This is me....

Jumat, Juli 18, 2014

My 3 Supernatural Beloved Kids (Part 5: Jangan Ada Yang Patah Hati)

Starring: Lee Minho, Park Minseo, Lee Jin Ho, Lee Young Joon, Lee Hana.

Minseo datang ke kantor dan pabrik ayahnya Minho di sebuah daerah pinggiran Seoul, Gyeonggi. Dia melihat kantor dan pabrik ayahnya Minho dengan megahnya itu sampai terperangah. Sampai di depan, dia malah melihat ada seorang wanita tua lusuh berdiri di depan pintu masuk kantor itu.
Halmeoni.. kenapa tidak lekas pulang??,” katanya tiba-tiba berbicara pada perempuan itu
“aku tidak bisa pulang lagi, Nak.. aku memang sudah lama disini. Lihat.. kakiku patah,” wanita tua itu memperlihatkan kakinya yang patah dan copot
Security sangat heran melihat Minseo berbicara sendiri di depan pintu..
“Hallo Nona apa ada yang bisa aku bantu??,” tanya security itu
Minseo sadar, dia sedang berbicara dengan hantu, lalu dia meminta maaf pada security itu,”ah.. Mian habnida.. aku mencari Tuan Lee.. ini kartu namanya..aku diberikan kemarin.. aku model yang akan difoto untuk baju-baju terbaru disini,” kata Minseo dengan sedikit gugup
Security melihat nya dari ujung rambut sampai ujung kaki, lalu,”sebentar.. akan saya tanyakan pada Tuan Lee”
Tak berapa lama, security kembali,”Tuan Lee muda bilang.. kamu boleh masuk”


Tak berapa lama, dia melihat Minho melambaikan tangannya dari kejauhan.
“Yo.. Minseo.. kamu enggak terlambat loh,” katanya dengan ramah, agak berlari kecil lalu menghampiri Minseo dan security. Security menunduk hormat pada Minho
“Tuan Lee.. ini wanita yang tadi ingin bertemu Tuan Lee (maksudnya Lee boss besar),” kata security
“bertemu aku juga gak apa.. aku yang ajak dia kesini,” kata Minho ramah
“eh.. kamu sudah makan belum? Nanti lama loh.. kita makan dulu yuk??,” lanjutnya lagi pada Minseo
Minseo agak malu-malu diajak makan oleh Minho,”ah.. gimana ya??”
“sudah belum?? Gak apa deh..aku traktir.. ulangan matematika ku bagus tadi, hehe,” ujar Minho ramah,”nanti kita ngobrol soal peramal Kang.. yang aku ceritakan itu”
Minseo akhirnya menurut juga, dia diajak Minho makan disebuah cafe dekat dengan kantor dan pabrik ayahnya.

“Kamu tadi gak lama nunggu aku kan??,” tanya Minho sambil mereka makan lasagna.
Minseo menggeleng,”kamu kok ke sini juga?? Maaf.. memang suka sambil mengurus semuanya usaha ayahmu??”
Minho mengangguk tetap menikmati lasagna nya.
“punya usaha itu gak gampang.. ayahku keras banget deh.. resiko,” ujarnya.
Minseo mengangguk,”iya juga sih.. apalagi kamu anak lelaki.. selagi muda juga”
“iya.. gak ada waktu juga deh.. buat cari pacar hehehe,” canda Minho
“Song Yu suka kamu loh.. dia bilang kamu cowok pekerja keras walau masih muda,” pancing Minseo
Minho kelihatannya gak suka, wajahnya sedikit berubah, Minseo langsung minta maaf.
Mian habnida.. aku gak bermaksud ngomongin urusanmu dengan Song Yu,” kata Minseo
Gwaenchanh a.. aku memang gak mau punya pacar kok.. masih kecil.. disuruh orangtuaku belajar,” balas Minho.
“ya.. itu lebih baik..apalagi tagetmu universitas negeri.. pasti harus lebih keras lagi,” ujar Minseo, mencoba tidak membahas soal itu lagi
Minho mengangguk, lalu,”nanti kamu foto sama aku loh.. nanti ada fotografer nya kok.. jangan kaku ya.. aku juga sudah siapkan kontraknya”
Minseo kaget,”hieeehh??semua kamu yang urus??”
Minho mengangguk,”iya.. memang kenapa??”
Minseo memujinya,”Hebat banget deh kamu.. masih muda sudah pikirannya panjang”
“terpaksa, hahaha,” Minho malah tertawa keras.

“eeehhh... gak boleh begitu.. aku yakin.. kamu pasti bisa sukses teruskan usaha ayahmu loh,” Minseo mencoba menyemangatinya
“kok.. kamu tahu? Coba tebak.. kira-kira..umur berapa nanti Appa ku ingin dia turunkan usahanya??,” Minho malah memancing kemampuan “clairvoyage” Minseo.
“umur 24,” jawab Minseo santai, dia lupa, dia terbawa arus kalau sebenarnya dia tidak boleh menunjukkan kemampuan supernaturalnya
“trus.. lalu.. aku bakalan bisa keras atau gak??,” pancing Minho lagi
“kamu keras banget dengan partner bisnismu.. tapi mereka suka padamu karena kamu tidak rugikan mereka dan.. kamu agak pilih pilih partner bisnis,” jawab Minseo,”lalu..mungkin yang harus kamu hindari adalah: jangan sampai kamu terkesan cengeng didepan partner bisnis mu itu nanti, karena menurutku sih.. walau kamu keras.. tapi kamu juga cengeng, hehe”
Minho malah jadi terbelalak dengan pemaparan Minseo, Minseo bingung.
“kenapa? Wah.. aku salah tebak kali ya? Hehehe,” Minseo malah mencoba cengengesan supaya Minho tidak tahu.
Minho malah terperangah,”tepat seperti yang dikatakan peramal Kang”,
“atau.. kamu ini.. ahli supernatural ya?,”
Minseo mengelak,”ah..enggak kok..aku cuma tebak-tebak saja”
“terus.. menurutmu..aku bisa gak.. masuk universitas Seoul??,”
Minseo mengangguk,”bisa.. bahkan kamu nanti ranking satu loh, disekolah untuk masuk universitas itu”, senyumnya pada Minho.
“eh..beneran nih??,” Minho seneng banget dia ditebak bakalan masuk universitas itu.
Minseo mengangguk,”menurut tebakanku sih.. ya gitu”
“ummm,” Minho malah bergumam,”kemarin peramal Kang juga bilang yang sama tepat dengan yang kamu bilang loh”

“terus.. kamu tebak aku akan sama siapa.. bisa gak?? Hehe,” dia malah cengengesan pada Minseo.
Minseo mengelak,”eeeh??aku gak bisa”, padahal aslinya dia seperti melihat bahwa dirinyalah yang akan jadi pasangan Minho.
“ah...bohong nih...,” Minho memancing-mancing lagi,”namanya juga cuma tebakan.. kalau salah juga gak apa kok”
Minseo agak gugup jawabnya,”aa..gimana ya??”
Minho malah jadi senang,”iya.. gimana?? Tebak aku dong”, dia sungguh penasaran.
“eh..tapi.. jangan marah ya??,” tanya Minseo, takut dia menyinggung Minho.
Minho menggeleng,”gak deh.. namanya juga tebakan.. nanti aku samain dengan peramal Kang lagi”
Minho cerita kalau dia memang idolanya peramal Kang, sejak kecil mereka suka pergi ke sana dan dari peramal Kang juga, ayahnya Minho bilang kalau anaknya harus segera belajar bisnis diusia muda supaya usaha Tuan Lee semakin maju dalam waktu cepat.
“ahh.. tapi.. kamu jangan marah ya??,” tanya Minseo lagi
“enggak deh... yagsog (janji-red),” senyum Minho
Minseo garuk-garuk kepalanya, dia bingung, ragu.
“gini sih..,” katanya dengan ragu,”kamu...sepertinya bakalan punya isteri jauh lebih tua dari kamu deh”, sambil dia garuk kepalanya.
Minho malah tertawa,”eh..kok tepat banget sih yang dibilang sama peramal Kang??ah..aku jadi curiga kamu hebat supernatural deh,” Minho malah agak cemberut.
“kok gak bilang bilang sih.. kalau kamu suka tebak-tebakan?,” tanya dia lagi pada Minseo
“ah.. tapi kan..aku gak bisa tebak tahunnya berapa gitu,” kata Minseo masih mencoba mengelak. Dia membaca pikiran Minho, kalau aslinya Minho gak terlalu suka sama cewek yang aneh, seperti yang dia bilang beberapa hari lalu.
“coba deh tebak,” tantang Minho,”kan tadi sudah aku traktir makan”
“ummm,” Minseo hanya bergumam, ternyata Minho menunggu jawabannya.
Dengan suara agak pelan, Minseo menjawab,”sepuluh...tahun??”, katanya dengan mimik wajah terkesan tidak pede.
Minho kaget, dia menaruh garpu yang dipegangnya sedari tadi,”HAH.. TEPAT BANGET TAHU!”
Minseo pura-pura bodoh,”eh.. masak..sih??”
Minho mengangguk,”Ye.. tepat banget! Peramal Kang juga bilang begitu”
Minseo hanya mengangguk,”ooo.. yah.. tapi kan aku hanya asal menebak”
Minho malah jadi makin penasaran dengan Minseo,”heeee....tapi kamu hebat banget! Aku jadi suka deh.. berteman sama kamu.. tebakanmu tepat banget!”
Minseo malah melihat semacam “ramalan masa depan” dirinya dengan Minho. Dia malas melihatnya, karena dia tidak ingin kehilangan teman dan juga Minho suatu hari nanti.
“aku harus membatasi diri.. aku yakin, cowok ini sebenarnya pangeranku”, kata hatinya Minseo.
Minho senyum saja ketika Minseo melihatnya.

Selesai makan, mereka masuk ke dalam kantor dan bertemu dengan ayahnya Minho dan juga fotografer.
“kamu tanda tangani dulu kontraknya, ini,” Minho memberikan selembar kertas dengan segel. Minseo membacanya lalu menandatangani.
“nah.. jadi deh.. berarti.. kamu resmi deh jadi model baju usahanya Appa,” kata Minho senang, senyum. Ayahnya hanya mengangguk saja.
Mereka lalu menuju ruangan studio. Ternyata disana juga ada perias.
“ada banyak bajunya loh.. kamu pasangan denganku,” kata Minho, dia memberi beberapa pasang baju pada Minseo.
Mereka ganti baju lalu bersiap siap foto.
“eh.. jangan kaku banget nanti ya.. semangat loh,” kata Minho lagi. Dia memang menikmati sekali difoto. Minseo mengangguk saja.
Sesi foto berlangsung. Setelah selesai, fotografer memasukkan semua hasil ke laptop dan mereka mengecek apa ada yang terkesan janggal atau tidak.
“eh... yang ini bagus banget..aku suka,” kata Minho dengan senang
“wah.. iya.. kamu cocok banget loh foto begitu sama dia. Wajahmu kecil, Minseo..jadi terlihat gak jauh beda umurmu dengan Minho,” kata fotografer
“ah, hehe.. ,” jawab Minseo dengan tidak enak hati.
“yang ini juga aku suka, iya kan Minseo??,” tanya Minho, dia melihat gaya foto yang kesannya romantis.
Fotografer tertawa lagi,”eh iya.. kesannya malah romantis loh.. sayang deh kalau ini gak diambil”
Minho malah yang jadi cengengesan,”bakat terpendamku muncul, Bae ssi,” katanya pada sang fotografer

Minho mengantarkan Minseo sampai depan rumahnya,”besok minggu.. mau gak..kita ke peramal Kang??”, tawarnya pada Minseo
“loh..bukannya harus bayar kan.. kalau ketemu??,” Minseo sengaja menolak dengan cara halus,”biasanya bayarnya mahal loh.. peramal itu”
“kan sudah langganan.. jadi.. gak apa deh,” jawab Minho santai
“eh..aduh.. makin gak enak hati saja nih nanti dengan Song Yu,” kata hatinya Minseo, dia memang sudah janji akan bertemu dan jalan dihari minggu dengan temannya itu.
“aku ada janji dengan Song Yu,” balas Minseo lagi
“ya.. kalau gitu.. besok kita semua kesana aja sama-sama,” tawar Minho lagi
Minseo tertawa,”aku dan Song Yu.. buat apa kesana??”
“ya.. ketemu peramal Kang itu.. kamu kan yang hebat.. tebakanmu sama ramalan dia tepat semua loh,” balas Minho dengan suara yang sedikit berapi-api
Minseo malah jadi gak enak hati, karena dia melihat, jika mereka bertiga akan pergi, berarti dia akan kehilangan Song Yu sebagai teman selamanya.
“gak ah.. maaf, aku gak bisa,” ujar Minseo
“yah.. kamu gak asik deh,” Minho cemberut kemauannya enggak dituruti.
“umm.. bukan begitu..aku beneran ada janji dengan Song Yu.. gak enak kalau langgar janjiku,” Minseo ngeles.
“ah...iya deh, terserah,” balas Minho setelah beberapa menit mereka terdiam.

Minseo melemparkan tubuhnya di atas tempat tidur,”aduh.. mian haeyo, Minho..aku gak mau pertemananku bubar dengan Song Yu.. Song Yu itu suka kamu banget,” katanya. Dia menaikkan poninya ke puncak kepalanya. Lalu dia memijit kepalanya sendiri,”aku gak mau bikin rusuh hubungan orang lain”
Tak berapa lama, Song Yu telepon,”hi, Minseo.. kamu sudah ambil foto?”
Minseo mengangguk, dalam hatinya, dia hanya membaca ketidakenakan Song Yu sudah mulai muncul.
“ah.. aku minta maaf, Song Yu.. aku enggak tahu kalau akhirnya Minho yang mengajakku, bukan kamu,”
Song Yu tertawa,”ah..sudah lah.. sepertinya Minho enggak suka aku ya?? Waktu kalian foto foto itu.. Minho ada cerita tentangku tidak??”
Minseo mengelak, dia bilang kalau mereka hanya membicarakan soal keinginan Minho masuk kampus dan jurusan yang sama dengan mereka nanti.
“oh..aku pikir.. aku berharap, dia suka aku,” keluh Song Yu, malah jadi curhat.
“bukannya kamu bisa membaca pikiran orang ya, Minseo?? Kenapa kamu tidak baca pikiran Minho padaku?,”
Minseo mengelak lagi,”ah...aku benar benar lupa, karena kita terlalu asik banget ngobrolin soal kampus itu.. dia tipe belajar keras.. jadi samasekali enggak bahas soal kamu dan dia”
“ah.. Minho.. padahal aku suka banget sama dia,” keluh Song Yu lagi.
“dia masih jauh sekali menurutku kalau ngobrolin soal pacaran, Song Yu.. ,” ujar Minseo,”mungkin..sebaiknya kamu pendam saja”
“jadi menurutmu.. dia mungkin enggak suka aku, begitu??,”
Minseo bergumam,”umm.. mungkin..aku tidak sempat membacanya..aku minta maaf, Song Yu”
“ah..tidak apa..aku memang mungkin ngarep dia banget,” balas Song Yu
Setelah Song Yu mengakhiri percakapannya dengan berjanji mereka akan bertemu besok minggu jalan-jalan, Minseo ketiduran lagi dan bermimpi bertemu Minho lagi. Mimpi yang sama dengan kemarin malam.

Dia lalu bangun dan kaget,”aduh.. kenapa sih?? Aku jadi semakin enggak karuan begini,” keluhnya ketika bangun, dia langsung ke dapur mengambil minum.
Dilihat disana ayahnya sedang duduk santai sambil ngemil kue sore.
“darimana??,” tanya ayahnya. Minseo langsung menarik kursi dan duduk.
“tadi aku diajak jadi foto model untuk usaha garmennya temanku, Appa,” jawab Minseo.
“dengan Minho itu??,” tanya ayahnya. Minseo mengangguk.
“belum saatnya kamu dengan dia, walau kamu bermimpi tentangnya,”
Minseo kaget,”loh..kenapa Appa bisa tahu??”
“hehehe,” ayahnya cuma cengengesan, lalu mendekat pada anaknya sendiri sangat dekat,”kelihatan dari matamu tuh.. ketahuan”
Minseo menjauh dari tatapan ayahnya,”hieeehhh?? Appa ini bisa saja deh”
“kamu lihat..dia bisa jadi pendampingmu ya??,” kata ayahnya genit mengerling.
“Appa gak usah begitu deh.. jangan sok tahu,” Minseo cemberut manja pada ayahnya.
“yah.. gak apa.. kita gak tahu apa yang akan terjadi, walau terlihat duluan,” kata ayahnya santai, memakai kacamata bacanya lagi, lanjut membaca majalah.
“gak ah, Appa.. lagipula, aku ini aneh.. Minho gak suka juga dengan cewek aneh,” kilah Minseo
“itu kan baru pandangannya sekarang.. gak tahu pandangannya nanti loh,” balas ayahnya.
“semoga pandangannya enggak berubah,” kilah Minseo lagi

Hari minggu...
“aku pergi dulu dengan Song Yu.. Appa, Eomma,” Minseo pamit pada kedua orangtuanya, ijin jalan-jalan dengan Song Yu yang sudah menunggunya di depan dengan motornya.
“kita belanja apa dulu nih..??,” tanya Song Yu ketika mereka hendak berangkat
“permen saja dulu..aku mau cari permen bola-bola,” kata Minseo.
Mereka ingin mengadakan perayaan bersama dengan para anak-anak disebuah daerah kumuh.
“kamu yakin.. mereka mau dengan perayaan ini??,” tanya Song Yu
Minseo mengangguk,”mereka anak yang lolos dari perhatian pemerintah loh..ah..gak sangka, dikota sebesar ini banyak sekali anak-anak yang susah hidupnya”, Minseo menarik nafas panjang, lalu dia pakai helmnya.
“ayo,” katanya lagi, menepuk pundak Song Yu dan motor melaju ke sebuah mall yang terkenal.

Sampai disana, mereka sibuk mencari permen yang berbentuk bola-bola.
Ketika disebuah toko, ternyata Minho juga ada ditempat yang sama. Song Yu melihatnya dan melambaikan tangan pada Minho. Minseo diam saja, dia hanya mengikuti jalannya Song Yu yang menghampiri Minho.
“Hi, Minho.. kamu ngapain disini? Cari permen juga??,” kata Song Yu
“iya.. buat kakakku..dia suka permen coklat khusus yang lumer didalam itu loh,” kata Minho ramah.
“wah.. merk Lorina tuh yang enak.. nanti deh aku carikan,” Song Yu tanpa basa basi menarik tangan Minho untuk mencari bersama merk permen itu.
Minseo hanya ikutan saja dibelakang, Minho menoleh pada Minseo.
“eh.. annyeong haseyo.. ternyata kamu juga ikut,” katannya ramah pada Minseo
Minseo mengangguk,”iya.. kami mau adakan acara sosial untuk anak-anak”
“dimana??,” tanya Minho sambil masih ditarik tangannya oleh Song Yu
Song Yu menoleh,”eh...kalian ngobrol apa??”
“enggak..aku bilang pada Minho..kita cari permen untuk anak-anak daerah slum itu,” jawab Minseo.
“aku ikut dong,” kata Minho berinsiatif sendiri.
Song Yu memberhentikan langkahnya,”beneran kamu mau ikut???”, dia senang sekali dengan perkataan Minho baru saja.
Minho mengangguk,”iya..boleh kan??”
“Boleh banget!!,” Song Yu setengah teriak kegirangan. Dia lalu menarik tangan Minho lagi,”kita cari permen dulu..kami sudah janji”
“ya..aku yang bayarin deh,” Minho senyum manis, tapi wajahnya malah lihat Minseo. Minseo pura-pura tidak melihatnya.
Mereka belanja dan karena Minho membawa mobil ayahnya, mereka jadi bisa memasukkan barang belanjaan yang banyak itu ke dalam mobilnya Minho.

“berarti kami harus paketin semuanya dulu, sabtu depan baru kita bisa kesana,” kata Song Yu di depan mobil Minho
“aku antarkan saja semua barang ini ke rumah kamu,” ujar Minho pada Song Yu
Song Yu jelas kegirangan, cowok incerannya itu bakalan main ke rumahnya walau hanya sekedar mengantarkan makanan dan paket sekolah buat para anak kurang mampu itu.
Minho menuruti dimana rumah Song Yu dari belakang saat Song Yu bersama Minseo naik motor, dan mereka pun sampai.

Song Yu senang Minho main ke rumahnya. Tetapi memang tidak lama, sehabis itu, dia pamit dan bilang kalau dia mau ikutan gabung untuk acara itu.
“nah..sampai jumpa sabtu depan ya,” kata Minho ramah di depan rumah Song Yu, pamit.
Mereka lalu berjanji ketemu lagi sabtu depan untuk acara amal.
Tetapi malamnya, Minho malah telepon Minseo.
“sabtu depan...aku jemput kamu ya.. gimana, mau kan??,” tawarnya ramah ditelepon.
Minseo ragu, tanda dia akan semakin tidak berteman dengan Song Yu akan semakin jelas kalau Minho lebih dekat padanya,”aduh..gimana ya?? Aku bisa berangkat sama Song Yu kok... kamu gak usah repot, Minho.. terima kasih tawarannya”
Minho sepertinya kurang suka kalau tawarannya di tolak,”ah.. kamu begitu deh.. kamu apa memang aslinya bisa menebak masa depan ya?? Seperti beberapa cewek aneh yang juga bisa lihat hantu itu?”, dia malah jadi negative thinking dan menebak-nebak ke Minseo.
“ah..enggak kok..sumpah deh..aku cuma suka tebak-tebakan aja..gak bisa sampai meramal gitu seperti peramal Kang yang kamu bilang itu,” Minseo masih saja ngeles.
“terserah deh kalau gitu.. kalau gak mau ya sudah.. ,” balas Minho dengan suara tidak enaknya,”lalu jam berapa janjian kumpulnya??,”
“jam 8.. lebih pagi.. kan semalam sebelumnya kami harus bikin parcel dulu,” jawab Minseo.
Minho lalu menawarkan dirinya apa bisa membuat parcel juga?tapi Minseo bilang ada beberapa teman cewek yang juga ikut jadi dia gak perlu repot malam sebelumnya.
Lalu percakapan mereka selesai. Minseo agak sedikit lega, tapi masih juga khawatir kalau nanti kejadian masih akan berlanjut.

“wah...aku gak kebayang deh.. kalau nanti semua akan terjadi...rasanya..aku harus menutup semuanya,” keluh Minseo. Dia meletakkan saja wajahnya diatas meja belajarnya.
“aduh.. kenapa sih sampai aku deg degan dan rasanya gak karuan begini?,” katanya lagi. Dia lalu mencoba tidur malam itu. Lagi-lagi dia bermimpi Minho dekat dan manis padanya. Ketika dalam mimpi itu Minho berusaha menciumnya,dia bangun.
“uh! Menyebalkan..mimpi itu lagi,” keluhnya ketika bangun, keringatnya bercucuran.
Dia kembali keluar kamar dan duduk di ruang makan. Ternyata ayahnya juga kebetulan bangun.
“ada apa lagi.. mimpi dengan si Minho itu lagi ya? Hehe,” canda ayahnya ketika mereka sama-sama duduk.
Minseo cemberut,”iya.. menyebalkan”
Ayahnya tertawa sampai matanya enggak terlihat,”hahahaha.. ya, gak apa... itu normal”
“gak normal, Appa.. Minho itu masih anak-anak dimataku,” ketus Minseo.
Ayahnya meletakkan gelasnya, lagi.. mendekati wajah anaknya,”gak begitu...cinta tulus itu gak pandang usia”, lalu tertawa lagi, membuat Minseo jadi tambah bete.
“gak ah.. Appa begitu..aku gak mau persahabatanku dengan Song Yu hilang,” dia berdiri lalu jalan ke kamarnya.
Ayahnya cuma berdecak, lalu,”ya..semua ada yang dikorbankan!”
“aku gak suka,” balas Minseo, singkat, lalu kembali ke kamarnya dan mencoba tidur lagi.

Bersambung ke part 6....