Anak anak sekolah kelas 4,5,6 biasanya pulang jam 12.30..tetapi kelas 3 pulang jam 10.30...
Minho berjalan ke luar sekolah.. dia berusaha menyetop taxi
"syi..fa??," katanya
Syifa menoleh,"iya kakak Minho.. kakak Minho mau pulang ya??," dia melihat wajah Minho sangat mendongak karena dia masih kecil.. sangat beda jauh tingginya sama Minho
Minho mengangguk senyum,"kamu..ingin pulang juga??,"
Syifa mengangguk,"iya, kakak.. rumah kakak dimana??,"
"Bukan rumah.. tapi apartment.. gedung.. tinggi," Minho ber ekspresi dengan mengangkat tangannya lebih dari kepalanya..
"syifa pulangnya jalan kaki," kata syifa kepada Minho
"oh.. kakak Minho antar??," tanya Minho
Syifa senyum,"kakak Minho tahu rumah syifa??,"
Minho menggeleng,"tidak"
"rumah ku dekat.. tinggal lurus aja..nanti ada kali.. terus belok..nanti masuk gang.. belok lagi..ada jalan lagi lewat kali.. terus ada gang lagi.. itu ada rumah syifa.. yang cat nya krim," kata syifa menunjukkan jalan pada Minho
Minho jelas bingung dengan kepolosan syifa
"kakak bingung," jawab Minho
"kakak mau mampir ke rumah syifa??," tawar dia
"mampir? apa itu??," jawab Minho
"main ke rumah syifa," kata syifa senyum.. kepalanya capek menengadah ke wajah Minho yang beda tingginya sangat jauh
"capek..kakak Minho tinggi sekali," keluhnya
Minho lalu berjongkok,"rumah syifa jauh? naik taxi bisa?," tawar nya
"enggak bisa," kata syifa menggeleng
"oh..jadi.. jalan kaki??," Minho berekspresi dengan menggerakkan jarinya saling bersilang antara jari tengah dan telunjuk..ekspresi seperti kaki berjalan
Syifa mengangguk,"iya"
"kakak boleh sama sama jalan??," tawar Minho
"maksudnya?? main ke rumah syifa?," tanya syifa
Minho senyum dan mengangguk,"iya"
"boleh," syifa senyum lebar..
Lalu mereka jalan bersama sama..
Benar saja apa yang dibilang syifa.. untuk ke rumahnya syifa, mereka menyebrang sebuah kali yang warnanya sangat hitam dan bau...
Syifa jalan biasa saja.. sementara Minho yang jalan pelan disampingnya menutup hidung
Syifa senyum lihat Minho menutup hidungnya
"odor," jawab Minho
"apa artinya?," tanya syifa
"apa ya? saya lupa," Minho tertawa tapi masih menutup mulutnya
Lalu mereka masuk dari gang ke gang... orang-orang yang kenal syifa melihat mereka berjalan
"neng syifa bawa sape?? kok ganteng amat romannye??," kata seorang ibu dengan logat betawi yang kental
"bawa kakak Minho.. kakak dokter dari korea," jawab syifa ramah
Si ibu yang menyapa syifa bingung
Minho senyum sama si ibu,"hallo, ibu," katanya dengan ramah
Anak anak kecil lalu pada mengerubuti syifa
"syifa..syifa.. lu sama siapa??," kata udin
"sama kakak minho.. dari korea," jawab syifa sambil dia memegang tali tas ranselnya..Minho mencoba mengikuti dari belakang
"emang dia kok sama lu?," tanya udin lagi
"iya..kakak ikutan aku..katanya mau mampir ke rumah," kata syifa
sementara ada ibu ibu lain temannya ummi nya syifa menyapa dari depan rumah
"eh Neng.. mampir sini.. ummi punya gorengan," dia teriak pada syifa
"nanti ya, ummi.. syifa ada tamu dulu," katanya teriak juga
"hallo ibu," sapa Minho ramah
"eeeh...siape lu?? ganteng amaaat... gurunye si syifa yee?," kata ibu amin
"kakak minho guru kesehatan syifa, ummi..datangnya jauh..dari korea," jawab syifa
"lu duduk sini dulu dah.. ummi punya gorengan banyak," ibu yang dibilang ummi amin itu berdiri di depan rumahnya, syifa menghampiri, Minho ikutan
Minho senyum, lalu berjongkok pada syifa,"ibu ini bicara apa?"
"kata ummi amin.. kakak minho cakep!," syifa mengacungkan jempolnya
"cakep??," Minho bingung
"iye.. lu cakep..beneran lu dari jauh?? korea ntu dimane si?," kata ummi amin
Minho senyum,"iya ibu.. jauh..," tapi dengan wajah bingung
"bentar lu masuk dulu dah.. gw ambil dulu gorengannya.. sekalian buat enyak lu," kata ummi amin
"kita harus masuk dulu, kakak Minho.. tidak sopan kalau tidak masuk," kata syifa senyum
Minho mengikuti syifa masuk, dia menundukkan kepalanya ketika masuk ke pintu karena rumah Ummi amin yang pintunya rendah dan berdempet dempetan dengan rumah lainnya
Suasana kampung disitu memang rumahnya rapat berdempetan..
Mereka duduk di kursi sofa yang sudah buluk, tua dan ada bagian bagian yang keluar bahannya.. Minho mencoba bersikap biasa mengikuti gaya syifa
"lu emang dari mane, jang (ujang, panggilan buat cowok)? romannye beneran lu ganteng beneran deh.. kayak bintang felem bener," kata ummi amin dengan logat betawinya yang kental
Minho senyum senyum karena dia benar benar gak faham bahasa betawi
"kakak Minho belum ngerti bahasa sini, ummi," kata syifa
"jadi beneran dia orang jauh sono?? ce ileeee.. guru lu keren amat ye!," kata ummi amin dengan suara ceria, lalu ketawa ke Minho
"kalau enyak masih muda.. udah enyak uber uber deh lu, jang!", ummi amin menepuk pundak Minho
Minho cuma senyum senyum gak ngerti apa maksud ummi amin
"syifa pulang dulu ya, ummi..makasih gorengannya," syifa berdiri dan cium tangan ummi amin
"ya..lu bawa sana buat emak lu.. kirimin salam gw ye?," kata ummi
"iya ummi, assalamualaikum," syifa pamit
"walekumsalam," jawab ummi
"permisi..saya ijin pulang," jawab minho ikutan berdiri
"ganteng banget lu.. tinggi lagi..," kata ummi amin takjub
Di jalan menyebrangi kali yang satu lagi..Minho bertanya pada syifa
"tadi ibu itu bicara apa soal kakak?," katanya
"kata ummi.. kakak minho cakep," syifa menunjukkan jempolnya
Minho bingung..tidak tahu apa arti cakep
Lalu mereka melewati dua gang... dan sampai di rumah syifa yang sederhana, kecil ,cat temboknya krim
"ini rumah ku..masuk yuk, kakak Minho," katanya
di depan rumah syifa ada tulisan "warung nasi uduk Ummu syifa"
"assalamualaikum ummi..," syifa teriak minta di depan pintu
"waalaikumsalaam wr wb," jawab seorang wanita berjilbab dari balik gorden dalam rumah
"sudah pulang??," kata umminya
Syifa menyalami tangan ibu nya..
"permisi," kata Minho senyum menunduk hormat
"ini siapa syifa??," tanya ibu nya
"permisi," jawab ibu nya senyum
"guru syifa.. orang korea, ummi," jawab syifa..
"oo.mari masuk..silahkan duduk," kata ibunya ramah
"ayuk kakak Minho masuk rumah syifa.. gak apa..," kata syifa senyum
"terima kasih," jawab Minho
lalu dia masuk dan duduk di kursi dekat pintu..
Sementara di luar rumah banyak anak anak ikutan dan lihatin Minho dari belakang.. lalu mereka ngumpul lihatin Minho dari atas ke bawah di depan teras rumah syifa dekat meja tempat ibunya jualan nasi uduk
"hallo," katanya senyum dan melambaikan tangan pada anak-anak yang ramai melihatnya
Minho cuma senyum senyum saja sama mereka...
Minho berjalan ke luar sekolah.. dia berusaha menyetop taxi
"syi..fa??," katanya
Syifa menoleh,"iya kakak Minho.. kakak Minho mau pulang ya??," dia melihat wajah Minho sangat mendongak karena dia masih kecil.. sangat beda jauh tingginya sama Minho
Minho mengangguk senyum,"kamu..ingin pulang juga??,"
Syifa mengangguk,"iya, kakak.. rumah kakak dimana??,"
"Bukan rumah.. tapi apartment.. gedung.. tinggi," Minho ber ekspresi dengan mengangkat tangannya lebih dari kepalanya..
"syifa pulangnya jalan kaki," kata syifa kepada Minho
"oh.. kakak Minho antar??," tanya Minho
Syifa senyum,"kakak Minho tahu rumah syifa??,"
Minho menggeleng,"tidak"
"rumah ku dekat.. tinggal lurus aja..nanti ada kali.. terus belok..nanti masuk gang.. belok lagi..ada jalan lagi lewat kali.. terus ada gang lagi.. itu ada rumah syifa.. yang cat nya krim," kata syifa menunjukkan jalan pada Minho
Minho jelas bingung dengan kepolosan syifa
"kakak bingung," jawab Minho
"kakak mau mampir ke rumah syifa??," tawar dia
"mampir? apa itu??," jawab Minho
"main ke rumah syifa," kata syifa senyum.. kepalanya capek menengadah ke wajah Minho yang beda tingginya sangat jauh
"capek..kakak Minho tinggi sekali," keluhnya
Minho lalu berjongkok,"rumah syifa jauh? naik taxi bisa?," tawar nya
"enggak bisa," kata syifa menggeleng
"oh..jadi.. jalan kaki??," Minho berekspresi dengan menggerakkan jarinya saling bersilang antara jari tengah dan telunjuk..ekspresi seperti kaki berjalan
Syifa mengangguk,"iya"
"kakak boleh sama sama jalan??," tawar Minho
"maksudnya?? main ke rumah syifa?," tanya syifa
Minho senyum dan mengangguk,"iya"
"boleh," syifa senyum lebar..
Lalu mereka jalan bersama sama..
Benar saja apa yang dibilang syifa.. untuk ke rumahnya syifa, mereka menyebrang sebuah kali yang warnanya sangat hitam dan bau...
Syifa jalan biasa saja.. sementara Minho yang jalan pelan disampingnya menutup hidung
Syifa senyum lihat Minho menutup hidungnya
"odor," jawab Minho
"apa artinya?," tanya syifa
"apa ya? saya lupa," Minho tertawa tapi masih menutup mulutnya
Lalu mereka masuk dari gang ke gang... orang-orang yang kenal syifa melihat mereka berjalan
"neng syifa bawa sape?? kok ganteng amat romannye??," kata seorang ibu dengan logat betawi yang kental
"bawa kakak Minho.. kakak dokter dari korea," jawab syifa ramah
Si ibu yang menyapa syifa bingung
Minho senyum sama si ibu,"hallo, ibu," katanya dengan ramah
Anak anak kecil lalu pada mengerubuti syifa
"syifa..syifa.. lu sama siapa??," kata udin
"sama kakak minho.. dari korea," jawab syifa sambil dia memegang tali tas ranselnya..Minho mencoba mengikuti dari belakang
"emang dia kok sama lu?," tanya udin lagi
"iya..kakak ikutan aku..katanya mau mampir ke rumah," kata syifa
sementara ada ibu ibu lain temannya ummi nya syifa menyapa dari depan rumah
"eh Neng.. mampir sini.. ummi punya gorengan," dia teriak pada syifa
"nanti ya, ummi.. syifa ada tamu dulu," katanya teriak juga
"hallo ibu," sapa Minho ramah
"eeeh...siape lu?? ganteng amaaat... gurunye si syifa yee?," kata ibu amin
"kakak minho guru kesehatan syifa, ummi..datangnya jauh..dari korea," jawab syifa
"lu duduk sini dulu dah.. ummi punya gorengan banyak," ibu yang dibilang ummi amin itu berdiri di depan rumahnya, syifa menghampiri, Minho ikutan
Minho senyum, lalu berjongkok pada syifa,"ibu ini bicara apa?"
"kata ummi amin.. kakak minho cakep!," syifa mengacungkan jempolnya
"cakep??," Minho bingung
"iye.. lu cakep..beneran lu dari jauh?? korea ntu dimane si?," kata ummi amin
Minho senyum,"iya ibu.. jauh..," tapi dengan wajah bingung
"bentar lu masuk dulu dah.. gw ambil dulu gorengannya.. sekalian buat enyak lu," kata ummi amin
"kita harus masuk dulu, kakak Minho.. tidak sopan kalau tidak masuk," kata syifa senyum
Minho mengikuti syifa masuk, dia menundukkan kepalanya ketika masuk ke pintu karena rumah Ummi amin yang pintunya rendah dan berdempet dempetan dengan rumah lainnya
Suasana kampung disitu memang rumahnya rapat berdempetan..
Mereka duduk di kursi sofa yang sudah buluk, tua dan ada bagian bagian yang keluar bahannya.. Minho mencoba bersikap biasa mengikuti gaya syifa
"lu emang dari mane, jang (ujang, panggilan buat cowok)? romannye beneran lu ganteng beneran deh.. kayak bintang felem bener," kata ummi amin dengan logat betawinya yang kental
Minho senyum senyum karena dia benar benar gak faham bahasa betawi
"kakak Minho belum ngerti bahasa sini, ummi," kata syifa
"jadi beneran dia orang jauh sono?? ce ileeee.. guru lu keren amat ye!," kata ummi amin dengan suara ceria, lalu ketawa ke Minho
"kalau enyak masih muda.. udah enyak uber uber deh lu, jang!", ummi amin menepuk pundak Minho
Minho cuma senyum senyum gak ngerti apa maksud ummi amin
"syifa pulang dulu ya, ummi..makasih gorengannya," syifa berdiri dan cium tangan ummi amin
"ya..lu bawa sana buat emak lu.. kirimin salam gw ye?," kata ummi
"iya ummi, assalamualaikum," syifa pamit
"walekumsalam," jawab ummi
"permisi..saya ijin pulang," jawab minho ikutan berdiri
"ganteng banget lu.. tinggi lagi..," kata ummi amin takjub
Di jalan menyebrangi kali yang satu lagi..Minho bertanya pada syifa
"tadi ibu itu bicara apa soal kakak?," katanya
"kata ummi.. kakak minho cakep," syifa menunjukkan jempolnya
Minho bingung..tidak tahu apa arti cakep
Lalu mereka melewati dua gang... dan sampai di rumah syifa yang sederhana, kecil ,cat temboknya krim
"ini rumah ku..masuk yuk, kakak Minho," katanya
di depan rumah syifa ada tulisan "warung nasi uduk Ummu syifa"
"assalamualaikum ummi..," syifa teriak minta di depan pintu
"waalaikumsalaam wr wb," jawab seorang wanita berjilbab dari balik gorden dalam rumah
"sudah pulang??," kata umminya
Syifa menyalami tangan ibu nya..
"permisi," kata Minho senyum menunduk hormat
"ini siapa syifa??," tanya ibu nya
"permisi," jawab ibu nya senyum
"guru syifa.. orang korea, ummi," jawab syifa..
"oo.mari masuk..silahkan duduk," kata ibunya ramah
"ayuk kakak Minho masuk rumah syifa.. gak apa..," kata syifa senyum
"terima kasih," jawab Minho
lalu dia masuk dan duduk di kursi dekat pintu..
Sementara di luar rumah banyak anak anak ikutan dan lihatin Minho dari belakang.. lalu mereka ngumpul lihatin Minho dari atas ke bawah di depan teras rumah syifa dekat meja tempat ibunya jualan nasi uduk
"hallo," katanya senyum dan melambaikan tangan pada anak-anak yang ramai melihatnya
Minho cuma senyum senyum saja sama mereka...