This is me....

Sabtu, Mei 24, 2014

Nampyeon Ku Cowok Cantik (Part 9: Aku Bukan Pacarmu..)

Starring: Lee Minho, Jung YoungHwa
Minho sudah bangun pagi sekali.. malah dia sempat mengintip kamarnya yang ternyata enggak dikunci. Dilihatnya Areum tidak ada dikamarnya.
“loh.. kemana dia??,” dia lalu menuju kamar nya yang kecil, tidak ada juga.
Ternyata, Areum sedang memasak.
“ah.. Mian haeyo.. naneun dangsin ui bueok eul sayong,” kata Areum sambil memasak
dangsin eun.mueos eul yolihaneun? Kamu mau masak apa??,” Minho malah melihat panci masak yang sedang diaduk aduk
“aku masak bahan yang ada di kulkas kamu saja,” jawab Areum tidak melihat wajah Minho, malah masih asik aduk aduk masakan
“kamu..yang tadi malam bentangkan selimut untukku ya??,” Minho malah jadi tanya yang lain
Areum menoleh, tapi dia tidak menjawab.
“eh.. makasih deh.. aku lupa kalau ini masih musim semi yang dingin,” kata Minho lagi.
“aku persiapkan baju dulu.. kamu sudah siapkan semuanya kan?,” lanjutnya
Areum mengangguk.
“kamu jangan lupa siapkan semua ya.. jangan sampai ada yang tertinggal,” teriak Minho dari dalam kamarnya
“sudah..,” balas Areum
“jangan sampai ketinggalan loh.. penerbangan jam 10 pagi ini.. kita nanti dijemput Geum Yi,”
“kok dia perhatian sih jadinya??,” kata Areum, dia malah jadi termenung.


Lama Areum termenung dengan berdiri saja, dia lupa mengaduk masakannya..
Minho buru buru lari ke dapur lagi,”masakanmu hangus!”
Areum kaget,”ah.. mian haeyo.. aku lupa,” ternyata dia kehangusan karena kuahnya jadi kering
“yah... panci ku...,” keluh Minho, dia menunduk lesu.
“kamu ngapain sih.. sampai panci ku hangus begini?? Ini kan belinya mahal..,” Minho jadi ngamuk dan jutek mendadak.
Areum menuang hasil masakan hangusnya itu ke mangkuk besar
“nanti aku ganti sepulang aku punya uang dari sini,” katanya
“enak aja.. ini panci dari..,” jawab Minho.. tapi dia memotong sendiri kata katanya
“ah..sudah deh.. sudah.. taruh saja disitu.. sudah enggak bisa dipakai lagi, uh,” lanjutnya lagi

Areum malah menunduk hormat pada Minho,”pasti aku ganti.. pasti panci ini dari Eomma mu ya? Aku minta maaf.. tadi aku kebanyakan melamun,”
“ah.. sudah deh.. pusing,” keluh Minho. Dia malah duduk di depan meja makan. Di depannya sudah ada beberapa makanan ringan untuk pagi.
“aku pikir kamu gak lihat kim chi ku.. ternyata.. lihat juga,” kata Minho lagi, dia simpan kimchi nya dikulkas.
Dilihatnya ada masakan lain dari sayur jamur dan daun paku yang ada dikulkasnya, lalu masakan yang membuat panci nya hangus itu yang kuahnya agak jadi hitam.
“nanti aku ganti..,” Areum masih menunduk hormat, menyesal
“eh.. sudah deh.. ah.. aku lapar,” Minho malah mengambil mangkuk lalu diberikan pada Areum
“ambilkan nasinya,” katanya santai, memerintah seperti boss..
Areum menengadahkan kepalanya, lalu dia diam.
“ambilkan,” Minho mengulang kata katanya sambil mengangkat mangkuk tepat di depan Areum
“memang enggak bisa ambil nasi sendiri ya?,” tanya Areum ketus
“penebus dosa panci hangus,” jawab Minho santai, dia masih menyodorkan mangkuknya.
Areum mengambil dengan cara kasar, lalu dia menuang nasi merah ke mangkuk makan Minho.
“nih,” dia memberikan lagi dengan cara yang kasar ke Minho.
“sumpitnya mana... yang lain??,” Minho masih cerewet. Dia tidak menemukan sumpit atau sendok di atas meja makan itu.
“gelas? Air??,” katanya masih cerewet
ibdagchyeo.. berisik sekali,” balas Areum ketus. Dia mengambil sumpit, memberikan pada Minho.
“gelas.. air minum,” kata Minho santai, sambil dia mengambil satu persatu potongan sayur ke dalam mangkuknya.
Areum menuangkan jus ke gelasnya.
Minho makan sambil minum dengan santai. Areum makan sambil cemberut.

“makanan itu disenyumi.. bukan dicemberuti,” kata Minho santai, dia kunyah kunyah masakan yang dimasak Areum
“enak juga.. tapi hangus sih,” lanjutnya lagi
“cerewet sekali,” balas Areum singkat. Dia malah gak jadi makan.
“kenapa?gak suka masakan sendiri?,” Minho kumat lagi iseng dan angkuhnya
“gak,” Areum buru buru makan
“kamu ini sama sekali gak dewasa...berapa sih umur kamu??diatas 25 kan??,” tanya Minho
“cerewet,” balas Areum sambil menunduk makan, malas wajahnya berhadapan dengan Minho
“makan itu yang banyak..jadi cepat tinggi,” kata Minho, lagi lagi menyindir tinggi Areum yang hanya 160cm itu
“cerewet sekali...seperti kakek tua,” timpal Areum
Dilihat Minho, makanan dimasing masing mangkuk sudah sedikit, ternyata Minho makannya banyak dan dia main menghabiskan sayur sayur itu, jadi tinggal sedikit.
Lalu,”ini kamu makan banyak,” dengan menggunakan sumpitnya, dia malah menyumpit sayur dari mangkuk ke mangkuknya Areum

Areum memandangnya dengan penuh agak benci sebab seperti kakek tua yang mengatur cucunya.
“kenapa??memang kamu gak tahu kalau sayur bagus untuk kesehatan??makanmu sedikit sekali..susah makan ya..dari kecil??apa memang kamu ini seperti unta?tahan gak makan??,” Minho tetap menyumpit sambil menceramahi
“aku tinggal sama cowok macam kamu bisa tambah kurus,” keluh Areum, dia melihat Minho sambil cemberut
“ya...coba saja nanti dilihat..kamu kan belum dapat dapat apartment juga..jadi tetap tinggal denganku sampai nanti pulang dari Jeju..iya kan?,” senyum Minho
“ekh..aku tinggal dengan Myuk Byul saja,” gerutu Areum
“silahkan saja..tapi kalau kamu terlambat, akan dimarahi Kwang ssi habis habisan,” jawab Minho santai

“ayo makannya yang banyak,” dia malah mengambil satu persatu sayuran dengan sumpitnya lalu dimasukkan ke dalam mangkuk Areum
“jorok..sumpit itu bekas mulutmu,” gerutu Areum lagi, aura tubuhnya langsung dingin seperti es diperlakukan begitu oleh Minho, dia meletakkan sumpitnya, diam saja, sebenarnya kesal dengan kelakuan Minho yang menganggapnya seperti anak kecil
Minho memandangnya santai,”kenapa??”
“gak,” Areum makan lagi sambil cemberut
“sudah..jangan ditaruh lagi sayurnya,” keluh Areum lagi
“aku sudah kenyang..jadi ini semua kamu yang habiskan,” jawab Minho, dia tetap saja menyumpit semua sayuran itu ke mangkuk Areum.
“jangan menyumpit bekas dari mulutmu... menjijikkan,” gerutu Areum
“ah... terlalu pengatur.. nanti juga biasa,” jawab Minho kalem.
Areum melotot dengar perkataannya.
Akhirnya semua sayur sudah ada di mangkuk makannya Areum.

Minho malah senyum,“makan deh..aku tunggu.. kamu sudah mandi kan??,”
“sudah... cerewet sekali,” gerutu Areum lagi
“kalau belum kan.. bisa mandi sama sama, hihihi,” Minho malah cekikikan bercanda
“porno.. gila..menjijikkan,” Areum makin kesal
“kamu apa secerewet ini ya.. pada orang lain??,”
Minho menaruh pelipisnya ditelapak tangannya,” um...Tergantung sih... aku gak terlalu cerewet tapinya dengan kakakku...biasa saja..”
“kok kamu banyak yang suka ya??,” tanya Areum,”aku benci banget sama cowok seperti kamu”, dia jujur sekali
Minho bukan marah malah senyum
“senyummu palsu,” kata Areum
“yang asli seperti apa??,” balas Minho
“aku tidak tahu..tapi itu palsu,” jawab Areum, dia menyudahi makannya
“kamu sepertinya terlalu sering senyum palsu,” katanya lagi
“kok tahu??kamu naksir aku ya??,” Minho tanya balik
Areum langsung memandang Minho dengan aneh,”heeeehhh?? Enak aja.. makanku selesai,” dia langsung bangun dan masuk ke kamar Minho
“jangan masuk kamar..aku mau ganti baju!,” teriaknya lagi
Minho malah senyum saja,”itu kamarku...kok kamu yang sok ngatur”, dia lalu pergi ke ruang depan, menunggu Geum Yi datang

Areum keluar dengan sudah berdandan rapi dan membawa kopernya.
Minho memandangnya dari atas ke bawah,”sepertinya ada yang kurang..kamu gak pakai blush on ya??”
Dia lalu berdiri di depan Areum,”sepertinya yang cocok rambutnya jangan begini...seperti orang tua”, lalu dia malah melepas kepangan rambut Areum
“jangan di kepang...jelek.. kuncir model lama bagus juga, tapi gunakan mousse...foam busa begitu supaya rambut agak sedikit kaku.. lalu di kuncir dengan bagian rambut sendiri”
Minho malah asik melepas kepangan rambut Areum, yang punya rambut jadi bingung dan malah wajahnya memerah.
“aku ambil sisir dulu dan foamnya.. sebentar,” Minho masuk ke kamar riasnya di sebelah kamar tidurnya
Dia menoleh pada Areum,”eh..kamu kesini aja deh.. sepertinya bagus deh kalau kamu dikasih poni sedikit..sini deh”
Areum malas sekali, dia hanya melihat Minho dari luar kamar riasnya.

Minho mendekatinya dan menarik tangannya, lalu mendudukkannya
Dia malah akhirnya menyisir rambutnya Areum.
“jadi cewek itu harusnya cantik.. kamu ini terlalu sekali...benar benar seperti datang dari kampung banget,”
Areum langsung menggenggam telapak tangan Minho,”gak usah..aku memang asalnya dari kampung”
“gak gitu..biar..aku bantu make up,” kata Minho lagi, dia santai menyisir rambut Areum, lalu mengambil kain penutup leher
“aku potong rambutmu sedikit supaya kamu bisa punya poni ya,” dia mengeluarkan gunting dan membuat poni

Areum melihat dirinya sudah berponi di depan kaca
Minho cuek saja memberikan foam busa ke rambutnya, lalu menguncir seperti yang dia bilang sebelumnya.
“lalu.. kamu harus pakai make up...yang dasar dan lembut saja.. gak usah yang tebal tebal,” Minho memegang wajahnya
“pakai punyaku saja ya...kulitmu kan seperti kulit cowok kasarnya..jadi aku yakin.. kamu bisa pakai produk make up cowok,” Minho pede sekali mendandaninya
“aku gak suka,” kata Areum, dia mengalihkan wajahnya dari cermin.. dia masih dipegang wajahnya dan dioleskan cc cream oleh Minho
“berisik..diam dulu sebentar,” gerutu Minho,”kamu cewek keras kepala..susah diatur”
“katup bibirmu..,” kata Minho lagi
Areum malah melihatnya.
“kenapa?? Aku bilang: katupkan bibirmu,”
Areum melakukannya. Minho ternyata memberinya lip tint yang biasa dia pakai.
“terus..buka sedikit saja,”
Areum mengikuti perintahnya. Minho mengoleskan lip tint dengan jarinya ke bibir Areum.
“nah.. selesai deh.. coba lihat,”
Minho menaruh dagunya di pundak Areum, menyamakan hasil make up dia dengan make up Areum, memandang Areum dari cermin, tangannya dia panjangkan di depan meja rias.
“tuh kan.. kamu jadi gak jelek banget kalau make up ..gak perlu tebal banget kok..yang biasa saja,” dia senyum masih menaruh dagunya di pundak Areum
Areum diam saja wajahnya Minho di pundaknya
“nah...sudah cantik..pasti Geum Yi sebentar lagi datang,”
Dia berdiri lalu jalan keluar kamar, menunggu Geum Yi datang.

“aduh.. mian haeyo... naega neuj-eo,” Geum Yi masuk ke apartmentnya Minho, datang terburu buru, terlambat
Minho cemberut duluan,”gak profesional deh.. suka datang terlambat”
Geum Yi tidak memperhatikan perkataan Minho, dia malah melihat Areum,”Aigoo...eolmana.. yeppeun.. kamu cantik loh..aku baru tahu”
Minho malah jadi melihat Areum,”eh.. iya juga... kalau diperhatikan dia cantik juga”
Areum malah jadi gak enak hati diperhatikan dua cowok itu,”jadi..berangkat kan??”
“iya.. jadi.. jadi.. mana koper mu??mari aku bantu,” kata Geum Yi
“gak usah...aku aja yang bawa,” malah Minho yang membawa kopernya Areum
“ah..iya..iya..aku tahu.. jadi Namjachingu harus bantu bantu yeojachingu nya,” kata Geum Yi terkekeh kekeh
“cerewet.. sana duluan ke mobil mu,” balas Minho. Geum Yi lari duluan turun lift ke tempat parkiran.

“jadi.. semua sudah siap ya..?? Lets go!!!,” kata Il Chun.. dia bersemangat sekali.
“Aigooo... cantik sekali Areum pagi ini.. kamu make up sendiri???,” tanya Dae Sung, dia mengelilingi Areum
“aa..aku..,” jawab Areum
“iya..dia make up sendiri kok... cantik ya?? Pacarku pinter banget,” Minho malah memuji
Areum langsung melihat Minho, malah dibalas senyum
“mulai lagi deh.. manipulatifnya cowok ini,” keluh hatinya Areum
Dae Sung malah mencium body mist yang dipakai Areum,”eh.. sepertinya ini body mist kesukaan Minho??”
“iya.. dia pakai body mist ku.. gak apa kan?? Namanya juga pacar,” jawab Minho santai sekali
“aduh... beneran deh.. Minho romantis sekali..kamu sudah pakai apa saja punya dia??,” tanya Dae Sung ke Areum
“kalian aneh sekali,” keluh Areum ke mereka
Mereka lalu masuk mobil dan segera menuju Incheon..

Di sepanjang perjalanan pesawat, Areum diam saja, sementara Minho asik ngobrol dengan yang lainnya.
“pacarmu pendiam sekali deh.. cuma.. jutek banget ya??,” tanya Mi Young
“Jutek tapi pemalu loh.. kalau didekati saja langsung deg degan,” Minho kumat lagi jahilnya.
Il Chun tertawa,”iya.. jadi ingat kemarin.. harusnya kalau sama pacar.. adegan itu ya jangan malu malu.. ini malu malu.. take latihan sampai banyak gitu.. merepotkan..”
“hei, Areum.. nanti jangan begitu lagi besok ya.. hari ini kita sejenak jumpa fans.. besok syuting.. awas loh..jangan seperti kemarin lagi,” lanjut Il Chun, menoleh pada Areum
Areum mengangguk pelan,”ya.. aku usahakan”
“nah.. begitu.. masak dia malu malu trus wajahnya merah begitu.. memang.. kamu ciumnya pakai perasaan banget ya, Minho??,” tanya Il Chun lagi
Semua disitu yang memang kebanyakan cowok jadi tertawa. Yang cewek hanya Areum dan Mi Young.
“sama Yeojachingu ya selalu harus dengan perasaan dong.. masak enggak??,” senyum Minho pada Il Chun
“wah.. ini akan jadi totalitas atau hanya pengen show off kalian pacaran??,” tanya Mi Young
“dua duanya saja deh.. iya kan.. Imja??,” Minho malah mengerling
Areum tidak melihat.. dia malah menoleh ke jendela pesawat, melihat pemandangan dari atas
“kamu terlalu happy Minho.. dia malu tuh.. kamu apa enggak merasa??,” tanya Dae Sung
“kamu kan tahu daridulu kalau aku dikenal bisa romantis..tapi..sama Areum.. uh.. susah banget deh.. dia itu galak..,” Minho pura pura lagi sandiwaranya
Yang lain jadi malah tertawa,”itu sih.. kamu itu kalau romantis di depan orang-orang.. jadi dia malu tuh..”, kata Geum Yi
“eh.. maaf lagi.. aku belum dapat apartment sewa untuk Areum,” Geum Yi garuk kepalanya
Areum langsung menoleh yang tadinya melihat jendela,”apa?? Jadi aku gimana??”
Geum Yi santai sekali jawab,”ya.. tinggal dengan Minho..satu apartment”, sambil dia nyengir kuda.
“APA?? AKU GAK MAU!,” Areum marah
“ah... bohong kalau enggak mau,” ujar Ugi
“aku memang gak mau!,” bentak Areum
“gak usah pakai heboh begitu dong, sayang...,” kata Minho, dia malah berdiri lalu mendekati Areum yang masih duduk, lalu duduk di sebelahnya yang kosong dan merangkulnya
“esh...ah..lepasin,” Areum benar benar kesal
“sandiwara sedikit.. kenapa sih??,” Minho berbisik padanya
Areum cuma cemberut dengan perkataan Minho.
“Areum ini terlalu malu-malu sekali..aku gak kebayang gimana rasanya Minho ajak dia pacaran..garing gak??,” Ik Soon malah berfikir yang aneh-aneh.
Minho jawab santai,”garing??gak ah..bikin aku penasaran,hehe”
Areum diam saja, dia benar benar kesal.

Sampai di tujuan...Areum juga gak banyak bicara. Sore itu mereka harus press confrence dan langsung ke ruang make up..
Ketika Minho ingin masuk ke kamar make up, ternyata dia temukan Areum sedang menangis..
“kamu kenapa??,” mendadak Minho menyapanya
Areum lekas mengelap wajahnya,”gak..”
“kamu nangis, iya kan??,”Minho duduk di depannya
“bukan urusanmu,” balas Areum
“urusanku dong.. kalau nanti kamu gak konsentrasi press confrens atau juga besok syuting.. bagaimana??,” Minho malah jadi serius
“cerita saja..,” katanya lagi
Areum diam saja, dia malas cerita karena itu sebenarnya berhubungan dengan tingkah Minho yang suka menjahilinya di depan crew dan yang lainnya.
Minho masih memperhatikan Areum tepat duduk di depannya.
“mumpung Dae Sung belum datang.... cerita saja.. apa..aku punya salah padamu??,”
Areum diam lagi..
“ya?,” tanya Minho
Lalu Areum berdiri,”kamu terlalu jahil padaku! Kamu menyebalkan dan habis ini...aku gak akan pernah mau kenal lagi sama orang seperti mu!!”
Minho lantas berdiri, dia jadi ikutan diam..
Areum masih membongkar kejelekannya,”apa kamu gak pernah mikir..aku seperti apa dengan selama ini kamu isengin?? Aku memang minta maaf soal kejadian hari itu mati lampu.. tapi aku gak sengaja kan?? Dan lagi...aku sudah ganti soal perawatanmu”
“tapi kamu masih saja menjahili aku dan sekarang menarikku ke dunia mu yang berantakan... kamu menyebalkan!”
Minho diam saja.. dia sama sekali tidak marah, lalu Areum bersuara lagi.
“kamu benar benar cowok menyebalkan..aku tinggalkan kampungku..tinggalkan kedua orangtuaku.. karena kamu seret aku ke duniamu! Aku mau kembali saja.. aku kesal dengan ini semua!”, lanjut Areum lagi

Minho diam lagi.. Areum akhirnya menangis kencang. Ternyata Minho baru tahu walau Areum terkesan judes, aslinya dia cewek lembut dan malah cengeng.
Minho diam ... lalu mendadak memeluknya
“aku minta maaf..,” katanya
Areum masih menangis,”aku mau pulang.. aku tidak suka dunia ini”
“tapi kamu sudah terlanjur masuk..,” balas Minho,”aku minta maaf kalau kelakuan jahil ku malah membuat kamu menderita”
Areum diam.
“kamu mau memaafkanku kan?? Aku janji gak akan jahil lagi..,” kata Minho
Areum lagi lagi diam.. dia sangat kesal tapi dia harus memaafkan Minho.
Minho mengelus elus kepalanya, menenangkannya,”dalam dunia seperti ini.. kamu harus pintar manipulasi loh.. kamu bilang pada ku kalau senyumku manipulasi.. eh..mungkin iya...mungkin aku banyak sandiwara pada yang lain.. tapi aku akan tidak bersandiwara padamu...jadi.. maafkan aku”
Areum benar benar menangis di pelukan Minho.
“ternyata.. kamu cengeng juga ya.. Imja,” senyum Minho
Areum gak suka dibilang Imja.. sebab itu memang panggilan khusus untuk pacar
“aku bukan pacarmu,” dia melepas pelukan Minho dan mulai judes lagi.
Minho malah senyum,”tapi aku beneran suka kalau panggil kamu Imja..”
Dia menghapus air mata yang ada di pipi Areum,”nanti kalau bengkak.. repot deh kita syuting besok.. jadi, kamu jangan cepat cengeng ya, Imja”
“aku janji gak akan jahil lagi dan jaga kamu,” senyum Minho.
Areum malah akhirnya jadi termenung di hadapan Minho dengan perkataan cowok itu barusan. Tapi Minho malah senyum manis, mengelus-elus pipinya.
“eh..sudah.. kita harus make up an.. aku panggil Dae Sung dulu..lama sekali dia.. kamu jangan ketahuan Dae Sung kalau habis nangis ya??,”
Areum diam sejenak, lalu mengangguk.
Minho keluar dari ruangan itu, mencari Dae Sung.
Areum memperhatikan dirinya keluar,”Minho.. baik sekali...tapi..apa dia anggap aku ini pacarnya??”

Dae Sung merias mereka satu persatu.. termasuk juga Ugi, Ik soon, dan yang lain.. yang akan ada di depan stage dan nanti press confrens..
“hai, Minho... ini kok sepertinya mata pacar yey kuyu sekali.. habis menangis??,” kata Dae Sung sedang memberikan foundation pada wajah Areum
Minho yang sudah selesai dan di ruang ganti hanya teriak,”ah..enggak.. mungkin terlalu capek.. bayangkan.. dia kan di desanya bekerja.. lalu kesini harus serba cepat.. iya kan.. Imja??”
Areum diam saja, dia memang sedang dimake up
“Imja??,” kata Minho lagi
“hei.. kamu dipanggil dia, cyintaku,” kata Dae Sung.. si setengah banci yang genit
Areum mengangguk saja.
“katanya: Iya..dia kan lagi aku make up.. mana bisa bicara??,” uja Dae Sung pada Minho
Minho kembali dengan baju yang sangat elegan: jas hitam, dalamannya kemeja kotak dengan dasi panjang yang dimasukkan dalam Vest.
aigooo... tampan sekali Lee Minho!!,” Dae Sung malah menghanpirinya lalu peluk Minho
“Sudah lama banget eike gak peluk peluk yey,” lanjutnya lagi
Minho tertawa, tapi jadi agak risih karena dipeluk banci,”hai Dae Sung.. kalau kamu peluk aku.. nanti Imja Areum marah loh”
Dibilang begitu, Areum malah gugup,”ah..engg...enggak kok.. kalau Dae Sung mau peluk Minho.. peluk saja”
“ih.. bagaimana sih dia?? Gak punya rasa cemburu sama sekali ya??,” kata hatinya Minho.

Selesai Areum di make up..dia pun ganti baju.. Dae Sung membantunya dengan memakai gaun warna hitam lengkap dengan aksesories sederhana.
“ini kan sudah agak malam, Cyintah.. jadi.. yey pakai gaun warna hitam jadi cantik, boo..,” puji Dae Sung
“eh iya, Areum jadi cantik sekali.. wah.. sayang.. Minho sudah punya dia,” kata Ik Soon, bercanda
“jadi.. kamu naksir Imja ku, begitu?? ,” tanya Minho pada Ik Soon, dia memukul kepala Ik Soon
“haaahhhh... mian.. mian...geunyang nongdam han... aku cuma bercanda kok.. aku juga gak berani...Areum pasti galak dan bisa tendang anu ku nanti...hilang anu ku.. aku gak bisa nikah deh, hahahahaha,” balas Ik Soon
Yang lain tertawa,”iya.. gak kebayang pacaran dengan Taekwondoin Dan 2.. habis deh kalau dia cemburu.. eh.. kamu gak pernah cemburu sama Minho kan.. Areum?? Dia ini cowok seksi loh.. banyak cewek model iklan yang suka sama kiss nya..hot dan kamu akan gak bisa lupakan, hahahaha,” canda Kwang.
Areum cuma menggeleng,”enggak.. aku.. biasa saja”
Minho menoleh padanya,”biasa saja ya?? Umm..,” katanya dalam hati
Kwang malah menafsirkannya berbeda,”oh.. berarti kamu setuju kalau dia adegan kiss begitu dengan model yang lain?? Wah.. kamu sudah terima dia apa adanya banget, Areum”
Areum diam saja dibilang seperti itu.. dia memang tidak suka Minho..

Semua tokoh dalam iklan itu berkumpul di belakang stage. Mereka melakukan pengarahan sedikit
“apa saja yang ditanyakan fans.. tolong dijawab dengan manis dan tidak emosi... ingat ya!,” kata Kwang,”ini proyek besarku..dan aku gak sangka minuman ini ternyata jadi terkenal berkat kamu berdua.. terutama kamu, Areum..”, kata Kwang
Roh, pihak manajemen mengacungkan jempolnya untuk Areum,”Areum agassi.. bagus sekali.. aku suka actingmu,”
“Minho.. jangan lupa..selama menyapa fans nanti diluar.. tanganmu tidak boleh lepas dari Areum,” kata Il Chun
“sip.. pasti,” Minho senyum pada Il Chun, lalu pada Areum.
“kesempatan banget deh,” keluh Areum saat Minho senyum padanya
“ah..sebenarnya soal ini sutradara Yoo yang paling berperan.. hehehe,” Il Chun lupa, kalau awal proyek memang Yoo yang mengerjakannya.. tapi Yoo sedang ada urusan lain dan malah jadi dia yang berapi-api.
“SEMANGAT... HWAITING!!,” teriak mereka bersama-sama dibelakang stage

“dan.. kita panggilkan saja.. semua tokoh, director, pihak manajemen Gold Apple.. ke atas panggung!!,”
Semua yang hadir disana bertepuk tangan sambil berdiri, standing applause..
Minho naik stage, disampingnya Areum yang sudah dia genggam tangannya sedari tadi.
Semua senyum diatas stage, melambaikan tangan pada para fans dan juga wartawan, kolega dan pihak lain yang berkepetingan. Kamera jeprat jepret sana sini. Semuanya senyum melambaikan tangan.
Minho sedikit berbisik pada Areum,”jangan terlalu kaku ya, Imja.. tanganmu biasa saja.. kok masih kaku aku pegang sih??”
Areum diam saja, dalam hatinya cuma bilang,”aku bukan pacarmu, Lee Minho”
Semuanya disebut namanya satu persatu lalu duduk
“dan.. ini dia dua bintang utama iklan kita.. Lee Minho dan Shin Areum!!,”
Minho menunduk hormat pada mereka, sambil masih menggenggam tangan Areum. Areum mengikuti gaya Minho
“annyeong haseyo, everyone,” senyum Minho menunduk hormat, lalu melambaikan tangan pada mereka. Areum mengikuti saja.
Mereka lalu duduk saling bersebelahan.

Mereka lalu diberikan banyak pertanyaan dan tiba giliran Minho dan Areum
“pertama.. aku memuji acting kalian yang bagus.. sedang aku dengar gossip.. katanya Shin agassi ini baru sekali di dunia iklan.. apa benar begitu??,” seorang bertanya
“ah..gomabseubnida.. iya.. aku memang baru.. jadi maaf kalau masih agak kaku.. ini.. debut pertama ku dalam dunia iklan.. maaf kalau tidak memuaskan,” jawab Areum basa basi.
Minho sudah tidak lagi menggenggam tangannya karena mereka semua harus satu persatu pegang mic.
“apa benar.. Shin agassi ini seorang praktisi bela diri? Boleh dong.. dipraktekkan pada kami sekarang..??,” tanya fans
“ayoo.. apa Nona Shin bisa mempraktekkannya??,” tanya emcee
Areum jadi agak ragu.. tapi Minho malah genggam tangannya lagi,”ayo Imja.. kamu bisa..”
Kwang memberi suara,”pasti bisa.. cuma.. mungkin agak sedikit ribet dengan gaun ya?? Hehe.. Ugi.. ayo, kamu yang jadi korbannya”
Yang lain disana pada tertawa dengan canda Kwang.
Areum lalu berdiri dan dia beracting sama ketika Ugi mencoba merebut tasnya Minho. Dia beracting menedang Ugi tapi sama sekali tidak kena sehingga Ugi tidak luka. Dia agak sedikit ribet dengan gaunnya.
Semua bertepuk tangan,”wowww... Nona Shin memang hebat!!,”
gomabseubnida,” Areum menunduk hormat dan agak malu malu, lalu duduk lagi disamping Minho. Minho berbisik padanya,”keren sekali.. aku suka”
Areum malah jadi malu dipuji Minho. Dia sedikit mengalihkan pandangannya dari cowok itu.

“ah.. lalu..ada beberapa pertanyaan yang menggelitik.. sayang disini sutradara Yoo tidak ada.. apa mungkin digantikan jawabannya oleh sutradara Il Chun??,”
Il Chun mengangguk,”semoga saya bisa menjawab,”
“ada pertanyaan iseng dari salahsatu fans Lee Minho yang penasaran..dan sebaiknya buka bukaan saja ya...,” emcee jadi cengengesan,”berapa kali butuh take kiss antar Minho dan Areum??”
“whoaaaaaaa,” suara para audience langsung keluar
“ah, hahahaha.. ada yang bertanya ini.. ini kertasnya,” emcee menunjukkannya kepada para audience
“jadi..siapa yang harus menjawab??,” tanya emcee lagi
“Minho dan Areum saja kalau begini, hahaha,” jawab Il Chun
“ya.. baiklah.. mungkin Lee Minho saja dulu yang menjawab,”
“umm.. berapa kali?? Aku lupa, hehe,” Minho jawab malah jadi agak malu malu,”mungkin karena Areum sendiri baru pertama kali baginya masuk dalam dunia iklan.. jadi.. ya.. ummm... 10 kali??,” Minho jawab agak ragu
Emcee melihat itu,”beneran 10 kali?? Atau banyak.. jadinya tidak ingat?”
Minho malah tertawa,”coba tanyakan Areum..aku lupa”
Areum menoleh pada Minho,”ah.. aku juga lupa,” katanya pada emcee
Beberapa orang disana jadi tertawa..
“apa.. karena kalian saling cinta ya?? Gossip beredar.. katanya kalian pacaran?? Dan.. sejak awal bermain.. Nona Shin ini ternyata pacarnya Minho??,” tanya emcee
“ah, iya.. aku ingin minta maaf.. aku menutupi hal ini.. ya.. aku memang menyatakan.. sewaktu sutradara Yoo mencari sosok perempuan untuk jadi tokoh yang bisa bertarung dengan para cowok ini karena mereka merebut tasku.. aku memilih Areum, pacarku yang bermain.. aku jadi merasa totalitasku muncul sempurna,” jawab Minho
“waahh... totalitas.. tapi memang kalian beracting bagus sekali,” kata em cee
“ya, memang.. aku melihatnya juga begitu.. ini debut iklan yang bagus untuk Nona Shin,” jawab Roh, menambahkan
“terima kasih.. tapi saya memang masih baru sekali,” Areum menunduk hormat sambil tetap duduk, pada Roh.
“jadi.. kalian ini beneran sepasang kekasih yang berkesempatan di iklan yang sama ya??wah.. gak kebayang.. bagaimana romantisnya kalian,” goda emcee
Minho senyum lebar, Areum senyum tipis saja.
“ya.. begitulah.. saya belum sempat nyatakan pada para fans.. saya minta maaf,” kata Minho.
“aduh.. para fans jangan pada patah hati ya.. idolanya bertemu pacar di iklan,” kata emcee
“tidak.. sebenarnya sebelum iklan..kami sudah dekat.. iya kan, Areum??,” Minho senyum pada yang lain lalu menoleh dan senyum pada Areum
“Nona Shin sepertinya pemalu ya??,” tanya emcee. Yang lain beberapa orang disana tertawa.
“ya.. begitulah aku,” jawab Areum, senyum kalem tapi memang terlihat malu.
“Lee Minho ini..,”gerutu hatinya Areum
“jadi.. kalau begitu.. Minho kiss Areum dengan perasaan mendalam dong??,” emcee tanya iseng
Minho tertawa, lalu dia menjulurkan lidahnya,”tebak saja sendiri bagaimana?”
Semuanya tertawa dengan tingkah Minho yang meledek balik emcee
“iya..bagaimana dong??,” goda emcee lagi..,”benar kan?”
Minho agak malu menjawab,”ya.. begitulah.. hehe,” dia lalu iseng lagi, menjulurkan lidahnya, meledek emcee
Emcee yang sudah jauh lebih tua dari Minho itu jadi tertawa dengan tingkah Minho seperti anak kecil,”jadi Minho ini kalau pemalu meledek balik dengan menjulurkan lidah..atau menggaruk kuping.. “
Minho tertawa lebar,”aku begitu.. maafkan ya? Hahaha”
Semuanya tertawa, kecuali Areum, tertawa tipis
Ik Soon, Ugi dan Il Chun jadi malah menggosip,”jadi benar ya.. kemarin dia cium Areum pakai perasaan? Sudah ku tebak,” bisik Il Chun
“iya.. beda sekali.. agak agak lustful dan nafsu,” balas Ugi, masih berbisik.
Acara terus berlanjut sampai jam 9 malam...

MANSEEEEE!!!,” semua pada teriak, mengangkat botol korean liquor (bir korea), lalu tertawa tawa di bar kecil itu
“sukses!! Besok kita akan mulai syuting.. jadi semua.. siapkan fisik kalian.. malam ini tidur nyenyak ya!,” kata Kwang, dia mengangkat botol bir nya tinggi tinggi
Yang lain senang, mereka minum dengan wajah ceria
“hai..jangan pada terlalu mabuk.. besok pagi kita mulai kerja,” kata Il Chun. Dia tahu kebiasaan Ugi suka mabuk.
“Nona Shin tadi hebat sekali menendangnya.. padahal pakai gaun,” puji Roh
“ah.. enggak seberapa.. itu memang diajarkan dulu,” jawab Areum, kalem.. dia malah tidak minum bir
“tidak minum??,” tanya Kwang
“aku tidak suka bir..,” jawab Areum kalem
“jadi.. ternyata kalian ini.. pacaran sebelum iklan itu ya?? Minho tidak beritahu aku,” kata Kwang lagi
Minho lagi lagi yang jawab,”ah hehehe..aku mencari waktu yang tepat.. jadi.. ya.. tadi sekalian saja deh.. diumumkan”
“gak masalah juga sih.. asal fans tidak patah hati saja dengan kamu,” kata Kwang, kalem,”aku takutnya Nona Shin jadi sasaran jahat... fans mu jutaan loh”
Minho senyum kalem,”ah.. masak sih..aku gak bisa punya pacar? Aku juga seperti mereka kan..?”
“ya.. hanya saja interaksi kalian harus dibatasi..eh tapi gimana soal apartment?,” Kwang melihat Geum Yi
Geum cengengesan,”mian.. belum dapat juga, hehe”
Minho malah tertawa,”gak apa deh.. Areum tinggal satu apartment denganku.. lagipula.. bisa irit”
“whoah.. Minho? Nanti apa kata fans mu???,” kata Il Chun
“aku tidak akan lama di Seoul.. setiba semuanya selesai.. aku pulang,” ujar Areum
“aku sebenarnya di kampung mengurusi keuangan usaha Appa ku.. dia petani dan penjual permen susu”
“kamu serius.. setelah ini selesai.. akan mengundurkan diri dari dunia acting dan iklan?? Kamu cantik loh.. mungkin bisa saja ada sutradara mengajak kamu main film, Nona Shin,” kata Roh dari “gold apple”
Areum menjawab dengan diplomatis,”ah.. Roh ssi.. saya lebih nyaman menjadi orang kampung.. melihat ladang beras merah milik Appa saya, bicara dengan para sapi dan memerah susu mereka”

“wah.. asik sekali.. mungkin kapan kapan.. kita harus ke rumahnya Areum.. bagaimana??,” kata Ik Soon
Yang lain mengangguk,”iya. Kapan lagi kita bisa liburan di desa.. sekalian.. si Minho ini ajak memerah sapi, hahaha,” canda Il Chun
“tidak usah belajar memerah..dia sudah bisa perah yang lain, hahaha,” canda Geum Yi
Minho langsung melihat Geum Yi dengan pandangan aneh. Yang lain tertawa, mengerti apa maksud pikiran Geum Yi.
“sayang sekali kalau Areum mundur ya??,” kata Mi Young, satu satunya staff cewek disitu.
“aku rasa..aku tidak berbakat disini..aku berbakat mengurusi sapi, hehe,” canda Areum pada Mi Young
“atau.. berbakat mengurusi cowok di sebelahmu itu??,” Mi Young canda balik. Ada dua cowok duduk bersebelah kiri dan kanan dengan Areum: Minho dan Ugi
Ugi langsung menggeser duduknya dan bercanda,”cuma dia yang disebelahnya,” menunjuk pada Minho
Minho malah tertawa lebar,”ya.. nanti.. aku diurus dia, hahaha”
Yang lain jadi ikutan tertawa..
“Sukses hari ini..jangan lupa besok ya! Bawa kesuksesan hari ini untuk besok.. uliga iss-eoyahabnida deo-na neun milae daeh!,” kata Kang
Ye!,” teriak semuanya..
Setelah puas makan dan minum minum.. mereka pun kembali ke kamar penginapan masing masing

“anginnya dingin sekali..kamu lupa bawa cardigan atau sweater ya??,” senyum Minho ketika mereka berjalan di bibir pantai malam itu.
Dia malah menggenggam tangan Areum yang dingin, lalu Minho melepas cardigannya
“pakai punya ku.. pulangkan besok saja atau saat kita balik ke Seoul,” dia memakaikan cardigannya ke tubuh Areum
“kenapa kamu perhatian padaku??,” Areum malah bertanya hal aneh
“kan..aku namjachingu mu... masak gak boleh perhatian sama kamu??,” balas Minho
gambsahabnida,” balas Areum singkat
Mereka lalu berjalan di depan bungalow yang disewa untuk kamar Areum
“sampai sini saja.. terima kasih,” kata Areum, dia lalu membuka pintu kamar bungalow, tapi Minho menarik tangannya. Mereka berdiri di depan pintu.
“kamu.. menanggapi serius tidak.. perkataanku tadi waktu press confrens??,” tanya Minho
“yang mana??,” Areum tanya balik
“si bodoh.. soal aku pacaran dengan mu..aku sudah terlanjur bilang pada para fans ku disitu..dan mungkin juga diliput beberapa tv,” balas Minho
Areum diam saja, lalu dia malah ingin pamit,”aku masuk dulu...annyeonghi
“nanti dulu.. belum selesai,” Minho kembali menarik tangannya.

“apa lagi?? Aku tidak ingin pacaran denganmu.. kita cukup berpura pura saja di iklan ini,” jawab Areum
Minho malah meletakkan telapak tangannya dekat pintu, sehingga memepet tubuh Areum
“kamu..,” katanya singkat, memandang Areum dengan tatapan dalam dan tajam
Areum agak mulai takut,”aku tidak mau macam macam disini, Minho.. aku mau tidur, ngantuk”
Minho masih menatapnya,”apa?? Mau tendang thingy ku seperti bulan lalu? Silahkan saja,” dia malah senyum pada Areum masih menatapnya dalam dan tajam
“enggak.. itu bahaya..lalu..kamu mau apa??,” Areum jadi gak enak hati

Minho lalu menggenggam kedua tangan Areum erat sekali.. dia sandarkan tangan Areum ke pintu
“Jangan.. mau apa??,” Areum panik duluan
Minho senyum licik.. lalu..dia mencium Areum..
Areum memalingkan wajahnya, memejamkan matanya dan menunduk..supaya Minho tidak menciumnya
Tapi Minho tetap mengikuti kemana wajahnya berpaling, menciumnya dengan lembut
“euh,” Areum menolak, Minho masih menciumnya, dia mengibaskan rambut Areum yang panjang menutupi wajah cewek itu, memegang lehernya.
Areum diam saja, tanpa reaksi di cium Minho.
“ah.. padahal sudah pakai perasaan mendalam .. tapi enggak direspon sama sekali,” keluh Minho ketika selesai mencium
“Plak!,” Areum menggampar pipi Minho
“aku bukan pacarmu!,” dia teriak lalu masuk kamar bungalownya dan membanting pintu tepat di depan badan Minho
Minho teriak dari balik pintu,”tapi aku pacarmu..semua orang sudah tahu.. jadi.. jangan ngelak ya! Tunggu ciumanku besok..!”
Dia senyum licik di depan pintu,”dasar Areum jelek.. kamu gak ngerti perasaanku ya.. hei cewek jelek??”
“aku bukan yeojachingu mu!,” Areum malah menangis dibalik pintu..dia terduduk, menekuk lututnya, meletakkan wajahnya di atas kedua lutut
“menangis lagi.. cengeng.. katanya jago taekwondo..tapi kenapa cengeng??,” ledek Minho dengan sinis dan licik
“aku bukan yeojachingu mu! Lee Minho brengsek!,” dia memaki dari balik pintu
ibdagchyeo!.. maki maki saja aku.. dasar cewek jelek... sudah..sana tidur.. jangan sampai kesiangan.. aku pergi dulu ke kamarku.. annyeongghi”, dengan santai Minho berjalan menuju kamar bungalownya
Minho meninggalkan Areum sendirian yang menangis dibalik pintu. Areum pun tertidur sambil menangis.. dia tergeletak begitu saja di balik pintu..kelelahan..

Bersambung ke part 10...