“trus…..jadinya
aku terpaksa harus minta ke orangtuaku dan dia dong??,”
“ya…mau
bagaimana lagi??,” Ichirou memainkan tangannya, ekspresi bingung.
“yah….kena lagi deh aku…bisa-bisa beneran
digantung ayahnya Aiko chan,” balas Minho
”tapi ayahnya Aiko chan belum pernah juga
gantung kamu kan??khawatiran deh,” balas Ichirou
”bukan begitu, Ichi kun...kan kamu sendiri
yang bilang kalau ayahnya itu militer...waktu aku ketemu dia saja...dan waktu
kami upacara nikah...dia kaku banget...seperti nikah ala militer,”
”namanya juga orang militer...ya pasti
begitu,” kata Ichirou
”repot deh..,” balas Minho
”eh...kenapa kamu gak kerja part time saja
di advertising... nanti kamu minta luang waktu gitu….jadinya kerja di balik layar,”
Ichirou memberikan sarannya, supaya Minho gak mengeluh soal uang
“lagi
coba…,” balas Minho
“eh.. menurut kamu, Ichi kun… kalau cewek
lagi hamil itu… maunya apa??”
“kalau baca-baca di internet sih.. biasanya
mereka manja, maunya dilembut-lembutin,
semua dituruti,” balas Ichirou, santai, senyum, nyengir kuda ke Minho.
”aduh... gawat lagi aku.. sudah harus
kerja keras.. melayani manjanya dong nanti,” Minho garuk kepalanya
”loh.. emang kamu gak sayang isterimu
sendiri???,” tanya Ichirou
Minho mengeplak
kepala Ichirou,”sayang ah... cuma kalau terlalu manja.. apa enggak menyusahkan
aku??”
”memang kamu gak manjain dia tadi??,”
”manjain kok.. tadi jalan aku pegang
tangannya, aku cium,”
”trus?? Kan segitu juga Aiko chan mungkin
sudah senang banget,”
”eh...bukan begitu...aku masih merasa
salah semenjak kemarin... aku mengurung dia di kamar seharian... kesal sih..
dia maksa minta bantu kerja.. sedang aku sebel banget kalau cewek sok tahu mau
bantu ini itu.. dia kan sibuk banget kuliah..jadi aku larang,” Minho manyun
Ichirou kaget,”eh?? Gila banget! Bisa-bisa
kalau Kohashi san tahu...kamu digantung dia!”
”kesal sih.. kadang Aiko chan diam begitu
tapi keras kepala,” gerutu Minho
”ah... kamu kali.. yang lebih keras kepala
dari dia.. sekali-kali...turunkan
ego mu dong, Minho kun,” Ichirou mengeplak
kepala Minho
Minho mengaduh,”uh... asal! Tapi kalau gak
begitu.. Aiko chan itu aneh sih... dia suka merasa enggak enakan”
”ya..namanya juga cewek.. kayaknya..kamu
asal banget deh..ngertiin cewek, Minho kun...bisa bisa nanti rumahtanggamu
bubar loh,”
Minho heran,”eh?? Doain yang gak beres,
heran deh...”
”enggak...cuma mikir aja,” balas
Ichirou,”kalau kalian bubar..kasihan anak dong... kalian ini, terlalu muda buat
ukuran nikah.. yang lain saja, didunia ini..umur 60 tahun ada yang belum nikah
kok...kalian 18 sudah berani”
”biasa aja tuh..dimana-mana juga mungkin
ada,” balas Minho
”sensi sekali sih, Minho kun ini..padahal
pertama kali lihatnya..dia suka bercanda,” kata hatinya Ichirou
”sudah deh.. nih aku berhasil cari
..ada lowongan nih... advertising.. kali aja, kamu bisa tembus, gak ada syarat
lulus kok disini,” Ichirou menunjukkan link lowongan kerja di internet Hp nya
Ichirou memang best friend nya Minho semenjak mereka pertama kali ketemu.
”Otoosan panggil kamu minggu ini,” Kumiko
menelepon Aiko siang itu,”kamu..baik baik saja kan?”
”ya, Ane.. apa ane sudah tahu.. kalau aku
hamil??,”tanya Aiko balik
”ya... dari Minho kun, tadi malam,” jawab
Kumiko,”aneh sekali anak itu.. mood nya naik turun.. kemarin ingin
ini..sekarang ingin itu”
”begitulah Ane,” jawab Aiko
”apa.. kamu gak capek dengan cowok seperti
itu?? Kamu asli baik-baik saja kan??,”
”baik, Ane.. cuma.. aku sedikit
kelelahan,”
”ada waktu libur sabtu ini.. lekas ke rumah ya..bilang pada Minho kun..
kami mau bicara padanya,”
”baik, Ane... ,” balas Aiko, lalu dia
bicara lagi,”Ane.. kalau misalnya...aku tidak tahan dengan Minho kun..
bagaimana??”
”eh.. maksudmu?? Cerai??,”
”bukan.. pisah.. introspeksi diri,”
Kumiko kaget,”eh.. sembarangan sekali
kalian ini.. memangnya kalau sudah mau punya anak gampang pisah begitu ya?”
”aku punya keinginan seperti itu,” jawab
Aiko
”kenapa sih, kalian?? Kan baru nikah 2
bulan lebih?? Ada apa??,” Kumiko benar-benar heran. Padahal tadi malam Minho
telepon dia, biasa saja.
”kemarin aku sedih, Ane, huhuhu,”Aiko
menangis di depan telepon
”kenapa?? Minho kun pukul kamu??,” Kumiko
kaget,”dia bisa dihajar Otoosan kalau sakitin kamu”
”aku...dikurung...dikamar, hiks hiks,” dia
masih segukan.
”kenapa?? Apa kamu memaksa dia??”
”dia kerja siang malam sampai malam...lalu
aku bilang.. aku mau bantu dia kerja, tapi enggak boleh..padahal aku gak marah
atau memaksa dia.. lalu aku
dikurung dalam kamar...sampai aku kelaparan dan kedinginan”
”Minho kun sampai begitu???,” Kumiko kaget
”iya, Ane... aku gak tahan,” balas Aiko,
masih nangis
”kalau begitu..aku harus kasih dia
pelajaran... apa dia belum tahu kemarin itu kalau kamu hamil?”
”waktu aku dikurung memang belum tahu,”
”keterlaluan Minho kun itu.. anak anak
sekali,” Kumiko jadi kesal juga,”aku harus bicarakan ini pada Otoosan dan
Okaasan.. dia harus hargai kamu”
”apa dia hari ini masih bikin kamu
kesal??”
Aiko menggeleng,”tidak, Ane.. hari ini dia
manis”
”umm... kalau dia jahat lagi sama
kamu...jangan ragu bilang aku,”
Tak berapa lama, datang telepon dari Minho
ke Aiko
”Aiko chan..aku tidak jadi jemput kamu
sore ini di fakultas.. aku
harus segera melamar kerja.. kamu..gak capek kan??,”
”kuliah siang ini cukup berat.. banyak
berdiri,” balas Aiko
”minta bantuan Myo chan untuk jaga kamu,”
Aiko mengangguk,”ya, baiklah”
”aku minta maaf.. gak bisa temani.. habis
ini aku harus melamar kerjaan itu..supaya nanti kamu bisa makan enak”, balas
Minho lagi
”kamu gak sakit kan??,” tanya Minho lagi
”enggak.. Nampyeon ke tempat itu saja.. siapa
tahu diterima,”
”terima kasih ya.. kamu isteriku yang
baik.. aku minta maaf kemarin,”
Aiko jadi kasihan juga sama Minho yang
sedikit banyak, dia masih bisa bertanggung jawab dengan kehidupan mereka.
Pikirannya untuk berpisah sementara jadi berubah lagi.
”kasihan.. Minho kun sudah banyak berkerja keras buat
ku..siang, malam.. ,” katanya dalam hati
”mungkin...aku harus terima sifat Minho
kun yang kadang-kadang mood nya keterlaluan,” lanjutnya lagi
Dia lalu istirahat dan kembali ngumpul
dengan Myo dan yang lainnya.
”hasil aku bisa kerja atau enggak
diperusahaan itu.. dua hari
lagi.. doakan ya??,” senyum
Minho pada Aiko di rumah susun mereka
”iya.. moga bisa dapat.. tapi..apa nanti
gak menganggu kuliah??,” Aiko menuang sayur ke mangkuk Minho
”umm.. enggak deh.. tadi sih.. managernya
bilang.. aku bisa kerja dari jam berapa sampai jam berapa..yah..tapi mungkin..
kita akan gak sempat lagi pulang bareng,”
Minho lalu mengunyah makanannya.
”kamu..gak apa kan.. Aiko chan.. kalau aku
tinggal kerja sampai malam.. nanti kalau aku diterima disana??”, dia memberhentikan
makannya
Aiko memberhentikan makannya. Dia yang
duduk di depan Minho lalu malah bangun dan mendadak memeluk Minho erat erat.
Minho heran,”kenapa nih?? Mau main ya??
Hehehe”
Ternyata Aiko malah nangis,”aku minta maaf
ya, Minho Nampyeon,”
”loh.. kenapa nangis?? Kamu salah apa??,”
Minho heran.
”tadi..aku ditelepon Kumiko Ane,” jawab
Aiko terbata-bata
”oh..lalu??”
”aku bilang pada Ane.. kalau aku...,”
Aiko diam. Minho masih heran. Lalu Minho
mengusap punggung Aiko.
”kamu kenapa, Aiko chan?? Kenapa jadi
mellow begini??”
”aku bilang pada Kumiko Ane... aku.. mau
pisah dengan Minho nampyeon”, katanya pelan
Minho kaget,”ah?? Kenapa punya pikiran
seperti itu??”
”aku kesal dengan Nampyeon,” Aiko masih
nangis
”kesal karena kemarin aku kurung
dikamar??,” Minho masih mengelus punggungnya
Aiko mengangguk.
”aku minta maaf...aku janji gak akan
begitu lagi,” kata Minho, senyum sambil masih mengelus punggungnya
Aiko lama minta dipeluk Minho.
”ternyata aku menyusahkan dia kemarin..aku
minta maaf ya, Aiko chan.. aku janji gak akan begitu lagi..,” dalam hati Minho
”jadi.. Anda sebenarnya masih kuliah??,”
tanya manager perusahaan advertising itu
Minho mengangguk,”iya.. benar, Pak”
”memang kamu gak kepepet kuliah nanti??,”
”tidak,pak..saya memang sedang mencari
pekerjaan,” jawab Minho
”lalu...kamu beneran sudah menikah??,”
Minho mengangguk ,”iya, begitulah”
”wah.. heran.. hari gini ternyata masih
ada nikah muda ya? ,” manager perusahaan itu cuma senyum saja
”jadi.. kamu bisa kerja dari sore sampai
malam??,”
”bisa, Pak..kebetulan saya memang selesai
kuliahnya sore,” jawab Minho mantap
”aku sudah membaca portofolio mu.. padahal
kamu baru masuk semester dua ya? Tapi bagus juga hasil mu.. kami butuh sangat
darurat... jadi.. mulai besok.. kamu
bisa mulai kerja,”
Minho senang,”beneran, Pak??”, matanya
berbinar. Dia membayangkang
wajah Aiko pasti senang kalau pulang tahu berita dia diterima kerja.
Manager mengangguk,”ya.. kami bukan lihat
status mu.. tapi lihat
portofolio hasil kerja mu.. jadi..sebenarnya kamu ini editornya Tachibana Banri
ya?? Dia kan komikus terkenal.. ternyata..”
Manager berdiri, lalu memberi
salam,”selamat bergabung ya”
Minho membalas salamnya,”terima kasih
banyak, Pak..”
Dia keluar kantor itu dengan senang hati. Lalu dia telepon Aiko.
”Aku diterima kerja, Aiko chan!,” kata
Minho senang
”cepat pulang ya.. aku kangen Minho
suamiku,” kata Aiko senang
”aku tunggu di depan rumah susun ya.. aku
mau ajak kamu jalan-jalan... ini kan masih belum terlalu malam,” Minho melihat
jam tangannya, waktu baru menunjukkan jam 6 sore.
Sekitar 30 menit kemudian, Minho sudah
sampai di depan rumah. Dilihatnya Aiko sudah muncul dengan pakaian sederhana,
dress kembang kecil-kecil.
Tanpa ragu, Minho menghampiri lalu
memeluknya,mengangkatnya,”wohooo....aku diterima kerja, Aiko chan! Semua pasti
karena anak kita!”
Aiko agak kaget diangkat badannya oleh
Minho yang tinggi.
”ehh??,” katanya,”beneran??”
Minho masih mengangkat tubuhnya,”iya..aku
diterima kerja!”, katanya masih kesenangan.
Aiko merangkul leher Minho, masih
diangkatnya.
”lalu..kerja dengan Tachibana san??,”
”kan.. bisa aku kerjakan diluar jam
lain... lagipula, ini kerja gajinya full..”, jawab Minho
”dari jam berapa??,” tanya Aiko. Dia sudah
berfikir pasti Minho akan pulang malam
”tapi.. malam sekali.. gak apa kan??,” benar
saja apa yang diucapkan Minho, ditebak oleh Aiko.
”jam berapa??,” Aiko bertanya dengan
intonasi datar, Minho langsung merasa
”jam 4 sampai malam jam 12,” Minho nyengir
kuda
Aiko kaget,”Nampyeon.. kamu bisa sakit,”
Dia lalu minta diturunkan dari gendongannya
Minho.
”aku enggak mau kamu sakit karena kerja
terus terusan... habis kuliah, kerja.. pulang malam, kurang tidur, lalu bangun, kuliah lagi, kerja lagi... begitu
terus.. nanti sakit,” Aiko
panik duluan.
”aku janji gak akan sakit.. ini semua buat
kamu dan anak kita,” balas Minho.
”tapi aku khawatir,”
”aduh..sudah deh, Aiko chan! Kita kan
belum usaha.. kerjakan saja dulu..kalau tidak kuat...aku berhenti juga kok,”
Minho berubah lagi moodnya, yang tadinya senang jadi cemberut lagi.
”aku minta maaf... tapi memang aku
khawatir sekali kondisi kamu,” balas Aiko
”aku faham... tapi kekhawatiranmu terlalu
berlebihan..dan buat aku bingung... mau terima kasih atau marah sama kamu,”
”kalau kamu khawatir terus.. nanti anak
kita bisa susah makan...bisa gak dapat makanan enak, makanan bergizi,” lanjut
Minho lagi.
Aiko sadar, itu adalah tanggungjawab
Minho, tetapi dia sunggu kasihan lihat kondisi Minho yang suka mengerjakan
tugas dari Tachibana sampai larut malam, apalagi kalau misalnya nanti ditambah
dengan kerjaan itu. Disatu sisi, pekerjaan memang mereka butuhkan supaya bisa
ada tambahan uang sehari-hari.
”ya....aku membiarkan Nampyeon
bekerja....tetapi, jika memang ternyata tidak kuat... Nampyeon Minho tidak
boleh memaksa diri lagi”, kata Aiko
”kamu tidak mau aku berkerja keras??,”
tanya Minho
”bukan tidak mau...aku tidak tega lihat
suamiku kecapean... Minho
Nampyeon terlalu keras berusaha untuk aku,”
”aku cinta kamu dan anak kita,” senyum
Minho
Aiko memeluk Minho sekali lagi dengan
erat,”aku cinta kamu juga....kamu lelaki yang bertanggung jawab,Nampyeon...aku
minta maaf”
Minho mengelus punggung Aiko dengan
lembut,”eh...sudah..kita kan rencananya mau makan..memang kamu gak lapar???,”
Minho lalu menciumnya dengan lembut.
”nanti anakku kelaparan loh...kasian,”
katanya lagi. Dia menggenggam
tangan Aiko dan mereka pergi ke sebuah restaurant
Mereka jalan sambil saling menggenggam
tangan, Minho senyum senang.
”enak tidak?? Ini namanya masakan korea,”
senyum Minho pada Aiko
Aiko mengangguk,”iya....enak sekali,”
”kamu...jangan ngambek lagi ya,
Nampyeon??,” lanjut Aiko, tiba-tiba dia bertanya itu
”harga diriku dan egoisku tinggi...aku gak
mau dianggap buruk oleh keluargamu,”
”tapi...mereka enggak anggap kamu buruk
kok, Nampyeon....okaasan sangat menghargai usahamu..itu sebabnya okaasan juga
merasa kasihan kepada kita ketika aku cerita...Nampyeon begitu kerasnya sampai
malam bekerja,”
”keluarga kalian terlalu kaku,”keluh Minho
Aiko senyum,”itu karena kita kan enggak
sering kesana...coba ingat-ingat deh....dalam dua bulan ini, hanya satu kali
kita kesana... kadang kalau aku di telepon Kumiko Ane..dia selalu menyindir aku
sok sibuk,” senyum Aiko.
”jauh sih,” balas Minho,”aku mau menabung
supaya kita bisa ke rumah ku”
Tampaknya dia memang masih susah dekat
dengan mertua dan kakak-kakak iparnya, dia masih memilih dekat dengan
keluarganya sendiri
”kamu harus ikut juga...kalau akhir tahun
bisa...berarti anak kita sudah bisa cukup naik pesawat,” senyumnya
Aiko sudah agak malas melayani obrolan
kalau Minho sudah keliatan egoisnya
”ya..enggak apa...mudah-mudahan kuat,”
balasnya ringan
”cheers!!,” mereka mengangkat gelas nya
masing-masing lalu minum
”wah... makin bakalan sibuk saja ini nanti
Minho kun....kebayang deh...belum ada anak saja sibuk....apalagi ini,” kata
Makoto
Mereka semua sedang kumpul di sebuah kafe,
seperti biasa....ngobrol bulanan..
”eh....kamu gak boleh minum bir,” Minho
menjauhkan kaleng bir ringannya dari Aiko
Aiko menggeleng, dia memang tidak minum
bir, hanya minum jus
”ih...isteri penurut sekali,” Rin mencubit
pipinya Aiko lalu dia tertawa
”nah... kamu juga harus jadi isteri ku
yang penurut, Rin chan,” canda Ken, dia tertawa
”mana bisa? Ken kun kan playboy kelas Boys over flowers, hahahaha”, Minho
malah bercandain temannya itu
Yang lain semua tertawa.
Makoto menimpali,”dunia akan bakalan
kiamat cepat kalau Ken kun jadi ayah,hahahaha”
”wah...aku
dibully nih... mentang-mentang ada yang baru,” Ken cengar cengir
“wah…
romanchiku (romantis-red),”keluh
Makoto, dia manyun dan topang dagu
“memang..kenapa lagi hubunganmu dengan
Mayu chan??,” tanya Minho
”gak tahu deh..aku galau bener,” keluh Makoto
”ya ampun... kalian kan..belum ada 1 bulan
pacaran ya?? Kenapa galau terus sih, Makoto kun??,” tanya Sakura.
Yang lain ikutan mengangguk, mengiyakan
pertanyaan Sakura.
”aku suka gak sih ya.. sama Mayu chan??
Rasanya kok aku suka banget ninggalin dia,” keluh Makoto lagi
”hatimu gimana jawabnya??,” tanya Minho
”nah...
leader turun tangan masalah cinta..dia yang lebih dewasa..kita serahkan
sama yang mau jadi ayah,” Ken menepuk nepuk pundak Minho.
Aiko senyum pada Ken,”ken kun ini..bisa
aja deh”
”ayo leader... bantu masalah cintanya
Makoto kun!,” kata Ken dengan penuh semangat.
”ya.. gitu deh.. kalau diajak jalan gak
mau...ada aja alasannya.. kalau aku pengen banget misalnya bawa dia nonton atau
misalnya ke perpustakaan karena aku ngerjain tugas dan ada buku bagus..eh dia
nolak..alasannya sibuk sama tugasnya,” keluh Makoto
”kita baru mau tingkat 2..ya tugas belum banyak,”
balas Minho,”pasti ada yang aneh... tanyain dong... jangan malu bilang : kamu
kenapa sih??”
”Mayu chan itu pendiam loh,” balas Makoto.
Yang lain mengangguk.
Minho nyengir kuda,”ajak ke tempat yang
romantis..misalnya dinner gitu..trus
kamu iseng tanya tanya deh...trus.. kasih hadiah”
”seperti dorama aja deh,” kata Ichirou
”eh..bukan begitu, Ichi kun.. kadang cewek
itu emang butuh cowok romantis..termasuk buat korek masalah,” balas Minho
”oo.. jadi kamu sama Aiko chan.. kalau mau
korek masalah gitu..kamu romantis sama dia ya??,” balas Ichirou lagi
Minho garuk kepalanya,”hehehe..iya..gitu
deh.. tapi..gak apa kan, Aiko chan???”
Aiko mengangguk,”hu um..gak apa..aku juga
suka kok”
”nah
tuh..sepertinya patut dicoba deh.. bisa jadi dia punya masalah yang jauhhh
sekali..yang kamu belum tahu, Makoto kun.. cewek kan.. sensitive banget,” kata Ken.
“bisa gak ya??,” Tanya Makoto
Ken menepuk pundak Makoto,”relax...pasti
bisa... leader kita dah kasih masukan tuh...masak kamu gak percaya bapak bapak
tua??,”
Minho mengeplak
kepala Ken,”bully aku lagi..aku masih 18tahun..i saekki ya”
Ken tertawa,”yah.. kamu kan memang bapak
tua.. hahahaha”
Yang lain ikutan tertawa.
”janji loh..kita semua.. harus bisa
sama-sama..jadi satu grup yang persahabatannya kuat,” kata Minho
”aku tuh..datang ke jepang sebenarnya agak
takut..bisa tidak..aku dapat teman?? Ternyata aku malah dapat teman-teman baik,” lanjutnya lagi
”dapat isteri lagi,” Ken nyengir kuda
Minho mengeplak kepala Ken lagi,”ibdaghcyeo, hahahaha”, bicara dengan
bahasa korea nya.
”pokoknya kalau ada apa-apa..di grup ini
harus dibahas..jangan ada gap deh,” kata Ichirou
Yang lain mengangguk.
”gunanya teman ya begitu.. tapi gak nyangka ya..kita bisa akrab
begini??,” kata Makoto
”semua orang kan butuh teman,” balas
Ichirou,”aku saja..berteman dengan Aiko chan sejak SMP..iya kan??”
Aiko mengangguk,”Ichi kun teman ku yang
baik loh..kalau aku dikerjain teman-temanku....dia suka bela aku,” lalu dia
senyum pada Ichirou
”ya...tapi kamu malah jadi isterinya Minho
kun...gimana sih, Aiko chan??,” keluh hatinya Ichirou.
”terima kasih loh, Ichi kun..mau jaga
isteriku daridulu,” Minho malah menunduk hormat pada Ichirou
”loh..apa-apaan nih.. kok jadi kayak
dorama begini??,” Ken bercanda
”ini menghormat, ah... kalau Ichi kun gak
jaga Aiko chan daridulu...mungkin dia bisa dikerjain orang-orang,” kata Minho
”wah... benar benar suami super deh, kamu
Minho kun,” Ken berekspresi meniru kakek tua yang mengelus janggutnya dan
manggut-manggut.
Minho malah nyindir Ken,”kamu ini... homo
ya?? Suka banget godain aku,”
Yang lain tertawa, jadi ingat kejadian
kemarin mereka ngerjain Minho pura-pura jadi homo semua di hari ulangtahun
Minho.
Minho meletakkan tangannya di atas
meja,”ayo..tangan kalian mana??”
Mereka pun sama sama meletakkan telapak
tangannya diatas telapak tangan Minho.
”SELAMANYA KITA TEMAN BAIK!! HOSH!!!,” teriak mereka
Yang lain di kafe itu menoleh pada grup
mereka
Minho cengar cengir,”sumimasen.. we are one group,” katanya pada para pengunjung kafe
”eh...tapi Minho kun..aku sempat
berfikir..nanti kamu bisa jauh dari kita,” kata Makoto
”eh..kenapa??,” jawab Minho
”Aiko chan juga..,” lanjut Makoto
lagi,”kalian kan..beda banget tahapan hidupnya dengan kita”
”ah..enggak deh.. sekarang aku masih bisa kumpul juga kan..dengan
kalian??,” balas Minho
”kamu katanya mau kerja ya??,” tanya
Makoto lagi
Minho mengangguk,”ya..buat si kecil nih.. sudah dua bulan loh, dia”
”harus kumpulin banyak uang, kerja keras,”
lanjutnya lagi
”kamu makin konsentrasi aja dengan
kehidupan rumahtangga.. gak repot dicampur sama kuliah?? Kalau prestasi mu turun 3x nanti misalnya karena
sibuk kerja.. beasiswa mu dicabut loh,” kata Ichirou
”jangan doakan aku begitu dong, Ichi kun,”
Minho langsung manyun.
”gak kok...cuma, manajemen waktumu pasti
lebih ketat..,” kata Ichirou
”iya..aku tetap ambil editan komik
Tachibana san, trus kerja di advertising yang kamu bilang itu.. waktu managernya tahu, aku editor komik
Tachibana san.. dia senang.. dia gak lihat status ku kok,” kata Minho
”hebattttt.... hebaaaatttt... jadi...
kapan kita nikah, Rin chan??,” Ken malah bercandain pacarnya, merangkul Rin.
”jangan cuma jadi playboy dong...
buktikan,” kata Minho, kembali mengeplak kepala Ken.
Rin malah malu-malu, gak jawab.
”cuma.. seperti yang dibilang kalian itu
loh... waktu memang terambil banget.. ,” kata Minho lagi
”orangtua kalian..kabarnya gimana??,”
tanya Makoto, dia jadi serius
”Kumiko ane katakan..mereka sudah tahu
kehamilan ku..dan gak banyak bicara,” balas Aiko
”ibu ku mau bilang pada ayahku supaya
mempertimbangkan menambah uang bulanan..tapi aku gak enak hati juga,” balas
Minho pada mereka
”Minho kun ini memang pemuda yang gak enak
hati,” timpal Ichirou
”harusnya kalau begitu, kamu punya usaha
sendiri, Minho kun,” kata Makoto
”maunya sih, begitu.. kan aku harus pegang
usaha ayahku nanti di Seoul,” balas Minho
”wah.. kakkoii
da (keren-red), Minho kun!,” kata Rin
”tapi aku melanggar janji...aku nikah
duluan, hehehe”, Minho cengengesan.
”gak apa deh.. bikin dinasti seperti
Goryeo, hahaha,” Ken malah meledek
”nanti negaramu aku serang..anakku jadi
panglima perangnya, hahaha,” balas Minho
”aku jadi iri deh,” tiba-tiba Ichirou
berkata begitu ke semuanya
”tuh...ada Sakura chan,” Minho melirik
genit pada Sakura. Aiko mendadak otomatis menempelkan telapak tangannya ke
wajah Minho
”jealous
ni yeeee.. gak lah..Aiko chan tetap isteriku yang manis...chu,” goda Minho ke
Aiko, dia cium Aiko didepan teman-temannya
”wadaw... iri deh! Yuk Rin chan.. masuk kamar! Hahahaha,” Ken godain Minho
dan Aiko.
”makanya, Ichi kun..kamu tuh sebenarnya
cowok dewasa juga loh... pikiranmu panjang.. tapi Sakura nya..gimana, Sakura
chan??,” Minho malah jadi kepo, ingin
tahu perasaan pacar temannya itu
”aku sih..terserah Ichi kun saja.. ini kan.. baru juga,” jawab Sakura
”kalau kalian sudah jalani dengan sreg..
langsung aja deh,” balas Minho
”seperti hidup di jaman Shogun Tokugawa,”
balas Ken, dia siul-siul
”itu sih..terserah kalian.. tapi kalau
nanti pacar-pacar kalian hamil..ya harus tanggung jawab, hehehehe,” Minho malah
terkesan menyindir.
”itu pasti, hahahaha,” Ken malah jawab aneh.
Rin langsung memandang Ken
dengan tatapan yang aneh
”uh.. payah sekali Aiko chan..sama sekali
dia enggak tahu juga perasaanku sampai sekarang,” kata hatinya Ichirou,”aku
bilang iri pun.. kamu biasa
saja.. sama sekali kamu gak ada perasaan dengan ku ya??padahal aku sudah jauh
berkorban untuk kamu sejak SMP”
”cuma..ya..gitu deh.. kalian akan susah
sekali untuk urusan finansial,” kata Minho lagi.
”aku kan..gak enak kalau minta pada mertua
dan orangtua... jadi ya, gitu.. beberapa kali minta duluan sama Tachibana san..
sempat sih..awalnya gak enaaakkk..banget.. rasanya bersalah gitu.. untung lagi,
Tachibana san orangnya pengertian,”
”mungkin karena Tachibana san juga.. nikahnya
dulu muda loh..kamu gak tahu ya??,” tanya Ichirou
Minho kaget,”ah..masak sih??”
Makoto mengangguk,”waktu kita mau ngerjain
kamu kan..kita banyak ngobrol sama Tachibana san..termasuk cerita soal
rumahtangganya yang nikah muda..ya..tapi sekarang dia cerai dengan isterinya
sih..tapi ya gitu..nikahnya muda..umur 20 saat itu”
”cerai juga??aku pikir dia masih nikah,”
kata Minho
”gak, cerai,”balas Ken
”kenapa??,” tanya Minho lagi
”katanya sih..sudah saling gak
cocok..anaknya sudah besar malah..sudah umur 18 tahun seperti kita..kuliah
juga.. cewek,” balas Ken
lagi.
”wah.. kasian juga Tachibana san,” balas
Minho
”nah..kamu bisa belajar kehidupan cinta
dari dia tuh.. tapi ya..kalau bisa, kalian jangan cerai.. dia juga cerita
kok..awal-awal kehidupan nya dengan mantan isterinya itu..kesulitan finansial,”
kata Makoto
”yah.. itu mungkin biasa bagi sebagian
orang, tapi bisa jadi gak biasa juga,” keluh Minho
”kamu.. jadi capek banget kan?? Tachibana
san juga, ceritanya kayak begitu,” kata Makoto
Minho mengangguk,”capek banget”
Aiko malah jadi memegang tangan Minho
erat.
Minho menoleh padanya,”eh..jangan sensitif
ya.. aku gak marah sama kamu,” lalu dia senyum
Aiko mengangguk, balas senyuman Minho.
”kayaknya..bisa jadi tuh..kehidupan kalian
akan sama repotnya dengan Tachibana san dulu..,” kata Ichirou
”tetap semangat dong..iya kan.. Minho kun.. Aiko chan??,” kata Rin
Minho dan Aiko mengangguk sama-sama,”hu
um”
”kalau perlu..kalian juga nyusul kami ya,
hehehe,” kata Minho cengengesan
”ntar dulu deh.. kalau nyusul,” balas Ken spontan, Rin langsung
menoleh
”kayaknya..bisa perang nih,”kata Ichirou
kalem
Yang lain tertawa, mereka memang suka
lihat Ken dijewer Rin karena memang Ken yang tukang bercanda dan kadangkala
aneh.
”uhmmm.. memang bakalan repot ya??,” kata
hatinya Minho. Dia membayangkan akan terus banyak waktunya dipakai buat
bekerja.. demi kehidupan rumahtangga mereka...
Bersambung ke part 13...