This is me....

Senin, Januari 26, 2015

The God of Dream (PART 23: Rencana Membunuh Iblis Penjanji Keabadian)

Lee Minho sebagai Matsuo Masahiro aka Hiro    
Tatsuya Fujiwara sebagai Ryouji Matsuyama aka Ryo
Shun Oguri sebagai Takumi Ishimaru aka Taku

Cerita ini hanya imajinasi belaka.. jangan terlalu dimasukkan ke hati..

”hieeh?? Waktu kita semakin dekat saja..gimana ini??,” kata Sara pada Hiro dan Taku yang sedang bermain di rumah Takumi.
”misteri belum terpecahkan.. kenapa Natsumi yang lahir dimusim dingin bernama Natsu, panas...dan apa yang terjadi dengan leluhurnya,” ujar Hiro sambil memegang dagu dan mengelus dagunya sendiri, berjalan bolak-balik di kamar Taku.
”Hiro kun.. kamu bolak balik begitu seperti setrikaan deh..,” keluh Sara. Hiro memang kalau berpikir suka sok tua, walau kadang lebih banyak asalnya yang membuat Sara kadang bete dengan dia.
Dia lalu duduk tenang, tapi masih berfikir dan mengelus dagunya. Sara cuma melihat tampang serius pacarnya itu dengan agak aneh.
”aku enggak bisa menyelidiki.. tampaknya perjanjian leluhurnya dengan setan lebih jauh waktunya dari yang kita bayangkan, Hiro kun,” kata Taku.
Hiro menoleh pada Taku,”kamu yakin?? Yang aku herankan itu.... kita sudah menghadapi sepasang setan di lukisan ternyata belum selesai, lalu kita hadapi setan berkepala saja.. belum juga selesai.. terakhir aku dan Sara cchi hadapi juga setan berwajah dua juga belum selesai juga.. apa leluhur Natsu chan segila itu berinteraksi dengan dunia perjanjian dengan setan??,”
”mungkin saja..dan kamu tahu kan?? Aku hanya bisa menyelidiki sampai lukisan itu saja,” jawab Taku serius juga.

”ya..aku faham..kita butuh orang dengan clairvoyage lebih kuat dari kamu..,” kata Hiro lagi.
”siapa?,” tanya Sara
”sepupu ku yang cewek,” senyum Hiro, menoleh pada Sara
”kamu kalau ngomong cewek kok matamu berbinar banget sih, Hiro kun,” kata Taku polos, padahal sebenarnya dia tidak mau kalau Sara, sepupunya itu akan cemburu berat.
Sara langsung cemberut, dia tidak mau kalau Hiro kumat lagi jadi playboynya.
Hiro merangkul pacarnya itu,”shinpai shinaide (jangan khawatir), sayang... aku gak akan genit lagi”, malah nekad cium Sara secepat kilat di depan Taku.
Takumi langsung menarik wajah Hiro dengan telapak tangannya,”kebiasaanmu gak kenal tempat.. main cium saja”
Hiro cengengesan,”supaya dia enggak cemburu.. tenang saja, Sara chhi sayangku.. sepupu ku ini sudah menikah kok..,”
”yakin??,” tanya Sara dengan mata tajam.
Hiro cengengesan, takut dengan tatapan mata Sara,”beneran kok, sayang... hehe”.
Sara mengacungkan kepalan tangannya. Takumi tertawa, dia tahu kalau sepupunya gak segan berantem sama pacar sendiri kalau ketahuan Hiro mulai genitnya.
”jadi gimana?? Kamu harus hubungi sepupu mu itu loh.. jangan sampai kita kalah dengan waktu,” kata Takumi
Hiro mengangguk, berjanji akan segera menghubunginya.
                                                ....................................
Natsumi dirumah neneknya termenung saja, sebentar lagi, kurang dari satu bulan, dia akan meninggalkan sahabat-sahabat dan pacarnya.
”kenapa aku begini sih?? Kenapa orangtuaku membuang aku??,” katanya dengan wajah sendu. Dia memang diurus nenek dan kakeknya sedari kecil, sementara orangtuanya di kota lain.
Ryouji mengirimkannya sebuah sms kalau mereka sedang kumpul di rumah Ryouji dan karena dekat, berharap Natsumi datang ke rumahnya. Natsumi langsung pamit pada neneknya dan sampai di rumah Ryouji.

”kita harus ngobrol tentang pergi ke Osaka dan Nara,”kata Ryouji membuka pembicaraan, wajahnya langsung serius, sebab waktu tidak akan lama lagi, sehabis ujian Natsumi langsung harus pindah.
Wajah Natsumi langsung muram, dia sangat tidak ingin berpisah dengan teman-temannya.
Sara mendekat pada Natsumi,” tenang saja, Natsu-chan.. kita tidak akan tinggalkan kamu kok.. tapi untuk yang satu ini.. kasusnya harus kita selesaikan... kami enggak mau kamu jadi korban kejahatan roh jahat itu”
Yang lain ikut mengangguk.
”Kami akan tetap pergi ke sana.. aku sudah hubungi sepupuku, Taiko,” kata Hiro. Dia menunjukkan hasil komunikasinya lewat messenjer dengan sepupunya itu dan menyanggupi dalam 2 hari ke depan akan bertemu langsung dengan mereka.
”kalau tidak cepat.. kita sedang berpacu dengan waktu... kamu sudah tidak lemas lagi kan.. kalau menjelang bulan purnama??,” tanya Ryouji pada Natsumi.
Natsumi menggeleng, dia katakan kalau dia sudah sehat dan biasa saja.
”Berarti waktu itu memang karena pengaruh sepasang hantu itu,” kata Hiro.
”kalian semua harus ikut denganku untuk ngobrol dengan Taiko ini.. dia asik kok.. ,” lanjutnya lagi, mengerling pada semuanya.
Sara langsung melihatnya dengan tatapan mata yang dingin, auranya langsung seperti es yang beku di kutub selatan.
Taku dan Natsumi cekikikan dengan ekspresi Hiro yang ketakutan dengan tatapan mata Sara.
                                                .................................
Dua hari kemudian, mereka bertemu dengan Taiko, sepupu dekat Hiro, di sebuah cafe dipinggiran odaiba...
”Hiro-kun sudah cerita padaku apa yang terjadi... yah.. kasihan juga kamu, Natsu-chan,” senyum Taiko pada Natsumi.
Taiko perempuan yang 5 tahun lebih tua dari Hiro, sepupu dari ayahnya. Gaya nya seperti perempuan yang agak gothic. Malam itu dia memakai baju hitam-hitam dengan eye brow berwarna ungu gelap. Benar-benar cewek yang suka dandan ala misterius.
”Terima kasih, Taiko-san,” senyum Natsumi,”Tapi.. memang Hiro-kun sudah tunjukkan semuanya??”
Taiko tertawa ringan yang penuh misteri, ringan tapi dingin.
”hey cowok didepanku.. jangan kamu baca pikiranku ya... iseng,” tegur dan senyum Taiko ke Ryouji
Ryouji kaget, ternyata Taiko juga bisa membaca pikiran orang lain!
Hiro cekikikan centil, dia senang kalau Ryouji ada saingannya.
damn it,” keluh Ryouji. Taiko tertawa dingin.
”dan..kamu pasti cemburu pada Hiro-kun... iya kan, girl??,” Taiko menoleh pada Sara. Sara menjauhkan badannya sedikit dari Taiko. Cewek itu kembali tersenyum dingin.
Hiro sekali lagi hanya cekikikan melihat Sara juga diperlakukan aneh oleh sepupunya itu.
”Kemarikan telapak tangan kirimu, Natsumi-chan...,”
Taiko meminta Natsumi memberikan telapak tangan kirinya. Tangannya lalu berada di atas telapak tangan Natsumi dan dia diam berkonsentrasi, tetapi matanya sama sekali tidak terpejam.
”wah.. cewek ini lebih hebat dari Ta-kun,” kata hatinya Sara. Begitu juga dengan Ryouji.
”dia bisa lebih santai dari aku,” kata hatinya Takumi.

Tak berapa lama... Taiko melepaskan sentuhan tangannya dari Natsumi...
”ah.. memang terbilang berat loh,” katanya santai, memecah kesunyian.
”Lalu? Kita harus bagaimana??,” tanya Hiro, penasaran
Taiko memukul kepalanya Hiro,”Kamu mempunyai naga emas.. kenapa tidak dimanfaatkan?? Bodoh sekali sih jadi cowok,”
Hiro mengeluh,” masalahnya.. naga ku itu sangat sensitif.. masak dia tidak peduli mau teman atau musuh... kalau dia pikir menyakitiku.. akan dia kejar-kejar juga??”
”Itu karena kamu belum melatihnya.. kalau sudah kamu perkenalkan dengan teman-temanmu.. dia akan terbiasa, dasar bodoh,” balas Taiko.
Yang lain jadi ikut bersama-sama membalas,”Dasar Hiro-kun bodoh, hehe”, dengan kompak.

Taiko lalu menjelaskan, kalau roh jahat yang akan mereka hadapi adalah roh tertinggi yang ada di Nara. Mereka kaget, bagaimanapun juga, rasanya tidak ada bukit atau gunung untuk tempat roh itu tinggal, sebab mereka suka menetap disana.
”Bukan di gunung,” kata Taiko,”Tapi disebuah kuil”
What??,” kata mereka bersamaan.
”Kenapa bisa??,” tanya Takumi, dia keluar juga rasa penasarannya, padahal dia cowok yang ekspresinya paling datar dikelompok itu.
”dia bersembunyi dibalik simbol ketuhanan,” kata Taiko.
Mereka jadi serius mendengarkan perkataan Taiko. Taiko bercerita kalau roh jahat itu dulunya adalah roh dari seorang pendeta yang taat, kemudian dia ketika ingin mencapai tingkatan tertinggi, jiwa keabadian, justru ada roh jahat lain yang menggodanya dalam tapa nya mencari cahaya Tuhan. Roh itu menyamar sebagai Tuhan, dan pendeta taat itu pun tergoda juga. Roh jahat itu menawarkannya keabadian dengan cara meniduri seorang puteri dari seorang pendeta juga, yang puteri itu adalah titisan seorang Dewi. Demi sebuah keabadian yang semu, sang pendeta itu pun mengikuti syarat dari roh jahat yang dianggapnya Tuhan itu.
Ketika pada akhirnya, sang pendeta berhasil meniduri dan memperkosa puteri titisan Dewi kahyangan itu.. sang roh jahat muncul dengan wajah aslinya: iblis berwajah dua yang bertanduk api.

”Menyeramkan sekali.. lalu??,” potong Hiro. Wajah mereka serius menyimak cerita Taiko.
Taiko melanjutkan ceritanya,”Lalu.. sang pendeta itu tidak dapat menolak permintaan sang iblis.. dia sendiri sudah dikuasai hati dan pikirannya oleh iblis tersebut.. ”
”Aku sudah mengabulkan permintaanmu...,” kata sang pendeta terhadap suara itu.
Suara yang hanya terdiri dari cahaya berwarna merah dan biru itu lalu menjawab dengan warna suara yang berat, dingin dan menyeramkan, dia tertawa.
”Hahahaha! Kamu sudah mengabadikan dirimu sendiri...!,”
Sang pendeta itu wajahnya berbinar, senang, dia akan abadi, tak akan pernah mati, sehingga dia akan terus melakukan kebaikan dan kebenaran, padahal semua itu hanya tipuan belaka.
Dia lalu bersujud pada cahaya itu,” Terima kasih, Wahai Dewa.. aku akan dapat melakukan banyak kebaikan untuk dunia ini..”
Cahaya itu pun berubah... menjadi Iblis bertanduk merah menyala... bertanduk api.
Sang pendeta bangun dari sujudnya, lalu berdiri.
Iblis pun tertawa keras.
”Hahahahaha!! Pada akhirnya... aku bisa menjadikan kamu budakku!!”
Wajah sang pendeta sangat pucat, hampir seperti mayat, dia begitu rugi dengan perjanjiannya... ternyata keinginannya menjadi abadi untuk kebaikan hanyalah tipuan belaka.
”Ti.... Ti... Tidak mungkin!! Argh!!,” dia berteriak kencang sekali, menyesali dirinya. Dia sudah melakukan kejahatan dan terlibat perjanjian dengan iblis yang dulu malah menjadi musuhnya dan pernah dia taklukkan.

Sang Iblis masih tertawa terbahak-bahak. Gua itu tempat sang pendeta melakukan kejahatan karena menodai puteri titisan Dewi kahyangan, lalu berubah menjadi seperti api neraka.
Iblis masih tertawa terbahak-bahak... gua semakin panas..muncullah api dari balik dinding gua ... membara.. membakar dinding...
Sang pendeta berteriak-teriak kepanasan. Sementara Iblis terus tertawa.. menertawai orang itu yang sudah berhasil menjadi budaknya.
”HAHAHAHAHA!!! AKHIRNYA.. KAMU JADI BUDAKKU JUGA.. HAHAHA.. MANUSIA BODOH!!,”
Api akhirnya membakar tubuh sang pendeta, dia berteriak-teriak... satu persatu anggota badannya hangus.
”ARGHHHHHHHHHHHHH!!!!!!!!!!!!,” wajahnya hangus. Dia berteriak teriak kesakitan. Tetap sang Iblis tertawa keras.
”Kamu akan segera masuk dalam alam keabadian, hai sang pendeta!,”
”Aaaaaa.........,” kata sang pendeta itu, suaranya sudah sampai ditenggorokan, sebentar lagi dia mati dalam kesakitan dan kesengsaraan.
”Kamu tak ingin mati bukan?? Bersumpahlah demi aku,” senyum sang iblis.
”aku berjanji.. akan mencabut api ini dan kamu akan kembali seperti semula,”
Sang pendeta itu memang sudah hampir mati, satu nafas lagi keluar, dia akan mati. Dia jatuh, lalu mencoba bangun. Dengan merangkak, dia menghampiri Iblis yang berdiri di depannya.
Dia ingin menggapai Iblis itu.. tapi sepertinya jauh, padahal dekat sekali.
”Tolong... berikan aku kehidupan abadi.. aku.. mohon,”
”aku akan memberikannya,” senyum sang Iblis.
”dengan satu syarat...,” lanjutnya lagi

”aa...apa itu??,” tanya sang pendeta.
Tiba-tiba.. di depan sang pendeta terdapat sebuah belati yang melayang-layang.
Wajah pendeta itu kaget, apa maksud sang iblis.
”Kamu akan abadi.. jika kau tumpahkan darahmu sendiri,” senyum sang iblis.
”Ti... tidak mungkin...,” pendeta itu semakin kaget.. dia bunuh diri, berarti masuk neraka.
”Aku yang akan menjamin neraka mu,” senyum sang iblis lagi.
”Jika memang kau mau abadi.. aku hanya bisa menawarkan ini...,”
Iblis itu pelan-pelan menarik nyawa sang pendeta. Pendeta itu tercekik, semakin sakit lagi. Terus ditarik lagi, tercekik dan kesakitan lagi. Sakitnya sangat tidak tertahankan, seperti ditusuk ribuan belati, lalu disiramkan cuka dan garam. Dia terus mengerang kesakitan. Tapi Iblis terus membujuknya agar mengikuti caranya.

Akhirnya... pendeta itu menyerah juga.. dia mengambil belati tajam itu.. lalu dia tusukkan ke dadanya..
”ekhhh,” tusukan itu pun menghabiskan nyawanya.
Iblis tertawa terbahak- bahak.. dia menang untuk kedua kalinya.
Roh sang pendeta pun keluar.. Iblis langsung menariknya.
”Sekarang... kau sudah abadi,” senyum dingin sang Iblis lagi
Wajah roh pendeta itu bukan senang, tapi malah semakin ketakutan, berwarna hitam legam yang semasa hidupnya, kulitnya berwarna putih.
”Kau... sudah menipuku,” suaranya bergetar pada Iblis itu.. sama sekali tubuhnya tidak lagi menyatu dengan roh nya.. yang dimaksud dengan keabadian itu jelas, dia telah menjadi budak iblis. Hanya rasa sesal yang dia timbulkan.
”kau tidak bisa lagi masuk ke dalam nirwana (surga),” jawab Iblis.
”Untuk apa kau menyesal??? Roh mu tidak dapat kembali lagi masuk dalam tubuh kasarmu,”
Roh pendeta itu menangis.
”Untuk apa kau menangis? Apa dewa akan menolongmu??,” tanya Iblis itu.
”Tidak ada gunanya... kau akan lebih berguna jika ikut denganku,”
Roh pendeta itu menolak. Dia ingin kembali ke dunia... kemudian.. datanglah api dan membakar roh tersebut. Dia kembali menjerit-jerit kesakitan.. lalu... bola matanya berubah menjadi merah. Dia malah menyeringai.
Dalam penolakannya itu, ternyata masih ada nafsu yang mengurung rohnya... kemudian, nafsu itu tetap mengajak roh itu untuk tetap mengabdi pada Iblis. Akhirnya, roh pendeta itupun menjadi budak iblis.

”Mengertilah tentang dunia ini.. tidak ada yang abadi.. kau hanya tertipu oleh nyanyian doa mu yang hanya angan-angan kosong,” kata Iblis, masih meyakinkan roh pendeta yang sudah jahat itu.
”Kalau para dewa itu baik, tentunya aku sudah lebih dulu di nirwana bersama mereka.. tetapi.. mereka mengusirku ke neraka,” lanjut Iblis lagi.
Roh itu menyeringai, giginya yang rapi berubah bergerigi dan tajam. Bola matanya berubah menjadi merah dan seperti api menyala.
”Pergilah ke kuil... berikan rayuanmu pada para penyembah Dewa itu.. biarkan mereka mengikuti mu dalam kesombongan doa mereka,” kata sang Iblis.
Roh pendeta itu pun melayang pergi dari hadapan Iblis.

”Jadi begitu ceritanya??,” tanya Hiro.
Taiko mengangguk.
”Lalu.. kenapa dia kok bisa melakukan perjanjian dengan leluhur Natsu-chan??,” tanya Ryouji.
Taiko senyum pada cowok itu,”Kamu pasti bisa menebaknya...”
”Maksudmu... awalnya... salah seorang leluhur Natsu-chan ingin sekali menjadikan dirinya abadi dalam kebaikan??,” tanya Ryouji.
Taiko mengangguk,”hoka ni nani?? (apa lagi?)”
”Mengangumkan.. ternyata dalam niat dan perilaku kebaikan kita.. Iblis dan budaknya pun bisa menguasai juga,” kata Hiro. Dia berfikir serius.
”Aku lanjutkan lagi ceritanya,” ujar Taiko. Dia lalu bercerita kalau salahseorang leluhur Natsumi, sekitar 500-600 tahun yang lalu, seorang lelaki bernama Yujiro ingin sekali menjadi seorang yang baik dan selalu memperjuangkan kebenaran. Setiap hari, orang itu selalu berdoa ke kuil Tenjin, meminta kepada Dewa untuk dipanjangkan umurnya dan tetap berbuat kebaikan. Ternyata, suatu hari, ketika pulang, dia bertemu dengan Roh pendeta yang sudah menjadi budak Iblis itu. Dia terkesan dengan kebaikan sang pendeta tanpa dia ketahui kalau sebenarnya, dia adalah iblis. Ternyata, Yujiro bisa langsung akrab dengan pendeta budak iblis itu. Pendeta itu memberikannya banyak nasehat layaknya seorang yang baik, padahal sebenarnya, dia menanamkan bibit kesombongan dan juga bibit nafsu untuk menjadi abadi, hidup selamanya dan dia membujuk, jika dapat hidup abadi, maka dapat selamanya melakukan kebaikan.
Yujiro sangat mengangumi pendeta budak iblis itu. Dia pun menuruti segala langkah-langkahnya.

”sepertinya, leluhurmu itu memang tidak diharuskan untuk berbuat mesum demi menjadi abadi, Natsu-chan.. tapi disuruh membunuh,” kata Taiko
”Membunuh?? Membunuh siapa?,” tanya Natsumi, penasaran.
”Membunuh anak perempuannya.. lalu membunuh anak-anak perempuan yang lain,” senyum dingin Taiko.
”Membunuh demi sebuah keabadian?? Ckckck,” gumam Hiro
”Tidak mudah, Hiro-kun.. sebab dia juga membujuk para orangtua anak-anak perempuan itu, jika dapat menyerahkan anak-anak mereka pada Dewa, maka mereka akan masuk ke dalam nirwana secepatnya, tidak ada reinkarnasi,” ujar Taiko.
”sekte sesat.. tumbal,” kata Takumi
Taiko mengangguk,”Ya... lalu, ketika para penduduk tahu apa yang sebenarnya terjadi, mereka telah tertipu sekte itu... Yujiro pun di hukum.. dia dibakar dan tubuhnya dicincang... arwahnya telah mengalami perjanjian dengan Iblis”
”Lalu... apa berarti... karena Natsu-chan perempuan.. makanya roh pendeta Iblis itu menginginkannya??,” tanya Ryouji
Taiko mengangguk,”tapi bukan karena itu saja.. karena Natsu-chan yang paling sulit energi nya ditembus oleh Iblis itu... tidak dengan leluhur dia sebelumnya yang juga perempuan.. yang terlalu lemah dan akhirnya bisa dikuasai Iblis”
”kenapa nenekku atau ibuku tidak menjadi tumbal??,” tanya Natsumi
”Karena nenekmu dan ibu mu sama sekali bukan seorang indigo,” senyum Taiko pada Natsumi

Rasanya, Natsumi ingin menangis, matanya sudah mulai berlinang. Sara memeluknya dengan lembut, menenangkannya, kalau mereka adalah temannya dan bersedia membantu.
”Kita sudah tidak punya waktu lagi.. jangan sampai purnama berikutnya berlalu,” kata Taiko.
”jadi harus bagaimana??,” tanya Ryouji
Taiko membuka handphone nya.. dia lalu melihat aplikasi kapan bulan akan fullmoon alias purnama.
”tanggal 2 kalender matahari... ,” ujar Taiko
”What??itu kan bertepatan dengan ujian kita... aduh!,” Hiro menepuk dahinya.
”hari terakhir ujian.. kita tidak punya waktu lagi... ,” ujar Takumi.
Yang lain mengangguk saja.
”Tapi... itu purnama hari ke 13.. kalian masih punya waktu ke 14 dan 15... kekuatan pendeta iblis dan juga leluhur mu yang telah menjadi budak itu.. memuncak di waktu ke 14,” kata Taiko.
”Mana bisa kalau begitu kita abaikan hari ke 13 itu?? Begitu kita selesai ujian.. kita harus lekas pergi ke Nara,” ujar Hiro.
Yang lain mengangguk lagi.
”Kalian bisa temui para arwah jahat itu di kuil yang sama... ,” kata Taiko
”Baik,” angguk mereka bersamaan.
                                                ...................................
Hari-hari berlalu, saatnya mereka mendekati ujian.. mereka berkumpul untuk membicarakan langkah apa yang bisa dilakukan ketika siang sehabis ujian.. seperti biasa, markas mereka adalah taman sekolah..
”Jadi... strategi apa yang mau dibuat nih??,” kata Hiro kepada Ryouji. Biasanya memang Ryouji yang suka banget dengan hal-hal berbau analisis.
”Kita tetap akan pergi sore hari dan sampai disana pas malam hari.. ke Tenjin,” kata Ryouji membuka pembicaraan. Yang lain semua mengangguk.
”Aku akan siapkan tiket online.. jadi enggak usah susah pesan sana-sini.. langsung kita bisa berangkat pas selesai ujian.. jadi.. enggak pulang dulu ke rumah.. ijin semuanya pagi-pagi pada orangtua.. aku bilang, aku mau liburan dengan kalian ke Nara dan orangtuaku menyetujuinya,” kata Hiro.
”Yang bayar tiket siapa??,” Ryouji nyengir kuda.
”Aku, ah!,” Hiro langsung sigap menjawab dan memukul kepala Ryouji. Anak itu mengeluh.
”Lanjut..,” kata Takumi
Ryouji pun melanjutkan rencananya,” Begini... nanti sesampai disana, yang jelas, kita harus minta ijin dulu dengan kepala biara kuil... bilang saja, kita mau ujian kita sukses”
Yang lain mengangguk.
”Lalu..aku akan mencoba memasuki pikirannya.. apakah dia bisa aku acak atau tidak.. kalau tidak bisa.. aku punya plan B.. kita katakan saja kita butuh sejarah tentang kuil ini dan dongeng sejarah masa lalu kalau kuil ini ada Iblis yang mengajak orang baik dalam kejahatan.. pokoknya tentang mitos deh.. biar lama-lama dia akan menjelaskan sendiri..”
”lalu... barulah kalau kita dapatkan lorong itu... maka yang masuk adalah Hiro-kun, Saracchi dan Natsu-chan,”

Hiro bergumam, dia bertanya, untuk apa Natsumi ikut masuk dalam lorong itu, berbahaya, sebab sebenarnya dialah yang jadi sasaran.
”Pemancing,” jawab Ryouji,” kalau mereka terpancing... Natsu-chan harus segera keluar dari situ”
”Tidak semudah itu, Ryou-kun,” potong Takumi
”dalam lorong waktu, bisa saja terjadi perbedaan waktu, dan ini akan memakan partikel disekeliling tubuh Natsu-chan dan kemungkinan bisa lebih mempercepat atau memperlambat Natsu-chan kembali bersama kita”
”Memang seperti itu resikonya.. tapi kan ada Hiro-kun... dan .. gunakan Naga emasmu itu... jangan kamu diamkan saja,” Ryouji gantian memukul kepala Hiro.
Natsumi hanya cekikikan saja melihat itu.
”Oh dan kamu lagi, Hiro-kun.. kamu harus membuka mata ke-3 kita semua,” lanjut Ryouji lagi
Hiro mengelus kepalanya yang kesakitan dipukul Ryouji dan kaget,”Apa?? Kalian nanti bisa ketakutan dan kabur kalau lihat bentuk mereka dan mereka banyak sekali!”
”Apa Saracchi kuat kalau lihat hantu?? Nanti dia pingsan.. aku yang repot...Chu!,” mendadak dia mendekat pada pacarnya itu dan mencium pipinya
”Plak!,” pipi kiri Hiro ditampar Sara. Yang lain kompak tertawa.
”Kebiasaanmu.. sedang serius tetap saja tidak pernah serius,” Ryouji memukul kepalanya lagi.

”Yang jelas, kamu harus buka mata kita semua... dan Saracchi.. kita harap, kamu enggak takut sama wajah dan bentuk para hantu itu.. ini penting karena sebenarnya kamu tidak jauh beda dengan Hiro-kun.. kamu bisa melawan hantu dan energi mu lebih besar dari dia,” lanjut Ryouji.
”itu sebabnya kalian cocok,”
Hiro merangkul Sara dengan manis, merayu,”dia kan cinta matiku.. jadi, makanya cocok.. iya kan sayang??”
Sara kesal dengan kelakuan Hiro yang memang genit banget, padahal suasana sedang serius habis-habisan.
”Lanjut deh...,” kata Takumi,”Kamu jangan sampai takut hantu, Sara-chan.. kita kan mengandalkanmu.. supaya kamu bisa mengawal Natsu-chan”
”Benar,” timpal Ryouji,”aku dan Ta-kun akan berada di luar lorong... Ta-kun sendiri nanti bertugas mengawasi dan mengobrol bersama dengan para biara dan juga kepala kuil..dan aku mengawasi kalian.. jika aku berhasil memperngaruhi ketua biara.. maka kalau dia memiliki sebuah ilmu tinggi seperti Matsuoka-san itu.. kita akan tarik dia dalam lorong waktu itu”
”Matsuoka-san itu arwah, Ryouji-kun.. bukan manusia lagi.. haaaahh.. andai ada manusia seperti dia.. pekerjaan kita akan cepat selesai,” keluh Hiro.
”ah.. sudahlah.. pokoknya kita jalankan dulu rencana ini,” kata Ryouji.
Mereka semua mengangguk, lalu menyatukan telapak tangan mereka.
”Yosh.. Berhasil!!!,” teriak mereka.
Waktu berlalu... sampai ujian pun tiba........

Bersambung ke part 6..........