Yang kau bawa hanya senandung angin dari seberang samudera..
Tak ayal hanya imajinasi bayangmu yang ada..
Tersisa di butiran sungai bermuara dimata..
Sampai kita tak tahu kedua tangan berpegang pada bayangan..
Tak ayal hanya imajinasi bayangmu yang ada..
Tersisa di butiran sungai bermuara dimata..
Sampai kita tak tahu kedua tangan berpegang pada bayangan..
Aroma mu terbawa dari pucuk daun mewangi di pagi hari..
Larut dalam hujan embun penuh pesona jiwa..
Selembut tanah basah yang tak pernah masalah terinjak-injak..
Dalam suka dan duka...
Larut dalam hujan embun penuh pesona jiwa..
Selembut tanah basah yang tak pernah masalah terinjak-injak..
Dalam suka dan duka...
Ummm... Ku hanya bisa merasa senyawa cinta terkirim jauh. .kesini melewati angin derita..
Ku hirup aromanya..segar bak berada di dalamnya danau air surga..
Lalu ku teguk..sampai kering dalam cahaya surya..
Dan tak ada lagi serabut kecewa dalam asa..
Ku hirup aromanya..segar bak berada di dalamnya danau air surga..
Lalu ku teguk..sampai kering dalam cahaya surya..
Dan tak ada lagi serabut kecewa dalam asa..
Perjumpaan itu bagai embun yang jatuh dipagi hari..lalu bumi memeluknya dengan lembut..
Sehingga daun daun di pohon pun semua iri.. Kapan giliranku tiba?
Karena semua berjalan dengan makna..
Karena cinta..tak cukup dengan merasa saja..
Sehingga daun daun di pohon pun semua iri.. Kapan giliranku tiba?
Karena semua berjalan dengan makna..
Karena cinta..tak cukup dengan merasa saja..