This is me....

Rabu, Maret 26, 2014

Pernikahan ½ (Part 9: Siapa yang homo??)

Sakura meng-sms Aiko,”eh...ada lowongan kerja loh.. part time..katanya kamu mau.. ini aku sms ya??”
Aiko senang mendapatkan sms dari Sakura soal itu, dia memang berencana ingin membantu Minho dengan bekerja diam-diam tanpa sepengetahuannya. Dia suka merasa sedih lihat Minho duduk lama di ruang kerjanya sampai larut malam dan mereka hanya bisa ngobrol saat makan malam atau sebelum tidur.
“aku kan capek, Aiko chan.. aku harus tidur,” begitu saja keluhan Minho ketika dia ingin membicarakan perkembangan terakhir studinya, atau hanya sekedar memberitakan hal yang menyenangkan hatinya, ketika dia ujian mendapatkan nilai A, sementara Minho selalu merasa sibuk dan tidak punya waktu untuk bicara, mengurung saja diruang kerjanya.
Aiko berlari ke markas mereka, disana sudah menunggu Sakura yang memang sudah janji mau menginformasikan pekerjaan untuknya.


“aduh.. gomen... aku terlambat,” ujarnya ketika masuk ruangan itu
Sakura senyum saja, lalu berdiri,”serius ibu dokter kita satu ini mau bekerja??”
“aku serius,” balas Aiko,”aku tidak enak dengan suamiku, Minho kun, kerjanya keras sekali.. aku kasihan lihat dia tengah malam baru tidur, Sakura chan”
“umm... pernikahan kalian sepertinya berat sekali soal keuangan,” ujar sakura
“begitulah,” balas Aiko singkat
“ini.. aku dapat selembarannya dari temanku juga..aku rasa, cocok untukmu.. apalagi, kamu kan sudah jadi ibu rumahtangga”, Sakura menyerahkan lembaran itu
Yang dicari memang kebetulan ibu RT, promosi iklan susu untuk ibu hamil dan menyusui.
“wah.. ini maksudnya.. aku menjaga stand dan menjelaskan pada para ibu... begitu ya??,” tanya Aiko
Sakura mengangguk,”cocok kan?? Tapi kerjanya bisa 6 jam loh.. coba kamu pikirkan dulu..bentrok tidak dengan kuliahmu yang padat banget itu,”
Aiko melihat lagi jadwal kuliah nya setiap hari,”kalau aku pulang jam 5 sore.. aku baru bisa pulang jam 11 malam.. apa Minho kun tidak marah??,” gumamnya
“bentrok tidak??,” tanya Sakura
Aiko menggeleng,”aku harus kerja, Sakura chan... kasihan, Minho kun terlalu capek”
“Minho kun sepertinya memang bertanggung jawab,” jawab Sakura
“iya.. tapi aku terlalu kasihan melihatnya, Sakura chan..,” keluh Aiko
“wajar sebenarnya.. hanya saja, Minho kun kan.. masih terlalu muda.. jadinya ya begitu.. sangat terasa berat,” balas sakura, dia mencoba menenangkan temannya itu.
“Kuliahmu sendiri.. tidak ada masalah kan??,” tanya Sakura
Aiko menggeleng,”itu sebabnya aku ingin membantunya.. sedikit banyak, ½ uangnya bisa dari aku untuk kuliahku”
“Asal jangan ketahuan saja.. aku takut, dia marah besar padamu... Minho kun itu keras kepala kan??,”
Aiko mengangguk mengiyakan.

Tiba-tiba Minho masuk ke ruangan itu
“eh, anata,” Aiko lekas mendudukkan kertas lowongan kerja, agar tidak ketahuan Minho
“tidak bangun menyambutku??,” Minho agak heran dengan kelakuan isterinya
Sakura malah membantu ngeles,”Aiko chan tadi terjatuh, sepertinya kakinya sakit”
Minho langsung malah berjongkok di depan Aiko,”yang mana yang sakit? Kiri atau kanan??”
“ah..eh.. kanan.. itu makanya aku gak bisa bangun,” balas Aiko dengan sedikit panik
“ah.. ya sudah.. nanti pulang aku gendong,” balas Minho. Dia lalu mengambil gelas di dispenser dan minum, lalu duduk disamping Aiko dan merangkulnya.
“hari ini capek sekali.. Ichi kun dapat tugas yang agak ringan,” keluhnya
“memang tugas apa??,” Aiko menoleh padanya
“biasa.. membuat advertising berbasis animasi..,” balas Minho
“Sakura chan.. kamu apa kabarnya??,” tanya dia lagi pada Sakura
“aku baik.. kamu semakin sibuk ya??,” balas Sakura
Minho mengangguk,”Tachibana san.. minta aku banyak edit komiknya yang deadline.. kamu tahu dong.. komik Tachibana san itu laku keras..”
Minho memanjangkan kakinya yang sudah dirasa lelah. Aiko memijat pundaknya
tsukarechatta (lelah banget-red),” kata Minho
wakarimashita (aku faham-red),” balas Aiko, masih sambil memijat pundak
“yang ini dong...,” Minho menunjukkan punggungnya
“wah...wah.. kalian memang pasangan super sibuk ya??,” senyum Sakura
“begitulah,” Minho menjawab dengan mendongakkan kepalanya yang benar-benar pegal, lalu dia sandarkan di sofa tua

“ada hal baru tidak..tentang teman-teman??,” lanjutnya lagi
“Ichi kun..sekarang makin pendiam,” jawab Sakura
“loh.. kenapa?? Apa dia ada masalah??,” Minho tanya balik
“aku tidak tahu.. aku sudah berusaha mengajaknya terbuka.. eh, tapi dia masih saja tertutup,”
“waahh... sepertinya ada masalah pelik..aku saja yang teman dekatnya juga enggak diceritakan loh,” ujar Minho
“apa.. dia ada masalah dengan keuangan keluarga juga??,”
Sakura menggeleng,”aku rasa.. tidak deh.. keluarganya termasuk berkecukupan”
“lalu??”, tanya Minho lagi
“aku gak tahu.. dia enggak cerita.. tapi ada perubahan yang kentara,” balas Sakura
“Ichi kun jadi sangat tertutup,” lanjutnya lagi
“umm,” Minho berdiri dan bergumam,”nanti aku coba korek di ruangan besok kuliah.. sekarang.. kita pamit ya.. gak bakalan ada yang datang lagi kan??”
Sakura menggeleng.
Minho berjongkok,”ayo naik ke punggungku”, katanya pada Aiko
Aiko kaget
“kenapa?? Katanya tadi terkilir??,” tanya Minho
“malu dong,” jawab Aiko
“ah..sudah.. ayo naik.. nanti gak bisa jalan..aku juga yang repot,” balas Minho
Aiko pun naik ke punggung Minho.
Sakura tertawa,”benar benar iri deh.. hehehe”
“kamu sendiri.. kenapa cepat sekali putus dengan Ken lalu Makoto kun juga putus dengan Aya.. hubungan itu.. kalau bisa yang lama dong,” Minho malah menasehati Sakura
“sudah deh, Nampyeon.. ayo pulang,” Aiko jadi gak enak hati dengan Sakura karena Minho menasehatinya. Aiko buru buru melipat kertas lowongan dan dimasukkan dalam tasnya sebelum dia naik ke punggung Minho, tanpa Minho tahu.
“besok.. masalah Ichi kun..aku yang tanya.. mungkin dia hanya mau cerita ke sesama cowok aja,” kata Minho pada Sakura
Sakura mengangguk, mereka jalan keluar universitas. Beberapa mahasiswa melihat Minho menggendong Aiko, aiko malah jadi malu berat.
“Minho kun.. eh.. Anata... tolong turunkan aku,” bisiknya pada Minho
“cerewet.. kaki mu kan sakit.. nanti aku juga yang repot,’ balas Minho
“enggak.. aku sudah sembuh,” karena pada dasarnya memang kaki Aiko sama sekali tidak sakit
“cerewet.. nanti nasib kakimu seperti aku loh,” balas Minho,”sudah diam.. cuek mau mereka bilang apa”
“sudah..jangan berisik lagi,” dia malah menggerutu pada Aiko
Aiko diam saja, dia tidak mau membantah Minho kalau sudah menggerutu
Beberapa mahasiswa yang melihat mereka berbisik-bisik, ada yang positif, ada yang negatif dengan apa yang mereka lihat. Tapi Minho tetap saja cuek, tidak peduli apa omongan mereka. Sampai di halte bus, baru dia menurunkan Aiko.

“Aku sudah memberikan editan komik Tachibana san.. dia memberiku tambahan ini,” kata Minho, mengeluarkan amplop yang isinya uang bonus.
“kerja Nampyeon.. berat sekali.. terima kasih,” Aiko menunduk hormat padanya di depan meja rendah.
Minho senyum,”kamu.. manis dan penurut sekali deh.. enggak salah aku pilih kamu jadi isteriku”
Minho mengajaknya duduk disampingnya.
“kapan-kapan.. liburan yuk?? Aku lelah nih.. pengen liburan berdua saja,” katanya sambil merangkul Aiko.
“mau kemana???,” senyum Aiko
“enaknya kemana?? Aku kangen Seoul,” Minho malah termenung
“Seoul itu.. seperti Tokyo??,” tanya Aiko
Minho mengangguk,”tapi sepertinya lebih ramai Tokyo deh..”
Minho lalu membuka amplop dari Tachibana,”wah.. banyak sekali”, dia melihat beberapa puluh ribu ¥.
“Minho nampyeon.. ini.. tidak salah??,” Aiko malah melamun lihat uang cukup banyak itu
“aku juga bingung,” balas Minho
Lalu dia menelepon Tachibana dan berterima kasih.
“apa..tidak terlalu banyak, Tachibana san??,” tanya Minho, memastikan kembali
“segitu tidak banyak, Minho kun.. bahasa edit mu bagus, juga soal gambar nya.. jadi, komikku juga laku keras.. anggap saja bonus ku karena kerja mu yang sangat memuaskan ku,” balas Tachibana
“Terima kasih, Tachibana san,” balas Minho
“bagaimana tawaranku.. kalau kita pergi??,” Tachibana mengungkit itu lagi
Minho gugup,”aduh.. isteri saya.. sedang tidak enak badan,” dia berbohong pada komikus itu, dia takut jika memang Tachibana seorang homo, dia takut diapa-apakan olehnya.
“wah.. jangan-jangan isterimu hamil, hahahaha,” Tachibana sama sekali tidak curiga dengan Minho.
Minho cengengesan,”eh ehhehehe.. jangan dulu.. masih kuliah”
“sayang sekali sih.. padahal aku ingin ajak kamu liburan.. apalagi.. sebentar lagi sudah mau masuk musim salju...saat asik berlibur menjelang natal”, ujar Tachibana
Minho makin kalut..sebab ada beberapa kebiasaan, pasangan merayakan kencan mereka di malam mendekati natal.
“mati aku.. aku harus bisa menolak,” kata hatinya Minho, wajahnya berubah jadi agak gak enak.
Aiko memperhatikan.
“ah..iya sih.. tapi.. dimusim dingin begitu.. Aiko chan takut sakit, Tachibana san.. jadi.. aku malah berfikir tidak bisa liburan.. dan biasanya menjelang libur akhir tahun.. keluarga Aiko chan berkumpul,” Minho ngeles lagi.
“wah.. kamu bakalan jadi suami kuper sekali, Minho kun,” balas Tachibana.
“tapi ya sudah.. padahal.. aku bisa saja pesan mulai dari sekarang,” tambahnya lagi
Minho makin curiga dan makin deg-degan.
Akhirnya, dia bisa juga menghindar dari tawaran tachibana.

Minho mengelus dadanya berkali kali di hadapan Aiko. Aiko bukan takut, tapi malah mentertawainya.
“kok.. gak takut sih.. kalau suami mu nanti ditaksir homo??,” Minho heran
Aiko masih tetap tertawa,”Minho nampyeon.. terlalu takut sih, hehehehe”
Minho manyun,”yah.. mau bagaimana lagi?? Gawat kan?? Kalau tiba-tiba aku dipaksa menginap satu kamar.. bagaimana hayo??”
Minho manyun total, Aiko malah masih mentertawainya.
“gak mungkin deh.. percaya aku, Nampyeon,” ujar Aiko, masih tertawa kecil.
“huhhh... beneran deh.. aku takut sekali,” jawab Minho
“sudah ah..osorenaide kudasai (enggak usah takut-red),” ujar Aiko. Tiba-tiba dia malah mencium Minho.
Minho melotot,”hey.. sudah berani ya?? Hahahaha”
Minho mendorong-dorongnya ke kamar tidur.

Esoknya, Minho sengaja ngobrol sama Ichirou di markas mereka
“kata Sakura.. kamu mendadak jadi pendiam dan enggak mau cerita apa apa.. memangnya kenapa sih??,” tanya Minho. Dia mesti tahu keadaan temannya, karena memang Minho di daulat sebagai ketua geng mereka.
nan demo nai.. i am okay,” balas Ichirou
“yakin kamu baik-baik aja?? Sementara Sakura begitu cemas??,”
“ah.. itu biasa.. namanya cewek,” kilah Ichirou
Minho menepuk pundaknya,”kalau ada masalah.. cerita deh.. aku agak kurang suka kalau temanku pendam masalah sendirian”
“beneran kok.. gak ada masalah.. Sakura-chan aja yang sensitifnya keterlaluan..,” balas Ichirou
“ya... baiklah.. tapi kamu jangan ragu untuk cerita-cerita,” kata Minho
“Aiko chan.. sudah hamil belum??,” tahu-tahu Ichirou tanya begitu
Minho menggeleng,”gak ah.. masih kecil.. tunda dulu.. repot banget”
“Minho kun.. menurutmu.. kalau kamu punya teman aneh.. kamu masih mau berteman dengan orang itu gak??,”
Minho menoleh pada Ichirou,”maksudnya??”
Ichirou agak ragu mengatakannya, akhirnya, dia bilang juga,”misalnya ada temanmu yang homo atau lesbi... kamu.. masih mau berteman dengan dia gak??”
Minho bukan bingung, malah tertawa,”kok tanya begituan sih?? Aduh.. aku makin sebel aja rasanya.. akhir-akhir ini aku sudah 2 kali diajak Tachibana san liburan sama-sama.. pusing”, malah jadi Minho yang curcol
“Memang kamu percaya banget gosip kalau Tachibana san itu homo??,” Ichirou malah balik tanya
“gak juga sih,” balas Minho singkat
“ya sudah.. pergi aja sama dia.. aman kok,” ujar Ichirou
“aman gak aman.. aku takut..soalnya pas aku bilang aku minta ajak Aiko chan.. sepertinya dia gak setuju,”
“oo,” balas Ichirou singkat

Mereka diam sejenak, lalu Ichirou memulai pembicaraan lagi
“tapi.. gimana tadi jawabanmu??”
“soal homo atau lesbi tadi?? Yah.. kamu... yang namanya berteman itu.. terima teman apa adanya.. asal jangan dia naksir aku aja.. aku normal, hahahaha,” Minho mengajaknya bercanda
“kalau misalnya.. justru teman kamu itu yang homo.. malah suka sama kamu.. gimana, Minho kun??,” Ichirou malah tanya yang makin aneh
Minho melotot,”apa?? Serem amat.. gak deh.. amit-amit”
“loh.. katanya kamu mau terima temanmu itu apa adanya??,”
Minho kaget,”ya enggak segitunya kali, Ichi kun... aku terima dia cuma sebagai teman.. bukan partner homonya.. amit amit deh.. mau ditaruh dimana isteriku?? Mendingan aku tidurin dia setiap hari daripada tidur sama homo.. hiiyy.. kowai ka na (serem-red)”
Ichirou nyengir kuda.
Minho membalas dengan nyengir kuda juga,”gak kebayang deh... “
Mereka ngobrol sampai Ken datang. Ternyata Ken masih kepo dan bahas lagi tentang Tachibana.

“Kalian kok sepertinya heboh banget soal Tachibana san sih??,” tanya Minho
“eh, Minho kun.. dia itu komikus kamu loh.. kalau beneran dia homo.. kamu bisa-bisa dimakan, hahahaha,” Ken malah tertawa
“ah.. gak bakalan,” balas Minho
“kapan lagi kalian mau ketemu buat bikin komik??”
“Minggu depan,” balas Minho singkat
 “tapi ya gitu deh...nih...gara-gara Ichi kun...rasanya aku jadi gak enak hati...kenapa juga dia ngobrolin soal homo gini??,”lanjut Minho lagi
Ken malah tertawa,”yah...gimana lagi?? Hahahaha... kalau beneran.. mati kamu loh...cari saja komikus lain... bahaya... kamu bisa disikat, hahahaha”
“kalian ini...malah gosipin orang yang aneh aneh,” kilah Minho
Ken tertawa kencang banget, Minho melihat dia dengan tatapan aneh..sementara, Ichirou malah kelihatannya memperhatikan mereka berdua saja.
“kalian nih aneh banget deh.. tadi Ichi kun juga tanya-tanya aneh ke aku,”ujar Minho lagi
“hey..sudah.. gak usah diperpanjang lagi..aku kan cuma iseng aja,” balas Ichirou
“iseng mu bikin aku mikir, Ichi kun.. bagaimana kalau misalnya ternyata yang homo itu kamu??,” Minho malah tambah mikir aneh
Ken tertawa lagi,”kalau emang Ichi kun homo.. suruh saja dia pacaran sama kamu, Minho kun.. biar kamu juga tahu rasanya pacaran sama isteri sendiri dan sama homo, hahahahahaha!”
Minho malah mengeplak kepala Ken,”gak lucu ah”, ujarnya

“iya, hehehe... gomen,” balas Ken,”tapi entah kenapa.. kok akhir akhir ini pembicaraan kita seputar itu terus ya? Rasanya... feeling ku ada yang aneh diantara kita”
“eh..siapa??,” Minho heran. Ichirou diam saja.
“gak tahu juga sih.. cuma feeling kok.. gak usah dimasukin ke hati deh,” balas Minho lagi
Ken malah makin bahas,”menurutmu.. kalau ada yang seperti itu diantara kita.. gimana, Ichi kun??”
Ichirou kaget ditanya seperti itu,”hieeehh... kok malah jadi ke aku tanya nya sih??”
Ken nyengir kuda,”kan aku cuma tanya.. mungkin kamu pernah punya pengalaman ditaksir homo? Hahahahaha”
“hush,” Minho mengeplak kepala Ken lagi, Ken mengaduh tapi tertawa.
“gak usah yang aneh-aneh deh, Ken kun... hari gini??,” balas Ichirou
“bukan begitu.. ini hanya feelingku aja.. makanya pengen tahu juga pandanganmu, begitu,” balas Ken
“yah.. menurutku sih..terserah orang itu saja.. mau dia suka sama cewek kek, suka ke sesama cowok kek.. terserah,” balas Ichirou santai
“misalnya nih.. misalnya.. ternyata Minho kun homo.. trus dia naksir kamu.. gimana??,” Ken iseng lagi
Moues?? Aku normal!,” Minho jadi sensi dan mukul kepala Ken lagi
“joudan da yo, Minho kun, hahahaha (bercanda ah-red),” balas Ken,”cuma penasaran jawaban Ichi kun apaan”
Ichirou membahasnya dengan bercanda lagi,”kayaknya.. aku bakalan terima Minho kun deh.. dia baik dan cakep, hahahahaha”
Ken malah makin tertawa terpingkal-pingkal, Minho jadi sensitif dan bete dengan temannya yang satu itu.

“kalau gitu.. gimana kalau kita test diri kita.. siapa kira-kira yang berpotensi jadi homo??,” Ken nyengir kuda lagi
kurejii.... ano koto wa.. ittai nani ga suru?? (gila..emang mau ngapain sama hal begitu?-red),” Minho balas spontan.
“enggak.. cuma iseng,” balas Ken, ringan
“iseng yang gila,” balas Minho lagi, dia gak habis pikir sama ide temannya itu
“gimana.. Ichi kun.. kamu diam saja daritadi.. atau.. jangan-jangan.. malah kamu yang homo dan naksir sama Minho kun yang ngaku normal??,” Ken malah bercanda makin gak asik dan gak karuan.
“hieeehh?? Emang aku begitu??,” balas Ichirou dengan muka yang tidak terima
“gak asik nih.. mulai deh,” ujar Minho pada Ken
Ken masih nyengir kuda,”hanya penasaranku saja, ah.. masak kamu gak tahu sifatku, sayang??”, dia meniru-niru tingkah waria
“hoek,” Minho meledeknya dengan meniru mau muntah, merasa jijik dengan ekspresi Ken barusan.
Ichirou tertawa,”Minho kun sepertinya cowok sangat normal sekali, hahahahaha”
“aku normal, eh.. jangan bilang aku waria atau homo,” Minho jadi sensi.
Ken dan Ichirou tertawa, Minho jadi serasa di bully.

Ken menepuk pundak Minho, sekarang dia serius,”tapi.. kamu harus pikirkan loh.. soalnya kamu kan ketua di kumpulan kita”
“maksudmu?? Masih bahas yang tadi??,” Minho tanya balik, Ken mengangguk.
“ah.. hanya ilusi mu saja,” balas Minho,”aku yakin..enggak ada diantara kita yang homo atau lesbi atau biseks.. titik.. sudah gak usah dibahas lagi.. jijik”
Ken malah tertawa,”malah jadi lucu kalau ada yang begitu diantara kita, hahahaha”
Ichirou melihat Ken tertawa seperti itu.
“ckckckck.. ah..sudah, sudah.. mendingan pulang deh.. Makoto kun juga gak bisa datang, dia mau ke kost Mayu chan katanya,” Minho memperlihatkan sms Makoto kepada mereka
“yah.. cape deh,” balas Ken. Mereka langsung pulang ke kost masing-masing.

“Kamu tahu tidak.. Aiko chan.. tadi aku, Ken kun dan Ichi kun membahas lagi tentang Tachibana san..,” ujar Minho ketika makan malam
“soal.. homo itu lagi??,” tanya Aiko
Minho mengangguk, dia lalu minta tambah nasi.
“iya, begitu deh.. jujur saja..aku malah jadi aneh dengan pertanyaan Ichi kun padaku,” kata Minho
“tentang??”
“masak dia tanya kalau misalnya ada diantara kita yang jadi homo, trus suka sama aku.. gimana??”
Aiko tertawa kecil, terkekeh pada Minho. Minho menaikkan alisnya
“kok.. tertawa sih?? Gak jauh beda dengan Ken kun deh.. uh”
“kalian ini..semua ada ada saja sih... pembicaraan soal Tachibana san.. mau dia homo atau tidak..asal dia tidak naksir Minho Nampyeon.. aku biasa saja,”
Minho senyum padanya,”beneran nih.. biasa saja??? “
Aiko mengangguk.
“tapi.. aku malah jadi mikir tentang pertanyaan Ichi kun tadi,” Minho meletakkan mangkuk nasi dan sumpitnya diatas meja rendah
“bagaimana kalau memang itu terjadi??,” ujarnya lagi
“aduh, Anata.. gak usah mikir yang seperti itu.. ,” balas Aiko
Minho bengong sejenak, lalu,”iya juga sih.. tapi heran juga.. kenapa aku jadi mikir??”
Aiko senyum pada Minho,”kalau kepikiran.. kata orangtua dahulu.. bisa terjadi loh?? Jadi..........??”
Minho mengambil sumpit dan mangkoknya lagi,”jadi.. gak usah dipikirin.. chu”
Dia lalu makan lagi,”kali ini.. masakanmu sudah mulai jauh lebih baik”
gomaseubnida, Nampyeon,” Aiko mencoba berbahasa Minho.
Minho senyum manis padanya.. tapi, dalam otaknya, dia masih berfikir soal pembicaraan bertiga tadi, terutama pertanyaan Ichirou kepadanya.

“pertanyaan Ken kun tadi.. benar-benar bikin aku ketakutan,” kata Ichirou. Dia menelepon seseorang
“dia bilang apa??,” kata orang itu
“sepertinya membahas hubungan kita,” balas Ichirou
“apa?? Memang mereka tahu apa??,”
“aku juga aslinya tidak tahu..entah mengapa, gosip tentangmu beredar juga”
“ah... ,” jawab orang itu

Bersambung ke part 10....