Sakura meng-sms Aiko,”eh...ada lowongan
kerja loh.. part time..katanya kamu mau.. ini aku sms ya??”
Aiko senang mendapatkan sms dari Sakura
soal itu, dia memang berencana ingin membantu Minho dengan bekerja diam-diam
tanpa sepengetahuannya. Dia suka merasa sedih lihat Minho duduk lama di ruang
kerjanya sampai larut malam dan mereka hanya bisa ngobrol saat makan malam atau
sebelum tidur.
“aku kan capek, Aiko chan.. aku harus
tidur,” begitu saja keluhan Minho ketika dia ingin membicarakan perkembangan
terakhir studinya, atau hanya sekedar memberitakan hal yang menyenangkan
hatinya, ketika dia ujian mendapatkan nilai A, sementara Minho selalu merasa
sibuk dan tidak punya waktu untuk bicara, mengurung saja diruang kerjanya.
Aiko berlari ke markas mereka, disana
sudah menunggu Sakura yang memang sudah janji mau menginformasikan pekerjaan
untuknya.
“aduh.. gomen... aku terlambat,” ujarnya ketika masuk ruangan itu
Sakura senyum saja, lalu berdiri,”serius
ibu dokter kita satu ini mau bekerja??”
“aku serius,” balas Aiko,”aku tidak enak
dengan suamiku, Minho kun, kerjanya keras sekali.. aku kasihan lihat dia tengah
malam baru tidur, Sakura chan”
“umm... pernikahan kalian sepertinya berat
sekali soal keuangan,” ujar sakura
“begitulah,” balas Aiko singkat
“ini.. aku dapat selembarannya dari
temanku juga..aku rasa, cocok untukmu.. apalagi, kamu kan sudah jadi ibu
rumahtangga”, Sakura menyerahkan lembaran itu
Yang dicari memang kebetulan ibu RT,
promosi iklan susu untuk ibu hamil dan menyusui.
“wah.. ini maksudnya.. aku menjaga stand
dan menjelaskan pada para ibu... begitu ya??,” tanya Aiko
Sakura mengangguk,”cocok kan?? Tapi
kerjanya bisa 6 jam loh.. coba kamu pikirkan dulu..bentrok tidak dengan kuliahmu
yang padat banget itu,”
Aiko melihat lagi jadwal kuliah nya setiap
hari,”kalau aku pulang jam 5 sore.. aku baru bisa pulang jam 11 malam.. apa
Minho kun tidak marah??,” gumamnya
“bentrok tidak??,” tanya Sakura
Aiko menggeleng,”aku harus kerja, Sakura
chan... kasihan, Minho kun terlalu capek”
“Minho kun sepertinya memang bertanggung
jawab,” jawab Sakura
“iya.. tapi aku terlalu kasihan
melihatnya, Sakura chan..,” keluh Aiko
“wajar sebenarnya.. hanya saja, Minho kun
kan.. masih terlalu muda.. jadinya ya begitu.. sangat terasa berat,” balas
sakura, dia mencoba menenangkan temannya itu.
“Kuliahmu sendiri.. tidak ada masalah
kan??,” tanya Sakura
Aiko menggeleng,”itu sebabnya aku ingin
membantunya.. sedikit banyak, ½ uangnya bisa dari aku untuk kuliahku”
“Asal jangan ketahuan saja.. aku takut,
dia marah besar padamu... Minho kun itu keras kepala kan??,”
Aiko mengangguk mengiyakan.
Tiba-tiba Minho masuk ke ruangan itu
“eh, anata,”
Aiko lekas mendudukkan kertas lowongan kerja, agar tidak ketahuan Minho
“tidak bangun menyambutku??,” Minho agak heran
dengan kelakuan isterinya
Sakura malah membantu ngeles,”Aiko chan
tadi terjatuh, sepertinya kakinya sakit”
Minho langsung malah berjongkok di depan
Aiko,”yang mana yang sakit? Kiri atau kanan??”
“ah..eh.. kanan.. itu makanya aku gak bisa
bangun,” balas Aiko dengan sedikit panik
“ah.. ya sudah.. nanti pulang aku
gendong,” balas Minho. Dia lalu mengambil gelas di dispenser dan minum, lalu
duduk disamping Aiko dan merangkulnya.
“hari ini capek sekali.. Ichi kun dapat
tugas yang agak ringan,” keluhnya
“memang tugas apa??,” Aiko menoleh padanya
“biasa.. membuat advertising berbasis
animasi..,” balas Minho
“Sakura chan.. kamu apa kabarnya??,” tanya
dia lagi pada Sakura
“aku baik.. kamu semakin sibuk ya??,”
balas Sakura
Minho mengangguk,”Tachibana san.. minta
aku banyak edit komiknya yang deadline.. kamu tahu dong.. komik Tachibana san itu laku keras..”
Minho memanjangkan kakinya yang sudah
dirasa lelah. Aiko memijat pundaknya
“tsukarechatta
(lelah banget-red),” kata Minho
“wakarimashita
(aku faham-red),” balas Aiko, masih sambil memijat pundak
“yang ini dong...,” Minho menunjukkan
punggungnya
“wah...wah.. kalian memang pasangan super
sibuk ya??,” senyum Sakura
“begitulah,” Minho menjawab dengan
mendongakkan kepalanya yang benar-benar pegal, lalu dia sandarkan di sofa tua
“ada hal baru tidak..tentang
teman-teman??,” lanjutnya lagi
“Ichi kun..sekarang makin pendiam,” jawab
Sakura
“loh.. kenapa?? Apa dia ada masalah??,”
Minho tanya balik
“aku tidak tahu.. aku sudah berusaha
mengajaknya terbuka.. eh, tapi dia masih saja tertutup,”
“waahh... sepertinya ada masalah
pelik..aku saja yang teman dekatnya juga enggak diceritakan loh,” ujar Minho
“apa.. dia ada masalah dengan keuangan
keluarga juga??,”
Sakura menggeleng,”aku rasa.. tidak deh..
keluarganya termasuk berkecukupan”
“lalu??”, tanya Minho lagi
“aku gak tahu.. dia enggak cerita.. tapi
ada perubahan yang kentara,” balas Sakura
“Ichi kun jadi sangat tertutup,” lanjutnya
lagi
“umm,” Minho berdiri dan bergumam,”nanti
aku coba korek di ruangan besok kuliah.. sekarang.. kita pamit ya.. gak bakalan
ada yang datang lagi kan??”
Sakura menggeleng.
Minho berjongkok,”ayo naik ke punggungku”,
katanya pada Aiko
Aiko kaget
“kenapa?? Katanya tadi terkilir??,” tanya
Minho
“malu dong,” jawab Aiko
“ah..sudah.. ayo naik.. nanti gak bisa
jalan..aku juga yang repot,” balas Minho
Aiko pun naik ke punggung Minho.
Sakura tertawa,”benar benar iri deh..
hehehe”
“kamu sendiri.. kenapa cepat sekali putus
dengan Ken lalu Makoto kun juga putus dengan Aya.. hubungan itu.. kalau bisa
yang lama dong,” Minho malah menasehati Sakura
“sudah deh, Nampyeon.. ayo pulang,” Aiko
jadi gak enak hati dengan Sakura karena Minho menasehatinya. Aiko buru buru
melipat kertas lowongan dan dimasukkan dalam tasnya sebelum dia naik ke
punggung Minho, tanpa Minho tahu.
“besok.. masalah Ichi kun..aku yang
tanya.. mungkin dia hanya mau cerita ke sesama cowok aja,” kata Minho pada
Sakura
Sakura mengangguk, mereka jalan keluar
universitas. Beberapa mahasiswa melihat Minho menggendong Aiko, aiko malah jadi
malu berat.
“Minho kun.. eh.. Anata... tolong turunkan
aku,” bisiknya pada Minho
“cerewet.. kaki mu kan sakit.. nanti aku
juga yang repot,’ balas Minho
“enggak.. aku sudah sembuh,” karena pada
dasarnya memang kaki Aiko sama sekali tidak sakit
“cerewet.. nanti nasib kakimu seperti aku
loh,” balas Minho,”sudah diam.. cuek mau mereka bilang apa”
“sudah..jangan berisik lagi,” dia malah
menggerutu pada Aiko
Aiko diam saja, dia tidak mau membantah
Minho kalau sudah menggerutu
Beberapa mahasiswa yang melihat mereka
berbisik-bisik, ada yang positif, ada yang negatif dengan apa yang mereka
lihat. Tapi Minho tetap saja cuek, tidak peduli apa omongan mereka. Sampai di
halte bus, baru dia menurunkan Aiko.
“Aku sudah memberikan editan komik
Tachibana san.. dia memberiku tambahan ini,” kata Minho, mengeluarkan amplop
yang isinya uang bonus.
“kerja Nampyeon.. berat sekali.. terima
kasih,” Aiko menunduk hormat padanya di depan meja rendah.
Minho senyum,”kamu.. manis dan penurut
sekali deh.. enggak salah aku pilih kamu jadi isteriku”
Minho mengajaknya duduk disampingnya.
“kapan-kapan.. liburan yuk?? Aku lelah
nih.. pengen liburan berdua saja,” katanya sambil merangkul Aiko.
“mau kemana???,” senyum Aiko
“enaknya kemana?? Aku kangen Seoul,” Minho
malah termenung
“Seoul itu.. seperti Tokyo??,” tanya Aiko
Minho mengangguk,”tapi sepertinya lebih
ramai Tokyo deh..”
Minho lalu membuka amplop dari Tachibana,”wah..
banyak sekali”, dia melihat beberapa puluh ribu ¥.
“Minho nampyeon.. ini.. tidak salah??,”
Aiko malah melamun lihat uang cukup banyak itu
“aku juga bingung,” balas Minho
Lalu dia menelepon Tachibana dan berterima
kasih.
“apa..tidak terlalu banyak, Tachibana
san??,” tanya Minho, memastikan kembali
“segitu tidak banyak, Minho kun.. bahasa
edit mu bagus, juga soal gambar nya.. jadi, komikku juga laku keras.. anggap
saja bonus ku karena kerja mu yang sangat memuaskan ku,” balas Tachibana
“Terima kasih, Tachibana san,” balas Minho
“bagaimana tawaranku.. kalau kita
pergi??,” Tachibana mengungkit itu lagi
Minho gugup,”aduh.. isteri saya.. sedang
tidak enak badan,” dia berbohong pada komikus itu, dia takut jika memang
Tachibana seorang homo, dia takut diapa-apakan olehnya.
“wah.. jangan-jangan isterimu hamil,
hahahaha,” Tachibana sama sekali tidak curiga dengan Minho.
Minho cengengesan,”eh ehhehehe.. jangan
dulu.. masih kuliah”
“sayang sekali sih.. padahal aku ingin
ajak kamu liburan.. apalagi.. sebentar lagi sudah mau masuk musim salju...saat
asik berlibur menjelang natal”, ujar Tachibana
Minho makin kalut..sebab ada beberapa
kebiasaan, pasangan merayakan kencan mereka di malam mendekati natal.
“mati aku.. aku harus bisa menolak,” kata
hatinya Minho, wajahnya berubah jadi agak gak enak.
Aiko memperhatikan.
“ah..iya sih.. tapi.. dimusim dingin
begitu.. Aiko chan takut sakit, Tachibana san.. jadi.. aku malah berfikir tidak
bisa liburan.. dan biasanya menjelang libur akhir tahun.. keluarga Aiko chan
berkumpul,” Minho ngeles lagi.
“wah.. kamu bakalan jadi suami kuper
sekali, Minho kun,” balas Tachibana.
“tapi ya sudah.. padahal.. aku bisa saja
pesan mulai dari sekarang,” tambahnya lagi
Minho makin curiga dan makin deg-degan.
Akhirnya, dia bisa juga menghindar dari
tawaran tachibana.
Minho mengelus dadanya berkali kali di
hadapan Aiko. Aiko bukan takut, tapi malah mentertawainya.
“kok.. gak takut sih.. kalau suami mu
nanti ditaksir homo??,” Minho heran
Aiko masih tetap tertawa,”Minho nampyeon..
terlalu takut sih, hehehehe”
Minho manyun,”yah..
mau bagaimana lagi?? Gawat kan?? Kalau tiba-tiba aku dipaksa menginap satu
kamar.. bagaimana hayo??”
Minho manyun
total, Aiko malah masih mentertawainya.
“gak mungkin deh.. percaya aku, Nampyeon,”
ujar Aiko, masih tertawa kecil.
“huhhh... beneran deh.. aku takut sekali,”
jawab Minho
“sudah ah..osorenaide kudasai (enggak usah takut-red),” ujar Aiko. Tiba-tiba
dia malah mencium Minho.
Minho melotot,”hey.. sudah berani ya??
Hahahaha”
Minho mendorong-dorongnya ke kamar tidur.
Esoknya, Minho sengaja ngobrol sama
Ichirou di markas mereka
“kata Sakura.. kamu mendadak jadi pendiam
dan enggak mau cerita apa apa.. memangnya kenapa sih??,” tanya Minho. Dia mesti
tahu keadaan temannya, karena memang Minho di daulat sebagai ketua geng mereka.
“nan
demo nai.. i am okay,” balas Ichirou
“yakin kamu baik-baik aja?? Sementara
Sakura begitu cemas??,”
“ah.. itu biasa.. namanya cewek,” kilah
Ichirou
Minho menepuk pundaknya,”kalau ada
masalah.. cerita deh.. aku agak kurang suka kalau temanku pendam masalah
sendirian”
“beneran kok.. gak ada masalah..
Sakura-chan aja yang sensitifnya keterlaluan..,” balas Ichirou
“ya... baiklah.. tapi kamu jangan ragu
untuk cerita-cerita,” kata Minho
“Aiko chan.. sudah hamil belum??,”
tahu-tahu Ichirou tanya begitu
Minho menggeleng,”gak ah.. masih kecil..
tunda dulu.. repot banget”
“Minho kun.. menurutmu.. kalau kamu punya
teman aneh.. kamu masih mau berteman dengan orang itu gak??,”
Minho menoleh pada Ichirou,”maksudnya??”
Ichirou agak ragu mengatakannya, akhirnya,
dia bilang juga,”misalnya ada temanmu yang homo atau lesbi... kamu.. masih mau
berteman dengan dia gak??”
Minho bukan bingung, malah tertawa,”kok
tanya begituan sih?? Aduh.. aku makin sebel aja rasanya.. akhir-akhir ini aku
sudah 2 kali diajak Tachibana san liburan sama-sama.. pusing”, malah jadi Minho
yang curcol
“Memang kamu percaya banget gosip kalau
Tachibana san itu homo??,” Ichirou malah balik tanya
“gak juga sih,” balas Minho singkat
“ya sudah.. pergi aja sama dia.. aman
kok,” ujar Ichirou
“aman gak aman.. aku takut..soalnya pas
aku bilang aku minta ajak Aiko chan.. sepertinya dia gak setuju,”
“oo,” balas Ichirou singkat
Mereka diam sejenak, lalu Ichirou memulai
pembicaraan lagi
“tapi.. gimana tadi jawabanmu??”
“soal homo atau lesbi tadi?? Yah.. kamu...
yang namanya berteman itu.. terima teman apa adanya.. asal jangan dia naksir
aku aja.. aku normal, hahahaha,” Minho mengajaknya bercanda
“kalau misalnya.. justru teman kamu itu
yang homo.. malah suka sama kamu.. gimana, Minho kun??,” Ichirou malah tanya
yang makin aneh
Minho melotot,”apa?? Serem amat.. gak
deh.. amit-amit”
“loh.. katanya kamu mau terima temanmu itu
apa adanya??,”
Minho kaget,”ya enggak segitunya kali,
Ichi kun... aku terima dia cuma sebagai teman.. bukan partner homonya.. amit
amit deh.. mau ditaruh dimana isteriku?? Mendingan aku tidurin dia setiap hari
daripada tidur sama homo.. hiiyy.. kowai
ka na (serem-red)”
Ichirou nyengir kuda.
Minho membalas dengan nyengir kuda
juga,”gak kebayang deh... “
Mereka ngobrol sampai Ken datang. Ternyata
Ken masih kepo dan bahas lagi tentang
Tachibana.
“Kalian kok sepertinya heboh banget soal
Tachibana san sih??,” tanya Minho
“eh, Minho kun.. dia itu komikus kamu
loh.. kalau beneran dia homo.. kamu bisa-bisa dimakan, hahahaha,” Ken malah
tertawa
“ah.. gak bakalan,” balas Minho
“kapan lagi kalian mau ketemu buat bikin
komik??”
“Minggu depan,” balas Minho singkat
“tapi
ya gitu deh...nih...gara-gara Ichi kun...rasanya aku jadi gak enak
hati...kenapa juga dia ngobrolin soal homo gini??,”lanjut Minho lagi
Ken malah tertawa,”yah...gimana lagi??
Hahahaha... kalau beneran.. mati kamu loh...cari saja komikus lain... bahaya...
kamu bisa disikat, hahahaha”
“kalian ini...malah gosipin orang yang
aneh aneh,” kilah Minho
Ken tertawa kencang banget, Minho melihat
dia dengan tatapan aneh..sementara, Ichirou malah kelihatannya memperhatikan
mereka berdua saja.
“kalian nih aneh banget deh.. tadi Ichi
kun juga tanya-tanya aneh ke aku,”ujar Minho lagi
“hey..sudah.. gak usah diperpanjang
lagi..aku kan cuma iseng aja,” balas Ichirou
“iseng mu bikin aku mikir, Ichi kun..
bagaimana kalau misalnya ternyata yang homo itu kamu??,” Minho malah tambah
mikir aneh
Ken tertawa lagi,”kalau emang Ichi kun
homo.. suruh saja dia pacaran sama kamu, Minho kun.. biar kamu juga tahu
rasanya pacaran sama isteri sendiri dan sama homo, hahahahahaha!”
Minho malah mengeplak kepala Ken,”gak lucu ah”, ujarnya
“iya, hehehe... gomen,” balas Ken,”tapi entah kenapa.. kok akhir akhir ini
pembicaraan kita seputar itu terus ya? Rasanya... feeling ku ada yang aneh
diantara kita”
“eh..siapa??,” Minho heran. Ichirou diam
saja.
“gak tahu juga sih.. cuma feeling kok.. gak usah dimasukin ke hati deh,”
balas Minho lagi
Ken malah makin bahas,”menurutmu.. kalau
ada yang seperti itu diantara kita.. gimana, Ichi kun??”
Ichirou kaget ditanya seperti
itu,”hieeehh... kok malah jadi ke aku tanya nya sih??”
Ken nyengir kuda,”kan aku cuma tanya..
mungkin kamu pernah punya pengalaman ditaksir homo? Hahahahaha”
“hush,” Minho mengeplak kepala Ken lagi,
Ken mengaduh tapi tertawa.
“gak usah yang aneh-aneh deh, Ken kun...
hari gini??,” balas Ichirou
“bukan begitu.. ini hanya feelingku aja..
makanya pengen tahu juga pandanganmu, begitu,” balas Ken
“yah.. menurutku sih..terserah orang itu
saja.. mau dia suka sama cewek kek, suka ke sesama cowok kek.. terserah,” balas
Ichirou santai
“misalnya nih.. misalnya.. ternyata Minho
kun homo.. trus dia naksir kamu.. gimana??,” Ken iseng lagi
“Moues??
Aku normal!,” Minho jadi sensi dan mukul kepala Ken lagi
“joudan
da yo, Minho kun,
hahahaha (bercanda ah-red),” balas Ken,”cuma penasaran jawaban Ichi kun apaan”
Ichirou membahasnya dengan bercanda
lagi,”kayaknya.. aku bakalan terima Minho kun deh.. dia baik dan cakep,
hahahahaha”
Ken malah makin tertawa
terpingkal-pingkal, Minho jadi sensitif dan bete
dengan temannya yang satu itu.
“kalau gitu.. gimana kalau kita test diri
kita.. siapa kira-kira yang berpotensi jadi homo??,” Ken nyengir kuda lagi
“kurejii....
ano koto wa.. ittai nani ga suru??
(gila..emang mau ngapain sama hal begitu?-red),” Minho balas spontan.
“enggak.. cuma iseng,” balas Ken, ringan
“iseng yang gila,” balas Minho lagi, dia
gak habis pikir sama ide temannya itu
“gimana.. Ichi kun.. kamu diam saja
daritadi.. atau.. jangan-jangan.. malah kamu yang homo dan naksir sama Minho
kun yang ngaku normal??,” Ken malah bercanda makin gak asik dan gak karuan.
“hieeehh?? Emang aku begitu??,” balas
Ichirou dengan muka yang tidak terima
“gak asik nih.. mulai deh,” ujar Minho
pada Ken
Ken masih nyengir kuda,”hanya penasaranku
saja, ah.. masak kamu gak tahu sifatku, sayang??”, dia meniru-niru tingkah
waria
“hoek,” Minho meledeknya dengan meniru mau
muntah, merasa jijik dengan ekspresi Ken barusan.
Ichirou tertawa,”Minho kun sepertinya
cowok sangat normal sekali, hahahahaha”
“aku normal, eh.. jangan bilang aku waria
atau homo,” Minho jadi sensi.
Ken dan Ichirou tertawa, Minho jadi serasa
di bully.
Ken menepuk pundak Minho, sekarang dia
serius,”tapi.. kamu harus pikirkan loh.. soalnya kamu kan ketua di kumpulan
kita”
“maksudmu?? Masih bahas yang tadi??,”
Minho tanya balik, Ken mengangguk.
“ah.. hanya ilusi mu saja,” balas
Minho,”aku yakin..enggak ada diantara kita yang homo atau lesbi atau biseks..
titik.. sudah gak usah dibahas lagi.. jijik”
Ken malah tertawa,”malah jadi lucu kalau
ada yang begitu diantara kita, hahahaha”
Ichirou melihat Ken tertawa seperti itu.
“ckckckck.. ah..sudah, sudah.. mendingan
pulang deh.. Makoto kun juga gak bisa datang, dia mau ke kost Mayu chan
katanya,” Minho memperlihatkan sms Makoto kepada mereka
“yah.. cape deh,” balas Ken. Mereka
langsung pulang ke kost masing-masing.
“Kamu tahu tidak.. Aiko chan.. tadi aku,
Ken kun dan Ichi kun membahas lagi tentang Tachibana san..,” ujar Minho ketika
makan malam
“soal.. homo itu lagi??,” tanya Aiko
Minho mengangguk, dia lalu minta tambah
nasi.
“iya, begitu deh.. jujur saja..aku malah
jadi aneh dengan pertanyaan Ichi kun padaku,” kata Minho
“tentang??”
“masak dia tanya kalau misalnya ada
diantara kita yang jadi homo, trus suka sama aku.. gimana??”
Aiko tertawa kecil, terkekeh pada Minho.
Minho menaikkan alisnya
“kok.. tertawa sih?? Gak jauh beda dengan
Ken kun deh.. uh”
“kalian ini..semua ada ada saja sih...
pembicaraan soal Tachibana san.. mau dia homo atau tidak..asal dia tidak naksir
Minho Nampyeon.. aku biasa saja,”
Minho senyum padanya,”beneran nih.. biasa
saja??? “
Aiko mengangguk.
“tapi.. aku malah jadi mikir tentang
pertanyaan Ichi kun tadi,” Minho meletakkan mangkuk nasi dan sumpitnya diatas
meja rendah
“bagaimana kalau memang itu terjadi??,”
ujarnya lagi
“aduh, Anata..
gak usah mikir yang seperti itu.. ,” balas Aiko
Minho bengong sejenak, lalu,”iya juga
sih.. tapi heran juga.. kenapa aku jadi mikir??”
Aiko senyum pada Minho,”kalau kepikiran..
kata orangtua dahulu.. bisa terjadi loh?? Jadi..........??”
Minho mengambil sumpit dan mangkoknya
lagi,”jadi.. gak usah dipikirin.. chu”
Dia lalu makan lagi,”kali ini.. masakanmu
sudah mulai jauh lebih baik”
“gomaseubnida,
Nampyeon,” Aiko mencoba berbahasa
Minho.
Minho senyum manis padanya.. tapi, dalam
otaknya, dia masih berfikir soal pembicaraan bertiga tadi, terutama pertanyaan
Ichirou kepadanya.
“pertanyaan Ken kun tadi.. benar-benar
bikin aku ketakutan,” kata Ichirou. Dia menelepon seseorang
“dia bilang apa??,” kata orang itu
“sepertinya membahas hubungan kita,” balas
Ichirou
“apa?? Memang mereka tahu apa??,”
“aku juga aslinya tidak tahu..entah
mengapa, gosip tentangmu beredar juga”
“ah... ,” jawab orang itu
Bersambung ke part 10....