Hari
ini… tepat kedatangan ayah dan ibunya Minho ke Indonesia . Ayahnya berniat
mengontrol usaha mereka semuanya, sedangkan ibunya memang suka mengikuti
ayahnya kalau ada kegiatan.
Pagi sekali dia buru-buru menelepon Rima.
“Appa
akan datang hari ini.. nanti siang,” katanya membuka pembicaraan dengan bahasa
Inggris.
”Maaf Minho..apa ayahmu menginginkan aku
jemput sama kamu??,” tanya Rima
”yes,”
balas Minho,”kamu..siap kan?? Aku akan datang jemput kamu...dengan Sur”
Rima berusaha santai, dia sudah siap
kecewa jika memang ada hal yang tidak bisa dibicarakan lagi dengan keluarga
yang sangat berbeda itu.
”aku tidak ingin ada yang ditutupi,” kata
Minho,”tetapi..aku takut Appa menolakmu”
”aku akan berjalan sesuai dengan apa yang
terbaik untukku, Minho.. aku tidak bisa memaksa keluarga mu,”
Dia memang terlihat sangat keras kepala,
ingin mempertahankan apa yang dia punya kalau dia sudah berfikir itu benar
adanya.
”aku faham, Minho.. dan aku merasa
bersyukur mengenal kamu,” puji Rima. Dia berusaha menenangkan hati Minho yang
gusar
Tapi Minho malah menjawab,”maka.. bantulah
aku, Rima.. untuk meyakinkan Appa dan Eomma ku,”
Rima senyum,”aku akan berusaha yang
terbaik untuk Minho”
Sehabis itu, dia pun berdandan seperti
biasa, mengenakan jilbabnya, baju dress sederhana dan siap-siap pergi.
Beh Hamid yang di depan teras mau pergi ke
kebun jadi bingung, kenapa anaknya pagi-pagi sudah mau pergi.
”ari eni.. babeh dan enyaknye Minho
dateng, beh,” Rima cium tangan ayahnya
”trus.. lu ame si Minho bakalan jemput ntu orang??,” tanya
beh Hamid
Rima mengangguk,”iye, beh.. penerbangan
malam sekali.. sampai sini pagi”
”oo,” balas beh Hamid singkat
”lu sampein salam gue ame mereka,”
lanjutnya lagi
”Insya Allah, beh.. aye pamit dulu ye,
salamualaikum”, balas Rima
Rima pergi berjalan keluar mencari angkot
di ujung jalan.
Beh Hamid ikutan keluar dan dia memandang
anaknya dari jauh.
”anak gue.. kok bise bise nye jatuh cinte
ma orang luar?? Ape die kayak kepuyengan?? Gue malah jadi kesian.. ”, dia malah
termenung sampai lihat Rima di ujung jalan sana akhirnya naik angkot.
Rima janjian sama Minho yang memakai mobil
suv untuk menjemput orangtuanya. Pamannya, Il Sung dititipkan Minho kerjaan
hari ini.
”aku khawatir sekali,” katanya lagi pada
Rima ketika mereka duduk di belakang Sur
Rima
cuma bisa senyum pada Minho ,”dont worry.. i am sure that everything is
gonna be alright,”
“aku takut ditolak.. itu sifatku dari
kecil,” kata Minho lagi
“apa.. ayahmu pernah menolak permintaan mu
sedari kecil??,”
Minho menggeleng,”rasanya hampir tidak
pernah.. mungkin hanya satu kali.. dan..aku pun termasuk anak yang menurut pada
orangtuaku”
”lalu??? Berarti.. Minho anak yang
dipercaya keluarga besar Lee”,
Minho mengangguk,”ya... begitulah aku..
tetapi.. kali ini.. aku
khawatir sekali”
”rasanya aye pengen sentuh die dalam
keadaan kalut begini.. tapi kan.. gak boleh.. Minho.. maaf ye.. aye juga
sebenernye takut banget kehilangan Minho..,” kata Rima dalam hatinya
Untuk beberapa saat, mereka diam-diaman
lagi..
”sorry.. perutmu..tidak sakit kan??,”
tanya Minho
Rima menggeleng.
Minho diam lagi, ternyata dia komunikasi
dengan Kwon Yun dalam mesenjer.
”bagaimana aku harus bilang padanya?? Dia
tahu nya kan.. hamil,” kata Minho dalam bahasa mereka di ketikan mesenjer
”aduh.. kamu ini, Minho.. bikin aku
pusing,” keluh Kwon Yun langsung tanpa basa basi
”aku sudah dapatkan perempuan nih..
temanku satu club.. aku sudah minta dia test.. aku sudah berikan pada Supirmu
itu.. kamu belum terima??”
Minho mengetik,”belum.. Sur mungkin lupa.”
”bagaimana aku mengatakannya pada Rima??”
”sampai sekarang.. dia masih tahu
kondisinya yang kamu bohongi itu bukan??,”
Minho mengetik iya
”ya.. kalau begitu.. biarkan saja berjalan
sampai terbongkar sendiri.. sudah terlanjur,” balas ketikan Kwon Yun
Minho jadi berfikir.. apa memang dia harus
berbohong pada kekasihnya itu supaya ayah dan ibunya bisa menerima??
Rima tidak berani mengajak ngobrol Minho
ketika dia serius mesenjeran dengan Kwon yun, dia berfikir, itu mungkin urusan
bisnis.
”Rima.. setelah ini.. sebelum menjemput
Appa.. kita harus bicara,” kata Minho dengan wajah serius
Rima mengangguk.
Lalu Minho minta pada Sur mencari sebuah
restaurant yang cukup privasi mereka bicara di seputar airport
”aku minta maaf,” kata Minho ketika mereka
duduk berhadapan. Mereka bicara
dengan bahasa Inggris.
Rima balas dengan senyum,”ada apa lagi,
Minho??”
”aku sudah berbohong padamu lagi tentang
hubungan kita,” kata Minho, gaya dia bicara masih tidak mau disalahkan, tapi
juga ingin minta maaf.
”berbohong apa lagi?? Aku tidak tahu,”
Minho diam sejenak, lalu,”aku katakan pada
orangtuaku... kalau kamu hamil”
Rima sedih,”Minho.. bukankah memang benar
aku hamil karena hubungan kita itu??”
Minho senyum dan menggeleng,”tidak..itu
caraku agar keluargaku menerima mu”
Rima kaget,”tapi..aku sama sekali juga
tidak mendapatkan period, perutku juga mual”
”itu.. efek samping dari obat.. aku
mencoba berbicara dengan dokter supaya kamu tidak banyak minum obat dan hanya
ada di bawah ku kemarin, di rumahku,”
”jadi..selama ini.. kamu berbohong
padaku.. dan juga orangtua??,”
Minho mengangguk,”aku minta maaf.. itu
caraku agar kamu diterima keluarga ku..padahal..memegang tanganmu saja..tidak
ya??”, dia jadi sedikit manyun..
Rima malah tertawa kecil,”hehehe.. Minho
yang tidak berubah.. tetap
keras kepala kalau sudah ingin sesuatu”
”sekarang aku bingung... bagaimana caranya
aku bisa bicara di depan mereka???”
”aku tetap tidak setuju kamu berbohong,
Minho.. aku minta maaf,”
balas Rima
”tapi..aku harus bagaimana?? Kemauan Appa
ku keras.. dia sepertinya
tidak mau..entah apakah Eomma mau juga atau tidak”
”jikalau orang tua mu tidak bisa.. ya..
boleh jadi, kita hanya teman biasa,” Rima mencoba tersenyum, padahal, aslinya
juga dia kurang bisa menerima kenyataan seperti itu jika memang terjadi
”menyebalkan,” Minho malah menggerutu
seperti anak-anak
”jadi..harus bagaimana??,” katanya lagi
”jawab saja semua dengan jujur, langkah mu
apa dengan keluarga mu.. apa keinginanmu.. aku sangat tidak setuju dasar
hubungan kita dengan berbohong... bukannya kita bisa jadi teman andai..
misalnya.. mereka tidak setuju?? Aku tidak akan marah dengan Minho.. aku akan
baik-baik saja”
”aku yang akan tidak baik saja,” balas
Minho jadi agak ketus. Dia
malah jadi main ketuk ketuk sendok.
”Minho.. lucu sekali,” senyum Rima
”tidak lucu, ah.. aku bingung,” jawab
Minho, wajah manyun nya langsung kelihatan.
”ya, baiklah.. aku akan support apa keputusanmu.. tetapi.. untuk
berbohong.. kepercayaanku tidak membolehkannya,” senyum Rima lagi
”ya.. dimanapun tidak boleh,” balas Minho
datar, masih manyun
Rima jadi terkekeh,”sepertinya.. aku yang
jadi ibu untuk Minho”
”aaah.. tidak lucu,” balas Minho.
”tetaplah jujur, Minho..itu yang aku
inginkan dari hubungan kita.. jika jalannya benar.. selalu ada cara untuk
mencapainya.. itu yang ayahku katakan,” kata Rima, berusaha menghibur Minho
”kamu.. terlalu filosofi dan baik sekali..
itu sebabnya aku memang tidak bisa melepas mu.. dan, kalau aku sudah ingin
sesuatu.. memang baiknya aku dapatkan,” balas Minho
”honesty is the best policy,” balas Rima.
Dia memang takut dengan hubungan
yang dimulai dengan ketidakjujuran. Takut suatu saat efeknya akan negatif dan membawa keburukan untuk mereka.
Minho malah menatapnya dalam-dalam. Rima
jadi salting sendiri.
”kenapa menatapku malah seperti itu?? Apa
ada kata-kataku yang salah??,” tanya dia pada Minho
Minho malah senyum, dia menggeleng,”Ani.. tidak.. tapi kata-katamu tadi malah membuat aku makin kuat
mempertahankan mu.. dijaman seperti ini.. ternyata aku masih menemukan
perempuan yang bisa mengerti diriku.. Modesty
is the best thing in yourself.. dan itu membuat aku tertarik padamu”
Rima
malah gak enak hati dipuji tinggi-tinggi oleh pacarnya itu.
“jadi.. aku akan mempertahankan mu sekuat
aku,” kata Minho lagi. Dia mencoba senyum lagi habis dari manyun nya itu.
”aku akan berusaha katakan jujur semuanya
pada Appa dan Eomma.. tapi
aku juga akan keras keinginanku atas mereka,” lanjut Minho lagi
”Minho itu... cowok yang baik,” kata Rima
membalas senyumnya.
Mereka lalu berjalan untuk menjemput di
terminal kedatangan internasional. Sambil berjalan ke ruang kedatangan, Minho
tertawa-tawa ketika dia meminta Rima bercerita lucu untuknya.
Tuan Lee datang dengan isterinya..
Sampai Minho melihat mereka, buru-buru dia
menghampiri orangtuanya dan menunduk hormat
”selamat datang,” katanya kepada
orangtuanya, masih kaku. Lalu buru-buru pula dia membawa tas ayahnya dan
ibunya.
Lee Senior malahan tidak terlalu kaku.
Isterinya juga senyum pada mereka.
Lee lalu berbicara dengan isterinya dalam
bahasa mereka kalau cewek yang ada disamping anaknya mereka adalah Rima, pacar
anak mereka.
Rima senyum dan menunduk hormat, dia sama
sekali tidak bisa berbicara bahasa korea, jadi dia bicara dalam bahasa inggris
”welcome
to Indonesia
again, Mr Lee.. Mrs Lee,” katanya ramah
Ibunya
Minho senyum, Lee bicara pada isterinya itu tentang Rima yang sudah banyak
membantu perusahaannya.
Sepanjang perjalanan, Lee senior malah
berbicara tentang perusahaan pada Minho.
“laba naik turun.. naik turun.. kamu harus
menciptakan strategi yang bagus untuk perusahaan ini, Minho,” kata ayahnya,
dalam bahasa mereka.
Minho menunduk hormat,”aku usahakan,
Appa.. aku mohon maaf, karena aku baru”
”tetapi sudah hampir satu tahun.. selalu
aku mengkhawatirkan ketidakpercayaan komisaris nanti semuanya terhadapmu”
”untuk saat ini, mereka memang masih
percaya padamu,” lanjut ayahnya
”aku usahakan.. dalam waktu dekat ini, paman Il Sung juga sudah
merencanakan promosi produk yang baru,” balas Minho
”menurut Nona Rima.. bagaimana dengan
nasib perusahaan makanan organik kami untuk bayi??,” tiba-tiba Lee senior
bicara dalam bahasa Indonesia
Rima agak kaget juga, karena dia memang
sudah 3 bulan tidak tahu lagi..dan terakhir memang sudah pernah mengusulkan
masukan,”ah.. maafkan saya, Mr Lee.. saya hanya mengusulkan sedikit kepada
Minho tentang promosi”
Lee senior senyum, lalu dia bicara pada
isterinya dalam bahasa mereka,”perempuan ini pintar..dia bisa mengarahkan
perusahaan, Minho sangat mengandalkannya.. tapi saat ini.. apakah kita akan terima dia bagian
dari keluarganya??”
Minho langsung tahu apa maksud ayahnya,
tapi dia diam saja, dalam hatinya dia mengeluh,”Ah.. Appa mulai lagi”
”usulanmu.. sudah saya terima, Nona.. dan,
saya katakan pada Minho.. saya setuju.. maafkan saya kalau Minho terlalu banyak
merepotkan mu,” balas Mr Lee
Rima senyum dan menunduk hormat dalam
mobil itu,”tidak apa, Mr Lee.. mungkin memang sudah tugas saya”
Ny Lee tersenyum, dia mencoba belajar
berbahasa,”sepertinya.. Miss Rima ini memang baik dan suka menolong ya?? Minho
sangat terbantu”
Minho mendengar kata itu dari mulut ibunya
malah senang, tapi tidak dengan Rima, dia anggap itu basa basi, jadi dia pun
menjawab perkataan ibunya Minho dengan basa basi pula.
”saya.. hanya membantu karena memang tugas
saya, Ny Lee,” jawab nya
Minho sudah berbunga-bunga sedikit dengan
pernyataan ibunya, dia berharap ibunya akan menerima pacarnya.
”nanti malam.. kita akan makan malam,”
kata Lee Senior
”wah.. untuk apa, Appa??,” Minho heran
”tidak apa.. hari ini untuk perusahaan..
besok untuk kita berempat,” senyum Lee senior
”umm,” Minho hanya bergumam, dia benar
benar membayangkan bakal apa yang terjadi antar hubungan dia dengan Rima.
”Nona Rima.. besok malam..tidak ada acara
kan??,” tanya Lee senior
”tidak ada, Mr Lee,” jawab Rima
Lee senior senyum,”jadi.. bergabunglah
dengan kami.. ada yang ingin kami bicarakan,”
”baik,” Rima menunduk hormat
Siang mereka sampai di kantor
”apa.. aku harus masuk juga??,” kata Rima
pada Minho
”masuk,” senyum Minho
”aduh.. gawat nih... aye gak enak sama seluruh
staf,” kata hatinya Rima. Dia diam sejenak
”kenapa??,” tanya Minho
”ah.. nothing,” balas Rima, dia akhirnya
masuk juga
Begitu masuk dalam ruangan depan, semua
staf langsung menghormat pada mereka.
”selamat datang, Mr Lee,” kata Yudha,
diikuti yang lain
Rima agak menunduk, dia ternyata gak enak
hati dengan yang lain.
Minho melihat itu, sepertinya dia
merasakan perasaan Rima, dia tidak bisa apa-apa untuk menenangkannya, tapi dia
memegang ujung jilbab belakang Rima.
Lee senior memberi salam pada semuanya,
dia ramah, terutama kepada staff-staff lamanya
”Tuan Yudha.. masih disini.. terima kasih pengabdiannya,” kata
Lee senior basa basi
Yudha senyum dan menunduk hormat pada Lee
senior,”iya, tuan.. saya sudah menjadikan perusahaan ini rumah kedua saya”
Lee senior memang ramah pada para staff,
baik yang baru atau yang lama. Dia memang bukan tipe pemimpin yang suka pasang
wajah jutek ke bawahannya, kecuali kalau marah.
Dan benar saja..hampir semua staff melihat
Rima, lantas dia buru-buru malah bergabung dengan mereka.
”kok.. gabung sama kita, bu??,” Sheilla
cengar cengir
”ah..enggak.. aku kan... mantan staff
disini juga,” balas Rima, tengsin.
”mantan apa pacar??,” goda Sheilla
Rima langsung menoleh pada Sheilla
”ah....sorry, bu.... just kidding,” balas Sheilla
Rima sungguh jadi tidak enak hati dengan
suasana itu.
Dia lalu menghampiri
Minho,”sepertinya....aku harus pulang, Minho”
Minho bingung,”kenapa??”
”aku tidak enak hati dengan yang lain,”
balas Rima
Minho malah senyum padanya,”kamu
kan...memang pacarku..semua staff juga tahu pacarku sekretaris yang pintar dan
membuat perusahaan ini banyak kemajuan”, dia malah memuji Rima
”aku pulang saja,” balas Rima lagi. Entah
mengapa, dia mendadak malas.
”ya...baiklah.... Rima Lee,” Minho malah senyum
dan ngerjain dia, melihat Rima dengan menunduk karena terlalu tingginya dia.
”sst... ada yang sudah pakai nama keluarga
Lee....bentar lagi boss lu bakalan punya nyonya,” iseng Sheilla lagi...tapi
parahnya, dia ajak ngobrol Tina
Tina langsung mangkel dengan candaan
Sheilla,”Minho menyebalkan...ternyata dia makin cinta sama nih cewek sok suci”,
gerutu Tina dalam hatinya
Minho mengantarkannya sampai
depan,”maaf..aku tidak bisa mengantar pulang.. tetapi..aku sudah susun
rencana.. dua hari ke depan.. ayahku akan datang ke rumahmu”
Rima malah terkesan jadi bengong
memperhatikan Minho.
”kenapa??,” tanya Minho
Lalu dia sadar dari lamunannya,”ah...tidak...ya,
baiklah.. aku pergi dulu..sampai jumpa lusa”
Rima berbalik arah, ingin keluar gerbang
kantor, tapi Minho malah menarik lagi ujung jilbabnya
”aduh,” keluh Rima
”aku kan...tidak mungkin memegang
tanganmu,” senyum Minho
”ya...aku tahu..ada apa??,”
Minho menunjukkan sebuah ekspresi,”I love
you”, dengan menggerakkan tangannya tanda bentuk love
Rima senyum padanya. Ternyata Yudha dari
jauh malah sedikit berjingkat, dia melihat cara boss nya sendiri.
”nah.. bener tuh kata gua ke si Sheilla..
bahan gossip seru nih,” kata hatinya, repot sendiri, tapi dia malah senyum
tipis.
Lee senior hari itu memantau semua
pekerjaan staff dan juga pabrik, salahsatunya yang terletak di belakang kantor
utama itu, sebelum ke pabrik kerjasama dan juga pabrik yang ada di karawang.
Di kantin, seperti biasa, biang
gosip-Yudha,Sheill,Tina- duduk sama sama, makan siang..
”weh..bener loh, Sheil...tadi gue liat si
boss romantis amat sama bu Rima,” Yudha buka pembicaraan
”masak dia kasih tanda love sign gitu,
hehehe”
”tebakanlu bener dong, Yunce,” balas
Sheilla..sambil makan soto
”gua juga tadi dengan boss bilang ”Rima
Lee”, lanjut Sheilla
”bercanda doang kali, jeng,” kata Tina
”sirik luuuu...siriiikkk....,” kata Yudha
pada Tina
”lu naksir ya.. sama boss Minho??,”
katanya lagi
”eh..kata sape??,” Tina ngeles
”bilang aja lu naksir.. sebenernya, gaya
lu sama gaya bu Rima kan gak jauh.. bedanya lu tukang gosip, dia kagak.. lu
cablak, dia kagak,” kata Yudha
”ada ada aja lu, boss,” kata Sheilla,
tertuju pada Yudha
”kan..lu semua kerja yang bagi test
psikologi nya gue,” jawab Yudha, kalem. Dia bisa baca pikiran Tina.
Tina jadi diam dibilang begitu sama Yudha.
”sialan Yudha... gue mesti cari akal
lagi,”kata hatinya Tina.
Rima pulang, dia mulai puyeng dengan
kehidupan cintanya.
”makin kesini sepertinye makin berat
aje,”keluhnya
Dia lalu termenung sendiri di depan teras
sore itu.
Salma-ibunya- datang menghampiri,”ngelamun
bae lu.. kenape??”. dia lalu
duduk di depan kursi tempat anaknya duduk
”besok.. Minho dan ayah ibunya mau datang
kesini, Nyak”, kata Rima, senyum tapi datar
Salma kaget,”ape?? Lu kagak
bilang-bilang.. kayak gitu
pan berarti gue kudu bikin kue eni mah”
Lalu dia buru-buru masuk ke dalam rumah
lagi, tapi balik lagi, tanya lagi ke anaknya
”romannye kayak begimane tu babeh nye si
Minho?? Suka kagak ame kue kampung??,”
Rima menggeleng,”aye belom tau, Nyak.. ntar
aye tanya Minho dulu”
”ya dah.. lu buruan tanyain yak.. Nyak
ntar jadi bisa cepetan beli bahan besok.. pan kasian kalu babeh nye kagak
dibekelin apa-apa dari sini”, balas Salma
”ah Nyak..segitunye... pan die juga
pastinye kue nye enak-enak ala sono, Nyak,” keluh Rima
Tapi Salma malah duduk lagi,”kenape lu?? Ngeluh
begitu?? Ade masale sama si Minho ntu?”
”aye kok malah ragu nih, Nyak.. makin
kesini makin bingung aje,” balas Rima
”Ya elah.. kenape lagi anak gue ni??? Emangnye lu kagak mau idup seneng sama tu
laki?? Die baek ame lu.. ,”
”baek,
Nyak.. tapi aye bingung ame keluarganye.. kayaknye.. aye bakalan di tolak mentah mentah ame babehnye”
Salma bingung juga dengan kata-kata anak
perempuan satu-satunya dan bungsu itu,”yah... emangnye.. si Minho ntu tetep pertahanin lu apa
kagak??romannye begimane??”
”dia mah.. kepala batu, Nyak.. kalu dah
punya mau... ada tank baja juga dihantem”
”terus.. gimane die.. emang bisa lawan
orang tuanye?? Bisa-bisa dia diusir aje ntu.. kagak bisa balik lagi kesono,”
Rima menyandarkan dirinya dikursi, lalu
menunduk,”aye kagak tau lah, Nyak.. pasrah aje.. aye juga dalem ati sebenernye dah capek bener.. tapi Minho nye masih maksa gitu.. aye
pikir.. kasian juge dia.. kalu kagak didukung.. die berusaha nye keras pisan,
Nyak.. ”
”aduh..kesian juga kalu gitu si Minho
ya?,”
Rima mengangguk,”tapi.. aye dah pasrah aje
lah, Nyak.. tadi pan aye
nganterin.. roman babehnye kagak ada nyinggung-nyinggung begituan.. beda lah,
Nyak.. udah lah.. aye tilpun Minho dulu.. ntar aye kasih tau kalu pade mau
nyambang ke sini”
Salma lalu masuk lagi ke dalam rumahnya.
”Kalau ibu perhatikan.. memang wanita itu
baik, Minho.. tapi tampaknya segalanya berbeda dengan kita,” kata Ibunya Minho,
mereka duduk di depan rumah sewa Minho yang memang besar, menikmati teh di sore
itu
Minho mulai mikir dan galau dalam hatinya,
dia benar-benar takut orangtuanya menolak.
”memang,” jawab Minho sambil menunduk
hormat, dalam hatinya, dia galau sekali.
”aduh.. semoga Eomma tidak berpikiran
macam macam,” katanya dalam hati
”sudah berapa kali berjumpa dengan kedua
orang tuanya? Bagaimana kehidupan mereka??,” tanya ibunya lagi
”Ah, Eomma.. mereka cuma datang dari
keluarga yang sangat sederhana.. Aku berniat telepon Rima sore ini.. ingin
memberitahukan bahwa Appa dan Eomma akan datang ke rumah nya.. ,”
”seperti keluarga tradisional pada
umumnya, sepertinya,” kata Ayahnya
”begitulah, Appa,” kata Minho, menunduk
hormat pada ayahnya
”kamu tahu sekali, Nampyeon??,” tanya
ibunya ke ayahnya Minho
”setidaknya.. kehidupan tradisional
indonesia tidak jauh berbeda dengan kita.. sangat keluarga, keluarga menentukan.. dan
kehidupan sosial sekitar juga menentukan.. iya kan, Minho??,”
Minho mengangguk
”Lalu.. bagaimana pendidikan kedua
orangtuanya?? Mereka bekerja apa??,” Ibunya mulai mengintrogasi
Minho bingung menjawab, dia memang tidak
tahu apa pendidikan orantuanya Rima
”ah.. aku.. maaf.. tidak sempat tanya.. tetapi mereka petani,” kata Minho
Ibunya kaget,”bagaimana kamu tidak tahu
sama sekali?? Apa kamu tidak menelusurinya?? Kalau mereka dari keluarga bawah..
bagaimana??”
”ah.. mulai lagi,” gerutu Minho dalam
hatinya
”apa.. aku harus menikah dengan anak dari
keluarga kaya??,” tanya Minho
”setidaknya, itu berpengaruh dalam posisi
status sosialmu, Minho,” balas Ayahnya
Minho langsung sakit kepala, dia
membayangkan penolakan lagi.
”jadi.. Appa dan Eomma.. menolak Rima jadi
bagian hidupku??”
”Kami belum bertemu kedua orangtuanya..
yang jelas, tidak ada perjanjian kalian harus menikah,” balas Ibunya
Minho sungguh pusing dan dia memegang
keningnya,”alamat penolakan terjadi”, katanya dalam hati.
”Tapi, Eomma.. Appa.. aku sudah yakin
dengan pilihanku.. aku sudah katakan pada keluarganya kalau aku serius.. paman Il Sung juga sudah sampaikan..”
”kamu mencintainya karena jasanya terhadap
perusahaan ini,” kata Ayahnya santai
Minho menghela nafas,”awalnya mungkin
begitu.. tetapi..aku benar-benar ingin mengambil dia sebagai pilihanku, Appa..
Eomma”
”tidak ada perempuan lain yang lebih
baik?? Setidaknya satu bangsa??,” tanya Ibunya
Minho tidak tahu lagi harus berkata apa
kalau ibunya sudah bilang seperti itu.
Dia pun lalu berdiri.. tidak disangka oleh
kedua orangtuanya.. ternyata
dia bersujud di depan mereka!
”aku mohon.. Appa, Eomma.. ijinkan aku
menentukan pilihan pasangan hidupku sendiri...”
”Ini urusan yang sungguh aku tidak suka,”
kata Ayahnya
Minho benar-benar bersujud seperti
menyembah kedua orangtuanya.
”aku mohon..,” katanya
”setidaknya.. aku mohon Appa dan Eomma
bertemu dulu keluarganya.. baru
kalian menilai..,” katanya lagi, masih bersujud
”Aku baru menemukan anakku sekarang sangat
menyukai perempuan sampai seperti ini.. dengan Min Seo saja.. kamu sepertinya
tidak terlalu peduli hari itu dia bisa menghubungi dan jalan denganmu atau
tidak.. pantas saja, Min Seo sangat sedih ketika kamu sepertinya
mencampakkannya”, kata Ibunya
Dengan masih bersujud, Minho
bilang,”Dengan Min Seo.. ada hal yang tidak bisa aku jalani bersamanya.. dia
seperti bukan perempuan kuat yang bisa mendukung langkahku.. dengan Rima..aku
terasa selalu bangkit berfikir untuk memajukan apa yang aku usahakan, termasuk
perusahaan ini,”
”Akhirnya.. kamu mengakui sendiri bahwa
cintamu karena kepintarannya terhadap perusahaan ini,” kata Ibunya
”Benar.. tapi itu hanya awalnya, Eomma..
dia sudah berhentipun..aku masih mencintainya,” jawab Minho
”karena.. sudah ada anak dalam dirinya
bukan??,” tanya Ibunya lagi, datar
Minho jadi mikir.. dia tidak ingin
berbohong, tapi kalau tidak berbohong, dia sangat yakin tidak akan Rima
diterima keluarganya.
Tapi..akhirnya dia pilih berbohong
lagi..sesuai dengan skenario awal,”iya, Eomma.. dan..aku harus jadi lelaki
bertanggung jawab”, katanya, masih dalam posisi sujud pada kedua orangtuanya
”sudah.. berdiri..,” kata ayahnya
”aku akan tetap begini.. supaya Appa dan
Eomma setidaknya menerima hubunganku dengan Rima dan keluarganya,” Minho masih
bersikeras
”Jangan keras kepala,” kata Ayahnya lagi
”Kali ini..aku benar benar meminta, memohon,”
kata Minho, masih sujud
”keras kepala sekali,” kata Ayahnya
lagi,”bangunlah..kami masih akan menelusuri mereka besok”
Minho tetap bersujud.
”Bangunlah.. bangun kataku,” kata Ayahnya
lagi.
Minho akhirnya bangun dari sujudnya pada
orangtuanya. Dia berdiri.
”semua keputusan besok.. dan.. kami tidak
akan ada kompromi jika memang kami menolak,” kata Ibunya
”Eomma.. aku mohon,” Minho benar benar
memelas.
Ibu dan ayahnya masuk kembali ke dalam
rumah..meninggalkan Minho sendirian di teras yang teduh dan luas itu.
Minho terduduk..dia bersandar pada dinding,
melipat lututnya dan menyandarkan dagunya dilutut.
”aku lelah,” keluhnya,”tapi aku
menginginkan dia”
Ternyata, dia malah menangis, air matanya
pelan-pelan keluar.
Dia diam saja diteras, masih bersandar di
dinding.
Rima lalu meneleponnya.
”kenapa..tidak diangkat sama sekali?? Apa
Minho lagi sibuk ame orangtuanye??,”kata hatinya Rima
Miscall terus sampai sekitar lebih dari 10
kali..akhirnya Minho baru mengangkatnya
”Annyeong
haseyo, Rima,” katanya dengan suara lemas
”Minho?? Kamu kenapa??,” Rima jadi panik,
dia tetap berbicara bahasa Inggris dengan Minho.
”aku tidak apa-apa..aku kuat, Rima,” balas
Minho
”kamu sakit??,” tanya Rima lagi. Tidak
biasanya dia memang mendengar suara Minho lemah.. minimal suara cowok sedang
ngambek atau senang.
Minho diam saja. Rima masih panik.
”Minho.. kamu tidak biasanya begini.. ada
apa??,” tanya Rima lagi.
”aku lelah,” balas Minho, datar.
”apa ada perasaan lain yang ganggu
kamu??,”
”Aku lelah..tidak tahu harus bagaimana,”
jawab Minho lagi.
”be
strong.. tetaplah kuat, Minho.. aku mendukung apa yang kamu lakukan,”
senyum Rima.
”Rasanya..aku ingin kamu memelukku
sekarang.. karena aku lelah,” balas Minho lagi.
”Aku ingin bersandar di pundak seseorang
yang aku sayang,”
Rima mengerti apa maksud Minho, tapi
memang tidak bisa dilakukannya, dia diam saja.
”Aku..minta maaf, Minho,” katanya.
”orangtuaku akan tetap kesana besok,” kata
Minho, suaranya makin pelan.
Dia lalu menaruh Hp nya di lantai..
Tidak ada suara Minho lagi, Rima jadi
tambah panik
”Minho.. kamu masih disana??,” kata Rima,
suaranya terdengar oleh Minho, tapi dia diam saja.
Air mata masih keluar dari sudut matanya,
tapi dia tidak ingin menangis.
Rima terus memanggil-manggil Minho lewat
teleponnya.
”Minho.. tolong jawab.. kamu kenapa??,”
katanya. Dia terus memanggil nama Minho supaya menjawab teleponnya, tapi Minho
diam saja.
Lalu dia tegakkan kepalanya, melihat
langit langit teras, supaya air matanya tidak jatuh.
”Kita harus bisa bersama.. Because
i really love you, Rima (karena aku sungguh mencintaimu, Rima-red),” kata
Minho, dengan menahan air matanya.
Lalu dia menutup sendiri Hp nya.. meninggalkan Rima dalam kebingungan di
rumahnya..
Bersambung ke part 27...
