This is me....

Selasa, September 17, 2013

MY TWO ADORABLE WIVES (3rd PART- I LOVE SHIN MINHYO)

Minho mengantarkan Minhyo, wanita paruh baya dan si copet ke kantor polisi terdekat.. begitu sampai, tanpa ba bi bu, Minhyo langsung menarik si pencopet ke dalam kantor polisi
“kapten Shin Minhyo, distrik pusat kota seoul,” kata nya pada dua polisi penjaga yang ada di depan kantor
“siap!,” kata dua polisi itu lalu dia membantu Minhyo menyeret si pencopet
“duduk,” Minhyo kasar mendudukkan dia
“silahkan duduk, bu.. Tuan Lee,” tapi dia ramah pada wanita paruh baya yang dicopet dan juga pada Minho
“galak sekali dia,” kata Minho dalam hatinya..
“lapor.. pencopetan di daerahmu, tadi sekitar jam 21.00,” Minhyo menghormat gaya militer
“siap kapten! Akan kami tangani,” jawab kapten setempat
“siap.. terima kasih..saya serahkan padamu..saya mau pulang,” balas Minhyo
“duduk ya.. kamu baik baik menginap disini,” Minhyo menyindir si copet
“ibu tetap disini menunggu pelaporan..jika ibu tidak bisa pulang, kami siap mengantar,” kata kapten di distrik itu
“ibu tidak usah khawatir...saya bukan dari kepolisian daerah sini.. jadi saya serahkan urusan ini kepada kapten disini,” balas Minhyo
Ibu paruh baya itu menunduk hormat, berterima kasih,” terima kasih sekali bantuannya, Nona.. ditas itu ada uang bulanan dari anak saya,”
“oh..,” kata Minho,”apa..rumah nyonya jauh dari sini??kami bisa antar kalau pelaporan sudah selesai,” Minho menawarkan diri
“ah iya! Bagus itu....kita tunggu saja,” kata Minhyo mengepalkan satu tangannya ke tangan yang lain
“membantu sekalian,” lanjutnya
“kami akan tunggu diluar..nanti ibu kami antar kembali,” kata Minho ramah
“pelaporan hanya sebentar saja, Nyonya,”kata kapten divisi kriminalitas setempat
“baiklah,” kata ibu paruh baya itu,”terima kasih sebelumnya.. kalian suami isteri yang baik,” kata Ibu itu polos
Minhyo garuk garuk kepala,”ah..bukan.. tuan Lee ini teman saya,”
Minho senyum..

Mereka menunggu di ruang depan..petugas jaga menyediakan kopi untuk mereka
“terima kasih,” kata Minhyo
“siap, sama sama, kapten,” kata petugas menghormat pada Minhyo
“apa..kamu setega itu pada kejahatan??,” tanya Minho, dia menoleh pada Minhyo
“orang seperti aku..mau tidak mau..kalau bertemu mereka ya begitu.. karena biasanya, begitu mereka tahu aku ini siapa.. pembalasan mereka bisa lebih kejam daripada ke orang sipil,” jawa Minhyo
Minho memandang Minhyo yang sama sekali tidak menoleh pada Minho sama sekali..matanya lurus memandang keluar dan sambil meminum kopi pelan-pelan
“pasti nona shin kedinginan ya??,” kata Minho basa basi
“ah..enggak juga sih..Cuma.. minum kopi dalam keadaan begini cukup menenangkan,” akhirnya Minhyo menoleh juga pada Minho dan senyum
“aduh..bikin tambah deg degan..,” kata Minho dalam hatinya..
Dia ingin sekali merangkul Minhyo..tapi dia batalkan lagi niatnya itu..
“Pasti enak ya..jadi perempuan yang bisa melindungi dirinya sendiri,” kata Minho lagi
Minhyo diam sejenak..menikmati kopinya,”ah..gak juga sih.. setiap perempuan dasarnya tetap butuh perlindungan lelaki..hanya saja.. aku tidak ingin merepotkan,”
“maaf ya..soal yang tadi,” kata Minho
“yang mana??,” Minhyo balik tanya
“itu..,” Minho ragu
“yang mana ya?,” Minhyo menoleh
“ah..gak jadi, hehehe,” Minho cengengesan, Minhyo bingung
“uh..gawat nih..kenapa aku sampai mengkhayal yang enggak enggak sama dia sih? Pakai acara lihat baju dalamnya lagi..tambah parah!,” pikir Minho dalam hati
“aku lagi malas minum kopi..mau minum punyaku?,” tawar Minho
“ah..gak usah.. ini Cuma buat menenangkan diri aja,” balas Minhyo
“memang..berapa usia nona shin?,”
“aku? 30.. tuan Lee?,”
“baru 27,” jawab Minho senyum
“berani sekali ya.. 27 sudah memutuskan menikah,” Minhyo senyum dan menoleh
“aku dijodohkan orangtua ku, hehehe,” jawab Minho cengengesan lagi
“wah..apa iya..jaman modern ini ada perjodohan??,” Minhyo heran, dia meletakkan cangkir kopinya diatas meja
“benar.. aku gak bohong.. isteriku masih sepupu ku,” jawab Minho
“oh..pantas saja kalian sepertinya akrab sekali..terlihat berbeda.. berarti..cinta pertama dan terakhir dengan sepupu sendiri ya?,” kata Minhyo memandang lurus lagi sambil meniup niup kopinya
“eh..hehehehe..mungkin iya..mungkin enggak,”jawab Minho
“sudah lama..pacaran dengan tuan Kim?,” lanjut Minho
“oh..dia? sudah 4 tahun.. dulu kami satu akademi,” jawab Minhyo
“tidak berniat menikah?,” Minho penasaran
“belum.. pandangan Jin Hyu masih jauh.. aku terserah padanya,” balas Minhyo
“wah..kenapa aku jadi ngarep dia banget ya?,” kata Minho dalam hatinya
Wanita paruh baya yang tadi ikut mereka pun keluar..
“ah, Nyonya.. mari silahkan,” Minho berdiri..
Mereka keluar kantor polisi
“Rumah nyonya dimana? Biar aku antar,” kata Minho
Dia membuka pintu untuk wanita itu.. Minhyo duduk di belakang
“tidak terlalu jauh dari sini, tuan.. saya berterima kasih tuan mau membantu saya..terutama Nona ini,” kata wanita itu
Wanita itu menoleh..ternyata Minhyo tertidur di belakang..
Entah mengapa, pikiran Minho gusar lagi.. dia malah lebih galau ketika melihat Minhyo tidur..
“ah..yang penting saya antarkan sampai yang terdekat dengan rumah Nyonya,” kata Minho, mengalihkan perhatiannya pada Minhyo
Mereka sampai di depan rumah nyonya itu.. lantas langsung pamit.. Minho tidak membangunkan Minhyo..dia mengantar sendiri wanita paruh baya itu sampai depan pintu..

Minhyo membuka pintu yang berlawanan dengan pintu yang disandarkan Minhyo  sedikit untuk tidur.. dia mendekat pada Minhyo pelan pelan.. pikirannya langsung galau dan macam macam..
“wah..aku benar benar gak tahan,” Minho galau..
Lalu dia mendekat lagi pada Minhyo..dia mencuri kesempatan.. pelan pelan dia mencoba dekatkan wajahnya pada wajah Minhyo.. sementara tangannya ingin memeluk Minhyo.. tapi ternyata tangannya tidak sengaja menyentuh pundak Minhyo
Minhyo bangun dengan posisi wajah Minho sudah di depan wajahnya
“ada apa.. tuan Lee?,” katanya heran
Minho ngeles,”ah.. gak ada apa apa.. tadi aku lihat seperti ada lalat makanya aku mendekat,” dia langsung menjauh dari Minhyo
“mana??,” tanya Minhyo
“sudah terbang,” Minho ngeles lagi, agak gugup..dia mengipas ngipas udara sekelilingnya, seperti mengusir lalat..
“oh.. kenapa bisa di mobil ini ada lalat?? Apa karena jendelanya terbuka??,” Minhyo duduk seperti biasa lagi
“ya..tadi hinggap di hidung mu,” Minho berbohong
“saya pindah ke depan saja,” Minhyo keluar dan pindah ke tempat duduk depan..
Minho kembali ke tempat duduknya di depan ..lalu dia menyetir, mengantar Minhyo kembali ke apartmen nya..
Sampai di depan apartment,”terima kasih, Tuan Lee.. makanan di restauran mu enak enak,” senyum Minhyo
“iya..sama sama.. jangan ragu membawa teman kalau mau makan, hehehe,” Minho cengengesan
“pasti,” jawab Minhyo pendek..
“ah..aku permisi dulu.. selamat malam,” kata Minho..
“terima kasih..tolong sampaikan salam ku dengan isterimu,” senyum Minhyo
“iya..sama sama, Nona Shin,” balas Minho, “silahkan masuk duluan,” lanjutnya
Minhyo senyum dan masuk ke pintu paling depan apartment
“aduh, kacau.. hampir saja tadi ketahuan,” Minho masuk kemobilnya, lalu ngebut pulang..

Sampai di rumah..dia temukan ibunya masih asik membaca buku..
“eomma.. keberatan tidak... kalau ngobrol sekarang juga?,” pinta Minho duduk
“soal?,” tanya ibunya singkat
“anak, cucu eomma,” balas Minho.. Minho memang anak satu satunya di keluarga Lee.. sehingga punya keturunan sangat penting baginya..
“silahkan,” balas Ibunya.. lalu meletakkan bukunya di atas meja
“aku pikir..aku harus menikah lagi,” Minho bersuara tegas
Ibunya kaget,”APA? Kamu ini masih waras atau sedang stress?”
“aku masih sadar,” jawab Minho
“memang kamu jatuh cinta?,” kata ibunya
“apa aku pernah jatuh cinta selama ini? Eomma kan yang menjodohkan aku dengan chan chan..sehingga aku terpaksa mencintai dia,”
“ya..aku jatuh cinta pada seseorang,” lanjutnya
Ibunya berdiri,”tapi kan kamu sudah menikah, Minho.. tidak bisa seperti itu.. atau kamu ceraikan chan chan,”
“tidak bisa..atau keluarga besar kita akan saling bermusuhan kalau aku ceraikan,”
“buah simalakama,” balas ibunya
“tapi aku ingin punya anak, eomma.. chan chan sudah tidak bisa memberiku anak!,” Minho ikutan berdiri

“ah..kamu juga keras kepala,Minho,” kata ibunya
“aku mengejar keinginanku...buat keluarga kita juga,eomma,” balas Minho
“sudah kubilang,pilihannya hanya ada 3: adopsi, sewa rahim atau ceraikan chan chan..tidak dengan punya isteri dua..tidak ada,”
“tapi aku gak mau juga melepas chan chan..dia bisa bunuh diri dan kita malu,”
“tidak semua perempuan bisa punya banyak anak,itu kenyataan..eomma sendiri hanya bisa punya kamu saja,”
“akan aku pikirkan,” Minho nyerah juga sama ibunya
Akhirnya dia minta ijin masuk kamar...
“ah..!,” dia lalu mandi dan ganti baju..lalu tidur..
Di dalam tidurnya, dia mimpi lagi pacaran dengan shin minhyo..

Semua sisi dunia menghadapi pagi..apapun kondisinya, matahari tetap bersinar dipagi hari..
“jadi..kamu mau bertugas ke luar kota? Kemana?,” kata Minhyo kepada Jin Hyu
“busan..ada pelatihan sebentar,” balas Jin hyu via telepon
“lama?,”
“lumayan..hampir satu minggu...untuk kenaikan posisi,”
“oh..selamat kalau begitu Jin hyu..akhirnya menyusulku juga,hahahaha”,Minhyo pagi pagi sudah tertawa keras
“aku dengar tadi malam kamu pergi dengan seorang cowok..siapa?,”
“oh..itu tuan Lee..dia meminta aku melihat restauran nya yang satu lagi,”
“dan kamu menangkap copet lagi dan beraksi di depan banyak orang?? Kamu terlalu berani, sayang,” kata Jin Hyu
Minhyo tertawa,”hahahaha..habis..mau bagaimana lagi??instink ku sudah begitu”
“kamu dapat catatan bagus lagi kalau begitu,”
“yah..mungkin..aku hampir malas berfikir tentang catatan karir ku akhir akhir ini,”
“kenapa? Apa yang kamu bingungkan?,” tanya Jin hyu
“tidak tahu..,” balas Minhyo singkat
“soal hubungan kita?,” tanya Jin hyu lagi
“ah..aku gak menganggap itu sebuah masalah,”
“lalu?,”
“mungkin lagi merasa bosan saja kali ya?,” balas Minhyo cengengesan
“kalau bosan..kamu kan bisa liburan dengan teman teman,”
“yah..nanti lah itu.. mungkin Cuma pergi jalan jalan ke pantai,”
“aku bisa temani.. mungkin habis dari busan,” balas Jin hyu
“beneran?? Waah..aku tagih janjimu, Jin hyu!,”
“iya.sudah ya.. aku pergi dulu...bye,”

Tak berapa lama..datang juga telepon dari Minho
“pagi,Tuan Lee..ada apa?,” Minhyo heran
“hari ini apa aku ke pengadilan??,”Minho cari cari alasan untuk menelepon Minhyo
“tidak kan?? Lusa kalau tidak salah,” jawab Minhyo
“oh..aku lupa, hehe,” balas Minho
“aku...pengen ajak kamu dinner,” lanjutnya
“dinner lagi?? Kemarin kan sudah?,”
Minho garuk garuk kepala,”ya sudah kalau gak bisa”
“rencanaku hari ini penggerebekan human traficking dari philipina,” kata Minhyo serius
“kapan?,” tanya Minho
“malam..sampai pagi,” jawab Minhyo
“kamu bisa sakit kalau kerja begitu terus,” Minho berusaha mengambil perhatian Minhyo
Minhyo tertawa,”hahahahaha..minum berbotol botol bir saja aku kuat kok..apalagi Cuma menggerebek”
“masak jadi perempuan harus seperti itu terus sampai tua?,”
“pekerjaan,” balas Minhyo singkat
“lagipula..nanti aku bisa dimarahi isterimu kalau dinner terus sama kamu, Tuan Lee,” lanjut Minhyo
“kapan isterimu pulang dari RS?”
“besok,” jawab Minho singkat
“kehamilannya, baik baik kan??,” tanya Minhyo
Minho menggeleng,”tidak..terpaksa lagi dikeluarkan”
Minhyo kaget,”apa..karena kejadian kemarin??”
“isteriku memang bermasalah dengan rahimnya..ini sudah bukan yang pertama, sudah yang ke enam kali,”
“aku turut berduka,” Minhyo menurunkan intonasi suaranya..
“tidak apa..aku sudah menyerah dengan kesehatannya,” keluh Minho
“ah..masih banyak cara untuk punya anak, tuan Lee..sabar,” Minhyo mencoba menghiburnya
“mungkin dengan menikah lagi ya?hahaha,” canda Minho
Minhyo ikutan tertawa,”mau dipotong “anu” mu oleh isterimu??”
“menurutmu..kalau ada lelaki punya banyak isteri..bagus gak?,” Minho tiba tiba memancing nya dengan pertanyaan yang aneh
“itu gila..kalau aku tidak bisa, hehehe.. kalaupun terjadi.. aku akan berusaha membuat suami ku hanya pilih aku,” jawab Minhyo
“oh..jadi Nona shin tipikal pencemburu berat ya? Wah..tandanya tipe wanita setia,” puji Minho
“rasanya hampir semua perempuan seperti aku, hehe,” balas Minhyo
“tapi Nona shin tomboy.. kenapa bisa juga punya hati lembut?,”
Minho benar benar pedekate ke Minhyo
“tomboy memang dari kecil, ini susah dihilangkan karena kakak ku lelaki dan dia keras pada ku..perlakukan aku seperti laki laki,”
“tapi..aku suka loh..dengan aksi aksi Nona shin..sudah dua kali aku kagum sama Nona shin,” puji Minho lagi
“ah..itu campuran instink dan tugas,” balas Minhyo
“sepertinya sih, enggak..beneran antara hati dan memang karakter,” Minho mencoba memuji nya..tapi sepertinya Minhyo memang susah dipuji-puji..bukan karakter perempuan yang umum
“kalau ada waktu luang.. kita terus komunikasi ya?,” pinta Minho
“aku bisa mengganggu rumahtangga mu nanti, hehe,” Minhyo menolak
“ah enggak.. aku anggap Nona shin temanku.. aku suka berteman,” jawab Minho
“ya, baiklah..Cuma mungkin hanya hal hal penting saja yang ada urusannya dengan kasus kemarin,”
“okay..gak apa..,” kata Minho singkat
“ya.. aku bekerja dulu..maaf,”
“gak apa..senang hari ini bisa ngobrol dengan nona shin,” jawab Minho. Dia lantas tutup teleponnya..

“chan chan sayang..kamu sudah bisa pulang besok,” kata Minho di RS, isterinya masih berbaring lemah
“aku sudah bosan disini, Minho sayang..,” keluh chan chan
“aku mau di rawat di rumah saja,” lanjutnya
“esok kan cepat sekali..sabar ya,” senyum Minho sambil mengelus poni chan chan
“Minho sayang...,”
“apa?,”
“kamu..gak akan berpaling dari ku kan??,” tanya chan chan dengan matanya yang sayu
Minho senyum,”gak ..percayalah”
“aku benar benar membohongi chan chan..maafkan aku ya? Aku sedang suka dengan shin minhyo,” kata Minho dalam hatinya
“janji?,” pinta chan chan menggenggam tangan Minho
Minho mengangguk senyum dan membalas genggaman tangan chan chan dengan mencium tangannya
“makan yang banyak..lalu jangan berfikir macam macam lagi..aku gak mau kamu sakit lagi, sayang,” kata Minho
“aku..banyak menyusahkan Minho,”
Minho menggeleng,”ah enggak..kan sudah harusnya suami juga menjaga isteri, jangan punya pikiran seperti itu lagi ya, sayang”
“kalau..aku gak bisa punya anak lagi.. bagaimana Minho bisa sayang dengan ku?,” keluh chan chan
Minho diam sejenak.. lalu,”gak usah dipikirin, kan kita masih muda” dia senyum pada isterinya, padahal aslinya dia sangat kepikiran dan benar benar sudah mengkhayal macam macam ingin punya anak dari Minhyo
“hari ini mau makan tambahan apa??,” senyumnya lagi
“aku mau pudding karamel yang ada di restauran kita,” balas chan chan
“nanti aku minta karyawan antarkan kesini,” senyum Minho
“kerja mu bagaimana?,”
“bagus.. semakin banyak yang booking restauran..aku sengaja buka booking online internet supaya mereka gak repot,” senyum Minho
“Minho sayang lelaki yang kuat,” senyum chan chan
“sudah ya..jangan pernah merasa bersalah lagi,” balas Minho
Chan chan mengangguk,”aku ngantuk,”
Minho mengelus kepalanya,”ya sudah..tidur ya..aku keluar dulu..hari ini ada walikota mau makan siang di restauran kita bersama yang lainnya..jadi aku harus buru buru dan menjamu mereka”
Chan chan senyum lalu dia memejamkan matanya, tertidur...
Minho mencium keningnya,”rasanya..aku benar benar gak tega bilang, kalau aku lebih mencintai Minhyo dibanding isteriku sendiri”
Lalu dia keluar ruangan.. memenuhi janjinya untuk melayani sebaik mungkin walikota dan rekan rekan kerja beliau..

Hari terus berganti.. malamnya.. Minho Cuma duduk di depan kursi menonton tivi di ruang keluarga.. malamnya dia tidak ke RS lagi karena dia pikir, tanggung sekali, besok paginya dia menjemput isterinya pulang dari RS..
Malam itu sudah terbilang malam, jam 12 tepat.. dia ingat sekali katanya Minhyo akan menggerebek usaha human traficking dari filipina ke korea selatan..dan diperkirakan, mereka dipekerjakan di seoul dalam pub pub..
Minho lalu mengganti ganti channel tv...
Kemudian ada live breaking news..
“kepolisian kota seoul dalam beberapa wilayah sedang melakukan penyerbuan atas peristiwa human traficking besar besaran yang masuk ke kota ini.. mereka telah menjadi korban dan diperkirakan dari filipina, karena mereka berbicara dalam bahasa tagalog.. para polisi telah menangkap tiga orang gembong dari kejahatan tersebut, dan juga menggiring sekitar 115 orang korban.. korban akan langsung di rumahkan dalam rumah rehabilitasi di pinggiran kota seoul lalu akan dikembalikan ke kedutaan filipina untuk korea selatan dan atas kerjasama antar dua negara, mereka akan dikembalikan ke daerahnya masing masing.. ini sudah bukan pertama kali dilakukan.. berikut disamping saya sudah ada seorang perwira polisi bagian kriminal, kapten Shin Minhyo”
Minho kaget bercampur senang.. alur bola matanya jadi ceria, pupil matanya membesar ketika dia melihat Minhyo didepan tv sedang di wawancarai..
“selamat dini hari, kapten shin minhyo.. menurut kapten, sudah berapa kali kejadian yang seperti ini?,”tanya reporter
“wah.. Minhyo memang hebat!,” gak sengaja dia berbicara itu
Ibunya yang sedang membaca melihat berita itu juga,”siapa Minhyo?”
“oh..enggak eomma..dia teman ku, dari kepolisian..dia memang hebat,” Minho menoleh sebentar pada ibunya
“kok..mata mu beda sekali melihat dia?,” tanya Ibunya
“ah..enggak, kata siapa?? Dia memang hebat.. kemarin dia pula yang menolong aku dan chan chan,” Minho ngeles
“oh begitu.. itu makanya kamu puji dia,” balas ibunya
“begitulah,” jawab Minho singkat
“ini sudah terjadi yang ketiga kalinya, satu dari china, satu dari korea utara,” jawab Minhyo
“menurut anda.. operasi mana yang paling sulit?,” tanya reporter lagi
“tentu dari korea utara,” Minhyo senyum,”sebab sampai saat ini, kita masih bermasalah antar negara”
“apa..kepolisian ada tindak lanjut dalam peristiwa saat ini?,”
“biasanya kami akan merumahkan mereka, mengembalikan kondisi psikologi mereka.. anda bisa lihat sendiri kalau mereka akan dipekerjakan sebagai PSK ..hampir 90% mereka wanita.. dan lelaki biasanya dipekerjakan sebagai buruh.. jadi untuk mengembalikan psikologi mereka, sementara mereka akan ditampung, diberi konseling, di data, lalu kami akan bekerjasama dengan embassy filipina untuk memulangkan mereka”, jawab Minhyo
“bagaimana dengan para gembongnya?? Menurut kapten..apa dia orang lama?,”
“kemungkinan orang lama, dia pandai berbahasa korea.. jika benar, maka mereka bertiga akan minimal dihukum 10 tahun penjara,” jawab Minhyo
“waah...Minhyo memang cewek pintar..aku makin cinta sama dia,” kata Minho dalam hatinya. Pikirannya penuh dengan Minhyo dan Minhyo..
“terima kasih, kapten shin minhyo..selamat bertugas dan selamat pagi sekali,” senyum reporter.
“selamat pagi, terima kasih,” balas Minhyo dengan senyum, lalu dia menuju kumpulannya lagi bersama beberapa polisi
Minho mengalihkan lagi channelnya ketika wawancara sudah selesai..
“cepat sekali beritanya..langsung kamu pindahkan,” kata ibunya
“ah enggak..Cuma mau lihat temanku saja,hehe,” Minho ngeles
“aku pergi tidur dulu, eomma..chu,” Minho mengecup pipi ibunya dan ijin ke kamarnya
Di dalam kamar yang sangat besar itu, dia berbaring..
“Shin Minhyo..aku benar benar jatuh cinta sama kamu..,” katanya mengawang ngawang..

“toss!!,” semua berteriak sambil menuangkan bir
“gila.. hari ini kita lelah sekali ya, kapten,” kata salah seorang prajurit
Minhyo mengangguk,”aku ngantuk banget..untung kita dibantu sama yang lain, hahaha”
“kapten shin satu satunya wanita tadi loh..hebat,” kata prajurit nya yang dia bawa..
“tapi aku suka kapten shin tadi.. tidak keras terhadap wanita wanita yang tadi jadi korban.. padahal mereka sudah panik dan lari lari.. tapi kapten shin malah ramah dengan mereka,” kata prajurit yang lain
“ah..mereka itu korban.. mereka kan terpaksa ke negeri ini biar dapat uang,” jawab Minhyo sambil menenggak bir nya
“aku kenal kapten shin minhyo kalau tugas memang keras, hahahaha,” kata letnan Choi, dari wilayah lain..
“ah.. letnan choi bisa saja.. ayo minum dulu..,” Minhyo mengangkat gelas bir nya untuk letnan Choi..
“eh..ini restauran temanku.. kita mungkin bisa dapat discount,” Minhyo baru ingat kalau dia di restauran milik Minho
“sebentar..aku telepon dia dulu,” lanjutnya
“wah..asik nih kalau dapat potongan harga,” balas letnan choi
Minhyo menelepon Minho,”annyeong haseyo, tuan Lee..aku ada di restauran mu..,”
Minho senang sekali Minhyo meneleponnya,”ah.. bener?? Yang mana?? Aku kesana ya?,”
“tidak usah..aku Cuma mau minta potongan harga, hehehe,” suara tertawa Minhyo..dia sudah agak teler..
“ya..nanti aku bilang manager disana.. tapi..aku kesana deh.. yang mana?,” tanya Minho lagi. Dia benar benar ingin ketemu Minhyo
“emerald,” balas Minhyo
“ah, baik..aku kesana,” Minho langsung menutup teleponnya dan meluncur cepat kesana dengan mobilnya
“tuh kan.. dapat diskon, hahahaha,” Minhyo tertawa
“wah.. asik.. ,” prajurit prajuritnya meneruskan minumnya
“besok kalian boleh libur.. aku dah minta ijin.. hari ini kan kita lelah sekali,” balas Minhyo
“siap, kapten.. terima kasih,” kata semua prajuritnya yang lagi minum disana
“hey.. kalian ini terlalu asik jadi anak buahnya kapten shin ya?,” tanya Choi
“kami stress kalau mimpinan terlalu kaku, letnan, hehehe,” salah seorang prajurit Minhyo cengengesan
“loh..bukannya aku ini sudah galak banget sama kalian ya?berapa kali aku gampar kamu, Han Young?,” kata Minhyo
“siap kapteeennn..kapten tu galak di dalam..asik diluar,hehehe,” jawab Han young, prajurit bawahannya
“ah..sudah sudah.. minum lagi,” kata yang lainnya
“toss!!,” semuanya teriak mengangkat gelas bir nya
Mereka benar benar teler habis bekerja keras..
Minho datang, dia langsung menghampiri mereka yang menyewa tempat di ruangan khusus yang tertutup..
“Nona Minhyo..semuanya.. selamat pagi,” katanya menunduk hormat
“Semuanya.. ini tuan Lee.. pemilik restauran ini,” kata Minhyo memperkenalkan diri
Minho menunduk hormat pada mereka, mereka membalas dengan lambaian tangan
“hi, tuan.. dapat diskon gak nih?,” kata letnan choi
“dapat, hehehe,” balas Minho
“selamat ya.. untuk semuanya.. Hebat sekali..tadi aku lihat ditivi.. live breaking news,” katanya lagi
“Nona shin hebat,” puji Minho lagi
“ah enggak..biasa aja,” Minhyo benar benar susah dipuji..
“silahkan kalau mau tambah lagi..aku kasih potongan 20%,” balas Minho
“wah..serius??,” kata salahsatu prajurit Minhyo
“hush.. mata mu kalau lihat diskon gak bisa diam,hahahaha,” Minhyo tertawa, sudah setengah mabuk
Mereka ngobrol ngobrol.. dilihat jam tangan oleh Minho sudah pukul 4 pagi..
Satu satu sudah mulai teler..
“kita pulang saja,” kata Letnan choi
“tuan yakin bisa pulang? Karyawan ku bisa antarkan,” kata Minho
“saya bisa pulang..sudah biasa.. atau tidur di mobil,hahahaha,” jawab Choi
“oh.. baiklah,”
“kapten Minhyo yang bayar, hehe,” balas Choi lagi
Dia dan semua prajurit keluar dari ruang restauran menuju depan..
Minho menyusul mereka,”tolong kalau mereka tidak sanggup menyetir, antarkan,” katanya pada manager
“baik, Tuan Lee,” manager menunduk hormat dan mengerjakan apa yang diperintahkan Minho
Minho kembali lagi ke ruangan tadi.. dia melihat Minhyo tertidur teler , wajahnya bertumpu pada meja pendek..
“Nona shin.. bangun,” katanya mengguncang guncang tangan Minhyo
“eeeehhh,” Minhyo hanya menggerutu..dia akhirnya mabuk berat juga
Minho lalu mencoba mengangkat pundaknya.. membantunya berdiri dan berjalan..
“nona ini perlu diantar juga, tuan Lee?,” tanya manager
“ah..tidak usah.. aku tahu rumahnya..biar aku saja,” balas Minho
“baik,” manager menghormat pada Minho.. lalu Minho pergi ke parkiran dan membantu Minhyo masuk ke mobilnya
“tukang teler.. payah juga shin min hyo,” senyumnya, dia memegang tangan Minhyo dengan lembut
Lalu ngebut ke apartmen nya Minhyo..

Sampai di apartmen..dia meraba kantung baju Minhyo, apa ada kartu pass masuk apartment..
“nona shin mabuk lagi ya?,” kata security
“ya...,” jawab Minho,”bisa aku tahu dia no berapa ruangannya?”
“no 9ME,” balas security
“terima kasih,” jawab Minho..dia membawa Minhyo, menggandeng tangannya ke pundak Minho..
“ini cewek gak berat berat amat..tapi berat juga kalau mabuk,” pikir Minho dalam hati
“teeettt,” kartu pass lulus masuk ruangannya..
Minho berusaha melepas sepatunya pelan pelan supaya Minhyo tidak jatuh..Minhyo benar benar tidur gak sadar lagi
“payah dia... kalau sering mabuk begini.. bahaya,” pikir Minho..
Lalu dia mencoba membuka pintu kamar nya..membaringkan Minhyo, melepas sepatunya
“heeehh..,”katanya kecapean
Minho duduk disamping tempat tidur Minhyo..dia sibuk memandangi wajah Minhyo
“cantik juga..padahal tomboy banget,” Minho menurunkan tas ransel Minhyo yang tadi dipundaknya Minho.. ditaruh di meja
“pasti isinya borgol, kartu tugas dan senpi,” katanya dalam hati.. lalu dia duduk lagi disamping tempat tidur
Minho lalu duduk dibawah, dekat wajah Minhyo
Pelan pelan dia memegang wajah Minhyo..tangannya naik ke samping pundak Minhyo yang masih tidur karena teler..
“chu,” Minho benar benar mencium Minhyo pelan pelan dan lembut..
“Jin hyu,” kata Minhyo mengigau..lalu dia membalikkan badannya, masih dalam keadaan tidur..telapak tangan Minho tertindih wajahnya..
“ah..aku bukan jin hyu,” balas Minho..
Minho berusaha pelan pelan melepaskan telapak tangannya yang tertindih wajah Minhyo..dia mengelus elus rambut Minhyo yang sebahu..
“aku cinta shin min hyo..,kamu tipikal perempuan yang aku cari” katanya..,”aku benar benar gak tahan lagi”
Minho lalu duduk di bawah.. dagunya ditopang diatas tangannya yang bersilang dipinggir tempat tidur Minhyo
Dia terus memandang wajah Minhyo yang tidur..sampai akhirnya dia juga tertidur..
Minhyo berbalik lagi, wajah mereka saling dekat..Minho sempat bangun, tapi dia malah senyum dan tidur lagi..
“aku temani Minhyo sampai bangun lagi ya,”katanya senyum pada Minhyo yang tidur pulas, lalu dia juga benar benar tidur..