"barang saya masih ada yang
kurang: baju anti peluru"
Min ho kembali berdiri,"baju
anti peluru anda robek dibagian leher dan belikat...kena tertembus
peluru..ini"
dia berikan kepada Min Hyo
Min Hyo melihat lubang pada sisi
pundak baju anti pelurunya,"ah...rusak lagi..aku pikir ini yang paling
baik..ternyata bukan"
dia kembali bertanya pada min ho
sambil melihat-lihat bajunya yang dia pantulkan ke lampu "jadi..yang copot
baju saya siapa..bukan dokter kan??"
Min ho senyum,"bukan...tapi
suster..kenapa?"
Min hyo menoleh padanya,"dor...
ini kalau sampai dokter tahu badan saya,"sambil menodongkan senpi peluru
kosong
Min ho terbelalak kaget
Min hyo santai,"gak ada
pelurunya, dokter..habis tadi,haaahhh..."keluhnya
Min ho,"bercandanya tidak
lucu,Miss"
"saya telpon ayah dulu"
"yah,ayah..aku ada di RS di
jalan Daiyang..papa cepat kirim anak-anak kesini...aku yakin metalic dragon
akan menyerbu RS ini...kirim segera"
Min ho panik,"haruskah saya
telp polisi?"
MIn hyo senyum,"polisi gak
berguna, dok.... "
Waktu menunjukkan pukul 4 pagi..
"dok..saya harus bayar
semua,pinjam kamarnya untuk ganti baju..saya pinjam kaus dokter ya"
dia menuju rak gantung, dilihatnya
ada beberapa kaus putih Min ho di hanger
Min ho,"eh eeh..saya keluar
ruangan dulu"
Min hyo membelakangi Min
ho,"gantinya begini...dasar dokter banci"
lantas dia melihat lukanya
sendiri,"aduh sakit sekali..sepertinya tulang belikatku retak..ini perban
dan pembalutnya bisa tahan sampai berapa lama??"
Min ho menjawab dengan
membelakangi,"harus ganti kurang dari 12 jam..agar efek antibiotiknya
tidak berkurang karena takut masih ada kuman akibat peluru"
Lantas Min Hyo memakai kaus punya
Min ho,"sudah, dok..boleh balik ke sini lagi"
Min ho,"apa serius kamu
gangster??saya tidak ingin RS ini terbawa masalah"
Min hyo duduk lagi sambil
lihat-lihat sisa peluru di kantongnya,"ah..cuma 1 magasin
lagi...payah..harus hemat"
Lalu dia senyum pada Min ho,"dokter...
polisi bisa apa?? dari kecil aku sudah berurusan dengan dunia hitam..dari 12
tahun.. polisi bisa apa??papa yang akan melobi polisi agar daerah ini
aman"
Min ho berfikir keras,"jangan
pernah libatkan..karena kami hanya orang-orang netral"
"tenang, dok...aku janji"
dan janji Min Hyo tidak terbukti...
dari ruangan Min Ho terdengar suara tembakan dari jauh
"gawat....pasti itu bukan
anak-anaknya ayah", Min Hyo mengintip
"Brak!!" tiba-tiba pintu
dibuka oleh orang yang gak dikenal..
Min Hyo menarik tangan Min Ho
memaksa keluar ruangan
"dokter ikuti saja
perintahku,"katanya dengan sedikit berbisik
"Dokter...tolong
saya",ujar suster yang diancam dengan todongan senjata dibalik badannya
itu
Min hyo teriak,"Suster itu
bukan urusan kamu.. urusan mu dengan ku,"sambil mengacungkan juga senpi
colt nya
"Lepaskan dia...aku tidak suka
ada korban dari medis..mereka tidak salah,"
Lelaki itu menjawab,"mau medis,
mau robot.. itu bukan urusan ku"
Sementara tiga lelaki yang lain
menyusul masuk
Min Hyo sudah setengah
terpojok,"aduh mampus... peluru tinggal 6, harus hemat..di depanku ada
empat orang..cuma dua yang harus miss"
Lantas dia melihat bahwa nyawa
suster juga penting untuk diselamatkan...dia melihat di depannya ada keset alas
kaki..
Lantas dia melemparkan keset yang
banyak debunya itu tepat ke muka lelaki yang menodong suster
Slasshhhh.......... keset terlempar
tepat ke muka cowok yang ingin menembak suster
"TIARAP,SUSTER!!", teriak
Min hyo.. suster pun lantas tiarap dan tiga cowok lain berusaha menembak Min
Hyo..tetapi sudah kalah cepat
"dor..dor..dor..dor!!",
empat jatuh sekaligus
"kabur, dok.. ayo kita
kabur!!"
Min Hyo dengan wajah masih pucat dan
masih sedikit meringis mencoba menyuruh Min ho kabur
"Mana jalan belakang dokter..dokter
punya mobil kan??lari lebih dulu,dok..saya menyusul"
"Tapi,miss...",min ho
malah panik
"LARI,DOKTER!!Hurry up!"
Min ho pun lari lewat pintu belakang
MIn hyo mengambil kesempatan dengan
merebut senpi-senpi para empat cowok yang sudah mulai sekarat.. satu persatu
dia tembak mati sekalian
"dor dor dor dor!"suara
tembakan ke empat orang itu..mereka mati menggelepar karena langsung ditembak
tepat jantung dan kepala oleh Min Hyo
"mampus.. saya tidak suka
mencelakai orang gak salah..kalian cuma cecunguk basi Moon Kyo Kyo!"
"cao,suster.. maaf,saya pinjam dokternya",
lantas dia menunduk hormat pada suster yang masih stress dan bingung serta
bengong
Dia lantas lari menyusul MIn ho yang
sudah diparkiran dan sedang memanaskan mobil
"jangan lama-lama..aku yang
nyetir"
dia menggeser min ho keluar..
"masuk,dokter..", sambil
menodong senpi ke Min ho
"kamu mau bunuh saya?",
min ho kaget
"masukkkkkkkkkkkkk!!", min
hyo maksa..akhirnya min ho masuk ikut bersamanya
Mereka segera kabur dari RS Daiyang,
menuju ke markas tempat dimana perkumpulan White lotus tinggal..
tapi..dibelakang mereka diikuti oleh
beberapa mobil
Muka Min Ho sudah sangat panik, dia
tidak pernah berfikir akan terjadi hal yang mengerikan
"kamu menyandera saya?", ujarnya
pada Min Hyo..mukanya jadi pucat
Min Hyo tersenyum,"menyandera dokter
lebih baik daripada dokter mati"
Mobil melaju sangat
kencang...memecah paginya kota itu... Min hyo sama sekali tidak memperdulikan
kecepatan yang mencapai lebih dari 150km/jam..