Starring: Lee Minho, Jung YoungHwa
Areum masih memandang Minho yang sedang
ambil foto di dekat kolam renang. Dia melihat dari balkon lantai ke 15.
Jun Woo menghampiri,”Eonni.. kenapa sih.. eonni sepertinya tidak sayang Oppa??”
”dia bukan pacarku,” jawab Areum judes
kepada adiknya sendiri
”Eonni terlalu galak dengan Oppa,” balas
Jun Woo lagi
”kamu tidak mengerti juga ya?? Eonni
ulangi: geuneun nae namja chingu (cowok itu
bukan pacarku-red).. mengerti??,”
Jun Woo mengangguk dan tidak berani
melihat wajah kakaknya,”mengerti, eonni”, katanya dengan suara agak lemas,
takut dimarahi kakaknya sendiri
“kalau mengerti.. jangan lagi
singgung-singgung tentang cowok itu,”
Jun Woo mengangguk,”ya.. baiklah Eonni.. mian haeyo”, katanya minta maaf dan
menyesal.
Dia jadi membayangkan tadi ketika dia
keluar ruang makan dengan sambil menangis dan sedikit terisak, seorang ibu
nyeletuk menggosip tentangnya dengan Minho dan mengatakan,”sepertinya anak
perempuan ini tipe vulgar terhadap pacarnya..berani sekali dia..apa tidak malu
dengan orang tuanya??”, kata-kata orangtua itu seperti menghajar kepalanya
kalau dia tidak diajarkan orangtuanya selama ini.
“tapi..kalau bukan namjachingu.. kenapa Eonni sedari tadi belum mandi juga dan malahan
lihat Oppa itu??,” Jun Woo dengan polos tanya lagi
Areum baru sadar..sedari tadi dia memang
hanya memperhatikan Minho, tanpa Minho sadari. Dia langsung berdiri dan menuju
lemari pakaian, mengambil baju dan pergi ke kamar mandi.
“aku lupa..kalau temanku akan datang
kesini,” gumamnya
“Minho...tampaknya kurang asik kalau cuma
kamu sendirian saja di sesi foto ini..kamu gak bawa teman ya?? Script disini
sih memang sendirian saja.. tapi kok malah produknya minuman ringan ya?? Gak
bagus ini skriptnya,” kata pengatur gaya
“wah..aku enggak tahu..aku hanya baca..aku
coba hayati lalu ya lakukan,” jawab Minho sambil juga memegang skrip dan
diberikan lagi foundation oleh Dae Sung, periasnya
“eh..jangan tebal banget ya.. nanti
wajahku jerawatan,” kata Minho pada Dae Sung
“loh.. Oppa.. kenapa ini bibir??,” tanya
Dae Sung
“digigit cewek,” balas Minho agak jutek
“wah.. hot
sekali,” balas Dae Sung. Minho enggak cerita kalau itu akibat phobia dia yang
takut gelap, Minho memang suka menyembunyikan ketidaksempurnaannya di depan
orang-orang.
“pakai lip
tint saja deh,” kata Dae Sung, dia mengoleskan lip tint ke bibir Minho
“eh.. lalu gimana?? Ini tetap jalan kan...
iklannya??,” Minho bertanya pada pengatur gaya dan sutradara
“ya..
mau bagaimana lagi? Eh.. kamu ada teman cewek disini tidak?? Yang gigit
bibir kamu cewek kan?? Hahaha,” canda sutradara
“ya.. cewek.. tapi jangan deh.. jelek
banget,” gerutu Minho
“kasar lagi,” tambahnya
Semuanya tertawa,”jelek?? Masak sih??
Bukannya seleramu tinggi banget seperti Kang Hee Yeon itu misalnya??”. Kang Hee
Yeon mantan pacar Minho.
“makanya..menyebalkan,” Minho
menyembunyikan perasaannya
“oo... tapi coba aku lihat dulu deh...asik
juga loh...hot sepertinya,” kata sutradara, santai
Yang lain tertawa, Minho jadi merasa
dibully dan dia membela dirinya,”gak pantes dipasangkan dengan ku”
“jago beladiri tidak??kamu mestinya sudah
baca skrip nya..disini kamu akan di bela cewek jago bela diri..dan aku sih
lebih pilih yang asli,” kata sutradara
“tapi kok belum dicarikan partner
ku??mereka bagaimana sih?,” Minho komplen.
“berantakan..gak profesional,” kata
sutradara
“jadi??,” tanya Minho
“aku kerja sendiri saja..,” sutradara
nyengir kuda
“ayo dicari,” katanya lagi
“dimana?? Aku gak punya teman cewek jago
beladiri selain si jelek itu,” sindir Minho pada Areum.. tanpa sengaja, dia
sudah menganggapnya seperti teman.
“dimana dia sekarang?,” kata sutradara
“di hotel ini.. Areum namanya,” jawab
Minho cepat, tapi dia akhirnya tutup mulutnya
“eh..kenapa aku jadi ngebayangin si jelek
Areum itu??,” katanya dalam hati
“Areum?? Namanya manis kok,” kata
sutradara
“eh??ah..aku gak tahu namanya siapa,”
balas Minho
“beneran gak tahu??,” tanya Sutradara
“ya..ketemu saja baru kemarin kok..jadi
gak tahu,”
“katamu..tadi dia temanmu??,”
“eh..enggak.. ,” kilah Minho
“enggak kok bibirmu bisa luka..hebat
banget baru ketemu sudah hot..apa si Areum itu gak kamu ajarin cara mencium
yang baik? hahaha,” canda pengarah gaya
“ah..sudah deh...ayo cari dia.. aku pengen
lihat,” tepuk tepuk sutradara
“cari kemana??ah...sudah dehhh,” kilah
Minho
“sudah apanya??kamu jangan pura pura
deh,Minho..gak asik banget,”
Yang lain mendesaknya juga.
“ya..janjian saja ditempat aku
menginap..aku belum banyak tahu kota ini...maaf ya,” kata Areum pada teman SMA
nya
“aku sudah dijalan menuju hotel F1..kamu
tunggu di depan ya?,” jawab temannya
“okay..aku turun,” balas Areum
Dia lalu turun,”aku temui teman lamaku
dulu..kamu disini saja ya, Jun Woo”
Jun Woo mengangguk saja sambil membaca
buku.
Areum berjalan turun lift dan lalu
melewati lagi kolam renang.
“eh..itu dia,” Minho malah jadi spontan
menunjuk pada Areum
Areum juga...entah mengapa..tiba-tiba
menoleh dan melihat Minho.
Sutradara Yoo yang melihat langsung
berlari menghampiri Areum
“eh..annyeong
haseyo... Yoo Nam Ki,” katanya berkenalan
Areum langsung melihat dengan aneh,”annyeong haseyo..siapa??,”
“Aku sutradara yang tangani Lee Minho...
pacarmu,” Yoo langsung menunjuk pada Minho dari kejauhan
Minho santai aja, dia malah melambaikan
tangan pada Yoo dan Areum
“hi sayang!,’ Minho melambaikan tangannya
pada Areum dan tersenyum manis.
“Moues??
Dia bukan pacarku,” Areum jadi kaget, lalu dia berteriak pada Minho
“OI..COWOK NYEBELIN.. MAIN MAIN YA??,”
Yoo bingung,”bukan pacar..masak sih??
Minho baru bilang kamu kemarin gigit bibirnya,”
“ARGH.. COWOK SIA-LAN!! BRENG-SEK!!,” Maki
maki Areum
“heran.. pacar kok dimaki-maki sih??,” Yoo
makin bingung
Areum menghampiri Minho, dia lalu ingin
menggampar Minho
Baru sampai tangannya ingin melayang,
Minho sudah menangkap tangannya, Yoo kaget lalu menghampiri, begitu juga Dae
Sung dan yang lain.
”jangan begitu dong, heoni... jangan galak denganku..baru jadian sudah galak,” suara
Minho jadi manja masih menangkap tangannya
“ih..lepasin,” Areum memaksa
“wah...pasangan yang romantis
sekali..sepertinya cocok untuk model iklan..sekalian aja,” kata Dae Sung
“ya..aku maunya juga begitu kok,” kata
Minho
“lepasin..ih..aku bukan pacar dia.. nanti
aku teriak!,” ancam Areum pada semuanya
“eh.. tenang Miss.. jangan kasar begitu..
ayo bicara baik baik,” kata Yoo
Minho melepaskan tangannya dari
Areum,”galak sekali..baru jadi pacar 2 hari”, dia benar-benar main sandiwara
“Aku...bukan..pacarmu...errrggghhh,” Areum
benar benar naik darah
“duduk..duduk,” Yoo memberikan Areum
kursinya
“aku sedang janjian dengan temanku,” kata
Areum judes,”tidak punya waktu..maaf”
Dia lalu meninggalkan mereka. Dari jauh,
di lobby hotel, temannya melambaikan tangan,“HI AREUM!,”
Minho malah ikutan melambaikan
tangannya,”Hi.. !!“, sepertinya jahilnya kumat lagi
Areum menoleh, dia ingin berjalan.. Minho
ikutan disampingnya
Myuk Byul menghampiri Areum, lalu
memeluknya
“wah...kamu makin cantik deh, Areum..gak
sangka,”
Minho malah heran,”yang seperti ini
cantik?? Kulitnya kasar sekali,”katanya dalam hati
Myuk melepas pelukannya dan langsung
melirik Minho,”wah...namja chingu mu
cakep sekali!”
Minho langsung kepedean,”iya,
saya..kamu...suka pakai perawatan apa?? Wajahmu cantik loh”
“gak sih...biasa aja,” jawab Myuk
“cowok ini.. baru kenal langsung ngomongin
wajah,” gerutu hatinya Areum
“aku ke dokter Sung......sudah tahu
belum?? Cuma agak mahal,” balas Minho
“rekomendasikan aku dong,” senyum Myuk
“pasti deh..cuma memang agak mahal loh..
tapi hasilnya ok,” jawab Minho
Yoo..para crew dan Areum jadi sedikit
bengong
“oi, Minho... syuting jalan terus,” kata
Yoo
“wow...kalian sedang syuting ya?? Wah,
Areum.. pacarmu aktor ya??,” Myuk kesenangan
“aku model,” senyum Minho
“wah.. iya... kamu Minho Lee!,” Myuk malah
cium pipi Minho
“syuting...,” tegas Yoo
“ah..aku mau syuting lagi..titip
pacarku..eh tapi kamu tahu..apa pacarku ini pernah main drama??,” Minho masih
saja sandiwara
“pernah...dia ini bagus pelajaran drama
dan sastranya,” jawab Myuk, jujur
“wah, heoni..
sayangku..kalau begitu..hari ini temani aku syuting iklan ya.. gimana??,” Minho
senyum licik
“aduh...aku iri banget sama kamu,
Areummm....aku temani deh...kamu disini syuting..kita batalin aja
nontonnya...gimana??,” tanya Myuk
“mesra sekali Minho kalau sama pacar,
hahahaha,” tawa Yoo kemudian disusul yang lainnya
“ayo dong sayang...aku butuh partner
nih....coba tanya sutradara Yoo,” Minho malah makin jahil, dia memegang tangan
Areum
“ih........lepasin...ih,” Areum jadi gerah
“cowok ini licik sekali..menyebalkan,”
keluh hatinya Areum, dia sudah mulai lagi cengengnya. Walau dia tomboy dan bisa
marah dengan lelaki, aslinya dia cengeng sedari kecil. Dia menyembunyikan
cengengnya itu dengan menjadi tomboy.
“ayo dong sayang, pleasee..,” Minho malah
makin jahil, menghiba-hiba
“aigoo..
Areum.. kamu gak boleh loh..nolak pacar manis,” kata Myuk Byul. Semua tertipu
dengan sandiwara Minho.
Areum minta tangannya dilepaskan.
“okay..okay..aku lepasin.. tapi aku mau
telepon Eomma dulu,” balas Minho
“eomma??siapa??,” kata Areum
Minho senyum licik lagi, lalu dia
mengeluarkan teleponnya
“Eomma..aku minta tolong,”katanya pada
seorang ibu.
“ini..siapa??,”
“aku Minho..pacar anakmu, Areum,”
“What? Dia pasti telepon Eomma!,” Areum
baru sadar kalau yang ditelepon ibunya sendiri.
“Aigoo....anak
manis...minta bantuan apa??,” ibunya Areum malah senang ditelepon Minho
“Areum berulah padaku..aku ingin Areum
jadi partner iklanku..kan uangnya bisa juga untuk Eomma,” bujuk Minho, manja.
“apa??anakku mau jadi model iklan??,”
ibunya Areum kaget campur senang
“iya, Eomma..tapi dia tidak mau,” Minho
manja, pura pura cemberut
“kamu sedang dimana..ah..Eomma lupa
tanya..siapa namamu, anak cakep?,”
“Minho.. Lee Minho,”
“sekarang kalian dimana??,”
“aku di kolam renang, eomma.. dan.. disini
juga ada sayangku, Areum,” Minho genit melirik. Beberapa crew malah bersiul
siul menggoda.
Areum langsung berjalan meninggalkan
mereka, menggandeng tangan Myuk Byul, temannya.. tapi Minho langsung menariknya
“jangan begitu dong... ini..
Eomma..bicara”,
“aku tidak mau,” balas Areum, judes
“ah.. seperti biasa.. biasanya yang baru
jadian memang suka malu-malu dan marah marah,” kata sutradara Yoo
“AKU BUKAN PACARNYA!!,” Areum teriak
Minho malah mendekat, membelai
pipinya,”siapa yang percaya, kalau kamu bukan pacarku, sayang??”, dia mulai
merayu.
“ini.. Eomma telepon.. kamu anak patuh
orangtua kan??,”
Areum malah jadi agak bergetar.. dia mau
menangis.. tapi coba ditahan tahan..
Dia menerima telepon,”Eomma..”
“ada apa kamu dengan Minho?? Kamu ini..
cowok cakep begitu kenapa masih tidak cinta dia?? Pasti bukan kamu duluan yang
minta Minho jadi pacarmu kan? Dia duluan?? Kenapa lalu gak cinta??,” ibunya
langsung ngomel di telepon
“Eomma.. dengar aku dulu..,” balas Areum,
belum selesai, dia sudah dipotong lagi oleh perkataan ibunya yang bertanya di
mana dia sekarang.
Ibunya langsung menutup teleponnya. Minho
melipat tangannya di dada, ekspresi menang.
“rasakan.. kalau memang kamu bisa drama..
lumayan kan? Kamu bisa bayar hutang mu karena celakai bibirku,” balas hatinya
Minho. Dia memang niat banget bikin Areum keok ditangannya.
“jangan coba coba deh, lawan aku,”
lanjutnya lagi dalam hati
“aigoo..ada apa ini, Minho?? Areum apa
benar benar nakal padamu??,” tak berapa lama, ibunya Areum datang.
Aslinya Areum ingin menangis, tapi benar
benar dia tahan.. dia sungguh kesal dengan tingkah Minho yang menurutnya sudah
sangat keterlaluan.
“saya Yoo Nam Ki.. sutradara iklan dan
model,” kata Yoo memperkenalkan diri
“Cho Min Mi,” kata ibunya Areum, ramah
“Eomma.. cowok ini bohong.. aku enggak
bisa, Eomma,” Areum benar benar nyerah
Ibunya menarik tangannya ke pojokan,”kamu
ini bagaimana.. apa gak mau terkenal, eh? Sudah sana.. main iklan dengannya!,”
Ibunya mendorongnya dengan sedikit kasar.
“maaf ya.. anak saya memang begitu..
tukang ngambek,” kata Cho
“ah.. tidak apa apa nyonya..,” balas Yoo
“ini scriptnya.. nona Areum,” Yoo
menyerahkan scriptnya.. Areum menerima dengan terpaksa.
Minho malah menghampiri Areum, malah
berbisik,”kena.. aku menang lagi.. rasakan”
Mata Areum sudah mulai merah, ingin
menangis, dia cuma terbelalak ketika Minho mengatakan itu.
Minho lalu menegakkan kepalanya,”ah..
Eomma.. mohon Areum dibimbing.. bagaimanapun juga.. ini demi karir aku, Eomma”,
Minho langsung memanggil “ibu” pada Nyonya Cho
“aduh.. kamu anak manis sekali, Minho..
Eomma bangga sama kamu,” jawab Nyonya Cho
“nah, Areum.. kamu belajar dulu sana,”
ujar Ny Cho lagi
Areum menunduk lesu... dia benar benar
menyerah kalah pada Minho..
Dia duduk di kursi panjang kolam renang di
pojokan.. sambil melihat lihat dan membaca script.. ibunya mengawasi dari
jauh..
Tak disangka, Minho malah menghampirinya
dan mendekatinya..
Areum langsung menjaga jarak,”pergi...aku
akui aku kalah,”
“aku menang...uang dari iklan ini...buat
ganti biaya perawatan bibir ku,” jawab Minho
“licik sekali kamu,” balas Areum..
“sepertinya aku memang harus begitu
padamu...,” balas Minho, lalu dia kembali lagi dan bicara dengan sutradara Yoo
Yoo menghampiri Areum,”apa kamu mau
latihan dahulu??”
Areum menatapnya dengan dingin,”rasanya
cukup..mana kontraknya??”
“ah...baiklah...sebentar,” kata Yoo lalu
dia kembali dengan membawa surat kontrak
Ny Cho dan Areum menandatangani surat
kontrak
“wah....kamu bisa jadi terkenal sekali,
Areum...aku senang...fighting ya!,”
kata Myuk Byul memberi semangat
Minho senyum manipulatif,”hwaiting ya, sayang”
“ekh..,” Areum langsung memalingkan
wajahnya
Areum benar benar ragu dengan skrip yang
dia baca,”Hananim.. aduh.. bagaimana ini??”
Dia lalu berbisik pada ibunya,”Eomma..
ini..aku tidak bisa”
Ibunya bingung dan tanya kenapa
“aku harus dicium cowok menyebalkan itu,”
bisik Areum
“dia pacarmu.. biar saja, kenapa??,”
tantang ibunya
“Eomma..., uh,” Areum benar benar kesal
Lama dia mematung berdiri melihat skrip
yang dia pegang sampai Yoo menggerakkan tangannya
“hello?? Kamu berpikir apa?? Sudah
siap??,”
Areum sadar dari melamunnya,”ah.. ya..
baik”
Dae Sung yang agak banci menarik tangannya
lalu mereka pergi ke meja rias.. setelah 1 jam lebih.. dia ada di depan Minho
Areum di setting memakai dress panjang
chiffone yang lembut dan akan mudah bergerak ditiup angin, rambutnya di gerai
lalu memakai sepatu cewek.. tampilannya cewek sekali..
“begini jalan ceritanya.. jadi kamu nanti
berjalan bersama Minho, kalian harus bergandengan tangan..,” kata Nam Ki
Areum langsung melihat wajah Minho dengan
sinis, Minho malah pegang tangannya
“jangan begitu dong.. ,” bisiknya
“Ibdagchyeo,
berisik,” balas Areum, judes
“Lanjut.. lalu ceritanya ada sekelompok
orang... kalian,” Yoo menunjuk pada beberapa orang yang ternyata pandai bela
diri
“eh.. apa beda dirimu??taekwondo??,” tanya
Yoo pada Areum.. lalu dia mengangguk
“Lalu..ada sekelompok orang yang menghadang
kalian dan ternyata ingin merebut isi yang ada di tas ransel yang dibawa
Minho,” lanjut Yoo lagi,”lalu kalian berantem dengan orang ini...adegannya,
Minho akan kalah.. tetapi malah kamu, Areum yang akan mengalahkan mereka..
lalu.. kamu menarik tangan Minho dan meminta Minho melihat tas nya.. kalian
sudah akan sangat lelah.. jadi nanti kami akan semprot kalian air ya..supaya
terlihat berkeringat..,”
“ya.. baik,” sela Minho
“Lalu.. nanti Minho akan membuka tas dan
ternyata isinya minuman isotonik “gold apple” ini..kamu memberikan pada Areum..
tapi sebelumnya.. kamu menyeka keringat yang ada di kening Areum..,”
“okay,” sela Minho lagi
“lalu.. kamu kiss dia ya..,” kata Yoo
santai
“What???,” Areum langsung pucat pasi
Yoo heran,”kenapa?? Kalian bukannya sudah
jadi pacar ya?? Kenapa takut??”
“pasti Areum agassi malu, pak Yoo,” kata Dae Sung menggoda, yang lain tertawa
“hahahaha.. iya.. mungkin waktu gigit
bibir dalam gelap,” canda salahseorang crew
“erghhh... cowok ini pasti cerita macam
macam!,” gerutu Areum dalam hatinya, aura dingin merah nya langsung keluar..
seperti es membeku. Beberapa crew tampaknya sadar, yang awalnya tertawa jadi
diam.
Areum jadi tambah galau..
“AYO MULAI.. SIAP.. TAKE ONE!,” teriak Yoo
“hari ini cerah sekali.. dan kamu cantik
banget,” Minho malah keluar dari skrip cerita
“wah.. Minho ambil improve
lagi..kebiasaan,” ujar Yoo
“CUT! OI LEE MINHO.. JANGAN IMPROVE
DULU!,” teriak Yoo
“Ah.. maaf, hehehe,” Minho garuk kepalanya
“AWAS YA.. KEBIASAAN KAMU,” Ujar Yoo lagi
“BAIK.. HEHEHE,” Balas Minho, teriak juga
Mereka mengulang lagi..
“Hari ini ceria sekali ya... ?,” kata
Minho
Areum mengangguk, tapi kaku..
“CUT! OI AREUM.. KAMU KENAPA KAKU??
KATANYA PEMAIN DRAMA!,” teriak Yoo
“ah.. maaf,” ternyata Areum gugup sekali
di depan Minho.
Yoo menghampiri mereka,”pacarmu ini
gugup.. ada apa sih??,”
“aku minta maaf,” kata Areum
“kenapa sih.. aduh..aku sudah ambil tanda
tangan kontrak lagi,” keluh Areum dalam hati
“ya..nanti aku tuntun,” ujar Minho
Areum malah melihat Minho..
“kenapa??,” tanya Minho
“gak,” jawab Areum singkat
“ulang lagi dari awal!,” Yoo kembali ke
tempatnya
“hari ini cerah sekali ya?,” kata Minho
pada Areum, mereka duduk di pinggiran kolam renang.
Areum berusaha senyum dan mengangguk.
Minho duduk berhadapan dengannya dan senyum.
Dia lalu memegang wajah Areum,Areum
langsung terlihat panik. Ekspresi wajahnya terlihat diluar konteks. Tapi Yoo
kurang menyadari..
Langsung seseorang merebut tas yang
dibelakang Minho.
Areum sigap langsung berdiri dan bertarung
di pinggir kolam renang melawan beberapa cowok dengan tangan kosong.
“kembalikan tas cowokku!,” teriaknya
dengan lantang, sesuai script
Satu cowok disetting terjebur ke kolam
renang, satu cowok disetting roboh tertendang.. satu lagi disetting melempar
dan memberikan tas lagi ke Minho
Selama melihat Areum adegan berkelahi,
Minho terperangah
“dia hebat sekali taekwondonya,” dalam
hati Minho
“CUT!,” kata Yoo
“air.. keringat!,” teriaknya lagi
Dae Sung langsung memberikan semprotan air
ke wajah Areum..
“eh aduh.. take yang ini lagi,” keluh Areum
“SIAP?? TAKE..ACTION!,” teriak Yoo
Mereka duduk lagi di bangku dekat kolam
renang
“kamu pasti lelah,” Minho mengambil adegan
mengambil sapu tangan dari saku cardigannya.. lalu di lap ke keningnya Areum
Areum ternyata otomatis memegang tangan
Minho.
Minho senyum lalu tetap menyeka
keringatnya di kening Areum
“heeehhh.. kok malah jadi romantis
sekali??,” Yoo melihat dari layar,”lanjut”, katanya pada kameramen
Wajah Areum jadi memerah, seperti malu
sekali.
Minho lalu memegang wajahnya.. lalu
menciumnya pelan dan lembut sekali..
Mata Areum malah tidak terpejam.. dia
kaget, wajahnya memerah
“CUT!,” teriak Yoo
“oi.. tidak sebegitu kakunya, Areum.. kamu
pejamkan mata mu! ,” lanjutnya lagi
Areum lekas menghampiri Yoo,”aku..tidak
bisa,”
“acting mu bagus di beladiri. Masak
seperti ini gak bisa??,” Yoo jadi agak marah.
“kasih aku waktu dulu,” jawab Areum
“kemarin kok bisa saling gigit bibir..
sekarang kok malu,” ketus Yoo
Areum hampir mau menangis dibilang seperti
itu, sebab semua itu kecelakaan gak disengaja.
“aku minta maaf,” Areum menunduk hormat
“aku kasih waktu 5 menit saja,” ujar Yoo
Minho hanya melihat dari kursi panjang di
depan kolam renang.
“wah.. dia cewek pemalu.. masak iklan saja
pakai acara wajahnya memerah?? Padahal aku gak pakai perasaan hati...Apa..
jangan jangan sebesar itu belum pernah ciuman??,” pikir hatinya Minho
Areum duduk di pojokan, hatinya masih
deg-degan.. masih belum siap.
“kenapa sih.. kenapa??,”keluhnya dalam
hati. Ternyata memang dia belum pernah berciuman dengan lelaki manapun.. dan ciuman
kecelakaan kemarin itu adalah yang pertama!
Wajahnya pucat, dia bingung
“hai.. sudah 5 menit.. ayo mulai lagi!,”
teriak Yoo
Areum menghampiri,”ya, baik”
Minho senyum,”wah iya.. sepertinya dia
cewek polos,cuma tomboy dan galak”
Areum diam saja, sepertinya dia menyesal
ibunya menyuruhnya mengambil kontrak iklan itu
Dia menoleh pada ibunya dengan rasa
khawatir.
“semangat!,” bisik ibu dan temannya, Myuk
Byul
“sudah..sudah.. ayo take lagi..sebentar
lagi selesai,” kata Yoo
Adegan itu diambil lagi.
Minho menciumnya lagi.. tapi Areum masih
kaku..
“CUT!,” teriak Yoo
“aduh.. kamu bagaimana sih, hah??,” Yoo
jadi kesal dengan Areum
“oi, Minho.. kamu ajarin dong.. caranya
sama pacarmu ini..supaya dia gak kaku,”
“ajarin bagaimana??,” kata Minho
“ajarin ciuman yang baik.. 10 menit..aku
tunggu.. aku gak mau tahu lagi.. habis ini take terakhir.. sesuai skrip!,” Yoo
duduk di tempatnya lagi
“ya.. baiklah,” balas Minho
Minho lalu menarik tangannya dan mereka
berdiri di pojokan
“kamu..belum pernah ciuman ya? Ngaku saja,”
kata Minho pada Areum
“gak perlu tahu,” Areum jawab kasar
“mengaku saja..sini aku ajari,”
“enak aja.. i hate you, Minho Lee!,”
Minho lalu mencium Areum dengan lembut..
“umm.. masih kaku deh,” lalu dia
melepaskan lagi
“matamu terpejam.. okay?? Ikuti saja yang
aku lakukan padamu,”
“enak saja,” ketus Areum
“yah.. kalau begitu..kita akan take sampai
ratusan kali..bagiku sih.. tidak apa apa..aku untung sekali.. dapat ciuman sama
cewek yang gak pernah ciuman.. ,”
“breng-sek.. Lee Minho si-alan,” omel
Areum
Minho senyum,”makanya..ikuti aku.. kalau
tidak mau bibirmu capek”
“bre-ngsek.. dagchhyeo,” omel Areum lagi
“pejamkan matamu,” kata Minho
Areum berwajah dingin.. ,”uhh.. aku harus
turuti..kenapa sih??,” keluhnya dalam hati
Lalu dia memejamkan matanya..
“jangan dibuka matamu sampai aku selesai,”
kata Minho
Areum diam saja. Minho lalu menciumnya
lagi dengan lembut
Areum mengikuti saja pola Minho.
Tak berapa lama,”buka matamu..sudah, hehe”
“Plak!,” Areum malah menggampar Minho
“breng-sek! Si-alan!,” omelnya..dia lalu
menuju tengah kolam renang lagi
“kenapa kamu gampar dia??,” tanya Yoo
“ah..tidak apa.. aku kesal,” balas Areum
dengan nada dingin
“kalian memang pasangan yang aneh,” balas
Yoo
Minho menghampiri mereka,”sudah aku
ajarkan.. pasti bisa, iya kan..sayang??”
“ekh,” ketus Areum. Yang lain tertawa.
“1...2...3.. TAKE..ACTION!,” teriak Yoo
lagi
Minho kembali duduk berhadapan dengan
Areum yang sudah diberi keringat oleh Dae Sung.
“kamu pasti lelah,” ulang Minho sambil
mengeluarkan sapu tangan dari saku cardigannya dan diseka ke kening Areum
Areum mencoba tenang, dia senyum
“eh.. manis sekali senyum nya,” kata Minho
dalam hatinya
Lalu Minho menaruh sapu tangan
disampingnya, memegang wajah Areum dan mulai menciumnya
Areum memejamkan matanya.. dia mengikuti
alur mainnya Minho. Dia membiarkan Minho menciumnya sampai selesai, lalu baru
dia membuka matanya
Minho senyum,”tas ini. ...isinya..ini,”
dia mengambil tas dan mengeluarkan isinya... minuman isotonik “gold apple”,
lalu memberikannya pada Areum
“enak loh,” senyum Minho,”coba deh,” dia
memberikannya pada Areum.
Areum senyum, lalu mereka minum bersama
dan tertawa
“BUNGKUS!,” teriak Yoo
Semuanya bertepuk tangan, termasuk ibunya
dan temannya
Tapi Areum langsung pergi, tanpa pamit
pada siapapun, dia berlari menuju kamarnya.
“ah..dasar!,” keluh ibunya
“ada yang bisa dilakukan lagi??,” tanya
dia ke Yoo
“seperti biasa..kalau Areum sukses dan
semua orang suka..dia akan bersama Minho jalan jalan promosi,” balas Yoo
“waah... chughaeyo, Imo... Areum akan jadi orang terkenal!,” kata Myuk Byul
Ibunya Areum Ny Choi malah kesenengan,
tetapi Myuk Byul malah bilang,”oh..aku hampiri Areum dulu..sepertinya dia
kesal, Imo...entah kenapa”
Ny Choi mengatakan no kamar yang mereka
sewa, lalu Myuk Byul menyusul Areum
Minho melihat Areum seperti menangis
ketika tadi dia lekas pergi,“wah.. aslinya dia cewek polos..,”
Yoo malah menepuk nepuk pundak Minho,”aku
puas, hahahaha..eh..sana pergi..tampaknya pacarmu pemalu ya??”
Minho garuk garuk kepalanya..aslinya
memang dia bukan pacar Areum..
Yoo bingung,”kenapa??emang gak mau senang
senang sama pacarmu??”
Ny Choi bilang kalau dia harus pergi lagi
untuk acara jalan-jalan seputar kota Seoul sebelum dia akan kembali ke desanya.
“jadi Ny Choi ini petani dan pemilik
peternakan ya??,” kata Yoo
Choi mengangguk,”suami ku petani dan
peternak susu sapi kecil kecilan..namanya hidup di kampung,” katanya basa basi
pada Yoo Nam Ki
“wah... kalau Areum jadi orang
terkenal..dia harus tinggal di Seoul sama pacarnya,” canda Yoo. Minho diam
saja.. dia malah jadi bete lagi.. mood ngerjainnya hilang mendadak..
“hei..ngapain gak kejar pacarmu??,” tanya
Yoo lagi,”sudah sana..ini urusan pembicaraan aku dan Ny Choi”
Minho menunduk hormat, lalu dia keluar
dari seputaran kolam renang itu..bukan mencari dimana kamar Areum tinggal..
malah diam saja duduk di lobby..
“salah gak sih aku.. ngerjain cewek macam
dia??,” dia malah mikir.
“aku bukan pacarnya, Myuk Byul.. dia
bohong karena kejadian kemarin,” kata Areum menangis di kamarnya, Jun Woo
bingung
“Eonni kenapa?? Apa berantem lagi dengan
Oppa??,” katanya polos
“dia bukan pacarku!,” bentak Areum ke Jun
Woo,”sudah..sana pergi!”
Jun Woo pun bermain lagi dengan koleksi
robotnya
“beneran jadi kamu memang bukan
pacarnya??,” tanya Myuk Byul, memastikan lagi
Areum mengangguk,”ya..aku bukan
pacarnya..kejadiannya kemarin..kami gak sengaja ciuman karena mati lampu, lalu
dia membully ku,”
“Ya ampun, Areum...ternyata dia cowok
brengsek juga ya?? Kamu bisa tahan sama cowok seperti itu..pantas saja..aku
lihat, kamu gak semangat tadi,” Nyuk Byul memeluknya
“jadi..eomma kamu juga tertipu
tingkahnya??,”
Areum mengangguk
“kenapa kamu enggak hajar dia aja sih??,”
“aku takut dilaporkan ke polisi...tidak
termasuk melecehkan,”
“iya juga...kalian berbuat itu gak
sengaja,” ujar Myuk
“ah..sudah deh...jalan jalan saja
yuk...aku sudah janji ajak kamu jalan jalan,” senyum Myuk
Tak berapa lama...mereka keluar hotel
Di lobby..ternyata Minho belum pulang
juga, menunggu semua selesai membereskan alat.. dia melihat Myuk Byul dan Areum
keluar hotel
Areum sama sekali tidak mau melihat wajah
Minho walau mereka saling sempat beradu pandang
Minho malah senyum
“cowok itu senyum lagi sama kamu,” bisik
Myuk
Areum malah berlari menghampiri Minho,
Myuk menarik tangannya tapi kalah cepat,”Jamkkan-ayo,
Areum....tunggu!”
Areum berdiri di depan Minho yang masih
duduk
Minho lalu jadi ikutan berdiri
“Plak!!,” Areum menggampar Minho di lobby
“Jangan pernah lagi kita bertemu! Dasar
cowok bre-ngsek! Nan niga silh-eo....
aku benci kamu, Minho!!”
Lalu dia kembali jalan menuju Myuk Byul
Minho cuma memegang pipinya,”tapi...ciuman
dengannya beda sekali rasanya”, katanya dalam hati..dia malah senyum, bukan
meringis.
“kalau nanti kita bertemu lagi...bagaimana
ya??,” Minho malah jadi sibuk mengkhayal syuting yang tadi...adegan ciuman..
Bersambung ke part 6....