Lee Minho sebagai dokter Minho Kazuki
Kitamura sebagai dokter Choi Hyeon Jun Gackt
sebagai dokter Roh Seung Won
Minho asli bete dengan kejadian hari itu. Dia memang tidak langsung cerita
dengan kedua orangtuanya, tetapi ibunya menangkap juga ekspresi itu ketika
pulang.
“Kamu kelihatannya kurang suka dengan
acara tadi,” kata ibunya di ruang keluarga
“Ne,
eomma.. aku tidak suka Hye Rim.. karena aku setiap hari pun bisa dengannya dan
selalu saja teman untuk promo produk sama dia,” balas Minho
“jadi.. kamu mau membatalkan acara
perjodohan nanti??,”
Minho berdiri dan menunduk hormat,”rasanya
Hye Rim tidak pantas masuk ke keluarga ini, Eomma.. aku memang cowok yang
mungkin terlihat glamour, tapi aku mencontoh Appa untuk mencari pasangan
hidup.. Eomma sendiri begitu bagus mengurus dan merawat keluarga, menurutku
Eomma sederhana, jadi.. kalau aku menikah dengan perempuan seperti Hye Rim..
aku pikir.. rumahtanggaku bisa kiamat,”
“kenapa kamu pikir begitu?? Kan kamu hanya
tahu dia saat kerja saja??”
“Eomma.. aku terbiasa berteman dengannya..
bahkan clubbing pun sama dia, huff,”
Minho kumat lagi cemberutnya
Ibunya senyum saja, dia tahu memang
anaknya tipe manja dan lengket dengan nya daripada dengan ayahnya.
“jadi.. inginnya mencari yang seperti
Eomma begitu??,” senyum ibunya pada Minho
Minho mengangguk berbinar,”iya..dan aku
sudah melirik seorang cewek”
“wow.. eomma surprised.. siapa??,”ibunya penasaran
“Park Shin Young,” jawab Minho senang
“Park Shin Young.. siapa?? Apa kami kenal
perempuan itu??,”tanya ibunya lagi
Ibunya kaget,”apa?? Enggak salah kamu mau
dijodohkan malah dengan dia?? Nanti Tuan Min bisa menganggap kita tidak
menghormati Hye Rim”
“cinta tidak bisa dipaksa, Eomma.. Hye Rim
bukan tipe ku.. apa Eomma mau.. punya menantu yang dengan cueknya clubbing sampai pagi, mabuk, dance on the floor sama cowok entah
siapa saja, merokok, minum, bahkan aku beberapa kali dicium didepan orang orang
tanpa ragu.. padahal aku bukan pacarnya,” keluh Minho
“sampai seperti itu Hye Rim??,” ibunya
kaget
“Eomma percaya aku kan?? Seperti itulah
Hye Rim.. apa eomma mau punya menantu seperti itu??,”
“tentu saja Eomma akan pikirkan kembali
jika memang itu benar.. eomma ingin anak lelaki eomma bahagia hidup dengan
keluarganya,”
Minho senyum, dia malah mendekat disamping
ibunya dan merangkul nya, sangat manja,”begitu dong, eomma.. jadi.. jangan
jodohkan aku dengan Hye Rim itu ya?? Aku mau pendekatan sama Shin Young”
Ibunya mengusap usap rambut Minho,”sudah
besar tapi masih manja dengan Eomma..”
“lelaki itu kan manja, eomma.. apa Appa
juga enggak manja??,” Minho malah bersandar pada ibunya
“iya.. manja juga,” senyum Ibunya
“aku sampai berkhayal loh, eomma.. kalau
Shin Young jadi isteriku,”
“mueos??dangsin eun jigeumkkaji saeng gag,
pikiran mu terlalu jauh, Minho,”ibunya sampai bingung dengan anaknya sendiri
“jeongsang,
eomma ..aku pikir normal saja,” balas Minho dengan suara manja
“baru jatuh cinta atau??,” tanya ibunya
“jatuh cinta dengan kesederhanaannya..
eomma tahu tidak?? Dia itu merawat para orangtua jompo di panti asuhan yang
dikelola tuan Min,”
“oh.. mulia sekali,” balas ibunya, senyum
pada Minho
“nah.. aku suka tipe perempuan seperti
itu, eomma.. bukan tipe Hye Rim.. tapi Appa malah dekati aku dengan Hye Rim,”
Minho cemberut
Ibunya tertawa kecil,”hehehe.. Appa
mungkin memang tidak tahu kalau selera anak lelakinya perempuan seperti eomma”
“begitulah.. terkadang Appa sok tahu,”
gerutu Minho, pelan, seperti anak kecil.
Esoknya, dia bekerja seperti biasa lagi,
praktek pagi..
Hari senin biasanya praktek ada dua
ruangan, Seol Ji Hwan dan Minho secara bersamaan sesuai dengan aturan di Rumah
sakit itu sampai sore, istilahnya berbagi pasien. Perawat pun otomatis juga ada
dua.
“semoga cepat sembuh, Tuan,” kata Minho,
membantu membuka pintu untuk pasiennya yang sudah selesai.
Begitu di depan pintu.. dia melihat Shin
Young!
Minho malah keluar ruangannya dan
menghampiri Shin Young. Shin Young berdiri dan menunduk hormat padanya
“kita bertemu lagi.. selamat pagi, Chigwauisa Lee,” kata Shin Young ramah
Minho jantungnya langsung deg-degan..
padahal Shin Young hanya menyapa biasa.
“ah iya.. selamat pagi, Nona Park,” jawab
Minho agak sedikit kaku.
“hari ini.. apa kontrol lagi dengan dokter
Seol??,” tanya Minho lagi
Shin Young menggeleng,”tidak.. hari ini
aku mengantar seorang kakek dari panti.. giginya goyah.. jadi harus dicabut..
kebetulan mendapatkan antrian ke chigwauisa
Seol,”
“oh.. hehe.. aku pikir masih sakit...
ruanganku kosong, hehe,” balas Minho cengengesan agak kaku, jantungnya masih
deg-degan bertemu cewek itu
“ah.. damn..
kenapa sih.. harus deg-degan begini??,” Katanya dalam hati. Melihat Shin Young
di depannya yang memakai long dress dengan tangan panjang yang bunga-bunga dan
tas ransel kecil sederhana, beda dandanan dengan Hye Rim yang suka pakai rok
pendek dan pamer paha kemana-mana.. Minho jadi terpesona dengan dandanan Shin
Young yang sangat sederhana. Dia sampai membayangkan tidur dengan Shin Young
saat itu juga!
“dead
me.. am i still alive??,” kata hatinya Minho ketika dia membayangkan tidak
tidak tentang Shin Young yang berdiri di depannya
“dokter.. apa masih banyak pasien??,”
tanya Shin Young basa basi
“oh..enggak sih.. nanti siang baru ada
persiapan operasi bedah rahang,” jawab Minho, dia sadar dari lamunan ngayal
joroknya tentang cewek di depannya
“eh.. benar benar deh,” keluhnya dalam
hati
“wah.. sibuk sekali ya?,” kata Shin Young,
ramah,”tapi... dokter Lee hebat.. sibuk masih bisa bekerja yang lain.. sebagai
model kan... sama dengan Eonni Hye Rim??”
Minho mengangguk,”ya.. tapi hanya
selingan..aku bukan khusus untuk event besar, misalnya di catwalk.. kalau itu..
nanti aku gak bisa praktek karena harus ke luar negeri atau luar kota.. jadi
dokter gigi kan.. pekerjaan tetap ku,” senyum nya
Shin Young membalas senyuman Minho
Minho menaruh tangannya di saku jas
dokternya, mengepalkan tangannya.
“dead
me.. mati aku.. aduh,” keluhnya
“aku harus pergi dulu ke toilet.. mohon
maaf,” katanya menunduk hormat pada Shin Young lalu berlari pergi
“damn..
mandi lagi deh,” keluhnya segera berlari ke kamar mandi khusus pria.
Sementara Shin Young membalas tundukan
hormatnya sampai Minho hilang masuk ke lorong yang lain
“kenapa ya, dokter Lee? Sepertinya
gugup?,” gumamnya, heran
“apa..tadi Nona Park Shin Young sudah
pulang?,” Minho masuk ke ruangan Seol
“sudah.. memang kamu gak lihat dia??,”
balas Seol, mereka duduk berhadapan
“urusan nya dengan mu sudah beres.. soal
gigi berlubangnya??,” tanya Minho, basa basi dulu
“sudah,” balas Seol,”hari ini dia antar
seorang kakek panti.. memang kenapa??”
“iya.. tadi bertemu di ruang tunggu,”
balas Minho
“kok.. kenapa tanya lagi??,” Seol bingung
“aduh Ji Hwan.. aku tuh sampai parah pagi
ini bertemu dia! Mempesona sekali,” keluh Minho pada partner sesama dokter
giginya itu
“mandi basah ya? Tadi asisten Kim bilang
kamu terburu buru ke kamar mandi pria, Hahahaha,” Ji Hwan malah meledek Minho
Minho setengah berdiri lalu memukul
kepalanya Ji Hwan,”bodoh! Jangan teriak teriak, nanti asisten mu dengar dari
luar”
“ah.. bilang saja begitu.. memang dia
cewek manis sih,” goda Ji Hwan
“sikat saja.. kamu belum punya pacar
kan??,” lanjutnya lagi
“ya, belum.. tapi aku belum yakin dia
sudah punya pacar atau belum,” ujar Minho
“gampang itu.. kalau wedding invitation belum ada.. ya masih bisa direbut,” canda Ji
Hwan
“betul juga.. kamu memang dokter gigi
playboy handal,” sindir Minho
“sudah punya no teleponnya?,” tanya Ji
Hwan
Minho menggeleng. Ji Hwan lalu berdiri dan
mencari kartu berobat Park Shin Young.
“lupa?? Kamu sendiri kok yang pertama
catat.. ini.. catat.. terus tidur sama dia.. biar gak basah terus tiap pagi,
hahahahaha,” canda Ji Hwan sambil melempar kartu catatan berobat Shin Young.
Minho mencatat dalam smartphone nya,”sip..
aku mau ke panti tempat kerjanya, hehe.. sekalian aku mau cari cara dekat
dengan dia,”
“dekati sore ini.. seminggu lagi dia mau
antar kakek jompo itu ke sini lagi,” ujar Ji Hwan, menunjukkan kartu kontrol si
kakek itu
“setidaknya sudah dapat no teleponnya,
hehe,” Minho senang sekali
“jangan lupa.. jadi cowok setia.. ,” kilah
Ji Hwan
“memang kamu aja yang setia,” timpal
Minho.
Ji Hwan tertawa,“jomblo empat tahun masih saja awet.... gak move on juga.. mau sampai kapan Lee Minho??,”
“ini juga pendekatan.. daripada aku
dijodohkan,” keluh Minho
Ji Hwan kaget,”what?? Hari gini?? Memang kita hidup di jaman apaan sih??”
“dan sialnya.. dijodohkan sama cewek gak
bener,” Minho malah jadi curhat ke sesama rekan
“wow.. gak bener bagaimana sih?? Selera mu
tinggi sih,”
“teman kerjaku sendiri.. sebagai model,”
balas Minho
“none
is perfect, dokter Lee Minho.. jadi, terima saja,”
“gak suka,” balas Minho singkat
“jadi.. kamu mengalihkan perhatian
orangtua mu dengan suka pada Park Shin Young, begitu??”
“Park Shin Young tipeku,” balas Minho
“ya sudah.. hwaiting! Berjuang.. jangan sampai direbut orang.. semangat!,” Ji
Hwan menepuk nepuk pundaknya
“aduh.. merepotkan.. kenapa sih harus
hamil??,” Roh Seung Won kaget dengan berita dari pacarnya sendiri, Ae Cha di
apartment Seung Won.
“memang kamu gak mikir.. berapa kali sih..
kita tidur?? Jelas kamu malas pakai pelindung,” bela Ae Cha
“aku belum siap nikah sama kamu.. paling
kalau siap.. hanya tunangan saja.. lagipula.. karir kita kan belum lancar,”
jawab Seung Won
“lama kelamaan kamu menyebalkan, Roh Seung
Won.. apa kamu enggak mau punya anak?? Orangtuamu pasti juga berfikir sama
denganku,”
“kamu terlalu banyak alasan, Seung Won,”
keluh Ae Cha
“karir ku masih belum berkembang,” kilah
Seung Won
“sampai kapanpun karir tidak ada puasnya,”
“kamu sendiri.. bukannya harus selesaikan
master mu??,”
“sebentar lagi selesai.. aku gak mau
gugurkan anak ini.. kasian.. ,”
“ya ya.. ya.. tunangan saja dulu.. repot
banget,” Seung Won jutek
Seperti biasa.. hobinya Seung Won adalah
berendam di bath tube sambil merokok.
“ya
chingu.. kamu sibuk??,” dia ternyata menelepon Hyeon Jun sambil berendam.
“ani..
ada apa??,” balas Hyeong Jun diujung telepon sana
“pacarku hamil,” balas Seung Won
“selamat.. kapan mau nikah??,”
Seung Won mengepulkan asap rokoknya,”kapan
mau nikah?? Tunangan saja belum.. ini jebakan bukan?? Aku suka lupa pakai
pelindung kalau main sama dia”
“bukan jebakan itu namanya.. masak kamu
dokter enggak tahu yang begitu bisa bikin hamil?”
“belum siap nih,” balas Seung Won singkat
“orangtua mu sudah tahu Ae Cha??,”
“sudah.. tapi sepertinya panjang
urusannya.. orangtua ku kan kolot sekali... “
“kalau sudah hamil.. ya orangtua gak akan
bisa apa-apa.. jadi.. aku akan tunggu undangannya,”
“nanti dulu deh.. lahiran saja dulu,”
“wah.. kamu nekat sekali, Roh Seung Won!
Orangtua pacarmu itu kolot juga bukan??”
“begitulah,”
“akan menderita kalau di aborsi..
lagipula.. sepertinya Ae Cha cewek baik.. terima saja,”
“kamu seperti tidak tahu saingan kompetisi
karir di RS sekarang seperti apa? Ada anak.. nanti merepotkan”, Seung Won asli
tidak siap
“Roh Seung Won.. bukan begitu cara
pikirmu.. santai saja.. aku pun masih sibuk urus anakku.. padahal aku cerai,”
“haa.. perempuan dimana mana merepotkan,”
keluh Seung Won
Dia terus mengepul ngepulkan asap
rokoknya, lalu minum.
“Hello.. iya.. aku Park Shin Young.. maaf..dengan
siapa bicara??,”
“dokter Lee Minho,”
“oh.. dokter Lee.. ada apa? Apa aku masih
ada urusan dengan dokter??,”
Minho berada di apartmentnya saat dia
menelepon Shin Young
“ah..tidak..maaf ya sebelumnya.. aku dapat
nomor phone Nona Park dari Dokter Seol,” Minho agak gugup
“ah.. tidak apa, dokter Lee.. lagipula..
kalau tidak salah.. dokter Lee yang pertama kali mencatat bukan? Sebab pertama
kali dokter Lee yang periksa aku,”
“suaranya lembut.. aduh.. jadi mikir macam
macam lagi deh,” keluh hatinya Minho
“oh.. eh iya.. aku lupa,” balas Minho
“sedang dimana sekarang??,” tanya Minho
lagi
“di rumah.. masak untuk makan malam,”
jawab Shin Young
“oh.. aku menggangu ya? Maaf.. aku putus
saja teleponnya.. nanti kita sambung lagi,”
“tidak apa, dokter Lee.. kebetulan aku
dibantu dengan beberapa orang,” jawab Shin Young ramah
“ewww.. boleh gak.. kapan kapan aku main
ke tempat kerja mu??,” pinta Minho
“tempat kerja ku?? Panti jompo atau
sekolah TK??,” tanya Shin Young
“oh.. Nona Park guru TK?? Pantas saja
lembut sekali,” puji Minho, dia mulai merayu
“ah.. dokter Lee bisa saja.. aku memang
guru TK.. aku sekolah untuk pendidikan guru TK,”
“bagus dong.. bagaimanapun kan..
pendidikan dasar itu penting..,” ujar Minho,”jadi.. Nona Park pasti guru TK
yang baik,” puji Minho lagi
“gambsahabnida,
dokter Lee terlalu memuji,” senyum Shin Young
Hye Rim kebetulan masuk dapur, semua
pembantu yang saat itu sedang bersama Shin Young, langsung menunduk hormat pada
Hye Rim
Shin Young juga ikutan, tapi sambil menelepon
dan mengiris garlic.
“kamu ditelepon siapa?? Masak dulu,” kata
Hye Rim pada Shin Young
Minho mendengar suara Hye Rim dari
telepon,”umm.. cewek menyebalkan itu lagi”
“ah.. kamu sedang sibuk ya, Nona Park??
Lebih baik aku tutup saja dulu ya.. nanti kita sambung lagi”
“mohon maaf, dokter Lee,” balas Shin young
Hye Rim mendengar,”Dokter Lee?? Lee
Minho??,” katanya dalam hati
“gwaenchanh
na, Park agassi,” senyum Minho,”eh..jangan
panggil aku dokter.. panggil saja aku Minho”, Minho mulai pedekate pada Shin Young
“ah..tidak.. dokter Lee kan dokter.. tidak
enak kalau aku hanya panggil nama,”
“eh..enggak usah begitu.. lagipula.. kita
kan sudah bertemu beberapa kali,” Minho masih coba membujuk,”ya.. tidak apa
kok”
“aelasseo,”
balas Shin Young
“nah.. nanti aku telepon lagi.. selamat
memasak ya!,” Minho menutup komunikasinya dengan Shin Young
Dia langsung melempar badannya ke tempat
tidur,”yes! Jadi pedekate”, katanya
senang sekali.
Setelah makan malam, Shin Young membaca
buku di kamarnya, Hye Rim masuk.
“oh, Eonni.. ada apa??,” senyumnya pada
Hye Rim
Hye Rim duduk di atas tempat tidur,”tadi
ditelepon siapa?? Lee Minho??”, dia langsung menembak nama Minho
“iya.. dokter Lee,” balas Shin Young,
senyum
“jadi.. kamu akrab banget dengan calon
tunanganku ya??,” Hye Rim langsung judes
“ah.. tidak Eonni.. aku tidak kasih nonor
teleponku pada Dokter Lee.. dokter Lee duluan yang meneleponku,”
“aku tidak mau kamu ganggu calon tunangan
ku,” balas Hye Rim
“baik, Eonni..,”
“lagipula.. apa kamu enggak lihat kejadian
kemarin??,” ternyata Hye Rim menyinggung kejadian ciuman di taman yang
diketahui Shin Young
“Mian
haeyo, Eonni.. aku akan bilang pada Dokter Lee.. kalau nanti dia akan
telepon lagi, agar tidak menghubungi aku lagi,”
“bagus..aku gak suka kamu selalu merebut
apa yang aku mau,” Hye Rim berdiri lalu keluar kamar Shin Young
“apa..aku banyak menyusahkan Eonni sedari
kecil??,” kata hatinya Shin young, melihat Hye Rim keluar kamar.
Jam 9 malam.. ternyata Minho telepon Shin
Young lagi yang masih membaca buku.
Shin Young melihat HP nya berdering
beberapa kali dengan ID caller: Dokter Lee, dia mendiamkan saja
“loh.. Shin Young kenapa ya?? Apa dia
sudah tidur??,” kata Minho
Lama Minho berkali-kali mencoba
meneleponnya..barulah Shin Young mengangkat
“ah.. maaf Dokter Lee.. aku tertidur,” dia
berbohong pada Minho
“oh.. aku mengganggu lagi.. Shin Young
sangat sibuk rupanya di rumah,” Minho tidak lagi memanggil dengan panggilan agassi (Nona) tapi langsung dengan nama
kecil.
Shin Young sadar Minho sudah mulai
pedekate dengan memanggil nama kecil.
“aku memang terbiasa tidur jam 9 malam,”
kilah Shin Young
“besok minggu loh.. boleh kan.. aku main
ke panti??,”
“bukannya.. tadi sore dokter Lee minta ke
TK??,”
“ah..minggu kan sekolah libur, hehe,”
Minho ngeles.
“lagipula..aku punya banyak makanan untuk
para nenek dan kakek itu,” tambahnya lagi. Dia sengaja pergi ke toko retail
membeli makanan, sehingga dia pikir, Shin Young tidak akan menolak nanti, dan
benar saja, ketika dia bilang seperti itu, Shin Young tidak bisa menolak.
“aku jemput ya.. boleh tidak??,” tawar
Minho
“ah..eh..jangan.. aku gak enak dengan
Eonni Hye Rim,” Shin Young langsung gugup.
“memang.. kenapa dengan Hye Rim, Shin
Young?? Cerita saja dengan ku,”
“tidak apa-apa, Dok..,”
“eh..cerita saja padaku kalau memang Hye
Rim marah padamu,”
Shin Young diam sejenak.
“Shin Young.. kamu masih disana??,” tanya
Minho
“ah.. bagaimana kalau janjian saja disuatu
tempat??,” pinta Shin Young, berusaha mengalihkan perhatian Minho padanya
“kamu menyembunyikan sesuatu dari ku ya??
Apa karena kejadian kemarin siang itu? kamu melihat aku dan Hye Rim berciuman
di taman bukan??”
“ah..bukan itu, dokter Lee,” Shin Young
gugup
“panggil Minho saja..,” balas Minho,”lalu..kenapa
dong? Cerita saja..lagipula.. Hye Rim kan teman kerjaku”
“tidak apa apa.. ,” balas Shin Young
“kamu menyembunyikan sesuatu dariku.. apa
karena.. Hye Rim tidak mengijinkan kamu kenal aku??,” Minho akhirnya menebak
nebak sendiri
“ah..tidak kok, Dok.. gak apa,” Shin Young
masih mengelak juga.
“aduh Shin Young.. kamu salah kenal aku..
aku pandai menebak perasaan orang,” Minho pede menjabarkan dirinya,”dan aku
tidak suka kalau kamu menutup diri”
“tapi, dok..,”
“iya kan?? Jawab saja.. dan aku gak suka
kamu panggil aku dokter.. panggil saja Minho..aku lebih suka kalau dipanggil
Minho,”
“ayo jawab,” Minho jadi terkesan kasar dan
posesif pada Shin Young
“aku tahu karakter Hye Rim..pasti dia
memaksamu..iya kan??”
Shin Young masih diam saja..
“shin young??,” tanya Minho lagi,”jujur
saja padaku.. dari sewaktu kamu memergoki Hye Rim menciumku..aku hanya bisa
merasakan.. kamu seolah takut pada kakak tirimu itu”
Shin Young masih diam saja.. akhirnya dia
memutuskan telepon nya Minho
“oh,” kata Minho ketika teleponnya
ditutup, dia tidak marah
“benar kan.. kataku, Shin Young?? Kamu
pasti terlalu baik pada Hye Rim..,”
Minho tidak menelepon lagi.. tapi sms,”aku
minta maaf kalau memaksamu,tapi aku memang tidak suka kalau Hye Rim memaksamu”
Shin Young tidak menjawab.. dia menjauhkan
smartphone nya dari tempat tidur..
“aku tidak bisa berteman dengan mu, Dokter
Lee..itu permintaan Eonni Hye Rim,” kata Shin Young, pelan.
Sementara, Minho malah galau karena dia
tidak mendapatkan jawaban sms nya dari Shin Young.
Bersambung ke part 5...