This is me....

Minggu, Agustus 31, 2014

Nampyeon Ku Cowok Cantik (Part 13: Kamu ....Aduh.. Berani Sekali!)

Starring: Lee Minho, Jung YoungHwa

“haaa.. akhirnya kerja di Jeju selesai juga…!,” Minho menggeliat melebarkan tangannya di tempat antri bagasi. Banyak sekali cewek-cewek memperhatikan dia dan teriak-teriak, tapi dia cuma melambaikan tangannya pada mereka setelah dia menggerakkan tangannya karena kelelahan. Dia berharap bisa sedikit beristirahat besok kemudian lusa dia dan Areum akan mulai agenda baru lagi.
Dia sibuk saja melambaikan tangannya untuk para fans yang kebetulan melihatnya. Areum sengaja menghindar dan dia malah lebih banyak bersama crew dan pemain yang lain.
”kamu apa gak cemburu lihat Minho seperti itu?,” canda Ik Soon pada Areum
Areum hanya menggeleng,”ah.. masak iya harus cemburu sih?? Gak bisa kan?? Dia model, banyak yang miliki dia”
”yeah.. memang begitu sih resikonya kalau jalan sama yang sudah terkenal banget.. untung mereka tidak lihat kamu loh... sepertinya mereka tidak tahu kamu ada?,” bisik Mi Young pada Areum
Areum kembali membisiki crew itu,”aku memang tidak suka terkenal.. beruntung fans nya tidak lihat aku”

Rabu, Agustus 27, 2014

Nampyeon Ku Cowok Cantik (Part 12: Body Losion Supaya Kulitmu Halus)

Starring: Lee Minho, Jung YoungHwa

Berita kalau Jung Yonghwa dan Kim Yu Ri pacaran sudah beredar karena adanya part terakhir dari reality show Yonghwa mencari cinta. Mereka menjadi pasangan baru yang bahagia.
“Rasanya kamu beruntung sekali jadi cewek, Yu Ri.. kamu dicintai Yonghwa banget,” kata Hee Sun. Mereka sedang ada di rumah susun yang ditempati Yu Ri.
Yu Ri senyum saja,”ini kan baru, Hee Sun.. aku belum banyak tahu tentang Yonghwa, walaupun beritanya ada dimana-mana,”
”memang kalian sudah jalan berapa kali dalam bulan ini??,”
Yu Ri menghitung dengan jarinya,”um.. baru 2 kali”
”wah.. sedikit sekali.. pasti karena Yonghwa itu sibuk banget deh,”
Yu Ri mengangguk,”iya.. hari ini saja dia baru saja telepon aku kalau dia ada rencana mau pergi ke kota lain.. konser gitu”
”wah.. ternyata repot juga pacaran dengan artist,” ujar Hee Sun
Yu Ri mengangguk,”aku harus membiasakan diri,”
”kamu sanggup??,” tanya Hee Sun penasaran.

Selasa, Agustus 26, 2014

Pernikahan ½ (Part 26: Uangnya Kemana, Minho Nampyeon?)

Ketika pulang liburan, Minho dan Aiko kembali pulang tetapi tidak langsung ke rumah susun mereka, melainkan ke rumah orangtua Aiko untuk menginap 1 malam disana. Mereka pulang dengan wajah ceria sehabis liburan lebih dari 1 minggu.
“kuliah kalian kapan dimulai lagi??,” kata ayahnya Aiko, Kohashi.
Minho duduk di depan para anggota keluarga isterinya itu,”masih ada sisa satu minggu lagi, Otoosan”. Dia sudah mulai terbiasa akrab dengan keluarga Aiko.
“mau bermain kemana lagi?? Aku lihat wajahmu kusut sekali?,” tanya Kohashi.
eh... hontou desu ka, Otoochan?? Heeehh.. naze ka, Otto??,” tanya Aiko pada Minho. Dia mengelus pipi Minho dan menolehkannya pada dirinya.
“enggak kok.. aku gak apa-apa..,” jawab Minho dengan wajah memang agak sedikit panik. Entah apa lagi yang dia sembunyikan.
“rasanya Seoul-Tokyo tidak terlalu jauh kalau naik pesawat,” ujar Kohashi santai sambil minum teh hijau hangat dimusim dingin itu, seperti sindiran karena melihat wajah menantunya yang dirasa masih menyimpan sesuatu.
“ah..memang dekat Otoosan.. tapi aku memang merasa lelah,” jawab Minho menunduk hormat pada mertuanya.
“ya.. kalau begitu beristirahatlah,” ujar Kohashi. Minho menunduk hormat pada semua anggota keluarga Kohashi dan dia pergi menuju kamar Aiko.

Minggu, Agustus 24, 2014

My 3 Supernatural Beloved Kids (Part 9: Jadilah Minho Yang Dewasa Suatu Hari Nanti)

Starring: Lee Minho, Park Minseo, Lee Jin Ho, Lee Young Joon, Lee Hana.

Enam bulan sudah Minho dan Minseo pacaran. Minho sering bilang kalau dia makin cinta saja dengan cewek yang usianya 7 tahun lebih tua darinya itu. Tetapi hari itu dia galau dengan perkataan salahsatu tantenya yang padahal sudah lama tidak bertemu dengan mereka, sepertinya pembicaraan itu berulang lagi diantara para tante dan ibunya.
“mereka bilangnya kamu akan manfaatkan aku.. menyebalkan,” gerutu Minho ketika di memeluk Minseo di kamarnya.
Minseo cuma senyum dengan kelakuan pacarnya itu, yah.. baginya hal seperti ini pasti akan jadi pembicaraan juga, tidak mungkin tidak.
Minho masih saja memeluknya.
“kamu.. gak mau kerjakan PR nya??,” bujuk Minseo.
“malas,” jawab Minho masih memeluknya.
“wajahmu pasti cemberut deh, hehe,” canda Minseo, dia mengelus punggung Minho dalam pelukannya.
Minho diam, tandanya dia lagi bete dan tidak mau diajak bicara. Minseo membiarkan dia tetap memeluknya, sampai nanti memang biasanya bete pacarnya itu hilang sendiri.
Dan benar saja, Minho melepas pelukannya lalu kembali ke meja belajarnya. Minseo ikut menghampirinya.

Kamis, Agustus 21, 2014

Cinta Dokter Cute (Part 12: Cinta Kandas.. Harus Bagaimana?)

Lee Minho sebagai dokter Minho    Kazuki Kitamura sebagai dokter Choi Hyeon Jun Gackt sebagai dokter Roh Seung Won

Hye Rim memakai gaun putih yang indah, seperti gaun pengantin di hari minggu yang cerah itu... di rumah Minho. Dihari minggu itu, mereka akan resmi bertunangan. Wajah Minho kusut, sama sekali dia tidak ada semangat. Dia tetap berdandan seperti layaknya seorang yang ingin bertunangan, tetapi pikirannya melayang-layang jauh mencari Shin Young.
Sementara diantara undangan itu ada Ji Hwan rekan sejawatnya di kedokteran gigi, Seung Won, Hyeon Jun dan rekan sesama model. Minho tidak bisa menyembunyikan wajah murung dan tidak sukanya pagi itu, dia lebih pilih diam saja ketika orang sudah mulai ramai dan acara akan segera dimulai. Dia marah, menggerutu dan mengeluh pada kakaknya, Hye Gyo.
“Tidak ada yang bisa membantuku..tidak ada! Menyebalkan!!,” dia memaki-maki dirinya sendiri dikamarnya, walau sudah berdandan rapi. Dipandangnya wajahnya di depan kaca, matanya merah, marah.
Dia menggaruk-garuk kepalanya sendiri, kesal, rambutnya berantakan lagi. Bolak balik saja antar sudut ruangan.

Minggu, Agustus 17, 2014

Mabuk cinta

cinta memang buta
aku mencari mata dalam mata
karena itu aku melihat segalanya
ku gunakan matanya sebagai pelita

pernahkah kau bicara dengan kekasih jiwa?
tak akan pernah kau temukan dia memakimu tanpa alasan
bersama durinya pohon kurma
ada manis buahnya yang bisa kau kunyah

kau berkata tak perlu melihatku
tetapi kau telah buat ku mabuk kepayang
bahkan gentong-gentong anggurpun
tak cukup membuatku lebih mabuk 
daripada mabuk kata-kata cintaku kepadamu

makin gila aku.. makin tak pernah tahu siapa aku
makin setiap detik hidup hanya berkhayal engkau
saat menyusuri jalan panjang dan penuh api, 
aku bertanya,"kapan aku bisa melihat kekasih hatiku??
jawab mu hanya,"saat masa keabadian itu datang"
apakah itu lama bagiku?? karena gila ku tak lagi bisa kutahan
sang kekasih hanya menjawab,"hanya sekedip matamu"

burung hijau vs elang

hey..kudengar langit memanggil
siapa saja yang bisa kesana seperti burung hijau??
aku menemukan diriku hanya sebatas elang pengembara
kalah melayang dengan indahnya dia

hujan itu asalnya dari surga
bumi pun terasa jadi surga
kiamat itu hanya ada dihati kita
tanpa kau rasa.. kau menuju padanya

tidak perlu celoteh panjang lebar tak bermakna
cukup meminum seteguk air dari luasnya samudera
dengan jiwamu sendiri, terbanglah seperti si burung hijau
pergi jauh ke langit, ketuklah pintu

saat bermimpi itulah saat kita hidup
berbicara dari hati ke hati, melepas tembok setinggi langit, seluas cakrawala
jangan taruh lambungmu saat dia rindu
agar dia dengan cahaya nya memelukmu

My 3 Supernatural Beloved Kids (Part 8: Kenapa Dengan Para Tantemu, Minho?)

Starring: Lee Minho, Park Minseo, Lee Jin Ho, Lee Young Joon, Lee Hana.

Hubungan pacaran Minho dan Minseo masih berlanjut. Minho jadi rajin banget belajarnya karena dia memang banyak dapat support dari Minseo. Tampaknya orangtua Minho biasa saja sikapnya dengan anak mereka yang pacaran dengan cewek lebih tua, terlebih Minseo terkadang lebih jadi seperti guru Minho dibandingkan pacar. Dan seperti biasa pula bagi Minseo dengan kegiatan kesehariannya: kerja- rumah- jalan jalan dengan Minho.

Jumat, Agustus 15, 2014

Aku Bukan Bang Thoyib (Part 32: Gila!)

Seminggu pulang berkeliling Bali dan Lombok, Minho dan Rima akhirnya kembali ke Bekasi. Minho harus siap lagi tangani perusahaan dan berhubungan lagi dengan Tina, sekretarisnya. Seperti biasa, sikap Tina biasa saja tanpa ada masalah atau terkesan membenci boss nya itu.
Minho memperhatikan gerak gerik Tina ketika bekerja, dari pagi sampai siang, dia tidak menemukan hal yang mencurigakan. Dia lalu chatting dengan Kwon.
“memang seperti tidak ada yang mencurigakan.. apa kita salah sasaran??,” ketik Minho di chatnya pada Kwon.
Kwon pasang icon heran,”dari kemarin aku ngobrol dengannya juga biasa saja... cuma memang baru hal-hal ringan yang kita obrolin sih... hobi, hang out, nonton”
Minho menggerutu, dianggapnya hal itu lama menarik kesimpulan, sementara isterinya sudah khawatir.

Minggu, Agustus 10, 2014

My 3 Supernatural Beloved Kids (Part 7: Saat Cinta Berlabuh)

Starring: Lee Minho, Park Minseo, Lee Jin Ho, Lee Young Joon, Lee Hana.

Pacaran antara Minho dan Minseo akhirnya jadi juga. Minho yang jauh lebih muda ingin Minseo banyak mengarahkan dia, terutama untuk semangat belajar. Sementara, Song Yu tidak tahu hubungan mereka yang sebenarnya, walau kadang mereka jalan bertiga, seperti apa kata Minho, dia pandai menyembunyikan perasaannya pada Minseo ketika bersama yang lain. Hari itu, mereka jalan ber-enam lagi untuk acara sosial yang lain.
“Jadi Minho.. kamu setiap hari kerjanya cuma belajar saja dong?? Asik banget sih??,” tanya Na Ra pada Minho dalam mobil, mereka akan menuju sebuah panti orang dengan depresi.
Minho mengangguk saja karena dia sedang berkendara,”ya begitu sih.. kerja anak SMA apalagi??”
“punya pacar gitu??,” celoteh Lea langsung main serobot kata-kata.
Minho senyum, dia sembunyikan pacarannya dengan Minseo.. sementara, Minseo yang duduk dibelakang bersama Na Ra dan lainnya hanya diam saja.
“enggak ah.. malas pacaran.. soalnya sibuk belajar... gak sempat deh,” balas Minho, dia benar benar asli berkilah didepan teman-temannya Minseo.

Sabtu, Agustus 09, 2014

Aku Bukan Bang Thoyib (Part 31: Sebuah Rencana)

“Selamat pagi semuanya…!!,” Kwon mendadak masuk ke ruang makan. Dia langsung duduk di depan Minho yang masih sedikit mengantuk dan minum segelas air pagi itu.
”oh hi, Kwon… sepagi ini datang??,” tanya Rima dengan ramah. Dia sudah menyiapkan sarapan pagi dengan Suminah.
Kwon cengengesan,”aku ingin makan disini... kasihanilah aku, gak punya pacar..gak ada yang masak untuk ku”, dia main mengambil piring dan makanan di meja, Minho menepis tangan sepupunya itu.
wash your hands 1st before eating,” kata Minho dengan nada ketus
Kwon menggerutu dengan bahasa ,”sudah menikah masih saja suka mengomel”, Minho tidak mengerti apa maksud sepupunya itu. Kwon tetap santai menyendok nasi gorengnya, Rima hanya tersenyum melihat kelakuan sepupu iparnya itu.
“Kwon boleh makan disini sesukanya.. nanti aku minta tolong dengan Bu Suminah kalau memang mau,”
” nah kan.. isterimu saja tidak melarangku,” balas Kwon pada Minho dengan bahasa mereka.

Jumat, Agustus 08, 2014

My 3 Supernatural Beloved Kids (Part 6 : Ditolong Pangeranku)

Starring: Lee Minho, Park Minseo, Lee Jin Ho, Lee Young Joon, Lee Hana.

Minggu depan sudah tiba, malam minggunya, Minseo sengaja menginap di rumah Song Yu supaya mereka bisa membuat paket untuk anak sekolah daerah miskin itu. Dia dan beberapa temannya sibuk mempaket paket peralatan sekolah dan permen.
Minseo dan teman temannya senang sekali malam itu. Mereka mengobrol apa saja, tertawa tawa di rumah Song Yu sambil bikin paket.
Tiba-tiba, Minho telepon lagi Minseo. Minseo mendiamkan telepon itu berkali-kali. Dia malas karena ada Song Yu disebelahnya.
“ada telepon.. kok gak kamu angkat??,” tanya Song Yu
“ah gak penting banget,” jawab Minseo singkat.
Minho terus misscall Minseo.. akhirnya Song Yu mengintip juga.
“eh.. itu dari Minho.. kenapa kamu gak mau angkat?,” tanya Song Yu lagi.
“nanti saja, Song Yu.. kita masih belum selesai.. mungkin dia cuma tanya soal apa besok paketnya mau diantar dengan mobilnya atau enggak,” balas Minseo dengan setengah cuek.
“ya...diangkat saja kalau begitu sih.. ,” balas Song Yu.

Rabu, Agustus 06, 2014

Lebur cinta

Cinta penderitaan menanggungnya tiada akhir masa
Maka jadilah surya untuk sang kekasih yang engkau cinta
Tidak menjadi lilin baginya
Yang hanya cukup menyinari seluas ruang biasa

Sang pencinta begitu senang tak terkira
Jiwa menyatu dengan sang kekasih pujaan di setiap rasa
Pisau belati menusuk tak akan terasa
Karena satu romansa membayangkan hanya yang dicinta

Kurun masa engkau akan terus mabuk
Petikan petikan dawai membawa mu terbang
Ke atas langit surga langit berarak
Hanya diri dan sang kekasih yang terbayang

Jika hati dan jiwaku sudah satu denganmu
Kumpulan bara seperti dinginnya salju
Sang kekasih...tetaplah masuk di jiwaku
Sampai keping alam semesta tak tersisa lagi diruang dan waktu

Perjalanan

Dalam perjalanan ku mengerang
Pada jiwa yang kesakitan
Peluh bagai buih kasar dilautan
Yang pecah terhempas karang

Anggur dunia belum banyak kureguk
Tapi cintaku padamu memabukkan
Bagai anak panah menuju sasaran menukik
Lepas dari busur tak berkesudahan

Tidak pernah lepas mata menyusuri tepian hati
Aku mau ke tengah.. tidak hanya mematung ditepian
Menggapai cahaya melawan gelap sunyi
Menelusuri guratan hati kekecewaan

Jalan dipinggir ku takkan selamat
Hanya masuk pintu hatimu aku terlindungi
Kupikir lelah hanya sebuah bayangan sekelebat
Terbayar setelah ku masuk pintu kesadaran diri

Semakin engkau hanya menyuruhku berdiri ditepian
Tidak bertempur melawan hati kasar penuh debu hitam
Aku hanya tetap mematung ditepian
Tanpa bisa lebur ke hatimu yang dalam

Engkau kekasihku
Jika engkau pergi...aku pun pergi
Jika engkau ada dalam jiwaku
Maka hanya ada aku dan engkau. . dalam hilangnya diri ku

Gila cinta

Jika engkau menyuruhku pergi ke neraka
Aku akan ikut engkau ke neraka
Mencintai lebur dengan yang dicinta
Tidak peduli dimana engkau dan dia berada

Jangan mengaku cinta jika engkau tak selalu sebut namanya
Sang kekasih cemburu kalau engkau mengganti hatinya
Jika mengaku pecinta sejati,jangan pernah membuat cemburu buta
Walau hanya sehela nafas saja

Dicintai itu penuh cemburu
Itu kalau engkau merasa
Cinta palsu hanya sekejap engkau mendalaminya
Tak lebih rasa hausmu dalam air membeku

Lidahmu terkunci ketika jiwa lain menyebut namanya
Kemarahan muncul...memaksa engkau hanya ingin bersama kekasih
Satu... satu..tiada lagi jurang dalam menganga
Apakah lagi hanya sebuah tembok terbongkah?

Batas itu menjadi sangat tipis. .tipis terpisah..
Air dan udara jua tidak lebih darinya
Nadi ku juga nadi kekasih..
Helaian benang hidupku juga engkau punya..

Hati

Hatiku mungkin tidak engkau temukan dirumah rumah ibadah
Hatiku mungkin bersama para penyamun
Hatiku mungkin diantara kumpulan para pelacur
Hatiku mungkin ada juga di dalam dirimu

Siapa bisa memegang sinar hati lebih dari terik surya bersinar?
Tak ayal hanya ketika cinta saja yang datang terpaku
Tak perduli badanmu datang padaku penuh debu cela dan kotor
Hatiku hanya untuk yang melihat ku

Ku tunjukkan jejak jejak pelangi kebajikan
Tak peduli hanya sebiji sawi yang engkau tebar
Aku lah kekasih yang selalu engkau cari dalam banyak perjalanan
Bahkan ketika tidak ada lagi rumah rumah ibadah yang engkau pijak

Aku hanya menginginkan ada dihatimu
Kegundahan menjadi embun sejuk
Kesakitan menjadi obat bagimu
Kemelaratan menjadi kekayaan hati yang berserak

Ku akan bayar cinta dengan pundi pundi keabadianku
Dalam ruh ruh burung hijau berterbangan bebas di puncak surga
Duhai jiwa.. mengapa engkau masih berpaling dariku?
Jika hanya aku yang engkau mengaku cinta?

Menunggu waktu terpilin

Ketika ku terdiam,engkau melangkah
Ketika kucoba melangkah,engkau berlari
Tak kusangka cintaku terbalas lebih
Hanya karena kusebut namamu dalam hari hari

Kerinduan menggila akan pertemuan
Tak kan ku rasa kesakitan raga
Diri ku hanya pinjaman
Sampai masa ku kembali ke baka

Menunggu sang kekasih itu tersiksa
Menari berputar putar hilang arah tak jua menghapus dahaga
Kekasih belum ku jumpa.. tunggulah aku disana!
Dipadang mizan luas ku menanti naungannya

Tidak cukup doa doa terucap dari mulutku
Tidak cukup noda hilang dengan permohonan
Kekasih bahagia dengan kumpulan rintihan malamku
Bergulat antara cawan cawan dosa dan kidung penyeru kebajikan

Engkau melihat ku menangis
Tak sanggup menahan kejenuhan dalam penantian
Bukankah..rindu ini yang sedari nyawa ku ada... ku kais?
Sampai dia kembali lagi pada kekasih sejati. .
Menyudahi episode mengurai waktu terpilin

Jiwa Kering

Keagungan kasih tidak ku dapat jika membayangkan raga mu saja
Dia hanya sebuah kendaraan
Tak apalah kadang mungkin ku sedikit mengaguminya
Asal jiwa tidak hilang pelan pelan

Tetapi..ku cari raga kekasihku tiada jua
Engkau ada dimana ku ada
Dalam gelap atau cahaya
Itu sebabnya ku tak mencari raga

Kemana. .ada di sudut mana ku berdiri
Menerawang ujung ujung bumi tuk menanti
Naik tinggi..yang tak ku kira sekedip singgasana mata hati
Meletakkan dahiku pada pijakan ciptaan kekasih diri

Burung burung terbang kembali ke sarang saat lazuardi terindah
Begitu juga jika ku rasakan kehadiran kekasih
Cintaku bagai tak habisnya memuji
Sampai tinta air samudera kering menulis kata kata indah demi yang sejati

Dan ketika gelapnya malam hadir
Engkau menyelimuti ku dengan cinta
Berjumpa saat lambung ingin dekat dengan peraduan
Hanya untuk bicara denganmu kekasihku

Jangan pernah berpaling dan meninggalkanku
Sebab jiwa ku semua ada padamu
Seteguk air yang kuminum pun darimu
Apakah lagi jiwa keringku?

Buta dan Lentera

Kebutaan mata tak menghalangi cinta buta ku padamu
Ya...cinta itu buta.. terlebih rasa cemburuku
Tak ingin ku lepas walau dalam diam ku
Sejatinya..dalam kegelapan itulah cintaku padamu

Lentera tak perlu dinyalakan siang hari
Surya tak bisa tergantikan hanya demi sebuah titik sinar
Bodohlah aku untuk mendapat perhatian hati
Tak mengapa..karena hanya itulah yang jiwaku pancar

Kutahu rayuanku tidak akan mematikan engkau
Karena memang aku bukan penjilat cinta
Aku hanya menyanyikan bait bait cinta lewat dawai tua
Agar engkau tetap mencintaiku

Kuingin rasa menghilang satu persatu sampai tiada bekas
Dalam kumpulan cawan emosi lamawwah
Menuju cinta dan nafsu muthmainnah
Agar ku berjumpa engkau..dalam kerinduan gila yang menggerogoti tiap hela nafas

Perlu ku cemburu pada kekasih sepertimu
Bila perlu..kubunuh perasaanku agar menyatu denganmu
Keegoisan hatiku terganti hanya ada aku dan engkau
Barulah ku rasa sempurna cintaku padamu

Tangga langit

Tangga tangga menuju langit tidaklah jauh
Itu ada di dada mu sendiri...kecil..hanya sebuah rongga pipih
Tak akan pernah kau sangka.. itulah yang menuju hati sang pencipta
Setelah banyak perjalanan jiwa engkau tempuh mencarinya

Mudah sekali seorang perayu berpuisi cinta
Putaran putaran masa terus berkecamuk mencari satu noktah
Masuk kedalam spiral spiral membuai jiwa
Diantara himpitan himpitan desakan noktah hitam semesta

Aku melihatmu ketika mata terpejam
Engkau masuk ke jiwaku ketika ku berputar putar
Sampai ku lupakan diriku walau hancur menjadi atom atom
Demi cintaku pada engkau...terus ku berputar

Rayuanku tentunya sampai padamu
Jika tak cukup jua,kan ku berikan hatiku
Terserah..karena aku sudah terlalu gila padamu
Sampai batu kerikil menjadi permata dalam mataku