Starring: Lee Minho, Jung YoungHwa
Minho sudah bangun pagi sekali.. malah dia
sempat mengintip kamarnya yang ternyata enggak dikunci. Dilihatnya Areum tidak
ada dikamarnya.
“loh.. kemana dia??,” dia lalu menuju
kamar nya yang kecil, tidak ada juga.
Ternyata, Areum sedang memasak.
“ah.. Mian
haeyo.. naneun dangsin ui bueok eul sayong,” kata Areum sambil memasak
“dangsin
eun.mueos eul yolihaneun? Kamu mau masak apa??,” Minho malah melihat panci
masak yang sedang diaduk aduk
“aku masak bahan yang ada di kulkas kamu
saja,” jawab Areum tidak melihat wajah Minho, malah masih asik aduk aduk
masakan
“kamu..yang tadi malam bentangkan selimut
untukku ya??,” Minho malah jadi tanya yang lain
Areum menoleh, tapi dia tidak menjawab.
“eh.. makasih deh.. aku lupa kalau ini
masih musim semi yang dingin,” kata Minho lagi.
“aku persiapkan baju dulu.. kamu sudah
siapkan semuanya kan?,” lanjutnya
Areum mengangguk.
“kamu jangan lupa siapkan semua ya..
jangan sampai ada yang tertinggal,” teriak Minho dari dalam kamarnya
“sudah..,” balas Areum
“jangan sampai ketinggalan loh..
penerbangan jam 10 pagi ini.. kita nanti dijemput Geum Yi,”
“kok dia perhatian sih jadinya??,” kata
Areum, dia malah jadi termenung.
Lama Areum termenung dengan berdiri saja,
dia lupa mengaduk masakannya..
Minho buru buru lari ke dapur
lagi,”masakanmu hangus!”
Areum kaget,”ah.. mian haeyo.. aku lupa,” ternyata dia kehangusan karena kuahnya jadi
kering
“yah... panci ku...,” keluh Minho, dia
menunduk lesu.
“kamu ngapain sih.. sampai panci ku hangus
begini?? Ini kan belinya mahal..,” Minho jadi ngamuk dan jutek mendadak.
Areum menuang hasil masakan hangusnya itu
ke mangkuk besar
“nanti aku ganti sepulang aku punya uang
dari sini,” katanya
“enak aja.. ini panci dari..,” jawab
Minho.. tapi dia memotong sendiri kata katanya
“ah..sudah deh.. sudah.. taruh saja
disitu.. sudah enggak bisa dipakai lagi, uh,” lanjutnya lagi
Areum malah menunduk hormat pada
Minho,”pasti aku ganti.. pasti panci ini dari Eomma mu ya? Aku minta maaf..
tadi aku kebanyakan melamun,”
“ah.. sudah deh.. pusing,” keluh Minho.
Dia malah duduk di depan meja makan. Di depannya sudah ada beberapa makanan
ringan untuk pagi.
“aku pikir kamu gak lihat kim chi ku..
ternyata.. lihat juga,” kata Minho lagi, dia simpan kimchi nya dikulkas.
Dilihatnya ada masakan lain dari sayur
jamur dan daun paku yang ada dikulkasnya, lalu masakan yang membuat panci nya hangus
itu yang kuahnya agak jadi hitam.
“nanti aku ganti..,” Areum masih menunduk
hormat, menyesal
“eh.. sudah deh.. ah.. aku lapar,” Minho
malah mengambil mangkuk lalu diberikan pada Areum
“ambilkan nasinya,” katanya santai,
memerintah seperti boss..
Areum menengadahkan kepalanya, lalu dia
diam.
“ambilkan,” Minho mengulang kata katanya
sambil mengangkat mangkuk tepat di depan Areum
“memang enggak bisa ambil nasi sendiri
ya?,” tanya Areum ketus
“penebus dosa panci hangus,” jawab Minho
santai, dia masih menyodorkan mangkuknya.
Areum mengambil dengan cara kasar, lalu
dia menuang nasi merah ke mangkuk makan Minho.
“nih,” dia memberikan lagi dengan cara
yang kasar ke Minho.
“sumpitnya mana... yang lain??,” Minho
masih cerewet. Dia tidak menemukan sumpit atau sendok di atas meja makan itu.
“gelas? Air??,” katanya masih cerewet
“ibdagchyeo..
berisik sekali,” balas Areum ketus. Dia mengambil sumpit, memberikan pada
Minho.
“gelas.. air minum,” kata Minho santai,
sambil dia mengambil satu persatu potongan sayur ke dalam mangkuknya.
Areum menuangkan jus ke gelasnya.
Minho makan sambil minum dengan santai.
Areum makan sambil cemberut.
“makanan itu disenyumi.. bukan
dicemberuti,” kata Minho santai, dia kunyah kunyah masakan yang dimasak Areum
“enak juga.. tapi hangus sih,” lanjutnya
lagi
“cerewet sekali,” balas Areum singkat. Dia
malah gak jadi makan.
“kenapa?gak suka masakan sendiri?,” Minho
kumat lagi iseng dan angkuhnya
“gak,” Areum buru buru makan
“kamu ini sama sekali gak dewasa...berapa
sih umur kamu??diatas 25 kan??,” tanya Minho
“cerewet,” balas Areum sambil menunduk
makan, malas wajahnya berhadapan dengan Minho
“makan itu yang banyak..jadi cepat
tinggi,” kata Minho, lagi lagi menyindir tinggi Areum yang hanya 160cm itu
“cerewet sekali...seperti kakek tua,”
timpal Areum
Dilihat Minho, makanan dimasing masing
mangkuk sudah sedikit, ternyata Minho makannya banyak dan dia main menghabiskan
sayur sayur itu, jadi tinggal sedikit.
Lalu,”ini kamu makan banyak,” dengan
menggunakan sumpitnya, dia malah menyumpit sayur dari mangkuk ke mangkuknya
Areum
Areum memandangnya dengan penuh agak benci
sebab seperti kakek tua yang mengatur cucunya.
“kenapa??memang kamu gak tahu kalau sayur
bagus untuk kesehatan??makanmu sedikit sekali..susah makan ya..dari kecil??apa
memang kamu ini seperti unta?tahan gak makan??,” Minho tetap menyumpit sambil
menceramahi
“aku tinggal sama cowok macam kamu bisa
tambah kurus,” keluh Areum, dia melihat Minho sambil cemberut
“ya...coba saja nanti dilihat..kamu kan
belum dapat dapat apartment juga..jadi tetap tinggal denganku sampai nanti
pulang dari Jeju..iya kan?,” senyum Minho
“ekh..aku tinggal dengan Myuk Byul saja,”
gerutu Areum
“silahkan saja..tapi kalau kamu terlambat,
akan dimarahi Kwang ssi habis
habisan,” jawab Minho santai
“ayo makannya yang banyak,” dia malah
mengambil satu persatu sayuran dengan sumpitnya lalu dimasukkan ke dalam
mangkuk Areum
“jorok..sumpit itu bekas mulutmu,” gerutu
Areum lagi, aura tubuhnya langsung dingin seperti es diperlakukan begitu oleh
Minho, dia meletakkan sumpitnya, diam saja, sebenarnya kesal dengan kelakuan
Minho yang menganggapnya seperti anak kecil
Minho memandangnya santai,”kenapa??”
“gak,” Areum makan lagi sambil cemberut
“sudah..jangan ditaruh lagi sayurnya,”
keluh Areum lagi
“aku sudah kenyang..jadi ini semua kamu
yang habiskan,” jawab Minho, dia tetap saja menyumpit semua sayuran itu ke
mangkuk Areum.
“jangan menyumpit bekas dari mulutmu...
menjijikkan,” gerutu Areum
“ah... terlalu pengatur.. nanti juga
biasa,” jawab Minho kalem.
Areum melotot dengar perkataannya.
Akhirnya semua sayur sudah ada di mangkuk
makannya Areum.
Minho malah senyum,“makan deh..aku tunggu..
kamu sudah mandi kan??,”
“sudah... cerewet sekali,” gerutu Areum
lagi
“kalau belum kan.. bisa mandi sama sama,
hihihi,” Minho malah cekikikan bercanda
“porno.. gila..menjijikkan,” Areum makin
kesal
“kamu apa secerewet ini ya.. pada orang
lain??,”
Minho menaruh pelipisnya ditelapak
tangannya,” um...Tergantung sih... aku gak terlalu cerewet tapinya dengan
kakakku...biasa saja..”
“kok kamu banyak yang suka ya??,” tanya
Areum,”aku benci banget sama cowok seperti kamu”, dia jujur sekali
Minho bukan marah malah senyum
“senyummu palsu,” kata Areum
“yang asli seperti apa??,” balas Minho
“aku tidak tahu..tapi itu palsu,” jawab
Areum, dia menyudahi makannya
“kamu sepertinya terlalu sering senyum
palsu,” katanya lagi
“kok tahu??kamu naksir aku ya??,” Minho
tanya balik
Areum langsung memandang Minho dengan
aneh,”heeeehhh?? Enak aja.. makanku selesai,” dia langsung bangun dan masuk ke
kamar Minho
“jangan masuk kamar..aku mau ganti baju!,”
teriaknya lagi
Minho malah senyum saja,”itu kamarku...kok
kamu yang sok ngatur”, dia lalu pergi ke ruang depan, menunggu Geum Yi datang
Areum keluar dengan sudah berdandan rapi
dan membawa kopernya.
Minho memandangnya dari atas ke
bawah,”sepertinya ada yang kurang..kamu gak pakai blush on ya??”
Dia lalu berdiri di depan Areum,”sepertinya
yang cocok rambutnya jangan begini...seperti orang tua”, lalu dia malah melepas
kepangan rambut Areum
“jangan di kepang...jelek.. kuncir model
lama bagus juga, tapi gunakan mousse...foam busa begitu supaya rambut agak
sedikit kaku.. lalu di kuncir dengan bagian rambut sendiri”
Minho malah asik melepas kepangan rambut
Areum, yang punya rambut jadi bingung dan malah wajahnya memerah.
“aku ambil sisir dulu dan foamnya..
sebentar,” Minho masuk ke kamar riasnya di sebelah kamar tidurnya
Dia menoleh pada Areum,”eh..kamu kesini
aja deh.. sepertinya bagus deh kalau kamu dikasih poni sedikit..sini deh”
Areum malas sekali, dia hanya melihat
Minho dari luar kamar riasnya.
Minho mendekatinya dan menarik tangannya,
lalu mendudukkannya
Dia malah akhirnya menyisir rambutnya
Areum.
“jadi cewek itu harusnya cantik.. kamu ini
terlalu sekali...benar benar seperti datang dari kampung banget,”
Areum langsung menggenggam telapak tangan
Minho,”gak usah..aku memang asalnya dari kampung”
“gak gitu..biar..aku bantu make up,” kata
Minho lagi, dia santai menyisir rambut Areum, lalu mengambil kain penutup leher
“aku potong rambutmu sedikit supaya kamu
bisa punya poni ya,” dia mengeluarkan gunting dan membuat poni
Areum melihat dirinya sudah berponi di
depan kaca
Minho cuek saja memberikan foam busa ke
rambutnya, lalu menguncir seperti yang dia bilang sebelumnya.
“lalu.. kamu harus pakai make up...yang
dasar dan lembut saja.. gak usah yang tebal tebal,” Minho memegang wajahnya
“pakai punyaku saja ya...kulitmu kan
seperti kulit cowok kasarnya..jadi aku yakin.. kamu bisa pakai produk make up
cowok,” Minho pede sekali mendandaninya
“aku gak suka,” kata Areum, dia
mengalihkan wajahnya dari cermin.. dia masih dipegang wajahnya dan dioleskan cc
cream oleh Minho
“berisik..diam dulu sebentar,” gerutu
Minho,”kamu cewek keras kepala..susah diatur”
“katup bibirmu..,” kata Minho lagi
Areum malah melihatnya.
“kenapa?? Aku bilang: katupkan bibirmu,”
Areum melakukannya. Minho ternyata
memberinya lip tint yang biasa dia pakai.
“terus..buka sedikit saja,”
Areum mengikuti perintahnya. Minho
mengoleskan lip tint dengan jarinya ke bibir Areum.
“nah.. selesai deh.. coba lihat,”
Minho menaruh dagunya di pundak Areum,
menyamakan hasil make up dia dengan make up Areum, memandang Areum dari cermin,
tangannya dia panjangkan di depan meja rias.
“tuh kan.. kamu jadi gak jelek banget
kalau make up ..gak perlu tebal banget kok..yang biasa saja,” dia senyum masih
menaruh dagunya di pundak Areum
Areum diam saja wajahnya Minho di
pundaknya
“nah...sudah cantik..pasti Geum Yi
sebentar lagi datang,”
Dia berdiri lalu jalan keluar kamar,
menunggu Geum Yi datang.
“aduh.. mian haeyo... naega neuj-eo,” Geum Yi masuk ke apartmentnya Minho,
datang terburu buru, terlambat
Minho cemberut duluan,”gak profesional
deh.. suka datang terlambat”
Geum Yi tidak memperhatikan perkataan
Minho, dia malah melihat Areum,”Aigoo...eolmana..
yeppeun.. kamu cantik loh..aku baru tahu”
Minho malah jadi melihat Areum,”eh.. iya
juga... kalau diperhatikan dia cantik juga”
Areum malah jadi gak enak hati
diperhatikan dua cowok itu,”jadi..berangkat kan??”
“iya.. jadi.. jadi.. mana koper mu??mari
aku bantu,” kata Geum Yi
“gak usah...aku aja yang bawa,” malah
Minho yang membawa kopernya Areum
“ah..iya..iya..aku tahu.. jadi Namjachingu harus bantu bantu yeojachingu nya,” kata Geum Yi terkekeh
kekeh
“cerewet.. sana duluan ke mobil mu,” balas
Minho. Geum Yi lari duluan turun lift ke tempat parkiran.
“jadi.. semua sudah siap ya..?? Lets go!!!,” kata Il Chun.. dia
bersemangat sekali.
“Aigooo... cantik sekali Areum pagi ini..
kamu make up sendiri???,” tanya Dae Sung, dia mengelilingi Areum
“aa..aku..,” jawab Areum
“iya..dia make up sendiri kok... cantik ya??
Pacarku pinter banget,” Minho malah memuji
Areum langsung melihat Minho, malah
dibalas senyum
“mulai lagi deh.. manipulatifnya cowok
ini,” keluh hatinya Areum
Dae Sung malah mencium body mist yang
dipakai Areum,”eh.. sepertinya ini body mist kesukaan Minho??”
“iya.. dia pakai body mist ku.. gak apa
kan?? Namanya juga pacar,” jawab Minho santai sekali
“aduh... beneran deh.. Minho romantis
sekali..kamu sudah pakai apa saja punya dia??,” tanya Dae Sung ke Areum
“kalian aneh sekali,” keluh Areum ke
mereka
Mereka lalu masuk mobil dan segera menuju
Incheon..
Di sepanjang perjalanan pesawat, Areum
diam saja, sementara Minho asik ngobrol dengan yang lainnya.
“pacarmu pendiam sekali deh.. cuma.. jutek banget ya??,” tanya Mi Young
“Jutek tapi pemalu loh.. kalau didekati
saja langsung deg degan,” Minho kumat lagi jahilnya.
Il Chun tertawa,”iya.. jadi ingat
kemarin.. harusnya kalau sama pacar.. adegan itu ya jangan malu malu.. ini malu
malu.. take latihan sampai banyak gitu.. merepotkan..”
“hei, Areum.. nanti jangan begitu lagi
besok ya.. hari ini kita sejenak jumpa fans.. besok syuting.. awas loh..jangan
seperti kemarin lagi,” lanjut Il Chun, menoleh pada Areum
Areum mengangguk pelan,”ya.. aku usahakan”
“nah.. begitu.. masak dia malu malu trus
wajahnya merah begitu.. memang.. kamu ciumnya pakai perasaan banget ya,
Minho??,” tanya Il Chun lagi
Semua disitu yang memang kebanyakan cowok
jadi tertawa. Yang cewek hanya Areum dan Mi Young.
“sama Yeojachingu ya selalu harus dengan
perasaan dong.. masak enggak??,” senyum Minho pada Il Chun
“wah.. ini akan jadi totalitas atau hanya
pengen show off kalian pacaran??,” tanya Mi Young
“dua duanya saja deh.. iya kan.. Imja??,” Minho malah mengerling
Areum tidak melihat.. dia malah menoleh ke
jendela pesawat, melihat pemandangan dari atas
“kamu terlalu happy Minho.. dia malu tuh..
kamu apa enggak merasa??,” tanya Dae Sung
“kamu kan tahu daridulu kalau aku dikenal
bisa romantis..tapi..sama Areum.. uh.. susah banget deh.. dia itu galak..,”
Minho pura pura lagi sandiwaranya
Yang lain jadi malah tertawa,”itu sih..
kamu itu kalau romantis di depan orang-orang.. jadi dia malu tuh..”, kata Geum
Yi
“eh.. maaf lagi.. aku belum dapat
apartment sewa untuk Areum,” Geum Yi garuk kepalanya
Areum langsung menoleh yang tadinya
melihat jendela,”apa?? Jadi aku gimana??”
Geum Yi santai sekali jawab,”ya.. tinggal
dengan Minho..satu apartment”, sambil dia nyengir kuda.
“APA?? AKU GAK MAU!,” Areum marah
“ah... bohong kalau enggak mau,” ujar Ugi
“aku memang gak mau!,” bentak Areum
“gak usah pakai heboh begitu dong,
sayang...,” kata Minho, dia malah berdiri lalu mendekati Areum yang masih
duduk, lalu duduk di sebelahnya yang kosong dan merangkulnya
“esh...ah..lepasin,” Areum benar benar
kesal
“sandiwara sedikit.. kenapa sih??,” Minho
berbisik padanya
Areum cuma cemberut dengan perkataan
Minho.
“Areum ini terlalu malu-malu sekali..aku
gak kebayang gimana rasanya Minho ajak dia pacaran..garing gak??,” Ik Soon
malah berfikir yang aneh-aneh.
Minho jawab santai,”garing??gak ah..bikin
aku penasaran,hehe”
Areum diam saja, dia benar benar kesal.
Sampai di tujuan...Areum juga gak banyak
bicara. Sore itu mereka harus press confrence dan langsung ke ruang make up..
Ketika Minho ingin masuk ke kamar make up,
ternyata dia temukan Areum sedang menangis..
“kamu kenapa??,” mendadak Minho menyapanya
Areum lekas mengelap wajahnya,”gak..”
“kamu nangis, iya kan??,”Minho duduk di
depannya
“bukan urusanmu,” balas Areum
“urusanku dong.. kalau nanti kamu gak
konsentrasi press confrens atau juga besok syuting.. bagaimana??,” Minho malah
jadi serius
“cerita saja..,” katanya lagi
Areum diam saja, dia malas cerita karena
itu sebenarnya berhubungan dengan tingkah Minho yang suka menjahilinya di depan
crew dan yang lainnya.
Minho masih memperhatikan Areum tepat
duduk di depannya.
“mumpung Dae Sung belum datang.... cerita
saja.. apa..aku punya salah padamu??,”
Areum diam lagi..
“ya?,” tanya Minho
Lalu Areum berdiri,”kamu terlalu jahil
padaku! Kamu menyebalkan dan habis ini...aku gak akan pernah mau kenal lagi
sama orang seperti mu!!”
Minho lantas berdiri, dia jadi ikutan
diam..
Areum masih membongkar kejelekannya,”apa
kamu gak pernah mikir..aku seperti apa dengan selama ini kamu isengin?? Aku
memang minta maaf soal kejadian hari itu mati lampu.. tapi aku gak sengaja
kan?? Dan lagi...aku sudah ganti soal perawatanmu”
“tapi kamu masih saja menjahili aku dan
sekarang menarikku ke dunia mu yang berantakan... kamu menyebalkan!”
Minho diam saja.. dia sama sekali tidak
marah, lalu Areum bersuara lagi.
“kamu benar benar cowok menyebalkan..aku
tinggalkan kampungku..tinggalkan kedua orangtuaku.. karena kamu seret aku ke
duniamu! Aku mau kembali saja.. aku kesal dengan ini semua!”, lanjut Areum lagi
Minho diam lagi.. Areum akhirnya menangis
kencang. Ternyata Minho baru tahu walau Areum terkesan judes, aslinya dia cewek
lembut dan malah cengeng.
Minho diam ... lalu mendadak memeluknya
“aku minta maaf..,” katanya
Areum masih menangis,”aku mau pulang.. aku
tidak suka dunia ini”
“tapi kamu sudah terlanjur masuk..,” balas
Minho,”aku minta maaf kalau kelakuan jahil ku malah membuat kamu menderita”
Areum diam.
“kamu mau memaafkanku kan?? Aku janji gak
akan jahil lagi..,” kata Minho
Areum lagi lagi diam.. dia sangat kesal
tapi dia harus memaafkan Minho.
Minho mengelus elus kepalanya,
menenangkannya,”dalam dunia seperti ini.. kamu harus pintar manipulasi loh..
kamu bilang pada ku kalau senyumku manipulasi.. eh..mungkin iya...mungkin aku
banyak sandiwara pada yang lain.. tapi aku akan tidak bersandiwara
padamu...jadi.. maafkan aku”
Areum benar benar menangis di pelukan
Minho.
“ternyata.. kamu cengeng juga ya.. Imja,”
senyum Minho
Areum gak suka dibilang Imja.. sebab itu
memang panggilan khusus untuk pacar
“aku bukan pacarmu,” dia melepas pelukan
Minho dan mulai judes lagi.
Minho malah senyum,”tapi aku beneran suka
kalau panggil kamu Imja..”
Dia menghapus air mata yang ada di pipi
Areum,”nanti kalau bengkak.. repot deh kita syuting besok.. jadi, kamu jangan
cepat cengeng ya, Imja”
“aku janji gak akan jahil lagi dan jaga
kamu,” senyum Minho.
Areum malah akhirnya jadi termenung di
hadapan Minho dengan perkataan cowok itu barusan. Tapi Minho malah senyum
manis, mengelus-elus pipinya.
“eh..sudah.. kita harus make up an.. aku
panggil Dae Sung dulu..lama sekali dia.. kamu jangan ketahuan Dae Sung kalau
habis nangis ya??,”
Areum diam sejenak, lalu mengangguk.
Minho keluar dari ruangan itu, mencari Dae
Sung.
Areum memperhatikan dirinya
keluar,”Minho.. baik sekali...tapi..apa dia anggap aku ini pacarnya??”
Dae Sung merias mereka satu persatu..
termasuk juga Ugi, Ik soon, dan yang lain.. yang akan ada di depan stage dan
nanti press confrens..
“hai, Minho... ini kok sepertinya mata
pacar yey kuyu sekali.. habis
menangis??,” kata Dae Sung sedang memberikan foundation pada wajah Areum
Minho yang sudah selesai dan di ruang
ganti hanya teriak,”ah..enggak.. mungkin terlalu capek.. bayangkan.. dia kan di
desanya bekerja.. lalu kesini harus serba cepat.. iya kan.. Imja??”
Areum diam saja, dia memang sedang dimake
up
“Imja??,” kata Minho lagi
“hei.. kamu dipanggil dia, cyintaku,” kata
Dae Sung.. si setengah banci yang genit
Areum mengangguk saja.
“katanya: Iya..dia kan lagi aku make up..
mana bisa bicara??,” uja Dae Sung pada Minho
Minho kembali dengan baju yang sangat
elegan: jas hitam, dalamannya kemeja kotak dengan dasi panjang yang dimasukkan
dalam Vest.
“aigooo...
tampan sekali Lee Minho!!,” Dae Sung malah menghanpirinya lalu peluk Minho
“Sudah lama banget eike gak peluk peluk yey,”
lanjutnya lagi
Minho tertawa, tapi jadi agak risih karena
dipeluk banci,”hai Dae Sung.. kalau kamu peluk aku.. nanti Imja Areum marah loh”
Dibilang begitu, Areum malah
gugup,”ah..engg...enggak kok.. kalau Dae Sung mau peluk Minho.. peluk saja”
“ih.. bagaimana sih dia?? Gak punya rasa
cemburu sama sekali ya??,” kata hatinya Minho.
Selesai Areum di make up..dia pun ganti
baju.. Dae Sung membantunya dengan memakai gaun warna hitam lengkap dengan
aksesories sederhana.
“ini kan sudah agak malam, Cyintah..
jadi.. yey pakai gaun warna hitam
jadi cantik, boo..,” puji Dae Sung
“eh iya, Areum jadi cantik sekali.. wah..
sayang.. Minho sudah punya dia,” kata Ik Soon, bercanda
“jadi.. kamu naksir Imja ku, begitu?? ,” tanya Minho pada Ik Soon, dia memukul kepala
Ik Soon
“haaahhhh... mian.. mian...geunyang nongdam han... aku cuma bercanda kok.. aku
juga gak berani...Areum pasti galak dan bisa tendang anu ku nanti...hilang anu
ku.. aku gak bisa nikah deh, hahahahaha,” balas Ik Soon
Yang lain tertawa,”iya.. gak kebayang pacaran
dengan Taekwondoin Dan 2.. habis deh kalau dia cemburu.. eh.. kamu gak pernah
cemburu sama Minho kan.. Areum?? Dia ini cowok seksi loh.. banyak cewek model
iklan yang suka sama kiss nya..hot dan kamu akan gak bisa lupakan, hahahaha,”
canda Kwang.
Areum cuma menggeleng,”enggak.. aku..
biasa saja”
Minho menoleh padanya,”biasa saja ya?? Umm..,”
katanya dalam hati
Kwang malah menafsirkannya berbeda,”oh..
berarti kamu setuju kalau dia adegan kiss begitu dengan model yang lain?? Wah..
kamu sudah terima dia apa adanya banget, Areum”
Areum diam saja dibilang seperti itu.. dia
memang tidak suka Minho..
Semua tokoh dalam iklan itu berkumpul di
belakang stage. Mereka melakukan pengarahan sedikit
“apa saja yang ditanyakan fans.. tolong
dijawab dengan manis dan tidak emosi... ingat ya!,” kata Kwang,”ini proyek
besarku..dan aku gak sangka minuman ini ternyata jadi terkenal berkat kamu
berdua.. terutama kamu, Areum..”, kata Kwang
Roh, pihak manajemen mengacungkan
jempolnya untuk Areum,”Areum agassi..
bagus sekali.. aku suka actingmu,”
“Minho.. jangan lupa..selama menyapa fans
nanti diluar.. tanganmu tidak boleh lepas dari Areum,” kata Il Chun
“sip.. pasti,” Minho senyum pada Il Chun,
lalu pada Areum.
“kesempatan banget deh,” keluh Areum saat
Minho senyum padanya
“ah..sebenarnya soal ini sutradara Yoo
yang paling berperan.. hehehe,” Il Chun lupa, kalau awal proyek memang Yoo yang
mengerjakannya.. tapi Yoo sedang ada urusan lain dan malah jadi dia yang
berapi-api.
“SEMANGAT... HWAITING!!,” teriak mereka bersama-sama dibelakang stage
“dan.. kita panggilkan saja.. semua tokoh,
director, pihak manajemen Gold Apple.. ke atas panggung!!,”
Semua yang hadir disana bertepuk tangan
sambil berdiri, standing applause..
Minho naik stage, disampingnya Areum yang
sudah dia genggam tangannya sedari tadi.
Semua senyum diatas stage, melambaikan
tangan pada para fans dan juga wartawan, kolega dan pihak lain yang
berkepetingan. Kamera jeprat jepret sana sini. Semuanya senyum melambaikan
tangan.
Minho sedikit berbisik pada Areum,”jangan
terlalu kaku ya, Imja.. tanganmu
biasa saja.. kok masih kaku aku pegang sih??”
Areum diam saja, dalam hatinya cuma
bilang,”aku bukan pacarmu, Lee Minho”
Semuanya disebut namanya satu persatu lalu
duduk
“dan.. ini dia dua bintang utama iklan
kita.. Lee Minho dan Shin Areum!!,”
Minho menunduk hormat pada mereka, sambil
masih menggenggam tangan Areum. Areum mengikuti gaya Minho
“annyeong
haseyo, everyone,” senyum
Minho menunduk hormat, lalu melambaikan tangan pada mereka. Areum mengikuti
saja.
Mereka lalu duduk saling bersebelahan.
Mereka lalu diberikan banyak pertanyaan
dan tiba giliran Minho dan Areum
“pertama.. aku memuji acting kalian yang
bagus.. sedang aku dengar gossip.. katanya Shin agassi ini baru sekali di dunia iklan.. apa benar begitu??,”
seorang bertanya
“ah..gomabseubnida..
iya.. aku memang baru.. jadi maaf kalau masih agak kaku.. ini.. debut pertama
ku dalam dunia iklan.. maaf kalau tidak memuaskan,” jawab Areum basa basi.
Minho sudah tidak lagi menggenggam tangannya
karena mereka semua harus satu persatu pegang mic.
“apa benar.. Shin agassi ini seorang praktisi bela diri? Boleh dong.. dipraktekkan
pada kami sekarang..??,” tanya fans
“ayoo.. apa Nona Shin bisa
mempraktekkannya??,” tanya emcee
Areum jadi agak ragu.. tapi Minho malah
genggam tangannya lagi,”ayo Imja.. kamu bisa..”
Kwang memberi suara,”pasti bisa.. cuma..
mungkin agak sedikit ribet dengan gaun ya?? Hehe.. Ugi.. ayo, kamu yang jadi
korbannya”
Yang lain disana pada tertawa dengan canda
Kwang.
Areum lalu berdiri dan dia beracting sama
ketika Ugi mencoba merebut tasnya Minho. Dia beracting menedang Ugi tapi sama
sekali tidak kena sehingga Ugi tidak luka. Dia agak sedikit ribet dengan
gaunnya.
Semua bertepuk tangan,”wowww... Nona Shin
memang hebat!!,”
“gomabseubnida,”
Areum menunduk hormat dan agak malu malu, lalu duduk lagi disamping Minho.
Minho berbisik padanya,”keren sekali.. aku suka”
Areum malah jadi malu dipuji Minho. Dia
sedikit mengalihkan pandangannya dari cowok itu.
“ah.. lalu..ada beberapa pertanyaan yang
menggelitik.. sayang disini sutradara Yoo tidak ada.. apa mungkin digantikan
jawabannya oleh sutradara Il Chun??,”
Il Chun mengangguk,”semoga saya bisa
menjawab,”
“ada pertanyaan iseng dari salahsatu fans
Lee Minho yang penasaran..dan sebaiknya buka bukaan saja ya...,” emcee jadi
cengengesan,”berapa kali butuh take kiss antar Minho dan Areum??”
“whoaaaaaaa,” suara para audience langsung
keluar
“ah, hahahaha.. ada yang bertanya ini..
ini kertasnya,” emcee menunjukkannya kepada para audience
“jadi..siapa yang harus menjawab??,” tanya
emcee lagi
“Minho dan Areum saja kalau begini,
hahaha,” jawab Il Chun
“ya.. baiklah.. mungkin Lee Minho saja
dulu yang menjawab,”
“umm.. berapa kali?? Aku lupa, hehe,”
Minho jawab malah jadi agak malu malu,”mungkin karena Areum sendiri baru
pertama kali baginya masuk dalam dunia iklan.. jadi.. ya.. ummm... 10 kali??,”
Minho jawab agak ragu
Emcee melihat itu,”beneran 10 kali?? Atau
banyak.. jadinya tidak ingat?”
Minho malah tertawa,”coba tanyakan
Areum..aku lupa”
Areum menoleh pada Minho,”ah.. aku juga
lupa,” katanya pada emcee
Beberapa orang disana jadi tertawa..
“apa.. karena kalian saling cinta ya??
Gossip beredar.. katanya kalian pacaran?? Dan.. sejak awal bermain.. Nona Shin
ini ternyata pacarnya Minho??,” tanya emcee
“ah, iya.. aku ingin minta maaf.. aku
menutupi hal ini.. ya.. aku memang menyatakan.. sewaktu sutradara Yoo mencari
sosok perempuan untuk jadi tokoh yang bisa bertarung dengan para cowok ini
karena mereka merebut tasku.. aku memilih Areum, pacarku yang bermain.. aku
jadi merasa totalitasku muncul sempurna,” jawab Minho
“waahh... totalitas.. tapi memang kalian
beracting bagus sekali,” kata em cee
“ya, memang.. aku melihatnya juga begitu..
ini debut iklan yang bagus untuk Nona Shin,” jawab Roh, menambahkan
“terima kasih.. tapi saya memang masih
baru sekali,” Areum menunduk hormat sambil tetap duduk, pada Roh.
“jadi.. kalian ini beneran sepasang
kekasih yang berkesempatan di iklan yang sama ya??wah.. gak kebayang..
bagaimana romantisnya kalian,” goda emcee
Minho senyum lebar, Areum senyum tipis
saja.
“ya.. begitulah.. saya belum sempat
nyatakan pada para fans.. saya minta maaf,” kata Minho.
“aduh.. para fans jangan pada patah hati
ya.. idolanya bertemu pacar di iklan,” kata emcee
“tidak.. sebenarnya sebelum iklan..kami
sudah dekat.. iya kan, Areum??,” Minho senyum pada yang lain lalu menoleh dan
senyum pada Areum
“Nona Shin sepertinya pemalu ya??,” tanya
emcee. Yang lain beberapa orang disana tertawa.
“ya.. begitulah aku,” jawab Areum, senyum
kalem tapi memang terlihat malu.
“Lee Minho ini..,”gerutu hatinya Areum
“jadi.. kalau begitu.. Minho kiss Areum
dengan perasaan mendalam dong??,” emcee tanya iseng
Minho tertawa, lalu dia menjulurkan
lidahnya,”tebak saja sendiri bagaimana?”
Semuanya tertawa dengan tingkah Minho yang
meledek balik emcee
“iya..bagaimana dong??,” goda emcee
lagi..,”benar kan?”
Minho agak malu menjawab,”ya.. begitulah..
hehe,” dia lalu iseng lagi, menjulurkan lidahnya, meledek emcee
Emcee yang sudah jauh lebih tua dari Minho
itu jadi tertawa dengan tingkah Minho seperti anak kecil,”jadi Minho ini kalau
pemalu meledek balik dengan menjulurkan lidah..atau menggaruk kuping.. “
Minho tertawa lebar,”aku begitu.. maafkan
ya? Hahaha”
Semuanya tertawa, kecuali Areum, tertawa
tipis
Ik Soon, Ugi dan Il Chun jadi malah
menggosip,”jadi benar ya.. kemarin dia cium Areum pakai perasaan? Sudah ku
tebak,” bisik Il Chun
“iya.. beda sekali.. agak agak lustful dan
nafsu,” balas Ugi, masih berbisik.
Acara terus berlanjut sampai jam 9
malam...
“MANSEEEEE!!!,”
semua pada teriak, mengangkat botol korean liquor (bir korea), lalu tertawa
tawa di bar kecil itu
“sukses!! Besok kita akan mulai syuting..
jadi semua.. siapkan fisik kalian.. malam ini tidur nyenyak ya!,” kata Kwang,
dia mengangkat botol bir nya tinggi tinggi
Yang lain senang, mereka minum dengan
wajah ceria
“hai..jangan pada terlalu mabuk.. besok
pagi kita mulai kerja,” kata Il Chun. Dia tahu kebiasaan Ugi suka mabuk.
“Nona Shin tadi hebat sekali
menendangnya.. padahal pakai gaun,” puji Roh
“ah.. enggak seberapa.. itu memang
diajarkan dulu,” jawab Areum, kalem.. dia malah tidak minum bir
“tidak minum??,” tanya Kwang
“aku tidak suka bir..,” jawab Areum kalem
“jadi.. ternyata kalian ini.. pacaran
sebelum iklan itu ya?? Minho tidak beritahu aku,” kata Kwang lagi
Minho lagi lagi yang jawab,”ah hehehe..aku
mencari waktu yang tepat.. jadi.. ya.. tadi sekalian saja deh.. diumumkan”
“gak masalah juga sih.. asal fans tidak
patah hati saja dengan kamu,” kata Kwang, kalem,”aku takutnya Nona Shin jadi
sasaran jahat... fans mu jutaan loh”
Minho senyum kalem,”ah.. masak sih..aku
gak bisa punya pacar? Aku juga seperti mereka kan..?”
“ya.. hanya saja interaksi kalian harus
dibatasi..eh tapi gimana soal apartment?,” Kwang melihat Geum Yi
Geum cengengesan,”mian.. belum dapat juga, hehe”
Minho malah tertawa,”gak apa deh.. Areum
tinggal satu apartment denganku.. lagipula.. bisa irit”
“whoah.. Minho? Nanti apa kata fans
mu???,” kata Il Chun
“aku tidak akan lama di Seoul.. setiba
semuanya selesai.. aku pulang,” ujar Areum
“aku sebenarnya di kampung mengurusi
keuangan usaha Appa ku.. dia petani dan penjual permen susu”
“kamu serius.. setelah ini selesai.. akan
mengundurkan diri dari dunia acting dan iklan?? Kamu cantik loh.. mungkin bisa
saja ada sutradara mengajak kamu main film, Nona Shin,” kata Roh dari “gold
apple”
Areum menjawab dengan diplomatis,”ah.. Roh
ssi.. saya lebih nyaman menjadi orang
kampung.. melihat ladang beras merah milik Appa saya, bicara dengan para sapi
dan memerah susu mereka”
“wah.. asik sekali.. mungkin kapan kapan..
kita harus ke rumahnya Areum.. bagaimana??,” kata Ik Soon
Yang lain mengangguk,”iya. Kapan lagi kita
bisa liburan di desa.. sekalian.. si Minho ini ajak memerah sapi, hahaha,”
canda Il Chun
“tidak usah belajar memerah..dia sudah
bisa perah yang lain, hahaha,” canda Geum Yi
Minho langsung melihat Geum Yi dengan
pandangan aneh. Yang lain tertawa, mengerti apa maksud pikiran Geum Yi.
“sayang sekali kalau Areum mundur ya??,”
kata Mi Young, satu satunya staff cewek disitu.
“aku rasa..aku tidak berbakat disini..aku
berbakat mengurusi sapi, hehe,” canda Areum pada Mi Young
“atau.. berbakat mengurusi cowok di
sebelahmu itu??,” Mi Young canda balik. Ada dua cowok duduk bersebelah kiri dan
kanan dengan Areum: Minho dan Ugi
Ugi langsung menggeser duduknya dan bercanda,”cuma
dia yang disebelahnya,” menunjuk pada Minho
Minho malah tertawa lebar,”ya.. nanti..
aku diurus dia, hahaha”
Yang lain jadi ikutan tertawa..
“Sukses hari ini..jangan lupa besok ya!
Bawa kesuksesan hari ini untuk besok.. uliga
iss-eoyahabnida deo-na neun milae daeh!,” kata Kang
“Ye!,”
teriak semuanya..
Setelah puas makan dan minum minum..
mereka pun kembali ke kamar penginapan masing masing
“anginnya dingin sekali..kamu lupa bawa
cardigan atau sweater ya??,” senyum Minho ketika mereka berjalan di bibir
pantai malam itu.
Dia malah menggenggam tangan Areum yang
dingin, lalu Minho melepas cardigannya
“pakai punya ku.. pulangkan besok saja
atau saat kita balik ke Seoul,” dia memakaikan cardigannya ke tubuh Areum
“kenapa kamu perhatian padaku??,” Areum
malah bertanya hal aneh
“kan..aku namjachingu mu... masak gak boleh perhatian sama kamu??,” balas
Minho
“gambsahabnida,”
balas Areum singkat
Mereka lalu berjalan di depan bungalow
yang disewa untuk kamar Areum
“sampai sini saja.. terima kasih,” kata
Areum, dia lalu membuka pintu kamar bungalow, tapi Minho menarik tangannya.
Mereka berdiri di depan pintu.
“kamu.. menanggapi serius tidak..
perkataanku tadi waktu press confrens??,” tanya Minho
“yang mana??,” Areum tanya balik
“si bodoh.. soal aku pacaran dengan mu..aku
sudah terlanjur bilang pada para fans ku disitu..dan mungkin juga diliput
beberapa tv,” balas Minho
Areum diam saja, lalu dia malah ingin
pamit,”aku masuk dulu...annyeonghi”
“nanti dulu.. belum selesai,” Minho
kembali menarik tangannya.
“apa lagi?? Aku tidak ingin pacaran
denganmu.. kita cukup berpura pura saja di iklan ini,” jawab Areum
Minho malah meletakkan telapak tangannya
dekat pintu, sehingga memepet tubuh Areum
“kamu..,” katanya singkat, memandang Areum
dengan tatapan dalam dan tajam
Areum agak mulai takut,”aku tidak mau
macam macam disini, Minho.. aku mau tidur, ngantuk”
Minho masih menatapnya,”apa?? Mau tendang thingy ku seperti bulan lalu? Silahkan
saja,” dia malah senyum pada Areum masih menatapnya dalam dan tajam
“enggak.. itu bahaya..lalu..kamu mau
apa??,” Areum jadi gak enak hati
Minho lalu menggenggam kedua tangan Areum
erat sekali.. dia sandarkan tangan Areum ke pintu
“Jangan.. mau apa??,” Areum panik duluan
Minho senyum licik.. lalu..dia mencium
Areum..
Areum memalingkan wajahnya, memejamkan
matanya dan menunduk..supaya Minho tidak menciumnya
Tapi Minho tetap mengikuti kemana wajahnya
berpaling, menciumnya dengan lembut
“euh,” Areum menolak, Minho masih
menciumnya, dia mengibaskan rambut Areum yang panjang menutupi wajah cewek itu,
memegang lehernya.
Areum diam saja, tanpa reaksi di cium
Minho.
“ah.. padahal sudah pakai perasaan
mendalam .. tapi enggak direspon sama sekali,” keluh Minho ketika selesai
mencium
“Plak!,” Areum menggampar pipi Minho
“aku bukan pacarmu!,” dia teriak lalu
masuk kamar bungalownya dan membanting pintu tepat di depan badan Minho
Minho teriak dari balik pintu,”tapi aku
pacarmu..semua orang sudah tahu.. jadi.. jangan ngelak ya! Tunggu ciumanku
besok..!”
Dia senyum licik di depan pintu,”dasar
Areum jelek.. kamu gak ngerti perasaanku ya.. hei cewek jelek??”
“aku bukan yeojachingu mu!,” Areum malah menangis dibalik pintu..dia terduduk,
menekuk lututnya, meletakkan wajahnya di atas kedua lutut
“menangis lagi.. cengeng.. katanya jago
taekwondo..tapi kenapa cengeng??,” ledek Minho dengan sinis dan licik
“aku bukan yeojachingu mu! Lee Minho brengsek!,” dia memaki dari balik pintu
“ibdagchyeo!..
maki maki saja aku.. dasar cewek jelek... sudah..sana tidur.. jangan sampai
kesiangan.. aku pergi dulu ke kamarku.. annyeongghi”,
dengan santai Minho berjalan menuju kamar bungalownya
Minho meninggalkan Areum sendirian yang
menangis dibalik pintu. Areum pun tertidur sambil menangis.. dia tergeletak
begitu saja di balik pintu..kelelahan..
Bersambung ke part 10...