Starring: Lee Minho, Jung YoungHwa
“Gimana tidur malam kalian?? Nyenyak??”,
kata Kwang memulai pembicaraan pagi itu pada crew yang lain. Pagi yang cerah,
dan cocok sekali untuk memulai syuting.
Minho baru datang ke ruang makan villa itu,
dia menoleh kanan kiri, lalu bergabung dengan yang lainnya
”loh.. kemana Areum, Minho??,” tanya Mi
Young
”wah.. daritadi dia tidak ada??,” Minho
juga menoleh kanan kiri
”aku pikir kamu bersamanya sampai pagi,”
Mi Young cekikikan
”wah.. aku gak bisa romantis kalau mau
kerja, harus serius.. aku cari dia dulu,” Minho bangun lagi dan dia menuju
bungalow tempat Areum menginap
Minho mengetuk ketuk pintu Areum,”hai..
kamu sudah bangun belum??”
Tidak ada jawaban sama sekali dari dalam.
Minho mengetuk beberapa kali sampai lama
”kenapa dia??,” dia heran sekali. Lalu dia mencoba mendorong
pintu,”eh..tidak dikunci??”
Ketika dia menggeser pintu.. rasanya pintu
agak sedikit berat.. ternyata Areum tertidur di lantai.
”aduh... cewek ini.. bener bener deh..
ceroboh sekali,” lalu Minho berjongkok, menggoyangkan badan Areum
”hei.. bangun.. ini sudah pagi.. kamu gak
mau makan apa??,”
Dia lihat Areum tidur nyenyak sekali, tapi
matanya bengkak
”wah.. bahaya nih.. matanya bengkak.. apa tadi malam dia beneran
nangis??,”
Minho malah semakin berjongkok hampir
tidur, dia melihat wajah Areum yang masih tidur.
”manis deh ternyata dia..,” dia malah
mengelus elus rambut Areum pelan pelan.
”Imja..
hai sayang.. bangun dong,” Minho menggoyang lagi bahu Areum
”sepertinya dia capek banget,”
Minho lalu malah menciumnya pelan sekali,”ummm..”
lalu mengelus rambutnya Areum lagi yang panjang tergerai dilantai
”wangi sekali rambutnya.. cewek ini
aslinya manis.. tapi.. kenapa sih.. kamu gak suka rawat dirimu?? Aku saja
lelaki rajin rawat diri”
Areum baru membuka matanya, dia langsung
bangun dan kaget.. dagu Minho terbentur wajahnya
”aduh!!,” keduanya sama sama teriak
Areum sempoyongan, tapi dia coba
berdiri,”kamu ngapain barusan???!!”
Minho memegang dagunya,”aduh...berdarah
gak nih.. gusiku??,” dia malah melihat kaca dan sibuk sendiri lihat satu
persatu gigi dan gusinya bagian bawah
Areum mundur dekat pintu.
Minho menoleh,”pagi,” dan senyum
”tadi malam.. pasti nangis deh,” katanya
lagi
”gak perlu tahu,” Areum jawab judes
”kita breakfast
yuk.. makanan ku sudah ada di atas meja sana..ditunggu yang lain,” lanjut Minho
”duluan saja.. aku belum mandi,” jawab
Areum, dia lalu membuka kopernya
Minho malah memeluknya dari belakang,”aku
tunggu deh”
Areum menyikutnya, Minho kesakitan,”aduh..
kamu tega banget sih.. jahat sama pacar sendiri!!”
”aku bukan pacarmu.. jangan peluk atau cium aku sembarangan... kecuali
syuting,” dia mengambil baju dari dalam koper..
Minho mendorong nya ke kamar mandi,”cepat
sana mandi.. aku lapar”
Lalu mengunci nya dari luar
Areum teriak teriak dari dalam kamar
mandi,”hai... buka!!”
”cepat mandinya.. aku tunggu!,” jawab
Minho
Tidak ada suara lagi, hanya ada suara
air..
Minho malah membuka tas selempangnya.. ternyata isinya kosmetik pribadinya semua!
Dia lalu meletakkan diatas meja rias di
kamar bungalow itu.. lalu dia ke koper Areum dan malah memilih baju baju
”umm.. yang ini sepertinya bagus dia
pakai.. trus dikombinasikan dengan blush on warna pink baby dan eye shadow agak
ada biru langitnya.. umm.. dia pasti cantik”, Minho bergumam gumam..
”Minho..sebaiknya kamu keluar deh..aku mau
ganti baju,” teriak Areum dari dalam
”aku bawa baju mu ya?? Aku sudah pilih,”
Minho balas teriak
”apa??ih.. aku gak suka kamu atur atur
aku.. menyebalkan!,” teriak Areum lagi, masih di dalam kamar mandi
”buka pintunya.. aku gak akan lihat,”
Minho mengambil baju, lalu dia menuju pintu kamar mandi, membuka kunci kamar
mandi
”jangan melihat.. awas kalau melihat..
mati!!,” teriak Areum dari dalam
”iya.. iya.. ini. Cepat bukain pintunya,”
balas Minho
Areum membuka pintu kamar mandi pelan
pelan, dia melihat Minho tepat di depan pintu kamar mandi sambil membawa
bajunya, tapi wajahnya melihat ke belakang.
”jangan lihat.. awas kalau lihat.. kakiku melayang!,” ancam Areum
”cerewet sekali,” balas Minho, singkat.
Areum mengambil bajunya, ternyata, tanpa
Areum sadari.. kaca yang ada disamping dekat kamar mandi memantulkan dirinya
yang hanya berhanduk.
Areum main masuk kamar mandi lagi, ganti
baju.
Minho menahan nafasnya,”hufff,” dia
mengeluh, lalu memegang hidungnya
”eh.. darah??,” katanya heran,”kok bisa..
cuma lihat dia handukan saja.. sampai berdarah begini??”, dia lalu lekas
mengelap hidungnya dengan tissue basah yang dia bawa dari tasnya
Areum keluar kamar mandi, dia santai saja
meletakkan handuk di hanger depan tempat tidur, Minho menutup mulutnya lalu
menunduk, agak menjauh darinya
”kamu kenapa??,” tanya Areum
”ah.. enggak.. hanya pusing sedikit,”
balas Minho lalu dia tegakkan lagi kepalanya, dan menarik tangan Areum,”ayo
duduk.. dandan denganku!” dan senyum
”eeeh.. aku gak mau.. aku bosan pakai make
up terus.. ih,” Areum menolak duduk
”ayo duduk.. gak tebal kok.. nanti
bandingkan lagi dengan ku,” kata Minho
Dia lalu mulai mendandani Areum.
”kamu kok.. suka dandan sih??,” tanya Areum
”biar rapi.. aku enggak suka diriku
sendiri gak rapi,” balas Minho
Mereka diam diaman sampai akhirnya selesai
Minho lagi lagi meletakkan dagunya di
pundak Areum,”tuh kan.. jadi cantik”
Tapi Areum menoleh pada Minho, sehingga
wajah mereka jadi dekat.
”hidungmu.. Minho.. kenapa??,” ternyata
Minho belum bersih benar membersihkan darah yang tadi mimisan
”mimisan,” balas Minho singkat, dia
mengeluarkan tissue basahnya lagi
”sakit???,” tanya Areum, heran
”gak,” Minho memalingkan wajahnya
”kita harus cari obat... supaya tidak
berdarah lagi,” Areum malah jadi kesannya panik,”kita kan harus kerja pagi ini”
”gak.. gak usah.. nanti juga sembuh,”
balas Minho, menggerakkan tangannya
”atau..aku telepon Geum Yi saja.. minta
dia carikan obat,” kata Areum lagi
”gak usah.. nanti juga sembuh!,” bentak
Minho. Areum terdiam
”aku bilang kan aku gak mau dikasih obat..
jadi gak usah!,” lanjutnya lagi
”terserah,” balas Areum, dia mengambil tas
lalu keluar, meninggalkan Minho, menuju ruang makan
”hai.. kalian lama sekali.. makananmu jadi
dingin nih!,” teriak salah satu crew
”ah.. Mian..
pacarku ini lama sekali,” Minho cengengesan
”umm.. ngapain sih?? Mesra mesraan pagi
pagi ya??,” goda crew yang lain
”apa lagi??,” canda Minho. Dia santai
menuju mejanya yang tadi, melanjutkan sisa makannya
Areum duduk disampingnya, lalu malah
melihat Minho lagi,”dasi.. dutong
ieobsneun??yakin.. sudah tidak pusing lagi??”
”Ne..
gwaenchanh ayo... geonganghada..aku sehat,” balas Minho
jadi dingin
”wajahmu pucat,” kata Areum lagi, bicara
pelan padanya
”ibdaghchyeo..
geonganghada!,” Minho malah menaikkan intonasinya, sehingga Kwang dan yang
lain melihat mereka
”kenapa.. pagi pagi ribut?? Apa kurang
mesra mesraan tadi malam??,” canda Il Chun
”ani.. dia ribut sekali..,” balas Minho
singkat
Areum membela dirinya,”sepertinya Minho
sakit..”
Kwang kaget,”ah.. beneran?? Kenapa??”
”tadi mimisan,” jawab Areum
”I
am okay.. o.k.a.y,” balas Minho lagi dengan sedikit ngotot
”ah.. ya sudah.. itu tandanya dia merasa
baik baik saja.. lanjutkan
makan.. jam 8 kita sudah harus mulai,” kata Kwang
Jam 8 pagi..semua kumpul di bibir pantai..
disana juga sudah disediakan
mobil sedan sewaan.. untuk syuting ulang..
”ada perubahan redaksi,” kata Kwang
”apa?? Semua berubah??,” tanya Areum
Kwang mengangguk,”ini skrip yang tadi malam
dibuat oleh team Roh dari gold apple.. maaf.. aku juga baru mendapatkan pagi
ini dan semuanya kaget..ternyata scriptnya berubah.. jadi.. aku beri kesempatan
2 jam untuk kalian berfikir,”
Areum melihat Minho, dia menggaruk
kepalanya.
”aku baru disini.. aku baru.. aku harus
bisa,” Areum bergumam sendiri, menyemangati dirinya sendiri
”tugasmu mengarahkannya, Minho,” Kwang
menepuk pundak Minho dengan skrip, lalu diberikan kepadanya
”cari tempat sepi untuk belajar.. kalau
mau cepat,” lanjut Kwang lagi
”Joh-a,
Kwang ssi,” balas Minho, dia
menyetujui Kwang menyuruhnya mengarahkan Areum
”ayo..cari tempat latihan,” senyum Minho
pada Areum
”sebentar.. ini tidak ada perubahan jumlah
orang kan??,” kata Il Chun pada Min, asisten Roh
Min menggeleng..,”tidak ada.. tapi semua
skrip cerita jadi beda.. kami
minta maaf.. kami pikir, nanti kalau sama tidak menarik lagi”
Il Chun bergumam,”benar juga.. Hai semua kumpul dulu!”
Il Chun lalu mengarahkan mereka, apa yang
harus mereka lakukan.
”Kalian latihan dulu.. ini benar benar
berubah.. cepat sekali berubah.. aku minta maaf.. aku dan crew akan menyiapkan
alat.. lalu kalian latihan.. sehabis ini, 2 jam dari sekarang, di jam ke 3
kalian dandan, lalu kita mulai tepat jam 1 siang.. jadi.. full konsentrasi
menjiwai peran”
”baik.. siap!!”, teriak mereka
”semangat!!,” semua berteriak kembali
Areum
dan Minho terpisah dengan yang lain. Minho serius membaca script. Dia bergumam gumam,
lalu,”ini ada part yang kelihatannya mungkin sulit buatmu, Imja”
Areum
melotot padanya,”jangan panggil aku Imja,
huh”, judesnya keluar lagi
“memang
kamu Imja ku kok..,” kata Minho sambil masih membaca script dan bergumam gumam
Lalu,”ini
menyedihkan..masak terakhir aku harus bunuh orang sih??,” Minho
malah gak suka dengan script cerita
Areum menyindir,”bagus dong…aku bebas”
Minho lalu menegakkan
kepalanya,”oh..begitu ya??” memandang
Areum dengan tatapan aneh
Areum gak enak dipandang Minho lama-lama.
”sudah..ayo latihan,” dia berusaha
mengalihkan pandangan Minho
”ini..ada adegan tembak menembak loh..
kamu pernah pegang pistol??,” tanya Minho
”belum,” balas Areum
”ya..nanti aku ajarkan..aku sudah pernah
iklan action,” gumam Minho lagi
”jadi begini.. aku bacakan saja sciptnya
ya??,” tanya dia lagi
Areum mengangguk. Minho membacakan untuknya,”aku
dan kamu tetap naik mobil menelusuri bibir pantai Jeju ini.. lalu kemudian ketika kita sedang mesra
mesraan.. aku melihat mereka membuntuti kita.. lalu aku mengendarai dengan ngebut dan kita sampai
ditempat yang sepi, jauh dari kejaran mereka”
”lanjut kamu baca untukku,” lanjut Minho
lagi
”lalu kamu katakan kalau kamu cinta aku,”
kata Areum
Minho senyum.
”kenapa??,” tanya Areum
”ah..enggak apa.. nanti aku beneran nyatakan
ah,” Minho malah ngajak bercanda
”i
saekki ya...brengsek,” jawab Areum singkat
”lanjut dong,” goda Minho
”lalu kamu mengeluarkan sebuah cincin
indah..kamu memakaikan padaku dan kamu cium aku,” lanjut Areum
”wow..
thats gonna be nice.. hihihi,” Minho malah makin iseng
“ibdagchyeo..aku belum selesai..,” ujar
Areum
Minho diam sambil menahan tawa. Areum
melanjutkan lagi membaca scriptnya,”lalu..ada segerombolan cowok yang tiba tiba
memakai mobil dan motor datang, kemudian memaksa memisahkan aku dan kamu.. aku
melawan.. tapi kemudian kalah.. kamu pingsan diculik”
“aduh..ini
sepertinya akan jadi syuting yang memakan waktu 2-3 hari ke depan,”Minho malah jadi kurang suka
“wae??
Kamu mau pulang??,” Tanya Areum
”begitulah.. ada someone spesial yang harus merayakan ulangtahunnya,” jawab Minho
”ternyata..dia sudah punya pacar..katanya
belum..kenapa ingin aku jadi pacarnya??,” kata hatinya Areum, memandang Minho
Minho melihatnya,”kenapa melihat aku
seperti itu??ada yang salah??”
”ah..enggak,” ujar Areum, berkilah,”aku
lanjutkan”
”aku pulang dengan hati sedih.. lalu
ternyata dalam penculikan itu.. kamu disiksa dan disuruh membuka rahasia
minuman ”gold apple”, karena ternyata
kamu anak penerus usaha ini..tapi kamu terus menolak..lantas aku dipancing
keluar, supaya aku bisa menggantikanmu..”
”lalu.. aku berusaha menyelamatkan mu,
menantang para penculik dan aku bertarung lagi dengan mereka. Dan.. ketika semuanya hampir selesai..
kamu menarik pelatuk ke kepala ketua mafia itu dan.. kamu membunuh seseorang di
depanku..ternyata.. yang kamu bunuh itu adalah bagian dari hidupmu.. ayahmu
yang asli sendiri..sedang ayah angkatmu adalah pemilik gold apple itu.. lalu kamu menangis dan aku memelukmu, menyesal
karena sudah membunuh ayah sendiri”
Minho iseng lagi,”peluknya yang mesra ya, Imja.. aku ingin itu”
”brengsek.. i saekki ya.. aku
belum selesai,” kata Areum, judes.
Minho cekikikan,”lanjut”
”lalu...,” Areum malah menghentikan
kata-katanya
”lalu kenapa??,” Minho pura pura gak tahu
”baca
sendiri,” keluh dan gerutu Areum
Minho malah mendekat dan berbisik
padanya,”gentian loh.. kamu yang bakalan kiss aku duluan..berani tidak??”
Areum malah termenung, dia berfikir seribu
kali dengan adegan itu.
Minho senyum padanya,”gak berani kan?? Aku
tahu.. cinta mu dalam banget sama aku”
”aku gak cinta kamu.. habis inipun..aku
akan mundur,” balas Areum, lalu dia meninggalkan Minho, bergabung dengan Ugi
dan teman teman pemain yang lain
”ah..ini kita banyak bersamanya loh.. ayo latihan!,” senyum Areum pada mereka
”ayo..semangat.. ayo mulai! Hai Minho..ayo
cepat!!,” teriak Sam Shin, salahsatu pemain yang akan jadi penjahat.
Minho berlari kecil, bergabung dengan
mereka.
Mereka latihan pendahuluan...cukup seru
juga bagaimana Minho diarahkan untuk caranya menendang, memukul dengan
menggunakan taekwondo oleh Areum
”cara menendangnya begini..hiat!,” Areum
mempraktekkannya
Minho mencoba tapi masih salah.
”kaki mu kan panjang sekali, Minho..masak
enggak bisa??padahal taekwondoin cocok untuk yang kakinya panjang,” tanya Areum
”coba tendang aku,” uji Areum
”aku gak mau..,” balas Minho ragu
”gak apa..aku bisa tangkis tendanganmu,”
senyum Areum
Ugi senang,”wah...pacar diajarkan
pacar..seru nih!”, yang lain malah bertepuk tangan
”ayo Minho.. praktek! Tenang aja..pasti
Areum bisa jaga kamu,” kata yang lainnya
”Ayo tendang aku yang benar... jangan
takut!,” kata Areum lagi
Minho lalu menendangnya,”hiat!!”. Areum
berusaha menepisnya..tetapi kaki Minho yang panjang satu lagi malah terpeleset
saat menendang..
Areum kaget sekali, dia lalu lekas
menangkap tangan Minho dan memeluknya.. tapi karena badannya yang kecil, dia
juga ikutan terjatuh..
”bruk!,” Areum jatuh diatas Minho tapi dia
melindungi kepala cowok itu, kedua tangannya memeluk kepala Minho..
Yang lain melihat..ternyata.. Minho
bukannya kaget, malah dia sengaja mencium Areum karena jarak wajah mereka yang
menempel, sementara kedua tangan Areum memeluk kepalanya Minho, masih
melindungi kepala cowok itu
”chuuu...gomawo,
Imja!,” Minho malah kesenangan,
bukan kaget
Areum panik, kaget, dia lekas bangun dari
atas tubuh Minho.. dia buru buru mengelap bibirnya
”uh.. ,” keluhnya, dia lalu menendang
Minho tapi gak keras
Yang lain mentertawakan mereka.
”hahahaha.. beneran asli Minho romantis sekali dengan cewek
taekwondoin nya ini.. selamat ya, Areum.. ”, goda Il Chun
”ekh..,” Areum masih mengelap bibirnya
dengan ujung lengan bajunya
Minho bangun dia malah senyum senyum
serasa tanpa dosa, lalu mengelap lap bajunya yang kotor
Mereka lalu latihan sebentar..
”baru latihan saja sudah capek sekali,”
Areum mengeluh pelan
Minho malah memberikan dia minuman kaleng
melihat Areum kelihatannya capek
Areum memandangnya, tapi Minho malah balas
dengan senyum,”ayo diminum..memang gak capek??”
”cowok ini.. kadang menyebalkan.. tapi
juga perhatian.. aku harus hati hati..gak boleh jatuh cinta sama dia,” kata
Areum dalam hatinya.
Mereka duduk saling bersampingan,
menikmati minuman kaleng
”pasti..kamu kesal dengan ku,” tiba tiba
Minho berkata begitu
”kok tahu?,” balas Areum tanpa
memandangnya
Minho memandangnya dan senyum, tapi Areum
sama sekali tidak menoleh.. tetap menghadap lurus.
”aku..bagaimana ya?? Aku memang suka kamu
loh, Imja.. jangan nolak dong,”
Areum baru menoleh,”aku gak bisa gampang
suka dengan orang”
”kamu gak capek..aku cium terus??,” tanya
Minho
”nanti juga aku kabur darimu.. tenang
saja,” balas Areum lagi
”kalau aku cari kamu sampai dapat??,”
Areum menoleh lagi,”aku bukan gampangan”
”ya..baiklah.. tapi tunggu saja aku kejar
kamu habis habisan,” Minho bangun lalu jalan, bergabung dengan yang lain.
”oi.. giliran ku .. kapan di make up??,”
kata Minho, jalan dan teriak ke Dae Sung, si perias
Areum hanya memperhatikan saja Minho jalan
menuju teman temannya
”SIAP
YA... TAKE ONE.... ACTION!,”
teriakan Il Chun lantang.. pengambilan gambar pertama dimulai
Minho menyetir mobil bersama Areum
disampingnya, lalu dia memarkir di bibir pantai yang pemandangannya sungguh
indah ke laut lepas.
Di dalam mobil, dia membelai rambutnya
Areum. Walau Areum agak kaku, dia berusaha untuk tersenyum manis.
Lalu tiba-tiba.. Minho melihat dari kaca
spion ada dua mobil dan dua motor yang membuntutinya
”kita sedang dibuntuti.. berpegangan..
kencangkan seat belt,” kata Minho
Areum mengangguk. Minho melarikan mobilnya
dengan kecepatan tinggi masih terus berada di pinggiran pantai yang mulai sore
itu.
Sampai dia berhasil kabur dari kejaran
mobil dan dua motor itu, lalu dia melambatkan kecepatan mobilnya dan senyum
kepada Areum
”tidak lelah kan??,” katanya sambil
mengusap poni nya Areum dengan lembut
Areum senyum dan menggeleng,”kamu hebat,
Jin Young”. Minho sebagai Jin Young di iklan itu.
Minho lalu menghentikan mobilnya, dia
sudah melihat tidak ada lagi yang membuntuti.
”keluar yuk.. kita nikmati indahnya
laut..,” senyum Minho manis pada Areum, dia memegang tangan cewek itu. Lalu dia
dan Areum keluar dari mobil dan saling berpegangan tangan sambil tertawa dan
berlari lari di tepian pantai.. bermain main pasir yang putih berkilau
sore.
“CUT
DULU!,” teriak Il Chun, tapi dia mengangkat jempolnya
“bagus..
trus kita ke sesi selanjutnya,”
katanya lagi,”istirahat 5 menit.. make up mu sudah agak luntur, Minho.. Areum”
Dae Sung buru buru lari ke mereka dan
menambah make up lagi sedikit
Il Chun menghampiri mereka berdua,”hai.. habis ini adegan kiss.. ingat loh Areum.. kamu
gak boleh pemalu dan kaku lagi,”
Areum langsung malas mendengar hal itu,
Minho malah senyum melirik pada cewek itu
”uh.. mati aku.. Minho cari kesempatan!,”
gerutu hatinya Areum
”SIAP YA... TAKE KEDUA... ACTION!!,”
teriak Il Chun
Semua alat dan kamera disiapkan.. mereka
langsung mengelilingi Areum dan Minho yang sedang ada di pinggiran pantai.
Areum dan Minho mendekati pantai.. kaki mereka basah karena
air laut..
Areum menunduk menikmati air laut yang
membasahi kaki nya.. Minho menghampiri, lalu menarik tangannya dengan lembut..
kembali ke samping mobil..
Areum bersandar di samping mobil, dia
tersenyum pada Minho
”ingat Areum.. jangan kaku!,” teriak Il
Chun
”aku ingin kita lebih serius,” senyum
Minho manis sekali, dia membelai rambutnya Areum yang terlebih dulu di taruh di
depan.
Minho lalu mengeluarkan sebuah kotak.. dan
ternyata cincin..
”would you marry me, Areum??,” katanya
sambil tersenyum dan membuka kotak itu..
Ternyata
… dia salah sebut nama.. harusnya bukan Areum.. tapi Areum menjadi Chung Hee di
iklan itu
“CUT!!.. KAMU MAU LAMARAN, MINHO??!!!,”
teriak Il Chun
Yang
lain tertawa, termasuk pihak Gold Apple
Minho menoleh, lalu tertawa,”hahahahaha.. mian haeyo.. aku lupa!!”
”dasar..
ulangi!,” teriak Il Chun
Areum
yang menjadi Chung Hee berekspresi agak sedikit malu, lalu dia mengangguk
mengiyakan
Tapi
Minho malah berbisik hampir tidak menggerakkan mulutnya, ketika wajahnya sudah
mendekati wajah Areum,”would you marry
me, Areum??”
Areum
matanya jadi terbelalak dan wajahnya agak memerah..
Kameramen tampaknya tidak terlalu
perhatian, begitu juga dengan Il Chun.
”nah.. mulai lagi.. ini totalitas atau
pacaran??,” Il Chun malah bergosip dengan asistennya, Nam Woo ketika adegan itu
berlangsung.
Nam Woo cuma nyengir kuda,”kayaknya sih.. pacaran, Minho gak pernah se dalam ini
walau totalitas”
Lalu Minho membuka matanya dan disusul
Areum. Minho senyum padanya
Mendadak tiba-tiba segerombolan mobil dan
motor yang tadi mengejar mereka ternyata sampai.. lalu mereka berdua diserang!
”siapa kalian??!!,” teriak Minho. Dia
menggenggam tangan Areum alias Chung Hee.
”kamu tidak perlu tahu siapa kami.. ikut
kami!!,” teriak salah satunya yang ternyata Ugi, yang mencoba menarik Areum
alias Chung Hee.. Areum berusaha melepaskan tarikan Ugi.
”apa mau kalian?? Jangan sentuh pacarku!!,”
teriak Minho
Ugi dan dua orang lainnya menarik Minho
dan Areum.. memisahkan mereka berdua..
”Jin Young!! Tolong aku!!,” teriak Areum.
”Chung Hee!!!,” teriak Minho, dia juga
diseret seret beberapa orang
”Lepas... hiattt!!!!,” Areum berontak, dia
mencoba melawan.. dia mengeluarkan jurusnya.. begitu juga Minho.
Mereka sengaja berkelahi dipisahkan oleh
gerombolan itu.
Tetapi Minho kena tonjok, lalu dia
setengah pingsan langsung di bawa ke dalam mobil oleh empat orang.. sementara
Areum masih berhadapan dengan empat orang yang lain..
Para lelaki itu langsung membawa Minho dan
meninggalkan Areum
”bug!,”
perut Areum alias Chung Hee ditendang dalam adegan itu
Areum
terjatuh.. ,”JIN YOOUNGGGG!!!” dia
berteriak teriak sambil tersungkur.. sementara mereka melarikan Minho alias Jin young
“CUT!!!,”
teriak Il Chun
Areum
berdiri, dia mengelap lap bajunya yang kotor.
Sebagian bertepuk tangan,”wow.. kalian
hebat!!!,” Roh dan Min dari Gold Apple bertepuk tangan
Areum menunduk hormat,”terima kasih”
Minho datang, mereka semua berkumpul..
”istirahat.. lagipula.. habis makan malam
kita baru kumpul lagi,” kata Nam Woo
”SEMANGAT!!,” teriak mereka mengumpulkan
telapak tangan dan lalu saling teriak
Mereka istirahat sekalian makan malam,
duduk berjajar dan berhadapan
”habis ini adegannya banyak yang berat.. sepertinya rencana kita 4 hari bisa
lebih.. tapi semua sudah ditanggung manajemen Gold Apple..kita bisa sampai 1
minggu disini.. iya kan, Roh ssi??,”
kata Kwang pada manajemen
”habis ini adegan kamu diculik, Minho.. lalu kamu memberontak..kamu melawan mafia
yang ingin memaksa kamu.. sepertinya kita cut sampai situ dulu..besok kita
lanjutkan dengan Areum berusaha mencari Minho yang diculik..sampai selesai.. ”,
kata Il Chun
”kenapa harus sampai 1 minggu disini??,”
tanya Areum
”kita harus cepat, kita akan adakan
promosi tambahan untuk satu buah iklan lagi.. kalian akan foto foto di seputar ini..ini kan
sudah masuk hari kedua.. kalau besok hari ke 3 dan 4 masih syuting, lalu hari
ke 5 dan 6 pemotretan.. 7 pagi kita pulang.. pas bukan?,” jawab Il Chun lagi
”kita hanya punya 2 jam paling lama habis
ini.. jam 9 semua harus sudah
selesai.. tidak bisa lewat jam kerja,” lanjut Il Chun
Mereka lanjut lagi.. kali ini adegan Minho disekap di sebuah ruangan
”upgghtbfufiqbpf8bqj7 r8,” suara mulut
Minho yang dibungkam, lalu plester mulutnya dibuka oleh seorang penjahat
”peh! Kalian siapa??,” kata Minho
Dia lalu ditonjok lagi
”ugh!,” suara Minho ditonjok.
Lalu muncul seorang lelaki paruh
baya,”jadi kamu Kim Jin Young.. pewaris dari Gold Apple??”
”siapa kamu??,” teriak Minho yang masih
terikat dan duduk, dia berusaha berontak
”kami
hanya ingin resep rahasia minuman Gold Apple.. kamu mewarisinya bukan??
Sementara, tidak ada yang tahu kecuali Kim Hyeon..ayahmu itu”
“tidak ada yang boleh tahu.. apalagi
kalian!,” teriak Minho sambil masih berusaha berontak
Lelaki tua itu lalu memerintahkan beberapa
anak buahnya memukul Minho
Minho jatuh dengan tubuh masih terikat
kursi..
”bruk!!!,” pelan pelan dia dijatuhkan dari
kursi dalam adegan itu.. beberapa crew membantunya
Minho jatuh tersungkur dengan posisi masih
terikat..
”Appa.. mereka ingin menghancurkan rahasia
Gold Apple.. tapi..aku tidak akan memberitahu..apa yang membuat Gold Apple jadi
minuman terkenal”
Badan Minho terasa remuk.. dia masih
tersungkur terikat pada kursi dan berusaha untuk melepaskan dirinya dari
ikatan..
”CUT! SELESAI UNTUK HARI INI!!,” teriak Il
Chun
Minho langsung dibantu dilepaskan dari
ikatan yang dikursi
Dia mengelap lap badannya,”haah.. capek
juga”
Sementara crew yang lain membereskan alat
alat kerja mereka.
”ini,” Areum senyum pada Minho dan
memberikan dia minuman
”terima kasih, sayang,” senyum Minho
Areum jadi judes lagi,”aku kasih kamu
supaya kamu gak kehausan, uh”
Minho cekikikan,”tapi kan.. aku benar
benar sayang kamu loh, Imja”, dia
mulai lagi memanggil Areum dengan Imja/darling.
”masih saja bercanda,” Areum berdiri lalu
meninggalkannya, menuju bungalow tempat dia menginap
Minho mengejar nya,”jamkkanman-yo!! Hei.. wait.. Areum!!”
Areum tidak peduli..dia tetap meninggalkan
Minho
”itu berdua... pacaran terus deh.. bikin
iri,” kata Ik Soon pada Ugi.
Ugi cuma tertawa,”siapa suruh kamu tidak
bawa pacar kesini??”
Minho berhasil mengejar Areum, memegang
tangannya, tapi Areum menepisnya.
”kamu kenapa sih..enggak suka aku sama
sekali??,” kata Minho, dengan suara yang tegas dan agak berat
”aku memang tidak suka kamu.. tidak suka
ya tidak suka saja.. kamu sudah buat aku menderita,” balas Areum dengan nada
yang tinggi
”menderita?? Memang aku pukul atau celakai
kamu??,” tanya Minho,”gak usah banyak alasan.. aku cinta kamu”
Areum diam lalu memandangnya datar,”kamu
terlalu mencari alasan di pekerjaan kita”
”maksudmu??,” Minho tanya balik
”kamu sengaja mencium aku dengan alasan
cinta atau membawa ku ke perasaan dalam, walau dalam syuting,” kata Areum.
Matanya jadi sedikit berkaca-kaca
”aku memang cinta kamu,” balas Minho, dia
memegang tangan Areum
”jadi..kamu bisa rasakan juga?? Kalau aku
memang mencium mu dengan perasaan?? Bukan cuma sekedar syuting??,” lanjut Minho
lagi
Areum diam..
”kok gak jawab??,” tanya Minho
”kamu terlalu menyeretku dalam dalam,”
mata Areum berkaca kaca, dia mau menangis.
Minho langsung memeluknya, meletakkan
wajah Areum di dadanya,”aku cinta kamu.. salanghae..itu
sebabnya aku enggak asal bermain syuting juga dengan mu..susah sekali dekat
denganmu..”
Areum menangis di dada Minho,”aku tidak
suka kamu terlalu jahil padaku..aku tidak tahan kamu membully ku ”
”tapi..kamu cinta aku kan??,” tanya Minho,
dia masih memeluk Areum dan mengelus rambutnya yang panjang sepinggang
Areum lama terdiam.. akhirnya.. dia
mengangguk juga
”besok..kita ke pantai yuk??,” pinta Minho
Areum mengangguk, masih dalam pelukan
Minho.
Minho melepas pelukannya.. angin semakin
dingin dan debur ombak terdengar kencang..
”pejamkan matamu dong..,” senyum Minho
Areum memejamkan matanya, bersandar pada
pintu, Minho menciumnya dengan lembut, juga memejamkan matanya...
Lalu mereka saling membuka mata..Minho
senyum manis sekali untuknya
”eh..wajahmu memerah.. tapi aku happy kamu
terima cintaku, Areum jelek,”
”dan.. kamu.. harus dandan untukku ya??aku
suka kalau kamu cantik,” katanya lagi
Areum masih malu, tapi dia mengangguk.
”aku takut gelap..jadi.. kalau gelap..tolong lindungi aku ya??hehe,”
Minho cengengesan
Areum kaget,”apa?kamu takut gelap??,” dia
menggaruk kepalanya, bingung.. kok ada cowok tinggi punya phobia gelap
Minho mengeluarkan benda kecil dari
kantungnya,”ini..”, ternyata senter.,”aku takut gelap.. seperti waktu pertama
kita ketemu”
Areum menggaruk kepalanya. Minho makin mengacak acak rambutnya…
Areum
menunduk membiarkan Minho mengacak acak
rambutnya..dia tersenyum sambil menunduk pada Minho ..
“hai..,” kata Minho
Areum menengadahkan kepalanya,”ya??”
”chu,” Minho iseng, menciumnya dengan
cepat, lalu dia cengengesan lagi,”annyeonghi..good
night.. mimpi indah tentangku ya??”
Wajah Areum memerah, malu..
Minho beranjak pergi dari teras bungalow
tempat Areum bermalam, dia melambaikan tangannya dan senyum pada Areum. Areum
membalas lambaiannya dengan senyum.
Areum masuk kamarnya, dia berdiri di
belakang pintu..
”aku menerima Minho jadi pacarku?? Ah...,”
dia termenung sambil berdiri.. dia senyum sendiri, lalu menjatuhkan dirinya di
tempat tidur
”apa yang Eomma katakan benar.. akhirnya..
aku dan Minho pacaran juga,” katanya, termenung diatas tempat tidur..
Bersambung ke part 11...