This is me....

Selasa, Mei 06, 2014

Cinta Dokter Cute (Part 3: Bertunangan Katamu?Mimpi!)

Lee Minho sebagai dokter Minho    Kazuki Kitamura sebagai dokter Choi Hyeon Jun           Gackt sebagai dokter Roh Seung Won
“Apa-apaan sih manajemen ini.. aku dipasangkan lagi dengan Hye Rim,”keluh Minho ketika dia membaca kontrak untuk model produk smartphone
“bisa kacau nih,” dia terus saja mengeluh sambil membaca kontrak.
“ada apa?,” kata manager talenta
Minho duduk,”bisa tidak..aku tidak diaktifkan dulu dalam kontrak produk smartphone ini??ternyata aku ada banyak kegiatan di Rumah Sakit sehubungan dengan promosiku,” Minho berkilah
Manager talenta, Chun Young Il tidak suka, dia melipat kedua tangannya,”mana bisa?? Kamu enak sendiri..disini tidak boleh seperti itu”
Minho beneran bete dengan jawaban Young Il,”ya sudah.. gambsahabnida”, katanya berdiri lalu menunduk hormat, kemudian dia keluar ruangan. Tapi sampai dipintu, Young Il mengajaknya ngobrol,”kamu..sedang ada masalah dengan Hye Rim??”
Minho menoleh,”Anieyo, hanya.. terkadang saya ingin partner baru dalam berfoto atau iklan,” senyumnya pada Young Il.
Young Il berdiri,”memang.. aku juga sebenarnya bosan lihat kalian lagi...kalian lagi yang berpasangan. Tapi sepertinya Hye Rim masuk banget pasangan dengan mu.. kalian..akrab kan??”
“biasa saja,” jawab Minho singkat
Young Il tepuk pundaknya,”ya sudah.. aku carikan yang lain..mungkin yang baru.. tapi bukan smartphone yang ini.. ditunggu saja”
Minho menunduk hormat,”terima kasih..sebab, aku juga sibuk untuk urusan promosi level”. Lalu dia keluar ruangan Young Il.


Di Rumah Sakit...
Park Shin Young berjalan menuju lorong ke arah ruangan dokter gigi, ternyata dia hari itu kontrol lagi, seperti yang dikatakan Minho, hanya saja, dia akan diperiksa ulang oleh dokter gigi Seol.
Dia duduk menunggu di bangku panjang sebelum masuk. Ternyata Minho hari itu sudah di jam berganti praktek, tetapi dia masih mengobrol dengan Seol. Hari itu sudah menjelang sore, memang saatnya pergantian jam.
Perawat mengatakan sudah ada pasien, Minho lalu berdiri,”nah.. baiklah.. besok kita bicarakan lagi,” katanya pada Seol
“ya.. baik.. terima kasih, dokter Lee,” Seol menunduk hormat pada Lee. Mereka termasuk dokter-dokter muda yang harus naik level supaya bisa dapat banyak kesempatan karir.
Sampai di depan pintu, Minho memergoki Shin Young sedang duduk menunggu panggilan.
Shin Young berdiri dan menunduk hormat pada Minho.
ulineun dasi mannal, Park agassi (we meet again-red),” senyum Minho padanya,”tapi.. Anda akan ditangani Dokter Seol, seperti kemarin saya janjikan”
“ah..iya.. terima kasih atas perawatannya waktu itu, dokter Lee..sudah lebih baik,” kata Shin Young masih menunduk hormat.
Ketika menunduk itulah, Minho memperhatikannya dari ujung kepala sampai ujung kaki.
gyeomsonhan sonyeo (gadis sederhana-red),” gumam hatinya Minho,”dangsin-eul algo gwansim-i iss eoyo.. saeng gaghanda (sepertinya aku tertarik untuk kenal kamu deh, ku pikir begitu-red),”
“ah..tidak apa kok.. syukurlah sudah lebih baik,” senyum Minho
“dokter Seolnya sudah siap tuh,” katanya lagi
Shin Young baru menegakkan kepalanya dan senyum pada Minho, perawat menyuruh dia masuk
sillyehabnida,” katanya, pamit pada Minho
eolmanna..aleumdaun gyoibnidaaa,” Minho malah mendesah dan bergumam
Shin Young masuk ruangan praktek, Minho masih memandangnya walau pintu sudah ditutup.
“eh...ah..sudahlah,” katanya, lalu dia jalan pulang.

“brengsek deh..aku jadi suka dengan pasiennya Seol,” kata Minho, dia mengeluh pada Hyeon Jun
Hyeon Jun ditelepon malah tertawa keras,”ah.. serve you right, Minho.. bagaimanapun..ini sudah 4 tahun kamu jomblo abis.. sudah waktunya cari pasangan buat curhat”
“ah..tapi tidak perlu dengan pasien.. yang seperti ini bisa menyebalkan kalau tidak diatasi,”
“kenapa?? Kamu takut dia tidak setia?? Memang tampilannya seperti apa??,”
“umm..sederhana sekali.. bajunya saja sederhana,”
“wooh.. tipe nya Lee Minho sedari dulu.. sikat saja, hahahahaha!,”
“aku pikirkan lagi..aku tidak suka short relationship,”
“ya..kita ini kan setipe... jadi memang kalau sudah merasa tua, tidak mencari pacar, tapi isteri,” nasehat Hyeon Jun
“memang inginnya seperti itu.. tetapi yang mendekat selalu Hye Rim, hahahaha”, Minho menyindir nasib dirinya sendiri.
“perempuan pedandan dan repot dengan penampilan..akan repot juga ngurus keluarga,” lanjutnya lagi
geunyeoneun gyeomson,”puji Minho pada Shin Young yang dilihatnya sederhana
“sikat saja...atau..kamu takut di tolak??,” tanya Hyeon Jun
“sedikit..aku takut..jangan jangan dia sudah punya pacar??,”
“tanya dulu, dokter gigi Lee Minho...bagaimana kamu tahu perasaannya padamu kalau tidak ditanya??,” goda Hyeon Jun
aelasso...,” jawab Minho singkat, dia memang suka peragu.
Malam itu, dia pulang ke apartmentnya sendirian saja..malah berkhayal soal Shin Young sampai pagi lagi

Yo chingu Seung Won..ada kabar apa lagi??,” Minho janjian dengan Seung Won di sebuah cafe.
“seperti biasa.. aku dapat bocoran sepertinya kamu akan naik jenjang karir,” jawab Seung Won santai sambil merokok dan minum bir.
“hentikan dulu rokok mu itu..aku sesak,” balas Minho, dia tanpa ragu mengibas tangannya menahan asap rokok Seung Won.
Seung Won mematikan rokoknya.
really?? Wah.. seneng banget,” kata Minho berbinar-binar
Seung Won berlagak seperti germo,”mana bagianku??,” katanya dengan ekspresi santai
Minho tertawa,”nanti saja lah.. kamu minta pada Ae Cha,” dia malah menggoda Seung Won.
Seung Won malah membacanya aneh,”kamu sedang jatuh cinta ya?? Ayo Lee Minho.. jawab”

Minho mengelak,”ah.. ibdagchyeo.. bodoh, aku sedang senang mau naik level,”
“wwooh.. begitu rupanya,” jawab Seung Won basa basi
“kenapa kamu tidak bawa pacarmu??,” tanya Minho
“dia sibuk.. kan mau ambil master keperawatan,” jawab Seung Won santai
“gelar mu sendiri?bukannya sedang sibuk juga?”
Seung Won mengangguk,”itu sebabnya..aku mau break dulu...memusingkan urusan cinta.. dia sudah main tanya kapan aku mau ketemu orangtuanya,”
“ummm,” gumam Minho,”kamu hampir 40 tahun loh.. kapan lagi??”
“memang kamu tidak akan tua sepertiku ya? Kamu sendiri sudah mau 30 tahun,” balas Seung Won.
“masih mikir..masih jauh,” balas Minho santai.
“minimal punya pacar.. jangan jomblo menderita begini..senang senang sedikit,” kilah Seung Won, dia lagi sedang tidak mau hubungannya dibahas.
“kalau mau punya pacar.. 5 menit juga bisa dapat, hehe,” Minho berkilah lagi.
“ya..ya..model ganteng,” sindir Seung Won.
Minho hanya tertawa keras.
“kamu sepertinya lagi ngayalin seorang cewek deh,” kata Seung Won lagi, kalem
“heeeehhhh... mulai lagi.. i heard it from you those words for several times,” kata Minho
what else, eh??,” Seung Won mulai lagi mengorek hati Minho,”aku ini lebih tua dari kamu..pengalaman cinta ku juga sudah banyak, kamu ini..masih muda saja sudah sensitif.. patah hati kok sampai bertahun-tahun”
Minho cengengesan,”eh.. hehehe.. sedang berusaha mendekati seorang cewek”
“bagus.. aku suka itu, fighting!,” kata Seung Won menyemangati,”kalau perlu..berguru padaku...gimana caranya bercinta yang baik”
Crazy,” tawa Minho

“Apa, Eomma?? Aku hari minggu harus ke rumah??,” Minho agak kaget dengan berita telepon dari orangtuanya
Ibunya mengangguk,”iya, Minho...Appa ingin bicara panjang lebar denganmu..sekalian mengundang seorang kenalan lamanya”
“siapa??,” Minho masih heran, tapi otaknya langsung berfikir mendadak ke Hye Rim, entah kenapa.
“Min Ji Woo..teman lama ayahmu,”
“Min Ji Woo?? Min.. umm.. marganya sama dengan Hye Rim.. akhir akhir ini dia ceria sekali..umm,” dalam hatinya Minho malah curiga.
Minho berkilah,”apa tidak bisa diundur lain hari,Eomma?? Aku sibuk..”
“sibuk dengan??”
“menjadi model..aku dapat kontrak baru dan seperti biasa..hari minggu aku pakai untuk kerja itu,”
“sibuk sekali anak Eomma satu ini,” canda ibunya
“yah..begitulah Eomma..,” manja Minho
“bicarakan saja dengan Appa mu,” balas Ibunya

“Jadi.. Appa benar-benar akan kenalkan aku dengan Min Hye Rim itu??,” ternyata malam itu juga Minho pulang ke rumah orangtuanya
Ayahnya mengangguk,”ya.. kenapa?? Ada yang salah??,” jawab ayahnya, santai
Minho bangun, berkeliling kursi dan garuk garuk kepalanya, lalu dia bicara lagi dengan ayahnya
“sama sekali aku tidak suka dengan perempuan itu, Appa.. dia selalu menjadi partner kerja ku setiap kali ada take,”
Ayahnya bukan curiga atas ketidakmauan anaknya, tapi malah senang,”loh..bagus bukan? Tuan Min bilang.. kalian sudah 4 tahun akrab dan pacaran,”
“apa??aku pacaran sama Hye Rim?,”kata hatinya Minho,”apa dia yang bergosip pada orangtuanya.. bilang kalau aku pacarnya??,”
“Appa salah mengerti..sama sekali aku tidak ada hubungan khusus dengan Hye Rim.. kami hanya teman saja kok,” balas Minho serius

“Ah... Appa tidak percaya..sejak kapan kamu bisa dekat dengan perempuan.. tapi bukan menjadi pacar?,”
“sejak 4 tahun lalu,”jawab Minho dengan ekspresisudah santai
“jadi.. beneran kamu bukan pacarnya Hye Rim?? Lantas kenapa ayahnya bilang kalau kamu pacarnya??,”
“Appa.. hari gini? Semua bisa saja mengaku ngaku,”
“begitu ya?? Appa tidak memaksakan kamu akan dengan siapa.. tapi hari minggu esok.. luangkan waktu.. kita akan ke rumah Tuan Min,”
“damn! Dead me,” keluh Minho, dia sudah membayangkan bagaimana nanti mungkin Hye Rim akan membuat manuver. Dia kenal teman kerjanya yang satu itu.
“jadi.. bagaimana Minho?? Minggu kita akan ke rumahnya.. ,” kata ayahnya
Minho menunduk hormat pada ayahnya,”aelasseo, Appa.. aku akan meluangkan waktu”
“good,” jawab ayahnya singkat

Dikamarnya, Minho hanya melamun..
dead me if i will be enganged with that silly girl,” gerutu Minho. Dia lalu malah asik kutak kutik Hp nya, ngobrol gak jelas dengan beberapa teman model lainnya
Tiba-tiba messenger dari Ha Eun masuk,”hi Minho.. jalan yuk malam ini?”
mian haeyo..aku capek,” jawab Minho, dia memang lelah banget
“wah..sayang sekali.. aku sedang dengan Hye Rim..kita punya tempat baru yang asyik nih,” balas Ha Eun
next time,” jawab Minho, aslinya, dia akan malas betul bertemu dan melihat cewek yang rencananya akan dijodohkan kedua orangtuanya itu.
“wah..sayang sekali ya.. kita lagi ramai loh,” kata Ha Eun
Hye Rim meneleponnya,”ayo dong Minho...kamu ini bekerja terlalu keras deh...sampai clubbing saja lupa”
“aku lagi gak enak badan,” kilah Minho, dia benar-benar malas
“Minho...aku heran..kenapa kamu selalu menjauh dari ku..padahal aku sudah merasa akrab banget dengan kamu,” kata Hye Rim, suaranya agak memelas
“aku memang sedang gak enak badan,” balas Minho, mengulang lagi perkataannya.
“benar benar memuakkan cewek ini,”keluhnya dalam hati
“ah..sudah lah Minho..kalau kamu bukan partner kerjaku..mungkin aku sudah benci sama kamu,” Hye Rim langsung menutup teleponnya.
Minho santai saja dengan perkataan terakhir Hye Rim di telepon, dia lalu berbaring sambil menonton tv. Dia menginap di rumah orangtuanya malam itu

Hari berganti sampai ke hari minggu lagi..
Pagi pagi, Lee keluaga sudah bersiap. Hari itu Minho rapi sekali, tapi dia hanya memakai kemeja yang diluarnya dibalut cardigan dan bercelana panjang bahan.
“habis ini..aku mau kerja sebentar, Appa... sekarang aku yang minta digantikan dokter Seol,” kata Minho sedang menyetir untuk kedua orangtuanya.
“baiklah...kita tidak akan lama...aku dengar.. keluarga Min punya dua orang puteri..tapi yang satu adopsi, selain Hye Rim,”
“umm..begitu??,” tanya Minho singkat
“apa kamu benar-benar tidak suka anak-anak keluarga Min??,”
“maaf, Appa..tapi aku benar ..sungguh tidak punya hati dengan Hye Rim,”
“yang penting kita lihat dulu, Minho,” ujar ibunya
Minho hanya mengangguk saja, dalam hati, dia bete berat.. terbayang masa depannya bakalan suram bertunangan dan menikah dengan cewek manja, egois, tukang hura-hura, terlalu bebas, hanya pikirin fashion dan kosmetik saja kesehariannya.. dia jadi ketakutan.. takut kehidupan rumahtangganya seperti Hyeon Jun, temannya itu, yang berakhir dengan perceraian.

“wah...selamat pagiii...selamat datang Tuan Lee!,” kata Min Ji Woo, memeluk Lee erat-erat. Mereka memang kawan bisnis yang sudah cukup lama
“sepagi ini kami datang..maafkan kami.. kami gak sabar ingin banyak pembicaraan,” basa basi Lee.
“ah..tidak apa..tidak apa.. kami senang,” balas basa basi Min lagi.
Sesama Nyonya saling cipika cipiki. Minho menunduk hormat pada Min dan nyonya.
“jadi..ini anak mu ya, nyonya Lee?? Wah.. cakep dan tinggi sekali.. pantas saja Hye Rim tergila-gila padamu, Minho,” kata ibunya Hye Rim
“dokter pula.. benar-benar sempurna,” lanjutnya lagi
Minho senyum dan menunduk hormat pada ibunya Hye Rim,”terima kasih, Nyonya..ah..tapi saya tidak sesempurna itu”
bete banget deh... sebentar lagi pasti mereka ngomongin tunangan,” dalam hatinya Minho.
Mereka menuju sebuah ruang tamu yang besar sekali, penuh dengan ukiran bergaya barok eropa..
Mata Minho sengaja berputar-putar mengelilingi ruangan itu...dia menyembunyikan ketidaksukaannya supaya terkesan manis dan tidak membebankan kedua orangtuanya.
“ini rumahku yang sederhana..rumah tua,” kata Min basa basi
Minho sadar itu tertuju padanya, lalu,”ah..tidak mengapa, Tuan Min..saya suka..alur pahatannya memang beda dan seninya tinggi...ternyata tuan Min punya seni pahat yang tinggi,” puji Minho, basa basi (tukang basa basi amat sih Minho, hahahahaha).

Mereka lalu duduk, tak berapa lama, Hye Rim datang.
“ini Hye Rim.. Minho pasti sudah kenal,” kata Min
Minho masih berdiri, lalu menunduk hormat,”iya..Hye Rim teman sesama model tuan Min”
“kebetulan sekali...pastinya kalian sudah sangat akrab..apalagi aku dengar, kalian sudah 4 tahun dekat,” Min sangat gembira.
“ah..bisa saja, Tuan Min,” balas ibunya Minho,”ya..kalau bisa memang dipercepat..lagipula, Minho sudah mendekati 30,”
Minho langsung mengenyitkan dahi, dia tidak suka dengan kata-kata “dipercepat”, dia malah berfikir tentang Shin Young.
Hye Rim tampil manis sekali, mencoba mengambil hati ayahnya Minho, tapi Minho mencoba santai walau dia benar-benar bete dengan semuanya.

“biar Hye Rim yang ambil minuman.. kamu sana ambil minuman,” kata ibunya Hye Rim
“baik, Eomma.. ah.. tuan Lee dan keluarga, harap tunggu sebentar,” senyum Hye Rim
Minho pura-pura melihat dekorasi, asli dia sudah bete banget..
“kena kamu, Minho, hehehehe.. orangtuaku dan orangtuamu pasti setuju kalau kita tunangan,” kata hatinya Hye Rim ketika ingin masuk ke dapur
Minho duduk tapi matanya asik melihat lihat dekorasi.. dia sengaja mengalihkan pembicaraan ke interior ruangan yang dia anggap menarik, artistik dan kesan kuno nya tetap tidak ketinggalan jaman.
“saya berharap bisa punya rumah yang bagus seperti ini, Tuan dan Nyonya Min..tapi saya hanya punya apartment biasa, hehe,” basa basi Minho
“ah..itu gampang.. kalau nanti kamu menikah dengan Hye Rim.. kamu bisa membuat rumah yang lebih bagus dari ini,” jawab Min
“aduh...kok jadi kesitu lagi sih??,” hatinya Minho makin bete..

Didapur.. Hye Rim malah menyuruh Shin Young membuatkan minuman untuk para tamu. Shin Young menurut saja.
“buatkan yang enak ya.. buat Minho, calonku,”katanya pede
Karena membuatnya agak sedikit lama, maka Nyonya Min pamit sebentar pada mereka dan ke dapur.
“kamu..kenapa Shin Young yang membuatkan??,”
Shin young senyum,”ah.. tidak apa, Eomma.. biar aku yang buat,”
Selesai membuat, Hye Rim hanya berkata,”aku saja yang antar.. gak usah kamu”
Ibunya hanya geleng kepala. Hye Rim pun mengantarkan minuman

“ah.. maaf agak lama ya.. aku baru bisa belajar.. maaf kalau tidak enak nanti” kata Hye Rim, basa basi ke keluarga Minho
“ah..tidak apa.. namanya juga belajar, iya kan Minho??,” balas ibunya Minho
Minho agak sedikit bengong,”ah..iya Eomma”
“Minho ini sepertinya gugup sekali dengan pertemuan keluarga,” kata ibunya Hye Rim
“anak muda..biasa..kalau jaman kita..seumur mereka sudah punya anak tiga, hahahaha,” kata Min
Minho cuma cengengesan.
Hye Rim senyum pada orangtua Minho,”kami biasanya memang ada proyek foto bersama, paman.. hanya saja.. untuk yang depan nanti..aku jadi tidak dipasangkan lagi dengan Minho,”
“itu usulan manajemen..mereka mau merubah image,” balas Minho
“jangan ngobrolin pekerjaan dulu..kita obrolin masa depan,” kata Lee
“aduh.. kenapa sih, Appa ini??,” gerutu Minho dalam hatinya,”rasanya seperti di neraka”
Minho iseng lagi melirik lirik taman, dia basa basi lagi dengan keluarga Hye Rim,”tamannya bagus sekali, paman.. gaya apa??,”
“oh... itu gaya italia.. aku memang suka eropa,” jawab Min.
“serasi sekali..bukannya dekorasi interior ruangan ini jjuga dari eropa??,” senyum Minho
Min mengangguk.
“hari ini.. kami hanya ingin berkenalan..sudah lama sekali aku tidak berkunjung ke rumahmu ini..sudah banyak berubah,” kata Lee.
“kamu ini..semenjak sukses sombong sekali...tidak pernah main kesini lagi.. kapan kita minum bersama lagi di pinggir jalan??hahahaha,” Min malah bernostalgia.
“sekarang bukan main lagi tujuannya..tapi mencari menantu, hahahaha,” balas Lee lagi
Para nyonya hanya senyum senyum saja.. tapi Minho asli bete berat, dia jadi lebih banyak diam.
“apa.. Minho ini pendiam??,” tanya Nyonya Min pada Nyonya Lee
“ah..enggak kok Eomma.. Minho asik kalau kita jalan.. iya kan, Minho??,” ujar Hye Rim
“eh, iya,” Minho hanya jawab ringan. Dia melihat jendela.. lalu..dia melihat Shin Young yang sedang menyiram bunga
“Shin Young??,” tanpa sadar, mulutnya berucap nama cewek itu
Ibunya Hye Rim menoleh,”oh.. jadi Minho kenal Shin Young??”
“ah..eh.. 2 minggu lalu datang periksa gigi..tetapi aku yang periksa karena menggantikan dokter gigi Seol,” Minho masih memperhatikan Shin Young dari jauh.
“sepertinya Minho tertarik dengan Shin Young,” kata hatinya Hye Rim,”awas saja kalau mereka sampai pacaran”
“apa.. kamu juga suka melihat taman, Minho??,” kata ibunya Hye Rim
“ah...tidak terlalu suka..aku lelaki, hehe,” jawab Minho,”cuma..aku memang suka mawar putih,”
“oh.. tandanya kamu seorang lelaki yang memang mencintai pasanganmu sejati, hatimu murni cinta dia dan sayang sekali pada nya,” senyum Ibunya Hye Rim
“oh..tante tahu sekali arti bunga.. terima kasih,” balas Minho senyum
“tante punya koleksi banyak bunga.. temasuk mawar putih.. tidak usah sungkan kalau mau,”
“oh..terima kasih tante..tapi lelaki tidak pandai merawat bunga, hehe,” Minho mengelak
Dia malah berkhayal dia memberikan mawar putih pada Shin Young yang masih dilihatnya menyiram tanaman.
“ah..Eomma.. Appa..bagaimana kalau aku jalan jalan dulu dikebun dengan Minho??,” Hye Rim berdiri dan berwajah ceria
Ayahnya senang,”silahkan.. kalian walau sudah saling kenal..gak ada salahnya berduaan ditempat romantis.. iya kan, isteriku??,”
Ibunya Hye Rim tertawa ringan,”iya, hehe..siapa tahu makin erat”
“uh..terlalu,” gerutu hatinya Minho, tapi dia tidak bisa melawan, Hye Rim memberikan tangannya untuk digenggam Minho.
“kami permisi, Paman dan Bibi Lee,” senyum Hye Rim
Minho senyum dan mencoba bersikap santai, dia tetap beracting memegang tangan Hye Rim tanpa bete..

Ditaman..baru Minho beraksi..
“lepas,” katanya pada Hye Rim
“kamu pikir kita bisa lepas?? Bahkan orangtua kita berencana buat kita bertunangan,” senyum licik Hye Rim.
“aku tidak mau..aku tidak cinta kamu..aku sudah cinta dengan cewek lain,” balas Minho, berdiri di depannya Hye Rim
Shin Young yang sedang menyiram bunga memperhatikan mereka dari jauh..
“oh..chigwa uisa Lee datang,” senyumnya, lalu dia mengelap bunga anggrek yang terlihat lusuh kena kotoran dari hujan yang tadi malam mengguyur Seoul.
“siapa cewek itu??,” tanya Hye Rim penasaran
“aku tidak akan beritahu...dia pokoknya tidak seperti kamu..aku tidak suka karaktermu, kamu hanya akan menyusahkanku kalau kita menikah,” Minho langsung tembak rasa ketidaksukaannya pada teman kerjanya itu
“baiklah Lee Minho...aku tahu benar kamu sungguh gak suka aku...tapi suatu hari kamu akan suka aku,” jawab Hye Rim
“coba saja.. aku tidak perduli..aku tetap cinta perempuan itu..dia berharga untukku dan lebih berharga dari kamu..walau mungkin dia cuma perempuan melarat dan yatim piatu,” balas Minho, dingin
“jangan menghina ku, Lee Minho..aku bisa buat kita menikah cepat,” Hye Rim membalas ekspresi dinginnya Minho
“try me.. challenge me,” balas Minho. Dia malah menantang.
Shin Young mempehatikan mereka..dia terhenti sejenak dari aktivitas berkebunnya..

Hye Rim lalu mendekati Minho, berjingkat dan dia nekat mencium Minho di taman bunga rumahnya itu
Minho diam saja, dia tidak bereaksi sama sekali.. dia malah memperhatikan Shin Young yang sudah mulai dia suka, matanya begitu berbinar melihat Shin Young, yang tidak sengaja melihat percakapan mereka dan melihat kejadian itu.
Shin Young cuma menunduk dari kejauhan melihat kakak tirinya mesra dengan calon tunangannya itu, mengalihkan pandangannya.
“puas kan? Bagaimana ciuman ku yang tadi??,” senyum licik Hye Rim
“biasa,” balas Minho datar,”sudah tidak aneh antar sesama model berciuman macam ini”, dia malah mengelap bibirnya dengan ujung lengan cardigannya.
“Lee Minho menyebalkan!!,” teriak Hye Rim.... Tapi Minho cuek saja..
Lalu dia berbalik arah dan kembali ke ruang tamu..tanpa melihat Hye Rim lagi..
Hye Rim memandangnya pergi dari taman, lalu dia menoleh, dia lihat Shin Young menatapnya dari jauh.
Hye Rim menghampirinya,”aku tidak ingin kamu menceritakan siapapun tentang pembicaraan aku dan Minho tadi”
“baik, Eonni... Eonni tidak usah khawatir..,” balas Shin Young dengan suara lembut
Hye Rim meninggalkannya, menuju ruang tamu lagi
Minho menggerutu dalam hatinya,”uh.. ketahuan Shin Young.. menyebalkan Hye Rim.. aku sama sekali tidak cinta kamu.. tapi cinta Shin Young..dia yang aku pilih nanti di keluarga ini..sama sekali bukan kamu”

Bersambung ke part 4....