This is me....

Senin, Februari 16, 2015

Nampyeon Ku Cowok Cantik (Part 16: Tiada Kata Berpisah)

Lee Minho, Jung YoungHwa

Cerita ini cuma iseng saja, jangan dimasukkan ke hati..

“Jadi.. sebenarnya bukan kamu saja ya.. yang disuruh putus?? Termasuk juga temanmu itu?,” tanya Nyonya Choi, ibunya Areum. Yang dimaksud adalah Yu Ri.
Areum mengangguk. Hal itu semua mereka lakukan supaya baik dia atau Yu Ri selamat dari terpaan gosip miring dan kadang perilaku fans yang sangat menyiksa.
“Tapi.. bukannya semua itu.. Eomma pikir wajar?? Dalam hidup.. setiap orang kan berhak saja memilih,” kata Choi lagi, mereka mengobrol sambil memasak.
Sementara Minho sudah pergi ke lokasi syuting video clipnya Yonghwa.
Areum duduk, lalu dia sedikit mengeluh, menopang dagu,” kita ini kan hanya orang biasa, Eomma.. terlebih lagi, kata Geum Yi, Minho itu orang kaya juga... uhhh”


Choi menoleh pada anaknya, lalu ikut duduk menghampiri.
“Benar begitu??,” dia kaget.
Areum mengangguk agak lemas,”ya... aku dibilang Geum Yi begitu”
“jadi.. Eomma jangan terlalu polos soal hubunganku dengan dia ya?? Kami bisa saja putus suatu saat nanti”
Choi malah jadi ikutan bertopang dagu mengikuti gaya anaknya.
“Ya.. Eomma bisa bayangkan.. tidak seperti kisah-kisah pangeran yang meminang seorang puteri dari desa.. pasti kamu tidak seperti itu”
Areum masih menopang dagu, ekspresi malas,”yeah.. begitulah, Eomma.. jadi.. jangan terlalu banyak berharap”
                                                ................................
Minho kaget ketika di jam istirahat pengambilan video clip untuk makan siang, Yonghwa curhat padanya, hal yang juga dia alami.
Moeus?? Kenapa bisa jadi sama??,”
Ya.. baik Yonghwa atau Minho yang sedang menanjak karirnya dipaksa oleh manajemen harus putus demi kelancaran karir.
“Begitulah,” balas Yonghwa dengan tatapan matanya yang memang sedikit sendu.
“Tapi.. kamu sendiri.. masih berhubungan diam-diam dengannya kan??,” tanya Minho serius. Mereka hanya mengobrol berdua dan agak jauh dari para crew.

Yonghwa mengangguk. Lalu Minho bertanya, apa itu berat baginya atau tidak, karena dia sendiri galau memutuskan semuanya, walau akhirnya terpaksa dilakukan juga.
“Ini hanya rahasia kita berdua, Oppa Minho... aku sama sekali tidak putus dengan Yu Ri,”
Minho mengangguk,” dan hubunganku juga rahasia kita berdua”
Yonghwa sedikit kaget,”jadi.. Oppa juga tidak putus dengan Eonni Areum??”
Minho senyum sambil makan mie bercampur daging sapi, makanan kesukaannya. Dia mengangguk.
“aku tidak berniat putus.. tetapi sandiwara tetap berjalan.. itu sebabnya aku membiarkan Areum pulang. Awalnya aku kaget, keputusannya untuk keluar dari manajemen, berhenti total dari kontrak dan tidak mendapatkan uang sisa kontrak, menurutku egois.. ah, ternyata... semua itu dia yang berkorban,”

Yonghwa bergumam. Bagaimanapun, dia punya kehidupan yang mirip sekarang dengan Minho.
“jaga saja sekuat kamu... aku mungkin juga akan terasa sepi sekali dianggap single, hehe,” canda dan senyum Minho padanya.
Yonghwa ikut tersenyum. Dia katakan kalau semua berawal dari melihat kebaikan hati seorang gadis yang sederhana macam Yu Ri.

“sulit bagi kita mencari cinta yang tepat,” keluh Minho.
Yonghwa mengangguk,” seperti lagu yang aku ciptakan ini... bagaimana caranya mencari cinta yang tepat”
Minho mengangguk, lalu dia tertawa kecil supaya obrolan mereka tidak terdengar oleh para crew.
“dan.. aku menjiwai sekali peran yang ada di video clip mu itu kan?? Hehe”
Yonghwa membalas dengan tawa kecil juga.
“benar sekali, Oppa.. kenapa juga aku bisa ciptakan lagu ini? Hehe... “
Minho bercanda lagi padanya, kalau mereka harus sembunyikan cincin perak dari para pacar.
“Jangan sampai mereka curiga, kalau kita sebenarnya belum putus dari pacar-pacar kita,”

Lalu Minho bertanya, apa rencana Yonghwa ke depannya. Areum sendiri akan pulang kampung, membantu usaha keluarganya.
Yonghwa bilang, kalau Yu Ri yang sekarang hanya seorang pelayan restauran. Minho berbisik pada Yonghwa, kalau hal itu lebih beresiko sebab masih sama-sama tinggal di satu kota. Yonghwa mengangguk, itu sebab, baginya, dia duluan yang melakukan press confrence nya dibanding Minho, untuk persoalan asmara ini.

Minho tersenyum pada Yonghwa,” nasib kita terikat kontrak, hehehe”
“aku berusaha untuk tenang, Oppa,” balas Yonghwa sambil mengangguk.
“lagipula.. kamu dari sehabis album ini.. akan mengisi reality show lagi ya?? Sangat beresiko kalau masih menyatakan hubungan.. ,” ujar Minho
Yonghwa mengangguk. Jelas dalam kontrak reality show yang juga menghadirkan lagu-lagu nya sendiri, disana, dia akan dikontrak selama 2 tahun dan dalam waktu itu juga sama sekali tidak boleh ada hubungan apapun dengan seorang wanita, supaya para fans tidak terusik.

“Apa Yu Ri pernah mendapatkan gangguan??,” tanya Minho, dia menyudahi makannya.
“berupa apa?? Kata-kata kasar atau sampai ancaman??,” Yonghwa bertanya balik.
 Minho menyebut gangguan apa yang pernah fans nya berikan pada Areum, mulai dari diledek di jejaring sosial, sehingga akhirnya Areum menutup jejaring sosialnya sendiri; lalu dia pernah dikerjai segerombolan fans nya yang menyiram dia dengan air comberan dan juga sayuran busuk. Yonghwa kaget, tidak sejahat itu fans nya terhadap Yu Ri. Hanya saja, akhirnya pacarnya itu dipecat dari sekolah, sehabis peristiwa dia menolong Yonghwa.
“Kasihan Yu Ri.. untung saja dia mendapatkan pekerjaan,” kata Minho
Yonghwa mengangguk,”pada dasarnya, Yu Ri juga bukan orang kota, dia datang dari desa dan mencari uang kesini”

Minho tidak menyangka. Lalu Yonghwa bercerita tentang Yu Ri yang diberhentikan dari yayasan sekolah taman kanak-kanak akibat menolong dia dan dilihat para anak muridnya.
“Kalau sudah begitu... dan mereka sudah sempat tahu karena reality show mu yang terakhir itu.. jangan sampai fans tahu kalau Yu Ri punya jejaring sosial atau ada yang tahu alamatnya,” kata Minho.
Yonghwa mengangguk. Dia katakan, kalau untuk pergi keluar saja, sekedar berkencan makan, dia rela menyamar.

Minho yang kala mendengar itu sedang minum, sampai dia kaget dan menyemburkan minumannya.
“euh.. ekh.. gila sekali,”
Yonghwa hanya senyum saja dengan ekspresi singkat Minho. Tetapi Minho katakan juga kalau dia pun menyamar. Mereka akhirnya hanya bisa saling mentertawakan kisah cinta mereka masing-masing. Karena memang waktu terjadi peristiwa Yu Ri tasnya dijambret pencopet, Minho memang menyamar dengan memakai kumis dan bertopi pet dan Yonghwa ingat itu, sampai hampir tidak mengenalnya.
Mereka lalu menyudahi istirahatnya dan kembali bekerja. Pembuatan video clip tidak sampai memakan waktu dua hari. Malamnya, Minho selesai dan dia kembali pulang ke apartmentnya.
                                                ................................
Di dalam apartment, dia mendapatkan telepon dari ibunya..
“Jadi.. Eomma sudah tahu kan.. apa yang sebenarnya terjadi dengan hubunganku??,” tanya Minho pada ibunya di telepon.
“Ya.. Eomma paham sekali, Minho.. itu memang resiko.. dan.. apa sekarang Areum masih ada??”, tanya ibunya
Minho mengangguk, mengiyakan. Dia juga katakan kalau ibunya dan adiknya Areum ada di apartmentnya.
Ibunya Minho kaget, kenapa anaknya tidak memberitahukan kedatangan mereka.
“Memang Eomma akan bicara dengan Nyonya Choi?? Dia orang yang ramah dan pekerja keras, Eomma,” ujar Minho.
Ibunya Minho hanya tertawa,” ibu sedang sibuk sekarang untuk acara amal, Minho.. jadi, belum bisa bertemu dulu”

Nyonya Choi ternyata mendengar kalau Minho sedang menelepon ibunya sendiri. Minho menunduk hormat sedikit padanya, lalu dia menutup Hp nya sebentar.
“Ibuku.. memberi salam pada Anda,”
“ah.. kirim salam saya pada ibu mu ya.. anaknya manis sekali,” jawab Choi dengan genit.
Minho hanya senyum lebar saja, lalu dia melanjutkan bicaranya. Ternyata ibunya Minho mendengar suara Choi malah ingin bicara dengannya.

“Oh.. jadi nyonya sebenarnya punya peternakan sapi dan usaha susu?? Wah.. hebat sekali Nyonya Choi,” puji ibunya Minho ditelepon, basa basi.
Choi hanya tertawa dengan pujian ibunya Minho.
“kami memang orang kampung, Nyonya Hanh.. ayahnya Areum peternak.. kami punya usaha permen susu kecil-kecilan,”
Hanh berbasa-basi kalau memang kelompok socialita nya terkadang pergi ke suatu tempat untuk acara pengumpulan amal.
“jadi, kalau begitu Nyonya Choi.. mungkin kami harus pergi ke tempat usaha mu dan minta diajarkan cara membuat permen susu tradisional.. Minho juga pasti suka,”
“kalau Nyonya Hanh mau.. kesini saja.. dengan senang hati kami ajarkan.. tapi.. ya namanya dikampung..semua pasti seadanya saja, hehe,” canda Choi.
Hanh tertawa dan senang dengan keramahan Choi. Dia berjanji akan merencanakan itu pada kelompok ibu-ibu socialita.

Sementara Minho malah asik bermain game dengan Jun Woo. Dia tidak tahu apa yang dibicarakan lagi antara kedua orangtua itu.
“wah.. Oppa menang lagi.. aku kalah deh,” keluh anak kecil itu.
Minho tertawa, dia bisa mengalahkan anak itu.
“kan sudah aku bilang.. kalau aku lebih hebat dari kamu... enggak percaya deh, hahaha!”, tawanya memenuhi ruang depan.
Sementara Areum hanya berada di dalam kamar, ternyata dia sibuk juga berkomunikasi dengan Yu Ri.

“Jadi.. Eonni akan pulang esok??,” ketik Yu Ri pada Areum
Areum mengetik icon ya. Dia, ibunya dan Jun Woo memang akan pulang esok dengan kereta pagi supaya sampai tempat mereka siang dan tidak menyusahkan Minho.
“apa Oppa tidak sedih dengan hal ini??,” tanya Yu Ri, dia penasaran.
“dia galau dan sempat murung,” ketik Areum.
“ya.. begitu juga Yonghwa. Tetapi aku katakan padanya kalau semuanya bisa diatasi,” balas Yu Ri.
Menurut Areum, semuanya tidak semudah itu, sebab Minho pada dasarnya cowok yang sensitif perasaannya. Yu Ri juga mengetik hal yang sama untuk Yonghwa. Baginya, dia juga cowok sensitif, pendiam dan hanya bicara kalau ada sesuatu yang harus mereka bahas.

“apa jadinya kalau nanti kita berantakan??,” tanya Areum. Dia menjadi pesimis atas hubungan ini, walau tidak mau dia katakan pada Minho.
“Resiko, Eonni.. dan memang menerima saja..yang penting.. kalau bagiku..aku usahakan dulu yang terbaik... semampuku,” jawab Yu Ri dengan menambahkan icon senyum.
Awalnya juga memang bukan maunya Areum, dia dan Minho berpacaran. Semua karena keisengan Minho yang akhirnya berubah jadi cinta. Tetapi seiring waktu, Areum berusaha untuk menerima Minho menjadi pacarnya, walau awalnya dia sangat kesal, sebal dengan cowok itu. Lantas dibalik itu, dia melihat Minho bukan cowok yang sembarangan dalam hubungan.

“Kalau aku mau pacaran, berarti aku serius,” itu kata Minho waktu mereka berada di Jeju sewaktu dia menembak Areum minta jadi pacarnya.
Selepas itu, Areum yang awalnya menolak, menjadi cewek yang berpikir memang sebenarnya Minho cowok yang baik.
“waktu itu, aku sempat melihat Yonghwa menonton pemberitaan Oppa Minho menyatakan berpacaran dengan Eonni,” kata Yu Ri
“ya,” ketik Areum,”sebenarnya...waktu itu hanya sandiwara nya Minho”
“apa..dunia keartisan penuh sandiwara, Eonni??,” mendadak Yu Ri bertanya hal yang sulit dijawab Areum.
“aku tidak tahu.. hanya saja, memang Minho bertemu denganku ketika dia bersandiwara,” jawab Areum.
“lantas.. apa Oppa bersedia jauh darimu?,” tanya Yu Ri lagi
Areum bergumam sejenak didepan smartphone nya. Dia menyadari kalau Minho bukan tipe cowok yang bisa jauh dari pasangannya.
“Mungkin.. kami hanya mencoba bertahan,” ketik Areum pada Yu Ri
“ah.. rasanya seperti neraka, Eonni.. aku pun mencoba bertahan,” jawab Yu Ri.
Areum diam saja. Dia meninggalkan percakapannya dengan Yu Ri begitu saja, berfikir. Lalu dia keluar kamar dan dia temukan Minho bermain game dengan adiknya.
                                                ...........................................
“Eonni harus lawan Oppa.. aku kalah terus!,” teriak Jun Woo pada Areum ketika anak itu melihat dia membuka pintu dan keluar dari kamar Minho.
Wajah Areum antara sedih, bingung dan kaku.
“ah... hehe.. aku bisa kalah kalau main game lawan Minho,” jawabnya pada Jun Woo sambil menggaruk kepalanya.
Minho yang awalnya tertawa, lalu memperhatikan ekspresi wajahnya. Dia berhenti main.
“sudah dulu.. ini sudah malam.. kamu tidur saja di kamarku,” katanya dan dia senyum pada Jun Woo.
Jun Woo mengangguk,” annyeonghi, Oppa.. selamat tidur”
Minho mengusap kepala Jun Woo,”selamat tidur.. boleh pakai kamarku”
gambsahabnida, Oppa... annyeonghi, Eonni,” jawab Jun Woo, mengucapkan juga selamat tidur pada Areum. Lalu dia masuk kamar Minho
Areum membalas ucapan adiknya dengan senyum.

Areum melirik sebentar pada kamar sebelah.
“Ibu mu sudah tidur,” kata Minho singkat. Dia mematikan game player nya.
Dilihat Areum, ibunya memang sudah tertidur. Lalu dia menghampiri Minho dan duduk disampingnya.
Minho senyum dan merangkulnya. Mereka saling diam, walau Minho merangkul tanpa melepaskannya.

Waktu terasa berhenti karena mereka tetap saling diam.
“umm,” ternyata mereka berdua memecah kesunyian dengan memulai kata yang sama.
Minho menoleh dan senyum pada Areum.
“duluan,” katanya
Areum malah jadi diam. Minho juga diam lagi.
Lalu, mendadak Areum memeluknya.
“aku minta maaf.. esok aku harus pergi,” ternyata Areum menangis.

Minho memeluknya dengan erat.
“aku juga tidak ingin kamu pergi, Imja,” katanya dengan suara lembut.
“kita tidak harus putus,” lanjutnya lagi
Areum mengangguk. Dia memang sudah cinta sama Minho.
“Tapi... aku terpaksa tidak memakai cincin perak kita kalau sedang kerja... supaya manajemen tidak curiga hubunganku masih jalan denganmu,” kata Minho lagi.
Mereka memang memakai cincin perak inisial yang berlawanan. Minho memakai inisial A untuk Areum dan sebaliknya, Areum memakai inisial M untuk Minho.
Areum mengangguk, menyanggupi, kalau baginya, hal itu biasa saja, tidak perlu dipaksakan.

“aku juga tidak ingin putus... ,” kata Areum
Minho tetap memeluknya dengan erat.
“rasanya memang tidak ingin pelukanku ini jadi yang terakhir,”
Areum diam. Dia juga sebenarnya tidak dapat membayangkan bagaimana nanti dia dikampung berpisah dari Minho. Saat hampir dua bulan ini dia tinggal bersama, bekerja bersama, baginya jadi tahu Minho seperti apa. Tidak sejahat yang dia bayangkan waktu pertama kali mereka bertemu.

“tidak akan jadi yang terakhir,” kata Minho lagi.
Areum melepaskan pelukannya sendiri, dia senyum pada Minho.
Minho menciumnya dengan lembut.
“kita akan berusaha terbaik menjalani hubungan ini,” katanya, menatap Areum.
Areum menunduk,”Minho.. aku tidak ingin pergi”
Minho memegang dan mengangkat dagunya Areum, lalu tersenyum.

Dia malah berkacak pinggang sambil tersenyum pada Areum.
“lalu... kapan dong kamu akan temani aku jalan-jalan lagi kalau persediaan cream ku habis??”
“ayo dong senyum,” lanjutnya lagi pada Areum
Areum tersenyum juga,” telepon aku.. nanti aku datang”
“terus... kalau nanti gelap.. siapa yang menenangkan aku?,” tanya Minho.
Mereka mengingat-ingat lagi bagaimana pertama kali bertemu, kala mati lampu dulu.
Areum ingin sekali tersenyum kalau ingat itu. Minho memintanya tersenyum. Akhirnya, dia pun tersenyum juga.

“Kalau waktu itu tidak mati lampu.... kita enggak bakalan ketemu,” kata Minho dengan lembut.
Areum mengangguk tersenyum,”Minho iseng sekali... jahil”
Minho malah mengacak-acak rambut Areum,” habis.. waktu itu aku panik dan kamu malah cari gara-gara banget sih... aku ini takut banget sama gelap.. tapi.. kalau nanti semua orang tahu... gimana?? Malu banget”
Areum malah jadi tertawa kecil, terkekeh dengan ekspresi Minho yang jadi cemberut.
“Aku memang tidak bisa dijahili.. kamu sendiri iseng banget... enggak ngerti kalau aku sedang bingung mencari Jun Woo.. dia kan baru pertama kali ke Seoul ini..kalau dia hilang.. bisa-bisa aku habis dimarahi kedua orangtuaku”

Minho senyum lalu dia tertawa kecil,” ingat tidak.. aku menjahili mu saat pertama kali kamu syuting iklan??”
Areum menarik hidung Minho sampai dia mengaduh, “kamu sudah buat aku nangis waktu itu,”
Tapi Minho malah terkekeh lagi pada Areum,”Habis.. bagaimana lagi caranya supaya kamu yang sok galak bisa tunduk denganku”
“alasan,” ujar Areum ketus.
Minho menciumnya lagi. Areum memejamkan matanya.
“aku cinta sekali denganmu,” kata Minho, dia tersenyum padanya dengan lembut.
Areum jadi memeluk Minho kembali.
                                                ........................................
Pagi berlalu, saatnya Nyonya Choi, Areum dan Jun Woo pamit. Minho mengantarkan mereka ke stasiun untuk berpisah.
“Jangan lupa chat denganku.. ingatkan aku kalau belum makan saat syuting,” Minho cemberut di hadapan Areum.
“Nanti aku kelaparan kalau enggak ada yang ingatkan,” katanya lagi.
Jun Woo dengan polosnya menanggapi perkataan Minho,”Memang Oppa kalau makan harus selalu diingatkan??”
Nyonya Choi menutup mulut anaknya supaya diam dan tidak ikut campur.
“sudah diam.. kamu enggak bakalan ngerti urusan orang dewasa”

Minho memeluk Areum dengan erat,“janji padaku.. akan tetap cinta padaku,”
Areum mengangguk,”ya...aku janji.. “
Minho melepas pelukannya, lalu senyum lebar sampai gigi geligi putihnya terlihat.
“sana pergi cepat... jangan sampai nanti aku nangis”
Dia menepuk pundak Areum sampai pundak cewek itu bergeser.
“aduh... jangan gitu dong, Minho,” keluh Areum
Minho tertawa kecil padanya,”sudah, sana pergi.. nanti aku nangis!”, dia tetap mendorong-dorong badan Areum.
Nyonya Choi menghampiri mereka.
Minho senyum pada Choi lalu menunduk hormat padanya,“aku minta tolong titip Areum, Ibu...,”
Choi senyum dan menepuk pundak Minho,” tenang saja... kalau dia nakal, pasti aku marahi”
Minho berjongkok, menatap Jun Woo,” tolong jaga Eonni Areum untukku ya.. jangan sampai dia pacaran dengan Oppa yang lain”, dia mengucek-ucek kepala anak itu.
“Ya... aku janji ..aku akan jaga Eonni untuk Oppa,” jawab Jun Woo polos.

Minho berdiri. Choi menunduk hormat sedikit padanya, salam perpisahan.
Minho membalas dengan penghormatan,” sampai bertemu lagi, Ibu...”
Aslinya, dia mulai menahan air mata, tidak tahan berpisah dengan Areum.
Choi dan Jun Woo melambaikan tangannya pada Minho. Minho membalas lambaian tangan mereka. Areum diam saja. Dia berdiri mematung.

Minho menghampiri Areum, memegang pundaknya,” lekas pergi”
Choi dan Jun Woo sudah berbalik arah menuju ke dalam stasiun.
Areum masih berdiri di depan Minho. Mata cowok itu jadi berkaca-kaca.
“aku pergi,” kata Areum, dia senyum pada Minho, lalu berbalik arah, berlari menyusul ibu dan adiknya. Dia mengusap pipinya, air matanya jatuh.
“kita pasti bertemu lagi, Minho.. aku cinta kamu.. aku janji.. kita akan ketemu lagi”
Air mata Areum masih berlinang walau sampai dia naik ke atas kereta api.
Minho senyum saja melihat pacarnya sudah masuk stasiun. Dia lalu berbalik arah untuk pulang.

Di dalam apartment, dia rebahkan kepalanya, air matanya mengalir. Dia mengingat banyak kejadian manis bersama Areum...
“aku akan merindukanmu... tidak perduli manajemen memaksaku untuk tidak mencintaimu...”

Bersambung ke part 17....