Tidak ada yang tahu kalau sebuah negara,
secanggih apapun bisa saja ada gangguan sistem pada internet yang bisa memakan
jaringan listrik nirkabel sehingga setengah kota mati total, lumpuh karena
listrik mati.. dan..itu terjadi pada setengah kota Seoul hari itu!
Banyak orang di gedung tinggi menjadi
panik, termasuk juga Lee Minho, cowok ganteng 185 cm yang tinggi menjulang,
berada dalam sebuah gedung tinggi yang ternyata hotel. Dia kaget sekali ketika
ternyata mati lampu!
“kyaaa!!,” dia malah teriak seperti suara
perempuan! Cerewet sekali dia teriak teriak.. sementara disana juga memang
tidak ada yang teriak..
Dia bingung seperti mencari sesuatu dalam
gelap di sakunya.
“aduh mati lampu.. bagaimana ini??
Aduh..,” dia panik sendiri, suaranya agak kencang.
“lupa bawa senter,” keluhnya lagi masih
panik. Ketika dia mencari-cari senter kecil di saku celana dan bajunya,
ternyata tidak ditemukan. Dia mencoba memegang sesuatu, supaya tidak ketakutan
“meja.. mana??,” dia ternyata mencari meja
dalam kegelapan.. dia berhasil memegang tepian meja.. dan malah bersembunyi di
kolong meja!
“maaf bapak dan ibu sekalian.. ternyata
ada kesalahan sistem nirkabel setengah kota Seoul lumpuh.. mati lampu.. kami
minta maaf,” kata salahsatu security, dia berteriak dari ujung ruangan.
Minho sudah panik sendiri, gemetaran, dia
tutup mukanya supaya tidak bisa melihat gelap.
“sampai kapan ini?? Kami kan sibuk!!,”
teriak seorang ibu, cerewet sekali suaranya
“kami belum tahu.. kami minta maaf.. akan
kami cek segera”,
“huh.. menyebalkan.. bagaimana bisa kota
sudah secanggih ini masih mati lampu?? Pemerintah harus di protest!,” kata
omelan ibu itu dalam gelap
“kenapa juga hotel sebesar ini tidak punya
alat listrik cadangan??,” bentak ibu itu lagi pada security dan beberapa staff
yang berusaha membawa keluar para visitor.
“sebesar ini.. alat listrik cadangan kami
belum sanggup, Madam.. kami minta maaf,” kata salahsatu staff.
“ini benar-benar menyebalkan..!!,” gerutu
ibu itu lagi
“kami akan menuntun ibu dan semuanya
keluar dari hotel ini,” kata staff. Satu persatu mereka dibantu keluar, tinggal
Minho yang masih asik sembunyi ketakutan di kolong meja.
Badan Minho gemetaran, dia terus saja
menutupi wajahnya, dia lebih takut gelap dibandingkan menutupi wajahnya.
“aku takut,” keluhnya dalam hati, tidak
terasa, keringatnya bercucuran. Dia hampir menangis ketakutan. Baginya, dunia
serasa sangat sangat gelap tak tertahankan, seperti ada banyak zombie mau
memangsanya. Keringatnya sudah sebiji jagung.
Banyak orang akhirnya memilih keluar
ruangan ketika security mengatakan lagi bahwa mati lampu kemungkinan sekitar 15
menit. Tetapi bagi Minho, itu seperti selamanya.
Dia tetap bersembunyi di kolong meja.
“Jun Woo... kamu dimana??,” suara seorang
perempuan memanggil
“hei, Nak..dalam gelap begini mencari
siapa??,” kata suara ibu cerewet tadi
“oh.. joe
song hamnida, Imo.. aku mencari adikku,” kata suara cewek itu
Mereka masih gelap-gelapan.
“mungkin di tempat lain.. ayo keluar
saja,” kata ibu tadi. Satu persatu orang di ruangan itu semua keluar menuju
pintu, tapi Minho masih ketakutan menutup wajahnya di bawah kolong meja.
“mereka semua sudah keluar...aku gak bisa
keluar. ....takut,” keluh hatinya Minho. Dia benar-benar mengalami sindrom
takut gelap.
Karena memang gelap sekali, cewek yang
bernama Shin Areum itu pun juga menggapai-gapai jalan mencari adiknya di
ruangan itu
“Jun woo, kamu dimana sih???,” bisiknya
Dia menggapai pinggiran meja, tetapi
ternyata meja licin sekali ujungnya, lalu...ternyata dia terantuk kaki Minho
yang panjang itu
“tuk,” suara kaki Areum terantuk kaki
panjangnya Minho
“Aya!,”
mereka mengaduh bersama.
Areum jatuh tepat di atas kakinya Minho.
Ruangan sudah sepi.
“kamu siapa??,” kata Areum, dia berusaha
menggapai gapai dalam gelap, gak sengaja, dia memegang paha Minho
Minho kaget,”hei.. dangsin-eun nugu-inga?? (kamu siapa?-red)”
“handphone ku... jatuh,” Areum malah jawab
berbeda dan dia meraba-raba sekelilingnya dalam gelap, mencari handphone
“hey.. gak sopan!,” Minho langsung ngamuk..
gak sengaja Areum memegang bagian sensitifnya
“oh.. mian
haeyo..aku tidak sengaja..,” Areum panik.
“uh..,” Minho kesal dengan cewek itu, dia
menarik kaki panjangnya dan berani keluar.. tapi kepalanya malah terbentur
pinggiran meja
“Aya..
sakit!,” Minho malah mengaduh
Dia malah setengah tersungkur, Areum yang
tadi setengah berjongkok mencari handphone nya jadi ikutan tersungkur tertimpa
badan Minho yang tinggi. Areum mencoba membalikkan badannya... tapi naas...
malah sesuatu akhirnya terjadi pada mereka..
“chu,” terdengar suara dari mulut Minho
Listrik menyala......
Dalam terang... terlihat bibir Minho
menempel di Areum yang tertimpa di bawahnya.
Areum kaget, matanya terbelalak.. begitu
juga mata Minho, antara senang karena lampu sudah menyala tapi bingung, kenapa
dia bisa beradu bibir dengan cewek itu
Areum gak sengaja menggigit bibirnya
Minho.
Minho teriak, “aduh.. uh! Lepasin!”
“siapa yang mau cium kamu?? Kamu sendiri
yang mulai duluan!,” Areum marah.
“kamu yang cium aku duluan!,” balas Minho
Areum langsung spontan membalikkan tubuh
Minho dan berdiri.
“uh!,” Areum pun langsung pergi, wajahnya
merah marah,”ibdagchyeo!bukkeuleoun!
(brengsek.. memalukan!) dasar cowok genit gak tahu malu!!”
Dia pergi begitu saja, lari meninggalkan
Minho.
Minho masih sedikit bengong sambil
memegang bibirnya,”kenapa aku bisa ciuman dengan cewek itu?? Uh..sakit banget..
luka deh”, dia malah mengeluarkan dompet yang ternyata ada kaca kecilnya.
Bibirnya agak berdarah di dalam
“payah deh.. harus ke dokter nih,”
keluhnya.
Dia lalu berdiri dan mengusap usap bajunya
“eh.. cewek itu ketinggalan Hp nya,” Minho
berjongkok lagi dan dia memungut Hp Areum
“wah.. ini Hp butut, hahaha,” dia malah
mentertawakan Hp Areum yang memang model lama.
“menyebalkan sekali sih cewek jelek itu..
sama aku aja, kulitnya masih halusan kulit ku.. kasian,” katanya lagi dalam
hati
Tapi dia malah mengambil Hp Areum dan
mengantonginya. Lalu jalan keluar ruangan.
“kenapa sih.. harus ciuman sama cowok
cantik macam itu?? Menyebalkan! Kenapa harus ciuman sih?? Kenapa sih ada cowok
macam begitu?? Menjijikkan!,” Areum masih melangkah dengan kesal. Rok
panjangnya melayang layang tertiup angin dan juga bergerak karena langkahnya
yang cepat itu.
“aku harus cari Jun Woo.. kemana sih dia??
Aduh.. nanti Eomma marah kalau Jun
Woo hilang,”
Dilihatnya, di dekat taman hotel itu, ada
anak kecil, dia langsung berlari.. itu memang Jun Woo
“Eonni,”
Jun Woo langsung berlari kecil menuju kakaknya
Areum berjongkok dan memeluknya,”aduh..
kamu dari mana saja?? Ya Ampun.. kakak pusing”
“mian
haeyo, oenni.. tadi aku jalan sendiri..lalu ada security tunjukkan aku
jalan ke luar hotel ini,” jawab Jun Woo
“ayo kita masuk lagi.. lampu nya sudah
menyala,” senyum Areum, tampaknya dia benar-benar lupa dengan Hp nya.
Minho jalan keluar hotel, dia ingin
mencari makanan di retail sebelah hotel.
Dia masih sibuk pegang-pegang bibirnya
yang luka.
Areum lewat lagi dengan Jun Woo. Langsung
dia memalingkan wajahnya begitu melihat Minho
“cowok itu lagi.. menyebalkan langit dan
bumi!,” ketus Areum dalam hatinya, dia masih terus membayangkan ciuman itu.
Areum malah menggendong punggung adiknya
yang sudah besar itu
“loh.. Eonni kenapa??,” Jun Woo bingung
Areum ngeles,”ah..enggak apa.. sudah lama
kan.. Eonni enggak gendong kamu di belakang.. ingat gak waktu kecil suka Eonni
gendong??,”
Jun Woo senang,”iya.. lama ya?? Gak apa
deh.. gomabseubnida, Eonni..Eonni memang baik,”
Jun Woo tidak tahu kalau itu adalah alasan
kakaknya menghindari dari Minho.
Minho yang ingat Hp nya cewek itu ada
ditangannya, langsung berjalan cepat menghampiri.
“hai, Miss.. kamu lupa sesuatu ya??,” kata
Minho dengan lembut
Areum langsung melihatnya dengan pandangan
aneh,”ih, menjijikkan sekali cowok ini,”
“kenapa, kok lihat aku begitu??,” Minho
beneran jadi sensitif
“enggak. . . . . . . . . kita sudah enggak
ada urusan lagi bukan??,” Areum berjalan lurus saja tanpa melihat Minho
“Eonni. . . . . Oppa ini siapa??,” Jun woo yang sedang digendong kakaknya bingung
sendiri, kenapa dia melihat kakaknya benci dengan cowok itu
“na
yeogsi mollayo (aku juga tidak tahu),” jawab Areum
Minho langsung menghadang Areum, berdiri
di depannya,”Mueos?dangsin han mal, nal
molla?? (apaan?kamu bilang gak kenal aku?-red)”
“ada urusan apa denganku???,” Areum masih
menggendong adiknya, dia akhirnya menantang Minho
“nawa
hamkke ssaugo sip-eo?? mau berantem denganku, eh??,” katanya lagi
“Eonni jangan berkelahi. . . nanti ada
polisi,” kata Jun Woo
“tenang saja. . . dia ini takut pada ku,”
balas Areum, tinggi hati. Dia menegakkan kepalanya ke Minho.
“mau apa??,” katanya lagi
“jangan berkelahi disini..aku enggak
enak,” kata Minho
“takut ya?hahahaha,” Areum malah
mentertawakan Minho.
“ini..,” Minho menunjukkan Hp nya Areum
dari kantongnya
Areum langsung merebut,”kemarikan!”
Minho yang tinggi malah menaikkan
tangannya, sehingga Hp nya Areum tidak bisa direbut yang punya.
“kamu pikir bisa dapat begitu saja, habis mencelakai
bibirku.. pergi ke dokternya mahal, tau!,”
“bukan salahku.. kemarikan HP ku!,” teriak
Areum
“biayain dulu aku ke dokter buat ini
bibir!!,” Minho dengan cueknya teriak seperti itu
Beberapa perempuan yang lewat langsung melihat
mereka
Areum kaget, dia enggak nyangka Minho bisa
bilang vulgar seperti itu
“apanya......??,”
“nih...lihat..memang gak bisa lihat
ya...kamu gigit bibirku??,” tanya Minho sambil menunjukkan bibirnya
Beberapa orang yang lewat di luar lobby
hotel, dekat pintu masuk, memperhatikan perkataan Minho barusan.
“eh.. gila sekali mereka.. bahas gigit
bibir di lobby hotel,” bisik salah seorang cewek sama pacarnya
“gak usah urusan dengan mereka,” bisik
sang cowok.
Areum menjauh sedikit darinya,”hieh??
Salah siapa?? Kamu sendiri kok yang duluan mulai”
Jun Woo bingung dengan kejadian
ini,”Eonni...kenapa sih?? Memang siapa yang ciuman???”
Areum kesal, Jun Woo gak boleh dengar yang
seperti itu,dia masih kecil
“kamu ini..gak sopan,” bentaknya pada
Minho
“mana nomor rekeningmu?? Kemarikan Hp ku
dulu!,”lanjutnya lagi
“dasar cowok matre,” keluhnya
“mana Hp ku??,” tanya Areum lagi
Minho masih mengangkatnya tinggi-tinggi
sehingga Areum akhirnya menurunkan adiknya dari gendong punggungnya.
“kemarikan kataku.. mau aku tendang??!”,
Areum jadi panas
“eh..sembarangan.. kena muka ku.. lebih
parah perawatannya, tau!,” Minho kesal juga, tapi masih mengangkat tinggi Hp
nya Areum dan bahkan dia berjinjit
“ooo.. kamu jago taekwondo ya?? Coba ambil
dengan tendangan mu,” Minho malah menggoda sinis
“awas jangan sampai kena wajahku ya.. ini
perawatannya mahal banget..di dokter Sung yang terkenal itu,” Minho sinis lagi.
“Hp mu saja murah begini.. mana sanggup ke
dokter itu,” lanjutnya lagi
“sembarangan.. dasar cowok matre.. cowok
murahan!,” kesal Areum
“kamu begitu lagi.. bilang padaku cowok
matre.. murahan.. aku laporkan polisi,” gerutu Minho.
“bilang saja.. kamu juga aku laporkan
mencopet Hp ku,” balas Areum
Jun Woo yang melihat adu mulut mereka jadi
bingung, menggaruk kepalanya
“Eonni.. Oppa ini.. Namja chingu (pacar cowok-red) nya Eonni??,” katanya malu malu
tanya
“Mueos?
(apa-red),” Minho jongkok lalu dia memasukkan Hp nya Areum lekas ke kantong
celana depannya lalu dia bilang pada Jun Woo,”kakak mu yang tidak tahu diri...
dia malah gigit bibirku, nih.. besok aku harus ada sesi foto.. ini bahaya..
uang ku bisa kurang, uh”
Jun Woo menatap Minho dengan tatapan
bingung,”memang kenapa tadi bibirnya, Oppa??”
“dicium kakakmu,” balas Minho judes,”aku
minta ganti buat ke dokter”
Areum langsung jongkok,”apa katamu?? Kamu
duluan!”
Jun Woo makin bingung,”Eonni.. Oppa ini
memang Namja chingu mu ya?? Nanti aku bilang Eomma saja,” katanya polos.
“ganti.. eotteohge? (gimana?-red),” Minho nantang lagi
“kemarikan dulu Hp ku.. cowok
matre..licik,” ketus Areum
Minho berdiri lagi, lalu berjinjit dan
angkat Hp nya Areum tinggi-tinggi,”coba.. ambil.. ayo”
“mundur, Jun Woo... nanti kamu kena,” kata
Areum
“Eonni mau apa??,” Jun Woo bingung
“menghajar cowok ini,” kata Areum dingin
“mana bisa kamu tendang.. pendek, cuma
pake rok lagi.. nanti kelihatan loh.. dalamannya,” sindir Minho
“jangan merendahkan aku ya,” balas
Areum,”dasar cowok menyebalkan!!”
“go on.. ambil kalau bisa..,” Minho malah
senang godain,”cuma tinggi 160 cm aja bangga”
“cowok sombong! Ciat!,” Areum lalu
meloncat, mengeluarkan tendangannya untuk menendang telapak tangan Minho yang
menggenggam Hp tua nya itu
“hiyah!!,” Minho kaget.. dia takut sekali
kalau telapak tangannya yang mulus itu luka kena tendangan.. Tetapi.. tendangan
Areum sama sekali tidak melukainya..hanya mencolek telapak tangannya..walau
berhasil melepaskan Hp nya dari tangan Minho
Minho menahan nafasnya... Hp mental dan
Areum meloncat mengambil Hp yang ada di udara itu
“yes!!!,” teriak Areum kegirangan.
“Hananim!
Kalau tanganku luka.. kamu yang biayain ke dokter!!,” Teriak Minho
Areum santai mengelus elus Hp tuanya dan
meniup niupnya, Jun Woo bengong.
“Eonni.. kalau Oppa ini luka.. gimana
nanti??,” kata Jun Woo
“biar.. dia memang cowok sombong, matre,
nyebelin..,” balas Areum tanpa melihat wajah adiknya, mengelus elus Hp nya
dengan roknya.
Lalu dia memandang Minho,”mau apa lagi,
cowok ngeselin??”
“gak,” balas Minho singkat, tapi dia
menyinggung lagi soal tadi di dalam ruangan hotel,”gimana ini.. hey??”
“mana aku tahu??,” Areum langsung menarik
tangan Jun Woo,”Yuk.. Eomma pasti menunggu di dalam”
Jun Woo ikut tarikan tangan kakaknya.
Minho berjalan di belakang Areum,”kamu
harus tanggung jawab dong.. cewek rese! Harga perawatan muka ku lebih mahal
dari Hp tua mu itu,”
Areum berbalik, berhadapan dengan
Minho,”oh.. jadi cowok kamu memang menyebalkan ya.. mentang-mentang merasa cakep..
cakep apanya.. dasar cowok cantik..dandan terus yang diotakmu!”
“kamu pikir aku gak bisa berantem ya??,”
Minho akhirnya naik darah juga
“coba lawan aku..,” Areum malah nantang,”cowok
cantik mana bisa berantem”
“Eonni jangan berkelahi.. nanti Oppa nya
sakit bagaimana?? Memang Eonni enggak cinta Oppa ya??,” kata Jun Woo. Dia
memang anak polos
“geuneun
nae namja chingu (cowok ini bukan pacarku-red),” kata Areum tegas dan
melihat dingin pada adiknya, Jun Woo langsung takut dengan tatapan mata
kakaknya itu.
Minho berusaha memukul dan memelintir
tangan Areum, tapi Areum terlebih dahulu berhasil memegang tangannya lalu dia
mau menendang thingy nya Minho!
Minho langsung tahan nafas... ternyata
Areum tidak menendangnya.. tapi 1 cm lagi tepat melayang di bagian aset
pentingnya seumur hidup itu...kalau kena tendang... dia bisa seumur hidup
impoten..
“uhh,” Suara tahan nafas Minho terdengar
keras
Areum melepaskan tangan Minho, dia tepuk
tepuk tangannya seperti menepis debu.
“selesai.. begitu saja?? Katanya bisa bela
diri..mana??,” katanya enteng pada Minho
“sudah.. aku mau pergi.. makasih ya.. Hp
nya.. akhirnya ketemu juga,” tapi Areum malah menunduk hormat pada Minho yang
masih tegang dan mematung..
Areum lalu mengajak Jun Woo lagi masuk ke
hotel itu
“Eonni.. Oppa itu masih mematung,” kata
Jun Woo, menoleh ke belakang
“biarkan saja.. Eonni tidak suka cowok
cantik belagu seperti dia itu,” kata Areum, santai..
Minho masih enggak percaya.. dia hampir
kehilangan aset pentingnya..
“cewek gila..,” katanya mematung
Dia sadar lalu memegang bibirnya,”aduh..
masih perih lagi.. menyebalkan cewek itu, uh.. hari ini harus janjian dengan
dokter Sung segera.. besok pemotretan”
Dia lalu berteriak pada Areum,”OI CEWEK
RESE.. AWAS YA.. KALAU KETEMU LAGI!!”
Areum menoleh dan balas teriak, “OKE..
BOLEH.. DASAR COWOK CANTIK..COWOK MATRE!!”
Minho marah,”Fcuk you!”, gerutunya pelan
Areum membalikkan badannya lagi, masuk ke
dalam lobby hotel
Minho melangkah keluar dari komplek hotel
itu,”uh.. menyebalkan.. besok kalau ada pemotretan di hotel ini.. ketemu dia
lagi.. bisa menggerutu aku!”
Dia pun lalu menelepon Uisa Sung untuk janjian perawatan
bibirnya itu...
Bersambung ke part 2...
