Pagi di taman depat kost Hiro dan Ryo.. hari ini tidak terlalu panas, suara burung berkicau menyambut pagi yang begitu cerah..
Kakek kakek dan nenek nenek terllihat jalan jalan pagi.. dan beberapa anak kecil juga sudah terlihat bermain main di taman seperti rumah susun itu..
“eh..Saracchi..kamu gak boleh begitu sama Hiro-kun,” kata Taku sambil dia membaca buku “ganong’s.. Histology and anatomy”.
“isk.. itu kan karena dia sendiri yang genit..aku gak suka.. kalau dia mau kerjasama denganku..jangan pernah macam macam sama aku,”
“Taku sendiri kan tahu aku seperti apa,”tambahnya lagi dengan duduk berhadapan di taman dekat kost susun mereka.
Takumi menutup bukunya,”iya..aku tahu kamu cewek seperti apa..tapi jangan galak galak sama dia.. semenjak SMA dia selalu cerita kamu aja yang cewek yang berani gampar atau nolak dia.. yang lain gak ada yang begitu,”
Takumi senyum,”tapi kalian cocok loh..ingat gak.. dulu kita punya teman cewek juga yang kemampuannya mirip sama kamu?,”
“iya.. Natsumi-chan..,” kenang sara
“sayang dia pindah ke lain kota,” katanya lagi
“iya...Hiro kun gak cocok sama Natsumi.. padahal kekuatan Natsumi lebih dari kamu..,” kata Takumi
“dan kita kehilangan kabar dari natsumi,” tambah takumi lagi
“kira kira.. kuliah dimana ya.. natsumi-chan??,” kata sara merenung
“aku hanya ingat aku pernah dibanting oleh Natsumi karena dia tidak bisa mengendalikan emosinya,hahahaha,” Sara tertawa
“dan anehnya.. kamu gak pernah ya.. membanting Hiro kun padahal kamu kesal habis sama dia?,” Taku senyum menggoda, lalu dia memeriksa tumpukan tumpukan kertas tugas junior juniornya
“meledek.. belum saja.. kemarin saja hampir pernah,” Kata sara kesal.. jari tangannya mengetuk ketuk meja taman dari marmer
“hah?? Beneran?? Cerita dong!,” Taku meletakkan kertas kertas tugasnya
“haaaahhh.. norak banget nembak aku pakai bunga mawar segala sampai peluk peluk di depan yamaguchi kun.. aku kan malu!,”
Takumi tertawa,”hahahahahaha! Hiro kun selalu banyak akal..”
“kenapa sih kalian kenalin aku sama cowok kayak begitu?,” Sara membanting buku nya Taku dengan matanya
“eeh eh.. nanti buku ku rusak.. ini mahal!,” kata taku membelai belai sampul bukunya
“Hiro kun bukan tipikal playboy kok aslinya..dia Cuma cari perhatian aja sama kamu,” kata Taku mengelus elus sampul bukunya yang berlipat
“Bukan playboy tapi dari SMA setiap hari ada aja cewek dekat sama dia.. bukan playboy itu namanya?,” gumam sara
“yeah yeah.. playboy juga sih.. tapi belum parah,” Taku nyengir kuda
“belum parah dari mana?,”
Taku berbisik,”ssstt...orangnya datang..nanti saja kita bicaranya,”
Sara menengok ke belakang, dilihatnya Ryo dan Hiro menghampiri mereka
“yo.. Ta-kun.. sara-chan!,” kata Ryo
“Yo..Saracchi!,” kata Hiro mengerling
“basi,” kata sara dalam hati
“aku gak disapa?,” kata Ta-kun
Hiro cengar cengir, lalu dia mau duduk disebelah sara, Ryo buru buru duduk sebelah sara
“kamu duduk sebelah Ta-kun..aku sebelah sarachan,” kata Ryo
“gak bisa lihat orang pengen dekat,” gumam Hiro
“bagus gak usah dekat dekat... Ryo-kun dekat aku saja,” Sara menggandeng tangan Ryo
Taku kaget,”wah..sejak kapan nih Sara mau gandeng tangan cowok?,”
Tanpa sadar, sara melepas tangan Ryo buru buru,”eh..sorry!”
Ryo cengar cengir,”gpp.. sarachan kan fans berat aku,” katanya kepedean
“Gini aja.. gpp,” lalu Ryo memegang tangan sara supaya menggandeng pinggangnya
Hiro pura pura gak liat kejadian itu
“yah yah yah.. sebentar lagi dijamin ada yang baca mantera pengusir hantu,” tukas Takumi
Ryo tertawa,”gini caranya, Hiro kun.. kalau mau gaet cewek..gak usah jadi playboy,” dia nyindir Hiro
“gak usah dibilang begitu juga aku tahu.. cewek kan terpesona dengan ku walau aku gak jadi playboy,” timpal Hiro
“alah..sudah sudah.. jadi gimana nanti sore jelang malam?? Mumpung aku lagi longgar periksa tugas junior junior ku,” Taku memulai pembicaraan serius, dia singkirkan semua buku dan kertas tugas tugas
“aku punya rencana,” kata Ryo
“jangan bilang rencananya yang memojokkan aku..dari kita tahu kita punya kemampuan, Ryo kun selalu pengen aku jadi korban,” timpal Hiro datar, dia sandarkan dagunya ke telapak tangannya
“Hiro kun manis deh kalau lagi posisi itu, seperti model Lee Min ho” Ryo mendadak merubah suaranya jadi seperti banci
“ih,” Hiro nyinyir lalu melepaskan dagu nya dari pangkuan tangannya
Taku tertawa, sara anteng diam saja menyimak
“begini.. aku mau abu takamaru nobu tetap dibawa kita nanti menjelang malam itu.. sementara aku mau memancing emosi hantu sachiko..,” kata Ryo
“ets.. sebentar.. aku lupa bilang pada kalian.. ,” hiro memotong
“apa?,” kata takumi
“sebenarnya itu bukan wujud aseli jiwa sachiko.. sachiko yang sebenarnya terperangkap dalam jiwa siluman ular asli penunggu danau itu.. aku melihatnya waktu kemarin dia pergi menghampiri ku di dojo,” papar Hiro
Sara nyeletuk,”tuh... hantu saja menghampiri dia buat jadi pacarnya..dah terlalu banyak stok,”
Hiro balas celetukan sara,”tapi stok cinta ku sampai akhir Cuma buat Saracchi,” katanya bersuara santai
“mulai lagi..,” kata Ryo..,”lama lama kalian aku sumpahin menikah habis kuliah,” tambahnya
“muntah,” kata sara datar
“amen,” kata Hiro cengar cengir
“lanjut..,” kata Taku senyum
“yah..siluman ular itu diperkirakan berusia sekitar lebih dari 10 ribu tahun.. dan dia sangat berbahaya.. energy nya cukup besar dan bakalan melelahkan aku banget nantinya..,”
“kan ada Sarachan..itu sebabnya nanti dia akan membantu kamu,” kata Ryo serius
“yah...paling paling aku kehabisan energy,” kata Hiro,”yang aku pikirkan,paling buruknya terjadi adalah aku dimakan siluman wanita itu.. karena aku pikir, sebenarnya pasti sudah beratus ratus tahun lalu dia juga memangsa siapa saja disitu.. termasuk sachiko sawada juga dia mangsa,”
“lalu yang kamu bilang dia diracun?,” kata Sara
“yang diracun itu paparan dari takamaru nobu nya sendiri, sara ku sayang,” Hiro senyum
“ekh,” Sara ketus
“memang benar sawada sachiko diracun.. tapi ibunya bodoh.. ibunya pikir itu adalah obat.. karena tuan tanah yang menyukai dia tidak ingin dia kembali kepada takamaru nobu, maka dia menyuruh ibu sachiko memberikannya ramuan yang sebenarnya membuat sachiko mati pelan pelan,” tambah Hiro
“jadi..sachiko mati dalam kesedihan dan keracunan.. itu sebabnya ketika dia mati dipinggir danau.. siluman itu menawarkannya satu rayuan akhir kematian,”
“rayuan akhir kematian??,” kata Taku heran
“iya.. dia menawarkan..jika dia ingin tetap bertemu takamaru, maka dia mempersilahkan dirinya dimasuki siluman itu,” kata Hiro lagi
“mengerikan.. ditukar jiwanya dengan jiwa siluman,” kata Ryo
“begitulah,” tambah Hiro
“begini rencanaku... aku ingin kamu dan sarachan memancing kemarahan siluman ular itu,” ujar Ryo
“what? Ngapain??,” kata Hiro heran
“yah..pacaran,” Ryo nyegir kuda
“asik! Ini deh yang aku tunggu!,” Hiro mengepalkan telapak tangannya ,”yes!”
“aku mundur saja.. cari aja cewek lain,” kata Sara bangun dari duduknya
Ryo menarik tangan sara,”et.. tunggu dulu, sarachan... Hiro Cuma bisa kerja sama kamu..dan kita gak tahu siapa lagi di kampus ini yang punya kemampuan seperti kita,”
“iya dong, saracchi... jangan gitu,” wajah Hiro mendadak manis sekali
“ekh,” sara duduk lagi,”coba ada natsumi chan disini,”
“lalu?,” kata Taku
“yah..jadi Hiro kun harus bertindak seolah olah membawa pacar baru dan sebagai Takamaru nobu.. sehingga nanti emosi jiwa sachiko yang asli akan berlebihan sedihnya..dan kamu, Hiro kun..harus menyatakan pada arwah sachiko kalau kamu gak cinta dia,langsung di depannya..”, ujar Ryo
“pasti itu.. aku bisa!,” Hiro senang
“dan kamu harus bertindak mirip seperti Takamaru nobu... dan katakan maaf kepadanya.. kamu harus memaparkan apa yang sebenarnya terjadi dan membuat sachiko asli sadar bahwa dia sudah salah menjadi tameng jiwanya buat siluman ular tersebut..sehingga nanti diharapkan siluman ular mau berpisah dari jiwanya.. “
“uhmmm,” kata Taku
“tugas ku nanti memasuki pikiran sachiko supaya dia menuruti kata katamu,” tambah Ryo
“oke oke.. sip!,” Hiro senang
“tugas Ta-kun menjaga abu kotak takamaru nobu.. kalau memang bisa, jangan sampai abu itu dilarungkan.. tapi kalau terpaksa, ya sudah..,” tambah Ryo
“tugas sarachan tetap mem back up energy dan kalau kamu bisa melempar siluman..itu lebih bagus lagi,” senyum Ryo
“tugas Saracchi pacaran aja sama aku..hihihihi..kesempatan baik,” Hiro cengar cengir senang
“kan maunya kamu begitu,” ujar Ryo memukul/mengeplak kepala Hiro
“aduh.. kebiasaan,” balas Hiro mengeplak balik kepala Ryo
“lama lama kamu bisa parkinson kalau digampar saracchi atau dikeplak ryo kun terus loh, Hiro kun,” kata Taku kalem
“nanti kamu gak bisa mewarisi usaha ayahmu loh,”tambah Taku lagi
“nanti impoten loh,”taku menambah nambah lebay nya sambil berekspresi datar
“wah..masak sih sampai segitunya?,” Hiro melotot heran
“dibohongin Ta-kun mau aja,” timpal Ryo datar
Takumi cekikikan
“ya sudah sana kalian pergi... bukankah jam 10 nanti ada pemilihan campus idol?,” kata Ryo lagi
“Ryo kun gak ikut lihat? Kan harus bikin liputan ceria nya.. jadi reporter,” kata Sara
“aslinya aku malas.. apalagi kalau ada orang ini... fans ku bisa kabur semua ke dia,” Ryo menunjuk Hiro
“fans nya Ryo kun kan cewek cewek pintar.. kalau fans nya Hiro kun cewek cewek bodoh,” Sara nyindir
“eh?,” Hiro mengangkat alisnya
“apa?,” sara judes galak
“gpp.. nanti aku digampar lagi,” kata Hiro menoleh pada Takumi
Takumi cekikikan
“kalian ini.. ya aku datang meliput,” ujar Ryo,”dah ah.. aku mau mandi dulu..siapkan sarapan buat ku, ya.. sara chan!”
Lalu dia berdiri dan masuk ke dalam rumah susun kost
Banyak orang sudah berkumpul di aula kampus yang terbuka dan lumayan cukup panas.. kebanyakan mereka hampir 95% nya adalah cewek cewek kampus
“Sojiro-kunnnnnnnnnnnnnnn,” cewek cewek meneriakkan salahsatu kontestan yang disebut sebut sebagai soujiro
“hallo everyone.. gimana kabarnya semua??? Sehat?? Baiklah.. kita mulai saja pemilihan campus idol tahun ini sampai 2 tahun ke depan.. aku Yuuki.. akan mengajak kalian tour personal dari kontestan kontestan kita tahun ini...”
“kyaaaaaaaaaaaaaaaaaa...,” suara suara cewek teriak teriak
“Shinnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn-kunnnnnnnnnnnnn,” teriak cewek cewek yang lain
“Hiroooooo-kuuuuuuuuuuuuuunnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn,” teriak lagi cewek cewek yang lain
“kami persilahkan semua kontestan untuk maju ke panggung, Sojiro-kun.. Shin kun dan Hiro kun...ini dia merekaa... mana tepuk tangan dan teriakannyaaa???””
Maka hingar bingar suara setiap cewek berteriak teriak memanggil manggil cowok kampus idola mereka
“ekh..heran deh aku.. kayaknya Hiro gak pantes banget jadi idola kampus,” ujar sara
“lihat aja nanti,” kata Taku datar
“sebelumnya..kita panggilkan salahsatu reporter terkenal kita, Ryo kun!!,” ujar Yuuki
Ryo naik ke panggung
“Ryo kuuunnnn!!,” beberapa cewek teriak
“nah tuh.. Ryo aja banyak cewek cewek yang suka dia,” kata Takumi
“itu kan karena Ryo kun pintar,” balas sara
“nah, ryo kun.. gimana nih..menurut Ryo kun acara kampus idol kita tahun ini??” ,tanya Yuuki
“wah.. tadi aku sudah tanya tanya sama beberapa cewek disini.. semua heboh banget dan punya pilihannya masing masing. Misalnya honami-chan bilang dia pilih Hiro kun.. katanya ganteng, pintar seni dan berharap bisa kencan sama dia suatu hari nanti..”
“Hiro kuuuuuuuuuuuunnnn!!,” pendukung Hiro heboh
Hiro melambai lambaikan tangannya manis sekali dan kiss buat seluruh fans nya. Beberapa cewek langsung pengen pingsan saking kencang teriak
“wah... gila ya.. lalu gimana lagi?,” kata Yuuki
“lalu misalnya Miyuki-chan ingin sekali jadi pacarnya sojiro-kun.. katanya sojiro kun keren dengan ilmu ilmu ekonomi nya.. berharap meneruskan usaha papa nya miyuki-chan,”
“kyaaaaa.....sojiro kuuunnnn!,” fans sojiro teriak teriak dan dibalas dengan lambaian tangan oleh sojiro
“dan begitu juga dengan fans nya Shin-kun! Kata Ara-chan.. shin kun sangat berbakat dari segi musik dan juga konstruksi.. sesuatu hal yang berlawanan tapi menantang!”
“shin kuuuuuuuuuuuuuuuuuunnn!!,” fans nya shin teriak teriak dan Shin melambaikan tangannya
“yah.. intinya semua cowok cowok keren tingkat dua dengan prestasi gila dan yang pasti... ganteng.. iya kan, girls???,” teriak Yuuki
“kyaaaaaaaaaa!!,” cewek cewek di aula terbuka heboh semua
Sara geleng geleng kepala,”aku pilih soujiro-kun,” katanya
“aku pilih Hiro kun.. ,” kata Takumi senyum
“so, Girls.. sebenarnya kan suara kalian diambil dalam minggu minggu ini.. jadi, kalian hanya tinggal melihat mereka beraksi diatas panggung dan tunggu hasilnya..!!,” teriak Yuuki
“untuk pertama.. aku persilahkan Sojiro kun unjuk kemampuan diri...silahkan sojiro kuunn!!,” kata Yuuki lagi
Sojiro pun menunjukkan bakatnya diatas panggung
“lalu menyusul dengan Shin kuuunnnn!!,” kata Yuuki dan Ryo
Shin pun menunjukkan bakatnya
“lalu Hiro kuunnn!!,” kata Yuuki dan Ryo
Maka Hiro pun maju
Acara campus Idol begitu meriahnya
“perhitungan suaraaa!!,” teriak Ryo
Lalu diadakan perhitungan suara dari email email juga sms para fans mereka di kampus itu
“and the winner goes tooooooooooooo...................,” Yuuki memulai
“Matsuo masahiro aka Hiro kuuunnnn!!!,” kata Yuuki dan Ryo teriak sama sama
“Hiro kuuuuuuuuuuuuuuuuuuuunnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn!!!,” fans fans Hiro langsung teriak kegirangan
Hiro menunduk hormat pada para fans nya dan lalu dia meng kiss bye fans fans nya dari jauh
“Hiro kun.. sini,” kata Yuuki
“iya.. Yuuki-chan,” kata Hiro bersuara manis
Semua cewek teriak teriak
“wah.. manis sekali Hiro kun hari ini deh.. menang lagi.. omedettou gozaimasu, Hiro kun (selamat ya!), “ kata Yuuki
“omedettou,” kata Ryo singkat
“nah.. kedepannya mau apa nih.. sama kampus kita ini?,” kata Yuuki
“pertama tama, girls.. aku ucapkan terima kasih sekali kepada kalian..,”
Semua cewek teriak, padahal Hiro belum selesai ngomong
“ekh.. benar juga.. dia yang menang,” kata sara,”berisik sekali fans fans nya,”
Takumi senyum senyum,”kans mu dapat Hiro makin sempit.. pasti banyak yang bakalan mau jadi pacarnya,”
“gak dipikirin,” kata sara singkat
“aku mau buat kampus jadi hidup dengan seni... nanti aku mau coba buat kampus jadi berwarna dengan pentas seni, mau itu lukis, musik, musim panas harus berarti!,” kata Hiro berbinar binar
“wah.. itu karena jurusan kuliah Hiro kun memang seni kan??,” kata Yuuki
“ah enggak juga.. aku gak membatasi diri.. siapapun bebas menikmati seni.. bahkan fakultas kedokteran sekalipun misalnya.. jika ada kalian, girls.. yang dari fakultas kedokteran atau IPA yang kita tahu seriusnya minta ampun kuliah...tapi memiliki jiwa seni.. jangan ragu untuk maju bersama ku.. muah!” , Hiro promosi dirinya
Cewek cewek teriak lagi
“pusing,” kata Sara singkat.
Takumi tertawa,”itu kan calon suami mu nanti, saracchi!”
“ih.. muntah,” jawab sara singkat
“yuk ah pergi..,” katanya lagi menarik tangan Takumi
“eh belum selesai.. aku gak mau pergi tanpa berempat,” Taku senyum
“ekh,” sara akhirnya duduk
Cukup lama Hiro ditanya tanya soal rencana program kampus idolnya.. sampai akhirnya acara bubar juga
“akhirnyaaa.. aku bosan banget dengan acara seperti ini,” keluh Sara
Ryo pun muncul,”ayo... biar nanti Hiro nyusul di belakang kita!”
Mereka bertiga pun jalan menuju danau kampus..
“ingat ya... taku dan aku akan muncul belakangan,” bisik Ryo
“dah.. sana kalian beraksi,” Ryo mendorong dorong Hiro dan sara
“kamu yakin.. Ryo kun.. Hiro bisa??,” bisik Taku
“yakin,” balas Ryo
Maka Hiro dan sara pun berjalan menuju pinggir danau
Agak lama sara diam saja.. dia bingung mau berbuat apa
“pssst.. saracchi.. jangan diam saja dong,” bisik Hiro
“ah.. aku gak bisa,” kata Sara
“uhmmm... ya udah deh,” Hiro lantas mendekati sara
Sara menjaga jarak... tapi Hiro mendekatinya lagi
“jangan kaku dong ah,Sarachan,” kata Ryo mengintip dari balik semak
Takumi memperhatikan baik baik disamping Ryo
“kamu ikuti saja irama ku bermain peran ya,” kata Hiro
“aduh...mampus deh.. kenapa sih Ryo kun punya taktik kayak begini.. habis deh aku sama playboy kampus!!,” panik sara dalam hatinya
Sara dan Hiro duduk di kursi semen/ubin dekat pinggiran danau..Hiro mendekati Sara dengan lembut.. sara benar benar kaku seperti cewek yang sedang tidak pacaran
“Myo chan..,” kata Hiro memulai pembicaraan
Sara berfikir,”kok jadi Myo sih??,” dia heran...
Lantas dia sigap,” oh iya.. Myo isteri takamaru nobu,” pikirnya
Langit senja sudah mulai gelap... lampu kecil LED danau sudah mulai terlihat menyinari seputaran danau walau tidak sangat terang..
“iya.. takamaru-san??,” kata Sara
Hiro memeluk pinggang sara
Sara kaget,”aduh.. mampus deh... grrrr,” dia geram dalam hatinya
Hiro malah senyum,”hihihihi.. kesempatan deh pacaran sama saracchi.. Ryo kun tahu aja!,” dalam hatinya
Tapi tangan sara mencubit Hiro,”awas kalau macam macam sama aku,” bisiknya
“gak,” Hiro senyum
“aku mencintai mu, Myo-chan..,” katanya
“uhmmm... ,” ujar sara
“kenapa.. ragu??,” Kata Hiro memandang Sara dan lalu berusaha memeluknya
“eh?ngapain sih mau peluk peluk??,” Bisik sara tangannya siap ingin menggampar
“gak deh ah.. gak bisa diajak main peran deh,” Hiro mengeluh
“Tuh kan.. Ryo kun.. Sara bentar lagi pasti gampar Hiro kun,” kata takumi
“gak..santai aja,” senyum Ryo
Lalu Hiro merangkul sara,“aku berjanji, Myo-chan.. akan selalu hidup bersama mu.. danau ini jadi saksinya”
“sial..aku digombalin cowok playboy!,” geram sara dalam hati
“yeah... aku terima,” sara berekspresi datar
Hiro bangun dan matanya berbinar binar,”benarkah... Myo chan ingin menikah dengan ku???,”
“tuh kan.. Hiro hebat kan acting nya??,” kata Ryo senyum pada Taku
“bentar lagi pasti si siluman ular akan keluar”,katanya lagi
Lalu Hiro menghadap danau dan dia berteriak
“Hai, danau ... lihat dan saksikanlah.. aku, Takamaru Nobu.. akan membahagiakan Myo chan seumur hidupku!!”
Sara berdiri,”ah.. gila.. dia benar benar berteriak memancing arwah siluman ular”
Lalu dia menoleh pada Sara,” Lihat.. Myo chan.. air danau begitu tenang.. danau ini setuju dengan kisah cinta kita!!”
Kata nya lalu menuju sara dan mengganggam tangannya
“hihihihihi.. akhirnya bisa santai juga pacaran sama Saracchi walau pura pura,tangannya halus sekali, kayak tangan adikku yang masih kecil,” kata Hiro senang dalam hatinya
Sara buru buru melepas genggaman tangan Hiro dan memasang muka judes
Hiro malah senyum senyum dan berbisik pada sara,” bentar lagi sachiko sawada keluar”
Tak berapa lama.. benar saja.. air danau mendadak beriak riak, yang awalnya sangat tenang
“Takamaru-sannnn.......,” terdengar suara sayup sayup dari dalam dasar danau
“mulai..siap siap..,” kata Ryo dari balik semak
Takumi mengangguk..dia menggenggam kotak abu takamaru
“hah..siapa itu???,” Hiro pura pura tidak mengetahui
“hati hati..saracchi.. siapkan energymu,” bisik Hiro pada Sara
“takamaru-saaannnnnnnn....huhuhuhuhuhu,” suara itu yang memanggil tahu tahu menangis
Lalu muncul sachiko dipinggiran danau..
Wajahnya dingin sekali... membiru... pucat... seperti es...matanya sayu seperti ditusuk es..
Sara mundur
“mundur, Saracchi..siapkan saja energy untukku,” ujar Hiro
Ryo dan Takumi keluar dari persembunyiannya dan berlari menuju mereka
"kamu tidak akan pernah jadi kekasihku, Sachiko," tiba-tiba Hiro berteriak seperti itu pada sachik
"bukankah takamaru-san sudah berjanji akan mengikat janji dengan ku?kenapa aku tidak bisa jadi isteri yang baik buat takamaru-san?," ujar hantu sawada dengan wajah sangat kecewa... wajahnya sangat sedih.. air mata darahnya keluar lagi.. warna kulitnya sudah mulai berubah dari pucat menjadi biru bersisik, licin, gelap
"aduh..ini hantu.. ngebet banget sama gw," keluh Hiro
"bukankah takamaru-san sudah berjanji akan mengikat janji dengan ku?kenapa aku tidak bisa jadi isteri yang baik buat takamaru-san?," ujar hantu sawada dengan wajah sangat kecewa... wajahnya sangat sedih.. air mata darahnya keluar lagi.. warna kulitnya sudah mulai berubah dari pucat menjadi biru bersisik, licin, gelap
"aduh..ini hantu.. ngebet banget sama gw," keluh Hiro
“aku bukan Takamaru Nobu, sachiko,” kata Hiro lagi
“aku kesini ingin berterus terang padamu,”katanya lagi
“aku kesini ingin berterus terang padamu,”katanya lagi
“bukan.. Takamaru-san?? Lalu kemana Takamaru-san?? Kenapa dia berbohong padaku?? Ini bulan purnama kan??,”
Arwah sachiko merenung sedih...
Lantas dia bernyanyi lagu kuno
“Semua yang kuingat tentangnya
Tentang bunga daisy
Perlambang kesetiaan dan kemurnian ku kepada mu
Rasanya sudah aku tak rasakan lagi
Bunga daisy ini bermekaran untuk mu...”
“Sachiko...,” ujar Hiro datar
Sachiko menoleh padanya,”iya.. Takamaru –san??,” lalu keluar air mata darah dari matanya
“aku bukan Takamaru Nobu... Aku Masahiro,” kata Hiro
“tidak..mungkin... kemana Takamaru –san?? Dia sudah berjanji padaku hari ini ingin bertemu.. kamu lah Takamaru san itu,” kata sachiko sedih
Sachiko mulai berubah mukanya..dia mulai kecewa dengan Hiro yang dia anggap takamaru nobu
“aku bukan Takamaru Nobu..tetapi aku membawa takamaru nobu untukmu,”
“aku tidak percaya ... kamu jelas Takamaru-san,” kata sachikoo berusaha membenarkan dirinya
Hiro menggeleng,” ore wa takamaru jya nai,”
“maafkan Takamaru-san, Sachiko,” kata Hiro lagi
“Takamaru-san... tidak ...mungkinnn...,” wajah sachiko menangis, sedih, dan perlahan lahan semua kulitnya mendadak biru lebam dan bernanah
“Takamaru san tidak lagi mencintaimu setelah dia di takazaki, Sachiko sawada.. tetapi, maafkan lah dia.. dia ingin minta maaf kepada mu,”
“maafkan lah...,” Kata Hiro menunduk
"takamaru-san tidak mencintai ku sama sekali,"
"takamaru-san tidak mencintai ku sama sekali,"
“kenapa???,” sachiko bertanya tanya
wajahnya yang tadinya lembut berubah jadi kasar
“kenapa semua orang tidak mencintaikuuuuuuu?? Kenapaa... takamaru-san juga membohongikuu??,” Sachiko berteriak teriak...
Air danau semakin menaik..
satu persatu anggota tubuhnya berubah menjadi panas seperti api..tubuh aslinya keluar.. bukan lagi sachiko yang sangat lembut dan cantik.. tetapi berwujud ular yang penuh darah, nanah, bersisik, licin tapi kasar, lalu dari ujung ujung jari tangannya keluar api
Wujud asli siluman ulari itu lantas marah dan mengeram
“Roarrrrrrrrrrr....................arrrghhhhhhhhhhhhhhh!!,” suaranya seperti harimau mengaum yang ingin mencari mangsa
Hiro mundur sekitar beberapa puluh meter.. air danau semakin naik dan bergelombang tinggi sekitar 1 meter lebih..
Bersamaan dengan itu pula tubuh siluman ular itu semakin besar dan tinggi..
Hiro tidak terlalu kaget menanggapi ini, tetapi dia ingin berkata yang sebenarnya soal Takamaru Nobu yang dia dapat dari keturunan keturunannya selama ini
"Takamaru nobu tidak mencintaimu disaat akhir hidupnya.. jadi berhentilah berharap, Sachiko sawada yang dikuasai siluman ular.. Sawada yang asli itu wanita baik baik dan tidak pendendam!!!!," Hiro mundur untuk menghindari wajah amarah sawada
"Takamaru san bohongggg!!!!!!!!!," suara hantu sawada menggelegar..air danau berubah jadi bergejolak dan mulai naik, bergelombang dan mengeluarkan gelombang yang sudah mulai tinggi
Takumi maju, tetapi Hiro menyuruhnya mundur
"mundur, ta-kun.. ini urusanku.. jangan sampai dia mencelakaimu juga.. mana kotak abu Takamaru??," ujar Hiro
Lalu takumi memberikan sebuah kotak tua yang sudah lusuh.. ternyata kota abu takamaru nobu
"kembalilah ke alam damai, Sachiko.. berkumpullah dengan arwah arwah baik!!," teriak Hiro
"Hiro.. jangan dilayani..kita kabur saja.. energynya semakin besar!!," teriak Sara
"tidak, saracchi..aku dah berjanji pada arwah murni sawada.. bahwa dia harus kembali!," hiro balas berteriak
"apa aku bisa bantu??," sara berteriak di ujung sekitar lebih dari 100meter dari Hiro dan takumi yang dibelakangnya
"gimme the healing energy for protecting me!," tambah Hiro
"baik!," ujar sara. lalu dia membuat formasi tangan seperti perlindungan. dia memberikan Hiro proteksi sinar biru terang
"kembalilah ke alam damaimu.. sawada sachiko..dan kau.. arwah yang menggunakan kesedihan sawada sachiko.. pergilah.. matilah kau selamanya!!"
"AEGHHHHHHHHHHHHHH!!!!" arwah sachiko menyerang Hiro dengan api dan tubuh ular ular banyak keluar dari badannya
"Ta-kun lari ke saracchi!!," bentak Hiro
Lalu Hiro merapal mantra "in nomine Domini .. miserae hoc corpore Daemonem malum occidere!!"
Sinar biru dari telapak tangan Hiro dilemparkannya bertubi tubi ke tubuh siluman ular itu..
Siluman itu bisa mengelak... beberapa kali dia berusaha menyerang Hiro dengan bola bola api di tangannya
"Shineee!!!!" (mati kau!!),” teriak siluman ular itu
”Kamu yang akan mati... kamu siluman bangsat!!,” bentak Hiro mengelak serangan serangan dari siluman ular itu
“hati-hati Hiro kunnn!!,” Teriak Sara
“Kirim lagi aku energy mu.. saracchi.. aku butuh lebih!!,” kata Hiro membalas teriakan sara
“sachiko... berusahalah keluar dari tubuh siluman ular itu,” tiba tiba Ryo bergumam sendiri
Tiba tiba terdengar dua suara, satu suara siluman ular, satu lagi suara sachiko yang begitu lembut saling berebutan
Hiro mendadak diam...dia tahu bahwa Ryo berusaha mempengaruhi pikiran sachiko agar dia berani menolong dirinya sendiri untuk keluar dari cengkraman jiwa siluman ular
“Takamaru-san... tolong akuu...,” kata suara sachiko yang asli... dia terperangkap di dalam tubuh siluman ular itu
“sacchi.. berusahalah keluar dari tubuh siluman ular ini, hai sacchi.. bebaskanlah dirimu,” kata Ryo..
Hiro membantunya membaca mantera
“Sachiko.. ikutilah kata kataku... “Kamisama.. tuntunlah aku”... ayo sacchi.. ucapkan seperti yang aku ucapkan!” seru Hiro kepada arwah sachiko yang sebenarnya
Siluman ular asli pun marah,”hahahahahahaha.. kamu telah lebih dulu menjadi budak dalam diriku, sachiko sawada.. kamu tidak akan pernah bisa keluar,hahahahahaha”
Ryo terus berusaha membujuk arwah sachiko,”bertahanlah sachiko... Hiro akan membantumu... gunakan tanganmu untuk merobek jantung siluman ular yang menguasaimu”
“yang akan menjadi budak sampai dunia ini kiamat adalah kamu, siluman ular jelek!!,” bentak Hiro
“manusia sialaaann... kamu hanya menggangguku sajaaa,” geram siluman ular itu menyerang Hiro dengan api
Takumi, sara dan ryo hanya melihat kilatan bola api saja, tidak melihat wujud asli siluman ular itu
Maka dari tubuh Hiro keluar seperti sinar berwarna hijau yang menyerang balik arwah sachiko yang ditumpangi arwah jahat
“terima ini.. siluman sialan!!,” Hiro melemparkan sinar itu berkali kali
“Keluarlah... sachiko.. ayo keluar.. siluman ular ini sudah lemah.. robekkan jantungnya,” kata Ryo dalam hati
Maka arwah sachiko yang berada dalam tubuh siluman ular itu pun menonjok lambung siluman ular itu lalu nekad merobek robek dengan tangannya
“arghhh..............sachikooooo....kenapa kau tega melawankuuuuu??,” seram sang siluman
Hiro berteriak,”AYO SACHIKO...BANTU AKU.. ROBEK JANTUNG SILUMAN ITU!!”
Sachiko berusaha merobek jantung siluman itu.. sang siluman sudah mulai berteriak teriak
Lalu Hiro membaca mantera lagi,” "in nomine Domini .. miserae hoc corpore Daemonem malum occidere!!"
Dia berkali kali melempar sinar hijau dari tangannya..
“bantu aku, sachikoooo!!,” teriaknya
Arwah jahat yang menumpang arwah sachiko berteriak kesakitan.. menjerit..air gelombang danau tiba tiba menaik dan memakan tubuh arwah jahat yang berbentuk ular itu..
Sachiko berhasil keluar dari tubuh siluman ular tersebut..
Wajahnya sangat berbeda.. dia berwajah sangat lembut, cantik dan mempesona
Siluman ular telah robek dada, perut dan tubuhnya mulai berkeping keping
Dia berteriak teriak kesakitan...
Hiro terus melemparkan bola bola sinar dari tangannya
”KALI INI.. KAU BENAR BENAR MATI.. SILUMAN SIALAN.. KAU SUDAH MEMBUNUH AYAME TEMANKU!!,”
”ARGHHHHHHHHH............ AMPUUNNNN....!!”, siluman itu berteriak
”uh.. nyinggung nyinggung ayame lagi,” kata sara dalam hati.. dia masih berkonsentrasi mengalirkan energy untuk Hiro
Tubuh siluman ular itu pun akhirnya hancur satu persatu...
Kehancurannya itu menjadi debu debu berwarna warni yang bertebaran di tengah danau..
Langit seperti menjadi cerah sedikit yang tadi awalnya gelap karena aura siluman ular itu..
Hiro setengah terduduk kecapean dengan banyaknya tenaga yang dia keluarkan..
Dari langit jatuh sebuah batu berwarna biru tua
”pluk,” Lantas Hiro mengambil batu itu
”siluman ular jahat..akhirnya kamu mati juga.. ,” dia pun memegang batu itu dan dimasukkannya dalam saku celananya
”Hiro-kun..sudah selesai??,” sara berteriak
Hiro mengangkat tangannya dan Sara pun menghentikan aliran energynya
sementara kotak abu takamaru tiba tiba terbuka
"Sacchi", takamaru keluar dari kotak
Sachiko yang sudah keluar dari tubuh arwah jahat tiba tiba berubah manis
"takamaru-san.. kamu benar benar kembali", ujarnya..
arwah sachiko berubah menjadi sachiko asli yang cantik, lembut, baik
"sacchi..maafkan aku...," arwah takamaru menangis terduduk
didepan arwah sachhi
arwah sacchi menghampiri arwah takamaru dan tersenyum
"meski engkau telah mengkhianatiku..aku tetap memaafkanmu.. maukah kita pergi bersama sama??,"
Hiro melihat itu dengan tertegun...
Arwah sacchi memegang tangan arwah takamaru..takamaru menyambutnya dengan senyum
"pergilah kalian berdua.. sacchi yang asli sudah memaafkanmu, Takamaru-san..pergilah kalian," kata Hiro
Takamaru tersenyum pada Hiro
"aku minta maaf karena menggunakan namamu, Takamaru-san," senyum Hiro
"aku ingin kalian berdua damai," lanjut Hiro lagi
"terima kasih, Hiro," kata arwah sachiko yang asli
”akhirnya..aku bertemu dengan kekasih sejatiku...,” senyum Sachiko pada Hiro
Arwah Takamaru menggenggam tangan arwah sachiko
Mereka berdua tersenyum pada Hiro, Hiro membalas senyuman mereka, lalu menunduk hormat
”kedamaian akhirnya di dapatkan juga.. ,” ujarnya sambil menunduk
”pergilah..kalian berdua memang kekasih sejati,” tambah Hiro lagi
Lantas arwah takamaru dan arwah Sachiko berjalan berbalik membelakangi Hiro
Mereka terus berjalan ke tengah danau... sayup sayup akhirnya tubuh mereka menghilang ditelan air danau.. tenggelam bersama sebaran abu Takamaru nobu...
Air danau ditemani rembulan penuh mulai tenang..tidak lagi bergelombang tinggi..
Hiro terus memandang mereka berdua berjalan ke tengah danau.. bersama dengan Abu takamaru yang berterbangan dibawa angin danau
Sara, Ryo dan takumi hanya melihat pemandangan itu berupa sinar sinar yang berterbangan , bola bola cahaya
Bola cahaya putih dan biru muda itupun akhirnya hilang ditengah danau
Hiro mengambil kotak abu takamaru..lalu dihanyutkannya ke danau
"pergilah..damailah selalu menjadi arwah yang sejati," senyum Hiro
Sara,Ryo dan Takumi menghampiri
"syukurlah,"ujar takumi
"nah..aku hebat kan, Saracchi?,"hiro tiba tiba merangkul sara
"hanase.. lepasin ah.. genit!!," sara menggampar Hiro
"aduh!," Hiro memegang pipinya yang merah digampar Sara
Sara langsung melotot padanya
Takumi dan Ryo tertawa keras
Takumi dan Ryo tertawa keras
”ingat loh apa kata Ta kun kemarin.. kebanyakan digampar bisa impoten,” Ryo berkomentar santai
”ya.. hati hati saja,” timpal Takumi
”ah..jangan begitu dong, biar begini kan aku Cuma mau nikahnya sama saracchi aja,” kata Hiro sambil masih memegang pipinya
”Saracchi tega banget sama aku.. kalau begini bisa bisa aku jadi arwah cowok gentayangan,” tambah Hiro
”ki ni shinai (emang gw pikirin),” jawab Sara
”tenang aja, sarachan.. Hiro mati..masih ada aku,” jawab Ryo santai..
”tenang aja, sarachan.. Hiro mati..masih ada aku,” jawab Ryo santai..
“maunya kamu, Ryo kun..,” kata Hiro tetap memegang pipinya
Mereka pergi meninggalkan danau…
Rembulan malam itu sangat terang dan cerah...dari permukaan danau muncul hewan terbang seperti kunang kunang yang berwarna kuning dan bersinar menutupi permukaan danau...
Rembulan malam itu sangat terang dan cerah...dari permukaan danau muncul hewan terbang seperti kunang kunang yang berwarna kuning dan bersinar menutupi permukaan danau...