Starring: Lee Minho, Jung YoungHwa
Areum menemukan Minho pagi sekali sudah
bangun dan dia sedang sibuk make up di ruangan spesialnya, Areum hanya
mengintip. Minho sadar dia sedang diintip.
“hi.. Pagi, Imja,” senyum ramah Minho pada Areum dari kaca, lalu dia menoleh.
Areum dengan cueknya menguap di depan
Minho,”hoaaahhhmmm... pagi.. aku masih mengantuk”
“ya.. tidur saja deh.. aku harus ada acara
pemotretan lagi.. maaf ya.. gak bisa temani hari ini..sampai sore”, jawab
Minho, dia masih make up.
Areum duduk di bawah saja bersila, dia
melihat Minho yang make up an. Rambutnya berantakan acak-acakan, masih pakai
baju tidur dan kusut.
“kamu apa setiap bangun tidur begitu??
Seperti anak bayi,” tanya Minho padanya
Areum baru membuka matanya
lebar-lebar,”apa?? Enggak.. ini kan memang kebiasaan ku daridulu”
“kamu masak sendiri aja deh.. aku
buru-buru,” ujar Minho lagi.
Areum gak berkata banyak, lalu dia hanya
membuka lemari es dan masak sendiri.
“jangan pergi dulu deh..aku sedang masak
nih!,”teriak dia dari dapur.
Minho tidak menjawab, dia lagi sibuk make
up dan ganti baju. Baru kemudian dia keluar dari kamarnya sendiri dan menuju
ruang makan sekaligus dapur.
“wah.. harum banget nih aromanya,” dia
senang sekali Areum masak untuknya.
Areum hanya menoleh pada Minho, tampangnya
masih kusut karena belum mandi,”aku hanya masak sederhana aja kok.. nanti kamu
gak makan kan.. sayang banget.. hemat loh”, lalu dia senyum pada Minho.
Minho malah menghampirinya, lalu mendadak
mendekatinya.. dan menciumnya.
“emmpgjbagdbgaj,” suara dari mulut Areum,
dia gak sangka akan dicium Minho. Tapi Minho kalem saja, tetap menciumnya.
Setelah itu, Minho malah senyum padanya,”gomawo.. mau masak untukku,” dan dia
duduk lagi santai.
Areum hanya memperhatikan saja Minho
duduk.
Minho lalu memandangnya lagi dan
senyum,”kenapa??”
Areum langsung memalingkan wajahnya dari
Minho dan kembali memasak,”enggak”, katanya singkat, ternyata dia malu sekali
diperlakukan seperti tadi oleh cowok itu.
“aku mau pulang malam ini ke rumah,” kata
Minho,”jadi.. tolong jaga apartment ku ya.. soalnya besok aku masih harus kerja
lagi”
Areum hanya mengangguk saja.
“lalu.. kalau kamu mau temanmu ke sini..
ajak saja mereka.. tapi.. ruanganku jangan di acak-acak ya?? Janji loh,” kata
Minho lagi.
Areum hanya mengangguk saja. Minho masih
asik makan yang dilayani olehnya.
“Minho.. masalah kontrakku.. bagaimana
ya?? Aku bingung,” tanya Areum padanya dengan tatapan sedikit kosong.
“apa Geum Yi telepon kamu lagi terakhir
ini?? Ummm.. bukannya kita masih ada waktu minggu depan untuk jalan ke kota
lain ya??,” tanya Minho memandang Areum
“yah.. minggu depan kita mulai lagi
bekerja.. tapi..aku kangen orangtuaku,” keluh Areum.
Minho malah jadi cemberut,”kamu cuma
pikirin orangtua mu ya??”
Areum jadi gak enak hati dengan
Minho,”eeehhh.. bukan begitu.. aku kepikiran banget orangtuaku... mereka pasti
juga mikir aku di kota besar ini melakukan apa saja.. padahal kan aku cuma jadi
back up iklanmu saja”
“kan sebenarnya kita kerja sama-sama..
bukan cuma aku aja atau kamu aja yang kerja,” ujar Minho dengan masih agak
cemberut.
“aku gak ngerti.. aku kangen tinggal di
kampung,” kata Areum. Sudah resmi satu bulan dia meninggalkan kampung dan
tinggal di apartment nya Minho.
Minho hanya diam saja, tidak menanggapi
keluhan Areum. Areum jadi sedih, dia jadi ingat dengan keluarganya di kampung.
Minho pergi pamit ke manajemen talenta.
“Geum Yi.. kapan kontrakku berakhir??,”
tanya Areum saat Minho pergi, dia langsung telepon Geum Yi.
“loh.. bukannya satu tahun?? Kenapa??,”
Geum Yi tanya balik.
“aku kangen sekali ingin kembali ke
kampung,” ujar Areum.
“loh.. besok kan kamu harus pergi ke
sini.. kita mau persiapan acara di kota lain.. mana bisa??,” tanya Geum Yi
Areum sedih dia tidak bisa dekat dengan
orangtuanya, dia diam ketika Geum Yi berkata seperti itu.
“Geum Yi..,” katanya lagi
“Ya??,” jawab cowok itu dari kejauhan
“kamu tahu tidak?? Sebenarnya sewaktu aku
dan Minho ambil take shooting iklan itu.. aku sama sekali bukan pacarnya,” kata
Areum dengan jujur.
Tetapi Geum Yi malah tertawa,”hahahaha..
jangan bohong deh ah... begitu memang kehidupan dunia model..apa bohong biasa
ya??”
“aku tidak bohong, Geum Yi...aku jujur,”
ujar Areum dengan suara yang meyakinkan asisten managernya itu.
“kalau Minho bohong.. kenapa dia cium kamu
serius sekali..seperti pakai perasaan?? Kita sih..sudah hafal banget acting nya
Minho..dia serius atau tidak dengan lawan mainnya.. kalaupun tidak pacaran
juga.. pasti ada bedanya.. kalaupunnnn.. itu acting ciuman sekalipun”, Geum Yi
malah jadi mentertawakan Areum. Areum sekali lagi meyakinkan cowok itu kalau
mereka memang baru saja pacaran dan lebih baik cowok itu mencarikan dia
apartment baru untuk disewa supaya dia bisa tinggal sendirian dan nyaman.
“memang kamu tidak nyaman satu apartment
dengan cowokmu sendiri??,” tanya Geum Yi penasaran. Dia jujur mengatakan, tidak
mudah mencari apartment dikota besar itu dan lagipula, jika memang Minho tidak
masalah Areum tinggal bersamanya, kenapa tidak??
“aku tidak bisa begitu, Geum Yi..
pandangan orangtua ku masih kolot dan mereka hannya tahu aku punya apartment
baru, tidak menginap di apartment nya Minho dan mereka akan datang kesini,”
jawab Areum dengan serius
“Aigoo.. Areum... tidak seperti itu..
disini itu biasa kalau pacar tinggal satu apartment,” jawab Geum Yi santai.
Areum melotot dan kaget dengan jawaban
Geum Yi baru saja. Ternyata Geum Yi jahil padanya, sama sekali sebenarnya dia
belum mencarikan Areum apartment. Areum benar-benar kecewa dengan asistennya
itu.
“Ya Tuhan.. bagaimana kalau kedua
orangtuaku tahu, Geum Yi?? Apa kamu tidak kasihan padaku??,”
Geum Yi hanya terkekeh dengan apa yang dia
sudah lakukan, tidak ada rasa sama sekali bersalah. Areum kecewa padanya dan
kesal, menurutnya, hal itu sangat tidak lucu dan dia juga merasa bersalah
dengan Minho kalau misalnya dia tinggal disini terlalu lama.
“kamu terlalu tradisional deh, Areum.. di
kota besar hidup bersama itu biasa,” ujar Geum Yi.
“tidak untukku, Geum Yi.. aku benar-benar
tidak bisa.. keluargaku pasti bisa menghukumku dan membatalkan semua kontrak..
padahal aku sudah tanda tangan kontrak,”
“kalau mereka menyuruhmu untuk pulang...
kamu bisa didenda, Areum dan jika kamu ingin berkarir, namamu jadi jelek,”
jawab Geum Yi
“jadi.. tolong bantu aku carikan
apartment.. aku tidak enak dengan Minho,” pinta Areum lagi dengan memohon. Geum
Yi akhirnya berjanji akan serius mencarikan untuknya.
Areum merebahkan dirinya di sofa,”payah
Geum Yi.. aku tidak bisa begini terus.. masak aku tinggal sama cowok?? Biar
pacarku.. bagiku malu banget”.
Dia lalu menelepon temannya dan janji akan
bertemu selepas ini.
“jadi..akhirnya kamu pacaran juga dengan
cowok cantik itu??,” tanya Myuk Byul, teman Areum, dengan penasaran.
Areum mengangguk saja, sambil dia
menyeruput minumannya.
“jadi.. kamu beneran suka sama dia?? Ih..
memang tidak repot gitu?? Urusan sama segala perabotan kecantikannya??,” Myuk
malah jadi repot sendiri, ingin tahu tentang Minho.
“menurutmu.. bagaimana??,” Areum malah
tanya balik. Dia malah jadi penasaran apa yang ada di pikiran temannya itu.
“gak enak,” Myuk senyum lebar.
Areum malah jadi tertawa dengan jawaban
singkat Myuk,”nasibku kali”
“loh.. kenapa memang??,” tanya Myuk lagi
“tidak tahu,” jawab Areum singkat.
“sebenarnya.. apa kamu cinta sama Minho
itu??,”
Areum mengangguk saja walau terkesan
jawabannya meragukan.
“kamu tidak mau tinggal dirumahku?? Eh..
iklan kalian semakin heboh saja deh.. ratingnya no satu dan aku rasa..cocok
untuk dijadikan drama loh,” lanjut Myuk
“ah.. kamu gila, Myuk..aku kan tidak bisa
acting.. biar Minho bermain saja dengan artis yang lain..aku hanya artis
dadakan kok,” jawab Areum cuek.
“ya..gak apa dong.. kalau memang kalian
pantas saja main drama.. sah-sah aja kan??,” tanya Myuk
Areum mengangguk,”ya.. tapi tidak semudah
dan seenak yang kamu bayangkan.. aku kena bully
fans nya.. dan fans dia sudah banyak sepertinya”,
Myuk kaget lebay dengan pengakuan dan cerita Areum yang dia sampai di bully dengan air comberan oleh beberapa
cewek fans nya Minho, tetapi Areum membela dirinya. Dia geleng-geleng kepala
dan ingin menghajar para fans itu kalau saja dia bersama Areum saat itu.
“aku baru tahu.. kalau dunia seperti ini
malah keras,” kata Areum
“aku sih pernah dengar yang seperti itu..
tapi memang biasanya terjadi pada artist yang mulai naik daun,” kata Myuk,”dan
aku gak nyangka kamu jadi korbannya”
Areum mengeluh,”aku sebenarnya malas
pacaran dengan Minho.. bukannya dia sama sekali tidak perhatian padaku..
perhatian banget dan cerewet... tapi.. rasanya ada yang aku gak bisa sama dia”
Myuk malah menyangka kalau Areum mencari
sosok yang sempurna, tapi sebenarnya dia sudah kenal temannya yang satu ini
sama sekali mencari cowok bukan dengan sosok sempurna, hanya butuh yang clique hati dan pikirannya sama-sama.
“memang kenapa?? Dia kurang sempurna untuk
kamu??,” tanya Myuk, mengetes pemikiran dan perasaan Areum, siapa tahu berubah.
“ah..enggak.. hanya saja...,”
“hanya kenapa?,” tanya Myuk lagi.
“jangan bilang siapa-siapa.. janji ya..
kamu ini best friend ku sedari dulu
loh,” kata Areum, dia ingin segalanya tentang Minho tidak diceritakan pada yang
lain, karena memang dia tidak cerita kepada siapapun termasuk pada orangtuanya
juga.
Myuk malah tertawa mendengar penjelasan
Areum yang menurutnya itu aneh dan tidak masuk akal. Dia tertawa
terpingkal-pingkal sampai beberapa orang menoleh padanya di cafe itu dan
akhirnya dia menghentikan tawanya.
“tapi itu benar, Myuk.. aku sama sekali
tidak bohong,” kata Areum dengan wajah meyakinkan temannya itu.
“ah.. masak iya sampai segitunya sih??
Perabotan kecantikannya banyak dong??,” Myuk mendekatkan wajahnya pada
sahabatnya itu. Areum mengangguk pasti, seperti yang dia ceritakan pada Myuk.
Myuk kembali tertawa dan kali ini dia
kurangi kerasnya.
“aku gak nyangka Minho se kepo itu dengan urusan kosmetik dan
kecantikan tubuhnya.. aigooo... kamu
gak menderita kan??”
Areum diam saja.. lalu,”pusing juga sih...
aku kan tomboy banget.. apa kamu lihat aku walau pakai rok tapi sibuk dengan
dandanan ku??”
Myuk menggeleng, dia memang tahu kalau
Areum tipe cewek cuek dengan penampilan. Dia pakai apa yang dia suka dan
mungkin hampir tidak peduli dengan tampilan wajahnya, termasuk bagaimana
ber-make up.
“jadi.. Minho itu pandai banget make up an
sendirian??,” Myuk malah matanya berbinar dan dia penasaran, jadi kepo sendiri pengen tahu banyak soal
cowok itu
Areum mengangguk,”ya.. kamu lihat saja
nanti kalau kita menginap malam ini..dia tidak ada.. katanya mau pulang ke
rumah orangtuanya.. mau kumpul bareng keluarga”
Myuk nyengir kuda, dia makin penasaran
dengan pacar temannya itu. Mereka lalu pergi jalan-jalan sebentar keliling
seoul dan akhirnya kembali ke apartment Minho.
Ternyata, disana Minho sudah ada terlebih
dahulu. Dia santai saja sikapnya ketika Areum datang bersama Myuk.
“ini sahabatku... Myuk Byul,” kata Areum
pada Minho
“eh..kamu waktu itu yang pernah kita
ngobrol tentang pori-pori itu kan??,” tanya Minho ramah pada Myuk
Myuk mengangguk senang,”aku senang loh...
sahabatku ternyata pacaran dengan cowok terkenal macam kamu, Oppa”
Minho jawab santai saja, menurut dia, mau
terkenal mau tidak, sama sama manusia dan dia merasa biasa saja dengan dirinya,
tidak istimewa-istimewa sekali.
Tapi kemudian Minho bertanya juga pada
Myuk, apa dia sudah ke dokter Sung atau belum, dokter spesialis kecantikan yang
terkenal itu.
Areum jadi gerah lagi dengan pembicaraan
itu, ternyata Minho masih sangat mengingatnya. Myuk hanya jawab kalau dia masih
mempertimbangkan datang ke dokter itu karena ternyata mahal sekali biaya
perawatannya. Minho bilang memang dokter Sung dokter terkenal dan banyak sekali
aktris atau aktor yang datang kesana untuk konsultasi dan perawatan.
“kamu enak dong, Oppa.. bisa kesana??,”
basa basi Myuk pada Minho
Minho hanya senyum,”ah..kalau perlu saja
sih.. kalau ada masalah.. selebihnya aku beli perawatan biasa kok”.
“Oppa memang pakai merk apa saja sih??,”
tanya Myuk lagi, penasaran. Dia ingin menguji perkataan Areum.
Minho lalu menyebutkan satu persatu merk
lengkap dengan kegunaannya apa saja, persis sama dengan yang dibilang Areum
pada Myuk. Areum hanya diam saja, padahal dalam hatinya dia agak kesal dengan
sahabatnya itu... kenapa pakai ngetest segala??
“mahal sekali loh, Oppa.. semua merk yang
Oppa sebutkan itu,” senyum Myuk
“ya.. tapi sebanding dong dengan
hasilnya.. aku utamakan kualitas sih,” jawab Minho enteng.
“aku ingin bicara dengan Areum dulu
sebentar ya??,” pinta Minho pada Myuk. Myuk mempersilahkan dan Minho menarik
tangan Areum ke kamar riasnya dan menutup pintu sedikit.
“kamu cerita apa pada Geum Yi tentang
hubungan kita??,” tanya Minho mendadak pada Areum dikamar riasnya.
Areum agak panik menjawab,”enggak..aku
bilang pada dia kalau aku minta dicarikan apartment, supaya kedua orangtuaku
bisa tinggal denganku”
“kamu kan bisa tinggal disini dulu untuk
sementara.. bukannya Geum Yi sudah berusaha mencarikan buatmu??,” tanya Minho
penasaran
Areum menggeleng, ternyata Geum Yi bohong
padanya dan dia mengulur waktu mencari. Tapi cowok itu bilang janji akan serius
mencari.
Minho mengomel soal asisten manager Areum
itu,” dia memang suka begitu..suka mengulur waktu, menyebalkan”
“aku ingin supaya orangtuaku bisa bebas
tinggal bersama ku..aku tidak enak tinggal denganmu, Minho...,” kata Areum.
Dia belum selesai bicara, Minho lalu
menoleh padanya, sensitif nya mulai lagi,”gak enak kenapa? Kamu kan pacarku”
“aku enggak mau kita tinggal bersama,”
jawab Areum jujur,”lagipula.. kontrakku juga sebentar lagi habis kan??”
“masih lama, ah... baru mau masuk dua
bulan,” jawab Minho,”lagipula..aku gak masalah kamu tinggal disini”
“aku gak enak dengan kedua
orangtuaku...para tetangga menggosip tentangku disana,” jawab Areum jadi agak
defensif.
Minho malah memandangnya dalam-dalam..
Areum seperti berkelit dari matanya.
“jangan melihat aku seperti itu,” kata
Areum.
Tapi Minho malah senyum manis dan
licik,”memang kenapa... gak boleh ya??”
“aku memang gak mungkin tinggal sama kamu
selamanya begini sepanjang kontrak,” kata Areum lagi. Tapi Minho makin dalam
memandangnya.
“jangan lihat aku seperti itu,” ulang
Areum dengan gugup.
Myuk Byul penasaran, dia mengendap-endap
mengintip apa yang mereka bicarakan. Tapi dia hanya melihat Minho sedang
menatap tajam Areum yang merasa terpojok.
“kamu gak hargai banget perhatianku,” kata
Minho dengan suara dingin,”kamu kan pacarku..jadi wajar dong..kalau aku mau
perhatikan kamu..dan kamu juga perhatikan aku.. apa aku salah??”
Areum menggeleng, dia memang terpojok dari
kata kata dan posisi.
“lalu bagaimana?? Kalau misalnya Geum Yi
tidak juga bisa carikan kamu apartment sewa??,” tanya Minho lagi. Sikap
dinginnya dia keluarkan.
“aku gak tahu,” jawab Areum singkat.
Minho senyum tipis dan dingin, Areum
merasa dia sedang di desak. Minho malah memegang kedua pipi Areum dan lalu
menciumnya.
Myuk Byul yang mengintip
terperangah,”wah...mereka malah pacaran..heuh”
Myuk Byul memperhatikan saja kejadian itu
tanpa berkedip.
Lalu,”aku yang meminta Geum Yi tidak usah
cari apartment untukmu dari awal..tinggal denganku saja,” senyum Minho setelah
dia mencium pacarnya.
Areum diam saja, dia masih kaget Minho
ngerjain dia dua kali hari itu. Jantungnya makin gak karuan saja bunyinya.
“gak mungkin..,” jawab Areum singkat dan
cepat. Tapi Minho malah mengucek rambutnya cewek itu.
“gak mungkin gimana sih??,” senyum Minho
lagi,”kamu ternyata biar galak... manis juga”
“kenapa mereka malah pacaran sih?,” tanya
Myuk Byul, dia lalu buru buru kembali ke sofa dengan berjinjit, takut ketahuan
mereka.
“sudah.. tetap saja disini..aku mau pulang
dulu..bertemu orangtuaku,” kata Minho lagi. Dia lalu mengeluarkan sebuah kotak
dari lemarinya, ternyata kotak kosmetik. Lalu dia memilah-milah sederetan
produk dimeja rias dan lemarinya dan memasukkannya pada kotak itu
“aku mau pulang...tapi besok kan kita ada
janji mau bareng lagi ke manajemen.. jadi aku jemput kamu besok siang”, kata
Minho lagi. Areum hanya mengangguk saja. Dia masih bingung dengan kejadian ciuman
tadi.
Setelah selesai dia membereskan kosmetiknya,
dia lalu menghampiri Areum lagi dan mengelus pipinya,”sampai jumpa besok ya..”
Areum hanya mengangguk saja, mereka lalu
keluar kamar.
Myuk Byul pura-pura membaca majalah.
“aku titip Areum ya.. kalian silahkan saja
kalau mau pakai kamarku,” senyum Minho pada Myuk.
Myuk Byul sedikit menunduk hormat
padanya,”gomaseubnida, Oppa”.
Belum saja Minho keluar, ternyata ada
telepon dari Yonghwa.
“oh..jadi kamu mau beli night cream yang
aku rekomendasikan itu... €harles Arden itu?,” tanya Minho pada Yonghwa
ditelepon dan Yonghwa mengiyakan.
“aku bisa antar kok..kebetulan sore ini
kosong dan Areum dengan temannya...,” kata Minho lagi
“tidak apa-apa kan..?,” tanya Yonghwa
disana
“tidak apa.. aku akan jemput kamu..masih
tinggal ditempat yang sama kan??,” tanya Minho lagi
“ya, baiklah..aku kesana, okay,” lalu
Minho menutup teleponnya. Dia menoleh pada Areum dan Myuk.
“aku pergi dulu.. ,”senyumnya pada mereka
dan pamit.
Myuk geleng-geleng kepala dan tertawa pada
Areum,”hahahaha... gak habis pikir deh... kamu yang tomboy banget.. gak mikir
mau pakai kosmetik merk apa, harga berapa..tiba tiba pacaran dengan cowok
seperti Oppa Minho itu, hahahaha!”
“Jangan bercanda dengan hidupku,” balas
Areum judes, tapi Myuk malah makin keras tertawanya.
“gila ya.. mahal kan harga kosmetik merk
itu.. kalau aku sih...pasti gak sanggup beli,” kata Myuk lagi. Mereka asik
nonton tv.
“kita kan bukan orang kaya... jadi wajar
gak sanggup beli,” jawab Areum
Myuk mencolek pundak sahabatnya itu,”heeeehhh...
tadi..ciuman ya?? Hahaha”
Areum langsung menoleh,”eh?? Kamu ngintip
ya??”, wajahnya langsung pucat
Myuk malah bercanda padanya,”wah.. Oppa
Minho romantis ya? Hahaha”
“enggak lucu, Myuk Byul... kamu seharusnya
gak lihat itu, huh,” Areum jadi judes padanya, dia lalu berjalan menuju dapur,
memasak untuk dia dan sahabatnya itu.
Myuk menghampiri Areum lalu duduk dikursi
makan,”rasanya... Oppa Minho itu keibuan deh, hehe”, dia malah cengengesan dan kepo lagi soal Minho.
“aku yang hidup dengan dia hampir dua
bulan ini...biasa saja..dia sok ngatur,” balas Areum dengan nada judes.
“cerewet gak??,” tanya Myuk
singkat,”biasanya cowok tipe itu sangat cerewet dan melelahkan.. banyak maunya”
Areum mengangguk lalu menghampirinya dan
menghidangkan kue sederhana untuk mereka berdua.
“Tapi perhatian,” kata Areum singkat
“cocok dong...kamu tomboy, dia cantik,”
sindir Myuk sambil tertawa keras lagi. Areum matanya melotot pada temannya itu.
“kamu belum pernah pacaran sama cowok
cantik kan??”
Myuk malah tertawa pada Areum,”kata siapa?
Aku lupa cerita sama kamu hahaha”
Areum kaget,”Apa?? Jadi pernah juga??”,
matanya sampai agak terbelalak dengan kata-kata Myuk barusan.
Myuk mengangguk,”iya... tapi hanya dua
bulan..aku gak tahan dengan sikapnya”
“cerewet dan melelahkan maksudmu??,” tanya
Areum.
Myuk mengangguk mantap,”aku mana bisa
bertemu dengan cowok egois seperti itu”
Areum menggaruk kepalanya,
kebingungan..tidak menyangka Myuk juga pernah mengalami hal yang sama,”jadi..aku
juga sebenarnya tertimpa sial ya?? Temanku yang baru juga seperti itu.. kamu
kenapa enggak curhat padaku waktu itu??”
“bagaimana mau curhat?? Kamu kan sibuk
urus usaha ayahmu,” keluh Myuk. Semenjak Areum memutuskan untuk membantu usaha
ternak sapi dan juga permen susu milik ayahnya, dia memang sibuk dan hanya
sedikit bicara. Bahkan juga dia suka membantu ayahnya memerah susu sapi dan
membawa galon-galon susu tersebut untuk dijadikan permen. Kehidupan keluarga
mereka memang dari peternak sapi turun temurun.
“ya..aku minta maaf deh,” kata Areum. Mereka
bicara sambil makan pie susu buatan Areum.
“aku juga gak menyangka kok.. padahal aku
tomboy,” kata Myuk lagi.
“semua apa karena kamu cuma gak tahan
dengan cerewetnya??,” tanya Areum
Myuk menggeleng,”kita butuh cowok dewasa
kan ya..apapun kondisinya?? Dia masih belum dewasa, egois dan mementingkan
kebutuhannya saja... Minho begitu tidak??”
“biasa saja.. aku tidak mau ambil pusing
dengan urusan dia suka dandan lama”, jawab Areum,”dia juga enggak pelit kok
untuk makanan.. tapi aku merasa tidak enak saja..jadi aku sering belikan semua
bahan dan masuk kulkas”
“dan..kamu yang masak untuk dia??,” tanya
Myuk.
Areum mengangguk ,”tipe cowok yang maunya
dilayani..”
“Aigoo..apa semua cowok cantik seperti itu
ya??,” Myuk jadi kepusingan sendiri, dia mengingat lagi kisah cintanya yang
lalu.
“tapi..kamu bahagia dengan Oppa Minho
kan??,” tanya Myuk lagi
Areum senyum,”iya hehe.. aku sih
sebenarnya masih bingung dengan hatiku sendiri.. tapi.. aku pikir.. Minho
sebenarnya cowok biasa yang tidak sesempurna aku bayangkan..”
Myuk menimpali,”malah aku pikirnya.. Oppa
ini jauh dari sempurna.. ya kan??”
Areum tertawa,”ya.. mungkin begitu kali??
Aku gak ngerti.. aku pun kalau pacaran hanya sebatas mengerti pikiran namjachingu ku saja”
Myuk malah menopang dagu,”sebenarnya aku
takut kalau kamu pacaran.. kamu serius sekali deh.. kesannya dengan cowok ...galak
gitu”
“aku gak bisa sembunyikan sikap ku, Myuk..
inilah aku.. aku katakan sebelumnya pada Minho kalau aku menolak dia.. tapi dia
duluan yang nekat..,” jawab Areum.
“kamu gak sempat tendang dia kan?? Bahaya
loh,” Myuk masih menopang dagunya.
“hampir saja asetnya hilang,” tawa Areum
Myuk melotot,”APA?? IH.. KAMU GILA,
AREUM!”
Areum tertawa,”habis bagaimana lagi?? Dia
meremehkan aku sih”
“aku sebenarnya masih kesal dengan Minho..
hatiku masih setengah suka padanya,” tambah Areum lagi. Dia memainkan
rambutnya.
“kebiasaanmu... daridulu begitu.. kamu
butuh waktu lama kenal cowok,” jawab Myuk dengan cepat.
Areum mengeluh, dia memang tidak pernah
cepat percaya pada orang lain dengan pikirannya sendiri. Dia baru akan percaya
kalau sudah mengenal lama dan dia sampai saat ini pun masih sangat merasa Minho
asing baginya.
“nanti kalau dia berpaling ke cewek lain..
gimana??,” tanya Myuk
Areum dengan cuek menjawab,”biar saja..
aku tidak tahu harus bagaimana”
“Tapi..sepertinya Oppa memang suka kamu
banget loh.. dilihat dari cara ciumnya,” goda Myuk
“jangan bahas itu lagi deh,” keluh Areum.
Myuk malah tertawa kencang.
“habis..aku gak nyangka beneran sih..
kaget aja gitu loh.. eh ternyata,” kata Myuk masih sambil tertawa.
“besok aku harus kerja.. kembali ke
manajemen,” ujar Areum. Dia mengeluh menaikkan kaki nya satu ke atas kursi.
“jadi.. kamu memang satu payung dengan
Oppa??,” tanya Myuk
Areum mengangguk,”bahkan katanya Yonghwa
ingin buat satu video clip aku dan Minho jadi modelnya”
Myuk malah jadi senang sekali sahabat nya
itu bisa serasa romantis disurga sampai video clip saja akan main bareng juga.
Dia malah jadi iseng berkhayal tentang sahabatnya itu dan membuat Areum tambah
pusing.
“kamu terlalu ngayal deh.. udah ah,”
gerutu Areum. Myuk malah masih tertawa lebar.
“aku gak nyangka bangeeeetttt,” goda Myuk.
“udah deh, ah.. kamu sama saja dengan
Eomma ku,” keluh Areum
“Imo
tahu gak.. kalau kamu satu atap sama Minho??,” tanya Myuk lagi, dengan wajah
sangat penasaran, pupil mata membesar dan terang.
“hiiii.. penasaran sekali deh,” Areum
mengelak dari pandangan Myuk yang menurutnya aneh dan kepo.
“ayo dong jawab,” kata Myuk
“sudah tahu,” jawab Areum setelah beberapa
menit mereka saling diam
“lalu.. apa kata Imo dan Samchon??,” tanya
Myuk lagi, masih penasaran.
“ibuku terlalu lebay,” jawab Areum datar.
Myuk tertawa,”iya sih.. ibu mu itu terlalu
senang kalau kamu punya pacar.. soalnya kan.. kamu susah sekali pacaran...
mungkin semua orang bisa saja curiga kalau kamu lesbi, hahaha”
Areum jadi tambah bete Myuk senang dengan
penderitaan dirinya yang belum mendapatkan apartment sewa dari Geum Yi. Tapi
tidak mungkin juga dia tinggal di rumah Myuk sebab agak jauh dari gedung
manajemen dan manajemen juga menyuruhnya lebih baik tinggal dekat gedung.
Myuk tertawa-tawa saja mendengar Areum
menceritakan hubungannya dengan Minho. Areum tidak bisa dipancing juga dengan
hal seperti itu, karena dia terkadang suka kesal Myuk sahabatnya ini suka
keterlaluan dalam bercanda.
“nanti kalau kalian married..aku harus
orang pertama yang diberi tahu loh.. la la la la la,” kata Myuk lagi, iseng
“Jangan bodoh ah, Myuk..,” gerutu Areum.
Tapi Myuk masih tertawa terpingkal-pingkal.
“jadi.. kamu memang sudah ciptakan lagu
dan benar mau aku jadi model di video klip mu nanti??,” tanya Minho pada
Yonghwa ketika mereka sedang berjalan mencari kosmetik yang sudah
direkomendasikan Minho itu.
“ya,” balas Yonghwa,”lagu itu sebenarnya
sudah lama juga aku ciptakan.. cuma belum saatnya tepat waktu itu untuk dibuat clip
nya..aku mencari pasangan yang pas.. sebenarnya lagu itu untuk Yu Ri.. hanya
saja..aku tidak yakin kalau Yu Ri bisa acting.. jadi.. kamu saja deh.. sama yeojachingu mu itu yang jadi modelnya,
Oppa.. lagipula.. yang lalu kan juga Oppa..”
Mereka lalu masuk ke €harles Arden dan
memilih-milih kosmetik.
“yang ini,” kata Minho pada Yonghwa, lalu
pada sales girl kosmetik. Sales girl itu pun pergi membungkus.
“aku sih tidak masalah.. suruh saja
manajemen mu katakan pada manajemen ku.. nanti mungkin bisa untuk sekalian
dengan Areum.. dia masih baru sih,” ujar Minho
“tidak apa kan?? Aku akan kirimkan konsep
lagunya dan juga konsep video clipnya..nanti Oppa bisa pelajari bersama Areum,”
kata Yonghwa. Mereka lalu menuju kasir.
“terima kasih,” ujar Yonghwa dengan senyum
pada kasir dan mereka keluar lagi dari toko itu, menuju cafe untuk membicarakan
semuanya.
Minho mendengarkan di smartphone nya
Yonghwa lagu yang memang belum jadi video clip itu, baru rekaman biasa saja.
“wah.. romantis sekali.. ini cerita
tentang seorang cowok yang sebenarnya mendambakan cewek yang tulus mencintainya
di jaman serba semuanya tidak terkendali ini ya??,” tanya Minho pada Yonghwa
Yonghwa mengangguk,”aku menemukan semua
bait ini ketika justru setelah ditolong Yu Ri”
“ya... aku sempat mendengar kamu hampir
saja tewas karena tergulung ombak saat syuting di laut.. umm.. beruntung sekali
Yu Ri menolong mu..”, kata Minho, dia serius mendengarkan lagu itu.
Yonghwa tertawa kalem,”ya... begitulah...
aku tidak tahu alasan apa dia menolong.. tapi menurut insting ku.. bukan karena
aku seorang aktor.. sebab.. dia sendiri kemudian dipecat dari sekolah tempat
mengajar”
Minho kaget,”apa.. sampai seperti itu??”
Yonghwa mengangguk,”ya.. aku juga tidak
menyangka sampai seperti itu.. beruntung pula aku mempunyai reality show dan
ternyata aku masih dipertemukan Tuhan dengan dia.. dan.. aku terus menghargai
dia karena baiknya itu loh”
Minho bergumam,”memang sih.. susah sekali
mencari cewek yang memang mengerti kita.. tanpa embel-embel siapa kita”
“begitulah,” ujar Yonghwa,”dan.. bagaimana
dengan Eonni Areum??”
“tomboy sekali,” Minho nyengir kuda, gigi
putih atasnya terlihat semua.
“seperti apa yang kamu lihat.. ketika dia
menolong kalian,” lanjut Minho.
“gossip beredar.. Oppa dan dia tinggal
bersama??,”
Minho mengangguk,”ya.. tapi tidak selalu..
kadang aku pulang ke rumah orangtuaku.. kami sih sibuk masing-masing saja.. aku
kan harus juga persiapan drama.. aku dapat kontrak untuk sebuah drama.. jadi
harus panjang penghayatan dan persiapannya.. aku tidak mau asal bermain.. atau
nanti persaingan akan mendesakku”
“Jadi..hubunganmu dengan Yu Ri..
bagaimana??,” Minho tanya balik pada sahabatnya itu
“sangat baik.. orangnya pengertian..aku
sibuk dia tidak banyak meminta,” jawab Yonghwa
“terlalu sederhana? Bukannya itu selera
mu??,” tanya Minho lagi
Yonghwa tertawa tapi tidak keras,”ya..
selera ku, Oppa.. haha.. i am happy”
“that’s
great.. tetap berjuang,” Minho senyum dan menepuk pundak Yonghwa.
“tapi sepertinya kita masih jauh dari
berfikir kalau fans bisa menerima ini,” kata Yonghwa. Minho mengangguk dan
bilang itu sebabnya kalau dia lebih suka menyamar kalau sedang pergi bersama
berbelanja atau ingin makan diluar. Dia merasa safe dan tidak diganggu ketika
tidak dikenal.
“tapi kan tidak mungkin juga selamanya
kita menutup diri,” lanjut Yonghwa lagi.
“aku masih menutup diri..aku tidak ingin
kehidupanku terlalu banyak yang mencampuri.. sesibuk apapun itu,” ujar Minho.
“mestinya ketika kita sudah diatas 35 dan
sudah mapan.. baru kita berfikir serius, Oppa,” kata Yonghwa
“maunya seperti itu... rencana sih
begitu.. tapi...kita tidak tahu.. lihat saja nanti,” jawab Minho kalem.
“yang harus dipikirkan ketika fans
ternyata nekat dengan Areum,” lanjut Minho lagi. Lalu dia bercerita pada
Yonghwa bagaimana Areum pernah dilempar air comberan dengan segala macam isi
sampai sampai bau sekali, tetapi pacarnya itu melawan dan tidak terima.
“tega sekali,” ujar Yonghwa singkat.
“aku juga yang salah.. mengumumkan
pacaran,” kata Minho
“karir Oppa bisa jeblok nanti,” kata Yonghwa.
“mungkin..,” balas Minho,”mungkin aku akan
menutupi diriku lagi.. apa gak berbahaya buat ku dan Areum ketika syuting video
clip bersama lagi??”
Yonghwa jadi berfikir juga, sebenarnya
bukan pada Minho yang berbahaya, tapi Areum yang bisa diancam para fans.
“sulit juga.. mungkin salah satunya lama
kelamaan mesti terlihat seperti orang putus,” ujar Yonghwa.
“putus ya??,” tanya Minho pada sahabatnya
itu, dia berfikir, kalau memang putus dan pura pura pun dan terkesan sebagai
teman biasa saja..baru sepertinya mereka terlihat aman.
Minho pulang ke rumah orangtuanya. Dia
sibuk bicara dengan kedua orangtua dan kakaknya. Sama sekali kalau dirumah, dia
belum bercerita tentang Areum. Tapi ternyata kedua orangtuanya memantaunya dari
televisi.
“kenapa kamu tidak membawa Areum
kesini??,” tanya ibunya
“ah Eomma.. nanti saja.. lagipula, besok
aku sibuk.. dan.. hari ini aku bertemu Jung Yonghwa.. Eomma tahu kan?? Dia akan
mengontrak aku dan Areum untuk video clipnya,” jawab Minho dengan santai.
“aku semakin sibuk, Eomma... minggu depan
aku harus kembali kerja.. keluar kota,” lanjutnya lagi.
“tetapi.. kalau kamu tidak membawa yeojachingu mu itu.. mana bisa Eomma
tahu sifatnya??,” tanya ibunya lagi.
Minho jujur mengaku belum bisa terlalu
cepat membawa Areum ke depan orangtuanya walau sudah berjalan hampir 2 bulan
hubungan mereka.
“nanti saja, Eomma.. kalau sudah 3 bulan
lebih”, jawab Minho. Ibunya menuruti saja.
“Geum Yi.. tolong bilang manajer Kwang..
aku baru saja bicara dengan Jung Yonghwa kalau dia berminat aku dan Areum
menjadi model video clipnya”, kata Minho menelepon Geum Yi malam itu
“wah.. bisa tambah repot,” jawab Geum Yi.
Minho heran,”kenapa??”
“sepertinya kalian mesti pakai bodyguard
deh,” tawa Geum Yi
Minho membalas tawanya asisten manager itu
dengan tawa kembali,”memangnya kenapa?? Wah.. aku gak mau jadi homo, sampai
dalam kota saja harus pakai bodyguard, haha”
“kalian semakin naik daun, Oppa..
jadi..aku juga harus carikan apartment baru untuk Eonni Areum,” jawab Geum Yi
Minho jadi mikir.. sebenarnya dia ingin
sekali Areum tetap bersamanya, entah kenapa dia tidak ingin cewek itu berpisah
darinya.
“jadi.. kamu tetap mau carikan??,” tanya
Minho pada Geum Yi
“ya.. harus bagaimana lagi?? Kalau tidak..
kehidupan Eonni Areum bisa berbahaya.. banyak sepertinya yang mencaci dan
kurang suka dengannya daripada yang suka,”
“karena aku maksudmu??,” tanya Minho
Geum Yi terkesan tidak enak hati
menjawabnya,”ya.. begitulah.. dan.. Oppa tahu kan?? Siang tadi aku bilang pada
Oppa kalau Eonni minta dicarikan”
“gwaenchanh
a... aku faham,” balas Minho.
Awalnya Minho malam itu ingin sekali
menginap.. tapi dia malah balik lagi ke apartment nya. Areum membuka pintu dan
melihatnya dengan keadaan aneh.
“bau alkohol,” dalam hatinya Areum. Minho
memang habis minum, tapi entah dengan siapa.
“aku pikir.. kamu menginap,” ujar Areum
ketika membuka pintu untuk Minho.
Minho diam saja, lalu, dia malah menubruk
tubuh Areum.
“eeehh.. eeeh..,” Areum panik sendiri
ketimpahan tubuh Minho, dia berusaha menahannya.
“kamu mabuk ya??,” tanya Areum. Minho ternyata
malah tidur dipelukan Areum yang mencoba menopang tubuhnya yang tinggi.
“aduh.. dia ini.. berat sekali,” Areum
berusaha membawa Minho ke sofa.
Dia lalu masuk kamar,”wah.. mabuk..
diapain ya??” lalu dia menelepon Myuk.
“Minho mabuk.. aku diamkan saja di sofa,”
katanya pada Myuk
“kenapa dia??,” tanya Myuk keheranan.
“aku tidak tahu,apa ada masalah dengan
pekerjaan ya??,” jawab Areum
“kamu baringkan saja dia.. trus longgarkan
pakaiannya.. sepatunya dilepas,” kata Myuk. Lalu dia mengatakan pada Areum bagaimana
caranya menangani orang yang habis mabuk. Areum menutup teleponnya dan malah
menatap Minho yang tidur karena pengaruh minuman.
“menyebalkan deh.. masak cowok seperti ini
ternyata bisa mabuk juga??,” gerutunya dalam hati. Dia memang belum pernah lihat
Minho minum sampai teler. Dia malah jadi berfikiran pasti cowok itu ada masalah
atau mungkin baru bertemu teman-temannya.
Dia lalu melepas sepatu Minho dan
melonggarkan pakaiannya supaya tidak tersedak atau muntah mendadak.
Dia hanya duduk dibawah dan memandangi
Minho yang tidur.
“kamu memang kenapa sih??,” katanya dalam
hati.
“ada apa ya??,” dia memandangi Minho
dengan dalam. Minho masih saja tidur.
Tak berapa lama, cowok itu bergumam dan
bangun. Dia ternyata menoleh ke samping sisi sofa dan menemukan Areum ketiduran
di bawah dengan posisi duduk, menggenggam tangan Minho.
“ternyata tadi aku mabuk,” kata Minho,
masih merasa kepalanya pusing dan badannya lemas.
Dia membiarkan saja Areum menggenggam
tangan satunya lagi. Lalu Minho menggosok kepalanya dengan tangannya yang lain
masih kepusingan.
Dia melamun saja, menahan perutnya yang
sakit supaya tidak muntah.
“Geum Yi payah.. manajemen payah,”
gerutunya dalam hati. Ternyata dia mabuk soal manajemen yang kemungkinan tidak
akan mengajak Areum dalam videp clip yang nanti rencananya bekerjasama dengan
Yonghwa. Dia merasa sudah cocok dengan Areum daripada dengan perempuan model
yang lain. Kwang tidak setuju dan dia katakan kalau video ini sepertinya
sederhana saja liriknya dan tidak perlu orang yang sedang naik daun untuk video
ini. Tapi tadi Minho membantah kalau sebenarnya Areum ikut dengannya tidak
dengan bayaran tinggi pun tidak mengapa. Ternyata diluar sana, fans banyak yang
kecewa dengan Minho pacaran dengan Areum... dan manajemen meminta mereka PUTUS!
Minho terang saja jadi super galau. Sama sekali dia tidak mau putus
apalagi kehidupan cintanya diatur-atur manajemen.
“lebih baik aku meminta Areum mundur
kembali ke kampungnya daripada aku harus putus dengan dia,” Minho menoleh dan
mendekat pada wajahnya Areum yang tertopang di pinggiran sofa.
“aku mencari cewek yang sayang aku apa
adanya.. gak marah marah dengan kekuranganku.. dan itu kamu.. walau kamu
galak.. aku berfikir.. justru kamu cintaku,” ujar Minho lagi. Dia senyum pada
wajah Areum yang tertidur.
Dia berusaha untuk bangun dan Areum
akhirnya bangun juga.
“sudah bangun??,” senyum Areum pada Minho
“Ye..
mian.. aku mabuk,” balas Minho dengan senyum, tapi dia memegang kepalanya
masih pusing.
“ada masalah apa??,” Areum duduk
disampingnya, menaikkan kedua kakinya, bersila.
Minho minta tolong pelipisnya di
pijat,”tidak ada apa-apa,” jawabnya singkat. Dia masih tidak mau menceritakan
kalau mereka harus putus karena fans. Dia belum siap mendengar apa keputusan
Areum.
Areum membantunya memijat pelipisnya. Minho
memejamkan matanya,”tidak marah kan.. tadi aku mabuk??”
“Tidak,” jawab Areum singkat.
“gomawo,”
kata Minho singkat. Areum masih saja memijat pelipisnya dan Minho masih
memejamkan matanya.
“kepalaku berat sekali.. padahal besok
kita harus kerja.. persiapan minggu depan keluar kota”
“apa mungkin..aku bilang saja pada Geum Yi
supaya ketemu nya diundur sore saja??,” tanya Areum pada Minho
“gak usah.. aku masih ada urusan sore nya
dengan manajemen juga,” balas Minho. Dia lalu membuka matanya,”sudah lebih segar”
“aku buatkan dulu lemon hangat ya.. supaya
tidak mual,” senyum Areum padanya, lalu dia bangkit dari Sofa.
Minho malah menarik tangannya, menyuruhnya
untuk duduk.
“ada apa??,” tanya Areum keheranan.
Minho menciumnya, Areum bingung lagi, ada
apa dengan cowoknya malam itu.
“kamu jangan pergi ya??,” pinta Minho
sambil memeluk Areum
Areum bingung,”memang kenapa?? Ada yang
salah dengan siapa??”
“aku bakalan kangen kamu nanti,” kata
Minho lagi. Dia membayangkan Areum yang akan dipecat manajemen, bukan dia. Kwang
juga yang berkata kemungkinan itu: pindah ke manajemen yang tidak terkenal atau
keluar dari manajemen ini.
Minho galau bukan kepalang malam itu, dia
hanya bisa meminta Areum membiarkan dirinya dipeluk Minho.
Areum jelas bingung, apa yang telah terjadi
dengan pacarnya itu. Dia membiarkan Minho memeluknya.
“yakin.. tidak ada masalah yang serius?,”
tanya Areum ketika Minho melepas pelukannya sendiri.
Minho berusaha tersenyum,”tidur yuk.. aku
pusing”
Dia lalu pergi ke kamar mandi, mencuci
muka dan ke kamar tidur ganti baju.
“aku pergi tidur dulu,” kata Areum. Mereka
memang terbiasa tidur terpisah, Areum di kamar Minho dan Minho di sofa yang
bentuknya kotak mirip tempat tidur itu.
Tapi Minho menarik lagi tangan Areum.
“disini saja...,” katanya.
Areum bingung, dia tidak ingin tidur
bersama Minho, dia takut.
Minho memegang tangannya, mengajak dia
berbaring disampingnya.
“good
night,” kata Minho yang berbaring disampingnya, memejamkan matanya, tetapi
tangannya menggenggam tangan Areum.
Areum memandang Minho yang matanya sudah
terpejam...
Bersambung ke part 15...