This is me....

Kamis, Mei 01, 2014

Cinta Dokter Cute (Part 2: Mau mu Apa?)

Lee Minho sebagai dokter Minho    Kazuki Kitamura sebagai dokter Choi Hyeon Jun           Gackt sebagai dokter Roh Seung Won

“Hyeon Jun….kamu harus memikirkan masa depan kamu sendiri…usia mu sudah makin umur untuk bisa punya isteri,” kata seorang ibu yang sedang bicara dengan anaknya sendiri, Choi Hyeon Jun
Hyeon Jun santai menjawab sambi minum teh di sore hari itu,”aku masih belum bisa menemukan pendamping setelah ini, Eomma…rasanya masih bingung dengan pengasuhan anak perempuan satu-satunya setelah dia bercerai.
“Eomma mengerti dengan rasa trauma mu…tetapi bagaimanapun juga, Im Ae dekat sekali dengan mu daripada dengan ibunya,”
Hyeon diam sejenak, lalu,”aku masih sulit mencari pengganti… buatku, perempuan menikah itu sangat tidak pantas selingkuh,”
“Eomma mengerti,” balas ibunya, singkat
Hyeon Jun berdiri,”nah, Eomma…aku harus bertemu dengan temanku, dia sudah menunggu di depan, sillyehabnida, Eomma,” dia lalu menunduk hormat pada ibunya dan pergi ke ruang depan.
”sampai sebegitu traumanya kamu, Hyeon Jun...tetapi anak mu butuh kasih sayang,” gumam ibunya


ya.. chingu Minho...akhirnya kamu tahu juga rumahku! Jaljinaesy eoss eoyo? (apa kabar-red) ,” Hyeon Jun senang dengan datangnya Minho
Ne. Jal jinaes eoyo (fine thanks-red),” balas Minho, dia menepuk pundak Hyeong Jun,”olaenman ida (lama gak jumpa)”
Ye, sibuk banget dengan kerjaan,” jawab Hyeon Jun,”duduk”
Minho dan dia duduk berhadapan
byeol-il-i eobs-eusyeoss-eoyo? (ada berita apa?-red),” tanya Hyeon Jun
”rencana kenaikan posisi.. kamu apa sudah ada informasi sebelumnya??,” tanya Minho
Hyeon Jun menggeleng,”yang tahu pastinya rekan kita, Seung Won”
”woohoo...aku belum bertemu lagi dengannya,” balas Minho
”setidaknya ..sepertinya kamu bakalan naik level,” kata Hyeon Jun.
”kabar cinta mu bagaimana??,” lanjutnya lagi
”Min Hye Rim??”, Minho tanya balik
Hyeon Jun mengangguk.
meseukkeowoyo (menyebalkan-red),” lanjut Minho
Hyeon Jun tertawa,”loh..aku pikir kalian akrab,”
Ani,” Minho menggeleng,”aku selalu tidak mau pacaran dengan sesama model..gak ada yang asik”
”wah.. mulai lagi dokter gigi kita ini..Lee Minho yang pilih-pilih,”

”apa kamu juga tidak memilih?? Im Ae masih belum punya Eomma,” Minho membalas perkataan Hyeon Jun dengan nyengir kuda.
”apa yang kurang dari Hye Rim??,” Hyeon santai menghirup aroma teh dari cangkir tehnya
Minho berdiri, lalu dia melihat taman di luar, diam sejenak, lalu menoleh lagi
”bukan tipe aku dan kedua orangtuaku... terutama ibuku,”
Hyeon Jun tertawa,”hahahaha.. hari gini.. kenapa masih ada perjodohan??”
”bukan perjodohan.. tapi aku sendiri memang tidak suka perempuan macam Hye Rim,”
”ah..daridulu kamu tidak berubah, Minho, muhahahahaha!,”

Minho memandang Hyeon Jun agak sinis,”hello.. bukannya kamu juga begitu?? Bagaimana dengan Im Ae.. anakmu itu??”
Hyeong Jun akhirnya mentertawakan dirinya sendiri,”aku masih belum lupa dengan trauma, hahahaha”
”ternyata.. padahal aku pikir, kamu tipe cowok gampang cari cewek,”
”aku sudah lebih dewasa dari kamu.. aku punya anak.. kasian kalau salah pilih ibu lagi,”
”jadi.. maumu bagaimana??,” tanya Minho
”cari perempuan baik yang mau bantu aku mengasuh Im Ae,”
”wah.. Choi Hyeon Jun sekali,” gumam Minho,”tidak mungkin kamu dengan cewek seperti Hye Rim”
”mana bisa.. aku juga tidak tahan dengan cewek banyak minta macam dia,” balas Hyeon

”sementara.. libur dari cari cewek dulu deh,” kata Minho
”kamu bukannya sudah libur dari 4 tahun yang lalu?? Semenjak putus dengan dokter itu.. kamu malah jadi semakin sensi dan dingin sama cewek”
Minho cengengesan,”eh hehehe.. aku sudah malas mencari”
”kamu..apa masih marah dengan kejadian salah operasi gigi itu dan akhirnya kamu yang disalahkan??,” tanya Hyeon
”kami masih berteman,” balas Minho,”tapi kalau urusan bicara panjang...aku sudah malas..aku merasa dicurangi orang yang aku percaya sendiri,”
”kasihan sekali kamu.. ya..aku inget banget dengan kasus itu,”
”tapi kamu gak perlu sampai sedingin ini sekarang sama cewek.. ,” lanjut Hyeon Jun lagi
”aku gak dingin... hanya malas.. kalau aku suka, aku bisa saja tembak Hye Rim jadi pacarku.. tapi sifatku tidak suka hubungan singkat,”
”kamu tidak tembak dia.. tapi kamu cuek saja digandeng tangannya atau cium dia,” ujar Hyeon, kalem
Minho kaget,”apa??tahu darimana??”
”nih,” dia menunjukkan sms Hye Rim padanya ke Minho

”kacau sekali,” Minho langsung pegang keningnya,”tadi malam dia juga menginap di apartment ku,”
”tidur dengannya??,” Hyeon Jun malah menepuk-tepuk pundak Minho, Minho menepisnya
”sama sekali tidak.. bosan lihat body nya,” jawab Minho datar
Hyeon Jun malah meledek,”seksi bukan?? kapan lagi lihat semuanya polos??”
Minho jadi cemberut,”aku ini bukan tipe cepat tergiur atau keluar air liur lihat perempuan gampang buka baju di depanku”
”oh..sudah biasa kalau begitu,” jawab Hyeon kalem
”mungkin.. ,” ujar Minho, tidak berkilah
”apa ada perempuan yang lagi kamu incar?”
Minho menggeleng,”tidak ada..kan aku bilang tadi.. aku malas”
”wooh... ya sudah, tidak usah diperpanjang, dok..,” sindir Hyeon Jun
”bagaimana kalau main bowling hari ini??,” tawar Minho.
Mereka lalu keluar rumah Hyeon Jun

Arena bowling..
”pssst.. ada yang lihat body indahmu sepertinya,”sikut Hyeon Jun pada Minho yang habis melempar bola
Minho cuek saja... begitu dia melihat gelindingan bola lemparannya memasukkan semua pion.. dia langsung berteriak,”STRIKE! YESSS!!”, katanya kesenangan.
”oi...ada cewek lihatin kamu tuh,” Hyeon Jun menyikut lagi
Minho baru menoleh,”mana??”
Hyeon menunjuk cepat.
”hai, Minho,” cewek yang ditunjuk menghampiri mereka sambil melambaikan tangan dari beberapa puluh meter
”seksi sekali, ckckckckck,” gumam Hyeon Jun
”ambil saja jadi pacar...aku gak minat,” Minho bisik balik,”dia Bong Ha Eun.. cs nya Hye Rim”
”ow.. cantik banget..model juga??,”
Minho mengangguk. Mereka melihat Ha Eun menghampiri mereka.

”hi, Minho.. ketemu lagi,” ujar Ha Eun mengangkat tangannya dan mencium pipi Minho di depan Hyeon Jun
Minho senyum,”iya... bertemu lagi.. padahal baru kemarin ya??”
”main cium saja,” gumam hatinya Hyeon Jun
”eh.. ini kenalkan temanku.. dokter ahli syaraf, namanya Choi Hyeon Jun,”
”choi.. dipanggil Hyeon Jun.. annyeong haseyo,” senyum Hyeon Jun
“biasa main atau??,” basa basi Ha Eun
”kebetulan cuma lagi ingin saja,” balas Minho
”tidak bersama Hye Rim??,”
Ha Eun menggeleng,”tidak tahu...tampaknya hari ini dia sedang murung”
”oh,” gumam Minho singkat,”itu mungkin karena tadi malam dia mabuk”
”mau main bersama ku??,” tawar Minho
”eww.. aku bawa pacarku.. itu,” balas Ha Eun
”oo..,” balas Minho. Sang cowok melambaikan tangannya
Annyeong haseyo,” kata Minho dari jauh pada pacarnya Ha Eun
”tadi malam tidak kamu bawa??,”
Ha Eun tertawa,”aku tidak bisa dance dugem denganmu kalau ada dia,”
Minho senyum tipis,”apa dia gak cemburu tadi kamu cium aku??”
”gak kelihatan kan??,” bisik Ha Eun
”perempuan aneh,” gerutu Minho dalam hatinya
Hyeon Jun cuma senyum senyum saja dengan pembicaraan mereka berdua,”perempuan ini gila juga.. Minho sih pasti gak masalah mau diapain saja,” katanya dalam hati
”suruh saja pacarmu kesini,” senyum Minho
”boleh minta no Hp mu gak??,” tanya Ha Eun
Minho mengangguk, lalu dia berikan pada cewek itu. Hyeon Jun yang memang pendiam benar-benar gak komentar sama sekali.
”aku kembali lagi ya...pacarku menunggu,” senyum Ha Eun
Minho balas dengan senyum lagi.
”nanti malam aku sms,” kata Ha Eun dengan suara lembut,Minho cuma senyum, bagi dia, hal seperti ini sudah biasa.
Lalu Ha Eun pun pamit sopan pada mereka berdua dan bergabung lagi dengan pacar dan teman-teman pacarnya.

”genit sekali dia,” ujar Hyeon Jun
”begitu deh...dia berani dansa hot on the floor kemarin,”
Hyeon Jun berdecak,”gak pantas jadi isteri,ckckckckck”
”malas juga jadi pacar,” timpal Minho,”ayo lanjut”
Mereka kembali main bowling sampai puas.

”Park Shin Young.. kamu benar-benar seperti gak berguna.. pantas saja kamu sukanya kumpul sama nenek-nenek dan kakek jompo,” keluh seorang gadis
Mian haeyo, Eonni Hye Rim.. aku memang salah.. tadi aku gak sengaja taruh kebanyakan garam..,” kata Shin Young, dia membantu menyediakan makanan
”ada apa??,” seorang perempuan setengah baya masuk ruang makan
”itu.. anak Eomma membuat kesalahan lagi,” sindir Hye Rim
Mian haeyo, Eomma.. tadi aku menaruh banyak garam di masakan,” Shin Young menunduk hormat
”tidak usah dibesar-besarkan,” potong seorang lelaki separuh baya juga, mereka semua duduk di ruang makan
Mereka lalu makan malam.
”apanya yang asin??biasa saja,” ujar Min Ji Woo, ayahnya Hye Rim, saat mencicipi makanan yang dimasak Shin Young bersama pada pembantu
Gambsahabnida, Appa,” senyum Shin Young
”kamu malah tidak bisa masak, Hye Rim,” tegur ibunya pada anaknya sendiri
”oh iya.. Shin Young.. bagaimana kondisi halmeoni Myuk tadi sore??,” tanya Ji Woo
”baik, Appa.. nenek Myuk ternyata rematik.. sudah diberi obat oleh dokter Roh,” jawab Shin Young
”dokter Roh?? Umm.. Roh Seung Won??,”
Shin Young mengangguk,”Ye, Appa... dokter Roh,”
“Appa ingin kamu dekat dengan dia,” senyum Ji Woo
“Appa perhatian sekali dengan Shin young…aku anak sendiri tidak diperhatikan,” keluh Hye Rim langsung tanpa basa basi pada orangtuanya sendiri
“kamu tidak perlu diperhatikan juga kami sudah memperhatikan, Hye Rim.. bagaimana kerjamu??,” ujar Ji Woo
“baik, Appa.. minggu depan ada kontrak baru.. model untuk smartphone,”
”tuh kan... kamu sendiri tanpa Appa terlalu perhatikan..bisa sukses sendiri kan??”
Shin Young senyum pada Hye Rim,” Eonni Hye Rim ini pintar..jadi pasti banyak yang suka untuk kerjasama”
”basa basi sekali,” gerutu Hye Rim
”Appa dan Eomma berencana.. rumah panti jompo kita akan diserahkan manajemennya oleh kamu, Shin Young,” senyum ibunya Hye Rim.
”bagus dong, Eomma.. aku jadi gak capek urusin orang-orang tua itu,” timpal Hye Rim
”kamu memang tidak pandai mengasuh orang tua,” kata ayahnya.,”itu sebabnya kami serahkan pada Shin young”
”apa kamu siap Shin young??,” tanya ibunya
”Iya, Eomma.. aku siap kapan saja Eomma dan Appa ingin,” senyum Shin Young
”anak adopsi saja resek banget.. Appa dan Eomma terlalu percaya padanya,” gerutu Hye Rim lagi.
Park Shin Young memang anak yatim piatu. Min Ji Woo dan isterinya mengambil Shin Young dari sebuah panti asuhan di luar kota Seoul saat umurnya 4 tahun karena mereka melihat Shin Young anak kecil perempuan yang tidak nakal dan manis.
Setelah mereka mengadopsi Shin Young untuk menemani Hye Rim, Shin young memang anak yang pendiam, penurut pada orangtua angkatnya itu, sampai saat ini. Dan sejak anak-anak, dia sudah membantu keluarga Min dipanti asuhan yang mereka miliki.

“lalu..gigi mu sendiri…bagaimana??,” kata ibunya
“ah.. sudah tidak terlalu sakit, Eomma.. tadi sudah ke dokter gigi,” Shin young tersenyum, gigi putihnya terlihat
”dengan Dokter gigi Seol??,” tanya ayahnya.
”ah.. bukan, Appa.. dengan dokter gigi Lee,”
Ayahnya bergumam,”umm.. dokter Lee?? Yang masih muda itu ya??,”
”Lee Minho maksud Appa??,” tanya Hye Rim
”ya,” balas Ji woo
”dia kan pacarku, Appa,” kata Hye Rim bangga
Ibunya kaget,”ah.. masak iya?? Sejak kapan kalian pacaran??”
”aduh Eomma.. aku ini sudah 4 tahun dengan Minho Lee itu.. dia kan model juga.. satu manajemen dengan tempatku kerja,”

”tapi kamu tidak beritahu kami,” kata Ji Woo,”sudah empat tahun berjalan.. kenapa dia belum pernah kesini juga??”
Hye Rim agak sedikit gugup menjawab pertanyaan ayahnya,”Minho belum siap, Appa”
”oh.. aku kalah cepat... tadinya, Shin Young mau aku kenalkan dengan dokter gigi Lee itu.. kebetulan ayahnya teman bisnis Appa,” kata Ji woo
”wah..dia pacarku.. masak mau Shin young rebut??,” Hye Rim cemberut
“ya.. kalau kamu memang sudah jadi pacarnya.. apa mau dikata.. ,” balas Ji woo lagi.
”pasti.. Eonni bahagia, Appa.. saya lihat dokter gigi Lee memang lelaki baik,” kata Shin young, senyum pada ayahnya.
”kamu apa tidak mau cari pacar, Shin young?? Kamu sudah sama besar dengan Hye Rim loh,” kata ibu angkatnya
”ah.. Eomma.. aku masih sibuk mengajar anak-anak dan juga urus panti,”
”jangan begitu.. umur kamu semakin bertambah.. Appa akan carikan lelaki yang baik untuk kamu,”
Shin young senyum,”terima kasih, Appa.. Appa dan Eomma sangat baik padaku..aku berterima kasih punya orangtua seperti Appa dan Eomma..aku senang,”

“Tuan Lee… apa kabar??,” kata Min Ji Woo kepada Lee Kim Moon, ayah Lee Minho di telepon
”oh.. Tuan Min.. lama tidak bicara.. saya dan keluarga baik.. kabar Tuan dan keluarga??,” jawab Kim Moon ramah
”baik..baik..,” jawab Ji woo,”ada hal yang ingin saya tanyakan.. ”
”apa.. anak Tuan Lee.. Lee Minho berpacaran dengan anak saya??,”
Kim Moon agak terperangah,”oh.. benar kah.. dengan yang mana?? Hye Rim atau Shin young?? Saya baru tahu”
“Hye Rim,” jawab Ji Woo
“ini kabar baik..saya sendiri sejak empat tahun yang lalu tidak melihat Minho seperti jalan dengan perempuan.. Minho tidak pernah cerita pada saya?,”
“Hye Rim pun baru tadi cerita pada saya.. jadi..saya rasa.. ini kabar baik.. bisa kita lanjutkan lebih serius,”
”ide bagus sekali, Tuan Min,” kata Kim Moon dengan wajah sumringah,”lagipula.. kakak nya Minho sudah menikah”
”kalau begitu.. kapan kita akan bertemu lagi, Tuan Lee?”
”silahkan tentukan waktunya saja, Tuan Min.. saya dengan senang hati beserta keluarga akan luangkan waktu,”

Di kamar..
Hye Rim guling-guling kesenangan di atas tempat tidur ketika tadi dia bilang pada orangtuanya kalau Minho pacarnya
”aku tahu Appa dan Eomma serius pasti soal ini... yes!,” katanya senang banget.. dia membayangkan dirinya bakalan tunangan atau bahkan menikah dengan cowok incerannya sejak 4 tahun lalu.
Dia lalu menelepon Minho,”hi, Minho.. ini aku, Hye Rim”, dengan suara yang senang
”oh, hi.. kamu sedang dimana??,” Minho tanya balik
”aku senang saja hari ini.. di rumah saja,”
”oh.. tadi aku bertemu dengan temanmu.. Ha Eun”
”oh.. si cewek genit itu,” gerutu Hye Rim,”Minho.. ternyata ayahmu teman bisnis ayahku loh”
Minho terperangah,”oh ya?? Aku juga baru tahu”
”besok kita lunch bareng ya,” manja Hye Rim
”ok deh,” balas Minho
Hye Rim menutup teleponnya.

Minho malah mikir,”ada apa ya?? Umm.. aku curiga Appa akan merencanakan sesuatu,” gumam hatinya.
Dia mencoba menebak apa yang akan terjadi. Dia merebahkan badannya di atas tempat tidur.
”empat tahun ya? Umm.. kalau Appa sampai jodohkan aku dengan Hye Rim.. aku pasti tolak... sama sekali bukan perempuan dewasa.. mau mu apa sih padaku, Hye Rim?? Kalau aku cium kamu pun.. aku gak cinta.. itu memang sifat kamu yang gampangan,”
Lalu dia berusaha tidur..

”Seung Won.. kapan kamu bisa datang ke rumah orangtuaku??,” tanya Ae Cha
Roh Seung Won, cowok dokter internis hanya bisa senyum,”mian.. aku belum siap berhadapan dengan orangtuamu,”
Ae Cha menyandarkan tubuhnya di bantal.
Seung Won bangun dari tempat tidur.. dia malah menghidupkan laptopnya, lalu mengerjakan laporan.
Ae Cha ikut bangun, duduk disampingnya,”orangtuaku selalu bertanya hubungan kita”
”aku mengerti,” jawab Seung Won sambil mengetik laporannya, tanpa melihat Ae Cha
”aku akan pikirkan kapan juga hubungan kita diberitahu orangtuaku,” lanjutnya lagi
Ae Cha mendekatkan tubuhnya ke Seung Won, mendekapnya,”saranghae,”
Seung Won menoleh dan senyum padanya,”besok aku harus serahkan laporan para pasien...kebetulan besok meeting bulanan”
”ya.. baiklah..,” Ae Cha bangun lalu kembali ke tempat tidur dan dia pun tertidur.
Seung Won masih saja mengerjakan laporan. Tapi akhirnya dia malah jadi tertegun, melamun.
”sudah 6 bulan hubungan.. tapi kok aku masih gamang??,”
Dia malah bangun lalu pergi ke kamar mandi.. ternyata merokok sambil mandi..
Dia asik saja mengepul kepul asap rokoknya sambil berfikir soal hubungannya dengan Ae Cha, seorang perawat lain rumah sakit.
”Masih ada banyak hal yang harus dikejar.. promosi sebentar lagi,” gumamnya.. dia memejamkan matanya sambil mengepulkan asap rokok.. merendam tubuhnya di bath tube.
Rokoknya dimatikan..dia masih berendam..
”aku harus naik pangkat.. hubungan nanti saja.. masih panjang kalau mau serius, Ae Cha,” gumamnya lagi.

Bersambung ke part 3....