This is me....

Minggu, Maret 23, 2014

The God of Dream (PART 21: Setan itu takutnya dengan darahmu, Sara cchi!)

Lee Minho sebagai Matsuo Masahiro aka Hiro    
Tatsuya Fujiwara sebagai Ryouji Matsuyama aka Ryo
Shun Oguri sebagai Takumi Ishimaru aka Taku

“Sara chan.. kamu beneran sudah sembuh??,” kata Ryouji
Dia heran melihat Sara hanya bolos satu hari. Itupun karena Hiro dan Takumi juga bolos.
Sara mengangguk,”iya, Ryouji kun..syukurlah..,”
”jadi.. urusan dengan siluman lukisan itu dianggap selesai... case’s closed,” kata Hiro
”yang aku heran adalah.. kenapa kita tidak boleh bertemu dengan Matsuoka san ketika mau pulang??,” ternyata Takumi masih ingat saja kejadian dua hari lalu
”aku juga bingung, ” balas Hiro
”sepertinya ada sesuatu yang disembunyikan dari kuil itu..,” kata Takumi,”lalu.. kamu sendiri tahu dari mana kuil itu, Hiro kun??”
”eh hehehe,” Hiro garuk kepala duluan. Ryouji dan Takumi sudah curiga, kemungkinan Hiro asal mencari
”jawab saja, Hiro kun.. gak pake lama,” sindir Ryouji
”mencari asal dari search engine, hehehe,” Hiro cengengesan
what?? Jadi kamu menolongku mencari kuil itu benar benar asal???,” Sara kaget dengan kelakuan pacarnya sendiri yang kadang mikirnya memang bener bener pendek, kecuali soal uang dan cewek
Ryouji tertawa, Takumi mencoba tertawa, tapi akhirnya malah senyum saja
“itulah Hiro kun.. anehnya, dia rakki (untung-red),” kata Ryouji sambil mengeplak kepala Hiro
”oi.. kepalaku ini aset perusahaan ayahku!,” Hiro kesal dia sering dikeplak kepalanya oleh Ryouji.

”lalu.. balik lagi ke Matsuoka san.. dia siapa??,” tanya Takumi
”Hiro kun ini memang bertemu hantu,” kata Ryouji
”apa maksudnya??,” tanya Hiro heran
”Yang kamu sebut... Matsuoka Soichiro bukan??,” tanya Ryouji
Hiro mengangguk
”ini... baka (bodoh-red).. baca disini,” Ryouji menunjukkan buku sejarah
Takumi dan Hiro membaca bagian halaman yang ditunjukkan Ryouji pada mereka.
”Jadi... yang menolong kita adalah arwah???,” Takumi kaget
Hiro bengong,”jadi.. aku dibawa ke alam arwah??”
”iya.. termasuk kamu juga, Sara chan.. tapi kan.. kamu tidak sadar,” balas Ryouji
”wah.. aku gak sangka,” kata Hiro
”kamu sih.. makanya jangan suka asal.. untung saja kalian ditolong arwah baik,” Ryouji mengeplak kepala Hiro lagi
”hey.. sakit tau!,” keluh Hiro, tapi Ryouji malah tertawa
”benar benar gak sangka,” kata Takumi

”dia memang arwah bhiksu yang suka membantu orang.. anehnya, para bhiksu yang sekarang tinggal disana sama sekali tidak mempermasalahkan hal ini.. tapi.. ya itu.. mereka menyuruh kalian langsung pulang, kan??,” tanya Ryouji
Takumi dan Hiro mengangguk
”lain kali.. coba jangan asal lagi, Hiro kun,” kata Ryouji lagi
Sara langsung menjewer kuping Hiro,”Hiro kuuuuunnnn... gak berubah berubah!”
Yang lain tertawa..

”eh...tapi kan..kamu selamat, sayang,” Hiro membela dirinya, mengusap usap kupingnya yang merah dijewer Sara
”sekarang... gimana caranya kita pikirkan nasib Natsu chan selanjutnya,” kata Ryouji
”memang kenapa lagi?? Kan sudah selesai??,” tanya Sara
”belum.. dia harus pindah ke kota lain,” Ryouji mendadak jadi gak semangat
”karena orang tuanya sakit kan??,” tanya Takumi
”aku kok enggak melihatnya seperti itu ya?? Seperti ada yang disembunyikan dibalik peristiwa kemarin lagi,” jawab Ryouji
”jadi menurutmu... siluman itu masih hidup??,” Hiro malah nebak nebak sendiri
”kamu sendiri.. ada petunjuk tentang itu gak, Ryo kun?? Sepertinya sih.. menurutku.. semua akan baik baik saja.. kalaupun misalnya Natsu chan pindah,” kata Sara
”tahu tuh...kamu ini lebay juga, Ryo kun,” timpal Hiro,”andai Natsu chan pindahpun...kalian tetap bisa komunikasi kan??,”
”ah...gak tahu deh.. kalian gak ngerti aku,” sekarang malah Ryouji yang kelihatannya galau

”eh..kamu memang kenapa, Ryo kun.. kok jadi kayak gini??,” kata Hiro di telepon
”firasatku mendadak gak enak dengan Natsu chan.. dia sama sekali enggak cerita apa apa,” balas Ryouji
”umm...,” gumam Hiro,”apa masih ada hubungan dengan kemarin itu ya?? Atau.. memang ini cuma psikologi hubungan kamu aja?? Siluman itu sudah beneran mati kok.. aku lihat sendiri... arwah Matsuoka san itu yang bunuh,”
”sepertinya ada siluman lain deh,”
”apaan?? Aku gak rasa.. kamu kan tahu...aku bisa merasakan itu,”
”sepertinya...itu cuma psikologi kamu aja deh,” lanjut Hiro lagi
”orangtuanya Natsu chan..sepertinya masih punya perjanjian lain,”
”apa lagi?? Memang leluhur dia itu...asalnya dari mana sih??,” Hiro malah jadi penasaran dengan kehidupan Natsumi
”kamu..merasa aneh tidak.. dengan namanya?? Natsu artinya panas.. tapi dia justru lahir di bulan musim dingin,” papar Ryouji
”ah.. nama kan bisa aja cuma pemberian orang tua yang memang pengen nama itu,” Hiro berusaha memakai logikanya asalnya lagi
”jangan kumat asal deh, Hiro kun.. aku memikirkan itu dari sejak kenal dia.. masak kamu gak tahu budaya pemberian nama orang jepang? Kamu bukan orang jepang ya?,” Ryouji jadi nyindir
”ya.. ya.. terus apa??”
”pasti ada sesuatu di balik nama itu... aku belum menemukannya,”
”kalau soal menemukan sejarah dibalik sebuah hal.. Ta-kun jagonya.. jangan tanya aku..,”
”besok.. bicarakan saja dengan Ta-kun.. atau kita ketemu sekarang,” lanjut Hiro lagi
Ryouji akhirnya setuju mereka bertemu lagi malam ini.

”Sara cchi..kita gak jadi pacaran deh.. malam ini.. huft,” Hiro mengeluh di telepon
”kenapa?? Mau ngobrol dengan Ryo kun dan Ta kun ya??,” tanya Sara
”kok kamu tahu??”
”soal apa??,”
”soal Natsu chan.. Ryo kun curiga dengan namanya.. kamu.. ikut saja ya, sayang??,”
Sara menolak,”ewww.. malas ah.. biasanya cowok obrolannya mengerikan”
”gak deh.. kita janji.. siapa tahu.. kamu malah yang lebih bisa bantu Natsu chan”
”aku bingung... ada apa sebenarnya sih?? Kalau memang ini misterinya Natsu chan.. bagusnya memang dia juga berusaha menyelidiki,” balas Sara
” ya...kan aku bilang.. makanya kamu ikut, sayang...,”
”ekh,” balas Sara agak sedikit jutek

Sebuah cafe ...
”aku sungguh tidak tahu kalau memang orangtuaku punya sebuah rahasia lagi,” kata Natsumi
”Apa mungkin sebenarnya ini kasus terpisah??,” tanya Hiro
”mungkin saja.. eh, Ta-kun.. kamu kan bisa membantuku menelusuri barang yang ada hubungannya dengan energi,” kata Ryouji
”iya.. tapi kalau kebanyakan yang dipegang.. yang mana dulu?? Natsu chan harus mengingat lagi peristiwa terakhir kapan misalnya orangtua mu bercerita,” jawab Takumi
”coba diingat ingat lagi, Natsu chan,” kata Hiro
Natsu mencoba mengingat apa yang telah terjadi antara dia dengan orangtuanya
Lalu setelah beberapa menit,”aku sulit mengingatnya, Ryo kun”
Ryouji menggaruk garuk kepalanya, kebingungan
Mereka semua diam...

”gimana dong??,” tanya Sara
Ryouji yang tampaknya paling keras berfikir..
”kita ke Osaka,” ujar Ryouji
Semua kaget.
”Ngapain lagi ke Osaka??,” tanya Hiro
”kembali ke kuil kalian kemarin ke sana,” jawab Ryouji
”eh?? Aneh banget,” balas Hiro,”apa masih ada hubungannya sama lukisan lagi??”
”bukan,” jawab Ryouji,”tapi.. sepertinya di Osaka ada energi aneh yang hubungannya dengan orangtua Natsu chan”
”masih berhubungan dengan dunia misteri lagi?,”tanya Hiro
Ryouji mengangguk,”pastinya.. hanya saja.. aku masih belum tahu dan kita harus berlibur ke Osaka lagi”
Hiro dan Takumi kaget,”what?? Liburan terus.. kita kan mau ujian..”
”harus diselesaikan bersama.. bagaimana lagi?,” balas Ryouji,”dan lagi...aku khawatir hal ini akan lebih parah dari kasus sebelumnya,”
” Umm...,” Hiro bergumam lagi, dia mikir
”sepertinya kalau begitu.... ya terpaksa kembali ke Osaka,” lanjutnya lagi

”aku tidak harus ikut kan???,” tanya Sara
Hiro malah nyengir kuda,”harus dong... kan pacar itu kalau misalnya ada kesulitan.. wajib dibantu,”
”Mulai deh.. kita bukan liburan.. tapi berantem sama hantu..,” timpal Ryouji
Hiro malah cengengesan,”ah.. kalian ini selalu gak suka lihat aku senang”
”lalu.. naga emasmu itu mau dikemanakan??,” tiba –tiba Takumi malah menyinggung piaraan ghaibnya Hiro
”wah... aku belum lihat dia lagi tiga hari terakhir ini...kayaknya dia baru muncul kalau memang aku lagi kepepet”, balas Hiro
”sebenarnya kita bisa meminta bantuan dia supaya bisa berantem di dunia sana,” kata Ryouji.
Hiro malah malas menanggapi Ryouji,”naga ku bukan buat disuruh berantem ah... kemarin saja aku kaget dengan kelakuannya yang gak bisa dikontrol...dia serang sendiri tanpa komando.. emang enak”
”apa?? Seriously??,” tanya Ryouji
Hiro mengangguk,”ya.. tapi mungkin dia masih baru kali ya, kenal masternya??secara..aku bisa lebih sakti dari dia...”
”pede nya gak berubah ubah,” sindir Sara
Hiro malah ngeledekin Sara dengan kiss bye nya,”tapi kan.. aku tetap pacarmu, sayang.. muach”
Takumi tertawa sepupunya dikerjain pacarnya sendiri.
”lanjut dong.. trus gimana lagi??,” tanya Ryouji
”ya.. gitu deh... jangan pakai naga ku dulu deh..,” keluh Hiro,”mengerikan kalau dia marah.. semua yang dia anggap melawan ku bisa jadi musuhnya,”
”dapat dari mana sih??,” tanya Ryouji
Hiro menggeleng,”gak tahu tuh.. leluhurku.. besar lagi..dan dia bisa berubah wujud jadi panglima perang jaman dulu”
sugeeeeee........ keren pastinya!,” balas Ryouji
”lalu.. kasusku bagaimana??,” harap Natsumi

”Natsu chan.. harus mengingat kejadian sewaktu kecil yang aneh.. mungkin misalnya pernah sakit parah?? Atau pernah melintasi dimensi lain?? Yang mungkin kita emang gak tahu,” balas Takumi
”aku harus berfikir lagi,” balas Natsumi
”eh..kita menginap di rumah ku saja malam ini.. besok kan minggu,” ujar Hiro
”ada yang modus nih,” ujar Takumi, kalem
Hiro cengengesan, dia ngeles,”ah.. enggak dong.. mamaku sudah masak banyak nih, sekalian aku tunjukkan si naga emas”
”yang bisa melihat kan cuma Natsu chan aja..emang dasar modus kok,” balas Takumi, kalem
”kita balas modus dia .. makan banyak dirumahnya, hahahaha,” Ryouji malah menimpali dengan bercanda
Mereka semua pergi ke rumah Hiro

Di pekarangan, Hiro langsung menunjukkan sebuah talisman (jimat) yang bentuknya seperti koin dan berbentuk ukiran naga emas, langsung dia tunjukkan pada yang lain.
”ini memang sepertinya jimat aseli dari jaman sebelum Heian malah,” ujar Ryouji
”umm... mungkin leluhurku memang orang terpandang jaman dahulu,” jawab Hiro
”sepertinya sih... begitu.. coba deh.. tunjukkan pada kita,” ujar Ryouji
Lalu dia membaca mantra... dan keluarlah seorang panglima yang bertinggi besar, lebih dari tingginya Hiro yang 180 cm lebih dan berbaju emas serta berkulit emas.
Natsumi kaget, karena hanya dia yang bisa melihat mahluk ghaib
Naga emas yang bersosok manusia emas itu langsung menghormat pada Hiro
”tuanku..apa yang bisa saya lakukan??”, katanya
”dia bicara seperti manusia,” ujar Natsumi pada yang lain
”ceritakan warna dan bentuknya, Natsu chan,” kata Ryouji
”seperti manusia, tinggi, mungkin sekitar 2m tingginya, Ryou kun.. lalu.. dia berkulit emas.. berjanggut.. tampaknya memang sudah tua.. memakai pakaian perang besi ala panglima,” papar Natsumi
kakkoii da... sugeee (keren-red),” balas Ryouji

”ah..enggak.. aku gak minta bantuan apa-apa,” balas Hiro pada naga nya itu
”ssssttt......minta bantuan soal Natsu chan.. bisa gak??,” bisik Ryouji
Hiro menyikutnya, lalu,”teman-temanku ingin berkenalan dengan kamu.. jadi, menghormat pada mereka,” perintahnya
Naga yang berwujud manusia itu lantas menunduk hormat dalam dalam pada mereka semua
”dia benar benar menuruti perintah Hiro kun,” kata Natsumi
”sekarang..bisa gak.. kamu bantu kita.. ada masalah dengan temanku, Natsu chan,” kata Hiro, menunjuk pada Natsumi
Natsumi senyum manis pada naga manusia itu, dia bisa melihat sang naga dan menunduk hormat padanya,”aku Natsumi..senang berkenalan dengan mu”
”apa yang bisa saya lakukan, tuan??,” tanya sang naga lagi
”kami akan pergi ke Osaka.. seperti yang lalu, kami akan bertarung dengan roh jahat,” balas Hiro
”saya akan melindungi tuan,” balas sang naga
”ya.. aku tahu.. tapi masalahnya bukan cuma disitu.. bisakan kamu sekarang pergi ke Osaka dan kembali lagi ke sini.. ke sebuah daerah??,” pinta Hiro
Sang Naga menunduk hormat, menyanggupi

”tapi Hiro kun.. masalah kita kan belum selesai,” ujar Natsumi kalem
”begini saja.. kita akan ke Osaka minggu depan.. berangkat sore hari sabtu, pulang minggu pagi.. seperti kemarin.. lalu,kita kunjungi kedua orang tua mu...dan.. ya.. aku bawa dia,” ujar Hiro, menunjuk pada sang Naga piaraan leluhurnya itu
”lalu.. kesana kan mahal, Hiro kun,” balas Natsumi lagi, dia gak enak Hiro sudah banyak bantu dia
”tenang aja.. Hiro kun gak pernah masalah dengan uangnya yang dah gak kehitung banyaknya,” Ryouji siul siul
”tahu begitu.. kenapa masih gak tahu kalau aku kaya??,” Hiro balas sindiran Ryouji. Hiro memang suka membantu temannya tanpa minta imbalan lagi. Dia termasuk cowok baik, tapi playboynya yang kagak nahan..
Lalu,”kami akan pergi ke Osaka.. kembali ke kuil, lalu.. aku harap.. kamu akan membantuku,” ujar Hiro pada Naga piaraannya itu
Sang naga lalu menunduk hormat dan Hiro membaca mantra agar dia kembali ke dalam jimat nya.
Dengan asap tipis yang bisa dilihat semuanya, akhirnya naga itu pun masuk kembali ke dalam jimat.

”keren banget Naga kepunyaan leluhurmu itu, Hiro kun,” tanya Takumi ketika Hiro melukis bagaimana bentuk asli wujud manusia dan naga peliharaan leluhurnya itu yang ditunjukkan pada semuanya
”memang....tapi dia kalau marah tidak terkendali...dan jangan sampai ada yang menyerang aku...akan dia anggap musuh, enggak peduli siapa orangnya,” jawab Hiro
”aku berfikir... persoalan Natsu chan..orangtuanya tidak hanya berurusan dengan para arwah lukisan kemarin itu...apa menurutmu.. masih ada hubungan dengan Matsuoka Soichiro??,” tanya Ryouji
”sepertinya tidak.. Matsuoka san..terpisah urusannya,” ujar Takumi
Pembicaraan mereka terganggu oleh datangnya ibu Hiro membawa makanan ringan dimalam itu
”waahhhh.... Mama memang ibu yang baik...chu,” Hiro tanpa ragu manja dengan ibunya dan mencium pipi ibunya di depan teman temannya
Ryouji meledek,”enggak bisa romantis sama Sara chan..gantian ibunya jadi sasaran,”berbisik pada Sara
Sara menoleh padanya lalu melotot
”ah..enggak..aku jangan ditonjok,” balas Ryouji
”terima kasih, Okasan (tante-red),” kata mereka semua, menunduk hormat

Mereka meneruskan pembicaraan sambil makan kue..
”Orangtuamu..sebenarnya asalnya darimana, Natsu chan??,” tanya ibunya Hiro
”dari Nara, Okasan,” jawab Natsumi menunduk hormat pada Ibunya Hiro
”Nara.. uhmm...,” gumam ibunya Hiro,”Hiro kun..sudah bercerita tentang kamu kemarin setelah Sara chan dalam bahaya”
Hiro malah duduk mepet mepet ke Sara, dia sengaja makan kue berantakan.
”Ma.. tissue dong,” pintanya iseng pada ibunya
Ketika ibunya ingin mengambil tissue, Sara buru-buru membantu ibunya Hiro.
”ini.. kamu ini, jangan suka memerintah orangtua seperti itu,” ujar Sara, agak ketus
”umm,” Hiro menunjuk nunjuk pada bibirnya, minta di lap
”kumat deh, lagi serius begini,” sindir Ryouji
”Hiro kun ini..dari kecil memang susah diajak pembicaraan serius.. maaf ya??,” senyum ibunya pada yang lain
”cowok manja,” keluh Sara. Akhirnya dia mengelap krim yang ada di bibir Hiro dengan tissue
”intermezzo... makasih Sara cchi,” senyum Hiro genit
”ekh,” ketus Sara,”mohon dilanjutkan, Okasan”, katanya lalu pada ibu pacarnya sendiri.
”Nara itu.. menurut orangtua sedari dulu..kota budaya.. tetapi juga satu sisi..ada hal-hal mistik yang melingkupinya,” lanjut ibunya Hiro
”apa itu, Okasan??,” tanya Natsumi
”di Nara, mirip juga dengan di daerah lain Jepang jaman dahulu..ada saja dongeng dongeng hantu menyeramkan,”
”dan.. konon kata orangtua dulu juga... hantu hantu itu meminta korban,”
”umm,” gumam Ryouji,”apa..ada yang sampai berlanjut generasi ke generasi??”
”mungkin saja.. kalau memang ada perjanjian dahulunya.. seperti kasus kemarin...”, balas ibunya Hiro
”ada arwah jahat yang terkenal..dia perempuan berwajah dua,” lanjut ibunya Hiro
”wajah dua???”, mereka heran
Ibunya Hiro mengangguk,”iya.. wajahnya ada dua, di depan dan belakang”
”mengerikan pastinya... untung aku gak bisa lihat hantu,” ujar Sara
”terus.. gimana Mama?? Apa arwah itu bisa memangsa??,” tanya Hiro
Ibunya mengangguk,”iya...arwah itu juga menerima persembahan perjanjian”
”bukankah.. arwah hantu wajah dua itu hanya dikenal di gunung Fuji ya?? Apa berarti.. ada hubungan antara gunung Fuji dengan kejadian Natsu chan ini??,” pikir Ryouji
”jadi maksud mu... sebenarnya perjalanan kita bukan ke Nara.. tapi ke gunung Fuji, begitu??,” tanya Takumi
Ryouji mengangguk.
”saya hanya memberikan penjelasannya... tetapi yang namanya arwah bisa berada dimana saja,” kata ibunya Hiro
”benar.. mama ku bilang benar,” Hiro mengangguk angguk.
”jadi..kemana dulu perjalanan kita??,” tanya Takumi
”tetap ke Osaka.. mencaritahu dari mulut orangtua Natsu chan sendiri.. atau..kita paksa saja mereka mengaku,” Hiro nyengir kuda
Ryouji yang pacarnya Natsumi langsung mengeplak kepala Hiro tanpa melihat ada ibunya disana,”gaya kamu.. main paksa”
Ibunya Hiro bukan marah tapi malah tertawa,”memang Hiro kun begitu.. suka main asal bicara dan bertindak.. terkadang mirip ayahnya, hehehe”
”bukan mirip lagi.. 11-12 sepertinya sama dengan ayahnya,” gumam Ryouji dalam hatinya. Dia ingat saja gimana ayahnya Hiro cuek bermesraan sama isterinya di depan mereka saat Hiro sedang di rawat di RS akibat kena tusuk Kuchisake Onna palsu.
”berarti besok kita pergi ke Osaka,” kata Hiro
”yang pergi aku, Natsu chan dan Hiro kun saja,” kata Ryouji
”Sara cchi ikut,” ujar Hiro
”bukan buat pacaran ke sana..buat caritahu sesuatu,” balas Ryouji lagi, lagi-lagi dia mengeplak kepala Hiro, tahu apa isi pikirannya
”aku gak usah ikut saja,” balas Sara
”gak.. semuanya ikut saja deh,” kata Hiro lagi
”yeee...akhirnya,” kata ryouji senang, dia memang sengaja pancing-pancing Hiro

Dirumah besar itu, akhirnya mereka menginap..
Natsu dan Sara satu kamar, sementara Hiro, Ryouji dan Takumi dikamar Hiro
Hiro mengendap-endap keluar kamarnya ketika dia melihat yang lain sudah tidur, lalu ke kamar sebelah,”pacaran sama Sara cchi ah, hihihi,” dia cekikikan sendiri, otak ngeresnya kumat
Dia lalu mengetuk kamar sebelah dan Sara keluar
”jalan yuk.. ke taman aja,” katanya mengajak Sara
Mereka berdua jalan bergandengan tangan, ke taman, masih di dalam rumah Hiro yang besar sekali.
”Rumahmu besar sekali ya??,” ujar Sara
Hiro mendadak malah mencium dia, Sara jadi gak enak hati
hentai.. genit sekali,” Sara meletakkan telapak tangannya ke wajah Hiro
”tapi suka dong.. aku cium kamu?? Daripada nanti aku cium Natsu chan??”, balas Hiro, cengengesan
”ya..coba saja.. atau kita putus!,” ancam Sara
Hiro menggerakkan tangannya,”jangan.. jangan putus.. aku cinta Sara cchi kok.. beneran deh”
Sara manyun dengan kelakuan pacarnya yang emang playboy nya masih kentara.
”sudah dong.. jangan manyun terus... masak sudah pacaran aku masih dijudesin pacar sendiri sih?? Huft,” keluh Hiro di pinggiran taman
Tiba-tiba dia melihat ada sinar merah mau masuk kamar menginap Natsu dan Sara
Hiro langsung lari ke koridor rumahnya sendiri.. mengejar sinar itu
Dia lalu membaca mantra pengusir sinar itu... Tapi sinar itu ternyata tidak mau juga pergi... mendekati jendela kamar...
Hiro berlari makin kencang, Sara mengejarnya,”Hiro kun.. tunggu!”, Sara juga melihat sinar merah itu
Hiro buru-buru membaca mantra lain lalu dia seperti memegang batu dan melempar pada sinar merah besar itu
”KENA KAU.. PERGI!!,” teriak Hiro sambil melempar batu yang bersinar biru dari tangannya.
Benar saja, sinar merah itu terkena lemparan batu dari Hiro dan ternyata.. sinar itu berteriak!!
”Arghhhh............. koitsu...!! (anak sialan-red),” teriak sinar merah itu.. lalu dia pergi.. melesat kencang entah kemana.
Sara agak sedikit ngos ngosan mengejar Hiro yang sudah di bawah kamar menginap mereka dari lantai bawah...
”ada apa?? Kenapa??”, tanya dia masih sedikit ngos ngosan
Hiro malah genit dan mencium dia,”umm...biar ngos ngosan nya sembuh..chu”
”Plak!,” tamparan ke pipi kiri langsung kena
”Uh! Gimana sih?? Aku kan pacar kamu.. masak cium aja masih ditampar juga??”, keluh Hiro
”dalam bahaya masih genit saja.. emang playboy!!,” teriak Sara
Ryouji yang mendengar Sara sedang seperti berantem dengan Hiro lantas bangun dan membuka jendela kamar Hiro dan teriak dari atas
”ada apa???,” tanya dia
”Sinar merah.. mencoba masuk dan mencelakai Natsu chan,” jawab Hiro, setengah teriak dari bawah..
”ah.. masak sih??,” Ryouji tanya balik
”tanya saja pacarku.. benar kan, Sara cchi??,” Hiro mengerling genit
”genit,” gerutu Sara
”iya.. sinar merah mendadak melesat entah dari mana dan mau masuk ke kamar Natsu dan aku!,” Sara setengah teriak
”Gawat..! rumah kamu ini.. tidak dilindungi Dewa ya??,” kata Ryouji
”aku tidak memasak cermin pelindung, mungkin mama ku lupa,” balas Hiro
”haaah... ayo masuk cepat,” teriak ryouji lagi
”Sara cchi.. masuk terlebih dahulu.. aku akan membuat pagar pelindung.. gawat kalau begini,” kata Hiro
Sara kembali jalan menuju lorong koridor dan masuk ke rumah besar itu

Ternyata security rumah Hiro menghampiri mereka
”tidak apa-apa..cuma gangguan sedikit,” ujar Hiro
”apa..kamu tadi melihat sinar merah masuk rumah ini??,” lanjutnya lagi
Security mengangguk mengiyakan
”itu teror.. dia hanya berupa kepala.. aku pernah melihatnya ketika berlibur ke Bali,” papar Hiro
”bilang sama Mama... rumah aman.. aku akan memagari.. bilang sama Mama.. tolong pasang patung Dewa Bishamonten (dewa perang-red) di depan rumah dan di setiap pojok rumah,” lanjutnya lagi
Security itu pun mengangguk, berjalan dan jaga rumah besar itu lagi.
Hiro naik ke kamarnya, bertemu lagi dengan Sara, Ryouji dan Takumi.

”Tadi itu setan kepala saja,” Ujar Hiro pada teman-temannya
seriously?? Kenapa bisa??,” tanya Ryouji
”aku juga tidak tahu.. menurut legenda, setan seperti itu memang bisa menghisap nyawa manusia yang tertidur... dia perempuan.. mirip dengan yang aku lihat ketika aku berada di bali,” jawab Hiro. Di Bali ada satu setan yang hanya kepala manusia saja, terutama berwujud kepala perempuan, namanya Leak.
”mengincar Natsu chan,” kata Sara
”benar, sayang.... dia pasti mengincar Natsu chan.. aku harus membuat jimat.. boleh.. minta darahmu kan??,” balas Hiro pada Sara
”what??? Maksudnya???,” Sara kaget, juga Ryouji dan Takumi
”kenapa harus darah Sara chan??,” Takumi kaget
”ewww... gimana ya... aku ceritanya???,” Hiro malah malu-malu
”kenapa??,” Ryouji heran
Hiro akhirnya menarik tangan Ryouji lalu mereka berdua mojok di kamar itu..
”Sara cchi masih virgin.. Natsu chan.. sudah tidak kan?? Pasti kamu pelakunya,” bisik Hiro
”Setan.. kenapa kamu bisa berfikiran begitu???,” bisik Ryouji balik
”aku minta beberapa mili darah Sara cchi.. setan tanpa kepala itu takut dengan darah cewek masih virgin, hehehe”, bisik Hiro lagi
”beneran.. kamu gak apa-apakan dia selama pacaran???,” lanjut Hiro lagi
”gak bisa... Sara chan saja yang diambil,” balas Ryouji ngeles
”ya... ya.. aku tahu.. ,” balas Hiro. Lalu mereka kumpul lagi ngobrol diatas tempat tidur.

”Jadi.. kami memang butuh darahmu, Sara chan.. ini penting,” kata Ryouji
Sara heran,”kenapa?? Kenapa enggak darah Natsu chan??”
Hiro malah ember,”simple.. Sara cchi masih...”
Ryouji langsung menutup mulut Hiro,”dasar setan...”
Lalu,”Kami memang butuh darahmu karena darahmu masih mengandung energy murni,” Ryouji mencari alasan, ngeles
”Oh.. baiklah.. berapa mili??,” Sara memang baik terhadap Natsumi
”tidak banyak.. 10 mili saja, hehehe,” timpal Hiro
”10 ml itu banyak,” Sara menggaruk kepalanya
”Nanti..kita liburan ke Hokkaido deh, Sara sayang,” Hiro malah ngerayu dia
”enak ya.. jadi pacar orang kaya,” sindir Ryouji
Takumi cengengesan.
”gak perlu ke Hokkaido..asal buat Natsu chan.. aku juga mau kok..,” balas Sara judes pada Hiro
”huft.. sudah jadi pacar.. masih saja aku di judesin,” keluh Hiro
”ya sudah.. perlu apa lagi buat upacara itu??,” tanya Takumi
”suntikan, jarum suntik, darah, dan bunga anggrek merah”, ujar Hiro
”anggrek merah?? Memang ada???,” tanya Takumi balik
”besok kita cari di toko bunga.. besok.. tanggal yang tepat di hari bulan purnama,” balas Hiro lagi
”Rasanya.. aku seperti persembahan seorang dukun,” keluh Sara pada yang lainnya
Hiro malah  mepet ke dia dan menciumnya di depan Ryouji dan Takumi
”kamu sudah rela berkorban untuk Natsu chan 2kali loh.. besok.. libur sekolah.. kita liburan yuk.. ke Hokkaido atau ke Okinawa,” rayu nya
”gila.. oi.. ada aku sama Takumi... main cium-ciuman saja..dasar otak porno, playboy cap sekolahan,” Ryouji langsung memukul kepala Hiro
Sara menggampar lagi pipi Hiro yang kanan,”Plak! Aku malu!”
”nasibku.. gak pernah senang setiap kali mau serius,” balas Hiro, dia mengelus elus pipinya sendiri, sudah pipi kiri dan kanan digampar malam itu
”besok kita mulai upacara itu...,” ujar Hiro

Paginya..mereka semua bangun kesiangan. Ibunya Hiro awalnya tidak tahu apa sebabnya, ketika mereka sedang makan pagi yang kesiangan, Hiro lalu bercerita apa yang terjadi pada Ibunya Hiro dan Natsumi
”jadi.. mereka mengincarku??,” tanya Natsumi
Hiro mengangguk sambil makan,”Iya.. mereka ingin menghisap darahmu.. malam ini..kita akan bikin upacara mengorbankan sedikit darah Sara cchi,”
Hitomi, adik Hiro yang masih kecil malah iseng,”aku ikut, Ani chan (kakak cowok-red)!”
Hiro melotot,”dekinai (tidak boleh-red).. ini urusan orang dewasa,”
Maa... maaa... (sudah-sudah-red).. Hitomi chan.. main saja dikamar nanti malam ya?? Sama Himawari Ane chan,” senyum Ibunya Hiro
Ibunya Hiro senyum pada semua teman anaknya itu, sampai matanya tidak terlihat,” Hitomi chan.. memang lebih mirip Hiro kun untuk kesukaan pada supranaturalnya, dibanding kakaknya, Himawari chan”
Hiro mengangguk,”Iya..dia bisa melihat spirit yang melindungi kalian.. tapi Hitomi chan tidak bisa membunuh hantu.. hanya bisa melihat dan komunikasi saja”
”menyeramkan sekali,” gumam Sara
”tapi kan..dia calon adik iparmu,” senyum Hiro manis sekali pada Sara
Takumi nyengir kuda pada Sara. Sara jadi salting sendiri.
”oh iya.. Sara chan.. belum ibu belikan baju yang di Shibuya ya?? Ada koleksi bagus loh... mau kan?? Natsumi chan.. nanti juga main sama sama ya??,” senyum ibunya Hiro
”senangnya punya pacar anak pengusaha,” kata Ryouji kalem. Ryo memang terkadang suka menyindir
”tidak merepotkan Okasan??,” tanya Natsumi
Ibunya Hiro menggeleng,”aku senang kalau Hiro kun membawa teman-temannya. Hiro kun dari kecil manis, tidak suka mengganggu anak perempuan, baik dan pelindung”
”rasanya terbalik,” gumam Takumi, tapi dia mencoba senyum pada ibunya Hiro
Hiro nyengir kuda dipuji ibunya sendiri,”arigatou, Mama.. mama memang baik,”
”nanti malam.. kita mulai... jangan lupa.. Sore kita sudah disini lagi.. kita mulai acaranya di belakang rumah ku”, katanya lagi

Siang sampai sore, waktu mereka habiskan untuk jalan-jalan di pinggiran kota Tokyo.. sampai kembali menjelang malam...
”Lihat.. benar kan.. sudah purnama lagi??,” Hiro menunjuk pada langit,”untung kita sudah dapatkan anggrek darahnya,”
Mereka benar-benar menyiapkan meja kecil untuk sajian
”kamu yakin... setan kepala itu akan datang lagi??,” tanya Ryouji
Hiro mengangguk, ”yakin.. lihat saja.. aku akan lempar dia dengan bunga yang nanti diberi darah Sara chhi”
”adikmu..tidak akan ikut-ikutan kan??,” tanya Takumi
”dia sudah aku bungkam dengan komik kesukaannya,” balas Hiro
”nah.. ayo kita mulai,”

Dihadapan meja sudah ada mangkuk kecil, beberapa tangkai bunga anggrek darah dupa dan suntikan
”menyeramkan sekali sih... harus ada upacara seperti ini,”keluh Sara, dia takut sendiri karena darahnya yang harus diletakkan di atas piring yang sudah diletakkan anggrek berwarna merah darah itu
”just relax, Sara cchi... ,” senyum Hiro
”sekarang.. semuanya harus dalam keadaan tenang.. aku sudah memagari rumah ku sendiri dengan perlindungan Dewa Bishamonten,” lanjutnya. Dewa Bishamonten pada beberapa orang jepang dipercaya sebagai dewa perang yang kuat.
”Ayo mulai,” katanya lagi
Hiro lalu meminta bantuan Natsumi untuk mengambil darah dari tubuh Sara dengan bantuan suntikan.. dan diletakkan dalam mangkuk kecil..
Hiro lalu membaca mantra dengan bahasa tibet kuno.. lalu dia menyebarkan darah yang ada di mangkuk di atas kembang anggrek itu dan melihat bulan..
”lihat.. purnama penuh... sebentar lagi.. hantu kepala itu akan datang,” kata Hiro
”apa perlu melawan dia??,” tanya Sara
”kalau perlu saja.. dia mengincar Natsu chan.. ,” balas Hiro
”aku takut, Ryo kun,” kata Natsumi
Ryo memeluk dan memegang tangan Natsumi.
Hiro melangkah, menuju kotak suara,”Mama.. tolong jaga Hitomi chan.. jangan sampai dia kesini”
”baik,” jawab ibunya dari balik kotak suara elektronik itu.

”udara sudah mulai tidak enak.. dia akan datang,” kata Hiro
”hati-hati.. lindungi Natsu chan... pakai ini,”
Hiro memberikan gelang yang berwarna merah...
Darah yang dituang diatas anggrek merah itu berubah menjadi hitam pekat
”Hiro kun.. darahku,” kata Sara gugup dan panik
”tenang saja.. dia sudah mulai datang,” bisik Hiro
Benar saja... Hantu kepala itu datang.. dia berambut panjang.. hanya kepalanya saja yang terbang.. kali ini semua bisa melihat hantu kepala itu
Natsumi menjerit jerit ketakutan, Ryouji memeluknya
”LINDUNGI NATSU CHAN..RYO KUN!!,” Hiro berteriak.. dia lalu melempar kembang anggrek yang sudah diberi darah Sara sebelumnya
Hantu itu berteriak, lalu menoleh pada Hiro

”Keh.. kenapa.. terkejut ya?? Aku tahu rahasia mu, hehehehe.. ini aku pelajari waktu aku pergi ke sebuah negara yang indah.. mau dengar ceritaku sebelum kamu hancur tidak.. hei setan jelek???,” Hiro kumat lagi mengejek hantu itu. Dia memang hobi merendahkan hantu jahat.
Sara langsung memasang kuda-kuda membentuk energi supaya dia siap mengirim energi pada Hiro kala pacarnya itu nanti berantem dengan hantu kepala.
”Daraahh... aku mau darahnyaaa...,” kata hantu itu menyeringai, Natsumi masih teriak ketakutan
”yang ada.. aku tumpahkan darahmu.. setan jelek!,” ejek Hiro lagi
Dia membaca mantra... dari tangannya, yang tadinya memegang anggrek dengan darah, menjadi semacam cakram yang berjeruji
”wah.. Hiro kun makin sakti,” gumam Ryouji
”ayo.. berantem sama aku... aku gak suka temanku dimakan kamu... setan gak tahu diri!!,” Hiro malah menganggap enteng hantu itu
”sini..sini.. sama Ojichan (paman-red),” ledeknya
Koitssssuuuuuuuuuuuuuuuuu!!! (anak sialan-red),” geram si Hantu kepala itu, dia langsung menyerang Hiro.
Hiro bertarung dengan hantu kepala itu. Hantu itu menyerangnya berkali-kali tapi dia bisa mengelak.
”wah.. kamu lumayan juga ya.. hantu jelek.. hidupmu berapa ribu tahun sih??,” ejek Hiro sambil menghindar dari serangan gigitan hantu kepala itu.
”gigi mu jelek sekali.. gak pernah gosok gigi ya? Hahahahaha!,” ejek dia lagi
”Hiro kuuuunnnn.... genting begini masih bisa mengejek hantuuu???,” Sara yang lihat pacarnya berantem gak habis pikir dan malah kepengen jitak kepalanya Hiro karena terlalu menganggap enteng hantu itu

Hiro dan hantu kepala perempuan itu masih bertarung..
”cresh..,” Hiro berhasil menggunting rambutnya dengan cakram senjatanya itu
”wah.. wah.. Rambutmu jadi pendek nih.. terpotong cakramku.. sebentar lagi kepalamu hancur deh.. huyuh,” ejek Hiro lagi
Hantu kepala itu menggantung-gantung dan dia marah,”bocah sialan! Kamu hebat juga”
”iya dong.. masak gak hebat?? Makanya aku tantang kamu berantem.. ini baru satu ronde loh,” ejek Hiro lagi
”Hiro kun.. cepat.. kebiasaan deh.. kamu suka main main!,” teriak Sara
”Oke, sayang!,” balas Hiro
Lalu dia membaca mantra.. untuk menghancurkan sang hantu kepala itu..
Tapi tidak disangka.. ternyata mereka dikelilingi banyak hantu kepala!!!

Natsumi menjerit jerit dengan kejadian itu. Banyak hantu kepala menyerbu dengan gigi-gigi mereka yang menyeringai. Natsumi diserbu para hantu itu, Ryouji dan Takumi sibuk menarik-narik kepala para hantu itu agar tidak menggigit leher Natsumi.
Sara melindungi Natsumi dengan bola energinya..
”aku lindungi Natsu chan.. kalian lawan para hantu itu!!,” teriak Sara
Hiro lalu memperbesar cakram nya dan dia malah meninggalkan hantu kepala yang awalnya berantem dengannya, untuk menghancurkan hantu-hantu yang menyerang Ryouji dan Takumi, Sara masih tetap melindungi Natsumi dengan bola energinya..
”Sara cchi... awas!!,” Hiro berteriak, dia ingin melempar cakramnya itu, ada hantu kepala yang dari belakang ingin menggigit leher Sara!
Sara berteriak kencang,”AAAAA.... TOLONG AKU, HIRO KUN!!”
Tapi...,”crash!,” hantu kepala yang ingin menggigit leher Sara malah hancur
Sara menoleh,”Hitomi chan,”
Hitomi malah menggaruk-garuk kepalanya, anak SD itu ternyata yang menolongnya.
gomen (maaf-red), Ane chan.. hehehe,” dia malah cengengesan
”mirip Hiro kun sekali gayanya.. ,” keluh Sara
Ibunya Hiro berteriak memanggil Hitomi sambil membawa patung Dewa Bishamonten, yang dianggap pelindung mereka.
”Hitomi chan.. kembali, Nak!!,” teriak ibunya
Tapi Hitomi malah berjalan lalu mengambil piring yang berisi bunga-bunga anggrek yang sudah ada darah Sara sebelumnya

Dia malah berkata,”Dewa.. berikan aku kekuatan melalui bunga bunga ini..!”
Dan dia pun melemparkan satu persatu kembang anggrek itu ke hantu-hantu yang sedang berusaha menyerang Ryouji dan Takumi
Sementara Hiro masih sibuk membantai hantu-hantu yang lain.
Takumi dan Ryouji bengong dengan kelakuan Hitomi yang masih kelas 1 SD itu.
”dia benar-benar duplikat Hiro kun,” kata Ryouji sambil bengong
Satu persatu hantu hantu kepala yang dilemparkan bunga oleh Hitomi, kepalanya pecah, berteriak kesakitan sebelum akhirnya menghilang menjadi asap.
Hiro masih melawan hantu kepala yang utama..
Akhirnya.. dia pun memakai mantra yang sama dengan adiknya juga.. tapi.. tidak bisa juga!
”aduh.. apa yang salah???,” Hiro sudah mulai agak cemas sendiri
Hitomi lalu dengan santai menghampirinya..
”aku saja, Ani chan..,” katanya santai, lalu berdiri di depan Hiro, tepat beberapa meter di depan hantu kepala itu

Hantu kepala tertawa,”hahahahahahaha! Rasakan kau, manusia sombong! Kau akan mati.. anak sialan!!”
Hitomi menghampiri hantu kepala itu dengan santai, Hiro mencegahnya,”Hitomi chan.. jangan..berbahaya!!”, Hiro menarik tangannya, tapi Hitomi malah senyum sama hantu kepala itu..
”hai, Hantu kepala perempuan.. kamu jelek sekali ya?? Belum gosok gigi ya??,” Hitomi melihat hantu kepala itu giginya kuning dan mengejeknya dan berkacak pinggang.
Ryouji, Takumi, Sara ramai ramai menepuk dahi mereka sendiri.
”cape deh.. ternyata caranya merendahkan hantu benar-benar duplikat kakaknya abis”, keluh Sara
Takumi nyengir kuda, tapi masih dalam keadaan takut,”iya..benar-benar mirip Hiro kun”
Ibunya Hiro langsung panik,”Hitomi chan.. jangan, Nak.. bahaya!!”
Hitomi malah membaca mantra yang tadi. Kepala hantu itu bergoyang goyang dan menyerangnya..
Hitomi mengelak, lalu menusukkan batang anggrek yang ada darahnya Sara itu ke kepala hantu itu.
Hantu itu berteriak teriak kesakitan,”TIDAAAAAAAAAAAAKKKKKK.... KAMU ANAK KECIL SIALAN!!!”
Hiro kaget dengan keberhasilan adiknya yang bisa mengusir hantu.
Hantu kepala itu berteriak teriak, bergoyang goyang dan hampir saja pecah
”menunduk!,” Hiro menarik tangan Hitomi dan mengajaknya lari beberapa meter dari hantu kepala itu, lalu memeluknya sambil berjongkok, melindungi adiknya sendiri.
”HAHAHAHAHAHA! ANAK KECIL SIALAN.. KETEMU LAGI NANTI DINERAKA!!,” hantu kepala wanita itu berteriak, lalu hancur
”BLAM!!,” hantu kepala itu pun meledak..

”meledak,” kata Hitomi santai, dalam pelukan Hiro
Hiro tidak memperlihatkan pada Hitomi bagaimana kepala hantu itu hancur berkeping-keping, dia tidak ingin adiknya melihat hal yang menyeramkan dan membuat tidak bisa makan..
Pelan-pelan.. hancuran kepala hantu itu pun hilang juga, barulah Hiro melepaskan pelukannya..
”Haduh, Hitomi chan...,” ibunya Hiro buru-buru menghampiri anaknya dan memeluk Hitomi
”hantunya sudah hancur,” dengan santainya Hitomi menepis tepis kedua telapak tangannya
”gayanya Hiro kun sekali,” Ryouji garuk kepalanya, Natsumi memeluknya
”sudah selesai...akhirnya,” gumam Hiro
”eh..tapi.. kenapa Hitomi chan yang bisa memakai bunga-bunga anggrek itu??,” Takumi heran
Sara, Ryo, Natsumi mengangguk
Hiro lalu berjongkok di depan Hitomi,”memang.. kamu pakai mantra apa?? Aku baru lihat kamu bisa mengusir hantu, Hitomi chan,”
Hitomi senyum,”aku kan.. mencuri buku catatan Ani chan (kakak cowok-red),”
Hiro menepuk dahinya sendiri,”aduh.. mati aku.. diary ku”
Ternyata Hitomi membaca kumpulan diary cara Hiro melawan berbagai jenis hantu, untungnya, bukan diary pribadi.
”lalu.. kenapa kamu bisa??,” tanya Sara, senyum pada Hitomi, berjongkok di depannya dan disamping Hiro
”karena.. hanya aku dan Sara Ane yang pe...”, jawab Hitomi
Tapi belum selesai Hiro sudah menutup mulut Hitomi,”sudah sudah.. jangan diteruskan”
”pghgfjwyr qbrty ty wu b wyuyeyyfkjojwo,” kata Hitomi.
”apaan sih??,” tanya Sara
”gak apa, hehehehe,” Hiro cengengesan
Hitomi memegang pergelangan tangan Hiro, minta dilepaskan.. tapi Hiro malah membopong adiknya sendiri,”masuk kamar ya, hehehehe.. besok Hitomi chan sekolah”
Hitomi teriak teriak minta diturunkan
”ada apaan sih??,” Sara masih bingung dengan maksud Hiro menutup mulutnya Hitomi dan berlari lari membawa adiknya ke kamarnya sendiri
”gak tahu tuh,’ Ryouji menyembunyikan sesuatu
Ibunya Hiro teriak teriak ke Hiro supaya dia menurunkan adiknya yang juga teriak teriak minta diturunkan..
”ah.. keluarga yang aneh,” Sara lalu jalan ke koridor dan menuju kamar tempat mereka menginap, sekamar dengan Natsumi
Natsumi bertanya pada Ryouji, ada apa sebenarnya dengan maksudnya Hitomi.
”ah..enggak apa.. sudah yuk.. kita belum makan malam loh.. ”, kata Ryouji
Hiro teriak teriak dari ujung koridor ke ruangan makan,”ayo makan dulu.. pembantuku sudah siapkan makanan!”, katanya dari jauh
Takumi, Natsumi dan Ryouji berlari menyusuri koridor..menuju ruang makan..

Bersambung .....