Lee Minho sebagai dokter Minho Kazuki
Kitamura sebagai dokter Choi Hyeon Jun Gackt
sebagai dokter Roh Seung Won
“Hyeon
Jun….kamu harus memikirkan masa depan kamu sendiri…usia mu sudah makin umur
untuk bisa punya isteri,” kata seorang ibu yang sedang bicara dengan anaknya
sendiri, Choi Hyeon Jun
Hyeon
Jun santai menjawab sambi minum teh di sore hari itu,”aku masih belum bisa
menemukan pendamping setelah ini, Eomma…rasanya masih bingung dengan pengasuhan
anak perempuan satu-satunya setelah dia bercerai.
“Eomma mengerti dengan rasa trauma
mu…tetapi bagaimanapun juga, Im Ae dekat sekali dengan mu daripada dengan
ibunya,”
Hyeon
diam sejenak, lalu,”aku masih sulit mencari pengganti… buatku, perempuan
menikah itu sangat tidak pantas selingkuh,”
“Eomma mengerti,” balas ibunya, singkat
Hyeon Jun berdiri,”nah, Eomma…aku harus
bertemu dengan temanku, dia sudah menunggu di depan, sillyehabnida, Eomma,” dia lalu menunduk hormat pada ibunya dan
pergi ke ruang depan.
”sampai sebegitu traumanya kamu, Hyeon
Jun...tetapi anak mu butuh kasih sayang,” gumam ibunya
”ya..
chingu Minho...akhirnya kamu tahu juga rumahku! Jaljinaesy eoss eoyo? (apa kabar-red) ,” Hyeon Jun senang dengan
datangnya Minho
”Ne.
Jal jinaes eoyo (fine thanks-red),” balas Minho, dia menepuk pundak Hyeong
Jun,”olaenman ida (lama gak jumpa)”
”Ye,
sibuk banget dengan kerjaan,” jawab Hyeon Jun,”duduk”
Minho dan dia duduk berhadapan
”byeol-il-i
eobs-eusyeoss-eoyo? (ada berita apa?-red),” tanya Hyeon Jun
”rencana kenaikan posisi.. kamu apa sudah ada informasi
sebelumnya??,” tanya Minho
Hyeon Jun menggeleng,”yang tahu pastinya
rekan kita, Seung Won”
”woohoo...aku belum bertemu lagi
dengannya,” balas Minho
”setidaknya ..sepertinya kamu bakalan naik
level,” kata Hyeon Jun.
”kabar cinta mu bagaimana??,” lanjutnya
lagi
”Min Hye Rim??”, Minho tanya balik
Hyeon Jun mengangguk.
”meseukkeowoyo
(menyebalkan-red),” lanjut Minho
Hyeon Jun tertawa,”loh..aku pikir kalian
akrab,”
”Ani,”
Minho menggeleng,”aku selalu tidak mau pacaran dengan sesama model..gak ada
yang asik”
”wah.. mulai lagi dokter gigi kita
ini..Lee Minho yang pilih-pilih,”
”apa kamu juga tidak memilih?? Im Ae masih
belum punya Eomma,” Minho membalas perkataan Hyeon Jun dengan nyengir kuda.
”apa yang kurang dari Hye Rim??,” Hyeon
santai menghirup aroma teh dari cangkir tehnya
Minho berdiri, lalu dia melihat taman di
luar, diam sejenak, lalu menoleh lagi
”bukan tipe aku dan kedua orangtuaku...
terutama ibuku,”
Hyeon Jun tertawa,”hahahaha.. hari gini..
kenapa masih ada perjodohan??”
”bukan perjodohan.. tapi aku sendiri
memang tidak suka perempuan macam Hye Rim,”
”ah..daridulu kamu tidak berubah, Minho,
muhahahahaha!,”
Hyeong Jun akhirnya mentertawakan dirinya
sendiri,”aku masih belum lupa dengan trauma, hahahaha”
”ternyata.. padahal aku pikir, kamu tipe
cowok gampang cari cewek,”
”aku sudah lebih dewasa dari kamu.. aku punya anak.. kasian kalau salah pilih
ibu lagi,”
”jadi.. maumu bagaimana??,” tanya Minho
”jadi.. maumu bagaimana??,” tanya Minho
”cari perempuan baik yang mau bantu aku
mengasuh Im Ae,”
”wah.. Choi Hyeon Jun sekali,” gumam
Minho,”tidak mungkin kamu dengan cewek seperti Hye Rim”
”mana bisa.. aku juga tidak tahan dengan
cewek banyak minta macam dia,” balas Hyeon
”sementara.. libur dari cari cewek dulu
deh,” kata Minho
”kamu bukannya sudah libur dari 4 tahun
yang lalu?? Semenjak putus dengan dokter itu.. kamu malah jadi semakin sensi
dan dingin sama cewek”
Minho cengengesan,”eh hehehe.. aku sudah
malas mencari”
”kamu..apa masih marah dengan kejadian
salah operasi gigi itu dan akhirnya kamu yang disalahkan??,” tanya Hyeon
”kami masih berteman,” balas Minho,”tapi
kalau urusan bicara panjang...aku sudah malas..aku merasa dicurangi orang yang
aku percaya sendiri,”
”kasihan sekali kamu.. ya..aku inget
banget dengan kasus itu,”
”tapi kamu gak perlu sampai sedingin ini
sekarang sama cewek.. ,” lanjut Hyeon Jun lagi
”aku gak dingin... hanya malas.. kalau aku
suka, aku bisa saja tembak Hye Rim jadi pacarku.. tapi sifatku tidak suka
hubungan singkat,”
”kamu tidak tembak dia.. tapi kamu cuek
saja digandeng tangannya atau cium dia,” ujar Hyeon, kalem
Minho kaget,”apa??tahu darimana??”
”nih,” dia menunjukkan sms Hye Rim padanya
ke Minho
”kacau sekali,” Minho langsung pegang
keningnya,”tadi malam dia juga menginap di apartment ku,”
”tidur dengannya??,” Hyeon Jun malah
menepuk-tepuk pundak Minho, Minho menepisnya
”sama sekali tidak.. bosan lihat body
nya,” jawab Minho datar
Hyeon Jun malah meledek,”seksi bukan??
kapan lagi lihat semuanya polos??”
Minho jadi cemberut,”aku ini bukan tipe
cepat tergiur atau keluar air liur lihat perempuan gampang buka baju di
depanku”
”oh..sudah biasa kalau begitu,” jawab
Hyeon kalem
”mungkin.. ,” ujar Minho, tidak berkilah
”apa ada perempuan yang lagi kamu incar?”
Minho menggeleng,”tidak ada..kan aku
bilang tadi.. aku malas”
”wooh... ya sudah, tidak usah
diperpanjang, dok..,” sindir Hyeon Jun
”bagaimana kalau main bowling hari ini??,”
tawar Minho.
Mereka lalu keluar rumah Hyeon Jun
Arena bowling..
”pssst.. ada yang lihat body indahmu
sepertinya,”sikut Hyeon Jun pada Minho yang habis melempar bola
Minho cuek saja... begitu dia melihat
gelindingan bola lemparannya memasukkan semua pion.. dia langsung
berteriak,”STRIKE! YESSS!!”, katanya kesenangan.
”oi...ada cewek lihatin kamu tuh,” Hyeon
Jun menyikut lagi
Minho baru menoleh,”mana??”
Hyeon menunjuk cepat.
”hai, Minho,” cewek yang ditunjuk
menghampiri mereka sambil melambaikan tangan dari beberapa puluh meter
”seksi sekali, ckckckckck,” gumam Hyeon
Jun
”ambil saja jadi pacar...aku gak minat,”
Minho bisik balik,”dia Bong Ha Eun.. cs nya Hye Rim”
”ow.. cantik banget..model juga??,”
Minho mengangguk. Mereka melihat Ha Eun menghampiri mereka.
”hi, Minho.. ketemu lagi,” ujar Ha Eun mengangkat
tangannya dan mencium pipi Minho di depan Hyeon Jun
Minho senyum,”iya... bertemu lagi..
padahal baru kemarin ya??”
”main cium saja,” gumam hatinya Hyeon Jun
”eh.. ini kenalkan temanku.. dokter ahli
syaraf, namanya Choi Hyeon Jun,”
”choi..
dipanggil Hyeon Jun.. annyeong haseyo,”
senyum Hyeon Jun
“biasa main atau??,” basa basi Ha Eun
”kebetulan cuma lagi ingin saja,” balas
Minho
”tidak bersama Hye Rim??,”
Ha Eun menggeleng,”tidak tahu...tampaknya
hari ini dia sedang murung”
”oh,” gumam Minho singkat,”itu mungkin
karena tadi malam dia mabuk”
”mau main bersama ku??,” tawar Minho
”eww.. aku bawa pacarku.. itu,” balas Ha
Eun
”oo..,” balas Minho. Sang cowok
melambaikan tangannya
”Annyeong
haseyo,” kata Minho dari jauh pada pacarnya Ha Eun
”tadi malam tidak kamu bawa??,”
Ha Eun tertawa,”aku tidak bisa dance dugem
denganmu kalau ada dia,”
Minho senyum tipis,”apa dia gak cemburu
tadi kamu cium aku??”
”gak kelihatan kan??,” bisik Ha Eun
”perempuan aneh,” gerutu Minho dalam
hatinya
Hyeon Jun cuma senyum senyum saja dengan
pembicaraan mereka berdua,”perempuan ini gila juga.. Minho sih pasti gak
masalah mau diapain saja,” katanya dalam hati
”suruh saja pacarmu kesini,” senyum Minho
”boleh minta no Hp mu gak??,” tanya Ha Eun
Minho mengangguk, lalu dia berikan pada
cewek itu. Hyeon Jun yang memang pendiam benar-benar gak komentar sama sekali.
”aku kembali lagi ya...pacarku menunggu,”
senyum Ha Eun
Minho balas dengan senyum lagi.
”nanti malam aku sms,” kata Ha Eun dengan
suara lembut,Minho cuma senyum, bagi dia, hal seperti ini sudah biasa.
Lalu Ha Eun pun pamit sopan pada mereka
berdua dan bergabung lagi dengan pacar dan teman-teman pacarnya.
”genit sekali dia,” ujar Hyeon Jun
”begitu deh...dia berani dansa hot on the
floor kemarin,”
Hyeon Jun berdecak,”gak pantas jadi
isteri,ckckckckck”
”malas juga jadi pacar,” timpal Minho,”ayo
lanjut”
Mereka kembali main bowling sampai puas.
”Park Shin Young.. kamu benar-benar
seperti gak berguna.. pantas saja kamu sukanya kumpul sama nenek-nenek dan
kakek jompo,” keluh seorang gadis
”Mian
haeyo, Eonni Hye Rim.. aku
memang salah.. tadi aku gak sengaja taruh kebanyakan garam..,” kata Shin Young,
dia membantu menyediakan makanan
”ada apa??,” seorang perempuan setengah
baya masuk ruang makan
”itu.. anak Eomma membuat kesalahan lagi,”
sindir Hye Rim
”Mian
haeyo, Eomma.. tadi aku menaruh banyak garam di masakan,” Shin Young
menunduk hormat
”tidak usah dibesar-besarkan,” potong
seorang lelaki separuh baya juga, mereka semua duduk di ruang makan
Mereka lalu makan malam.
”apanya yang asin??biasa saja,” ujar Min
Ji Woo, ayahnya Hye Rim, saat mencicipi makanan yang dimasak Shin Young bersama
pada pembantu
”Gambsahabnida,
Appa,” senyum Shin Young
”kamu malah tidak bisa masak, Hye Rim,”
tegur ibunya pada anaknya sendiri
”oh iya.. Shin Young.. bagaimana kondisi halmeoni Myuk tadi sore??,” tanya Ji Woo
”baik, Appa.. nenek Myuk ternyata
rematik.. sudah diberi obat oleh dokter Roh,” jawab Shin Young
”dokter Roh?? Umm.. Roh Seung
Won??,”
Shin
Young mengangguk,”Ye, Appa... dokter
Roh,”
“Appa
ingin kamu dekat dengan dia,” senyum Ji Woo
“Appa
perhatian sekali dengan Shin young…aku anak sendiri tidak diperhatikan,” keluh
Hye Rim langsung tanpa basa basi pada orangtuanya sendiri
“kamu
tidak perlu diperhatikan juga kami sudah memperhatikan, Hye Rim.. bagaimana
kerjamu??,” ujar Ji Woo
“baik, Appa.. minggu depan ada kontrak
baru.. model untuk smartphone,”
”tuh kan... kamu sendiri tanpa Appa
terlalu perhatikan..bisa sukses sendiri kan??”
Shin Young senyum pada Hye Rim,” Eonni Hye
Rim ini pintar..jadi pasti banyak yang suka untuk kerjasama”
”basa basi sekali,” gerutu Hye Rim
”Appa dan Eomma berencana.. rumah panti
jompo kita akan diserahkan manajemennya oleh kamu, Shin Young,” senyum ibunya
Hye Rim.
”bagus dong, Eomma.. aku jadi gak capek
urusin orang-orang tua itu,” timpal Hye Rim
”kamu memang tidak pandai mengasuh orang
tua,” kata ayahnya.,”itu sebabnya kami serahkan pada Shin young”
”apa kamu siap Shin young??,” tanya ibunya
”Iya, Eomma.. aku siap kapan saja Eomma
dan Appa ingin,” senyum Shin Young
”anak adopsi saja resek banget.. Appa dan Eomma terlalu percaya padanya,”
gerutu Hye Rim lagi.
Park
Shin Young memang anak yatim piatu. Min Ji Woo dan isterinya mengambil Shin
Young dari sebuah panti asuhan di luar kota Seoul saat umurnya 4
tahun karena mereka melihat Shin Young anak kecil perempuan yang tidak nakal
dan manis.
Setelah
mereka mengadopsi Shin Young untuk menemani Hye Rim, Shin young memang anak
yang pendiam, penurut pada orangtua angkatnya itu, sampai saat ini. Dan sejak
anak-anak, dia sudah membantu keluarga Min dipanti asuhan yang mereka miliki.
“lalu..gigi
mu sendiri…bagaimana??,” kata ibunya
“ah.. sudah tidak terlalu sakit, Eomma.. tadi
sudah ke dokter gigi,” Shin young tersenyum, gigi putihnya terlihat
”dengan Dokter gigi Seol??,” tanya
ayahnya.
”ah.. bukan, Appa.. dengan dokter gigi
Lee,”
Ayahnya bergumam,”umm.. dokter Lee?? Yang
masih muda itu ya??,”
”Lee Minho maksud Appa??,” tanya Hye Rim
”ya,” balas Ji woo
”dia kan pacarku, Appa,” kata Hye Rim
bangga
Ibunya kaget,”ah.. masak iya?? Sejak kapan
kalian pacaran??”
”aduh Eomma.. aku ini sudah 4 tahun dengan
Minho Lee itu.. dia kan model juga.. satu manajemen dengan tempatku kerja,”
”tapi kamu tidak beritahu kami,” kata Ji
Woo,”sudah empat tahun berjalan.. kenapa dia belum pernah kesini juga??”
Hye Rim agak sedikit gugup menjawab
pertanyaan ayahnya,”Minho belum siap, Appa”
”oh.. aku kalah cepat... tadinya, Shin
Young mau aku kenalkan dengan dokter gigi Lee itu.. kebetulan ayahnya teman
bisnis Appa,” kata Ji woo
”wah..dia pacarku.. masak mau Shin
young rebut??,” Hye Rim cemberut
“ya.. kalau kamu memang sudah jadi
pacarnya.. apa mau dikata.. ,” balas Ji woo lagi.
”pasti.. Eonni bahagia, Appa.. saya lihat
dokter gigi Lee memang lelaki baik,” kata Shin young, senyum pada ayahnya.
”kamu
apa tidak mau cari pacar, Shin young?? Kamu sudah sama besar dengan Hye Rim loh,” kata ibu angkatnya
”ah.. Eomma.. aku masih sibuk mengajar
anak-anak dan juga urus panti,”
”jangan begitu.. umur kamu semakin
bertambah.. Appa akan carikan lelaki yang baik untuk kamu,”
Shin
young senyum,”terima kasih, Appa.. Appa dan Eomma sangat baik padaku..aku
berterima kasih punya orangtua seperti Appa dan Eomma..aku senang,”
“Tuan Lee… apa kabar??,” kata Min Ji Woo
kepada Lee Kim Moon, ayah Lee Minho di telepon
”oh.. Tuan Min.. lama tidak bicara.. saya
dan keluarga baik.. kabar Tuan dan keluarga??,” jawab Kim Moon ramah
”baik..baik..,” jawab Ji woo,”ada hal yang
ingin saya tanyakan.. ”
”apa.. anak Tuan Lee.. Lee Minho
berpacaran dengan anak saya??,”
Kim
Moon agak terperangah,”oh.. benar
kah.. dengan yang mana?? Hye Rim atau Shin young?? Saya baru tahu”
“Hye
Rim,” jawab Ji Woo
“ini
kabar baik..saya sendiri sejak empat tahun yang lalu tidak melihat Minho seperti jalan dengan perempuan.. Minho
tidak pernah cerita pada saya?,”
“Hye Rim pun baru tadi cerita pada saya..
jadi..saya rasa.. ini kabar baik.. bisa kita lanjutkan lebih serius,”
”ide bagus sekali, Tuan Min,” kata Kim
Moon dengan wajah sumringah,”lagipula.. kakak nya Minho sudah menikah”
”kalau begitu.. kapan kita akan bertemu
lagi, Tuan Lee?”
”silahkan tentukan waktunya saja, Tuan
Min.. saya dengan senang hati beserta keluarga akan luangkan waktu,”
Di kamar..
Hye Rim guling-guling kesenangan di atas
tempat tidur ketika tadi dia bilang pada orangtuanya kalau Minho pacarnya
”aku tahu Appa dan Eomma serius pasti soal
ini... yes!,” katanya senang banget.. dia membayangkan dirinya bakalan tunangan
atau bahkan menikah dengan cowok incerannya sejak 4 tahun lalu.
Dia lalu menelepon Minho,”hi, Minho.. ini aku, Hye Rim”, dengan suara yang senang
”oh, hi.. kamu sedang dimana??,” Minho
tanya balik
”aku senang saja hari ini.. di rumah
saja,”
”oh.. tadi aku bertemu dengan temanmu.. Ha
Eun”
”oh.. si cewek genit itu,” gerutu Hye
Rim,”Minho.. ternyata ayahmu
teman bisnis ayahku loh”
Minho terperangah,”oh ya?? Aku juga baru
tahu”
”besok kita lunch bareng ya,” manja Hye
Rim
”ok deh,” balas Minho
Hye Rim menutup teleponnya.
Minho malah mikir,”ada apa ya?? Umm.. aku curiga Appa akan merencanakan
sesuatu,” gumam hatinya.
Dia mencoba menebak apa yang akan terjadi.
Dia merebahkan badannya di atas tempat tidur.
”empat tahun ya? Umm.. kalau Appa sampai
jodohkan aku dengan Hye Rim.. aku pasti tolak... sama sekali bukan perempuan dewasa.. mau mu apa sih
padaku, Hye Rim?? Kalau aku cium kamu pun.. aku gak cinta.. itu memang sifat kamu yang
gampangan,”
Lalu dia berusaha tidur..
”Seung Won.. kapan kamu bisa datang ke
rumah orangtuaku??,” tanya Ae Cha
Roh Seung Won, cowok dokter internis hanya
bisa senyum,”mian.. aku belum siap
berhadapan dengan orangtuamu,”
Ae Cha menyandarkan tubuhnya di bantal.
Seung Won bangun dari tempat tidur.. dia malah menghidupkan laptopnya, lalu
mengerjakan laporan.
Ae Cha ikut bangun, duduk
disampingnya,”orangtuaku selalu bertanya hubungan kita”
”aku mengerti,” jawab Seung Won sambil mengetik
laporannya, tanpa melihat Ae Cha
”aku akan pikirkan kapan juga hubungan
kita diberitahu orangtuaku,” lanjutnya lagi
Ae Cha mendekatkan tubuhnya ke Seung Won,
mendekapnya,”saranghae,”
Seung Won menoleh dan senyum
padanya,”besok aku harus serahkan laporan para pasien...kebetulan besok meeting
bulanan”
”ya.. baiklah..,” Ae Cha bangun lalu
kembali ke tempat tidur dan dia pun tertidur.
Seung Won masih saja mengerjakan laporan. Tapi
akhirnya dia malah jadi tertegun, melamun.
”sudah 6 bulan hubungan.. tapi kok aku
masih gamang??,”
Dia malah bangun lalu pergi ke kamar
mandi.. ternyata merokok sambil mandi..
Dia asik saja mengepul kepul asap rokoknya
sambil berfikir soal hubungannya dengan Ae Cha, seorang perawat lain rumah
sakit.
”Masih ada banyak hal yang harus dikejar..
promosi sebentar lagi,” gumamnya.. dia memejamkan matanya sambil mengepulkan
asap rokok.. merendam tubuhnya di bath tube.
Rokoknya dimatikan..dia masih berendam..
”aku harus naik pangkat.. hubungan nanti
saja.. masih panjang kalau mau serius, Ae Cha,” gumamnya lagi.
Bersambung ke part 3....