Lee Minho, Jung YoungHwa
Cerita ini cuma iseng saja, jangan dimasukkan ke
hati..
“Jadi.. sebenarnya bukan kamu saja ya.. yang
disuruh putus?? Termasuk juga temanmu itu?,” tanya Nyonya Choi, ibunya Areum.
Yang dimaksud adalah Yu Ri.
Areum mengangguk. Hal itu semua mereka
lakukan supaya baik dia atau Yu Ri selamat dari terpaan gosip miring dan kadang
perilaku fans yang sangat menyiksa.
“Tapi.. bukannya semua itu.. Eomma pikir
wajar?? Dalam hidup.. setiap orang kan berhak saja memilih,” kata Choi lagi,
mereka mengobrol sambil memasak.
Sementara Minho sudah pergi ke lokasi
syuting video clipnya Yonghwa.
Areum duduk, lalu dia sedikit mengeluh,
menopang dagu,” kita ini kan hanya orang biasa, Eomma.. terlebih lagi, kata
Geum Yi, Minho itu orang kaya juga... uhhh”
Choi menoleh pada anaknya, lalu ikut duduk
menghampiri.
“Benar begitu??,” dia kaget.
Areum mengangguk agak lemas,”ya... aku
dibilang Geum Yi begitu”
“jadi.. Eomma jangan terlalu polos soal
hubunganku dengan dia ya?? Kami bisa saja putus suatu saat nanti”
Choi malah jadi ikutan bertopang dagu
mengikuti gaya anaknya.
“Ya.. Eomma bisa bayangkan.. tidak seperti
kisah-kisah pangeran yang meminang seorang puteri dari desa.. pasti kamu tidak
seperti itu”
Areum masih menopang dagu, ekspresi
malas,”yeah.. begitulah, Eomma.. jadi.. jangan terlalu banyak berharap”
................................
Minho kaget ketika di jam istirahat
pengambilan video clip untuk makan siang, Yonghwa curhat padanya, hal yang juga dia alami.
“Moeus??
Kenapa bisa jadi sama??,”
Ya.. baik Yonghwa atau Minho yang sedang
menanjak karirnya dipaksa oleh manajemen harus putus demi kelancaran karir.
“Begitulah,” balas Yonghwa dengan tatapan
matanya yang memang sedikit sendu.
“Tapi.. kamu sendiri.. masih berhubungan
diam-diam dengannya kan??,” tanya Minho serius. Mereka hanya mengobrol berdua
dan agak jauh dari para crew.
Yonghwa mengangguk. Lalu Minho bertanya,
apa itu berat baginya atau tidak, karena dia sendiri galau memutuskan semuanya, walau akhirnya terpaksa dilakukan juga.
“Ini hanya rahasia kita berdua, Oppa
Minho... aku sama sekali tidak putus dengan Yu Ri,”
Minho mengangguk,” dan hubunganku juga
rahasia kita berdua”
Yonghwa sedikit kaget,”jadi.. Oppa juga
tidak putus dengan Eonni Areum??”
Minho senyum sambil makan mie bercampur
daging sapi, makanan kesukaannya. Dia mengangguk.
“aku tidak berniat putus.. tetapi
sandiwara tetap berjalan.. itu sebabnya aku membiarkan Areum pulang. Awalnya
aku kaget, keputusannya untuk keluar dari manajemen, berhenti total dari
kontrak dan tidak mendapatkan uang sisa kontrak, menurutku egois.. ah,
ternyata... semua itu dia yang berkorban,”
Yonghwa bergumam. Bagaimanapun, dia punya
kehidupan yang mirip sekarang dengan Minho.
“jaga saja sekuat kamu... aku mungkin juga
akan terasa sepi sekali dianggap single, hehe,” canda dan senyum Minho padanya.
Yonghwa ikut tersenyum. Dia katakan kalau
semua berawal dari melihat kebaikan hati seorang gadis yang sederhana macam Yu
Ri.
“sulit bagi kita mencari cinta yang
tepat,” keluh Minho.
Yonghwa mengangguk,” seperti lagu yang aku
ciptakan ini... bagaimana caranya mencari cinta yang tepat”
Minho mengangguk, lalu dia tertawa kecil
supaya obrolan mereka tidak terdengar oleh para crew.
“dan.. aku menjiwai sekali peran yang ada
di video clip mu itu kan?? Hehe”
Yonghwa membalas dengan tawa kecil juga.
“benar sekali, Oppa.. kenapa juga aku bisa
ciptakan lagu ini? Hehe... “
Minho bercanda lagi padanya, kalau mereka
harus sembunyikan cincin perak dari para pacar.
“Jangan sampai mereka curiga, kalau kita
sebenarnya belum putus dari pacar-pacar kita,”
Lalu Minho bertanya, apa rencana Yonghwa
ke depannya. Areum sendiri akan pulang kampung, membantu usaha keluarganya.
Yonghwa bilang, kalau Yu Ri yang sekarang
hanya seorang pelayan restauran. Minho berbisik pada Yonghwa, kalau hal itu
lebih beresiko sebab masih sama-sama tinggal di satu kota. Yonghwa mengangguk,
itu sebab, baginya, dia duluan yang melakukan press confrence nya dibanding
Minho, untuk persoalan asmara ini.
Minho tersenyum pada Yonghwa,” nasib kita
terikat kontrak, hehehe”
“aku berusaha untuk tenang, Oppa,” balas
Yonghwa sambil mengangguk.
“lagipula.. kamu dari sehabis album ini..
akan mengisi reality show lagi ya?? Sangat beresiko kalau masih menyatakan
hubungan.. ,” ujar Minho
Yonghwa mengangguk. Jelas dalam kontrak
reality show yang juga menghadirkan lagu-lagu nya sendiri, disana, dia akan
dikontrak selama 2 tahun dan dalam waktu itu juga sama sekali tidak boleh ada
hubungan apapun dengan seorang wanita, supaya para fans tidak terusik.
“Apa Yu Ri pernah mendapatkan gangguan??,”
tanya Minho, dia menyudahi makannya.
“berupa apa?? Kata-kata kasar atau sampai
ancaman??,” Yonghwa bertanya balik.
Minho
menyebut gangguan apa yang pernah fans nya berikan pada Areum, mulai dari
diledek di jejaring sosial, sehingga akhirnya Areum menutup jejaring sosialnya
sendiri; lalu dia pernah dikerjai segerombolan fans nya yang menyiram dia
dengan air comberan dan juga sayuran busuk. Yonghwa kaget, tidak sejahat itu
fans nya terhadap Yu Ri. Hanya saja, akhirnya pacarnya itu dipecat dari
sekolah, sehabis peristiwa dia menolong Yonghwa.
“Kasihan Yu Ri.. untung saja dia
mendapatkan pekerjaan,” kata Minho
Yonghwa mengangguk,”pada dasarnya, Yu Ri
juga bukan orang kota, dia datang dari desa dan mencari uang kesini”
Minho tidak menyangka. Lalu Yonghwa
bercerita tentang Yu Ri yang diberhentikan dari yayasan sekolah taman
kanak-kanak akibat menolong dia dan dilihat para anak muridnya.
“Kalau sudah begitu... dan mereka sudah
sempat tahu karena reality show mu yang terakhir itu.. jangan sampai fans tahu
kalau Yu Ri punya jejaring sosial atau ada yang tahu alamatnya,” kata Minho.
Yonghwa mengangguk. Dia katakan, kalau
untuk pergi keluar saja, sekedar berkencan makan, dia rela menyamar.
Minho yang kala mendengar itu sedang
minum, sampai dia kaget dan menyemburkan minumannya.
“euh.. ekh.. gila sekali,”
Yonghwa hanya senyum saja dengan ekspresi
singkat Minho. Tetapi Minho katakan juga kalau dia pun menyamar. Mereka
akhirnya hanya bisa saling mentertawakan kisah cinta mereka masing-masing.
Karena memang waktu terjadi peristiwa Yu Ri tasnya dijambret pencopet, Minho
memang menyamar dengan memakai kumis dan bertopi pet dan Yonghwa ingat itu,
sampai hampir tidak mengenalnya.
Mereka lalu menyudahi istirahatnya dan
kembali bekerja. Pembuatan video clip tidak sampai memakan waktu dua hari.
Malamnya, Minho selesai dan dia kembali pulang ke apartmentnya.
................................
Di dalam apartment, dia mendapatkan
telepon dari ibunya..
“Jadi.. Eomma sudah tahu kan.. apa yang
sebenarnya terjadi dengan hubunganku??,” tanya Minho pada ibunya di telepon.
“Ya.. Eomma paham sekali, Minho.. itu
memang resiko.. dan.. apa sekarang Areum masih ada??”, tanya ibunya
Minho mengangguk, mengiyakan. Dia juga
katakan kalau ibunya dan adiknya Areum ada di apartmentnya.
Ibunya Minho kaget, kenapa anaknya tidak
memberitahukan kedatangan mereka.
“Memang Eomma akan bicara dengan Nyonya
Choi?? Dia orang yang ramah dan pekerja keras, Eomma,” ujar Minho.
Ibunya Minho hanya tertawa,” ibu sedang
sibuk sekarang untuk acara amal, Minho.. jadi, belum bisa bertemu dulu”
Nyonya Choi ternyata mendengar kalau Minho
sedang menelepon ibunya sendiri. Minho menunduk hormat sedikit padanya, lalu
dia menutup Hp nya sebentar.
“Ibuku.. memberi salam pada Anda,”
“ah.. kirim salam saya pada ibu mu ya..
anaknya manis sekali,” jawab Choi dengan genit.
Minho hanya senyum lebar saja, lalu dia
melanjutkan bicaranya. Ternyata ibunya Minho mendengar suara Choi malah ingin
bicara dengannya.
“Oh.. jadi nyonya sebenarnya punya
peternakan sapi dan usaha susu?? Wah.. hebat sekali Nyonya Choi,” puji ibunya
Minho ditelepon, basa basi.
Choi hanya tertawa dengan pujian ibunya
Minho.
“kami memang orang kampung, Nyonya Hanh..
ayahnya Areum peternak.. kami punya usaha permen susu kecil-kecilan,”
Hanh berbasa-basi kalau memang kelompok
socialita nya terkadang pergi ke suatu tempat untuk acara pengumpulan amal.
“jadi, kalau begitu Nyonya Choi.. mungkin
kami harus pergi ke tempat usaha mu dan minta diajarkan cara membuat permen
susu tradisional.. Minho juga pasti suka,”
“kalau Nyonya Hanh mau.. kesini saja..
dengan senang hati kami ajarkan.. tapi.. ya namanya dikampung..semua pasti
seadanya saja, hehe,” canda Choi.
Hanh tertawa dan senang dengan keramahan
Choi. Dia berjanji akan merencanakan itu pada kelompok ibu-ibu socialita.
Sementara Minho malah asik bermain game
dengan Jun Woo. Dia tidak tahu apa yang dibicarakan lagi antara kedua orangtua
itu.
“wah.. Oppa menang lagi.. aku kalah deh,”
keluh anak kecil itu.
Minho tertawa, dia bisa mengalahkan anak
itu.
“kan sudah aku bilang.. kalau aku lebih
hebat dari kamu... enggak percaya deh, hahaha!”, tawanya memenuhi ruang depan.
Sementara Areum hanya berada di dalam
kamar, ternyata dia sibuk juga berkomunikasi dengan Yu Ri.
“Jadi.. Eonni akan pulang esok??,” ketik
Yu Ri pada Areum
Areum mengetik icon ya. Dia, ibunya dan
Jun Woo memang akan pulang esok dengan kereta pagi supaya sampai tempat mereka
siang dan tidak menyusahkan Minho.
“apa Oppa tidak sedih dengan hal ini??,”
tanya Yu Ri, dia penasaran.
“dia galau dan sempat murung,” ketik Areum.
“ya.. begitu juga Yonghwa. Tetapi aku
katakan padanya kalau semuanya bisa diatasi,” balas Yu Ri.
Menurut Areum, semuanya tidak semudah itu,
sebab Minho pada dasarnya cowok yang sensitif perasaannya. Yu Ri juga mengetik
hal yang sama untuk Yonghwa. Baginya, dia juga cowok sensitif, pendiam dan
hanya bicara kalau ada sesuatu yang harus mereka bahas.
“apa jadinya kalau nanti kita
berantakan??,” tanya Areum. Dia menjadi pesimis atas hubungan ini, walau tidak
mau dia katakan pada Minho.
“Resiko, Eonni.. dan memang menerima
saja..yang penting.. kalau bagiku..aku usahakan dulu yang terbaik...
semampuku,” jawab Yu Ri dengan menambahkan icon senyum.
Awalnya juga memang bukan maunya Areum,
dia dan Minho berpacaran. Semua karena keisengan Minho yang akhirnya berubah
jadi cinta. Tetapi seiring waktu, Areum berusaha untuk menerima Minho menjadi
pacarnya, walau awalnya dia sangat kesal, sebal dengan cowok itu. Lantas
dibalik itu, dia melihat Minho bukan cowok yang sembarangan dalam hubungan.
“Kalau aku mau pacaran, berarti aku
serius,” itu kata Minho waktu mereka berada di Jeju sewaktu dia menembak Areum
minta jadi pacarnya.
Selepas itu, Areum yang awalnya menolak,
menjadi cewek yang berpikir memang sebenarnya Minho cowok yang baik.
“waktu itu, aku sempat melihat Yonghwa
menonton pemberitaan Oppa Minho menyatakan berpacaran dengan Eonni,” kata Yu Ri
“ya,” ketik Areum,”sebenarnya...waktu itu
hanya sandiwara nya Minho”
“apa..dunia keartisan penuh sandiwara,
Eonni??,” mendadak Yu Ri bertanya hal yang sulit dijawab Areum.
“aku tidak tahu.. hanya saja, memang Minho
bertemu denganku ketika dia bersandiwara,” jawab Areum.
“lantas.. apa Oppa bersedia jauh darimu?,”
tanya Yu Ri lagi
Areum bergumam sejenak didepan smartphone
nya. Dia menyadari kalau Minho bukan tipe cowok yang bisa jauh dari
pasangannya.
“Mungkin.. kami hanya mencoba bertahan,”
ketik Areum pada Yu Ri
“ah.. rasanya seperti neraka, Eonni.. aku
pun mencoba bertahan,” jawab Yu Ri.
Areum diam saja. Dia meninggalkan
percakapannya dengan Yu Ri begitu saja, berfikir. Lalu dia keluar kamar dan dia
temukan Minho bermain game dengan adiknya.
...........................................
“Eonni harus lawan Oppa.. aku kalah
terus!,” teriak Jun Woo pada Areum ketika anak itu melihat dia membuka pintu
dan keluar dari kamar Minho.
Wajah Areum antara sedih, bingung dan
kaku.
“ah... hehe.. aku bisa kalah kalau main
game lawan Minho,” jawabnya pada Jun Woo sambil menggaruk kepalanya.
Minho yang awalnya tertawa, lalu
memperhatikan ekspresi wajahnya. Dia berhenti main.
“sudah dulu.. ini sudah malam.. kamu tidur
saja di kamarku,” katanya dan dia senyum pada Jun Woo.
Jun Woo mengangguk,” annyeonghi, Oppa.. selamat tidur”
Minho mengusap kepala Jun Woo,”selamat
tidur.. boleh pakai kamarku”
“gambsahabnida,
Oppa... annyeonghi, Eonni,” jawab Jun
Woo, mengucapkan juga selamat tidur pada Areum. Lalu dia masuk kamar Minho
Areum membalas ucapan adiknya dengan
senyum.
Areum melirik sebentar pada kamar sebelah.
“Ibu mu sudah tidur,” kata Minho singkat.
Dia mematikan game player nya.
Dilihat Areum, ibunya memang sudah
tertidur. Lalu dia menghampiri Minho dan duduk disampingnya.
Minho senyum dan merangkulnya. Mereka
saling diam, walau Minho merangkul tanpa melepaskannya.
Waktu terasa berhenti karena mereka tetap
saling diam.
“umm,” ternyata mereka berdua memecah
kesunyian dengan memulai kata yang sama.
Minho menoleh dan senyum pada Areum.
“duluan,” katanya
Areum malah jadi diam. Minho juga diam
lagi.
Lalu, mendadak Areum memeluknya.
“aku minta maaf.. esok aku harus pergi,”
ternyata Areum menangis.
Minho memeluknya dengan erat.
“aku juga tidak ingin kamu pergi, Imja,” katanya dengan suara lembut.
“kita tidak harus putus,” lanjutnya lagi
Areum mengangguk. Dia memang sudah cinta
sama Minho.
“Tapi... aku terpaksa tidak memakai cincin
perak kita kalau sedang kerja... supaya manajemen tidak curiga hubunganku masih
jalan denganmu,” kata Minho lagi.
Mereka memang memakai cincin perak inisial
yang berlawanan. Minho memakai inisial A untuk Areum dan sebaliknya, Areum
memakai inisial M untuk Minho.
Areum mengangguk, menyanggupi, kalau
baginya, hal itu biasa saja, tidak perlu dipaksakan.
“aku juga tidak ingin putus... ,” kata
Areum
Minho tetap memeluknya dengan erat.
“rasanya memang tidak ingin pelukanku ini
jadi yang terakhir,”
Areum diam. Dia juga sebenarnya tidak
dapat membayangkan bagaimana nanti dia dikampung berpisah dari Minho. Saat
hampir dua bulan ini dia tinggal bersama, bekerja bersama, baginya jadi tahu
Minho seperti apa. Tidak sejahat yang dia bayangkan waktu pertama kali mereka
bertemu.
“tidak akan jadi yang terakhir,” kata
Minho lagi.
Areum melepaskan pelukannya sendiri, dia
senyum pada Minho.
Minho menciumnya dengan lembut.
“kita akan berusaha terbaik menjalani hubungan
ini,” katanya, menatap Areum.
Areum menunduk,”Minho.. aku tidak ingin
pergi”
Minho memegang dan mengangkat dagunya
Areum, lalu tersenyum.
Dia malah berkacak pinggang sambil
tersenyum pada Areum.
“lalu... kapan dong kamu akan temani aku
jalan-jalan lagi kalau persediaan cream ku habis??”
“ayo dong senyum,” lanjutnya lagi pada
Areum
Areum tersenyum juga,” telepon aku.. nanti
aku datang”
“terus... kalau nanti gelap.. siapa yang
menenangkan aku?,” tanya Minho.
Mereka mengingat-ingat lagi bagaimana pertama
kali bertemu, kala mati lampu dulu.
Areum ingin sekali tersenyum kalau ingat
itu. Minho memintanya tersenyum. Akhirnya, dia pun tersenyum juga.
“Kalau waktu itu tidak mati lampu.... kita
enggak bakalan ketemu,” kata Minho dengan lembut.
Areum mengangguk tersenyum,”Minho iseng
sekali... jahil”
Minho malah mengacak-acak rambut Areum,”
habis.. waktu itu aku panik dan kamu malah cari gara-gara banget sih... aku ini
takut banget sama gelap.. tapi.. kalau nanti semua orang tahu... gimana?? Malu
banget”
Areum malah jadi tertawa kecil, terkekeh
dengan ekspresi Minho yang jadi cemberut.
“Aku memang tidak bisa dijahili.. kamu
sendiri iseng banget... enggak ngerti kalau aku sedang bingung mencari Jun
Woo.. dia kan baru pertama kali ke Seoul ini..kalau dia hilang.. bisa-bisa aku
habis dimarahi kedua orangtuaku”
Minho senyum lalu dia tertawa kecil,”
ingat tidak.. aku menjahili mu saat pertama kali kamu syuting iklan??”
Areum menarik hidung Minho sampai dia
mengaduh, “kamu sudah buat aku nangis waktu itu,”
Tapi Minho malah terkekeh lagi pada
Areum,”Habis.. bagaimana lagi caranya supaya kamu yang sok galak bisa tunduk
denganku”
“alasan,” ujar Areum ketus.
Minho menciumnya lagi. Areum memejamkan
matanya.
“aku cinta sekali denganmu,” kata Minho,
dia tersenyum padanya dengan lembut.
Areum jadi memeluk Minho kembali.
........................................
Pagi berlalu, saatnya Nyonya Choi, Areum
dan Jun Woo pamit. Minho mengantarkan mereka ke stasiun untuk berpisah.
“Jangan lupa chat denganku.. ingatkan aku
kalau belum makan saat syuting,” Minho cemberut di hadapan Areum.
“Nanti aku kelaparan kalau enggak ada yang
ingatkan,” katanya lagi.
Jun Woo dengan polosnya menanggapi
perkataan Minho,”Memang Oppa kalau makan harus selalu diingatkan??”
Nyonya Choi menutup mulut anaknya supaya
diam dan tidak ikut campur.
“sudah diam.. kamu enggak bakalan ngerti
urusan orang dewasa”
Minho memeluk Areum dengan erat,“janji
padaku.. akan tetap cinta padaku,”
Areum mengangguk,”ya...aku janji.. “
Minho melepas pelukannya, lalu senyum lebar
sampai gigi geligi putihnya terlihat.
“sana pergi cepat... jangan sampai nanti
aku nangis”
Dia menepuk pundak Areum sampai pundak
cewek itu bergeser.
“aduh... jangan gitu dong, Minho,” keluh
Areum
Minho tertawa kecil padanya,”sudah, sana
pergi.. nanti aku nangis!”, dia tetap mendorong-dorong badan Areum.
Nyonya Choi menghampiri mereka.
Minho senyum pada Choi lalu menunduk
hormat padanya,“aku minta tolong titip Areum, Ibu...,”
Choi senyum dan menepuk pundak Minho,”
tenang saja... kalau dia nakal, pasti aku marahi”
Minho berjongkok, menatap Jun Woo,” tolong
jaga Eonni Areum untukku ya.. jangan sampai dia pacaran dengan Oppa yang lain”,
dia mengucek-ucek kepala anak itu.
“Ya... aku janji ..aku akan jaga Eonni
untuk Oppa,” jawab Jun Woo polos.
Minho berdiri. Choi menunduk hormat
sedikit padanya, salam perpisahan.
Minho membalas dengan penghormatan,”
sampai bertemu lagi, Ibu...”
Aslinya, dia mulai menahan air mata, tidak
tahan berpisah dengan Areum.
Choi dan Jun Woo melambaikan tangannya
pada Minho. Minho membalas lambaian tangan mereka. Areum diam saja. Dia berdiri
mematung.
Minho menghampiri Areum, memegang
pundaknya,” lekas pergi”
Choi dan Jun Woo sudah berbalik arah
menuju ke dalam stasiun.
Areum masih berdiri di depan Minho. Mata
cowok itu jadi berkaca-kaca.
“aku pergi,” kata Areum, dia senyum pada
Minho, lalu berbalik arah, berlari menyusul ibu dan adiknya. Dia mengusap
pipinya, air matanya jatuh.
“kita pasti bertemu lagi, Minho.. aku
cinta kamu.. aku janji.. kita akan ketemu lagi”
Air mata Areum masih berlinang walau
sampai dia naik ke atas kereta api.
Minho senyum saja melihat pacarnya sudah
masuk stasiun. Dia lalu berbalik arah untuk pulang.
Di dalam apartment, dia rebahkan
kepalanya, air matanya mengalir. Dia mengingat banyak kejadian manis bersama
Areum...
“aku akan merindukanmu... tidak perduli
manajemen memaksaku untuk tidak mencintaimu...”
Bersambung ke part 17....