ya?percuma kemarin aku
bertemu orang tuamu,” balas Minhyo..dia berusaha kuat
“putus!,” lanjutnya
Cewek selingkuhan Jin hyu mengelus pipinya
yang digampar Minhyo..dan balas menggampar Minhyo ditengah hujan
“plak!,” Minhyo makin merasa terhina..tapi
dia tidak bisa membalas..
“mari kita perhi, In hye,” kata jin
hyu..menarik tangan pacarnya
“rasakan..cewek sok kuat,” kata pacar
selingkuhan Jin hyu
Minhyo memandang mereka yang pergi menuju
hotel ditengah hujan...dia terus memandang sampai mereka masuk pintu hotel dari
kejauhan..
Minho memandang Minhyo dari dalam cafe...
Minhyo lalu tertawa..dan kemudian dia menyembunyikan
air matanya ditengah badai hujan..
Dia menutupi wajahnya..ternyata menangis
ditengah hujan yang sangat deras itu..
Minho buru buru menghampiri, menerobos
hujan..
“sudah, Minhyo..nanti kamu sakit..ayo
masuk..hujannya deras..kamu sudah basah kuyup..badan mu panas,”
Minho menarik tangan Minhyo..baju Minho
juga sudah basah..hujan memang benar benar berangin dan deras sekali..pohon
pohon tertiup angin kencang menambah makin dingin saja cuaca malam itu..
“hiks hiks hiks,” tiba tiba Minhyo
menangis sesegukan
“Minhoooooo...jinhyu..,” dia lalu memeluk
Minho..menangis sesegukan..
Minho membalas pelukan Minhyo..dia
mengelus rambut Minhyo ditengah hujan..
Tubuh Minho dan Minhyo basah kuyup..tapi
Minho malah merasakan hangatnya tubuh Minhyo, padahal dia lagi nangis..
“sudah..ayo masuk..aku kedinginan,” Minho
menuntun Minhyo kembali ke cafe..
“wah..basah semua..baju ku juga basah,”
Minho berusaha senyum pada Minhyo..tapi Minhyo diam saja..menunduk..
“hey..kapten shin min hyo.. setahu aku,
kamu sangat kuat sekali..berani melawan penjahat...padahal dia bawa FN..kenapa
masalah ini jadi lemah?,” senyum Minho
“ayo minum dulu,”Minho menuangkan arak ke
gelas Minhyo..
Tapi Minhyo diam saja..,”aku harus pulang”
“tidak bisa..jauh..aku sudah pesan
hotel..kita ke hotel sebentar lagi.aku sudah pesan dua kamar,” balas Minho
“ini..minumlah..biar badanmu hangat,”
lanjutnya
Lalu Minhyo minum..tapi bukan 1-2
teguk..malah banyak..sebotol langsung dia habiskan..
“aku minta lagi,” katanya pada Minho
“sudah,cukup..aku tidak mau Minhyo mabuk
lagi,” Minho mencegah tangannya..tapi tenaga Minhyo kuat,dia malah teriak,”aku
minta lagi!”
Pelayan cafe memberikan botol baru..Minhyo
menghabiskannya dalam waktu singkat..
“ah..sudah..kamu sudah mabuk..keterlaluan,
ini alkohol keras..main tenggak semua..lelaki saja mabuk..apalagi
perempuan,payah shin min hyo” kata Minho
“bruk..”,Minhyo teler..wajahnya diatas
meja..
“benar saja,” kata Minho..dia juga sudah
mulai pusing akibat pengaruh minuman....
Minho menuntun Minhyo menuju hotel..mereka
check in..
Minho masuk ke kamar untuk Minhyo..dia
menuntun Minhyo yang benar benar teler..
“aduh..kasian banget..ternyata sekuat
apapun cewek..kalau patah hati...nangis juga,”
Dia ingin membaringkan Minhyo...tapi
justru tiba tiba malah Minhyo memeluknya..
“jin hyu,”katanya setengah sadar..
“aku bukan jin hyu..aku Minho,” balas
Minho..masih dipeluk Minhyo..
“wah..pucat sekali dia,” Minho menyadari
badan Minhyo panas sekali...
“dia sakit,” katanya dalam
hati..,”aduh..bagaimana nih..aku kan gak bisa ngurus orang sakit..bajunya harus
diganti”
“kamu sakit, Minhyo..kamu harus
istirahat,” kata Minho,”aku akan minta tolong pegawai hotel perempuan untuk
menggantikan baju buat kamu ya...nanti kamu tambah sakit”
“jin hyu,” kata Minhyo lagi..Minhyo masih
belum mau melepas pelukannya dari Minho..dia demam dan sakit..
“aku Minho, bukan jin hyu,” balas Minho..
Tiba tiba malah Minhyo menegakkan
kepalanya dan mencium Minho..
Minho langsung galau.. tapi samasekali dia
tidak mengelak..malah membalas..
“jin hyu.. aku sakit,” ternyata Minhyo
masih berfikir kalau Minho itu jin hyu..
Diperlakukan seperti itu.. Minho malah
jadi tambah galau.. akhirnya dia yang berusaha mencium minhyo..
Then he kissed minhyo’s lips so tender..sound
of swishing from Minhyo’s lips made Minho couldn’t control his desire and
lust.. he just continued kissing and kissing Minhyo..
“Minhyo..i love you,” he said to
her..meanwhile minhyo’s body so heat by fever and drunk effect.. she couldnot
do nothing than swishing.. Minho was eagerl badly to her..
He
didnt think at all that it might cause the next bad effect if he continued
until making love.. Minhyo might be pregnant..
He didnt think about his wife, chan chan,
at all..
He just felt that he is fall in love with
Minhyo and he wanted to sleep with her..so that he could have a child from
her.. he was getting crazy to kiss Minhyo.. whom ½ consciousness because of bad
alcohol drinking..
He didnt care that himself and minhyo were
under drunk..
He just kissed minhyo’s lips, neck,shoulder...tried
to undress her..
Minhyo also accepted it as she thought
Minho were Kim Jin Hyu..
and finally he lift minhyo up to the bed..
Piece by piece of clothes dropped off onto
the floor..
Minho felt and touched her body’s warm..they
made love at that night..
Chan chan menunggu Minho dikamarnya.. dia
gusar karena Minho ditelepon tidak menjawab juga,”kemana suami ku??apa dia
sibuk dengan urusan bisnisnya??atau??”
The heavy rain outside was still going on...
sementara badai hujan diluar masih terjadi.. sampai hampir pagi..