This is me....

Jumat, April 04, 2014

Pernikahan ½ (Part 12: Repot Jadinya...)

“trus…..jadinya aku terpaksa harus minta ke orangtuaku dan dia dong??,”
“ya…mau bagaimana lagi??,” Ichirou memainkan tangannya, ekspresi bingung.
“yah….kena lagi deh aku…bisa-bisa beneran digantung ayahnya Aiko chan,” balas Minho
”tapi ayahnya Aiko chan belum pernah juga gantung kamu kan??khawatiran deh,” balas Ichirou
”bukan begitu, Ichi kun...kan kamu sendiri yang bilang kalau ayahnya itu militer...waktu aku ketemu dia saja...dan waktu kami upacara nikah...dia kaku banget...seperti nikah ala militer,”
”namanya juga orang militer...ya pasti begitu,” kata Ichirou
”repot deh..,” balas Minho
”eh...kenapa kamu gak kerja part time saja di advertising... nanti kamu minta luang waktu gitu….jadinya kerja di balik layar,” Ichirou memberikan sarannya, supaya Minho gak mengeluh soal uang
“lagi coba…,” balas Minho


“eh.. menurut kamu, Ichi kun… kalau cewek lagi hamil itu… maunya apa??”
“kalau baca-baca di internet sih.. biasanya mereka manja,  maunya dilembut-lembutin, semua dituruti,” balas Ichirou, santai, senyum, nyengir kuda ke Minho.
”aduh... gawat lagi aku.. sudah harus kerja keras.. melayani manjanya dong nanti,” Minho garuk kepalanya
”loh.. emang kamu gak sayang isterimu sendiri???,” tanya Ichirou
Minho mengeplak kepala Ichirou,”sayang ah... cuma kalau terlalu manja.. apa enggak menyusahkan aku??”
”memang kamu gak manjain dia tadi??,”
”manjain kok.. tadi jalan aku pegang tangannya, aku cium,”
”trus?? Kan segitu juga Aiko chan mungkin sudah senang banget,”
”eh...bukan begitu...aku masih merasa salah semenjak kemarin... aku mengurung dia di kamar seharian... kesal sih.. dia maksa minta bantu kerja.. sedang aku sebel banget kalau cewek sok tahu mau bantu ini itu.. dia kan sibuk banget kuliah..jadi aku larang,” Minho manyun
Ichirou kaget,”eh?? Gila banget! Bisa-bisa kalau Kohashi san tahu...kamu digantung dia!”
”kesal sih.. kadang Aiko chan diam begitu tapi keras kepala,” gerutu Minho
”ah... kamu kali.. yang lebih keras kepala dari dia.. sekali-kali...turunkan ego mu dong, Minho kun,” Ichirou mengeplak kepala Minho
Minho mengaduh,”uh... asal! Tapi kalau gak begitu.. Aiko chan itu aneh sih... dia suka merasa enggak enakan”
”ya..namanya juga cewek.. kayaknya..kamu asal banget deh..ngertiin cewek, Minho kun...bisa bisa nanti rumahtanggamu bubar loh,”
Minho heran,”eh?? Doain yang gak beres, heran deh...”
”enggak...cuma mikir aja,” balas Ichirou,”kalau kalian bubar..kasihan anak dong... kalian ini, terlalu muda buat ukuran nikah.. yang lain saja, didunia ini..umur 60 tahun ada yang belum nikah kok...kalian 18 sudah berani”
”biasa aja tuh..dimana-mana juga mungkin ada,” balas Minho
”sensi sekali sih, Minho kun ini..padahal pertama kali lihatnya..dia suka bercanda,” kata hatinya Ichirou
”sudah deh.. nih aku berhasil cari ..ada lowongan nih... advertising.. kali aja, kamu bisa tembus, gak ada syarat lulus kok disini,” Ichirou menunjukkan link lowongan kerja di internet Hp nya
Ichirou memang best friend nya Minho semenjak mereka pertama kali ketemu.

”Otoosan panggil kamu minggu ini,” Kumiko menelepon Aiko siang itu,”kamu..baik baik saja kan?”
”ya, Ane.. apa ane sudah tahu.. kalau aku hamil??,”tanya Aiko balik
”ya... dari Minho kun, tadi malam,” jawab Kumiko,”aneh sekali anak itu.. mood nya naik turun.. kemarin ingin ini..sekarang ingin itu”
”begitulah Ane,” jawab Aiko
”apa.. kamu gak capek dengan cowok seperti itu?? Kamu asli baik-baik saja kan??,”
”baik, Ane.. cuma.. aku sedikit kelelahan,”
”ada waktu libur sabtu ini.. lekas ke rumah ya..bilang pada Minho kun.. kami mau bicara padanya,”
”baik, Ane... ,” balas Aiko, lalu dia bicara lagi,”Ane.. kalau misalnya...aku tidak tahan dengan Minho kun.. bagaimana??”
”eh.. maksudmu?? Cerai??,”
”bukan.. pisah.. introspeksi diri,”
Kumiko kaget,”eh.. sembarangan sekali kalian ini.. memangnya kalau sudah mau punya anak gampang pisah begitu ya?”
”aku punya keinginan seperti itu,” jawab Aiko
”kenapa sih, kalian?? Kan baru nikah 2 bulan lebih?? Ada apa??,” Kumiko benar-benar heran. Padahal tadi malam Minho telepon dia, biasa saja.
”kemarin aku sedih, Ane, huhuhu,”Aiko menangis di depan telepon
”kenapa?? Minho kun pukul kamu??,” Kumiko kaget,”dia bisa dihajar Otoosan kalau sakitin kamu”
”aku...dikurung...dikamar, hiks hiks,” dia masih segukan.
”kenapa?? Apa kamu memaksa dia??”
”dia kerja siang malam sampai malam...lalu aku bilang.. aku mau bantu dia kerja, tapi enggak boleh..padahal aku gak marah atau memaksa dia.. lalu aku dikurung dalam kamar...sampai aku kelaparan dan kedinginan”
”Minho kun sampai begitu???,” Kumiko kaget
”iya, Ane... aku gak tahan,” balas Aiko, masih nangis
”kalau begitu..aku harus kasih dia pelajaran... apa dia belum tahu kemarin itu kalau kamu hamil?”
”waktu aku dikurung memang belum tahu,”
”keterlaluan Minho kun itu.. anak anak sekali,” Kumiko jadi kesal juga,”aku harus bicarakan ini pada Otoosan dan Okaasan.. dia harus hargai kamu”
”apa dia hari ini masih bikin kamu kesal??”
Aiko menggeleng,”tidak, Ane.. hari ini dia manis”
”umm... kalau dia jahat lagi sama kamu...jangan ragu bilang aku,”

Tak berapa lama, datang telepon dari Minho ke Aiko
”Aiko chan..aku tidak jadi jemput kamu sore ini di fakultas.. aku harus segera melamar kerja.. kamu..gak capek kan??,”
”kuliah siang ini cukup berat.. banyak berdiri,” balas Aiko
”minta bantuan Myo chan untuk jaga kamu,”
Aiko mengangguk,”ya, baiklah”
”aku minta maaf.. gak bisa temani.. habis ini aku harus melamar kerjaan itu..supaya nanti kamu bisa makan enak”, balas Minho lagi
”kamu gak sakit kan??,” tanya Minho lagi
”enggak.. Nampyeon ke tempat itu saja.. siapa tahu diterima,”
”terima kasih ya.. kamu isteriku yang baik.. aku minta maaf kemarin,”
Aiko jadi kasihan juga sama Minho yang sedikit banyak, dia masih bisa bertanggung jawab dengan kehidupan mereka. Pikirannya untuk berpisah sementara jadi berubah lagi.
”kasihan.. Minho kun sudah banyak berkerja keras buat ku..siang, malam.. ,” katanya dalam hati
”mungkin...aku harus terima sifat Minho kun yang kadang-kadang mood nya keterlaluan,” lanjutnya lagi
Dia lalu istirahat dan kembali ngumpul dengan Myo dan yang lainnya.

”hasil aku bisa kerja atau enggak diperusahaan itu.. dua hari lagi.. doakan ya??,” senyum Minho pada Aiko di rumah susun mereka
”iya.. moga bisa dapat.. tapi..apa nanti gak menganggu kuliah??,” Aiko menuang sayur ke mangkuk Minho
”umm.. enggak deh.. tadi sih.. managernya bilang.. aku bisa kerja dari jam berapa sampai jam berapa..yah..tapi mungkin.. kita akan gak sempat lagi pulang bareng,”
Minho lalu mengunyah makanannya.
”kamu..gak apa kan.. Aiko chan.. kalau aku tinggal kerja sampai malam.. nanti kalau aku diterima disana??”, dia memberhentikan makannya
Aiko memberhentikan makannya. Dia yang duduk di depan Minho lalu malah bangun dan mendadak memeluk Minho erat erat.
Minho heran,”kenapa nih?? Mau main ya?? Hehehe”
Ternyata Aiko malah nangis,”aku minta maaf ya, Minho Nampyeon,”
”loh.. kenapa nangis?? Kamu salah apa??,” Minho heran.
”tadi..aku ditelepon Kumiko Ane,” jawab Aiko terbata-bata
”oh..lalu??”
”aku bilang pada Ane.. kalau aku...,”
Aiko diam. Minho masih heran. Lalu Minho mengusap punggung Aiko.
”kamu kenapa, Aiko chan?? Kenapa jadi mellow begini??”
”aku bilang pada Kumiko Ane... aku.. mau pisah dengan Minho nampyeon”, katanya pelan
Minho kaget,”ah?? Kenapa punya pikiran seperti itu??”
”aku kesal dengan Nampyeon,” Aiko masih nangis
”kesal karena kemarin aku kurung dikamar??,” Minho masih mengelus punggungnya
Aiko mengangguk.
”aku minta maaf...aku janji gak akan begitu lagi,” kata Minho, senyum sambil masih mengelus punggungnya
Aiko lama minta dipeluk Minho.
”ternyata aku menyusahkan dia kemarin..aku minta maaf ya, Aiko chan.. aku janji gak akan begitu lagi..,” dalam hati Minho

”jadi.. Anda sebenarnya masih kuliah??,” tanya manager perusahaan advertising itu
Minho mengangguk,”iya.. benar, Pak”
”memang kamu gak kepepet kuliah nanti??,”
”tidak,pak..saya memang sedang mencari pekerjaan,” jawab Minho
”lalu...kamu beneran sudah menikah??,”
Minho mengangguk ,”iya, begitulah”
”wah.. heran.. hari gini ternyata masih ada nikah muda ya? ,” manager perusahaan itu cuma senyum saja
”jadi.. kamu bisa kerja dari sore sampai malam??,”
”bisa, Pak..kebetulan saya memang selesai kuliahnya sore,” jawab Minho mantap
”aku sudah membaca portofolio mu.. padahal kamu baru masuk semester dua ya? Tapi bagus juga hasil mu.. kami butuh sangat darurat... jadi..  mulai besok.. kamu bisa mulai kerja,”
Minho senang,”beneran, Pak??”, matanya berbinar. Dia membayangkang wajah Aiko pasti senang kalau pulang tahu berita dia diterima kerja.
Manager mengangguk,”ya.. kami bukan lihat status mu.. tapi lihat portofolio hasil kerja mu.. jadi..sebenarnya kamu ini editornya Tachibana Banri ya?? Dia kan komikus terkenal.. ternyata..”
Manager berdiri, lalu memberi salam,”selamat bergabung ya”
Minho membalas salamnya,”terima kasih banyak, Pak..”

Dia keluar kantor itu dengan senang hati. Lalu dia telepon Aiko.
”Aku diterima kerja, Aiko chan!,” kata Minho senang
”cepat pulang ya.. aku kangen Minho suamiku,” kata Aiko senang
”aku tunggu di depan rumah susun ya.. aku mau ajak kamu jalan-jalan... ini kan masih belum terlalu malam,” Minho melihat jam tangannya, waktu baru menunjukkan jam 6 sore.
Sekitar 30 menit kemudian, Minho sudah sampai di depan rumah. Dilihatnya Aiko sudah muncul dengan pakaian sederhana, dress kembang kecil-kecil.
Tanpa ragu, Minho menghampiri lalu memeluknya,mengangkatnya,”wohooo....aku diterima kerja, Aiko chan! Semua pasti karena anak kita!”
Aiko agak kaget diangkat badannya oleh Minho yang tinggi.
”ehh??,” katanya,”beneran??”
Minho masih mengangkat tubuhnya,”iya..aku diterima kerja!”, katanya masih kesenangan.
Aiko merangkul leher Minho, masih diangkatnya.
”lalu..kerja dengan Tachibana san??,”
”kan.. bisa aku kerjakan diluar jam lain... lagipula, ini kerja gajinya full..”, jawab Minho
”dari jam berapa??,” tanya Aiko. Dia sudah berfikir pasti Minho akan pulang malam
”tapi.. malam sekali.. gak apa kan??,” benar saja apa yang diucapkan Minho, ditebak oleh Aiko.
”jam berapa??,” Aiko bertanya dengan intonasi datar, Minho langsung merasa
”jam 4 sampai malam jam 12,” Minho nyengir kuda
Aiko kaget,”Nampyeon.. kamu bisa sakit,”
Dia lalu minta diturunkan dari gendongannya Minho.
”aku enggak mau kamu sakit karena kerja terus terusan... habis kuliah, kerja.. pulang malam, kurang tidur, lalu bangun, kuliah lagi, kerja lagi... begitu terus.. nanti sakit,” Aiko panik duluan.
”aku janji gak akan sakit.. ini semua buat kamu dan anak kita,” balas Minho.
”tapi aku khawatir,”
”aduh..sudah deh, Aiko chan! Kita kan belum usaha.. kerjakan saja dulu..kalau tidak kuat...aku berhenti juga kok,” Minho berubah lagi moodnya, yang tadinya senang jadi cemberut lagi.
”aku minta maaf... tapi memang aku khawatir sekali kondisi kamu,” balas Aiko
”aku faham... tapi kekhawatiranmu terlalu berlebihan..dan buat aku bingung... mau terima kasih atau marah sama kamu,”
”kalau kamu khawatir terus.. nanti anak kita bisa susah makan...bisa gak dapat makanan enak, makanan bergizi,” lanjut Minho lagi.

Aiko sadar, itu adalah tanggungjawab Minho, tetapi dia sunggu kasihan lihat kondisi Minho yang suka mengerjakan tugas dari Tachibana sampai larut malam, apalagi kalau misalnya nanti ditambah dengan kerjaan itu. Disatu sisi, pekerjaan memang mereka butuhkan supaya bisa ada tambahan uang sehari-hari.
”ya....aku membiarkan Nampyeon bekerja....tetapi, jika memang ternyata tidak kuat... Nampyeon Minho tidak boleh memaksa diri lagi”, kata Aiko
”kamu tidak mau aku berkerja keras??,” tanya Minho
”bukan tidak mau...aku tidak tega lihat suamiku kecapean... Minho Nampyeon terlalu keras berusaha untuk aku,”
”aku cinta kamu dan anak kita,” senyum Minho
Aiko memeluk Minho sekali lagi dengan erat,”aku cinta kamu juga....kamu lelaki yang bertanggung jawab,Nampyeon...aku minta maaf”
Minho mengelus punggung Aiko dengan lembut,”eh...sudah..kita kan rencananya mau makan..memang kamu gak lapar???,” Minho lalu menciumnya dengan lembut.
”nanti anakku kelaparan loh...kasian,” katanya lagi. Dia menggenggam tangan Aiko dan mereka pergi ke sebuah restaurant
Mereka jalan sambil saling menggenggam tangan, Minho senyum senang.

”enak tidak?? Ini namanya masakan korea,” senyum Minho pada Aiko
Aiko mengangguk,”iya....enak sekali,”
”kamu...jangan ngambek lagi ya, Nampyeon??,” lanjut Aiko, tiba-tiba dia bertanya itu
”harga diriku dan egoisku tinggi...aku gak mau dianggap buruk oleh keluargamu,”
”tapi...mereka enggak anggap kamu buruk kok, Nampyeon....okaasan sangat menghargai usahamu..itu sebabnya okaasan juga merasa kasihan kepada kita ketika aku cerita...Nampyeon begitu kerasnya sampai malam bekerja,”
”keluarga kalian terlalu kaku,”keluh Minho
Aiko senyum,”itu karena kita kan enggak sering kesana...coba ingat-ingat deh....dalam dua bulan ini, hanya satu kali kita kesana... kadang kalau aku di telepon Kumiko Ane..dia selalu menyindir aku sok sibuk,” senyum Aiko.
”jauh sih,” balas Minho,”aku mau menabung supaya kita bisa ke rumah ku”
Tampaknya dia memang masih susah dekat dengan mertua dan kakak-kakak iparnya, dia masih memilih dekat dengan keluarganya sendiri
”kamu harus ikut juga...kalau akhir tahun bisa...berarti anak kita sudah bisa cukup naik pesawat,” senyumnya
Aiko sudah agak malas melayani obrolan kalau Minho sudah keliatan egoisnya
”ya..enggak apa...mudah-mudahan kuat,” balasnya ringan

”cheers!!,” mereka mengangkat gelas nya masing-masing lalu minum
”wah... makin bakalan sibuk saja ini nanti Minho kun....kebayang deh...belum ada anak saja sibuk....apalagi ini,” kata Makoto
Mereka semua sedang kumpul di sebuah kafe, seperti biasa....ngobrol bulanan..
”eh....kamu gak boleh minum bir,” Minho menjauhkan kaleng bir ringannya dari Aiko
Aiko menggeleng, dia memang tidak minum bir, hanya minum jus
”ih...isteri penurut sekali,” Rin mencubit pipinya Aiko lalu dia tertawa
”nah... kamu juga harus jadi isteri ku yang penurut, Rin chan,” canda Ken, dia tertawa
”mana bisa? Ken kun kan playboy kelas Boys over flowers, hahahaha”, Minho malah bercandain temannya itu
Yang lain semua tertawa.
Makoto menimpali,”dunia akan bakalan kiamat cepat kalau Ken kun jadi ayah,hahahaha”
”wah...aku dibully nih... mentang-mentang ada yang baru,” Ken cengar cengir
Minho malah mengelus perutnya Aiko,”ini loh..anggota grup kita yang baru, hehehe”
“wah… romanchiku (romantis-red),”keluh Makoto, dia manyun dan topang dagu
“memang..kenapa lagi hubunganmu dengan Mayu chan??,” tanya Minho
”gak tahu deh..aku galau bener,” keluh Makoto
 ”ya ampun... kalian kan..belum ada 1 bulan pacaran ya?? Kenapa galau terus sih, Makoto kun??,” tanya Sakura.
Yang lain ikutan mengangguk, mengiyakan pertanyaan Sakura.
”aku suka gak sih ya.. sama Mayu chan?? Rasanya kok aku suka banget ninggalin dia,” keluh Makoto lagi
”hatimu gimana jawabnya??,” tanya Minho
”nah... leader turun tangan masalah cinta..dia yang lebih dewasa..kita serahkan sama yang mau jadi ayah,” Ken menepuk nepuk pundak Minho.
Aiko senyum pada Ken,”ken kun ini..bisa aja deh”
”ayo leader... bantu masalah cintanya Makoto kun!,” kata Ken dengan penuh semangat.
”ya.. gitu deh.. kalau diajak jalan gak mau...ada aja alasannya.. kalau aku pengen banget misalnya bawa dia nonton atau misalnya ke perpustakaan karena aku ngerjain tugas dan ada buku bagus..eh dia nolak..alasannya sibuk sama tugasnya,” keluh Makoto
”kita baru mau tingkat 2..ya tugas belum banyak,” balas Minho,”pasti ada yang aneh... tanyain dong... jangan malu bilang : kamu kenapa sih??”
”Mayu chan itu pendiam loh,” balas Makoto. Yang lain mengangguk.

Minho nyengir kuda,”ajak ke tempat yang romantis..misalnya dinner gitu..trus kamu iseng tanya tanya deh...trus.. kasih hadiah”
”seperti dorama aja deh,” kata Ichirou
”eh..bukan begitu, Ichi kun.. kadang cewek itu emang butuh cowok romantis..termasuk buat korek masalah,” balas Minho
”oo.. jadi kamu sama Aiko chan.. kalau mau korek masalah gitu..kamu romantis sama dia ya??,” balas Ichirou lagi
Minho garuk kepalanya,”hehehe..iya..gitu deh.. tapi..gak apa kan, Aiko chan???”
Aiko mengangguk,”hu um..gak apa..aku juga suka kok”
”nah tuh..sepertinya patut dicoba deh.. bisa jadi dia punya masalah yang jauhhh sekali..yang kamu belum tahu, Makoto kun.. cewek kan.. sensitive banget,” kata Ken.
“bisa gak ya??,” Tanya Makoto
Ken menepuk pundak Makoto,”relax...pasti bisa... leader kita dah kasih masukan tuh...masak kamu gak percaya bapak bapak tua??,”
Minho mengeplak kepala Ken,”bully aku lagi..aku masih 18tahun..i saekki ya
Ken tertawa,”yah.. kamu kan memang bapak tua.. hahahaha”
Yang lain ikutan tertawa.
”janji loh..kita semua.. harus bisa sama-sama..jadi satu grup yang persahabatannya kuat,” kata Minho
”aku tuh..datang ke jepang sebenarnya agak takut..bisa tidak..aku dapat teman?? Ternyata aku malah dapat teman-teman baik,” lanjutnya lagi
”dapat isteri lagi,” Ken nyengir kuda
Minho mengeplak kepala Ken lagi,”ibdaghcyeo, hahahaha”, bicara dengan bahasa korea nya.

”pokoknya kalau ada apa-apa..di grup ini harus dibahas..jangan ada gap deh,” kata Ichirou
Yang lain mengangguk.
”gunanya teman ya begitu.. tapi gak nyangka ya..kita bisa akrab begini??,” kata Makoto
”semua orang kan butuh teman,” balas Ichirou,”aku saja..berteman dengan Aiko chan sejak SMP..iya kan??”
Aiko mengangguk,”Ichi kun teman ku yang baik loh..kalau aku dikerjain teman-temanku....dia suka bela aku,” lalu dia senyum pada Ichirou
”ya...tapi kamu malah jadi isterinya Minho kun...gimana sih, Aiko chan??,” keluh hatinya Ichirou.
”terima kasih loh, Ichi kun..mau jaga isteriku daridulu,” Minho malah menunduk hormat pada Ichirou
”loh..apa-apaan nih.. kok jadi kayak dorama begini??,” Ken bercanda
”ini menghormat, ah... kalau Ichi kun gak jaga Aiko chan daridulu...mungkin dia bisa dikerjain orang-orang,” kata Minho
”wah... benar benar suami super deh, kamu Minho kun,” Ken berekspresi meniru kakek tua yang mengelus janggutnya dan manggut-manggut.
Minho malah nyindir Ken,”kamu ini... homo ya?? Suka banget godain aku,”
Yang lain tertawa, jadi ingat kejadian kemarin mereka ngerjain Minho pura-pura jadi homo semua di hari ulangtahun Minho.
Minho meletakkan tangannya di atas meja,”ayo..tangan kalian mana??”
Mereka pun sama sama meletakkan telapak tangannya diatas telapak tangan Minho.
”SELAMANYA KITA TEMAN BAIK!! HOSH!!!,” teriak mereka
Yang lain di kafe itu menoleh pada grup mereka
Minho cengar cengir,”sumimasen.. we are one group,” katanya pada para pengunjung kafe

”eh...tapi Minho kun..aku sempat berfikir..nanti kamu bisa jauh dari kita,” kata Makoto
”eh..kenapa??,” jawab Minho
”Aiko chan juga..,” lanjut Makoto lagi,”kalian kan..beda banget tahapan hidupnya dengan kita”
”ah..enggak deh.. sekarang aku masih bisa kumpul juga kan..dengan kalian??,” balas Minho
”kamu katanya mau kerja ya??,” tanya Makoto lagi
Minho mengangguk,”ya..buat si kecil nih.. sudah dua bulan loh, dia”
”harus kumpulin banyak uang, kerja keras,” lanjutnya lagi
”kamu makin konsentrasi aja dengan kehidupan rumahtangga.. gak repot dicampur sama kuliah?? Kalau prestasi mu turun 3x nanti misalnya karena sibuk kerja.. beasiswa mu dicabut loh,” kata Ichirou
”jangan doakan aku begitu dong, Ichi kun,” Minho langsung manyun.
”gak kok...cuma, manajemen waktumu pasti lebih ketat..,” kata Ichirou
”iya..aku tetap ambil editan komik Tachibana san, trus kerja di advertising yang kamu bilang itu.. waktu managernya tahu, aku editor komik Tachibana san.. dia senang.. dia gak lihat status ku kok,” kata Minho
”hebattttt.... hebaaaatttt... jadi... kapan kita nikah, Rin chan??,” Ken malah bercandain pacarnya, merangkul Rin.
”jangan cuma jadi playboy dong... buktikan,” kata Minho, kembali mengeplak kepala Ken.
Rin malah malu-malu, gak jawab.
”cuma.. seperti yang dibilang kalian itu loh... waktu memang terambil banget.. ,” kata Minho lagi
”orangtua kalian..kabarnya gimana??,” tanya Makoto, dia jadi serius
”Kumiko ane katakan..mereka sudah tahu kehamilan ku..dan gak banyak bicara,” balas Aiko
”ibu ku mau bilang pada ayahku supaya mempertimbangkan menambah uang bulanan..tapi aku gak enak hati juga,” balas Minho pada mereka
”Minho kun ini memang pemuda yang gak enak hati,” timpal Ichirou
”harusnya kalau begitu, kamu punya usaha sendiri, Minho kun,” kata Makoto
”maunya sih, begitu.. kan aku harus pegang usaha ayahku nanti di Seoul,” balas Minho
”wah.. kakkoii da (keren-red), Minho kun!,” kata Rin
”tapi aku melanggar janji...aku nikah duluan, hehehe”, Minho cengengesan.
”gak apa deh.. bikin dinasti seperti Goryeo, hahaha,” Ken malah meledek
”nanti negaramu aku serang..anakku jadi panglima perangnya, hahaha,” balas Minho
”aku jadi iri deh,” tiba-tiba Ichirou berkata begitu ke semuanya
”tuh...ada Sakura chan,” Minho melirik genit pada Sakura. Aiko mendadak otomatis menempelkan telapak tangannya ke wajah Minho
jealous ni yeeee.. gak lah..Aiko chan tetap isteriku yang manis...chu,” goda Minho ke Aiko, dia cium Aiko didepan teman-temannya
”wadaw... iri deh! Yuk Rin chan.. masuk kamar! Hahahaha,” Ken godain Minho dan Aiko.
”makanya, Ichi kun..kamu tuh sebenarnya cowok dewasa juga loh... pikiranmu panjang.. tapi Sakura nya..gimana, Sakura chan??,” Minho malah jadi kepo, ingin tahu perasaan pacar temannya itu
”aku sih..terserah Ichi kun saja.. ini kan.. baru juga,” jawab Sakura
”kalau kalian sudah jalani dengan sreg.. langsung aja deh,” balas Minho
”seperti hidup di jaman Shogun Tokugawa,” balas Ken, dia siul-siul
”itu sih..terserah kalian.. tapi kalau nanti pacar-pacar kalian hamil..ya harus tanggung jawab, hehehehe,” Minho malah terkesan menyindir.
”itu pasti, hahahaha,” Ken malah jawab aneh. Rin langsung memandang Ken dengan tatapan yang aneh
”uh.. payah sekali Aiko chan..sama sekali dia enggak tahu juga perasaanku sampai sekarang,” kata hatinya Ichirou,”aku bilang iri pun.. kamu biasa saja.. sama sekali kamu gak ada perasaan dengan ku ya??padahal aku sudah jauh berkorban untuk kamu sejak SMP”
”cuma..ya..gitu deh.. kalian akan susah sekali untuk urusan finansial,” kata Minho lagi.
”aku kan..gak enak kalau minta pada mertua dan orangtua... jadi ya, gitu.. beberapa kali minta duluan sama Tachibana san.. sempat sih..awalnya gak enaaakkk..banget.. rasanya bersalah gitu.. untung lagi, Tachibana san orangnya pengertian,”
”mungkin karena Tachibana san juga.. nikahnya dulu muda loh..kamu gak tahu ya??,” tanya Ichirou
Minho kaget,”ah..masak sih??”
Makoto mengangguk,”waktu kita mau ngerjain kamu kan..kita banyak ngobrol sama Tachibana san..termasuk cerita soal rumahtangganya yang nikah muda..ya..tapi sekarang dia cerai dengan isterinya sih..tapi ya gitu..nikahnya muda..umur 20 saat itu”
”cerai juga??aku pikir dia masih nikah,” kata Minho
”gak, cerai,”balas Ken
”kenapa??,” tanya Minho lagi
”katanya sih..sudah saling gak cocok..anaknya sudah besar malah..sudah umur 18 tahun seperti kita..kuliah juga.. cewek,” balas Ken lagi.
”wah.. kasian juga Tachibana san,” balas Minho
”nah..kamu bisa belajar kehidupan cinta dari dia tuh.. tapi ya..kalau bisa, kalian jangan cerai.. dia juga cerita kok..awal-awal kehidupan nya dengan mantan isterinya itu..kesulitan finansial,” kata Makoto
”yah.. itu mungkin biasa bagi sebagian orang, tapi bisa jadi gak biasa juga,” keluh Minho
”kamu.. jadi capek banget kan?? Tachibana san juga, ceritanya kayak begitu,” kata Makoto
Minho mengangguk,”capek banget”
Aiko malah jadi memegang tangan Minho erat.
Minho menoleh padanya,”eh..jangan sensitif ya.. aku gak marah sama kamu,” lalu dia senyum
Aiko mengangguk, balas senyuman Minho.
”kayaknya..bisa jadi tuh..kehidupan kalian akan sama repotnya dengan Tachibana san dulu..,” kata Ichirou
”tetap semangat dong..iya kan.. Minho kun.. Aiko chan??,” kata Rin
Minho dan Aiko mengangguk sama-sama,”hu um”
”kalau perlu..kalian juga nyusul kami ya, hehehe,” kata Minho cengengesan
”ntar dulu deh.. kalau nyusul,” balas Ken spontan, Rin langsung menoleh
”kayaknya..bisa perang nih,”kata Ichirou kalem
Yang lain tertawa, mereka memang suka lihat Ken dijewer Rin karena memang Ken yang tukang bercanda dan kadangkala aneh.
”uhmmm.. memang bakalan repot ya??,” kata hatinya Minho. Dia membayangkan akan terus banyak waktunya dipakai buat bekerja.. demi kehidupan rumahtangga mereka...

Bersambung ke part 13...