Lee Minho sebagai Matsuo Masahiro aka Hiro
Tatsuya Fujiwara sebagai
Ryouji Matsuyama aka Ryo
Shun Oguri sebagai Takumi Ishimaru aka Taku
“Sara chan.. kamu
beneran sudah sembuh??,” kata Ryouji
Dia heran melihat Sara hanya bolos satu
hari. Itupun karena Hiro dan Takumi juga bolos.
Sara mengangguk,”iya, Ryouji
kun..syukurlah..,”
”jadi.. urusan dengan siluman lukisan itu
dianggap selesai... case’s closed,”
kata Hiro
”yang aku heran adalah.. kenapa kita tidak
boleh bertemu dengan Matsuoka san ketika mau pulang??,” ternyata Takumi masih
ingat saja kejadian dua hari lalu
”aku juga bingung, ” balas Hiro
”sepertinya ada sesuatu yang disembunyikan
dari kuil itu..,” kata Takumi,”lalu.. kamu sendiri tahu dari mana kuil itu,
Hiro kun??”
”eh hehehe,” Hiro garuk kepala duluan.
Ryouji dan Takumi sudah curiga, kemungkinan Hiro asal mencari
”jawab saja, Hiro kun.. gak pake lama,” sindir Ryouji
”mencari asal dari search engine, hehehe,” Hiro cengengesan
“what??
Jadi kamu menolongku mencari kuil itu benar benar asal???,” Sara kaget dengan
kelakuan pacarnya sendiri yang kadang mikirnya memang bener bener pendek,
kecuali soal uang dan cewek
“itulah Hiro kun.. anehnya, dia rakki (untung-red),” kata Ryouji sambil mengeplak kepala Hiro
”oi.. kepalaku ini aset perusahaan ayahku!,”
Hiro kesal dia sering dikeplak kepalanya oleh Ryouji.
”lalu.. balik lagi ke Matsuoka san.. dia
siapa??,” tanya Takumi
”Hiro kun ini memang bertemu hantu,” kata
Ryouji
”apa maksudnya??,” tanya Hiro heran
”Yang kamu sebut... Matsuoka Soichiro
bukan??,” tanya Ryouji
Hiro mengangguk
”ini... baka (bodoh-red).. baca disini,” Ryouji menunjukkan buku sejarah
Takumi dan Hiro membaca bagian halaman
yang ditunjukkan Ryouji pada mereka.
”Jadi... yang menolong kita adalah
arwah???,” Takumi kaget
Hiro bengong,”jadi.. aku dibawa ke alam
arwah??”
”iya.. termasuk kamu juga, Sara chan.. tapi
kan.. kamu tidak sadar,” balas Ryouji
”wah.. aku gak sangka,” kata Hiro
”kamu sih.. makanya jangan suka asal..
untung saja kalian ditolong arwah baik,” Ryouji mengeplak kepala Hiro lagi
”hey.. sakit tau!,” keluh Hiro, tapi
Ryouji malah tertawa
”benar benar gak sangka,” kata Takumi
”dia memang arwah bhiksu yang suka
membantu orang.. anehnya, para bhiksu yang sekarang tinggal disana sama sekali
tidak mempermasalahkan hal ini.. tapi.. ya itu.. mereka menyuruh kalian
langsung pulang, kan??,” tanya Ryouji
Takumi dan Hiro mengangguk
”lain kali.. coba jangan asal lagi, Hiro
kun,” kata Ryouji lagi
Sara langsung menjewer kuping Hiro,”Hiro
kuuuuunnnn... gak berubah berubah!”
Yang lain tertawa..
”eh...tapi kan..kamu selamat, sayang,”
Hiro membela dirinya, mengusap usap kupingnya yang merah dijewer Sara
”sekarang... gimana caranya kita pikirkan
nasib Natsu chan selanjutnya,” kata Ryouji
”memang kenapa lagi?? Kan sudah selesai??,” tanya Sara
”belum.. dia harus pindah ke kota lain,”
Ryouji mendadak jadi gak semangat
”karena orang tuanya sakit kan??,” tanya Takumi
”aku kok enggak melihatnya seperti itu
ya?? Seperti ada yang disembunyikan dibalik peristiwa kemarin lagi,” jawab
Ryouji
”jadi menurutmu... siluman itu masih
hidup??,” Hiro malah nebak nebak sendiri
”kamu sendiri.. ada petunjuk tentang itu
gak, Ryo kun?? Sepertinya sih.. menurutku.. semua akan baik baik saja.. kalaupun misalnya Natsu
chan pindah,” kata Sara
”tahu tuh...kamu ini lebay juga, Ryo kun,” timpal Hiro,”andai Natsu chan
pindahpun...kalian tetap bisa komunikasi kan??,”
”ah...gak tahu deh.. kalian gak ngerti
aku,” sekarang malah Ryouji yang kelihatannya galau
”eh..kamu memang kenapa, Ryo kun.. kok
jadi kayak gini??,” kata Hiro di telepon
”firasatku mendadak gak enak dengan Natsu
chan.. dia sama sekali enggak
cerita apa apa,” balas Ryouji
”umm...,” gumam Hiro,”apa masih ada
hubungan dengan kemarin itu ya?? Atau.. memang ini cuma psikologi hubungan kamu
aja?? Siluman itu sudah beneran mati kok.. aku lihat sendiri... arwah Matsuoka san itu yang
bunuh,”
”sepertinya ada siluman lain deh,”
”apaan?? Aku gak rasa.. kamu kan
tahu...aku bisa merasakan itu,”
”sepertinya...itu cuma psikologi kamu aja
deh,” lanjut Hiro lagi
”orangtuanya Natsu chan..sepertinya masih
punya perjanjian lain,”
”apa lagi?? Memang leluhur dia
itu...asalnya dari mana sih??,” Hiro malah jadi penasaran dengan kehidupan
Natsumi
”kamu..merasa aneh tidak.. dengan
namanya?? Natsu artinya panas.. tapi dia justru lahir di bulan musim dingin,”
papar Ryouji
”ah.. nama kan bisa aja cuma pemberian
orang tua yang memang pengen nama itu,” Hiro berusaha memakai logikanya asalnya
lagi
”jangan kumat asal deh, Hiro kun.. aku
memikirkan itu dari sejak kenal dia.. masak kamu gak tahu budaya pemberian nama
orang jepang? Kamu bukan orang jepang ya?,” Ryouji jadi nyindir
”ya.. ya.. terus apa??”
”pasti ada sesuatu di balik nama itu...
aku belum menemukannya,”
”kalau soal menemukan sejarah dibalik
sebuah hal.. Ta-kun jagonya.. jangan tanya aku..,”
”besok.. bicarakan saja dengan Ta-kun..
atau kita ketemu sekarang,” lanjut Hiro lagi
Ryouji akhirnya setuju mereka bertemu lagi
malam ini.
”Sara cchi..kita gak jadi pacaran deh.. malam ini.. huft,” Hiro mengeluh di
telepon
”kenapa?? Mau ngobrol dengan Ryo kun dan
Ta kun ya??,” tanya Sara
”kok kamu tahu??”
”soal apa??,”
”soal Natsu chan.. Ryo kun curiga dengan namanya.. kamu.. ikut saja ya, sayang??,”
Sara menolak,”ewww.. malas ah.. biasanya cowok obrolannya mengerikan”
”gak deh.. kita janji.. siapa tahu.. kamu malah yang lebih bisa bantu Natsu
chan”
”aku bingung... ada apa sebenarnya sih?? Kalau
memang ini misterinya Natsu chan.. bagusnya memang dia juga berusaha
menyelidiki,” balas Sara
” ya...kan aku bilang.. makanya kamu ikut,
sayang...,”
”ekh,” balas Sara agak sedikit jutek
Sebuah cafe ...
”aku sungguh tidak tahu kalau memang
orangtuaku punya sebuah rahasia lagi,” kata Natsumi
”Apa mungkin sebenarnya ini kasus
terpisah??,” tanya Hiro
”mungkin saja.. eh, Ta-kun.. kamu kan bisa membantuku menelusuri barang
yang ada hubungannya dengan energi,” kata Ryouji
”iya.. tapi kalau kebanyakan yang
dipegang.. yang mana dulu?? Natsu chan harus mengingat lagi peristiwa terakhir
kapan misalnya orangtua mu bercerita,” jawab Takumi
”coba diingat ingat lagi, Natsu chan,”
kata Hiro
Natsu mencoba mengingat apa yang telah
terjadi antara dia dengan orangtuanya
Lalu setelah beberapa menit,”aku sulit
mengingatnya, Ryo kun”
Ryouji menggaruk garuk kepalanya,
kebingungan
Mereka semua diam...
”gimana dong??,” tanya Sara
Ryouji yang tampaknya paling keras
berfikir..
”kita ke Osaka,” ujar Ryouji
Semua kaget.
”Ngapain lagi ke Osaka??,” tanya Hiro
”kembali ke kuil kalian kemarin ke sana,”
jawab Ryouji
”eh?? Aneh banget,” balas Hiro,”apa masih
ada hubungannya sama lukisan lagi??”
”bukan,” jawab Ryouji,”tapi.. sepertinya
di Osaka ada energi aneh yang hubungannya dengan orangtua Natsu chan”
”masih berhubungan dengan dunia misteri
lagi?,”tanya Hiro
Ryouji mengangguk,”pastinya.. hanya saja..
aku masih belum tahu dan kita harus berlibur ke Osaka lagi”
Hiro dan Takumi kaget,”what?? Liburan terus.. kita kan mau ujian..”
”harus diselesaikan bersama.. bagaimana
lagi?,” balas Ryouji,”dan lagi...aku khawatir hal ini akan lebih parah dari
kasus sebelumnya,”
” Umm...,” Hiro bergumam lagi, dia mikir
”sepertinya kalau begitu.... ya terpaksa
kembali ke Osaka,” lanjutnya lagi
”aku tidak harus ikut kan???,” tanya Sara
Hiro malah nyengir kuda,”harus dong... kan
pacar itu kalau misalnya ada kesulitan.. wajib dibantu,”
”Mulai deh.. kita bukan liburan.. tapi
berantem sama hantu..,” timpal Ryouji
Hiro malah cengengesan,”ah.. kalian ini
selalu gak suka lihat aku senang”
”lalu.. naga emasmu itu mau
dikemanakan??,” tiba –tiba Takumi malah menyinggung piaraan ghaibnya Hiro
”wah... aku belum lihat dia lagi tiga hari
terakhir ini...kayaknya dia baru muncul kalau memang aku lagi kepepet”, balas
Hiro
”sebenarnya kita bisa meminta bantuan dia
supaya bisa berantem di dunia sana,” kata Ryouji.
Hiro malah malas menanggapi Ryouji,”naga
ku bukan buat disuruh berantem ah... kemarin saja aku kaget dengan kelakuannya yang
gak bisa dikontrol...dia serang sendiri tanpa komando.. emang enak”
”apa?? Seriously??,”
tanya Ryouji
Hiro mengangguk,”ya.. tapi mungkin dia
masih baru kali ya, kenal masternya??secara..aku bisa lebih sakti dari dia...”
”pede nya gak berubah ubah,” sindir Sara
Hiro malah ngeledekin Sara dengan kiss bye
nya,”tapi kan.. aku tetap pacarmu,
sayang.. muach”
Takumi tertawa sepupunya dikerjain
pacarnya sendiri.
”lanjut dong.. trus gimana lagi??,” tanya
Ryouji
”ya.. gitu deh... jangan pakai naga ku
dulu deh..,” keluh Hiro,”mengerikan kalau dia marah.. semua yang dia anggap
melawan ku bisa jadi musuhnya,”
”dapat dari mana sih??,” tanya Ryouji
Hiro menggeleng,”gak tahu tuh..
leluhurku.. besar lagi..dan dia bisa berubah wujud jadi panglima perang jaman
dulu”
”sugeeeeee........
keren pastinya!,” balas Ryouji
”lalu.. kasusku bagaimana??,” harap
Natsumi
”Natsu chan.. harus mengingat kejadian
sewaktu kecil yang aneh.. mungkin
misalnya pernah sakit parah?? Atau pernah melintasi dimensi lain?? Yang mungkin kita emang gak tahu,” balas
Takumi
”aku harus berfikir lagi,” balas Natsumi
”eh..kita menginap di rumah ku saja malam
ini.. besok kan minggu,” ujar
Hiro
”ada yang modus nih,” ujar Takumi, kalem
Hiro cengengesan, dia ngeles,”ah.. enggak dong.. mamaku sudah masak banyak nih,
sekalian aku tunjukkan si naga emas”
”yang bisa melihat kan cuma Natsu chan
aja..emang dasar modus kok,” balas
Takumi, kalem
”kita balas modus dia .. makan banyak
dirumahnya, hahahaha,” Ryouji malah menimpali dengan bercanda
Mereka semua pergi ke rumah Hiro
Di pekarangan, Hiro langsung menunjukkan
sebuah talisman (jimat) yang
bentuknya seperti koin dan berbentuk ukiran naga emas, langsung dia tunjukkan
pada yang lain.
”ini memang sepertinya jimat aseli dari
jaman sebelum Heian malah,” ujar Ryouji
”umm... mungkin leluhurku memang orang
terpandang jaman dahulu,” jawab Hiro
”sepertinya sih... begitu.. coba deh..
tunjukkan pada kita,” ujar Ryouji
Lalu dia membaca mantra... dan keluarlah
seorang panglima yang bertinggi besar, lebih dari tingginya Hiro yang 180 cm
lebih dan berbaju emas serta berkulit emas.
Natsumi kaget, karena hanya dia yang bisa
melihat mahluk ghaib
Naga emas yang bersosok manusia emas itu
langsung menghormat pada Hiro
”tuanku..apa yang bisa saya lakukan??”,
katanya
”dia bicara seperti manusia,” ujar Natsumi
pada yang lain
”ceritakan warna dan bentuknya, Natsu chan,”
kata Ryouji
”seperti manusia, tinggi, mungkin sekitar
2m tingginya, Ryou kun.. lalu.. dia berkulit emas.. berjanggut.. tampaknya
memang sudah tua.. memakai pakaian perang besi ala panglima,” papar Natsumi
”kakkoii
da... sugeee (keren-red),” balas Ryouji
”ah..enggak.. aku gak minta bantuan apa-apa,” balas Hiro pada
naga nya itu
”ssssttt......minta bantuan soal Natsu
chan.. bisa gak??,” bisik Ryouji
Hiro menyikutnya, lalu,”teman-temanku
ingin berkenalan dengan kamu.. jadi, menghormat pada mereka,” perintahnya
Naga yang berwujud manusia itu lantas
menunduk hormat dalam dalam pada mereka semua
”dia benar benar menuruti perintah Hiro
kun,” kata Natsumi
”sekarang..bisa gak.. kamu bantu kita..
ada masalah dengan temanku, Natsu chan,” kata Hiro, menunjuk pada Natsumi
Natsumi senyum manis pada naga manusia
itu, dia bisa melihat sang naga dan menunduk hormat padanya,”aku
Natsumi..senang berkenalan dengan mu”
”apa yang bisa saya lakukan, tuan??,”
tanya sang naga lagi
”kami akan pergi ke Osaka.. seperti yang
lalu, kami akan bertarung dengan roh jahat,” balas Hiro
”saya akan melindungi tuan,” balas sang
naga
”ya.. aku tahu.. tapi masalahnya bukan
cuma disitu.. bisakan kamu sekarang pergi ke Osaka dan kembali lagi ke sini..
ke sebuah daerah??,” pinta Hiro
Sang Naga menunduk hormat, menyanggupi
”tapi Hiro kun.. masalah kita kan belum selesai,” ujar Natsumi
kalem
”begini saja.. kita akan ke Osaka minggu
depan.. berangkat sore hari
sabtu, pulang minggu pagi.. seperti
kemarin.. lalu,kita kunjungi kedua orang tua mu...dan.. ya.. aku bawa dia,”
ujar Hiro, menunjuk pada sang Naga piaraan leluhurnya itu
”lalu.. kesana kan mahal, Hiro kun,” balas
Natsumi lagi, dia gak enak Hiro sudah banyak bantu dia
”tenang aja.. Hiro kun gak pernah masalah
dengan uangnya yang dah gak kehitung banyaknya,” Ryouji siul siul
”tahu begitu.. kenapa masih gak tahu kalau
aku kaya??,” Hiro balas sindiran Ryouji. Hiro memang suka membantu temannya
tanpa minta imbalan lagi. Dia termasuk cowok baik, tapi playboynya yang kagak
nahan..
Lalu,”kami akan pergi ke Osaka.. kembali
ke kuil, lalu.. aku harap.. kamu akan membantuku,” ujar Hiro pada Naga
piaraannya itu
Sang naga lalu menunduk hormat dan Hiro
membaca mantra agar dia kembali ke dalam jimat nya.
Dengan asap tipis yang bisa dilihat
semuanya, akhirnya naga itu pun masuk kembali ke dalam jimat.
”keren banget Naga kepunyaan leluhurmu
itu, Hiro kun,” tanya Takumi ketika Hiro melukis bagaimana bentuk asli wujud
manusia dan naga peliharaan leluhurnya itu yang ditunjukkan pada semuanya
”memang....tapi dia kalau marah tidak
terkendali...dan jangan sampai ada yang menyerang aku...akan dia anggap musuh,
enggak peduli siapa orangnya,” jawab Hiro
”aku berfikir... persoalan Natsu
chan..orangtuanya tidak hanya berurusan dengan para arwah lukisan kemarin
itu...apa menurutmu.. masih ada hubungan dengan Matsuoka Soichiro??,” tanya
Ryouji
”sepertinya tidak.. Matsuoka san..terpisah urusannya,” ujar Takumi
Pembicaraan mereka terganggu oleh
datangnya ibu Hiro membawa makanan ringan dimalam itu
”waahhhh.... Mama memang ibu yang
baik...chu,” Hiro tanpa ragu manja dengan ibunya dan mencium pipi ibunya di
depan teman temannya
Ryouji meledek,”enggak bisa romantis sama
Sara chan..gantian ibunya jadi sasaran,”berbisik pada Sara
Sara menoleh padanya lalu melotot
”ah..enggak..aku jangan ditonjok,” balas
Ryouji
”terima kasih, Okasan (tante-red),” kata mereka semua, menunduk hormat
Mereka meneruskan pembicaraan sambil makan
kue..
”Orangtuamu..sebenarnya asalnya darimana,
Natsu chan??,” tanya ibunya Hiro
”dari Nara, Okasan,” jawab Natsumi
menunduk hormat pada Ibunya Hiro
”Nara.. uhmm...,” gumam ibunya Hiro,”Hiro
kun..sudah bercerita tentang kamu kemarin setelah Sara chan dalam bahaya”
Hiro malah duduk mepet mepet ke Sara, dia
sengaja makan kue berantakan.
”Ma.. tissue dong,” pintanya iseng pada
ibunya
Ketika ibunya ingin mengambil tissue, Sara
buru-buru membantu ibunya Hiro.
”ini.. kamu ini, jangan suka memerintah
orangtua seperti itu,” ujar Sara, agak ketus
”umm,” Hiro menunjuk nunjuk pada bibirnya,
minta di lap
”kumat deh, lagi serius begini,” sindir
Ryouji
”Hiro kun ini..dari kecil memang susah
diajak pembicaraan serius.. maaf ya??,” senyum ibunya pada yang lain
”cowok manja,” keluh Sara. Akhirnya dia mengelap krim yang ada di
bibir Hiro dengan tissue
”intermezzo... makasih Sara cchi,” senyum
Hiro genit
”ekh,” ketus Sara,”mohon dilanjutkan, Okasan”,
katanya lalu pada ibu pacarnya sendiri.
”Nara itu.. menurut orangtua sedari
dulu..kota budaya.. tetapi juga satu sisi..ada hal-hal mistik yang
melingkupinya,” lanjut ibunya Hiro
”apa itu, Okasan??,” tanya Natsumi
”di Nara, mirip juga dengan di daerah lain
Jepang jaman dahulu..ada saja dongeng dongeng hantu menyeramkan,”
”dan.. konon kata orangtua dulu juga...
hantu hantu itu meminta korban,”
”umm,” gumam Ryouji,”apa..ada yang sampai
berlanjut generasi ke generasi??”
”mungkin saja.. kalau memang ada
perjanjian dahulunya.. seperti kasus kemarin...”, balas ibunya Hiro
”ada arwah jahat yang terkenal..dia
perempuan berwajah dua,” lanjut ibunya Hiro
”wajah dua???”, mereka heran
Ibunya Hiro mengangguk,”iya.. wajahnya ada
dua, di depan dan belakang”
”mengerikan pastinya... untung aku gak
bisa lihat hantu,” ujar Sara
”terus.. gimana Mama?? Apa arwah itu bisa
memangsa??,” tanya Hiro
Ibunya mengangguk,”iya...arwah itu juga
menerima persembahan perjanjian”
”bukankah.. arwah hantu wajah dua itu
hanya dikenal di gunung Fuji ya?? Apa berarti.. ada hubungan antara gunung Fuji
dengan kejadian Natsu chan ini??,” pikir Ryouji
”jadi maksud mu... sebenarnya perjalanan
kita bukan ke Nara.. tapi ke gunung Fuji, begitu??,” tanya Takumi
Ryouji mengangguk.
”saya hanya memberikan penjelasannya...
tetapi yang namanya arwah bisa berada dimana saja,” kata ibunya Hiro
”benar.. mama ku bilang benar,” Hiro
mengangguk angguk.
”jadi..kemana dulu perjalanan kita??,”
tanya Takumi
”tetap ke Osaka.. mencaritahu dari mulut
orangtua Natsu chan sendiri.. atau..kita paksa saja mereka mengaku,” Hiro
nyengir kuda
Ryouji yang pacarnya Natsumi langsung
mengeplak kepala Hiro tanpa melihat ada ibunya disana,”gaya kamu.. main paksa”
Ibunya Hiro bukan marah tapi malah tertawa,”memang
Hiro kun begitu.. suka main
asal bicara dan bertindak.. terkadang mirip ayahnya, hehehe”
”bukan mirip lagi.. 11-12 sepertinya sama dengan
ayahnya,” gumam Ryouji dalam hatinya. Dia ingat saja gimana ayahnya Hiro cuek bermesraan
sama isterinya di depan mereka saat Hiro sedang di rawat di RS akibat kena
tusuk Kuchisake Onna palsu.
”berarti besok kita pergi ke Osaka,” kata
Hiro
”yang pergi aku, Natsu chan dan Hiro kun
saja,” kata Ryouji
”Sara cchi ikut,” ujar Hiro
”bukan buat pacaran ke sana..buat caritahu
sesuatu,” balas Ryouji lagi, lagi-lagi dia mengeplak kepala Hiro, tahu apa isi
pikirannya
”aku gak usah ikut saja,” balas Sara
”gak.. semuanya ikut saja deh,” kata Hiro
lagi
”yeee...akhirnya,” kata ryouji senang, dia
memang sengaja pancing-pancing Hiro
Dirumah besar itu, akhirnya mereka
menginap..
Natsu dan Sara satu kamar, sementara Hiro,
Ryouji dan Takumi dikamar Hiro
Hiro mengendap-endap keluar kamarnya
ketika dia melihat yang lain sudah tidur, lalu ke kamar sebelah,”pacaran sama
Sara cchi ah, hihihi,” dia cekikikan sendiri, otak ngeresnya kumat
Dia lalu mengetuk kamar sebelah dan Sara
keluar
”jalan yuk.. ke taman aja,” katanya
mengajak Sara
Mereka berdua jalan bergandengan tangan,
ke taman, masih di dalam rumah Hiro yang besar sekali.
”Rumahmu besar sekali ya??,” ujar Sara
Hiro mendadak malah mencium dia, Sara jadi
gak enak hati
”hentai..
genit sekali,” Sara meletakkan telapak tangannya ke wajah Hiro
”tapi suka dong.. aku cium kamu?? Daripada
nanti aku cium Natsu chan??”, balas Hiro, cengengesan
”ya..coba saja.. atau kita putus!,” ancam
Sara
Hiro menggerakkan tangannya,”jangan..
jangan putus.. aku cinta Sara cchi kok.. beneran deh”
Sara manyun dengan kelakuan pacarnya yang
emang playboy nya masih kentara.
”sudah dong.. jangan manyun terus... masak
sudah pacaran aku masih dijudesin pacar sendiri sih?? Huft,” keluh Hiro di
pinggiran taman
Tiba-tiba dia melihat ada sinar merah mau
masuk kamar menginap Natsu dan Sara
Hiro langsung lari ke koridor rumahnya
sendiri.. mengejar sinar itu
Dia lalu membaca mantra pengusir sinar
itu... Tapi sinar itu ternyata tidak mau juga pergi... mendekati jendela
kamar...
Hiro berlari makin kencang, Sara
mengejarnya,”Hiro kun.. tunggu!”,
Sara juga melihat sinar merah itu
Hiro buru-buru membaca mantra lain lalu
dia seperti memegang batu dan melempar pada sinar merah besar itu
”KENA KAU.. PERGI!!,” teriak Hiro sambil
melempar batu yang bersinar biru dari tangannya.
Benar saja, sinar merah itu terkena
lemparan batu dari Hiro dan ternyata.. sinar itu berteriak!!
”Arghhhh............. koitsu...!! (anak sialan-red),” teriak sinar merah
itu.. lalu dia pergi.. melesat kencang entah kemana.
Sara agak sedikit ngos ngosan mengejar
Hiro yang sudah di bawah kamar menginap mereka dari lantai bawah...
”ada apa?? Kenapa??”, tanya dia masih
sedikit ngos ngosan
Hiro malah genit dan mencium
dia,”umm...biar ngos ngosan nya sembuh..chu”
”Plak!,” tamparan ke pipi kiri langsung
kena
”Uh! Gimana sih?? Aku kan pacar kamu.. masak
cium aja masih ditampar juga??”, keluh Hiro
”dalam bahaya masih genit saja.. emang
playboy!!,” teriak Sara
Ryouji yang mendengar Sara sedang seperti
berantem dengan Hiro lantas bangun dan membuka jendela kamar Hiro dan teriak
dari atas
”ada apa???,” tanya dia
”Sinar merah.. mencoba masuk dan mencelakai
Natsu chan,” jawab Hiro, setengah teriak dari bawah..
”ah.. masak sih??,” Ryouji tanya balik
”tanya saja pacarku.. benar kan, Sara
cchi??,” Hiro mengerling genit
”genit,” gerutu Sara
”iya.. sinar merah mendadak melesat entah
dari mana dan mau masuk ke kamar Natsu dan aku!,” Sara setengah teriak
”Gawat..! rumah kamu ini.. tidak
dilindungi Dewa ya??,” kata Ryouji
”aku tidak memasak cermin pelindung,
mungkin mama ku lupa,” balas Hiro
”haaah... ayo masuk cepat,” teriak ryouji
lagi
”Sara cchi.. masuk terlebih dahulu.. aku
akan membuat pagar pelindung.. gawat kalau begini,” kata Hiro
Sara kembali jalan menuju lorong koridor
dan masuk ke rumah besar itu
Ternyata security rumah Hiro menghampiri
mereka
”tidak apa-apa..cuma gangguan sedikit,”
ujar Hiro
”apa..kamu tadi melihat sinar merah masuk
rumah ini??,” lanjutnya lagi
Security mengangguk mengiyakan
”itu teror.. dia hanya berupa kepala.. aku
pernah melihatnya ketika berlibur ke Bali,” papar Hiro
”bilang sama Mama... rumah aman.. aku akan
memagari.. bilang sama Mama.. tolong pasang patung Dewa Bishamonten (dewa perang-red) di depan rumah dan di setiap pojok
rumah,” lanjutnya lagi
Security itu pun mengangguk, berjalan dan
jaga rumah besar itu lagi.
Hiro naik ke kamarnya, bertemu lagi dengan
Sara, Ryouji dan Takumi.
”Tadi itu setan kepala saja,” Ujar Hiro
pada teman-temannya
”seriously??
Kenapa bisa??,” tanya Ryouji
”aku juga tidak tahu.. menurut legenda, setan seperti itu memang
bisa menghisap nyawa manusia yang tertidur... dia perempuan.. mirip dengan yang
aku lihat ketika aku berada di bali,” jawab Hiro. Di Bali ada satu setan yang
hanya kepala manusia saja, terutama berwujud kepala perempuan, namanya Leak.
”mengincar Natsu chan,” kata Sara
”benar, sayang.... dia pasti mengincar Natsu chan.. aku harus membuat jimat.. boleh.. minta
darahmu kan??,” balas Hiro pada Sara
”what??? Maksudnya???,” Sara kaget, juga
Ryouji dan Takumi
”kenapa harus darah Sara chan??,” Takumi
kaget
”ewww... gimana ya... aku ceritanya???,”
Hiro malah malu-malu
”kenapa??,” Ryouji heran
Hiro akhirnya menarik tangan Ryouji lalu
mereka berdua mojok di kamar itu..
”Sara cchi masih virgin.. Natsu chan..
sudah tidak kan?? Pasti kamu
pelakunya,” bisik Hiro
”Setan.. kenapa kamu bisa berfikiran begitu???,” bisik
Ryouji balik
”aku minta beberapa mili darah Sara cchi..
setan tanpa kepala itu takut dengan darah cewek masih virgin, hehehe”, bisik
Hiro lagi
”beneran.. kamu gak apa-apakan dia selama
pacaran???,” lanjut Hiro lagi
”gak bisa... Sara chan saja yang diambil,”
balas Ryouji ngeles
”ya... ya.. aku tahu.. ,” balas Hiro. Lalu
mereka kumpul lagi ngobrol diatas tempat tidur.
”Jadi.. kami memang butuh darahmu, Sara
chan.. ini penting,” kata
Ryouji
Sara heran,”kenapa?? Kenapa enggak darah Natsu chan??”
Hiro malah ember,”simple.. Sara cchi
masih...”
Ryouji langsung menutup mulut Hiro,”dasar
setan...”
Lalu,”Kami memang butuh darahmu karena
darahmu masih mengandung energy murni,” Ryouji mencari alasan, ngeles
”Oh.. baiklah.. berapa mili??,” Sara
memang baik terhadap Natsumi
”tidak banyak.. 10 mili saja, hehehe,”
timpal Hiro
”10 ml itu banyak,” Sara menggaruk
kepalanya
”Nanti..kita liburan ke Hokkaido deh, Sara
sayang,” Hiro malah ngerayu dia
”enak ya.. jadi pacar orang kaya,” sindir
Ryouji
Takumi cengengesan.
”gak perlu ke Hokkaido..asal buat Natsu
chan.. aku juga mau kok..,” balas Sara judes pada Hiro
”huft.. sudah jadi pacar.. masih saja aku di judesin,” keluh Hiro
”ya sudah.. perlu apa lagi buat upacara
itu??,” tanya Takumi
”suntikan, jarum suntik, darah, dan bunga
anggrek merah”, ujar Hiro
”anggrek merah?? Memang ada???,” tanya
Takumi balik
”besok kita cari di toko bunga.. besok..
tanggal yang tepat di hari bulan purnama,” balas Hiro lagi
”Rasanya.. aku seperti persembahan seorang
dukun,” keluh Sara pada yang lainnya
Hiro malah
mepet ke dia dan menciumnya di depan Ryouji dan Takumi
”kamu sudah rela berkorban untuk Natsu
chan 2kali loh.. besok.. libur sekolah.. kita liburan yuk.. ke Hokkaido atau ke
Okinawa,” rayu nya
”gila.. oi.. ada aku sama Takumi... main
cium-ciuman saja..dasar otak porno, playboy cap sekolahan,” Ryouji langsung
memukul kepala Hiro
Sara menggampar lagi pipi Hiro yang
kanan,”Plak! Aku malu!”
”nasibku.. gak pernah senang setiap kali
mau serius,” balas Hiro, dia mengelus elus pipinya sendiri, sudah pipi kiri dan
kanan digampar malam itu
”besok kita mulai upacara itu...,” ujar
Hiro
Paginya..mereka semua bangun kesiangan.
Ibunya Hiro awalnya tidak tahu apa sebabnya, ketika mereka sedang makan pagi
yang kesiangan, Hiro lalu bercerita apa yang terjadi pada Ibunya Hiro dan
Natsumi
”jadi.. mereka mengincarku??,” tanya
Natsumi
Hiro mengangguk sambil makan,”Iya.. mereka
ingin menghisap darahmu.. malam ini..kita akan bikin upacara mengorbankan
sedikit darah Sara cchi,”
Hitomi, adik Hiro yang masih kecil malah
iseng,”aku ikut, Ani chan (kakak
cowok-red)!”
Hiro melotot,”dekinai (tidak boleh-red).. ini urusan orang dewasa,”
”Maa...
maaa... (sudah-sudah-red).. Hitomi chan.. main saja dikamar nanti malam
ya?? Sama Himawari Ane chan,” senyum Ibunya Hiro
Ibunya Hiro senyum pada semua teman
anaknya itu, sampai matanya tidak terlihat,” Hitomi chan.. memang lebih mirip
Hiro kun untuk kesukaan pada supranaturalnya, dibanding kakaknya, Himawari
chan”
Hiro mengangguk,”Iya..dia bisa melihat
spirit yang melindungi kalian.. tapi Hitomi chan tidak bisa membunuh hantu.. hanya
bisa melihat dan komunikasi saja”
”menyeramkan sekali,” gumam Sara
”tapi kan..dia calon adik iparmu,” senyum
Hiro manis sekali pada Sara
Takumi nyengir kuda pada Sara. Sara jadi salting sendiri.
”oh iya.. Sara chan.. belum ibu belikan
baju yang di Shibuya ya?? Ada
koleksi bagus loh... mau kan?? Natsumi chan.. nanti juga main sama sama ya??,”
senyum ibunya Hiro
”senangnya punya pacar anak pengusaha,”
kata Ryouji kalem. Ryo memang
terkadang suka menyindir
”tidak merepotkan Okasan??,” tanya Natsumi
Ibunya Hiro menggeleng,”aku senang kalau
Hiro kun membawa teman-temannya. Hiro kun dari kecil manis, tidak suka
mengganggu anak perempuan, baik dan pelindung”
”rasanya terbalik,” gumam Takumi, tapi dia
mencoba senyum pada ibunya Hiro
Hiro nyengir kuda dipuji ibunya
sendiri,”arigatou, Mama.. mama memang baik,”
”nanti malam.. kita mulai... jangan lupa..
Sore kita sudah disini lagi.. kita mulai acaranya di belakang rumah ku”,
katanya lagi
Siang sampai sore, waktu mereka habiskan
untuk jalan-jalan di pinggiran kota Tokyo.. sampai kembali menjelang malam...
”Lihat.. benar kan.. sudah purnama lagi??,”
Hiro menunjuk pada langit,”untung kita sudah dapatkan anggrek darahnya,”
Mereka benar-benar menyiapkan meja kecil
untuk sajian
”kamu yakin... setan kepala itu akan
datang lagi??,” tanya Ryouji
Hiro mengangguk, ”yakin.. lihat saja.. aku akan lempar dia dengan bunga yang
nanti diberi darah Sara chhi”
”adikmu..tidak akan ikut-ikutan kan??,”
tanya Takumi
”dia sudah aku bungkam dengan komik
kesukaannya,” balas Hiro
”nah.. ayo kita mulai,”
Dihadapan meja sudah ada mangkuk kecil,
beberapa tangkai bunga anggrek darah dupa dan suntikan
”menyeramkan sekali sih... harus ada
upacara seperti ini,”keluh Sara, dia takut sendiri karena darahnya yang harus
diletakkan di atas piring yang sudah diletakkan anggrek berwarna merah darah
itu
”just relax, Sara cchi... ,” senyum Hiro
”sekarang.. semuanya harus dalam keadaan
tenang.. aku sudah memagari rumah ku sendiri dengan perlindungan Dewa
Bishamonten,” lanjutnya. Dewa Bishamonten pada beberapa orang jepang dipercaya
sebagai dewa perang yang kuat.
”Ayo mulai,” katanya lagi
Hiro lalu meminta bantuan Natsumi untuk
mengambil darah dari tubuh Sara dengan bantuan suntikan.. dan diletakkan dalam
mangkuk kecil..
Hiro lalu membaca mantra dengan bahasa tibet
kuno.. lalu dia menyebarkan darah yang ada di mangkuk di atas kembang anggrek
itu dan melihat bulan..
”lihat.. purnama penuh... sebentar lagi.. hantu kepala itu akan datang,” kata Hiro
”apa perlu melawan dia??,” tanya Sara
”kalau perlu saja.. dia mengincar Natsu
chan.. ,” balas Hiro
”aku takut, Ryo kun,” kata Natsumi
Ryo memeluk dan memegang tangan Natsumi.
Hiro melangkah, menuju kotak suara,”Mama..
tolong jaga Hitomi chan.. jangan sampai dia kesini”
”baik,” jawab ibunya dari balik kotak
suara elektronik itu.
”udara sudah mulai tidak enak.. dia akan
datang,” kata Hiro
”hati-hati.. lindungi Natsu chan... pakai
ini,”
Hiro memberikan gelang yang berwarna
merah...
Darah yang dituang diatas anggrek merah
itu berubah menjadi hitam pekat
”Hiro kun.. darahku,” kata Sara gugup dan
panik
”tenang saja.. dia sudah mulai datang,”
bisik Hiro
Benar saja... Hantu kepala itu datang.. dia berambut panjang.. hanya kepalanya
saja yang terbang.. kali ini
semua bisa melihat hantu kepala itu
Natsumi menjerit jerit ketakutan, Ryouji
memeluknya
”LINDUNGI NATSU CHAN..RYO KUN!!,” Hiro
berteriak.. dia lalu melempar kembang anggrek yang sudah diberi darah Sara
sebelumnya
Hantu itu berteriak, lalu menoleh pada
Hiro
”Keh.. kenapa.. terkejut ya?? Aku tahu
rahasia mu, hehehehe.. ini aku pelajari waktu aku pergi ke sebuah negara yang
indah.. mau dengar ceritaku
sebelum kamu hancur tidak.. hei setan jelek???,” Hiro kumat lagi mengejek hantu
itu. Dia memang hobi merendahkan hantu jahat.
Sara langsung memasang kuda-kuda membentuk
energi supaya dia siap mengirim energi pada Hiro kala pacarnya itu nanti
berantem dengan hantu kepala.
”Daraahh... aku mau darahnyaaa...,” kata
hantu itu menyeringai, Natsumi masih teriak ketakutan
”yang ada.. aku tumpahkan darahmu.. setan
jelek!,” ejek Hiro lagi
Dia membaca mantra... dari tangannya, yang
tadinya memegang anggrek dengan darah, menjadi semacam cakram yang berjeruji
”wah.. Hiro kun makin sakti,” gumam Ryouji
”ayo.. berantem sama aku... aku gak suka
temanku dimakan kamu... setan gak tahu diri!!,” Hiro malah menganggap enteng
hantu itu
”sini..sini.. sama Ojichan (paman-red),” ledeknya
”Koitssssuuuuuuuuuuuuuuuuu!!!
(anak sialan-red),” geram si
Hantu kepala itu, dia langsung menyerang Hiro.
Hiro bertarung dengan hantu kepala itu.
Hantu itu menyerangnya berkali-kali tapi dia bisa mengelak.
”wah.. kamu lumayan juga ya.. hantu
jelek.. hidupmu berapa ribu tahun sih??,” ejek Hiro sambil menghindar dari
serangan gigitan hantu kepala itu.
”gigi mu jelek sekali.. gak pernah gosok
gigi ya? Hahahahaha!,” ejek
dia lagi
”Hiro kuuuunnnn.... genting begini masih
bisa mengejek hantuuu???,” Sara yang lihat pacarnya berantem gak habis pikir
dan malah kepengen jitak kepalanya Hiro karena terlalu menganggap enteng hantu
itu
Hiro dan hantu kepala perempuan itu masih
bertarung..
”cresh..,” Hiro berhasil menggunting
rambutnya dengan cakram senjatanya itu
”wah.. wah.. Rambutmu jadi pendek nih..
terpotong cakramku.. sebentar lagi kepalamu hancur deh.. huyuh,” ejek Hiro lagi
Hantu kepala itu menggantung-gantung dan
dia marah,”bocah sialan! Kamu
hebat juga”
”iya dong.. masak gak hebat?? Makanya aku
tantang kamu berantem.. ini baru satu ronde loh,” ejek Hiro lagi
”Hiro kun.. cepat.. kebiasaan deh.. kamu suka main main!,” teriak Sara
”Oke, sayang!,” balas Hiro
Lalu dia membaca mantra.. untuk menghancurkan sang hantu kepala itu..
Tapi tidak disangka.. ternyata mereka
dikelilingi banyak hantu kepala!!!
Natsumi menjerit jerit dengan kejadian
itu. Banyak hantu kepala menyerbu dengan gigi-gigi mereka yang menyeringai.
Natsumi diserbu para hantu itu, Ryouji dan Takumi sibuk menarik-narik kepala
para hantu itu agar tidak menggigit leher Natsumi.
Sara melindungi Natsumi dengan bola
energinya..
”aku lindungi Natsu chan.. kalian lawan
para hantu itu!!,” teriak Sara
Hiro lalu memperbesar cakram nya dan dia
malah meninggalkan hantu kepala yang awalnya berantem dengannya, untuk
menghancurkan hantu-hantu yang menyerang Ryouji dan Takumi, Sara masih tetap
melindungi Natsumi dengan bola energinya..
”Sara cchi... awas!!,” Hiro berteriak, dia
ingin melempar cakramnya itu, ada hantu kepala yang dari belakang ingin
menggigit leher Sara!
Sara berteriak kencang,”AAAAA.... TOLONG
AKU, HIRO KUN!!”
Tapi...,”crash!,” hantu kepala yang ingin
menggigit leher Sara malah hancur
Sara menoleh,”Hitomi chan,”
Hitomi malah menggaruk-garuk kepalanya,
anak SD itu ternyata yang menolongnya.
”gomen
(maaf-red), Ane chan.. hehehe,” dia malah cengengesan
”mirip Hiro kun sekali gayanya.. ,” keluh
Sara
Ibunya Hiro berteriak memanggil Hitomi
sambil membawa patung Dewa Bishamonten, yang dianggap pelindung mereka.
”Hitomi chan.. kembali, Nak!!,” teriak
ibunya
Tapi Hitomi malah berjalan lalu mengambil
piring yang berisi bunga-bunga anggrek yang sudah ada darah Sara sebelumnya
Dia malah berkata,”Dewa.. berikan aku
kekuatan melalui bunga bunga ini..!”
Dan dia pun melemparkan satu persatu
kembang anggrek itu ke hantu-hantu yang sedang berusaha menyerang Ryouji dan
Takumi
Sementara Hiro masih sibuk membantai
hantu-hantu yang lain.
Takumi dan Ryouji bengong dengan kelakuan
Hitomi yang masih kelas 1 SD itu.
”dia benar-benar duplikat Hiro kun,” kata
Ryouji sambil bengong
Satu persatu hantu hantu kepala yang
dilemparkan bunga oleh Hitomi, kepalanya pecah, berteriak kesakitan sebelum
akhirnya menghilang menjadi asap.
Hiro masih melawan hantu kepala yang
utama..
Akhirnya.. dia pun memakai mantra yang
sama dengan adiknya juga.. tapi.. tidak bisa juga!
”aduh.. apa yang salah???,” Hiro sudah
mulai agak cemas sendiri
Hitomi lalu dengan santai menghampirinya..
”aku saja, Ani chan..,” katanya santai,
lalu berdiri di depan Hiro, tepat beberapa meter di depan hantu kepala itu
Hantu kepala tertawa,”hahahahahahaha!
Rasakan kau, manusia sombong! Kau akan mati.. anak sialan!!”
Hitomi menghampiri hantu kepala itu dengan
santai, Hiro mencegahnya,”Hitomi chan.. jangan..berbahaya!!”, Hiro menarik
tangannya, tapi Hitomi malah senyum sama hantu kepala itu..
”hai, Hantu kepala perempuan.. kamu jelek sekali ya?? Belum gosok gigi
ya??,” Hitomi melihat hantu kepala itu giginya kuning dan mengejeknya dan
berkacak pinggang.
Ryouji, Takumi, Sara ramai ramai menepuk
dahi mereka sendiri.
”cape deh.. ternyata caranya merendahkan
hantu benar-benar duplikat kakaknya abis”, keluh Sara
Takumi nyengir kuda, tapi masih dalam
keadaan takut,”iya..benar-benar mirip Hiro kun”
Ibunya Hiro langsung panik,”Hitomi chan.. jangan,
Nak.. bahaya!!”
Hitomi malah membaca mantra yang tadi.
Kepala hantu itu bergoyang goyang dan menyerangnya..
Hitomi mengelak, lalu menusukkan batang
anggrek yang ada darahnya Sara itu ke kepala hantu itu.
Hantu itu berteriak teriak
kesakitan,”TIDAAAAAAAAAAAAKKKKKK.... KAMU ANAK KECIL SIALAN!!!”
Hiro kaget dengan keberhasilan adiknya
yang bisa mengusir hantu.
Hantu kepala itu berteriak teriak,
bergoyang goyang dan hampir saja pecah
”menunduk!,” Hiro menarik tangan Hitomi dan
mengajaknya lari beberapa meter dari hantu kepala itu, lalu memeluknya sambil
berjongkok, melindungi adiknya sendiri.
”HAHAHAHAHAHA! ANAK KECIL SIALAN.. KETEMU
LAGI NANTI DINERAKA!!,” hantu kepala wanita itu berteriak, lalu hancur
”BLAM!!,” hantu kepala itu pun meledak..
”meledak,” kata Hitomi santai, dalam
pelukan Hiro
Hiro tidak memperlihatkan pada Hitomi
bagaimana kepala hantu itu hancur berkeping-keping, dia tidak ingin adiknya
melihat hal yang menyeramkan dan membuat tidak bisa makan..
Pelan-pelan.. hancuran kepala hantu itu
pun hilang juga, barulah Hiro melepaskan pelukannya..
”Haduh, Hitomi chan...,” ibunya Hiro
buru-buru menghampiri anaknya dan memeluk Hitomi
”hantunya sudah hancur,” dengan santainya
Hitomi menepis tepis kedua telapak tangannya
”gayanya Hiro kun sekali,” Ryouji garuk
kepalanya, Natsumi memeluknya
”sudah selesai...akhirnya,” gumam Hiro
”eh..tapi.. kenapa Hitomi chan yang bisa
memakai bunga-bunga anggrek itu??,” Takumi heran
Sara, Ryo, Natsumi mengangguk
Hiro lalu berjongkok di depan
Hitomi,”memang.. kamu pakai mantra apa?? Aku baru lihat kamu bisa mengusir
hantu, Hitomi chan,”
Hitomi senyum,”aku kan.. mencuri buku
catatan Ani chan (kakak cowok-red),”
Hiro menepuk dahinya sendiri,”aduh.. mati
aku.. diary ku”
Ternyata Hitomi membaca kumpulan diary
cara Hiro melawan berbagai jenis hantu, untungnya, bukan diary pribadi.
”lalu.. kenapa kamu bisa??,” tanya Sara,
senyum pada Hitomi, berjongkok di depannya dan disamping Hiro
”karena.. hanya aku dan Sara Ane yang pe...”,
jawab Hitomi
Tapi belum selesai Hiro sudah menutup
mulut Hitomi,”sudah sudah.. jangan diteruskan”
”pghgfjwyr qbrty ty wu b wyuyeyyfkjojwo,”
kata Hitomi.
”apaan sih??,” tanya Sara
”gak apa, hehehehe,” Hiro cengengesan
Hitomi memegang pergelangan tangan Hiro,
minta dilepaskan.. tapi Hiro malah membopong adiknya sendiri,”masuk kamar ya,
hehehehe.. besok Hitomi chan
sekolah”
Hitomi teriak teriak minta diturunkan
”ada apaan sih??,” Sara masih bingung
dengan maksud Hiro menutup mulutnya Hitomi dan berlari lari membawa adiknya ke
kamarnya sendiri
”gak tahu tuh,’ Ryouji menyembunyikan
sesuatu
Ibunya Hiro teriak teriak ke Hiro supaya
dia menurunkan adiknya yang juga teriak teriak minta diturunkan..
”ah.. keluarga yang aneh,” Sara lalu jalan
ke koridor dan menuju kamar tempat mereka menginap, sekamar dengan Natsumi
Natsumi bertanya pada Ryouji, ada apa
sebenarnya dengan maksudnya Hitomi.
”ah..enggak apa.. sudah yuk.. kita belum makan malam loh.. ”, kata
Ryouji
Hiro teriak teriak dari ujung koridor ke
ruangan makan,”ayo makan dulu.. pembantuku sudah siapkan makanan!”, katanya
dari jauh
Takumi, Natsumi dan Ryouji berlari
menyusuri koridor..menuju ruang makan..
Bersambung .....