Kata sang pemilik jiwa.. aku ini indah
Lantas.. kenapa mereka bilang aku jelek?
Aku tak peduli mau wajahku hitam dan berbintik
Yang kutahu.. Sang pemilik jiwa mencintaiku
dan.. aku belajar mencintainya
Lantas.. kenapa mereka bilang aku jelek?
Aku tak peduli mau wajahku hitam dan berbintik
Yang kutahu.. Sang pemilik jiwa mencintaiku
dan.. aku belajar mencintainya
Satu pertanyaan ku pada dia,"pernahkah engkau menyesal menghadirkanku??"
Jawabannya,"Tidak.. karena kamu mengisi alam"
Lantas, aku bertanya lagi padanya,"kemana aku akan pergi?"
Jawabannya,"Kemana lagi selain kepadaku kamu kembali?"
Cintanya padaku melebihi semuanya yang pernah kucinta
Bahkan jika tornado menerjang dataran luas.. dia tetap cinta ku
Luka yang dia berikan bukanlah luka.. tetapi rasa cinta
Karena kekuatannya diberikan pada ku
Alunan nyanyian jiwa ku untuknya..
Saat ku berhenti, lelah dan sepi... dia tetap ingin aku mencintainya
Keyakinan hatiku untuk sang kekasih.. seperti aku harus bernafas demi hidup
Seperti aku tak sanggup menahan saat dahaga tiba
Pagi, siang dan malam saat hentakan jiwa, terguncang hebat
Kesunyian kembali yang ku dapat
Untuk bisa mendekap mu... walau hanya dalam hembusan
Dekapan air mata jiwa.. dekapan cinta tanpa bebalas jasa
Tetap hanya satu yang kuingat,"kemana lagi kamu akan kembali.. selain kepadaku??"
Dia tidak melihat wajahku.. dia melihat hatiku, yang tidak ingin berpaling
Dia tidak ingin aku cinta pada yang lain.. cemburu itu menjerat urat leher ku
Sampai aku menangis, merasuki ruang-ruang nadi...
Jawabannya,"Tidak.. karena kamu mengisi alam"
Lantas, aku bertanya lagi padanya,"kemana aku akan pergi?"
Jawabannya,"Kemana lagi selain kepadaku kamu kembali?"
Cintanya padaku melebihi semuanya yang pernah kucinta
Bahkan jika tornado menerjang dataran luas.. dia tetap cinta ku
Luka yang dia berikan bukanlah luka.. tetapi rasa cinta
Karena kekuatannya diberikan pada ku
Alunan nyanyian jiwa ku untuknya..
Saat ku berhenti, lelah dan sepi... dia tetap ingin aku mencintainya
Keyakinan hatiku untuk sang kekasih.. seperti aku harus bernafas demi hidup
Seperti aku tak sanggup menahan saat dahaga tiba
Pagi, siang dan malam saat hentakan jiwa, terguncang hebat
Kesunyian kembali yang ku dapat
Untuk bisa mendekap mu... walau hanya dalam hembusan
Dekapan air mata jiwa.. dekapan cinta tanpa bebalas jasa
Tetap hanya satu yang kuingat,"kemana lagi kamu akan kembali.. selain kepadaku??"
Dia tidak melihat wajahku.. dia melihat hatiku, yang tidak ingin berpaling
Dia tidak ingin aku cinta pada yang lain.. cemburu itu menjerat urat leher ku
Sampai aku menangis, merasuki ruang-ruang nadi...