Hujan.. seberapa jauh kau menenangkan jiwa ini?
Terpuruk pada sebuah titik yang tak ku mengerti
Terkekang dalam labirin mimpi
Terbuai dalam kotak tempurung hati
Terpuruk pada sebuah titik yang tak ku mengerti
Terkekang dalam labirin mimpi
Terbuai dalam kotak tempurung hati
Hujan.. kau berhasil membuat ku tertawa
Ditengah malam dingin dalam lelapnya jiwa
Tanpa sadar.. sampai semuanya tertawa
Dalam mimpi-mimpi mereka
Ditengah malam dingin dalam lelapnya jiwa
Tanpa sadar.. sampai semuanya tertawa
Dalam mimpi-mimpi mereka
Celah mata hati sudah robek
Kemana arah datangnya aku harus mencari sinar itu?
Yang kulihat hanya seseorang berdiri mematung
Menunggu salju.. bukan hujan..
Kemana arah datangnya aku harus mencari sinar itu?
Yang kulihat hanya seseorang berdiri mematung
Menunggu salju.. bukan hujan..
Jika salju lebih menenangkan jiwaku
Biarlah ia beku seiring waktu
Biar semuanya tahu..ada kamu dalam hatiku
Yang..ku tak tahu..sampai kapan bayangmu akan berlalu
Biarlah ia beku seiring waktu
Biar semuanya tahu..ada kamu dalam hatiku
Yang..ku tak tahu..sampai kapan bayangmu akan berlalu
Ketika ku berharap surga datang ke dunia fana
Yang kudapat hanya derita rasa
Cinta.. apa harus kudapat dengan menggenggam mu saja?
Tanpa kutahu benang takdir yang kupunya
Yang kudapat hanya derita rasa
Cinta.. apa harus kudapat dengan menggenggam mu saja?
Tanpa kutahu benang takdir yang kupunya
Walau teruntai banyak bait kata
Hati tak bisa terwakili dengan mereka
Tak cukup ketika awan membawa hujan sampai kesini
Tak cukup ketika dinginnya salju menapaki pucuk-pucuk cemara
Hati tak bisa terwakili dengan mereka
Tak cukup ketika awan membawa hujan sampai kesini
Tak cukup ketika dinginnya salju menapaki pucuk-pucuk cemara
Semua tak cukup hanya melihat apa yang kulihat
Semua tak cukup hanya apa yang ku dengar
Semua tak cukup lagi dengan mulut ini berbicara
Tak cukup yang kurasa...
Semua tak cukup hanya apa yang ku dengar
Semua tak cukup lagi dengan mulut ini berbicara
Tak cukup yang kurasa...
Seperti katak menanti hujan ditengah kemarau
Hanya memandang langit menanti harapan beradu impian
Jangan sampai sang punguk tertawa
Karena aku yang merindukan bulan tak sanggup untuk menggapainya
Hanya memandang langit menanti harapan beradu impian
Jangan sampai sang punguk tertawa
Karena aku yang merindukan bulan tak sanggup untuk menggapainya