This is me....

Jumat, Agustus 15, 2014

Aku Bukan Bang Thoyib (Part 32: Gila!)

Seminggu pulang berkeliling Bali dan Lombok, Minho dan Rima akhirnya kembali ke Bekasi. Minho harus siap lagi tangani perusahaan dan berhubungan lagi dengan Tina, sekretarisnya. Seperti biasa, sikap Tina biasa saja tanpa ada masalah atau terkesan membenci boss nya itu.
Minho memperhatikan gerak gerik Tina ketika bekerja, dari pagi sampai siang, dia tidak menemukan hal yang mencurigakan. Dia lalu chatting dengan Kwon.
“memang seperti tidak ada yang mencurigakan.. apa kita salah sasaran??,” ketik Minho di chatnya pada Kwon.
Kwon pasang icon heran,”dari kemarin aku ngobrol dengannya juga biasa saja... cuma memang baru hal-hal ringan yang kita obrolin sih... hobi, hang out, nonton”
Minho menggerutu, dianggapnya hal itu lama menarik kesimpulan, sementara isterinya sudah khawatir.

Minggu, Agustus 10, 2014

My 3 Supernatural Beloved Kids (Part 7: Saat Cinta Berlabuh)

Starring: Lee Minho, Park Minseo, Lee Jin Ho, Lee Young Joon, Lee Hana.

Pacaran antara Minho dan Minseo akhirnya jadi juga. Minho yang jauh lebih muda ingin Minseo banyak mengarahkan dia, terutama untuk semangat belajar. Sementara, Song Yu tidak tahu hubungan mereka yang sebenarnya, walau kadang mereka jalan bertiga, seperti apa kata Minho, dia pandai menyembunyikan perasaannya pada Minseo ketika bersama yang lain. Hari itu, mereka jalan ber-enam lagi untuk acara sosial yang lain.
“Jadi Minho.. kamu setiap hari kerjanya cuma belajar saja dong?? Asik banget sih??,” tanya Na Ra pada Minho dalam mobil, mereka akan menuju sebuah panti orang dengan depresi.
Minho mengangguk saja karena dia sedang berkendara,”ya begitu sih.. kerja anak SMA apalagi??”
“punya pacar gitu??,” celoteh Lea langsung main serobot kata-kata.
Minho senyum, dia sembunyikan pacarannya dengan Minseo.. sementara, Minseo yang duduk dibelakang bersama Na Ra dan lainnya hanya diam saja.
“enggak ah.. malas pacaran.. soalnya sibuk belajar... gak sempat deh,” balas Minho, dia benar benar asli berkilah didepan teman-temannya Minseo.

Sabtu, Agustus 09, 2014

Aku Bukan Bang Thoyib (Part 31: Sebuah Rencana)

“Selamat pagi semuanya…!!,” Kwon mendadak masuk ke ruang makan. Dia langsung duduk di depan Minho yang masih sedikit mengantuk dan minum segelas air pagi itu.
”oh hi, Kwon… sepagi ini datang??,” tanya Rima dengan ramah. Dia sudah menyiapkan sarapan pagi dengan Suminah.
Kwon cengengesan,”aku ingin makan disini... kasihanilah aku, gak punya pacar..gak ada yang masak untuk ku”, dia main mengambil piring dan makanan di meja, Minho menepis tangan sepupunya itu.
wash your hands 1st before eating,” kata Minho dengan nada ketus
Kwon menggerutu dengan bahasa ,”sudah menikah masih saja suka mengomel”, Minho tidak mengerti apa maksud sepupunya itu. Kwon tetap santai menyendok nasi gorengnya, Rima hanya tersenyum melihat kelakuan sepupu iparnya itu.
“Kwon boleh makan disini sesukanya.. nanti aku minta tolong dengan Bu Suminah kalau memang mau,”
” nah kan.. isterimu saja tidak melarangku,” balas Kwon pada Minho dengan bahasa mereka.

Jumat, Agustus 08, 2014

My 3 Supernatural Beloved Kids (Part 6 : Ditolong Pangeranku)

Starring: Lee Minho, Park Minseo, Lee Jin Ho, Lee Young Joon, Lee Hana.

Minggu depan sudah tiba, malam minggunya, Minseo sengaja menginap di rumah Song Yu supaya mereka bisa membuat paket untuk anak sekolah daerah miskin itu. Dia dan beberapa temannya sibuk mempaket paket peralatan sekolah dan permen.
Minseo dan teman temannya senang sekali malam itu. Mereka mengobrol apa saja, tertawa tawa di rumah Song Yu sambil bikin paket.
Tiba-tiba, Minho telepon lagi Minseo. Minseo mendiamkan telepon itu berkali-kali. Dia malas karena ada Song Yu disebelahnya.
“ada telepon.. kok gak kamu angkat??,” tanya Song Yu
“ah gak penting banget,” jawab Minseo singkat.
Minho terus misscall Minseo.. akhirnya Song Yu mengintip juga.
“eh.. itu dari Minho.. kenapa kamu gak mau angkat?,” tanya Song Yu lagi.
“nanti saja, Song Yu.. kita masih belum selesai.. mungkin dia cuma tanya soal apa besok paketnya mau diantar dengan mobilnya atau enggak,” balas Minseo dengan setengah cuek.
“ya...diangkat saja kalau begitu sih.. ,” balas Song Yu.

Rabu, Agustus 06, 2014

Lebur cinta

Cinta penderitaan menanggungnya tiada akhir masa
Maka jadilah surya untuk sang kekasih yang engkau cinta
Tidak menjadi lilin baginya
Yang hanya cukup menyinari seluas ruang biasa

Sang pencinta begitu senang tak terkira
Jiwa menyatu dengan sang kekasih pujaan di setiap rasa
Pisau belati menusuk tak akan terasa
Karena satu romansa membayangkan hanya yang dicinta

Kurun masa engkau akan terus mabuk
Petikan petikan dawai membawa mu terbang
Ke atas langit surga langit berarak
Hanya diri dan sang kekasih yang terbayang

Jika hati dan jiwaku sudah satu denganmu
Kumpulan bara seperti dinginnya salju
Sang kekasih...tetaplah masuk di jiwaku
Sampai keping alam semesta tak tersisa lagi diruang dan waktu

Perjalanan

Dalam perjalanan ku mengerang
Pada jiwa yang kesakitan
Peluh bagai buih kasar dilautan
Yang pecah terhempas karang

Anggur dunia belum banyak kureguk
Tapi cintaku padamu memabukkan
Bagai anak panah menuju sasaran menukik
Lepas dari busur tak berkesudahan

Tidak pernah lepas mata menyusuri tepian hati
Aku mau ke tengah.. tidak hanya mematung ditepian
Menggapai cahaya melawan gelap sunyi
Menelusuri guratan hati kekecewaan

Jalan dipinggir ku takkan selamat
Hanya masuk pintu hatimu aku terlindungi
Kupikir lelah hanya sebuah bayangan sekelebat
Terbayar setelah ku masuk pintu kesadaran diri

Semakin engkau hanya menyuruhku berdiri ditepian
Tidak bertempur melawan hati kasar penuh debu hitam
Aku hanya tetap mematung ditepian
Tanpa bisa lebur ke hatimu yang dalam

Engkau kekasihku
Jika engkau pergi...aku pun pergi
Jika engkau ada dalam jiwaku
Maka hanya ada aku dan engkau. . dalam hilangnya diri ku

Gila cinta

Jika engkau menyuruhku pergi ke neraka
Aku akan ikut engkau ke neraka
Mencintai lebur dengan yang dicinta
Tidak peduli dimana engkau dan dia berada

Jangan mengaku cinta jika engkau tak selalu sebut namanya
Sang kekasih cemburu kalau engkau mengganti hatinya
Jika mengaku pecinta sejati,jangan pernah membuat cemburu buta
Walau hanya sehela nafas saja

Dicintai itu penuh cemburu
Itu kalau engkau merasa
Cinta palsu hanya sekejap engkau mendalaminya
Tak lebih rasa hausmu dalam air membeku

Lidahmu terkunci ketika jiwa lain menyebut namanya
Kemarahan muncul...memaksa engkau hanya ingin bersama kekasih
Satu... satu..tiada lagi jurang dalam menganga
Apakah lagi hanya sebuah tembok terbongkah?

Batas itu menjadi sangat tipis. .tipis terpisah..
Air dan udara jua tidak lebih darinya
Nadi ku juga nadi kekasih..
Helaian benang hidupku juga engkau punya..

Hati

Hatiku mungkin tidak engkau temukan dirumah rumah ibadah
Hatiku mungkin bersama para penyamun
Hatiku mungkin diantara kumpulan para pelacur
Hatiku mungkin ada juga di dalam dirimu

Siapa bisa memegang sinar hati lebih dari terik surya bersinar?
Tak ayal hanya ketika cinta saja yang datang terpaku
Tak perduli badanmu datang padaku penuh debu cela dan kotor
Hatiku hanya untuk yang melihat ku

Ku tunjukkan jejak jejak pelangi kebajikan
Tak peduli hanya sebiji sawi yang engkau tebar
Aku lah kekasih yang selalu engkau cari dalam banyak perjalanan
Bahkan ketika tidak ada lagi rumah rumah ibadah yang engkau pijak

Aku hanya menginginkan ada dihatimu
Kegundahan menjadi embun sejuk
Kesakitan menjadi obat bagimu
Kemelaratan menjadi kekayaan hati yang berserak

Ku akan bayar cinta dengan pundi pundi keabadianku
Dalam ruh ruh burung hijau berterbangan bebas di puncak surga
Duhai jiwa.. mengapa engkau masih berpaling dariku?
Jika hanya aku yang engkau mengaku cinta?

Menunggu waktu terpilin

Ketika ku terdiam,engkau melangkah
Ketika kucoba melangkah,engkau berlari
Tak kusangka cintaku terbalas lebih
Hanya karena kusebut namamu dalam hari hari

Kerinduan menggila akan pertemuan
Tak kan ku rasa kesakitan raga
Diri ku hanya pinjaman
Sampai masa ku kembali ke baka

Menunggu sang kekasih itu tersiksa
Menari berputar putar hilang arah tak jua menghapus dahaga
Kekasih belum ku jumpa.. tunggulah aku disana!
Dipadang mizan luas ku menanti naungannya

Tidak cukup doa doa terucap dari mulutku
Tidak cukup noda hilang dengan permohonan
Kekasih bahagia dengan kumpulan rintihan malamku
Bergulat antara cawan cawan dosa dan kidung penyeru kebajikan

Engkau melihat ku menangis
Tak sanggup menahan kejenuhan dalam penantian
Bukankah..rindu ini yang sedari nyawa ku ada... ku kais?
Sampai dia kembali lagi pada kekasih sejati. .
Menyudahi episode mengurai waktu terpilin

Jiwa Kering

Keagungan kasih tidak ku dapat jika membayangkan raga mu saja
Dia hanya sebuah kendaraan
Tak apalah kadang mungkin ku sedikit mengaguminya
Asal jiwa tidak hilang pelan pelan

Tetapi..ku cari raga kekasihku tiada jua
Engkau ada dimana ku ada
Dalam gelap atau cahaya
Itu sebabnya ku tak mencari raga

Kemana. .ada di sudut mana ku berdiri
Menerawang ujung ujung bumi tuk menanti
Naik tinggi..yang tak ku kira sekedip singgasana mata hati
Meletakkan dahiku pada pijakan ciptaan kekasih diri

Burung burung terbang kembali ke sarang saat lazuardi terindah
Begitu juga jika ku rasakan kehadiran kekasih
Cintaku bagai tak habisnya memuji
Sampai tinta air samudera kering menulis kata kata indah demi yang sejati

Dan ketika gelapnya malam hadir
Engkau menyelimuti ku dengan cinta
Berjumpa saat lambung ingin dekat dengan peraduan
Hanya untuk bicara denganmu kekasihku

Jangan pernah berpaling dan meninggalkanku
Sebab jiwa ku semua ada padamu
Seteguk air yang kuminum pun darimu
Apakah lagi jiwa keringku?

Buta dan Lentera

Kebutaan mata tak menghalangi cinta buta ku padamu
Ya...cinta itu buta.. terlebih rasa cemburuku
Tak ingin ku lepas walau dalam diam ku
Sejatinya..dalam kegelapan itulah cintaku padamu

Lentera tak perlu dinyalakan siang hari
Surya tak bisa tergantikan hanya demi sebuah titik sinar
Bodohlah aku untuk mendapat perhatian hati
Tak mengapa..karena hanya itulah yang jiwaku pancar

Kutahu rayuanku tidak akan mematikan engkau
Karena memang aku bukan penjilat cinta
Aku hanya menyanyikan bait bait cinta lewat dawai tua
Agar engkau tetap mencintaiku

Kuingin rasa menghilang satu persatu sampai tiada bekas
Dalam kumpulan cawan emosi lamawwah
Menuju cinta dan nafsu muthmainnah
Agar ku berjumpa engkau..dalam kerinduan gila yang menggerogoti tiap hela nafas

Perlu ku cemburu pada kekasih sepertimu
Bila perlu..kubunuh perasaanku agar menyatu denganmu
Keegoisan hatiku terganti hanya ada aku dan engkau
Barulah ku rasa sempurna cintaku padamu

Tangga langit

Tangga tangga menuju langit tidaklah jauh
Itu ada di dada mu sendiri...kecil..hanya sebuah rongga pipih
Tak akan pernah kau sangka.. itulah yang menuju hati sang pencipta
Setelah banyak perjalanan jiwa engkau tempuh mencarinya

Mudah sekali seorang perayu berpuisi cinta
Putaran putaran masa terus berkecamuk mencari satu noktah
Masuk kedalam spiral spiral membuai jiwa
Diantara himpitan himpitan desakan noktah hitam semesta

Aku melihatmu ketika mata terpejam
Engkau masuk ke jiwaku ketika ku berputar putar
Sampai ku lupakan diriku walau hancur menjadi atom atom
Demi cintaku pada engkau...terus ku berputar

Rayuanku tentunya sampai padamu
Jika tak cukup jua,kan ku berikan hatiku
Terserah..karena aku sudah terlalu gila padamu
Sampai batu kerikil menjadi permata dalam mataku

Selasa, Juli 29, 2014

The Clairvoyant (part 1: Test IQ)

“wah...ada test IQ besok... masak iya sih.. sudah 20 tahun masih ada test IQ juga??,”
Hari itu seorang cowok jurusan ilmu pengetahuan alam dasar, Lee Minho dan teman-temannya satu jurusan diharuskan mengambil test IQ sebagai dasar kelengkapan untuk lembar sistem pengambilan mata kuliah baru untuk semester berikutnya.
“ini sudah saya isi formulirnya ya,” katanya ramah plus senyum pada petugas administrasi jurusan. Dia lalu memberikan formulir itu, pamit menunduk hormat lalu membalikkan badan dan jalan. Tapi tak berapa detik kemudian, dia malah membalikkan badan lagi ke petugas administrasi dan bertanya lagi.
“aah.. Ibu Jang...sekali lagi..minta maaf nihh... saya heran banget loh..kenapa sih kok bisa.. ditest ulang IQ lagi?? Kok ngambil mata kuliah dasar fisika quantum saja harus ada test IQ sih??,” dia cengengesan sambil polos garuk-garuk kepalanya.
“Dosen Kwon yang minta... kata beliau, kalau sudah ada mahasiswa IQ nya diatas 130 ikut test ini, maka mereka yang berhak masuk..,” jelas petugas administrasi jurusan itu.
“kok aneh ya.. mata kuliah lain saja enggak loh,” Minho jadi protest sendiri,”saya ikutan kuliah biokimia molekuler biasa aja tuh,”
“kamu dapat nilai apa sih.. Minho.. tuk itu??,”
“A plus plus!,” kata Minho bangga dengan wajah cerianya
“semua nilai akademik mu A...ya.. jadi gak masalah kan.. kalau gak cerewet soal test IQ??,” ibu Jang sedikit menyindir
Minho cengengesan lagi,”ah eh, hehehe... bukan gitu sih.. ini jam nya ngantuk test nya loh, bu... enggak kebayang”

Senin, Juli 28, 2014

My Two Adorable Wives (20th Part: The Betrayal of Heart)

Minho thought his problem with Han family had been over, so he registered his marriage with Shin Minhyo. In the mean time, Han family was actually still eager to take control over Lee’s family treasure by approaching Mrs Lee as Minho’s mom. Off course as fellow cousins, Mrs Lee didn’t suspicious at all to what Mr Han’s intention to her.
“I have any heard that your son will get married with that woman in this week,” said Han openingn the conversation
“yes,”replied Mrs Lee shortly,”but I promise myself that I wont come to their wedding ceremony… I ban myself to get closed to them nomore,”
Chan chan who listened to what she said was shocked and sad, actually. Perhaps Mrs Lee as Minho’s mom wouldn’t say like that.. because she knew Minho really loves his mom without reserve.
“My daughter in law is still chan chan,” Mrs Lee smiled at chan chan.
Chan chan bowed to her respectively,”gambsahabnida, Mrs Lee.. but.. it’s really sad if you cant attend to Minho’s wedding ceremony”
“I never admit Shin Minhyo as part of Lee,” replied Mrs Lee.

Minggu, Juli 20, 2014

Cinta Dokter Cute (Part 11: Mungkin Semua Akan Berlalu)

Lee Minho sebagai dokter Minho    Kazuki Kitamura sebagai dokter Choi Hyeon Jun Gackt sebagai dokter Roh Seung Won

Pagi berlalu, Orangtua angkat Shin Young kaget ketika mereka menemukan kamar anaknya sama sekali tidak ada Shin Young di dalamnya. Sama sekali mereka tidak sadar malam sebelumnya kalau Shin Young sudah meninggalkan mereka.
Hananim.. kemana dia, Nampyeon?? Aku khawatir,” ibu tirinya sangat panik.
Min Ji Woo berusaha menenangkan isterinya,”sabar..aku akan hubungi orang di panti..siapa tahu dia menginap disana”
Ibu tiri Shin Young memang sangat sayang padanya, karena memang sedari kecil Shin Young paling tidak banyak minta dan menyusahkan mereka.
Min berusaha menelepon orang dipanti, tapi ternyata Shin Young sama sekali tidak ada. Isterinya langsung panik dan histeris.
“kemana Shin Young, Nampyeon?? Dia harus lekas dicari! Aku gak ingin kehilangan dia.. tolong dicari,” ujar ibu tirinya itu.
“sabar, aku akan hubungin beberapa temanku untuk mencarinya, mungkin pihak keluarga Lee juga tahu,” jawab suaminya.

Jumat, Juli 18, 2014

My 3 Supernatural Beloved Kids (Part 5: Jangan Ada Yang Patah Hati)

Starring: Lee Minho, Park Minseo, Lee Jin Ho, Lee Young Joon, Lee Hana.

Minseo datang ke kantor dan pabrik ayahnya Minho di sebuah daerah pinggiran Seoul, Gyeonggi. Dia melihat kantor dan pabrik ayahnya Minho dengan megahnya itu sampai terperangah. Sampai di depan, dia malah melihat ada seorang wanita tua lusuh berdiri di depan pintu masuk kantor itu.
Halmeoni.. kenapa tidak lekas pulang??,” katanya tiba-tiba berbicara pada perempuan itu
“aku tidak bisa pulang lagi, Nak.. aku memang sudah lama disini. Lihat.. kakiku patah,” wanita tua itu memperlihatkan kakinya yang patah dan copot
Security sangat heran melihat Minseo berbicara sendiri di depan pintu..
“Hallo Nona apa ada yang bisa aku bantu??,” tanya security itu
Minseo sadar, dia sedang berbicara dengan hantu, lalu dia meminta maaf pada security itu,”ah.. Mian habnida.. aku mencari Tuan Lee.. ini kartu namanya..aku diberikan kemarin.. aku model yang akan difoto untuk baju-baju terbaru disini,” kata Minseo dengan sedikit gugup

Selasa, Juli 15, 2014

My Two Adorable Wives (19th Part: I Guess I Still Love You)

After one week.. the court of share and jointure decision would be up. For the civil code decision.. what Han family demanded finally fulfilled.
“so.. the last decision.. about the share… Han family would have last dividend and share would reach 30%.. and for the jointure, Mr Lee Minho will support for Han Chan Chan every month until next 2 years, and also Mrs Han Chan chan would be entitled to Mr Lee’s apartment,” the Court mentioned all the decisions and Minho could just nod and bow to its result.
Then they signed up the divorce letter. Minho saw Chan chan was very quite signing it up, but Minho seemed not satisfied with it, he felt he was tricked..
Until it was dismissed, Minho was in a hurry walking and kept quiet and directly went back to his other apartment, to Minhyo..
But Chan chan held him,”jammkanman-yo… please wait, Minho,” she ran after him
Minho turned his head and smiled a bit coldly,”what’s wrong??”
“this is not what I want, Minho.. I swear.. I just followed my family’s instruction.. including your mom’s,” said Chan chan bowed to him
Minho just smiled faintly at her,”that’s okay.. gwaenchanh-a..”. For that court’s decision.. Minho might loose his 40% total treasure.. and that was gonna be burden him to earn the lose.. right to what Minhyo’s thought before… he might loose much.. but as the consequence.. Minho must have accepted it..
“now you are free, Chan chan.. you don’t have to be hurt by me,” Minho said

Sabtu, Juli 12, 2014

Cinta Dokter Cute (Part 10: Aku Pergi)

Lee Minho sebagai dokter Minho    Kazuki Kitamura sebagai dokter Choi Hyeon Jun Gackt sebagai dokter Roh Seung Won

“tolong aku, Min Suh..aku benar-benar harus pergi dari rumahku,” keluh Shin Young pada temannya Jang Min Suh. Spontan saja Min Suh kaget, karena dia tidak pernah mendapatkan teman baiknya itu nekat ingin kabur dari rumahnya.
“aku tidak ingin menyakiti banyak orang...aku ingin pergi supaya kakak ku bisa bahagia dengan calon tunangannya itu”.
“kenapa kamu tidak berusaha mempertahankan cinta dia untuk kamu, Shin Young?? Kalau memang dia cowok yang baik,” tanya Min Suh, dia penasaran, karena memang tidak biasanya Shin Young bertindak ceroboh.
“aku tidak ingin menyakiti Eonni Hye Rim,” jawab Shin Young lagi
Min Suh menghela nafasnya,”ya, baiklah, jika memang itu keputusan terbaikmu. Lagipula, apa kamu sanggup jika berpisah dengan mereka?? Pikirkan baik-baik sekali lagi, Shin Young,”
“aku sudah bertekat ingin membahagiakan Eonni Hye Rim dengan tidak mengganggu hubungannya lagi dengan calon tunangannya itu, Min Suh.. “, balas Shin Young menghiba pada temannya.

Senin, Juli 07, 2014

Pernikahan ½ (Part 25: Nasib Mantan Pacar)


“ya...aku besok pulang, Okaasan,” kata Aiko yang berbicara pada ibunya ditelepon malam itu
“Okaasan sempat sedikit cemas denganmu makanya menelepon. Kamu sehat saja kan disana?,”
Aiko jadi bingung kenapa ibunya begitu cemas, dia menanyakan dan ternyata ada kekhawatiran sendiri ketika anaknya jauh
shinpai shinaide kudasai, Okaasan... semua keluarga Minho baik padaku,” katanya, dia menyembunyikan masalahnya pada ibunya sendiri, tidak ingin ibunya tahu kalau sebenarnya dia masih belum bisa diterima dan hubungannya dengan keluarga Minho masih sangat kaku.
“lekaslah pulang.. ada yang perlu kamu tahu dari teman-temanmu,” ujar ibunya lagi
nan desu ka??subete ga daijyoubu desu ka??,” katanya jadi mulai sedikit gak enak hati.
“ibu tidak bisa ceritakan... kamu pulang saja kesini... dan langsung berkumpul dengan teman-temanmu,”
Dia jadi kepikiran apa kata ibunya,”berkaitan dengan siapa?? Ichirou kun??”
Minho yang mendengar kata Ichirou langsung mendekati Aiko,”ada apa??”
Aiko menggerakkan tangannya, supaya Minho jangan bertanya banyak dulu padanya. Minho mengangguk saja, dia lalu duduk iseng-iseng memainkan remote mobil balap dikamarnya.

Sabtu, Juli 05, 2014

My 3 Supernatural Beloved Kids (Part 4: Aku Tidak Suka Cewek Aneh)

Starring: Lee Minho, Park Minseo, Lee Jin Ho, Lee Young Joon, Lee Hana.

Aku, Park Minseo, sebenarnya dari kecil memang berbeda dengan yang lain. Di usia 4 tahun, aku sudah merasakan keanehan pada diri sendiri. Sementara banyak anak di Seoul mungkin tidak berfikir bagaimana seharusnya anak usia 4 tahun berfikir tentang dunia, aku sudah melakukannya.
Ada banyak sekali pikiran di otakku sejak kecil tentang kedamaian dunia, konflik antar negara atau orang, kenapa kita tidak bisa damai, apa yang seharusnya kita berikan, mengapa aku bisa merasakan penderitaan banyak orang sebelum mereka bercerita, mengapa aku bisa menggerakkan sesuatu dengan mata ku-tapi tidak dengan tanganku, mengapa aku bisa menebak kejadian masa depan.. aku tidak tahu. Tapi aku-Park Minseo- menjadi sedih ketika sedari kecil aku berbeda.