Starring: Lee Minho, Park Minseo, Lee Jin Ho, Lee
Young Joon, Lee Hana.
“Tidak Lee-ssi… bagaimanapun menurut saya, ini tidak sesuai kontrak,”
“Jadi menurut Anda.. yang sesuai dengan
kontrak itu seperti apa, Man-ssi??
Bukankah memang pemesanan bahan dan juga modelnya seperti ini?? Ini satin bagus
dan saya import,” balas Minho terhadap lawan bicara bisnisnya itu
“tidak, Lee ssi...ini sesuai aturan import...ini sudah ada bukti semua
pembayaran,” kata Man
“nanti akan saya hubungi kembali... ini
ada kesalahan fatal,” balas Minho.. lalu dia menutup teleponnya
“bisnis yang menyebalkan jika dicurangi,”
gerutunya
Minseo menelepon,”heoni... Rasanya perutku sakit sekali..,”
“Ah...aduh.. aku pulang.. jangan jangan
anak anak kita sudah mau keluar,”
“apa memang sudah waktunya??,” tanya dia
pada Minseo
“sepertinya... perutku sudah gak tahan
lagi sakitnya....Ayaaa,” Minseo
mengerang
“tunggu... tunggu.. Eomma dan Appa harus
ditelepon,” Minho panik menghadapi isterinya yang sebentar lagi akan melahirkan
itu
“cepat.. kamu lama sekali, Minho..
menyebalkan!!!,” Minseo mengomel padanya.. menarik narik rambut Minho yang
tebal
“Ayaa..
sakit!,” Minho mengaduh sambil menelepon ibunya
Ibu nya panik, mereka semua panik dan
langsung ke rumah sakit
“aduh.. Eomma.. sakit banget,” Minseo
masih mengerang erang di atas tempat tidur dorong, mengeluh pada ibunya sendiri
Mereka sibuk memegang tangan Minseo yang
kesakitan
“sabar ya, sayang.. sebentar kok,” Minho
sibuk memegang tangan isterinya
“bodoh... ini sakit banget, tahu!,” Minseo
mengomel habis habisan pada Minho, menjenggut rambutnya Minho habis habisan..
Minho diam saja
Beberapa suster yang mendorong
menyemangati Minseo supaya sabar dan bisa menahan sakit sebentar, mereka sedang
mendorong ke ruang operasi.
Semua keluarga menunggu di luar, termasuk
Minho karena dia tidak tahan melihat darah.
Di Ruang tunggu.. ada seorang kakek
berjalan dengan terbata-bata. Pakaiannya seperti pakaian pasien di Rumah sakit
tersebut.
Minho, ayah dan ibunya serta ayah dan ibu
Minseo menunggu.
Minho berjalan mondar mandir antar ruang
tunggu..
Kakek itu tiba tiba berada di depan Minho
dan bicara padanya
“Menunggu isteri lahiran ya??,”
Minho kaget, kenapa kakek itu bisa
tahu,”iya, Samchon.. isteri saya
sebentar lagi melahirkan.. “
“isterimu.. lebih tua darimu ya??
Tampaknya harus dioperasi,” kata si kakek lagi
“Samchon
ini tahu sekali tentang Minseo.. siapanya Minseo??,” Minho bingung dalam
hatinya.
Si kakek itu malah menepuk nepuk pundak
Minho dengan santainya,”sebentar lagi juga muncul di dunia... sabar sedikit
anak muda”
Ibunya Minho bingung melihat anaknya
bicara sendirian di pojokan ruangan tunggu dekat pintu
“oi.. Nampyeon..
Minho sedang bicara dengan siapa??,” dia mencolek suaminya
“mana??,” kata suaminya, dia berdiri dan
memastikan, apakah Minho sedang bicara dengan seseorang atau memang sendirian
“kenapa Minho bicara sendiri??,” kata ayahnya,
heran
“kamu harus jaga anak anakmu.. dia bisa
jadi masalah untukmu.. bisa juga jadi penyelamatmu,” kata kakek itu
“penyelamat?? Masalah?? Darimana Samchon tahu masalah ini??,” Minho heran
sendiri kakek itu bisa tahu masalahnya
“Anak anak mu akan hebat, Lee Minho,”
senyum kakek itu lagi,”mereka jadi jimat untuk keluarga kamu dan Park Minseo”
Minho tambah heran lagi, kenapa kakek itu
tahu namanya dan nama Minseo
“Samchon
ini.. siapa ya?? Mianhabnida”
Kakek itu tertawa terkekeh kekeh.. dia
lalu pergi meninggalkan Minho.. dengan berjalan terbata bata
“cucu cucu ku.. akan hebat
sekali...hehehehe,” katanya sambil berlalu meninggalkan Minho sendirian yang
kebingungan
“cucu siapa??,” tanya hatinya Minho, dia
benar benar bingung
“oi, Samchon..
tunggu!! Cucunya siapa???,” Minho berusaha ingin mengejar kakek itu, tapi
dicegah ayah mertuanya
Ayah mertuanya mencolek pundaknya,”kamu
bicara dengan siapa, Minho??”
Minho menoleh,”tadi seorang kakek.. itu”
Ketika dia menoleh lagi ingin menunjuk
kakek itu pada ayah mertuanya, sosok kakek itu sudah tidak ada
“loh.. kok?? Kemana dia??,” Minho makin
bingung lagi
Ayah mertuanya menepuk nepuk
pundaknya,”ah.. kamu ini.. benar benar panik sekali.. sampai mengkhayal
begitu..sudah sudah”, ayah mertuanya mencoba merangkul pundaknya yang jauh
lebih tinggi itu
“Anieyo,
siabeoji.. siapa Samchon itu? Apa
keluarga dari Minseo??,”
“siapa?? Daritadi kamu bicara sendirian,
Minho.. ah..sudah sudah.. ini pasti karena kamu stress mikirin kelahiran
Minseo.. sabar sedikit.. sebentar lagi juga keluar,” ayah mertuanya masih
menepuk nepuk pundaknya, mengajak Minho masuk ruang tunggu dan duduk
Sekitar 1 jam operasi berjalan.. akhirnya
dokter kandungan keluar juga, dia menghampiri Minho dan keluarga
“chugahaeyo..Lee-ssi.. anak Tuan kembar tiga.. dua lelaki
dan satu perempuan..semuannya tidak identik, “ kata dokter tersenyum pada
mereka
“woaah... cucuku benar kembar tiga!!,”
Ibunya Minho memeluk Ibunya Minseo
“aku bahagia.. akuhirnya kita punya cucu
juga,” balas ibunya Minseo
Sesama ayah juga saling berpelukan,”cucu
kita sudah lahir..”
“Tuan dan Nyonya semua..sudah bisa lihat..
hanya saja, Nyonya Park masih tidak sadar diri.. kelelahan dan ditambah kantung
darah..”, kata dokter lagi
“anak saya dan Minseo.. selamat kan,
Dokter??,” kata Tuan Park, ayahnya Minseo
“Nyonya Park hanya lelah.. kurang darahnya
juga sudah kami ganti dengan sat kantung darah.. sekali lagi..selamat ya.. Tuan
dan Nyonya,” kata Dokter, menunduk hormat, lalu di belakang nya suster juga
menunduk hormat
“silahkan, Tuan tuan dan Nyonya nyonya,”
kata perawat itu
Minho, orangtua dan orangtua Minseo
bahagia sekali
“aigooo...
manis manis sekali kalian...,” Ibunya Minho terharu, dia hampir menangis lihat
3 cucu nya yang manis itu..tiga anak Minho dan Minseo masih ada di inkubator,
tidak boleh di gendong dulu sebab masih terlalu kecil.
“dua cakep Eomma.. seperti aku,” kata
Minho, bangga
“yang pertama seperti Minho sekali ya??,”
kata ibunya Minseo.
“yang puteri cantik sekali.. seperti
bunga.. lebih cantik dari Minseo,” lanjut ibunya Minseo lagi
“kita namakan saja Hana ya?? Biar cantik
seperti bunga,” kata ibunya Minho
Minho mengangguk senyum,”aku harus pergi
ke peramal Kang lagi.. sekalian minta diberikan nama”
Minho memegang pegang pipi anak anaknya,
dia kepikiran sekali dengan perkataan si kakek yang tadi mendadak hilang dan
berkata seperti itu
“kenapa kamu bingung sekali, Minho??,”
tanya ayahnya sambil melihat cucunya itu
“ah..tidak, Appa.. aku harus segera pergi
ke peramal Kang kalau begini... ingat tidak.. kalau waktu itu selama kehamilan
Minseo...aku harus meletakkan anggrek ungu di kamar??..peramal Kang bilang..aku
harus pergi lagi kesana segera setelah mereka lahir”
“oo..,” balas ayahnya singkat,”tapi lebih
baik kamu tidak terlalu percaya hal hal seperti itu... buktinya, mereka sangat manis..
Aku tidak percaya mereka akan menyusahkanmu,”
“nanti sore aku akan pergi lagi,” balas
Minho
“Minho..,” Minseo memanggil
“eh..hebat sekali isterimu.. apa obat
biusnya kurang bekerja??,” ayahnya kaget lihat menantunya sudah sadar lagi.
“isteriku sehat kan, Appa..,” senyum
Minho..dia memang membanggakan Minseo didepan banyak orang, termasuk kalau
bertemu dengan kolega kerjanya
“hi, sayang.. terima kasih ya.. anak kita
cantik dan ganteng,” Minho langsung menghampiri dan mencium kening isterinya
“uh... sakit banget melahirkan,” kata
Minseo masih berbaring
Minho malah tertawa,”tapi.. anak anak kita
hebat loh.. kembar tiga sayang..aduh.. kita harus ambil salahsatu Eomma untuk
membantu merawat, hehe”, Minho menoleh pada ibu dan ibu mertuanya
“aku saja yang bantu mereka.. kebetulan
aku belum punya cucu,” kata ibunya Minho menawarkan diri
“terima kasih sebelumnya, bu Lee.. aku
memang sudah kebanyakan cucu, hihihi,” tawa ibunya Minseo
“tapi mereka manis manis dan pastinya aku
juga gak akan bisa menolak kalau nanti kami main ke rumah Minho melihat
mereka.. iya kan, Nampyeon??”, lanjut ibunya Minseo lagi
Suaminya mengiyakan.
“asal jangan sampai kita berebut
pengasuhan cucu saja,” kata ayahnya Minseo. Semuanya tertawa.
“jadi... apa setelah lahir.. tanda
kesialan dan hambatan hubungan aku dengan anak anakku semakin menjadi, peramal
Kang??,” kata Minho di ruangan ramal, lagi lagi dia percaya dengan hasil
ramalan dan mendatangi peramal tersebut.
Peramal Kang membuka kartu hubungan antara
Minho dengan 3 anaknya.
“ada semacam senjata disini.. ada malaikat
maut,” katanya
Minho menepuk dahinya, sudah ketakutan
duluan.
“tetapi...disini ada matahari.. jadi
kalian punya dua sisi berbeda,” kata peramal Kang lagi
“mana yang lebih banyak, Kang ssi??,” Minho benar benar panik dan asli
dia terlalu percaya dengan ramalan itu, padahal Minseo sudah bilang berkali
kali padanya “jangan terlalu percaya ramalan, sayang.. itu gak benar!”, tapi
tetap saja Minho pergi juga ke tempat itu.
“keduanya sama seimbang.. jika dalam
kehidupan.. mana yang lebih dahulu hidup.. malaikat maut atau matahari?? Jelas
malaikat maut ini,” jawab Kang
Minho jadi tambah deg degan,”apa aku harus
terpisah dengan anak anakku nanti??”
“tidak perlu.. hanya saja, kamu harus
lebih berhati hati, Lee ssi”
“maksudnya?? Apa aku harus punya
persyaratan tertentu lagi supaya anak anak ku atau aku tidak saling
menyusahkan??,”
“ada..,” kata Kang
“apa itu??,” Minho tambah penasaran
“di usia mereka 3 tahun.. kamu harus
menjauh dari isterimu selama beberapa minggu.. jangan sekali kali tidur
dengannya.. kalian harus pisah rumah,” balas Kang dengan nada datar
Minho tepuk dahinya,”aduh... bisa enggak??
Aku gak bisa gak kangen dengan Minseo.. dia cinta matiku,”
“itu kalau kamu mau selamat.. kalau
tidak.. penderitaan akan terus berlangsung,” jawab Kang lagi
“aduh! Dead
me..,” keluh Minho,”ya.. baiklah.. aku akan berusaha.. tapi untuk yang
dekat dekat ini.. apa ada pantangan lagi??”
“tidak bicara dengan bayi bayi mu selama
satu bulan,” jawab Kang
Minho tepuk dahinya lagi,”Aya.! Bisa tidak aku seperti itu??”
Dia benar benar merasa repot dengan syarat
dari peramal Kang. Membayangkan sengsara duluan menjalaninya.
“setelah itu.. kalau aku tidak bisa
tahan.. jadi bagaimana??,”
“kamu dan keluarga mu kemungkinan akan
sial bertubi-tubi,” jawab Kang melihat semacam bola lampu
“aduh..,” Minho benar- benar sudah masuk
percaya dengan peramal tersebut.
Pulang ke rumah, dia masih sendirian
karena Minseo dan ketiga anaknya masih dirumah sakit.. dia masih bisa tahan
hanya diam saja ketika berkunjung ke sana tetapi membuat Minseo bingung, ada
apa dengan suaminya itu. Lantas Minseo menebaknya.
“Kamu pasti ke peramal Kang itu lagi.. iya
kan, heoni??,”
Minho diam saja, tidak mau isterinya tahu,
dia cuma gendong gendong anak kembarnya yang paling besar.
“ayo dong..jangan bohong padaku, heoni,”
bujuk isterinya
“iya,” balas Minho singkat
“kok diam saja?? Kemarikan yang besar,”
kata Minseo
“aneh sekali Minho... kamu kenapa??
Uhmmm,” ujar hatinya Minseo
Lalu,”heoni..aku mau tidur sebentar..
tolong jaga anak anak ya?,” Minseo senyum pada Minho
Ternyata dia tidak tertidur, hanya
berkonsentrasi memejamkan matanya. Dia lalu melakukan telepati/clairaudio pada
peramal Kang.
“suamiku pasti datang lagi kepadamu,” kata
Minseo di dalam clairaudionya
Peramal Kang kaget.. karena tiba tiba dia
merasa berhubungan dengan seseorang, mendengar suara seseorang, tapi dia tidak
bisa melihat wujudnya.
“aaa.. siapa kamu, Nyonya??,” kata peramal
Kang terbata-bata
“tidak usah kaget, Kang-ssi... aku hanya ingin tahu.. apakah
suami ku, Lee Minho datang lagi padamu??,” kata Minseo dari jauh
“jadi.. kamu.. tahu sendiri??,” jawab
Kang, masih gugup
“Kang ssi..
kamu memberikan syarat apalagi pada suamiku?? Dia berubah,” melas Minseo
“dia bisa sial kalau bicara dengan anak
anak mu,” jawab Kang, dia masih berwajah pucat
“Kang ssi..
jangan terlalu mendesak suami ku untuk melakukan apa yang kamu katakan.. dia
masih muda,” balas Minseo lagi
”jiwa nya juga muda”, lanjutnya
“aku tidak suka dia datang padamu.. dia
terlalu percaya ramalan... lain kali.. jangan suruh dia datang lagi... terima
kasih,” ujar Minseo
Kang kaget ketika Minseo memutuskan
hubungan clairaudionya..
Tak berapa lama Minseo membuka
matanya,”aaah.. aku gak bisa tidur, heoni..,”,
manja pada Minho. Dia merangkul Minho yang duduk di samping tempat tidurnya
“kamu tidak bicara dengan anak tertua
kita, sayang?? Kenapa??,” Minseo pura pura bodoh, pura pura tidak tahu
“enggak apa kok, sayang..aku memang ingin
diam,” balas Minho, dia malah mencium Minseo manis sekali
“kangen deh.. ingin segera bawa kalian
pulang,” lanjut Minho lagi
Minseo senyum,”sepertinya heoni.. terlalu terpengaruh dengan
ramalan Kang ssi ya??,”
“ani...
,” balas Minho singkat, dia mengelak dengan terus menciumi Minseo
“be
honest to me,” Minseo
sudah agak kesal dengan tingkah suaminya yang berpura-pura,”kita harus dewasa..
apa yang peramal Kang katakan padamu, Nampyeon??”
Minho langsung cemberut, dia meminta
Minseo menggendong anak mereka.
“kita harus bisa saling jujur dan
terbuka..apalagi sudah ada anak,” senyum Minseo
Minho diam saja, Minseo tidak bisa
memaksa, membiarkan nanti Minho yang akan memulai duluan bicara.
“aku tidur dulu ya.. nanti kalau Nampyeon mau pulang.. tolong bangunkan
aku.. aku ngantuk,” kata Minseo lalu dia pura pura tidur
Di dalam pura pura tidurnya itu, dia
mengancam peramal Kang lagi agar dia tidak berkata macam macam kalau Minho
datang lagi padanya, dan peramal Kang hanya bisa bilang,”menyeramkan sekali
Nyonya itu”
Minseo masih mendiamkan Minho, mereka jadi
diam-diaman.
“ada apa??,” kata Nyonya Lee, ibunya Minho
yang sore itu datang menjenguk
“Gwaenchanh
seubnida, Eomma,” kata Minseo
Ibunya Minho langsung menarik tangan
anaknya ke pojok ruangan,”ada apa?? Kamu dan Minseo bertengkar lagi?? Baru
sudah punya anak.. sudah bertengkar terus”
“anieyo, Eomma.. Minseo tidak suka aku pergi ke
peramal Kang..”, balas Minho
“isterimu itu aneh... Eomma seperti
mencium sesuatu yang aneh padanya,”
“aku enggak temukan keluarga mereka aneh
kok, Eomma .. biasa saja.. hanya, Minseo memang tidak percaya ramalan,”
“lalu..apa yang peramal Kang itu katakan
padamu??,”
Minho berbisik pada ibunya,”Peramal Kang
menyuruh aku tidak bicara dengan ketiga anakku, Eomma dan sepertinya Minseo
tahu akan hal ini,”
“Minseo itu sepertinya banyak sekali tahu
tentang apapun.. Eomma sendiri bingung.. apa kamu temukan dia aneh hidup
bersama mu??,”
Minho menggeleng,”tidak Eomma.. sungguh..
tetapi memang banyak sekali feeling Minseo
yang tepat ketika aku bekerja..”
“apa isterimu itu keturunan peri??,”
Ibunya Minho langsung berpikir macam macam.
“Eomma.. hari ini masih bicara peri dan
hantu?? Aduh.. lihat saja orangtuanya Eomma.. apa mereka tidak menapak kaki??,”
keluh Minho
Ibunya Minho langsung melihat kaki kedua
orangtua nya Minseo,”ah.. menapak kaki dengan jelas kok”
“nah.. Eomma terlalu banyak nonton film
horror,” keluh Minho, dia lalu berjalan lagi ke arah Minseo
“mian
haeyo, kalau tadi aku cemberut,” kata Minho pada Minseo
“tapi.. benar kan.. kamu terlalu percaya
dengan peramal Kang itu??,” tanya Minseo lagi
“Ya.. ya.. aku begitu,” balas Minho malas
menanggapi
“lalu.. peramal Kang menyuruh apa padamu,
sayang??,” tanya Minseo lagi
“memang ada apa??,” kata ayahnya Minho
“aku datang lagi ke peramal Kang dan dia
menyuruh kalau aku tidak bicara dengan 3 anak ku dalam bulan ini,” balas Minho
“apa?? Apa kamu bisa seperti itu pada 3
anakmu yang manis manis ini?,” kata ibunya sendiri
“itu karena Nampyeon terlalu percaya
dengan hal hal seperti itu.. padahal aku tidak..,” kata Minseo, dia
mempertahankan pendapatnya
“jaman sudah modern begini rasanya aneh
masih percaya yang seperti itu.. aku tidak tahu apa jalan pikiran Nampyeon..
kalau anak kita nanti kesepian. Bagaimana??,” lanjut Minseo lagi
“aneh sekali peramal Kang itu.. apa kamu
mau menuruti kata katanya??,” tanya ayahnya Minho
Minho bingung.
“tidak usah percaya lagi dengan hal
seperti itu, Nampyeon.. tapi terserah.. aku tidak ingin memaksa,” ujar Minseo
lagi
Minho masih diam saja. Ke esokan harinya,
dia juga masih tidak mau bicara dengan ketiga anaknya. Padahal dia juga
menggendong gendong mereka
Minseo sangat kesal dengan tingkah
suaminya yang benar benar penurut dengan peramal itu. Sudah tiga hari dia
melihat Minho tidak bicara dengan anak anaknya..cukup menggendong saja.
Waktunya memberi nama, keluarga kecil
berkumpul.
“aku sudah putuskan, akan memberi nama
yang tertua dengan Lee Jin Ho, yang tengah dengan Lee Young Joon dan yang
paling manis Lee Hana, sesuai dengan permintaan ibu dan ibu mertua,” kata Minho
berdiri ditengah tengah kebun belakang rumah mereka, mengadakan pesta kecil
kelahiran anak mereka
Semuanya anggota keluarga saling bertepuk
tangan dan senang sekali. Minseo, Minho dan ibunya Minho menggendong kembar
tiga itu.
Semua anggota keluarga saling menciumi si
kembar, mereka pesta kecil yang bahagia.
Minho hanya menyerahkan Lee Young Joon kepada
ibu mertuanya, dia sama sekali tidak banyak bicara. Minseo memperhatikan
tingkah suaminya itu yang menurutnya sudah keterlaluan.
“aku tidak suka ini, Minho,” keluhnya
dalam hati,”nanti malam.. aku ingin segalanya berubah.. kamu sudah lebih dari 3
hari tidak bicara dengan anak anak mu hanya karena ramalan Tuan Kang itu”
Minseo tetap melakukan pesta untuk anak
anak mereka, sementara Minho ngobrol ngobrol dengan banyak partner kerjanya.
Sampai mereka semua pulang, termasuk kedua
orangtua mereka..
“lelah sekali hari ini tapi sangat
menyenangkan.. aku gak tahu kenapa aku senang sekali,” kata Minho, dia memeluk
dan mencium Minseo
“tidak mencium mereka??,” senyum Minseo
padanya
“nanti dulu,” jawab Minho datar
“Nampyeon.. apa karena kamu masih
terpengaruh apa kata Peramal Kang itu??,” tanya Minseo, dia sudah mulai gak
suka dengan kelakuan Minho
“anieyo.. aku biasa saja,” Minho langsung
terkesan tidak enak hati
“lalu.. apa??,” tanya Minseo jadi sensitif
“sudah deh.. ngantuk..,” balas Minho lagi
“curang sekali,” gerutu Minseo, lalu dia
memasukkan semua anak nya ke dalam kamar khusus bayi saja
Minseo menina bobokan mereka supaya cepat
tidurnya.. setelah itu dia lihat Minho sedang menonton tv di kamar
“sudah selesai??,” senyum Minho manis
Minseo langsung naik ke tempat tidur..
Minho menciumnya berkali kali..
“hari ini kamu aneh sekali, sayang,” kata
Minho
“aneh kenapa??,” Minseo memancing lagi
“seperti sedang ingin melakukan sesuatu..
tapi aku tidak tahu apa??,” feeling Minho bermain terhadap isterinya itu
Minseo menepuk punggung Minho.. mendadak
dia pusing..Minho seperti hilang kesadaran, tapi dia masih bisa bicara
“Nampyeon.. malam ini kita bicara
panjang,” senyum Minseo
Minho membalas juga dengan senyuman.
Minseo mengelus elus pipi suaminya itu
“tolong ikuti kata kataku, Nampyeon,”
senyum Minseo lagi
Minho mengangguk.
“aku tidak ingin diriku percaya lagi
dengan kata kata peramal Kang itu.. peramal itu hanya mengacaukan hatiku
sehingga aku jadi menjauh dengan anak anakku.. mereka manis dan aku sangat
tidak percaya akan semua ramalannya,”
Minho pun mengikuti perkataan yang
diucapkan oleh Minseo. Minseo menyuruhnya mengulang beberapa kali, setelah itu,
Minseo mencium Minho dengan lembut..
“bangun, sayang.. kalau kamu bangun.. kamu
akan lupa dengan semuanya dan bisa mencium anak anakmu yang manis,”
Minho sadar..
“aku mengantuk sekali.. tapi aku belum say
good night pada ketiga anak ku,” senyumnya pada Minseo
“pergilah.. pelan pelan mencium mereka
ya.. mereka sudah tidur pulas,” senyum Minseo
Minho mengangguk saja. Dia menuju kamar
sebelah, Minseo mengikutinya.
Minho masuk kamar ketiga anaknya, dia
mencium mereka satu persatu...dan berbicara pada mereka! Sepertinya memang
telepati Minseo berhasil padanya sehingga dia lupa dengan perkataan peramal
Kang yang menyuruhnya tidak boleh bicara dengan ketiga anaknya sampai 1 bulan.
“hai, kids... Appa dan Eomma tidur dulu
ya, sayang.. good night.. joh eun kkum
eul gajigo.. have a nice dream.. annyeonghi,” dia bicaa dengan ketiga
anaknya sambil mencium mereka satu per satu
Minseo malah cekikikan dari balik pintu..
tampaknya memang telepati yang dia tanamkan setadi dia menepuk pundak Minho
berhasil.. lalu dia masuk kamar ketiga anaknya itu
“annyeonghi,
Appa,” katanya meniru suara anak anak dan memeluk Minho dari belakang
“hihihi... akhirnya.. berhasil juga..
Minho heoni.. jangan lagi percaya
dengan peramal Kang itu ya.. aku tidak suka Minho begitu..,” kata hatinya
Minseo sambil dia masih memeluk Minho.
Minho lalu memeluknya dan mereka kembali
ke kamar utama. Minseo berhasil menggunakan pengaruhnya pada diri Minho dari
pikirannya terhadap ramalan itu..
Bersambung ke Part 3...