Lee Minho sebagai dokter Minho Kazuki
Kitamura sebagai dokter Choi Hyeon Jun Gackt
sebagai dokter Roh Seung Won
“Apa-apaan sih manajemen ini.. aku
dipasangkan lagi dengan Hye Rim,”keluh Minho ketika dia membaca kontrak untuk
model produk smartphone
“bisa kacau nih,” dia terus saja mengeluh
sambil membaca kontrak.
“ada apa?,” kata manager talenta
Minho duduk,”bisa tidak..aku tidak
diaktifkan dulu dalam kontrak produk smartphone ini??ternyata aku ada banyak
kegiatan di Rumah Sakit sehubungan dengan promosiku,” Minho berkilah
Manager talenta, Chun Young Il tidak suka,
dia melipat kedua tangannya,”mana bisa?? Kamu enak sendiri..disini tidak boleh
seperti itu”
Minho beneran bete dengan jawaban Young Il,”ya sudah.. gambsahabnida”, katanya berdiri lalu menunduk hormat, kemudian dia
keluar ruangan. Tapi sampai dipintu, Young Il mengajaknya ngobrol,”kamu..sedang
ada masalah dengan Hye Rim??”
Minho menoleh,”Anieyo, hanya.. terkadang saya ingin partner baru dalam berfoto
atau iklan,” senyumnya pada Young Il.
Young Il berdiri,”memang.. aku juga
sebenarnya bosan lihat kalian lagi...kalian lagi yang berpasangan. Tapi
sepertinya Hye Rim masuk banget pasangan dengan mu.. kalian..akrab kan??”
“biasa saja,” jawab Minho singkat
Young Il tepuk pundaknya,”ya sudah.. aku
carikan yang lain..mungkin yang baru.. tapi bukan smartphone yang ini..
ditunggu saja”
Minho menunduk hormat,”terima
kasih..sebab, aku juga sibuk untuk urusan promosi level”. Lalu dia keluar
ruangan Young Il.
Di Rumah Sakit...
Park Shin Young berjalan menuju lorong ke
arah ruangan dokter gigi, ternyata dia hari itu kontrol lagi, seperti yang
dikatakan Minho, hanya saja, dia akan diperiksa ulang oleh dokter gigi Seol.
Dia duduk menunggu di bangku panjang
sebelum masuk. Ternyata Minho hari itu sudah di jam berganti praktek, tetapi
dia masih mengobrol dengan Seol. Hari itu sudah menjelang sore, memang saatnya
pergantian jam.
Perawat mengatakan sudah ada pasien, Minho
lalu berdiri,”nah.. baiklah.. besok kita bicarakan lagi,” katanya pada Seol
“ya.. baik.. terima kasih, dokter Lee,”
Seol menunduk hormat pada Lee. Mereka termasuk dokter-dokter muda yang harus
naik level supaya bisa dapat banyak kesempatan karir.
Sampai di depan pintu, Minho memergoki
Shin Young sedang duduk menunggu panggilan.
Shin Young berdiri dan menunduk hormat
pada Minho.
“ulineun
dasi mannal, Park agassi (we meet again-red),” senyum Minho padanya,”tapi..
Anda akan ditangani Dokter Seol, seperti kemarin saya janjikan”
“ah..iya.. terima kasih atas perawatannya
waktu itu, dokter Lee..sudah lebih baik,” kata Shin Young masih menunduk
hormat.
Ketika menunduk itulah, Minho
memperhatikannya dari ujung kepala sampai ujung kaki.
“gyeomsonhan
sonyeo (gadis sederhana-red),” gumam hatinya Minho,”dangsin-eul algo gwansim-i iss eoyo.. saeng gaghanda (sepertinya
aku tertarik untuk kenal kamu deh, ku pikir begitu-red),”
“ah..tidak apa kok.. syukurlah sudah lebih
baik,” senyum Minho
“dokter Seolnya sudah siap tuh,” katanya
lagi
Shin Young baru menegakkan kepalanya dan
senyum pada Minho, perawat menyuruh dia masuk
“sillyehabnida,”
katanya, pamit pada Minho
“eolmanna..aleumdaun
gyoibnidaaa,” Minho malah mendesah dan bergumam
Shin Young masuk ruangan praktek, Minho
masih memandangnya walau pintu sudah ditutup.
“eh...ah..sudahlah,” katanya, lalu dia
jalan pulang.
“brengsek deh..aku jadi suka dengan
pasiennya Seol,” kata Minho, dia mengeluh pada Hyeon Jun
Hyeon Jun ditelepon malah tertawa
keras,”ah.. serve you right, Minho..
bagaimanapun..ini sudah 4 tahun kamu jomblo
abis.. sudah waktunya cari pasangan buat curhat”
“ah..tapi tidak perlu dengan pasien.. yang
seperti ini bisa menyebalkan kalau tidak diatasi,”
“kenapa?? Kamu takut dia tidak setia??
Memang tampilannya seperti apa??,”
“umm..sederhana sekali.. bajunya saja sederhana,”
“wooh.. tipe nya Lee Minho sedari dulu..
sikat saja, hahahahaha!,”
“aku pikirkan lagi..aku tidak suka short relationship,”
“ya..kita ini kan setipe... jadi memang
kalau sudah merasa tua, tidak mencari pacar, tapi isteri,” nasehat Hyeon Jun
“memang inginnya seperti itu.. tetapi yang
mendekat selalu Hye Rim, hahahaha”, Minho menyindir nasib dirinya sendiri.
“perempuan pedandan dan repot dengan
penampilan..akan repot juga ngurus keluarga,” lanjutnya lagi
“geunyeoneun
gyeomson,”puji Minho pada Shin Young yang dilihatnya sederhana
“sikat saja...atau..kamu takut di
tolak??,” tanya Hyeon Jun
“sedikit..aku takut..jangan jangan dia
sudah punya pacar??,”
“tanya dulu, dokter gigi Lee
Minho...bagaimana kamu tahu perasaannya padamu kalau tidak ditanya??,” goda
Hyeon Jun
“aelasso...,”
jawab Minho singkat, dia memang suka peragu.
Malam itu, dia pulang ke apartmentnya
sendirian saja..malah berkhayal soal Shin Young sampai pagi lagi
“Yo
chingu Seung Won..ada kabar apa lagi??,” Minho janjian dengan Seung Won di
sebuah cafe.
“seperti biasa.. aku dapat bocoran
sepertinya kamu akan naik jenjang karir,” jawab Seung Won santai sambil merokok
dan minum bir.
“hentikan dulu rokok mu itu..aku sesak,”
balas Minho, dia tanpa ragu mengibas tangannya menahan asap rokok Seung Won.
Seung Won mematikan rokoknya.
“really??
Wah.. seneng banget,” kata Minho berbinar-binar
Seung Won berlagak seperti germo,”mana
bagianku??,” katanya dengan ekspresi santai
Minho tertawa,”nanti saja lah.. kamu minta
pada Ae Cha,” dia malah menggoda Seung Won.
Seung Won malah membacanya aneh,”kamu
sedang jatuh cinta ya?? Ayo Lee Minho.. jawab”
Minho mengelak,”ah.. ibdagchyeo.. bodoh, aku sedang senang mau naik level,”
“wwooh.. begitu rupanya,” jawab Seung Won
basa basi
“kenapa kamu tidak bawa pacarmu??,” tanya
Minho
“dia sibuk.. kan mau ambil master
keperawatan,” jawab Seung Won santai
“gelar mu sendiri?bukannya sedang sibuk
juga?”
Seung Won mengangguk,”itu sebabnya..aku
mau break dulu...memusingkan urusan cinta.. dia sudah main tanya kapan aku mau
ketemu orangtuanya,”
“ummm,” gumam Minho,”kamu hampir 40 tahun
loh.. kapan lagi??”
“memang kamu tidak akan tua sepertiku ya?
Kamu sendiri sudah mau 30 tahun,” balas Seung Won.
“masih mikir..masih jauh,” balas Minho
santai.
“minimal punya pacar.. jangan jomblo menderita begini..senang senang
sedikit,” kilah Seung Won, dia lagi sedang tidak mau hubungannya dibahas.
“kalau mau punya pacar.. 5 menit juga bisa
dapat, hehe,” Minho berkilah lagi.
“ya..ya..model ganteng,” sindir Seung Won.
Minho hanya tertawa keras.
“kamu sepertinya lagi ngayalin seorang
cewek deh,” kata Seung Won lagi, kalem
“heeeehhhh... mulai lagi.. i heard it from you those words for several
times,” kata Minho
“what
else, eh??,” Seung Won mulai lagi mengorek hati Minho,”aku ini lebih tua
dari kamu..pengalaman cinta ku juga sudah banyak, kamu ini..masih muda saja
sudah sensitif.. patah hati kok sampai bertahun-tahun”
Minho cengengesan,”eh.. hehehe.. sedang
berusaha mendekati seorang cewek”
“bagus.. aku suka itu, fighting!,” kata Seung Won
menyemangati,”kalau perlu..berguru padaku...gimana caranya bercinta yang baik”
“Crazy,”
tawa Minho
“Apa, Eomma?? Aku hari minggu harus ke
rumah??,” Minho agak kaget dengan berita telepon dari orangtuanya
Ibunya mengangguk,”iya, Minho...Appa ingin
bicara panjang lebar denganmu..sekalian mengundang seorang kenalan lamanya”
“siapa??,” Minho masih heran, tapi otaknya
langsung berfikir mendadak ke Hye Rim, entah kenapa.
“Min Ji Woo..teman lama ayahmu,”
“Min Ji Woo?? Min.. umm.. marganya sama
dengan Hye Rim.. akhir akhir ini dia ceria sekali..umm,” dalam hatinya Minho
malah curiga.
Minho berkilah,”apa tidak bisa diundur
lain hari,Eomma?? Aku sibuk..”
“sibuk dengan??”
“menjadi model..aku dapat kontrak baru dan
seperti biasa..hari minggu aku pakai untuk kerja itu,”
“sibuk sekali anak Eomma satu ini,” canda
ibunya
“yah..begitulah Eomma..,” manja Minho
“bicarakan saja dengan Appa mu,” balas
Ibunya
“Jadi.. Appa benar-benar akan kenalkan aku
dengan Min Hye Rim itu??,” ternyata malam itu juga Minho pulang ke rumah
orangtuanya
Ayahnya mengangguk,”ya.. kenapa?? Ada yang
salah??,” jawab ayahnya, santai
Minho bangun, berkeliling kursi dan garuk
garuk kepalanya, lalu dia bicara lagi dengan ayahnya
“sama sekali aku tidak suka dengan
perempuan itu, Appa.. dia selalu menjadi partner kerja ku setiap kali ada
take,”
Ayahnya bukan curiga atas ketidakmauan
anaknya, tapi malah senang,”loh..bagus bukan? Tuan Min bilang.. kalian sudah 4
tahun akrab dan pacaran,”
“apa??aku pacaran sama Hye Rim?,”kata
hatinya Minho,”apa dia yang bergosip pada orangtuanya.. bilang kalau aku
pacarnya??,”
“Appa salah mengerti..sama sekali aku
tidak ada hubungan khusus dengan Hye Rim.. kami hanya teman saja kok,” balas
Minho serius
“Ah... Appa tidak percaya..sejak kapan
kamu bisa dekat dengan perempuan.. tapi bukan menjadi pacar?,”
“sejak 4 tahun lalu,”jawab Minho dengan
ekspresisudah santai
“jadi.. beneran kamu bukan pacarnya Hye
Rim?? Lantas kenapa ayahnya bilang kalau kamu pacarnya??,”
“Appa.. hari gini? Semua bisa saja mengaku
ngaku,”
“begitu ya?? Appa tidak memaksakan kamu
akan dengan siapa.. tapi hari minggu esok.. luangkan waktu.. kita akan ke rumah
Tuan Min,”
“damn!
Dead me,” keluh Minho,
dia sudah membayangkan bagaimana nanti mungkin Hye Rim akan membuat manuver.
Dia kenal teman kerjanya yang satu itu.
“jadi.. bagaimana Minho?? Minggu kita akan
ke rumahnya.. ,” kata ayahnya
Minho menunduk hormat pada ayahnya,”aelasseo, Appa.. aku akan meluangkan
waktu”
“good,” jawab ayahnya singkat
Dikamarnya, Minho hanya melamun..
“dead
me if i will be enganged with that silly girl,” gerutu Minho. Dia lalu malah
asik kutak kutik Hp nya, ngobrol gak jelas dengan beberapa teman model lainnya
Tiba-tiba messenger dari Ha Eun masuk,”hi
Minho.. jalan yuk malam ini?”
“mian
haeyo..aku capek,” jawab Minho, dia memang lelah banget
“wah..sayang sekali.. aku sedang dengan
Hye Rim..kita punya tempat baru yang asyik nih,” balas Ha Eun
“next
time,” jawab Minho, aslinya, dia akan malas betul bertemu dan melihat cewek
yang rencananya akan dijodohkan kedua orangtuanya itu.
“wah..sayang sekali ya.. kita lagi ramai
loh,” kata Ha Eun
Hye Rim meneleponnya,”ayo dong
Minho...kamu ini bekerja terlalu keras deh...sampai clubbing saja lupa”
“aku lagi gak enak badan,” kilah Minho,
dia benar-benar malas
“Minho...aku heran..kenapa kamu selalu
menjauh dari ku..padahal aku sudah merasa akrab banget dengan kamu,” kata Hye
Rim, suaranya agak memelas
“aku memang sedang gak enak badan,” balas
Minho, mengulang lagi perkataannya.
“benar benar memuakkan cewek ini,”keluhnya
dalam hati
“ah..sudah lah Minho..kalau kamu bukan
partner kerjaku..mungkin aku sudah benci sama kamu,” Hye Rim langsung menutup
teleponnya.
Minho santai saja dengan perkataan
terakhir Hye Rim di telepon, dia lalu berbaring sambil menonton tv. Dia
menginap di rumah orangtuanya malam itu
Hari berganti sampai ke hari minggu lagi..
Pagi pagi, Lee keluaga sudah bersiap. Hari
itu Minho rapi sekali, tapi dia hanya memakai kemeja yang diluarnya dibalut
cardigan dan bercelana panjang bahan.
“habis ini..aku mau kerja sebentar,
Appa... sekarang aku yang minta digantikan dokter Seol,” kata Minho sedang
menyetir untuk kedua orangtuanya.
“baiklah...kita tidak akan lama...aku
dengar.. keluarga Min punya dua orang puteri..tapi yang satu adopsi, selain Hye
Rim,”
“umm..begitu??,” tanya Minho singkat
“apa kamu benar-benar tidak suka anak-anak
keluarga Min??,”
“maaf, Appa..tapi aku benar ..sungguh
tidak punya hati dengan Hye Rim,”
“yang penting kita lihat dulu, Minho,”
ujar ibunya
Minho hanya mengangguk saja, dalam hati,
dia bete berat.. terbayang masa
depannya bakalan suram bertunangan dan menikah dengan cewek manja, egois,
tukang hura-hura, terlalu bebas, hanya pikirin fashion dan kosmetik saja
kesehariannya.. dia jadi ketakutan.. takut kehidupan rumahtangganya seperti
Hyeon Jun, temannya itu, yang berakhir dengan perceraian.
“wah...selamat pagiii...selamat datang
Tuan Lee!,” kata Min Ji Woo, memeluk Lee erat-erat. Mereka memang kawan bisnis
yang sudah cukup lama
“sepagi ini kami datang..maafkan kami..
kami gak sabar ingin banyak pembicaraan,” basa basi Lee.
“ah..tidak apa..tidak apa.. kami senang,”
balas basa basi Min lagi.
Sesama Nyonya saling cipika cipiki. Minho
menunduk hormat pada Min dan nyonya.
“jadi..ini anak mu ya, nyonya Lee?? Wah..
cakep dan tinggi sekali.. pantas saja Hye Rim tergila-gila padamu, Minho,” kata
ibunya Hye Rim
“dokter pula.. benar-benar sempurna,”
lanjutnya lagi
Minho senyum dan menunduk hormat pada
ibunya Hye Rim,”terima kasih, Nyonya..ah..tapi saya tidak sesempurna itu”
“bete
banget deh... sebentar lagi pasti mereka ngomongin tunangan,” dalam hatinya
Minho.
Mereka menuju sebuah ruang tamu yang besar
sekali, penuh dengan ukiran bergaya barok eropa..
Mata Minho sengaja berputar-putar mengelilingi
ruangan itu...dia menyembunyikan ketidaksukaannya supaya terkesan manis dan
tidak membebankan kedua orangtuanya.
“ini rumahku yang sederhana..rumah tua,”
kata Min basa basi
Minho sadar itu tertuju padanya,
lalu,”ah..tidak mengapa, Tuan Min..saya suka..alur pahatannya memang beda dan
seninya tinggi...ternyata tuan Min punya seni pahat yang tinggi,” puji Minho,
basa basi (tukang basa basi amat sih Minho, hahahahaha).
Mereka lalu duduk, tak berapa lama, Hye
Rim datang.
“ini Hye Rim.. Minho pasti sudah kenal,”
kata Min
Minho masih berdiri, lalu menunduk
hormat,”iya..Hye Rim teman sesama model tuan Min”
“kebetulan sekali...pastinya kalian sudah
sangat akrab..apalagi aku dengar, kalian sudah 4 tahun dekat,” Min sangat
gembira.
“ah..bisa saja, Tuan Min,” balas ibunya
Minho,”ya..kalau bisa memang dipercepat..lagipula, Minho sudah mendekati 30,”
Minho langsung mengenyitkan dahi, dia
tidak suka dengan kata-kata “dipercepat”, dia malah berfikir tentang Shin
Young.
Hye Rim tampil manis sekali, mencoba
mengambil hati ayahnya Minho, tapi Minho mencoba santai walau dia benar-benar
bete dengan semuanya.
“biar Hye Rim yang ambil minuman.. kamu
sana ambil minuman,” kata ibunya Hye Rim
“baik, Eomma.. ah.. tuan Lee dan keluarga,
harap tunggu sebentar,” senyum Hye Rim
Minho pura-pura melihat dekorasi, asli dia
sudah bete banget..
“kena kamu, Minho, hehehehe.. orangtuaku
dan orangtuamu pasti setuju kalau kita tunangan,” kata hatinya Hye Rim ketika
ingin masuk ke dapur
Minho duduk tapi matanya asik melihat
lihat dekorasi.. dia sengaja mengalihkan pembicaraan ke interior ruangan yang
dia anggap menarik, artistik dan kesan kuno nya tetap tidak ketinggalan jaman.
“saya berharap bisa punya rumah yang bagus
seperti ini, Tuan dan Nyonya Min..tapi saya hanya punya apartment biasa, hehe,”
basa basi Minho
“ah..itu gampang.. kalau nanti kamu
menikah dengan Hye Rim.. kamu bisa membuat rumah yang lebih bagus dari ini,”
jawab Min
“aduh...kok jadi kesitu lagi sih??,”
hatinya Minho makin bete..
Didapur.. Hye Rim malah menyuruh Shin
Young membuatkan minuman untuk para tamu. Shin Young menurut saja.
“buatkan yang enak ya.. buat Minho,
calonku,”katanya pede
Karena membuatnya agak sedikit lama, maka
Nyonya Min pamit sebentar pada mereka dan ke dapur.
“kamu..kenapa Shin Young yang
membuatkan??,”
Shin young senyum,”ah.. tidak apa, Eomma..
biar aku yang buat,”
Selesai membuat, Hye Rim hanya
berkata,”aku saja yang antar.. gak usah kamu”
Ibunya hanya geleng kepala. Hye Rim pun
mengantarkan minuman
“ah.. maaf agak lama ya.. aku baru bisa
belajar.. maaf kalau tidak enak nanti” kata Hye Rim, basa basi ke keluarga
Minho
“ah..tidak apa.. namanya juga belajar, iya
kan Minho??,” balas ibunya Minho
Minho agak sedikit bengong,”ah..iya Eomma”
“Minho ini sepertinya gugup sekali dengan
pertemuan keluarga,” kata ibunya Hye Rim
“anak muda..biasa..kalau jaman
kita..seumur mereka sudah punya anak tiga, hahahaha,” kata Min
Minho cuma cengengesan.
Hye Rim senyum pada orangtua Minho,”kami
biasanya memang ada proyek foto bersama, paman.. hanya saja.. untuk yang depan
nanti..aku jadi tidak dipasangkan lagi dengan Minho,”
“itu usulan manajemen..mereka mau merubah
image,” balas Minho
“jangan ngobrolin pekerjaan dulu..kita
obrolin masa depan,” kata Lee
“aduh.. kenapa sih, Appa ini??,” gerutu
Minho dalam hatinya,”rasanya seperti di neraka”
Minho iseng lagi melirik lirik taman, dia
basa basi lagi dengan keluarga Hye Rim,”tamannya bagus sekali, paman.. gaya
apa??,”
“oh... itu gaya italia.. aku memang suka
eropa,” jawab Min.
“serasi sekali..bukannya dekorasi interior
ruangan ini jjuga dari eropa??,” senyum Minho
Min mengangguk.
“hari ini.. kami hanya ingin
berkenalan..sudah lama sekali aku tidak berkunjung ke rumahmu ini..sudah banyak
berubah,” kata Lee.
“kamu ini..semenjak sukses sombong
sekali...tidak pernah main kesini lagi.. kapan kita minum bersama lagi di
pinggir jalan??hahahaha,” Min malah bernostalgia.
“sekarang bukan main lagi tujuannya..tapi
mencari menantu, hahahaha,” balas Lee lagi
Para nyonya hanya senyum senyum saja..
tapi Minho asli bete berat, dia jadi lebih banyak diam.
“apa.. Minho ini pendiam??,” tanya Nyonya
Min pada Nyonya Lee
“ah..enggak kok Eomma.. Minho asik kalau
kita jalan.. iya kan, Minho??,” ujar Hye Rim
“eh, iya,” Minho hanya jawab ringan. Dia
melihat jendela.. lalu..dia melihat Shin Young yang sedang menyiram bunga
“Shin Young??,” tanpa sadar, mulutnya
berucap nama cewek itu
Ibunya Hye Rim menoleh,”oh.. jadi Minho
kenal Shin Young??”
“ah..eh.. 2 minggu lalu datang periksa
gigi..tetapi aku yang periksa karena menggantikan dokter gigi Seol,” Minho
masih memperhatikan Shin Young dari jauh.
“sepertinya Minho tertarik dengan Shin
Young,” kata hatinya Hye Rim,”awas saja kalau mereka sampai pacaran”
“apa.. kamu juga suka melihat taman,
Minho??,” kata ibunya Hye Rim
“ah...tidak terlalu suka..aku lelaki,
hehe,” jawab Minho,”cuma..aku memang suka mawar putih,”
“oh.. tandanya kamu seorang lelaki yang
memang mencintai pasanganmu sejati, hatimu murni cinta dia dan sayang sekali
pada nya,” senyum Ibunya Hye Rim
“oh..tante tahu sekali arti bunga.. terima
kasih,” balas Minho senyum
“tante punya koleksi banyak bunga..
temasuk mawar putih.. tidak usah sungkan kalau mau,”
“oh..terima kasih tante..tapi lelaki tidak
pandai merawat bunga, hehe,” Minho mengelak
Dia malah berkhayal dia memberikan mawar
putih pada Shin Young yang masih dilihatnya menyiram tanaman.
“ah..Eomma.. Appa..bagaimana kalau aku
jalan jalan dulu dikebun dengan Minho??,” Hye Rim berdiri dan berwajah ceria
Ayahnya senang,”silahkan.. kalian walau
sudah saling kenal..gak ada salahnya berduaan ditempat romantis.. iya kan,
isteriku??,”
Ibunya Hye Rim tertawa ringan,”iya,
hehe..siapa tahu makin erat”
“uh..terlalu,” gerutu hatinya Minho, tapi
dia tidak bisa melawan, Hye Rim memberikan tangannya untuk digenggam Minho.
“kami permisi, Paman dan Bibi Lee,” senyum
Hye Rim
Minho senyum dan mencoba bersikap santai,
dia tetap beracting memegang tangan Hye Rim tanpa bete..
Ditaman..baru Minho beraksi..
“lepas,” katanya pada Hye Rim
“kamu pikir kita bisa lepas?? Bahkan
orangtua kita berencana buat kita bertunangan,” senyum licik Hye Rim.
“aku tidak mau..aku tidak cinta kamu..aku
sudah cinta dengan cewek lain,” balas Minho, berdiri di depannya Hye Rim
Shin Young yang sedang menyiram bunga
memperhatikan mereka dari jauh..
“oh..chigwa
uisa Lee datang,” senyumnya, lalu dia mengelap bunga anggrek yang terlihat
lusuh kena kotoran dari hujan yang tadi malam mengguyur Seoul.
“siapa cewek itu??,” tanya Hye Rim
penasaran
“aku tidak akan beritahu...dia pokoknya
tidak seperti kamu..aku tidak suka karaktermu, kamu hanya akan menyusahkanku
kalau kita menikah,” Minho langsung tembak rasa ketidaksukaannya pada teman
kerjanya itu
“baiklah Lee Minho...aku tahu benar kamu
sungguh gak suka aku...tapi suatu hari kamu akan suka aku,” jawab Hye Rim
“coba saja.. aku tidak perduli..aku tetap
cinta perempuan itu..dia berharga untukku dan lebih berharga dari kamu..walau
mungkin dia cuma perempuan melarat dan yatim piatu,” balas Minho, dingin
“jangan menghina ku, Lee Minho..aku bisa
buat kita menikah cepat,” Hye Rim membalas ekspresi dinginnya Minho
“try
me.. challenge me,” balas
Minho. Dia malah menantang.
Shin Young mempehatikan mereka..dia
terhenti sejenak dari aktivitas berkebunnya..
Hye Rim lalu mendekati Minho, berjingkat
dan dia nekat mencium Minho di taman bunga rumahnya itu
Minho diam saja, dia tidak bereaksi sama
sekali.. dia malah memperhatikan Shin Young yang sudah mulai dia suka, matanya
begitu berbinar melihat Shin Young, yang tidak sengaja melihat percakapan
mereka dan melihat kejadian itu.
Shin Young cuma menunduk dari kejauhan
melihat kakak tirinya mesra dengan calon tunangannya itu, mengalihkan
pandangannya.
“puas kan? Bagaimana ciuman ku yang tadi??,”
senyum licik Hye Rim
“biasa,” balas Minho datar,”sudah tidak
aneh antar sesama model berciuman macam ini”, dia malah mengelap bibirnya
dengan ujung lengan cardigannya.
“Lee Minho menyebalkan!!,” teriak Hye
Rim.... Tapi Minho cuek saja..
Lalu dia berbalik arah dan kembali ke
ruang tamu..tanpa melihat Hye Rim lagi..
Hye Rim memandangnya pergi dari taman,
lalu dia menoleh, dia lihat Shin Young menatapnya dari jauh.
Hye Rim menghampirinya,”aku tidak ingin
kamu menceritakan siapapun tentang pembicaraan aku dan Minho tadi”
“baik, Eonni... Eonni tidak usah
khawatir..,” balas Shin Young dengan suara lembut
Hye Rim meninggalkannya, menuju ruang tamu
lagi
Minho menggerutu dalam hatinya,”uh..
ketahuan Shin Young.. menyebalkan Hye Rim.. aku sama sekali tidak cinta kamu..
tapi cinta Shin Young..dia yang aku pilih nanti di keluarga ini..sama sekali
bukan kamu”
Bersambung ke part 4....