This is me....

Kamis, Mei 15, 2014

Cinta Dokter Cute (Part 7: Dapatkan Aku Kalau Kamu Bisa)

Lee Minho sebagai dokter Minho    Kazuki Kitamura sebagai dokter Choi Hyeon Jun           Gackt sebagai dokter Roh Seung Won

Minho memeluk dan mencium pelan kening Shin Young yang sedang tidur diatas sofa kotak berbentuk seperti tempat tidur. Dia lama memandang wajah cewek itu.. Matahari bersinar dengan cerah pagi itu, tidak mendung, apalagi hujan..
Shin Young membuka matanya pelan-pelan, yang dia lihat pertama kali adalah senyumannya Minho yang manis.
Annyeong haseyo, Imja*...,” Minho benar benar manis padanya.
Shin Young masih tidak percaya dia bermalam di apartment Minho. Dia termenung lalu mengusap wajahnya.
“aku siapkan dulu makanan..aku bisa masak loh,” kata Minho memulai pembicaraannya pagi itu dari dapur.
“aku harus pulang,” balas Shin Young
“aku akan antar..sekalian kerja,” kata Minho setengah teriak dari dapur.
Shin Young berdiri, dia membenarkan bajunya
“apa..aku tidur tadi malam dengan Minho??,” dia galau.. ketakutan..
Lalu menuju kamar mandi yang melewati dapur, Minho senyum lagi padanya.
“ada handuk belum dipakai di kamar mandi..sudah aku siapkan..juga yang lainnya,” katanya pada Shin Young
Shin young hanya mengangguk lalu masuk kamar mandi.

“Hari ini..sekolah TK libur bukan??,” tanya Minho, wajahnnya manis sekali pada Shin Young.
Shin young mengangguk,”tetap aku harus pulang, Minho..aku belum sempat menghubungi kedua orangtuaku,”
Dia makan dengan pelan pelan sekali.
“aku minta maaf.. tapi..aku akan serius berhubungan denganmu,” balas Minho
“besok..kita jalan-jalan yuk??,” katanya lagi, mengajak cewek incerannya itu.
“aku tidak tahu,” balas Shin Young datar, dia membayangkan kejadian tadi malam, semuanya..
“kamu..takut aku berkhianat padamu setelah kita tidur bersama??,” tanya Minho, pelan..
Badan Shin Young bergetar, dia ingin menangis tapi coba ditahan. Dia ketakukan akan ditinggalkan keluarganya jika memang dia akan berpacaran dengan Minho. Sebagai cewek sebatangkara, dia tidak tahu harus kemana jika diusir.
Naega dangsin yeop elaseo....salanghaeyo... yagsog....aku janji..aku akan selalu ada..karena aku cinta kamu, Shin young,” Minho berusaha meyakinkan cewek yang dia anggap pacarnya itu supaya tidak ragu padanya..
Tapi memang Shin Young takut mengkhianati keluarganya, dia lebih pilih diam saja, makan sedikit, lalu,”aku ingin pulang segera, Minho..tolong antarkan aku”
Minho berdiri, lalu mengambil jas dokternya.

“aku tidak percaya kalau Shin Young akan tinggal kemarin malam di apartment Minho.. dia bukan anak perempuan yang sembarangan menerima lelaki,” kata Min Ji Woo.. ayah tirinya
“Appa.. ini benar.. ,” bantah Hye Rim,”sekarang dia belum pulang bukan??”
Tak berapa lama, benar saja.. Minho mengantarkannya di depan gerbang rumahnya
“sampai disini saja, Minho..aku masuk dulu,” kata Shin Young, pelan.
“nanti aku telepon kamu kalau tidak sibuk.. jasin eul dolbwajuseyo, Imja....take care of yourself... Imja salanghae,” senyum Minho
Shin Young cuma menunduk hormat, lalu dia masuk.
Minho bergumam sebelum pergi,”umm.. dia masih takut..aku harus bisa meyakinkan dia dan orangtua angkatnya”, lalu dia melarikan mobilnya ke RS.

Shin Young berjalan masuk rumah orangtua angkatnya. Dia menunduk lesu. Dia terus berjalan naik ke kamarnya sendiri, belum bertemu dengan kedua orangtua angkatnya itu.
Dia melihat wajah dan seluruh tubuhnya dari kepala sampai ujung kaki, di depan kaca besar kamar mandi kamarnya.. lalu dia berjongkok dan menangis, membiarkan air shower mengucuri dirinya..
“Eomma.. Appa..aku minta maaf.. aku sudah berkhianat pada kalian dan juga Eonni Hye Rim,”
Dia terus menangis.. tidak peduli dinginnya air shower..

“darimana saja kamu, Shin Young?Appa dan Eomma panik mencarimu, nak..,” ibu tirinya menyapanya dengan lembut dikamarnya
Shin Young mengurung diri. Dia diam saja ibunya bertanya seperti itu.
museun il-ya?ada apa??,”
Shin Young diam saja ditanya seperti itu oleh ibunya. Ibunya tidak bicara, menunggu dia membuka suaranya, lalu.. Shin Young memeluknya dan menangis
“Eomma..mian haeyo....naega baesin gajog..aku sudah berkhianat pada keluarga ini,”
Ibunya bingung, dia sudah tahu dari Hye Rim kalau memang Shin Young ada di apartment Minho, tapi dia mencoba berusaha mendengarkan dari mulut anak angkatnya sendiri
oejesbam-e museun il-isibnikka? Apa yang terjadi tadi malam??,”
eojesbam..Minhowa jamjali..eomma,” kata Shin Young..perkataannya bergetar..dia ketakutan
“kamu..tidur dengan Minho?? Dengan pacarnya Hye Rim?? Bagaimana bisa, Shin Young?? Ada apa dengan kamu?,” Ibunya seakan tidak percaya dengan perilaku anaknya yang sedari kecil dia tahu sangat manis dan tidak pernah aneh aneh.
mian haeyo, Eomma.. Mian haeyo,” Shin Young menangis menyesali dirinya
Ibunya berdiri,”kamu benar benar mengkhianati keluarga ini.. Minho itu calon tunangan kakakmu.. kenapa kamu sampai bisa merebut Minho dari kakakmu sendiri, hah??”
“aku minta maaf, Eomma..,” Shin Young berlutut pada ibu tirinya itu
“harus kita bicarakan segera,” Ibunya pergi meninggalkan kamarnya, meninggalkan Shin Young sendirian

“sudah kubilang kan, Eomma.. kalau dia itu tidak pantas jadi anak Appa dan Eomma?? Sudah di rawat dari kecil.. masih saja belagu.. menyusahkan... memalukan!,” Hye Rim membentak Shin Young yang berdiri menunduk, lalu menjenggut rambutnya
Shin Young diam saja, dia tidak melawan rambutnya di jambak berkali kali oleh kakak tirinya sampai banyak yang rontok dan jatuh ke lantai
“Sudah.. diam, Hye Rim!,” ayahnya membentak dan menarik tangan Hye Rim agar tidak lagi menyiksa adiknya
“aku kecewa, Appa.. ternyata dia lebih kurang ajar dariku menjadi anak Appa! Selama ini dia dibanggakan.. tapi malah menghancurkan masa depanku.. dasar pelacur!,”
“Hentikan, Hye Rim.. dia adikmu.. gak pantas kamu bilang begitu padanya!,” kata Ibunya dengan nada tinggi.
“Aku harus segera bicara dengan keluarga Lee,” kata Ji Woo
“aku sudah sakit hati, Appa.. Usir saja Shin Young.. sama sekali aku benci dengan dia,” Hye Rim masih marah marah
“aku gak akan bisa bayangkan kalau aku nanti menikah dengan Minho.. dia akan merebut Minho dariku,”
Shin Young masih menunduk dalam dalam, air matanya keluar, jatuh sampai lantai
“usir saja dia, Appa.. sudah merusak masa depanku,” perintah Hye Rim pada orangtuanya sendiri
Ayahnya berfikir.. bagaimana caranya agar perjodohan itu tetap lancar..

Di Rumah Sakit, Minho wajahya makin gembira saja. Dia melayani pasien yang datang ataupun melakukan operasi dengan ceria dan bersemangat.
Makan siang dia bersiul siul.. istirahat sore sebentar sehabis menangani rahang pasien yang bermasalah berat, dia tetap ceria.. dunia nya penuh dengan Shin Young..
Sorenya, dia lupa kalau dia sudah janji akan telepon Shin Young kalau ada waktu luang, dia pun tepati janjinya
“tut...tut...tut...,”
“ah.. teleponnya tidak diangkat lagi.. ada apa lagi, Shin young?? Jangan buat aku khawatir,” gumam Minho
Dia coba menelepon berkali kali.. tidak diangkat juga..
Shin young hanya di dalam kamar saja, dia menyendiri.. membereskan barang-barangnya...sama sekali dia tidak menanggapi telepon dari Minho yang terus bergetar..

“aku khawatir Shin Young kabur,” Minho mendadak jadi panik dan dia menelepon Hyeon Jun
“kamu sudah apakan dia??,” tanya Hyeon Jun heran
Minho pun menjelaskan apa yang telah terjadi tadi malam.
“ah.. terburu buru sekali.. ternyata kamu tidak jauh berbeda dengan Seung Won!,” ujar Hyeon Jun
“aku khawatir Hye Rim akan mencelakainya..dia begitu takut dengan Hye Rim,”
“kejar terus..Minho.. takut dia bunuh diri karena kejadian semalam,” Hyeon Jun malah jadi terkesan menakuti Minho
Minho bolak balik bingung, teleponnya berkali kali tidak diangkat

Shin Young berjalan seperti orang linglung, dia ternyata diam diam kabur dari rumah, entah tujuannya kemana. Dia begitu ketakutan, gemetaran, berjalan tidak tentu rah hanya membawa tas berisi baju yang dia anggap penting dan sedikit uang yang dia punya. Orang-orang yang dia lewati tidak peduli padanya, menganggap dia hanya sebagai orang pendiam. Dia juga tidak pergi ke panti tempat biasanya dia bisa senyum dan tertawa dengan para jompo itu.
Sore itu..dia benar benar melangkah tak tentu..
Minho gusar juga, dia pulang ke apartmentnya dengan bingung, ada apa dengan orang yang dia cinta itu.
Berkali kali dia telepon... sampai tengah malam tetap dia coba..
Tiba-tiba.. telepon dari Shin Young masuk, Minho buru buru mengangkat
“Shin Young.. Imja.. kamu dimana??,” Minho panik
“Minho.. aku..tidak tahu,” suaranya Shin Young dari jauh sangat sembab, seperti menangis
“katakan padaku.. kamu dekat tempat apa?? Aku akan segera kesana..,”
“aku tidak tahu, Minho..,” jawab Shin Young terbata bata
Minho panik,” katakan padaku, Imja.. kamu dimana!,”
“tutttttt,” Hp Shin Young mati mendadak

“ehhh...aku gak mau.. lepasin!!,” Shin Young teriak teriak.. ternyata dia dikerubuti segerombolan cowok cowok pemabuk yang kebetulan lewat di jalan yang agak sempit seperti pinggiran gang antar rumah
Minho sibuk berkeliling keliling seputar daerah yang dia tahu untuk mencari Shin Young
Shin Young berusaha mengambil Hp nya kembali dari tangan seorang pemabuk yang berteriak teriak memegang pegang badannya.. dia di keroyok oleh 5 orang
“tolong!!,” tempat itu sepi sekali karena memang sudah lewat tengah malam
“uh!,” dia berusaha menendang cowok cowok itu dengan tenaganya.. dengan usahanya, merebut tas nya kembali
“hahahahaha.. mau kemana sih, sayang???,” salah seorang pemabuk itu memaksanya.
Shin Young berusaha menyelamatkan dirinya, bajunya robek tertarik di belakang ketika dia ingin lari
“Minho.. tolong aku!,” dia menangis sambil membawa ranselnya, berusaha lari dengan kencang walau dia kelaparan dan belum makan malam.
Lima orang pemuda itu sempoyongan berusaha mengejarnya juga, dua dari mereka berhasil merobek bajunya..
Shin Young berlari dengan menutup badan atasnya yang sudah terbuka karena robek, dia menangis kencang sambil terus berlari ketakutan
Sampai dia menoleh ke belakang, lima orang cowok pemabuk itu hanya tertawa tawa sepertinya puas dan salahsatunya ada yang terjatuh mabuk berat, sementara Shin Young tidak memperdulikan mereka, ketakutan, menangis, menutup dadanya dengan rambutnya yang sudah berantakan.
dowajuseyo!,” dia berteriak minta tolong, tapi sepi..tak ada seorangpun, dia tetap berlari

Sampai dia hampir pingsan.. dia tetap berlari.. nafasnya sudah sangat ngos ngosan..tenaganya habis.. dia jatuh terduduk.
“aduh,” dia bingung ingin mengelap kakinya yang berdarah tersandung atau menutupi dadanya yang baju atasnya terbuka
“Minho.. tolong aku, huhuhuhu,” dia menangis tersedu sedu.
Dilihatnya, sekeliling sangat sepi.. hari sudah semakin mendekati dini hari..
Dia kedinginan karena memang masih masuk musim semi..angin dingin malam menusuk kulitnya sampai ke tulang
“Imja.. shin young.. kamu dimana??,” Minho masih panik berkeliling berusaha mencari orang yang dia cinta
Shin young melihat Hp nya..low batterai.. dia menelepon untuk yang terakhir kalinya..
“Minho.. tolong aku,” katanya suaranya lemah, menggigil, gemetar
“Imja.. dimana??,” Minho panik
Shin Young berkata lemah dimana lokasinya berada,dia terduduk di tanah..tidak ada tempat duduk di lapangan yang sepi itu..sama sekali tidak ada orang lewat..hanya anjing satu dua ekor yang berkeliaran..
Dia begitu kedinginan, menggigil, menggigit bibirnya, badannya gemetar kena angin malam yang menusuk. Dia memeluk tas ranselnya untuk menutupi dadanya yang terbuka..dia begitu trauma, menangis tanpa bersuara lagi..

Minho berusaha mencari tempat yang dia tuju. Dia berhenti disebuah jalan besar, lalu menuju sebuah lapangan yang kosong, dingin..
Imja!,” dia berlari menghampiri Shin Young.. dilihatnya Shin Young hanya terduduk hampir di tengah lapangan kosong...badannya mengigil.
Minho langsung memeluknya,”kamu tidak apa, sayang??aku cemas sekali”
“aku takut.. mereka mencoba menyakitiku,” Shin Young menangis
Minho memegang kulit punggungnya, lalu melihat Shin Young menutup dadanya dengan ransel bawaannya yang kecil
“kamu kenapa? Kamu tidak dicelakai orang kan??,”
Shin Young hanya menangis tersedu sedu. Minho melepas jaketnya, lalu memakaikan untuknya
“dingin sekali kulitmu..seperti es,” gumam Minho
“badanku sakit, Minho,” keluh Shin Young
“kamu aman sekarang..kamu selamat, Shin Young,” ujar Minho.
Shin Young berusaha bangun, Minho akhirnya berinisiatif membopongnya ke dalam mobil.
Minho mendudukannya di samping nya. Shin Young hanya diam, air matanya masih menetes walau tidak tersedu sedu lagi
Minho menggenggam tangannya sambil menyetir,”tenang.. Imja sudah tenang sekarang..tidak usah khawatir lagi”
Minho membawanya ke apartment

“Hyeon Jun.. kamu bisa datang ke sini tidak??,” kata Minho ditelepon pagi dini hari itu
“aduh..ini jam 3 pagi, Minho..ada apa??,” balas Hyeon Jun
“Shin Young..dia trauma.. aku menemukannya bajunya robek robek dan menangis terduduk..sepertinya dia kabur dari rumah,”
“besok saja.. pagi pagi aku akan kesana.. ,” kata Hyeon Jun,”sekarang kamu kasih saja dia obat anti alergi supaya tidur”
Minho menurut, dia menutup komunikasinya dengan Hyeon Jun
Dia melihat Shin Young tidur..
“kakinya luka..,” ujar Minho dan dia membersihkan luka itu pelan pelan agar Shin Young tidak terbangun
“apa yang sudah orang orang lakukan terhadapmu, Imja?aku cemas,” gumam Minho, dia mengelus elus rambut Shin Young
“tinggal disini saja ya??aku akan beritahu Appa dan Eomma..sehingga mereka tidak akan curiga dengan hubungan kita,”
Minho menarik kursi dan dia tertidur duduk sampai pagi datang kembali...

“Ji Hwan... mian haeyo..aku gak masuk hari ini...tolong gantikan,” kata Minho pada rekan sejawatnya, Seol.
“kenapa?? Kamu tidur dengan cewek itu dan kecapean ya?haha,” Pagi pagi Ji Hwan suka bercanda
anieyo...bodoh..dia trauma disakiti orang...aku harus titipkan dia ke orangtuaku dan menghiburnya hari ini...tolong ya... gantikan aku hari ini...,” balas Minho
“jadi dia sudah satu atap denganmu?? Wah..kemajuan sekali kamu, Minho,”
“itu karena Hye Rim..kakak tirinya.. aku temukan juga wajahnya sembab dan rambutnya kusut..entah diapakan orang itu..atau diapakan orang orang dijalan tadi malam,”
“ya, baik.. aku gantikan kamu hari ini.. jangan lupa bawa dia ke dokter Kwan atau Hyeon Jun,”

Shin young membuka matanya.. Minho langsung menghampirinya..
“Imja..pagi...,” senyumnya
Lama Shin Young memandang Minho dan matanya melihat ke setiap sudut kamar
“aku..di apartment Minho??,” dia menoleh pada Minho
Minho senyum mengangguk,”aku enggak kerja hari ini..aku temani kamu ya..kita jalan jalan ke everland atau ke trickeye atau ke teddy bear,”
Shin young duduk lalu mendadak memeluk Minho,”aku takut...”
“gak usah takut..kamu aman sekarang,” Minho mengelus elus rambutnya
“aku takut..mereka hampir mencelakaiku,” suaranya bergetar
“siapa?? Hye Rim??,” tanya Minho
Shin Young diam saja, dia masih tidak mau membawa nama jelek Hye Rim ke orang yang cinta dia itu
“segerombolan lelaki..tadi malam,” katanya masih bergetar,”mereka memaksaku..aku takut”
“tidak apa..sekarang aman..aku ingin ajak Shin Young ke rumah orangtuaku dan kita jalan jalan,” Minho masih senyum walau tidak dilihat Shin young, terus menenangkannya, mengelus elus rambutnya
Minho melepas pelukannya,”aku senang kamu sudah bisa bicara lagi.. sekarang bersihkan badanmu.. kita ke rumah orang tuaku,”
Minho mengambil handuk dari lemarinya
“tidak apa kan.. memakai kaus ku?,” senyum Minho padanya. Shin Young cuma menatapnya saja

Minho membantu menyisir rambutnya Shin Young
“lembut sekali,” gumamnya,”eh..aku gak boleh tergoda lagi,bahaya”
Shin Young diam saja dia rambutnya disisir Minho, tampaknya dia memang masih bingung dengan kejadian menakutkan tadi malam itu.
Mereka lalu pergi ke rumah orangtua Minho. Sampai di dalam mobil pun, Shin young hanya diam saja.

“Shin young.. apa kabarmu, Nak??,” senyum ibunya Minho, memeluknya
“aku...,” jawabnya hanya singkat saja
“Ah, Eomma.. mianhabnida, Eomma.. kita.. belum makan pagi.. boleh kan.. makan disini??,” Minho malah bergayut pada ibunya
“oh.. anak Eomma memang manja,” Ibunya mengelus poni nya, lalu tapi malah menggandeng Shin Young,”mari.. makan bersama kami”
“Shin Young sedang sakit, Eomma.. jadi makannya harus yang baik.. iya kan, Agi??,” senyum Minho pada Shin young
“aduh... anak Eomma romantis sekali,” ibunya malah menggoda Minho
“dimakan yang banyak ya, Shin Young.. Ibu senang kamu bisa mampir ke sini,” kata ibunya Minho, ramah
Shin young hanya menunduk hormat, lalu memakan sayur yang dihidangkan bersama
“Appa mu sedang ada bisnis dilain kota.. jadi baru pulang lusa,” kata ibunya lagi
Shin young makan pelan pelan.
“dia kenapa??,”
“Aku tidak tahu, Eomma... dia ku temukan tadi malam, dini hari.. wajahnya sudah pucat..dan baju atasnya sobek semua,”
“ya ampun.. dia tidak diperkosa orang kan??,” ibunya kaget
“semoga tidak.. aku juga tidak tahu apa dia di usir atau tidak.. Eomma.. boleh kan Shin young disini?? Aku tidak bisa meninggalkan dia di apartment ku,”

“Apa yang sebenarnya terjadi hubungan antara kamu dan Hye Rim??”, tanya ibunya Minho di ruang tamu
Minho membiarkan Shin Young tidur di kamarnya, dia bicara khusus dengan ibunya
“Hye Rim sudah tidak bisa lagi dipertahankan, Eomma.. dia sudah menggampar Song Yi, model senior karena dekat denganku.. dan terakhir yang paling memalukan adalah.. dia memaksaku untuk berhubungan badan di apartment ku.. lalu.. Shin young datang.. dan dia bilang “Eonni Hye Rim yang menyuruhku datang”,”
Ibunya kaget,”astaga.. ternyata Hye Rim sampai seperti itu??”
“apa Eomma tidak percaya padaku? Tapi begitulah.. jadi..aku tidak bisa mempertahankan Hye Rim.. aku menolak bertunangan,”
“lalu.. apa kamu lupa.. Ayahmu bilang.. kamu akan berusaha melupakan Shin Young??,”
Minho menggeleng,”aku tidak lupa, Eomma... tetapi..aku tidak bisa meninggalkannya”
“kenapa??,”
“aku..sudah tidur dengannya..,” balas Minho dengan suara datar.
Ibunya kaget,”Minho.. kamu?”
“Iya, Eomma.. aku sangat serius dengannya.. aku tidak ingin melepaskannya..jadi.. tolong tunangkan aku dengan Shin Young..walau dia hanya anak tiri keluarga Min”, Minho menunduk hormat pada ibunya
“ibu dan ayahmu tidak tahu..bagaimana nanti perasaan keluarga Min ketika kamu malah menginginkan Shin Young menjadi pasanganmu”
“Eomma... walau aku sudah 4 tahun berteman dengan Hye Rim..sama sekali cinta ku bukan dia,”
“Ini akan jadi masalah baru, Minho.. “
“lalu..apa Eomma akan menolak Shin Young tinggal disini sementara??,”
Ibunya menggeleng,”anieyo.. Eomma begitu kasihan melihat dirinya,”
“dia rajin masak loh, Eomma.. Eomma pasti bangga padanya,” senyum Minho, menggayut tangan ibunya
“ah.. anak nakal.. mulai lagi merayu Eomma,” senyum Ibunya

Mendadak Hp Minho mendapatkan telepon.. dari Hye Rim
“Hye Rim, Eomma,”
“Handsfree.. Eomma ingin mendengar”, senyum ibunya
Minho mengangguk, mengiyakan permintaan ibunya
“Hi, Minho.. apa kamu melihat Shin Young??”
“tidak.. memang Shin Young kemana??,”
“aku tidak tahu.. dia kabur daritadi malam.. kami mencarinya.. dasar cewek menyusahkan,” gerutu Hye Rim
“tidak mencarinya dipanti??,” Minho masih belum moody.. masih santai
“tidak ada,”
“kamu tidak memarahinya kan??,”
“dia adik tidak tahu diri.. kemana dia ketika aku keluar dari apartment mu??”
“bersamaku??,” jawab Minho santai
“apa?? Jadi.. dia nekat tidur denganmu??,”
Ibunya Minho hanya mendengarkan percakapan mereka
“pikir kamu begitu??,”
“sudah berapa kali kamu jalan bersamanya, Minho?? Kalian sama saja”
“bukannya kalau sama itu.. bisa berjodoh ya??,” Minho malah memanas manasi Hye Rim
“kamu ingin membatalkan pertunangan kita?? Pembatalan mu sepihak, Minho,”
“Apa pernah ada kesepakatan jelas sebelumnya? Setahuku.. keluarga ku hanya mampir saja...belum sampai ke hal mendetail tentang hubungan kita”
“aku yakin.. Shin Young sudah membujuk mu supaya dia bisa tidur denganmu..kamu jahat, Minho.. kamu sama sekali tidak menghagai ku”
“Jika kamu berpikiran begitu.. aku minta maaf,” balas Minho,”tapi kenapa bisa.. Shin Young pergi dari rumah?? Siapa yang memaksanya”
“cewek macam itu harus dikeluarkan dari rumah.. anak pungut yang tidak berguna..menyusahkan dan selalu menghalangi keinginanku,” balas Hye Rim dengan nada sedikit kasar
Ibunya Minho masih menyimak
“dan kamu.. kakak angkat yang tidak berguna,” Minho malah ofensif
“aku sudah puas menggamparnya,” Hye Rim emosi.
“sehingga dia merasa bersalah padamu dan pergi??,” tanya Minho,”lalu bagaimana kalau dia disakiti orang jahat.. misalnya diperkosa atau bahkan dibunuh??”
“sudah nasibnya... dia tidak sebaik yang kamu bayangkan.. kamu terlalu berlebihan suka padanya, Minho,”
“tidak berlebihan dan aku memang suka, cinta dan sayang padanya.. apa itu berlebihan? Tidak seperti kamu yang memaksa ku melayani mu dua malam sebelumnya.. iya kan??”
“kamu jahat, Minho..”
“Kamu tidak mengerti apa artinya cinta, Hye Rim.. kamu menggampar teman kerja ku, Eonni Song Yi.. kamu menggampar adikmu sendiri.. apa yang menghalangi jalanmu.. kamu sakiti,”
“kenapa semua orang memanjakan Shin Young?? Kenapa kamu juga memanjakannya dan benci padaku??”
“aku tidak benci padamu kalau kamu tidak melukai Shin young, Hye Rim.. kamu sudah melukainya.. kamu memaksanya.. walau dia tidak mengatakannya.. aku merasakannya”
“Aku makin benci denganmu, Minho... kamu terlalu cinta padanya,” kata Hye Rim dengan suara dingin
“itulah kamu.. Hye Rim.. sehingga aku tidak bisa mencintaimu,” balas Minho
“Kamu akan tetap jadi milikku, Minho... dan aku tidak segan untuk mengusir Shin young dari hidupmu.. dia hanya adik manja yang busuk”
Minho sama sekali tidak moody dengan perkataan Hye Rim, dia malah senyum tapi menyindir,”dapatkan aku kalau kamu bisa, Hye Rim..”

Bersambung ke part 8....

Cat: * Imja-darling-panggilan sayang buat pacar cewek, kalau cowok: Namja