This is me....

Minggu, Mei 11, 2014

Cinta Dokter Cute (Part 4: My Desire To Park Shin Young)

Lee Minho sebagai dokter Minho    Kazuki Kitamura sebagai dokter Choi Hyeon Jun           Gackt sebagai dokter Roh Seung Won

Minho asli bete dengan kejadian hari itu. Dia memang tidak langsung cerita dengan kedua orangtuanya, tetapi ibunya menangkap juga ekspresi itu ketika pulang.
“Kamu kelihatannya kurang suka dengan acara tadi,” kata ibunya di ruang keluarga
Ne, eomma.. aku tidak suka Hye Rim.. karena aku setiap hari pun bisa dengannya dan selalu saja teman untuk promo produk sama dia,” balas Minho
“jadi.. kamu mau membatalkan acara perjodohan nanti??,”
Minho berdiri dan menunduk hormat,”rasanya Hye Rim tidak pantas masuk ke keluarga ini, Eomma.. aku memang cowok yang mungkin terlihat glamour, tapi aku mencontoh Appa untuk mencari pasangan hidup.. Eomma sendiri begitu bagus mengurus dan merawat keluarga, menurutku Eomma sederhana, jadi.. kalau aku menikah dengan perempuan seperti Hye Rim.. aku pikir.. rumahtanggaku bisa kiamat,”
“kenapa kamu pikir begitu?? Kan kamu hanya tahu dia saat kerja saja??”
“Eomma.. aku terbiasa berteman dengannya.. bahkan clubbing pun sama dia, huff,” Minho kumat lagi cemberutnya
Ibunya senyum saja, dia tahu memang anaknya tipe manja dan lengket dengan nya daripada dengan ayahnya.
“jadi.. inginnya mencari yang seperti Eomma begitu??,” senyum ibunya pada Minho
Minho mengangguk berbinar,”iya..dan aku sudah melirik seorang cewek”
“wow.. eomma surprised.. siapa??,”ibunya penasaran
“Park Shin Young,” jawab Minho senang
“Park Shin Young.. siapa?? Apa kami kenal perempuan itu??,”tanya ibunya lagi
“Park Shin Young itu anak adopsi tuan Min,” jawab Minho santai
Ibunya kaget,”apa?? Enggak salah kamu mau dijodohkan malah dengan dia?? Nanti Tuan Min bisa menganggap kita tidak menghormati Hye Rim”
“cinta tidak bisa dipaksa, Eomma.. Hye Rim bukan tipe ku.. apa Eomma mau.. punya menantu yang dengan cueknya clubbing sampai pagi, mabuk, dance on the floor sama cowok entah siapa saja, merokok, minum, bahkan aku beberapa kali dicium didepan orang orang tanpa ragu.. padahal aku bukan pacarnya,” keluh Minho
“sampai seperti itu Hye Rim??,” ibunya kaget
“Eomma percaya aku kan?? Seperti itulah Hye Rim.. apa eomma mau punya menantu seperti itu??,”

“tentu saja Eomma akan pikirkan kembali jika memang itu benar.. eomma ingin anak lelaki eomma bahagia hidup dengan keluarganya,”
Minho senyum, dia malah mendekat disamping ibunya dan merangkul nya, sangat manja,”begitu dong, eomma.. jadi.. jangan jodohkan aku dengan Hye Rim itu ya?? Aku mau pendekatan sama Shin Young”
Ibunya mengusap usap rambut Minho,”sudah besar tapi masih manja dengan Eomma..”
“lelaki itu kan manja, eomma.. apa Appa juga enggak manja??,” Minho malah bersandar pada ibunya
“iya.. manja juga,” senyum Ibunya
“aku sampai berkhayal loh, eomma.. kalau Shin Young jadi  isteriku,”
mueos??dangsin eun jigeumkkaji saeng gag, pikiran mu terlalu jauh, Minho,”ibunya sampai bingung dengan anaknya sendiri
jeongsang, eomma ..aku pikir normal saja,” balas Minho dengan suara manja
“baru jatuh cinta atau??,” tanya ibunya
“jatuh cinta dengan kesederhanaannya.. eomma tahu tidak?? Dia itu merawat para orangtua jompo di panti asuhan yang dikelola tuan Min,”
“oh.. mulia sekali,” balas ibunya, senyum pada Minho
“nah.. aku suka tipe perempuan seperti itu, eomma.. bukan tipe Hye Rim.. tapi Appa malah dekati aku dengan Hye Rim,” Minho cemberut
Ibunya tertawa kecil,”hehehe.. Appa mungkin memang tidak tahu kalau selera anak lelakinya perempuan seperti eomma”
“begitulah.. terkadang Appa sok tahu,” gerutu Minho, pelan, seperti anak kecil.

Esoknya, dia bekerja seperti biasa lagi, praktek pagi..
Hari senin biasanya praktek ada dua ruangan, Seol Ji Hwan dan Minho secara bersamaan sesuai dengan aturan di Rumah sakit itu sampai sore, istilahnya berbagi pasien. Perawat pun otomatis juga ada dua.
“semoga cepat sembuh, Tuan,” kata Minho, membantu membuka pintu untuk pasiennya yang sudah selesai.
Begitu di depan pintu.. dia melihat Shin Young!
Minho malah keluar ruangannya dan menghampiri Shin Young. Shin Young berdiri dan menunduk hormat padanya
“kita bertemu lagi.. selamat pagi, Chigwauisa Lee,” kata Shin Young ramah
Minho jantungnya langsung deg-degan.. padahal Shin Young hanya menyapa biasa.
“ah iya.. selamat pagi, Nona Park,” jawab Minho agak sedikit kaku.
“hari ini.. apa kontrol lagi dengan dokter Seol??,” tanya Minho lagi
Shin Young menggeleng,”tidak.. hari ini aku mengantar seorang kakek dari panti.. giginya goyah.. jadi harus dicabut.. kebetulan mendapatkan antrian ke chigwauisa Seol,”
“oh.. hehe.. aku pikir masih sakit... ruanganku kosong, hehe,” balas Minho cengengesan agak kaku, jantungnya masih deg-degan bertemu cewek itu
“ah.. damn.. kenapa sih.. harus deg-degan begini??,” Katanya dalam hati. Melihat Shin Young di depannya yang memakai long dress dengan tangan panjang yang bunga-bunga dan tas ransel kecil sederhana, beda dandanan dengan Hye Rim yang suka pakai rok pendek dan pamer paha kemana-mana.. Minho jadi terpesona dengan dandanan Shin Young yang sangat sederhana. Dia sampai membayangkan tidur dengan Shin Young saat itu juga!
dead me.. am i still alive??,” kata hatinya Minho ketika dia membayangkan tidak tidak tentang Shin Young yang berdiri di depannya
“dokter.. apa masih banyak pasien??,” tanya Shin Young basa basi
“oh..enggak sih.. nanti siang baru ada persiapan operasi bedah rahang,” jawab Minho, dia sadar dari lamunan ngayal joroknya tentang cewek di depannya
“eh.. benar benar deh,” keluhnya dalam hati

“wah.. sibuk sekali ya?,” kata Shin Young, ramah,”tapi... dokter Lee hebat.. sibuk masih bisa bekerja yang lain.. sebagai model kan... sama dengan Eonni Hye Rim??”
Minho mengangguk,”ya.. tapi hanya selingan..aku bukan khusus untuk event besar, misalnya di catwalk.. kalau itu.. nanti aku gak bisa praktek karena harus ke luar negeri atau luar kota.. jadi dokter gigi kan.. pekerjaan tetap ku,” senyum nya
Shin Young membalas senyuman Minho
Minho menaruh tangannya di saku jas dokternya, mengepalkan tangannya.
dead me.. mati aku.. aduh,” keluhnya
“aku harus pergi dulu ke toilet.. mohon maaf,” katanya menunduk hormat pada Shin Young lalu berlari pergi
damn.. mandi lagi deh,” keluhnya segera berlari ke kamar mandi khusus pria.
Sementara Shin Young membalas tundukan hormatnya sampai Minho hilang masuk ke lorong yang lain
“kenapa ya, dokter Lee? Sepertinya gugup?,” gumamnya, heran

“apa..tadi Nona Park Shin Young sudah pulang?,” Minho masuk ke ruangan Seol
“sudah.. memang kamu gak lihat dia??,” balas Seol, mereka duduk berhadapan
“urusan nya dengan mu sudah beres.. soal gigi berlubangnya??,” tanya Minho, basa basi dulu
“sudah,” balas Seol,”hari ini dia antar seorang kakek panti.. memang kenapa??”
“iya.. tadi bertemu di ruang tunggu,” balas Minho
“kok.. kenapa tanya lagi??,” Seol bingung
“aduh Ji Hwan.. aku tuh sampai parah pagi ini bertemu dia! Mempesona sekali,” keluh Minho pada partner sesama dokter giginya itu
“mandi basah ya? Tadi asisten Kim bilang kamu terburu buru ke kamar mandi pria, Hahahaha,” Ji Hwan malah meledek Minho
Minho setengah berdiri lalu memukul kepalanya Ji Hwan,”bodoh! Jangan teriak teriak, nanti asisten mu dengar dari luar”
“ah.. bilang saja begitu.. memang dia cewek manis sih,” goda Ji Hwan
“sikat saja.. kamu belum punya pacar kan??,” lanjutnya lagi
“ya, belum.. tapi aku belum yakin dia sudah punya pacar atau belum,” ujar Minho
“gampang itu.. kalau wedding invitation belum ada.. ya masih bisa direbut,” canda Ji Hwan
“betul juga.. kamu memang dokter gigi playboy handal,” sindir Minho
“sudah punya no teleponnya?,” tanya Ji Hwan
Minho menggeleng. Ji Hwan lalu berdiri dan mencari kartu berobat Park Shin Young.
“lupa?? Kamu sendiri kok yang pertama catat.. ini.. catat.. terus tidur sama dia.. biar gak basah terus tiap pagi, hahahahaha,” canda Ji Hwan sambil melempar kartu catatan berobat Shin Young.
Minho mencatat dalam smartphone nya,”sip.. aku mau ke panti tempat kerjanya, hehe.. sekalian aku mau cari cara dekat dengan dia,”
“dekati sore ini.. seminggu lagi dia mau antar kakek jompo itu ke sini lagi,” ujar Ji Hwan, menunjukkan kartu kontrol si kakek itu
“setidaknya sudah dapat no teleponnya, hehe,” Minho senang sekali
“jangan lupa.. jadi cowok setia.. ,” kilah Ji Hwan
“memang kamu aja yang setia,” timpal Minho.

Ji Hwan tertawa,“jomblo empat tahun masih saja awet.... gak move on juga.. mau sampai kapan Lee Minho??,”
“ini juga pendekatan.. daripada aku dijodohkan,” keluh Minho
Ji Hwan kaget,”what?? Hari gini?? Memang kita hidup di jaman apaan sih??”
“dan sialnya.. dijodohkan sama cewek gak bener,” Minho malah jadi curhat ke sesama rekan
“wow.. gak bener bagaimana sih?? Selera mu tinggi sih,”
“teman kerjaku sendiri.. sebagai model,” balas Minho
none is perfect, dokter Lee Minho.. jadi, terima saja,”
“gak suka,” balas Minho singkat
“jadi.. kamu mengalihkan perhatian orangtua mu dengan suka pada Park Shin Young, begitu??”
“Park Shin Young tipeku,” balas Minho
“ya sudah.. hwaiting! Berjuang.. jangan sampai direbut orang.. semangat!,” Ji Hwan menepuk nepuk pundaknya

“aduh.. merepotkan.. kenapa sih harus hamil??,” Roh Seung Won kaget dengan berita dari pacarnya sendiri, Ae Cha di apartment Seung Won.
“memang kamu gak mikir.. berapa kali sih.. kita tidur?? Jelas kamu malas pakai pelindung,” bela Ae Cha
“aku belum siap nikah sama kamu.. paling kalau siap.. hanya tunangan saja.. lagipula.. karir kita kan belum lancar,” jawab Seung Won
“lama kelamaan kamu menyebalkan, Roh Seung Won.. apa kamu enggak mau punya anak?? Orangtuamu pasti juga berfikir sama denganku,”
“kamu terlalu banyak alasan, Seung Won,” keluh Ae Cha
“karir ku masih belum berkembang,” kilah Seung Won
“sampai kapanpun karir tidak ada puasnya,”
“kamu sendiri.. bukannya harus selesaikan master mu??,”
“sebentar lagi selesai.. aku gak mau gugurkan anak ini.. kasian.. ,”
“ya ya.. ya.. tunangan saja dulu.. repot banget,” Seung Won jutek

Seperti biasa.. hobinya Seung Won adalah berendam di bath tube sambil merokok.
ya chingu.. kamu sibuk??,” dia ternyata menelepon Hyeon Jun sambil berendam.
ani.. ada apa??,” balas Hyeong Jun diujung telepon sana
“pacarku hamil,” balas Seung Won
“selamat.. kapan mau nikah??,”
Seung Won mengepulkan asap rokoknya,”kapan mau nikah?? Tunangan saja belum.. ini jebakan bukan?? Aku suka lupa pakai pelindung kalau main sama dia”
“bukan jebakan itu namanya.. masak kamu dokter enggak tahu yang begitu bisa bikin hamil?”
“belum siap nih,” balas Seung Won singkat
“orangtua mu sudah tahu Ae Cha??,”
“sudah.. tapi sepertinya panjang urusannya.. orangtua ku kan kolot sekali... “
“kalau sudah hamil.. ya orangtua gak akan bisa apa-apa.. jadi.. aku akan tunggu undangannya,”
“nanti dulu deh.. lahiran saja dulu,”
“wah.. kamu nekat sekali, Roh Seung Won! Orangtua pacarmu itu kolot juga bukan??”
“begitulah,”
“akan menderita kalau di aborsi.. lagipula.. sepertinya Ae Cha cewek baik.. terima saja,”
“kamu seperti tidak tahu saingan kompetisi karir di RS sekarang seperti apa? Ada anak.. nanti merepotkan”, Seung Won asli tidak siap
“Roh Seung Won.. bukan begitu cara pikirmu.. santai saja.. aku pun masih sibuk urus anakku.. padahal aku cerai,”
“haa.. perempuan dimana mana merepotkan,” keluh Seung Won
Dia terus mengepul ngepulkan asap rokoknya, lalu minum.

“Hello.. iya.. aku Park Shin Young.. maaf..dengan siapa bicara??,”
“dokter Lee Minho,”
“oh.. dokter Lee.. ada apa? Apa aku masih ada urusan dengan dokter??,”
Minho berada di apartmentnya saat dia menelepon Shin Young
“ah..tidak..maaf ya sebelumnya.. aku dapat nomor phone Nona Park dari Dokter Seol,” Minho agak gugup
“ah.. tidak apa, dokter Lee.. lagipula.. kalau tidak salah.. dokter Lee yang pertama kali mencatat bukan? Sebab pertama kali dokter Lee yang periksa aku,”
“suaranya lembut.. aduh.. jadi mikir macam macam lagi deh,” keluh hatinya Minho
“oh.. eh iya.. aku lupa,” balas Minho

“sedang dimana sekarang??,” tanya Minho lagi
“di rumah.. masak untuk makan malam,” jawab Shin Young
“oh.. aku menggangu ya? Maaf.. aku putus saja teleponnya.. nanti kita sambung lagi,”
“tidak apa, dokter Lee.. kebetulan aku dibantu dengan beberapa orang,” jawab Shin Young ramah
“ewww.. boleh gak.. kapan kapan aku main ke tempat kerja mu??,” pinta Minho
“tempat kerja ku?? Panti jompo atau sekolah TK??,” tanya Shin Young
“oh.. Nona Park guru TK?? Pantas saja lembut sekali,” puji Minho, dia mulai merayu
“ah.. dokter Lee bisa saja.. aku memang guru TK.. aku sekolah untuk pendidikan guru TK,”
“bagus dong.. bagaimanapun kan.. pendidikan dasar itu penting..,” ujar Minho,”jadi.. Nona Park pasti guru TK yang baik,” puji Minho lagi
gambsahabnida, dokter Lee terlalu memuji,” senyum Shin Young

Hye Rim kebetulan masuk dapur, semua pembantu yang saat itu sedang bersama Shin Young, langsung menunduk hormat pada Hye Rim
Shin Young juga ikutan, tapi sambil menelepon dan mengiris garlic.
“kamu ditelepon siapa?? Masak dulu,” kata Hye Rim pada Shin Young
Minho mendengar suara Hye Rim dari telepon,”umm.. cewek menyebalkan itu lagi”
“ah.. kamu sedang sibuk ya, Nona Park?? Lebih baik aku tutup saja dulu ya.. nanti kita sambung lagi”
“mohon maaf, dokter Lee,” balas Shin young
Hye Rim mendengar,”Dokter Lee?? Lee Minho??,” katanya dalam hati
gwaenchanh na, Park agassi,” senyum Minho,”eh..jangan panggil aku dokter.. panggil saja aku Minho”, Minho mulai pedekate pada Shin Young
“ah..tidak.. dokter Lee kan dokter.. tidak enak kalau aku hanya panggil nama,”
“eh..enggak usah begitu.. lagipula.. kita kan sudah bertemu beberapa kali,” Minho masih coba membujuk,”ya.. tidak apa kok”
aelasseo,” balas Shin Young
“nah.. nanti aku telepon lagi.. selamat memasak ya!,” Minho menutup komunikasinya dengan Shin Young
Dia langsung melempar badannya ke tempat tidur,”yes! Jadi pedekate”, katanya senang sekali.

Setelah makan malam, Shin Young membaca buku di kamarnya, Hye Rim masuk.
“oh, Eonni.. ada apa??,” senyumnya pada Hye Rim
Hye Rim duduk di atas tempat tidur,”tadi ditelepon siapa?? Lee Minho??”, dia langsung menembak nama Minho
“iya.. dokter Lee,” balas Shin Young, senyum
“jadi.. kamu akrab banget dengan calon tunanganku ya??,” Hye Rim langsung judes
“ah.. tidak Eonni.. aku tidak kasih nonor teleponku pada Dokter Lee.. dokter Lee duluan yang meneleponku,”
“aku tidak mau kamu ganggu calon tunangan ku,” balas Hye Rim
“baik, Eonni..,”
“lagipula.. apa kamu enggak lihat kejadian kemarin??,” ternyata Hye Rim menyinggung kejadian ciuman di taman yang diketahui Shin Young
Mian haeyo, Eonni.. aku akan bilang pada Dokter Lee.. kalau nanti dia akan telepon lagi, agar tidak menghubungi aku lagi,”
“bagus..aku gak suka kamu selalu merebut apa yang aku mau,” Hye Rim berdiri lalu keluar kamar Shin Young
“apa..aku banyak menyusahkan Eonni sedari kecil??,” kata hatinya Shin young, melihat Hye Rim keluar kamar.

Jam 9 malam.. ternyata Minho telepon Shin Young lagi yang masih membaca buku.
Shin Young melihat HP nya berdering beberapa kali dengan ID caller: Dokter Lee, dia mendiamkan saja
“loh.. Shin Young kenapa ya?? Apa dia sudah tidur??,” kata Minho
Lama Minho berkali-kali mencoba meneleponnya..barulah Shin Young mengangkat
“ah.. maaf Dokter Lee.. aku tertidur,” dia berbohong pada Minho
“oh.. aku mengganggu lagi.. Shin Young sangat sibuk rupanya di rumah,” Minho tidak lagi memanggil dengan panggilan agassi (Nona) tapi langsung dengan nama kecil.
Shin Young sadar Minho sudah mulai pedekate dengan memanggil nama kecil.
“aku memang terbiasa tidur jam 9 malam,” kilah Shin Young
“besok minggu loh.. boleh kan.. aku main ke panti??,”
“bukannya.. tadi sore dokter Lee minta ke TK??,”
“ah..minggu kan sekolah libur, hehe,” Minho ngeles.
“lagipula..aku punya banyak makanan untuk para nenek dan kakek itu,” tambahnya lagi. Dia sengaja pergi ke toko retail membeli makanan, sehingga dia pikir, Shin Young tidak akan menolak nanti, dan benar saja, ketika dia bilang seperti itu, Shin Young tidak bisa menolak.

“aku jemput ya.. boleh tidak??,” tawar Minho
“ah..eh..jangan.. aku gak enak dengan Eonni Hye Rim,” Shin Young langsung gugup.
“memang.. kenapa dengan Hye Rim, Shin Young?? Cerita saja dengan ku,”
“tidak apa-apa, Dok..,”
“eh..cerita saja padaku kalau memang Hye Rim marah padamu,”
Shin Young diam sejenak.
“Shin Young.. kamu masih disana??,” tanya Minho
“ah.. bagaimana kalau janjian saja disuatu tempat??,” pinta Shin Young, berusaha mengalihkan perhatian Minho padanya
“kamu menyembunyikan sesuatu dari ku ya?? Apa karena kejadian kemarin siang itu? kamu melihat aku dan Hye Rim berciuman di taman bukan??”
“ah..bukan itu, dokter Lee,” Shin Young gugup
“panggil Minho saja..,” balas Minho,”lalu..kenapa dong? Cerita saja..lagipula.. Hye Rim kan teman kerjaku”
“tidak apa apa.. ,” balas Shin Young
“kamu menyembunyikan sesuatu dariku.. apa karena.. Hye Rim tidak mengijinkan kamu kenal aku??,” Minho akhirnya menebak nebak sendiri
“ah..tidak kok, Dok.. gak apa,” Shin Young masih mengelak juga.
“aduh Shin Young.. kamu salah kenal aku.. aku pandai menebak perasaan orang,” Minho pede menjabarkan dirinya,”dan aku tidak suka kalau kamu menutup diri”
“tapi, dok..,”
“iya kan?? Jawab saja.. dan aku gak suka kamu panggil aku dokter.. panggil saja Minho..aku lebih suka kalau dipanggil Minho,”
“ayo jawab,” Minho jadi terkesan kasar dan posesif pada Shin Young
“aku tahu karakter Hye Rim..pasti dia memaksamu..iya kan??”
Shin Young masih diam saja..
“shin young??,” tanya Minho lagi,”jujur saja padaku.. dari sewaktu kamu memergoki Hye Rim menciumku..aku hanya bisa merasakan.. kamu seolah takut pada kakak tirimu itu”
Shin Young masih diam saja.. akhirnya dia memutuskan telepon nya Minho
“oh,” kata Minho ketika teleponnya ditutup, dia tidak marah
“benar kan.. kataku, Shin Young?? Kamu pasti terlalu baik pada Hye Rim..,”
Minho tidak menelepon lagi.. tapi sms,”aku minta maaf kalau memaksamu,tapi aku memang tidak suka kalau Hye Rim memaksamu”
Shin Young tidak menjawab.. dia menjauhkan smartphone nya dari tempat tidur..
“aku tidak bisa berteman dengan mu, Dokter Lee..itu permintaan Eonni Hye Rim,” kata Shin Young, pelan.
Sementara, Minho malah galau karena dia tidak mendapatkan jawaban sms nya dari Shin Young.

Bersambung ke part 5...