This is me....

Senin, Maret 31, 2014

Aku Bukan Bang Thoyib (Part 26: Aku tidak apa-apa..aku kuat, Rima)

Hari ini… tepat kedatangan ayah dan ibunya Minho ke Indonesia. Ayahnya berniat mengontrol usaha mereka semuanya, sedangkan ibunya memang suka mengikuti ayahnya kalau ada kegiatan.
Minho menjemputnya bersama Suryanto, supir pribadinya. Ayahnya memintanya memang menjemputnya, tidak hanya cukup Suryanto berhadapan dengannya, walau Ayahnya sudah tahu Suryanto. Minho malam sebelumnya sudah mulai gusar, dia memang paling takut mengalami penolakan, apalagi dari orangtuanya sendiri. Dia jadi membayangkan yang aneh-aneh tentang pandangan ayahnya sendiri, padahal belum dibicarakan.
Pagi sekali dia buru-buru menelepon Rima.
Appa akan datang hari ini.. nanti siang,” katanya membuka pembicaraan dengan bahasa Inggris.
”Maaf Minho..apa ayahmu menginginkan aku jemput sama kamu??,” tanya Rima
yes,” balas Minho,”kamu..siap kan?? Aku akan datang jemput kamu...dengan Sur”
Rima berusaha santai, dia sudah siap kecewa jika memang ada hal yang tidak bisa dibicarakan lagi dengan keluarga yang sangat berbeda itu.
”aku tidak ingin ada yang ditutupi,” kata Minho,”tetapi..aku takut Appa menolakmu”
”aku akan berjalan sesuai dengan apa yang terbaik untukku, Minho.. aku tidak bisa memaksa keluarga mu,”
Minho menghela nafas,”tapi.. aku tidak mau kalau tidak sesuai keinginanku”
Dia memang terlihat sangat keras kepala, ingin mempertahankan apa yang dia punya kalau dia sudah berfikir itu benar adanya.
”aku faham, Minho.. dan aku merasa bersyukur mengenal kamu,” puji Rima. Dia berusaha menenangkan hati Minho yang gusar
Tapi Minho malah menjawab,”maka.. bantulah aku, Rima.. untuk meyakinkan Appa dan Eomma ku,”
Rima senyum,”aku akan berusaha yang terbaik untuk Minho”

Sehabis itu, dia pun berdandan seperti biasa, mengenakan jilbabnya, baju dress sederhana dan siap-siap pergi.
Beh Hamid yang di depan teras mau pergi ke kebun jadi bingung, kenapa anaknya pagi-pagi sudah mau pergi.
”ari eni.. babeh dan enyaknye Minho dateng, beh,” Rima cium tangan ayahnya
”trus.. lu ame si Minho bakalan jemput ntu orang??,” tanya beh Hamid
Rima mengangguk,”iye, beh.. penerbangan malam sekali.. sampai sini pagi”
”oo,” balas beh Hamid singkat
”lu sampein salam gue ame mereka,” lanjutnya lagi
”Insya Allah, beh.. aye pamit dulu ye, salamualaikum”, balas Rima
Rima pergi berjalan keluar mencari angkot di ujung jalan.
Beh Hamid ikutan keluar dan dia memandang anaknya dari jauh.
”anak gue.. kok bise bise nye jatuh cinte ma orang luar?? Ape die kayak kepuyengan?? Gue malah jadi kesian.. ”, dia malah termenung sampai lihat Rima di ujung jalan sana akhirnya naik angkot.

Rima janjian sama Minho yang memakai mobil suv untuk menjemput orangtuanya. Pamannya, Il Sung dititipkan Minho kerjaan hari ini.
”aku khawatir sekali,” katanya lagi pada Rima ketika mereka duduk di belakang Sur
Rima cuma bisa senyum pada Minho,”dont worry.. i am sure that everything is gonna be alright,”
“aku takut ditolak.. itu sifatku dari kecil,” kata Minho lagi
“apa.. ayahmu pernah menolak permintaan mu sedari kecil??,”
Minho menggeleng,”rasanya hampir tidak pernah.. mungkin hanya satu kali.. dan..aku pun termasuk anak yang menurut pada orangtuaku”
”lalu??? Berarti.. Minho anak yang dipercaya keluarga besar Lee”,
Minho mengangguk,”ya... begitulah aku.. tetapi.. kali ini.. aku khawatir sekali”
”rasanya aye pengen sentuh die dalam keadaan kalut begini.. tapi kan.. gak boleh.. Minho.. maaf ye.. aye juga sebenernye takut banget kehilangan Minho..,” kata Rima dalam hatinya

Untuk beberapa saat, mereka diam-diaman lagi..
”sorry.. perutmu..tidak sakit kan??,” tanya Minho
Rima menggeleng.
Minho diam lagi, ternyata dia komunikasi dengan Kwon Yun dalam mesenjer.
”bagaimana aku harus bilang padanya?? Dia tahu nya kan.. hamil,” kata Minho dalam bahasa mereka di ketikan mesenjer
”aduh.. kamu ini, Minho.. bikin aku pusing,” keluh Kwon Yun langsung tanpa basa basi
”aku sudah dapatkan perempuan nih.. temanku satu club.. aku sudah minta dia test.. aku sudah berikan pada Supirmu itu.. kamu belum terima??”
Minho mengetik,”belum.. Sur mungkin lupa.”
”bagaimana aku mengatakannya pada Rima??”
”sampai sekarang.. dia masih tahu kondisinya yang kamu bohongi itu bukan??,”
Minho mengetik iya
”ya.. kalau begitu.. biarkan saja berjalan sampai terbongkar sendiri.. sudah terlanjur,” balas ketikan Kwon Yun
Minho jadi berfikir.. apa memang dia harus berbohong pada kekasihnya itu supaya ayah dan ibunya bisa menerima??
Rima tidak berani mengajak ngobrol Minho ketika dia serius mesenjeran dengan Kwon yun, dia berfikir, itu mungkin urusan bisnis.

”Rima.. setelah ini.. sebelum menjemput Appa.. kita harus bicara,” kata Minho dengan wajah serius
Rima mengangguk.
Lalu Minho minta pada Sur mencari sebuah restaurant yang cukup privasi mereka bicara di seputar airport

”aku minta maaf,” kata Minho ketika mereka duduk berhadapan. Mereka bicara dengan bahasa Inggris.
Rima balas dengan senyum,”ada apa lagi, Minho??”
”aku sudah berbohong padamu lagi tentang hubungan kita,” kata Minho, gaya dia bicara masih tidak mau disalahkan, tapi juga ingin minta maaf.
”berbohong apa lagi?? Aku tidak tahu,”
Minho diam sejenak, lalu,”aku katakan pada orangtuaku... kalau kamu hamil”
Rima sedih,”Minho.. bukankah memang benar aku hamil karena hubungan kita itu??”
Minho senyum dan menggeleng,”tidak..itu caraku agar keluargaku menerima mu”
Rima kaget,”tapi..aku sama sekali juga tidak mendapatkan period, perutku juga mual”
”itu.. efek samping dari obat.. aku mencoba berbicara dengan dokter supaya kamu tidak banyak minum obat dan hanya ada di bawah ku kemarin, di rumahku,”
”jadi..selama ini.. kamu berbohong padaku.. dan juga orangtua??,”
Minho mengangguk,”aku minta maaf.. itu caraku agar kamu diterima keluarga ku..padahal..memegang tanganmu saja..tidak ya??”, dia jadi sedikit manyun..
Rima malah tertawa kecil,”hehehe.. Minho yang tidak berubah.. tetap keras kepala kalau sudah ingin sesuatu”
”sekarang aku bingung... bagaimana caranya aku bisa bicara di depan mereka???”
”aku tetap tidak setuju kamu berbohong, Minho.. aku minta maaf,” balas Rima
”tapi..aku harus bagaimana?? Kemauan Appa ku keras.. dia sepertinya tidak mau..entah apakah Eomma mau juga atau tidak”
”jikalau orang tua mu tidak bisa.. ya.. boleh jadi, kita hanya teman biasa,” Rima mencoba tersenyum, padahal, aslinya juga dia kurang bisa menerima kenyataan seperti itu jika memang terjadi
”menyebalkan,” Minho malah menggerutu seperti anak-anak
”jadi..harus bagaimana??,” katanya lagi
”jawab saja semua dengan jujur, langkah mu apa dengan keluarga mu.. apa keinginanmu.. aku sangat tidak setuju dasar hubungan kita dengan berbohong... bukannya kita bisa jadi teman andai.. misalnya.. mereka tidak setuju?? Aku tidak akan marah dengan Minho.. aku akan baik-baik saja”
”aku yang akan tidak baik saja,” balas Minho jadi agak ketus. Dia malah jadi main ketuk ketuk sendok.

”Minho.. lucu sekali,” senyum Rima
”tidak lucu, ah.. aku bingung,” jawab Minho, wajah manyun nya langsung kelihatan.
”ya, baiklah.. aku akan support apa keputusanmu.. tetapi.. untuk berbohong.. kepercayaanku tidak membolehkannya,” senyum Rima lagi
”ya.. dimanapun tidak boleh,” balas Minho datar, masih manyun
Rima jadi terkekeh,”sepertinya.. aku yang jadi ibu untuk Minho”
”aaah.. tidak lucu,” balas Minho.
”tetaplah jujur, Minho..itu yang aku inginkan dari hubungan kita.. jika jalannya benar.. selalu ada cara untuk mencapainya.. itu yang ayahku katakan,” kata Rima, berusaha menghibur Minho
”kamu.. terlalu filosofi dan baik sekali.. itu sebabnya aku memang tidak bisa melepas mu.. dan, kalau aku sudah ingin sesuatu.. memang baiknya aku dapatkan,” balas Minho
honesty is the best policy,” balas Rima. Dia memang takut dengan hubungan yang dimulai dengan ketidakjujuran. Takut suatu saat efeknya akan negatif dan membawa keburukan untuk mereka.
Minho malah menatapnya dalam-dalam. Rima jadi salting sendiri.
”kenapa menatapku malah seperti itu?? Apa ada kata-kataku yang salah??,” tanya dia pada Minho
Minho malah senyum, dia menggeleng,”Ani.. tidak.. tapi kata-katamu tadi malah membuat aku makin kuat mempertahankan mu.. dijaman seperti ini.. ternyata aku masih menemukan perempuan yang bisa mengerti diriku.. Modesty is the best thing in yourself.. dan itu membuat aku tertarik padamu”
Rima malah gak enak hati dipuji tinggi-tinggi oleh pacarnya itu.
“jadi.. aku akan mempertahankan mu sekuat aku,” kata Minho lagi. Dia mencoba senyum lagi habis dari manyun nya itu.
”aku akan berusaha katakan jujur semuanya pada Appa dan Eomma.. tapi aku juga akan keras keinginanku atas mereka,” lanjut Minho lagi
”Minho itu... cowok yang baik,” kata Rima membalas senyumnya.
Mereka lalu berjalan untuk menjemput di terminal kedatangan internasional. Sambil berjalan ke ruang kedatangan, Minho tertawa-tawa ketika dia meminta Rima bercerita lucu untuknya.

Tuan Lee datang dengan isterinya..
Sampai Minho melihat mereka, buru-buru dia menghampiri orangtuanya dan menunduk hormat
”selamat datang,” katanya kepada orangtuanya, masih kaku. Lalu buru-buru pula dia membawa tas ayahnya dan ibunya.
Lee Senior malahan tidak terlalu kaku. Isterinya juga senyum pada mereka.
Lee lalu berbicara dengan isterinya dalam bahasa mereka kalau cewek yang ada disamping anaknya mereka adalah Rima, pacar anak mereka.
Rima senyum dan menunduk hormat, dia sama sekali tidak bisa berbicara bahasa korea, jadi dia bicara dalam bahasa inggris
”welcome to Indonesia again, Mr Lee.. Mrs Lee,” katanya ramah
Ibunya Minho senyum, Lee bicara pada isterinya itu tentang Rima yang sudah banyak membantu perusahaannya.

Sepanjang perjalanan, Lee senior malah berbicara tentang perusahaan pada Minho.
“laba naik turun.. naik turun.. kamu harus menciptakan strategi yang bagus untuk perusahaan ini, Minho,” kata ayahnya, dalam bahasa mereka.
Minho menunduk hormat,”aku usahakan, Appa.. aku mohon maaf, karena aku baru”
”tetapi sudah hampir satu tahun.. selalu aku mengkhawatirkan ketidakpercayaan komisaris nanti semuanya terhadapmu”
”untuk saat ini, mereka memang masih percaya padamu,” lanjut ayahnya
”aku usahakan.. dalam waktu dekat ini, paman Il Sung juga sudah merencanakan promosi produk yang baru,” balas Minho
”menurut Nona Rima.. bagaimana dengan nasib perusahaan makanan organik kami untuk bayi??,” tiba-tiba Lee senior bicara dalam bahasa Indonesia
Rima agak kaget juga, karena dia memang sudah 3 bulan tidak tahu lagi..dan terakhir memang sudah pernah mengusulkan masukan,”ah.. maafkan saya, Mr Lee.. saya hanya mengusulkan sedikit kepada Minho tentang promosi”
Lee senior senyum, lalu dia bicara pada isterinya dalam bahasa mereka,”perempuan ini pintar..dia bisa mengarahkan perusahaan, Minho sangat mengandalkannya.. tapi saat ini.. apakah kita akan terima dia bagian dari keluarganya??”
Minho langsung tahu apa maksud ayahnya, tapi dia diam saja, dalam hatinya dia mengeluh,”Ah.. Appa mulai lagi”
”usulanmu.. sudah saya terima, Nona.. dan, saya katakan pada Minho.. saya setuju.. maafkan saya kalau Minho terlalu banyak merepotkan mu,” balas Mr Lee
Rima senyum dan menunduk hormat dalam mobil itu,”tidak apa, Mr Lee.. mungkin memang sudah tugas saya”
Ny Lee tersenyum, dia mencoba belajar berbahasa,”sepertinya.. Miss Rima ini memang baik dan suka menolong ya?? Minho sangat terbantu”
Minho mendengar kata itu dari mulut ibunya malah senang, tapi tidak dengan Rima, dia anggap itu basa basi, jadi dia pun menjawab perkataan ibunya Minho dengan basa basi pula.
”saya.. hanya membantu karena memang tugas saya, Ny Lee,” jawab nya
Minho sudah berbunga-bunga sedikit dengan pernyataan ibunya, dia berharap ibunya akan menerima pacarnya.
”nanti malam.. kita akan makan malam,” kata Lee Senior
”wah.. untuk apa, Appa??,” Minho heran
”tidak apa.. hari ini untuk perusahaan.. besok untuk kita berempat,” senyum Lee senior
”umm,” Minho hanya bergumam, dia benar benar membayangkan bakal apa yang terjadi antar hubungan dia dengan Rima.
”Nona Rima.. besok malam..tidak ada acara kan??,” tanya Lee senior
”tidak ada, Mr Lee,” jawab Rima
Lee senior senyum,”jadi.. bergabunglah dengan kami.. ada yang ingin kami bicarakan,”
”baik,” Rima menunduk hormat

Siang mereka sampai di kantor
”apa.. aku harus masuk juga??,” kata Rima pada Minho
”masuk,” senyum Minho
”aduh.. gawat nih... aye gak enak sama seluruh staf,” kata hatinya Rima. Dia diam sejenak
”kenapa??,” tanya Minho
”ah.. nothing,” balas Rima, dia akhirnya masuk juga
Begitu masuk dalam ruangan depan, semua staf langsung menghormat pada mereka.
”selamat datang, Mr Lee,” kata Yudha, diikuti yang lain
Rima agak menunduk, dia ternyata gak enak hati dengan yang lain.
Minho melihat itu, sepertinya dia merasakan perasaan Rima, dia tidak bisa apa-apa untuk menenangkannya, tapi dia memegang ujung jilbab belakang Rima.
Lee senior memberi salam pada semuanya, dia ramah, terutama kepada staff-staff lamanya
”Tuan Yudha.. masih disini.. terima kasih pengabdiannya,” kata Lee senior basa basi
Yudha senyum dan menunduk hormat pada Lee senior,”iya, tuan.. saya sudah menjadikan perusahaan ini rumah kedua saya”
Lee senior memang ramah pada para staff, baik yang baru atau yang lama. Dia memang bukan tipe pemimpin yang suka pasang wajah jutek ke bawahannya, kecuali kalau marah.
Dan benar saja..hampir semua staff melihat Rima, lantas dia buru-buru malah bergabung dengan mereka.
”kok.. gabung sama kita, bu??,” Sheilla cengar cengir
”ah..enggak.. aku kan... mantan staff disini juga,” balas Rima, tengsin.
”mantan apa pacar??,” goda Sheilla
Rima langsung menoleh pada Sheilla
”ah....sorry, bu.... just kidding,” balas Sheilla
Rima sungguh jadi tidak enak hati dengan suasana itu.
Dia lalu menghampiri Minho,”sepertinya....aku harus pulang, Minho”
Minho bingung,”kenapa??”
”aku tidak enak hati dengan yang lain,” balas Rima
Minho malah senyum padanya,”kamu kan...memang pacarku..semua staff juga tahu pacarku sekretaris yang pintar dan membuat perusahaan ini banyak kemajuan”, dia malah memuji Rima
”aku pulang saja,” balas Rima lagi. Entah mengapa, dia mendadak malas.
”ya...baiklah.... Rima Lee,” Minho malah senyum dan ngerjain dia, melihat Rima dengan menunduk karena terlalu tingginya dia.
”sst... ada yang sudah pakai nama keluarga Lee....bentar lagi boss lu bakalan punya nyonya,” iseng Sheilla lagi...tapi parahnya, dia ajak ngobrol Tina
Tina langsung mangkel dengan candaan Sheilla,”Minho menyebalkan...ternyata dia makin cinta sama nih cewek sok suci”, gerutu Tina dalam hatinya

Minho mengantarkannya sampai depan,”maaf..aku tidak bisa mengantar pulang.. tetapi..aku sudah susun rencana.. dua hari ke depan.. ayahku akan datang ke rumahmu”
Rima malah terkesan jadi bengong memperhatikan Minho.
”kenapa??,” tanya Minho
Lalu dia sadar dari lamunannya,”ah...tidak...ya, baiklah.. aku pergi dulu..sampai jumpa lusa”
Rima berbalik arah, ingin keluar gerbang kantor, tapi Minho malah menarik lagi ujung jilbabnya
”aduh,” keluh Rima
”aku kan...tidak mungkin memegang tanganmu,” senyum Minho
”ya...aku tahu..ada apa??,”
Minho menunjukkan sebuah ekspresi,”I love you”, dengan menggerakkan tangannya tanda bentuk love
Rima senyum padanya. Ternyata Yudha dari jauh malah sedikit berjingkat, dia melihat cara boss nya sendiri.
”nah.. bener tuh kata gua ke si Sheilla.. bahan gossip seru nih,” kata hatinya, repot sendiri, tapi dia malah senyum tipis.
Lee senior hari itu memantau semua pekerjaan staff dan juga pabrik, salahsatunya yang terletak di belakang kantor utama itu, sebelum ke pabrik kerjasama dan juga pabrik yang ada di karawang.

Di kantin, seperti biasa, biang gosip-Yudha,Sheill,Tina- duduk sama sama, makan siang..
”weh..bener loh, Sheil...tadi gue liat si boss romantis amat sama bu Rima,” Yudha buka pembicaraan
”masak dia kasih tanda love sign gitu, hehehe”
”tebakanlu bener dong, Yunce,” balas Sheilla..sambil makan soto
”gua juga tadi dengan boss bilang ”Rima Lee”, lanjut Sheilla
”bercanda doang kali, jeng,” kata Tina
”sirik luuuu...siriiikkk....,” kata Yudha pada Tina
”lu naksir ya.. sama boss Minho??,” katanya lagi
”eh..kata sape??,” Tina ngeles
”bilang aja lu naksir.. sebenernya, gaya lu sama gaya bu Rima kan gak jauh.. bedanya lu tukang gosip, dia kagak.. lu cablak, dia kagak,” kata Yudha
”ada ada aja lu, boss,” kata Sheilla, tertuju pada Yudha
”kan..lu semua kerja yang bagi test psikologi nya gue,” jawab Yudha, kalem. Dia bisa baca pikiran Tina.
Tina jadi diam dibilang begitu sama Yudha.
”sialan Yudha... gue mesti cari akal lagi,”kata hatinya Tina.

Rima pulang, dia mulai puyeng dengan kehidupan cintanya.
”makin kesini sepertinye makin berat aje,”keluhnya
Dia lalu termenung sendiri di depan teras sore itu.
Salma-ibunya- datang menghampiri,”ngelamun bae lu.. kenape??”. dia lalu duduk di depan kursi tempat anaknya duduk
”besok.. Minho dan ayah ibunya mau datang kesini, Nyak”, kata Rima, senyum tapi datar
Salma kaget,”ape?? Lu kagak bilang-bilang.. kayak gitu pan berarti gue kudu bikin kue eni mah”
Lalu dia buru-buru masuk ke dalam rumah lagi, tapi balik lagi, tanya lagi ke anaknya
”romannye kayak begimane tu babeh nye si Minho?? Suka kagak ame kue kampung??,”
Rima menggeleng,”aye belom tau, Nyak.. ntar aye tanya Minho dulu”
”ya dah.. lu buruan tanyain yak.. Nyak ntar jadi bisa cepetan beli bahan besok.. pan kasian kalu babeh nye kagak dibekelin apa-apa dari sini”, balas Salma
”ah Nyak..segitunye... pan die juga pastinye kue nye enak-enak ala sono, Nyak,” keluh Rima
Tapi Salma malah duduk lagi,”kenape lu?? Ngeluh begitu?? Ade masale sama si Minho ntu?”
”aye kok malah ragu nih, Nyak.. makin kesini makin bingung aje,” balas Rima
”Ya elah.. kenape lagi anak gue ni??? Emangnye lu kagak mau idup seneng sama tu laki?? Die baek ame lu.. ,”
”baek, Nyak.. tapi aye bingung ame keluarganye.. kayaknye.. aye bakalan di tolak mentah mentah ame babehnye”
Salma bingung juga dengan kata-kata anak perempuan satu-satunya dan bungsu itu,”yah... emangnye.. si Minho ntu tetep pertahanin lu apa kagak??romannye begimane??”
”dia mah.. kepala batu, Nyak.. kalu dah punya mau... ada tank baja juga dihantem”
”terus.. gimane die.. emang bisa lawan orang tuanye?? Bisa-bisa dia diusir aje ntu.. kagak bisa balik lagi kesono,”
Rima menyandarkan dirinya dikursi, lalu menunduk,”aye kagak tau lah, Nyak.. pasrah aje.. aye juga dalem ati sebenernye dah capek bener.. tapi Minho nye masih maksa gitu.. aye pikir.. kasian juge dia.. kalu kagak didukung.. die berusaha nye keras pisan, Nyak.. ”
”aduh..kesian juga kalu gitu si Minho ya?,”
Rima mengangguk,”tapi.. aye dah pasrah aje lah, Nyak.. tadi pan aye nganterin.. roman babehnye kagak ada nyinggung-nyinggung begituan.. beda lah, Nyak.. udah lah.. aye tilpun Minho dulu.. ntar aye kasih tau kalu pade mau nyambang ke sini”
Salma lalu masuk lagi ke dalam rumahnya.

”Kalau ibu perhatikan.. memang wanita itu baik, Minho.. tapi tampaknya segalanya berbeda dengan kita,” kata Ibunya Minho, mereka duduk di depan rumah sewa Minho yang memang besar, menikmati teh di sore itu
Minho mulai mikir dan galau dalam hatinya, dia benar-benar takut orangtuanya menolak.
”memang,” jawab Minho sambil menunduk hormat, dalam hatinya, dia galau sekali.
”aduh.. semoga Eomma tidak berpikiran macam macam,” katanya dalam hati
”sudah berapa kali berjumpa dengan kedua orang tuanya? Bagaimana kehidupan mereka??,” tanya ibunya lagi
”Ah, Eomma.. mereka cuma datang dari keluarga yang sangat sederhana.. Aku berniat telepon Rima sore ini.. ingin memberitahukan bahwa Appa dan Eomma akan datang ke rumah nya.. ,”
”seperti keluarga tradisional pada umumnya, sepertinya,” kata Ayahnya
”begitulah, Appa,” kata Minho, menunduk hormat pada ayahnya
”kamu tahu sekali, Nampyeon??,” tanya ibunya ke ayahnya Minho
”setidaknya.. kehidupan tradisional indonesia tidak jauh berbeda dengan kita.. sangat keluarga, keluarga menentukan.. dan kehidupan sosial sekitar juga menentukan.. iya kan, Minho??,”
Minho mengangguk
”Lalu.. bagaimana pendidikan kedua orangtuanya?? Mereka bekerja apa??,” Ibunya mulai mengintrogasi
Minho bingung menjawab, dia memang tidak tahu apa pendidikan orantuanya Rima
”ah.. aku.. maaf.. tidak sempat tanya.. tetapi mereka petani,” kata Minho
Ibunya kaget,”bagaimana kamu tidak tahu sama sekali?? Apa kamu tidak menelusurinya?? Kalau mereka dari keluarga bawah.. bagaimana??”
”ah.. mulai lagi,” gerutu Minho dalam hatinya
”apa.. aku harus menikah dengan anak dari keluarga kaya??,” tanya Minho
”setidaknya, itu berpengaruh dalam posisi status sosialmu, Minho,” balas Ayahnya
Minho langsung sakit kepala, dia membayangkan penolakan lagi.
”jadi.. Appa dan Eomma.. menolak Rima jadi bagian hidupku??”
”Kami belum bertemu kedua orangtuanya.. yang jelas, tidak ada perjanjian kalian harus menikah,” balas Ibunya
Minho sungguh pusing dan dia memegang keningnya,”alamat penolakan terjadi”, katanya dalam hati.
”Tapi, Eomma.. Appa.. aku sudah yakin dengan pilihanku.. aku sudah katakan pada keluarganya kalau aku serius.. paman Il Sung juga sudah sampaikan..”
”kamu mencintainya karena jasanya terhadap perusahaan ini,” kata Ayahnya santai
Minho menghela nafas,”awalnya mungkin begitu.. tetapi..aku benar-benar ingin mengambil dia sebagai pilihanku, Appa.. Eomma”
”tidak ada perempuan lain yang lebih baik?? Setidaknya satu bangsa??,” tanya Ibunya
Minho tidak tahu lagi harus berkata apa kalau ibunya sudah bilang seperti itu.

Dia pun lalu berdiri.. tidak disangka oleh kedua orangtuanya.. ternyata dia bersujud di depan mereka!
”aku mohon.. Appa, Eomma.. ijinkan aku menentukan pilihan pasangan hidupku sendiri...”
”Ini urusan yang sungguh aku tidak suka,” kata Ayahnya
Minho benar-benar bersujud seperti menyembah kedua orangtuanya.
”aku mohon..,” katanya
”setidaknya.. aku mohon Appa dan Eomma bertemu dulu keluarganya.. baru kalian menilai..,” katanya lagi, masih bersujud
”Aku baru menemukan anakku sekarang sangat menyukai perempuan sampai seperti ini.. dengan Min Seo saja.. kamu sepertinya tidak terlalu peduli hari itu dia bisa menghubungi dan jalan denganmu atau tidak.. pantas saja, Min Seo sangat sedih ketika kamu sepertinya mencampakkannya”, kata Ibunya
Dengan masih bersujud, Minho bilang,”Dengan Min Seo.. ada hal yang tidak bisa aku jalani bersamanya.. dia seperti bukan perempuan kuat yang bisa mendukung langkahku.. dengan Rima..aku terasa selalu bangkit berfikir untuk memajukan apa yang aku usahakan, termasuk perusahaan ini,”
”Akhirnya.. kamu mengakui sendiri bahwa cintamu karena kepintarannya terhadap perusahaan ini,” kata Ibunya
”Benar.. tapi itu hanya awalnya, Eomma.. dia sudah berhentipun..aku masih mencintainya,” jawab Minho
”karena.. sudah ada anak dalam dirinya bukan??,” tanya Ibunya lagi, datar
Minho jadi mikir.. dia tidak ingin berbohong, tapi kalau tidak berbohong, dia sangat yakin tidak akan Rima diterima keluarganya.
Tapi..akhirnya dia pilih berbohong lagi..sesuai dengan skenario awal,”iya, Eomma.. dan..aku harus jadi lelaki bertanggung jawab”, katanya, masih dalam posisi sujud pada kedua orangtuanya

”sudah.. berdiri..,” kata ayahnya
”aku akan tetap begini.. supaya Appa dan Eomma setidaknya menerima hubunganku dengan Rima dan keluarganya,” Minho masih bersikeras
”Jangan keras kepala,” kata Ayahnya lagi
”Kali ini..aku benar benar meminta, memohon,” kata Minho, masih sujud
”keras kepala sekali,” kata Ayahnya lagi,”bangunlah..kami masih akan menelusuri mereka besok”
Minho tetap bersujud.
”Bangunlah.. bangun kataku,” kata Ayahnya lagi.
Minho akhirnya bangun dari sujudnya pada orangtuanya. Dia berdiri.

”semua keputusan besok.. dan.. kami tidak akan ada kompromi jika memang kami menolak,” kata Ibunya
”Eomma.. aku mohon,” Minho benar benar memelas.
Ibu dan ayahnya masuk kembali ke dalam rumah..meninggalkan Minho sendirian di teras yang teduh dan luas itu.

Minho terduduk..dia bersandar pada dinding, melipat lututnya dan menyandarkan dagunya dilutut.
”aku lelah,” keluhnya,”tapi aku menginginkan dia”
Ternyata, dia malah menangis, air matanya pelan-pelan keluar.
Dia diam saja diteras, masih bersandar di dinding.

Rima lalu meneleponnya.
”kenapa..tidak diangkat sama sekali?? Apa Minho lagi sibuk ame orangtuanye??,”kata hatinya Rima
Miscall terus sampai sekitar lebih dari 10 kali..akhirnya Minho baru mengangkatnya
Annyeong haseyo, Rima,” katanya dengan suara lemas
”Minho?? Kamu kenapa??,” Rima jadi panik, dia tetap berbicara bahasa Inggris dengan Minho.
”aku tidak apa-apa..aku kuat, Rima,” balas Minho
”kamu sakit??,” tanya Rima lagi. Tidak biasanya dia memang mendengar suara Minho lemah.. minimal suara cowok sedang ngambek atau senang.
Minho diam saja. Rima masih panik.
”Minho.. kamu tidak biasanya begini.. ada apa??,” tanya Rima lagi.
”aku lelah,” balas Minho, datar.
”apa ada perasaan lain yang ganggu kamu??,”
”Aku lelah..tidak tahu harus bagaimana,” jawab Minho lagi.
be strong.. tetaplah kuat, Minho.. aku mendukung apa yang kamu lakukan,” senyum Rima.
”Rasanya..aku ingin kamu memelukku sekarang.. karena aku lelah,” balas Minho lagi.
”Aku ingin bersandar di pundak seseorang yang aku sayang,”
Rima mengerti apa maksud Minho, tapi memang tidak bisa dilakukannya, dia diam saja.
”Aku..minta maaf, Minho,” katanya.
”orangtuaku akan tetap kesana besok,” kata Minho, suaranya makin pelan.
Dia lalu menaruh Hp nya di lantai..
Tidak ada suara Minho lagi, Rima jadi tambah panik
”Minho.. kamu masih disana??,” kata Rima, suaranya terdengar oleh Minho, tapi dia diam saja.
Air mata masih keluar dari sudut matanya, tapi dia tidak ingin menangis.
Rima terus memanggil-manggil Minho lewat teleponnya.
”Minho.. tolong jawab.. kamu kenapa??,” katanya. Dia terus memanggil nama Minho supaya menjawab teleponnya, tapi Minho diam saja.
Lalu dia tegakkan kepalanya, melihat langit langit teras, supaya air matanya tidak jatuh.
”Kita harus bisa bersama.. Because i really love you, Rima (karena aku sungguh mencintaimu, Rima-red),” kata Minho, dengan menahan air matanya.
Lalu dia menutup sendiri Hp nya.. meninggalkan Rima dalam kebingungan di rumahnya..

Bersambung ke part 27...