This is me....

Minggu, Maret 30, 2014

Pernikahan ½ (Part 10: Jadi...Sebenarnya?? Menyebalkan!!)

“Jadi.. kamu beneran sudah melamar pekerjaan yang aku bilang itu?,” kata Sakura di fakultas kedokteran.
Aiko mengangguk,”tapi.. aku mohon kamu jangan bilang pada Minho kun ya.. pasti aku dimarahi,”
Sakura senyum,”ok deh.. gak akan.. eh, tapi..memang kalau dia marah.. gimana sih??”
Aiko malah cengengesan,”eh, hehe... parah.. aku bisa berhari-hari gak ditegur, cuma didiamkan.. keluar masuk kamar.. makan juga diam.. ”
Sakura kaget,”ah.. masak sih?? Kamu gak kaget atau pusing??”
Aiko malah jadi sedikit termenung,”pusing sih.. sebenarnya... aku pernah ingin curhat dengan ibuku.. tapi..aku gak enak”
Sakura senyum,”kamu kan bisa curhat ke aku..aku kan temanmu juga”
”eh.. tapi aku gak sangka.. Minho kun seperti itu.. kelihatannya dia manis banget loh.. maaf saja ya.. waktu orientasi.. aku sempat suka sama dia..cakep, tinggi, perfect deh, hehe”, Sakura malah jadi agak sedikit malu
Aiko tidak marah, malah balas dengan senyum,”ya.. aku bisa rasa kok.. pasti Minho kun banyak yang suka.. makanya aku gak pernah punya pikiran seperti ini.. Minho kun itu..sulit ditolak loh.. waktu dia nembak aku... dia bilang sendiri kalau dia gak suka ditolak”
”wah wah.. aneh banget deh... ,” balas Sakura,”umm.. aku pikir cowok perfect asli”

Kamis, Maret 27, 2014

My Two Adorable Wives (18th Part: I choose you…)

Winter is always cold and we never guess it’s gonna be hot. Also to Minho’s homelife now. Since Chan chan asked for divorced then they finally faced civil court.
“this case was actually ever put in a claim for divorcement, about 6 months ago.. Mrs Han Chan chan reported that her husband, Mr Lee Minho has made an affair to any other woman, named Shin Minhyo until they have a baby.. but we,the highest civil court, hasn’t approved it yet until case dossier really put on trial,” said the judge
“do you really admit it, Mr Lee?,” said him again
Minho bowed in his seat,”yes I do.. I make an affair with a woman named Shin Min Hyo, until now I have son,”
Chan chan kept quite for what Minho said, defencelessness with what he confessed.
“so.. in this matter also you admit your affair just because your wife cannot give you any child at all??,”
Minho nodded,”yes.. truly, we have been married for about 8 years and she has been miscarried for 6 times.. I have her medical records”
The court officer gave it to the judge..
“so.. this is your reason for an affair,”
“yes,” replied Minho shortly
“do you realize.. actually your wife can drag you to be punished?? Are you really in consciousness now for divorcing her??,”
“I guess.. I don’t have any other choice,”

Rabu, Maret 26, 2014

Pernikahan ½ (Part 9: Siapa yang homo??)

Sakura meng-sms Aiko,”eh...ada lowongan kerja loh.. part time..katanya kamu mau.. ini aku sms ya??”
Aiko senang mendapatkan sms dari Sakura soal itu, dia memang berencana ingin membantu Minho dengan bekerja diam-diam tanpa sepengetahuannya. Dia suka merasa sedih lihat Minho duduk lama di ruang kerjanya sampai larut malam dan mereka hanya bisa ngobrol saat makan malam atau sebelum tidur.
“aku kan capek, Aiko chan.. aku harus tidur,” begitu saja keluhan Minho ketika dia ingin membicarakan perkembangan terakhir studinya, atau hanya sekedar memberitakan hal yang menyenangkan hatinya, ketika dia ujian mendapatkan nilai A, sementara Minho selalu merasa sibuk dan tidak punya waktu untuk bicara, mengurung saja diruang kerjanya.
Aiko berlari ke markas mereka, disana sudah menunggu Sakura yang memang sudah janji mau menginformasikan pekerjaan untuknya.

Minggu, Maret 23, 2014

The God of Dream (PART 21: Setan itu takutnya dengan darahmu, Sara cchi!)

Lee Minho sebagai Matsuo Masahiro aka Hiro    
Tatsuya Fujiwara sebagai Ryouji Matsuyama aka Ryo
Shun Oguri sebagai Takumi Ishimaru aka Taku

“Sara chan.. kamu beneran sudah sembuh??,” kata Ryouji
Dia heran melihat Sara hanya bolos satu hari. Itupun karena Hiro dan Takumi juga bolos.
Sara mengangguk,”iya, Ryouji kun..syukurlah..,”
”jadi.. urusan dengan siluman lukisan itu dianggap selesai... case’s closed,” kata Hiro
”yang aku heran adalah.. kenapa kita tidak boleh bertemu dengan Matsuoka san ketika mau pulang??,” ternyata Takumi masih ingat saja kejadian dua hari lalu
”aku juga bingung, ” balas Hiro
”sepertinya ada sesuatu yang disembunyikan dari kuil itu..,” kata Takumi,”lalu.. kamu sendiri tahu dari mana kuil itu, Hiro kun??”
”eh hehehe,” Hiro garuk kepala duluan. Ryouji dan Takumi sudah curiga, kemungkinan Hiro asal mencari
”jawab saja, Hiro kun.. gak pake lama,” sindir Ryouji
”mencari asal dari search engine, hehehe,” Hiro cengengesan
what?? Jadi kamu menolongku mencari kuil itu benar benar asal???,” Sara kaget dengan kelakuan pacarnya sendiri yang kadang mikirnya memang bener bener pendek, kecuali soal uang dan cewek
Ryouji tertawa, Takumi mencoba tertawa, tapi akhirnya malah senyum saja

Sepeda Kita (part 3: Yu Ri itu anak pemilik Boss Retail)

Minho esoknya sudah mulai bekerja dari jam 4 sore sampai jam 11 malam. Awalnya Kyung Soon sangat tidak suka karena dia tidak bisa dibacakan dongeng oleh Oppa (kakak lelaki-red) nya sendiri... tapi kemudian Minho memberikan pengertian padanya kalau dia memang butuh bekerja agar kakaknya itu bisa membelikan Kyung Soon makanan dan susu untuk kesehariannya.
Hari pertama Minho bekerja, ketika dia pulang, dia masuk kamar adiknya dan memandang dengan tatapan mata yang lembut. Dia benar-benar sayang dengan adiknya tersebut, mengelus kepalanya saat Kyung Soon tertidur.
”aku ingin kamu menjadi adik yang baik, walau orangtua kita tidak lagi bersama kita disini... tetapi aku yakin, kamu pasti jadi adik yang baik, Kyung Soon.. aku percaya itu,” kata Minho ketika dia tersenyum lalu membenarkan letak selimut yang berada ditubuh adiknya.
Minho lagi lagi bicara sendiri,”aku membayangkan kamu menjadi adik yang manis, sedikit pemalu, menurut padaku dan tidak memberatkanku”

Minggu, Maret 16, 2014

Sepeda Kita (part 2: Mulai Mencari Kerja)

Malam tiba.. bibi Hwang kembali mengantarkan makanan pada mereka..
”sekolah kalian.. bagaimana??,” tanya Bibi Hwang
”baik, bibi..,” balas Minho
Chin Ho mengangguk.
”apa.. kalian akan ada ujian??,”
Chin Ho menggeleng,”Ujiannya, bulan depan, bibi”
”sama,” balas Minho
”sudah seminggu lebih kalian ditinggalkan.. ,” kenang bibi Hwang. Mereka memang bertetangga baik, sehingga bibi Hwang yang tidak punya anak menganggap mereka sebagai anak anaknya juga.
”Kyung Soon.. tinggal bersama bibi saja ya??,” senyumnya
”aku.. tidak mau.. aku biasa tidur mendengar dongeng Oppa Minho,” jawab Kyung Soon polos
”Maafkan kami, bibi..,” balas Minho
Bibi Hwang senyum saja. Dia faham, anak kecil memang tidak bisa dipaksa.
”bagaimanapun.. Kyung Soon butuh orangtua.. Bibi bersedia kalau dia akan bibi asuh.. bibi akan sekolahkan dia.. sebentar lagi.. dia akan sekolah TK bukan??,”
Minho mengangguk.
”biaya sekolah tidak kecil, Minho.. jadi.. tolong biarkan bibi bantu salahsatu adikmu,” tambah bibi Hwang lagi

ENGLISH- My Girl Is Ex Gangster (24th Part : Minho… please don’t die!)

Minhyo was very shocked, meanwhile Minho still asked her to calm down, so they could think better to find her nanny out and rescue her from kidnapping.
“but Minho.. I am really worried about her.. she’s getting older and uncle Ban will be very sad,” she said to Minho, uncle Ban is Auntie’s Anh husband.
“I guess.. uncle Ban is also trying to find her, with your Appa,” replied Minho, still driving
“I’ll take you back to my home, don’t go to your apartment…better back to my home, and you’ll be safe..i am quiet sure…they want you.. and Nanny Anh is just bait,” said him again
Then Minho took her back to his house. Mrs Lee was taken aback to hear about that news
“you must stay here Minhyo..i am afraid they will target you,” said Mrs Lee..she was panic and hugged her son’s lover.
“stay here.. I will call Oppa Gackt and also your father to find her out,” said Minho, he was getting ready to go
“I’ll go with you,” said Minhyo, following his steps
Minho forestalled her,”no.. don’t.. let me and oppa gackt only..eomma please take care of her”
Minhyo shouted at Minho several times, pushed himself to ask her, but Minho refused her.
Then he walked so fast  outside his home to the place where brother gackt waited for him.

Sabtu, Maret 15, 2014

Pernikahan ½ (Part 8: Ngobrol dengan Ibu Mertua)

Seperti janji yang lalu, mereka sepakat akan pergi ke rumah Kohashi, ayahnya Aiko.
Disana disambut ramah oleh keluarga Kohashi
otoosan sedang pergi tugas ke kota lain,” kata ibunya Aiko,”kabar kalian...bagaimana??”
“baik, okaasan,” balas Minho menunduk hormat.
Ibunya Aiko tersenyum
“Okaasan.. Minho kun...ingin aku belajar memasak,” bisik Aiko pada ibunya
Ibunya senyum saja,”baiklah.. ayo ikut ke dapur”
Minho benar benar kaku berhadapan dengan ibu mertuanya,”saya minta maaf..tapi saya memang ingin Aiko chan bisa memasak... untuk berhemat,” katanya sambil menunduk hormat pada ibu mertua
Ibunya Aiko maklum saja dengan kelakuan suami anaknya itu, karena sebenarnya tidak terlalu jauh beda dalam budaya
“kami masuk dapur dulu,” balas ibunya Aiko
Minho menunduk hormat, mempersilahkan mertuanya ke dapur bersama isterinya

Rabu, Maret 12, 2014

Aku Bukan Bang Thoyib (Part 25: Putus dan test pack)

“Appa sepertinya masih belum saja setuju dengan ku,” keluh Minho pada pamannya.
“kamu sih..terlalu mengulur waktu,” jawab Il Sung
Ani, samchon.. tapi memang Appa tidak suka dengan beda bangsa,” balas Minho.
”kita beda budaya...memang diajarkan lebih ke satu bangsa,” jawab Il Sung
”tidak semestinya kalau sudah cinta..banyak di dunia ini antar bangsa..bisa saling satu,” kata Minho, keras
Il Sung agak nyerah juga,”yeah..yeah... I got it,”
“jadi..kamu harus usahakan.. kapan ayahmu datang??,” katanya lagi
“Minggu depan,” jawab Minho singkat
”Rima itu..dia mau datang kesini??,” kata Il Sung lagi
Minho mengangguk
”apa..tidak menimbulkan keheranan bagi staff yang dahulu kenal dia??,” tanya Il Sung
”I don’t think so,” balas Minho lagi
Tak berapa lama.. Rima memang datang..dan masuk ruangan Minho

Jumat, Maret 07, 2014

Pernikahan ½ (Part 7: Kok Jadi Suami Ngambek Terus Sih, Minho kun??)

“Ayahku menelepon tadi..tanya..apa kabarnya kamu,” kata Minho.
Mereka masih liburan di hakone. Mereka sedang berjalan menyusuri kebun bunga yang indah.
“aku..terkesan capek akhir minggu ini,” balas Aiko
“kamu..banyak pikiran dengan kita nikah..iya kan??,” balas Minho. Dia sama sekali tidak menatap isterinya, mereka jalan terus lurus, sambil lihat bunga di kanan kiri mereka.
Minho lalu duduk di sebuah kursi batu. Aiko pun menghentikan langkahnya dan berdiri di depan Minho
“puk..puk,” Minho menepuk batu sebelahnya, mempersilahkan Aiko duduk disampingnya.
Lalu ternyata..dia malah merangkul Aiko.
“kamu...senang enggak sih.. aku jadi suami mu??,” katanya pada Aiko
Aiko senyum dan mengangguk.
Minho malah memeluk dia,”aku..cinta kamu banget loh..”
Aiko membalas pelukan Minho,”aku..selalu terfikir..aku terkesan membebani mu”
“ah.. resiko bersama.. itu sebabnya.. Aiko chan harus membantuku..mengurangi bebanku..,” kata Minho, dia masih memeluk isterinya itu.

Rabu, Maret 05, 2014

Tamat- Our Resonances (part 13 : Fighting! Cinta itu butuh pengorbanan!)

Lee Minho sebagai Minho    Gackt sebagai Takuya Nakamura

Minho sama sekali tidak tidur. Dia benar benar berfikir, apakah hari ini, nanti siang, semua akan berjalan lancar. Dia bangun dari baringnya, lalu berdiri, dekat dengan kaca di kamarnya. Dia melihat jas warna agak keabuan yang akan dia pakai nanti siang untuk tunangan dengan Hea jung, anak teman orangtuanya itu.
Dia memandang cukup lama pada jas itu,”umm.. jas bagus banget...sayang, untuk moment yang menjijikkan,”gerutunya dalam hati.
Lalu dia duduk lagi di pinggir tempat tidur dan melihat jam, sudah pukul 4 pagi.
”penerbangan nya ... jam 8 pagi,” gumamnya.
Dia lalu mencoba menelepon Aiko.

Jumat, Februari 28, 2014

Our Resonances (part 12: 29 Hari Menjadi Licik...)

Lee Minho sebagai Minho    Gackt sebagai Takuya Nakamura

“Minho kun sudah pergi.. otoosan juga akan pergi kan?,” kata Aiko pelan. Dia benar benar sedih ditinggalkan orang orang yang dia sayang
”kamu bisa tegar..semuanya akan segera berlalu,” kata Takuya, memeluk anaknya dengan lembut.
”rasanya..aku ingin kembali pulang.. pergi lagi berkumpul dengan okaasan,” katanya dalam pelukan ayahnya
Takuya mengelus elus rambut anaknya,”semua masalah..akan menjadikan kamu dewasa.. aku sudah tahu apa yang terjadi..tidak ada yang bisa disalahkan”
Aiko tidak mengerti apa maksud ayahnya. Dia tidak tahu kalau ayahnya mengawasi mereka malam itu.
”kalau besok aku pulang..jaga dirimu baik baik ya? Lupakan semuanya yang telah terjadi.. lupakan dia,”
Aiko mengangguk saja. Dia benar benar sedih.

Minggu, Februari 23, 2014

Our Resonances (part 11: Perpisahan..)

Lee Minho sebagai Minho    Gackt sebagai Takuya Nakamura

Aiko merenung di kelasnya, tentang perkataan ayahnya kemarin malam..yang dia harus segera menghapus memory masa lalunya dengan Minho.
“ada apa, Aiko chan?,” Tanya temannya, Mari, memegang pundaknya tiba tiba
Aiko menengadahkan kepalanya,”ah..tidak apa, Mari chan..hanya pusing sedikit,” lalu dia senyum pada temannya itu.
”eh..jangan bohong deh.. wajahmu berubah begitu..daritadi pelajaran aku lihat..melamun terus,” balas Mari, dia duduk disebelah Aiko.
Aiko diam sejenak.
Lalu,”aku..akan berpisah dengan temanku,” senyumnya pada Mari.
Ano Minho kun? Naze ka?? Kamu..dikhianati dia??,” Mari kaget
Aiko menggeleng,”uung.. enggak..memang sudah saatnya berpisah”
”karena..syutingnya mau selesai??,” tanya Mari lagi
Aiko mengangguk. Padahal, sebenarnya, Minho masih lama syuting di negeri ini.
zannen da ne (sayang sekali-red)... padahal..aku lihat..kalian saling cinta.. aku saja iri sekali,” Mari agak cemberut
”mau bagaimana lagi??,” tanya Aiko.
”sebenarnya...masih bisa dipertahankan ..iya kan??,” tanya Mari
Mereka diam sejenak. Lalu, Aiko malah jalan keluar kelas, pulang.

Aku Bukan Bang Thoyib (Part 24: Aye Pulang, Beh...)

Rima berjalan jalan sore ditaman di kompleks perumahan itu. Dia ditemani Suminah yang sudah selesai pekerjaan sore nya.
”Bu Sum.. sampai kapan..aku disini terus??,”katanya sambil jalan jalan
”enggak tahu, Mbak..tergantung Mr Lee nanti.. mbak masih sakit loh..masih muntah muntah terus,” balas Sum
”aku..kangen ayahku, Bu Sum.. ayahku..pasti cari cari,” katanya lagi. Dia malah menerawang sambil jalan. Suminah lalu menggandeng tangan Rima.
”nanti..pasti pulang, Mbak.. Mr Lee baik kok...waktu mbak gak sadar sadar.. Mr Lee yang antar mbak ke dokter..yang suapi mbak..yang ngobrol sama mbak..,”
”Tapi..aku takut lagi pulang ke rumah, Bu Sum.. takut ayahku marah..,” Rima malah melihat perutnya sendiri. Dia pikir, dia hamil. Dia takut nanti ketika pulang, dia dipukuli lagi sama beh Hamid pas tahu dia hamil.
”Mbak jangan capek capek..sudah dulu jalan jalannya,” Sum mengalihkan perhatian.
Minho ternyata lewat taman itu. Sur berhenti dan Minho pun turun, berjalan menghampiri Rima dan Sum.
”you are getting healthier and healthier,” senyum Minho pada Rima
“I wanna go home, Minho,” balas Rima.

Rabu, Februari 19, 2014

Our Resonances (part 10: Jika Ini yang Terbaik..)

Minho masih berdiri di depan Hea Jung yang luka parah, justru karena dia salah menyerang seorang healer (penyembuh-red) macam Minho. Healer memang mungkin tidak bisa menyerang, tetapi bisa membuat pertahanan dirinya lebih dari seorang penyerang, sehingga malah bisa melukai sang penyerang.
“Hea jung…bangun!,” Aiko mengguncang tubuhnya. Cewek itu pingsan.
Minho kun..aku mohon…tolong dia,” Aiko menegakkan kepalanya pada Minho yang berdiri di depan dia dan Hea jung.
Minho malah mencolek colek badan Hea jung dengan kakinya, bagai orang sama sekali merendahkan tunangannya sendiri.
“gak pantas diampuni..dia sudah mencelakaimu sampai hampir kamu meninggal,” katanya enteng.
“jangan begitu, Minho kun..dia dipengaruhi Soujiro…tolong dia..sebelum polisi datang,” Aiko memelas pada Minho, dia malah memegang kaki Minho, berharap cowok itu tidak dendam pada tunangannya sendiri.
“dia tunanganmu, Minho kun..,” kata Aiko lagi
”biar,” balas Minho singkat.
Minho diam saja. Aiko memelas meminta agar Minho mau menyembuhkan tunangannya sendiri.
Minho masih diam saja. Mematung.

Minggu, Februari 16, 2014

Pernikahan ½ (Part 6: Kerja Keras untuk Kuliah Isteri..)

Cerita ini hanya fiksi imajinasi belaka. Gak usah dipikirin kenapa begini, kenapa begitu.. Cuma keisengan diri saja yang ingin mengimajinasikan bebeb Lee Minho.  Adapun jika ada nama dan tempat yang kebetulan sama, itu gak sengaja, hehehe.

Aikosudah pulang dari rumahsakit. Dia pun sudah kuliah lagi seperti biasa.
Orangtua Minho sudah balik ke negaranya.
“jadi.. kamu sudah sembuh bener nih.. Aikochan??,” tanya Ken
Aikomengangguk,”iya, Ken kun.. walau masih sedikit lemas sih”
“kamu kurang jaga kesehatan ya?,” Ken tidak tahu apa yang terjadi.
Ichirou malah yang jawab,”iya tuh.. kamu payah deh, Aikochan...sibuk sih..sibuk kuliah..tapi jangan lupa jaga kesehatan”
Rin, pacarnya Ken ikutan bicara,”Minho kun pasti senang ya..punya pacar calon dokter, hihihi”
“enggak kok..biasa aja,” balas aiko
“ne.. Aikochan.. kemarin.. kamu sakit apa??,” tanya Ken
Mereka semua duduk di sofa ruangan yang tidak terpakai..markas mereka sendiri..
“kurang darah,” Aikoberbohong
“sampai masuk rumah sakit??,” tanya Ken lagi
Aikomengangguk.
“wah wah.. Minho kun.. nih pasti dia enggak jaga kamu ya?,” kata Makoto.
Ichirou sebenarnya tahu apa yang terjadi.. tapi dia tidak membuka rahasia cewek yang dia suka sejak dibangku SMA itu.

Rabu, Februari 12, 2014

I Wish (Hanya Mimpi-Tamat)

Ribut sekali suasana jalan itu, sangat padat.. ramai banyak orang lalu lalang.. sepertinya memang jalan bazaar murah di kota kecil itu.
Seorang perempuan asia tenggara sangat bingung dengan situasi itu, dia tidak mengerti mereka berbicara apa.
“aduh.. aku benar benar salah... Sang Min.. aku minta maaf...dan.. sekarang.. aku lagi dimana???,” kata hatinya Fitri.
“excuse me.. can you help me?? Where is the loyal og apartment??,” tanya dia pada seorang ibu yang kebetulan lewat berpapasan dengannya, bertanya dalam bahasa inggris.
Ibu itu aneh melihat tampilannya Fitri yang memakai dress/gamis panjang dan jilbab lebar. Dia lalu menggerak gerakkan tangannya, tidak peduli, tidak mengerti dan tidak mau tahu dimana letak apartment itu, lalu meninggalkan Fitri yang kebingungan.
“ya Tuhan... bagaimana ini??? Aku sudah tidak tahu jalan pulang... aku gak tahu kota ini.. tolong aku,” dia begitu panik dan cemas. Karena pertengkarannya dengan Sang Min, dia malah nekat kabur.
Sang Min tidak bisa mencarinya karena dia malah sengaja meninggalkan Hp nya di apartment mereka sendiri.
“Sang Min, mian haeyo... Naega.. jalmos haess-eo (Sang Min.. aku minta maaf.. aku salah-red),”

Senin, Februari 10, 2014

Pernikahan ½ (Part 5: Salah Sendiri )

Cerita ini hanya fiksi imajinasi belaka. Gak usah dipikirin kenapa begini, kenapa begitu.. Cuma keisengan diri saja yang ingin mengimajinasikan bebeb Lee Minho.  Adapun jika ada nama dan tempat yang kebetulan sama, itu gak sengaja, hehehe.

Minho akhirnya kepusingan sendiri dengan taktiknya. Dia jadi terikat dengan apa yang sudah ayahnya Aiko-Kohashi- katakan. Dia termenung saja ketika beberapa kali jam jam kuliah. Itu bikin Ichirou bingung.

“kamu kenapa lagi.. masalah sama ibu mu??,” tanya Ichirou
Minho mengangguk,”bukan Cuma sama orangtuaku.. tapi sama orangtua Aiko chan,” balas Minho, datar. Dia malah iseng corat coret buku.
“kenapa..enggak coba di aborsi aja sih??,” Ichirou malah menyampaikan ide gila
Minho langsung menoleh padanya dan matanya sedikit terbelalak,”what?? Gila”
Ichirou malah santai,”ah...biasa aja dong... seperti itu sudah biasa,”
“gila namanya... bisa celaka Aiko chan kalau begitu,” jawab Minho. Walau memang berpura pura, dia enggak nyangka kalau temannya ternyata punya ide gila. Mungkin karena dianggapnya serius.
Ichirou garuk dahinya,”trus.. maunya bagaimana??”
Minho jadi galau sendiri,”kekkon shitai.. hoka ni nani?? (nikah lah..apa lagi?-red),”

Aku Bukan Bang Thoyib (Part 23: Gagal Faham..)

Cerita ini hanya fiksi imajinasi belaka. Gak usah dipikirin kenapa begini, kenapa begitu.. Cuma keisengan diri saja yang ingin mengimajinasikan bebeb Lee Minho.  Adapun jika ada nama dan tempat yang kebetulan sama, itu gak sengaja, hehehe.

“wanita mu itu..sudah berapa lama disini?,” tanya Sung dalam bahasanya, dia dan Minho duduk di teras depan.
“hampir dua bulan.. apa..yang paman ceritakan pada Appa?”, Tanya Minho
Sung santai menjawab,”aku sudah bilang pada ayahmu itu.. kalau kalian menikah secepatnya...supaya kamu bisa tanggung jawab, jadi..bayi nya kalian tidak sengsara..”
Minho memasang lagi wajah manipulatifnya,”iya, paman..tapi..jujur saja..aku masih takut kalau Appa masih tidak setuju”
”kan aku bilang...beliau setuju.. bagaimana sih kamu?,” Sung jadi sedikit sengit.
”iya..baiklah paman..terima kasih,” balas Minho singkat
Dalam hatinya dia berkata,”ternyata apa yang disarankan Kwon ada benarnya juga...tapi..aku harus cari cara lain juga..supaya kehamilan palsu itu terkesan benar”

Selasa, Februari 04, 2014

Pernikahan ½ (Part 4: Resiko Bohong Pada Orangtua)

Sampai dua hari geng mereka senang senang di penginapan itu. Sampai pulang lagi, Minho dan Aiko masih membalas topik yang mereka bicarakan dalam penginapan, tapi beralih ke kost an mereka.
“mau berbohongnya..kapan?,” tanya Aiko polos sekali
Minho malah senyum,”gak sabaran ya?hehe”, dia lalu merangkul pacarnya itu
Aiko malah menggeleng,”bukan begitu, Minho kun.. aku kan perencana.. aku harus merencanakan apa yang ada di otakku”
“lalu..bagaimana?? aku belum telepon ibuku,” balas Minho, dia lalu tiduran di atas lantai yang berkarpet di kost nya.
Aiko mendekat padanya,”Ne.. Minho kun.. yang seperti ini..sebenarnya membahayakan..”
“memangnya kenapa?? Aku kan..bisa aja jadi orang nekat,” balas Minho, enteng
“aku..susah loh.. ngejar kamu.. waktu pertama kali kita ketemu aja.. kamu susah banget di dekati.. sukanya diam saja.. kalau enggak mau bicara.. mana mau bicara,” lanjutnya lagi
gomen ne, Minho kun...sono toki wa watashi wa Minho kun ni tameratte ita (maaf Minho kun..saat itu..aku sempat ragu padamu-red),” balas Aiko
“just forget it.. sore o giron shitakunai (lupakan.. aku gak ingin bahas itu lagi-red),” balas Minho,”kita bahas apa yang mau ke depan nanti... aku pengen nikah.. titik.. gak pakai koma.. kalau aku sudah mau.. ya kamu harusnya suka juga dong, Aiko chan,” tiba tiba dia judes lagi sama Aiko