Starring: Lee Minho, Park Minseo, Lee Jin Ho, Lee
Young Joon, Lee Hana.
Minseo datang ke kantor dan pabrik ayahnya
Minho di sebuah daerah pinggiran Seoul, Gyeonggi. Dia melihat kantor dan pabrik
ayahnya Minho dengan megahnya itu sampai terperangah. Sampai di depan, dia
malah melihat ada seorang wanita tua lusuh berdiri di depan pintu masuk kantor
itu.
“Halmeoni..
kenapa tidak lekas pulang??,” katanya tiba-tiba berbicara pada perempuan itu
“aku tidak bisa pulang lagi, Nak.. aku
memang sudah lama disini. Lihat.. kakiku patah,” wanita tua itu memperlihatkan
kakinya yang patah dan copot
Security sangat heran melihat Minseo
berbicara sendiri di depan pintu..
“Hallo Nona apa ada yang bisa aku bantu??,”
tanya security itu
Minseo sadar, dia sedang berbicara dengan
hantu, lalu dia meminta maaf pada security itu,”ah.. Mian habnida.. aku mencari Tuan Lee.. ini kartu namanya..aku
diberikan kemarin.. aku model yang akan difoto untuk baju-baju terbaru disini,”
kata Minseo dengan sedikit gugup
Security melihat nya dari ujung rambut
sampai ujung kaki, lalu,”sebentar.. akan saya tanyakan pada Tuan Lee”
Tak berapa lama, security kembali,”Tuan
Lee muda bilang.. kamu boleh masuk”
Tak berapa lama, dia melihat Minho
melambaikan tangannya dari kejauhan.
“Yo.. Minseo.. kamu enggak terlambat loh,”
katanya dengan ramah, agak berlari kecil lalu menghampiri Minseo dan security.
Security menunduk hormat pada Minho
“Tuan Lee.. ini wanita yang tadi ingin
bertemu Tuan Lee (maksudnya Lee boss besar),” kata security
“bertemu aku juga gak apa.. aku yang ajak
dia kesini,” kata Minho ramah
“eh.. kamu sudah makan belum? Nanti lama
loh.. kita makan dulu yuk??,” lanjutnya lagi pada Minseo
Minseo agak malu-malu diajak makan oleh
Minho,”ah.. gimana ya??”
“sudah belum?? Gak apa deh..aku traktir..
ulangan matematika ku bagus tadi, hehe,” ujar Minho ramah,”nanti kita ngobrol
soal peramal Kang.. yang aku ceritakan itu”
Minseo akhirnya menurut juga, dia diajak
Minho makan disebuah cafe dekat dengan kantor dan pabrik ayahnya.
“Kamu tadi gak lama nunggu aku kan??,”
tanya Minho sambil mereka makan lasagna.
Minseo menggeleng,”kamu kok ke sini juga??
Maaf.. memang suka sambil mengurus semuanya usaha ayahmu??”
Minho mengangguk tetap menikmati lasagna
nya.
“punya usaha itu gak gampang.. ayahku
keras banget deh.. resiko,” ujarnya.
Minseo mengangguk,”iya juga sih.. apalagi
kamu anak lelaki.. selagi muda juga”
“iya.. gak ada waktu juga deh.. buat cari
pacar hehehe,” canda Minho
“Song Yu suka kamu loh.. dia bilang kamu
cowok pekerja keras walau masih muda,” pancing Minseo
Minho kelihatannya gak suka, wajahnya
sedikit berubah, Minseo langsung minta maaf.
“Mian
habnida.. aku gak bermaksud ngomongin urusanmu dengan Song Yu,” kata Minseo
“Gwaenchanh
a.. aku memang gak mau punya pacar kok.. masih kecil.. disuruh orangtuaku
belajar,” balas Minho.
“ya.. itu lebih baik..apalagi tagetmu
universitas negeri.. pasti harus lebih keras lagi,” ujar Minseo, mencoba tidak
membahas soal itu lagi
Minho mengangguk, lalu,”nanti kamu foto
sama aku loh.. nanti ada fotografer nya kok.. jangan kaku ya.. aku juga sudah
siapkan kontraknya”
Minseo kaget,”hieeehh??semua kamu yang
urus??”
Minho mengangguk,”iya.. memang kenapa??”
Minseo memujinya,”Hebat banget deh kamu..
masih muda sudah pikirannya panjang”
“terpaksa, hahaha,” Minho malah tertawa
keras.
“eeehhh... gak boleh begitu.. aku yakin..
kamu pasti bisa sukses teruskan usaha ayahmu loh,” Minseo mencoba
menyemangatinya
“kok.. kamu tahu? Coba tebak..
kira-kira..umur berapa nanti Appa ku ingin dia turunkan usahanya??,” Minho
malah memancing kemampuan “clairvoyage”
Minseo.
“umur 24,” jawab Minseo santai, dia lupa,
dia terbawa arus kalau sebenarnya dia tidak boleh menunjukkan kemampuan
supernaturalnya
“trus.. lalu.. aku bakalan bisa keras atau
gak??,” pancing Minho lagi
“kamu keras banget dengan partner
bisnismu.. tapi mereka suka padamu karena kamu tidak rugikan mereka dan.. kamu
agak pilih pilih partner bisnis,” jawab Minseo,”lalu..mungkin yang harus kamu
hindari adalah: jangan sampai kamu terkesan cengeng didepan partner bisnis mu
itu nanti, karena menurutku sih.. walau kamu keras.. tapi kamu juga cengeng,
hehe”
Minho malah jadi terbelalak dengan
pemaparan Minseo, Minseo bingung.
“kenapa? Wah.. aku salah tebak kali ya?
Hehehe,” Minseo malah mencoba cengengesan supaya Minho tidak tahu.
Minho malah terperangah,”tepat seperti
yang dikatakan peramal Kang”,
“atau.. kamu ini.. ahli supernatural ya?,”
Minseo mengelak,”ah..enggak kok..aku cuma
tebak-tebak saja”
“terus.. menurutmu..aku bisa gak.. masuk
universitas Seoul??,”
Minseo mengangguk,”bisa.. bahkan kamu
nanti ranking satu loh, disekolah untuk masuk universitas itu”, senyumnya pada
Minho.
“eh..beneran nih??,” Minho seneng banget
dia ditebak bakalan masuk universitas itu.
Minseo mengangguk,”menurut tebakanku sih..
ya gitu”
“ummm,” Minho malah bergumam,”kemarin
peramal Kang juga bilang yang sama tepat dengan yang kamu bilang loh”
“terus.. kamu tebak aku akan sama siapa..
bisa gak?? Hehe,” dia malah cengengesan pada Minseo.
Minseo mengelak,”eeeh??aku gak bisa”,
padahal aslinya dia seperti melihat bahwa dirinyalah yang akan jadi pasangan
Minho.
“ah...bohong nih...,” Minho
memancing-mancing lagi,”namanya juga cuma tebakan.. kalau salah juga gak apa
kok”
Minseo agak gugup jawabnya,”aa..gimana
ya??”
Minho malah jadi senang,”iya.. gimana??
Tebak aku dong”, dia sungguh penasaran.
“eh..tapi.. jangan marah ya??,” tanya
Minseo, takut dia menyinggung Minho.
Minho menggeleng,”gak deh.. namanya juga
tebakan.. nanti aku samain dengan peramal Kang lagi”
Minho cerita kalau dia memang idolanya
peramal Kang, sejak kecil mereka suka pergi ke sana dan dari peramal Kang juga,
ayahnya Minho bilang kalau anaknya harus segera belajar bisnis diusia muda
supaya usaha Tuan Lee semakin maju dalam waktu cepat.
“ahh.. tapi.. kamu jangan marah ya??,”
tanya Minseo lagi
“enggak deh... yagsog (janji-red),” senyum Minho
Minseo garuk-garuk kepalanya, dia bingung,
ragu.
“gini sih..,” katanya dengan
ragu,”kamu...sepertinya bakalan punya isteri jauh lebih tua dari kamu deh”,
sambil dia garuk kepalanya.
Minho malah tertawa,”eh..kok tepat banget
sih yang dibilang sama peramal Kang??ah..aku jadi curiga kamu hebat
supernatural deh,” Minho malah agak cemberut.
“kok gak bilang bilang sih.. kalau kamu
suka tebak-tebakan?,” tanya dia lagi pada Minseo
“ah.. tapi kan..aku gak bisa tebak
tahunnya berapa gitu,” kata Minseo masih mencoba mengelak. Dia membaca pikiran
Minho, kalau aslinya Minho gak terlalu suka sama cewek yang aneh, seperti yang
dia bilang beberapa hari lalu.
“coba deh tebak,” tantang Minho,”kan tadi sudah
aku traktir makan”
“ummm,” Minseo hanya bergumam, ternyata
Minho menunggu jawabannya.
Dengan suara agak pelan, Minseo
menjawab,”sepuluh...tahun??”, katanya dengan mimik wajah terkesan tidak pede.
Minho kaget, dia menaruh garpu yang
dipegangnya sedari tadi,”HAH.. TEPAT BANGET TAHU!”
Minseo pura-pura bodoh,”eh.. masak..sih??”
Minho mengangguk,”Ye.. tepat banget! Peramal Kang juga bilang begitu”
Minseo hanya mengangguk,”ooo.. yah.. tapi
kan aku hanya asal menebak”
Minho malah jadi makin penasaran dengan
Minseo,”heeee....tapi kamu hebat banget! Aku jadi suka deh.. berteman sama
kamu.. tebakanmu tepat banget!”
Minseo malah melihat semacam “ramalan masa
depan” dirinya dengan Minho. Dia malas melihatnya, karena dia tidak ingin
kehilangan teman dan juga Minho suatu hari nanti.
“aku harus membatasi diri.. aku yakin,
cowok ini sebenarnya pangeranku”, kata hatinya Minseo.
Minho senyum saja ketika Minseo
melihatnya.
Selesai makan, mereka masuk ke dalam
kantor dan bertemu dengan ayahnya Minho dan juga fotografer.
“kamu tanda tangani dulu kontraknya, ini,”
Minho memberikan selembar kertas dengan segel. Minseo membacanya lalu menandatangani.
“nah.. jadi deh.. berarti.. kamu resmi deh
jadi model baju usahanya Appa,” kata Minho senang, senyum. Ayahnya hanya
mengangguk saja.
Mereka lalu menuju ruangan studio.
Ternyata disana juga ada perias.
“ada banyak bajunya loh.. kamu pasangan
denganku,” kata Minho, dia memberi beberapa pasang baju pada Minseo.
Mereka ganti baju lalu bersiap siap foto.
“eh.. jangan kaku banget nanti ya..
semangat loh,” kata Minho lagi. Dia memang menikmati sekali difoto. Minseo
mengangguk saja.
Sesi foto berlangsung. Setelah selesai,
fotografer memasukkan semua hasil ke laptop dan mereka mengecek apa ada yang
terkesan janggal atau tidak.
“eh... yang ini bagus banget..aku suka,”
kata Minho dengan senang
“wah.. iya.. kamu cocok banget loh foto
begitu sama dia. Wajahmu kecil, Minseo..jadi terlihat gak jauh beda umurmu
dengan Minho,” kata fotografer
“ah, hehe.. ,” jawab Minseo dengan tidak
enak hati.
“yang ini juga aku suka, iya kan
Minseo??,” tanya Minho, dia melihat gaya foto yang kesannya romantis.
Fotografer tertawa lagi,”eh iya.. kesannya
malah romantis loh.. sayang deh kalau ini gak diambil”
Minho malah yang jadi cengengesan,”bakat
terpendamku muncul, Bae ssi,” katanya
pada sang fotografer
Minho mengantarkan Minseo sampai depan
rumahnya,”besok minggu.. mau gak..kita ke peramal Kang??”, tawarnya pada Minseo
“loh..bukannya harus bayar kan.. kalau
ketemu??,” Minseo sengaja menolak dengan cara halus,”biasanya bayarnya mahal
loh.. peramal itu”
“kan sudah langganan.. jadi.. gak apa
deh,” jawab Minho santai
“eh..aduh.. makin gak enak hati saja nih
nanti dengan Song Yu,” kata hatinya Minseo, dia memang sudah janji akan bertemu
dan jalan dihari minggu dengan temannya itu.
“aku ada janji dengan Song Yu,” balas
Minseo lagi
“ya.. kalau gitu.. besok kita semua kesana
aja sama-sama,” tawar Minho lagi
Minseo tertawa,”aku dan Song Yu.. buat apa
kesana??”
“ya.. ketemu peramal Kang itu.. kamu kan
yang hebat.. tebakanmu sama ramalan dia tepat semua loh,” balas Minho dengan
suara yang sedikit berapi-api
Minseo malah jadi gak enak hati, karena
dia melihat, jika mereka bertiga akan pergi, berarti dia akan kehilangan Song
Yu sebagai teman selamanya.
“gak ah.. maaf, aku gak bisa,” ujar Minseo
“yah.. kamu gak asik deh,” Minho cemberut
kemauannya enggak dituruti.
“umm.. bukan begitu..aku beneran ada janji
dengan Song Yu.. gak enak kalau langgar janjiku,” Minseo ngeles.
“ah...iya deh, terserah,” balas Minho setelah
beberapa menit mereka terdiam.
Minseo melemparkan tubuhnya di atas tempat
tidur,”aduh.. mian haeyo, Minho..aku
gak mau pertemananku bubar dengan Song Yu.. Song Yu itu suka kamu banget,”
katanya. Dia menaikkan poninya ke puncak kepalanya. Lalu dia memijit kepalanya
sendiri,”aku gak mau bikin rusuh hubungan orang lain”
Tak berapa lama, Song Yu telepon,”hi,
Minseo.. kamu sudah ambil foto?”
Minseo mengangguk, dalam hatinya, dia
hanya membaca ketidakenakan Song Yu sudah mulai muncul.
“ah.. aku minta maaf, Song Yu.. aku enggak
tahu kalau akhirnya Minho yang mengajakku, bukan kamu,”
Song Yu tertawa,”ah..sudah lah..
sepertinya Minho enggak suka aku ya?? Waktu kalian foto foto itu.. Minho ada
cerita tentangku tidak??”
Minseo mengelak, dia bilang kalau mereka hanya
membicarakan soal keinginan Minho masuk kampus dan jurusan yang sama dengan
mereka nanti.
“oh..aku pikir.. aku berharap, dia suka
aku,” keluh Song Yu, malah jadi curhat.
“bukannya kamu bisa membaca pikiran orang
ya, Minseo?? Kenapa kamu tidak baca pikiran Minho padaku?,”
Minseo mengelak lagi,”ah...aku benar benar
lupa, karena kita terlalu asik banget ngobrolin soal kampus itu.. dia tipe
belajar keras.. jadi samasekali enggak bahas soal kamu dan dia”
“ah.. Minho.. padahal aku suka banget sama
dia,” keluh Song Yu lagi.
“dia masih jauh sekali menurutku kalau
ngobrolin soal pacaran, Song Yu.. ,” ujar Minseo,”mungkin..sebaiknya kamu
pendam saja”
“jadi menurutmu.. dia mungkin enggak suka
aku, begitu??,”
Minseo bergumam,”umm.. mungkin..aku tidak
sempat membacanya..aku minta maaf, Song Yu”
“ah..tidak apa..aku memang mungkin ngarep dia banget,” balas Song Yu
Setelah Song Yu mengakhiri percakapannya
dengan berjanji mereka akan bertemu besok minggu jalan-jalan, Minseo ketiduran
lagi dan bermimpi bertemu Minho lagi. Mimpi yang sama dengan kemarin malam.
Dia lalu bangun dan kaget,”aduh.. kenapa
sih?? Aku jadi semakin enggak karuan begini,” keluhnya ketika bangun, dia
langsung ke dapur mengambil minum.
Dilihat disana ayahnya sedang duduk santai
sambil ngemil kue sore.
“darimana??,” tanya ayahnya. Minseo
langsung menarik kursi dan duduk.
“tadi aku diajak jadi foto model untuk
usaha garmennya temanku, Appa,” jawab Minseo.
“dengan Minho itu??,” tanya ayahnya.
Minseo mengangguk.
“belum saatnya kamu dengan dia, walau kamu
bermimpi tentangnya,”
Minseo kaget,”loh..kenapa Appa bisa
tahu??”
“hehehe,” ayahnya cuma cengengesan, lalu
mendekat pada anaknya sendiri sangat dekat,”kelihatan dari matamu tuh.. ketahuan”
Minseo menjauh dari tatapan
ayahnya,”hieeehhh?? Appa ini bisa saja deh”
“kamu lihat..dia bisa jadi pendampingmu
ya??,” kata ayahnya genit mengerling.
“Appa gak usah begitu deh.. jangan sok
tahu,” Minseo cemberut manja pada ayahnya.
“yah.. gak apa.. kita gak tahu apa yang
akan terjadi, walau terlihat duluan,” kata ayahnya santai, memakai kacamata
bacanya lagi, lanjut membaca majalah.
“gak ah, Appa.. lagipula, aku ini aneh..
Minho gak suka juga dengan cewek aneh,” kilah Minseo
“itu kan baru pandangannya sekarang.. gak
tahu pandangannya nanti loh,” balas
ayahnya.
“semoga pandangannya enggak berubah,”
kilah Minseo lagi
Hari minggu...
“aku pergi dulu dengan Song Yu.. Appa,
Eomma,” Minseo pamit pada kedua orangtuanya, ijin jalan-jalan dengan Song Yu
yang sudah menunggunya di depan dengan motornya.
“kita belanja apa dulu nih..??,” tanya
Song Yu ketika mereka hendak berangkat
“permen saja dulu..aku mau cari permen
bola-bola,” kata Minseo.
Mereka ingin mengadakan perayaan bersama
dengan para anak-anak disebuah daerah kumuh.
“kamu yakin.. mereka mau dengan perayaan
ini??,” tanya Song Yu
Minseo mengangguk,”mereka anak yang lolos
dari perhatian pemerintah loh..ah..gak sangka, dikota sebesar ini banyak sekali
anak-anak yang susah hidupnya”, Minseo menarik nafas panjang, lalu dia pakai
helmnya.
“ayo,” katanya lagi, menepuk pundak Song
Yu dan motor melaju ke sebuah mall yang terkenal.
Sampai disana, mereka sibuk mencari permen
yang berbentuk bola-bola.
Ketika disebuah toko, ternyata Minho juga
ada ditempat yang sama. Song Yu melihatnya dan melambaikan tangan pada Minho.
Minseo diam saja, dia hanya mengikuti jalannya Song Yu yang menghampiri Minho.
“Hi, Minho.. kamu ngapain disini? Cari
permen juga??,” kata Song Yu
“iya.. buat kakakku..dia suka permen
coklat khusus yang lumer didalam itu loh,” kata Minho ramah.
“wah.. merk Lorina tuh yang enak.. nanti
deh aku carikan,” Song Yu tanpa basa basi menarik tangan Minho untuk mencari
bersama merk permen itu.
Minseo hanya ikutan saja dibelakang, Minho
menoleh pada Minseo.
“eh.. annyeong haseyo.. ternyata kamu juga
ikut,” katannya ramah pada Minseo
Minseo mengangguk,”iya.. kami mau adakan
acara sosial untuk anak-anak”
“dimana??,” tanya Minho sambil masih
ditarik tangannya oleh Song Yu
Song Yu menoleh,”eh...kalian ngobrol
apa??”
“enggak..aku bilang pada Minho..kita cari
permen untuk anak-anak daerah slum
itu,” jawab Minseo.
“aku ikut dong,” kata Minho berinsiatif
sendiri.
Song Yu memberhentikan langkahnya,”beneran
kamu mau ikut???”, dia senang sekali dengan perkataan Minho baru saja.
Minho mengangguk,”iya..boleh kan??”
“Boleh banget!!,” Song Yu setengah teriak
kegirangan. Dia lalu menarik tangan Minho lagi,”kita cari permen dulu..kami
sudah janji”
“ya..aku yang bayarin deh,” Minho senyum
manis, tapi wajahnya malah lihat Minseo. Minseo pura-pura tidak melihatnya.
Mereka belanja dan karena Minho membawa
mobil ayahnya, mereka jadi bisa memasukkan barang belanjaan yang banyak itu ke
dalam mobilnya Minho.
“berarti kami harus paketin semuanya dulu,
sabtu depan baru kita bisa kesana,” kata Song Yu di depan mobil Minho
“aku antarkan saja semua barang ini ke rumah
kamu,” ujar Minho pada Song Yu
Song Yu jelas kegirangan, cowok incerannya
itu bakalan main ke rumahnya walau hanya sekedar mengantarkan makanan dan paket
sekolah buat para anak kurang mampu itu.
Minho menuruti dimana rumah Song Yu dari
belakang saat Song Yu bersama Minseo naik motor, dan mereka pun sampai.
Song Yu senang Minho main ke rumahnya.
Tetapi memang tidak lama, sehabis itu, dia pamit dan bilang kalau dia mau
ikutan gabung untuk acara itu.
“nah..sampai jumpa sabtu depan ya,” kata
Minho ramah di depan rumah Song Yu, pamit.
Mereka lalu berjanji ketemu lagi sabtu
depan untuk acara amal.
Tetapi malamnya, Minho malah telepon
Minseo.
“sabtu depan...aku jemput kamu ya..
gimana, mau kan??,” tawarnya ramah ditelepon.
Minseo ragu, tanda dia akan semakin tidak
berteman dengan Song Yu akan semakin jelas kalau Minho lebih dekat
padanya,”aduh..gimana ya?? Aku bisa berangkat sama Song Yu kok... kamu gak usah
repot, Minho.. terima kasih tawarannya”
Minho sepertinya kurang suka kalau
tawarannya di tolak,”ah.. kamu begitu deh.. kamu apa memang aslinya bisa
menebak masa depan ya?? Seperti beberapa cewek aneh yang juga bisa lihat hantu
itu?”, dia malah jadi negative thinking
dan menebak-nebak ke Minseo.
“ah..enggak kok..sumpah deh..aku cuma suka
tebak-tebakan aja..gak bisa sampai meramal gitu seperti peramal Kang yang kamu
bilang itu,” Minseo masih saja ngeles.
“terserah deh kalau gitu.. kalau gak mau
ya sudah.. ,” balas Minho dengan suara tidak enaknya,”lalu jam berapa janjian
kumpulnya??,”
“jam 8.. lebih pagi.. kan semalam
sebelumnya kami harus bikin parcel dulu,” jawab Minseo.
Minho lalu menawarkan dirinya apa bisa
membuat parcel juga?tapi Minseo bilang ada beberapa teman cewek yang juga ikut
jadi dia gak perlu repot malam sebelumnya.
Lalu percakapan mereka selesai. Minseo
agak sedikit lega, tapi masih juga khawatir kalau nanti kejadian masih akan
berlanjut.
“wah...aku gak kebayang deh.. kalau nanti
semua akan terjadi...rasanya..aku harus menutup semuanya,” keluh Minseo. Dia
meletakkan saja wajahnya diatas meja belajarnya.
“aduh.. kenapa sih sampai aku deg degan
dan rasanya gak karuan begini?,” katanya lagi. Dia lalu mencoba tidur malam
itu. Lagi-lagi dia bermimpi Minho dekat dan manis padanya. Ketika dalam mimpi
itu Minho berusaha menciumnya,dia bangun.
“uh! Menyebalkan..mimpi itu lagi,”
keluhnya ketika bangun, keringatnya bercucuran.
Dia kembali keluar kamar dan duduk di
ruang makan. Ternyata ayahnya juga kebetulan bangun.
“ada apa lagi.. mimpi dengan si Minho itu
lagi ya? Hehe,” canda ayahnya ketika mereka sama-sama duduk.
Minseo cemberut,”iya.. menyebalkan”
Ayahnya tertawa sampai matanya enggak
terlihat,”hahahaha.. ya, gak apa... itu normal”
“gak normal, Appa.. Minho itu masih
anak-anak dimataku,” ketus Minseo.
Ayahnya meletakkan gelasnya, lagi..
mendekati wajah anaknya,”gak begitu...cinta tulus itu gak pandang usia”, lalu
tertawa lagi, membuat Minseo jadi tambah bete.
“gak ah.. Appa begitu..aku gak mau
persahabatanku dengan Song Yu hilang,” dia berdiri lalu jalan ke kamarnya.
Ayahnya cuma berdecak, lalu,”ya..semua ada
yang dikorbankan!”
“aku gak suka,” balas Minseo, singkat,
lalu kembali ke kamarnya dan mencoba tidur lagi.
Bersambung ke part 6....