This is me....

Minggu, November 16, 2014

buaian malam

Wahai malam gelap tanpa bintang
Buai tidurku memimpikan kedamaian
Jangan tampakkan kesedihan diakhir malam
Sampai ku tak merasa lagi kealpaan
Bahkan bulan tidak mau mengintip dan bercerita padaku
Kenapa jarak antara kita terlalu jauh
Sampai tak dapat ku menggapainya
Terlalu jauh... bagai fatamorgana ditengah salju
Musim dingin hanya bagian dari lagu kehidupan kita
Sejak perpisahan itu terjadi
Angin bahkan tak mengabarkan tentang jiwa mu disana
Terlebih lagi hujan...
Rumput ini masih hijau.. lautan juga masih biru..
Semua itu tidak cukup.. ini belum selamanya
Kalau ku bertanya pada kunang-kunang digelapnya malam
Mereka hanya bisa menjawab,"kusampaikan saja sinar hati mu padanya"
Malam masih terus membuai...
Semua bintang masih bersembunyi...
Bulan tertidur juga..
Lalu... ku sampaikan kepada siapa rasaku ini yang berdiri disini tanpamu???

Doctor's Heart (Part 12: That Foolish Game Torn You)

Lee Min ho sebagai Dokter Minho              Gackt sebagai Dokter Kamui

“Aku menyadari, bahwa kamu mungkin tidak setuju dengan keputusan kita, tapi ini adalah keputusan bersama antara pihak kita dengan Maru chem,” Kamui memulai pembicaraan pagi itu, dia berdiri di ruang meeting khusus dalam ruangannya, dengan Shiori dan Minho.
Kata-katanya itu tertuju pada Shiori yang kemarin sempat protes dengan apa yang mereka putuskan. Minho diam saja karena dia memang lebih banyak menuruti perintah Kamui.
cant believe that... mostly the experiments would be children,” kata Shiori masih dengan mimick ngotot.

Sabtu, November 15, 2014

Aku Isteri Jendral Lee! (Part 5: Hari Pertama Rusuh Di Negeri Joseon)

Cerita ini cuma iseng saja, jangan dimasukin ke hati.. kalau masih serius juga.. tanggung sendiri deh..

Dua hari dalam perjalanan dari Tsushima ke Jeju dengan menumpang kapal laut biasa, Takako merasa senang sekali. Manjanya keluar lagi. Sepanjang dua hari wajahnya berseri-seri. Minho menganggapnya masih seperti anak-anak, yang terkadang dia sibuk bercanda dengannya. Ketika menginjakkan kaki di pelabuhan pulau Jeju, Takako sangat senang sekali, menarik-narik tangan Minho. Minho hanya senyum saja dengan tingkah laku isterinya yang kekanak-kanakan itu. Mereka menurunkan kuda.
Kyaaaa... koko wa Jeju??.. hontou ni utsukushii da neee.. Minho!,” teriaknya manja, begitu turun dari kapal, berteriak-teriak kalau menurutnya, pemandangan di Jeju indah sekali. Dia berputar-putar dengan kimono berbahan sutera emasnya, menghirup udara pelabuhan yang masih sangat segar di musim semi itu.
”hieeeeeeeehhhhhhhhhh... hontou ni shinsen’naaa... ,” teriaknya lagi
Minho senyum saja, menepuk-nepuk pundak kudanya. Dia melihat beberapa orang yang lalu-lalang dipelabuhan berbisik-bisik melihat ekspresi Takako.
”siapa sih perempuan itu?? Norak sekali,” bisik seseorang
Temannya berbisik lagi,”sepertinya bukan orang sini.. pakaiannya aneh banget..”
Minho menjawab bisikan mereka,” naega anae... ilbon-eo.. sseusima seom”, lalu senyum pada mereka.
Dua orang itu memandang Minho dengan tatapan agak sinis dan berlalu.

Lorong sunyi dan sang kekasih

Dalam keramaian muncul kesunyian
Dalam kesunyian hatiku riuh ramai
Lonceng-lonceng kaki bukit saling bersahutan
Memanggil jiwa-jiwa senyap dalam alam kelam
Tubuhku terasa lebur dengan pemilik semesta
Tak bisa lagi ku mencari lapisan tipis..setipis kulit manusia
Kunang-kunang lebih terang dari lampu yang kau buat
Alam sudah ada batasnya..
Garis yang tak bisa kau lewati
Sebelum sang kekasih jiwa mengijinkannya lepas
Walau kau kerahkan seluruh kekuatan manusia digdaya bagimu..
Fana tetaplah fana..
Batas itu begitu tipis..
Bahkan rambut kita lebih tebal darinya
Antara asa,usaha,nasib dan takdir..
Dimana benang merah aku putuskan?
Tidak mungkin sang pemilik jiwa memusuhiku
Cintanya melebihi aku..sehingga aku dibiarkannya mengembara..
Sampai tali waktu akan ditarik kembali
Saatnya aku terduduk..
Saat itu aku akan bertanya pada sang pemilik jiwaku
"Apa engkau mencintaiku?"
Dia pasti tersenyum dan berkata," carilah aku..temukan aku"
Aku akan bertanya lagi pada dia,"apakah ada diantara diriku? Dalam nafasku?"
Dia menjawab,"lebih dekat dari itu"
Biarkan aku menyatu dengan sang kekasih
Tanpa ada seorang budak pun yang melarang
Kenapa aku cinta dia..kenapa aku merindu dia..Kenapa aku menangis tanpa dia..kenapa jiwaku gelisah tanpa sang kekasih..

Terbanglah jauh ke langit

Tutup saja matamu..
Jangan melihat apapun yang tak terlihat...
Jika semuanya sudah lenyap
Bukalah... dan lihatlah... semuanya ada di hatimu sendiri
Terbanglah tinggi ke langit biru
Jangan kau tekuk kakimu menunggu takdir
Mereka hanya bisa melihatmu menangis
Tidak untuk tertawa bahagia...
Segalanya sudah tidak cukup lagi..
Di depan kita bisa mencapai semua
Pejamkan matamu... dan rasakan semua kebaharuan ini
Terbanglah tinggi ke langit biru
Tantang matahari terik...
Kita lebih hebat darinya..
Tantang sinarnya.. untuk lebih terang lagi...
Jangan melihat apa yang tidak kau lihat
Ku memandang hatimu sampai jauh
Ah.. jangan terlalu bersedih dikehidupan ini
Karena semua ada batasnya
Jika kau menyukai terbang tinggi...
Terbanglah jauh..
Sampai tak ada debu lagi dikakimu..
Cinta itu pasti akan datang pada kita
Dengan kekuatan terbaiknya...
Jika kau menyukai terbang tinggi..
Tantanglah matahari..
Sinarnya akan menjadi tidak terik
Dibanding sinar hatimu...
Cinta itu ..aku yakin tidak ada ujungnya
Seperti jalan-jalan yang lalu pernah kita lewati..
Percayalah pada hati kita sendiri..
Kalau semua hanya sebuah jalan hidup..
Untuk kemudian... kekuatan selamanya itu akan ada..
Tawamu yang seperti anak-anak....
Mengingatkanku pada hidup yang sesungguhnya..
Mata mu terpejam.. berharap keajaiban..
Dia akan datang padamu..
Jika kau suka menatap langit..
Jangan kau tekuk kakimu..
Percayalah.. kau bisa terbang tinggi..
Menantang matahari..

Jumat, November 14, 2014

teras hati

Menangis dalam keindahanmu
Kau pemberi inspirasi dalam desahan nafasmu sendiri
Ingin ku kembali ke rumah
Menoleh hanya pada senyum mu

Kegilaan pikiranmu selalu kupuja
Segalanya terasa hilang
Semua dalam tangan mu rasanya lembut
Dan.. ingin selalu ku kembali..

Teras hatimu menunggu ku selalu tuk pulang
Perjalanan sudah selesai.. tak perlu lagi mengembara jauh
Semua ketidaksempurnaanmu menjadi kesempurnaanku
Bahkan ketika rasa kehilanganku muncul

Siapa yang tahu kalau setiap kita membutuhkan ruang
Tuk hinggap, lalu terbang jauh dan kembali lagi
Siapa yang menyadari kalau sesuatunya sudah ada
Tanpa harus terkenang-kenang.. dan tertusuk indahnya memori

Dan.. aku kembali..
Ke teras hatimu.. dimana ribuan bunga dengan keharuman
dan keindahan rupa serta warnanya membelai sukma
Kembali.. ke ruang hati... berdansa dalam dawai-dawai gitar tak bernada
Menyanyi dalam ruang cinta... selamanya...

Nyanyian cinta

Sayangku.. jangan menangis
Lupakan semuanya.. kesedihan, kekecewaan
Tak terasa.. jika kau inginkan semuanya
Semua itu hampa

Cinta datang untuk membelai jiwa mu
Rayu dan dekaplah dia
Itulah hidupmu... jangan pernah menjadi bunga yang layu
Karena itulah kamu

Tak perlu rasanya kita menyadari semua beringsut menghampiri
Jangan menyerah.. itulah kata cinta kehidupan yang ingin kudengar
Ku hanya ingin melihat, menikmati senyap dalam senyuman mu
Sampai rasanya lelah ini berakhir

Bahkan dalam tidur.. ku ingin sekali menjadi darahmu
Menjadi jantung mu saat kita tak lagi bernafas
Seluruh yang ada padamu.. rasa sempurna itu..
Selalu ku akhiri dengan genggaman tangan dan jiwa ini untukmu

Sesalku berujung ribuan masa menanti
Bersama mu.. ku tabur segala impian dari bintang
Tuk kembali lagi ke bumi
Tak kan lagi kutengadahkan kepala.. untuk menanti hujan

Gita cintaku berwarna bagai pelangi
Walau awan gelap dan badai datang naik ke tanah basah ini
Lalu kupercaya... sinar surya akan menyinari
Dan bumi tertawa ... lalu.. daun-daun pun berdansa... dalam nyanyian cinta

Kamis, November 13, 2014

saat bintang berkilauan

Lamunanmu begitu sendu
Terasa indah..justru ketika kau pergi dariku
Puas sudah ku mengurai benang waktu
Agar tiada lagi kembali ke masa itu
Apa..sudah waktunya semua kembali?

Buku itu...tertulis semuanya tentang kita
Dari masa lalu...
Hanya bayangan masa lalu
Kita bertemu saat bintang berkilauan

Saat mega tak setuju untuk berubah jadi hujan
Saat kita hanya bisa memandang bintang
Seperti ada kita disana..saling bergandeng tangan

Semua rasa berkumpul dalam bejana kehidupan
Semua akan lepas..satu..satu
Sampai sake tertuang habis dari cangkirnya
Dan riuh rendah perayaan pun hilang

Lalu. Ketika semua jadi sendiri
Satu persatu jiwa berfikir, meronta,mencari
Adakah yang lebih bermakna dari kasih?
Bahkan walau raga lenyap dimakan bumi..

Nampyeon Ku Cowok Cantik (Part 15: Profesionalisme atau Cinta?)

Starring: Lee Minho, Jung YoungHwa
Cerita ini cuma iseng saja, jangan dimasukin ke hati.. kalau masih serius juga.. tanggung sendiri deh..

Pagi hari, Minho diam. Dia bangun masih mengenggam tangan Areum yang tidur disampingnya.
”bangun, Imja.. kita harus kerja,” kata Minho pelan, dia mengelus pipi Areum.
Areum bangun dengan cepat, dia langsung berdiri,” Ya.. baik.. aku siapkan makanan dulu,”
Minho menariknya lagi untuk duduk, lalu memeluknya dari belakang.
”ada apa?,” tanya Areum
Minho menggeleng saja,”eemm..emm.. enggak sih.. cuma mau peluk kamu saja”
”katamu kita harus janjian pagi ini bukan?? jadi aku tidak mau terlambat.. aku masak dulu.. terserah kalau kamu mau mandi dulu,” kata Areum, melepaskan tangannya Minho yang masih memeluk pinggang dan pundaknya.
”nanti dulu.. aku masih mau kamu disini,” Minho seperti sengaja mengulur waktunya. Dia ingin sekali hari itu berjalan lambat karena ada perubahan manajemen.
”Minho..,” kata Areum pelan. Dia ingin bertanya ada apa yang sebenarnya terjadi padanya, tapi dia agak takut nanti cowok itu jadi super sensitif dan takut pertanyaannya menyakiti hati cowok itu.

Selasa, November 11, 2014

dear God.. my soul lover..

Aku menyebutmu sang kekasih jiwa
Tanpa kau ada disisiku.. ku yakin tetap ada
Aku ada.. karena kau ada
Karena cinta mu, wahai sang kekasih.. aku pun hadir disini

Setapak demi setapak jalan penuh warna
Kasih, cinta, perang, luka dan noda.. semua nyata
Tetapi.. kasih sayang mu tetap yang aku rasa
Untuk segala suasana dan romansa jiwa

Kelu.. kelu hatiku jika ku berhadapan dengan mu
Yang kurasa hanya hati syahdu
Dalam lembar demi lembar gempuran nafsu,
menggebu desir dadaku untuk mendekap mu
Tiada pernah ragu.. aku hanya ingin bersama mu

Aduh.. wahai pemuja cinta!
Ijinkan aku setiap detik merayu mu tanpa penolakan cinta
Agar setiap desahan nafas ku menjadi bermakna
Hanya bagi engkau sang kekasih jiwa

Aku berkumpul dengan yang ku puja
Aku ingin menyatu dengan kekasihku saja
Hidup, mati... dalam satu simpul leher kehidupan
Hanya bersamamu... aku hidup dalam hidup..

Duri dalam jalan ku padamu adalah mutiara
Racun yang mereka beri.. obat untuk ku gapai tangan kekasih
Lilin yang mereka tunjukkan..surya bagi peneranganku padamu
Untuk kembali mendekapmu.. dalam setiap tarikan nafasku

To: Dear God.. my soul lover...

venus yang iri

Bulan menatap bumi setiap malam
Walau beringsut tersudut sebelum purnama kembali
Bumi tetap mencintai bulan
Oh.. sang venus iri..
Bagaimana cinta nya tertolak
hanya sebatas menggapai pagi menghadap cakrawala


Embun jatuh dari langit
Laut tetap mengalun dalam buaian keindahan gelombang
Rindu suara burung yang terus bernyanyi
Melagukan alam, terbang mencari kawan

Kata orang.. setiap jiwa ada masanya
Kutahu hanya setiap jiwa.. ada dalam cahaya
Merah hamparan butiran jutaan bintang
Biru hamparan luasnya langit
Mengisi hidup seekor semut berlindung dibawah hijaunya dedaunan

Jika ku pandang bintang penuh mengisi langit
Ingin kuntunjuk satu untuk dapat terbang.. pergi kesana
Mencari makna kenapa semua ini ada?
Kenapa ku hanya bisa menatap saja?

dalam khayalan ku terbang bersama mimpi
dalam setiap nafas ku pergi jauh melayang
dalam setiap detik masa ku melintas lorong hitam berdebu
bagai semua habis tak tersisa

hidup takkan pernah lama
seteguk minuman.. itulah saja waktunya..
venus tidak boleh iri dengan bulan
karena bumi memang kekasihnya

satu cangkir

Satu cangkir
Untuk seratus tahun
Satu jiwa
Untuk selamanya

Lumut lembut menjadi batu karang
Tidak akan habis ditelan masa
Semesta hanya bisa hancur saja
Jika tiada kasih di dalamnya

Satu cangkir ramuan cinta
Untuk jutaan masa kehidupan
Tiada pernah berakhir
Walau sampai kehidupan berikutnya

Satu cangkir hitam
Tumpah... melebur dalam lautan keindahan
Berganti bening biru dalam deburan ombak
Tak tahu.. kapan mengering

Satu cangkir kehidupan
Selamanya tidak dapat pecah
Satu cangkir usia
Cukup lima puluh tahun saja

Merah

Air mata saja tak cukup mengambil jiwa mu yang lara
Untaian kata indah saja tak cukup menyentuh hati yang robek tertusuk
Desiran angin, sapuan lembut rambutmu yang terbawa sampai ujung indera-indera cinta
Tak akan pernah cukup tergambar oleh ku dan kamu.. apa itu arti cinta

Petikan dawai, lagu rayuan hanya isapan jempol romantis picisan
Tanpa kata.. engkau masih saja bicara di hatiku
Tanpa senyum... engkau masih bisa menyapaku
Tanpa impian bunga diatas bukit dimusim semi pun.. engkau tetap bisa membawaku pergi

Jangan pernah terlintas kalau venus itu indah
dia bisa menjebakmu dalam jaring terhunus pedang berdarah sampai kau puas dicincangnya
neptunus tertawa saja.. kemana venus yang bisa membuat semua manusia terbuai??
neptunus itulah... aku... dengan kepuasanku merobek jantungku sendiri
mengeluarkan mu dari hatiku.. tanpa ragu

Tubuhku terdiam disini
Ribuan jiwaku melayang mengikat mu, seperti tali yang setajam jarum-jarum beracun
Ingin kuhisap setiap tetes kehidupanmu.. agar engkau tidak memiliki lagi..
keinginan lepas dari raga mu sendiri...
karena ... hanya simpul jiwa.. mengikat kuat... sampai nanti semua hanya menjadi merah...

cahaya, lilin, aku dan dia

Pengembaraan cintaku sampai pada suatu tempat
Yang hanya diterangi sebuah lilin
Aku bertanya pada langit
"Dimana kekasihku? Kenapa dia belum kesini juga?"
Tiada jawaban
Lilin itu terus saja menyinari
Sampai aku berada pada titik nadir kegilaan
"Apa dia diseputar sini?"
"kenapa tiada juga?"
Lilin pun padam..hanya asap tersisa


Tetap ku duduk merenungi
Cahaya apalagi harus dicari?
Sementara gelap gulita setiap malam mengusik jiwa
Membuat luka semakin dalam menganga
Cahaya kecil melintasi dinding pemisah aku dan dia

Mungkin hanya setitik saja
Tetapi hujaman-hujaman duri duri kasih diatas cahaya itu..
Menerangi gelap jalanku..
Tidak butuh dorongan hebat untuk melihatnya
Itulah balasan sang kekasih jiwa
Untuk pecinta yang terus mencari
Dimana lilin kehidupan berada

Sampai di ruang gelapnya hati
Ku meraba... "inilah hitamnya hatiku untuk sang kekasih"
Lalu..biarkan aku menghiba dengan airmata cinta
Agar engkau tak berpaling dariku selamanya

Kuda, Unta dan Aspal dosa

Aku tak yakin Tuhan tertawa diatas ketololanku sebagai manusia
Dia memberikan jalan terbentang luas
Jauh lebih luas dari semesta raya
Hanya aku diijinkannya berfikir tak seperti hewan

Apa lantas Tuhan marah padaku
Jika tali yang sudah dipilin sebelum seluruh alam ini ada...dapat ku urai?
KasihNya Maha Hebat
Jauh dibanding lelucon kampret manusia
Atas nama hukum kedamaian
Tak ada tangan.. Lisan pun jadi
Tak jua lisan terucap..
Kelemahan hati yang menjawab

Kuda atau unta butuh ditambat sebelum kita masuk rumah
Jangan kau suruh Tuhan menjaga mereka
Itu bukan tugas Nya!
Jangan kau paksa Tuhan membodohi keinginanmu yang meminta menjaga kudamu tanpa ditali

Cium aspal dosa...cari diri sendiri dalam kubangan hukum nista
Tuhan bukan zat bodoh yang membiarkan manusia seperti hewan liar
Bukan seperti apa-apa yang dibicarakan dalam kursus-kursus agama tanpa makna
Tuhan bukan budakmu.. yang hanya bisa kau suruh

Lembayung cinta dan awan

Oh.. Hai lembayung cinta
Pagi ini tak kuasa ku menahan rayuan matahari asa
Ingin kurajut tiap detik kenangan bersamanya
Hadiah terindah yang kupunya

Tiap titik jiwa punya satu sinar
Ku puji sinarmu yang merasuk hati
Awan pagi ini berkata "pesan cinta apa untukmu bagi sang kekasih?"
Akan kusampaikan melalui angin

Ku katakan pada awan," cukup pesona sukmanya menusukku saja"
Awan menjawab,"tidakkah ku membawa cinta lain untukmu?"
Untuk apa wahai awan?
Tuk jadikan hujan kepedihan hati serta jiwa?

Kupilin lagi benang-benang cinta
Menjadi sutera indah keemasan
Begitu indah jika engkau yang mengenakannya
Dengan sinaran surya. . Maka berjalanlah kita..pada lorong cinta..

Lembut cintamu.. mekar dihatiku..

Dinding itu retak..
Pecahannya menghantui jiwa yang lara
Kupendam duka ribuan masa lamanya
Terhapus mengalir ketika kau disampingku


Terima kasih untukmu sang kekasih
Sepi sunyi rinduku terbalas
Ku lihat hanya sinar dan sinar kembali
Membunuh kegelapan hati

Jangan pernah ingkar
Kau menjadi bagian kebahagiaanku
Tak sedetik berharap ini semua berlalu
Atau.. Jiwa dan raga ini lenyap selamanya

Ku terbuai untaian kata harapan cinta
Hujan menjadi terang
Kabut menjadi embun
Gelap menjadi cahaya

Untuk cinta ku, engkau ada
Sakura hanya mekar musim semi tiba
Lembut cintamu selalu mekar dihatiku
Hidupku sempurna denganmu

Dalam doa aku mengucap
Agar selamanya tangan ini menggenggammu
Agar selamanya mata ini tertuju padamu
Agar selamanya hati ini untukmu

Sampai Tuhan berkata
"cukup sudah waktu kalian disemesta"
Lalu..biarkan kami menjadi burung-burung surga
Hinggap diranting keniscayaan cinta

Embun...

Biar embun pagi mengusap indah wajahmu
Semalam hujan puas mengguyur bumi
Bulan kembali malu malu menampakkan dirinya
Tergantikan wajahmu dalam hatiku

Kecup matahari pagi menandakan semangat ku kepadamu
Untuk selalu memegang janji
Biar bunga yang kau tanam ini..
Indah mekar di hati

Tak kulihat pelangi senja
Rasa sepi alam tercoret dilangit
Ku pindai harapan menulis pada bintang
Dalam keheningan malam..ku mencari jiwa

Dekapan itu bagai angin surga berhembus
Menusuk tulang ku dengan kedamaian
Membuai sukmaku dengan impian
Membuka mataku akan indahnya dunia

Bersamamu..belajar mengurai benang asa
Dunia terasa sebagai bagai hamparan semesta
Berwarna- warni.. Hitam putih lenyap tak membekas
Pelangi mu selalu ada di hatiku

Senin, November 10, 2014

My 3 Supernatural Beloved Kids (Part 11: Kenapa Rasa Itu Muncul Lagi?)

Starring: Lee Minho, Park Minseo, Lee Jin Ho, Lee Young Joon, Lee Hana.

“Kenapa sih... Eonni dari kemarin sepertinya pikir sesuatu keras sekali??,” Soon Hee heran sehabis mereka berpisah sebentar kemarin itu, Minseo mendadak jadi pendiam.
“Besok Eonni akan kembali lagi kerja,” jawab Minseo ringan, dia memaksakan senyumnya pada adiknya itu.
“lalu?? Hari ini apa mau jalan-jalan lagi?,”tanya Soon Hee
Minseo menggeleng saja, rasa kemarin yang masih ada untuk Minho, ternyata sampai detik ini masih ada.
“hey Soon Hee.. menurutmu.. ada tidak.. cinta yang sudah putus.. bersemi kembali??,” tanya Minseo. Mimik wajahnya terpaksa dibuat ceria.
“Ah.. beneran?? Dengan siapa??,” Soon Hee jadi heran dan matanya berbinar
Belum sampai Minseo ingin mengucapkan sebuah kata, dia langsung menyerobot lagi,”Pasti dengan Minho!”
“iya kan??,” katanya lagi
Minseo mengangguk saja.
Soon Hee berdiri, dia kegirangan,” Aigoo.. ini pasti buat Eonni berbunga-bunga!,” dia duduk lagi lalu memeluk kakaknya.
Minseo malah datar menanggapi,” Minho... sudah punya pacar lagi”

Minggu, November 09, 2014

Aku Isteri Jendral Lee! (Part 4: Jangan Pernah Berani Sentuh Isteriku)

Cerita ini cuma iseng saja, jangan dimasukin ke hati.. kalau masih serius juga.. tanggung sendiri deh..

Sudah hampir dua minggu Minho tinggal di Tsushima. Dia juga ternyata membantu Sadamori untuk melatih dan berdiskusi tentang strategi perang bersama dengan para anggota Samurai Sadamori. Dia belajar bahasa setempat dengan cukup cepat karena ternyata bahasa aslinya tidak jauh berbeda dengan bahasa nya.
Suara ribut para prajurit (samurai) sedang berlatih dan Minho menjadi instruktur di dalamnya.
Dia mengoreksi beberapa tendangan dan pukulan. Dia mengajarkan tehnik beladiri rakyat Goryeo kepada para samurai Klan Sadamori.
”tendangannya masih kurang lurus,” kata Minho pada seorang Samurai
Ini juga pukulannya tidak keras.. begini..,” Minho mengoreksi serangan seorang Samurai
Mereka saling berlatih dengan keras dari pagi sampai siang dihari itu.