This is me....

Kamis, Mei 01, 2014

Nampyeon Ku Cowok Cantik (Part 1: Blessing in Trauma? Hahaha)

Tidak ada yang tahu kalau sebuah negara, secanggih apapun bisa saja ada gangguan sistem pada internet yang bisa memakan jaringan listrik nirkabel sehingga setengah kota mati total, lumpuh karena listrik mati.. dan..itu terjadi pada setengah kota Seoul hari itu!
Banyak orang di gedung tinggi menjadi panik, termasuk juga Lee Minho, cowok ganteng 185 cm yang tinggi menjulang, berada dalam sebuah gedung tinggi yang ternyata hotel. Dia kaget sekali ketika ternyata mati lampu!
“kyaaa!!,” dia malah teriak seperti suara perempuan! Cerewet sekali dia teriak teriak.. sementara disana juga memang tidak ada yang teriak..
Dia bingung seperti mencari sesuatu dalam gelap di sakunya.
“aduh mati lampu.. bagaimana ini?? Aduh..,” dia panik sendiri, suaranya agak kencang.
“lupa bawa senter,” keluhnya lagi masih panik. Ketika dia mencari-cari senter kecil di saku celana dan bajunya, ternyata tidak ditemukan. Dia mencoba memegang sesuatu, supaya tidak ketakutan
“meja.. mana??,” dia ternyata mencari meja dalam kegelapan.. dia berhasil memegang tepian meja.. dan malah bersembunyi di kolong meja!


“maaf bapak dan ibu sekalian.. ternyata ada kesalahan sistem nirkabel setengah kota Seoul lumpuh.. mati lampu.. kami minta maaf,” kata salahsatu security, dia berteriak dari ujung ruangan.
Minho sudah panik sendiri, gemetaran, dia tutup mukanya supaya tidak bisa melihat gelap.
“sampai kapan ini?? Kami kan sibuk!!,” teriak seorang ibu, cerewet sekali suaranya
“kami belum tahu.. kami minta maaf.. akan kami cek segera”,
“huh.. menyebalkan.. bagaimana bisa kota sudah secanggih ini masih mati lampu?? Pemerintah harus di protest!,” kata omelan ibu itu dalam gelap
“kenapa juga hotel sebesar ini tidak punya alat listrik cadangan??,” bentak ibu itu lagi pada security dan beberapa staff yang berusaha membawa keluar para visitor.
“sebesar ini.. alat listrik cadangan kami belum sanggup, Madam.. kami minta maaf,” kata salahsatu staff.
“ini benar-benar menyebalkan..!!,” gerutu ibu itu lagi
“kami akan menuntun ibu dan semuanya keluar dari hotel ini,” kata staff. Satu persatu mereka dibantu keluar, tinggal Minho yang masih asik sembunyi ketakutan di kolong meja.

Badan Minho gemetaran, dia terus saja menutupi wajahnya, dia lebih takut gelap dibandingkan menutupi wajahnya.
“aku takut,” keluhnya dalam hati, tidak terasa, keringatnya bercucuran. Dia hampir menangis ketakutan. Baginya, dunia serasa sangat sangat gelap tak tertahankan, seperti ada banyak zombie mau memangsanya. Keringatnya sudah sebiji jagung.
Banyak orang akhirnya memilih keluar ruangan ketika security mengatakan lagi bahwa mati lampu kemungkinan sekitar 15 menit. Tetapi bagi Minho, itu seperti selamanya.
Dia tetap bersembunyi di kolong meja.

“Jun Woo... kamu dimana??,” suara seorang perempuan memanggil
“hei, Nak..dalam gelap begini mencari siapa??,” kata suara ibu cerewet tadi
“oh.. joe song hamnida, Imo.. aku mencari adikku,” kata suara cewek itu
Mereka masih gelap-gelapan.
“mungkin di tempat lain.. ayo keluar saja,” kata ibu tadi. Satu persatu orang di ruangan itu semua keluar menuju pintu, tapi Minho masih ketakutan menutup wajahnya di bawah kolong meja.
“mereka semua sudah keluar...aku gak bisa keluar. ....takut,” keluh hatinya Minho. Dia benar-benar mengalami sindrom takut gelap.
Karena memang gelap sekali, cewek yang bernama Shin Areum itu pun juga menggapai-gapai jalan mencari adiknya di ruangan itu
“Jun woo, kamu dimana sih???,” bisiknya
Dia menggapai pinggiran meja, tetapi ternyata meja licin sekali ujungnya, lalu...ternyata dia terantuk kaki Minho yang panjang itu

“tuk,” suara kaki Areum terantuk kaki panjangnya Minho
Aya!,” mereka mengaduh bersama.
Areum jatuh tepat di atas kakinya Minho. Ruangan sudah sepi.
“kamu siapa??,” kata Areum, dia berusaha menggapai gapai dalam gelap, gak sengaja, dia memegang paha Minho
Minho kaget,”hei.. dangsin-eun nugu-inga?? (kamu siapa?-red)”
“handphone ku... jatuh,” Areum malah jawab berbeda dan dia meraba-raba sekelilingnya dalam gelap, mencari handphone
“hey.. gak sopan!,” Minho langsung ngamuk.. gak sengaja Areum memegang bagian sensitifnya
“oh.. mian haeyo..aku tidak sengaja..,” Areum panik.
“uh..,” Minho kesal dengan cewek itu, dia menarik kaki panjangnya dan berani keluar.. tapi kepalanya malah terbentur pinggiran meja
Aya.. sakit!,” Minho malah mengaduh
Dia malah setengah tersungkur, Areum yang tadi setengah berjongkok mencari handphone nya jadi ikutan tersungkur tertimpa badan Minho yang tinggi. Areum mencoba membalikkan badannya... tapi naas... malah sesuatu akhirnya terjadi pada mereka..
“chu,” terdengar suara dari mulut Minho

Listrik menyala......
Dalam terang... terlihat bibir Minho menempel di Areum yang tertimpa di bawahnya.
Areum kaget, matanya terbelalak.. begitu juga mata Minho, antara senang karena lampu sudah menyala tapi bingung, kenapa dia bisa beradu bibir dengan cewek itu
Areum gak sengaja menggigit bibirnya Minho.
Minho teriak, “aduh.. uh! Lepasin!”
“siapa yang mau cium kamu?? Kamu sendiri yang mulai duluan!,” Areum marah.
“kamu yang cium aku duluan!,” balas Minho
Areum langsung spontan membalikkan tubuh Minho dan berdiri.
“uh!,” Areum pun langsung pergi, wajahnya merah marah,”ibdagchyeo!bukkeuleoun! (brengsek.. memalukan!) dasar cowok genit gak tahu malu!!”
Dia pergi begitu saja, lari meninggalkan Minho.

Minho masih sedikit bengong sambil memegang bibirnya,”kenapa aku bisa ciuman dengan cewek itu?? Uh..sakit banget.. luka deh”, dia malah mengeluarkan dompet yang ternyata ada kaca kecilnya. Bibirnya agak berdarah di dalam
“payah deh.. harus ke dokter nih,” keluhnya.
Dia lalu berdiri dan mengusap usap bajunya
“eh.. cewek itu ketinggalan Hp nya,” Minho berjongkok lagi dan dia memungut Hp Areum
“wah.. ini Hp butut, hahaha,” dia malah mentertawakan Hp Areum yang memang model lama.
“menyebalkan sekali sih cewek jelek itu.. sama aku aja, kulitnya masih halusan kulit ku.. kasian,” katanya lagi dalam hati
Tapi dia malah mengambil Hp Areum dan mengantonginya. Lalu jalan keluar ruangan.

“kenapa sih.. harus ciuman sama cowok cantik macam itu?? Menyebalkan! Kenapa harus ciuman sih?? Kenapa sih ada cowok macam begitu?? Menjijikkan!,” Areum masih melangkah dengan kesal. Rok panjangnya melayang layang tertiup angin dan juga bergerak karena langkahnya yang cepat itu.
“aku harus cari Jun Woo.. kemana sih dia?? Aduh.. nanti Eomma marah kalau Jun Woo hilang,”
Dilihatnya, di dekat taman hotel itu, ada anak kecil, dia langsung berlari.. itu memang Jun Woo
Eonni,” Jun Woo langsung berlari kecil menuju kakaknya
Areum berjongkok dan memeluknya,”aduh.. kamu dari mana saja?? Ya Ampun.. kakak pusing”
mian haeyo, oenni.. tadi aku jalan sendiri..lalu ada security tunjukkan aku jalan ke luar hotel ini,” jawab Jun Woo
“ayo kita masuk lagi.. lampu nya sudah menyala,” senyum Areum, tampaknya dia benar-benar lupa dengan Hp nya.

Minho jalan keluar hotel, dia ingin mencari makanan di retail sebelah hotel.
Dia masih sibuk pegang-pegang bibirnya yang luka.
Areum lewat lagi dengan Jun Woo. Langsung dia memalingkan wajahnya begitu melihat Minho
“cowok itu lagi.. menyebalkan langit dan bumi!,” ketus Areum dalam hatinya, dia masih terus membayangkan ciuman itu.
Areum malah menggendong punggung adiknya yang sudah besar itu
“loh.. Eonni kenapa??,” Jun Woo bingung
Areum ngeles,”ah..enggak apa.. sudah lama kan.. Eonni enggak gendong kamu di belakang.. ingat gak waktu kecil suka Eonni gendong??,”
Jun Woo senang,”iya.. lama ya?? Gak apa deh.. gomabseubnida, Eonni..Eonni memang baik,”
Jun Woo tidak tahu kalau itu adalah alasan kakaknya menghindari dari Minho.
Minho yang ingat Hp nya cewek itu ada ditangannya, langsung berjalan cepat menghampiri.

“hai, Miss.. kamu lupa sesuatu ya??,” kata Minho dengan lembut
Areum langsung melihatnya dengan pandangan aneh,”ih, menjijikkan sekali cowok ini,”
“kenapa, kok lihat aku begitu??,” Minho beneran jadi sensitif
“enggak. . . . . . . . . kita sudah enggak ada urusan lagi bukan??,” Areum berjalan lurus saja tanpa melihat Minho
“Eonni. . . . . Oppa ini siapa??,” Jun woo yang sedang digendong kakaknya bingung sendiri, kenapa dia melihat kakaknya benci dengan cowok itu
na yeogsi mollayo (aku juga tidak tahu),” jawab Areum
Minho langsung menghadang Areum, berdiri di depannya,”Mueos?dangsin han mal, nal molla?? (apaan?kamu bilang gak kenal aku?-red)”
“ada urusan apa denganku???,” Areum masih menggendong adiknya, dia akhirnya menantang Minho
nawa hamkke ssaugo sip-eo?? mau berantem denganku, eh??,” katanya lagi
“Eonni jangan berkelahi. . . nanti ada polisi,” kata Jun Woo
“tenang saja. . . dia ini takut pada ku,” balas Areum, tinggi hati. Dia menegakkan kepalanya ke Minho.
“mau apa??,” katanya lagi
“jangan berkelahi disini..aku enggak enak,” kata Minho
“takut ya?hahahaha,” Areum malah mentertawakan Minho.

“ini..,” Minho menunjukkan Hp nya Areum dari kantongnya
Areum langsung merebut,”kemarikan!”
Minho yang tinggi malah menaikkan tangannya, sehingga Hp nya Areum tidak bisa direbut yang punya.
“kamu pikir bisa dapat begitu saja, habis mencelakai bibirku.. pergi ke dokternya mahal, tau!,”
“bukan salahku.. kemarikan HP ku!,” teriak Areum
“biayain dulu aku ke dokter buat ini bibir!!,” Minho dengan cueknya teriak seperti itu
Beberapa perempuan yang lewat langsung melihat mereka
Areum kaget, dia enggak nyangka Minho bisa bilang vulgar seperti itu
“apanya......??,”
“nih...lihat..memang gak bisa lihat ya...kamu gigit bibirku??,” tanya Minho sambil menunjukkan bibirnya

Beberapa orang yang lewat di luar lobby hotel, dekat pintu masuk, memperhatikan perkataan Minho barusan.
“eh.. gila sekali mereka.. bahas gigit bibir di lobby hotel,” bisik salah seorang cewek sama pacarnya
“gak usah urusan dengan mereka,” bisik sang cowok.
Areum menjauh sedikit darinya,”hieh?? Salah siapa?? Kamu sendiri kok yang duluan mulai”
Jun Woo bingung dengan kejadian ini,”Eonni...kenapa sih?? Memang siapa yang ciuman???”
Areum kesal, Jun Woo gak boleh dengar yang seperti itu,dia masih kecil
“kamu ini..gak sopan,” bentaknya pada Minho
“mana nomor rekeningmu?? Kemarikan Hp ku dulu!,”lanjutnya lagi
“dasar cowok matre,” keluhnya
“mana Hp ku??,” tanya Areum lagi
Minho masih mengangkatnya tinggi-tinggi sehingga Areum akhirnya menurunkan adiknya dari gendong punggungnya.

“kemarikan kataku.. mau aku tendang??!”, Areum jadi panas
“eh..sembarangan.. kena muka ku.. lebih parah perawatannya, tau!,” Minho kesal juga, tapi masih mengangkat tinggi Hp nya Areum dan bahkan dia berjinjit
“ooo.. kamu jago taekwondo ya?? Coba ambil dengan tendangan mu,” Minho malah menggoda sinis
“awas jangan sampai kena wajahku ya.. ini perawatannya mahal banget..di dokter Sung yang terkenal itu,” Minho sinis lagi.
“Hp mu saja murah begini.. mana sanggup ke dokter itu,” lanjutnya lagi
“sembarangan.. dasar cowok matre.. cowok murahan!,” kesal Areum
“kamu begitu lagi.. bilang padaku cowok matre.. murahan.. aku laporkan polisi,” gerutu Minho.
“bilang saja.. kamu juga aku laporkan mencopet Hp ku,” balas Areum
Jun Woo yang melihat adu mulut mereka jadi bingung, menggaruk kepalanya
“Eonni.. Oppa ini.. Namja chingu (pacar cowok-red) nya Eonni??,” katanya malu malu tanya
Mueos? (apa-red),” Minho jongkok lalu dia memasukkan Hp nya Areum lekas ke kantong celana depannya lalu dia bilang pada Jun Woo,”kakak mu yang tidak tahu diri... dia malah gigit bibirku, nih.. besok aku harus ada sesi foto.. ini bahaya.. uang ku bisa kurang, uh”
Jun Woo menatap Minho dengan tatapan bingung,”memang kenapa tadi bibirnya, Oppa??”
“dicium kakakmu,” balas Minho judes,”aku minta ganti buat ke dokter”
Areum langsung jongkok,”apa katamu?? Kamu duluan!”
Jun Woo makin bingung,”Eonni.. Oppa ini memang Namja chingu mu ya?? Nanti aku bilang Eomma saja,” katanya polos.
“ganti.. eotteohge? (gimana?-red),” Minho nantang lagi
“kemarikan dulu Hp ku.. cowok matre..licik,” ketus Areum

Minho berdiri lagi, lalu berjinjit dan angkat Hp nya Areum tinggi-tinggi,”coba.. ambil.. ayo”
“mundur, Jun Woo... nanti kamu kena,” kata Areum
“Eonni mau apa??,” Jun Woo bingung
“menghajar cowok ini,” kata Areum dingin

“mana bisa kamu tendang.. pendek, cuma pake rok lagi.. nanti kelihatan loh.. dalamannya,” sindir Minho
“jangan merendahkan aku ya,” balas Areum,”dasar cowok menyebalkan!!”
“go on.. ambil kalau bisa..,” Minho malah senang godain,”cuma tinggi 160 cm aja bangga”
“cowok sombong! Ciat!,” Areum lalu meloncat, mengeluarkan tendangannya untuk menendang telapak tangan Minho yang menggenggam Hp tua nya itu
“hiyah!!,” Minho kaget.. dia takut sekali kalau telapak tangannya yang mulus itu luka kena tendangan.. Tetapi.. tendangan Areum sama sekali tidak melukainya..hanya mencolek telapak tangannya..walau berhasil melepaskan Hp nya dari tangan Minho
Minho menahan nafasnya... Hp mental dan Areum meloncat mengambil Hp yang ada di udara itu

“yes!!!,” teriak Areum kegirangan.
Hananim! Kalau tanganku luka.. kamu yang biayain ke dokter!!,” Teriak Minho
Areum santai mengelus elus Hp tuanya dan meniup niupnya, Jun Woo bengong.
“Eonni.. kalau Oppa ini luka.. gimana nanti??,” kata Jun Woo
“biar.. dia memang cowok sombong, matre, nyebelin..,” balas Areum tanpa melihat wajah adiknya, mengelus elus Hp nya dengan roknya.
Lalu dia memandang Minho,”mau apa lagi, cowok ngeselin??”
“gak,” balas Minho singkat, tapi dia menyinggung lagi soal tadi di dalam ruangan hotel,”gimana ini.. hey??”
“mana aku tahu??,” Areum langsung menarik tangan Jun Woo,”Yuk.. Eomma pasti menunggu di dalam”
Jun Woo ikut tarikan tangan kakaknya.
Minho berjalan di belakang Areum,”kamu harus tanggung jawab dong.. cewek rese! Harga perawatan muka ku lebih mahal dari Hp tua mu itu,”
Areum berbalik, berhadapan dengan Minho,”oh.. jadi cowok kamu memang menyebalkan ya.. mentang-mentang merasa cakep.. cakep apanya.. dasar cowok cantik..dandan terus yang diotakmu!”
“kamu pikir aku gak bisa berantem ya??,” Minho akhirnya naik darah juga
“coba lawan aku..,” Areum malah nantang,”cowok cantik mana bisa berantem”

“Eonni jangan berkelahi.. nanti Oppa nya sakit bagaimana?? Memang Eonni enggak cinta Oppa ya??,” kata Jun Woo. Dia memang anak polos
geuneun nae namja chingu (cowok ini bukan pacarku-red),” kata Areum tegas dan melihat dingin pada adiknya, Jun Woo langsung takut dengan tatapan mata kakaknya itu.
Minho berusaha memukul dan memelintir tangan Areum, tapi Areum terlebih dahulu berhasil memegang tangannya lalu dia mau menendang thingy nya Minho!
Minho langsung tahan nafas... ternyata Areum tidak menendangnya.. tapi 1 cm lagi tepat melayang di bagian aset pentingnya seumur hidup itu...kalau kena tendang... dia bisa seumur hidup impoten..
“uhh,” Suara tahan nafas Minho terdengar keras
Areum melepaskan tangan Minho, dia tepuk tepuk tangannya seperti menepis debu.
“selesai.. begitu saja?? Katanya bisa bela diri..mana??,” katanya enteng pada Minho
“sudah.. aku mau pergi.. makasih ya.. Hp nya.. akhirnya ketemu juga,” tapi Areum malah menunduk hormat pada Minho yang masih tegang dan mematung..

Areum lalu mengajak Jun Woo lagi masuk ke hotel itu
“Eonni.. Oppa itu masih mematung,” kata Jun Woo, menoleh ke belakang
“biarkan saja.. Eonni tidak suka cowok cantik belagu seperti dia itu,” kata Areum, santai..

Minho masih enggak percaya.. dia hampir kehilangan aset pentingnya..
“cewek gila..,” katanya mematung
Dia sadar lalu memegang bibirnya,”aduh.. masih perih lagi.. menyebalkan cewek itu, uh.. hari ini harus janjian dengan dokter Sung segera.. besok pemotretan”
Dia lalu berteriak pada Areum,”OI CEWEK RESE.. AWAS YA.. KALAU KETEMU LAGI!!”
Areum menoleh dan balas teriak, “OKE.. BOLEH.. DASAR COWOK CANTIK..COWOK MATRE!!”
Minho marah,”Fcuk you!”, gerutunya pelan
Areum membalikkan badannya lagi, masuk ke dalam lobby hotel
Minho melangkah keluar dari komplek hotel itu,”uh.. menyebalkan.. besok kalau ada pemotretan di hotel ini.. ketemu dia lagi.. bisa menggerutu aku!”
Dia pun lalu menelepon Uisa Sung untuk janjian perawatan bibirnya itu...


Bersambung ke part 2...