Minho mengantarkan Minhyo, wanita paruh
baya dan si copet ke kantor polisi terdekat.. begitu sampai, tanpa ba bi bu,
Minhyo langsung menarik si pencopet ke dalam kantor polisi
“kapten Shin Minhyo, distrik pusat kota
seoul,” kata nya pada dua polisi penjaga yang ada di depan kantor
“siap!,” kata dua polisi itu lalu dia
membantu Minhyo menyeret si pencopet
“duduk,” Minhyo kasar mendudukkan dia
“silahkan duduk, bu.. Tuan Lee,” tapi dia
ramah pada wanita paruh baya yang dicopet dan juga pada Minho
“galak sekali dia,” kata Minho dalam
hatinya..
“lapor.. pencopetan di daerahmu, tadi
sekitar jam 21.00,” Minhyo menghormat gaya militer
“siap kapten! Akan kami tangani,” jawab
kapten setempat
“siap.. terima kasih..saya serahkan
padamu..saya mau pulang,” balas Minhyo
“ibu tetap disini menunggu pelaporan..jika
ibu tidak bisa pulang, kami siap mengantar,” kata kapten di distrik itu
“ibu tidak usah khawatir...saya bukan dari
kepolisian daerah sini.. jadi saya serahkan urusan ini kepada kapten disini,”
balas Minhyo
Ibu paruh baya itu menunduk hormat,
berterima kasih,” terima kasih sekali bantuannya, Nona.. ditas itu ada uang
bulanan dari anak saya,”
“oh..,” kata Minho,”apa..rumah nyonya jauh
dari sini??kami bisa antar kalau pelaporan sudah selesai,” Minho menawarkan
diri
“ah iya! Bagus itu....kita tunggu saja,”
kata Minhyo mengepalkan satu tangannya ke tangan yang lain
“membantu sekalian,” lanjutnya
“kami akan tunggu diluar..nanti ibu kami
antar kembali,” kata Minho ramah
“pelaporan hanya sebentar saja,
Nyonya,”kata kapten divisi kriminalitas setempat
“baiklah,” kata ibu paruh baya itu,”terima
kasih sebelumnya.. kalian suami isteri yang baik,” kata Ibu itu polos
Minhyo garuk garuk kepala,”ah..bukan..
tuan Lee ini teman saya,”
Minho senyum..
Mereka menunggu di ruang depan..petugas
jaga menyediakan kopi untuk mereka
“terima kasih,” kata Minhyo
“siap, sama sama, kapten,” kata petugas
menghormat pada Minhyo
“apa..kamu setega itu pada kejahatan??,”
tanya Minho, dia menoleh pada Minhyo
“orang seperti aku..mau tidak mau..kalau
bertemu mereka ya begitu.. karena biasanya, begitu mereka tahu aku ini siapa..
pembalasan mereka bisa lebih kejam daripada ke orang sipil,” jawa Minhyo
Minho memandang Minhyo yang sama sekali
tidak menoleh pada Minho sama sekali..matanya lurus memandang keluar dan sambil
meminum kopi pelan-pelan
“pasti nona shin kedinginan ya??,” kata
Minho basa basi
“ah..enggak juga sih..Cuma.. minum kopi dalam
keadaan begini cukup menenangkan,” akhirnya Minhyo menoleh juga pada Minho dan
senyum
“aduh..bikin tambah deg degan..,” kata
Minho dalam hatinya..
Dia ingin sekali merangkul Minhyo..tapi
dia batalkan lagi niatnya itu..
“Pasti enak ya..jadi perempuan yang bisa
melindungi dirinya sendiri,” kata Minho lagi
Minhyo diam sejenak..menikmati
kopinya,”ah..gak juga sih.. setiap perempuan dasarnya tetap butuh perlindungan
lelaki..hanya saja.. aku tidak ingin merepotkan,”
“maaf ya..soal yang tadi,” kata Minho
“yang mana??,” Minhyo balik tanya
“itu..,” Minho ragu
“yang mana ya?,” Minhyo menoleh
“ah..gak jadi, hehehe,” Minho cengengesan,
Minhyo bingung
“uh..gawat nih..kenapa aku sampai
mengkhayal yang enggak enggak sama dia sih? Pakai acara lihat baju dalamnya
lagi..tambah parah!,” pikir Minho dalam hati
“aku lagi malas minum kopi..mau minum
punyaku?,” tawar Minho
“ah..gak usah.. ini Cuma buat menenangkan
diri aja,” balas Minhyo
“memang..berapa usia nona shin?,”
“aku? 30.. tuan Lee?,”
“baru 27,” jawab Minho senyum
“berani sekali ya.. 27 sudah memutuskan
menikah,” Minhyo senyum dan menoleh
“aku dijodohkan orangtua ku, hehehe,”
jawab Minho cengengesan lagi
“wah..apa iya..jaman modern ini ada
perjodohan??,” Minhyo heran, dia meletakkan cangkir kopinya diatas meja
“benar.. aku gak bohong.. isteriku masih
sepupu ku,” jawab Minho
“oh..pantas saja kalian sepertinya akrab
sekali..terlihat berbeda.. berarti..cinta pertama dan terakhir dengan sepupu
sendiri ya?,” kata Minhyo memandang lurus lagi sambil meniup niup kopinya
“eh..hehehehe..mungkin iya..mungkin
enggak,”jawab Minho
“sudah lama..pacaran dengan tuan Kim?,”
lanjut Minho
“oh..dia? sudah 4 tahun.. dulu kami satu
akademi,” jawab Minhyo
“tidak berniat menikah?,” Minho penasaran
“belum.. pandangan Jin Hyu masih jauh..
aku terserah padanya,” balas Minhyo
“wah..kenapa aku jadi ngarep dia banget
ya?,” kata Minho dalam hatinya
Wanita paruh baya yang tadi ikut mereka
pun keluar..
“ah, Nyonya.. mari silahkan,” Minho
berdiri..
Mereka keluar kantor polisi
“Rumah nyonya dimana? Biar aku antar,”
kata Minho
Dia membuka pintu untuk wanita itu..
Minhyo duduk di belakang
“tidak terlalu jauh dari sini, tuan.. saya
berterima kasih tuan mau membantu saya..terutama Nona ini,” kata wanita itu
Wanita itu menoleh..ternyata Minhyo
tertidur di belakang..
Entah mengapa, pikiran Minho gusar lagi..
dia malah lebih galau ketika melihat Minhyo tidur..
“ah..yang penting saya antarkan sampai
yang terdekat dengan rumah Nyonya,” kata Minho, mengalihkan perhatiannya pada
Minhyo
Mereka sampai di depan rumah nyonya itu..
lantas langsung pamit.. Minho tidak membangunkan Minhyo..dia mengantar sendiri
wanita paruh baya itu sampai depan pintu..
Minhyo membuka pintu yang berlawanan
dengan pintu yang disandarkan Minhyo
sedikit untuk tidur.. dia mendekat pada Minhyo pelan pelan.. pikirannya
langsung galau dan macam macam..
“wah..aku benar benar gak tahan,” Minho
galau..
Lalu dia mendekat lagi pada Minhyo..dia
mencuri kesempatan.. pelan pelan dia mencoba dekatkan wajahnya pada wajah
Minhyo.. sementara tangannya ingin memeluk Minhyo.. tapi ternyata tangannya
tidak sengaja menyentuh pundak Minhyo
Minhyo bangun dengan posisi wajah Minho
sudah di depan wajahnya
“ada apa.. tuan Lee?,” katanya heran
Minho ngeles,”ah.. gak ada apa apa.. tadi
aku lihat seperti ada lalat makanya aku mendekat,” dia langsung menjauh dari
Minhyo
“mana??,” tanya Minhyo
“sudah terbang,” Minho ngeles lagi, agak
gugup..dia mengipas ngipas udara sekelilingnya, seperti mengusir lalat..
“oh.. kenapa bisa di mobil ini ada lalat??
Apa karena jendelanya terbuka??,” Minhyo duduk seperti biasa lagi
“ya..tadi hinggap di hidung mu,” Minho
berbohong
“saya pindah ke depan saja,” Minhyo keluar
dan pindah ke tempat duduk depan..
Minho kembali ke tempat duduknya di depan
..lalu dia menyetir, mengantar Minhyo kembali ke apartmen nya..
Sampai di depan apartment,”terima kasih,
Tuan Lee.. makanan di restauran mu enak enak,” senyum Minhyo
“iya..sama sama.. jangan ragu membawa
teman kalau mau makan, hehehe,” Minho cengengesan
“pasti,” jawab Minhyo pendek..
“ah..aku permisi dulu.. selamat malam,”
kata Minho..
“terima kasih..tolong sampaikan salam ku
dengan isterimu,” senyum Minhyo
“iya..sama sama, Nona Shin,” balas Minho,
“silahkan masuk duluan,” lanjutnya
Minhyo senyum dan masuk ke pintu paling
depan apartment
“aduh, kacau.. hampir saja tadi ketahuan,”
Minho masuk kemobilnya, lalu ngebut pulang..
Sampai di rumah..dia temukan ibunya masih
asik membaca buku..
“eomma.. keberatan tidak... kalau ngobrol
sekarang juga?,” pinta Minho duduk
“soal?,” tanya ibunya singkat
“anak, cucu eomma,” balas Minho.. Minho
memang anak satu satunya di keluarga Lee.. sehingga punya keturunan sangat
penting baginya..
“silahkan,” balas Ibunya.. lalu meletakkan
bukunya di atas meja
“aku pikir..aku harus menikah lagi,” Minho
bersuara tegas
Ibunya kaget,”APA? Kamu ini masih waras
atau sedang stress?”
“aku masih sadar,” jawab Minho
“memang kamu jatuh cinta?,” kata ibunya
“apa aku pernah jatuh cinta selama ini?
Eomma kan yang menjodohkan aku dengan chan chan..sehingga aku terpaksa
mencintai dia,”
“ya..aku jatuh cinta pada seseorang,”
lanjutnya
Ibunya berdiri,”tapi kan kamu sudah
menikah, Minho.. tidak bisa seperti itu.. atau kamu ceraikan chan chan,”
“tidak bisa..atau keluarga besar kita akan
saling bermusuhan kalau aku ceraikan,”
“buah simalakama,” balas ibunya
“tapi aku ingin punya anak, eomma.. chan
chan sudah tidak bisa memberiku anak!,” Minho ikutan berdiri
“ah..kamu juga keras kepala,Minho,” kata
ibunya
“aku mengejar keinginanku...buat keluarga
kita juga,eomma,” balas Minho
“sudah kubilang,pilihannya hanya ada 3:
adopsi, sewa rahim atau ceraikan chan chan..tidak dengan punya isteri
dua..tidak ada,”
“tapi aku gak mau juga melepas chan
chan..dia bisa bunuh diri dan kita malu,”
“tidak semua perempuan bisa punya banyak
anak,itu kenyataan..eomma sendiri hanya bisa punya kamu saja,”
“akan aku pikirkan,” Minho nyerah juga
sama ibunya
Akhirnya dia minta ijin masuk kamar...
“ah..!,” dia lalu mandi dan ganti
baju..lalu tidur..
Di dalam tidurnya, dia mimpi lagi pacaran
dengan shin minhyo..
Semua sisi dunia menghadapi pagi..apapun
kondisinya, matahari tetap bersinar dipagi hari..
“jadi..kamu mau bertugas ke luar kota?
Kemana?,” kata Minhyo kepada Jin Hyu
“busan..ada pelatihan sebentar,” balas Jin
hyu via telepon
“lama?,”
“lumayan..hampir satu minggu...untuk
kenaikan posisi,”
“oh..selamat kalau begitu Jin
hyu..akhirnya menyusulku juga,hahahaha”,Minhyo pagi pagi sudah tertawa keras
“aku dengar tadi malam kamu pergi dengan
seorang cowok..siapa?,”
“oh..itu tuan Lee..dia meminta aku melihat
restauran nya yang satu lagi,”
“dan kamu menangkap copet lagi dan beraksi
di depan banyak orang?? Kamu terlalu berani, sayang,” kata Jin Hyu
Minhyo tertawa,”hahahaha..habis..mau
bagaimana lagi??instink ku sudah begitu”
“kamu dapat catatan bagus lagi kalau
begitu,”
“yah..mungkin..aku hampir malas berfikir
tentang catatan karir ku akhir akhir ini,”
“kenapa? Apa yang kamu bingungkan?,” tanya
Jin hyu
“tidak tahu..,” balas Minhyo singkat
“soal hubungan kita?,” tanya Jin hyu lagi
“ah..aku gak menganggap itu sebuah
masalah,”
“lalu?,”
“mungkin lagi merasa bosan saja kali ya?,”
balas Minhyo cengengesan
“kalau bosan..kamu kan bisa liburan dengan
teman teman,”
“yah..nanti lah itu.. mungkin Cuma pergi
jalan jalan ke pantai,”
“aku bisa temani.. mungkin habis dari
busan,” balas Jin hyu
“beneran?? Waah..aku tagih janjimu, Jin
hyu!,”
“iya.sudah ya.. aku pergi dulu...bye,”
Tak berapa lama..datang juga telepon dari
Minho
“pagi,Tuan Lee..ada apa?,” Minhyo heran
“hari ini apa aku ke pengadilan??,”Minho
cari cari alasan untuk menelepon Minhyo
“tidak kan?? Lusa kalau tidak salah,”
jawab Minhyo
“oh..aku lupa, hehe,” balas Minho
“aku...pengen ajak kamu dinner,” lanjutnya
“dinner lagi?? Kemarin kan sudah?,”
Minho garuk garuk kepala,”ya sudah kalau
gak bisa”
“rencanaku hari ini penggerebekan human
traficking dari philipina,” kata Minhyo serius
“kapan?,” tanya Minho
“malam..sampai pagi,” jawab Minhyo
“kamu bisa sakit kalau kerja begitu
terus,” Minho berusaha mengambil perhatian Minhyo
Minhyo tertawa,”hahahahaha..minum berbotol
botol bir saja aku kuat kok..apalagi Cuma menggerebek”
“masak jadi perempuan harus seperti itu
terus sampai tua?,”
“pekerjaan,” balas Minhyo singkat
“lagipula..nanti aku bisa dimarahi
isterimu kalau dinner terus sama kamu, Tuan Lee,” lanjut Minhyo
“kapan isterimu pulang dari RS?”
“besok,” jawab Minho singkat
“kehamilannya, baik baik kan??,” tanya
Minhyo
Minho menggeleng,”tidak..terpaksa lagi
dikeluarkan”
Minhyo kaget,”apa..karena kejadian
kemarin??”
“isteriku memang bermasalah dengan
rahimnya..ini sudah bukan yang pertama, sudah yang ke enam kali,”
“aku turut berduka,” Minhyo menurunkan
intonasi suaranya..
“tidak apa..aku sudah menyerah dengan
kesehatannya,” keluh Minho
“ah..masih banyak cara untuk punya anak,
tuan Lee..sabar,” Minhyo mencoba menghiburnya
“mungkin dengan menikah lagi ya?hahaha,”
canda Minho
Minhyo ikutan tertawa,”mau dipotong “anu” mu oleh isterimu??”
“menurutmu..kalau ada lelaki punya banyak
isteri..bagus gak?,” Minho tiba tiba memancing nya dengan pertanyaan yang aneh
“itu gila..kalau aku tidak bisa, hehehe..
kalaupun terjadi.. aku akan berusaha membuat suami ku hanya pilih aku,” jawab
Minhyo
“oh..jadi Nona shin tipikal pencemburu
berat ya? Wah..tandanya tipe wanita setia,” puji Minho
“rasanya hampir semua perempuan seperti
aku, hehe,” balas Minhyo
“tapi Nona shin tomboy.. kenapa bisa juga
punya hati lembut?,”
Minho benar benar pedekate ke Minhyo
“tomboy memang dari kecil, ini susah
dihilangkan karena kakak ku lelaki dan dia keras pada ku..perlakukan aku
seperti laki laki,”
“tapi..aku suka loh..dengan aksi aksi Nona
shin..sudah dua kali aku kagum sama Nona shin,” puji Minho lagi
“ah..itu campuran instink dan tugas,”
balas Minhyo
“sepertinya sih, enggak..beneran antara
hati dan memang karakter,” Minho mencoba memuji nya..tapi sepertinya Minhyo
memang susah dipuji-puji..bukan karakter perempuan yang umum
“kalau ada waktu luang.. kita terus
komunikasi ya?,” pinta Minho
“aku bisa mengganggu rumahtangga mu nanti,
hehe,” Minhyo menolak
“ah enggak.. aku anggap Nona shin
temanku.. aku suka berteman,” jawab Minho
“ya, baiklah..Cuma mungkin hanya hal hal
penting saja yang ada urusannya dengan kasus kemarin,”
“okay..gak apa..,” kata Minho singkat
“ya.. aku bekerja dulu..maaf,”
“gak apa..senang hari ini bisa ngobrol
dengan nona shin,” jawab Minho. Dia lantas tutup teleponnya..
“chan chan sayang..kamu sudah bisa pulang
besok,” kata Minho di RS, isterinya masih berbaring lemah
“aku sudah bosan disini, Minho sayang..,”
keluh chan chan
“aku mau di rawat di rumah saja,”
lanjutnya
“esok kan cepat sekali..sabar ya,” senyum
Minho sambil mengelus poni chan chan
“Minho sayang...,”
“apa?,”
“kamu..gak akan berpaling dari ku kan??,”
tanya chan chan dengan matanya yang sayu
Minho senyum,”gak ..percayalah”
“aku benar benar membohongi chan
chan..maafkan aku ya? Aku sedang suka dengan shin minhyo,” kata Minho dalam
hatinya
“janji?,” pinta chan chan menggenggam
tangan Minho
Minho mengangguk senyum dan membalas
genggaman tangan chan chan dengan mencium tangannya
“makan yang banyak..lalu jangan berfikir
macam macam lagi..aku gak mau kamu sakit lagi, sayang,” kata Minho
“aku..banyak menyusahkan Minho,”
Minho menggeleng,”ah enggak..kan sudah
harusnya suami juga menjaga isteri, jangan punya pikiran seperti itu lagi ya,
sayang”
“kalau..aku gak bisa punya anak lagi..
bagaimana Minho bisa sayang dengan ku?,” keluh chan chan
Minho diam sejenak.. lalu,”gak usah
dipikirin, kan kita masih muda” dia senyum pada isterinya, padahal aslinya dia
sangat kepikiran dan benar benar sudah mengkhayal macam macam ingin punya anak
dari Minhyo
“hari ini mau makan tambahan apa??,” senyumnya
lagi
“aku mau pudding karamel yang ada di
restauran kita,” balas chan chan
“nanti aku minta karyawan antarkan
kesini,” senyum Minho
“kerja mu bagaimana?,”
“bagus.. semakin banyak yang booking
restauran..aku sengaja buka booking online internet supaya mereka gak repot,”
senyum Minho
“Minho sayang lelaki yang kuat,” senyum
chan chan
“sudah ya..jangan pernah merasa bersalah
lagi,” balas Minho
Chan chan mengangguk,”aku ngantuk,”
Minho mengelus kepalanya,”ya sudah..tidur
ya..aku keluar dulu..hari ini ada walikota mau makan siang di restauran kita
bersama yang lainnya..jadi aku harus buru buru dan menjamu mereka”
Chan chan senyum lalu dia memejamkan
matanya, tertidur...
Minho mencium keningnya,”rasanya..aku
benar benar gak tega bilang, kalau aku lebih mencintai Minhyo dibanding
isteriku sendiri”
Lalu dia keluar ruangan.. memenuhi
janjinya untuk melayani sebaik mungkin walikota dan rekan rekan kerja beliau..
Hari terus berganti.. malamnya.. Minho
Cuma duduk di depan kursi menonton tivi di ruang keluarga.. malamnya dia tidak
ke RS lagi karena dia pikir, tanggung sekali, besok paginya dia menjemput
isterinya pulang dari RS..
Malam itu sudah terbilang malam, jam 12
tepat.. dia ingat sekali katanya Minhyo akan menggerebek usaha human traficking
dari filipina ke korea selatan..dan diperkirakan, mereka dipekerjakan di seoul
dalam pub pub..
Minho lalu mengganti ganti channel tv...
Kemudian ada live breaking news..
“kepolisian kota seoul dalam beberapa
wilayah sedang melakukan penyerbuan atas peristiwa human traficking besar
besaran yang masuk ke kota ini.. mereka telah menjadi korban dan diperkirakan
dari filipina, karena mereka berbicara dalam bahasa tagalog.. para polisi telah
menangkap tiga orang gembong dari kejahatan tersebut, dan juga menggiring
sekitar 115 orang korban.. korban akan langsung di rumahkan dalam rumah
rehabilitasi di pinggiran kota seoul lalu akan dikembalikan ke kedutaan
filipina untuk korea selatan dan atas kerjasama antar dua negara, mereka akan
dikembalikan ke daerahnya masing masing.. ini sudah bukan pertama kali
dilakukan.. berikut disamping saya sudah ada seorang perwira polisi bagian
kriminal, kapten Shin Minhyo”
Minho kaget bercampur senang.. alur bola
matanya jadi ceria, pupil matanya membesar ketika dia melihat Minhyo didepan tv
sedang di wawancarai..
“selamat dini hari, kapten shin minhyo..
menurut kapten, sudah berapa kali kejadian yang seperti ini?,”tanya reporter
“wah.. Minhyo memang hebat!,” gak sengaja
dia berbicara itu
Ibunya yang sedang membaca melihat berita
itu juga,”siapa Minhyo?”
“oh..enggak eomma..dia teman ku, dari
kepolisian..dia memang hebat,” Minho menoleh sebentar pada ibunya
“kok..mata mu beda sekali melihat dia?,”
tanya Ibunya
“ah..enggak, kata siapa?? Dia memang
hebat.. kemarin dia pula yang menolong aku dan chan chan,” Minho ngeles
“oh begitu.. itu makanya kamu puji dia,”
balas ibunya
“begitulah,” jawab Minho singkat
“ini sudah terjadi yang ketiga kalinya,
satu dari china, satu dari korea utara,” jawab Minhyo
“menurut anda.. operasi mana yang paling
sulit?,” tanya reporter lagi
“tentu dari korea utara,” Minhyo
senyum,”sebab sampai saat ini, kita masih bermasalah antar negara”
“apa..kepolisian ada tindak lanjut dalam
peristiwa saat ini?,”
“biasanya kami akan merumahkan mereka,
mengembalikan kondisi psikologi mereka.. anda bisa lihat sendiri kalau mereka
akan dipekerjakan sebagai PSK ..hampir 90% mereka wanita.. dan lelaki biasanya
dipekerjakan sebagai buruh.. jadi untuk mengembalikan psikologi mereka,
sementara mereka akan ditampung, diberi konseling, di data, lalu kami akan
bekerjasama dengan embassy filipina untuk memulangkan mereka”, jawab Minhyo
“bagaimana dengan para gembongnya??
Menurut kapten..apa dia orang lama?,”
“kemungkinan orang lama, dia pandai
berbahasa korea.. jika benar, maka mereka bertiga akan minimal dihukum 10 tahun
penjara,” jawab Minhyo
“waah...Minhyo memang cewek pintar..aku
makin cinta sama dia,” kata Minho dalam hatinya. Pikirannya penuh dengan Minhyo
dan Minhyo..
“terima kasih, kapten shin minhyo..selamat
bertugas dan selamat pagi sekali,” senyum reporter.
“selamat pagi, terima kasih,” balas Minhyo
dengan senyum, lalu dia menuju kumpulannya lagi bersama beberapa polisi
Minho mengalihkan lagi channelnya ketika
wawancara sudah selesai..
“cepat sekali beritanya..langsung kamu
pindahkan,” kata ibunya
“ah enggak..Cuma mau lihat temanku
saja,hehe,” Minho ngeles
“aku pergi tidur dulu, eomma..chu,” Minho
mengecup pipi ibunya dan ijin ke kamarnya
Di dalam kamar yang sangat besar itu, dia
berbaring..
“Shin Minhyo..aku benar benar jatuh cinta
sama kamu..,” katanya mengawang ngawang..
“toss!!,” semua berteriak sambil
menuangkan bir
“gila.. hari ini kita lelah sekali ya,
kapten,” kata salah seorang prajurit
Minhyo mengangguk,”aku ngantuk
banget..untung kita dibantu sama yang lain, hahaha”
“kapten shin satu satunya wanita tadi
loh..hebat,” kata prajurit nya yang dia bawa..
“tapi aku suka kapten shin tadi.. tidak
keras terhadap wanita wanita yang tadi jadi korban.. padahal mereka sudah panik
dan lari lari.. tapi kapten shin malah ramah dengan mereka,” kata prajurit yang
lain
“ah..mereka itu korban.. mereka kan
terpaksa ke negeri ini biar dapat uang,” jawab Minhyo sambil menenggak bir nya
“aku kenal kapten shin minhyo kalau tugas
memang keras, hahahaha,” kata letnan Choi, dari wilayah lain..
“ah.. letnan choi bisa saja.. ayo minum
dulu..,” Minhyo mengangkat gelas bir nya untuk letnan Choi..
“eh..ini restauran temanku.. kita mungkin
bisa dapat discount,” Minhyo baru ingat kalau dia di restauran milik Minho
“sebentar..aku telepon dia dulu,”
lanjutnya
“wah..asik nih kalau dapat potongan
harga,” balas letnan choi
Minhyo menelepon Minho,”annyeong haseyo,
tuan Lee..aku ada di restauran mu..,”
Minho senang sekali Minhyo
meneleponnya,”ah.. bener?? Yang mana?? Aku kesana ya?,”
“tidak usah..aku Cuma mau minta potongan
harga, hehehe,” suara tertawa Minhyo..dia sudah agak teler..
“ya..nanti aku bilang manager disana..
tapi..aku kesana deh.. yang mana?,” tanya Minho lagi. Dia benar benar ingin
ketemu Minhyo
“emerald,” balas Minhyo
“ah, baik..aku kesana,” Minho langsung
menutup teleponnya dan meluncur cepat kesana dengan mobilnya
“tuh kan.. dapat diskon, hahahaha,” Minhyo
tertawa
“wah.. asik.. ,” prajurit prajuritnya
meneruskan minumnya
“besok kalian boleh libur.. aku dah minta
ijin.. hari ini kan kita lelah sekali,” balas Minhyo
“siap, kapten.. terima kasih,” kata semua
prajuritnya yang lagi minum disana
“hey.. kalian ini terlalu asik jadi anak
buahnya kapten shin ya?,” tanya Choi
“kami stress kalau mimpinan terlalu kaku,
letnan, hehehe,” salah seorang prajurit Minhyo cengengesan
“loh..bukannya aku ini sudah galak banget
sama kalian ya?berapa kali aku gampar kamu, Han Young?,” kata Minhyo
“siap kapteeennn..kapten tu galak di
dalam..asik diluar,hehehe,” jawab Han young, prajurit bawahannya
“ah..sudah sudah.. minum lagi,” kata yang
lainnya
“toss!!,” semuanya teriak mengangkat gelas
bir nya
Mereka benar benar teler habis bekerja
keras..
Minho datang, dia langsung menghampiri
mereka yang menyewa tempat di ruangan khusus yang tertutup..
“Nona Minhyo..semuanya.. selamat pagi,”
katanya menunduk hormat
“Semuanya.. ini tuan Lee.. pemilik
restauran ini,” kata Minhyo memperkenalkan diri
Minho menunduk hormat pada mereka, mereka
membalas dengan lambaian tangan
“hi, tuan.. dapat diskon gak nih?,” kata
letnan choi
“dapat, hehehe,” balas Minho
“selamat ya.. untuk semuanya.. Hebat
sekali..tadi aku lihat ditivi.. live breaking news,” katanya lagi
“Nona shin hebat,” puji Minho lagi
“ah enggak..biasa aja,” Minhyo benar benar
susah dipuji..
“silahkan kalau mau tambah lagi..aku kasih
potongan 20%,” balas Minho
“wah..serius??,” kata salahsatu prajurit
Minhyo
“hush.. mata mu kalau lihat diskon gak
bisa diam,hahahaha,” Minhyo tertawa, sudah setengah mabuk
Mereka ngobrol ngobrol.. dilihat jam
tangan oleh Minho sudah pukul 4 pagi..
Satu satu sudah mulai teler..
“kita pulang saja,” kata Letnan choi
“tuan yakin bisa pulang? Karyawan ku bisa
antarkan,” kata Minho
“saya bisa pulang..sudah biasa.. atau
tidur di mobil,hahahaha,” jawab Choi
“oh.. baiklah,”
“kapten Minhyo yang bayar, hehe,” balas
Choi lagi
Dia dan semua prajurit keluar dari ruang
restauran menuju depan..
Minho menyusul mereka,”tolong kalau mereka
tidak sanggup menyetir, antarkan,” katanya pada manager
“baik, Tuan Lee,” manager menunduk hormat
dan mengerjakan apa yang diperintahkan Minho
Minho kembali lagi ke ruangan tadi.. dia
melihat Minhyo tertidur teler , wajahnya bertumpu pada meja pendek..
“Nona shin.. bangun,” katanya mengguncang
guncang tangan Minhyo
“eeeehhh,” Minhyo hanya menggerutu..dia
akhirnya mabuk berat juga
Minho lalu mencoba mengangkat pundaknya..
membantunya berdiri dan berjalan..
“nona ini perlu diantar juga, tuan Lee?,”
tanya manager
“ah..tidak usah.. aku tahu rumahnya..biar
aku saja,” balas Minho
“baik,” manager menghormat pada Minho..
lalu Minho pergi ke parkiran dan membantu Minhyo masuk ke mobilnya
“tukang teler.. payah juga shin min hyo,”
senyumnya, dia memegang tangan Minhyo dengan lembut
Lalu ngebut ke apartmen nya Minhyo..
Sampai di apartmen..dia meraba kantung
baju Minhyo, apa ada kartu pass masuk apartment..
“nona shin mabuk lagi ya?,” kata security
“ya...,” jawab Minho,”bisa aku tahu dia no
berapa ruangannya?”
“no 9ME,” balas security
“terima kasih,” jawab Minho..dia membawa
Minhyo, menggandeng tangannya ke pundak Minho..
“ini cewek gak berat berat amat..tapi
berat juga kalau mabuk,” pikir Minho dalam hati
“teeettt,” kartu pass lulus masuk
ruangannya..
Minho berusaha melepas sepatunya pelan
pelan supaya Minhyo tidak jatuh..Minhyo benar benar tidur gak sadar lagi
“payah dia... kalau sering mabuk begini..
bahaya,” pikir Minho..
Lalu dia mencoba membuka pintu kamar
nya..membaringkan Minhyo, melepas sepatunya
“heeehh..,”katanya kecapean
Minho duduk disamping tempat tidur
Minhyo..dia sibuk memandangi wajah Minhyo
“cantik juga..padahal tomboy banget,”
Minho menurunkan tas ransel Minhyo yang tadi dipundaknya Minho.. ditaruh di
meja
“pasti isinya borgol, kartu tugas dan
senpi,” katanya dalam hati.. lalu dia duduk lagi disamping tempat tidur
Minho lalu duduk dibawah, dekat wajah
Minhyo
Pelan pelan dia memegang wajah
Minhyo..tangannya naik ke samping pundak Minhyo yang masih tidur karena teler..
“chu,” Minho benar benar mencium Minhyo pelan
pelan dan lembut..
“Jin hyu,” kata Minhyo mengigau..lalu dia
membalikkan badannya, masih dalam keadaan tidur..telapak tangan Minho tertindih
wajahnya..
“ah..aku bukan jin hyu,” balas Minho..
Minho berusaha pelan pelan melepaskan
telapak tangannya yang tertindih wajah Minhyo..dia mengelus elus rambut Minhyo
yang sebahu..
“aku cinta shin min hyo..,kamu tipikal
perempuan yang aku cari” katanya..,”aku benar benar gak tahan lagi”
Minho lalu duduk di bawah.. dagunya
ditopang diatas tangannya yang bersilang dipinggir tempat tidur Minhyo
Dia terus memandang wajah Minhyo yang
tidur..sampai akhirnya dia juga tertidur..
Minhyo berbalik lagi, wajah mereka saling
dekat..Minho sempat bangun, tapi dia malah senyum dan tidur lagi..
“aku temani Minhyo sampai bangun lagi
ya,”katanya senyum pada Minhyo yang tidur pulas, lalu dia juga benar benar
tidur..
