Lee Minho sebagai Matsuo Masahiro aka Hiro
Tatsuya Fujiwara sebagai Ryouji Matsuyama aka Ryo
Shun Oguri sebagai Takumi Ishimaru aka Taku
Cerita ini hanya imajinasi belaka.. jangan terlalu
dimasukkan ke hati..
”hieeh?? Waktu kita semakin dekat
saja..gimana ini??,” kata Sara pada Hiro dan Taku yang sedang bermain di rumah
Takumi.
”misteri belum terpecahkan.. kenapa
Natsumi yang lahir dimusim dingin bernama Natsu, panas...dan apa yang terjadi
dengan leluhurnya,” ujar Hiro sambil memegang dagu dan mengelus dagunya
sendiri, berjalan bolak-balik di kamar Taku.
”Hiro kun.. kamu bolak balik begitu
seperti setrikaan deh..,” keluh Sara. Hiro memang kalau berpikir suka sok tua,
walau kadang lebih banyak asalnya yang membuat Sara kadang bete dengan dia.
Dia lalu duduk tenang, tapi masih berfikir
dan mengelus dagunya. Sara cuma melihat tampang serius pacarnya itu dengan agak
aneh.
”aku enggak bisa menyelidiki.. tampaknya
perjanjian leluhurnya dengan setan lebih jauh waktunya dari yang kita
bayangkan, Hiro kun,” kata Taku.
Hiro menoleh pada Taku,”kamu yakin?? Yang
aku herankan itu.... kita sudah menghadapi sepasang setan di lukisan ternyata
belum selesai, lalu kita hadapi setan berkepala saja.. belum juga selesai.. terakhir aku dan Sara cchi
hadapi juga setan berwajah dua juga belum selesai juga.. apa leluhur Natsu chan
segila itu berinteraksi dengan dunia perjanjian dengan setan??,”
”mungkin saja..dan kamu tahu kan?? Aku
hanya bisa menyelidiki sampai lukisan itu saja,” jawab Taku serius juga.
”ya..aku faham..kita butuh orang dengan clairvoyage lebih kuat dari kamu..,”
kata Hiro lagi.
”siapa?,” tanya Sara
”sepupu ku yang cewek,” senyum Hiro,
menoleh pada Sara
”kamu kalau ngomong cewek kok matamu
berbinar banget sih, Hiro kun,” kata Taku polos, padahal sebenarnya dia tidak
mau kalau Sara, sepupunya itu akan cemburu berat.
Sara langsung cemberut, dia tidak mau
kalau Hiro kumat lagi jadi playboynya.
Hiro merangkul pacarnya itu,”shinpai shinaide (jangan khawatir),
sayang... aku gak akan genit lagi”, malah nekad cium Sara secepat kilat di
depan Taku.
Takumi langsung menarik wajah Hiro dengan
telapak tangannya,”kebiasaanmu gak kenal tempat.. main cium saja”
Hiro cengengesan,”supaya dia enggak
cemburu.. tenang saja, Sara chhi sayangku.. sepupu ku ini sudah menikah kok..,”
”yakin??,” tanya Sara dengan mata tajam.
Hiro cengengesan, takut dengan tatapan
mata Sara,”beneran kok, sayang... hehe”.
Sara mengacungkan kepalan tangannya. Takumi
tertawa, dia tahu kalau sepupunya gak segan berantem sama pacar sendiri kalau
ketahuan Hiro mulai genitnya.
”jadi gimana?? Kamu harus hubungi sepupu
mu itu loh.. jangan sampai kita kalah dengan waktu,” kata Takumi
Hiro mengangguk, berjanji akan segera
menghubunginya.
....................................
Natsumi dirumah neneknya termenung saja,
sebentar lagi, kurang dari satu bulan, dia akan meninggalkan sahabat-sahabat
dan pacarnya.
”kenapa aku begini sih?? Kenapa orangtuaku
membuang aku??,” katanya dengan wajah sendu. Dia memang diurus nenek dan
kakeknya sedari kecil, sementara orangtuanya di kota lain.
Ryouji mengirimkannya sebuah sms kalau
mereka sedang kumpul di rumah Ryouji dan karena dekat, berharap Natsumi datang
ke rumahnya. Natsumi langsung pamit pada neneknya dan sampai di rumah Ryouji.
”kita harus ngobrol tentang pergi ke Osaka
dan Nara,”kata Ryouji membuka pembicaraan, wajahnya langsung serius, sebab
waktu tidak akan lama lagi, sehabis ujian Natsumi langsung harus pindah.
Wajah Natsumi langsung muram, dia sangat
tidak ingin berpisah dengan teman-temannya.
Sara mendekat pada Natsumi,” tenang saja,
Natsu-chan.. kita tidak akan
tinggalkan kamu kok.. tapi untuk yang satu ini.. kasusnya harus kita
selesaikan... kami enggak mau kamu jadi korban kejahatan roh jahat itu”
Yang lain ikut mengangguk.
”Kami akan tetap pergi ke sana.. aku sudah
hubungi sepupuku, Taiko,” kata Hiro. Dia menunjukkan hasil komunikasinya lewat messenjer dengan sepupunya itu
dan menyanggupi dalam 2 hari ke depan akan bertemu langsung dengan mereka.
”kalau tidak cepat.. kita sedang berpacu
dengan waktu... kamu sudah tidak lemas lagi kan.. kalau menjelang bulan
purnama??,” tanya Ryouji pada Natsumi.
Natsumi menggeleng, dia katakan kalau dia
sudah sehat dan biasa saja.
”Berarti waktu itu memang karena pengaruh
sepasang hantu itu,” kata Hiro.
”kalian semua harus ikut denganku untuk
ngobrol dengan Taiko ini.. dia asik kok.. ,” lanjutnya lagi, mengerling pada
semuanya.
Sara langsung melihatnya dengan tatapan
mata yang dingin, auranya langsung seperti es yang beku di kutub selatan.
Taku dan Natsumi cekikikan dengan ekspresi
Hiro yang ketakutan dengan tatapan mata Sara.
.................................
Dua hari kemudian, mereka bertemu dengan
Taiko, sepupu dekat Hiro, di sebuah cafe dipinggiran odaiba...
”Hiro-kun sudah cerita padaku apa yang
terjadi... yah.. kasihan juga kamu, Natsu-chan,” senyum Taiko pada Natsumi.
Taiko perempuan yang 5 tahun lebih tua
dari Hiro, sepupu dari ayahnya. Gaya nya seperti perempuan yang agak gothic.
Malam itu dia memakai baju hitam-hitam dengan eye brow berwarna ungu gelap.
Benar-benar cewek yang suka dandan ala misterius.
”Terima kasih, Taiko-san,” senyum
Natsumi,”Tapi.. memang Hiro-kun sudah tunjukkan semuanya??”
Taiko tertawa ringan yang penuh misteri,
ringan tapi dingin.
”hey cowok didepanku.. jangan kamu baca
pikiranku ya... iseng,” tegur dan senyum Taiko ke Ryouji
Ryouji kaget, ternyata Taiko juga bisa
membaca pikiran orang lain!
Hiro cekikikan centil, dia senang kalau
Ryouji ada saingannya.
”damn
it,” keluh Ryouji. Taiko tertawa dingin.
”dan..kamu pasti cemburu pada Hiro-kun...
iya kan, girl??,” Taiko menoleh pada Sara. Sara menjauhkan badannya sedikit dari Taiko. Cewek
itu kembali tersenyum dingin.
Hiro sekali lagi hanya cekikikan melihat
Sara juga diperlakukan aneh oleh sepupunya itu.
”Kemarikan telapak tangan kirimu,
Natsumi-chan...,”
Taiko meminta Natsumi memberikan telapak
tangan kirinya. Tangannya
lalu berada di atas telapak tangan Natsumi dan dia diam berkonsentrasi, tetapi
matanya sama sekali tidak terpejam.
”wah.. cewek ini lebih hebat dari Ta-kun,”
kata hatinya Sara. Begitu juga dengan Ryouji.
”dia bisa lebih santai dari aku,” kata
hatinya Takumi.
Tak berapa lama... Taiko melepaskan
sentuhan tangannya dari Natsumi...
”ah.. memang terbilang berat loh,” katanya
santai, memecah kesunyian.
”Lalu? Kita harus bagaimana??,” tanya
Hiro, penasaran
Taiko memukul kepalanya Hiro,”Kamu
mempunyai naga emas.. kenapa tidak dimanfaatkan?? Bodoh sekali sih jadi cowok,”
Hiro mengeluh,” masalahnya.. naga ku itu
sangat sensitif.. masak dia tidak peduli mau teman atau musuh... kalau dia
pikir menyakitiku.. akan dia
kejar-kejar juga??”
”Itu karena kamu belum melatihnya.. kalau
sudah kamu perkenalkan dengan teman-temanmu.. dia akan terbiasa, dasar bodoh,”
balas Taiko.
Yang lain jadi ikut bersama-sama
membalas,”Dasar Hiro-kun bodoh, hehe”, dengan kompak.
Taiko lalu menjelaskan, kalau roh jahat
yang akan mereka hadapi adalah roh tertinggi yang ada di Nara. Mereka kaget,
bagaimanapun juga, rasanya tidak ada bukit atau gunung untuk tempat roh itu
tinggal, sebab mereka suka menetap disana.
”Bukan di gunung,” kata Taiko,”Tapi
disebuah kuil”
”What??,”
kata mereka bersamaan.
”Kenapa bisa??,” tanya Takumi, dia keluar
juga rasa penasarannya, padahal dia cowok yang ekspresinya paling datar dikelompok
itu.
”dia bersembunyi dibalik simbol
ketuhanan,” kata Taiko.
Mereka jadi serius mendengarkan perkataan
Taiko. Taiko bercerita kalau roh jahat itu dulunya adalah roh dari seorang
pendeta yang taat, kemudian dia ketika ingin mencapai tingkatan tertinggi, jiwa
keabadian, justru ada roh jahat lain yang menggodanya dalam tapa nya mencari
cahaya Tuhan. Roh itu menyamar sebagai Tuhan, dan pendeta taat itu pun tergoda
juga. Roh jahat itu menawarkannya keabadian dengan cara meniduri seorang puteri
dari seorang pendeta juga, yang puteri itu adalah titisan seorang Dewi. Demi
sebuah keabadian yang semu, sang pendeta itu pun mengikuti syarat dari roh
jahat yang dianggapnya Tuhan itu.
Ketika pada akhirnya, sang pendeta
berhasil meniduri dan memperkosa puteri titisan Dewi kahyangan itu.. sang roh
jahat muncul dengan wajah aslinya: iblis berwajah dua yang bertanduk api.
”Menyeramkan sekali.. lalu??,” potong
Hiro. Wajah mereka serius menyimak cerita Taiko.
Taiko melanjutkan ceritanya,”Lalu.. sang
pendeta itu tidak dapat menolak permintaan sang iblis.. dia sendiri sudah
dikuasai hati dan pikirannya oleh iblis tersebut.. ”
”Aku sudah mengabulkan permintaanmu...,”
kata sang pendeta terhadap suara itu.
Suara yang hanya terdiri dari cahaya
berwarna merah dan biru itu lalu menjawab dengan warna suara yang berat, dingin
dan menyeramkan, dia tertawa.
”Hahahaha! Kamu sudah mengabadikan dirimu
sendiri...!,”
Sang pendeta itu wajahnya berbinar,
senang, dia akan abadi, tak akan pernah mati, sehingga dia akan terus melakukan
kebaikan dan kebenaran, padahal semua itu hanya tipuan belaka.
Dia lalu bersujud pada cahaya itu,” Terima
kasih, Wahai Dewa.. aku akan
dapat melakukan banyak kebaikan untuk dunia ini..”
Cahaya itu pun berubah... menjadi Iblis
bertanduk merah menyala... bertanduk api.
Sang pendeta bangun dari sujudnya, lalu
berdiri.
Iblis pun tertawa keras.
”Hahahahaha!! Pada akhirnya... aku bisa menjadikan kamu
budakku!!”
Wajah sang pendeta sangat pucat, hampir
seperti mayat, dia begitu rugi dengan perjanjiannya... ternyata keinginannya
menjadi abadi untuk kebaikan hanyalah tipuan belaka.
”Ti.... Ti... Tidak mungkin!! Argh!!,” dia
berteriak kencang sekali, menyesali dirinya. Dia sudah melakukan kejahatan dan
terlibat perjanjian dengan iblis yang dulu malah menjadi musuhnya dan pernah
dia taklukkan.
Sang Iblis masih tertawa terbahak-bahak.
Gua itu tempat sang pendeta melakukan kejahatan karena menodai puteri titisan
Dewi kahyangan, lalu berubah menjadi seperti api neraka.
Iblis masih tertawa terbahak-bahak... gua
semakin panas..muncullah api dari balik dinding gua ... membara.. membakar
dinding...
Sang pendeta berteriak-teriak kepanasan.
Sementara Iblis terus tertawa.. menertawai orang itu yang sudah berhasil
menjadi budaknya.
”HAHAHAHAHA!!! AKHIRNYA.. KAMU JADI
BUDAKKU JUGA.. HAHAHA.. MANUSIA BODOH!!,”
Api akhirnya membakar tubuh sang pendeta,
dia berteriak-teriak... satu persatu anggota badannya hangus.
”ARGHHHHHHHHHHHHH!!!!!!!!!!!!,” wajahnya
hangus. Dia berteriak teriak kesakitan. Tetap sang Iblis tertawa keras.
”Kamu akan segera masuk dalam alam
keabadian, hai sang pendeta!,”
”Aaaaaa.........,” kata sang pendeta itu,
suaranya sudah sampai ditenggorokan, sebentar lagi dia mati dalam kesakitan dan
kesengsaraan.
”Kamu tak ingin mati bukan?? Bersumpahlah
demi aku,” senyum sang iblis.
”aku berjanji.. akan mencabut api ini dan
kamu akan kembali seperti semula,”
Sang pendeta itu memang sudah hampir mati,
satu nafas lagi keluar, dia akan mati. Dia jatuh, lalu mencoba bangun. Dengan
merangkak, dia menghampiri Iblis yang berdiri di depannya.
Dia ingin menggapai Iblis itu.. tapi
sepertinya jauh, padahal dekat sekali.
”Tolong... berikan aku kehidupan abadi.. aku..
mohon,”
”aku akan memberikannya,” senyum sang
Iblis.
”dengan satu syarat...,” lanjutnya lagi
”aa...apa itu??,” tanya sang pendeta.
Tiba-tiba.. di depan sang pendeta terdapat
sebuah belati yang melayang-layang.
Wajah pendeta itu kaget, apa maksud sang
iblis.
”Kamu akan abadi.. jika kau tumpahkan
darahmu sendiri,” senyum sang iblis.
”Ti... tidak mungkin...,” pendeta itu
semakin kaget.. dia bunuh diri, berarti masuk neraka.
”Aku yang akan menjamin neraka mu,” senyum
sang iblis lagi.
”Jika memang kau mau abadi.. aku hanya
bisa menawarkan ini...,”
Iblis itu pelan-pelan menarik nyawa sang
pendeta. Pendeta itu tercekik, semakin sakit lagi. Terus ditarik lagi, tercekik
dan kesakitan lagi. Sakitnya sangat tidak tertahankan, seperti ditusuk ribuan
belati, lalu disiramkan cuka dan garam. Dia terus mengerang kesakitan. Tapi
Iblis terus membujuknya agar mengikuti caranya.
Akhirnya... pendeta itu menyerah juga..
dia mengambil belati tajam itu.. lalu dia tusukkan ke dadanya..
”ekhhh,” tusukan itu pun menghabiskan
nyawanya.
Iblis tertawa terbahak- bahak.. dia menang
untuk kedua kalinya.
Roh sang pendeta pun keluar.. Iblis
langsung menariknya.
”Sekarang... kau sudah abadi,” senyum
dingin sang Iblis lagi
Wajah roh pendeta itu bukan senang, tapi
malah semakin ketakutan, berwarna hitam legam yang semasa hidupnya, kulitnya
berwarna putih.
”Kau... sudah menipuku,” suaranya bergetar
pada Iblis itu.. sama sekali tubuhnya tidak lagi menyatu dengan roh nya.. yang
dimaksud dengan keabadian itu jelas, dia telah menjadi budak iblis. Hanya rasa
sesal yang dia timbulkan.
”kau tidak bisa lagi masuk ke dalam
nirwana (surga),” jawab Iblis.
”Untuk apa kau menyesal??? Roh mu tidak
dapat kembali lagi masuk dalam tubuh kasarmu,”
Roh pendeta itu menangis.
”Untuk apa kau menangis? Apa dewa akan menolongmu??,” tanya Iblis
itu.
”Tidak ada gunanya... kau akan lebih
berguna jika ikut denganku,”
Roh pendeta itu menolak. Dia ingin kembali
ke dunia... kemudian.. datanglah api dan membakar roh tersebut. Dia kembali
menjerit-jerit kesakitan.. lalu... bola matanya berubah menjadi merah. Dia
malah menyeringai.
Dalam penolakannya itu, ternyata masih ada
nafsu yang mengurung rohnya... kemudian, nafsu itu tetap mengajak roh itu untuk
tetap mengabdi pada Iblis. Akhirnya, roh pendeta itupun menjadi budak iblis.
”Mengertilah tentang dunia ini.. tidak ada
yang abadi.. kau hanya tertipu oleh nyanyian doa mu yang hanya angan-angan
kosong,” kata Iblis, masih meyakinkan roh pendeta yang sudah jahat itu.
”Kalau para dewa itu baik, tentunya aku
sudah lebih dulu di nirwana bersama mereka.. tetapi.. mereka mengusirku ke
neraka,” lanjut Iblis lagi.
Roh itu menyeringai, giginya yang rapi
berubah bergerigi dan tajam. Bola matanya berubah menjadi merah dan seperti api
menyala.
”Pergilah ke kuil... berikan rayuanmu pada
para penyembah Dewa itu.. biarkan mereka mengikuti mu dalam kesombongan doa
mereka,” kata sang Iblis.
Roh pendeta itu pun melayang pergi dari
hadapan Iblis.
”Jadi begitu ceritanya??,” tanya Hiro.
Taiko mengangguk.
”Lalu.. kenapa dia kok bisa melakukan
perjanjian dengan leluhur Natsu-chan??,” tanya Ryouji.
Taiko senyum pada cowok itu,”Kamu pasti
bisa menebaknya...”
”Maksudmu... awalnya... salah seorang
leluhur Natsu-chan ingin sekali menjadikan dirinya abadi dalam kebaikan??,”
tanya Ryouji.
Taiko mengangguk,”hoka ni nani?? (apa
lagi?)”
”Mengangumkan.. ternyata dalam niat dan
perilaku kebaikan kita.. Iblis dan budaknya pun bisa menguasai juga,” kata
Hiro. Dia berfikir serius.
”Aku lanjutkan lagi ceritanya,” ujar
Taiko. Dia lalu bercerita kalau salahseorang leluhur Natsumi, sekitar 500-600
tahun yang lalu, seorang lelaki bernama Yujiro ingin sekali menjadi seorang
yang baik dan selalu memperjuangkan kebenaran. Setiap hari, orang itu selalu
berdoa ke kuil Tenjin, meminta kepada Dewa untuk dipanjangkan umurnya dan tetap
berbuat kebaikan. Ternyata, suatu hari, ketika pulang, dia bertemu dengan Roh
pendeta yang sudah menjadi budak Iblis itu. Dia terkesan dengan kebaikan sang
pendeta tanpa dia ketahui kalau sebenarnya, dia adalah iblis. Ternyata, Yujiro
bisa langsung akrab dengan pendeta budak iblis itu. Pendeta itu memberikannya
banyak nasehat layaknya seorang yang baik, padahal sebenarnya, dia menanamkan
bibit kesombongan dan juga bibit nafsu untuk menjadi abadi, hidup selamanya dan
dia membujuk, jika dapat hidup abadi, maka dapat selamanya melakukan kebaikan.
Yujiro sangat mengangumi pendeta budak
iblis itu. Dia pun menuruti
segala langkah-langkahnya.
”sepertinya, leluhurmu itu memang tidak
diharuskan untuk berbuat mesum demi menjadi abadi, Natsu-chan.. tapi disuruh
membunuh,” kata Taiko
”Membunuh?? Membunuh siapa?,” tanya
Natsumi, penasaran.
”Membunuh anak perempuannya.. lalu
membunuh anak-anak perempuan yang lain,” senyum dingin Taiko.
”Membunuh demi sebuah keabadian?? Ckckck,”
gumam Hiro
”Tidak mudah, Hiro-kun.. sebab dia juga
membujuk para orangtua anak-anak perempuan itu, jika dapat menyerahkan
anak-anak mereka pada Dewa, maka mereka akan masuk ke dalam nirwana secepatnya,
tidak ada reinkarnasi,” ujar Taiko.
”sekte sesat.. tumbal,” kata Takumi
Taiko mengangguk,”Ya... lalu, ketika para
penduduk tahu apa yang sebenarnya terjadi, mereka telah tertipu sekte itu...
Yujiro pun di hukum.. dia dibakar
dan tubuhnya dicincang... arwahnya telah mengalami perjanjian dengan Iblis”
”Lalu... apa berarti... karena Natsu-chan
perempuan.. makanya roh
pendeta Iblis itu menginginkannya??,” tanya Ryouji
Taiko mengangguk,”tapi bukan karena itu
saja.. karena Natsu-chan yang paling sulit energi nya ditembus oleh Iblis
itu... tidak dengan leluhur dia sebelumnya yang juga perempuan.. yang terlalu
lemah dan akhirnya bisa dikuasai Iblis”
”kenapa nenekku atau ibuku tidak menjadi
tumbal??,” tanya Natsumi
”Karena nenekmu dan ibu mu sama sekali
bukan seorang indigo,” senyum Taiko pada Natsumi
Rasanya, Natsumi ingin menangis, matanya
sudah mulai berlinang. Sara memeluknya dengan lembut, menenangkannya, kalau
mereka adalah temannya dan bersedia membantu.
”Kita sudah tidak punya waktu lagi..
jangan sampai purnama berikutnya berlalu,” kata Taiko.
”jadi harus bagaimana??,” tanya Ryouji
Taiko membuka handphone nya.. dia lalu
melihat aplikasi kapan bulan akan fullmoon alias purnama.
”tanggal 2 kalender matahari... ,” ujar
Taiko
”What??itu kan bertepatan dengan ujian
kita... aduh!,” Hiro menepuk dahinya.
”hari terakhir ujian.. kita tidak punya
waktu lagi... ,” ujar Takumi.
Yang lain mengangguk saja.
”Tapi... itu purnama hari ke 13.. kalian masih punya waktu ke 14 dan 15... kekuatan
pendeta iblis dan juga leluhur mu yang telah menjadi budak itu.. memuncak di waktu ke 14,” kata Taiko.
”Mana bisa kalau begitu kita abaikan hari
ke 13 itu?? Begitu kita selesai ujian.. kita harus lekas pergi ke Nara,” ujar Hiro.
Yang lain mengangguk lagi.
”Kalian bisa temui para arwah jahat itu di
kuil yang sama... ,” kata Taiko
”Baik,” angguk mereka bersamaan.
...................................
Hari-hari berlalu, saatnya mereka
mendekati ujian.. mereka berkumpul untuk membicarakan langkah apa yang bisa
dilakukan ketika siang sehabis ujian.. seperti biasa, markas mereka adalah
taman sekolah..
”Jadi... strategi apa yang mau dibuat
nih??,” kata Hiro kepada Ryouji. Biasanya memang Ryouji yang suka banget dengan
hal-hal berbau analisis.
”Kita tetap akan pergi sore hari dan
sampai disana pas malam hari.. ke Tenjin,” kata Ryouji membuka pembicaraan.
Yang lain semua mengangguk.
”Aku akan siapkan tiket online.. jadi enggak usah susah pesan
sana-sini.. langsung kita bisa berangkat pas selesai ujian.. jadi.. enggak
pulang dulu ke rumah.. ijin semuanya pagi-pagi pada orangtua.. aku bilang, aku
mau liburan dengan kalian ke Nara dan orangtuaku menyetujuinya,” kata Hiro.
”Yang bayar tiket siapa??,” Ryouji nyengir
kuda.
”Aku, ah!,” Hiro langsung sigap menjawab
dan memukul kepala Ryouji. Anak
itu mengeluh.
”Lanjut..,” kata Takumi
Ryouji pun melanjutkan rencananya,”
Begini... nanti sesampai disana, yang jelas, kita harus minta ijin dulu dengan
kepala biara kuil... bilang saja, kita mau ujian kita sukses”
Yang lain mengangguk.
”Lalu..aku akan mencoba memasuki
pikirannya.. apakah dia bisa
aku acak atau tidak.. kalau tidak bisa.. aku punya plan B.. kita katakan saja
kita butuh sejarah tentang kuil ini dan dongeng sejarah masa lalu kalau kuil
ini ada Iblis yang mengajak orang baik dalam kejahatan.. pokoknya tentang mitos
deh.. biar lama-lama dia akan menjelaskan sendiri..”
”lalu... barulah kalau kita dapatkan
lorong itu... maka yang masuk adalah Hiro-kun, Saracchi dan Natsu-chan,”
Hiro bergumam, dia bertanya, untuk apa
Natsumi ikut masuk dalam lorong itu, berbahaya, sebab sebenarnya dialah yang
jadi sasaran.
”Pemancing,” jawab Ryouji,” kalau mereka
terpancing... Natsu-chan
harus segera keluar dari situ”
”Tidak semudah itu, Ryou-kun,” potong
Takumi
”dalam lorong waktu, bisa saja terjadi
perbedaan waktu, dan ini akan memakan partikel disekeliling tubuh Natsu-chan
dan kemungkinan bisa lebih mempercepat atau memperlambat Natsu-chan kembali
bersama kita”
”Memang seperti itu resikonya.. tapi kan
ada Hiro-kun... dan .. gunakan Naga emasmu itu... jangan kamu diamkan saja,”
Ryouji gantian memukul kepala Hiro.
Natsumi hanya cekikikan saja melihat itu.
”Oh dan kamu lagi, Hiro-kun.. kamu harus
membuka mata ke-3 kita semua,” lanjut Ryouji lagi
Hiro mengelus kepalanya yang kesakitan
dipukul Ryouji dan kaget,”Apa?? Kalian nanti bisa ketakutan dan kabur kalau lihat bentuk mereka dan mereka
banyak sekali!”
”Apa Saracchi kuat kalau lihat hantu?? Nanti
dia pingsan.. aku yang repot...Chu!,” mendadak dia mendekat pada pacarnya itu
dan mencium pipinya
”Plak!,” pipi kiri Hiro ditampar Sara. Yang
lain kompak tertawa.
”Kebiasaanmu.. sedang serius tetap saja
tidak pernah serius,” Ryouji memukul kepalanya lagi.
”Yang jelas, kamu harus buka mata kita
semua... dan Saracchi.. kita harap, kamu enggak takut sama wajah dan bentuk
para hantu itu.. ini penting
karena sebenarnya kamu tidak jauh beda dengan Hiro-kun.. kamu bisa melawan
hantu dan energi mu lebih besar dari dia,” lanjut Ryouji.
”itu sebabnya kalian cocok,”
Hiro merangkul Sara dengan manis,
merayu,”dia kan cinta matiku.. jadi, makanya cocok.. iya kan sayang??”
Sara kesal dengan kelakuan Hiro yang
memang genit banget, padahal suasana sedang serius habis-habisan.
”Lanjut deh...,” kata Takumi,”Kamu jangan
sampai takut hantu, Sara-chan.. kita kan mengandalkanmu.. supaya kamu bisa mengawal Natsu-chan”
”Benar,” timpal Ryouji,”aku dan Ta-kun
akan berada di luar lorong... Ta-kun sendiri nanti bertugas mengawasi dan
mengobrol bersama dengan para biara dan juga kepala kuil..dan aku mengawasi
kalian.. jika aku berhasil memperngaruhi ketua biara.. maka kalau dia memiliki
sebuah ilmu tinggi seperti Matsuoka-san itu.. kita akan tarik dia dalam lorong waktu itu”
”Matsuoka-san itu arwah, Ryouji-kun.. bukan
manusia lagi.. haaaahh.. andai ada manusia seperti dia.. pekerjaan kita akan
cepat selesai,” keluh Hiro.
”ah.. sudahlah.. pokoknya kita jalankan
dulu rencana ini,” kata Ryouji.
Mereka semua mengangguk, lalu menyatukan
telapak tangan mereka.
”Yosh.. Berhasil!!!,” teriak mereka.
Waktu berlalu... sampai ujian pun
tiba........
Bersambung ke part 6..........