This is me....

Jumat, Oktober 24, 2014

Salang Itu Cinta (Part 7: Aku Berusaha Mengertimu)

Kisah diriku sendiri..

Aisha berjalan tidak semangat hari itu, keputusannya tetap ingin dia putus dengan Shin. Rasanya dia sudah benar-benar trauma dan sakit hati, yang menurutnya semua lelaki sama saja.
“Lu terlalu banget deh traumanya, cyn.. bisa jadi dia gak sejahat itu,” kata Risa.
“gua gak mau lagi tahu dan dengar dia lagi,” gerutu Aisha, menopang dagunya, tampangnya sama sekali tidak semangat.
“ngerti banget gue.. kalau memang lu trauma banget,” kata Risa lagi,”tapi entah kenapa, gue merasa dia bukan orang yang jahat.. andai lu dan dia pisah.. semuanya bisa baik baik aja”
Aisha melihat Risa dengan tatapan pesimisnya,”yakin lu??”
Risa menepuk-nepuk pundaknya,”sabar dong, cyn.. hidup itu gak sesulit yang lu bayangkan... orang mungkin mikir kayaknya kok lu kasian banget ya.. punya kisah cinta gak selesai-selesai.. tapi kan Tuhan gak pernah mikir begitu”
“yeah.. yeah,” keluh Aisha di hari itu pada Risa. Dia merasa sudah malas memikirkan semua soal hubungan. Dia bilang pada Risa mau berhenti saja pikirkan semuanya, supaya dia bisa tenang hidup dan menjalani semua apa adanya bak air mengalir.
“gue hargai banget usaha lu cari jodoh, cyn... gak semudah itu memang bayangan orang tentang jodoh.. ada banyak orang mencibir orang-orang susah jodoh.. padahal kalau dia menjalani seperti apa yang lu jalani.. belum tentu juga mereka sanggup.. so, gue gak akan berpikir buruk tentang hubungan lu dan dia... dan feeling gue, cowok itu baik.. cowok itu gak akan macam-macam sama lu.. gak akan dia nyakitin fisik dan hati lu”
Aisha terkesan dengan apa yang dikatakan Risa. Kalau boleh dipikir, Risa sebenarnya sebelum menikah tipe cewek playgirl. Semua cowok tipe apapun dia keruk sampai bangkrut minta traktir atau dia jahilin: pacaran cukup 2 minggu habis itu diputusin kalau sudah dapat uang dari cowok itu. Tapi beda dengan Aisha yang segannya sangat tinggi ketika kenal cowok. Dia tidak mengerti kenapa rasanya takdir temannya yang justru bersungguh cari jodoh malah seringnya dipermainkan cowok. Tapi ketika Risa menemukan cowok yang benar-benar sayang dia apa adanya, cowok itupun cepat jadi suaminya, cowok yang tidak peduli dengan masa lalu Risa yang playgirl abis.

Kamis, Oktober 23, 2014

Heal Me, Doc II (Part 2: Aku Hanya Berusaha, Minho kun)

Minho dibangunkan Matsuda karena sudah janji dia dan Chie harus pergi ke pameran karena isterinya itu sebagai ketua penyelenggara. Matsuda tersenyum pada Minho yang masih tidur karena wajahnya acak-acakan diwarnai crayon oleh isterinya sendiri.
“Lee san.. okite kudasai (bangun-red),” Matsuda mengguncang-guncang tubuhnya tetapi ingin tertawa.
Minho bangun, dia santai saja lalu menuju kaca yang ada di wastafel dan kaget,”Nani?? Erghh... pasti ini kerjaan Chie chan!”, dia kesal tapi tidak bisa kesal karena tahu kekurangan isterinya.

The Jengkol Heirs (Part 4: Kamu Jadi Musuhku..Bukan Adikku, Minho!)

Cerita ini cuma iseng aja kok.. jangan dimasukin ke hati banget..

Sri pulang dari sekolah dengan wajah ceria, dia menghampiri ibunya setelah mengucap salam dan cium tangan ibunya.
“Minho ndi, Bu’e?? Aku gawa mainan kanggo Minho,” katanya dengan suara ceria. Ternyata dia membawa mainan mobil-mobilan yang dia buat sendiri dari kulit jeruk bali.
Juminah bilang kalau Minho sedang tidur siang sehabis kenyang makan tadi. Juminah lalu bicara padanya tentang kakek angkat Sri, yaitu Pakde Paijo yang meninggal pagi ini dan langsung dimakamkan siang itu juga. Sri sedih mendengarnya. Paijo memang baik dengannya, suka membelikannya baju karena memang Sri anak perempuan kecil yang penurut dan tidak banyak minta. Dia sadar diri kalau orangtuanya kurang mampu sehingga tidak mau membebani kedua orangtuanya. Sikap itulah yang membuat almarhum Paijo dan isterinya suka dengan anak perempuan sederhana itu dan dianggap cucu mereka sendiri.
Sri pun menyusul ke rumah Paijo dan ikut ke makam orangtua itu, berziarah. Ketika pulang, dia menemukan Yudi sedang memarahi Minho. Sementara Juminah masih berada di rumah almarhum Paijo untuk membantu isterinya Paijo menyiapkan keperluan berdoa nanti malam.

Rabu, Oktober 22, 2014

Salang Itu Cinta (Part 6: Kamu Menyebalkan!)

Kisah diriku sendiri..

“so.. jadi kamu akan lama tinggal di Indonesia??,” tanya Aisha pada Shin dengan skype nya dalam bahasa Inggris. Walau Shin sudah banyak hafal kosakata Indonesia, dia masih memilih bahasa inggris menjadi bahasa komunikasinya.
“sekitar satu bulan lagi.. begitulah,” jawab Shin dengan senyum
Aisha hanya bergumam, entah jika memang dia mau sebulan lagi disini.. mau apa mereka?? Dia begitu bingung dan memang bingung sekali jika punya hubungan khusus dengan seorang lelaki. Kebingungannya itulah yang pada akhirnya membuat dirinya banyak gagal. Belum lagi jika memang diri egoisnya muncul dan menurut mereka, keegoisan itulah yang membuat mereka tidak tahan berhubungan dengan Aisha. Belum lagi dengan kemampuan supernatural Aisha yang bisa melihat dimana saja mereka tanpa mesti mengkonfirmasi.
“Shin..,” kata Aisha dengan ragu. Dia ingin mengatakan sesuatu dan mungkin itu bisa membuat Shin semakin dekat dengannya, atau bahkan berfikir ulang tentang hubungan mereka.
Shin hanya menjawab dengan kata ya dan suarannya lembut.
“ah...tidak jadi deh,” kata Aisha lagi
“kamu sedang bingung, sayang?,” tanya Shin
Aisha hanya menggeleng saja di skype nya
dont lie to me..,” kata Shin lagi, dia bisa membaca kalau ada sesuatu yang disembunyikan Aisha darinya
Aisha bercanda padanya,”nanti kalau aku kasih tahu.. kamu takut hantu loh, hehe”

Jumat, Oktober 17, 2014

Everybody’s Darling (Part 1: Kue Berasnya Enak)



Dangsin eun yeojachingu issnayo?,” seorang wartawan bertanya pada Lee Minho, seorang aktor terkenal yang sedang naik daun karena drama barunya “on the line of death”
Minho sang aktor membantah kalau dirinya sudah punya pacar,”Ani.. naega eotteon yeojachinguga eobsneun... gambsahabnida”, katanya dengan berjalan terburu-buru menghindari banyaknya pertanyaan yang menghantui dirinya, lalu masuk ke dalam mobilnya, melambaikan tangan dan pergi kembali ke rumah.
Semenjak Minho hadir sebagai tokoh utama di 20 episode drama itu, debut mainnya langsung banyak dipuji, terutama para wanita. Setiap hari ada saja wawancara dan juga acara tv langsung tentang dirinya dan juga peran dramanya sehingga bisa dipastikan dia sangat sibuk gak terkira.
“jadi.. beneran.. Anda tidak punya pacar sama sekali, Oppa Minho??,” tanya seorang presenter gossip cewek.
Minho tertawa,”ah.. enggak.. beneran deh.. aku gak punya.. untuk saat ini, rasanya bingung juga mau pacaran dengan siapa.. aku sibuk”, jawabnya dengan diplomatis.
“tapi.. bukannya bagaimanapun.. sesibuknya Oppa.. pasti ada wanita yang diincar dong??,” goda sang presenter cewek itu.
Minho senyum saja, dia merasa sebentar lagi pasti dikorek-korek kehidupan pribadinya.
“kriterianya seperti apa sih?? Kalau kita boleh tahu??,” tanya presenter cewek lagi.
Minho berfikir, dia agak sedikit cemberut, agak malas kalau kehidupan pribadinya tentang wanita ditanya-tanya, dia ingat apa kata best friend nya sebelum dia naik daun,”kamu mesti siap dengan gossip miring, gak enak dan sebagainya”

Heal Me, Doc II (Part 1: Berbagi Tugas Rumahtangga.. Chie Chan Akan Jadi Ibu Loh!)



“Chie chan.. ayo bangun.. okiyo,” Minho berusaha membangunkan Chie Nakamura, yang sudah menjadi isterinya, pagi itu. Matahari diluar bersinar cerah sekali, musim semi baru saja tiba. Dua minggu sudah pernikahan mereka berjalan.
Chie masih saja menarik selimutnya, dia malas dibangunkan Minho. Setiap pagi kerjanya muntah saja, dia mengalami morning sickness yang dapat dialami oleh seorang ibu hamil di tiga bulan pertama/trimester.
tsukarete naa.. Minho kun,” Chie mengeluh selalu capek. Minho hanya duduk disamping tempat tidur, sabar menunggu dia membuka matanya.
“kita jalan-jalan pagi,” senyum Minho.

Nampyeon Ku Cowok Cantik (Part 14: Cewek Apa Adanya Adalah Cintaku)



Starring: Lee Minho, Jung YoungHwa

Areum menemukan Minho pagi sekali sudah bangun dan dia sedang sibuk make up di ruangan spesialnya, Areum hanya mengintip. Minho sadar dia sedang diintip.
“hi.. Pagi, Imja,” senyum ramah Minho pada Areum dari kaca, lalu dia menoleh.
Areum dengan cueknya menguap di depan Minho,”hoaaahhhmmm... pagi.. aku masih mengantuk”
“ya.. tidur saja deh.. aku harus ada acara pemotretan lagi.. maaf ya.. gak bisa temani hari ini..sampai sore”, jawab Minho, dia masih make up.
Areum duduk di bawah saja bersila, dia melihat Minho yang make up an. Rambutnya berantakan acak-acakan, masih pakai baju tidur dan kusut.
“kamu apa setiap bangun tidur begitu?? Seperti anak bayi,” tanya Minho padanya
Areum baru membuka matanya lebar-lebar,”apa?? Enggak.. ini kan memang kebiasaan ku daridulu”
“kamu masak sendiri aja deh.. aku buru-buru,” ujar Minho lagi.
Areum gak berkata banyak, lalu dia hanya membuka lemari es dan masak sendiri.
“jangan pergi dulu deh..aku sedang masak nih!,”teriak dia dari dapur.
Minho tidak menjawab, dia lagi sibuk make up dan ganti baju. Baru kemudian dia keluar dari kamarnya sendiri dan menuju ruang makan sekaligus dapur.

gambar favicon minho

1. Minho Gif A



Rabu, Oktober 08, 2014

The Jengkol Heirs (Part 3: Minho Bawa Rejeki Yo, Bu’e)

Cerita ini cuma iseng aja kok.. jangan dimasukin ke hati banget..

“habis sudah harapan kita.. Minho sama sekali tidak ditemukan,” keluh Lee di telepon kedua orangtuanya. Dia dan isterinya masih di kota itu.
Kedua orangtua Lee yang kakek dan neneknya Minho menangis, mereka tidak bisa membayangkan cucu kesayangan mereka hilang di negara yang tidak mereka kenal.
“lalu.. bagaimana lagi kita temukan Minho??,” tanya ibunya Lee, neneknya Minho kepada anaknya itu.
Lee juga bingung dengan nasib anaknya sendiri,”mian habnida.. Appa.. Eomma.. kepolisian di sini sudah menyatakan Minho hilang.. tetapi bukan berarti kasus ini tidak diteruskan.. kedutaan akan tetap membantu kita”
Ibunya Lee shock berat.. dia pingsan.. Ayahnya Lee-kakek Minho- juga hanya terduduk, stress dan sedih dengan berita itu.
“aku minta maaf.. aku lalai menjaga anakku sendiri,” Lee juga akhirnya menangis tersedu-sedu. Dia membayangkan jika dia dan isterinya kembali lagi ke Korea, bagaimana Minho nanti di indonesia?? Apa dia bisa bertahan? Atau akan menjadi korban penculikan dan human traficking/perdagangan manusia?? Dia tidak bisa bayangkan.. rasanya ingin bunuh diri dengan kegagalannya.
Seluruh keluarga Lee sangat sedih, tetapi Lee dan isterinya tetap harus pulang.

Sabtu, Oktober 04, 2014

Pernikahan ½ (Part 29 : Ah..)

“Minho kun sama sekali tidak bicara padaku tadi malam, okaasan.. aku tidak tahu dimana dia,” keluh Aiko pagi itu pada ibunya.
Belum saja ibu nya bicara, Kumiko sudah angkat bicara,”kalian ini.. keterlaluan sekali.. tidak ada dewasanya sama sekali.. bagaimana nanti anak kalian kalau kalian sendiri seperti ini kelakuannya??”
“yamete kudasai, Kumiko,” kata ibunya mereka, mencegah bicara lebih panjang lagi.
“kalian semua sudah dewasa..tidak seharusnya mengecewakan dan memberatkan lagi pada orangtua,” lanjut ibunya mereka.
Aiko dan Kumiko diam saja, mendengar ibu mereka menasehati.
“aku akan berusaha mencari dan menghubungi Minho kun, okaasan,” kata Aiko, dia sungguh menyesal bersikap tidak dewasa pada pasangannya itu.
“aku tidak ingin ayah kalian tahu masalah ini. Hari ini beliau pulang, jadi.. selesaikan sendiri,” kata ibunya.
Aiko menuruti dan menunduk hormat pada ibunya.

Selasa, September 30, 2014

The Jengkol Heirs (Part 2: Pak’e.. Bu’e.. Mbak’e..)

Cerita ini cuma iseng aja kok.. jangan dimasukin ke hati banget..

Esok paginya, Suparno siap-siap berangkat pagi sekali jam 4 subuh untuk pergi bawa gerobak jengkolnya ke rumah juragan jengkol-Paijo- mengambil berkarung-karung jengkol yang sudah dikubur supaya tidak bau dan siap dijual. Tapi dia pesan pada isterinya, Juminah supaya hati-hati menjaga Minho, yang mereka belum tahu siapa nama aslinya.
iki ono gelang nang tangannya, Pak’e.. opo iki jeneng ya??,” tanya Juminah keheranan.
Dilihat mereka ada dua jenis tulisan, satu huruf keriting yang gak mereka tahu artinya dan satu lagi huruf alfabet. Suparno membacanya: “Minho Lee,Seoul,South Korea”. Dia membaca dengan bahasa jawanya yang kental.
“Seoul iku nang ndi, Bu’e??,” tanya Suparno keheranan, ketika dia diberikan gelang itu oleh isterinya dan dibacanya, gelang yang berasal dari plastik dan disegel plastik untuk nama Minho. Seperti gelang untuk anak kecil yang ada di rumah sakit. Sebenarnya itu gelang pertanda supaya ketika anak kecil hilang, bisa tahu namanya siapa dan apa nasionaliti nya.

Minggu, September 28, 2014

Salang Itu Cinta (Part 5: Duniaku.. Ingin Terang..)


Kisah diriku sendiri..

Pulang malam itu, Aisha lebih pilih diam di rumah.. sama sekali dia tidak komunikasi dengan siapapun, termasuk dengan Risa sekalipun, teman akrabnya. Dia langsung ke tempat tidur, menutup wajahnya dengan bantal, menangis lagi.
“pokoknya gue gak mau dia suka... ,”keluh hatinya Aisha, dia masih menangis mengingat yang tadi.
Besoknya, dia matikan semua alat komunikasinya. Sama sekali tidak ingin Shin menghubunginya lagi, tidak ingin Risa tahu masalahnya. Dia cuma diam saja hari itu, juga tidak bicara banyak dengan orangtuanya.
Sampai masuk kembali, akhirnya dia memberanikan diri pagi-pagi menelepon Risa, meminta bicara di toilet wanita.

Pernikahan ½ (Part 28: Jangan Cemburu Dong Ah..)

“whoaaah.. ini kalian apa apaan sih?? Tidur disini??,” Kumiko kaget menemukan Minho dan Aiko tidur di ruang keluarga. Dia lalu membangunkan mereka.
Minho bangun dengan cengengesan,”gomen Kumiko ane.. kami ketiduran disini”. Dia lalu menarik Aiko dan menggendongnya ke kamar.
”kalian sudah baikan??,” tanya Kumiko dengan setengah teriak. Minho masih di dalam kamar Aiko, membaringkannya.
Hai,” jawab Minho singkat,”hari ini aku dapat kontrak kecil model lagi ditempat yang kemarin, harus segera pergi”
Dia lalu sibuk mencari baju yang pas dan pergi ke kamar mandi.
Ketika kembali ke kamar, dia ternyata temukan Aiko sudah bangun.
”tidur saja..aku buru-buru.. takut terlambat,” senyum Minho padanya.
Tapi Aiko malah berdiri dan menciumnya,”ohayou.. aku ikut ya??”
”gak usah.. nanti repot deh,” jawab Minho sambil dia memeluk pinggang Aiko.
Aiko langsung cemberut kemauannya enggak dituruti Minho.
”yah.. mulai lagi deh dia,”keluh hatinya Minho ketika melihat ekspresi wajah isterinya itu. Tapi dia ingat lagi apa kata Makoto dan Ken kalau memang mungkin sebaiknya dituruti saja.
”cemberut lagi.. cemberut lagi.. kenapa lagi sih??,” tanya Minho padanya

Jumat, September 26, 2014

Salang Itu Cinta (Part4: My Feeling For You)

“nih.. dia nulis ini ke gue,” kata Aisha menunjukkan lagi pada Risa dihari waktu makan siang itu, apa yang Shin ketik kemarin malam sebelum dia menghilang lagi hari ini.
Risa bukannya sedih atau apapun, tapi dia malah ketawa,”cieeee... ini sudah ada tanda-tanda nih”
“modus banget.. gue juga dikasih ini..,” Aisha menunjukkan gelang dari batu warna ungu muda kecil kecil.
“weseh... canteek banget ini gelang yak,” Risa malah jadi meledek, dia angkat pergelangan tangan Aisha  didekatkan dengan sinar dan dia lihat gelang itu.
“tanda-tanda modus sudah berlangsung,” kata Risa cengengesan,  dia duduk lagi.
“kan? Lu gak percaya gue,” ujar Aisha sambil cemberut
“lu tu yeee.. cemberut melulu.. cepet tua lu,” Risa mengatupkan mulutnya Aisha yang cemberut. Aisha mengelak lalu mengelap-lap mulutnya. Kesal sendiri, tapi Risa malah tertawa.
“terimaaa.. udah terimaaa.. kapan lagi dapet cowok ganteng?? Fotonya cakeb bener deh.. gue aja bakalan naksir banget sama doi kalau gue jadi lu,” canda Risa ketawanya kencang sekali.
Aisha menggeleng, malah dia duduk menyandarkan dagunya di meja pantry.
“eh.. gak boleh begitu.. ntar jauh jodoh,” ujar Risa. Lalu dia tanya lagi apa Shin hari ini ada hubungi Aisha, tapi Aisha menggeleng saja.

Rabu, September 24, 2014

The Jengkol Heirs (Part 1: Eommaneun Eodi Isseubnikka?)

Cerita ini cuma iseng aja kok.. jangan dimasukin ke hati banget..

“kamu yakin Nampyeon.. kita akan menikmati liburan indah di Indonesia??,” kata salah seorang isteri lelaki korea di rumahnya di Seoul
Suaminya mengangguk,”aku sudah siapkan visa dan passport kita bertiga.. Minho harus ikut kita.. kasihan dong dia kalau hanya di jaga Eomma dan Appa.. jangan merepotkan mereka.. lagipula.. Minho anak manis.. dia gak rewel kalau kita bawa jalan kemana-mana,”
“tapi Minho baru dua tahun.. berapa lama kita akan liburan disana?? Apa nanti dia tidak mabuk perjalanan??,” tanya isterinya lagi, khawatir anak mereka satu-satunya yang masih kecil itu sakit diperjalanan antar negara yang jauh dan butuh sekitar 10 jam lebih.
“aku rasa tidak.. dia termasuk anak yang kuat.. iya kan, Minho??,” suaminya mencubit pipi anak kecil yang cakep dan manis, yang sedang bermain mobil mobilan remote di ruangan itu

Senin, September 22, 2014

My 3 Supernatural Beloved Kids (Part 10: Persaan Yang Tersisa)

Starring: Lee Minho, Park Minseo, Lee Jin Ho, Lee Young Joon, Lee Hana.

Hari-hari berlalu.. 1 minggu.. 1 tahun berikutnya Minho berhasil masuk ke Universitas negeri dambaan dia. Dia berteriak kegirangan ketika mengetahui berhasil masuk ke universitas itu melalui sistem online yang ada di sekolahnya.
“Kyaa.. aku berhasil masuk, Soo Hee! Keinginanku terwujud!,” teriaknya senang, dia memeluk teman sekolahnya yang cewek sekaligus pacarnya, Kang Soo Hee.
“iya.. aku juga.. seneng banget deh kalau gini caranya.. kita masih bisa sama-sama lagi nanti satu universitas, Minho!,” Soo Hee juga memeluk Minho. Beberapa anak yang lulus juga dari pengumuman online itu teriak-teriak kegirangan.
Tampaknya Minho sudah bisa melupakan Minseo karena diakhir sekolahnya, dia bisa berpacaran dengan teman nya lain kelas itu.
“aku traktir kamu makan ya.. hehe.. aku harus bilang Appa dan Eomma kalau aku lulus nilai bagus.. mereka pasti seneng banget aku bisa dapat universitas negeri terkenal.. jurusan yang sesuai minatku lagi,” kata Minho kegirangan. Ya, Minho berhasil mendapatkan rank pertama di sekolah itu untuk masuk dalam fakultas ekonomi di sebuah Universitas terkenal di Seoul.
“haaa.. pokoknya aku senang banget deh.. aku bisa lulus!!,” dia masih loncat loncat kegirangan.
Guru-guru datang menghampiri dan memberikannya selamat, begitu juga teman-temannya.

Kamis, September 18, 2014

hopes of love

filling the vessels of love with tranquil souls
hope all will be back in the zero point
Where is my beautiful story about you?
fireflies flew together in the middle of a dark forest night?

I saw pensive moon in the sky
Are you and I able to fly there?
the dragon is thirsty of love
only our love can make its laver is not dry out

I looked at the dark night with the falling shooting stars
Trying to dominate the relentless night ..
just to wait for you here
Keep dreaming and keep dreaming
Until the sun passes in the morning with a smile

dew is so cool to remind all memories
cricket children asking mercy from the mother in the morning
birds twittering.. calling your name
as i open the windows of our hopes of love

sky of love

Tickle clouds in the sky
Hey.. why are you always blue??
you make me wonder..
How can i send love messages for him?

Cloud just answers "love me"
Love you.. how come?
Then.. send my love to him
with all the polar andromeda galaxy in our hearts

Tilt your head, o dear lover
let the tears gone with the wind
let sky wipe them off away
and you could laugh so happily louder

in every cold words you say
i will make them warm again
through the dewy green grass
you'll see that happiness

in the sky of love we write on our dreams
never let them go..
even the dust of world will be vanished
with our souls within the eternal things inside

Tickle clouds again in the sky
feel the air breeze so deep harmonizing around
Happy laughing louder as i saw you before
in the sky of love

Maha cinta ku

Kerinduan tak bertepi
Memaksaku berkelana ke ujung negeri
Indah kulalui tapak tapak hidup ini
Sampai ujung jalan tak kulihat lagi

Tak ada keraguan debu hitam cinta untuk Mu
Kala ku meragui cinta Mu,angin lembut menyapa jiwa ku
Kekasih hati yang tak akan pernah pergi
Walau raga sunyi sepi tak bertuan lagi

Ku pegang erat kilauan emas firman Mu dalam hatiku yang masih berdebu
Kuharap Engkau selalu menyinari diri ku dengan rahman dan rahim Mu
Ketika tiada lagi yang bisa kugenggam
Hanya nama Mu yang ku dawam

Biarkan aku mencintai Mu semampu ku
Cinta yang berharap lebih dari seorang kekasih biasa
Sampai ku kecup embun pagi syukur sejuk dalam setiap jiwa
Janji Mu takkan pernah ingkar dalam kehidupan ku

Wahai Maha Cinta.. Jangan pernah hilang dari jiwaku yang lelah
Jangan keluarkan aku dari jaring cinta Maha Suci Mu yang tak beradu batas
Kekalkan aku dalam pelukan Mu erat
Karena kasih Mu yang hanya ingin ku dekap

Wahai Maha Cinta.. Cukupkan aku dengan cinta Mu
Lelahkan aku dalam rindu Mu
Puaskan dahaga resah imanku hanya pada Mu
Sang pemilik cahaya cinta... Fanakan aku dalam mencari selain cinta Mu..

Bejana cinta

Semua nyanyian berlalu
Gelap dalam ujung jalan itu
Hanya nyanyian hati mengalun di setiap detik malam
Pada waktu yang tak jua berujung

Oh... Indah cinta disepanjang peristiwa
Namun sakit pula tertusuk rasa
Mawar dapat berdarah
Pelangi dapat sewarna

Kupikir semua itu hanya mainan khayal ku saja
Merobek robek kertas impian
Menjadi keping keping awan
Lalu jadilah hujan dihatiku

Cinta mungkin boleh tak berpihak padaku
Tetapi siapa perduli soal itu?
Pastinya kamu juga,kan?
Karena...hanya hati yang sanggup mengatakan

Tanpa suara,tanpa kata
Tembusan jiwa tak butuh itu semua
Cukup memejamkan mata sekejap saja
Lalu bayang jiwamu hadir keindahannya

Ku tahu cinta tidak cukup sekedar kata
Ingin ku robek semua takdir dan berjalan Sendiri.. Sendiri...
Melalui api,air,angin dan tanah kehidupan
Aku berhak memilih cinta...

Aku hanya ingin menjadi rasa dibalik bentuk mu
Menciptakan dunia yang mereka tidak impikan
Cukup dunia ku saja dalam anganku tentangmu
Lalu..jangan mereka biarkan merobek dan melempar semua tentangmu

Awan berarak menjadi hujan bukan tanpa makna
Begitu juga tiap titik air mata
Semua ada pada satu peristiwa
Terkumpul dalam bejana cinta

Salang Itu Cinta (Part 3: Teman??)

“nih coklatnya buat lu,” kata Aisha di pantry memberikan coklat pada Risa yang duduk di sebelahnya.
Risa cengengesan,”kok gak dimakan..kan dari yang tersayang?? Hehe”
“rese lu,” jawab Aisha sambil cemberut. Dia lemparin dua batang coklat itu ke depan Risa.
“gak boleh gitu dong, say.. dia dah ngasih sesuatu sama lu.. ya terima aja,” balas Risa, dia kembalikan lagi coklatnya ke depan Aisha.
“gue males,” jawab Aisha singkat
“move on dong.. buka diri.. lu susah banget move on nya,” keluh Risa. Mereka memang sudah berteman lama di kantor itu.
“susah... gue males ngadepin cowok... lu kan tahu daridulu gue paling gak suka cowok mainin perasaan cewek.. akhirnya gue males.. gitu lagi.. gitu lagi.. gaje ntar hidup gue.. bakalan galau terus,” balas Aisha masih dengan ekspresi cemberut
“kan kita gak tahu apa yang terjadi, Say.. kali aja dia emang suka lu??,”
Aisha berekspresi seperti orang yang sedang ikutan salahsatu reality show horror,”kamera... mana kamera?? Saya nyerah”, katanya sinis bercanda pada Risa. Risa tahu benar kalau Aisha penuh trauma dengan para cowok. Dia bukan tipe cewek yang main-main dalam soal hubungan, dia akan serius membahas sebuah hubungan dan bisa saja berkorban kalau memang sudah ada keterikatan yang dalam. Dan dia belum menemukan cowok yang bisa mengerti itu.

Senin, September 15, 2014

Salang Itu Cinta (Part 2: Coklat... Modus atau Bukan?)

Shin dan Aisha masuk ke sebuah restaurant. Perasaan Aisha sudah malas sekali yang namanya pergi-pergi sama cowok.
“cepetan nanti makannya.. cepetan nanti makannya... gua mau pulaang,”keluhnya dalam hati sepanjang jalan menuju tempat itu.
what is your job, Aisha?,” tanya Shin ditengah perjalanan mereka naik taxi.
I am a nutritionist,” jawab Aisha singkat, dia hanya mengaku kalau dirinya sebagai ahli gizi.
“that’s nice.. in Korea, it’s really needed, actually.. and anyway, you are very slim,” pandangan Shin langsung dari atas ke bawah. Jelas saja, Aisha tidak suka dilihat seperti itu, seperti dimakan cowok.
“kayaknya cowok semua dimana aja sama deh.. seneng banget lihat cewek tatapan mata mau mangsa,”keluh hatinya Aisha.
Dia berusaha sembunyikan ke-bete-an tingkat dewa nya.
“i am slim since i was a child,” jawab Aisha dengan rada bete, tapi belum ditangkap ke-bete-annya itu oleh Shin.
many korean girls want to be slim..so you are lucky not to try hard to be slim,” kata Shin lagi senyum lalu sedikit melihat jalan.
Aisha jadi ketawa aneh,”ah.. ya.. hahaha.. lucky me”, jawabnya pada Shin.
Padahal dalam hatinya dia kesal,”kepo banget deh lu... gue bete banget kalau ada cowok bahas-bahas soal fisik.. nyebelin”, dia menggerutu saja dalam hati. Dia melihat jam, sudah waktunya magrib, pasti dia harus ibadah.

Sabtu, September 13, 2014

Salang Itu Cinta (Part 1: Cuma Menolong Kok)

Hari senin itu memang Jakarta terlihat sibuk, padahal habis lebaran dan aktivitas banyak orang dari berbagai daerah sudah mulai ramai. Begitu juga di salah satu halte di daerah jakarta. Aisha setiap hari menunggu bis yang lewat tempat dia bekerja. Hari itu dia agak gusar melihat jam tangan sudah menunjukkan pukul 7 pagi.
“aduh.. kacau nih.. kebiasaan deh 89 suka lama banget,” keluhnya dalam hati. Dia melihat jalan besar dari kejauhan, berharap ada bus yang dia tunggu D89 segera.
Dia gusar takut terlambat. Terus dia memperhatikan banyak kendaraan yang lalu lalang.
“ah.. parah nih.. sudah 30 menit begini,”keluhnya lagi, jam memang sudah menunjukkan 7.30 pagi. Dia pun mengeluarkan smartphone nya
“say.. sorry nih, aku bisa terlambat sepertinya sih.. tolong bantu aku kerjain laporan kemarin ya,” pesannya di smartphone itu pada temannya, Risa.
Seorang cowok muda dari jarak beberapa meter menghampiri kerumunan orang yang sedang juga menunggu bus.
sorry, pardon me.. can you speak english?? Understand english??,” tanya cowok itu pada seorang lelaki yang berdiri di halte itu.
Lelaki yang ditanya kebingungan, di tidak faham bahasa inggris,”gak ngerti gue,” katanya menggerakkan tangannya, bingung mau bilang apa pada cowok yang mengajaknya bicara bahasa inggris itu.
Cowok tinggi putih dengan backpaker dan kamera canggih yang berbicara bahasa inggris itu kebingungan dengan lelaki yang dia tanya. Dia lalu beralih bertanya pada seorang ibu yang berada di sebelah lelaki yang ditanya.
can you speak english, madam??,” tanya cowok itu.
Si Ibu yang ditanya langsung bingung,”aduh.. gak bisa aku bahasa inggris..gak ngerti ah..”, dia langsung menjauh dari cowok itu.
Cowok itu lalu berkeliling bertanya pada orang-orang yang ada di halte itu.

Rabu, September 10, 2014

Pernikahan ½ (Part 27: Menyesal Selalu Belakangan Datangnya, Iya Kan?)

“kamu harus kerja, Minho kun.. kami tidak bisa membantu kamu lagi.. ini semua karena kecerobohan kamu sendiri,” kata Kohashi yang duduk tegak di depannya.
Minho duduk juga menunduk hormat padanya, seperti setengah bersujud,”sumimasen, Otoosan.. aku sungguh minta maaf atas kecerobohan yang ku buat..”
”tadinya aku berharap kalian dewasa setelah aku kecewa dengan keputusan anak bungsuku ingin menikah dengan kamu,” lanjut Kohashi lagi.
Minho masih posisinya setengah bersujud,”aku minta maaf, ayah.. aku hari ini akan pergi cari kerja.. tempat ku jadi model masih mau menerima aku pemotretan produk yang sejenis,”
”lakukan yang terbaik untuk anakku dan cucuku nanti.. aku ingin kalian belajar.. kalau berumahtangga itu tidak semudah yang kalian bayangkan,” Kohashi lalu berdiri dan meninggalkan Minho diteras belakang ruang keluarga itu. Minho masih menunduk hormat sampai mertuanya itu benar-benar hilang dari hadapannya.
Pagi-pagi sekali dia sudah termenung di teras belakang sendirian. Tadi malam dia tidak tidur bersama Aiko karena marahnya cewek itu dengan kebodohannya.

Minggu, September 07, 2014

Aku Bukan Bang Thoyib (Part 33: Tidak Ada Yang Bisa Pergi Dariku, Termasuk Kamu)

Ani, Appa.. aku sudah pikirkan,aku tidak akan kembali ke Seoul lama sampai urusanku selesai... aku akan berusaha meeting dengan para komisaris.. ,” Minho sangat galau, dia takut dikembalikan ke Seoul, karena dia pikir, dia harus bisa menjaga semua kondisi stabil, termasuk kondisi keluarganya sendiri.
”aku tahu apa yang ingin kamu bicarakan, Minho.. Kwon Yun sudah cerita padaku,” jawab ayahnya.
I am so sorry, Appa.. tapi memang begitulah.. dan sekarang..aku belum pulang ke rumah lagi,” ujar Minho
Ayahnya bingung dengan perkataan anaknya itu, ternyata Minho mengungsi di rumah mertuanya, Beh Hamid, walau tidak termasuk Suryanto dan Suminah.
”aku tidak sangka kalau terror akan terus berlangsung,” ujar Ayahnya
”begitulah..aku sudah mengatakan pada Kwon Yun kalau dia harus cepat menyelidiki..tapi tampaknya dia gak punya waktu,” balas Minho

Minggu, Agustus 31, 2014

Nampyeon Ku Cowok Cantik (Part 13: Kamu ....Aduh.. Berani Sekali!)

Starring: Lee Minho, Jung YoungHwa

“haaa.. akhirnya kerja di Jeju selesai juga…!,” Minho menggeliat melebarkan tangannya di tempat antri bagasi. Banyak sekali cewek-cewek memperhatikan dia dan teriak-teriak, tapi dia cuma melambaikan tangannya pada mereka setelah dia menggerakkan tangannya karena kelelahan. Dia berharap bisa sedikit beristirahat besok kemudian lusa dia dan Areum akan mulai agenda baru lagi.
Dia sibuk saja melambaikan tangannya untuk para fans yang kebetulan melihatnya. Areum sengaja menghindar dan dia malah lebih banyak bersama crew dan pemain yang lain.
”kamu apa gak cemburu lihat Minho seperti itu?,” canda Ik Soon pada Areum
Areum hanya menggeleng,”ah.. masak iya harus cemburu sih?? Gak bisa kan?? Dia model, banyak yang miliki dia”
”yeah.. memang begitu sih resikonya kalau jalan sama yang sudah terkenal banget.. untung mereka tidak lihat kamu loh... sepertinya mereka tidak tahu kamu ada?,” bisik Mi Young pada Areum
Areum kembali membisiki crew itu,”aku memang tidak suka terkenal.. beruntung fans nya tidak lihat aku”

Rabu, Agustus 27, 2014

Nampyeon Ku Cowok Cantik (Part 12: Body Losion Supaya Kulitmu Halus)

Starring: Lee Minho, Jung YoungHwa

Berita kalau Jung Yonghwa dan Kim Yu Ri pacaran sudah beredar karena adanya part terakhir dari reality show Yonghwa mencari cinta. Mereka menjadi pasangan baru yang bahagia.
“Rasanya kamu beruntung sekali jadi cewek, Yu Ri.. kamu dicintai Yonghwa banget,” kata Hee Sun. Mereka sedang ada di rumah susun yang ditempati Yu Ri.
Yu Ri senyum saja,”ini kan baru, Hee Sun.. aku belum banyak tahu tentang Yonghwa, walaupun beritanya ada dimana-mana,”
”memang kalian sudah jalan berapa kali dalam bulan ini??,”
Yu Ri menghitung dengan jarinya,”um.. baru 2 kali”
”wah.. sedikit sekali.. pasti karena Yonghwa itu sibuk banget deh,”
Yu Ri mengangguk,”iya.. hari ini saja dia baru saja telepon aku kalau dia ada rencana mau pergi ke kota lain.. konser gitu”
”wah.. ternyata repot juga pacaran dengan artist,” ujar Hee Sun
Yu Ri mengangguk,”aku harus membiasakan diri,”
”kamu sanggup??,” tanya Hee Sun penasaran.

Selasa, Agustus 26, 2014

Pernikahan ½ (Part 26: Uangnya Kemana, Minho Nampyeon?)

Ketika pulang liburan, Minho dan Aiko kembali pulang tetapi tidak langsung ke rumah susun mereka, melainkan ke rumah orangtua Aiko untuk menginap 1 malam disana. Mereka pulang dengan wajah ceria sehabis liburan lebih dari 1 minggu.
“kuliah kalian kapan dimulai lagi??,” kata ayahnya Aiko, Kohashi.
Minho duduk di depan para anggota keluarga isterinya itu,”masih ada sisa satu minggu lagi, Otoosan”. Dia sudah mulai terbiasa akrab dengan keluarga Aiko.
“mau bermain kemana lagi?? Aku lihat wajahmu kusut sekali?,” tanya Kohashi.
eh... hontou desu ka, Otoochan?? Heeehh.. naze ka, Otto??,” tanya Aiko pada Minho. Dia mengelus pipi Minho dan menolehkannya pada dirinya.
“enggak kok.. aku gak apa-apa..,” jawab Minho dengan wajah memang agak sedikit panik. Entah apa lagi yang dia sembunyikan.
“rasanya Seoul-Tokyo tidak terlalu jauh kalau naik pesawat,” ujar Kohashi santai sambil minum teh hijau hangat dimusim dingin itu, seperti sindiran karena melihat wajah menantunya yang dirasa masih menyimpan sesuatu.
“ah..memang dekat Otoosan.. tapi aku memang merasa lelah,” jawab Minho menunduk hormat pada mertuanya.
“ya.. kalau begitu beristirahatlah,” ujar Kohashi. Minho menunduk hormat pada semua anggota keluarga Kohashi dan dia pergi menuju kamar Aiko.

Minggu, Agustus 24, 2014

My 3 Supernatural Beloved Kids (Part 9: Jadilah Minho Yang Dewasa Suatu Hari Nanti)

Starring: Lee Minho, Park Minseo, Lee Jin Ho, Lee Young Joon, Lee Hana.

Enam bulan sudah Minho dan Minseo pacaran. Minho sering bilang kalau dia makin cinta saja dengan cewek yang usianya 7 tahun lebih tua darinya itu. Tetapi hari itu dia galau dengan perkataan salahsatu tantenya yang padahal sudah lama tidak bertemu dengan mereka, sepertinya pembicaraan itu berulang lagi diantara para tante dan ibunya.
“mereka bilangnya kamu akan manfaatkan aku.. menyebalkan,” gerutu Minho ketika di memeluk Minseo di kamarnya.
Minseo cuma senyum dengan kelakuan pacarnya itu, yah.. baginya hal seperti ini pasti akan jadi pembicaraan juga, tidak mungkin tidak.
Minho masih saja memeluknya.
“kamu.. gak mau kerjakan PR nya??,” bujuk Minseo.
“malas,” jawab Minho masih memeluknya.
“wajahmu pasti cemberut deh, hehe,” canda Minseo, dia mengelus punggung Minho dalam pelukannya.
Minho diam, tandanya dia lagi bete dan tidak mau diajak bicara. Minseo membiarkan dia tetap memeluknya, sampai nanti memang biasanya bete pacarnya itu hilang sendiri.
Dan benar saja, Minho melepas pelukannya lalu kembali ke meja belajarnya. Minseo ikut menghampirinya.

Kamis, Agustus 21, 2014

Cinta Dokter Cute (Part 12: Cinta Kandas.. Harus Bagaimana?)

Lee Minho sebagai dokter Minho    Kazuki Kitamura sebagai dokter Choi Hyeon Jun Gackt sebagai dokter Roh Seung Won

Hye Rim memakai gaun putih yang indah, seperti gaun pengantin di hari minggu yang cerah itu... di rumah Minho. Dihari minggu itu, mereka akan resmi bertunangan. Wajah Minho kusut, sama sekali dia tidak ada semangat. Dia tetap berdandan seperti layaknya seorang yang ingin bertunangan, tetapi pikirannya melayang-layang jauh mencari Shin Young.
Sementara diantara undangan itu ada Ji Hwan rekan sejawatnya di kedokteran gigi, Seung Won, Hyeon Jun dan rekan sesama model. Minho tidak bisa menyembunyikan wajah murung dan tidak sukanya pagi itu, dia lebih pilih diam saja ketika orang sudah mulai ramai dan acara akan segera dimulai. Dia marah, menggerutu dan mengeluh pada kakaknya, Hye Gyo.
“Tidak ada yang bisa membantuku..tidak ada! Menyebalkan!!,” dia memaki-maki dirinya sendiri dikamarnya, walau sudah berdandan rapi. Dipandangnya wajahnya di depan kaca, matanya merah, marah.
Dia menggaruk-garuk kepalanya sendiri, kesal, rambutnya berantakan lagi. Bolak balik saja antar sudut ruangan.

Minggu, Agustus 17, 2014

Mabuk cinta

cinta memang buta
aku mencari mata dalam mata
karena itu aku melihat segalanya
ku gunakan matanya sebagai pelita

pernahkah kau bicara dengan kekasih jiwa?
tak akan pernah kau temukan dia memakimu tanpa alasan
bersama durinya pohon kurma
ada manis buahnya yang bisa kau kunyah

kau berkata tak perlu melihatku
tetapi kau telah buat ku mabuk kepayang
bahkan gentong-gentong anggurpun
tak cukup membuatku lebih mabuk 
daripada mabuk kata-kata cintaku kepadamu

makin gila aku.. makin tak pernah tahu siapa aku
makin setiap detik hidup hanya berkhayal engkau
saat menyusuri jalan panjang dan penuh api, 
aku bertanya,"kapan aku bisa melihat kekasih hatiku??
jawab mu hanya,"saat masa keabadian itu datang"
apakah itu lama bagiku?? karena gila ku tak lagi bisa kutahan
sang kekasih hanya menjawab,"hanya sekedip matamu"

burung hijau vs elang

hey..kudengar langit memanggil
siapa saja yang bisa kesana seperti burung hijau??
aku menemukan diriku hanya sebatas elang pengembara
kalah melayang dengan indahnya dia

hujan itu asalnya dari surga
bumi pun terasa jadi surga
kiamat itu hanya ada dihati kita
tanpa kau rasa.. kau menuju padanya

tidak perlu celoteh panjang lebar tak bermakna
cukup meminum seteguk air dari luasnya samudera
dengan jiwamu sendiri, terbanglah seperti si burung hijau
pergi jauh ke langit, ketuklah pintu

saat bermimpi itulah saat kita hidup
berbicara dari hati ke hati, melepas tembok setinggi langit, seluas cakrawala
jangan taruh lambungmu saat dia rindu
agar dia dengan cahaya nya memelukmu

My 3 Supernatural Beloved Kids (Part 8: Kenapa Dengan Para Tantemu, Minho?)

Starring: Lee Minho, Park Minseo, Lee Jin Ho, Lee Young Joon, Lee Hana.

Hubungan pacaran Minho dan Minseo masih berlanjut. Minho jadi rajin banget belajarnya karena dia memang banyak dapat support dari Minseo. Tampaknya orangtua Minho biasa saja sikapnya dengan anak mereka yang pacaran dengan cewek lebih tua, terlebih Minseo terkadang lebih jadi seperti guru Minho dibandingkan pacar. Dan seperti biasa pula bagi Minseo dengan kegiatan kesehariannya: kerja- rumah- jalan jalan dengan Minho.

Jumat, Agustus 15, 2014

Aku Bukan Bang Thoyib (Part 32: Gila!)

Seminggu pulang berkeliling Bali dan Lombok, Minho dan Rima akhirnya kembali ke Bekasi. Minho harus siap lagi tangani perusahaan dan berhubungan lagi dengan Tina, sekretarisnya. Seperti biasa, sikap Tina biasa saja tanpa ada masalah atau terkesan membenci boss nya itu.
Minho memperhatikan gerak gerik Tina ketika bekerja, dari pagi sampai siang, dia tidak menemukan hal yang mencurigakan. Dia lalu chatting dengan Kwon.
“memang seperti tidak ada yang mencurigakan.. apa kita salah sasaran??,” ketik Minho di chatnya pada Kwon.
Kwon pasang icon heran,”dari kemarin aku ngobrol dengannya juga biasa saja... cuma memang baru hal-hal ringan yang kita obrolin sih... hobi, hang out, nonton”
Minho menggerutu, dianggapnya hal itu lama menarik kesimpulan, sementara isterinya sudah khawatir.

Minggu, Agustus 10, 2014

My 3 Supernatural Beloved Kids (Part 7: Saat Cinta Berlabuh)

Starring: Lee Minho, Park Minseo, Lee Jin Ho, Lee Young Joon, Lee Hana.

Pacaran antara Minho dan Minseo akhirnya jadi juga. Minho yang jauh lebih muda ingin Minseo banyak mengarahkan dia, terutama untuk semangat belajar. Sementara, Song Yu tidak tahu hubungan mereka yang sebenarnya, walau kadang mereka jalan bertiga, seperti apa kata Minho, dia pandai menyembunyikan perasaannya pada Minseo ketika bersama yang lain. Hari itu, mereka jalan ber-enam lagi untuk acara sosial yang lain.
“Jadi Minho.. kamu setiap hari kerjanya cuma belajar saja dong?? Asik banget sih??,” tanya Na Ra pada Minho dalam mobil, mereka akan menuju sebuah panti orang dengan depresi.
Minho mengangguk saja karena dia sedang berkendara,”ya begitu sih.. kerja anak SMA apalagi??”
“punya pacar gitu??,” celoteh Lea langsung main serobot kata-kata.
Minho senyum, dia sembunyikan pacarannya dengan Minseo.. sementara, Minseo yang duduk dibelakang bersama Na Ra dan lainnya hanya diam saja.
“enggak ah.. malas pacaran.. soalnya sibuk belajar... gak sempat deh,” balas Minho, dia benar benar asli berkilah didepan teman-temannya Minseo.

Sabtu, Agustus 09, 2014

Aku Bukan Bang Thoyib (Part 31: Sebuah Rencana)

“Selamat pagi semuanya…!!,” Kwon mendadak masuk ke ruang makan. Dia langsung duduk di depan Minho yang masih sedikit mengantuk dan minum segelas air pagi itu.
”oh hi, Kwon… sepagi ini datang??,” tanya Rima dengan ramah. Dia sudah menyiapkan sarapan pagi dengan Suminah.
Kwon cengengesan,”aku ingin makan disini... kasihanilah aku, gak punya pacar..gak ada yang masak untuk ku”, dia main mengambil piring dan makanan di meja, Minho menepis tangan sepupunya itu.
wash your hands 1st before eating,” kata Minho dengan nada ketus
Kwon menggerutu dengan bahasa ,”sudah menikah masih saja suka mengomel”, Minho tidak mengerti apa maksud sepupunya itu. Kwon tetap santai menyendok nasi gorengnya, Rima hanya tersenyum melihat kelakuan sepupu iparnya itu.
“Kwon boleh makan disini sesukanya.. nanti aku minta tolong dengan Bu Suminah kalau memang mau,”
” nah kan.. isterimu saja tidak melarangku,” balas Kwon pada Minho dengan bahasa mereka.

Jumat, Agustus 08, 2014

My 3 Supernatural Beloved Kids (Part 6 : Ditolong Pangeranku)

Starring: Lee Minho, Park Minseo, Lee Jin Ho, Lee Young Joon, Lee Hana.

Minggu depan sudah tiba, malam minggunya, Minseo sengaja menginap di rumah Song Yu supaya mereka bisa membuat paket untuk anak sekolah daerah miskin itu. Dia dan beberapa temannya sibuk mempaket paket peralatan sekolah dan permen.
Minseo dan teman temannya senang sekali malam itu. Mereka mengobrol apa saja, tertawa tawa di rumah Song Yu sambil bikin paket.
Tiba-tiba, Minho telepon lagi Minseo. Minseo mendiamkan telepon itu berkali-kali. Dia malas karena ada Song Yu disebelahnya.
“ada telepon.. kok gak kamu angkat??,” tanya Song Yu
“ah gak penting banget,” jawab Minseo singkat.
Minho terus misscall Minseo.. akhirnya Song Yu mengintip juga.
“eh.. itu dari Minho.. kenapa kamu gak mau angkat?,” tanya Song Yu lagi.
“nanti saja, Song Yu.. kita masih belum selesai.. mungkin dia cuma tanya soal apa besok paketnya mau diantar dengan mobilnya atau enggak,” balas Minseo dengan setengah cuek.
“ya...diangkat saja kalau begitu sih.. ,” balas Song Yu.

Rabu, Agustus 06, 2014

Lebur cinta

Cinta penderitaan menanggungnya tiada akhir masa
Maka jadilah surya untuk sang kekasih yang engkau cinta
Tidak menjadi lilin baginya
Yang hanya cukup menyinari seluas ruang biasa

Sang pencinta begitu senang tak terkira
Jiwa menyatu dengan sang kekasih pujaan di setiap rasa
Pisau belati menusuk tak akan terasa
Karena satu romansa membayangkan hanya yang dicinta

Kurun masa engkau akan terus mabuk
Petikan petikan dawai membawa mu terbang
Ke atas langit surga langit berarak
Hanya diri dan sang kekasih yang terbayang

Jika hati dan jiwaku sudah satu denganmu
Kumpulan bara seperti dinginnya salju
Sang kekasih...tetaplah masuk di jiwaku
Sampai keping alam semesta tak tersisa lagi diruang dan waktu

Perjalanan

Dalam perjalanan ku mengerang
Pada jiwa yang kesakitan
Peluh bagai buih kasar dilautan
Yang pecah terhempas karang

Anggur dunia belum banyak kureguk
Tapi cintaku padamu memabukkan
Bagai anak panah menuju sasaran menukik
Lepas dari busur tak berkesudahan

Tidak pernah lepas mata menyusuri tepian hati
Aku mau ke tengah.. tidak hanya mematung ditepian
Menggapai cahaya melawan gelap sunyi
Menelusuri guratan hati kekecewaan

Jalan dipinggir ku takkan selamat
Hanya masuk pintu hatimu aku terlindungi
Kupikir lelah hanya sebuah bayangan sekelebat
Terbayar setelah ku masuk pintu kesadaran diri

Semakin engkau hanya menyuruhku berdiri ditepian
Tidak bertempur melawan hati kasar penuh debu hitam
Aku hanya tetap mematung ditepian
Tanpa bisa lebur ke hatimu yang dalam

Engkau kekasihku
Jika engkau pergi...aku pun pergi
Jika engkau ada dalam jiwaku
Maka hanya ada aku dan engkau. . dalam hilangnya diri ku

Gila cinta

Jika engkau menyuruhku pergi ke neraka
Aku akan ikut engkau ke neraka
Mencintai lebur dengan yang dicinta
Tidak peduli dimana engkau dan dia berada

Jangan mengaku cinta jika engkau tak selalu sebut namanya
Sang kekasih cemburu kalau engkau mengganti hatinya
Jika mengaku pecinta sejati,jangan pernah membuat cemburu buta
Walau hanya sehela nafas saja

Dicintai itu penuh cemburu
Itu kalau engkau merasa
Cinta palsu hanya sekejap engkau mendalaminya
Tak lebih rasa hausmu dalam air membeku

Lidahmu terkunci ketika jiwa lain menyebut namanya
Kemarahan muncul...memaksa engkau hanya ingin bersama kekasih
Satu... satu..tiada lagi jurang dalam menganga
Apakah lagi hanya sebuah tembok terbongkah?

Batas itu menjadi sangat tipis. .tipis terpisah..
Air dan udara jua tidak lebih darinya
Nadi ku juga nadi kekasih..
Helaian benang hidupku juga engkau punya..

Hati

Hatiku mungkin tidak engkau temukan dirumah rumah ibadah
Hatiku mungkin bersama para penyamun
Hatiku mungkin diantara kumpulan para pelacur
Hatiku mungkin ada juga di dalam dirimu

Siapa bisa memegang sinar hati lebih dari terik surya bersinar?
Tak ayal hanya ketika cinta saja yang datang terpaku
Tak perduli badanmu datang padaku penuh debu cela dan kotor
Hatiku hanya untuk yang melihat ku

Ku tunjukkan jejak jejak pelangi kebajikan
Tak peduli hanya sebiji sawi yang engkau tebar
Aku lah kekasih yang selalu engkau cari dalam banyak perjalanan
Bahkan ketika tidak ada lagi rumah rumah ibadah yang engkau pijak

Aku hanya menginginkan ada dihatimu
Kegundahan menjadi embun sejuk
Kesakitan menjadi obat bagimu
Kemelaratan menjadi kekayaan hati yang berserak

Ku akan bayar cinta dengan pundi pundi keabadianku
Dalam ruh ruh burung hijau berterbangan bebas di puncak surga
Duhai jiwa.. mengapa engkau masih berpaling dariku?
Jika hanya aku yang engkau mengaku cinta?

Menunggu waktu terpilin

Ketika ku terdiam,engkau melangkah
Ketika kucoba melangkah,engkau berlari
Tak kusangka cintaku terbalas lebih
Hanya karena kusebut namamu dalam hari hari

Kerinduan menggila akan pertemuan
Tak kan ku rasa kesakitan raga
Diri ku hanya pinjaman
Sampai masa ku kembali ke baka

Menunggu sang kekasih itu tersiksa
Menari berputar putar hilang arah tak jua menghapus dahaga
Kekasih belum ku jumpa.. tunggulah aku disana!
Dipadang mizan luas ku menanti naungannya

Tidak cukup doa doa terucap dari mulutku
Tidak cukup noda hilang dengan permohonan
Kekasih bahagia dengan kumpulan rintihan malamku
Bergulat antara cawan cawan dosa dan kidung penyeru kebajikan

Engkau melihat ku menangis
Tak sanggup menahan kejenuhan dalam penantian
Bukankah..rindu ini yang sedari nyawa ku ada... ku kais?
Sampai dia kembali lagi pada kekasih sejati. .
Menyudahi episode mengurai waktu terpilin

Jiwa Kering

Keagungan kasih tidak ku dapat jika membayangkan raga mu saja
Dia hanya sebuah kendaraan
Tak apalah kadang mungkin ku sedikit mengaguminya
Asal jiwa tidak hilang pelan pelan

Tetapi..ku cari raga kekasihku tiada jua
Engkau ada dimana ku ada
Dalam gelap atau cahaya
Itu sebabnya ku tak mencari raga

Kemana. .ada di sudut mana ku berdiri
Menerawang ujung ujung bumi tuk menanti
Naik tinggi..yang tak ku kira sekedip singgasana mata hati
Meletakkan dahiku pada pijakan ciptaan kekasih diri

Burung burung terbang kembali ke sarang saat lazuardi terindah
Begitu juga jika ku rasakan kehadiran kekasih
Cintaku bagai tak habisnya memuji
Sampai tinta air samudera kering menulis kata kata indah demi yang sejati

Dan ketika gelapnya malam hadir
Engkau menyelimuti ku dengan cinta
Berjumpa saat lambung ingin dekat dengan peraduan
Hanya untuk bicara denganmu kekasihku

Jangan pernah berpaling dan meninggalkanku
Sebab jiwa ku semua ada padamu
Seteguk air yang kuminum pun darimu
Apakah lagi jiwa keringku?

Buta dan Lentera

Kebutaan mata tak menghalangi cinta buta ku padamu
Ya...cinta itu buta.. terlebih rasa cemburuku
Tak ingin ku lepas walau dalam diam ku
Sejatinya..dalam kegelapan itulah cintaku padamu

Lentera tak perlu dinyalakan siang hari
Surya tak bisa tergantikan hanya demi sebuah titik sinar
Bodohlah aku untuk mendapat perhatian hati
Tak mengapa..karena hanya itulah yang jiwaku pancar

Kutahu rayuanku tidak akan mematikan engkau
Karena memang aku bukan penjilat cinta
Aku hanya menyanyikan bait bait cinta lewat dawai tua
Agar engkau tetap mencintaiku

Kuingin rasa menghilang satu persatu sampai tiada bekas
Dalam kumpulan cawan emosi lamawwah
Menuju cinta dan nafsu muthmainnah
Agar ku berjumpa engkau..dalam kerinduan gila yang menggerogoti tiap hela nafas

Perlu ku cemburu pada kekasih sepertimu
Bila perlu..kubunuh perasaanku agar menyatu denganmu
Keegoisan hatiku terganti hanya ada aku dan engkau
Barulah ku rasa sempurna cintaku padamu

Tangga langit

Tangga tangga menuju langit tidaklah jauh
Itu ada di dada mu sendiri...kecil..hanya sebuah rongga pipih
Tak akan pernah kau sangka.. itulah yang menuju hati sang pencipta
Setelah banyak perjalanan jiwa engkau tempuh mencarinya

Mudah sekali seorang perayu berpuisi cinta
Putaran putaran masa terus berkecamuk mencari satu noktah
Masuk kedalam spiral spiral membuai jiwa
Diantara himpitan himpitan desakan noktah hitam semesta

Aku melihatmu ketika mata terpejam
Engkau masuk ke jiwaku ketika ku berputar putar
Sampai ku lupakan diriku walau hancur menjadi atom atom
Demi cintaku pada engkau...terus ku berputar

Rayuanku tentunya sampai padamu
Jika tak cukup jua,kan ku berikan hatiku
Terserah..karena aku sudah terlalu gila padamu
Sampai batu kerikil menjadi permata dalam mataku

Selasa, Juli 29, 2014

The Clairvoyant (part 1: Test IQ)

“wah...ada test IQ besok... masak iya sih.. sudah 20 tahun masih ada test IQ juga??,”
Hari itu seorang cowok jurusan ilmu pengetahuan alam dasar, Lee Minho dan teman-temannya satu jurusan diharuskan mengambil test IQ sebagai dasar kelengkapan untuk lembar sistem pengambilan mata kuliah baru untuk semester berikutnya.
“ini sudah saya isi formulirnya ya,” katanya ramah plus senyum pada petugas administrasi jurusan. Dia lalu memberikan formulir itu, pamit menunduk hormat lalu membalikkan badan dan jalan. Tapi tak berapa detik kemudian, dia malah membalikkan badan lagi ke petugas administrasi dan bertanya lagi.
“aah.. Ibu Jang...sekali lagi..minta maaf nihh... saya heran banget loh..kenapa sih kok bisa.. ditest ulang IQ lagi?? Kok ngambil mata kuliah dasar fisika quantum saja harus ada test IQ sih??,” dia cengengesan sambil polos garuk-garuk kepalanya.
“Dosen Kwon yang minta... kata beliau, kalau sudah ada mahasiswa IQ nya diatas 130 ikut test ini, maka mereka yang berhak masuk..,” jelas petugas administrasi jurusan itu.
“kok aneh ya.. mata kuliah lain saja enggak loh,” Minho jadi protest sendiri,”saya ikutan kuliah biokimia molekuler biasa aja tuh,”
“kamu dapat nilai apa sih.. Minho.. tuk itu??,”
“A plus plus!,” kata Minho bangga dengan wajah cerianya
“semua nilai akademik mu A...ya.. jadi gak masalah kan.. kalau gak cerewet soal test IQ??,” ibu Jang sedikit menyindir
Minho cengengesan lagi,”ah eh, hehehe... bukan gitu sih.. ini jam nya ngantuk test nya loh, bu... enggak kebayang”

Senin, Juli 28, 2014

My Two Adorable Wives (20th Part: The Betrayal of Heart)

Minho thought his problem with Han family had been over, so he registered his marriage with Shin Minhyo. In the mean time, Han family was actually still eager to take control over Lee’s family treasure by approaching Mrs Lee as Minho’s mom. Off course as fellow cousins, Mrs Lee didn’t suspicious at all to what Mr Han’s intention to her.
“I have any heard that your son will get married with that woman in this week,” said Han openingn the conversation
“yes,”replied Mrs Lee shortly,”but I promise myself that I wont come to their wedding ceremony… I ban myself to get closed to them nomore,”
Chan chan who listened to what she said was shocked and sad, actually. Perhaps Mrs Lee as Minho’s mom wouldn’t say like that.. because she knew Minho really loves his mom without reserve.
“My daughter in law is still chan chan,” Mrs Lee smiled at chan chan.
Chan chan bowed to her respectively,”gambsahabnida, Mrs Lee.. but.. it’s really sad if you cant attend to Minho’s wedding ceremony”
“I never admit Shin Minhyo as part of Lee,” replied Mrs Lee.

Minggu, Juli 20, 2014

Cinta Dokter Cute (Part 11: Mungkin Semua Akan Berlalu)

Lee Minho sebagai dokter Minho    Kazuki Kitamura sebagai dokter Choi Hyeon Jun Gackt sebagai dokter Roh Seung Won

Pagi berlalu, Orangtua angkat Shin Young kaget ketika mereka menemukan kamar anaknya sama sekali tidak ada Shin Young di dalamnya. Sama sekali mereka tidak sadar malam sebelumnya kalau Shin Young sudah meninggalkan mereka.
Hananim.. kemana dia, Nampyeon?? Aku khawatir,” ibu tirinya sangat panik.
Min Ji Woo berusaha menenangkan isterinya,”sabar..aku akan hubungi orang di panti..siapa tahu dia menginap disana”
Ibu tiri Shin Young memang sangat sayang padanya, karena memang sedari kecil Shin Young paling tidak banyak minta dan menyusahkan mereka.
Min berusaha menelepon orang dipanti, tapi ternyata Shin Young sama sekali tidak ada. Isterinya langsung panik dan histeris.
“kemana Shin Young, Nampyeon?? Dia harus lekas dicari! Aku gak ingin kehilangan dia.. tolong dicari,” ujar ibu tirinya itu.
“sabar, aku akan hubungin beberapa temanku untuk mencarinya, mungkin pihak keluarga Lee juga tahu,” jawab suaminya.

Jumat, Juli 18, 2014

My 3 Supernatural Beloved Kids (Part 5: Jangan Ada Yang Patah Hati)

Starring: Lee Minho, Park Minseo, Lee Jin Ho, Lee Young Joon, Lee Hana.

Minseo datang ke kantor dan pabrik ayahnya Minho di sebuah daerah pinggiran Seoul, Gyeonggi. Dia melihat kantor dan pabrik ayahnya Minho dengan megahnya itu sampai terperangah. Sampai di depan, dia malah melihat ada seorang wanita tua lusuh berdiri di depan pintu masuk kantor itu.
Halmeoni.. kenapa tidak lekas pulang??,” katanya tiba-tiba berbicara pada perempuan itu
“aku tidak bisa pulang lagi, Nak.. aku memang sudah lama disini. Lihat.. kakiku patah,” wanita tua itu memperlihatkan kakinya yang patah dan copot
Security sangat heran melihat Minseo berbicara sendiri di depan pintu..
“Hallo Nona apa ada yang bisa aku bantu??,” tanya security itu
Minseo sadar, dia sedang berbicara dengan hantu, lalu dia meminta maaf pada security itu,”ah.. Mian habnida.. aku mencari Tuan Lee.. ini kartu namanya..aku diberikan kemarin.. aku model yang akan difoto untuk baju-baju terbaru disini,” kata Minseo dengan sedikit gugup