This is me....

Minggu, November 30, 2014

Doctor's Heart (Part 13 : Aku Ingin Kita Berteman Baik)

Lee Min ho sebagai Dokter Minho              Gackt sebagai Dokter Kamui

“Heeeh.. Jadi Yumi chan.. sekarang akan tinggal di hakone??,” pagi-pagi sekali Shiori ditelepon teman lamanya sewaktu SMA dari hokkaido.
“eeeh.. shinpai shinaide (jangan khawatir).. Yumi chan... bisa tinggal ditempatku kalau mau.. hanya saja.. flat ku sempit dan banyak kakek dan nenek terkadang disini, hehe,” kata Shiori lagi di teleponnya
Jya ne.. kabari aku segera kalau mau kesini ya.. aku tunggu,”
“bip,” telepon pun ditutup. Dia segera keluar flat dan menuju rumah sakit, tugas kembali.

Aku Isteri Jendral Lee! (Part 7: Kenangan Indah Pertama di Hanseong)


Cerita ini cuma iseng saja, jangan dimasukin ke hati.. kalau masih serius juga.. tanggung sendiri deh..

“Hi Sim Hwang.. kalau dinegeriku.. kamu adalah Ninja,” kata Takako bicara dengan wajah ceria pada Sim Hwang, prajurit mata-mata bawahan Minho sejak kecil.
“wah.. Ninja itu seperti apa, Nyonya??,” tanya Sim. Pagi itu, Takako meminta Sim berlatih dengannya di halaman rumah besar nya Minho, hadiah dari Raja.
“aku pun Ninja.. tapi kalau perempuan, namanya kunoichi.. tugas ku juga sebagai mata-mata... jadi, ketika kamu berlari cepat dan bisa cepat mengambil keputusan.. aku yakin.. kamu setaraf dengan Shuntarou... Ninja dari negeri ku,” senyum Takako pada Sim
“Nanti aku ajarkan tehnik bertarung Ninja ala negeriku,” katanya lagi, menepuk-nepuk pundak Sim
Sim menunduk hormat padanya,”Gambsahabnida, Nyonya.. Tuan Lee beruntung mempunyai isteri seperti Anda”
Takako malah tertawa keras, seperti tawa seorang lelaki,”Hahahaha! Ih.. aku sebal dengan Minho!”
“kenapa??,” tanya Sim
Minho sebenarnya sudah datang, dia menyuruh dengan kode kalau Sim sebaiknya diam saja dengan kedatangannya. Takako tidak tahu kalau Minho dibelakangnya.

Kamis, November 27, 2014

The Jengkol Heirs (Part 6: Aku Sayang Kakak Sri)



Cerita ini cuma iseng aja kok.. jangan dimasukin ke hati banget..

Suparno malam itu masih mencari Yudi. Anak itu baru pulang jam 23.00 malam dan mengkhawatirkan kedua orangtuanya. Tanpa bicara lagi dan tanpa salam, dia main masuk saja rumah besar itu. Tuminah menggeleng kepalanya.
“Lek.. duduk sini karo mbah,” kata Tuminah memanggil Yudi
“aku wes ngantuk, Mbah...sesuk wae.,” balas Yudi malas, dia sudah merasa mengantuk dan harus tidur.
Tuminah yang akhirnya menghampiri Yudi yang masih berdiri di depan pintu.
“Bapak mu masih ono di luar.. dia cari kamu dari magrib ndak ketemu juga.. main di mana kamu, Lek??”
Yudi diam saja, dia main PS sampai lupa waktu.
“kenapa ndak mau jawab?,” tanya Tuminah lagi,” kasian bapak mu cari-cari kamu.. belum pulang juga sampai sekarang”
Tuminah lalu menasehati Yudi supaya tidak menyusahkan kedua orangtuanya dan tidak main terlalu lama. Boleh anak itu bermain tapi jangan sampai lupa waktu.
yo wes, mbah... aku arep sare,” jawabnya dengan wajah tidak enak hati.
Tuminah mempersilahkannya tidur.

Kamis, November 20, 2014

Hujan itu keberkahan cinta

Sejuknya cuaca malam ini
Ku ucap terima kasih padamu
Untuk segala cinta yang kau berikan
Tanpa ku harus balas dari sekeping perak tail pun

Hujan itu keberkahan cinta
Siapa suruh membuka gerbang air
Yang membuat semua terjangan meradang?
Semua karena kealpaan sendiri

Menuju puncak rindu mengenalmu
Tiada satu ujung jari yang kutunjuk demi yang lain
Sementara.. Hujan masih menurunkan karunia
Lebih dari sekedar para kodok berdendang

Aku belum puas berdiri di alam ini
Masih jauh terasa terseok-seok menjalin kasih
Menuai tulisan dalam pembelajaran cinta
Merangkai benang alur hidup seluas semesta

Dalam senyuman buaian indahnya dunia

Dalam senyuman buaian indahnya dunia
Aku hanya melihat dia yang tua renta
Kenapa rasa cintaku muncul padanya?
Karena emas yang disodorkannya?

Dia hanya seorang tua renta
Tak semestinya ku cinta rincingan gelang emas dikakinya
Untaian-untaian berkilau itu terlalu jauh menipuku
Kenapa mataku masih terpesona padanya?

Dalam bimbang hati ku bertanya
"hi Pemilik alam..bolehkah aku suka dengan gemerincing emas?"
Rasanya..aku hanya mendengar suara,"untuk apa?"
Lalu hanya ingin terdiam
Terdiam.. Antara nafsu dan tak harap

Emas-emas itu masih gemericik di kaki tuanya
Terus dia menari di depan mataku yang sudah mulai buta
Apa aku buta, Tuhan? Aku ingin gemerlapnya!
Tapi Sang pemilik berkata,"cukup perak untukmu saja"

Debu itulah dirimu

Ku buka mata dan melihat dunia
Kenapa ada hijau,biru,merah,jingga dan lainnya?
"Itulah pelangi kehidupan".
Semesta raya tidak cukup hitam dan putih
Begitu juga mutiara hati

Karena kau bilang yang berkilau itu indah..
Maka pikiran nakalku menggoda..
Apakah indah jika batu hitam kupoles emas?
Dalam rancu buah di kepala...semua biasa saja

Gurat demi gurat untaian pena merangkai peristiwa
Sebut saja itu semua bagian alam fana
Ketika suka datang,kita tertawa
Ketika duka menghampiri,menangislah kita

Tidakkah terpikir kenapa semua ada?
Dalam keberaturan alam,planet tidak iri pada bintang
Bulan tidak iri pada matahari, kenapa cahayanya tidak terang
Bahkan daun pun tidak perlu saling tahu..kapan mereka jatuh satu persatu

Semua hanya akan jadi debu
Wajah cantikmu,mulus kulitmu..ketika dulu puluhan mata para lelaki memandangmu
Semua hanya semu..
Debu itulah dirimu..

Bintang tertaruh ditelapak tanganku

Kemarin sebuah bintang tertaruh ditelapak tanganku
Biru sinarannya mempesonakan ku
"inikah rahasia alam...kenapa ada sibghat tersendiri?"
Pikiranku melayang pergi ke langit tertinggi

Satu,dua,tiga..terus kutapaki kaki langit
Tiap sudut bercerita warna yang berbeda
Satu warna, sebuah jiwa...
Lalu datang aksara diam seribu bahasa

Ayunan rasa, puncaknya kegundahan jiwa
Mencari taman-taman indah dalam impian
Khayalan tinggi menembus langit
Sampai ku tak bisa tapaki lagi tangga sinarnya

Bait bait syair daud berdendang sendu
Pujian pujian itu hanya untuk dia
Keindahan pakaian-pakaian bertatah jambrud menggoda
Tak pernah kau temukan di atas tanah si tua renta

Kemarin..sebuah bintang ku genggam erat
Cahaya malam masih saja bercampur kunang-kunang
Adakah simpuh seorang manusia hina membawa surga?
Tanpa ada kasih Pemilik semesta

Tik..Tak.. Tik.. Tak..Sang Bandul waktu

Menjerit ku ditengah malam kelam
Kenapa tidak kudapat sedikit saja obor penerang?
Andai itu ada.. Ingin ku lempar pada iblis yang tertawa
Kenapa dia membawaku ke surga dunia...

Tik..Tak.. Tik.. Tak.. Bandul waktu saling berdentum
Tiap hembusan nafas... Sukma berkurang satu
Sampai habis menipis... Lalu pergi tanpa pamit
Bersama sang malaikat. ..dia pergi sendiri..

Gelap pastinya dirasa..
Tanah menyumbat mulut yang dulu bebas bicara..
Oh.. Dimana? Kenapa mata ini hanya melihat gelapnya kesempitan lorong penuh cacing?
Kemana teman-teman yang dulu selalu tertawa bersama?

Kulitku terkelupas...tulang dan dagingku copot..
Rambutku lepas dari kepala.. Baju cantikku hanya kain putih?
Lalu.. Kemana semua yang ku punya?
Kenapa hanya kegelapan ditemani para cacing dan ulat?

Seseorang datang.. Tak tahu siapa dia..
Warna hijau gaunnya seperti beludru mahal kesayangan sang raja
Dia menyapa dalam senyuman manisnya
"aku temanmu selamanya dalam kesendirian disini"
Sebelum semuanya bangkit lagi..
Dalam peluh dosa atau wajah ceria..

Harumnya bunga bersamamu

Hai.. Aku tak ingin melihat air matamu jatuh
Mereka bukan butir-butir kristal kan?
Jika kau ingin wajahmu masih bersinar
Tengadahkan kepalamu saja ditengah hujan

Andai semua jalan dititi...
Kita akan temukan batu dan kerikil tajam
Tak perlu takut dan resah kakimu tertusuk duri
Itu tak berarti tuk sampai ujung jalan itu

Beranikan diri melangkahi api
Pancurkan air di jari jemari
Biarkan lepuhan bara menguatkan perasaan
Agar kita tak lagi menangis

Airmata tak merubah diri jadi kristal
Tengadahkan kepalamu ditengah hujan
Biarkan semua berlalu..
Lihatlah aku disampingmu

Kita berlari ke bukit bunga
Petik yang paling indah..lalu cium harumnya bersama..
Melewati kerikil tajam, semak berduri dan derasnya sungai
Rebahkan diri menatap langit,mengurai impian dan asa
Lalu percaya..semua akan tercipta..

Kotak abstrak khayalan

Kotak-kotak abstrak lamunan dan khayalan
Menggantung di neuron neuron kepala
Mengawang-awang pusaran imajinasi
Semua noktah itu ada..di senyummu

Kala ku tak tahu apa itu perasaan
Rasanya jantungku sesak ditusuk belati kebimbangan
Redup..pelan meredup..dingin..serasa tak bertuan
Lalu berhenti.. Berharap jantung kita berbagi

Terbang melayang entah kemana
Hanya melihat camar-camar indah menukik karang
Haruskah aku hidup dalam bayangan?
Sementara ada rasa kenyataan dalam ruang hampa

Sudah tak terasa asinnya laut
Semua beku..bagai bulan pucat menanti bentuk sabitnya
Rasa ku ingin beku seperti gunung salju ribuan tahun
Tegar berdiri walau terik matahari datang

Lotus bunga keabadian
Apakah begitu juga keabadian perasaanku untukmu?
Ingin semuanya pergi. ..menjauh..sampai ujung langit terlihat
Lalu..biarkan aku tenggelam dalam seyum indah bibirmu..

Argh!

Argh!
You resemble the beauty
When i hold your beautiful hands
Feel like heaven in my life
Argh!
Why are we so egoist?
Fill this world full of love
So we can't see the pain
Than joy

Argh!
These eyes are on you
Your smile resemble this beautiful world
Don't stop.. Don't be just grim
Otherwise tears are coming

Argh!
You are my vanilla boy
Smell so stabbed inside my body
Toxic me in deep
Hanging my imagination high

Argh!
Don't be just grim
Your smile is extacy
Toxic me deeply
Drown with my dreams

Pagiku indah..seindah Dia menciptakanku

Matahari muncul lagi dengan indahnya
Bulan pun tidur sejenak..mengganti hari
Semilir angin semangat kehidupan begitu segarnya
Seperti tidak pantas jika tangan ini tak terulur untuk mereka

Burung-burung terbang mencari segenggam biji
Kembali jika sudah langit berubah jingga
Tak layak jika hanya termenung menunggu hari
Dalam kegundahan tak tahu mengapa

Kokok ayam berkata pada manusia
Kalau kalian mahluk Tuhan yang sempurna
Namun mengapa...masih ada darah tertumpah?
Dari lautan para budak nafsu yang tertawa pongah

Damai hijaunya rumput, birunya langit
Memaksaku ingin memeluk setiap waktu
Memuji keindahan abstrak dan realis penciptaan
Dalam bola besar kemegahan alam

Pagiku indah..seindah Dia menciptakanku
Seindah semua sudut kehidupan yang sedang berjalan bersama
Seindah langit cerah saat kugantungkan impian dan khayalan
Dan kembali terlelap kala bulan keluar dari peraduannya

Wujud khayalan itu

Wahai malam panjang nan kelam
Tuntunlah kuas dan cat minyakku
Tuk melukis indah kalbu mu
Dalam bentangan kanvas kehidupanku

Meniti jalan basah, hujan yang masih merintik
Tatapan sendu mata itu dari kejauhan mengingatkanku
Pada janji yang tak sanggup terucap kata
Pada cinta yang tak sanggup mengurai makna

Saat sedih kita tersenyum lepas
Saat gundah kita malah tertawa
Tapi..itulah jejak kaki memori tak terduga
Yang tetap tertancap di setiap masa

Sembunyikan senyum manismu hanya untukku
Sisakan hati kita untuk tertawa dalam kepedihan
Sediakan tanganmu untuk kugenggam
Lepaskanlah pandangan mata mu itu untuk ku tatap tak berkedip

Untuk tahu dalamnya jiwamu
Sekedar rindu menembus batas dan waktu
Sauh sauh kapal sudah terlepas menuju samudera luas
Berlayar ke taman hati..bersama menari dalam dawai kerinduan

Wahai malam sunyi nan kelam
Tuntunlah guratan pena ku
Tuk menulis keindahan tentangmu
Dalam sejenak wujud khayalan ini
Menembus garis tuas roda cerita kenyataan..

Rabu, November 19, 2014

Cinta..gusar menyerang jiwa

Cinta...
Gusar menyerang jiwa
Aku rayap patah sayap
Diterangnya temaram

Sinar...
Terlihat jauh
Dalam ujung air matamu
Dalam kehampaan

Rembulan..
Kapan kau purnama lagi?
Agar aku mengkhayalkan mu
Tetap ada di darahku

Matahari...
Kenapa kau terlalu megah?
Apa ku tak bisa menggapaimu?
Dalam sinar terangmu?

Awan..
Jangan bawa mendung gelap dihadapanku
Cukup dalam naunganmu
Kita bersama..memendam air mata

Bunga..
Terasa indah.. satu warna dimataku
Pelangi..
Kau tidak lagi hitam dan putih bukan??
Aku ingin berwarna.. dengannya...

Sampai lelah menanti..
Sampai kupikir hujan kan reda..
Sampai lautan kering
Sampai kisah jiwaku terangkat..

Senin, November 17, 2014

Embun dan tak tahu harus bagaimana

Hujan... basahi hatiku seperti basahnya bumi
Embun.. biarkan ku teguk agar dahagaku padanya hilang tak membekas
Laut... lepaskan kapal cintaku, berlabuh di dermaganya
Bintang... aku ingin melukis wajahmu bersamanya dilangit
Sukma melayang sendu sampai ke titik
Dimana rasanya.. aku tak tahu lagi

Hanya ada kesejukan menusuk.. dalam untaian khayalan
Terasa sang pemilik hati tersenyum lembut
Kemanapun ku pergi.. tak kan pernah hilang kau dari kalbu
Memendam cinta pada sang kekasih tidaklah mudah
Menangis dan tertawa sendiri
Tidak peduli mereka bilang apa

Sesak dada hilang ketika kau hadir
Walau hanya dalam hembusan angin
Aku bertanya pada Ares, kenapa dia membenci Amor?
Sampai hanya ada dua kata dalam hati: cinta dan benci

Senyum itu selalu menggoda, seperti anak kecil bermain dirumput hijau
Penuh makna.. bahwa kau adalah cinta..
Penuh khayal .. bahwa kau adalah setengah jiwa ku yang menghilang
Penuh suka.. bahwa kau hanya seorang neptunus penuh dendam
Apa darah dan air mata bisa menebus semuanya?

Ku yakin tidak... semua ditebus dengan senyuman
Imajinasi pesona bayangmu terlalu menusukku
Hingga tak pernah tahu... apa kau sudah menggerogoti daging dan darahku
Menjadi seorang kekasih bukan impianku

Karena ku hanya seonggok daging.. tak tahu.. tak menentu
Hatiku masih akan terus tertinggal dalam jiwamu
Sampai semuanya jadi debu....

Rain

When the sky is blue
This is our true heart
When rain's coming
This is our true tears

Rain.. wash away my tears
Wipe off pains and sorrowful
Bring happiness by chance
Solely just for us

Wine of love sets out again
Take it until nothing's left
Show our ego to this world
Rain.. you promised me
Will wash away my tears for you..
But rain... why doesn't you come?
Why you left this agony?

Till you feel this rain drops
Till you told me what's next
I wash away your tears
You taught me alike...

Rain.. that promise me
Pain will wash away ..
And change into rainbow
Let it come.. let be a beautiful rain...

Till you feel the rain
To our fingertips
To your tears on your face
To my hands wash away

I'm feeling... rain's coming
Trough the window i saw you
Crying in the rain
In the dance of God of love...

Till feel rains
Hide your tears
Show your smile
And we dance through the rain

Tiada batas waktu

Tiada batas waktu ku mencintaimu
Terasa tak tahu, mana manis, mana pahit
Semuanya aku rasakan hanya satu.. karena mu
Ku ingin hidup seribu tahun lagi.. hanya untuk senyum mu

Setiap pertemuan tak pernah kulupakan
Walau sedetik.. sekilas pandangan
Keindahan mata.. rasa ku tak ingin pulang
Sampai bulan sembunyi, tergantikan mentari

wo bu shi xin-fu ru guo mei you ni
shiawase ga kono inochi ni hoshii
salanghabnikka..
because... i just can't stop lovin' you

Terbangkan aku ke peraduanmu
Tak perduli sejauh apapun itu
Hanya untuk menemukan mu
Walau mereka tak mau tahu

As you hold my heart and soul
I cherish my life beside you
Forever love... inside here..
I believe.. that you are my angel
That never leave me alone

Terbangkan aku ke jiwa mu
Sampai ku berharap.. hanya bisa memelukmu
I brought my hope to you
To where you are...

Picture me inside yourself

Picture me inside yourself
And you will find your door's closed to other
For thousand years waiting
It's useless.. time is nothing

Kita tak tahu sampai kapan semuanya terhenti
Setiap detik berlalu.. aku hanya masih masih di sini
Kata orang, cinta itu gila.. dan kutemukan padamu
Dalam setiap tapak kaki langkahku..

When the sun shines bright and i want you to be mine
The day is surrounded by flowers
Even though I am in loneliness
Ocean, Prairie, Sky, Seagulls are singing for us

Rasanya ingin gunung salju mencair
Bukan karena matahari, tapi karena kekuatan cintamu padaku
Terpejam atau terbuka mataku.. sisanya hanya ada kamu
Ku berlindung dibalik hujan.. untuk air mata mu

Wolves are crying sadly at night
But moon just laughing at them
Loneliness dragon waits for the power
Unless... he never finds it anyway... cold.. ice..

Lalu.. dalam kejauhan.. ku lihat jejak kenangan
Satu persatu ku tapaki... tak pernah ada ujungnya
Sampai ada sebuah jurang menganga
Dibalik bukit yang indah berbunga

Ruang nadi

Kata sang pemilik jiwa.. aku ini indah
Lantas.. kenapa mereka bilang aku jelek?
Aku tak peduli mau wajahku hitam dan berbintik
Yang kutahu.. Sang pemilik jiwa mencintaiku
dan.. aku belajar mencintainya

Satu pertanyaan ku pada dia,"pernahkah engkau menyesal menghadirkanku??"
Jawabannya,"Tidak.. karena kamu mengisi alam"
Lantas, aku bertanya lagi padanya,"kemana aku akan pergi?"
Jawabannya,"Kemana lagi selain kepadaku kamu kembali?"

Cintanya padaku melebihi semuanya yang pernah kucinta
Bahkan jika tornado menerjang dataran luas.. dia tetap cinta ku
Luka yang dia berikan bukanlah luka.. tetapi rasa cinta
Karena kekuatannya diberikan pada ku

Alunan nyanyian jiwa ku untuknya..
Saat ku berhenti, lelah dan sepi... dia tetap ingin aku mencintainya
Keyakinan hatiku untuk sang kekasih.. seperti aku harus bernafas demi hidup
Seperti aku tak sanggup menahan saat dahaga tiba
Pagi, siang dan malam saat hentakan jiwa, terguncang hebat

Kesunyian kembali yang ku dapat
Untuk bisa mendekap mu... walau hanya dalam hembusan
Dekapan air mata jiwa.. dekapan cinta tanpa bebalas jasa
Tetap hanya satu yang kuingat,"kemana lagi kamu akan kembali.. selain kepadaku??"
Dia tidak melihat wajahku.. dia melihat hatiku, yang tidak ingin berpaling
Dia tidak ingin aku cinta pada yang lain.. cemburu itu menjerat urat leher ku
Sampai aku menangis, merasuki ruang-ruang nadi...

Aku Isteri Jendral Lee! (Part 6: Hatiku Untuk Hee Kyung atau Takako?)

Cerita ini cuma iseng saja, jangan dimasukin ke hati.. kalau masih serius juga.. tanggung sendiri deh..

Minho makan bersama Takako, Gubernur Choe dan Panglima Go di pagi itu.
”ini makanan enak yang aku suka juga,” kata Takako senang, dia disuguhkan semacam ikan laut dengan rumput laut.
Gubernur Choe senyum padanya,” tentunya Anda akan merindukan Jeju nanti, Puteri Takako”
Takako menjawab dengan mantap dan mata berbinar,” pasti.. aku akan meminta Minho membawa ku ke sini lagi nanti kalau dia sedang punya waktu liburan”
”Minho?,” tanya Panglima Go
”oh.. maksud ku: suamiku... maaf, hehe,” Takako cengengesan. Dia memang perempuan cuek dan terkesan serampangan.
Minho diam saja. Dia belajar mengerti watak, sifat dan karakter Takako yang memang berbeda dari kebanyakan perempuan.