Lee Minho sebagai dokter Minho Kazuki
Kitamura sebagai dokter Choi Hyeon Jun Gackt
sebagai dokter Roh Seung Won
Minho memeluk dan mencium pelan kening
Shin Young yang sedang tidur diatas sofa kotak berbentuk seperti tempat tidur. Dia
lama memandang wajah cewek itu.. Matahari bersinar dengan cerah pagi itu, tidak
mendung, apalagi hujan..
Shin Young membuka matanya pelan-pelan,
yang dia lihat pertama kali adalah senyumannya Minho yang manis.
“Annyeong
haseyo, Imja*...,” Minho benar benar manis padanya.
Shin Young masih tidak percaya dia bermalam
di apartment Minho. Dia termenung lalu mengusap wajahnya.
“aku siapkan dulu makanan..aku bisa masak
loh,” kata Minho memulai pembicaraannya pagi itu dari dapur.
“aku harus pulang,” balas Shin Young
“aku akan antar..sekalian kerja,” kata
Minho setengah teriak dari dapur.
Shin Young berdiri, dia membenarkan
bajunya
Lalu menuju kamar mandi yang melewati
dapur, Minho senyum lagi padanya.
“ada handuk belum dipakai di kamar
mandi..sudah aku siapkan..juga yang lainnya,” katanya pada Shin Young
Shin young hanya mengangguk lalu masuk
kamar mandi.
“Hari ini..sekolah TK libur bukan??,”
tanya Minho, wajahnnya manis sekali pada Shin Young.
Shin young mengangguk,”tetap aku harus
pulang, Minho..aku belum sempat menghubungi kedua orangtuaku,”
Dia makan dengan pelan pelan sekali.
“aku minta maaf.. tapi..aku akan serius
berhubungan denganmu,” balas Minho
“besok..kita jalan-jalan yuk??,” katanya
lagi, mengajak cewek incerannya itu.
“aku tidak tahu,” balas Shin Young datar,
dia membayangkan kejadian tadi malam, semuanya..
“kamu..takut aku berkhianat padamu setelah
kita tidur bersama??,” tanya Minho, pelan..
Badan Shin Young bergetar, dia ingin
menangis tapi coba ditahan. Dia ketakukan akan ditinggalkan keluarganya jika
memang dia akan berpacaran dengan Minho. Sebagai cewek sebatangkara, dia tidak
tahu harus kemana jika diusir.
“Naega
dangsin yeop elaseo....salanghaeyo...
yagsog....aku janji..aku akan selalu ada..karena aku cinta kamu, Shin
young,” Minho berusaha meyakinkan cewek yang dia anggap pacarnya itu supaya
tidak ragu padanya..
Tapi memang Shin Young takut mengkhianati
keluarganya, dia lebih pilih diam saja, makan sedikit, lalu,”aku ingin pulang
segera, Minho..tolong antarkan aku”
Minho berdiri, lalu mengambil jas
dokternya.
“aku tidak percaya kalau Shin Young akan
tinggal kemarin malam di apartment Minho.. dia bukan anak perempuan yang
sembarangan menerima lelaki,” kata Min Ji Woo.. ayah tirinya
“Appa.. ini benar.. ,” bantah Hye
Rim,”sekarang dia belum pulang bukan??”
Tak berapa lama, benar saja.. Minho
mengantarkannya di depan gerbang rumahnya
“sampai disini saja, Minho..aku masuk
dulu,” kata Shin Young, pelan.
“nanti aku telepon kamu kalau tidak
sibuk.. jasin eul dolbwajuseyo, Imja....take
care of yourself... Imja salanghae,”
senyum Minho
Shin Young cuma menunduk hormat, lalu dia
masuk.
Minho bergumam sebelum pergi,”umm.. dia
masih takut..aku harus bisa meyakinkan dia dan orangtua angkatnya”, lalu dia
melarikan mobilnya ke RS.
Shin Young berjalan masuk rumah orangtua
angkatnya. Dia menunduk lesu. Dia terus berjalan naik ke kamarnya sendiri,
belum bertemu dengan kedua orangtua angkatnya itu.
Dia melihat wajah dan seluruh tubuhnya
dari kepala sampai ujung kaki, di depan kaca besar kamar mandi kamarnya.. lalu
dia berjongkok dan menangis, membiarkan air shower mengucuri dirinya..
“Eomma.. Appa..aku minta maaf.. aku sudah
berkhianat pada kalian dan juga Eonni Hye Rim,”
Dia terus menangis.. tidak peduli
dinginnya air shower..
“darimana saja kamu, Shin Young?Appa dan
Eomma panik mencarimu, nak..,” ibu tirinya menyapanya dengan lembut dikamarnya
Shin Young mengurung diri. Dia diam saja
ibunya bertanya seperti itu.
“museun
il-ya?ada apa??,”
Shin Young diam saja ditanya seperti itu
oleh ibunya. Ibunya tidak bicara, menunggu dia membuka suaranya, lalu.. Shin
Young memeluknya dan menangis
“Eomma..mian haeyo....naega baesin gajog..aku sudah berkhianat pada
keluarga ini,”
Ibunya bingung, dia sudah tahu dari Hye
Rim kalau memang Shin Young ada di apartment Minho, tapi dia mencoba berusaha
mendengarkan dari mulut anak angkatnya sendiri
“oejesbam-e
museun il-isibnikka? Apa yang terjadi tadi malam??,”
“eojesbam..Minhowa
jamjali..eomma,” kata Shin Young..perkataannya bergetar..dia ketakutan
“kamu..tidur dengan Minho?? Dengan
pacarnya Hye Rim?? Bagaimana bisa, Shin Young?? Ada apa dengan kamu?,” Ibunya
seakan tidak percaya dengan perilaku anaknya yang sedari kecil dia tahu sangat
manis dan tidak pernah aneh aneh.
“mian
haeyo, Eomma.. Mian haeyo,” Shin Young menangis menyesali dirinya
Ibunya berdiri,”kamu benar benar
mengkhianati keluarga ini.. Minho itu calon tunangan kakakmu.. kenapa kamu
sampai bisa merebut Minho dari kakakmu sendiri, hah??”
“aku minta maaf, Eomma..,” Shin Young
berlutut pada ibu tirinya itu
“harus kita bicarakan segera,” Ibunya
pergi meninggalkan kamarnya, meninggalkan Shin Young sendirian
“sudah kubilang kan, Eomma.. kalau dia itu
tidak pantas jadi anak Appa dan Eomma?? Sudah di rawat dari kecil.. masih saja
belagu.. menyusahkan... memalukan!,” Hye Rim membentak Shin Young yang berdiri
menunduk, lalu menjenggut rambutnya
Shin Young diam saja, dia tidak melawan
rambutnya di jambak berkali kali oleh kakak tirinya sampai banyak yang rontok
dan jatuh ke lantai
“Sudah.. diam, Hye Rim!,” ayahnya
membentak dan menarik tangan Hye Rim agar tidak lagi menyiksa adiknya
“aku kecewa, Appa.. ternyata dia lebih
kurang ajar dariku menjadi anak Appa! Selama ini dia dibanggakan.. tapi malah
menghancurkan masa depanku.. dasar pelacur!,”
“Hentikan, Hye Rim.. dia adikmu.. gak pantas
kamu bilang begitu padanya!,” kata Ibunya dengan nada tinggi.
“Aku harus segera bicara dengan keluarga
Lee,” kata Ji Woo
“aku sudah sakit hati, Appa.. Usir saja
Shin Young.. sama sekali aku benci dengan dia,” Hye Rim masih marah marah
“aku gak akan bisa bayangkan kalau aku
nanti menikah dengan Minho.. dia akan merebut Minho dariku,”
Shin Young masih menunduk dalam dalam, air
matanya keluar, jatuh sampai lantai
“usir saja dia, Appa.. sudah merusak masa
depanku,” perintah Hye Rim pada orangtuanya sendiri
Ayahnya berfikir.. bagaimana caranya agar
perjodohan itu tetap lancar..
Di Rumah Sakit, Minho wajahya makin
gembira saja. Dia melayani pasien yang datang ataupun melakukan operasi dengan
ceria dan bersemangat.
Makan siang dia bersiul siul.. istirahat
sore sebentar sehabis menangani rahang pasien yang bermasalah berat, dia tetap
ceria.. dunia nya penuh dengan Shin Young..
Sorenya, dia lupa kalau dia sudah janji
akan telepon Shin Young kalau ada waktu luang, dia pun tepati janjinya
“tut...tut...tut...,”
“ah.. teleponnya tidak diangkat lagi.. ada
apa lagi, Shin young?? Jangan buat aku khawatir,” gumam Minho
Dia coba menelepon berkali kali.. tidak
diangkat juga..
Shin young hanya di dalam kamar saja, dia
menyendiri.. membereskan barang-barangnya...sama sekali dia tidak menanggapi
telepon dari Minho yang terus bergetar..
“aku khawatir Shin Young kabur,” Minho
mendadak jadi panik dan dia menelepon Hyeon Jun
“kamu sudah apakan dia??,” tanya Hyeon Jun
heran
Minho pun menjelaskan apa yang telah
terjadi tadi malam.
“ah.. terburu buru sekali.. ternyata kamu
tidak jauh berbeda dengan Seung Won!,” ujar Hyeon Jun
“aku khawatir Hye Rim akan
mencelakainya..dia begitu takut dengan Hye Rim,”
“kejar terus..Minho.. takut dia bunuh diri
karena kejadian semalam,” Hyeon Jun malah jadi terkesan menakuti Minho
Minho bolak balik bingung, teleponnya
berkali kali tidak diangkat
Shin Young berjalan seperti orang
linglung, dia ternyata diam diam kabur dari rumah, entah tujuannya kemana. Dia
begitu ketakutan, gemetaran, berjalan tidak tentu rah hanya membawa tas berisi
baju yang dia anggap penting dan sedikit uang yang dia punya. Orang-orang yang
dia lewati tidak peduli padanya, menganggap dia hanya sebagai orang pendiam.
Dia juga tidak pergi ke panti tempat biasanya dia bisa senyum dan tertawa
dengan para jompo itu.
Sore itu..dia benar benar melangkah tak
tentu..
Minho gusar juga, dia pulang ke
apartmentnya dengan bingung, ada apa dengan orang yang dia cinta itu.
Berkali kali dia telepon... sampai tengah
malam tetap dia coba..
Tiba-tiba.. telepon dari Shin Young masuk,
Minho buru buru mengangkat
“Shin Young.. Imja.. kamu dimana??,” Minho panik
“Minho.. aku..tidak tahu,” suaranya Shin
Young dari jauh sangat sembab, seperti menangis
“katakan padaku.. kamu dekat tempat apa??
Aku akan segera kesana..,”
“aku tidak tahu, Minho..,” jawab Shin
Young terbata bata
Minho panik,” katakan padaku, Imja.. kamu
dimana!,”
“tutttttt,” Hp Shin Young mati mendadak
“ehhh...aku gak mau.. lepasin!!,” Shin
Young teriak teriak.. ternyata dia dikerubuti segerombolan cowok cowok pemabuk
yang kebetulan lewat di jalan yang agak sempit seperti pinggiran gang antar
rumah
Minho sibuk berkeliling keliling seputar
daerah yang dia tahu untuk mencari Shin Young
Shin Young berusaha mengambil Hp nya
kembali dari tangan seorang pemabuk yang berteriak teriak memegang pegang
badannya.. dia di keroyok oleh 5 orang
“tolong!!,” tempat itu sepi sekali karena
memang sudah lewat tengah malam
“uh!,” dia berusaha menendang cowok cowok
itu dengan tenaganya.. dengan usahanya, merebut tas nya kembali
“hahahahaha.. mau kemana sih, sayang???,”
salah seorang pemabuk itu memaksanya.
Shin Young berusaha menyelamatkan dirinya,
bajunya robek tertarik di belakang ketika dia ingin lari
“Minho.. tolong aku!,” dia menangis sambil
membawa ranselnya, berusaha lari dengan kencang walau dia kelaparan dan belum
makan malam.
Lima orang pemuda itu sempoyongan berusaha
mengejarnya juga, dua dari mereka berhasil merobek bajunya..
Shin Young berlari dengan menutup badan
atasnya yang sudah terbuka karena robek, dia menangis kencang sambil terus
berlari ketakutan
Sampai dia menoleh ke belakang, lima orang
cowok pemabuk itu hanya tertawa tawa sepertinya puas dan salahsatunya ada yang
terjatuh mabuk berat, sementara Shin Young tidak memperdulikan mereka,
ketakutan, menangis, menutup dadanya dengan rambutnya yang sudah berantakan.
“dowajuseyo!,”
dia berteriak minta tolong, tapi sepi..tak ada seorangpun, dia tetap berlari
Sampai dia hampir pingsan.. dia tetap
berlari.. nafasnya sudah sangat ngos ngosan..tenaganya habis.. dia jatuh
terduduk.
“aduh,” dia bingung ingin mengelap kakinya
yang berdarah tersandung atau menutupi dadanya yang baju atasnya terbuka
“Minho.. tolong aku, huhuhuhu,” dia
menangis tersedu sedu.
Dilihatnya, sekeliling sangat sepi.. hari
sudah semakin mendekati dini hari..
Dia kedinginan karena memang masih masuk
musim semi..angin dingin malam menusuk kulitnya sampai ke tulang
“Imja.. shin young.. kamu dimana??,” Minho
masih panik berkeliling berusaha mencari orang yang dia cinta
Shin young melihat Hp nya..low batterai..
dia menelepon untuk yang terakhir kalinya..
“Minho.. tolong aku,” katanya suaranya
lemah, menggigil, gemetar
“Imja.. dimana??,” Minho panik
Shin Young berkata lemah dimana lokasinya
berada,dia terduduk di tanah..tidak ada tempat duduk di lapangan yang sepi
itu..sama sekali tidak ada orang lewat..hanya anjing satu dua ekor yang
berkeliaran..
Dia begitu kedinginan, menggigil,
menggigit bibirnya, badannya gemetar kena angin malam yang menusuk. Dia memeluk
tas ranselnya untuk menutupi dadanya yang terbuka..dia begitu trauma, menangis
tanpa bersuara lagi..
Minho berusaha mencari tempat yang dia
tuju. Dia berhenti disebuah jalan besar, lalu menuju sebuah lapangan yang
kosong, dingin..
“Imja!,”
dia berlari menghampiri Shin Young.. dilihatnya Shin Young hanya terduduk
hampir di tengah lapangan kosong...badannya mengigil.
Minho langsung memeluknya,”kamu tidak apa,
sayang??aku cemas sekali”
“aku takut.. mereka mencoba menyakitiku,”
Shin Young menangis
Minho memegang kulit punggungnya, lalu
melihat Shin Young menutup dadanya dengan ransel bawaannya yang kecil
“kamu kenapa? Kamu tidak dicelakai orang
kan??,”
Shin Young hanya menangis tersedu sedu.
Minho melepas jaketnya, lalu memakaikan untuknya
“dingin sekali kulitmu..seperti es,” gumam
Minho
“badanku sakit, Minho,” keluh Shin Young
“kamu aman sekarang..kamu selamat, Shin
Young,” ujar Minho.
Shin Young berusaha bangun, Minho akhirnya
berinisiatif membopongnya ke dalam mobil.
Minho mendudukannya di samping nya. Shin
Young hanya diam, air matanya masih menetes walau tidak tersedu sedu lagi
Minho menggenggam tangannya sambil
menyetir,”tenang.. Imja sudah tenang sekarang..tidak usah khawatir lagi”
Minho membawanya ke apartment
“Hyeon Jun.. kamu bisa datang ke sini
tidak??,” kata Minho ditelepon pagi dini hari itu
“aduh..ini jam 3 pagi, Minho..ada apa??,”
balas Hyeon Jun
“Shin Young..dia trauma.. aku menemukannya
bajunya robek robek dan menangis terduduk..sepertinya dia kabur dari rumah,”
“besok saja.. pagi pagi aku akan kesana..
,” kata Hyeon Jun,”sekarang kamu kasih saja dia obat anti alergi supaya tidur”
Minho menurut, dia menutup komunikasinya
dengan Hyeon Jun
Dia melihat Shin Young tidur..
“kakinya luka..,” ujar Minho dan dia
membersihkan luka itu pelan pelan agar Shin Young tidak terbangun
“apa yang sudah orang orang lakukan
terhadapmu, Imja?aku cemas,” gumam Minho, dia mengelus elus rambut Shin Young
“tinggal disini saja ya??aku akan beritahu
Appa dan Eomma..sehingga mereka tidak akan curiga dengan hubungan kita,”
Minho menarik kursi dan dia tertidur duduk
sampai pagi datang kembali...
“Ji Hwan... mian haeyo..aku gak masuk hari ini...tolong gantikan,” kata Minho
pada rekan sejawatnya, Seol.
“kenapa?? Kamu tidur dengan cewek itu dan
kecapean ya?haha,” Pagi pagi Ji Hwan suka bercanda
“anieyo...bodoh..dia
trauma disakiti orang...aku harus titipkan dia ke orangtuaku dan menghiburnya
hari ini...tolong ya... gantikan aku hari ini...,” balas Minho
“jadi dia sudah satu atap denganmu??
Wah..kemajuan sekali kamu, Minho,”
“itu karena Hye Rim..kakak tirinya.. aku
temukan juga wajahnya sembab dan rambutnya kusut..entah diapakan orang
itu..atau diapakan orang orang dijalan tadi malam,”
“ya, baik.. aku gantikan kamu hari ini..
jangan lupa bawa dia ke dokter Kwan atau Hyeon Jun,”
Shin young membuka matanya.. Minho
langsung menghampirinya..
“Imja..pagi...,” senyumnya
Lama Shin Young memandang Minho dan
matanya melihat ke setiap sudut kamar
“aku..di apartment Minho??,” dia menoleh
pada Minho
Minho senyum mengangguk,”aku enggak kerja
hari ini..aku temani kamu ya..kita jalan jalan ke everland atau ke trickeye
atau ke teddy bear,”
Shin young duduk lalu mendadak memeluk
Minho,”aku takut...”
“gak usah takut..kamu aman sekarang,” Minho
mengelus elus rambutnya
“aku takut..mereka hampir mencelakaiku,”
suaranya bergetar
“siapa?? Hye Rim??,” tanya Minho
Shin Young diam saja, dia masih tidak mau
membawa nama jelek Hye Rim ke orang yang cinta dia itu
“segerombolan lelaki..tadi malam,” katanya
masih bergetar,”mereka memaksaku..aku takut”
“tidak apa..sekarang aman..aku ingin ajak
Shin Young ke rumah orangtuaku dan kita jalan jalan,” Minho masih senyum walau
tidak dilihat Shin young, terus menenangkannya, mengelus elus rambutnya
Minho melepas pelukannya,”aku senang kamu
sudah bisa bicara lagi.. sekarang bersihkan badanmu.. kita ke rumah orang
tuaku,”
Minho mengambil handuk dari lemarinya
“tidak apa kan.. memakai kaus ku?,” senyum
Minho padanya. Shin Young cuma menatapnya saja
Minho membantu menyisir rambutnya Shin
Young
“lembut sekali,” gumamnya,”eh..aku gak
boleh tergoda lagi,bahaya”
Shin Young diam saja dia rambutnya disisir
Minho, tampaknya dia memang masih bingung dengan kejadian menakutkan tadi malam
itu.
Mereka lalu pergi ke rumah orangtua Minho.
Sampai di dalam mobil pun, Shin young hanya diam saja.
“Shin young.. apa kabarmu, Nak??,” senyum
ibunya Minho, memeluknya
“aku...,” jawabnya hanya singkat saja
“Ah, Eomma.. mianhabnida, Eomma.. kita..
belum makan pagi.. boleh kan.. makan disini??,” Minho malah bergayut pada
ibunya
“oh.. anak Eomma memang manja,” Ibunya
mengelus poni nya, lalu tapi malah menggandeng Shin Young,”mari.. makan bersama
kami”
“Shin Young sedang sakit, Eomma.. jadi
makannya harus yang baik.. iya kan, Agi??,”
senyum Minho pada Shin young
“aduh... anak Eomma romantis sekali,”
ibunya malah menggoda Minho
“dimakan yang banyak ya, Shin Young.. Ibu
senang kamu bisa mampir ke sini,” kata ibunya Minho, ramah
Shin young hanya menunduk hormat, lalu
memakan sayur yang dihidangkan bersama
“Appa mu sedang ada bisnis dilain kota..
jadi baru pulang lusa,” kata ibunya lagi
Shin young makan pelan pelan.
“dia kenapa??,”
“Aku tidak tahu, Eomma... dia ku temukan
tadi malam, dini hari.. wajahnya sudah pucat..dan baju atasnya sobek semua,”
“ya ampun.. dia tidak diperkosa orang
kan??,” ibunya kaget
“semoga tidak.. aku juga tidak tahu apa
dia di usir atau tidak.. Eomma.. boleh kan Shin young disini?? Aku tidak bisa
meninggalkan dia di apartment ku,”
“Apa yang sebenarnya terjadi hubungan
antara kamu dan Hye Rim??”, tanya ibunya Minho di ruang tamu
Minho membiarkan Shin Young tidur di
kamarnya, dia bicara khusus dengan ibunya
“Hye Rim sudah tidak bisa lagi
dipertahankan, Eomma.. dia sudah menggampar Song Yi, model senior karena dekat
denganku.. dan terakhir yang paling memalukan adalah.. dia memaksaku untuk
berhubungan badan di apartment ku.. lalu.. Shin young datang.. dan dia bilang
“Eonni Hye Rim yang menyuruhku datang”,”
Ibunya kaget,”astaga.. ternyata Hye Rim
sampai seperti itu??”
“apa Eomma tidak percaya padaku? Tapi
begitulah.. jadi..aku tidak bisa mempertahankan Hye Rim.. aku menolak
bertunangan,”
“lalu.. apa kamu lupa.. Ayahmu bilang..
kamu akan berusaha melupakan Shin Young??,”
Minho menggeleng,”aku tidak lupa, Eomma...
tetapi..aku tidak bisa meninggalkannya”
“kenapa??,”
“aku..sudah tidur dengannya..,” balas
Minho dengan suara datar.
Ibunya kaget,”Minho.. kamu?”
“Iya, Eomma.. aku sangat serius
dengannya.. aku tidak ingin melepaskannya..jadi.. tolong tunangkan aku dengan
Shin Young..walau dia hanya anak tiri keluarga Min”, Minho menunduk hormat pada
ibunya
“ibu dan ayahmu tidak tahu..bagaimana
nanti perasaan keluarga Min ketika kamu malah menginginkan Shin Young menjadi
pasanganmu”
“Eomma... walau aku sudah 4 tahun berteman
dengan Hye Rim..sama sekali cinta ku bukan dia,”
“Ini akan jadi masalah baru, Minho.. “
“lalu..apa Eomma akan menolak Shin Young
tinggal disini sementara??,”
Ibunya menggeleng,”anieyo.. Eomma begitu
kasihan melihat dirinya,”
“dia rajin masak loh, Eomma.. Eomma pasti
bangga padanya,” senyum Minho, menggayut tangan ibunya
“ah.. anak nakal.. mulai lagi merayu
Eomma,” senyum Ibunya
Mendadak Hp Minho mendapatkan telepon..
dari Hye Rim
“Hye Rim, Eomma,”
“Handsfree.. Eomma ingin mendengar”,
senyum ibunya
Minho mengangguk, mengiyakan permintaan
ibunya
“Hi, Minho.. apa kamu melihat Shin
Young??”
“tidak.. memang Shin Young kemana??,”
“aku tidak tahu.. dia kabur daritadi
malam.. kami mencarinya.. dasar cewek menyusahkan,” gerutu Hye Rim
“tidak mencarinya dipanti??,” Minho masih
belum moody.. masih santai
“tidak ada,”
“kamu tidak memarahinya kan??,”
“dia adik tidak tahu diri.. kemana dia
ketika aku keluar dari apartment mu??”
“bersamaku??,” jawab Minho santai
“apa?? Jadi.. dia nekat tidur denganmu??,”
Ibunya Minho hanya mendengarkan percakapan
mereka
“pikir kamu begitu??,”
“sudah berapa kali kamu jalan bersamanya,
Minho?? Kalian sama saja”
“bukannya kalau sama itu.. bisa berjodoh
ya??,” Minho malah memanas manasi Hye Rim
“kamu ingin membatalkan pertunangan kita??
Pembatalan mu sepihak, Minho,”
“Apa pernah ada kesepakatan jelas
sebelumnya? Setahuku.. keluarga ku hanya mampir saja...belum sampai ke hal
mendetail tentang hubungan kita”
“aku yakin.. Shin Young sudah membujuk mu
supaya dia bisa tidur denganmu..kamu jahat, Minho.. kamu sama sekali tidak
menghagai ku”
“Jika kamu berpikiran begitu.. aku minta
maaf,” balas Minho,”tapi kenapa bisa.. Shin Young pergi dari rumah?? Siapa yang
memaksanya”
“cewek macam itu harus dikeluarkan dari
rumah.. anak pungut yang tidak berguna..menyusahkan dan selalu menghalangi
keinginanku,” balas Hye Rim dengan nada sedikit kasar
Ibunya Minho masih menyimak
“dan kamu.. kakak angkat yang tidak
berguna,” Minho malah ofensif
“aku sudah puas menggamparnya,” Hye Rim
emosi.
“sehingga dia merasa bersalah padamu dan
pergi??,” tanya Minho,”lalu bagaimana kalau dia disakiti orang jahat.. misalnya
diperkosa atau bahkan dibunuh??”
“sudah nasibnya... dia tidak sebaik yang
kamu bayangkan.. kamu terlalu berlebihan suka padanya, Minho,”
“tidak berlebihan dan aku memang suka, cinta
dan sayang padanya.. apa itu berlebihan? Tidak seperti kamu yang memaksa ku
melayani mu dua malam sebelumnya.. iya kan??”
“kamu jahat, Minho..”
“Kamu tidak mengerti apa artinya cinta,
Hye Rim.. kamu menggampar teman kerja ku, Eonni Song Yi.. kamu menggampar adikmu
sendiri.. apa yang menghalangi jalanmu.. kamu sakiti,”
“kenapa semua orang memanjakan Shin
Young?? Kenapa kamu juga memanjakannya dan benci padaku??”
“aku tidak benci padamu kalau kamu tidak
melukai Shin young, Hye Rim.. kamu sudah melukainya.. kamu memaksanya.. walau
dia tidak mengatakannya.. aku merasakannya”
“Aku makin benci denganmu, Minho... kamu
terlalu cinta padanya,” kata Hye Rim dengan suara dingin
“itulah kamu.. Hye Rim.. sehingga aku
tidak bisa mencintaimu,” balas Minho
“Kamu akan tetap jadi milikku, Minho...
dan aku tidak segan untuk mengusir Shin young dari hidupmu.. dia hanya adik
manja yang busuk”
Minho sama sekali tidak moody dengan
perkataan Hye Rim, dia malah senyum tapi menyindir,”dapatkan aku kalau kamu bisa,
Hye Rim..”
Bersambung ke part 8....
Cat: * Imja-darling-panggilan sayang buat pacar
cewek, kalau cowok: Namja