This is me....

Minggu, Mei 18, 2014

My 3 Supernatural Beloved Kids (Part 2: Selamat Datang di Dunia Telepati Minseo, Minho Sayang)

Starring: Lee Minho, Park Minseo, Lee Jin Ho, Lee Young Joon, Lee Hana.

“Tidak Lee-ssi… bagaimanapun menurut saya, ini tidak sesuai kontrak,”
“Jadi menurut Anda.. yang sesuai dengan kontrak itu seperti apa, Man-ssi?? Bukankah memang pemesanan bahan dan juga modelnya seperti ini?? Ini satin bagus dan saya import,” balas Minho terhadap lawan bicara bisnisnya itu
“tidak, Lee ssi...ini sesuai aturan import...ini sudah ada bukti semua pembayaran,” kata Man
“nanti akan saya hubungi kembali... ini ada kesalahan fatal,” balas Minho.. lalu dia menutup teleponnya
“bisnis yang menyebalkan jika dicurangi,” gerutunya
Minseo menelepon,”heoni... Rasanya perutku sakit sekali..,”
“Ah...aduh.. aku pulang.. jangan jangan anak anak kita sudah mau keluar,”
Minho panik, dia langsung menarik jasnya dan melarikan mobilnya kembali ke rumah

“apa memang sudah waktunya??,” tanya dia pada Minseo
“sepertinya... perutku sudah gak tahan lagi sakitnya....Ayaaa,” Minseo mengerang
“tunggu... tunggu.. Eomma dan Appa harus ditelepon,” Minho panik menghadapi isterinya yang sebentar lagi akan melahirkan itu
“cepat.. kamu lama sekali, Minho.. menyebalkan!!!,” Minseo mengomel padanya.. menarik narik rambut Minho yang tebal
Ayaa.. sakit!,” Minho mengaduh sambil menelepon ibunya
Ibu nya panik, mereka semua panik dan langsung ke rumah sakit
“aduh.. Eomma.. sakit banget,” Minseo masih mengerang erang di atas tempat tidur dorong, mengeluh pada ibunya sendiri
Mereka sibuk memegang tangan Minseo yang kesakitan
“sabar ya, sayang.. sebentar kok,” Minho sibuk memegang tangan isterinya
“bodoh... ini sakit banget, tahu!,” Minseo mengomel habis habisan pada Minho, menjenggut rambutnya Minho habis habisan.. Minho diam saja
Beberapa suster yang mendorong menyemangati Minseo supaya sabar dan bisa menahan sakit sebentar, mereka sedang mendorong ke ruang operasi.
Semua keluarga menunggu di luar, termasuk Minho karena dia tidak tahan melihat darah.

Di Ruang tunggu.. ada seorang kakek berjalan dengan terbata-bata. Pakaiannya seperti pakaian pasien di Rumah sakit tersebut.
Minho, ayah dan ibunya serta ayah dan ibu Minseo menunggu.
Minho berjalan mondar mandir antar ruang tunggu..
Kakek itu tiba tiba berada di depan Minho dan bicara padanya
“Menunggu isteri lahiran ya??,”
Minho kaget, kenapa kakek itu bisa tahu,”iya, Samchon.. isteri saya sebentar lagi melahirkan.. “
“isterimu.. lebih tua darimu ya?? Tampaknya harus dioperasi,” kata si kakek lagi
Samchon ini tahu sekali tentang Minseo.. siapanya Minseo??,” Minho bingung dalam hatinya.
Si kakek itu malah menepuk nepuk pundak Minho dengan santainya,”sebentar lagi juga muncul di dunia... sabar sedikit anak muda”
Ibunya Minho bingung melihat anaknya bicara sendirian di pojokan ruangan tunggu dekat pintu
“oi.. Nampyeon.. Minho sedang bicara dengan siapa??,” dia mencolek suaminya
“mana??,” kata suaminya, dia berdiri dan memastikan, apakah Minho sedang bicara dengan seseorang atau memang sendirian
“kenapa Minho bicara sendiri??,” kata ayahnya, heran

“kamu harus jaga anak anakmu.. dia bisa jadi masalah untukmu.. bisa juga jadi penyelamatmu,” kata kakek itu
“penyelamat?? Masalah?? Darimana Samchon tahu masalah ini??,” Minho heran sendiri kakek itu bisa tahu masalahnya
“Anak anak mu akan hebat, Lee Minho,” senyum kakek itu lagi,”mereka jadi jimat untuk keluarga kamu dan Park Minseo”
Minho tambah heran lagi, kenapa kakek itu tahu namanya dan nama Minseo
Samchon ini.. siapa ya?? Mianhabnida
Kakek itu tertawa terkekeh kekeh.. dia lalu pergi meninggalkan Minho.. dengan berjalan terbata bata
“cucu cucu ku.. akan hebat sekali...hehehehe,” katanya sambil berlalu meninggalkan Minho sendirian yang kebingungan
“cucu siapa??,” tanya hatinya Minho, dia benar benar bingung
“oi, Samchon.. tunggu!! Cucunya siapa???,” Minho berusaha ingin mengejar kakek itu, tapi dicegah ayah mertuanya

Ayah mertuanya mencolek pundaknya,”kamu bicara dengan siapa, Minho??”
Minho menoleh,”tadi seorang kakek.. itu”
Ketika dia menoleh lagi ingin menunjuk kakek itu pada ayah mertuanya, sosok kakek itu sudah tidak ada
“loh.. kok?? Kemana dia??,” Minho makin bingung lagi
Ayah mertuanya menepuk nepuk pundaknya,”ah.. kamu ini.. benar benar panik sekali.. sampai mengkhayal begitu..sudah sudah”, ayah mertuanya mencoba merangkul pundaknya yang jauh lebih tinggi itu
Anieyo, siabeoji.. siapa Samchon itu? Apa keluarga dari Minseo??,”
“siapa?? Daritadi kamu bicara sendirian, Minho.. ah..sudah sudah.. ini pasti karena kamu stress mikirin kelahiran Minseo.. sabar sedikit.. sebentar lagi juga keluar,” ayah mertuanya masih menepuk nepuk pundaknya, mengajak Minho masuk ruang tunggu dan duduk

Sekitar 1 jam operasi berjalan.. akhirnya dokter kandungan keluar juga, dia menghampiri Minho dan keluarga
chugahaeyo..Lee-ssi.. anak Tuan kembar tiga.. dua lelaki dan satu perempuan..semuannya tidak identik, “ kata dokter tersenyum pada mereka
“woaah... cucuku benar kembar tiga!!,” Ibunya Minho memeluk Ibunya Minseo
“aku bahagia.. akuhirnya kita punya cucu juga,” balas ibunya Minseo
Sesama ayah juga saling berpelukan,”cucu kita sudah lahir..”
“Tuan dan Nyonya semua..sudah bisa lihat.. hanya saja, Nyonya Park masih tidak sadar diri.. kelelahan dan ditambah kantung darah..”, kata dokter lagi
“anak saya dan Minseo.. selamat kan, Dokter??,” kata Tuan Park, ayahnya Minseo
“Nyonya Park hanya lelah.. kurang darahnya juga sudah kami ganti dengan sat kantung darah.. sekali lagi..selamat ya.. Tuan dan Nyonya,” kata Dokter, menunduk hormat, lalu di belakang nya suster juga menunduk hormat
“silahkan, Tuan tuan dan Nyonya nyonya,” kata perawat itu
Minho, orangtua dan orangtua Minseo bahagia sekali
aigooo... manis manis sekali kalian...,” Ibunya Minho terharu, dia hampir menangis lihat 3 cucu nya yang manis itu..tiga anak Minho dan Minseo masih ada di inkubator, tidak boleh di gendong dulu sebab masih terlalu kecil.
“dua cakep Eomma.. seperti aku,” kata Minho, bangga
“yang pertama seperti Minho sekali ya??,” kata ibunya Minseo.
“yang puteri cantik sekali.. seperti bunga.. lebih cantik dari Minseo,” lanjut ibunya Minseo lagi
“kita namakan saja Hana ya?? Biar cantik seperti bunga,” kata ibunya Minho
Minho mengangguk senyum,”aku harus pergi ke peramal Kang lagi.. sekalian minta diberikan nama”

Minho memegang pegang pipi anak anaknya, dia kepikiran sekali dengan perkataan si kakek yang tadi mendadak hilang dan berkata seperti itu
“kenapa kamu bingung sekali, Minho??,” tanya ayahnya sambil melihat cucunya itu
“ah..tidak, Appa.. aku harus segera pergi ke peramal Kang kalau begini... ingat tidak.. kalau waktu itu selama kehamilan Minseo...aku harus meletakkan anggrek ungu di kamar??..peramal Kang bilang..aku harus pergi lagi kesana segera setelah mereka lahir”
“oo..,” balas ayahnya singkat,”tapi lebih baik kamu tidak terlalu percaya hal hal seperti itu... buktinya, mereka sangat manis.. Aku tidak percaya mereka akan menyusahkanmu,”
“nanti sore aku akan pergi lagi,” balas Minho

“Minho..,” Minseo memanggil
“eh..hebat sekali isterimu.. apa obat biusnya kurang bekerja??,” ayahnya kaget lihat menantunya sudah sadar lagi.
“isteriku sehat kan, Appa..,” senyum Minho..dia memang membanggakan Minseo didepan banyak orang, termasuk kalau bertemu dengan kolega kerjanya
“hi, sayang.. terima kasih ya.. anak kita cantik dan ganteng,” Minho langsung menghampiri dan mencium kening isterinya
“uh... sakit banget melahirkan,” kata Minseo masih berbaring
Minho malah tertawa,”tapi.. anak anak kita hebat loh.. kembar tiga sayang..aduh.. kita harus ambil salahsatu Eomma untuk membantu merawat, hehe”, Minho menoleh pada ibu dan ibu mertuanya

“aku saja yang bantu mereka.. kebetulan aku belum punya cucu,” kata ibunya Minho menawarkan diri
“terima kasih sebelumnya, bu Lee.. aku memang sudah kebanyakan cucu, hihihi,” tawa ibunya Minseo
“tapi mereka manis manis dan pastinya aku juga gak akan bisa menolak kalau nanti kami main ke rumah Minho melihat mereka.. iya kan, Nampyeon??”, lanjut ibunya Minseo lagi
Suaminya mengiyakan.
“asal jangan sampai kita berebut pengasuhan cucu saja,” kata ayahnya Minseo. Semuanya tertawa.

“jadi... apa setelah lahir.. tanda kesialan dan hambatan hubungan aku dengan anak anakku semakin menjadi, peramal Kang??,” kata Minho di ruangan ramal, lagi lagi dia percaya dengan hasil ramalan dan mendatangi peramal tersebut.
Peramal Kang membuka kartu hubungan antara Minho dengan 3 anaknya.
“ada semacam senjata disini.. ada malaikat maut,” katanya
Minho menepuk dahinya, sudah ketakutan duluan.
“tetapi...disini ada matahari.. jadi kalian punya dua sisi berbeda,” kata peramal Kang lagi
“mana yang lebih banyak, Kang ssi??,” Minho benar benar panik dan asli dia terlalu percaya dengan ramalan itu, padahal Minseo sudah bilang berkali kali padanya “jangan terlalu percaya ramalan, sayang.. itu gak benar!”, tapi tetap saja Minho pergi juga ke tempat itu.
“keduanya sama seimbang.. jika dalam kehidupan.. mana yang lebih dahulu hidup.. malaikat maut atau matahari?? Jelas malaikat maut ini,” jawab Kang
Minho jadi tambah deg degan,”apa aku harus terpisah dengan anak anakku nanti??”
“tidak perlu.. hanya saja, kamu harus lebih berhati hati, Lee ssi

“maksudnya?? Apa aku harus punya persyaratan tertentu lagi supaya anak anak ku atau aku tidak saling menyusahkan??,”
“ada..,” kata Kang
“apa itu??,” Minho tambah penasaran
“di usia mereka 3 tahun.. kamu harus menjauh dari isterimu selama beberapa minggu.. jangan sekali kali tidur dengannya.. kalian harus pisah rumah,” balas Kang dengan nada datar
Minho tepuk dahinya,”aduh... bisa enggak?? Aku gak bisa gak kangen dengan Minseo.. dia cinta matiku,”
“itu kalau kamu mau selamat.. kalau tidak.. penderitaan akan terus berlangsung,” jawab Kang lagi
“aduh! Dead me..,” keluh Minho,”ya.. baiklah.. aku akan berusaha.. tapi untuk yang dekat dekat ini.. apa ada pantangan lagi??”
“tidak bicara dengan bayi bayi mu selama satu bulan,” jawab Kang
Minho tepuk dahinya lagi,”Aya.! Bisa tidak aku seperti itu??”
Dia benar benar merasa repot dengan syarat dari peramal Kang. Membayangkan sengsara duluan menjalaninya.
“setelah itu.. kalau aku tidak bisa tahan.. jadi bagaimana??,”
“kamu dan keluarga mu kemungkinan akan sial bertubi-tubi,” jawab Kang melihat semacam bola lampu
“aduh..,” Minho benar- benar sudah masuk percaya dengan peramal tersebut.

Pulang ke rumah, dia masih sendirian karena Minseo dan ketiga anaknya masih dirumah sakit.. dia masih bisa tahan hanya diam saja ketika berkunjung ke sana tetapi membuat Minseo bingung, ada apa dengan suaminya itu. Lantas Minseo menebaknya.
“Kamu pasti ke peramal Kang itu lagi.. iya kan, heoni??,”
Minho diam saja, tidak mau isterinya tahu, dia cuma gendong gendong anak kembarnya yang paling besar.
“ayo dong..jangan bohong padaku, heoni,” bujuk isterinya
“iya,” balas Minho singkat
“kok diam saja?? Kemarikan yang besar,” kata Minseo
“aneh sekali Minho... kamu kenapa?? Uhmmm,” ujar hatinya Minseo
Lalu,”heoni..aku mau tidur sebentar.. tolong jaga anak anak ya?,” Minseo senyum pada Minho
Ternyata dia tidak tertidur, hanya berkonsentrasi memejamkan matanya. Dia lalu melakukan telepati/clairaudio pada peramal Kang.

“suamiku pasti datang lagi kepadamu,” kata Minseo di dalam clairaudionya
Peramal Kang kaget.. karena tiba tiba dia merasa berhubungan dengan seseorang, mendengar suara seseorang, tapi dia tidak bisa melihat wujudnya.
“aaa.. siapa kamu, Nyonya??,” kata peramal Kang terbata-bata
“tidak usah kaget, Kang-ssi... aku hanya ingin tahu.. apakah suami ku, Lee Minho datang lagi padamu??,” kata Minseo dari jauh
“jadi.. kamu.. tahu sendiri??,” jawab Kang, masih gugup
“Kang ssi.. kamu memberikan syarat apalagi pada suamiku?? Dia berubah,” melas Minseo
“dia bisa sial kalau bicara dengan anak anak mu,” jawab Kang, dia masih berwajah pucat
“Kang ssi.. jangan terlalu mendesak suami ku untuk melakukan apa yang kamu katakan.. dia masih muda,” balas Minseo lagi
”jiwa nya juga muda”, lanjutnya
“aku tidak suka dia datang padamu.. dia terlalu percaya ramalan... lain kali.. jangan suruh dia datang lagi... terima kasih,” ujar Minseo
Kang kaget ketika Minseo memutuskan hubungan clairaudionya..

Tak berapa lama Minseo membuka matanya,”aaah.. aku gak bisa tidur, heoni..,”, manja pada Minho. Dia merangkul Minho yang duduk di samping tempat tidurnya
“kamu tidak bicara dengan anak tertua kita, sayang?? Kenapa??,” Minseo pura pura bodoh, pura pura tidak tahu
“enggak apa kok, sayang..aku memang ingin diam,” balas Minho, dia malah mencium Minseo manis sekali
“kangen deh.. ingin segera bawa kalian pulang,” lanjut Minho lagi
Minseo senyum,”sepertinya heoni.. terlalu terpengaruh dengan ramalan Kang ssi ya??,”
ani... ,” balas Minho singkat, dia mengelak dengan terus menciumi Minseo
“be honest to me,” Minseo sudah agak kesal dengan tingkah suaminya yang berpura-pura,”kita harus dewasa.. apa yang peramal Kang katakan padamu, Nampyeon??”
Minho langsung cemberut, dia meminta Minseo menggendong anak mereka.
“kita harus bisa saling jujur dan terbuka..apalagi sudah ada anak,” senyum Minseo
Minho diam saja, Minseo tidak bisa memaksa, membiarkan nanti Minho yang akan memulai duluan bicara.
“aku tidur dulu ya.. nanti kalau Nampyeon mau pulang.. tolong bangunkan aku.. aku ngantuk,” kata Minseo lalu dia pura pura tidur
Di dalam pura pura tidurnya itu, dia mengancam peramal Kang lagi agar dia tidak berkata macam macam kalau Minho datang lagi padanya, dan peramal Kang hanya bisa bilang,”menyeramkan sekali Nyonya itu”

Minseo masih mendiamkan Minho, mereka jadi diam-diaman.
“ada apa??,” kata Nyonya Lee, ibunya Minho yang sore itu datang menjenguk
Gwaenchanh seubnida, Eomma,” kata Minseo
Ibunya Minho langsung menarik tangan anaknya ke pojok ruangan,”ada apa?? Kamu dan Minseo bertengkar lagi?? Baru sudah punya anak.. sudah bertengkar terus”
“anieyo, Eomma.. Minseo tidak suka aku pergi ke peramal Kang..”, balas Minho
“isterimu itu aneh... Eomma seperti mencium sesuatu yang aneh padanya,”
“aku enggak temukan keluarga mereka aneh kok, Eomma .. biasa saja.. hanya, Minseo memang tidak percaya ramalan,”
“lalu..apa yang peramal Kang itu katakan padamu??,”
Minho berbisik pada ibunya,”Peramal Kang menyuruh aku tidak bicara dengan ketiga anakku, Eomma dan sepertinya Minseo tahu akan hal ini,”
“Minseo itu sepertinya banyak sekali tahu tentang apapun.. Eomma sendiri bingung.. apa kamu temukan dia aneh hidup bersama mu??,”
Minho menggeleng,”tidak Eomma.. sungguh.. tetapi memang banyak sekali feeling Minseo yang tepat ketika aku bekerja..”
“apa isterimu itu keturunan peri??,” Ibunya Minho langsung berpikir macam macam.
“Eomma.. hari ini masih bicara peri dan hantu?? Aduh.. lihat saja orangtuanya Eomma.. apa mereka tidak menapak kaki??,” keluh Minho
Ibunya Minho langsung melihat kaki kedua orangtua nya Minseo,”ah.. menapak kaki dengan jelas kok”
“nah.. Eomma terlalu banyak nonton film horror,” keluh Minho, dia lalu berjalan lagi ke arah Minseo

mian haeyo, kalau tadi aku cemberut,” kata Minho pada Minseo
“tapi.. benar kan.. kamu terlalu percaya dengan peramal Kang itu??,” tanya Minseo lagi
“Ya.. ya.. aku begitu,” balas Minho malas menanggapi
“lalu.. peramal Kang menyuruh apa padamu, sayang??,” tanya Minseo lagi
“memang ada apa??,” kata ayahnya Minho
“aku datang lagi ke peramal Kang dan dia menyuruh kalau aku tidak bicara dengan 3 anak ku dalam bulan ini,” balas Minho
“apa?? Apa kamu bisa seperti itu pada 3 anakmu yang manis manis ini?,” kata ibunya sendiri
“itu karena Nampyeon terlalu percaya dengan hal hal seperti itu.. padahal aku tidak..,” kata Minseo, dia mempertahankan pendapatnya
“jaman sudah modern begini rasanya aneh masih percaya yang seperti itu.. aku tidak tahu apa jalan pikiran Nampyeon.. kalau anak kita nanti kesepian. Bagaimana??,” lanjut Minseo lagi
“aneh sekali peramal Kang itu.. apa kamu mau menuruti kata katanya??,” tanya ayahnya Minho
Minho bingung.
“tidak usah percaya lagi dengan hal seperti itu, Nampyeon.. tapi terserah.. aku tidak ingin memaksa,” ujar Minseo lagi

Minho masih diam saja. Ke esokan harinya, dia juga masih tidak mau bicara dengan ketiga anaknya. Padahal dia juga menggendong gendong mereka
Minseo sangat kesal dengan tingkah suaminya yang benar benar penurut dengan peramal itu. Sudah tiga hari dia melihat Minho tidak bicara dengan anak anaknya..cukup menggendong saja.
Waktunya memberi nama, keluarga kecil berkumpul.
“aku sudah putuskan, akan memberi nama yang tertua dengan Lee Jin Ho, yang tengah dengan Lee Young Joon dan yang paling manis Lee Hana, sesuai dengan permintaan ibu dan ibu mertua,” kata Minho berdiri ditengah tengah kebun belakang rumah mereka, mengadakan pesta kecil kelahiran anak mereka
Semuanya anggota keluarga saling bertepuk tangan dan senang sekali. Minseo, Minho dan ibunya Minho menggendong kembar tiga itu.
Semua anggota keluarga saling menciumi si kembar, mereka pesta kecil yang bahagia.

Minho hanya menyerahkan Lee Young Joon kepada ibu mertuanya, dia sama sekali tidak banyak bicara. Minseo memperhatikan tingkah suaminya itu yang menurutnya sudah keterlaluan.
“aku tidak suka ini, Minho,” keluhnya dalam hati,”nanti malam.. aku ingin segalanya berubah.. kamu sudah lebih dari 3 hari tidak bicara dengan anak anak mu hanya karena ramalan Tuan Kang itu”
Minseo tetap melakukan pesta untuk anak anak mereka, sementara Minho ngobrol ngobrol dengan banyak partner kerjanya.
Sampai mereka semua pulang, termasuk kedua orangtua mereka..

“lelah sekali hari ini tapi sangat menyenangkan.. aku gak tahu kenapa aku senang sekali,” kata Minho, dia memeluk dan mencium Minseo
“tidak mencium mereka??,” senyum Minseo padanya
“nanti dulu,” jawab Minho datar
“Nampyeon.. apa karena kamu masih terpengaruh apa kata Peramal Kang itu??,” tanya Minseo, dia sudah mulai gak suka dengan kelakuan Minho
“anieyo.. aku biasa saja,” Minho langsung terkesan tidak enak hati
“lalu.. apa??,” tanya Minseo jadi sensitif
“sudah deh.. ngantuk..,” balas Minho lagi
“curang sekali,” gerutu Minseo, lalu dia memasukkan semua anak nya ke dalam kamar khusus bayi saja
Minseo menina bobokan mereka supaya cepat tidurnya.. setelah itu dia lihat Minho sedang menonton tv di kamar
“sudah selesai??,” senyum Minho manis
Minseo langsung naik ke tempat tidur.. Minho menciumnya berkali kali..

“hari ini kamu aneh sekali, sayang,” kata Minho
“aneh kenapa??,” Minseo memancing lagi
“seperti sedang ingin melakukan sesuatu.. tapi aku tidak tahu apa??,” feeling Minho bermain terhadap isterinya itu
Minseo menepuk punggung Minho.. mendadak dia pusing..Minho seperti hilang kesadaran, tapi dia masih bisa bicara
“Nampyeon.. malam ini kita bicara panjang,” senyum Minseo
Minho membalas juga dengan senyuman. Minseo mengelus elus pipi suaminya itu
“tolong ikuti kata kataku, Nampyeon,” senyum Minseo lagi
Minho mengangguk.
“aku tidak ingin diriku percaya lagi dengan kata kata peramal Kang itu.. peramal itu hanya mengacaukan hatiku sehingga aku jadi menjauh dengan anak anakku.. mereka manis dan aku sangat tidak percaya akan semua ramalannya,”
Minho pun mengikuti perkataan yang diucapkan oleh Minseo. Minseo menyuruhnya mengulang beberapa kali, setelah itu, Minseo mencium Minho dengan lembut..
“bangun, sayang.. kalau kamu bangun.. kamu akan lupa dengan semuanya dan bisa mencium anak anakmu yang manis,”

Minho sadar..
“aku mengantuk sekali.. tapi aku belum say good night pada ketiga anak ku,” senyumnya pada Minseo
“pergilah.. pelan pelan mencium mereka ya.. mereka sudah tidur pulas,” senyum Minseo
Minho mengangguk saja. Dia menuju kamar sebelah, Minseo mengikutinya.
Minho masuk kamar ketiga anaknya, dia mencium mereka satu persatu...dan berbicara pada mereka! Sepertinya memang telepati Minseo berhasil padanya sehingga dia lupa dengan perkataan peramal Kang yang menyuruhnya tidak boleh bicara dengan ketiga anaknya sampai 1 bulan.
“hai, kids... Appa dan Eomma tidur dulu ya, sayang.. good night.. joh eun kkum eul gajigo.. have a nice dream.. annyeonghi,” dia bicaa dengan ketiga anaknya sambil mencium mereka satu per satu
Minseo malah cekikikan dari balik pintu.. tampaknya memang telepati yang dia tanamkan setadi dia menepuk pundak Minho berhasil.. lalu dia masuk kamar ketiga anaknya itu
annyeonghi, Appa,” katanya meniru suara anak anak dan memeluk Minho dari belakang
“hihihi... akhirnya.. berhasil juga.. Minho heoni.. jangan lagi percaya dengan peramal Kang itu ya.. aku tidak suka Minho begitu..,” kata hatinya Minseo sambil dia masih memeluk Minho.
Minho lalu memeluknya dan mereka kembali ke kamar utama. Minseo berhasil menggunakan pengaruhnya pada diri Minho dari pikirannya terhadap ramalan itu..

Bersambung ke Part 3...