Dalam senyuman buaian indahnya dunia
Aku hanya melihat dia yang tua renta
Kenapa rasa cintaku muncul padanya?
Karena emas yang disodorkannya?
Aku hanya melihat dia yang tua renta
Kenapa rasa cintaku muncul padanya?
Karena emas yang disodorkannya?
Dia hanya seorang tua renta
Tak semestinya ku cinta rincingan gelang emas dikakinya
Untaian-untaian berkilau itu terlalu jauh menipuku
Kenapa mataku masih terpesona padanya?
Dalam bimbang hati ku bertanya
"hi Pemilik alam..bolehkah aku suka dengan gemerincing emas?"
Rasanya..aku hanya mendengar suara,"untuk apa?"
Lalu hanya ingin terdiam
Terdiam.. Antara nafsu dan tak harap
Emas-emas itu masih gemericik di kaki tuanya
Terus dia menari di depan mataku yang sudah mulai buta
Apa aku buta, Tuhan? Aku ingin gemerlapnya!
Tapi Sang pemilik berkata,"cukup perak untukmu saja"
Tak semestinya ku cinta rincingan gelang emas dikakinya
Untaian-untaian berkilau itu terlalu jauh menipuku
Kenapa mataku masih terpesona padanya?
Dalam bimbang hati ku bertanya
"hi Pemilik alam..bolehkah aku suka dengan gemerincing emas?"
Rasanya..aku hanya mendengar suara,"untuk apa?"
Lalu hanya ingin terdiam
Terdiam.. Antara nafsu dan tak harap
Emas-emas itu masih gemericik di kaki tuanya
Terus dia menari di depan mataku yang sudah mulai buta
Apa aku buta, Tuhan? Aku ingin gemerlapnya!
Tapi Sang pemilik berkata,"cukup perak untukmu saja"