Starring: Lee Minho, Jung YoungHwa
“kita kembali lagi ke rumah besok,” kata
Shin ayahnya Areum. Mereka semua sedang kumpul untuk makan pagi.
“Appa..apakah kerjanya sudah selesai??,”
tanya Jun Woo
“Appa minta maaf gak bisa ajak kamu jalan
jalan...tapi..apa kamu sudah jalan jalan selama 4 hari ini di Seoul??,” tanya
Shin ramah pada anak bungsunya itu
“hanya sebentar, Appa.. aku minta maaf..
belum ajak Jun Woo sampai keliling kota...sebab..aku belum tahu banyak tentang
Seoul,” jawab Areum. Mereka sedang duduk dipagi hari sebelum Shin kembali hadir
di seminar pertanian.
“kamu belum tahu, sayang.. kalau anak mu
ini jadi model iklan??,” kata Cho bangga
Shin kaget,”oh..beneran??kapan??Appa sama
sekali tidak tahu..surprise buat Appa
kah??”
“dia main iklan minuman isotonik bersama
pacarnya,” balas Cho
“wah.. ini berita bagus! Mana pacarmu??kok
Appa tidak dikenalkan??,”
“aa..lagi lagi,” Areum langsung malas
kasih tahunya
“mereka baru pacaran, Sayang...wajar saja
masih kaku dan Areum masih galak,” balas Cho
“Eomma tidak sadar juga..aku sudah bilang
berkali kali kalau dia bukan pacarku..kejadiannya tidak menyenangkan, Appa..
Eomma,”
“memang kenapa??,” tanya Shin
“Mulanya dari kejadian kemarin mati lampu,
Appa.. Jun Woo menghilang, lalu aku mencarinya,”
“ya..aku mengerti.. waktu setengah kota
Seoul mati lampu kan??,” tanya Ayahnya
Areum mengangguk,”lalu.. aku mencari di
ruangan yang lain..gelap sekali, Appa.. aku tersandung kaki nya yang panjang
itu..dan... dia mencium aku”
“ah...romantis sekali!,” kata ayahnya,
malah jadi lebay
“tuh kan.. benar kan.. Appa.. kalau Oppa
itu namjachingu nya Eonni Areum??,”
Jun Woo jadi ikutan menggosip
“kamu masih kecil, Jun Woo.. tidak boleh
kamu pikir seperti ini,” kata Ayahnya pada anak lelakinya itu
“lalu...lalu.. kalian pacaran begitu??,”
mata ayahnya berbinar biar
“aduh... Appa ini..sama saja dengan Eomma
dan Jun Woo deh..aku gak pacaran sama si Minho itu!,” Areum langsung mangkel
dengan ekspresi ayahnya yang berbinar binar
“Bohong.. dia itu pacaran, Nampyeon.. kemarin saja.. Minho itu
mesra sekali dengan Areum..apalagi di iklan itu.. aduh.. pokoknya kalau dia
bisa jadi suaminya Areum.. kita pasti bangga, Nampyeon!,” Cho ngarep banget.
“Eomma ini terlalu lebay deh,” keluh Areum
“Tapi memang sepertinya Oppa itu suka
sekali dengan Eonni Areum, Appa,” Jun Woo lagi lagi ikutan nimbrung
“ibdagchyeo...sok
tahu sekali kamu, Jun Woo,” balas Areum ketus
“Ah.. enggak boleh begitu.. kapan kapan
kenalkan pada Appa..,”
“tapi.. apa sehabis kita pulang besok..
dia masih bisa pacaran sama kamu? Dia orang mana.. orang kampung kita atau
Seoul??,” lanjut ayahnya lagi
“aku tidak tahu,” balas Areum singkat
“Mueos??
Kok bisa??,” tanya ayahnya
“Ah.. pasti hanya pura pura saja, hehehe,”
lanjut ayahnya lagi
“sudah lah.. sudah.. kita harusnya gak
ikut campur urusan percintaan mereka, Anae,”
katanya lagi pada isterinya, Ny Cho
“kalau Nampyeon
melihat Minho itu.. pasti bangga,” puji Ny Cho
“uh Eomma.. selalu saja..,” keluh Areum
Hari terus berlalu, esoknya keluarga Shin
kembali pulang ke kampung halaman mereka.
Minho masuk ke sebuah ruangan, dia bertemu
seseorang lalu menunduk hormat
“annyeong
haseyo, Kwang ssi,” katanya pada
manager talenta
“annyeong
haseyo.. anj-eu sigess-eoyo...please sit down,” kata Kwang Min Joon
“gomabseubnida..
jaljinaess eoyo??,” balas Minho
“banyak sekali kemajuan.. hubungannya sama
iklan “gold apple”.. sangat heboh sekali,” kata Kwang, wajahnya cerah
“ya.. aku sempat tahu.. apa ada promo tour
iklan??,”
Kwang mengangguk,”ya.. kami sudah hubungi
pacarmu itu.. memang tidak dikasih tahu??”
Ternyata semua orang yang ada di manajemen
model, iklan dan talenta itu hanya tahu Minho dan Areum berpacaran
“ah.. enggak tahu.. aku benar benar tidak
diberitahu,” jawab Minho, ngeles.
“wah.. aku bakalan jalan tour sama dia
lagi.. cewek itu lagi.. buat kepala ku pusing kalau ada dia, kata katanya kasar
sekali..,” gerutunya dalam hati, sepertinya mood
nya sedang enggak enak buat jahil.
“ini sudah sebulan dari iklan berlangsung
dan produk isotonik “gold apple” sekarang penjualannya meningkat.. jadi wajar
kalian dijadikan ambassador dan
perusahaan minta kalian berkeliling korea dan mungkin beberapa negara selama
promosi berlangsung,”
Minho pura pura senang,”wah.. kesempatan
besar sekali, Gomabseubnida, Kwang-ssi”, katanya basa basi
“aneh sekali kalau pacarmu sama sekali
tidak memberitahukan pada mu... apa kalian putus??,”
Minho mengelak dengan menggerakkan
tangannya,”ani.. anieyo.. hanya.. dia
itu tipe cewek sibuk.. dan pacarnya sendiri pun.. kalau dia sedang sibuk
begitu.. tidak suka menganggunya,”
“wah.. pacaran yang aneh..apa karena
kalian beda kota?? Makanya kesannya seperti bukan pacaran??,” pikir Kwang,”tapi
baiklah, Minho.. besok kita buat kesepakatan dengan mereka lagi.. mereka ada
penambahan kontrak promosi ini.. jadi.. besok kamu dan pacarmu akan kesini”
“Shin agassi...saya
Geum Yi, perwakilan dari Kwang Min Joon, Live star management..”, ternyata
Areum di telepon salahsatu staff manajemen
“aah.. iya.. saya Shin Areum.. ada apa??,”
tanya Areum agak gugup, dia sedang bekerja menghitung pengeluaran dari
penjualan permen susu sapi peternakan ayahnya
“kami ingin beritahukan.. bahwa dua hari
lagi Anda dan Minho Lee harus ada di kantor kami untuk kesepatakan tambahan
promosi iklan “gold apple” itu.. minuman isotonik yang kalian bintangi,”
Areum agak kaget,”Oh.. lalu.. akan
bagaimana??”
“nanti saja di bahas dikantor ini.. tuan
Kwang dan pihak Gold apple akan bertemu kalian berdua,”
Areum agak ragu.. lagi lagi dia akan
berurusan dengan cowok yang ngerjain dia berkali-kali.
“kalian akan jadi ambassador produk
itu..jadi, memang akan dilanjutkan tambahan kontrak,” kata Geum Yi lagi
“ah..iya, baik.. jam berapa aku harus
temui kalian??,”
“jam 9 pagi.. semuanya akan kumpul jam 9
pagi,”
“baik.. tolong beri alamatnya..aku akan
datang,”
“loh.. apa Minho tidak kasih tahu? Kalian
pacaran kan??,” Geum Yi bingung
“arghhh... cowok cantik itu.. berulah lagi
pastinya!,” gerutu Areum dalam hatinya
Tapi dia tetap ramah dengan Geum Yi,”ya,
baik.. lusa aku akan kesana.. terima kasih informasinya”
Areum galau lagi.. adiknya lihat
lagi,”Eonni.. ada apa??”
“ah.. kamu.. sok tahu,” dia langsung
ngambek dan mengurung diri dikamar.
“Areum...kamu kenapa lagi??,” kata Ayahnya
mengetuk pintu kamarnya
“dua hari lagi aku harus pergi ke Seoul...
ternyata Live star malah memperpanjang kontrak dan aku harus jadi ambassador
mereka,” kata Areum menjelaskan pada ayahnya
Mata ayahnya berbinar mengetahui anaknya
akan sukses.. malah dia memanggil isterinya,”Oi... Nyoobo.. kesini! Ada berita baik dari anak kita!,”
Dia malah keluar kamar anaknya lalu teriak
teriak ke pabrik kecil pembuatan permen susu dan produk susu milik mereka
disebelah rumah
“ayo kemari.. ke kamar anak kita.. dia
akan jadi artis sukses!,” kata Shin bersemangat menarik narik tangan isterinya
masuk kamar anak perempuannya itu
“apa?? Beneran, Nampyeon??,” tentu saja
ibunya senang sekali
“IYA!!,” teriak ayahnya.. mereka lalu ke
ruangan Areum
“aduh.. bagaimana sih, Appa dan Eomma
ini?? Aku pikir mereka tidak akan dukung, huh!,” Areum mengeluh lagi
“Jadi.. kamu besok harus ke Seoul lagi??
Waaahh... anak Eomma memang beruntung sekali!!,” Cho malah kegirangan, loncat
loncat memeluk anaknya
Shin juga ikutan memeluk anak perempuan
kesayangannya itu
“aduh... Appa dan Eomma ini bagaimana
sih?? Aku kan enggak mau lagi berurusan dengan si Minho itu!,” Areum malah
kesal dengan kedua orangtuanya, lalu cemberut
“Aigoo...
kamu tidak boleh begitu, sayang... dia itu kan pacarmu yang manis sekali,”
bujuk ibunya
“apanya yang manis.. aku bukan pacarnya,
Eomma..,” keluhnya lagi
“memang dia tidak pernah menghubungi kamu
sebulan ini??,”
Areum menggeleng,”Ani... jadi.. benar kan.. dia bukan pacarku?? Eomma saja yang
terlalu Ge Er,” dia cemberut pada
kedua orangtuanya lagi
“iya deh.. Eomma minta maaf.. tapi..
kenapa Minho mesra banget sama kamu??,”
“cowok macam itu bisa mesra sama siapa
aja.. Appa dan Eomma juga Jun Woo tertipu banget!,” nada Areum masih kesal
dengan kedua orangtuanya itu
“tapi.. kamu tetap harus pergi ke Seoul
lagi... kan kamu tidak bisa begitu saja, kamu sudah tandatangan kontrak dan
termasuk jadi ambassador itu,” kata ayahnya
“Ya... Appa.. tapi kalau nanti aku disuruh
dekat dekat dengan cowok cantik itu.. aku bakalan malas...aku batalkan saja
kontraknya!,” Areum benar benar gerah banget dengan tingkah cowok itu yang
sudah habis-habisan ngerjain dia sampai dia menangis.
“Ahh... lama lama nanti.. Eomma
yakin...ada kisah cinta diantara kalian,” ibunya jadi lebay lagi
Areum melihat ibunya sendiri dengan
pandangan aneh,”Hieehhh... enggak ya, Eomma... aku enggak suka cowok macam
itu.. sibuk sendiri dengan wajahnya.. make up harus begini..harus
begitu...menjijikkan”
“tidak boleh begitu.. bagaimanapun.. pasti
nanti kamu akan jadi teman ambassadornya juga.. iya kan, Anae??,” kata ayahnya Areum
Cho mengangguk,”dan aku percaya... kalian
pasti akan jatuh cinta”
“ekh,” jawab Areum ketus kepada
orangtuanya
Shin ayahnya malah tertawa,“Hahahaha...
anak kita ini judes tapi cengeng... pasti dia kalah dengan Minho itu kan, Anae??,”
Cho malah tertawa dan mengangguk,”Iya..
dan Minho itu memang anak manis dan sexy, Nampyeon,
hahaha”
“dua dua nya sama saja,”keluh Areum,
menunduk lemas. Dia merasa, kedua orangtuanya tidak lebih dewasa darinya
“SEMANGAT.. SEMANGAT.. HWAITING!,” kedua
orangtuanya menyemangati.
Areum malah menunduk lesu.. dia sudah
terbayang kalau Minho akan ngerjain dia nanti..apalagi dia akan pergi sendiri
dan gak ada orangtuanya
“uh.. kenapa sih, Tuhan?? Kenapa harus
ketemu lagi dengan cowok macam itu???,” keluh Areum berkali kali malam itu
Lusa... dia kembali ke Seoul.. dan
langsung ke Live Star Management..
Dia memakai potongan sederhana ¾ dengan
lengan ½.. berwarna khaki..
“Areum kan??,” kata Kwang berdiri di
depannya
Areum berdiri dan menunduk hormat,”Ye.. jeoneun Shin Areum eyo,” katanya ramah
pada Kwang, sang manager
“di dalam sudah ada Minho.. ayo masuk,”
senyum ramah Kwang, mempersilahkan
Areum langsung pucat sendiri,”aduh..
uh..,” keluhnya dalam hati, pikirannya langsung melayang kemana-mana.. dia
membayangkan Minho akan ngerjain dia lagi
kalau ketemu nanti.
Dia masuk ruangan Kwang. Disana sudah
menunggu juga pihak manajemen Gold Apple...dan.. Minho duduk di kursi yang
sebelahnya kosong.. otomatis untuknya!
Areum sudah deg degan sendiri.. dia
berfikir macam macam lagi
“ini Shin Areum.. pemain cewek.. ,” kata
Kwang memperkenalkan dia pada manajemen Gold Apple
Areum menunduk hormat,”mannaseo bangabhabnida..”
“wah.. kamu tahu, Shin agassi.. saya kagum dengan caramu
menendang.. hebat sekali.. hahaha,” Managemen Gold Apple, Roh langsung memuji
Areum,”padahal kamu tidak tinggi ya, Nona?? Tapi hebat sekali.. ingin rasanya
saya melihat langsung cara anda menendang cowok cowok di iklan itu hahaha”
“dia bisa bela diri, Roh ssi,” kata Kwang,”jadi.. jangan main
main dengan dia, hahaha”
Semua tertawa, termasuk Minho.
“hampir saja cewek ini sebulan yang lalu
mencelakai tangan dan thingy ku,”
katanya dalam hati. Dia ingat kejadian kalau hampir saja aset hidupnya bisa
hilang kalau habis ditendang gak berbekas.
“hebat..hebat.. jadi perempuan memang
sebaiknya begitu,” puji Roh pada Areum
“ah...saya masih tidak seberapa, Roh ssi,” Areum merendah
“mari silahkan duduk.. kita bahas
semuanya,” kata Kwang
“Jadi.. nanti Minho dan Areum akan
berkeliling beberapa kota di Korea ini,” kata Roh,”sementara kami senang sekali
penjualan semakin meningkat.. jadi moment ini penting untuk promosi”
“selama berapa lama promosi berjalan??,”
tanya Areum, dia berpikir tentang usaha ayahnya, karena dia yang bagian
manajemen keuangan
“kami sudah merencanakan... akan
berlangsung bisa sampai 6 bulan.. kami sudah membuat agendanya.. ini, silahkan
Nona Areum membacanya”, kata Min, asisten dari Roh
“aduh... mampus deh.. 6 bulan bersama
cowok ini,” keluh hatinya Areum
“apa harus pergi setiap minggu selama 6
bulan ini??,” Areum sudah langsung bertanya macam macam
“bisa dilihat dalam kontrak itu..
kemungkinan memang setiap minggu.. jadi lebih baik Nona Areum segera mencari
apartment yang memang dekat dengan daerah ini,” kata Kwang
“aduh.. bagaimana ini??,” Areum jadi panik
sendiri, dia hanya ingat bagaimana harus mengatu manajemen keuangan usaha
ayahnya, walau ayahnya bilang “semangat.. jangan terlalu pikirkan usaha
disini.. kamu pasti bisa!”
“apa..ada yang memberatkan dari masalah
tempat tinggal?? Geum Yi bisa membantu,” kata Kwang lagi
“bukannya.. Minho dan Areum ini pacaran??
Kenapa tidak mencari apartment yang saling dekat?? Biar lebih mudah juga saling
berhubungan...atau..tidak masalah kan.. satu apartment??,” lanjut Kwang lagi
Areum langsung melihat Minho dengan
tatapan sedikit nyinyir agar tidak terlalu kentara bencinya dia terhadap cowok
itu dihadapan orang banyak, tapi Minho malah senyum manis padanya
“ekh, harus sama cowok ini?? Lebih baik
bunuh diri deh!,” katanya dalam hati
“hai Minho... kamu belum sebarkan berita
kalau kamu selama satu bulan ini pacaran dengan dia ya?? Fans mu bisa gelagapan
nanti,” kata Geum Yi
Minho cuma senyum,”ah.. masih rahasia..
nanti saja kalau perjalanan ambassador ini dimulai,”. Sandiwaranya kumat lagi.
“ekh.. siapa juga yang mau sama kamu,”
keluh hatinya Areum sambil menoleh lagi pada Minho
Lagi lagi Minho malah senyum manis banget
ke Areum
“Minho ini sebenarnya mesra banget dengan
Areum.. hehe,” canda Geum Yi
“saya akan coba bantu carikan.. dalam
waktu minggu ini semua akan dimulai..harus cepat sekali.. dan.. di acara
perkenalan produk ini.. nanti Nona Areum akan mempraktekkan bela diri anda
loh,” kata Kwang
“ah.. dengan senang hati.. termasuk kalau
Minho tidak bisa baik denganku.. akan aku tendang,” Areum malah bercanda kaku
Semuanya malah tertawa,”wah.. Minho harus
hati hati punya pacar seperti Shin Areum ini,” kata Roh
“cewek ini.. awas saja,” kata hatinya
Minho
“mana mungkin pacar ditendang..kalau
dicium.. itu pasti,” balas Minho, santai.
Semuanya jadi tertawa,”iya.. pacar itu
dicium, Nona Shin.. bukan di tendang, hehe,” kata Roh
“cowok ini memang menyebalkan.. bisa saja
menimpali apapun, menyebalkan Lee Minho ini,” Areum melihatnya sekilas
Minho malah memegang tangannya di depan
mereka, diletakkan diatas meja,”ada adegan ini gak, nanti.. kalau kami jadi
ambassador, Roh ssi??”
Areum menarik sedikit tangan kanannya,
tapi Minho mengeratkan genggamannya.
“nah.. sepertinya ada.. kalian harus
selalu berpegangan tangan dalam acara nanti,” Roh tertipu dengan sikap Minho
yang sedang manipulatif itu
“kalian akan jadi pasangan mesra sekali..
,” kata Kwang. Sepertinya memang semua tertipu dengan Minho
“oh..pasti..satu bulan aku enggak ketemu
cewekku.. pastinya kangen berat,” senyum Minho pada Areum
“ih.. menjijikkan.. ih,” Areum berusaha
ingin melepaskan genggaman tangan Minho, tapi malah lebih erat lagi Minho
menggenggamnya
“rasakan,” kata Minho, dia senyum licik
pada Areum
Mereka lalu membicarakan kontrak yang
lumayan besar dan memang sampai 1 tahun berjalan. Areum tidak banyak bicara,
tapi dia sepertinya menyesal dengan kejadian ini.. yang awalnya sama sekali tidak
dia sangka bisa sampai panjang sekali urusannya.
Selesai semua pembicaraan.. dia malah
keluar kantor itu dengan wajah murung, lalu menelepon temannya, Myuk Byul
Myuk Byul senang sekali dengan berita itu,
tapi Areum malah mengeluh,”aku malam ini harus menginap di rumahmu, Byul, aku
tidak tahu harus kemana ke Seoul ini”
“menginap saja di apartmentku,” jawab
Minho,iseng.. dia sudah berdiri di samping Areum yang sedang menelepon Myuk
Byul. Dia langsung menjauh dari Minho. Minho menarik tangannya,“eh.. jangan
jauh jauh dariku.. itu kata Kwang ssi,”
“ih.. lepasin,” Areum mencoba melepaskan
genggaman tangan Minho
“hei, Areum.. kamu kenapa disana??,”
teriak Byul
“enggak apa.. aku harus ke rumahmu sekarang ya? Tunggu aku!,” dia langsung
menutup teleponnya dan melangkah pergi
“hei.. tunggu dulu.. kamu gak percaya
banget sih.. kalau aku harus jaga kamu!,” teriak Minho, mengejar Areum yang
sudah terburu buru jalan
“bukan urusanmu!!,” balas Areum lagi
dengan teriakan, dia lalu menyetop taksi dan pergi meninggalkan Minho
“cewek menyebalkan, huh!,” teriak Minho
Areum melihat Minho yang sedang menggerutu
dari dalam taksi,”enak saja.. kamu pikir aku bisa kamu tipu..orang lain
bisa..aku tidak.. dasar.. uh..nyesel banget kenapa bisa ketemu cowok macam
itu!”
Dia terus menuju rumah Myuk Byul..
Tak berapa lama, Geum Yi menelepon Areum
lagi,”Hallo Shin agassi.. apa kamu
dan Minho sudah mendapatkan apartment??,”
Areum heran,”apa??aku sedang menuju rumah
temanku”
“aigooo...
kami meminta tolong Minho supaya kamu tinggal di apartmentnya.. sementara dia
tinggal di rumahnya.. “, kata Geum,”apa Minho tidak katakan padamu??besok aku
baru akan mencarikanmu pergi sewa apartment baru.. ini aku sedang mencarikan”
Areum menepuk dahinya,”aduh.. aku tidak
bisa begitu, Geum ssi”
“Minho akan tinggal di rumahnya..gak jauh
dari situ..ayolah, Areum.. ini untuk pekerjaan,” bujuk Geum
Areum menggaruk garuk kepalanya, dia
kepusingan sendiri
“bagaimana?? Ayo dong,” bujuk
Geum,”telepon Minho ya.. bilang kalau kamu tinggal disana sementara”
Areum diam saja..lalu,”aku tidak punya no
mobile nya”
Geum kaget,”Apa??bukannya kalian pacaran
ya??aaahh..pantas saja tadi Minho senang sekali..ternyata kalian memang benar
benar tipe pacaran yang aneh..masak sesama pacar tidak punya nomor telepon
pasangannya..pantas saja Minho kangen
banget sama kamu,”
“cowok itu memang menyebalkan.. kenapa sih
semua orang percaya dia?? Huh!,” gerutu Areum dalam hatinya
“berikan saja no nya..aku akan hubungi
dia,” kata Areum
“ya, baik..segera hubungi..aku dan yang
lain akan mencarikan kamu apartment sewa,” balas Geum, lalu dia menutup
teleponnya setelah memberikan no mobile phone nya Minho pada Areum
Dengan ragu Areum memencet no mobile Minho
dan meneleponnya
“Hallo??,” kata Minho disana,”dengan siapa
ini??”
Areum diam sejenak.. lalu,”Shin Areum”,
katanya singkat
Minho ternyata sedang bersama
teman-temannya, mood isengnya kumat lagi.
“oh..ada apa, sayang?? Jadi kan..tinggal
di apartment ku??,”
Teman temannya yang sedang kumpul bersamanya
jadi tertawa tawa, Areum sangat benci mendengarnya dari kejauhan.
“ekh.. apa kamu perlu aku bunuh, Minho??
Kalau bukan karena permintaan Kwang-ssi..pasti
aku sama sekali gak mau tinggal ditempatmu!,” katanya, membentak pada Minho
“ya, sayang..sebentar ya..kamu ada dimana?
Biar aku jemput saja ya??,” Minho malah makin iseng
“habis ini.. aku cincang kulitmu biar kamu
gak macam macam lagi denganku.. aku ada di depan toko retail dekat dengan Zero Nine
cafe”, balas Areum
“ya.. baiklah.. dekat dari tempat ku..
tunggu ya..aku pamit dulu dengan teman-teman..tunggu aku disana ya, sayang,”
balas Minho, lalu dia tutup teleponnya
“aku jemput cewekku dulu ya.. besok kita
ngobrol lagi..soalnya aku bakalan sibuk banget sepertinya sampai 6 bulan ke
depan..fyuh,” katanya pada teman temannya
“romantis sekali Minho..sana bersenang
senang dengan pacarmu itu, hahaha,” tawa teman temannya, lantas dia pun pamit
pergi
“Aku disuruh menginap malam ini,” kata
Arem judes, mereka bertemu tepat di depan Zero Nine cafe
Minho cuek, dia membantu Areum mengangkat
tas kopernya,”masuk,” katanya singkat, menyuruh Areum masuk ke mobilnya
Dengan bete
berat, Areum menuruti saja, tidak ada percakapan sepatah kata pun di dalam
mobil itu.
“ayo masuk..aku gak akan perkosa kamu
kok,” kata Minho ketika mereka ada di dalam apartment dua kamar itu
Areum melihat lihat sudut ruangan,”ish..
benar benar cowok sok rapi sekali..semuanya serba tertata rapi,” katanya dalam
hati
“sehabis kamu taruh bajumu itu.. aku
pergi,” kata Minho
“pakai kamarku.. ,” dia membuka kamarnya
“kamar sebelah??,” tanya Areum
“tempat kerjaku..aku gak mau ada siapapun
masuk kamar itu,” balas Minho, datar
“kamu taruh saja kopermu dikamar ku..
tidur saja disini,” lanjutnya lagi
“kamarnya rapi sekali,” kata hatinya Areum
ketika mereka masuk kamar itu
“wah..harus keluar segera,”keluh hatinya
Minho, entah kenapa, dia malah jadi deg degan ketika masuk kamarnya sendiri
“sudah ya..aku tinggal.. ini kuncinya,”
kata Minho, dia memberikan 1 set kunci seluruh ruangan.
“kalau kamu mau makan..semua ada di dalam
kulkas,”
“besok aku kesini lagi.. jam 8, kamu sudah
harus siap,” katanya lagi
Areum mengangguk.. Minho lalu jalan keluar
ruangan apartment itu
“Minho.. terima kasih ya,” kata Areum
sebelum Minho keluar dari pintu apartmentnya sendiri
Minho cuma diam, lalu dia pamit,”aku
pergi”
“ternyata dia baik juga..,” kata hatinya
Areum..
Minho jalan ke dalam lift sambil meniup
niup mulutnya sendiri...,”gawat..gawat.. gawat”, katanya dalam hati.. lalu
keluar dengan mobilnya, pergi ke rumah orangtuanya..
Bersambung ke part 8...