This is me....

Kamis, Mei 15, 2014

My 3 Supernatural Beloved Kids (Part 1: Apa.. Anakku Kembar tiga??)

Starring: Lee Minho, Park Minseo, Lee Jin Ho, Lee Young Joon, Lee Hana.

“Aku senang akhirnya kita menikah juga,” Lee Minho, cowok usia 30 tahun, hari itu menikah dengan seorang cewek berusia 37 tahun, Park Minseo. Mereka liburan honeymoon di pulau Jeju yang indah.
“harus punya anak segera.. usia mu kan mendekati 40 tahun, Minseo..,” Minho manja, manyun dengan isterinya itu
“hey.. siapa suruh kamu menikah dengan yang lebih tua??,” canda Minseo, dia menuangkan jus tomat ke dalam gelas Minho
“harus bisa.. 3 bulan ke depan harus ada anak diperutmu!,” Minho menciumnya
“euh.. genitnya Nampyeon ku,” Minseo membalas dengan mengelus pipi Minho
Minho berdiri,”ayo.. ronde berikutnya,” dia membopong Minseo ke kamar
“aah.. Minho nakal!,” balas Minseo


Hari dan dan bulan-bulan berlalu...
“ya.. Nyonya Lee hamil 2 bulan, Tuan Lee.. Chughaeyo,” kata dokter kandungan
Hananim gamsahabnida.. gambsahabnida, Uisa..,” Minho senang sekali dengar berita isterinya akhirnya mengandung
“hati hati ya.. Nyonya sudah berusia diatas 35 tahun loh,” senyum dokter kandungan
Mereka pulang dengan hati senang
“usia 35 tahun lebih itu terbilang rawan dalam sebuah kehamilan. Tapi Nyonya tidak perlu khawatir kalau memang melaksanakan hidup sehat. Sebaiknya Nyonya makan makanan yang bergizi, cukup istirahat, tidak banyak pikiran, dan olahraga ringan,” dokter menasehati
“baik... saya coba lakukan, dokter,” senyum Minseo.
Minseo melewati hari harinya dengan berhenti bekerja, pekerjaannya sebagai manager dia putuskan dan berhenti konsentrasi mengurus kehamilannya saja.

“kamu tidak capek kan, sayang??,” kata Minho senang ditelepon kepada isterinya
Minseo menggerakkan panci kecil yang dia ambil dari lemari atas dengan matanya..
“syuut,” panci kecil bergagang itu keluar dari lemari yang tinggi, yang Minseo biasanya minta tolong Minho mengambilkan untuknya, lalu dengan kekuatan mata nya, dia juga menyalakan pematik api kompor gas lalu menggeser panci kecil itu ke kran dan merebus air untuk merebus sayur, sementara dia hanya duduk di kursi makan.
Dia tertawa sendiri cekikikan, Minho heran
“kenapa, sayang? Kok senang sekali??,” tanya Minho dari jauh
“ah.. enggak apa, Nampyeon.. aku sedang masak”, jawab Minseo santai
“Masak?? Tidak capek??,” tanya Minho
Ani.. aku suka memasak..aku belajar masak,” balas Minseo
“Masakanmu sudah lezat kok, sayang...hati hati ya.. kandungannya.. jangan sampai capek..aku pulang malam ini.. bisnis bagus.. ini berkat anak kita,” senyum Minho
hwaiting, heoni Minho.. salanghae.. i love you,honey,” goda Minseo, memanjakan suaminya dengan kata kata
“tunggu aku malam ini ya.. aku bawa oleh oleh spesial untuk kamu,” kata Minho lagi
“pasti.. cepat pulang ya, honey,” balas Minseo
Minseo masak dengan hanya duduk saja, dia fokus menggerakkan segala barang barang dengan matanya.

Malamnya, Minho pulang..
“Aku pulang...eodi gyeseyo, Minseo..heoni??,” dia gembira pulang ke rumah, membawa sebuah kotak
Minseo tidak mendengar suara Minho.. ternyata dia sedang asik bermain catur sendirian tapi mengangkat bidak bidak dengan matanya..
“Minseo.. Heoni.. eodi gyeseyooo??,” Minho teriak, Minseo baru sadar
“ah.. suami ku pulang,” dia main menghentikan permainannya, beberapa bidak catur jatuh ke lantai
heoni.. nan yeogie! Aku disini sayang...,” Minseo datang padanya lalu memeluknya.
Minho mengangkat badan Minseo,”Hup!! Wah.. isteriku berat sekarang.. biasanya ringan sekali,”
Minho melihat beberapa bidak catur dilantai
“main catur?? Memang bisa main catur sendirian??,” senyum Minho. Dia lalu mencium mesra isterinya
“iya.. aku kangen main catur sama kamu.. jadi main sendiri deh,” keluh Minseo, tapi manja
Minho menurunkan Minseo, lalu mengambil beberapa bidak catur dilantai,”besok aku mau libur sebentar.. kita puas puasin main caturnya,”
Dia mengerling pada Minseo.
“perutmu besar sekali ya.. padahal baru 2 bulan lebih sedikit loh,” Minho mengelus elus perut Minseo
“uhmm... jangan jangan kembar??,” pikir Minseo, dia memutar mutar bola matanya, Minho cekikikan melihat ekspresi Minseo
“kamu ini seperti lebih muda dari aku deh, sayang..,” Minho menggendongnya lalu masuk kamar
“hey.. ah... Minho nakal sekali!!,” teriak Minseo

Disebuah rumah fortune atau peruntungan... tepat hari ke 100 perhitungan kehamilan Minseo..
“Kalau dilihat dari sini.. yang anehnya adalah: ini ada malaikat dan ada raja bersamaan dengan sisi kartu anak anak kalian,”
Mereka datang ke seorang peramal yang cukup terkenal di kota Seoul
“maksudnya bagaimana, Kang-ssi??,” Minho heran. Minseo santai saja mengikuti alurnya sang peramal
“disini terlihat.. mari saya buka satu persatu.. disamping kiri ada iblis yang akan berusaha menyerang raja.. ini ada di kartu anak kalian nanti,”
Minho memperhatikan dengan serius, Minseo masih santai saja.
“Iblis ini adalah semacam cobaan hebat.. kemungkinan anak Anda berdua akan mengalami cobaan hebat dari berbagai pihak yang akan jahat pada mereka... lalu ini Raja berdampingan dengan Malaikat.. anak Anda akan dikaruniai sebuah bakat hebat,”
“wow.. Anak kita, sayang.. aku bersyukur sekali,” Minho senang
“tetapi.. akan banyak membawa masalah pada kalian,” lanjut tuan Kang
“munje-ui eotteon jonglyuui??,” Minho malah jadi kepikiran
jinjeong haseyo, honey.. dont worry,” kata Minseo menenangkan hati Minho. Minho memang tipikal cowok moody, panik
“ah, sayangku.. ini penting,” balas Minho,”jadi.. maksudnya.. cobaan apa... masalah apa, Kang-ssi??”

“masalah ini akan berhubungan dengan Anda juga, Tuan Lee,” jawab Kang
“Anda dan anak anda akan saling membawa masalah,” lanjut Kang, wajahnya serius
“aduh.. masalah apa, Kang-ssi??,” Minho makin panik
“tenang, sayang.. ini kan hanya ramalan saja,” kata Minseo, menangkan suaminya itu
“tidak bisa, sayang.. ini penting,” balas Minho,”jelaskan pada kami apa yang akan terjadi.. dan kami harus apa, Kang-ssi,”
“Minho ini.. panik sekali,” keluh hatinya Minseo.
“anak anda akan mempunyai kekuatan yang berasal dari alam,” kata Kang mulai menjelaskan,”namun.. kalau kita buka kartu Anda, Tuan Lee.. anda akan menemukan masalah dengan kekuatan mereka”
“Apa.. artinya ini kutukan untuk keluargaku??,” Minho sudah mulai berpikir yang tidak tidak.
Ani, Tuan Lee.. tetapi kekuatan ini akan memberikan perlawanan pada Anda,” balas Kang, serius.
“apa mereka akan membahayakan jiwa ku??,” tanya Minho lagi
Kang membuka kartu di baris ke dua yang ada orang dengan membawa pedang dan kuda, seperti ksatria tapi dibelakangnya ada bayangan gelap
“jadi.. aku harus bagaimana nanti, Kang-ssi?? Kalau mereka sudah lahir??,” Minho jadi kepo..tanya terus..
heoni.. kamu tidak perlu sampai sepanik ini, sayang,” Minseo mencoba mengingatkan Minho lagi
“suatu hari... Anda akan dibantu anak sendiri dalam menyelesaikan masalah.. tetapi..anak anak Anda akan juga menciptakan masalah,” kata Kang lagi
“lalu...untuk bisa menangkalnya.. bagaimana??,” tanya Minho lagi, dia penasaran dan khawatiran.
“Anda sebaiknya mencari bunga anggrek ungu lalu ditaruh di kamar anda selama kehamilan isteri,” nasehat Kang si peramal
“baik, Kang-ssi.. selepas ini aku akan cari,” jawab Minho

“Minho.. sayang.. kamu terlalu panik dengan penjelasan peramal Kang,” keluh Minseo di dalam kamar mereka
Disana sudah ada vas bunga beserta anggrek ungu, sesuai dengan nasehat dari si peramal tersebut
“ini kan hanya anggrek saja, sayang.. ,” balas Minho
“tapi kamu terlalu khawatir.. hanya sebuah ramalan saja.. jangan terlalu dipercaya, Nampyeon,” bujuk Minseo.
“ingat tidak.. waktu kita mau menikah.. lalu kita pergi ke peramal?? Katanya aku bakalan menyusahkan mu.. tapi???,” lanjut Minseo lagi
Minho menoleh,”tapi.. kamu menyusahkanku kok,” dia cemberut
“di mana aku menyusahkanmu??,” Minseo heran
“disini.. ummm..chu,” Minho malah menciumnya, lalu tertawa
“ih..menyebalkan,” balas Minseo, memencet hidungnya Minho sampai Minho mengaduh.
Minho lalu melipat tangannya,”eh.. beneran aku khawatir sekali.. tapi.. yang aku herankan.. kenapa peramal Kang menceritakan bahwa anak kita bakalan diberikan kekuatan dari alam?? Apa maksudnya??”

“umm... mungkin.. semacam punya kekuatan supranatural begitu??,” kata Minho lagi
Minseo berfikir,”Minho tidak boleh tahu,” katanya dalam hati
“ah... maksud mu.. anak kita akan jadi anak indigo..seperti di tivi begitu??”
“ah.. masak iya bisa begitu??,” Minho heran, menoleh pada Minseo
“tapi... kan tidak ada yang dari kita punya kekuatan aneh aneh macam itu,” Minseo senyum manis pada Minho
“siapa yang tahu?? Mungkin dari garis keluargamu??,” tanya Minho sambil cemberut
“Rasanya keluarga ku tidak punya yang seperti itu,” jawab Minseo
“yakin?? Kalau dikeluarga ku sih.. memang tidak ada.. semua biasa saja..,” balas Minho..
“yakin... yagsog... aku janji,” balas Minseo berjanji

Hari minggu.. keluarga Minho datang ke rumah mungil mereka..
“kyaaa... Minseo... menantu Eomma yang cantik,” ibunya Minho kecentilan memeluk menantunya yang sedang hamil itu
“sudah empat bulan ini.. tapi kok besar sekali ya??,” kata ibu mertuanya lagi setelah selesai memeluknya
“iya, Eomma.. aku juga tidak tahu.. kami belum USG,” senyum Minseo
“harus segera loh.. jaman sekarang, banyak banget tantangan hamil.. apalagi kamu sudah mau 40 tahun..harus pandai pandai jaga kesehatan,” bujuk ibunya Minho
“iya, Eomma.. besok mau diperiksa,” senyum Minseo
“Minho..kamu sudah datang ke peramal Kang kan??,” kata ibunya lagi, mereka makan siang sama sama
“kamu percaya banget dengan ramalan sih, Bu??,” kata ayahnya Minho, ke isterinya sendiri,”jangan dipercaya hal seperti itu... jaman sudah modern begini”
Minseo nyengir kuda, dia sebenarnya setuju dengan ayah mertuanya yang tidak terlalu berfikir banget hal-hal seperti itu, biar dia perempuan, dia termasuk yang memakai logika untuk menyelesaikan masalah.

“tidak bisa begitu, suamiku.. Ramalan tuan Kang itu banyak yang benar,” balas isterinya
“ah.. mana?? Dua tahun lalu dia meramal Minho katanya akan mendapatkan masalah dengan menikah dengan Minseo, menantu kita.. sampai sekarang tidak ada buktinya,” jawab ayahnya Minho
“kamu ini..selalu ada cara untuk mengelak apa yang aku katakan,” balas ibunya
“ah.. Eomma..sudah biarkan saja.. lagipula..aku kan sudah menaruh bunga setiap waktu untuk menghalau kejadian sial selama kehamilan Minseo,” balas Minho
“itu syarat dari peramal Kang pada keluargamu??,”
Minho mengangguk menjawab pertanyaan ibunya.
“menurut mu, Minseo.. apa peramal Kang itu sakti??,” kata ibunya Minho
“umm.. menurutku biasa saja, ibu... dan.. aku tidak terlalu percaya kalau nanti anak anakku akan menyusahkan aku dan Minho,” jawab Minseo, pede
“harus jadi cucu pertama yang manis,” senyum ibunya Minho,”waktu kecil.. Minho manis sekali.. banyak yang suka dengannya”
“itu kan karena kamu sering sekali ajak Minho jalan jalan pagi dan sore ke playground.. sampai kamu rasanya tidak punya waktu memasak untukku,” keluh ayahnya Minho, mengenang kembali rumahtangga nya yang sudah terbina lama
Minseo tertawa kecil,”ah.. Eomma ternyata terlalu memanjakan Minho.. pantas saja sekarang dia juga manja, hehehe”
Ayahnya Minho tertawa,”Eomma mu itu anggap Minho sudah sebagai raja di rumah..”
“tapi Minho mandiri.. aku tidak salah mendidiknya bukan??,” bela Ibunya Minho untuk dia dan anaknya
Minseo senyum,”iya, Eomma.. aku bersyukur dapat Minho”

Minggu berikutnya, Minho dan Minseo datang lagi ke dokter..
“Tuan dan Nyonya Lee.. ini sebuah hal yang menakjubkan,” kata dokter kandungan
Minho melihat USG bayi mereka yang sedang bergerak,”wow.. kembar 3”
Minseo senyum,dia gembira sekali,”wah.. padahal dikeluarga ku tidak ada yang kembar.. pantas saja perutku sudah besar sekali”
“Makanmu juga jadi gila.. seperti pegulat,” canda Minho
Dokter kandungan tertawa kecil,”belum terlihat jenis kelaminnya.. menunggu 1 bulan lagi.. tapi ukurannya memang lebih kecil dari bayi tunggal,”
“apa berarti harus caesar ya??,” tanya Minho
“pasti.. Lee-ssi.. karena kembar 3 butuh waktu lama untuk melahirkan normal..dan Nyonya Lee juga wajib sehat”

Sampai di rumah, Minho mengabarkan berita penting pada ibunya, sementara Minseo sedang memasak makan malam mereka.
Minseo menoleh kanan kiri.. dia seperti ingin melakukan sesuatu tapi tidak ingin Minho tahu.
“set set set..,” ternyata dia masak dengan gerakan super cepat yang susah sekali diikuti oleh mata biasa, sementara Minho masih tetap menelepon ibunya tanpa menoleh pada Minseo
“iya, Eomma.. kembar tiga.. wah.. ini berat enggak ya??,” kata Minho, dia sudah khawatir duluan
“kamu ini.. kamu harus tetap semangat, Minho.. enggak kebayang.. Eomma punya cucu sekaligus tiga.. membahagiakan sekali. Oh! Eomma enggak sabar deh,” Ibunya kumat lebay nya
“Eomma dan Appa.. mau bantu aku kan.. persiapan kelahiran Minseo??,” pinta Minho
Sementara Minseo mengintip dari dapur,”ah.. Minho masih telepon..aman”, katanya dalam hati
Semua benda dia gerakkan dengan cepat, termasuk api saat memasak
Minho terus bicara dengan ibunya, sampai akhirnya selesai.

“Minseo..sudah selesai masaknya??,” teriak Minho dari ruang tamu
Minseo langsung memberhentikan kegiatan super cepatnya itu,”ah.. iya Nampyeon..sebentar lagi.. tunggu”
Minho ke dapur,”wah.. cepat sekali masaknya.. masak apa saja sih??,” dia mencium tiga masakan yang ada di depannya
“umm... ini,” Minseo menunjukkan satu lagi
“wah.. pudding manis buah kiwi..aku suka,” Minho memeluk isterinya dari belakang
“ayo makan..aku lapar sekali,” senyum Minseo
“eh..tapi sayang.. kamu kan masak tepat pas aku telepon ya.. 15 menit yang lalu?? Hebat sekali kamu bisa masak semua ini dengan cepat.. pakai resep apa??,” Minho agak bingung dengan kecepatan kerja isterinya
Minseo jadi sedikit panik,”ah..enggak kok, Heoni...ini biasa kok..”
Minho gak pikir panjang lagi, dia mencium isterinya,”aelasseo.. ayo makan... nanti bayi kita lapar loh...”

“kamu kuat sekali makan 3 porsi lebih??,” Minho melotot kaget lihat makan isterinya
Minseo makan dengan lahap,”Ye.. aku lapar sekali,”
Dia hanya sedikit menyisakan pudding nya, Minho manyun.
“lalu.. masak aku cuma kebagian 2 iris pudding??,” keluhnya
Minseo tertawa,”aku lapar, Minho, hahaha”
Minho malah jadi topang dagu melihat isterinya makan,”hai, Minseo.. kamu kepikiran gak sih.. soal apa yang dikatakan peramal Kang??”
“yang mana??,” tanya Minseo santai.. dia malah menyuapi Minho pudding yang ada di piring kecilnya
“aamm,” balas Minho,”itu loh.. yang katanya anak kita bakalan punya bakat hebat alami”
“Ah..enggak percaya.. peramal Kang kan hanya menebak satu anak.. padahal anak kita akan kembar.. dia salah lagi dong?? Hehe”, balas Minseo enteng. Dia malah memainkan sendoknya ke mulut Minho
“eh.. aku minta.. kamu jahil sekali, Minseo.. itu bagianku,” balas Minho, ketika dia ingin memakai pudding dari suapan Minseo, tapi malah ditarik kembali oleh isterinya  itu.
“ah.. hahahaha.. habisnya.. kamu ini terlalu khawatir sekali, Heoni Minho.. santai saja,” balas Minseo

“aku selalu khawatir akan masa depan keluarga,” kata Minho,”kamu kenapa tidak??”
“aku khawatir juga kok.. tapi kan.. aku tidak ingin kita terlalu heboh,” jawab Minseo,”Eomma ku tidak masalah aku nikah dengan mu yang lebih muda.. Eomma kan anggapnya kamu dewasa.. eh.. kalau nanti Eomma tahu kamu khawatiran dan seperti anak-anak..aku bisa diceramahi deh”
“aku kepikiran sekali perkataan peramal Kang,”
Minseo mengusap usap poni Minho,”dont worry.. biasa saja.. kan aku yang akan urus mereka..kamu cari uang saja yang banyak untuk sekolah mereka”
“jadi..aku gak bisa gendong anak anakku??,” Minho jadi agak sensitif
Minseo menggeleng,”Anieyo.. bukan itu maksudku, heoni.. tapi.. soal pendidikan.. aku yang paling utama”
Minho menolak,”eh..enggak bisa.. aku akan jadi Appa buat mereka.. jadi aku juga bisa dong.. asuh mereka?? Tentukan mereka sekolah dimana??”
Dia merasa tersaingi dengan isterinya sendiri,”gak bisa dong.. aku kan ayah mereka..aku juga harus pikirkan nasib mereka”
Minseo mengusap usap poni Minho,”umm..semua kan belum muncul di dunia ini”, dia mencium Minho.

“semoga saja perkataan peramal Kang enggak bikin aku stress,” kata Minho.
“enggak deh.. percaya aku,” senyum Minseo
“aku khawatir kan..dengan masa depan anak anak,” balas Minho lagi
“enggak deh.. percaya aku.. jadikan saja ramalan itu buat hati-hati..,” kata Minseo lagi
“aku masih bingung.. apa diantara leluhur kita..ada yang punya kekuatan alam??,” tanya Minho lagi,”terus..”
Sebelum Minho selesai bicara, Minseo iseng memasukkan sendok yang berisi pudding ke mulut Minho
“ih.. nakal sekali,” goda Minho,”aku belum selesai bicara”
Minseo tertawa,”eh..suamiku seperti anak anak...”
Minseo diam di depan Minho, memberikan piring yang berisi pudding,”untukmu saja.. aku sudah kenyang”
Minho makan pudding yang diberikan isterinya, Minseo melihatnya.
“jangan sampai Minho tahu kalau aku dan beberapa keluargaku sangat berbeda dengan kebanyakan orang”, gumam hatinya Minseo
Minho kembali melihatnya,”kok bengong?,” katanya pada Minseo
“ah...enggak.. aku senang kalau Heoni suka dengan masakanku,” jawab Minseo cepat
“terpesona dengan cakepnya aku ya??,” Minho malah menggoda lagi

“eh.. bisa saja deh,” Minseo mengalihkan pandangannya, lalu menarik tangan Minho ke kamar.
Pintu kamar masih terbuka ketika mereka sedang asik pacaran..
Minho terus mencium wajah isterinya... Minseo senyum senyum saja..
Minho menariknya ke tempat tidur.. lalu Minseo diam diam menggerakkan sedikit tangannya..
“brakk...kreett,” pintu tertutup, Minho malah berhenti mencium isterinya dan kaget
“eh.. pintu bergerak??,” katanya, aneh
“oh.. itu... tadi ada angin.. masak sih kamu gak rasa, sayang??,” tanya Minseo
Minho menggeleng,”Anieyo.. sepertinya tidak ada angin sama sekali.. apa jendela dapur terbuka??,”
“ah.. mungkin,” kata Minseo, dia menuju pintu.. ingin membuka kembali pintu kamar
“eh..gak usah.. biar.. hehe,” Minho menarik lagi tangan isterinya..
Mereka mesra mesraan lagi di kamar..

Bersambung ke part 2...